Updates from January, 2013 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Virtual Chitchatting 1:31 PM on 2013/01/17 Permalink  

    The Floody Jakarta as of 17 January 2013 00.00 WIB (High Resolution) 

    Peta Banjir Jakarta 16 Januari 2013 24.00 wib — 17 Januari 2013 00.00 WIB
    The floody Jakarta as of 16 January 2012 17.00 gmt

    1528554620X310


    pic #2

    1528554


    pic # 3


    Lokasi Banjir di Jakarta – Google Maps

    Pantau banjir di Jakarta, Kamis 17/1/2013, lewat peta interaktif di Google Maps. Ikuti juga sejumlah akun Twitter yang memberi informasi banjir.

    https://maps.google.com/maps/ms?t=m&msa=0&msid=210646426167132067981.0004d362a5c9e6ca592eb&ie=UTF8&source=embed&ll=-6.152331,106.745868&spn=0.011456,0.021136


    http://www.jakartatangguh.org/peta-digital/

     
  • Virtual Chitchatting 11:59 PM on 2013/01/15 Permalink  

    Belajar dari Longsor dan Banjir Bandang di Padang, 24 Juli 2012 in pictures

     
  • Virtual Chitchatting 11:58 PM on 2013/01/15 Permalink  

    Belajar dari Longsor dan Banjir Bandang di Padang, 24 Juli 2012
    Compiled by S3ra Sutan Rajo Ali
    Jakarta, 15 Januari 2013

    Informasi berikut didapat dari situs ibnurusydy.com. Informasi yang sangat berharga, wajib dishare. Yet, there is nothing can be protected on the internet. Sorry dude. He can be reached through his email: ibenroes@gmail.com


    http://www.ibnurusydy.com/geo-bencana/debris-flow-banjir-bandang/

    Debris Flow (Banjir Bandang)

    by Ibnu Rusydy, February 1, 2012

    Banjir bandang merupakan salah satu bencana yang sering “memakan” banyak korban. Waktu kejadiannya bisa dipastikan setelah hujan lebat atau di musim penghujan. Dalam istilah inggris, ada yang menamakan banjir bandang sebagai flash flood karena datangnya sangat cepat (flash) dan ada juga yang menamakannya debris flow (aliran bahan rombakan).

    01 debris-flow_usgs

    Penulis sendiri lebih memilih istilah debris flow untuk banjir bandang karena ketika banjir bandang terjadi, ianya membawa bahan rombakan (air, tanah, batu, dan kayu). Bahan rombakan ini bisa menambah momentum air (massa x kecepatan) sehingga apa saja yang ada di depannya pasti disapu bersih.

    Longsor di Hulu

    Banjir bandang terjadi dalam waktu yang sangat cepat seolah-olah tanpa peringatan dan berbeda dengan banjir biasa, dimana permukaan air naik secara perlahan-lahan.Banjir bandang berpotensi terjadi di kawasan aliran sungai yang terbentuk dari lembah perbukitan. Penyebab utama banjir bandang adalah terbentuknya bendungan alami akibat longsornya tanah dari lereng-lereng di sepanjang aliran sungai.

    Bendungan alami ini biasanya terbentuk dari hasil longsoran berupa batu, tanah, dan kayu hasil penebangan liar sepanjang lereng. Kejadian longsor ini sangat dipengaruhi oleh keadaan geologi batuan/tanah pembentuk lereng, perpohonan dan kemiringan lereng. Bendungan alami yang terbentuk karena longsor ini menyebabkan air hujan dan air yang turun dari lereng-lereng perbukitan tertampung di atas sehingga terbentuk danau atau tampungan air dalam jumlah besar.

    Kian hari air yang terbendung tersebut bertambah banyak dan ketika bendungan alami tadi tidak sanggup lagi menahan jumlah air tersebut maka bendungan tersebut akan rusak. Rusaknya bendungan alami ini menyebabkan tertumpahnya air sekian banyak dan mengalir melalui lembah dan aliran sungai lama serta menghantam segala yang ada di depannya.

    Faktor-faktor penyebab terjadinya tanah longsor dapat dilihat pada gambar 1 di atas. Melihat proses kejadiannya, banjir bandang ini tidak bisa di kategorikan sebagai bencana hidrologi murni melainkan bencana geologi karena ada proses geologi berupa tanah longsor sebagai penyebab utama terbentuknya bendungan alami.

    02 banjirbandang

    Faktor-faktor penyebab terjadinya tanah longsor dapat dilihat pada gambar 1 di atas. Melihat proses kejadiannya, banjir bandang ini tidak bisa di kategorikan sebagai bencana hidrologi murni melainkan bencana geologi karena ada proses geologi berupa tanah longsor sebagai penyebab utama terbentuknya bendungan alami.


    http://www.ibnurusydy.com/memahami-banjir-bandang/

    Memahami Banjir Bandang Padang (24 Juli 2012)

    by Ibnu Rusydy, July 25, 2012

    Banjir Bandang Padang (24 Juli 2012)

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, banjir bandang Padang terjadi pada hari Selasa (24/7) pukul 18.30 wib yang diawali hujan deras di hulu sungai sejak pukul 16.30 wib sampai pada pukul 23.00 wib curah hujan masih tinggi. Daerah yang terlanda banjir bandang meliputi daerah: Ilir Sungai Lubuk Kilangan sampai ke Ujung Tanah, Sungai Kurao Pagang, terendamnya Perumahan di Banda Gadang Gunung Pangilun dan Bantaran Hulu sampai Hilir Sungai Batang Kuranji meliputi daerah Limau Manis, Kuranji, Siteba.

    03 topografipadangdandas

    Pada Gambar di atas terlihat jelas bentuk lembah-lembah yang membentuk aliran sungai di atas kota Padang. Di sepanjang lembah-lembah tersebut sangat dimungkinkan terjadinya longsor yang membentuk bendungan alami. Banyaknya bongkahan kayu yang terbawa oleh banjir bandang ini mengindikasi adanya penebangan pohon di kawasan lereng yang menjadi penyebab terjadinya longsor.

    Garis merah putus menunjukkan dugaan genangan banjir bandang. Banjir bandang tersebut juga terjadi setelah adanya hujan selama 6 Jam dan ini mengindikasikan bahwa bendungan dan danau alami sudah ada sejak lama di atas sekitar lembah-lembah permukitan. Hujan 6 Jam ini hanya sedikit menambah jumlah volume air tampungan namun mempunyai andil besar dalam mengerus bendungan alami sehingga jebol dan terjadilah banjir bandang.

    04 Peta Lokasi Galodo iv 1920-300dpi mpe


    http://www.ibnurusydy.com/9-tanda-kawasan-rawan-longsor/

    9 Tanda Kawasan Rawan Longsor

    by Ibnu Rusydy, December 2, 2012

    Musim penghujan biasanya dimulai pada bulan September sampai dengan Maret. Pada bulan-bulan tersebut sering sekali terjadi bencana hidrogeologi yang disebabkan oleh tingginya curah hujan seperti tanah longsor, banjir bandang (debris flow), dan banjir karena buruknya sistem drainase.

    Ketiga bencana tersebut hampir bisa dipastikan akan menunjukkan peningkatan aktifitasnya selama musim penghujan dan ketiganya juga saling berhubungan. Bencana tanah longsor yang menjadi langganan pada musim penghujan ini juga bisa menjadi penyebab terjadinya banjir bandang yang bersumber di hulu sungai sana.

    Pada tulisan ini, saya tidak ingin menjelaskan penyebab terjadinya banjir bandang dan banjir genangan namun lebih menitik beratkan pada bagaimana kita melihat tanda-tanda alam dan tanda-tanda suatu kawasan rawan terhadap bahaya tanah longsor.

    Mudah-mudahan dengan mengenal tanda-tanda tersebut kita semua bisa terhindar dari bencana tanah longsor yang dalam musim penghujan ini sering sekali terjadi. Tanda-tanda suatu kawasan yang rawan terhadap bahaya tanah longsor antara lain:

    1. Daerah berbukit dengan kelerengan lebih dari 20 derajat; kawasan perbukitan dan lereng-lereng yang terjal merupakan salah satu kawasan rawan terhadap bencana tanah longsor. Hal ini diperparah lagi dengan banyaknya penebangan pohon secara tidak beraturan dan pemotongan lereng yang sangat terjal untuk kepentingan pembangunan jalan.
    2. Lapisan tanah tebal di atas lereng; negara kita yang beriklim tropis dengan curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan batuan pembentuk bukit menjadi terlapukkan. Tingginya tingkat perlapukan batu yang akhirnya menjadi tanah ini ditunjukkan dengan tebalnya lapisan tanah pembentuk lereng. Lapisan tanah yang tebal ini apabila di bawahnya terdapat lapisan batu yang kedap air menyebabkan tanah lapisan batu yang kedap air tadi menjadi bidang gelincir yang memungkinkan terjadinya longsor.
    3. Sistem tata air dan tata guna lahan yang kurang baik; Buruknya sistem drainase di bawah lereng dan tata guna lahan yang buruk juga menjadi tanda-tanda suatu kawasan yang mengalami tanah longsor. Sistem tata air yang buruk ini menyebabkan air hujan yang masuk ke dalam lereng ketika hujan turun mengendap disana sehingga menambah beban lereng dan terakhir terjadilah tanah longsor.
    4. Lereng terbuka atau gundul; Lereng yang yang tidak ditumbuhi perpohonan dan tidak ditutup dengan lapisan penutup menyebabkan air hujan langsung masuk ke dalam lereng. Kasus nomor 4 sama dengan kasus nomor 3 di atas.
    5. Terdapat retakan tapal kuda pada bagian atas tebing; Kawasan yang sudah retak berbentuk tapak kuda di atas tebing mengindikasi bahwa tebing tersebut sudah mulai bergerak. Keadaan ini akan diperparah apabila turunnya hujan dalam waktu yang lama.
    6. 6. Banyaknya mata air/rembesan air; Rembesan air yang banyak di lereng sebuah tebing menunjukkan tebing tersebut sudah sangat jenuh air atau sudah terpenuhi oleh air. Banyaknya air dalam lereng seperti yang dijelaskan pada nomor 3 bisa menyebabkan terjadinya tanah longsor.
    7. Adanya aliran sungai di dasar lereng; Kejadian ini hampir sama dengan kejadi nomor 6 namun pada nomor 7 ini tingkat kejenuhan airnya sudah sangat parah sampai-sampai membentuk aliran sungat di bawah lereng.
    8. Pembebanan yang berlebihan pada lereng; Pembangunan rumah dan bangunan lain di atas lereng bisa menambah beban terhadap lereng. Ketika sebuah lereng awalnya stabil namun karena beban di atasnya terlalu besar maka lama-kelamaan lereng tersebut akan tidak stabil lagi dan lambat laun bisa menyebabkan tanah longsor.
    9. Pemotongan tebing untuk pembangunan rumah atau jalan; Hampir sebagian besar kejadian longsor yang terjadi di negara kita adalah longsoran yang diakibatkan pemotongan lereng yang terjal untuk kepentingan pembangunan jalan. Hampir setiap musim penghujan bisa dipastikan akan ada lereng-lereng di sepanjang jalan perbukitan akan longsor.

    Mudah-mudahan ke-9 tanda-tanda kawasan rawan longsor ini bisa menambah pengetahuan kita akan bencana tanah longsor. Kenali tanda-tandanya dan selalu siaga…….!!!


    http://www.ibnurusydy.com/upaya-mitigasi-banjir-bandang/

    Upaya Mitigasi Banjir Bandang (Debris Flow)

    by Ibnu Rusydy, February 1, 2012

    Banjir Bandang secara definisi bisa dimaknakan sebagai aliran tanah, batu, kayu yang bercampur dengan air yang meluncur pada celah yang sempit dan berlereng terjal. Dalam buku Geologi untuk Perencanaan yang ditulis oleh Djauhari Noor, Ia mengkategorikan banjir bandang sebagai aliran tanah tipe aliran cepat.

    Dari hampir semua kejadian banjir bandang di Indonesia dikarenakan penebangan pohon secara membabi buta (padahal babi aja gak buta…hehehheee). Aliran sungai yang tersumbat berada di hulu menjadi penyebab terbentuknya kumpulan air yang besar menyerupai “danau”. Longsor yang terjadi di hulu juga bisa menjadi bendungan yang menyebabkan terbentuknya “danau”.

    Apabila volume air bartambah karena hujan dan sumbatan tersebut tidak sanggup lagi menahan massa air maka akan terjadi pelepasan air tiba-tiba. Aliran banjir bandang ini biasanya akan melewati lereng dan aliran sungai yang sudah terbentuk sebelumnya namun karena debit airnya sangat banyak dan disertai debris (batu, tanah dan kayu) yang dibawa maka aliran ini akan memiliki momentum yang besar dan merusak segala yang ada di depannya.

    Flexible Ring Net Sebagai Solusi

    Flexible Ring Net merupakan serangkaian gelang yang berdiameter ±30 cm yang digabung menjadi sebuah jaring. Rangkaian gelang tersebut tersebut akan membentuk suatu jaring yang fleksibel dan akan sanggup menahan aliran banjir bandang. Pemasangan Flexible Ring Net secara bertingkat di sepanjang sungai yang menjadi dugaan aliran banjir bandang sudah diterapkan diberbagai negara.

    Wendeler et al., pada tahun 2006 pernah menulis bahwa hampir semua negara di Eropa, Asia dan USA, telah menggunakan Flexible Ring Net dalam upaya proteksi dari bencana banjir bandang (debris flow). Pemasangan pertama dilakukan di negara Swiss pada tahun 2005 sebagaimana gambar yang saya lampirkan.

    Pemasangan Flexible Ring Net bertingkat selanjutnya dilakukan di Swiss pada tahun 2008.
     Flexible Ring tampak dari dekat Pemasangan Flexible Net
     05 flexible-ring-net-nampak-dari-dekat-300x225  06 Pemasangan-flexible-ring-net-300x225
    Pemasangan Flexible Ring Net di Swiss07 Pemasangan-Flexible-Ring-Net-di-Swiss-300x113 Pemasangan flexible ring net bertingkat08 Flexible-ring-net-bertingkat-300x225
    (www.geobrugg.com)

    Negara tetangga kita Malaysia sudah memasang beberapa Flexible Ring Net dibeberapa titik yang menjadi dugaan akan terjadinya banjir bandang. Saya merekomendasikan untuk sungai-sungai dan lereng yang ada di Indonesia untuk segera dilakukan pemasangan Flexible Ring Net di kawasan yang diduga akan dilewati aliran banjir bandang (debris flow).

    Pemasangan Flexible Ring Net harus dilakukan oleh ahlinya agar mengetahui mengenai kondisi batu tempat pemasangan Flexible Ring Net yang harus betul-betul kuat (batuan beku dan batuan metamorf) dan jangan dipasang di batuan sedimen. Untuk masalah tempat pemasangan yang cocok memang harus kita tanyakan kepada ahli Geologi.

    Saat ini, ada perusahaan yang bernama Geobrugg yang telah memprodusi Flexible Ring Net dalam upaya proteksi banjir bandang dan beberapa bencana lainnya. Semoga ke depan, peneliti-peneliti kita bisa mengembangkan metode sendiri yang inovatif, aplikatif, dan murah meriah dalam upaya mitigasi, pencegahan bencana alam yang sering terjadi di bumi Aceh.


    http://www.ibnurusydy.com/pemantauan-pergerakan-tanah-landslide/

    Pemantauan Pergerakan Tanah (landslide)

    by Ibnu Rusydy, June 10, 2012

    Gerakan tanah atau sering disebut sebagai tanah longsor (landslide) merupakan bencana yang sangat sering terjadi di Indonesia dan memakan banyak korban jiwa dan harta. Upaya dan pencegahan dan mitigasi mutlak dilakukan untuk mengurangi korban jiwa dan harta. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pemantauan pergerakan tanah sehingga bisa diduga kapan suatu daerah akan mengalami longsor atau dalam kondisi aman.

    Pada prinsipnya pemantauan gerakan tanah bisa dilakukan dengan cara memantau perubahan jarak, beda tinggi, sudut maupun koordinat dari titik-titik yang mewakili suatu daerah. Saat ini banyak sekali metode yang bisa dilakukan atau diaplikasikan dalam upaya manusia memantau pergerakan tanah seperti terlihat pada tabel 1 di bawah ini. Mohon maaf apabila tabelnya masih dalam bahasa bule semoga kawan-kawan bisa menerjemahkan sendiri ya….

    GPS geodetik dual frekwensi (L1 & L2) merupakan salah satu metode yang sangat efektif dan efisien digunakan untuk memantau/memonitoring sebuah gerakan tanah. Teknik pemantauan yang dilakukan adalah dengan cara membandingkan koordinat suatu waktu dengan koordinat di waktu yang lain.

    Tabel 1. Metode memantau gerakan tanah (Gili et al, 2000)

     10a debri  10 jenis-1

    Perbedaan koordinat ini menunjukkan arah dan jauh pergerakan tanah di kawasan yang diukur. Gambar 1 di bawah ini menunjukkan prinsip pengukuran GPS untuk studi gerakan tanah.

    11 gps_longsor_web
    Gambar 1. Prinsip dasar pemantau gerakan tanah (lonsor) dengan GPS Geodetik L1 & L2 (Abidin HZ, 2007)

    Penggunaan GPS untuk memantau gerakan tanah (longsor) khususnya jenis rayapan (creep) sudah sering diterapkan di beberapa negera. Di Indonesia sendiri, pernah dilakukan pemantauan gerakan tanah di daerah Ciloto Puncak Jawa Barat, kawasan Megamendung dan beberapa kawasan lainnya.

    Masih banyak sekali tempat-tempat di Indonesia sampai saat ini belum dilakukan pemantauan gerakan tanah. dan ini harus segera dilakukan. Saat ini, hampir seluruh Kabupaten Kota di Indonesia sudah ada BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), besar harapan kita lembaga ini bisa melakukan kerjasama-kerjasama dengan lembaga terkait seperti PU dan lembaga-lembaga penelitian kampus untuk menginisiasi program pemantauan gerakan tanah  dalam upaya melindungi rakyat Indonesia dari bencana tanah longsor.

    Untuk kawasan Aceh dan Sumatra, saya bersama Tim Peneliti Geohazard TDMRC selalu siap membantu teman-teman dari BPBD dan masyarakat dalam upaya mitigasi bencana tanah lonsor dan bencana lainnya. Salam Siaga……..!!!!!!!!!


    http://www.ibnurusydy.com/waspada-bencana-di-musim-penghujan/

    Waspada Bencana di Musim Penghujan

    by Ibnu Rusydy, November 28, 2011

    Secara geografis Indonesia berada di kawasan khatulistiwa dan secara otomatis Negara kita beriklim tropis. Dalam kondisi ideal, dalam setahun kita mendapat musim penghujan selama 6 (enam) bulan dan merupakan nikmat yang luar biasa yang Allah berikan kepada kita rakyat Indonesia.

    Kadang kala nikmat yang luar biasa ini apabila terlibat campur tangan manusia di dalamnya biasa akan menjadi malapetaka. Selama musim penghujan yang biasanya dimulai pada bulan November sampai dengan April, banyak terjadi bencana hidrologi yang disebabkan oleh tingginya curah hujan, salah satunya adalah Tanah Longsor, Debris Flow (banjir bandang) dan banjir.

    Secara definisi Tanah Longsor merupakan gerakan perpindahan bahan-bahan pembentuk lereng berupa tanah, batu, Lumpur, bahan rombahkan lainnya karena berkurangnya kemantapan/daya dukung lereng. Salah satu factor yang dapat mengurangkan kemantapan lereng adalah masuknya air hujan dalam jumlah yang besar ke dalam lereng melalui rekahan-rekahan.

    Jumlah air yang banyak di dalam suatu lereng akan dapat menambah beban lereng, mengurangi kohesi tanah karena pore water pressure dan apabila air hujan yang masuk ini berjumpa dengan lapisan tanah yang kedap air (impermeable) maka lapisan kedap air ini akan jadi bidang gelincir terjadinya tanah longsor

    Selain dipicu oleh air hujan, tanah longsor juga dapat dipicu oleh gempa bumi. Gempa yang kerap terjadi di Aceh dikarena kita berada di zona subdukti antara lempeng Indo-Australia dengan Aurasia belum lagi kita juga memiliki sesar Sumatra yang masih aktif bergerak sekitar 4 cm/tahun (Bennett JD, 1981).

    Gempa bumi yang kerap terjadi ini bisa menganggu kestabilan sebuah lereng belum lagi kondisi tanah hasil pelapukan batuan di kawasan tropis sangatlah tebal sehingga mudah untuk terjadinya longsor. Namun apabila bentuk lereng tidak curam dan banyak perpohonan pada sebuah lereng, maka kemungkinan terjadinya longsor bisa dikurangin.

    Dalam Buku Tinjauan Tahunan Bencana Aceh 2010 yang dikeluarkan oleh TDMRC, dijelaskan bahwa selama tahun 2010 telah terjadi berbagai macam bencana di Aceh dan salah satunya  adalah longsor dan banjir, cuma bencana longsor dan banjir saja yang memakan korban.

    Tahun 2010 telah terjadi longsor di Aceh Selatan, Subulussalam dan Aceh Tengah dengan total korban meninggal dunia sebanyak 8 orang dan bencana banjir dengan korban meninggal dunia sebanyak 3 orang.  Belajar dari pengalaman tahun lalu, sudah sepantasnya kita waspada terhadap bencana longsor dan banjir ini.

    Dalam mengkategorikan bencana, kita bisa membagikan bencana dalam dua kategori. Kategori yang pertama adalah bencana dengan Magnitut (M) besar dan Frekwensi (F) rendah contohnya Tsunami dan Super Erupsi Gunungapi. Kategori yang kedua adalah bencana dengan Magnitut Kecil (M) namun Frekwesi (F) tinggi contohnya, longsor, banjir, angin puting beliung, debris flow dan lain-lain.

    Dalam upaya pencegahan dan mitigasi bencana rasanya para peneliti kita harus fokus melakukan penelitian pada bencana-bencana dengan M rendah namun kejadiannya dalam 1 tahun (F) sering. karena bencana dengan M kecil yang berarti kekuatan bencana tersebut kecil namun apabila bencana tersebut sering terjadi tentu saja akan banyak memakan korban apabila dijumlah secara keseluruhan.

    Untuk meningkatkan kewaspadaan kita bersama, tentunya kita harus memahami terlebih dahulu gejala-gejala akan terjadinya sebuah bencana. Memahami sebuah bencana, mengenal dengan benar tanda-tanda akan terjadi sebuah bencana tentu akan dapat mengurangi kerugian yang diakibatkan oleh sebuah bencana.

    Beberapa gejala akan terjadinya longsor diantaranya; munculnya retakan-retakan di lereng, biasanya terjadi setelah hujan deras yang berturut-turut dalam waktu lama, munculnya rembesan atau mata air baru di lereng, serta tanah atau batu mulai berjatuhan dari lereng. Tanda-tanda ini akan bisa jadi panduan bagi masyarakat untuk mengetahui kapan terjadinya longsor.


    http://www.ibnurusydy.com/reminder-waspada-longsor-di-musim-penghujan/

    Reminder: Waspada Longsor Di Musim Penghujan

    by Ibnu Rusydy, October 18, 2012

    Secara geografis Indonesia berada di kawasan khatulistiwa yang menjadikan negara kita beriklim tropis. Dalam kondisi ideal, dalam setahun kita akan mendapat musim penghujan selama 6 (enam) bulan dan musim kemarau dalam waktu yang sama. Perubahan musim ini merupakan nikmat luar biasa yang diberikan Allah kepada kita rakyat Indonesia.

    Namun nikmat yang luar biasa ini apabila terlibat campur tangan manusia jahil di dalamnya bisa jadi malapetaka bagi kita sendiri. Musim penghujan yang biasanya dimulai pada bulan September sampai dengan Maret. Pada bulan-bulan tersebut sering terjadi bencana hidrogeologi yang disebabkan oleh tingginya curah hujan seperti tanah longsor, banjir bandang (debris flow), dan banjir karena buruknya sistem drainase.

    Ketiga bencana tersebut hampir bisa dipastikan akan menunjukkan peningkatan aktifitasnya selama musim penghujan dan ketiganya juga saling berhubungan. Misalnya saja bencana banjir bandang yang sebelumnya dipicu oleh longsor-longsor yang terjadi sepanjang lembah sepit antara dua lereng terjal.

    Longsoran tanah tersebut akan membentuk bendungan alami sehingga menampung air sungai dan membentuk danau alami. Ketika bendungan alami ini tidak sanggup lagi menahan air maka terjadilah pelepasan air secara tiba-tiba karena rusaknya bendungan alami yang kita kenal dengan istilah banjir bandang seperti di Tangse tahun 2011 dan 2012 serta di Padang pada beberapa bulan bulan yang lalu.

    Tanah Longsor

    Secara definisi Tanah Longsor merupakan gerakan perpindahan bahan-bahan pembentuk lereng berupa tanah, batu, Lumpur, bahan rombahkan lainnya karena berkurangnya kemantapan/daya dukung lereng. Salah satu factor yang dapat mengurangkan kemantapan lereng adalah masuknya air hujan dalam jumlah yang besar ke dalam lereng melalui rekahan-rekahan.

    Jumlah air yang banyak di dalam suatu lereng akan dapat menambah beban lereng, mengurangi kohesi antar butiran tanah dan apabila air hujan yang masuk ini berjumpa dengan lapisan tanah yang kedap air (impermeable) maka lapisan kedap air ini akan jadi bidang gelincir terjadinya tanah longsor.

    Untuk mengetahui upaya apa saja untuk menghadapi tanah longsor, bisa baca tulisan ini. Selain dipicu oleh air hujan, tanah longsor juga dapat dipicu oleh gempa bumi. Gempa yang kerap terjadi di Aceh dikarena kita berada di zona subdukti antara lempeng Indo-Australia dengan Eurasia belum lagi kita juga memiliki sesar Sumatra yang masih aktif bergerak sekitar 4 cm/tahun (Bennett JD, 1981).

    Gempa bumi yang kerap terjadi ini bisa menganggu kestabilan sebuah lereng belum lagi kondisi tanah hasil pelapukan batuan di kawasan tropis yang tebal.

    Upaya Mitigasi Tanah Longsor

    Dalam upaya mitigasi bencana longsor, periset Geo-Hazard TDMRC Universitas Syiah Kuala bersama Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengda Aceh (IAGI-Aceh) dan Ikatan Ahli Geofisika Indonesia Komwil Aceh (HAGI-Aceh) telah melakukan slope assessment di kawasan-kawasan rawan longsor sepanjang jalan Bireun – Takengon – Nagan Raya – Calang – Banda Aceh pada tahun 2011 dan Aceh Jaya – Aceh Barat – Nagan Raya –Aceh Barat Daya – Aceh Selatan – Aceh Tengah – Gayo Lues – Aceh Tenggara pada tahun 2012.

    Dari hasil pengamatan, ditemukan banyak sekali kawasan lereng di sepanjang jalan tersebut yang berisiko terjadinya longsor. Hal ini dikarenakan kondisi tanah yang secara geologi sudah sangat terlapukkan, geometrik lereng yang sangat curam, kurangnya vegetasi (tumbuh-tumbuhan) di kawasan berlereng dan tidak adanya saluran drainase yang memadai di lereng.

    Setelah melihat kondisi beberapa lereng yang sangat berisiko ini, periset Geo-Hazard TDMRC membuat beberapa rekomendasi dalam upaya penstabilan lereng berupa pemasangan shotcrete, pemasangan Rock Anchor, Dowel, Bolting, dan metode slope stability lain serta beberapa tempat harus dilakukan pelandaian lereng (re-profiling, trimming dan Scaling).

    Untuk perencanaan jalan baru ke depan juga disarankan agar pembuatan arah jalan yang searah dengan pelapisan batuan (khusus untuk formasi batu sedimen dan metamorf dari sedimen) karena dari beberapa longsor terjadi karena arah jalannya tegak lurus dengan pelapisan batuan dan sangat dimungkinkan terjadinya longsor jenis translasi dan toppling.

    Untuk masyarakat yang tinggal di kawasan-kawasan yang berisiko terjadinya longsor, sangat diharapkan untuk terus melakukan penanaman pohon-pohon di sekitar lereng. Pohon ini selain berfungsi sebagai tiang pancang yang dapat menahan dan mengikat tanah tanah, pohon juga berfungsi sebagai pompa alami untuk menyerap air dari dalam tanah dan menguapkannya kembali melalui daunnya.

    Untuk meningkatkan kewaspadaan kita bersama, tentunya kita harus memahami terlebih dahulu gejala-gejala akan terjadinya sebuah bencana. Memahami sebuah bencana, mengenal dengan benar tanda-tanda akan terjadi sebuah bencana tentu akan dapat mengurangi kerugian yang diakibatkan oleh sebuah bencana.

    Beberapa gejala akan terjadinya longsor diantaranya; munculnya retakan-retakan di lereng, biasanya terjadi setelah hujan deras yang berturut-turut dalam waktu lama, munculnya rembesan atau mata air baru di lereng, serta tanah atau batu mulai berjatuhan dari lereng. Tanda-tanda ini akan bisa jadi panduan bagi masyarakat untuk mengetahui kapan terjadinya longsor.

    Kondisi alam telah membuat kita tidak bisa menghindar dari bencana namun ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangin dampak dari bencana, salah satunya dengan cara memahami bencana.


    http://www.ibnurusydy.com/siaga-bencana-kita-mulai-dari-desa/

    Siaga Bencana: Kita Mulai Dari Desa

    by Ibnu Rusydy, July 21, 2012

    Beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan berkunjung ke Aceh Singkil, sebuah kawasan yang sangat rawan terhadap bencana gempabumi, amblesan tanah, banjir, dan longsor. Kebetulan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kab. Aceh Singkil mengadakan acara Sosialisasi Bencana Alam kepada perangkat desa dan kami dari TDMRC Universitas Syiah Kuala diminta untuk menjadi narasumber.

    Dalam sosialisasi yang berlangsung selama 1 minggu lebih, hadir disitu kepala desa dari seluruh Kab. Aceh Singkil. Dari jumlah peserta yang hadir, tergambar dengan jelas keseriusan perangkat desa untuk mengenal bencana dan mengetahui bagaimana cara mengurangi risiko bencana.

    Pada awal-awal acara, nampak beberapa kepala desa yang melakukan protes karena selama ini ketika terjadi bencana pemerintah terkesan lambat dan tidak peka terhadap masyarakat. Melihat protes-protes yang dilakukan oleh kepala desa ini, terlihat jelas bahwa kesadaran akan penanggulangan dan pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat (dari masyarakat untuk masyarakat) belum ada dan ini yang mau dibentuk melalui Sosialisasi Kebencanaan selama 1 minggu lebih.

    Bencana Urusan Bersama

    Bencana datang dan “memakan” siapa saja, tak peduli pejabat pemerintah, pelajar, orang tua, anak-anak, menantu kepala desa dan lain-lain. Semuanya sama saja di mata bencana sehingga bencana bisa disebut sebagai kejadian yang sangat “demokrasi”. Karena korban bencana bisa datang dari berbagai kalangan, maka urusan penanggulangan dan pengurangan risiko bencana menjadi kewajiban bersama.

    Bencana itu tidak bisa hanya ditanggulangi oleh pemerintah dan lembaga penelitian saja namun harus ada keterlibatan dan keikutsertaan masyarakat disitu. Sehingga wajar kalau sekarang ini lagi ngetrend “penelitian berbasis masyarakat” dan “program kerja berbasis masyarakat”.

    Berangkat dari “bencana sebagai urusan bersama” dan “memakan korban” siapa saja, maka penyadaran perangkat desa/kampung dengan pengenalan bencana dan cara mitigasinya mutlah dilakukan di setiap daerah yang rawan bencana. Perangkat desa yang sudah mengikuti kegiatan ini dan sudah mulai mengenal bencana dan cara mitigasinya, harapannya bisa menyampaikan ilmu yang sudah didapat  ini kepada warga desanya masing-masing.

    Mudah-mudahan masyarakat terus diberi kesadaran bahwa bencana sudah menjadi tanggung jawab bersama. Penulis yakin, setiap masyarakat kita punya kearifan lokal masing-masing dalam menanggulangi bencana namun kearifan lokal tersebut di beberapa tempat sudah mulai memudar dan ini harus dibangkitkan lagi.

    Contohnya saja kearifan lokal masyarakat Simeulue yang menamakan tsunami sebagai “Smong” yang diceritakan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Dan ternyata, di Aceh Singkil ada “galoro” sebagai istilah lain dari tsunami dan kearifan lokal “galoro” ini harus dibangkitkan kembali karena sebelum tsunami 2004 sudah mulai memudar.

    Kearifan lokal yang sudah terbentuk merupakan indikasi kepedulian masyarakat zaman dulu terhadap upaya pengurangan risiko bencana.

    Desa Siaga Bencana

    Pada sesi akhir pelatihan, para perangkat desa di Aceh Singkil diajarkan tentang apa yang harus dilakukan sebelum dan sesudah bencana terjadi. Salah satu bentuk kesiapsiagaan desa dalam menghadapi bencana adalah dengan cara membentuk Organisasi Desa Siaga (ODS). ODS ini terdiri dari unsur-unsur di desa masing-masing, misalnya saja Ibu PKK, Kepala Desa, Sekretaris Desa, Pemuda, Imam, Tuha Peut, Kepala Dusun, Kepala Lorong dan lain-lain.

    Masing-masing unsur desa tersebut berikan tugas masing-masing sebelum dan sesudah bencana. Semua tugas unsur desa tersebut dituangkan dalam sebuah Protap ODS. Sebagai contoh; sebelum terjadi bencana gempabumi kepala dusun memastikan rumah warganya tahan gempa dan apabila ada tiang-tiang atau kuda-kuda rumah yang tidak kokoh lagi maka kepala dusun akan meminta kepala desa untuk memerintahkan unsur pemuda untuk membantu menguatkan rumah warga tersebut.

    ODS seperti yang penulis jelaskan di atas sangat mungkin dibentuk di desa. Setelah mengikuti acara Sosialisasi ini, seluruh kepala desa di Aceh Singkil sepakat untuk membentuk ODS ini di desa mereka masing-masing. Mudah-mudahan apa yang mereka lakukan bisa menjadi contoh bagi desa-desa yang lain yang ada di Indonesia.

    Ada beberapa bencana memang tidak dapat kita hindari namun Allah/Tuhan memberikan kita akal untuk mengurangi risiko bencana dan jumlah korban.

    NOT copy

    http://www.copyscape.com/dmca-copyright-protection/

    About Ibnu Rusydy

    Pecinta dan pelajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh.

     
  • Virtual Chitchatting 11:50 PM on 2013/01/15 Permalink  

    Gunung Pangilun sebagai Muara Banjir dan Galodo

    by S3ra Sutan Rajo Ali
    Jakarta, 15 Januari 2013

    Gunung Pangilun, nama kelurahan di Kecamatan Padang Utara, Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Wilayah seluas 25 km persegi dihuni oleh 25.000 penduduk. Gunung Pangilun merupakan daerah (bekas) bantaran sungai yang berbelok.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Pangilun,_Padang_Utara,_Padang

    http://www.wikimapia.org/2692995/MTS-Gunung-Pangilun

    1. 201207251226, Gunung Pangilun, Bekas Sungai
    2. 20120724, Listrik Padam, Tim SAR Evakuasi Warga di Gunung Pangilun
    3. 20120724, Padang Banjir, IPA PDAM Kota Padang di Gunung Pangilun Jebol
    4. 20120724082818, Re: [R@ntau-Net] Galodo di Padang
    5. 20120724214145, Tanggul PDAM Gunung Pangilun Jebol
    6. 201207242221, Banjir Bandang Hantam Padang
    7. 201207242234, Banjir Bandang Terjang Gunung Pangilun Padang, 8 Hilang
    8. 201207242305, Pray For Limau Manih Padang
    9. 201207250000, Penyebab Banjir Bandang di Padang Versi WALHI
    10. 201209140000, Walhi : Tata Kelola Ruang Yang Salah Penyebab Banjir Bandang Padang
    11. 201207251253, Penyebab Air Menggenang Gunung Pangilun
    12. 20120725001153, Daftar Kerusakan Sementara Pasca Banjir Bandang Padang
    13. 20120725144726, Galodo Padang, Dipastikan Tidak Ada Korban Jiwa
    14. 201207260847, 534 Rumah Terdata Rusak Akibat Banjir
    15. 201209121828, Gunung Pangilun Kembali Tenggelam, Belum Ada Laporan Korban Jiwa
    16. 201209130107, Lagi!! Padang Dilanda Banjir Berarus Deras
    17. 20120906, Musibah dan Bencana Alam Jarang Terjadi

    http://www.suarakampus.com/?mod=berita&se=detil&id=881

    Gunung Pangilun, Bekas Sungai

    Muhammad Noli Hendra, Kota Padang | Rabu, 25/07/2012 12:26 WIB

    Padang- Melihat kawasan di Kelurahan Tabing Badan Gadang, Gunung Pangilun Padang yang terkena banjir bandang menjelang berbuka kemarin, Selasa (24/7), Warga setempat menyatakan pemukiman yang dihuni warga di sana adalah bekas sungai. “Dahulu pemukiman rumah warga yang dihuni sekarang adalah sungai. Karena sudah kering, jadi dijadikan sebagai pemukiman rumah,” ungkap Rinal, warga setempat, Rabu (25/7).

    Kata Rinal, tempat ini adalah sungai yang luas dan dalam. Mulai dari pemukiman warga hingga ke ujung jalan menjelang Alai. Berdasarkan pantuan reporter Suarakampus.com, tempat pemukiman rumah yang dihuni warga Kelurahan Tabing Badan Gadang saat ini telihat jauh berada di bawah dan seperti cembung. Sedangkan jalan raya berada di tebing perumahan warga yang terkena banjir.


    http://wafakharel.blogspot.com/2012/07/listrik-padam-tim-sar-evakuasi-warga-di.html

    Listrik Padam, Tim SAR Evakuasi Warga di Gunung Pangilun

    Selasa, 24 Juli 2012

    Hingga pukul 22.00 WIB, Selasa (24/7/2012) tim SAR masih mengevakuasi warga dari rumah-rumah yang terendam di Kelurahan Banda Gadang, Gunung Pangilun. Dengan dua perahu karet, tim SAR bekerja keras bolak-balik menjemput warga yang masih terjebak dari rumah menuju lokasi lebih tinggi. Sementara, kondisi gelap-gulita karena listrik padam untuk menghindari korsleting.

    Sedikitnya 30 rumah penduduk dan musala di RT 05/ RW 01 Kelurahan Banda terendam hingga hampir mencapai atap. Terlihat musala Zainatul Naim tinggal separuh. Air bah tiba-tiba dari Batang Kuranji yang mengalir tak jauh dari kawasan pemukiman itu, membuat warga pontang-panting menyelamatkan diri ke tempat tinggi.

    “Untung air bah datang menjelang berbuka, jadi kami langsung lari menyelamatkan diri,” kata Masri, 45 tahun di lokasi pengungsian. Rumah Masri terendam lebih dua meter. Lokasi kawasan rumah yang dihuni sedikitnya 50 keluarga itu di pinggir Batang Kuranji. Juga dekat dengan tanggul tempat PDAM Gunung Pangilun menyedot air.

    Tanggul tersebut dilaporkan rubuh akibat terjangan bah. Hujan sudah reda di lokasi sejak pukul 20.00 WIB dan air terlihat mulai surut. Hingga kini belum diketahui apakah ada korban jiwa.


    http://www.kepadamu.com/2012/07/padang-banjir-ipa-pdam-kota-padang-di-gunung-pangilun-jebol/

    Padang Banjir, IPA PDAM Kota Padang di Gunung Pangilun Jebol

    July 24, 2012

    Banjir bandang melanda Kota Padang, Provinsi Sumbar pada hari selasa, 24/07/12, Pukul. 18.30 Wib, menyebabkan korban jiwa enam orang hanyut (masih dalam pencarian) dan dua orang di atas perahu hilang di tengah laut. Kerugian materil sementara ada satu rumah hanyut di lokasi Ujung Tanah Lubuk Begalung. Banjir juga menyebabkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM Kota Padang di Gunung Pangilun jebol.

    *Kronologis:

    Banjir bandang diakibatkan oleh hujan deras tiga jam dan meningkatnya debit air pada hulu sungai lubuk Kilangan & hulu sungai Batang Kuranji.

    *Upaya:

    1. BPBD Prov. Sumbar telah di lokasi melakukan penanganan darurat.
    2. Saat ini sedang diupayakan juga bantuan personil dari jajaran TNI & Polri ikut serta dalam penanganan darurat.
    3. Saat ini masih dilakukan pendataan. Update akan disampaikan kemudian.

    Banjir bandang merupakan bencana yang hampir selalu memakan korban, Mengapa sering terjadi? berikut paparan Prof Dwikorrita:

    Informasi terbaru, dari Pusdalops PB Sumbar Siaga Banjir bandang Limau Manis:

    1. Jembatan Koto Panjang Putus
    2. Mushala Batu Busuak Hanyut
    3. Ratusan warga Terisolir
    4. Sungai Batang Kuranji Meluap
    5. Korban sementara 6 orang
    6. PDAM Gunuang Pangilun Jebol.

    Subuh ini, daerah batu busuk pauh 5 (kampus unand) terkena banjir bandang/galodo/longsor, air di sungai tersebut sudah melewati jembatan dan air juga turun dari bukit nago dan mnyebabkan banjir di rumah warga. Listrik dari PLN juga sementara ini masih mati. Mohon doa nya untuk saudara atau dunsanak kita yang ada disana semoga slalu dlm lindunganNya. (GK)


    http://www.mail-archive.com/rantaunet@googlegroups.com/msg104049.html

    Re: [R@ntau-Net] Galodo di Padang

    sjamsir_sjarif Tue, 24 Jul 2012 08:28:18 -0700

    Kita kutip berita kliksumber selurunya untuk kepentingan bersama di Lapau:

    Galodo Landa Pauh, Jembatan Koto Panjang Putus

    Hujan Deras Yang Melanda Kota Padang Menyebabkan Air Tergenang di Ruas Jalan

    Kampus Unand Padang

    Padang, KlikSumbar

    Jelang berbuka puasa ke empat, Selasa 24/7 hujan deras telah menimbulkan banjir bandang dan Galodo di Pauh Kota Padang. “Galodo, Jembatan Koto Panjang Putus, Mushala Batu Busuak Hanyut, Ratusan warga Terisolir, tak itu saja Batang Kuranji meluap, “ujar Anggota DPRD Padang Maidestal Hari Mahesa, pada http://www.kliksumbar.com.

    Bahkan Maidestal juga minta diturunkan Tim SAR ke kawasan Limau Manis. “Mohon turunkan tim SAR dan polisi Limau Manis,”sebut Esa. Menurut info dari warga, air terus meninggi di kawasan itu. “Bahkan ketinggian air ada yang mencapai atap rumah, selain itu banyak warga yang terjebak,”ujar Esa.

    Tak hanya di Pauh, ternyata banjir besar juga menghantam pemukiman warga di belakang PDAM Gunung Pangilun. “Air sudah merendam sekolah MAN 2 Padang,”sebut Heri warga di Gunung Panggilun Padang. Sampai berita ini dikirim belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban maupun jumlah kerugian materiil. “Tapi saya yakin ada korban jatuh,” sebut politisi PPP ini.. ( Adt/ )

    http://www.kliksumbar.com/berita-3297-galodo-landa-pauh-jembatan-koto-panjang-putus.html

    – MakNgah
    Sjamsir Sjarif

    Kita kutip berita vivanews seluruhnya tanpa izin untuk kepentingan bersama:

    VIVAnews – Hujan deras yang melanda wilayah Padang, Sumatera Barat, sejak Selasa sore, 27 Juli 2012, menyebabkan dua sungai besar yang membelah kota tersebut meluap. Sejumlah kawasan di hulu sungai Batang Arau dan Batang Kuranji mulai terendam banjir. Menurut data Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana Sumbar, satu rumah kayu di Ujung Tanah, dekat Kampus UPI, Kecamatan Lubuk Begalung, yang berada di aliran Batang Arau, hanyut terbawa luapan arus sungai.

    “10 orang dikabarkan hilang dan masih dalam pencarian,” kata Manajer Pusdalops Sumbar, Ade Edward kepada VIVAnews. Dua sungai besar yang membelah kota itu membesar sejak dua jam lalu. Luapan sungai Batang Kuranji yang berhulu di Lamau Manis, meluap ke kawasan Kalumbuak dan Parak Kopi, tidak jauh dari PDAM Kota Padang. Sedangkan luapan sungai Batang Arau membanjiri kawasan Indarung, Lubuk Begalung, dan Marapalam.

    “Kawasan yang terendam banjir berada pada wilayah yang rendah, saat ini ketinggian air masih terus naik,” kata Ade. Sejauh ini, belum bisa dipastikan berapa unit rumah yang disapu luapan dua sungai besar yang bermuara ke Pantai Padang. Menurut sejumlah informasi, terjangan banjir menghantam desa Gunung Nago, Limau Manis, Padang. Banyak rumah yang terendam banjir.

    “Banyak masyarakat mengungsi, namun sejauh ini belum ada instruksi untuk diungsikan terutama pemukiman di bantaran sungai besar ini,” kata Ade. (eh)

    PS: Ada gambar juga dalam bert itu:

    http://us.nasional.news.viva.co.id/news/read/338453-dua-sungai-di-padang-meluap–10-orang-hilang

    – MakNgah
    Sjamsir Sjarif

    Santa Cruz, California, USA Selasa 24 Juli 2012
    La hawlawalaquwwatailla billah…
    Semoga badai galodo berlalu sudah
    tanpa banyak korban dilanda limpah ruah
    tanpa mengganggu ketenangan beribadah
    Salam,

    – MakNgah
    Sjamsir Sjarif

    Kondisi cukup mencekam, Tim SAR, BPBD,PMI sudah di lapangan namun kekurangan tenaga utk evakuasi warga. Kabar terakhir 6 orang warga dikabarkan hilang oleh galodo/air bah.

    Andri Satria Masri | Sungai Sariak VII Koto Padang Pariaman
    081374001167 |  288E864B | http://andrimasri.blogspot.com |
    @AndriSatria
    Date: Tue, 24 Jul 2012 14:20:32
    To: <rantaunet@googlegroups.com>
    Subject: [R@ntau-Net] Galodo di Padang

    Kaba Baimbauan… Barusan dapek kaba kalau alah tajadi galodo di Padang, tapeknyo di pinggiran sungai Gn nago, dakek kampus unand. Berita detail alun dapek. Semoga saudara2 kita yg disana dlm lindungan Allah swt

    Wassalam

    Ronald – depok

    Date: Tue, 24 Jul 2012 11:59:12
    To: <rantaunet@googlegroups.com>
    Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] OOT, sebuah visi tentang bung Ahok.

    Dari Suara Pembaruankit baco:


    http://www.suarapembaruan.com/home/pengawas-pemilu-harus-hentikan-isu-sara/22624&#8211; Nyiak Sunguik

    http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:hPceB88sansJ:http://kliksumbar.com/berita-3298-tanggul-pdam-gunung-pangilun-jebol.html%2Bgunung+pangilun&hl=en&ct=clnk

    http://www.kliksumbar.com/berita-3298-tanggul-pdam-gunung-pangilun-jebol.html

    Tanggul PDAM Gunung Pangilun Jebol

    KlikSumbar, Padang, Selasa, 24 Juli 2012 – 21:41:45 WIB

    Hujan deras dan meluapnya batang Kuranji dan Sungai di Gunung Nago selain menimbulkan Galodo di Batu busuak Pauh, juga membuat tanggul penampung air PDAM Gunung panggilun jebol. “Akibatnya rumah warga di Gadang Gunung Pangilun dilanda banjir. Tim SAR dan instansi terkait belum turun,”ujar Anggota DPRD Padang Maidestal Hari Mahesa, Selasa 24/7 malam.

    Selain itu politisi PPP Padang ini juga minta warga konsumen PDAM untuk berhemat air. “Jebolnya tanggul PDAM, diperkirakan pasokan air pelanggan akan terancam, warga diminta untuk hemat air bersih,”ujar Esa biasa anggota DPRD itu dipanggil. Seperti diberitakan hujan deras jelang berbuka puasa tadi telah membuat bencana di banyak titik langganan banjir di Padang. Juga dilaporkan terjadi galodo di Batubusuak Limaumanis Pauh yang telah memutuskan sebuah jembatan di daerah itu.


    http://gaul.solopos.com/banjir-bandang-hantam-padang-204267.html

    http://www.solopos.com/2012/07/24/banjir-bandang-hantam-padang-204267

    BANJIR BANDANG HANTAM PADANG

    Selasa, 24 Juli 2012 22:21 WIB

    Banjir bandang hantam Komplek Arai Pinang Gunung Pangilun, Padang. Puluhan rumah hanyut dan terendam. Menurut sumber di lokasi kejadian, peristiwa itu terjadi menjelang buka puasa, Selasa, (24/7).

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Sumbar menyatakan, daerah itu dilanda air bah di dua kawasan meliputi kawasan jalan Kampus Universitas Andalas (Unand) dan di belakang kantor PDAM Kota Padang di Gunung Panggilun, Kecamatan Padang Barat.


    http://www.solopos.com/2012/07/24/banjir-bandang-terjang-gunung-pangilun-padang-8-hilang-204272

    BANJIR BANDANG Terjang Gunung Pangilun Padang, 8 Hilang

    Selasa, 24 Juli 2012 22:34 WIB

    PADANG–Hujan deras yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, sejak sore tadi mengakibatkan banjir bandang. Akibat peristiwa tersebut delapan orang dilaporkan hilang. “6 orang hanyut terbawa banjir bandang, 2 orang di atas perahu hilang di tengah laut, sementara 1 rumah hanyut di Ujung Tanah Lubuk Begalung ” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui pesan singkat yang diterima detikcom, Selasa (24/7/2012).

    Sutopo menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pukul 18.30 WIB tadi. Banjir bandang ini disebabkan hujan deras yang melanda Padang selama tiga jam. “Akibatnya debit air meningkat pada hulu sungai Lubuk Kilangan dan hulu sungai Batang Kuranji,”kata Sutopo. Lebih lanjut ia mengatakan pihak BPBD Sumatera Barat telah melakukan penanganan darurat untuk melakukan penolongan terhadap warga.

    “Selain itu sedang diupayakan juga bantuan personil dari jajaran TNI dan Polri ikut serta dalam penanganan darurat. lebih lanjut pihak BPBD sedang melakukan pendataan,” tandasnya.(detik.com)

    http://news.okezone.com/read/2012/07/24/340/667994/banjir-bandang-terjang-kota-padang-enam-orang-dikabarkan-hilang

    http://www.padangmedia.com/?mod=berita&id=75236

    http://regional.kompasiana.com/2012/07/24/pray-for-limau-manih-padang-479587.html

    Pray For Limau Manih Padang

    REP | 24 July 2012 | 23:05

    PADANG — Innalillahi wa innailairoji’un… Telah terjadi musibah banjir dan tanah longsor/ galodo di Padang. Hujan lebat yang mengguyur Kota Padang menjelang magrib tadi membuat beberapa aliran sungai di Padang meluap ke kawasan kampus Universitas Andalas, Batu Busuak Kecamatan Pauh dan kawasan Lubuk Kilangan Padang, Sumatera Barat.

    Berdasarkan info dari Manajer Pusdalops PB BPBD Sumbar, Ade Edwar, akibat peristiwa itu dikabarkan enam orang hilang, dan beberapa rumah diseret arus. “Tadi kami dapat laporan dari masyarakat, ada enam orang dilaporkan hilang, dan beberapa rumah diseret arus sungai. Itu info sementara yang kami dapat,” katanya, Selasa (24/7/2012).

    Saat ini BPBD Padang dan Tim SAR sedang melakukan pencarian di kawasan Pauh dan mengkroscek kebenaran laporan tersebut. Sampai pukul 21.18 WIB Padang masih diguyur hujan. Dilansir dari padangmedia.com, Menurut salah seorang mahasiswi Universitas Andalas, Santi, 21, yang kos di kawasan Limau Manih, mengaku melihat air datang seperti banjir bandang.

    Laporan warga yang diterima jembatan Damsek dan Mushalla Batu Busuk kecamatan Pauh pun ambruk dihantam air bah. Sementara jembatan Koto Panjang putus, mushala Batu Busuak hanyut, ratusan warga terisolir, sungai Batang Kuranji meluap dan PDAM Gunuang Pangilun jebol.

    Beberapa titik kota Padang juga terkena diantaranya Batu Busuak, Gunuang Nago, komplek Arai Pinang, Siteba, Pasar Baru serta galodo di Pauah. Hingga berita ini diturunkan belum diketahui jumlah pasti korban yang hanyut, serta kerugian materil yang diakibatkan banjir bandang tersebut.

    Meski begitu dugaan sementara aliran air diduga berasal dari Kawasan Gunung Nago. Ini merupakan musibah yang cukup memilukan. Karena terjadi di bulan yang suci ini. seharusnya mereka sibuk melaksanakan shalat tarawih bersama di masjid namun yang terjadi sebaliknya.

    Di media sosial seperi facebook dan twitter banyak sekali ucapan duka atas musibah ini. saya mengetahui musibah ini juga dari status seorang teman di mampir di beranda saya. Saya merasa cukup prihatin karena banyak teman-teman saya yang tinggal/ ngekost di kawasan itu. semoga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan pada mereka.

    Mari kita doakan saja musibah ini cepat berakhir. Semogahujan tidak terus-menerus mengguyur kota padang. semoga cepat dilakukan evakusi dan pencarian korban serta disediakan tempat untuk mengungsi bagi korban. Semoga bantuan segera datang. Baik dari pemerintah, lembaga maupun dari masyarakat. Semoga mereka diberi kesabaran dan dikuatkan dalam menghadapi musibah ini.

    Semoga bulan ramadhan yang penuh berkah ini juga memberikan berkah untuk kita semua. Musibah datang dari tuhan untuk menguatkan iman mereka. Semoga mereka menjadi hamba yang beriman dan bertaqwa kepada allah swt. Amin…


    http://news.okezone.com/read/2012/07/25/340/668223/penyebab-banjir-bandang-di-padang-versi-walhi

    http://www.walhi.or.id/id/ruang-media/walhi-di-media/berita-bencana/2773-penyebab-banjir-bandang-di-padang-versi-walhi.html

    Penyebab Banjir Bandang di Padang Versi WALHI

    Okezone.com, Rabu, 25 Juli 2012 00:00

    JAKARTA – Banjir bandang yang melanda Kota Padang pada Selasa kemarin menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, hujan hanya berlangsung selama tiga jam. Lalu apa penyebabnya? Penyebab terjadinya banjir di Padang karena topografi hulu yang sudah mengalami degradasi. Selain itu bantaran sungai juga mengalami sendimentasi,” kata Manager Penanganan Bencana WALHI, Mukri, saat dihubungi Okezone, Rabu (25/07/2012).

    Lanjutnya, terdapat kerusakan hutan pada bagian hulu sungai dan mengakibatkan erosi. Akibatnya terjadi penumpukan material pada daerah bantaran sungai. Sehingga mengakibatkan pendangkalan air sungai. “Drainase yang buruk karena tidak dikelola oleh Pemda Kota,” imbuh Mukri.

    Pemerintah daerah, kata dia, seharusnya peduli dengan masalah drainase yang ada di Padang. Drainase yang buruk akan mengakibatkan meluapnya air saat banjir. Menurut Mukri, seharusnya BMKG selalu memberikan informasi terkait dengan kondisi yang ada. Informasi terkait bencana harus terus dipantau, agar kejadian seperti banjir di Padang ini tidak terulang lagi. Perlunya juga untuk memasukkan daerah rawan bencana ke rencana anggaran pemerintah. Dengan demikian persiapan untuk penanggulangan bencana dapat dilakukan.


    http://www.seruu.com/kota/regional/artikel/walhi-tata-kelola-ruang-yang-salah-penyebab-banjir-bandang-padang

    http://www.walhi.or.id/id/ruang-media/walhi-di-media/berita-bencana/2894-walhi–tata-kelola-ruang-yang-salah-penyebab-banjir-bandang-padang.html

    Walhi : Tata Kelola Ruang Yang Salah Penyebab Banjir Bandang Padang

    Jumat, 14 September 2012 00:00

    Padang, – Aktivis lingkungan dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menyebut ada yang tidak beres dengan tata kelola dan ruang di Kota Padang. Hal ini terkait dengan banjir bandang yang menghantam kota tersebut.

    Manager Penanggulangan Bencana Wanaha Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Mukri Friatna, dalam dialog di radio nasional menjelaskan, Pemerintah Kota Padang tidak mampu menjalankan perintah  dari Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang tata ruang. Di UU itu mengamanatkan bahwa setiap kota harus memiliki luas lahan Ruang Terbuka Hijau

    Hasil turun lapangan Walhi berasama pencinta lingkungan menemukan dilapangan terkait tata ruang. Ruang Terbuka Hijau di Kota Padang belum mencukupi. Kurang dari 30 persen,” kata Mukri, Kamis (13/9/2012). Ditambahkan penyebab banjir bandang juga tidak terlepas dari para pengembang yang membangun hunian tanpa memperdulikan kondisi lingkungan disekitar.

    Kota Padang memiliki topografi hulu, yang seharusnya pengembang membangun hunian lebih tinggi dari sungai. “Ada pengembang yang membangun bangunan atau membuat rumah lebih rendah dari  hulu sungai. Seharusnya jangan membuat rumah dibawah sungai,” ungkapnya.Perambahan hutan secara illegal juga menjadi perhatian dari aktivitis lingkungan.

    Walhi kerap menemukan gelondongan kayu yang sengaja dialirkan di Sungai Batang Kuranji. Yang lebih memprihatinkan, kata Mukri, aktivitas perambahan hutan sudah berlangsung lama. “Sebenarnya itu sudah tiga tahun namun dampaknya baru sekarang”. Kondisi semakin diperparah dengan penambangan C atau penambangan material pasir batu di sungai itu. Walhi berharap izin penambangan itu dicabut. [ndis


    http://www.padang-today.com/?mod=berita&today=detil&id=37496

    Penyebab Air Menggenang Gunung Pangilun

    Muhammad Noli Hendra, Padang Today, Rabu, 25/07/2012 - 12:53 WIB

    Melihat kawasan di Kelurahan Tabing Badan Gadang, Gunung Pangilun Padang yang terkena banjir bandang menjelang berbuka kemarin, Selasa (24/7). Warga setempat menyatakan pemukiman yang dihuni warga di sana adalah bekas sungai. "Dahulu pemukiman rumah warga yang dihuni sekarang, adalah sungai. Karena sudah kering, jadi dijadikan sebagai pemukiman rumah," ungkap Rinal warga setempat. Rabu (25/7).

    Kata Rinal, tempat ini adalah sungai yang luas, dan dalam. Mulai dari pemukiman warga yang awal ditemui ini, hingga ke ujung jalan menjelang jalan menuju Alai Padang. Berdasarkan pantuan reporter http://www.padang-today.com. Tempat pemukiman rumah yang dihuni warga Kelurahan Tabing Badan Gadang, Gunung Pangilun Padang saat ini telihat jauh berada di bawah dan seperti cembung, dan sedangkan jalan berada di tebing perumahan warga yang terkena banjir bandar tersebut. (*)


    http://www.kliksumbar.com/berita-3302-daftar-kerusakan-sementara-pasca-banjir-bandang-padang.html

    Daftar Kerusakan Sementara Pasca Banjir Bandang Padang

    Padang, KlikSumbar, Rabu, 25 Juli 2012 - 00:11:53 WIB

    Warga gunakan benen untuk evakuasi saat Galodo menerjang beberapa daerah di Padang, Selasa 24/7 (foto Roni Putra)

    Jelang berbuka puasa ke empat, Selasa 24/7 hujan deras telah menimbulkan banjir bandang dan Galodo di Pauh Kota Padang. "Galodo, Jembatan Koto Panjang Putus, Mushala Batu Busuak Hanyut, Ratusan warga Terisolir, tak itu saja Batang Kuranji meluap, "ujar Anggota DPRD Padang Maidestal Hari Mahesa, pada http://www.kliksumbar.com.

    Data sementara yang  berhasil dihimpum http://www.kliksumbar.com

    1. Koto Tuo 1 unit rumah hanyut
    2. RT. 01 RW 15 Koto Panjang Pauh, 5 rumah dan 1 mushalla hanyut
    3. Tabing bandar gadang 15 KK dan 10 Rumah di evakuasi
    4. Simpang Apa cengkeh 1 unit mobil hanyut
    5. Baringin Kampung Jua rumah terendam banjir
    6. Gurun Lawas rumah warga terendam, terendam 300 Jiwa mengungsi
    7. Perum Pratana Koto Tangah rumah tergenang air

    . ( Adt/ )


    http://www.kliksumbar.com/berita-3307-galodo-padang-dipastikan-tidak-ada-korban-jiwa.html

    Galodo Padang, Dipastikan Tidak Ada Korban Jiwa

    Padang, KlikSumbar, Rabu, 25 Juli 2012 - 14:47:26 WIB

    Meski beberapa jam pasca air bah atau galodo menerjang Kecamatan Pauh dan berbagai kawasan lain di Kota Padang, beredar simpang siur korban tewas atau hilang. Rabu (25/7) dipastikan tidak ada korban tewas. "Tidak ada, memang semula ada yang hilang tapi sudah ditemukan dalam keadaaan selamat termasuk dua nelayan yang disebut hilang, mereka terdampar di Pulau Pandan dalam keadaan selamat," sebut Dedi.

    Sedangkan Branch Manager Dompeh Dhuafa Singgalang Musfi Yendra mengatakan, sejak operasi kemanusiaan lembaganya Selasa (24/7) malam, hanya ada dua korban yang dilarikan relawan DDS ke rumah sakit. "Kalau korban tewas tidak ada, kalau korban trauma dan kena serangan  stroke memang ada, dan sudah kita bawa ke RS M Djamil, untuk yang trauma tadi pagi sudah boleh keluar," ujar Musfi.

    Sementara sejak tadi pagi warga yang semalam tinggal di pengungsian mulai mengecek kondisi rumahnya. "Hari ini warga mulai melakukan aksi bersih-bersih, tapi karena tebalnmya lumpur menutupi lantai rumah mereka butuhy waktu lama untuk mebersihkan rumah para korban," sebut Musfi.

    Sedangkan Zulkifli salah satu korban di Gurun Laweh Nanggalo Padang mengatakan korban air bah di daerahnya butuh air bersih dan pakaian layak pakai. "Air bersih sangat dibutuhkan dan diharapkan sekali, karena air ledeng PDAM tidak berfungsi, mengandalkan air sumur juga tidak bisa dimanfaatkan karena keruh dan berlumpur," ujar Zulkifli.

    Sementara Dirut PDAM Padang Azhar Latief mengatakan dua intakenya tergangu akibat bencana saat berbuka puasa Selasa malam. "Kita sudah kerahkan teknisi untuk segera memperbaiki kerusakan itu, karena ini menyangkut pelayanan kepada 70 ribu pelanggan," ujar Azhar Latief.

    Dari penyelusuran http://www.kliksumbar.com, Ujung Gurun, Parak Gadang, Flamboyan, Komplek Unand Ulu Gadut dan Jati air PDAM putus total. "Lai ndak kalamo matinyo ko, soalnyo stok semalam alah mulai tipih sampai malam lah abih mah (Semoga tidak lama putusan aliran PDAM, soalnya stok semalam sudah menipis, malam nanti sudah habis, Red)," ujar Budi warga Parak Gadang Padang Timur, Kota Padang. ( Adt/ )


    http://article.wn.com/view/2012/07/26/534_Rumah_Terdata_Rusak_Akibat_Banjir/

    http://www.mediaindonesia.com/read/2012/07/26/335801/126/101/534-Rumah-Terdata-Rusak-Akibat-Banjir

    534 Rumah Terdata Rusak Akibat Banjir

    Media Indonesia, Kamis, 26 Juli 2012 08:47 WIB

    PADANG--MICOM: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mencatat sebanyak 534 rumah warga rusak akibat hantaman air bah pada Selasa (24/7) malam, baik rusak berat, ringan, maupun sedang. Kepala BPBD Kota Padang Dedi Henidal, Rabu (25/7) malam, mengatakan dari data yang dikumpulkan di lapangan tercatat 534 rumah yang rusak dalam musibah itu.

    "Kita telah melakukan pendataan terhadap bangunan yang rusak, dan dari data tersebut didapatkan jumlah rumah yang rusak paling banyak adalah rusak sedang, kemudian rusak ringan, dan kemudian rusak berat," kata dia. Dia menyebutkan, data tersebut dikumpulan dari lokasi yang dilanda air bah di lima kecamatan di Kota Padang.

    Berdasarkan data BPBD Kota Padang, jumlah rumah yang mengalami rusak berat sebanyak 95 unit, rusak sedang 190 unit, sementara rusak ringan 249 unit. Untuk rumah ibadah tercatat yang rusak sebanyak 15 unit, terdiri atas 11 unit rusak berat dan satu unit rusak ringan. Selain kerusakan rumah, BPBD Kota Padang juga mencatat adanya sarana pendidikan yang rusak berat sebanyak dua unit dan rusak sedang satu unit.

    Selain itu, lima jembatan rusak berat dan satu lainnya rusak sedang. Sedangkan saluran irigasi yang rusak berat 11 unit dan rusak ringan satu unit. "Untuk kerugian saat ini kita memperkirakan mencapai lebih kurang Rp12 miliar untuk insfrastruktur, sedangkan untuk kerugian berupa lahan pertanian, persawahan, dan lainnya belum terdata," jelasnya.

    Air bah terjadi di sepanjang aliran Sungai Batang Kuranji pada Selasa (24/7) malam sekitar pukul 18.30 WIB, tepatnya di tujuh titik yakni di Limau Manis, Batu Busuk, Kampung Koto, Cengkeh, Padang Besi, Kalumbuk, dan Tunggul Hitam. Dua unit mesin intake PDAM Kota Padang juga rusak dalam musibah itu, yakni intake si Sungai Sikayan Ulugadut dan di Sungai Latung Lubuk Minturun. Sementara dua intake lainnya yakni di Buo dan di Kuranji aman dari terjangan air bah. (Ant/OL-12)


    http://nasional.lintas.me/article/padang-today.com/gunung-pangilun-kembali-tenggelam&utm_source=LATEST&utm_medium=LATEST_3&utm_campaign=LATEST

    http://www.padang-today.com/?mod=berita&today=detil&id=38558

    Gunung Pangilun Kembali Tenggelam, Belum Ada Laporan Korban Jiwa

    Andri Mardiansyah, Padang Today, Rabu, 12/09/2012 - 18:28 WIB

    Belum Selesai cerita duka sebagian warga Kota Padang yang dihantam banjir hebat waktu Ramadhan lalu, kembali terjadi di beberapa titik diantaranya, Batu Busuk Padang, Gunung Nago, Limau Manis, Siteba, Pasar Baru, Pauh dan komplek arai pinang, Rabu (12/9). Pantauan lapangan dilokasi Komplek Arai Pinang gunung pangilun, air sudah menggenangi rumah warga setinggi pinggang orang dewasa.

    Tim Sar, BPBD dan PMI saat ini sudah berada dilokasi untuk segera mengevakuasi warga yang masih terjebak digenangan air. "Air yang datang secara tiba-tiba semua warga menjadi panik, hal ini mengingat bulan puasa lalu terjadi hal serupa, walau kondisi saat ini belum separah banjir yang lalu namun cukup membuat kecemasan warga yang tinggal disini,"tutur Nani Wijaya, Warga Komplek Arai Pinang, Rabu (12/9).

    Sementara itu, Mahyeldi Ansharullah, Wawako Padang yang meninjau lokasi banjir dikomplek Arai Pinang Gunung Pangilun memberikan Instruksi kepada pihak terkait dalam hal ini Tim sar, BPBD dan PMI untuk tetap membantu dan siaga disetiap kemungkinan yang terjadi.(*)


    http://regional.kompas.com/read/2012/09/12/20170388/Padang.Dilanda.Banjir.Berarus.Deras

    http://www.kaskus.co.id/post/000000000000000748182489

    Lagi!! Padang Dilanda Banjir Berarus Deras

    KOMPAS.com, PADANG, 13-09-2012 01:07

    Banjir dengan arus air deras yang memenuhi sebagian jalan di Kota Padang, Sumatera Barat, terjadi pada Rabu (12/9/2012) sore. Aliran deras air itu berasal dari hulu air di kawasan perbukitan. Kemacetan di sejumlah titik tidak terhindarkan, di antaranya di Jalan Ulu Gadut yang menjadi akses jalan dari Kota Padang menuju Kabupaten Solok.

    Selain arus air yang deras memenuhi badan jalan, material banjir bandang juga tampak terbawa dalam aliran Batang atau Sungai Limau Manis. Hingga berita ini disusun, debit air Batang Limau Manis belum menunjukkan tanda-tanda penurunan dengan air yang berwarna coklat pekat.


    http://hariansinggalang.co.id/musibah-dan-bencana-alam-jarang-terjadi/

    Musibah dan Bencana Alam Jarang Terjadi

    ZUIYEN RAIS, 06 September 2012

    Musibah demi musibah silih berganti melanda negara kita. Ada kalanya musibah pejabat yang terlibat korupsi, ada musibah kebakaran permukiman kumuah di kota besar Jakarta, ada musibah perkelahian antar suku atau antar warga yang membawa korban jiwa. Tidak kalah pula besarnya, musibah bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, dan sebagainya.

    Taggal 24 Juli yang lalu, terjadi musibah banjir bandang di kota Padang yang menelan kerugian duaratus milyar lebih. Ratusan rumah terendam air, jembatan putus, jalan putus. Bahkan bendungan untuk mendapatkan sumber air bersih bagi kota Padang hancur, sehingga kota Padang dengan penduduk 750.000 jiwa kesulitan air bersih.

    Menurut Dirut PDAM Padang, perbaikan bendungan (intake) air PDAM di Gunung Pangilun tersebut memerlukan dana besar, dan waktu yang cukup lama untuk untuk mengerjakannya. Bagaimana di Norwegia ? Musibah yang berupa banjir, tanah longsor,dan, kebakaran hutan, jarang terjadi.

    Hutan betul-betul diperlihara sebagai sumber kayu dan sumber air bagi masyarakat dan sumber pendapatan negara Dari hasil hutan negara akan mendapat pajak dan restrirubusi. Keuntungan lain yang lebih besar adalah untuk mendapatkan listrik dan air bersih yang murah.

    Sebagai perbandingan, bahwa semua barang kebutuhan masyarakat, harganya rata-rata enam kali harga di Indonesia, kecuali tarif listrik dan air bersih yang tergolong murah dibanding di Indonesia. Hal ini rahasianya pada penghijauan. Hampir semua wilayah kelihatan hijau artinya penuh tanaman dan pohon-pohon.

    Hanya dimusim gugur dan musim dingin tidak kelihatan hijaunya karena ditutupi salju, namun pohon-pohon tersebut tetap hidup dan di musim semi akan tumbuh lagi dengan sendirinya, hampir seluruh tanah-tanahnya ditutupi pohon, semak belukar atau padang rumput, diluar yang dibangun perumahan atau gedung-gedung lainnya.

    Jadi tidak ada istilah bukit yang gundul, atau tanah yang kering terhampar luas. Perumahan penduduk selalu dilingkungi oleh penghijauan, baik berupa lapangan terbuka yang penuh rumput, tanaman bunga setinggi satu sampai dua meter, dan pohon-pohon kayu yang tumbuh subur.

    Apalagi kalau dibukit-bukit atau daerah pergunungan akan penuh dengan pohon-pahon kayu yang cukup besar untuk ditebang sebagai bahan bangunan. Hutan yang terawat, adalah sumber produksi kayu bagi kebutuhan masyarakat. Di sepanjang sungai yang cukup besar, akan terlihat pengaturan tanaman dari tanaman rendah dan rapat di pinggir sungai sampai pada pohon-pohon besar yang agak lebih jauh.

    Hal ini dapat kita saksikan kalau kita melakukan perjalanan dengan kereta api dari Oslo ke Trondheim selama enam jam. Tak jauh dari jalan kereta tersebut akan mengalir sungai yang cukup besar dan airnya sedang saja derasnya. Airnya kelihatan jernih, bening dan tidak ada sampah yang hanyut di sungai.

    Betapa pilunya hati melihat ke sungai tersebut dari atas kereta api, ketika mengetahui bahwa air sungai itulah yang membawa keberuntungan bagi masyarakat. Sumber air bersih bagi masyarakat adalah dari sungai yang dibendung, kemudian airnya dialirkan ke waduk pengolahan untuk jadi air bersih. yang bisa diminum langsung dari kran.

    Karena dari sumbernya sudah bersih, maka pengolahannya tidak berat, tidak memerlukan berton-ton kaporit dan bahan kimia lainnya. Pemakaian listrikpun di unit pengolahan, menjadi rendah. Kesimpulannya biaya pengolahan jadi rendah, tidak sama dengan mengolah air yang keruh, kuning, ada sampah dan sebagainya.

    Kemudian harga jual air jadi murah, karena tidak ditambahi lagi dengan berbagai pungutan. Bagaimana dengan listrik ? Sejak lama Norwegia mengembangkan pembangkit listrik dengan tenaga air , yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Di seluruh wilayah tersebar PLTA sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya, dari yang besar sampai yang kecil.

    Bagi masyarakat yang jauh dan jumlah penduduk hanya ratusan sampai ribuan saja, dibangun Micro Hydro Power. Pada tahun 1975, Indonesia mulai membangun banyak sekali PLTA ukuran besar. Sebagai contoh, di Koto Panjang Riau, Riam Kanan Kalimantan Barat, Jatiluhur Jawa Barat dan banyak lagi yang lain.

    PLTA dipilih karena biaya operasionalnya murah, begitu juga tingkat pencemarannya. Apalagi Indonesia sama dengan Norwegia kaya dengan sumber air berupa sungai-sungai besar. Tetapi kemudian apa yang terjadi setelah berjalan sepuluh atau limabelas tahun ? Proyek besar PLTA tersebut tidak mampu berproduksi sesuai dengan yang direncanakan karena kekurangan debit air.

    Artinya, pembangunan PLTA tersebut kalah cepat dibanding penggundulan hutan yang menjadi sumber air. PLTA Koto Panjang hanya mampu beroperasi 40 – 50 persen saja dari rencana. Begitu juga PLTA Maninjau, dengan rencana 150 megawat, hanya mampu 50 sampai 60 megawat saja.

    Akibatnya terpaksa dibangun PLTU di Sawah Lunto dengan bahan bakar batubara. Begitulah kisah sedih dari penggundulan hutan, sehingga rakyat tidak jadi membayar listrik yang murah dan kasus ini meliputi banyak proyek PLTA di Indonesia.

    Kisah pengundulan hutan, pembakaran hutan dan perubahan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit secara besar-besaran, yang banyak terjadi di negara kita, dianggap oleh dunia adalah penyebab adanya pemanasan global di seluruh muka bumi. Sebab-sebab lain adalah banyaknya terjadi pembakaran gas, seperti minyak bumi, yang menyebabkan udara penuh polusi.

    Kejadian-kejadian tersebut juga sampai ketelinga Pemerintah Norwegia, walaupun sesungguhnya bukan negara kita saja yang berbuat sepertti itu. Rupanya peristiwa tersebut diketahui oleh Bapak Presiden kita, sehingga beliau tahun yang lalu melakukan kunjungan ke Norwegia dan melakukan berbagai pembicaraan.

    Salah satu hasil kunjungan Presiden ke Norwegia tersebut adalah dikucurkannya bantuan oleh Pemerintah Norwegia sebesar satu milyar dollar kepada Indonesia selama jangka waktu lima tahun. Tetapi bantuan lebih kurang sembilan trilyun rupiah tersebut harus digunakan untuk mengurangi pembakaran hutan, pengundulan hutan, dan mengurangi pencemaran udara akibat pembakaran berbagai gas.

    Suatu hibah yang luar biasa besarnya dengan pilot proyek Propinsi Kalimantan Tengah. Apakah negara kita akan berhasil memenuhi komitmen tersebut, tentu harapan kita harus bisa karena kita tengah berhdapan dengan negara yang penduduknya menjaga kejujuran. Walaupun ada juga pihak-pihak yang meragukannya.

    Sebagai penutup dari tulisan ini, ingin juga penulis sampaikan bahwa sesungguhnya Norwegia dengan budayanya adalah negara nomor satu di dunia dalam hal ukuran tingkat kualitas sumberdaya manusianya (Human Development Index). (bersambung)



     
  • Virtual Chitchatting 11:40 PM on 2013/01/15 Permalink  

    Gunung Pangilun sebagai Pusat Air Bersih

    by S3ra Sutan Rajo Ali
    Jakarta, 15 Januari 2013

    Gunung Pangilun, nama kelurahan di Kecamatan Padang Utara, Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Wilayah seluas 25 km persegi dihuni oleh 25.000 penduduk. Gunung Pangilun merupakan daerah (bekas) bantaran sungai yang berbelok.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Pangilun,_Padang_Utara,_Padang

    http://www.wikimapia.org/2692995/MTS-Gunung-Pangilun

    1. 20120612, Lagi, Warga Surga Kekeringan
    2. 200910021631, Kisah di Balik Gempa Sumbar, Berharap Air dari “Belas Kasih” Gunung Pangilun
    3. 20120306, Tarif PDAM Naik Demi Kualitas dan Pelayanan
    4. 200509291421, PDAM Padang Akan Memproduksi Air Siap Minum
    5. 201107100959, Proses Instalansi Air Bersih PDAM Gunung Pangilun
    6. 20111120153356, Kandungan Pencemar (Kimia-Fisika) Air PDAM Gunung Pangilun Padang

    http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=37820

    http://www.nawasis.com/1/category/gangguan%20pelayanan/1.html

    http://www.nawasis.com/1/post/2012/12/lagi-warga-surga-kekeringan.html

    Lagi, Warga Surga Kekeringan

    PadangEkspres, 12/06/2012

    Nanggalo, Padek—Warga Siteba Kelurahan Suraugadang (Surga) yang menghuni kawasan perumahan kembali resah dengan macetnya air PDAM Padang. Sejak dua minggu terakhir, air PDAM mengalir tidak lancar. Kondisi itu hampir merata terjadi di Kelurahan Suraugadang sekitarnya. Yakni di RT 05, RW 03, RW 08, RW 09 RT 10. Selain macet, tak jarang air PDAM mati total.

    Warga Siteba RT 05, MA, 39, mengatakan, sejak air PDAM macet, dia terpaksa meminta air sumur tetangga untuk keperluan MCK.  “Air PDAM juga sering mati pukul 05.00 sampai pukul 11.00. Kalau malam mati sekitar pukul 18.30 hingga pukul 22.00,” ulas ibu rumah tangga yang enggan disebutkan namanya itu.

    MA berharap, PDAM segera menyalurkan air bersih melalui tangki PDAM. “Air sering macet, tapi kami tetap harus membayar tagihan yang sama. Ini kan aneh, masak airnya hanya hidup di sore hari, tapi jumlah rekening tagihannya tetap sama,” keluh DF, 33, warga lainnya. Nursam, Ketua RT 05 mengaku sudah dua minggu air PDAM macet.

    “Minggu lalu, warga ter­pak­sa membeli air tangki un­tuk memandikan jenazah war­­ga di RT 05 RW 03. Air PDAM biasanya diman­faat­kan ma­syarakat keruh dan sedikit mengalir. Akibatnya je­nazah terlambat diman­dikan, warga menyayangkan keberadaan PDAM yang tidak berfungsi secara normal,” sebutnya.

    Dia mengaku telah berkali-kali melaporkan keluhan ma­syarakat ke pihak PDAM, tapi sampai sekarang belum ada solusinya. “Meraka bayar air PDAM tepat waktu, tapi kena­pa hak pelanggan tidak dipe­nuhi. Saya berharap PDAM sege­ra carikan solusi, agar air nor­mal mengalir ke rumah war­ga. To­long turun ke lokasi, menyikapi keluhan warga,” pintanya.

    Direktur Utama PDAM Padang, Azhar Latif melalui pesan singkatnya kepada Pa­dang Ekspres, Rabu (28/11), mengakui ada kekeruhan air karena hujan. “Pengolahannya terganggu. Insya Allah, lagi diatasi. Mohon maaf terjadi­nya atas terganggunya pelaya­nan kami,” katanya.


    http://www.antarasumbar.com/artikel/265/berharap-air-dari-belas-kasih-gunung-pangilun.html

    Kisah di Balik Gempa Sumbar, Berharap Air dari “Belas Kasih” Gunung Pangilun

    Oktaveri, Jumat, 02/10/2009 16:31 WIB

    Wajah perempuan yang menenteng jerigen itu tampak muram. Jerigen yang ditentengnya itu masih kosong walaupun dia sudah satu jam antre untuk mendapatkan air bersih di samping Masjid Darussalam, Kampung Teleng, Kelurahan Tabing Banda Gadang, Padang, Jumat (2/10) pagi.

    “Beginilah nasib kami sejak air PDAM putus. Sejak Rabu, saya dan ribuan warga mendapatkan air bersih dari mata air Gunung Pangilun yang dialirkan melalui pipa paralon,” kata Yanti (37), nama warga Komplek Inanta. Gunung Pangilun merupakan kawasan perbukitan di Kota Padang yang berjarak sekitar dua km dari pusat kota.

    Gunung itu juga merupakan pusat pengungsian warga Padang setelah kota itu diguncang gempa besar pada Rabu (30/9) sore. Bagi Yanti, satu jerigen air bersih sangat berharga. air sebanyak itulah yang kini menjadi kebutuhan utama bagi keluarganya. “Dapat air untuk minum saja, kami sudah bersyukur,” kata wanita yang mengaku ibu rumah tangga itu.

    Sejak terjadi gempa Rabu, menurut dia, air sulit didapat. Kesulitan itu sangat terasa ketika dia harus memenuhi kebutuhan air untuk minum, mencuci, dan mandi bagi keluarganya. “Sampai hari ini saya belum mandi. Karena ketiadaan air di rumah,” tuturnya. Tak hanya dirinya, ratusan ribu warga Padang juga bernasib sama.

    “Mudah-mudahan air hujan segera turun, sehingga kami bisa menampungnya untuk keperluan mandi,” kata Yanti. Untuk kebutuhan mencuci, dia berusaha mencari tempat di kawasan Tabing Banda Gadang. “Saya ramai-ramai dengan ibu-ibu lainnya mencuci di sebuah bandar,” kata dia.

    Nasib sama juga dialami Des (42), warga Villa Sentosa Tabing Banda Gadang. Sejak Rabu, ia harus antre bersama ribuan warga Padang lainnya mengambil air bersih dari Kampung Teleng. “Tak hanya warga Tabing Banda Gadang yang mengambil air di sini, tetapi juga warga dari tempat-tempat lain di Kota Padang,” ujarnya.

    Ia mengaku tak bisa berbuat apa-apa sejak pasokan air bersih putus dari PDAM Padang. Datuk Bandaro (48), warga Villa Sentosa lainnya, berharap pasokan air bersih dari PDAM bisa lancar lagi. “Kami tidak tahu apa yang dihadapi PDAM saat ini. Yang pasti, harapan kami pasokan air bisa terpenuhi lagi,” ujarnya.

    Pria yang bekerja di Pemko Padang itu mengaku tidak tahu sampai kapan kesulitan air bersih akan dialaminya. Kawasan Masjid Darussalam, Kampung Teleng, Kelurahan Tabing Banda Gadang tempat ribuan warga mengambi air bersih hanya berjarak sekitar 300 meter dari Instalasi Pengolahan air (IPA) PDAM Gunung Pangilun.

    Tak Bisa Mandi

    Awal (37), warga Kelurahan Ampang Padang, mengaku tidak bisa mandi sejak musibah gempa terjadi. “Kita berharap ada pasokan air dengan tanki dari PDAM,” kata pria yang bekerja di sebuah perusahaan swasta di Kota Padang itu. Ia menyebutkan, seorang tetangganya sudah menghubungi bagian layanan PDAM.

    Namun bantuan tanki yang diharapkan belum bisa dipenuhi. “PDAM memiliki keterbatasan. Selain itu, instalasi pengelolaan air PDAM di Gunung Pangilu mengalami kerusakan akibat gempa,” kata Awal. Farhan, warga Gunung Pangilun mengaku juga tak bisa mandi sejak Rabu.

    “Air minum saja sulit, apalagi untuk mandi,” kata dia. Natasia, warga Padang lainnya, terpaksa berhemat cadangan air di bak plastik yang selama ini disimpannya. “Untung sebelumnya air cadangan kami masih ada. Namun ini hanya cukup untuk Jumat. Untuk keperluan Sabtu dan hari-hari ke depan saya tidak tahu lagi dapat dari mana,” ujarnya.

    Sejak Jumat pagi, belasan warga Padang terlihat banyak mencuci pakaian di sepanjang banjir kanal, di kawasan Jalan Taman Siswa Padang. Juga terlihat ibu-ibu dengan mobil berhenti dan mencuci di aliran bandar di serkitar Ampang. Padahal, air bandar tersebut selama ini menampung air limbah rumah tangga.

    Direktur Utama PDAM Padang Azhar Latif mengaku IPA PDAM Padang yang terletak di Gunung Pangilun rusak parah dihantam gempa. “Dibutuhkan waktu sekitar sebulan dan dana miliaran untuk memperbaikinya,” kata dia. Azhar mengaku tengah berupaya dalam sepekan ini untuk melakukan program darurat untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.

    IPA Gunung Pangilun memasok kebutuhan air bagi puluhan ribu pelanggan di Kota Padang. Saat ini di Kota Padang terdapat sebanyak 75 ribu pelanggan. Menurut Kabag Humas PDAM Alfitra, dari 75 ribu pelanggan PDAM sebanyak 40 ribu pelanggan saat ini tidak bisa dipenuhi kebutuhannya akibat kerusakan IPA Gunung Pangilun. (*/wij)


    http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=29229

    http://www.nawasis.com/1/category/pdam/10.html

    http://www.nawasis.com/1/post/2012/06/tarif-pdam-naik-demi-kualitas-dan-pelayanan.html

    Tarif PDAM Naik Demi Kualitas dan Pelayanan

    PadangEkspres, 06/03/2012

    Padang, Padek—Rencana perusahaan daerah air mi­num (PDAM) Padang menaikkan tarif air mi­num enam persen per 1 Juni 2012 mendatang, hanya berlaku ke­­pada warga kelas menengah ke atas atau kelas niaga. Se­dang­kan masyarakat masuk ka­tegori tidak mampu tarif air ma­sih berlaku selama ini.

    Direktur Utama PDAM Pa­dang, Azhar Latif me­negaskan hal tersebut kepada Padang Eks­pres usai hearingdengan ang­gota Komisi II DPRD Padang, kemarin (30/5). Az­har juga menekankan bahwa kenaikan itu ber­tujuan untuk meningkatkan kapasitas PDAM Padang, terutama menambah sambungan air bersih untuk 300 ribu pelanggan.

    ”Sedianya rencana ini sudah ber­gulir empat tahun lalu. Na­mun atas pertimbangan per­eko­nomian masyarakat belum mem­baik akibat didera gempa, ma­kanya tahun ini dirasa perlu menaikan tarif air bersih sebesar enam persen dari 24 persen ren­cana awal,” kata Azhar. Pertim­bangan mendasarnya, karena PDAM harus memllihara, mem­b­a­­ngun, memperbaiki infra­struk­tur dan instalasi yang ru­sak, serta membayar biaya produksi.

    Jumlah pelanggan PDAM Pa­dang, menurut Azhar, men­capai 82 ribu orang lebih. Supaya seluruh pelanggan ini bisa terus menikmati air bersih, mau tidak mau PDAM Padang harus me­naik­kan tarif air.

    Untuk menaik­kan tarif air ini, selain sudah me­lakukan kajian, PDAM juga su­dah mengacu kepada UU No 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, Peraturan Pemerintah (PP) No 16 Tahun 2005 tentang Pe­n­gembangan Sistem Penye­dian Air Minum, dan Peraturan Men­teri Dalam Negeri (Per­men­dagri) No 23 Tahun 2006 ten­tang Pedoman Teknis dan Tata Cara Pengaturan Tarif Air Mi­num pada PDAM.

    Azhar optimistis, kenaikan tarif air PDAM pasti bisa terjang­kau oleh masyarakat atau pe­lang­­gan. Dikatakan terjang­kau, ung­kap Azhar, apabila pe­ngel­ua­ran rumah tangga un­tuk mem­bayar rekening air tidak melebihi em­pat persen dari pendapatan masyarakat. Untuk membantu pe­langgan tidak mampu mem­ba­y­ar tarif sampai tingkat kebu­tu­han dasar, PDAM mene­tap­kan tarif lebih tinggi pada pe­lang­gan yang menggunakan air di atas kebutuhan dasar.

    ”Saat ini kami mencatat masih terdapat 300 ribu masya­ra­kat belum bisa menik­mati air ber­sih. Umumnya, pelanggan ter­sebut berada di kawasan ping­giran Kota Padang. Kita ya­kin, tahun 2013 mendatang se­luruh masyarakat Kota Pa­dang bisa menikmati air ber­sih,” tegas Azhar.

    Saat ini, lanjut Azhar, diban­ding­kan harga pokok air men­ca­pai Rp 4.014 dengan rata-rata har­­ga jual air Rp3.567, be­lum mam­pu menutupi selu­ruh biaya op­­e­­rasional. Terkait perban­di­ngan tersebut, maka PDAM Pa­dang merasa perlu dan de­ngan ter­paksa menaikkan harga terse­but.

    Tarif air minum PDAM Pa­dang, jelasnya, menggunakan sis­tem progresif dan subsidi si­lang bagi pengguna air dari 0 sam­pai 10 meter kubik. Ber­dasarkan penelitian dan survei yang telah dilakukan, penggu­naan air bersih rata-rata per hari atau per orang di Indonesia ada­lah 125 liter atau 0,125 meter kubik.

    ”Jika satu keluarga terdiri dari lima orang, maka peng­gu­naan air mencapai 625 lliter per hari. Kalau dikalikan 30 hari, ma­ka penggunaan air mencapai 18.750 liter atau 18,75 meter ku­bik per bulan,” jelasnya. Khusus pelanggan kurang mam­pu atau kelas II C dengan ta­rif dasar Rp2.200 per meter ku­bik, menurut Azhar, mereka ha­nya membayar Rp 55.600 per bulan sudah termasuk dana meter dan biaya administrasi.

    Menanggapi itu, Ketua Ko­misi II DPRD Padang, Surya Jufri Bitel menilai, usalan kenai­kan itu masih wajar dan sesuai pe­raturan dan kebutuhan PDAM Padang sendiri. Apalagi PDAM Padang tidak menaikan tarif air pada masyarakat kate­gori kurang mampu. ”Kita berharap seiring kenai­kan ini, tidak ada lagi masya­rakat ku­rang mampu tidak men­dapat­kan air bersih. Walau­pun de­mikian, usulan ini tetap akan kita kaji mulai tingkat komisi, pim­pinan sebelum disahkan nan­tinya,” jelasnya.

    Anggota Komisi II dari Frak­si Golkar, Z Panji Alam mengaku sa­lut kepada PDAM Padang. PDAM selama ini dinilainya ti­dak pernah meminta, dan bisa mengurus diri sendiri. Buktinya, saat gempa PDAM masih bisa terus berjalan, dan melakukan perbaikan tanpa menggangu sedikit pun dana masyarakat Padang.

    ”Saya salut kepada PDAM Padang bisa terus ber­benah dan menyuplai air bersih ke­pada seluruh masyarakat. Wa­laupun demikian, tentu ma­sih ada kekurangan terlihat seperti di beberapa kawasan aliran airnya kecil,” kata Panji. Menanggapi persoalan ter­se­but, Azhar berjanji, seiring kenaikan tarif air ini tidak akan ada lagi masyarakat me­nge­luhkan persoalan tersebut. Ia juga berjanji, peningkatan kua­litas dan peningkatan pelayanan pada masyarakat.


    http://www.tempointeractive.com/hg/nusa/sumatera/2005/09/29/brk,20050929-67262,id.html

    PDAM Padang Akan Memproduksi Air Siap Minum

    Febrianti, Kamis, 29 September 2005 | 14:21 WIB

    TEMPO Interaktif, Padang:Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Padang, Sumatera Barat, berencana memproduksi air siap minum untuk hotel-hotel, perkantoran, dan rumah-rumah kelompok menengah atas di Kota Padang. Direktur Utama PDAM Padang Azhar Latif mengatakan PDAM saat ini sedang membuat perencanaan program penyediaan air siap minum dan diharapkan tahun depan (2006) sudah bisa berjalan.

    “Program penyediaan air siap minum ini tahap pertama untuk kawasan Padang Kota yang terdapat banyak hotel, kantor pemerintah daerah provinsi dan kota, kantor swasta, dan perumahan kalangan menengah atas,” kata Azhar, Kamis (29/9). Di kawasan itu nanti akan dilakukan penggantian jaringan pipa yang memadai dan cocok untuk suplai air siap minum.

    Azhar menjelaskan, saat ini dari 298 PDAM di Indonesia, baru sejumlah kecil yang sudah memproduksi air siap minum dengan cakupan pelayanan yang masih terbatas. PDAM itu di antaranya PDAM Bandung, PDAM Buleleng, PDAM Malang, PDAM Bogor, PDAM Batam, dan PDAM Medan.


    http://andesmaster19.blogspot.com/2011/07/proses-instalansi-air-bersih-pdam.html

    Proses Instalansi Air Bersih PDAM Gunung Pangilun

    andesmaster19, 10 Juli 2011 09.59

    BAB I
    PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang

    Air merupakan sumber alam yang sangat penting di dunia, karena tanpa air kehidupan tidak dapat berlangsung. Air juga banyak mendapat pencemaran. Berbagai jenis pencemar air berasal dari :

    1. Sumber domestik (rumah tangga), perkampungan, kota, pasar, jalan, dan sebagainya.
    2. Sumber non-domestik (pabrik, industri, pertanian, peternakan, perikanan, serta sumber-sumber lainnya.

    Semua bahan pencemar diatas secara langsung ataupun tidak langsung akan mempengaruhi kualitas air. Berbagai usaha telah banyak dilakukan agar kehadiran pencemaran terhadap air dapat dihindari atau setidaknya diminimalkan. Masalah pencemaran serta penggunaan sumber air merupakan masalah pokok. Hal ini mengingat keadaan perairan-alami di banyak negara yang cenderung menurun, baik kualitas maupun kuantitasnya.

    1.2. Tujuan

    1. Dapat menetahui cara penginstalasian air bersih.
    2. Mengetahui teknologi yang digunakan dalam mengatasi pencemaran air yang terjadi di sungai.
    3. Mengetahui manfaat dari penginstalasian air bersih.

    1.3. Waktu dan Tempat

    a. Waktu
    Hari/Tanggal: Jum’at/01 Juli 2011
    Pukul: 09.00-selesai

    b. Tempat
    Lokasi: Banda Kali Gurun Laweh, dan Instalasi Induk di Bukit Gunung Pangilun, Sumatera Barat

    1.4.      Cara Kerja

    1. Menentukan Judul.
    2. Menentukan lokasi.
    3. Melakukan tinjauan lokasi.
    4. Melakukan wawancara dengan narasumber.
    5. Mendokumentasikan hasil penelitian.
    6. Mengumpulkan data-data.
    7. Membuat laporan dari hasil penelitian.

    1.5.      Manfaat Penelitian

    Setelah penelitan ini selesai diharapkan berguna untuk :

    1. Memahami cara pemrosesan instalasi air bersih.
    2. Memberikan masukan ataupun rekomendasi kepada pembaca masalah instalasi air bersih.
    3. Dapat memperkaya khasanah pengetahuan masalah sumber daya alam.
    4. Memberikan referensi bagi penelitian lain khususnya yang berkaitan dengan air bersih.

    BAB II
    TINJAUAN LITERATUR

    Tinjauan literature ini dimaksudkan untuk mengemukakan beberapa teori berdasarkan referensi yang ada relevasinya dengan permasalahan dalam penelitian ini, sehingga kerangka teori ini diharapkan dapat melahirkan suatu hipotesis yang bisa diterima. Teori ini diharapkan dapat melahirkan suatu hipotesis yang bias diterima.

    Teori yang dimaksud meliputi berbagai pengertian pokok dan defenisi yang akan disusun sebagai kriteria untuk menunjukan karakteristik atau cirri-ciri suatu materi pembahasan yang berkaitan dengan penelitian ini.

    2.1. Karakteristik Fisik air

    Karakteristik fisik air tercemar diantaranya yaitu :

    1. Kekeruhan air dapat ditimbulkan oleh adanya bahan-bahan anorganik dan organik yang terkandung dalam air seperti lumpur dan bahan yang dihasilkan oleh buangan industri.
    2. Kenaikan temperatur air menyebabkan penurunan kadar oksigen terlarut. Kadar oksigen terlarut yang terlalu rendah akan menimbulkan bau yang tidak sedap akibat degradasi anaerob ynag mungkin saja terjadi.
    3. Warna air dapat ditimbulkan oleh kehadiran organisme, bahan-bahan tersuspensi yang berwarna dan oleh ekstrak senyawa-senyawa organik serta tumbuh-tumbuhan.
    4. Kandungan zat padat menimbulkan bau busuk, juga dapat meyebabkan turunnya kadar oksigen terlarut. Zat padat dapat menghalangi penetrasi sinar matahari kedalam air.
    5. Bau dan rasa dapat dihasilkan oleh adanya organisme dalam air seperti alga serta oleh adanya gas seperti H2S yang terbentuk dalam kondisi anaerob, dan oleh adanya senyawa-senyawa organik tertentu.

    2.2. Karakteristik Kimia Air

    Karakteristik menurut sifat kimianya diantaranya yaitu :

    a. pH, Pembatasan pH dilakukan karena akan mempengaruhi rasa, korosifitas air dan efisiensi klorinasi. Beberapa senyawa asam dan basa lebih toksid dalam bentuk molekuler, dimana disosiasi senyawa-senyawa tersebut dipengaruhi oleh pH.

    b. DO (dissolved oxygent) adalah jumlah oksigen terlarut dalam air yang berasal dari fotosintesa dan absorbsi atmosfer/udara. Semakin banyak jumlah DO maka kualitas air semakin baik. Satuan DO biasanya dinyatakan dalam persentase saturasi.

    c. BOD (biological oxygent demand) adalah banyaknya oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorgasnisme untuk menguraikan bahan-bahan organik (zat pencerna) yang terdapat di dalam air buangan secara biologi. BOD dan COD digunakan untuk memonitoring kapasitas self purification badan air penerima.

    Reaksi:

    Zat Organik + m.o + O2 → CO2 + m.o + sisa material organik

    (CHONSP)

    d. COD (chemical oxygent demand) adalah banyaknya oksigen yang di butuhkan untuk mengoksidasi bahan-bahan organik secara kimia.

    Reaksi:

    + 95%terurai

    Zat Organik + O2                     CO2 + H2O

    e. Senyawa-senyawa kimia yang beracun diantaranya unsur arsen (As) pada dosis yang rendah sudah merupakan racun terhadap manusia sehingga perlu pembatasan yang agak ketat (± 0,05 mg/l). Kehadiran besi (Fe) dalam air bersih akan menyebabkan timbulnya rasa dan bau ligam, menimbulkan warna koloid merah (karat) akibat oksidasi oleh oksigen terlarut yang dapat menjadi racun bagi manusia.

    2.3. Peralatan  Utama dan Fungsi Dalam Instalasi Air Bersih

    2.3.1. Pompa Transfer, berfungsi untuk menaikan air bersih dari Ground Water Tank (GWT) ke Roof tank melewati pipa transfer. Beberapa jenis pompa transfer yang sering dipakai, antara lain :

    1. End suction
    2. Horizontal split case
    3. Multi stage
    4. Centrifugal

    2.3.2. Pressure Tank, berfungsi untuk meringankan kerja pompa dari keadaan start-stop yang terlalu sering. Beberapa jenis pressure tank yang sering dipakai, antara lain :

    1. Pressure tank dengan diafragma
    2. Pressure tank tanpa diafragma.

    2.3.3.   Peralatan pengaturan dan ukur, meliputi :

    1. check valve, berfungsi untuk menahan aliran balik air didalam instalasi pipa.
    2. Gate valve, berfungsi untuk mengatur buka/tutup aliran air di dalam pipa.
    3. Ball valve, berfungsi untuk mengatur jumlah aliran didalam pipa.
    4. Butterfly valve, berfungsi untuk mengatur buka/tutup aliran didalam pipa.
    5. Floating valve, berfungsi untuk membuka dan menutup aliran air ke tanki.
    6. Foot valve, berfungsi untuk menahan air balik.
    7. Strainer, berfungsi untuk menyaring.
    8. Fleksibel joint, berfungsi menahan getaran atau gerakan.
    9. Preasure gauge, berfungsi untuk pembacaan tekanan.
    10. Preasure switch, berfungsi sebagai alat kontak hubungan atau putus akibat tekanan.
    11. Flow switch, berfungsi sebagai alat kontak hubungan atau putus akibat aliran.
    12. Water meter, berfungsi untuk mengukur debit air.

    BAB III
    ANALISIS DAN PEMBAHASAN

    3.1.   Keadaan Sungai

    Keadaan sungai yang kami tinjau yaitu banda kali yang terletak di Gurun Laweh, masih sekitar daerah Gunung Pangilun. Jarak antara Instalasi induk dengan sungai ini kurang lebih 800 meter. Jadi yang ada di sungai yaitu alat pompa pendorong air, screening dan tangki sedimentasi.

    Menurut Pak Ikhsan (penjaga pompa pendorong) debit air sungai ini kurang lebih 500 m/detik, dan beliau juga menuturkan bahwa sungai ini tidak memiliki limbah berat limbah yang ada disungai ini, termasuk kategori limbah domestic (limbah rumah tangga), diantaranya limbah sabun, sampah rumah tangga, dan lain-lain.

    3.2.   Proses Pengolahan Air Bersih

    Proses pengolahan air sungai menjadi air bersih pada instalasi air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gunung Pangilun ini menurut keterangan yang di dapat, melalui beberapa tahapan-tahapan, yaitu :

    3.2.1. Screening

    Screening berfungsi untuk memisahkan air dari sampah-sampah dalam ukuran besar. Letak screening ini berdekatan lansung dengan, di gurun laweh yang jaraknya 800 meter dari instalasi induk.

    3.2.2. Tangki sedimentasi

    Tangki sedimentasi berfungsi untuk mengendapkan kotoran-kotoran berupa lumpur dan pasir. Pada tangki sedimentasi terdapat waktu tinggal. Ke dalam tangki sedimentasi ini diinjeksikan klorin yang berfungsi sebagai oksidator dan desinfektan. Sebagai oksidator klorin digunakan untuk menghilangkan bau dan rasa pada air.

    3.2.3. Klarifier (clearator)

    Klarifier berfungsi sebagai tempat pembentukan flok dengan penambahan larutan Alum (Al2(SO4)3 sebagai bahan. Pada klarifier terdapat mesin agitator yang berfungsi sebagai alat untuk mempercepat pembentukan flok. Pada klarifier terjadi pemisahan antara air bersih dan air kotor. Air bersih ini kemudian disalurkan dengan menggunakan pipa yang besar untuk kemudian dipompakan ke filter. Klarifier terbuat dari beton yang berbentuk bulat yang dilengkapi dengan penyaring dan sekat.

    Dari inlet pipa klarifier, air masuk ke dalam primary reaction zone. Di dalam prymari reaction zone dan secondary reaction zone,air dan bahan kimia (Koagulan yaitu tawas) diaduk dengan alat agitataor blade agar tercampur homogen. Maka koloid akan membentuk butiran-butiran flokulasi.

    Air yang telah bercampur dengan koagulan membentuk ikatan flokulasi, masuk melalui return floc zone dialirkan ke clarification zone. Sedimen yang mengendap dalam concentrator dibuang. Hal ini berlangsung secara otomatis yang akan terbuka setiap satu jam sekali dalam waktu 1 menit. Air yang masuk ke dalam clarification zone sudah tidak dipengaruhi oleh gaya putaran oleh agitator, sehingga lumpurnya mengendap. Air yang berada dalam clarification zone adalah air yang sudah jernih.

    3.2.4. Sand Filter

    Penyaring yang digunakan adalah rapid sand fliter (filter saringan cepat). Sand filter jenis ini berupa bak yang beriisi pasir kwarsa yang berfungsi untuk menyaring flok halus dan kotoran lain yang lolos dari klarifier (clearator). Air yang masuk ke filter ini telah dicampur terlebih dahulu dengan klorin dan tawas.

    Media penyaring biasanya lebih dari satu lapisan, yaitu pasir kwarsa dan batu dengan mesh tertentu. Air mengalir ke bawah melalui media tersebut.Zat-zat padat yang tidak larut akan melekat pada media, sedangkan air yang jernih akan terkumpul di bagian dasar dan mengalir keluar melalui suatu pipa menuju reservoir.

    3.2.5.   Reservoir

    Reservoir berfungsi sebagai tempat penampungan air bersih yang telah disaring melalui filter, air ini sudah menjadi air yang bersih yang siap digunakan dan harus dimasak terlebih dahulu untuk kemudian dapat dijadikan air minum.

    Gambar 1. Proses PengolahanAir Bersih[1]

    3.3.   Zat-zat Kimia yang Digunakan

    3.3.1 Tawas

    Tawas merupakan bahan koagulan yang paling banyak digunakan karena bahan ini paling ekonomis, mudah diperoleh di pasaran serta mudah penyimpanannya.

    Jumlah pemakaian tawas tergantung kepada turbidity (kekeruhan) air baku. Semakin tinggi turbidity air baku maka semakin besar jumlah tawas yang dibutuhkan. Pemakain tawas juga tidak terlepas dari sifat-sifat kimia yang dikandung oleh air baku tersebut. Reaksi yang terjadi sebagai berikut:

    Al2(SO4)3 → 2 Al+3 + 3(SO4)-2

    Air akan mengalami:

    H2O → H+ + OH-

    Selanjutnya :

    2 Al+3 + 6OH- → 2Al(OH)3

    Selain itu akan dihasilkan asam :

    3(SO4)-2 + 6H+ → 3H2SO4

    Dengan demikian makin banyak dosis tawas yang ditambahkan maka pH akan semakin turun, karena dihasilkan asam sulfat sehingga perlu dicari dosis tawas yang efektif antara pH 5,8-7,4. Apabila alkalinitas alami dari air tidak seimbang dengan dosis tawas perlu ditambahkan alkalinitas, biasanya ditambahkan larutan kapur (Ca(OH)2) atau soda abu (Na2CO3). Reaksi yang terjadi :

    Al2(SO4)3 + 3Ca(HCO3)2 → 2Al(OH3) + 3CaSO4 + 6CO2

    Al2(SO4)3 + 3Na2CO3 + 3H2O → 2Al(OH3) + 3Na2SO4 + 3CO2

    Al2(SO4)3 + 3Ca(OH)2 → 2Al(OH3) + 3CaSO4

    3.3.2. Kapur

    Pengaruh penambahan kapur (Ca(OH)2 akan menaikkan pH dan bereaksi dengan bikarbonat membentuk endapan CaCO3. Bila kapur yang ditambahkan cukup banyak sehingga pH = 10,5 maka akan membentuk endapan Mg(OH)2. Kelebihan ion Ca pada pH tinggi dapat diendapkan dengan penambahan soda abu. Reaksinya :

    Ca(OH)2 + Ca(HCO)3 → 2CaCO3 + 2H2O

    2Ca(OH)2 + Mg(HCO3)2 → 2CaCO3↓ + Mg(OH)2↓ + 2H2O

    Ca(OH)2 + Na2CO3 → CaCO3↓ + 2NaOH

    3.3.3 Klorin

    Klorin banyak digunakan dalam pengolahan air bersih dan air limbah sebagai oksidator dan desinfektan. Sebagai oksidator, klorin digunakan untuk menghilangkan bau dan rasa pada pengolahan air bersih. Untuk mengoksidasi Fe(II) dan Mn(II) yang banyak terkandung dalam air tanah menjadi Fe(III) dan Mn(III).

    Yang dimaksud dengan klorin tidak hanya Cl2 saja akan tetapi termasuk pula asam hipoklorit (HOCl) dan ion hipoklorit (OCl-), juga beberapa jenis kloramin seperti monokloramin (NH2Cl) dan dikloramin (NHCl2) termasuk di dalamnya.

    Klorin dapat diperoleh dari gas Cl2 atau dari garam-garam NaOCl dan Ca(OCl)2. Kloramin terbentuk karena adanya reaksi antara amoniak (NH3) baik anorganik maupun organik aminoak di dalam air dengan klorin.

    Bentuk desinfektan yang ditambahkan akan mempengaruhi kualitas yang didesinfeksi. Penambahan klorin dalam bentuk gas akan menyebabkan turunnya pH air, karena terjadi pembentukan asam kuat. Akan tetapi penambahan klorin dalam bentuk natrium hipoklorit akan menaikkan alkalinity air tersebut sehingga pH akan lebih besar. Sedangkan kalsium hipoklorit akan menaikkan pH dan kesadahan total air yang didesinfeksi.

    BAB IV
    PENUTUP

    4.1.  Kesimpulan

    1. Dalam proses pengolahan air minum dilakukan beberapa tahapan, yaitu :

    1. Proses penyaringan air
    2. Proses pengendapan lumpur dan kotoran
    3. Proses klarifikasi (koagulasi, flokulasi, dan sedimentasi)
    4. Proses penyaringan (sand filter)
    5. Proses desinfeksi (penambahan kapur dan kaporit)

    2. Bahan-bahan kimia yang digunakan adalah larutan tawas (alum), liquid klorine, dan larutan kapur

    3. Analisa-analisa ynag dilakukan pada air bersih, adalah :

    1. jar test
    2. Comperator
    3. Turbidity
    4. Pemeriksaan zat-zat organik
    5. Analisa kesadahan
    6. Analisa alkalinity

    4.2. Keterbatasan

    Kami menyadari bahwa penelitian inu masih jauh dari kesempurnaan dan memiliki keterbatasan yang mungkin akan mempengaruhi terhadap hasil, oleh karena itu keterbatasan ini diharapkan lebih diperhatikan untuk peneliti-peneliti yang akan dating, dimana kelemahan-kelemahan peneliti temui antara lain :

    1. Kurangnya kajian teori yang mendalam, sehingga kami kurang maksimal dalam meneliti masalah instalasi air bersih.
    2. Kurangnya masukan referensi dari luar, sehingga kami meneliti apa adanya dan hanya di sekitar PDAM gunung pangilun saja, yang tentunya pasti berbeda dengan perusahan PDAM ditempat lain.
    3. Tinjauan lapangan hanya satu kali saja, sehingga kurangnya pemahaman bagi kami tentang peralatan yang digunakan dalam instalasi air bersih, selain itu tempat kami meneliti sangatlah exteme, baik itu tempat dan mesin yang cukup membahayakan bagi orang yang awam, sehingga pengambilan gambar hanya sekedarnya saja.

    4.3. Saran

    Berdasarkan atas keterbatasan dan kelemahan dalam mendapatkan data tentang berbagai hal yang mengenai instalasi air besih pada PDAM Gunung Pangilun. Kami mengharapkan suatu masukan yang membangun dan membantu mengenai penelitian kami ini baik itu dari teman-teman maupun dari Dosen Pembimbing mata kuliah yang bersangkutan.

    Kami ucapkan terima kasih…….

    DAFTAR PUSTAKA

    [1] Gambar hasil scanner, yang di peroleh dari ruang Ka pengeloala PDAM Gunung pangilun Padang


    http://fmipa.unp.ac.id/artikel-130-kandungan-pencemar-kimiafisika-air-pdam-gunung-pangilun-padang.html

    Kandungan Pencemar (Kimia-Fisika) Air PDAM Gunung Pangilun Padang

    Mimin Mardhiah Zural, Gustina Indriati dan Rina Widiana
    Minggu, 20 November 2011 – 15:33:56 WIB

    Kandungan Pencemar (Kimia-Fisika) Air PDAM Gunung Pangilun Padang
    Mimin Mardhiah Zural, Gustina Indriati dan Rina Widiana
    Staf Pengajar Program Studi Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat

    ABSTRACT

    Water have a role important but it amount of water pollution limit and intensity more hish. Research had been done about water pollution (chemistry-physics) of PDAM Gunung Pangilun Padang, there are some  parameter will be exam are turbidity, iron (Fe), nitrit, free chlor and pH. Sampling be done in the society house which near and far from distribution PDAM Gunung Pangilun Padang district. This reseach done at July 19th 2006.

    The result of the research are:

    1. Penjernihan street I No.1 Gunung Pangilun with turbidity 0.1 NTU, iron (Fe) 0.158 mg/L, nitrit 0.002 mg/L, free chlor 0.6 mg/L and pH 7;
    2. Kampung Koto street No. 1 Tabing Banda Gadang with turbidity 1.3 NTU, iron (Fe) 1.250 mg/L, nitrit do not detect, free chlor 0.2 mg/L and pH 7;
    3. Berok Raya street No. 25 Kurao Pagang with turbidity 0.2 NTU, iron/ Fe 0.073 mg/L, nitrit do not detect, free chlor 0.1 mg/L and pH 7;
    4. Bahari street No. 61 Ulak Karang with turbidity 0.1 NTU, iron (Fe) 0.093 mg/L, nitrit do not detect, free chlor 0.1 mg/L and pH 7;
    5. Baru Pasar Mudik street No. 17 Pasa Gadang with turbidity 0.2 NTU, iron/ Fe 0.034 mg/L, nitrit 0.004 mg/L, free klor 0.1 mg/L and  pH  7.

    The result of research above could be seen that waters driking PDAM Gunung Pangilun Padang did not fulfill its standard had been costand Depkes it were iron (Fe) exceed 0,3 mg/L in Tabing Banda Gadang tutorial, free chlor exceed 2 mg/L in Gunung Pangilun tutorial, and content  free chlor under 0,2 mg/L in  Kurao Pagang region, Ulak Karang and  Pasa Gadang.

    Key word:  water pollution contents. PDAM Gunung Pangilun, physical test,  chemical tes

    PENDAHULUAN

    Air digunakan manusia untuk berbagai keperluan seperti keperluan rumah tangga, pertanian, industri, sumber energi, sarana transportasi dan tempat rekreasi. Peran air sangat penting, tapi jumlahnya terbatas dan intensitas pencemaran perairan makin tinggi, maka perlu dilakukan upaya agar air yang dikonsumsi masyarakat tetap terjaga kualitas dan kuantitasnya.

    Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam penyediaan air bersih mempunyai misi 3k yaitu: 1. cukup tersedia dalam jumlah atau kuantitas, 2. memenuhi syarat dalam kualitasnya dan 3. terjamin kontinuitasnya.

    Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian PDAM belum mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat, baik ditinjau dari aspek kuantitas terutama distribusi air pada  saat pemakaian bersama (jam puncak) maupun kualitas air yang didistribusikan masih sering ditemukan belum memenuhi syarat kualitas yang telah ditetapkan Departemen Kesehatan.

    Syarat kualitas tersebut belum terpenuhi baik dari aspek fisika maupun kimiawi apalagi ditinjau dari aspek bakteriologis. Akibat penggunaan air minum yang tidak memenuhi syarat kesehatan, maka tiap tahunnya di Indonesia diperkirakan lebih dari 3.5 juta anak di bawah usia  tiga tahun terserang penyakit saluran pencernaan dan diare, dengan jumlah kematian 3 % atau 105.000 jiwa.

    Senyawa kimia berbahaya yang terlarut dalam air dapat berakibat fatal terhadap kesehatan jika kadar senyawa tersebut  sangat  berlebih atau hanya sedikit berlebih dalam air, sehingga dalam penggunaan jangka panjang akan terjadi penimbunan zat-zat tersebut dan menimbulkan efek merugikan kesehatan (Raini dkk, 2001).

    Menurut Supangkat (2005) dari aktivis Forum Komunikasi Pengelolaan Kualitas Air Minum Indonesia (Forkami), air sungai yang menjadi air minum di wilayah perkotaan Indonesia telah tercemar logam berat berbahaya dari limbah rumah tangga, akibatnya air sungai tidak layak dikonsumsi, kecuali jika telah melalui proses pengolahan dan sebaliknya proses pengolahan tersebut akan berdampak pada harga.

    Selanjutnya dinyatakan juga bahwa pencemaran air sungai dipicu oleh minimnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kualitas air di sekitarnya, serta banyaknya industri yang menyalahi prosedur pengolahan limbah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Forkami tersebut, sejumlah air sungai di wilayah Jakarta dan Bandung tidak lagi memenuhi lima standar dasar air yang sehat, yaitu keasaman (pH), suhu, oksigen terlarut, kekeruhan serta bioindikator.

    Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, perlu dilaksanakan pengawasan kualitas air minum yang dikonsumsi oleh masyarakat, sehingga masyarakat terhindar dari gangguan kesehatan yang tidak diinginkan. Standar kualitas  air minum di Indonesia telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 907/Menkes/SK/VII/2002 Tentang Syarat-Syarat  dan Pengawasan Kualitas Air Minum.

    Dari penelitian Candra (1999) dilaporkan bahwa sifat fisika, yaitu suhu, warna, bau, daya hantar listrik dan sifat kimia yaitu pH, zat padat terlarut, alkaliniti, kesadahan total, kesadahan Mg2+, kesadahan Ca2+, klorida, besi dan zat organik dari air baku dan air olahan di Gunung Pangilun Padang memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh Departemen Kesehatan kecuali kekeruhan pada air baku melebihi persyaratan yang telah ditetapkan Departemen Kesehatan  (6.5 NTU).

    Kandungan sifat fisika dan kimia dari air baku dan air olahan di PDAM Gunung Pangilun Padang  ternyata tidak jauh berbeda. Menurut Wanti (2004) di PDAM Gunung Pangilun Padang dilaporkan bahwa parameter fisika, yaitu warna dan kekeruhan air baku agak keruh dibandingkan air reservoar dan air konsumen, adapun kekeruhan air baku tersebut melewati batas maksimum yang diperbolehkan.

    Bahan baku air yang digunakan dalam pengolahan air minum di PDAM Gunung Pangilun Padang adalah air Batang Kuranji yang berada pada bagian hilir. Karena adanya aktivitas masyarakat seperti bertani, beternak dan lain-lainnya di sepanjang aliran Batang Kuranji sehingga limbah dari aktivitas masyarakat tersebut bisa menjadi zat toksit

    apabila telah mencapai konsentrasi yang tinggi, bisa juga dengan pengolahan yang tidak sesuai dengan prosedur, maka mungkin saja ada zat-zat tersebut yang bereaksi, atau karena akibat dari mesin-mesin pengolah dan pipa-pipa distribusi yang sudah tua dan berkarat sehingga diperkirakan adanya zat-zat yang akan bereaksi dan menimbulkan zat-zat yang  bersifat toksit pada air konsumen.

    Dalam pendistribusiannya masih ada wilayah dalam kota Padang yang belum terjangkau oleh saluran pipa instalasi PDAM Gunung Pangilun Padang yaitu daerah Bungus, Kuranji, Sungai Sapih dan Ulu Gadut. Dari hasil wawancara penulis dengan kepala laboratorium PDAM Gunung Pangilun Padang, indikator mutu air yang harus diwaspadai pada air konsumen adalah sisa klor, nitrit, Fe, turbiditas atau kekeruhan dan pH.

    Bahan tersebut dijadikan sebagai polutan pada perairan tersebut oleh PDAM Gunung Pangilun Padang berdasarkan kondisi daerah dan aktivitas masyarakatnya yang dilakukan sepanjang aliran Batang Kuranji. Tapi masyarakat yang mengkonsumsi air PDAM belum mengetahui apa-apa saja pencemar tersebut dan bagaimana standar air yang layak dan aman untuk dikonsumsi karena tidak adanya informasi dari PDAM Gunung Pangilun Padang  kepada masyarakat.

    Berdasarkan hal tersebut telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana kandungan  pencemar air PDAM Gunung Pangilun Padang yang dikonsumsi oleh masyarakat.

    METODE  PENELITIAN

    Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 19-21 Juli 2006 dengan mengambil sumber air di  rumah-rumah konsumen air PDAM Gunung Pangilun Padang dan pada tanggal yang sama penelitian dilanjutkan di Balai Laboratorium Kesehatan Padang (BLKP) Gunung Pangilun Padang untuk menentukan kandungan pencemar air.

    Pengambilan sampel dilakukan pada daerah distribusi air minum PDAM Gunung Pangilun Padang, sampel diambil pada titik nol dan titik terjauh (distribusi terjauh) dari setiap arah mata angin serta pemilihan rumah konsumen  dan pengambilan sampel pada masing-masing titik dilaksanakan secara acak.

    Sampel diambil pada 5 rumah penduduk, adapun pada satu rumah hanya diambil satu sampel untuk 5 parameter. Pengambilan sampel dilakukan pada jam 08.30 sampai jam 11.00 WIB. Tempat pengambilan sampel tersebut adalah:

    1. Pada  salah satu rumah penduduk di daerah distribusi yang berada paling dekat dengan PDAM Gunung Pangilun Padang yang merupakan titik 0 dari arah mata angin, yaitu di Kelurahan Gunung Pangilun.
    2. Pada salah satu rumah penduduk di daerah distribusi terjauh yang berada di arah Timur, yaitu di Kelurahan Tabing Banda Gadang.
    3. Pada salah satu rumah penduduk di daerah distribusi terjauh yang berada di arah Utara, yaitu di Kelurahan Kurao Pagang.
    4. Pada salah satu rumah penduduk di daerah distribusi terjauh yang berada di arah Barat, yaitu di Kelurahan Ulak Karang.
    5. Pada  salah satu rumah penduduk di daerah distribusi terjauh yang berada di arah Selatan, yaitu di Kelurahan Pasa Gadang.

    Alat yang digunakan adalah botol kaca ukuran ± 500 ml, uv-visible spectrofotometer, turbidimeter, karet hisap, labu ukur, gelas ukur, SSA, pH indikator universal, gelas kimia, labu semprot, pipet gondok,  pipet takar, pipet tetes, pipet otomatik, lemari asam, pemanas listrik, test tube, komperator klor (model 1.14978).

    Bahan yang digunakan adalah air konsumen PDAM Gunung Pangilun Padang, reagent IB dan 2B, kertas pH indikator universal, HNO3 pekat (65 %), larutan induk Fe (1000 mg/L), larutan standar Fe (0.00 ppm, 0.20 ppm, 0.40 ppm, 0.60 ppm dan 0.80 ppm), larutan induk nitrit (1000 mg/L), larutan standar nitrit (0.00 ppm, 0.005 ppm, 0.01 ppm, 0.03 ppm, 0.05 ppm dan 0.08 ppm), reagen warna nitrit dan aquadest.

    Sampel diambil pada rumah-rumah konsumen yang masuk dalam kategori pengambilan sampel dengan menggunakan botol kaca yang berukuran  ± 500 ml. Botol dibilas terlebih dahulu dengan air kran konsumen, kemudian masukkan sampel ke botol tersebut sampai penuh.

    Pengambilan sampel langsung dari kran ledeng rumah konsumen, setelah sampel diambil botol kaca tersebut ditutup. Pengujian sisa klor langsung di lapangan dan pengujian lainnya dilakukan di laboratorium. Pengujian sisa klor dengan menggunakan komperator klor model 1.14978.

    Pengujian kadar besi (Fe) dengan mengunakan SSA. Pengujian kadar nitrit dengan mengunakan uv-visible spektrofotometer dengan panjang gelombang 543 nm. Pengujian kekeruhan air dengan menggunakan turbidimeter dan Pengujian pH dilakukan dengan menggunakan kertas pH indikator universal.

    HASIL DAN PEMBAHASAN

    Dari pengujian kandungan pencemar air PDAM Gunung Pangilun Padang  di laboratorium didapatkan hasil sebagai berikut :

    Tabel 1. Hasil pemeriksaan air PDAM Gunung Pangilun Padang

    No Parameter Satuan Hasil Pemeriksaan
    Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3 Sampel 4 Sampel 5
    1 Kekeruhan NTU 0.1 1.3 0.2 0.1 0.2
    2 Besi-Fe Mg/L 0.158 1.250 0.073 0.093 0.034
    3 Nitrit-NO2-N Mg/L 0.002 Ttd Ttd Ttd 0.004
    4 Sisa klor Mg/L 0.6 0.2 0.1 0.1 0.1
    5 pH - 7 7 7 7 7

    Keterangan: Ttd = tidak terdeteksi; sampel 1= Jl. Penjernihan I No.1 Gunung Pangilun; sampel 2= Jl. Kampung Koto No.1 Tabing Banda Gadang; sampel 3= Jl. Berok Raya No. 25 Kurao Pagang; sampel 4= Jl. Bahari No. 61 Ulak Karang; sampel 5= Jl. Baru Pasar Mudik No.17 Pasa Gadang.

    Kekeruhan

    Kekeruhan air pada rumah konsumen PDAM Gunung Pangilun Padang yang berada di wilayah Gunung Pangilun, Tabing Banda Gadang, Kurao Pagang, Ulak Karang dan Pasa Gadang masih berada pada tingkat kekeruhan yang masih  bisa diterima oleh Depkes, yaitu berada di bawah 5 NTU.

    Menurut Soemirat (2002) air yang keruh sulit didesinfeksi karena mikroba terlindung oleh zat tersuspensi tersebut, hal ini akan berbahaya bagi kesehatan bila mikroba tersebut patogen. Menurut Depkes (2002) kekeruhan air harus diperiksa minimal 1 minggu ekali karena kekeruhan dapat menimbulkan keluhan pada konsumen akibat dari bahan kimia yang dikandungnya.

    PDAM Gunung Pangilun Padang melakukan pemeriksaan air ke rumah-rumah konsumen dengan menggunakan metoda acak, pengambilan sampel air di lakukan dengan mengelompokkan rayon-rayon (daerah). Jumlah rayon yang termasuk daerah konsumen PDAM Gunung Pangilun Padang adalah 15 rayon.

    Dalam satu hari sampel diambil pada dua rayon, pengambilan sampel air pada rayon dilakukan hanya 6 dari 7 hari (1 minggu), jadi pemeriksaan kekeruhan pada semua rayon yang ada tidak dilakukan satu minggu sekali.

    Zat Besi (Fe)

    Kandungan besi (Fe) pada air konsumen PDAM Gunung Pangilun  Padang yang berada di wilayah Gunung Pangilun, Kurao Pagang, Ulak Karang dan Pasa Gadang masih berada di bawah kadar maksimal yang telah ditetapkan Depkes yaitu di bawah 0.3 mg/L.

    Tapi pada rumah konsumen yang berada di wilayah Tabing Banda Gadang kandungan besi pada air distribusi sudah melewati ambang batas yang diperbolehkan oleh Depkes yaitu 1.250 mg/L dan bahan kimia ini dapat menimbulkan keluhan pada konsumen sehingga pemeriksaannya harus dilakukan minimal satu kali perbulan bila menjadi masalah (Depkes, 2002).

    Dari hasil wawancara penulis dengan petugas distribusi air minum PDAM Padang pemasangan pipa-pipa distribusi pada setiap lokasi berbeda-beda. Pipa pada daerah kampung koto kelurahan Kurao Pagang merupakan pipa induk PDAM Gunung Pangilun Padang, jadi pipa tersebut merupakan pipa tua sehingga mungkin dalam waktu lama penggunaan pipa induk sebagai penyaluran air ke konsumen membuat pipa tersebut bereaksi dengan air dan menghasilkan perkaratan, hal ini  memungkinkan  kadar besi tinggi di daerah Kurao Pagang.

    Menurut Sutrisno dan Suciastuti ( 2002) konsentrasi besi yang lebih besar  dari 1 mg/L dapat menyebabkan warna air menjadi kemerah-merahan, memberi rasa yang tidak enak pada minuman, kecuali dapat membentuk endapan pada pipa-pipa logam dan bahan cucian, sedangkan dalam jumlah kecil unsur ini diperlukan tubuh untuk membentuk sel-sel darah merah.

    Fakta yang didapatkan di lapangan, kadar besi dalam air konsumen PDAM Gunung Pangilun Padang di daerah Kurao Pagang yang mempunyai konsentrasi lebih dari 1 mg/L tidak terlihat adanya perubahan warna air menjadi kemerah-merahan, mungkin disebabkan besi yang terkandung dalam air mengendap pada pipa distribusi.

    Menurut Soemirat (2002) di dalam air minum besi (Fe) menimbulkan rasa, warna, dan kekeruhan. Sekalipun Fe dibutuhkan oleh tubuh, tetapi dalam dosis besar dapat merusak dinding usus. Kematian sering kali disebabkan oleh rusaknya dinding usus ini. Debu Fe juga dapat terakumulasi di dalam alveoli dan menyebabkan berkurangnya fungsi paru-paru.

    Nitrit

    Kandungan nitrit (NO2-N) pada air konsumen PDAM Gunung Pangilun Padang yang berada di wilayah Tabing Banda Gadang, Kurao Pagang dan Ulak Karang tidak terdeteksi keberadaannya oleh spektrofotometer sedangkan pada wilayah Gunung Pangilun dan Pasa Gadang walaupun terdeteksi oleh spektrofotometer  yaitu dengan kadar 0.002 mg/L dan 0.004 mg/L, tapi  masih berada di bawah batas yang telah ditetapkan oleh Depkes yaitu di bawah  3 mg/L.

    Menurut Sutrisno dan Suciastuti (2002) adanya nitrit dalam air konsumen dapat menyebabkan  terbentuknya methaemoglobin yang dapat menghambat perjalanan oksigen dalam tubuh karena di dalam tubuh  nitrit dapat mengikat zat besi dari hemoglobin. Menurut Soemirat (2002) sebagai akibat dari methaemoglobinaemia bayi akan kekurangan oksigen dan menyebabkan mukanya akan tampak membiru sehingga penyakit ini juga dikenal dengan blue babies (bayi biru).

    Pada air distribusi PDAM Gunung Pangilun Padang walaupun keberadaan nitrit masih berada jauh di bawah kadar maksimal yang telah ditetapkan tapi keberadaannya harus tetap kita waspadai  karena bahan kimia ini memiliki pengaruh langsung pada kesehatan.

    Sisa Klor

    Kandungan sisa klor pada air konsumen PDAM Gunung Pangilun Padang yang berada di wilayah Gunung Pangilun memiliki kadar sisa klor 0,6 mg/L. Kandungan sisa klor di wilayah ini cukup tinggi dan melebihi ketentuan Depkes. Hal ini disebabkan karena wilayah ini merupakan wilayah pertama dan terdekat dari PDAM Gunung Pangilun

    sehingga sisa klor yang ada pada air konsumen tidak banyak yang menguap karena pemeriksaan dilakukan pada pagi hari yaitu jam 08.30, sedangkan penambahan klor pada bak penampungan air sementara sebelum disalurkan ke rumah konsumen dilakukan pada jam 08.00, jadi waktu untuk klor bereaksi dengan air adalah 30 menit sehingga sisa klor yang terdeteksi pada daerah Gunung Pangilun berkadar tinggi.

    Pada wilayah Tabing Banda Gadang kandungan sisa klornya adalah 0,2 mg/L, kandungan sisa klor yang terdeteksi telah memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Depkes yaitu ³ 0,2 mg/L. Karena itu jika kita memeriksa air dan menemukan masih terdapat klorin bebas yang tersisa, hal ini merupakan bukti bahwa sebagian besar organisme dalam air aman untuk diminum (http://www.bicara tentang air.com).

    Kandungan sisa klor pada wilayah Kurao Pagang, Ulak Karang dan Pasa Gadang  yang berada pada wilayah terjauh dari daerah distribusi PDAM Gunung Pangilun Padang berjumlah 0,1 mg/L. Walaupun sisa klor masih terdeteksi tapi jika kadar sisa klor tersebut kurang dari 0,2 mg/L, maka perlu dilakukan penambahan klorin pada daerah pertengahan jaringan untuk memastikan air aman untuk diminum (http://www.bicara tentang air.com).

    Dengan adanya sisa klor dalam air berarti air aman dari mikroba, tapi meskipun demikian para konsumen air PDAM dianjurkan untuk memasak air sebelum diminum supaya klorin dalam air dapat menguap. Semua klorin akan tersingkir dari air jika dimasak lebih dari 20 menit pada suhu 100o C (http://www.bicara tentang air.com).

    Derajat Keasaman (pH)

    Derajat keasaman (pH) pada air konsumen PDAM Gunung Pangilun Padang yang berada pada wilayah Gunung Pangilun, Tabing Banda Gadang, Kurao Pagang, Ulak Karang dan Pasa Gadang adalah 7 dan kadar tersebut masih berada pada batas yang telah ditetapkan oleh Depkes yaitu pada kisaran 6,5-8,5.

    Derajat keasaman dengan nilai 7 merupakan pH netral dan ini  dapat mencegah terjadinya pelarutan logam berat dan korosi jaringan distribusi air minum. Air adalah bahan pelarut yang baik sekali sehingga apabila pHnya tidak netral dapat melarutkan berbagai elemen kimia yang dilaluinya (Soemirat, 2002).

    Air yang mempunyai pH tinggi (alkalis) tidak layak digunakan untuk prosesing bahan makanan, tangki-tangki uap, merusak pipa saluran air (Eddy, 2004) dan juga dapat mengganggu pencernaan (Raini dkk., 2001).

    Demikian juga pH air yang rendah (asam) dapat mengakibatkan pipa-pipa besi cepat berkarat dan bersifat korosif terhadap baja (Eddy, 2004), dan pH air yang lebih kecil dari 6,5 dapat menimbulkan rasa tidak enak (Raini dkk, 2001) dan dapat menyebabkan beberapa senyawa kimia berubah menjadi racun yang mengganggu kesehatan (Sutrisno dan Suciastuti, 2002).

    KESIMPULAN

     
  • Virtual Chitchatting 11:30 PM on 2013/01/15 Permalink  

    Potensi Gunung Pangilun sebagai Pusat Korupsi

    by S3ra Sutan Rajo Ali
    Jakarta, 15 Januari 2013

    Gunung Pangilun, nama kelurahan di Kecamatan Padang Utara, Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Wilayah seluas 25 km persegi dihuni oleh 25.000 penduduk. Gunung Pangilun merupakan daerah (bekas) bantaran sungai yang berbelok.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Pangilun,_Padang_Utara,_Padang

    http://www.wikimapia.org/2692995/MTS-Gunung-Pangilun

    1. 19981231, Buntut Kolusi Keluarga Hasan Basri Durin Di PDAM Padang
    2. 20100609, Ranperda Disetujui untuk Ditetapkan Menjadi Perda
    3. 201010042344, DPRD Tolak Suntikan Dana Untuk PDAM Padang
    4. 201207172348, Kunjungan Lapangan Komisi-komisi DPRD Kota Padang
    5. 201108121337, Undang Azab Allah jika Bersalah, JPU Bantah Pledoi Azhar Latif
    6. 201112101322, Tuntutan belum Beri Efek Jera

    https://groups.google.com/group/alt.sci.tech.indonesian/tree/browse_frm/month/1999-02/71018b378dd26fcc?rnum=191&_done=%2Fgroup%2Falt.sci.tech.indonesian%2Fbrowse_frm%2Fmonth%2F1999-02%3F

    CePe—BUNTUT KOLUSI KELUARGA HASAN BASRI DURIN DI PDAM PADANG

    Feb 4 1999, 3:00 am

    BUNTUT KOLUSI KELUARGA HASAN BASRI DURIN DI PDAM PADANG

    Oleh Luzi Diamanda, Padang, Indonesia, 31 Desember 1998

    PADANG — Tumben, pasokan kaporit dan tawas untuk Perusahaan Daerah Air  Minum (PDAM) Padang yang puluhan tahun dimonopoli itu, pada Juni 1998 PDAM membuka lelang terbuka untuk pasokan bahan pensteril air. Bagi PDAM yang dipimpin Taufik Zein sejak 1993, itulah kali pertama diadakan lelang terbuka.

    Selama sepuluh tahun kedua jenis barang itu selalu diperuntukkan bagi perusahaan-perusahaan milik suami istri Asnawi Bahar dan Ilyana Novira. Masing-masing adalah menantu dan anak Hasan Basri Durin, Menteri Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), yang sebelumnya selama dua periode, 1987-1992 dan 1992-1997, menjadi gubernur Sumatera Barat (Sumbar).

    PDAM Padang, perusahaan air bersih dengan 40 ribu pelanggan, tampaknya mencoba memperlihatkan sikap reformis. Tender kaporit dan tawas itu sendiri sempat membuat heboh. Soalnya, para pengusaha yang ikut tender memasukkan tawaran harga kaporit dan tawas jauh lebih rendah dibanding harga CV Megapak dan CV Miksan Jaya, masing-masing perusahaan milik Bahar dan Novira.

    Penawaran tertinggi para kontraktor untuk kaporit Rp5.800 per kilogram dan tawas Rp1.800 per kilogram. Sementara, sejak 1995 harga kaporit yang dipatok Megapak Rp7.275 per kilogram dan harga tawas dipatok Miksan Jaya Rp2.800 per kilogram. Buntut lelang yang heboh itu sampai ke telinga pihak Kejaksanaan Tinggi (Kejati) Sumbar.

    Maka, kejaksaan pun mencari bukti-bukti kecurangan dalam penyediaan kaporit dan tawas di PDAM Padang. Hasil pemeriksaan atas dugaan adanya kecurangan dalam pengadaan kaporit dan tawas adalah ditahannya Zein, sejak 5 Oktober 1998, yang ditudingkan pihak kejaksaan, akibat dilakukannya mark-up harga kaporit dan tawas itu, merugikan negara Rp250 juta ­ itu hitungan sejak 1993-1997.

    Dengan ditahannya Zein, warga masyarakat pun berharap agar Bahar dan Novira selaku penyuplai kaporit dan tawas selama ini juga ditahan dan didudukkan sebagai tersangka. Ternyata pihak kejaksaan hanya menahan Zein. Ia menjadi satu-satunya tersangka dalam kasus korupsi di tubuh PDAM. Sementara Bahar dan istrinya hanya dijadikan saksi.

    Zein, selaku yang didakwa terlibat korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di kantornya, sampai saat ini memilih menutupi keterlibatan pihak lain, seperti Asnawi Bahar dan istrinya serta Wali Kota Padang Zuiyen Rais dan Durin sendiri. Menurut sebuah sumber di PDAM, diamnya Zein bisa jadi karena loyalitasnya pada atasan.

    Selain itu, dengan tidak membuka rahasia, Zein berharap atasannya diam-diam akan membelanya. “Taufik punya harapan, dia dianggap tidak bersalah. Dengan tidak membuka mulut Taufik berharap, Wali Kota akan membelanya,” urai sumber itu. Selain itu, diduga diamnya Zein memang sudah diatur dalam sebuah skenario yang disusun pihak kejaksaan, pejabat, termasuk pengacaranya sendiri.

    “Ada harapan dari pengacaranya, kalau Taufik diam dan mengikuti yang dikatakan Jaksa Penuntut Umum, hukumannya akan ringan. Jika Taufik buka suara, justru hukumannya tambah berat,” kata sumber itu lagi. Malah, menurut sumber yang sama, sebetulnya hukuman untuk Zein sudah diatur sedemikian rupa.

    Pada putusannya nanti, hakim hanya akan menuntutnya paling berat enam bulan penjara dipotong masa tahanan. Sementara pada sisi lain, Kejati Sumbar terlihat setengah hati mengusut tuntas kasus ini. Sejak kasus terbuka pada Juni 1998, sampai minggu kedua
    Desember 1998, Bahar dan Novira masih bebas.

    “Kami masih memeriksa dan mencari bukti-bukti, baru menentukan apakah Asnawi Bahar dan istrinya menjadi tersangka atau tidak,” kata Nono Supriadi, Asisten Intelijen Kejati
    Sumbar.

    Dari Kaporit ke Korupsi

    “Bukti apalagi yang dicari pihak kejaksaan? Sudah jelas Asnawi dan Ilyana memasok bahan dengan melakukan mark-up harga,” kata sebuah sumber lagi. Sementara beberapa sumber di kejaksaan mengatakan, Bahar, Novira, termasuk juga Durin, tidak akan tersentuh hukum. Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum telah mengalihkan kasus mark-up harga kaporit dan tawas ke kasus korupsi dana representasi.

    Durin sendiri, pada periode kepemimpinan PDAM sebelum Zein, pernah menelepon direkturnya dan meminta agar menantunya diterima sebagai pemasok kaporit dan tawas. Padahal alasan penahanan Zein, menurut Supriadi, atas dasar dugaan melakukan KKN semasa jabatannya, terutama soal penyediaan kaporit dan tawas.

    Setelah dua bulan ditahan di penjara Padang dan kasusnya mulai disidangkan, tidak disebut-sebut soal KKN itu. Sidang pertama pada 15 Desember 1998 dan sidang kedua pada 22 Desember 1998, Jaksa Penuntut Umum, Syamsir Andra, S.H., Syamsir A.R., S.H., dan Feritas, S.H. hanya menyebutkan bahwa Zein telah melakukan korupsi Rp265 juta.

    Uang yang dikorupsi dana representasi itu mencakup komisi resmi pembayaran langganan air konsumen, sambungan pipa baru, uang pindah koneksi, dan penjualan air tunggu. Menurut dakwaan, dana representasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan Zein terhitung sejak 1995.

    Sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 690-1572, dana representasi 75 persen dari total gaji direksi. Perhitungan dana representasi, 1995, diduga disungkah, dimakan sendirian oleh Zein. Jumlah dana representasi yang dicadangkan sebesar Rp36,09 juta. Dalam kenyataan, Zein mengeluarkan Rp81,5 juta.

    Untuk tahun 1996, terdiri atas dana komisi resmi pembayaran air konsumen, sambungan baru, dan hasil penjualan air tunggu, ditetapkan Rp48,34 juta, sementara yang dikeluarkannya lebih, yakni Rp128.400.000. Dana representasi 1997 ditetapkan Rp44,35 juta, tetapi dikeluarkan Rp128,4 juta.

    Sedangkan pada 1998 ditetapkan Rp26,72 juta, dikeluarkan Rp112,9 juta. Total dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, menurut kejaksaan, Rp265,78 juta. Beberapa pegawai PDAM meyakini kalau atasan mereka mengeluarkan dana dari kas melebihi dana representasi.

    Sebab, dana representasi juga ada “jatah” untuk karyawan yang biasa diberikan dalam bentuk tunjangan hari raya (THR). “Beberapa kali lebaran, rata-rata setiap karyawan cuma dapat THR Rp60 ribu rupiah,” kata seorang karyawan. Apakah Zein menikmatinya sendiri? Dari pengakuannya, tidak.

    Dana representasi yang dikeluarkannya ada beberapa lembaga dan pihak lain yang kebagian rezeki, anntara lain Ketua Badan Pengawas PDAM Zuiyen Rais sebagai “konsekuensi” sebagai wali kota Padang ­ sebesar Rp65 juta dengan bukti sah. Selain itu, Zein mengatakan bahwa dana yang diambilnya digunakan atau disetor ke Golkar Padang untuk kampanye 1997, musyawarah pimpinan daerah (Muspida), tamu-tamu PDAM, dan bantuan untuk Persatuan Sepak Bola Padang, yakni klub Divisi Ligina Indonesia yang diketuai Rais.

    Ketika dikonfirmasikan kepada Rais, ia membantah telah menerima uang tersebut. “Taufik menyebutkan dana disetor ke Ketua Badan Pengawas hanya untuk meringankan tuduhan yang diarahkan pada dirinya. Saya menduga pengakuan itu diberikan untuk mengaburkan tuduhan yang ditimpakan padanya,” kata Rais.

    Wali Kota yang duduk untuk periode dua ini juga menantang. “Mana buktinya kalau memang dia telah menerima setoran uang dari Taufik. Sampai saat ini saya belum diperiksa oleh pihak kejaksaan, baik sebagai saksi ataupun tersangka,” ujar Rais pula. Pada sidang kedua, yang bergulir di ruang sidang tetap soal korupsi dana representasi.

    Zainuddin Mansyur, penasihat hukum Zein, sudah minta agar Wali Kota dihadirkan di ruang sidang. Tetapi, Jaksa Penuntut Umum memberi alasan penolakannya. Katanya, Wali Kota mungkin pada waktu lain dihadirkan, karena tidak bisa bersamaan dengan Zein.

    (Luzi Diamanda adalah pengelola Yayasan Suara Publik dan peserta Latihan Liputan Politik di Medan yang diselenggarakan LP3Y)


    http://busertransonline.wordpress.com/author/busertransonline/page/112/

    RANPERDA DISETUJUI UNTUK DITETAPKAN MENJADI PERDA

    By Nurdin senjaya, Kota Pandang Panjang, Buser Trans Online, 9 Juni 2010

    Sebanyak sembilan buah rancangan peraturan daerah (Ranperda) disetujui DPRD Kota Padang Panjang, untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah (Perda), pada rapat paripurna di gedung  rakyat Kampung Jambak Guguk Malintang Padang Panjang, Selasa (18/5). Sedangkan dua diantaranya yang dibahas  ditolak dan dikembalikan kembali kepada Pemerintah Kota (Pemko) kata pimpinan rapat, Ketua DPRD Novi Hendri Dt. Bagindo Saidi, SE, M.Si, yang didampingi Wakil Ketua H. Eko Furqani, SE, MM dan Hanif Suman, SH.

    Hadir pada persetujuan sembilan Ranperda itu, Wawako Ir. H. Edwin, Sp, Sekdako Drs. H. Ali Asmar, M.Pd, Muspida Plus, Tokoh Masyarakat, Pejabat Eselon II, III, Camat, Lurah dan Undangan lainnya. Setelah Pembahasan Panitia Khusus (Pansus) yang dipimpin Abrar, Dt. Nan Balimo S.Ag kemudian ditetapkan dengan keputusan Pimpinan Dewan, sekaligus nota kesepakatan bersama Walikota Suir Syam.

    Ranperda yang disetujui DPRD menjadi Perda yang terdiri dari Penggelolaan Barang Milik Daerah, Penyediaan Modal Daerah kepada PT. Bank Pembangunan Daerah (Bank Nagari), dan PDAM Padang Panjang.

    Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Penyelenggara Komunikasi dan Informatika, Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Perubahan Perda tentang Pencegahan, Pemberantasan dan Penindakan Penyakit Masyarakat, Retribusi Atas Fatwa Perencanaan Lingkungan (Advice Planning).

    Pencabutan Perda Retribusi Izin Operasional Bendi, sedangkan dua raperda yang dikembalikan pada Pemko, yakni Penyertaan Modal Pada Pihak Ketiga Dan Penyertaan Modal Pendirian PT. BPR Serambi Mekah. Ranperda yang disetujui maupun yang ditolak, hasil kajian Pansus bekerja ekstra tanpa kenal lelah sejak nota penjelasannya oleh wawako Edwin (5/4) dengan Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) terkait, bagian Setdako.

    Dari 10 buah Ranperda yang dikritisi marathon dikembangkan Pansus menjadi 11 buah, sebab pada usulan penyertaan modal pada Bank Pembangunan Daerah (Bank Nagari) dan PDAM satu rancangan dipecah dua. Sehingga Pansus sepakat, diperkuat pendapat akhir fraksi DPRD, menyetujui sembilan Ranperda dan dua dikembalikan, ujar Abrar, menyampaikan hasil kerja pada rapat internal dewan, Senin (17/5) siang.

    Donny D. Osmond Wartawan Buser Trans Online dan Tabloid Mingguan Buser Trans Provinsi Sumatera Barat


    http://www.hileud.com/hileudnews/title/DPRD+Tolak+Suntikan+Dana+Untuk+PDAM+Padang/id/342855

    DPRD Tolak Suntikan Dana Untuk PDAM Padang

    B Kunto Wibisono, Senin, 4 Oktober 2010 23:44 WIB

    Padang (ANTARA News) – DPRD Kota Padang menolak usulan suntikan dana sebesar Rp1,5 miliar untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah perubahan 2010, dengan alasan keuangan daerah itu tengah mengalami defisit.

    DPRD menilai pengajuan suntikan dana untuk PDAM Padang tidak tepat dengan kondisi saat ini dimana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Padang tengah mengalami defisit, lata Ketua Komisi IV DPRD Padang, Azwar Siry di Padang, Senin. Selain itu, tambahnya, DPRD juga menilai kinerja perusahaan daerah itu tidak maksimal selama ini.

    Sebelumnya, manajemen PDAM mengusulkan permintaan suntikan dana APBD Padang sebesar Rp3,5 miliar untuk pembangunan 2.500 jaringan pipa air bersih baru. Permintaan dana itu Rp1,5 miliar diusulkan dianggarkan pada APBD Perubahan Padang 2010, dan Rp2 miliar pada APBD 2011.

    Dana Rp1,5 miliar direncanakan untuk membangun sekitar 1.500 jaringan baru PDAM di Padang pada 2010 dengan sasaran konsumen kalangan masyarakat miskin. Usulan suntikan dana ini didasarakan pada instruksi Kementerian Keuangan tentang dana hibah untuk PDAM yang mengharuskan pemerintah daerah melakukan penyertaan modal.

    Menurut Azwar, DPRD pada dasarnya menyambut baik bantuan hibah dari berdasarkan instruksi Kementerian Keuangan itu, apalagi pembangunan pipa-pipa baru dibutuhkan mengingat masih banyak warga Padang yang belum mendapatkan pelayanan air bersih. Akan tetapi, DPRD juga menilai kinerja dari PDAM untuk dapat menyetujui usulan suntikan dana tersebut dan bekesimpulan pengajuan usulan ini perlu dipertimbangkan, tambahnya.

    Pertimbangan itu, jelasnya, pertama keuangan daerah yang sedang defisit, kinerja PDAM tidak maksimal dimana saat ini tengah mengalami kerugian cukup besar, katanya. (H014/K004)


    http://dprd-padangkota.go.id/Berita/1263-Kunjungan-Lapangan-Komisi-komisi-DPRD-Kota-Padang.html

    Kunjungan Lapangan Komisi-komisi DPRD Kota Padang

    DPRD Padang , Selasa, 17 Juli 2012 23:48 wib

    Komisi I

    Komisi I DPRD Kota Padang melaksanakan kunjungan kerja lapangan ke kecamatan Padang Selatan pada Rabu (8/2). Kunjungan kerja ini untuk membahas siliah jariah Jalan Nipah-Telukbayur, pengelola perkebunan di jalan lingkar Telukbayur, dan masalah lebar tanah untuk pembangunan jalan.

    Masyarakat Teluk Bayur yang mengelola perkebunan di tanah pembangunan jalan lingkar Telukbayur-Nipah mempertanyakan uang siliah jariah atas tanah yang mereka kelola tersebut. Mereka juga mempertanyakan lebar tanah untuk pembangunan jalan tersebut. Hal itu terungkap saat kunjungan Komisi I DPRD bersama Pemko dan Pelindo ke lokasi pembangunan jalan itu.

    Ketua RT 05 RW 01, Telukbayur, Asnul mengatakan, ada 8 warga yang belum menerima siliah jariah karena lahannya terkena pembangunan jalan. “Ada namanya didata, tapi tidak ada menerima siliah jariah. Ada juga yang menerima, tapi tanda tangannya tidak sesuai. Takutnya, ganti rugi salah sasaran,” ungkapnya.

    Warga mengaku baru komplain sekarang karena luas lahan yang dijadikan jalan bertambah. Penjelasan warga Telukbayur, tahun 1996 sudah pernah dibayar ganti rugi. “Dulu (tahun 1996) hanya dasar jalan saja dan lebarnya 8 meter. Tiba-tiba sekarang, lebarnya menjadi 27 meter, mana ganti rugi yang 19 meter lagi?” katanya.

    Ketua LPM Telukbayur, Burhanuddin, menyatakan bahwa masyarakat mendukung pembangunan jalan ini. Namun, dia berharap siliah jariah dibayar sesuai ketentuan. Masyarakat Telukbayur juga mempertanyakan masalah Amdal pembangunan jalan tersebut. Sebab posisi jalan itu berada di perbukitan yang di bawahnya banyak terdapat rumah penduduk dan kebun yang menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat.

    Begitu juga keselamatan jiwa masyarakat yang berada di bawah jalan itu. Selain itu, warga juga berharap kontraktor memberi kompensasi kepada masyarakat atas material galian C, berupa batu yang diangkut dari pengerjaan proyek. Sementara itu, menurut pihak Pelindo, lahan yang disengketakan masyarakat tersebut sebagian masuk dalam daerah lahan kepentingan pelabuhan (DLKP), berdasarkan SKB 2 Menteri, yaitu Mendagri dan Menhub, tahun 1986.

    Ketua Komisi I, Idra SH, mengungkapkan, akan mencarikan solusi atas keluhan masyarakat. “DPRD tentu harus menunggu data yang diberikan Pemko sehingga bisa dicocokkan dan dicarikan solusinya,” tukasnya.

    Komisi II

    Setelah melakukan rapat kerja dengan PDAM Kota Padang, Komisi II DPRD Kota Padang, melakukan kunjugan lapangan ke intake PDAM Lubukminturun Kecamatan Koto Tangah. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk melihat secara langsung kondisi pembangunan intake dan pemasangan jaringan PDAM untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Perumahan Bunga Mas di Dadok Tunggul Hitam.

    Kunjungan kerja yang dilaksanakan Rabu (18/1) itu diikuti oleh wakil ketua DPRD Padang, Masrul Rajo Intan, Ketua Komisi II, Drs. Surya Jufri Bitel, Wakil Ketua, Raflis Agus, Sekretaris, Arnedi Yarmen SH, serta anggota, Jon Roza Syaukani SH, Usman Ismail, Roni Chandra SPd, Paula Lindawati SPd, dan staf sekretariat DPRD Padang, Delvita Dewi, El Fauzi SSos, Alfanedi.

    Hasil rapat kerja dan kunjungan lapangan tersebut, antara lain, program MBR yang dikelola PDAM pada tahun 2011 dari dana bantuan Australia sebesar Rp 3,5 miliar untuk pemasangan 1.500 jaringan. Serta tahun 2012, PDAM akan memasang 2.000 jaringan untuk MBR dari bantuan Australia Rp 5 miliar.

    Sementara itu, jumlah pelanggan PDAM Kota Padang 82.000, dengan rincian pelanggan aktif 72.000 dan non aktif 10.000. PDAM akan menaikkan tarif sesuai dengan ketentuan dan tidak membebani pelanggan serta melalui kajian yang matang. Tahun 2012, hutang PDAM sebesar Rp18 miliar dihapus dengan syarat membayar hutang denda lebih kurang Rp 6,5 miliar.

    Di samping itu, pembangunan IPAL 100 liter/detik di Lubukperaku untuk wilayah Selatan dibiayai dari APBD tahun 2012 Rp 10 miliar. Sedangkan dana APBN untuk PDAM Padang, Rp 5,2 miliar untuk perumahan pegawai dan Rp 13 miliar untuk pembuatan jaringan dari Sungai Labai.

    Komisi III

    Berdasarkan surat pengaduan dari warga RT 02/RW II Limau Puruik Kelurahan Koto Pulai Kecamatan Koto Tangah, tentang penambangan galian C di daerah tersebut. Sesuai arahan Ketua DPRD Kota Padang dan hasil rapat internal Komisi III DPRD Kota Padang tanggal 28 Februari, maka disepakati peninjauan lapangan ke lokasi tambang galian C tersebut.

    Dari kunjungan lapangan tersebut ditemukan adanya pelaksanaan galian C dengan pemilik H Syaiful di Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto menggunakan alat berat berupa eksafator. Kunjungan kerja yang diterima langsung oleh Lurah Koto Pulai, Widjan MR, ini mendengarkan aspirasi masyarakat mengenai dampak galian C yang sudah mencapai kedalaman 15 meter.

    Kondisi tersebut menimbulkan keresahan warga, karena air sumurnya banyak yang kering. Ketika hujan turun warga merasa ketakutan akan terjadi banjir. Di lokasi tersebut terdapat 42 kepala keluarga. Selain itu, dampak yang juga dirasakan masyarakat sekitar galian C tersebut, armada angkutan yang bermuatan lebih kurang 30-35 ton saat cuaca panas membuat debu beterbangan dan jalan-jalan menjadi rusak.

    Warga berharap, izin galian C tersebut dievaluasi. Kalau dapat untuk sementara dihentikan dulu proses penambangan tersebut, karena sangat merugikan masyarakat.

    “Kita akan sikapi aspirasi masyarakat ini secepatnya. Persoalan izin galian C merupakan salah satu masalah yang harus menjadi perhatian kita semua. Karena berdampak terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat, serta infrastruktur seperti jalan di lokasi penambangan tersebut,” kata Ketua Komisi III, Jumadi.

    Komisi IV

    Komisi yang membidangi pendidikan ini melaksanakan kunjungan kerja lapangan ke SD 03 Alai Parak Kopi. Kunjungan tersebut dalam rangka peninjauan persiapan pelaksanaan lomba UKS tingkat nasional. SD 03 Alai Parak Kopi dipercaya mewakili Sumbar dalam lomba UKS tingkat nasional.

    Kesiapan SD tersebut menghadapi lomba UKS ini sudah 80 persen. Dari penilaian panitia provinsi Sumbar, tinggal membenahi beberapa sisi saja. Untuk kelangsungan penilaian tersebut Komisi IV bersama dinas terkait sepakat menggunakan dana yang tersedia dan meminta kekurangan dana Rp 15 juta ke Pemko Padang untuk mengatasi segala kekurangan sekolah itu dalam penilaian nanti.

    Sekretaris Komisi IV, Gustin Pramona SPt, mengharapkan segala persiapan menghadapi lomba pada pertengahan Mei itu sudah selesai pada akhir April. Sehingga tidak ada muncul kekurangan-kekurangan menjelang penilaian. (g)


    http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=10476

    Undang Azab Allah jika Bersalah, JPU Bantah Pledoi Azhar Latif

    Padang Ekspres • Jumat, 12/08/2011 13:37 WIB

    Khatib Sulaiman, Padek—Jaksa penuntut umum (JPU) membantah semua dalil-dalil, pernyataan-pernyataan dan alasan-alasan yang dipaparkan terdakwa Azhar Latif dalam pembelaan (pledoi) korupsi dana representatif (DR) PDAM Padang dari tahun 2005 sampai 2009 senilai Rp 2,4 miliar, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Padang.

    Dalam sidang lanjutan Kamis (11/8), mengagendakan replik (tanggapan JPU terhadap pledoi terdakwa) yang dibacakan bergantian JPU, Idial dan Zulkifi. JPU menyatakan, belum pernah ada terdakwa yang mengaku bahwa dirinya bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi.

    “Bahkan, mereka selalu membawa istri dan anaknya dalam melakukan pembelaan dan mengatakan kalau keluarganya itu sudah menanggung beban begitu berat atas terseretnya dia ke kursi terdakwa,” ungkap Idial dalam repliknya di hadapan majelis hakim yang diketuai Sapta Diharja beranggotakan Astriwati dan Yoserizal.

    Lebih memprihatinkan lagi, lanjut Idial, jika batin menyadari bahwa diri bersalah dan membawa-bawa nama Tuhan untuk menyatakan diri tidak bersalah, perbuatan tersebut justru akan mengundang azab Allah. JPU juga membantah pernyataan kuasa hukum terdakwa yang mengatakan tidak ada bukti saksi yang dihadirkan menerima DR dari terdakwa.

    Idial balik menyatakan bahwa PH mengingkari fakta persidangan. Saksi Safrudin Ras mengaku telah menerima uang. Saksi juga mengatakan bahwa pemberian dana terhadap orang yang ada dalam daftar penerima tersebut benar karena adanya hubungan emosional.

    “Jadi, keterangan saksi yang menolak bahwa mereka tidak menerima DR justru memperperparah posisi terdakwa karena hal ini mengindikasikan bahwa terdakwa memakan sendiri uang tersebut,” ungkap Idial. Lalu, terkait penggunaan DR yang merupakan wewenang penuh dari direksi tidak bisa diartikan menjadi direksi boleh sembarangan dalam mengeluarkan DR.

    Idial menegaskan, Permendagri Nomor 7 Tahun 1998 dan Nomor 2 Tahun 2007, berbunyi DR digunakan untuk mendukung kelancaran PDAM, justru digunakan terdakwa untuk diberikan kepada orang lain. Itu tidak berkaitan dengan PDAM. “Dalam persidangan pun terdakwa mengakui telah memberikan sejumlah uang kepada orang tertentu karena hubungan emosional. Maka, hal ini memperkuat bukti bahwa terdakwa telah melanggar Permendagri tersebut,” terang Idial.

    Dilanjutkan Zulkifli, perihal penggunaan DR yang menurut PH terdakwa tidak lebih dari 75 persen penghasilan direksi tidak perlu didukung oleh bukti penggunaan yang rinci dengan bersandar pada Kepmen Otonomi Daerah (Otda) Nomor 8 Tahun 2000 tentang Prosedur Penggunaan Keuangan, mesti dipahami secara keseluruhan. Dalam Kepmen justru diminta kedetailan dalam mengeluarkan dana.

    Sedangkan untuk BAP yang sudah dicabut terdakwa, ditanggapi datar oleh JPU. “Sudah jelas dalam putusan sela pada persidangan sebelumnya, majelis hakim sudah menolak eksepsi dari PH terdakwa,” tutur Zulkifli. Berita sebelumnya, Azhar meminta dirinya diputus bebas. Dalam pembelaannya pada Jumat (5/8) lalu, menyatakan kasus ini hanyalah perbedaan pandangan antara PDAM dengan kejaksaan.

    Terdakwa merasa sudah menggunakan DR sesuai aturan dan perundangan yang berlaku. Pengeluaran DR selalu dengan bukti lengkap dan sah, yakni kuitansi dan voucher. Pembelaan itu disampaikan terdakwa setelah JPU menuntut terdakwa tujuh tahun enam bulan penjara. Ditambah denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan, serta membayar pengganti sebesar Rp 2,4 miliar.

    Sidang kembali dilanjutkan dengan agenda pengajuan duplik dari kuasa hokum terdakwa pada Selasa (16/8) depan. (bis)


    http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=18778

    Tuntutan belum Beri Efek Jera

    Padang Ekspres • Sabtu, 10/12/2011 13:22 WIB

    Padang, Padek—Memperingati Hari Antikorupsi Sedunia, kemarin (9/12), para pegiat pemberantasan korupsi mengadakan audiensi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar. Aktivis antikorupsi yang tergabung dalam Gerakan Lawan Mafia Hukum (Geram) Sumbar itu, terdiri dari unsur akademisi, praktisi hukum, budayawan, rohaniwan, dan organisasi kepemudaan.

    Aktivis Geram mendatangi Kantor Kejati di Jalan Pancasila Nomor 6 Padang pagi kemarin (9/12). Mereka disambut Kejati Sumbar M Hamid, Wakajati Amri Sata dan sejumlah pejabat Kejati. Tampak juga hadir pihak Pengadilan Negeri (PN) Padang yang diwakili Humas PN Padang, Jon Effreddi.

    Audiensi berlangsung akrab. Berbagai hal menyangkut penanganan kasus korupsi di Sumbar menjadi hal penting dibicarakan. Mulai dari proses penanganan kasus korupsi yang dinilai lamban, kesenjangan putusan (disparitas) putusan terhadap para terdakwa korupsi, serta mendesak kejaksaan menyelesaikan tunggakan kasus.

    Geram juga mengkritik kinerja aparatur kejaksaan terkait jaksa makan bersama dengan terdakwa Djufri di restoran. Geram Sumbar terbentuk dari kekhawatiran banyak pihak tentang kondisi bangsa saat ini yang dinilai mengenaskan, karena masih banyak praktik mafia di sekitar aparat penegak hukum, baik itu hakim, polisi, penasihat hukum bahkan jaksa sekalipun.

    Koordinator Geram Miko Kamal menyampaikan adagium, hukum rusak negeri binasa. Untuk itu, harus diantisipasi bersama-sama, terutama para penegak hukum itu sendiri. “Kasus-kasus yang ditangani Kejati saat ini tidak ada kasus-kasus baru. Rata-rata yang dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor hanya kasus-kasus tunggakan sejak tahun 2005,” ujar Miko.

    Mantan Direktur LBH Padang ini meminta kejaksaan dan pengadilan menangani kasus korupsi dengan cara-cara spesial. Namun demikian, Geram menilai masih ada diskriminasi dalam putusan, terutama terhadap terdakwa yang pejabat/mantan pejabat dengan terdakwa yang bukan pejabat.

    “Semestinya, proses hukum harus memberi efek jera bagi pelaku, dan orang-orang yang berencana melakukan korupsi,” tambah Vino Oktavia, direktur LBH Padang. Syahril, dari kalangan advokat, lebih menekankan disparitas tuntutan jaksa akibat faktor suka atau tidak suka, bukan pada faktor pertimbangan hukum. Dia menilai adanya indikasi kejaksaan melokalisir kasus terhadap orang-orang tertentu.

    Hal serupa disampaikan dosen hukum Unand, Feri Amsari. Menurutnya, tuntutan jaksa terkesan hambar dan tidak memberikan efek jera. Dia menyoal kasus dugaan korupsi di PDAM Padang yang diputus bebas akibat lemahnya dakwaan. Jaksa terkesan malah mencari bukti-bukti meringankan terdakwa, dengan menghadirkan saksi ahli yang dinilai membela terdakwa.

    Dia juga menyinggung jaksa makan bersama dengan terdakwa Djufri di Lamun Ombak. “Kami berharap Kajati bisa melakukan gebrakan yang luar biasa,” saran peneliti Pusat Studi Konstitusi (Pusako) FH Unand itu. Menjawab pertanyaan itu, Kajati M Hamid menegaskan, alasan kasus-kasus yang menunggak diselesaikan terlebih dahulu agar para tersangka segera mendapatkan kepastian hukum. “Selain itu, kami juga menangani kasus yang baru,” ujar M Hamid.

    Menyikapi disparitas tuntutan, diakuinya apa yang dilakukan kejaksaan sudah didasarkan atas pertimbangan keadaan dan situasi dari perkara yang ditangani. “ketika putusan dianggap rendah, kami masih bisa melakukan upaya hukumnya. Betapapun putusan rendah, paling tidak sudah memperlihatkan keberhasilan jaksa membuktikan terdakwa itu bersalah.

    Namun begitu, masalah tuntutan ini akan menjadi bahan pertimbangan kita ke depan,” ungkap M Hamid. Terkait proses pemeriksaan tersangka dilakukan ketika tidak menjabat, menurut Hamid, lebih pada sulitnya mendapatkan izin saat menjabat. “Sedangkan bebasnya terdakwa kasus dugaan korupsi PDAM Padang, Azhar Latief, kami sudah berusaha maksimal. Tapi, hakim punya pertimbangan sendiri,” katanya.

    Hamid juga menyatakan kegeramannya atas peristiwa jaksa makan bersama terdakwa. Dia mengaku orang pertama yang kecewa dengan peristiwa itu. “Ini pelajaran bagi seluruh jaksa, karena ekspektasi masyarakat sungguh besar pada kejaksaan,” tegas M Hamid. Humas PN Padang, Jon Effreddi menambahkan, sangat mendukung keberadaan Geram Sumbar mengawal pemberantasan korupsi di Sumbar. (bis)

    [ Red/Redaksi_ILS ]


     
  • Virtual Chitchatting 11:20 PM on 2013/01/15 Permalink  

    Gunung Pangilun sebagai Objek Wisata: Tempat, Alam, & Sejarah

    by S3ra Sutan Rajo Ali
    Jakarta, 15 Januari 2013

    Gunung Pangilun, nama kelurahan di Kecamatan Padang Utara, Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Wilayah seluas 25 km persegi dihuni oleh 25.000 penduduk. Gunung Pangilun merupakan daerah (bekas) bantaran sungai yang berbelok.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Pangilun,_Padang_Utara,_Padang

    http://www.wikimapia.org/2692995/MTS-Gunung-Pangilun

    1. 20090110, Gunung Pangilun Kota Padang
    2. 20090206, Puncak Gunung Pangilun, Mutiara Pariwisata Tersimpan
    3. 20100930, Gunung Pangilun Berpotensi sebagai objek wisata bersejarah
    4. 201102121724, Gunung Pangilun Objek Wisata Bersejarah
    5. 20110124083220, Yuk… Kita Berwisata ke Bunker Gunung Pangilun (2-Habis)
    6. 201112, Asal Usul Nama Gunung Pangilun Yang Berada Di Kota Padang SumBar

    http://fajri-zalmi.blogspot.com/2009/01/gunung-pangilun-kota-padang.html

    Gunung Pangilun Kota Padang

    Sabtu, Januari 10, 2009

    Sejak dibuka jalan awal november 2008 lalu, makin banyak yang naik ke atasnya. Di atas ternyata banyak bungker2 peninggalan jepang. Pemandangan dari atas sungguh bagus, cuma jalan belum diaspal, namun kabarnya tidak lama lg.

    ini adalah tangga naiknya

    Bunker Jepang


    http://balanti.wordpress.com/2009/02/06/puncak-gunung-pangilun-mutiara-pariwisata-tersimpan/

    Puncak Gunung Pangilun, Mutiara Pariwisata Tersimpan

    Ilham Safutra—Padang, Februari 6, 2009

    Menikmati keindahan kota dari ketinggian selama ini kerap dapat dilakukan dari atas pesawat. Baik pesawat berukuran kecil atau besar. Cara demikian hanya dapat dirasakan oleh orang-orang tertentu, yang memiliki kocek yang cukup untuk menyewa pesawat tersebut. Bagaimana dengan orang kecil yang nota bene tidak memiliki kemampuan seperti demikian?

    Kini menikmati keindahan alam dari ketinggian dapat dilakukan oleh siapa saja di Kota Padang. Cara itu tidak mesti menggunakan jasa angkutan pesawat terbang. Cukup dengan mendaki bukit setinggi sekitar 70 meter dari permukaan laut (dpl). Bukit itu bernama Gunung Pangilun, yang terletak di kawasan Jalan Gajah Mada, tepatnya di Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara.

    Meski daratan itu masih dalam kategori bukit, tapi warga sekitar tetap menyebut daratan setinggi itu dengan gunung. Sebelumnya Gunung Pangilun hanya dimanfaatkan penduduk setempat untuk pemakaman warga pribumi di sekitar kawasan Gunung Pangilun itu. Untuk menempuh puncak Gunung Pangilun, para pendaki harus berjuang keras.

    Sebab, gunung itu memiliki kemiringan Gunung Pangilun cukup terjal, sekitar 70 derjat. Sehingga warga yang ingin mengantarkan jenazah keluarganya harus melakukan dengan usaha ekstra hati-hati, supaya jenazah yang dibawa tidak oleng atau jatuh. Sebagian orang yang tidak terbiasa mendaki Gunung Pangilun, untuk mencapai puncaknya merupakan suatu perjuangan cukup berat.

    Para pendaki harus dengan cara merangkak. Kalau posisi kurang seimbang, maka bisa jatuh ke bawah. Kendati cukup susah, kondisi demikian bagi penduduk setempat merupakan hal yang lumrah, karena tanah di Gunung Pangilun itu merupakan peninggalan nenek moyangnya.

    Sehingga untuk pemakaman mereka mau berbuat apa saja. Kini kondisi Gunung Pangilun tidak seperti itu lagi. Di gunung itu telah terdapat tangga untuk naik ke puncak. Tangga itu merupakan hasil karya dengan bergotong royong masyarakat bersama 40 taruna Akpol dan Akmil yang mengikuti program Latsitarda Nusantara XXIX, Oktober 2008.

    Pengerjaan tangga itu memakan waktu satu bulan. Rencana awal pengerjaan tangga itu bagi Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk shelter, tempat evakuasi dari ancaman tsunami. Ternyata tangga yang dibuat sebanyak tiga tempat itu memiliki potensi tambahan dan tak kalah hebatnya untuk warga setempat.

    Tangga itu berada di sebelah selatan dengan 138 jumlah anak tangga, dari arah utara sebanyak 158 anak tangga dan dari arah barat 131 anak tangga. Tangga tersebut membantu pendaki ke puncak Gunung Pangilun. Tempat tersebut memberikan kepuasan tersendiri bagi yang sampai di puncak 70 meter dpl tersebut.

    Di puncak gunung itu pendakinya dapat melihat hamparan pemadanganan seluruh bangunan yang terletak di Kota Padang. Jejeran bangunan yang beranekaragam itu memberikan kepuasan tak terungkapkan. Semenjak keberadaan tangga yang digunakan sebagai shelter, puncak Gunung Pangilun nyaris tidak terdapat pemukiman warga di atasnya itu, kini dimanfaatkan beberapa warga setempat untuk mendirikan lapak-lapak warung yang menyediakan makanan dan minuman bagi orang yang berada di puncak Gunung Pangilun.

    Jumlah kedai atau lapak itu sebanyak lima buah. Suatu kali penulis mencoba mendaki Gunung Pangilun tersebut. Saat itu penulis naik dari tangga di sebelah selatan. Tangga itu berjumlah 138 anak tangga. Di anak tangga 15 pertama, di sisi kiri kanan tangga itu terdapat sekitar 400 batang pohon mahoni dan malinjo.

    Menariknya, sebagian bibit yang baru ditanam itu diberi merek orang uang menanamnya. Penanam pohon itu di antaranya, bertuliskan Kajati Sumbar, Danrem 032 Wirabraja, Kapolda Sumbar, Ketua DPRD Sumbar dan beberapa pejabat unsur Muspida di Kota Padang dan Provinsi Sumbar.

    Adanya bibit pohon itu ketika kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan Korem 032 Wirabraja, Sabtu (16/10). Setelah sampai di anak tangga ke-138, pendaki bertemu dengan jalan tanah setapak datar. Jalan itu menuntun pendaki ke arah selatan. Di ujung jalan itu pendaki bertemu dengan jalan layang.

    Lebar jalan itu sekitar tujuh meter. Jalan layang tersebut terhubung dari kaki Gunung Pangilun yang terletak tidak jauh dari anak tangga pertama di sebelah selatan. Menurut pengakuan Amirudin, 40, salah seorang putra daerah Gunung Pangilun, jalan layang itu pergunakan untuk mobil ambulance yang mengantarkan jenazah ke atas Gunung Pangilun.

    Jalan layang itu melingkar nan landai dari arah selatan melewati hingga ke bagian timur Gunung Pangilun. Ujung jalan itu sampai di puncak Gunung Pangilun. Di puncak gunung yang diambilkan namanya nama salah seorang tokoh ledenda bernama Pangilun itu, pendaki yang merasa kelelahan tidak harus cemas kehausan.

    Di puncak itu terdapat lima warung lapak-lapak, menjual minuman dan makanan ringan. Beni, 27, salah seorang pedagang di puncak Gunung Pangilun mengatakan, ia memulai usaha berdagang di puncak Gunung Pangilun semenjak jalan layang itu selesai. “Kita sudah tiga bulan berjualan di sini,” ujar Beni.

    Dikatakan pria bujang itu, puncak Gunung Pangilun ramai dikunjungi pendaki ketika sore hari, hari libur dan minggu pagi. Umumnya pendaki itu berasal dari warga sekitar Kota Padang dan sekitar kawasan Jalan Gajah Mada. Maksud kedatangan pelancong itu tidak lagi untuk menikmati kenikmatan memadangi pemadangan Kota Padang.

    Di puncak Gunung Pangilun, para pelancong dapat melihat pemandangan ke delapan penjuru angin. Di sebelah timur, pelancong dapat memandangi Bukit Karang Putih, sumber bahan baku PT Semen Padang, deretan Bukit Barisan, kampus Universitas Andalas, dan beberapa pemandangan yang tak kalah menarik pula.

    Di arah timur juga demikian, hamparan Gunung Padang yang berujung ke Bukit Putus memberikan kenikmatan alam nan hijau. Bila pelancong bosan melihat pemandangan bernuansa hijau, hamparan pemandangan laut berlapisan jejeran bangunan rumah dan perkantoran, cukup dengan memutar arah pandangan ke barat.

    Selain tenangan arus gelombang laut, jejeran pulau kecil memberikan kesan manis di laut. Di bagian utara juga tak kalah indahnya. Di pemadangan di sebelah utara lebih memadukan unsur hijau dan kesibukan Kota Padang. Di arah itu, selain deretan Bukit Barisan, juga hamparan perumahan penduduk dan kantor instansi perintah dan swasta.

    Ditambahkan Beni, dulu sebelum bandara masih di Tabing, puncak Gunung Pangilun seakan ditimpa pesawat yang hendak mendarat di pelabuhan udara tersebut. Bahkan dari puncak gunung itu, pelancong dapat melihat secara jelas lintasan pacu Bandara Tabing. Dahnibar, 51, salah seorang pedagang lainnya di puncak Gunung Pangilun mengatakan selain warga umum yang datang ke puncak Gunung Pangilun, setiap sekali seminggu, siswa dari MAN 2 Padang juga melakukan kegiatan olahraga di situ.

    Saat penulis turun dari puncak Gunung Pangilun, penulis memilih melewati tangga sebelah barat. Di arah itu jumlah anak tangganya 131 buah. Sebelum sampai di tangga itu, masih di kawasan puncak Gunung Pangilun arah ke barat, pelancong juga disuguhkan dengan benda bersejarah peninggalan masa penjajahan, lobang Jepang.

    Di atas itu terdapat lima buah lobang Jepang. Tiga dari lima lobang itu, bagian atasnya sudah hancur. Menurut Dahnibar, karena kena eskalator saat proses pendataran puncak Gunung Pangilun. Kini lobang itu tidak bisa dimasuki, karena telah ditimbuni tanah. “Kalau pemerintah ingin menggarap lobang ini, maka bisa dijadikan sebagai sumber objek wisata tambahan lainnnya.

    Berdsarkan cerita yang didapatkan Dahnibar dari keluarganya terdahulu, di dalam lobang itu terdapat banyak ruangan. Ruangan itu digunakan para tentara Jepang untuk lari pengejaran sekutu dan pejuang Indonesia. Lurah Gunung Pangilun Refrizal mengatakan kawasan itu nantinya memang dijadikan sebagai objek pariwisata.

    Objek itu nantinya akan dikelola oleh masyarakat bersama unsur mamak wali nagari. “Pengelolaannya diatur dengan sebuah lembaga usaha tersendiri,” ujar Refrizal. Sementara itu, Amirudin, 40, salah putra asli Gunung Pangilun mengatakan, dengan adanya shelter itu, Gunung Pangilun bisa memberikan dampak positif kepada warga sekitar, khususnya di bidang ekonomi.

    “Gunung Pangilun merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Padang Utara, yang masih dihuni penduduk asli. Sehingga tatanan budaya lokal masih dapat dikembangkan dengan baik. “Semoga pelancong yang datang ke puncak Gunung Pangilun mendapatkan kebahagian tersendiri menikmati pemandangan yang ada,” ujar Amirudin mengakhiri. ***


    http://mradaz.blogspot.com/2010/09/gunung-pangilun.html

    GUNUNG PANGILUN Berpotensi sebagai objek wisata bersejarah

    Kamis, 30 September 2010

    http://www.minangforum.com/Thread-Gunung-Pangilun-Objek-Wisata-Bersejarah

    Gunung Pangilun Objek Wisata Bersejarah

    Sumbar post, 12-02-2011 05:24 PM

    Dahulunya Padang hanyalah kampung nelayan karena datarannya yang terletak di pesisir pantai Pulau Sumatra. Sejak abad 17, Padang mulai dilirik sebagai tempat bersandarnya kapal-kapal niaga, disamping Tiku dengan potensi yang sama. Tapi karena saat itu terjadinya konflik antara penguasa setempat dengan para pendatang asing, akhirnya Kota Padang mulai mendapat perhatian utama.

    Kawasan Muaro Padang atau Batang Arau menjadi saksi sebagai pintu gerbang menuju daerah pedalaman dan dataran tinggi di Sumatra Barat. Sehingga hampir di sekitar wilayah ini berdirilah bangunan-bangunan yang menggambarkan fungsinya masa itu, seperti kantor perdagangan dan gudang. Bahkan di awal abad 19, terdapat sebuah stasiun kereta api yaitu Stasiun Kereta Api Pulau Aia.

    Yang namanya penjajah selalu serakah dalam segala hal. Kompeni atau Belanda ternyata selalu ingin mengeruk kekayaan alam nusantara ini dan berambisi sekali memperluas daerah kekuasaannya. Waktu yang tiga setengah abad merupakan perjalanan yang sangat panjang bagi Belanda dan bangsa yang dijajahnya.

    Salah satu warisan peninggalan Belanda adalah bangunan-bangunan perniagaan dan pertahanan, yang sebagian besar masih ada sampai sekarang. Sebelumnya mari kita lihat satu tempat yang mungkin saja tidak banyak orang yang tahu, bahwasanya Kota Padang tidak saja memiliki meriam seperti di benteng Jepang Gunung Padang (panjang ± 8 meter), tapi juga terdapat di Sei. Beremas.

    Tepatnya bersebelahan dengan Mercusuar OS. Beremas (Bukit Lampu). Ditempat ini terdapat sebuah meriam dengan ukuran yang sama. Meriam tersebut tergeletak begitu saja diatas tanah, sedang perangkat lainnya sudah berserakan dan ada yang hilang oleh tangah-tangan yang tidak tahu artinya sejarah.

    Dibawah mercusuar itu sendiri memang terdapat sebuah benteng, namun meriamnya sudah hilang dan hanya tinggal kedudukannya saja. Posisi kedua benteng tersebut sama-sama menghadap ke laut dan memiliki lorong ± 250 meter. Belanda atau Jepang memang sudah merencanakan untuk menguasai Kota Padang dan sekitarnya secara menyeluruh, walaupun untuk itu harus menghadapi perlawanan yang gigih dan melelahkan dari para pejuang.

    Sehingga dapat dipastikan, hampir disetiap tempat di sebelas kecamatan Kota Padang ini dapat ditemukan bangunan-bangunan yang berguna untuk pertahanan atau penyerangan. Jika saja kita mengikuti pola pikirnya penjajah, dimana benteng di Mercusuar OS. Beremas berfungsi mengawasi kawasan perairan Teluk Bayur dan sekitarnya.

    Kemudian benteng di Gunung Padang untuk menghadapi datangnya musuh yang akan masuk melalui Muaro Padang atau sekitar Pantai Air Manis, tentunya mereka ingin juga mendirikan sebuah benteng yang dapat mengamati hampir seluruh wilayah pedalaman dan pesisir pantai Padang.

    Tertarik akan asumsi ini, penulis hanya melihat bahwa Gunung Pangilun-lah daerah yang tepat untuk itu. Penulis kemudian mulai mencari informasi untuk membuktikan kebenaran dugaan ini. Ternyata memang betul adanya, Gunung Pangilun tidak saja berfungsi sebagai jalurnya evakuasi Tsunami tapi juga memiliki lorong-lorong yang sangat panjang layaknya sebuah benteng, bahkan mungkin melebihi Mercusuar OS. Bremas dan Gunung Padang.

    Penulis-pun bertemu dengan beberapa orang penduduk setempat yang pernah masuk ke dalam lorong tersebut dan mengetahui banyak sedikitnya hal ikhwal tentang gunung ini. Nama gunung diambil dari nama orang, yang konon dulunya sangat disegani serta dihormati, bahkan ada yang beranggapan Nenek Pangilun terkenal Sakti.

    Menurut kabar nenek ini dimakamkan disalah satu puncak gunung ini (terdiri dari tiga bukit kecil yang berbaris). Sehingganya sejak saat itu disebut Gunung Pangilun. Gunung Pangilun sebelumnya disebut juga Gunung Senteong dan Gunung Ledang, atau nama-nama dari tiga gugusan gunung ini.

    Gunung Pangilun bukanlah gunung dalam arti sebenarnya, hanya saja masyarakat setempat telah terbiasa menyebut gunung daripada Bukit Pangilun. Berdasarkan informasi yang diperoleh, digunung ini terdapat lubang dan benteng, yang kesemuanya berfungsi untuk penyerangan, pertahanan, atau tempat tinggal.

    Diasumsikan, didalam tiga rangkaian gunung kecil ini terdapat terowongan yang saling berhubungan. Untuk membuktikan dugaan tersebut, pada hari Jumat tanggal 9 Januari 2008, pukul 10.00 Wib. Penulis ditemani oleh Ayah (pernah memasuki salah satu lubang) dan Eri (pemuda setempat), mulai menaiki salah satu sisi bukit.

    Penulis kemudian menemukan lubang dengan tinggi ± 1,5 meter yang berlorong dengan lebar ± 1 meter yang mengarah ke perut gunung. Menurut informasi, panjang terowongan ini mungkin ± 2,5 km, yang memiliki beberapa kamar disepanjang lubangnya. Karena keterbatasan alat dan waktu, penulis hanya melihat dari mulut lubang saja.

    Ditempat terpisah, yaitu di lereng gunung lain, ditemukan bangunan berbentuk benteng kecil. Pada bagian luarnya terdapat celah kecil yang berfungsi untuk mengintai dan menembak. Posisi benteng kecil ini mengarah kebagian barat (mungkin untuk musuh dari arah laut atau darat) dan timur untuk bagian pedalaman.

    Bangunan dengan fungsi yang sama juga penulis temukan ditempat lain. Sepertinya benteng atau pos kecil ini mengelilingi gunung ini. Jarak antar pos tersebut ± 500 m. Hampir setiap benteng tersebut terdapat lorong dengan tinggi ± 1,5 meter dan lebar ± 1 meter yang mengarah ke perut gunung.

    Hanya saja jalan ke arah ini ada yang tertimbun oleh tanah dan ada yang sengaja ditutup. Dinding lorong atau pos terbuat dari beton dan permanen. Penulis kemudian melanjutkan penelusuran ke salah satu puncak Gunung Pangilun ini. Dibagian puncak ini terdapat sebuah wadah berbentuk kolam atau penampungan air hujan.

    Dimana disalah satu ujungnya terdapat saluran kecil yang mengarah kebagian bawah gunung. Tidak beberapa jauh dari wadah itu terdapat lagi bangunan kecil bundar tapi tidak memiliki jendela atau ventilasi, hanya sebuah jalan masuk dari tanah. Sementara itu, persis dibelakang Kantor Lurah Tabing Banda Gadang ditemukan lubang yang sudah ditutupi tanaman penduduk setempat, menurut iformasi, lorongnya tembus sampai ke belakang Kantor BKMM (Balai Kesehatan Mata Masyarakat).

    Masih banyak sisi bukit lain yang belum penulis telusuri karena hari keburu senja. Penelusuran hari ini telah memberikan gambaran yang jelas bahwasanya Gunung Pangilun pada waktu dulunya bukan saja berfungsi sebagai pengintaian, penyerangan dan pertahanan, bahkan lebih dari sekedar benteng biasa.

    Berkemungkinan sekali gunung ini dijadikan sebagai bunker atau tempat tinggal oleh Belanda atau Jepang. Hal ini dibuktikan dengan adanya aliran air dari atas menuju keberapa bagian bawah gunung. Bahkan ada informasi yang menyebutkan bahwa mobil (jeep) bisa sampai ke atas, dan terdapat tanah lapang yang cukup luas. Disamping itu juga ada beberapa kamar saling berhadapan diantara jalur terowongan.

    Jika dikaitkan dengan letak gunung tidak jauh dari pusat kota, asumsi Gunung Pangilun adalah benteng sekaligus bunker dapat diterima. Apalagi satu-satunya gunung (bukit) yang terpisah (berdiri sendiri) dari gugusan Gunung Padang di Muaro Padang adalah Gunung Pangilun. Sehingga tidak salah kalau Belanda atau Jepang melirik gunung ini potensial sekali dijadikan benteng sekaligus tempat tinggal untuk sementara waktu.

    Penulis hanya bisa menghela nafas panjang, karena kita kembali dihadapkan pada ketidakberdayaan yang selalu berakar dari kurangnya perhatian dan minat kita terhadap peninggalaan pendahulu kita. Sekiranya apa yang penulis temukan sekarang hanya akan menjadi wacana, maka kita kembali kehilangan bukti sejarah lahirnya sebuah kota.

    Diperlukan usaha dan upaya yang serius dan berkesinambungan untuk menggali potensi ini, sehingga Gunung Pangilun dapat dijadikan objek wisata bersejarah, atau bisa saja menjadi For de Cock-nya Padang. Semoga jejak sejarah dikota ini tidak hilang ditelan waktu dan kepentingan pembangunan, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pendahulunya.


    http://www.sumbaronline.com/berita-2530-yuk-kita-berwisata-ke-bunker-gunung-pangilun-.html

    Yuk… Kita Berwisata ke Bunker Gunung Pangilun (2-Habis)

    Marshalleh Adaz*, Senin, 24 Januari 2011 – 08:32:20 WIB

    Pada salah satu puncak Gunung Pangilun terdapat sebuah wadah berbentuk kolam atau penampungan air hujan. Dimana di salah satu ujungnya terdapat saluran kecil yang mengarah ke bagian bawah gunung. Tidak beberapa jauh dari wadah itu terdapat lagi bangunan kecil bundar tapi tidak memiliki jendela atau ventilasi, hanya sebuah jalan masuk dari tanah.

    Sementara itu, persis dibelakang Kantor Balai Pemuda (sebelumnya Kantor Lurah Tabing Banda Gadang) terdapat lubang yang sudah ditutupi tanaman penduduk setempat, menurut informasi, lorongnya tembus sampai ke belakang Kantor BKMM (Balai Kesehatan Mata Masyarakat).

    Penelusuran telah memberikan gambaran yang jelas bahwa Gunung Pangilun pada waktu dulunya bukan saja berfungsi sebagai pengintaian, penyerangan dan pertahanan, bahkan lebih dari sekedar benteng biasa. Berkemungkinan sekali gunung ini dijadikan sebagai bunker atau tempat tinggal oleh Belanda atau Jepang.

    Hal ini dengan adanya aliran air dari atas menuju keberapa bagian bawah gunung. Bahkan ada informasi yang menyebutkan bahwa mobil (jeep) bisa sampai ke atas, dan terdapat tanah lapang yang cukup luas. Disamping itu juga ada beberapa kamar saling berhadapan diantara jalur terowongan.

    Jika dikaitkan dengan letak gunung tidak jauh dari pusat kota, asumsi Gunung Pangilun adalah benteng sekaligus bunker dapat diterima. Apalagi satu-satunya gunung (bukit) yang terpisah (berdiri sendiri) dari gugusan Gunung Padang di Muaro Padang adalah Gunung Pangilun. Sehingga tidak salah kalau Belanda atau Jepang melirik gunung ini potensial sekali dijadikan benteng sekaligus tempat tinggal untuk sementara waktu.

    Jika masih memakai kata mungkin, maka kita akan semakin jauh tertinggal. Karena waktu tidak pernah menunggu. Sangat tepat jika Kota Padang memiliki objek wisata alternatif yng memang telah disediakan oleh nenek moyang dan sejarah kota ini.Wisata Bunker merupakan pilihan yang cukup bijak dan tepat.

    Sebagai kota bekas pendudukan bangsa asing, karena keberadaan duo bandarnya (Muro Padang dan Teluk Bayur), Gunung Padang menawarkan pesona terowongan pertahanan. Untuk kondisi sekarang, di sisi bukit pinggir jalan Gajah Mada dan bagian dalamnya, telah tersedia jalan untuk sampai ke puncak Gunung Pangilun.

    Penulis hanya bisa menghela nafas panjang, karena kita kembali dihadapkan pada ketidakberdayaan yang selalu berakar dari kurangnya perhatian dan minat kita terhadap peninggalaan pendahulu kita.  Sekiranya apa yang penulis temukan sekarang hanya akan menjadi wacana, maka kita kembali kehilangan bukti sejarah lahirnya sebuah kota.

    Diperlukan usaha dan upaya yang serius dan berkesinambungan untuk menggali potensi ini, sehingga Gunung Pangilun dapat dijadikan objek wisata bersejarah, atau bisa saja menjadi For de Cock-nya Padang. Semoga jejak sejarah dikota ini tidak hilang ditelan waktu dan kepentingan pembangunan, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pendahulunya. ***

    • Penulis adalah Staf pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang

    http://blog-ansyari.blogspot.com/2011/12/asal-usul-nama-gunung-pangilun-yang.html

    Asal Usul Nama Gunung Pangilun Yang Berada Di Kota Padang SumBar

    Ansyari, Des. 2011

    sekedar berbagi cerita rakyat aja nih gan..

    Dari dahulu, legenda tentang asal-usul nama daerah sangat menarik untuk diteliti. Dibutuhkan kemampuan menggali layaknya wartawan untuk mendapatkan banyak informasi dari informan yang dipercaya. selain itu juga dipelukan bukti setidaknya bukti penglihatan yang menguatkan informasi informan.

    Pada tulisan ini akan diceritakan asal-usul nama Gunung Pangilun yang hingga saat ini hanya sedikit orang yang mengetahui. Banyak yang tidak mengetahui tentang asal usul dari nama Gunung Pangilun. Dari sebuah penelitian kecil-kecil dengan 2 orang informan yang dipercaya didapat sebuah cerita tentang asal-usul nama Gunung pangilun.

    Informan sendiri mendapat sebagian cerita dari orang-orang tua saat ia masih kecil. Itulah ciri khas sastra lisan, sumbernya tidak tertulis tetapi didapat dari mulut ke mulut. Berikut kesimpulan dari cerita legenda ini.

    Dahulu kala disebuah daerah hiduplah seorang pria tua yang bernama Angku Pangilun. Angku Pangilun tinggal di lereng sebuah perbukitan bersama beberapa anjing peliharaannya. Angku Pangilun ini adalah orang yang sangat dihormati dan disegani di desa karena kesaktiannya.

    Kesaktian Angku Pangilun tidak hanya menjadi buah bibir di desa saja, tetapi juga di berbagai daerah. Banyak penduduk desa dan penduduk dari daerah lain yang berguru kepadanya atau sekedar meminta pertolongan kepadanya. Kesaktian yang dimiliki oleh Angku Pangilun sangat banyak.

    Orang-orang dari berbagai pelosok daerah sering meminta bantuannya untuk berbagai keperluan. Kebanyakan dari mereka pergi menemui Angku Pangilun untuk berobat. Mereka percaya bahwa paureh (ramuan) yang telah dimantrai oleh Angku Pangilun berkhasiat mengobati penyakit.

    Selain itu, Angku Pangilun juga sering dipanggil untuk menjadi pawang binatang buas yang sering menyerang desa. Tak jarang pula ia dimintai untuk membuatkan Paureh Padi (Ramuan Padi). Paureh Padi ini adalah ramuan yang dibuat agar padi yang ditanam tumbuh subur dan terhindar dari hama.

    Di akhir hayatnya Angku Pangilun masih mendapatkan penghargaan yang tinggi dari masyarakat. Penduduk desa dan orang-orang yang menghormatinya sepakat untuk menguburkan jasadnya di puncak tertinggi dari bukit tempat ia tinggal. Puncak tersebut kemudian terkenal dengan nama “Puncak Tampat” atau Puncak Keramat.

    Untuk menghormati dan mengenang jasa Angku Pangilun yang telah banyak menolong, penduduk desa lalu menamai bukit itu dengan nama “Gunung Pangilun”, dan daerah sekitar juga dikenal dengan nama yang sama. Di ceritakan informan, sewaktu ia masih kecil banyak orang berziarah ke kuburan Angku Pangilun.

    Tujuan mereka berziarah anatara lain untuk berdoa agar tanaman padi mereka terhindar dari hama penyakit. Bahan-bahan yang mereka bawa ke Puncak Tampat adalah Paureh Padi yang terdiri atas air sumur yang di dalamnya ditambahkan bunga tujuh rupa dan beberapa potong asam kapeh.

    Selain membawa paureh padi, mereka juga membawa semacam sesaji berupa 2 gengggam beras, lapek, dan abu tungku rang marando. Lapek adalah makanan ringan yang dibungkus daun pisang, lapek ini ada berbagai macam, ada lapek pisang, lapek sagu, lapek sagan, lapek parancih,dll. Sedangkan abu tungku rang marando adalah abu tungku yang berasal dari rumah yang di dalamnya tinggal seorang janda.

    Diceritakan lagi oleh informan, bahwa pada zaman penjajahan Jepang dulu pernah terjadi peristiwa gaib di Puncak Tampat (Kuburan Angku Pangilun). Pada suatu hari ada sebuah pesawat Jepang yang oleng dan hampir jatuh tepat di atas kuburan Angku Pangilun. Karena keramatnya, pesawat yang seharusnya jatuh menimpa kuburan justru malantiang atau menyimpang jauh arah jatuhnya sehingga kuburan tersebut aman.

    Hingga kini, cerita ini menjadi legenda karena dipercaya oleh sebagian orang. Umumnya pihak yang percaya adalah orang-orang tua yang tahu dengan cerita Angku Pangilun. Selain mendapat cerita dari mulut ke mulut, di puncak bukit (puncak Tampat) memang terdapat bukti berupa kuburan yang panjangnya kira-kira 3 meter. yang menurut informan adalah makam Angku Pangilun walaupun belum jelas keasliannya.

     
  • Virtual Chitchatting 11:10 PM on 2013/01/15 Permalink  

    Gunung Pangilun sebagai Objek Politik: Hutan Kota, Shelter

    by S3ra Sutan Rajo Ali
    Jakarta, 15 Januari 2013

    Gunung Pangilun, nama kelurahan di Kecamatan Padang Utara, Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Wilayah seluas 25 km persegi dihuni oleh 25.000 penduduk. Gunung Pangilun merupakan daerah (bekas) bantaran sungai yang berbelok.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Pangilun,_Padang_Utara,_Padang

    http://www.wikimapia.org/2692995/MTS-Gunung-Pangilun

    1. 201101100107, Gunung Pangilun tak Terawat
    2. 201011181048, Shelter Buatan Tuhan : Pemerintah, Tolonglah Gunung Pangilun
    3. 201204302105, Gunung Pangilun Ditetapkan Jadi Shelter
    4. 20120430213621, Wako Sambut Positif Gunung Pangilun Dijadikan Shelter
    5. 20090313190320, Gunung Pangilun Berpotensi Jadi Miniatur Hutan Kota
    6. 200906200930, Gunung Pangilun Padang Direncanakan Jadi Hutan Kota

    http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=445:gunung-pangilun-tak-terawat&catid=1:haluan-padang&Itemid=70

    Gunung Pangilun tak Terawat

    Senin, 10 Januari 2011 01:07

    PADANG, HALUAN — Puncak Gunung Pa­ngi­lun di Kecamatan Pa­dang Utara kini kon­disinya tak terawatt lagi. Kawasan puncak gu­nung yang dijadikan lokasi evakuasi tersebut sekarang ditumbuhi se­mak belukar. Wakil Walikota Pa­dang, Mahyeldi Ans­ha­rullah saat meninjau lokasi tersebut, kemarin (9/1) langsung me­ngin­s­truk­sikan Kepala Dinas Perta­nian dan Kehutanan ber­koordinasi dengan Camat Padang Utara untuk me­ra­wat lokasi evakuasi ter­sebut.

    “Jangan ketika ada gempa dan isu gempa beredar saja, puncak Gunung Pangilun ini jadi perhatian, tapi mestinya harus diperhatikan terus. Termasuk jalannya yang yang tidak ada tum­buhan pohon,” kata Mah­­yeldi saat pe­nin­jauan yang juga didampingi Ketua Partai Golkar Kota Padang, Wahyu Iramana Putra.

    Di samping itu, Lobang Jepang pe­ninggalan zaman penjajahan yang ada di kawasan Gunung Pangilun tersebut juga jadi perhatian untuk dibenahi, sehingga Gunung Pangilun tidak hanya dikenal sebagai lokasi evakuasi, tapi menarik juga untuk tempat santai keluarga dan berolahraga. (h/vid)


    http://www.minangforum.com/Thread-Shelter-Buatan-Tuhan-Pemerintah-Tolonglah-Gunung-Pangilun

    Shelter Buatan Tuhan : Pemerintah, Tolonglah Gunung Pangilun

    Langkisau, 11-18-2010 10:48 AM

    PADANG – Secanggih apapun shelter dan escape building untuk lari jika tsunami melanyau Padang, tak ada yang sekokoh shelter buatan Tuhan, Gunung Pangilun. Bukit di tengah kota itu, gagah menghadap ke laut. Ia belintangkan tubuhnya yang perkasa. Rakyat dan TNI telah membuat tangga ke puncaknya.

    Tapi sayang, pemerintah yang elok budi ini, tak merawatnya. Semak belukar, duri dan onak menyungkup jalur evakuasi itu. Gunung Pangilun di Padang Utara itu seakan disediakan alam untuk melindungi warga Padang jika bencana tsunami terjadi. Posisinya tepat di tengah-tengah kota.

    Sudah berapa kali Padang dihoyak gempat Gunung Pangilun tak goyah. Kakinya seakan dipancangkan ke perut bumi. Daripada rencana ke rencana saja, rapat ke rapat, lebih baik shelter buatan Tuhan itu, disiangi jalan nya. “Jika benar tsunami terjadi hanya ini benteng terakhir kami.

    Di atas juga lapang, sebelumnya ada lapangan voli di puncaknya,” sebut Katina, warga Gunung Pangilun pada Singgalang, Senin (15/11). Gunung Pangilun, tingginya sekitar 50 meter dari permukaan laut. Kondisinya melingkung seperti huruf ‘L’ bisa menampung ribuan manusia di punggungnya. Jalan juga sudah ada, ada empat jalur yang bisa diperggunakan untuk mendaki ke sana.

    Jalur pertama, melalui jalan utama, yaitu Jalan Gajah Mada kondisinya cukup terjal. Tapi di situ sudah dibangun 126 anak tangga. Jalan itu dibangun Manunggal TNI bersama masyarakat setempat sejak akhir 2008. Jalan itu memang dipersiapkan untuk evakuasi jika bencana yang telah menjadi momok itu datang.

    Jalur kedua, di belakang gedung Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Sumbar. Di sini terdapat sebanyak 145 anak tangga. Namun lebih landai. Jalur ini posisinya arah utara dari Gunung, juga bisa memberikan kesempatan lari lebih banyak.

    Jalur ketiga, tepatnya di depan kantor Lurah Gunung Pangilun. Di sini ada dua jalur sekaligus, satu untuk manusia, satu lagi untuk kendaraan bermotor. Untuk jalur tangganya terdapat sekitar 100 anak tangga. Sedangkan untuk mobil juga bisa menampung sebanyak 10 mobil lebih di punggungnya.

    Jalur keempat, melalui intake PDAM Gunung Pangilun. Di sana jalurnya sudah bersih dan diaspal. Juga areal menuju puncak lebih landai. Hanya saja warga sekitar lebih kawatir untuk ke sana. Ini disebabkan jika benar gempa terjadi intake itu juga bisa pecah, dan jalan menuju ke sana akan tertutup reruntuhan kolam intake.

    Selain itu, bukit ini juga bisa didaki dari semua sisi. Dindingnya semuanya dikelilingi permukiman warga. Sehingga tak sulit untuk mencapai lereng Gunung Pangilun tersebut. Di punggungnya juga terdapat dataran cukup luas untuk aktivitas. Sebelumnya saja, warga bermain voli di puncak Gunung Pangilun tersebut.

    Semak belukar

    Meski menjanjikan tempat alternatif untuk lari jika bencana tsunami menghantam Padang, Gunung Pangilun belum mudah untuk didaki. Sebab, jika hanya mengandalkan tangga jelas tidak mungkin memberikan kesempatan ribuan orang untuk berlari naik. Begitu juga tidak semua orang bisa mencapai tangga, jelas akan mencari sisi lainnya yang lebih cepat dicapai.

    Saat ini, Gunung Pangilun benar-benar rimba. Meski posisinya dalam kota kondisi semak tetap saja masih ada. Seluruh lereng dan punggungnya ditumbuhi oleh pohon bambu, selain itu juga ditumbuhi perdu lainnya. Di beberapa titik juga ada daun pandan berduri. Jika berlari saja ke atasnya dengan menerobos semak-semak itu.

    Begitu sampai penuh luka oleh duri dan gatal terkena miang. Jika tidak akan tersangkut dalam belukar. Sebab, belukarnya saja sampai setinggi 6 meter. “Semak itu bikin kita takut, jangan-jangan kita lari ke atas malah di lilit ular,” sebut Katina lagi. Selain itu, katanya, saat ini warga sekitar Gunung Pangilun mengharapkan jalur-jalur yang sudah ada mencapai puncak Gunung Pangilun itu dibersihkan.

    Sehingga dengan mudah untuk berlari mencapai puncaknya. Sementara saat ini belum sampai ke puncak sudah dihalangi semak-semak. “Sudah saya sampai pada lurah, kami hanya minta koordinir dari lurah untuk gotong royong bersama seluruh RT untuk bergotong royong, ternyata sampai sekarang tidak ada jawabannya.

    Lurahnya juga kurang kreatif. Sementara warga juga sudah ketakutan,” sebut Katina. Dengan kondisi Gunung Pangilun seperti itu, akhirnya Katina mencoba membersihkan apa yang bisa dibersihkannya di sekitar Gunung Pangilun, sehingga lebih mudah untuk ke puncak. “Kami berharap adanya perhatian pemerintah untuk mempersiapkan gunung ini dengan membersihkan jalur-jalur untuk ke puncak,” katanya. (singgalang)


    http://www.padang-today.com/?mod=berita&today=detil&id=35798

    Gunung Pangilun Ditetapkan Jadi Shelter

    Padang Today, Senin, 30/04/2012 – 21:05 WIB

    Warga Gunung Pangilun Kota Padang menyetujui wilayah tersebut di jadikan Shelter untuk  menyelamatkan diri jika terjadi musibah tsunami.  Penetapan ini sangat disetujui masyarakat Gunung Pangilun. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat sangat memahami kondisi Kota Padang yang rawan terhadap musibah gempa dan Tsunami.

    “Maka jalan atau akses menuju puncak Gunung Pangilun akan dibangun dengan segera. Malahan di atas atau dipuncak gunung pangilun  akan dilengkapi berbagai sarana untuk masyarakat, air PDAM, mushalla, penerangan (listrik)  dan sarana untuk istirahat warga,” kata Fauzi Bahar dalam pertemuan dengan Halius Husen, tokoh dari daerah Gunung Pangilun.

    Richardi Akbar, Humas Pemko yang hadir pada kegiatan itu menyampaikan banyak masukan dari masyarakat, terutama tentang aturan agar bangunan bertingkat wajib mempunyai shelter. Gunung Pangilun yang berdiri menjulang tinggi juga berdekatan dengan beberapa sekolah salah satu diantaranya, Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSMABI) SMA Negeri 3 Padang, Sekolah yang memiliki lebih dari seribu siswa-siswi. Bahkan siswa RSMABI 3 Padang juga sudah sering melakukan peletihan Simulasi Tsunami ke Gunung Pangilun tersebut (*)


    http://www.sumbaronline.com/berita-10007-wako-sambut-positif-gunung-pangilun-dijadikan-shelter.html

    Wako Sambut Positif Gunung Pangilun Dijadikan Shelter

    Senin, 30 April 2012 – 21:36:21 WIB

    PADANG, SO–Warga Gunung Pangilun Kota Padang menyetujui wilayah tersebut dijadikan Shelter untuk menyelamatkan diri apabila terjadi musibah Tsunami. Kesepakatan ini disampaikan warga kepada Walikota Padang DR. H. Fauzi Bahar, MSi dihadiri tokoh masyakat Minang H. Halius Husen yang juga Ketua Komisi Kejaksaan RI, para perantau Gunung Pangilun, para Ninik Mamak, Bundo Kanduang, Camat dan Lurah di surau Jambak Gunung Pangilun, jalan Gajah Mada Kota Padang.

    Permohonan Pemko Padang disetujui masyarakat Gunung Pangilun. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat sangat memahami kondisi Kota Padang yang rawan terhadap musibah gempa dan Tsunami. Maka jalan atau akses menuju puncak Gunung Pangilun akan dibangun segera.

    “Malahan di atas atau dipuncak gunung Pangilun akan dilengkapai berbagai sarana untuk masyarakat, air akan dialiri oleh PDAM, mushalla, penerangan (listrik) dan sarana untuk istirahat warga”, ujar Kabid Humas Pemko Padang Richardi Akbar, S. Sos kepada pers, hari ini.

    Warga juga bersedia memindahkan pandam perkuburan warganya ke tempat lain. Walikota H. Fauzi Bahar bersedia menyediakan lahan pandam pekuburan khusus bagi warga Gunung Pangilun di kawasan Air Dingin, Lubuk Minturun. Sejalan dengan itu, Amir yang juga tokoh masyarakat Gunung Pangilun mengharapkan kepada masyarakat kota, melalui Pemko Padang hendaknya setiap warga yang akan membangun Ruko bertingkat harus menyediakan Shelter.

    Kegunaannya bukan hanya untuk pemilik ruko saja, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk masyarakat lainnya, sebut Amir.

    Gunung Pangilun yang berdiri menjulang tinggi juga berdekatan dengan beberapa sekolah salah satu diantaranya, Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSMABI) SMA Negeri 3 Padang, sekolah yang memiliki lebih dari seribu siswa-siswi. Bahkan siswa RSMABI 3 Padang juga sudah sering melakukan pelatihan Simulasi Tsunami ke Gunung Pangilun tersebut. Dilaporkan : debi/*


    http://www.sumbarprov.go.id/detail_news.php?id=168

    Gunung Pangilun Berpotensi Jadi Miniatur Hutan Kota

    2009-03-13 19:03:20

    Padang, (ANTARA) – Gunung Pangilun yang berada pada pusat Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) merupakan potensi besar untuk dijadikan miniatur hutan kota, sehingga ke depan perlu direncanakan penataannya dan terus-menerus menanam pohon di kawasan itu. Pandangan itu disampaikan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar, Ir. Hendri Oktavia, usai kegiatan penanaman pohon dalam rangka peringatan Hari Bakhti Rimbawan ke 26, di Puncak Gunung Pangilun Padang, Jumat.

    Justru itu, kawasan Gunung Pangilun dijadikan sebagai salah satu lokasi penanaman sebanyak 2.000 batang pohon di antaranya, bibit petai, ketapang dan durian. Lebih lanjut Hendri mengatakan, pihaknya mendorong kawasan Gunung Pangilun menjadi miniatur hutan kota, karena setelah dilihat kelilingnya posisi strategis dan topografi serta tanjakan-tanjakan cukup mendukung dikembangkan.

    Dengan topografis dan tanah yang sumbur sangat memungkin untuk menanam spesies tanaman bernilai ekonomis. Selain itu, karena posisinya yang berada di pusat kota, sangat menjanjikan untuk dijadikan obyek wisata dan kawasan konservasi. Maka perlu terus menerus menanam pada lahan yang tak ada pohonnya.

    Menurut Hendri, dalam pengembangan menjadi hutan kota, perlu dorongan bersama dari semua pihak, sehingga dapat dijadikan miniatur hutan kota yang berpotensi jadi tujuan wisata alam. ‘Kita sudah bicarakan dengan Dinas Pertenakan, Perekbunan dan Kehutanan Padang, serta tokoh masyarakat setempat sangat mendukung,’ katanya.

    Kendati demikian, tindaklanjutnya tentu diharapakan Disperbunhut Kota Padang, guna meyakinkan pemerintah kota, sehingga ke depan dapat direalisasikan. ‘Pengembangan Gunung Pangilun untuk menjadi miniatur hutan kota, tentu perlu rancangan perencaan yang matang dan inilah yang harus dikerjasamakan,’katanya.

    Dalam kesempatan itu, tokoh masyarakat Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, Syahrial Patai, mengatakan mendukung rencana dijadikannya Gunung Pangilun miniatur hutan kota. Gunung Pangilun memang sudah waktunya untuk dikembangkan, karena satu potensi untuk dijadikan obyek wisata alam.

    ‘Saya salah satu pemilik tanah di Gunung Pangilun, sangat yakin masyarakat mendukung untuk dikembangkan menjadi hutan kota, karena akan berdampak positif, baik segi penataan dan ekonomis,’ katanya. Apalagi rute masuk ke Gunung Pangilun berada pada titik aman, karena ada Satpam dan titik rute turunnya juga dilingkungan tokoh masyarakat.

    ‘Kita yakin tak akan ada masyarakat yang menolak untuk dikembangkan menjadi kawasan hutan kota,’ katanya. (antara-sumbar.com) (adrianto)


    http://www.rohmawati.net/?p=24#more-24

    Gunung Pangilun Padang Direncanakan Jadi Hutan Kota

    Saturday, June 20th, 2009 at 9:30

    Gunung Pangilun Padang Gunung Pangilun yang berada di pusat Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) berpotensi besar untuk dijadikan miniatur hutan kota, oleh karena itu ke depan perlu direncanakan penataannya dan menanami pohon di kawasan itu. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar, Ir. Hendri Oktavia, usai kegiatan penanaman pohon dalam rangka peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke 26, di Puncak Gunung Pangilun Padang, Jumat (13/3).

    Karena itulah maka kawasan Gunung Pangilun dijadikan sebagai salah satu lokasi penanaman sebanyak 2.000 batang pohon di antaranya, bibit petai, ketapang dan durian. Lebih lanjut Hendri mengatakan, pihaknya mendorong kawasan Gunung Pangilun menjadi miniatur hutan kota, karena posisinya strategis dan topografi serta tanjakan-tanjakannya cukup mendukung untuk dikembangkan.

    Dengan topografis dan kondisi tanah yang subur sangat memungkinkan untuk di tnanami spesies tanaman bernilai ekonomis. Selain itu, karena posisinya yang berada di pusat kota, sangat menjanjikan untuk dijadikan obyek wisata dan kawasan konservasi.

    Menurut Hendri, untuk mengembangkan menjadi hutan kota, perlu dukungan bersama dari semua pihak, sehingga dapat dijadikan miniatur hutan kota yang berpotensi untuk tujuan wisata alam. “Kita sudah bicarakan dengan Dinas Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Padang, serta tokoh masyarakat setempat sangat mendukung,” katanya.

    Kendati demikian, tindaklanjutnya tentu diharapakan dari Disperbunhut Kota Padang, guna meyakinkan Pemerintah Kota, sehingga kedepan dapat direalisasikan. “Pengembangan Gunung Pangilun untuk menjadi miniatur hutan kota, tentu perlu perencanaan yang matang dan inilah yang harus dikerjasamakan,” katanya.

    Dalam kesempatan itu, tokoh masyarakat Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, Syahrial Patai, mengatakan mendukung rencana dijadikannya Gunung Pangilun sebagai miniatur hutan kota. Gunung Pangilun memang sudah waktunya untuk dikembangkan, karena merupakan satu potensi untuk dijadikan obyek wisata alam.

    “Saya salah satu pemilik tanah di Gunung Pangilun, sangat yakin masyarakat mendukung untuk dikembangkan menjadi hutan kota, karena akan berdampak positif, baik segi penataan dan ekonomis. Kita yakin tak akan ada masyarakat yang menolak untuk dikembangkan menjadi kawasan hutan kota,” katanya.[tvOne]

     
  • Virtual Chitchatting 9:33 AM on 2012/12/03 Permalink  

    How Savages (2012) Overcasting Blake Lively’s Shining Figure (6) 

    20100207, Blake Lively in Miami

    Photos: Flynet, Mavrix




























    by s3ra

     
  • Virtual Chitchatting 9:32 AM on 2012/12/03 Permalink  

    How Savages (2012) Overcasting Blake Lively’s Shining Figure (5) 

    20100720





    by s3ra

     
  • Virtual Chitchatting 9:31 AM on 2012/12/03 Permalink  

    How Savages (2012) Overcasting Blake Lively’s Shining Figure (4) 

    201106


























    by s3ra

     
  • Virtual Chitchatting 9:30 AM on 2012/12/03 Permalink  

    How Savages (2012) Overcasting Blake Lively’s Shining Figure (3) 

    20121009, Blake Lively at Chanel Fine Jewelry’s 80th Anniversary of the Bijoux de Diamants Collection in New York City

    Photo: Fame/Flynet, Getty, INFdaily, Splash News, WENN






















    by s3ra

     
  • Virtual Chitchatting 9:29 AM on 2012/12/03 Permalink  

    How Savages (2012) Overcasting Blake Lively’s Shining Figure (2) 

    20121015, Blake Lively on the set of Gossip Girl in New York City

    Photo: Bauer-Griffin, Fame/Flynet, INFdaily, Splash News, WENN















    20120920, Blake Lively on the set of Gossip Girl in New York City

    Photo: INFdaily




    by s3ra

     
  • Virtual Chitchatting 9:28 AM on 2012/12/03 Permalink  

    How Savages (2012) Overcasting Blake Lively’s Shining Figure 

    indonesia as the escapade from the baja cartel, the vicious mexican drug cartel and blake likely began to live again “like savages” in Indonesia

    by S3ra Sutan Rajo Ali
    Jakarta, 3 December 2012 03:24:37

    why do you think the united states invaded afghanistan? not the oil, but the best cannabis in the world.

    the script writer of the movie titled Savages knew how to sew the red yarns tying what really actually happened and happens in the world. what impressed me much is that they are very pleased and amazed with the sweetness of indonesian people. and blake lively still thinks indonesia as a jungle with no toilet paper. but blake lively claimed and admitted indonesia’s magic island or the voodoo island, shall i say?

    the script writer is also well informed about the sayings in islam, just like
    @01:12:38,312, May AIIah be with you.
    @01:26:33,563, If the mountain doesn’t come to Mohammed, Mohammed comes to CaIifornia.

    the script writer is also very well informed about the economics and politics. the highly legalised corrupted bureaucrates in each and every government institutions alike. the neo-libs have justified the existence of the political clowns to have been existing on tv.

    The screenplay was written by Shane Salerno, Winslow and Stone. The film was released on July 6, 2012 and on DVD and Blu-ray on November 13, 2012.

    a pity to john travolta’s downgrading lives, careers, and roles

    what do you know about hillary clinton? another savage. she is a savage. she is a slut loving sucking jewish cocks.


    The magnetic torrent for Savages (2012)

    Savages UNRATED (2012) 720p BrRip x264 – YIFY
    3 files, 1 GiB (1076818029 Bytes), 1097 seeders, 226 leechers
    2012-11-04 04:22:40 GMT, YIFY, green, VIP
    magnet:?xt=urn:btih:fd90a3ee246ea7dbfa9ae567c1184f4f8fbf64cb&dn=Savages+UNRATED+%282012%29+720p+BrRip+x264+-+YIFY&tr=udp%3A%2F%2Ftracker.openbittorrent.com%3A80&tr=udp%3A%2F%2Ftracker.publicbt.com%3A80&tr=udp%3A%2F%2Ftracker.istole.it%3A6969&tr=udp%3A%2F%2Ftracker.ccc.de%3A80

    http://thepiratebay.se/torrent/7790266/Savages_UNRATED_%282012%29_720p_BrRip_x264_-_YIFY

    FORMAT…………………..: MP4
    CODEC……………………: X264
    GENRE……………………: Crime
    FILE SIZE………………..: 1.00 GB
    RESOLUTION……………….: 1280*536
    FRAME RATE……………….: 23.976 fps
    LANGUAGE…………………: English
    SUBTITLES………………..: English
    RUNTIME………………….: 131 mins

    Entrepreneurs Ben, a peaceful and charitable marijuana producer, and friend Chon, a former Navy SEAL, run a lucrative, homegrown industry – raising some of the best weed ever developed. They also share a one-of-a-kind love with Ophelia. Life is idyllic in their Southern California town… until the Mexican Baja Cartel decides to move in and demands that the trio partners with them. When the merciless head of the BC, Elena and her enforcer, Lado, underestimate the unbreakable bond of the three friends, Ben and Chon – with the reluctant assistance of a dirty DEA agent – wage a seemingly unwinnable war against the cartel. And so begins a series of increasingly vicious ploys and maneuvers in a high stakes, savage battle of wills.


    The plot

    Best friends Chon (Taylor Kitsch) and Ben (Aaron Johnson) are marijuana growers living in Laguna Beach, California. Chon, a former Navy SEAL, smuggled the seeds for the plants out of Afghanistan. These seeds yielded a particularly potent strain of marijuana that soon developed a wide customer base and made Chon and Ben very wealthy. The two are in a polyamorous relationship with O (Blake Lively) as a girlfriend.

    While Ben is doing charity work overseas, Chon and O receive a video from cartel enforcer Lado (Benicio del Toro), a man they do not know. The video shows several severed heads and a chainsaw, leading them to worry about Ben, who they fear is one of the victims. However, Ben returns safely the next day, and Chon and Ben go to meet with the Mexican cartel. After refusing the cartel’s offer for a partnership, Chon and Ben make plans with O to leave and go to Indonesia for a year, not telling her that they are fleeing the cartel.

    Chon and Ben speak to corrupt DEA agent Dennis (John Travolta) who urges them to partner with the cartel. O, meanwhile, is kidnapped by Lado and several members of the cartel. Chon and Ben are notified of O’s kidnapping via a Skype call from cartel leader Elena (Salma Hayek), who threatens to harm O before again urging the two to partner with the cartel.

    Chon and Ben speak with Dennis about the situation, but the conversation turns sour, with Chon stabbing Dennis in the hand and punching him in the face. After Dennis angrily leaves, Chon and Ben decide to retaliate. With help from Chon’s Navy SEAL friends, the duo attacks a cartel truck, killing seven of Elena’s men. The duo decides to frame Alex (Demián Bichir) for the murders. With help from Dennis, they falsify the evidence and give it to Lado, who tortures the man before forcing Ben to immolate him. While being tortured, the man begs for his life “On the head of Magda”, revealing to Chon and Ben that Elena’s daughter is still alive.

    O has been kept in horrible living conditions while asking to speak to someone. Elena, feeling sorry for her, allows her to contact her mother. While in captivity and after drugging her, Lado rapes O and records it. Elena later brings her to her estate to have someone to talk to.

    Meanwhile, Ben and Chon bribe Dennis for information on Magda (Sandra Echeverria), ultimately paying him $3 million for the information and the name of his snitch in Elena’s cartel. After kidnapping Magda, Ben and Chon skype Elena once more, establishing that they are now in control. With Elena at their mercy, the two arrange a meeting, at which point both O and Magda will be released.

    The exchange is set to occur in the middle of the desert, with snipers from both sides prepared to fire. Elena requests to know the identity of the man who revealed the location of her daughter, and Chon reveals that it was Lado. Elena attempts to kill Lado, but he shoots her first. An intense shootout erupts, with Chon being shot several times. Lado is shot in the back by Ben, but manages to shoot Ben in the neck before being killed by O. With Ben mortally wounded, Chon injects him, himself, and O with a fatal overdose, so the three can die together.

    It is then revealed that this sequence is how O feared the events would transpire. In reality, Lado steals Elena’s car and drives off as DEA agents arrive, led by Dennis. Everyone at the meeting is arrested, but since Ben possesses incriminating information on Dennis, Dennis names Ben and Chon as his informants for the past six years, leading to them being released from jail. Ben, Chon and O leave the country together and live “like savages” in Indonesia.


    The production

    By August 2011, the film was shooting in the Pacific Palisades neighborhood of Los Angeles.The sex scenes were filmed during the first three days. The film entered post-production in October 2011.

    “We had two weeks rehearsal, so we talked about it until we were about to pass out. I think I had known Blake for three or four days, before we shot [those scenes]. That was the first week of shooting. It was just about trusting Blake and Oliver, like you do on any set. I was just glad it was over with, to be honest. It’s very awkward to do. It’s such a big part of Chon and who he is. That’s how you meet him, so it’s a pretty intense reveal, no pun intended. It’s all part of it, but I was glad it was in the first week.”

    • Kitsch on shooting sex scenes[4]

    The dialogues

    00:03:48,478 –> 00:03:51,647
    CaII me O.
    I was named after OpheIia,

    00:03:51,815 –> 00:03:55,401
    the bipolar
    basket-case in HamIet,
    who committed suicide.

    00:08:42,105 –> 00:08:44,690
    So where do you
    think the best cannabis
    in the worId comes from?

    00:08:46,735 –> 00:08:48,110
    Afghanistan.

    00:08:53,783 –> 00:08:57,036
    So, Chon, from the most
    dangerous ground in the world,

    00:08:57,204 –> 00:09:00,956
    smuggles back
    the finest seeds.

    00:09:06,588 –> 00:09:08,380
    lt grew.

    00:09:08,548 –> 00:09:10,507
    Within six years,
    they had a couple of farms

    00:09:10,592 –> 00:09:12,343
    and a great customer base.

    00:09:20,810 –> 00:09:23,938
    lt became urban legend.

    00:09:24,105 –> 00:09:25,481
    lf you ask any serious head

    00:09:25,649 –> 00:09:28,776
    where the best
    dope in the world
    in the 21 st century is,

    00:09:28,944 –> 00:09:32,947
    it’s not ThaiIand, Jamaica,
    and certainly not Mexico.

    00:09:40,664 –> 00:09:45,334
    lt’s right here
    in CaIifornia, USA.

    00:10:35,010 –> 00:10:39,888
    Fifteen miIIion
    satisfied customers
    can’t all be wrong.

    00:10:43,393 –> 00:10:45,686
    But the big money comes
    from shipping it out of state.

    00:10:47,689 –> 00:10:51,942
    At high prices,
    they get up to
    $6,000 a pound.

    00:15:26,843 –> 00:15:29,052
    CIose your Iegs,
    it’s showing.

    00:15:30,054 –> 00:15:31,346
    Sorry.

    00:15:31,514 –> 00:15:32,889
    I was taIking to him.

    00:21:49,058 –> 00:21:51,017
    The forks are out,
    the pie’s getting smaIIer.

    00:21:52,228 –> 00:21:54,688
    Too many cops
    with their hands
    in the pie, Dennis?

    00:22:30,099 –> 00:22:33,518
    WeII, weIcome to
    the recession, boys.

    00:22:33,602 –> 00:22:36,438
    You shouId be gratefuI
    you stiII have
    a product peopIe want.

    00:24:26,507 –> 00:24:30,260
    You don’t change the worId.
    It changes you.

    00:25:28,485 –> 00:25:30,778
    Our distribution
    is internationaI.

    00:25:31,280 –> 00:25:34,490
    We’ll give you protection
    on a scale you’re
    not accustomed to.

    00:25:35,034 –> 00:25:38,703
    We provide low-cost insurance,
    low-interest start-up loans,

    00:25:38,871 –> 00:25:42,540
    money-laundering services
    to all your producers
    and distributors.

    00:25:42,708 –> 00:25:45,668
    You see, we Iease
    a good amount of land
    in this country.

    00:25:45,836 –> 00:25:49,631
    Some of it,
    Indian tribaI Iand,
    not subject to federal law.

    00:25:49,798 –> 00:25:52,884
    We have the structure
    and Iabor force

    00:25:53,052 –> 00:25:56,679
    to cuItivate
    thousands and thousands
    of acres aII at once.

    00:27:29,606 –> 00:27:31,899
    They can replace
    every man they lose,
    and we can’t.

    00:31:15,457 –> 00:31:17,124
    Indonesia.

    00:31:17,292 –> 00:31:19,418
    Where in Indonesia?
    Can’t say.

    00:32:21,481 –> 00:32:22,982
    Indonesia.

    00:32:23,150 –> 00:32:26,777
    I put a water system
    in this pretty IittIe viIIage,
    by a beach.

    00:32:27,779 –> 00:32:30,740
    And they’re
    the sweetest peopIe
    you’d ever meet.

    00:32:34,494 –> 00:32:35,911
    I think you’II Iove it.

    00:32:36,079 –> 00:32:37,079
    Me, too.

    00:32:51,136 –> 00:32:54,722
    Where in Indonesia?
    Isn’t it 1 0,000 isIands
    or something?

    00:40:07,363 –> 00:40:09,490
    When we get to Indonesia,

    00:40:40,063 –> 00:40:42,564
    I’ve got three months tops
    in Indonesia.

    00:40:47,278 –> 00:40:50,239
    OPHELIA: Living in
    a jungIe sounds great,

    00:40:50,406 –> 00:40:52,407
    but where’s
    the toiIet paper?

    00:40:52,534 –> 00:40:53,617
    (BOTH LAUGH)

    00:41:07,799 –> 00:41:13,053
    Let’s not go to Indonesia.
    Let’s just stay here forever.

    00:43:50,628 –> 00:43:53,088
    They’re Iike corporations.
    None of them Iast.

    00:50:11,008 –> 00:50:14,010
    We didn’t make you an offer
    to hear a counteroffer.

    00:50:14,303 –> 00:50:17,847
    We made you a deaI
    to which we
    expected compIiance.

    00:59:21,683 –> 00:59:24,685
    Savages don’t make deaIs, Ben.

    01:03:23,884 –> 01:03:27,428
    When HiIIary CIinton grows up,
    she wants to be EIena Sanchez.

    01:09:22,951 –> 01:09:26,036
    We’re smaII, compared to you.
    Grow up, motherfucker.

    01:12:38,312 –> 01:12:41,314
    Copy that, gentIemen.
    May AIIah be with you.

    01:26:33,563 –> 01:26:37,608
    If the mountain
    doesn’t come to Mohammed,
    Mohammed comes to CaIifornia.

    02:01:46,841 –> 02:01:50,469
    They want you to
    waIk through it cIean,
    but what’s cIean anymore?

    02:01:54,891 –> 02:01:57,559
    If you want to see
    the reaI crooks,
    the reaI pros,

    02:01:57,644 –> 02:01:59,561
    just turn on
    the fucking TV.

    02:02:03,066 –> 02:02:07,069
    We’ve made heroes of whores.
    A nation of whores.

    02:02:07,153 –> 02:02:09,947
    WaII Street. Washington.

    02:02:10,949 –> 02:02:14,117
    Those bastards make
    what I do out here
    Iook pathetic.

    02:13:21,535 –> 02:13:24,078
    OPHELIA: And oId Dennis,
    who couIdn’t Ieave town
    with his three miI

    02:13:24,288 –> 02:13:27,165
    had to horn in on the action.

    02:15:02,720 –> 02:15:04,804
    They say we’re in Africa

    02:15:06,640 –> 02:15:08,182
    off Kenya.

    02:15:09,518 –> 02:15:12,937
    Or some magic
    isIand in Indonesia.

    02:15:53,771 –> 02:15:56,147
    but l began to live again.


    The snapshots



































    by s3ra

     
  • Virtual Chitchatting 9:27 AM on 2012/12/03 Permalink  

    indonesia as the escapade from the baja cartel, the vicious mexican drug cartel and blake likely began to live again “like savages” in Indonesia

    by S3ra Sutan Rajo Ali
    Jakarta, 3 December 2012 03:24:37

    why do you think the united states invaded afghanistan? not the oil, but the best cannabis in the world.

    the script writer of the movie titled Savages knew how to sew the red yarns tying what really actually happened and happens in the world. what impressed me much is that they are very pleased and amazed with the sweetness of indonesian people. and blake lively still thinks indonesia as a jungle with no toilet paper. but blake lively claimed and admitted indonesia’s magic island or the voodoo island, shall i say?

    the script writer is also well informed about the sayings in islam, just like
    @01:12:38,312, May AIIah be with you.
    @01:26:33,563, If the mountain doesn’t come to Mohammed, Mohammed comes to CaIifornia.

    the script writer is also very well informed about the economics and politics. the highly legalised corrupted bureaucrates in each and every government institutions alike. the neo-libs have justified the existence of the political clowns to have been existing on tv.

    The screenplay was written by Shane Salerno, Winslow and Stone. The film was released on July 6, 2012 and on DVD and Blu-ray on November 13, 2012.

    a pity to john travolta’s downgrading lives, careers, and roles

    what do you know about hillary clinton? another savage. she is a savage. she is a slut loving sucking jewish cocks.


    The magnetic torrent for Savages (2012)

    Savages UNRATED (2012) 720p BrRip x264 – YIFY
    3 files, 1 GiB (1076818029 Bytes), 1097 seeders, 226 leechers
    2012-11-04 04:22:40 GMT, YIFY, green, VIP
    magnet:?xt=urn:btih:fd90a3ee246ea7dbfa9ae567c1184f4f8fbf64cb&dn=Savages+UNRATED+%282012%29+720p+BrRip+x264+-+YIFY&tr=udp%3A%2F%2Ftracker.openbittorrent.com%3A80&tr=udp%3A%2F%2Ftracker.publicbt.com%3A80&tr=udp%3A%2F%2Ftracker.istole.it%3A6969&tr=udp%3A%2F%2Ftracker.ccc.de%3A80

    http://thepiratebay.se/torrent/7790266/Savages_UNRATED_%282012%29_720p_BrRip_x264_-_YIFY

    FORMAT…………………..: MP4
    CODEC……………………: X264
    GENRE……………………: Crime
    FILE SIZE………………..: 1.00 GB
    RESOLUTION……………….: 1280*536
    FRAME RATE……………….: 23.976 fps
    LANGUAGE…………………: English
    SUBTITLES………………..: English
    RUNTIME………………….: 131 mins

    Entrepreneurs Ben, a peaceful and charitable marijuana producer, and friend Chon, a former Navy SEAL, run a lucrative, homegrown industry – raising some of the best weed ever developed. They also share a one-of-a-kind love with Ophelia. Life is idyllic in their Southern California town… until the Mexican Baja Cartel decides to move in and demands that the trio partners with them. When the merciless head of the BC, Elena and her enforcer, Lado, underestimate the unbreakable bond of the three friends, Ben and Chon – with the reluctant assistance of a dirty DEA agent – wage a seemingly unwinnable war against the cartel. And so begins a series of increasingly vicious ploys and maneuvers in a high stakes, savage battle of wills.


    The plot

    Best friends Chon (Taylor Kitsch) and Ben (Aaron Johnson) are marijuana growers living in Laguna Beach, California. Chon, a former Navy SEAL, smuggled the seeds for the plants out of Afghanistan. These seeds yielded a particularly potent strain of marijuana that soon developed a wide customer base and made Chon and Ben very wealthy. The two are in a polyamorous relationship with O (Blake Lively) as a girlfriend.

    While Ben is doing charity work overseas, Chon and O receive a video from cartel enforcer Lado (Benicio del Toro), a man they do not know. The video shows several severed heads and a chainsaw, leading them to worry about Ben, who they fear is one of the victims. However, Ben returns safely the next day, and Chon and Ben go to meet with the Mexican cartel. After refusing the cartel’s offer for a partnership, Chon and Ben make plans with O to leave and go to Indonesia for a year, not telling her that they are fleeing the cartel.

    Chon and Ben speak to corrupt DEA agent Dennis (John Travolta) who urges them to partner with the cartel. O, meanwhile, is kidnapped by Lado and several members of the cartel. Chon and Ben are notified of O’s kidnapping via a Skype call from cartel leader Elena (Salma Hayek), who threatens to harm O before again urging the two to partner with the cartel.

    Chon and Ben speak with Dennis about the situation, but the conversation turns sour, with Chon stabbing Dennis in the hand and punching him in the face. After Dennis angrily leaves, Chon and Ben decide to retaliate. With help from Chon’s Navy SEAL friends, the duo attacks a cartel truck, killing seven of Elena’s men. The duo decides to frame Alex (Demián Bichir) for the murders. With help from Dennis, they falsify the evidence and give it to Lado, who tortures the man before forcing Ben to immolate him. While being tortured, the man begs for his life “On the head of Magda”, revealing to Chon and Ben that Elena’s daughter is still alive.

    O has been kept in horrible living conditions while asking to speak to someone. Elena, feeling sorry for her, allows her to contact her mother. While in captivity and after drugging her, Lado rapes O and records it. Elena later brings her to her estate to have someone to talk to.

    Meanwhile, Ben and Chon bribe Dennis for information on Magda (Sandra Echeverria), ultimately paying him $3 million for the information and the name of his snitch in Elena’s cartel. After kidnapping Magda, Ben and Chon skype Elena once more, establishing that they are now in control. With Elena at their mercy, the two arrange a meeting, at which point both O and Magda will be released.

    The exchange is set to occur in the middle of the desert, with snipers from both sides prepared to fire. Elena requests to know the identity of the man who revealed the location of her daughter, and Chon reveals that it was Lado. Elena attempts to kill Lado, but he shoots her first. An intense shootout erupts, with Chon being shot several times. Lado is shot in the back by Ben, but manages to shoot Ben in the neck before being killed by O. With Ben mortally wounded, Chon injects him, himself, and O with a fatal overdose, so the three can die together.

    It is then revealed that this sequence is how O feared the events would transpire. In reality, Lado steals Elena’s car and drives off as DEA agents arrive, led by Dennis. Everyone at the meeting is arrested, but since Ben possesses incriminating information on Dennis, Dennis names Ben and Chon as his informants for the past six years, leading to them being released from jail. Ben, Chon and O leave the country together and live “like savages” in Indonesia.


    The production

    By August 2011, the film was shooting in the Pacific Palisades neighborhood of Los Angeles.The sex scenes were filmed during the first three days. The film entered post-production in October 2011.

    “We had two weeks rehearsal, so we talked about it until we were about to pass out. I think I had known Blake for three or four days, before we shot [those scenes]. That was the first week of shooting. It was just about trusting Blake and Oliver, like you do on any set. I was just glad it was over with, to be honest. It’s very awkward to do. It’s such a big part of Chon and who he is. That’s how you meet him, so it’s a pretty intense reveal, no pun intended. It’s all part of it, but I was glad it was in the first week.”

    — Kitsch on shooting sex scenes[4]


    The dialogues

    00:03:48,478 –> 00:03:51,647
    CaII me O.
    I was named after OpheIia,

    00:03:51,815 –> 00:03:55,401
    the bipolar
    basket-case in HamIet,
    who committed suicide.

    00:08:42,105 –> 00:08:44,690
    So where do you
    think the best cannabis
    in the worId comes from?

    00:08:46,735 –> 00:08:48,110
    Afghanistan.

    00:08:53,783 –> 00:08:57,036
    So, Chon, from the most
    dangerous ground in the world,

    00:08:57,204 –> 00:09:00,956
    smuggles back
    the finest seeds.

    00:09:06,588 –> 00:09:08,380
    lt grew.

    00:09:08,548 –> 00:09:10,507
    Within six years,
    they had a couple of farms

    00:09:10,592 –> 00:09:12,343
    and a great customer base.

    00:09:20,810 –> 00:09:23,938
    lt became urban legend.

    00:09:24,105 –> 00:09:25,481
    lf you ask any serious head

    00:09:25,649 –> 00:09:28,776
    where the best
    dope in the world
    in the 21 st century is,

    00:09:28,944 –> 00:09:32,947
    it’s not ThaiIand, Jamaica,
    and certainly not Mexico.

    00:09:40,664 –> 00:09:45,334
    lt’s right here
    in CaIifornia, USA.

    00:10:35,010 –> 00:10:39,888
    Fifteen miIIion
    satisfied customers
    can’t all be wrong.

    00:10:43,393 –> 00:10:45,686
    But the big money comes
    from shipping it out of state.

    00:10:47,689 –> 00:10:51,942
    At high prices,
    they get up to
    $6,000 a pound.

    00:15:26,843 –> 00:15:29,052
    CIose your Iegs,
    it’s showing.

    00:15:30,054 –> 00:15:31,346
    Sorry.

    00:15:31,514 –> 00:15:32,889
    I was taIking to him.

    00:21:49,058 –> 00:21:51,017
    The forks are out,
    the pie’s getting smaIIer.

    00:21:52,228 –> 00:21:54,688
    Too many cops
    with their hands
    in the pie, Dennis?

    00:22:30,099 –> 00:22:33,518
    WeII, weIcome to
    the recession, boys.

    00:22:33,602 –> 00:22:36,438
    You shouId be gratefuI
    you stiII have
    a product peopIe want.

    00:24:26,507 –> 00:24:30,260
    You don’t change the worId.
    It changes you.

    00:25:28,485 –> 00:25:30,778
    Our distribution
    is internationaI.

    00:25:31,280 –> 00:25:34,490
    We’ll give you protection
    on a scale you’re
    not accustomed to.

    00:25:35,034 –> 00:25:38,703
    We provide low-cost insurance,
    low-interest start-up loans,

    00:25:38,871 –> 00:25:42,540
    money-laundering services
    to all your producers
    and distributors.

    00:25:42,708 –> 00:25:45,668
    You see, we Iease
    a good amount of land
    in this country.

    00:25:45,836 –> 00:25:49,631
    Some of it,
    Indian tribaI Iand,
    not subject to federal law.

    00:25:49,798 –> 00:25:52,884
    We have the structure
    and Iabor force

    00:25:53,052 –> 00:25:56,679
    to cuItivate
    thousands and thousands
    of acres aII at once.

    00:27:29,606 –> 00:27:31,899
    They can replace
    every man they lose,
    and we can’t.

    00:31:15,457 –> 00:31:17,124
    Indonesia.

    00:31:17,292 –> 00:31:19,418
    Where in Indonesia?
    Can’t say.

    00:32:21,481 –> 00:32:22,982
    Indonesia.

    00:32:23,150 –> 00:32:26,777
    I put a water system
    in this pretty IittIe viIIage,
    by a beach.

    00:32:27,779 –> 00:32:30,740
    And they’re
    the sweetest peopIe
    you’d ever meet.

    00:32:34,494 –> 00:32:35,911
    I think you’II Iove it.

    00:32:36,079 –> 00:32:37,079
    Me, too.

    00:32:51,136 –> 00:32:54,722
    Where in Indonesia?
    Isn’t it 1 0,000 isIands
    or something?

    00:40:07,363 –> 00:40:09,490
    When we get to Indonesia,

    00:40:40,063 –> 00:40:42,564
    I’ve got three months tops
    in Indonesia.

    00:40:47,278 –> 00:40:50,239
    OPHELIA: Living in
    a jungIe sounds great,

    00:40:50,406 –> 00:40:52,407
    but where’s
    the toiIet paper?

    00:40:52,534 –> 00:40:53,617
    (BOTH LAUGH)

    00:41:07,799 –> 00:41:13,053
    Let’s not go to Indonesia.
    Let’s just stay here forever.

    00:43:50,628 –> 00:43:53,088
    They’re Iike corporations.
    None of them Iast.

    00:50:11,008 –> 00:50:14,010
    We didn’t make you an offer
    to hear a counteroffer.

    00:50:14,303 –> 00:50:17,847
    We made you a deaI
    to which we
    expected compIiance.

    00:59:21,683 –> 00:59:24,685
    Savages don’t make deaIs, Ben.

    01:03:23,884 –> 01:03:27,428
    When HiIIary CIinton grows up,
    she wants to be EIena Sanchez.

    01:09:22,951 –> 01:09:26,036
    We’re smaII, compared to you.
    Grow up, motherfucker.

    01:12:38,312 –> 01:12:41,314
    Copy that, gentIemen.
    May AIIah be with you.

    01:26:33,563 –> 01:26:37,608
    If the mountain
    doesn’t come to Mohammed,
    Mohammed comes to CaIifornia.

    02:01:46,841 –> 02:01:50,469
    They want you to
    waIk through it cIean,
    but what’s cIean anymore?

    02:01:54,891 –> 02:01:57,559
    If you want to see
    the reaI crooks,
    the reaI pros,

    02:01:57,644 –> 02:01:59,561
    just turn on
    the fucking TV.

    02:02:03,066 –> 02:02:07,069
    We’ve made heroes of whores.
    A nation of whores.

    02:02:07,153 –> 02:02:09,947
    WaII Street. Washington.

    02:02:10,949 –> 02:02:14,117
    Those bastards make
    what I do out here
    Iook pathetic.

    02:13:21,535 –> 02:13:24,078
    OPHELIA: And oId Dennis,
    who couIdn’t Ieave town
    with his three miI

    02:13:24,288 –> 02:13:27,165
    had to horn in on the action.

    02:15:02,720 –> 02:15:04,804
    They say we’re in Africa

    02:15:06,640 –> 02:15:08,182
    off Kenya.

    02:15:09,518 –> 02:15:12,937
    Or some magic
    isIand in Indonesia.

    02:15:53,771 –> 02:15:56,147
    but l began to live again.


    by s3ra

     
  • Virtual Chitchatting 9:45 AM on 2012/11/27 Permalink  

    Akal-akalan Bakrie menjatuhkan harga saham Bumi Resources demi mengemplang utang US$ 1,35 milyar 

    http://mayachitchatting.wordpress.com/2012/02/11/aksi-gali-lubang-tutup-lubang-ala-bakrie/

    Akal-akalan Bakrie menjatuhkan harga saham Bumi Resources demi mengemplang utang US$ 1,35 milyar

    oleh Sando Sasako
    Lead Consultant
    Advanced Advocacy Plus

    Jakarta, 27 November 2012 03:05:56

    Analis pasar modal di Indonesia seharusnya sudah tahu bahwa saham Bumi Resources merupakan saham yang paling sering digoreng, penuh gosip murahan. Harga saham Bumi Resources tidak ubahnya roller coaster yang sebentar naik, sebentar turun, layaknya pemain akrobat. Sebagai konsekuensinya, para investor tidak bisa mengandalkan saham Bumi Resources sebagai alat investasi jangka panjang.

    Hal ini disadari Vallar dan berbagai investor dunia lainnya yang terkecoh ulah Bakrie bersaudara. This is insane. I bought the stocks with expensive price. How can I sell it with cheaper price? I cannot book my investments in Bumi Resources with lower rates of return each in every period of accounting reports. Dasar cakil.

    1. 20090924, CIC Bets Big on Resources. 2
    2. 200912080927, Mengurai Skema Ekspansi dan Utang Maha Besar BUMI 3
    3. 20110129, Follow the Cash. 7
    4. 20110429, 1Q11 earnings underway: PTBA, INDF, APLN winners – JP Morgan. 10
    5. 201106101020, Bakrie & Brothers Steps Up Overhaul 11
    6. 20111017, Bumi plc’s US$2bn acquisition of BRM called off 13
    7. 20120124, Coal Industry Losing Steam.. 13
    8. 201202032050, Bakrie vehicle moves to oust Rothschild from Bumi 14
    9. 201202051912, Call for Bumi vote on Rothschild criticised. 16
    10. 20120206, Bakrie family seeking to oust Rothschild from Bumi board. 17
    11. 201202142012, Bumi investors reach EGM accord. 18
    12. 20120215, Bakries: Rothschild can stay on Bumi board. 19
    13. 201203191210, Head of Bumi Investor Wants to Restructure Firm.. 20
    14. 201204112318, Some Investors See Makings of Coal-Share Resurgence. 20
    15. 201204231911, Investor concerns about the use of leverage in the Bakrie Group. 22
    16. 201209241633, Bumi Plc Temukan Indikasi Penyimpangan Dana, Saham Bumi Resources Anjlok. 22
    17. 201209251035, Ari Hudaya Mundur dari BUMI Plc Pasca Dugaan Penyimpangan Dana. 23
    18. 20121102, Rothschild Forming Consortium With Prabowo to Counter Bakrie Buyout 24
    19. 20121105, Bumi Says Receives Rothschild Counter Proposal 26
    20. 201211060837, Investigasi Bumi Plc Hambat Refinancing Utang Bumi Resources. 26
    21. 201211070907, ‘Dijepit’ Prabowo-Rothschild, Saham Bakrie Keok. 27
    22. 201211080625, Kisruh Bakrie-Rothschild, Saham BUMI Takkan Melejit 28
    23. 201211091935, Rotchchild Tunjuk Macfarlanes, BUMI Minta Diaudit PN Jaksel 29
    24. 201211131053, Rothschild Kibarkan Bendera Perang ke Bakrie. 30
    25. 201211171510, 12 Desember, Bumi Plc Bahas Lagi Sengketa Bakrie-Rothschild. 31
    26. 201211171605, Bumi Plc Putuskan Penawaran Bakrie Tahun Depan. 32
    27. 201211201649, Bumi Plc Belum Konfirmasi BEI 33
    28. 201211212328, Rothschild backed by Friedland on Bumi 34
    29. 20121122, Robert Friedland joins Rothschild-Bakrie fight over Indonesia coal mines. 35
    30. 201211230938, Friedland backs Rothschild over Bumi: Sources. 36
    31. 201211231147, Jika Bakrie Terdepak, Rothschild Guyur Bumi USD270 Juta. 36
    32. 201211231345, Rothschild Raises $270 Million for Bumi Severance Proposal 38
    33. 201211261202, Menakar Kekuatan Rothschild, si Musuh Bakrie  40

    http://online.wsj.com/article/SB125373234125034921.html

    20090924, CIC Bets Big on Resources

    By RICK CAREW and TOM WRIGHT, September 24, 2009

    HONG KONG — China’s sovereign-wealth fund is fast becoming a major backer of natural-resources companies world-wide, as the $300 billion fund seeks to buy into a global rebound. China Investment Corp. on Wednesday ramped up its position in the commodities area for the second time in two days with a $1.9 billion debt-like investment in PT Bumi Resources of Indonesia, the country’s largest producer of thermal coal, or coal used to generate electricity.

    The day before, CIC agreed to buy a 15% stake in Hong Kong-based commodities trader Noble Group Ltd. for $850 million. Together with a $1.5 billion investment in Canadian miner Teck Resources Ltd. in early July, CIC has agreed in the past three months to invest at least $4.25 billion in resource deals, a sign of how energy, metals and agricultural commodities are proving increasingly central to the Chinese state fund’s investment strategy.

    CIC’s willingness to dole out cash contrasts with other sovereign-wealth funds, for example those in the Middle East and Singapore, which remain cautious after having seen their portfolios hurt in the financial crisis. It also brings life to the mergers-and-acquisitions market, which until lately had been dormant as credit dried up.

    CIC’s resource plays dovetail with China’s long-term strategic interest in securing access to natural resources. Chinese officials have pushed state-owned firms to buy overseas mining and oil assets this year as commodity prices dropped. CIC has avoided taking majority stakes in companies, sticking to minority holdings.

    CIC’s willingness to dole out cash contrasts with other sovereign-wealth funds, for example those in the Middle East and Singapore, which remain cautious after having seen their portfolios hurt in the financial crisis. Above, the New Poly Plaza in Beijing, where the headquarters of CIC is located.

    In the energy patch, CIC and other China-based investors are currently very sought-after bidders for energy properties as other suitors have stayed on the sidelines. After a pummeling last year, commodity prices along with stock prices of commodity producers have bounced back in recent months. Still, they are far from their highs last year. Many energy companies and energy private-equity firms remain eager to unload some assets for cash.

    The CIC moves also fit broadly into the fund’s efforts to capture the potential upside from a global economic rebound. “As the market turns around, there are lots of opportunities for CIC and other sovereign-wealth funds,” CIC’s supervisory board chairman, Jin Liqun, told The Wall Street Journal in an interview last month.

    “‘Cash is king’ will turn into ‘capital is king,’” though he noted that “as a long-term investor, CIC will continue to keep a balanced portfolio.” CIC has made other bets beyond resources that seem leveraged to a global rebound, particularly in the real-estate sector. In recent days, it has taken small stakes in Chinese real-estate developers.

    It also has helped bail out the company behind London’s Canary Wharf property development, and bought into an Australian real-estate trust. China analysts at J.P. Morgan Chase & Co. estimate CIC could put as much as $50 billion into deals this year. The spate of activity signals renewed confidence at CIC, which endured criticism over poor timing on its high-profile purchase of stakes in Blackstone Group LP and Morgan Stanley in 2007.

    Chairman Lou Jiwei said recently China’s government might add to the $200 billion it gave CIC to manage if it posts good returns. Last year, the sovereign-wealth fund lost just 2.1% on its global portfolio by staying mostly in cash, outperforming many big sovereign-wealth and pension funds.

    China’s positive experience with CIC is encouraging it to propose a sovereign-wealth fund to solve global imbalances. Chinese central bank vice governor Hu Xiaolian said in a paper released Tuesday that the Group of 20 should consider setting up a “supra-sovereign-wealth investment fund” that would invest some of the surplus in poor countries “so that these countries can serve as new engines in global recovery and growth.”

    Indonesia is the world’s largest exporter of thermal coal, which is generally used for generating power, and Bumi Resources is one of the biggest producers with two highly-productive mines on Borneo island. The investment in Indonesia’s Bumi Resources will offer CIC a 12% annual cash coupon with an internal rate of return of 19%, Bumi said in a statement. The debt-like instrument will have a six-year term, Bumi said.

    Earlier this year, a spokesman for Bakrie & Brothers, an Indonesian company that holds a large stake in Bumi Resources, said the company was considering a strategic tie-up with Chinese investors who were looking to secure long-term supplies of coal for generating electricity.

    A spokesman for Bakrie & Brothers wasn’t immediately reached for comment Wednesday. With the Noble deal, CIC will hold nearly 15% of the firm, a commodities company with assets ranging from Brazilian sugar mills to Australian iron ore to oilseed-processing facilities in China and India. CIC will own about 17% of Teck Resources, which produces copper, metallurgical coal and zinc, among other things.

    —Ann Davis and Carolyn Cui contributed to this article.
    Write to Rick Carew at rick.carew@wsj.com and Tom Wright at tom.wright@wsj.com
    Printed in The Wall Street Journal, page C1
    Copyright 2012 Dow Jones & Company, Inc. All Rights Reserved

    This copy is for your personal, non-commercial use only. Distribution and use of this material are governed by our Subscriber Agreement and by copyright law. For non-personal use or to order multiple copies, please contact Dow Jones Reprints at 1-800-843-0008 or visit


    http://www.detikfinance.com/read/2009/12/08/092745/1255828/479/mengurai-skema-ekspansi-dan-utang-maha-besar-bumi

    200912080927, Mengurai Skema Ekspansi dan Utang Maha Besar BUMI

    Indro Bagus SU – detikFinance, Selasa, 08/12/2009 09:27 WIB

    Jakarta – Tak satu saham pun yang menjadi sorotan publik dengan sangat kritis di jagad pasar modal Indonesia layaknya saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), setidaknya untuk saat ini. Saking kritisnya, terkadang persepsi ikutan disangka fakta. Ya, badai rumor tak henti-hentinya menerpa bangunan kokoh perusahaan milik konglomerat yang pernah menduduki peringkat orang terkaya di Indonesia, Aburizal Bakrie.

    PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengklaim masih memegang 16% saham BUMI. Namun data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat tidak ada satu pun perusahaan atau investor yang memiliki saham BUMI lebih dari 5%. Terlepas dari itu, sulit melepaskan BUMI dari asosiasi dengan grup Bakrie.

    Dan mungkin karena itu pula rumor dan spekulasi seolah menjadi teman hidup yang paling dekat dengan BUMI. Sebab, induknya pun tak luput dari serangan rumor. Tapi mau bagaimana lagi, langkah dan strategi bisnis grup Bakrie memang kerap mengundang kontroversi.

    Polah tingkah ekstrem nan berani grup Bakrie pernah dituding menjadi salah satu penyebab kejatuhan pasar modal tahun 2008. Namun kesuksesan grup Bakrie dalam mencetak uang juga berangkat dari strategi yang sama.

    Begitu pula dengan BUMI. Perusahaan batubara terbesar di Indonesia sekaligus eksportir batubara terbesar di dunia ini, kini tengah menghadapi segudang pertanyaan dan spekulasi pelaku pasar lantaran aksi utang besar hingga US$ 3,325 miliar yang mungkin bisa bertambah lagi ke depannya.

    BUMI dituding melakukan aksi nekat dengan utang tersebut. Pelaku pasar kemudian berbicara posisi beban utang BUMI, dampaknya pada kinerja jangka pendek perseroan, sampai-sampai mengkait-kaitkannya dengan dana kampanye politik Aburizal Bakrie.

    “Banyak orang tidak mengerti kemudian berspekulasi sendiri tentang apa yang sedang kami lakukan. Bahkan sampai menuding pinjaman ini untuk dana politik. Itu sangat tidak logis,” tegas SVP Investor Relations BUMI, Dileep Srivastava dalam bincang-bincangnya dengan detikFinance, Senin (7/12/2009).

    Menurut Dileep, spekulasi dan rumor yang berkembang di kalangan pelaku pasar tidak memiliki dasar yang jelas. Apalagi soal posisi beban utang BUMI seperti sering dibahas pelaku pasar. “Orang cenderung melihat dampak yang terjadi dalam waktu jangka pendek, ketimbang melihat apa yang akan kami raih dan keuntungan yang akan kami berikan pada pemegang saham kami di masa mendatang,” jelas Dileep.

    Dileep mengakui kalau skema ekspansi yang sedang dipersiapkan BUMI boleh tergolong ekstrem dan kelewat berani. Namun menurutnya, BUMI melakukan itu bukan tanpa perhitungan. “Situasi ini mirip ketika kami memutuskan mengambil alih KPC (PT Kaltim Prima Coal) dan Arutmin (PT Arutmin Indonesia). Ketika itu banyak yang mengatakan kami terlalu nekat melakukan ekspansi,” ujar Dileep.

    BUMI mengambil alih 80% saham Arutmin dari BHP Biliton pada 2001. Sisanya sebesar 20% yang menjadi milik PT Ekakarsa Yasakarya Indonesia yang juga merupakan perusahaan grup keluarga Bakrie dituntaskan pada tahun 2004. KPC sebelumnya milik British Petroleum dan Rio Tinto dengan kepemilikan masing-masing 50%. BUMI mengambil alih tuntas KPC pada tahun 2003.

    BUMI yang saat itu masih merupakan perusahaan energi kecil-kecilan, sebagai wujud perubahan usaha dari usaha sebelumnya di sektor pariwisata yang mengelola bisnis hotel di Uzbekistan, kemudian mendapat reaksi dari pelaku pasar. “Di tengah kondisi ekonomi saat itu, dimana perbankan sulit mengucurkan pinjaman kecuali dengan bunga tinggi, orang-orang mempertanyakan alasan kami mengambil pinjaman berbunga tinggi dan bernilai besar. Nilainya total sekitar US$ 1,1 miliar,” ujar Dileep.

    Dengan pinjaman sebesar itu, tentu tak sedikit pihak yang lantas meragukan apakah manajemen BUMI mampu terus tumbuh dengan beban utang dan beban bunga yang harus ditanggung. “Hasilnya, semua orang bisa membuktikan. Pada tahun 2007-2008, kami melunasi seluruh utang US$ 1,1 miliar dan BUMI menjadi perusahaan besar dengan zero debt (nihil utang), hanya dengan melepas 30% saham KPC dan Arutmin kepada Tata,” jelasnya.

    “Anda investasi miliaran dolar dan seluruhnya kembali hanya dalam waktu 4 tahun. Adakah perusahaan lain yang mampu melakukan ini selain BUMI?” imbuhnya. Sikap optimistis Dileep sebetulnya beralasan. Dengan investasi sebesar US$ 1,1 miliar yang orang bilang nekat, BUMI berhasil melunasi seluruhnya sekaligus mencetak EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, demortisasi dan amortisasi) tertinggi perseroan sepanjang sejarah pada tahun 2008.

    “BUMI melunasi seluruh utang US$ 1,1 miliar pada tahun 2008, bersamaan dengan peningkatan produksi hingga 2 kali lipat di 2008. Dan karena itu, kami pun mencetak EBITDA tertinggi yang pernah diraih pada tahun 2008,” ujarnya. Produksi batubara BUMI sebesar 40 juta ton di 2003. Pada tahun 2008, produksi batubara BUMI naik menjadi 52,8 juta ton.

    Pendapatan BUMI tahun 2004 sebesar Rp 9,811 triliun. Pada tahun 2008, pendapatan BUMI mendekati US$ 4 miliar (hampir Rp 40 triliun). Laba bersih BUMI tahun 2004 sebesar Rp 1,21 triliun. Pada tahun 2008, laba bersih BUMI meningkat drastis menjadi US$ 654 juta (sekitar Rp 6,5 triliun).

    Seluk-Beluk Maha Utang US$ 3,325 Miliar

    Sukses dari akuisisi KPC dan Arutmin, BUMI kini sedang berencana ekspasi besar-besaran. Sejak periode Agustus hingga Desember 2009, BUMI meraih pendanaan raksasa dengan total nilai mencapai US$ 3,325 miliar.

    Berikut daftar pendanaan eksternal yang diperoleh BUMI:

    1. Pada 5 Agustus 2009, BUMI melalui Enercoal Resources Pte Ltd menerbitkan obligasi konversi senilai US$ 375 juta. Obligasi konversi ini berjangka waktu 5 tahun dengan kupon bunga tetap sebesar 9,25%. BUMI memberikan opsi pelunasan tunai atas obligasi konversi ini saat jatuh tempo di 2014.
    2. Pada September 2009, BUMI melalui Bumi Netherlands BV meraih pinjaman raksasa dari China Investment Corporation (CIC) senilai US$ 1,9 miliar. Pinjaman ini terbagi ke dalam 3 struktur yakni pinjaman pertama sebesar US$ 600 juta berjangka waktu 4 tahun, pinjaman kedua US$ 600 juta berjangka waktu 5 tahun dan pinjaman ketiga US$ 700 juta berjangka waktu 6 tahun. Tiga pinjaman ini berkupon bunga 12% setahun dengan penambahan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 7% saat masing-masing pinjaman ini jatuh tempo.
    3. Pada 13 November 2009, BUMI menerbitkan obligasi konvensional senilai US$ 300 juta. Obligasi berjangka waktu 7 tahun ini memberikan kupon bunga 12% per tahun.
    4. Pada 25 November 2009, BUMI melalui Enercoal, lagi-lagi mengeluarkan obligasi konversi senilai US$ 300 juta. Obligasi konversi ini berjangka waktu 7 tahun dengan kupon bunga 5%.
    5. BUMI juga memperoleh fasilitas pinjaman senilai US$ 300 juta dari Credit Suisse.
    6. Teranyar, BUMI meraih pinjaman jangka pendek 6 bulan dari JP Morgan senilai US$ 150 juta pada 7 Desember 2009.

    Rincian penggunaan dana tersebut sebagai berikut:

    1. Investasi dan akuisisi senilai US$ 1,419 miliar.
    2. Pembiayaan kembali utang (refinancing) senilai US$ 1,3 miliar.
    3. Belanja modal (capital expenditure/capex) senilai US$ 314 juta.
    4. Equity swap senilai US$ 240 juta.
    5. Cap called option atas obligasi konversi senilai US$ 52 juta.

    Menurut Dileep, BUMI sebenarnya bisa saja tidak melakukan refinancing atas utang-utangnya senilai US$ 1,3 miliar karena perseroan masih memiliki kas internal sebesar US$ 1 miliar. “Kita punya pinjaman sebesar US$ 1,2-1,3 miliar yang akan jatuh tempo di 2009, 2010 dan 2011. Kas internal kita mencukupi untuk melunasinya, saat ini ada sekitar US$ 1 miliar,” ujarnya.

    Skema Ekspansi Organik BUMI

    Dileep mengatakan, jika perseroan tidak meraih pendanaan baru dengan jatuh tempo lebih panjang ketimbang pinjaman yang akan jatuh tempo di 2009-2011, maka kas internal tersebut tidak bisa digunakan untuk pengembangan proyek. “Dengan adanya pendanaan baru tersebut, yang mana pembayarannya baru akan dimulai pada 2013, kami memiliki keleluasaan dalam menggunakan kas internal kami. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan proyek Herald, Gorontalo, Citra Palu, Mauritania, Fajar Bumi Sakti (FBS) dan Pendopo,” ujar Dileep.

    Berikut skema pengembangan proyek tersebut:

    1. Herald Resources Ltd (lead dan zinc) sebesar US$ 211 juta. Jadwal operasi pada 2011. Target peningkatan EBITDA sebesar US$ 150 juta per tahun.
    2. Gorontalo (emas) dan Citra Palu (tembaga) sebesar US$ 500 juta. Jadwal operasi pada 2013. Target peningkatan EBITDA sebesar US$ 900 juta per tahun.
    3. Mauritania (bijih besi) sebesar US$ 300 juta. Operasi dijadwalkan 2013. Target peningkatan EBITDA sebesar US$ 250 juta per tahun.
    4. FBS dan Pendopo (batubara) sebesar US$ 150 juta. Jadwal operasi pada 2011-2013. Target peningkatan EBITDA sebesar US$ 100 juta per tahun.

    Total investasi pada 4 proyek ini mencapai US$ 1,161 miliar yang akan didanai dari kas internal BUMI yang telah leluasa untuk digunakan setelah dilakukan refinancing atas utang yang jatuh tempo 2009-2011. Selain itu, BUMI juga menargetkan produksi batubara KPC dan Arutmin sebesar 111 juta ton di 2012.

    Untuk itu, dua anak emas BUMI ini akan menganggarkan capex sebesar US$ 1,1 miliar. “KPC dan Arutmin mendanai peningkatan kapasitas produksi dari kas internal mereka sendiri. Jadi bukan berasal dari kas BUMI. Melalui peningkatan kapasitas menjadi 111 juta ton di 2012, EBITDA akan meningkat US$ 800 juta per tahun,” papar Dileep.

    Dengan demikian, total nilai investasi BUMI beserta KPC dan Arutmin mencapai US$ 2,261 miliar. Namun proyeksi peningkatan EBITDA dari seluruh pengembangan ini mencapai US$ 2,2 miliar per tahun, setimpal dengan dana yang harus dikucurkan. Berhubung pengembangan 4 proyek tersebut menggunakan kas internal BUMI serta capex KPC dan Arutmin yang berasal dari kas internal sendiri, maka BUMI kini masih memiliki dana akuisisi dan investasi sebesar US$ 1,419 miliar.

    “Sebesar US$ 500 juta digunakan untuk pelunasan seketika akuisisi Fajar Bumi Sakti, Pendopo dan Darma Henwa,” ujar Dileep. Meski Dileep tidak menyebutkan secara detil, namun setelah dikurangi US$ 500 juta tersebut, secara kasar BUMI kini masih memiliki dana segar untuk investasi dan akuisisi sebesar US$ 919 juta.

    Akuisisi Newmont

    Skema ekspansi selanjutnya adalah akuisisi Newmont. Dileep angkat bicara soal ini. “Sebagian besar sisa dana tersebut akan dikucurkan kepada PT Multi Daerah Bersaing (MDB) dalam bentuk pinjaman untuk mengakuisisi 24% saham Newmont,” ujar Dileep. MDB merupakan perusahaan patungan antara PT Multicapital (75%) dan pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat (25%) dalam akuisisi 24% saham PT Newmont Nusa Tenggara.

    Multicapital merupakan anak usaha BUMI secara tidak langsung dengan kepemilikan 99%. Total dana yang harus dikeluarkan MDB untuk mengakuisisi 24% saham Newmont mencapai US$ 884 juta. BUMI telah mengucurkan pinjaman sebesar US$ 391 juta kepada MDB untuk pengambilalihan 10% saham Newmont.

    Pada akhir Desember 2009, BUMI akan kembali meminjamkan US$ 493 juta untuk akuisisi 14% saham Newmont sisanya. Mengenai laba yang akan diterima BUMI melalui akuisisi tidak langsung 24% saham Newmont ini belum dapat diperkirakan. Namun proyeksi saat ini, Newmont diperkirakan bakal membukukan laba bersih lebih dari US$ 600 juta pada 2009.

    “Saya tidak bisa menyebutkan berapa pemasukan yang akan diperoleh dari Newmont di masa mendatang. Namun anda menghitung sendiri berdasarkan proyeksi laba Newmont terhadap porsi kepemilikan kami di Newmont,” ujarnya. Berandai-andai seluruh dana akuisisi 24% saham Newmont sebesar US$ 884 juta telah dikucurkan, maka secara kasar sisa dana masih ada sekitar US$ 35 juta.

    Berau & BHP Biliton

    Skema ekspansi BUMI tak berhenti sampai Newmont. BUMI kini tengah merancang ekspansi ke sektor pemasaran batubara. Salah satu target awalnya adalah dengan ikutan memasarkan batubara yang diproduksi oleh PT Berau Coal yang baru saja diakuisisi oleh Recapital Advisors.

    “Kami akan mulai investasi dalam pemasaran batubara. Tujuannya agar membentuk posisi tawar terhadap pembentukan harga jual batubara di pasar. Pembicaraan sedang dilakukan dengan Recapital,” ujarnya. Dileep juga mengungkapkan perseroan sedang ikutan memberi penawaran terhadap rencana divestasi tambang batubara Coking.

    Sayangnya ia tidak menyebutkan namanya. Namun hampir dapat dipastikan, tambang yang dimaksud adalah konsesi Coking Coal milik BHP Biliton yang terletak di Maruwai, Kalimantan Timur. Dileep juga belum bisa menyebutkan dana yang disiapkan perseroann untuk keperluan itu. “Kalau memang diperlukan, kami bisa mencari pendanaan lagi di pasar,” ujarnya.

    Penerbitan Saham Baru

    Belakangan santer kabar yang mengatakan BUMI berencana melakukan penerbitan saham baru yang mengkait-kaitkan CIC bakal menjadi pembeli siaga (standby buyer) dengan tujuan menjadi pemegang saham BUMI. Dileep angkat bicara soal ini. Menurutnya, penerbitan saham baru memang salah satu opsi yang sedang dikaji perseroan.

    Mengenai CIC sebagai standby buyer, Dileep juga belum dapat memberikan kepastian. “Sesuai regulasi, perusahaan terbuka dimungkinkan untuk menerbitkan saham baru untuk mendapatkan pendanaan. Itu salah satu opsi yang juga kami kaji jika memang diperlukan. Namun mekanismenya seperti apa, belum difinalisasi,” ujarnya.

    Demikianlah kiranya skema ekspansi dan maha utang BUMI yang mengundang kontroversi itu. Meski banyak kalangan meragukan potensi keberhasilannya, namun BUMI mengaku optimistis jika seluruh rencana ini berhasil, maka mulai tahun 2013, BUMI akan mencatat kinerja keuangan yang mencengangkan.

    “Proyeksi kami, mulai tahun 2013 pendapatan akan berlipat ganda dari apa yang diraih pada 2008,” ujarnya. (dro/qom)


    http://online.barrons.com/article/SB50001424052970203876704576102160738698764.html

    20110129, Follow the Cash

    By ERIN E. ARVEDLUND  | MORE ARTICLES BY AUTHOR, Saturday, January 29, 2011

    Talking with Charles Clough, founder of Clough Capital Partners. Charles Clough is best known as Merrill Lynch’s long-time chief stock-market strategist whose bearishness in 2000 didn’t sit well with a brokerage firm that proclaimed itself “bullish on America.” Clough was right, of course; the dot-com-driven market soon failed spectacularly. His track record since parting ways with Merrill has been pretty good, too.

    Now in its 11th year, Boston-based Clough Capital Partners oversees $3.6 billion, including hedge funds, mutual funds and institutional accounts. His flagship hedge fund Clough Capital I’s cumulative return since its inception in 2000 totals 197%, compared with 12% for the Standard & Poor’s 500 benchmark; it’s up an average of 10.5% a year since its start, versus 1.1% for the S&P. The firm last year was one of Barron’s Top 100 Hedge Funds (“Thriving Survivors,” May 24, 2010).

    Clough, who tends to invest along broad themes, has been emphasizing the shares of companies generating high free-cash-flow yields, some of them running to the low- to mid-teens. Among his favorite sectors are energy, technology, auto-parts suppliers, and consumer-related industries selling in emerging markets.

    “The finance world is coming around to free-cash-flow models, which offer powerful support for equity prices,” Clough, 68 years old, tells Barron’s. “Ten years ago at the top of the dot-com bubble, public companies reported huge earnings, but they were hemorrhaging cash at a rate of $125 billion annually. Today U.S. companies are generating gross cash of $250 billion”—the most recent 2009 figures. With so much free cash flow, companies are better able to return money to shareholders via dividends or share buybacks. Free cash flow is a measure of profit that takes into account capital spending and other ongoing corporate costs. The yield divides the free cash flow per share by the share price.

    “A company can transfer that free cash flow to shareholders even without sales growth. That’s our theology!” jokes the former seminarian. Double-digit cash-flow yields look very attractive compared with 10-year Treasuries yielding roughly 3.5%.

    Microsoft (ticker: MSFT) is at the top of his long list of interesting holdings. He sees it producing 11% to 12% in annual free-cash-flow yield for the foreseeable future. The software giant’s shares fell in 2010, hitting the mid-20s last spring.

    “In 2011 we think it’s money in the bank. It’s my favorite stock right now,” he says. “It’s a startling opportunity, and the market hasn’t recognized it. Everyone likens it to a big yawn, but it’s still a growing company.” The software giant late Thursday reported a gain in fourth-quarter sales, but its earnings disappointed investors.

    Clough believes Microsoft should raise its dividend to a 4% annual yield from 2.6% and would still have lots of free cash flow left over. If its free-cash-flow yield keeps growing at current rates, the software giant “could be the ExxonMobil of Silicon Valley,” and Clough sees shares rising 30% from a recent $28.

    Another strong cash-flow generator is Avnet (AVT), an electronics distributor that’s growing more quickly. It’s benefiting from the rise of the smartphone. He bought the stock at 24, believing it could go to 50 within two years. The shares were recently at 35, and free-cash-flow yield is 11%.

    He’s also grown fonder of auto-parts suppliers, which are “generating a lot more cash now that the auto makers in this country are producing fewer cars but making more money.” Tenneco (TEN), for example, has a 10% free-cash-flow yield. If that continues, cash could become nearly 40% of its market capitalization in a few years. The company is also one of few with the technology that auto makers need to keep up with emissions regulations. Clough has a price target of 65.

    Clough has been moving out of natural gas, where there’s oversupply, and into oil, whose reserves are falling. He’s particularly enthused about deepwater equipment and drilling outfits. “New oil reserves are still years away from coming to the market, and most are currently under 15,000 feet of water,” he says.

    Meanwhile, crude-oil prices are marching steadily upward. “We invest according to two themes: integrated oil companies producing crude oil reserves,” like Occidental Petroleum (OXY), Hess (HES) and British Petroleum (BP), “and those with the technology to drill under all that water,” including Cameron (CAM) and National Oilwell Varco (NOV). “They have extraordinary technology, the type that would take you to the moon,” he says. He bought both BP and Anadarko Petroleum (APC) before their recent resurgence.

    The Wall Street veteran also runs a three-year-old, $40 million fund known as Clough Asia, which returned 14.6% in 2010, easily topping MSCI Asia’s 5.1% gain. The region, says Clough, is “the best 20-year demand story around” and accounts for about 20% of his firm’s overall assets.

    Clough’s Longs and Shorts

    Recent
    PICKS Ticker Price
    Microsoft MSFT $28.87
    Samsung 005930.Korea 994000 KRW
    Avnet AVT $35.24
    Cameron CAM 52.46
    Hess HES 79.25
    BP BP 46.68
    Anadarko Petroleum APC 75.36
    PT Bumi Resources BUMI.Indonesia 3025 IDR
    Crown Holdings CCK $33.79
    Man Wah PANS 1999.HK HK$12.90

    For-profit education companies
    Leveraged health-care roll-ups
    Source: Bloomberg

    “Our thesis is simple: There’s tremendous growth of the middle-class consumer in Asia,” he says. “To us, profits are migrating from the export sector, which is overdeveloped and overleveraged, to domestic consumption.” In countries like China, he prefers small- and mid-caps in areas like retailing, supermarkets, sportswear and furniture.

    One top pick is Man Wah (1999.Hong Kong). The company went public in April 2010, when Clough bought it at 7.50 Hong Kong dollars a share. It now trades at about HK$13 (US$1.67). Man Wah began as a sofa maker and now makes everything from La-Z-Boy-style chairs to furniture for export (Macy’s carries Man Wah’s recliners under the Cheers brand).

    Importantly though, the company holds 17% of the domestic furniture market. Man Wah reported HK$0.85 a share in 2010. Clough sees earnings of HK$1.20 this year. His approximate price target for the stock is HK$20 within two years.

    Other middle-class-consumer plays include China Construction Bank Corp. (0939.Hong Kong). Clough bought the shares at HK$0.93 in the fourth quarter, and believes they’ll rise to HK$1.20 a share in a year. “Everybody’s afraid of them right now, because the Chinese central bank is tightening, and there’s concern that some of the credit is not high quality,” Clough notes.

    “My answer to that is consumer lending in China is very profitable. The savings rate is 45%, so individuals don’t generally default on loans. And loans to governments are essentially all back-stopped by an implicit guarantee by the Chinese government.”

    Clough also holds Little Sheep Group (0968.Hong Kong), a chain of fast-food restaurants in China with total vertical integration, from farm to fork. They are “a little jewel of a company just getting established.” Little Sheep specializes in Mongolian-style hot-pot cuisine and also provides catering services.

    Two plays he likes outside China: Korean electronics giant Samsung (005930.Korea) and Indonesia’s PT Bumi Resources (BUMI.Indonesia), the country’s biggest coal miner. Clough won’t name individual shorts, but says he has bets against hospitals and nursing chains that are heavily indebted roll-up companies.

    “If they’ve used debt to create large rollups, they are the faulty business models in that group.” He recently covered a number of shorts in the hard-hit for-profit education segment, though he thinks the stocks are still vulnerable. His long-short ratio in the fund is roughly 3.5-to-1.

    Generally, Clough funds tend to short an entire industry. It’s all based on a theme.

    ERIN E. ARVEDLUND is a free-lance writer based in Philadelphia.
    E-mail: editors@barrons.com


    http://ayomainsaham.blogspot.com/2011/04/1q11-earnings-underway-ptba-indf-apln.ht

    20110429, 1Q11 earnings underway: PTBA, INDF, APLN winners – JP Morgan

    Jumat, 29 April 2011

    1Q11 results underway, plenty more to come over the next few days. Agung Podomoro Land (APLN), Indofood (INDF), and Perusahaan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) seem to exceed market expectations. Watch out for Bumi Resources also; Stevanus Juanda revised up PxT to Rp4500 as te stock is off restricted list.

    Bank Central Asia results may trigger profit taking; over 20x P/E and 4.7x price-to-book is not making any sense unless the bank can grow EPS by 30% per year for the next 5 years (which I very much doubt). Results from smaller banks un-impressive so far (PNBN, BBTN), the exception being BBKP after rights issue.

    Astra International good results but cautious outlook on Q2 and Q3 may capped the upside potential. Could be time for mid and small caps that can show impressive Q1; watch out property and construction space.

    • Research call – Bank Central Asia (BBCA): 1Q results: Earnings Growth falters, could prompt a correction. BCA’s 1Q FY11 net profis came in at Rp2.02T, well below our Rp2.4T estimate. Net profit grew by 5.5% y/y, but was down 15% q/q. Revisions likely – biased towards the downside: 1Q net profit was just over 20% of FY11E consensus PAT, and we believe the direction of revisions is likely to be lower. Last rating is an O/W.

    My take – If consensus profit for FY11 converge to around Rp9trn, BBCA would trade on 20.8x P/E and 4.7x 12M forward PBV. The share price factors-in aggressive growth potential for BBCA that is unlikely to be met over the medium term. Sell.

    https://mm.jpmorgan.com/PubServlet?action=open&doc=GPS-585637-0.pdf

    • Research call – Bumi Resources (BUMI): Stevanus Juanda revised up PxT from Rp4000 to Rp4500, as the stock is no longer on a blackout for JPMorgan research. He raised FY11 EPS by 5.6%, previewing 1Q11 net income to come in at US$129mn or 33% yoy.

    My take – Steve may end-up revising his FY11 net profit forecast of US$516mn (consensus US$511mn) further upward post 1Q11 results and announcement of contracted selling price for year 2011, likely to come in May. Remains a conviction Buy for me.

    https://mm.jpmorgan.com/PubServlet?action=open&doc=GPS-585506-0.pdf

    • Research call – PTBA: Strong net income growth re-affirming FY11 estimate by the Street. 1Q11 net income came in at Rp761bn; up 108% Y/Y and 23% Q/Q. It accounts for 20% of JPM and consensus full year forecast of Rp3.8 trillion and Rp3.7 trillion.

    My take – PTBA recently signed price contract with PLN (as buyer) at Rp805k/ton, vs. realized ASP of Rp751k/ton in 1Q11 (+35% yoy). So the results is looking good versus consensus at 20% of full year. Cash cost per ton only rose 7% yoy, that was quite impressive. The stock has lagged the JCI by 8.7% ytd and by 12% on 12M basis. Could be a good candidate for portfolio rotation buying at 13.5x and 11.7x P/E for 2011-12.

    https://mm.jpmorgan.com/PubServlet?action=open&doc=GPS-585616-0.pdf

    • Research call – Astra International (ASII): Strong results, but will they translate into revisions in the wake of supply risks? Strong 1Q results, PAT up 43% y/y: Astra’s results were strong. Revenues grew by 30% y/y and net profit by 43% y/y to Rp4.3T (up 7.5% q/q), on healthy contributions from almost all businesses. 1Q profits were in range (3.5% below) of our Rp4.45T forecast, with the difference mostly explained by the earnings miss at Astra Agro.

    My take – I would agree with Aditya that at in the current environment, consensus may opt to hold back on raising estimates until there is more clarity on the magnitude of supply risks. In this situation Astra’s stock price could be range-bound in the near term, despite the supportive results. Hold.

    https://mm.jpmorgan.com/PubServlet?action=open&doc=GPS-585588-0.pdf

    • Research call – Astra Agro Lestari (AALI): AALI’s 1QPAT at Rp.653bn was well below our Rp.773bn estimate. Although revenues were in line, margins were well below estimates and resulted in the earnings miss. 1Q PAT was 25% of consensus FY11E estimates, and we think that with CPO prices easing revisions to consensus and JPM forecasts are likely to be biased to the downside.

    Costs higher – driven by fertilizer & newly mature acreage: We estimate that cash costs of nucleus CPO were about Rp 5,425/kg, up a substantial 28% y/y. AALI reclassified 16,700 ha of CPO plantations as mature in 1Q (a 11% growth in mature acreage q/q). This would have resulted in expensing of costs (as opposed to capitalizing of immature plantation expenses) – but with possible low yields from the newly mature plantations.

    My take – London Sumatera and IFAR looking like a better bet for me, judging from Indofood’s strong results released today.

    https://mm.jpmorgan.com/PubServlet?action=open&doc=GPS-585461-0.pdf


    http://online.wsj.com/article/SB10001424052702304259304576377204202624670.html

    201106101020, Bakrie & Brothers Steps Up Overhaul

    By ERIC BELLMAN, June 10, 2011, 10:20 a.m. ET

    JAKARTA—Beset with losses and high debt, PT Bakrie & Brothers—the holding company behind one of Indonesia’s largest conglomerates—is stepping up efforts to slash its borrowings and repair its tarnished reputation.

    Bakrie & Brothers is part of a sprawling group of companies controlled by the family of Aburizal Bakrie, one of Indonesia’s richest men. The companies—which have operations ranging from coal and cellphones—are ostensibly well-positioned to benefit from an increasingly affluent population in Indonesia, one of the world’s fastest-growing economies.

    But Bakrie & Brothers shares have been underperformers, down about 12% since the end of 2009 compared with a roughly 50% rise in the Jakarta stock market’s benchmark index. Bakrie & Brothers said Friday it swung to a 281.41 billion rupiah (about $33 million) loss in the first quarter compared with a year-ago profit of 104.09 billion rupiah, as it continues to face high interest and transaction costs.

    More broadly, Bakrie & Brothers and other group companies have faced criticism from analysts over their level of disclosure—an impediment to tapping capital and reaching deals needed to follow the Indonesian economy’s surge.

    Bakrie & Brothers executives said they have been trying to remedy that situation through what they call a “quasi-reorganization.” They say they have slashed debt and looked to take on more international partners. Bakrie & Brothers and other Bakrie companies have also opened the companies’ books to the rigors of auditing outside of Indonesia.

    “Through this quasi-reorganization we will become like a newborn baby,” said Bobby Gafur Umar, Bakrie & Brothers president director and chief executive officer, in an interview. On Friday, Bakrie & Brothers and other Bakrie group companies also ratcheted up their alliance with British banking dynasty scion Nathaniel Rothschild with an aim to streamlining Bakrie mining holdings.

    Vallar PLC, a London-traded company founded by Mr. Rothschild and partially controlled by Bakrie companies, reached a deal to acquire a 75% stake in Bumi Resources Minerals, another Bakrie company, and increase its ownership in parent Bumi Resources. Vallar in return will issue $2.07 billion in convertible bonds to Bumi Resources.

    “We’ve positioned ourselves to become a global player through Vallar,” Mr. Gafur Umar said. Since the beginning of the year, Bakrie & Brothers shares have risen about 17%. In addition to its stake in Vallar, Bakrie & Brothers has owns chunks of energy company PT Energy Mega Persada, property company PT Bakrieland Development, telecommunication company PT Bakrie Telecom and plantation company PT Bakrie Sumatra Plantation.

    The company hopes to slash its debt from close to 10 trillion rupiah as of the end of last year to about 7 trillion by the end of this year by swapping its debt for shares in its companies, said Eddy Soeparno, finance director and chief financial officer at Bakrie & Brothers.

    Bakrie & Brothers also said it now has more professional managers and committees to better monitor expansion plans and share its vision with investors, in an effort to quell worries that the company borrows too much in times of expansion. “There are a lot of fresh faces in the company,” said Mr. Soeparno. “We want to have better transparency and governance.”

    Last July, Indonesia’s stock exchange said it would fine Bakrie & Brothers and two other Bakrie companies 500 million rupiah each after they failed to explain discrepancies in their financial reports.

    Meanwhile, Mr. Soeparno said that he thinks the dollar must be near the floor of its trading range against the rupiah. He said that the dollar should trade between its current level of 8,500 rupiah and 9,000 rupiah over the next year as short-term investments are pulled out of Indonesia.

    “At this point the rupiah is slightly overvalued,” he said. “The dollars coming in [to Indonesia] is money that moves in and out easily. It is just hot money.”

    —Yayu Yuniar in Jakarta and Rhiannon Hoyle in London contributed to this article.


    http://old.fortress-capital-group.com/2011/10/page/22/

    http://old.fortress-capital-group.com/2011/10/17/bumi-plc’s-us2bn-acquisition-of-brm-called-off/

    20111017, Bumi plc’s US$2bn acquisition of BRM called off

    Monday, October 17, 2011

    Bumi plc has said its proposed acquisition of a 75% interest in PT Bumi Resources Minerals Tbk will not proceed “due to continuing market uncertainties”. The deal, valued at US$2.07 billion when announced in June, would have resulted in Bumi adding a portfolio of base metals, iron ore and precious metals to its existing coal investments.

    An 18% interest in the Batu Hijau open-pit copper-gold mine in Indonesia is a key asset in BRM’s portfolio, as is the Dairi zinc-lead deposit in Northern Sumatra. Vallar planned to issue a US$2.07 billion 2% convertible bond to Bumi Resources as payment for the assets. The bond was to have had a £15.88/share conversion price. In September the details were changed, including lowering the amount to US$2.007 billion and the conversion price to £11.80/share.


    http://online.wsj.com/article/SB10001424052970204624204577179170798754632.html

    20120124, Coal Industry Losing Steam

    By KRIS MAHER, The Gazette/Associated Press, January 24, 2012

    U.S. Firms Face Double Threat of Cheap Natural Gas, Weak European Demand. U.S. coal-mining companies are expected to provide cautious 2012 outlooks amid lower prices for coal used by electric utilities and steelmakers as they report results for the final quarter of last year. Above, a miner headed into the New Elk Coal Co.’s mine near Trinidad, Colo., last September.

    This year’s outlook is grim for the U.S coal industry, which after two years of rising profits has begun closing mines, signaling a new wave of production cutbacks and, possibly, another round of industry consolidation.

    The country’s biggest coal producers, which begin reporting fourth-quarter results on Tuesday with St. Louis-based Peabody Energy Corp., should provide insight into how bad this year could be. Most should meet Wall Street’s earnings expectations for the last quarter of 2011 on export gains over a year ago, while tempering investor expectations for 2012, say analysts.

    The two biggest threats facing U.S. coal companies are the low price of domestic natural gas, which is making thermal coal a less-attractive fuel for their utility-customers, and the shaky economic picture in Europe, which is damping exports of metallurgical coal.

    Demand among European steelmakers has fallen off, pushing down the benchmark price for the highest grades of coal by nearly 30% over the past year. Also damping prices is tougher federal emissions rules for U.S. utilities, resulting in more planned closures of coal-fired generating plants and eroding the market for thermal coal.

    The industry is “entering a year with an unusual amount of uncertainty,” Brett Harvey, chief executive of Pittsburgh-based Consol Energy Inc., said earlier this month.

    Rival Patriot Coal Corp., of St. Louis, idled five coal mines in southern West Virginia that produce metallurgical coal for the steel industry. Chief Executive Rick Whiting said demand for such coal had “trended steadily downward in recent weeks, most notably in the export market.” He expects to resume the mine’s production “as world economies return to normal growth rates.”

    More production cuts are expected in Appalachia, which has some of the country’s the highest mining costs. Lucas Pipes, a coal analyst with Brean Murray, Carret & Co., estimates that 20 million tons, or 11% of thermal coal production in the region which extends from Pennsylvania to Alabama, is currently unprofitable and will have to be trimmed this year. Market conditions could lead to “more rationalization and consolidation” across the industry, he predicted.

    The industry has seen a dramatic shift since early last year when the price for steelmaking coal on the global market hit a record, and companies were expanding production to try to capture growing demand. Several major coal acquisitions, including Alpha Natural Resources Inc.’s purchase of Massey Energy for $7.1 billion, were fueled in part by optimism about overseas demand.

    But as global demand cooled in recent months and abundant shale-gas reserves pushed natural gas prices lower, investors have punished coal stocks, pushing many down more than 50% from mid-year highs. The deferral of a set of new emissions guidelines in December failed to brighten the outlook, in part because utilities had sizable coal inventories on hand.

    A risk for Peabody Energy of St. Louis, the nation’s biggest coal company by production, is the drop-off in thermal coal pricing across all U.S. regions, say analysts. But those analysts expect any hit to earnings there to be offset by its operations in Australia where the company has been expanding aggressively.

    “Earnings themselves don’t look too bad,” said Brean Murray’s Mr. Pipes. He expects a 6% sequential increase in fourth-quarter exports of metallurgical coal, solid thermal coal production and sees most companies hitting their sales targets for the quarter. “Investors are more concerned about the outlook for the rest of the year,” he said.

    Meanwhile, coal’s prospects over the longer-term look brighter. BP PLC forecasts that coal usage globally will grow through 2020, mostly driven by China, before leveling off. By 2030, coal will account for 27.7% of world energy consumption, ahead of oil at 27.2% and natural gas at 25.9%, and far outpacing renewables at 6.3%, the company said in a recent report.

    Some also argue that utilities will favor the reliability of coal over natural gas, which historically has been more volatile in terms of supply and price. “I wouldn’t be surprised if we’re still using 900 million tons of thermal coal by 2020,” said Paul Forward, an analyst at Stifel, Nicolaus & Co. who forecasts total U.S. demand for such coal of 930 million tons this year.

    Consol Energy, whose underground mines tend to be more automated and lower-cost than many competitors, is maintaining its 2012 production guidance of between 59.5 million tons and 61.5 million tons. It plans to spend $200 million this year at a Virginia mine to boost production by five million tons of crossover coal, which has properties making it suitable for both steelmakers and utilities.

    Write to Kris Maher at kris.maher@wsj.com


    http://webcache.googleusercontent.com/search?hl=id&biw=&bih=&q=cache:LLFt38EdxXgJ:http://www.ft.com/cms/s/0/5cba4f8a-4e92-11e1-8670-00144feabdc0.html%2Bhttp://www.ft.com/intl/cms/s/0/5cba4f8a-4e92-11e1-8670-00144feabdc0.html%23axzz1lbv6TlTC&gbv=2&gs_l=heirloom-hp.3…1763.1763.0.2876.1.1.0.0.0.0.141.141.0j1.1.0…0.0…1c.1.xVodMPMSt-4&ct=clnk

    http://www.ft.com/cms/s/0/5cba4f8a-4e92-11e1-8670-00144feabdc0.html

    201202032050, Bakrie vehicle moves to oust Rothschild from Bumi

    By Guy Chazan, February 3, 2012 8:50 pm

    Indonesia’s Bakrie family and their partner, the businessman Samin Tan, is seeking to remove Nat Rothschild and other directors from the board of London-listed coal miner Bumi. The dramatic move is a setback for the UK financier, who had pledged to clean up corporate governance at Bumi. Shares in Bumi fell 4.5 per cent to 850p in London trading, the its biggest one-day decline in three months.

    In a statement, the Bakrie family and Mr Tan, who together control a 29.9 per cent voting stake in Bumi, said they were seeking greater representation on the board and demanded a shareholder meeting to replace Mr Rothschild and four other directors. Mr Rothschild, through a spokesman, declined to comment.

    Bakrie Group, the Bakrie family’s coal-to-plantations conglomerate, was forced to sell a stake in Bumi last November to coal miner PT Borneo Lumbung Energi, which is backed by Mr Tan, in a $1bn deal. That helped the Bakries avoid default on a $1.35bn loan.

    Bumi was launched as a pairing of the Rothschild name and capital and the Bakrie family’s assets. It had its roots in Vallar, a cash shell Mr Rothschild launched to fund acquisitions in the mining industry and which raised $1.1bn in its 2010 initial public offering. Vallar bought into the Bakries’ Indonesian coal miner, PT Bumi Resources, through a reverse takeover in November 2010 and was renamed Bumi plc.

    The use of cash shells such as Vallar has proved controversial. Critics say they provide a back door to the London Stock Exchange for emerging-market groups that might otherwise fail to comply with listing rules. In their announcement, the Bakries and Mr Tan demanded the replacement of Ari Hudaya, chief executive of both PT Bumi Resources and Bumi, by Nalinkant Amratlat Rathod, a close associate of the Bakrie family.

    They also called for Mr Tan and Indra Bakrie (pictured left), who is regarded as the leader of the family conglomerate, to be appointed as co-chairmen of the company and for the removal of Andrew Beckham, the chief financial officer, and James Campbell, one of Mr Rothschild’s first partners in Vallar and a former executive at Anglo American.

    Under their proposals, the chief executive and chief financial officer would be based in London, a move many investors have been calling for. In spite of Bumi’s successful flotation last year, tensions gradually rose between Mr Rothschild and the Bakrie family, who remained Bumi’s largest shareholders.

    In November Mr Rothschild, who owns just under 12 per cent of Bumi, called for a “radical cleaning up” of coproate governance at PT Bumi Resources, the Bumi affiliate. In a letter to Ari Hudaya, he said that he and the Bakries needed an “immediate transformation” of Mr Hudaya’s management.

    Prior to the announcement, relations between Mr. Rothschild and the Bakries appeared to have been on the mend. The financier met with Indra Bakrie in Singapore last month and the two agreed on a debt repayment schedule. Mr. Rothschild said afterwards that their partnership was back on track.

    The four would be replaced by Jean-Marc Mizrahi, Alexander Ramlie, Michael Lucente and Graham Holdaway.

    Copyright The Financial Times Limited 2012. You may share using our article tools.
    Please don’t cut articles from FT.com and redistribute by email or post to the web.

    On this story

    On this topic


    http://webcache.googleusercontent.com/search?hl=id&biw=&bih=&q=cache:kFi9ivJMZfQJ:http://www.ft.com/cms/s/0/53205f1a-5017-11e1-8c9a-00144feabdc0.html%2Bhttp://www.ft.com/intl/cms/s/0/53205f1a-5017-11e1-8c9a-00144feabdc0.html%23axzz1lbv6TlTC&gbv=2&gs_l=heirloom-hp.3…1063.1063.0.1582.1.1.0.0.0.0.141.141.0j1.1.0…0.0…1c.1.zLm4h0QibI8&ct=clnk

    http://www.ft.com/cms/s/0/53205f1a-5017-11e1-8c9a-00144feabdc0.html

    Please share this article with others using the link below, do not cut & paste the article. See our Ts&Cs and Copyright Policy for more detail. Email ftsales.support@ft.com to buy additional rights.


    http://www.ft.com/cms/s/0/53205f1a-5017-11e1-8c9a-00144feabdc0.html#ixzz2DNQ6lfBG

    201202051912, Call for Bumi vote on Rothschild criticised

    By Guy Chazan in London, February 5, 2012 7:12 pm

    Indonesian businessman Samin Tan should have approached the board of coal miner Bumi before demanding the removal of financier Nat Rothschild as a director, a person close to the company said. The person said Mr Tan’s proposals for a shake-up of Bumi’s management and board could have been addressed without the need for a shareholder vote.

    Last week, Mr Tan and the Bakrie family, who together control a 29.9 per cent voting stake in Bumi, called for an extraordinary general meeting to discuss proposals to remove Bumi’s chief executive, Ari Hudaya, its chief financial officer, Andrew Beckham, and three non-executive directors as well as Mr Rothschild, the company’s co-chairman.

    They also proposed that Mr Tan be appointed Bumi’s chairman alongside Indra Bakrie as co-chairman. Mr Tan is flying to London this week to try to convince shareholders to back him. The person close to Bumi said most of the proposals being made by Mr Tan and the Bakries – who own 47.6 per cent of Bumi’s shares – were uncontroversial.

    He said investors had long been critical of Mr Hudaya, who spends nearly all his time in Indonesia. But the idea of ousting Mr Rothschild, who owns almost 12 per cent of Bumi, from the board was more contentious, he added. He said it was “surprising” that Mr Tan and the Bakries had not first approached the board to discuss their demands.

    The remarks suggest that the Indonesians could face unexpected resistance in seeking to extend their representation on the Bumi board. A spokesman for the Bakries said they and Mr Tan had “followed proper process in calling for an EGM”.

    Bumi was created when Mr Rothschild, a scion of the legendary banking family, took stakes in two Indonesian coal mining companies called Berau and PT Bumi Resources, which is owned by the Bakrie family, and injected them into his London-listed cash shell, Vallar, in a reverse takeover.

    The idea was to give London investors a way into an attractive emerging market asset. In June last year, Vallar was renamed Bumi plc. But relations between the partners came under strain last October when the Bakrie family faced a debt crisis.

    In order to refinance a $1.35bn Credit Suisse-syndicated loan, they agreed to sell half their 48 per cent stake in Bumi to Mr Tan, an industrialist and business associate, whom Mr Rothschild had never met. The move relegated Mr Rothschild from third to fourth place on Bumi’s share register.

    Mr Rothschild later wrote a scathing letter to Mr Hudaya, chief executive of both Bumi and PT Bumi Resources, accusing him of mismanagement. The letter called for a cleaning up of PT Bumi’s corporate culture. The two sides appeared to have buried the hatchet after Mr Rothschild met Indra Bakrie in Singapore in December and the Bakries agreed on a debt repayment schedule for 2012.

    Copyright The Financial Times Limited 2012. You may share using our article tools.
    Please don’t cut articles from FT.com and redistribute by email or post to the web.

    On this story

    On this topic


    http://www.familybusinessmagazine.com/index.php?/news/month/2012/02/

    20120206, Bakrie family seeking to oust Rothschild from Bumi board

    Monday, February 06, 2012

    Indonesia’s Bakrie family and their partner, businessman Samin Tan, have demanded a meeting of shareholders in coal mining firm Bumi to oust Nat Rothschild and four other directors, the Financial Times reported. The Bakries and Tan together control a 29.9% voting stake in the company.

    Rothschild, a member of the legendary banking family, owns nearly 12% of Bumi. The Bakrie Group, the family’s conglomerate, was forced to sell a stake in Bumi to Tan’s company last November to avoid default on a $1.35 billion loan, the report noted. Rothschild had never met Tan, a subsequent FT report noted.

    In November 2010 Vallar, a Rothschild shell company, bought into the Bakrie family’s PT Bumi Resources in a reverse takeover. Vallar was renamed Bumi plc, the article said. The Bakries and Tan want a Bakrie family associate, Nalinkant Amratlat Rathod, to replace Ari Hudaya, CEO of PT Bumi Resources and Bumi plc.

    They also want Tan and Indra Bakrie, leader of the family conglomerate, to be co-chairman of the company and are seeking the removal of the CFO and of a Rothschild associate, the article said. The FT report said that relations between the Bakries and Rothschild began to sour last year when Rothschild called for a “radical cleaning up” of corporate governance at PT Bumi Resources.

    The FT cited an anonymous source who said the most of the Bakries’ and Tan’s demands were uncontroversial and could have been approved without a shareholder vote, but the idea of ousting Rothschild from the board was more contentious. “The remarks suggest that the Indonesians could face unexpected resistance in seeking to extend their representation on the Bumi board,” the article said. (Sources: Financial Times, Feb. 4-5, 2012; Feb. 6, 2012.)


    http://webcache.googleusercontent.com/search?hl=id&biw=&bih=&q=cache:ogFQafZ7QYQJ:http://www.ft.com/cms/s/0/c80020b8-5706-11e1-be5e-00144feabdc0.html%2Bhttp://www.ft.com/intl/cms/s/0/c80020b8-5706-11e1-be5e-00144feabdc0.html&gbv=2&gs_l=heirloom-hp.12…1383.1383.0.2530.1.1.0.0.0.0.143.143.0j1.1.0…0.0…1c.1.-A78z1kgSvU&ct=clnk

    http://www.ft.com/cms/s/0/c80020b8-5706-11e1-be5e-00144feabdc0.html

    201202142012, Bumi investors reach EGM accord

    By Guy Chazan and Kate Burgess, February 14, 2012 8:12 pm

    The Indonesian investors in coal miner Bumi have said UK financier Nat Rothschild can stay on the company’s board, but only if he steps down as co-chairman and stops being a “disruptive influence” over his calls for a shake-up at PT Bumi Resources, a Bumi affiliate.

    The investors, the Bakrie family and their partner Samin Tan, announced on Tuesday that they had withdrawn their demand for an extraordinary general meeting to remove Mr Rothschild and other directors from the Bumi board. They say they will now pursue their proposed changes at a board meeting scheduled for March 26.

    Mr Tan will meet the financier for the first time later this week to discuss his future role in Bumi. “Nat has got to convince Samin that he can make a positive contribution and that he’s not going to be a disruptive influence,” said a person familiar with the matter. “Samin wants to know that Nat will play by the rules.”

    The person added Mr Rothschild’s future position on the board “depends on how he gets on with the senior shareholders”. A person close to the financier said: “[Mr Rothschild] is glad that the other side has listened to our argument that this dispute was damaging to the company. This is a matter for discussion at the board, not in public forums.”

    Bumi’s share price fell 16 per cent after Mr Tan and the Bakries, who together own a 30 per cent voting stake in Bumi, announced on February 3 that they were seeking to remove Mr Rothschild and several other directors from the Bumi board and shake up the company’s management.

    It was one of a string of recent setbacks for Mr Rothschild. Last Friday he lost a high-profile libel lawsuit against the publishers of the Daily Mail, as a High Court judge found he “had not been entirely candid” about the purpose of a visit to a Siberian aluminium smelter.

    Mr Rothschild introduced Bumi to the London market, attracting money into a cash shell into which the Bakries’ coal assets were then reversed. For many he was the public face of the company, but his relations with the Bakries soured last year after he called for a radical clean-up of PT Bumi Resources.

    Although many shareholders were critical of that intervention, they did not want to see Mr Rothschild booted off the board for fear it could herald a deterioration in Bumi’s corporate governance. “The important thing is that this is decided in private and Nat remains on the board, even if he is a non-executive director,” said a large UK-based shareholder in Bumi. “If that is acceptable to all parties, that is fine by us.”

    Senior independent directors Sir Julian Horn-Smith and Lord Renwick flew to Jakarta this month to meet Mr Tan and the Bakries and push for them to reconsider. “We have concluded that the best interests of Bumi Plc and its shareholders will be served by withdrawing our request for an EGM,” said Ken Allan, director of Borneo Bumi Energi & Metal Pte Ltd, the Bakries’ and Mr Tan’s investment vehicle.

    Mr Allan said Sir Julian and Lord Renwick supported the Indonesians’ proposals to nominate Mr Tan as Bumi’s chairman, Scott Merrilees as its chief financial officer and Nalin Rathod as its chief executive, but the nominations would be dealt with at a Bumi board meeting on March 26 instead of at an EGM.

    Meanwhile, their nominations of two independent directors would be discussed at the company’s next annual general meeting, scheduled for June 14, “when all directors and nominees will be considered for election or re-election to the Bumi Plc board”.

    A person close to Mr Tan said the Indonesians still wanted to see the proposed shake-up happen “but they were persuaded it would be preferable to proceed in a less public way”. “What they want to achieve could be done through the normal channels,” added another person close to Bumi. “They realised they’d been overhasty.”

    In a statement, Sir Julian and Lord Renwick said they were “pleased that positive account has been taken of the views of independent directors on behalf of all shareholders and that the notice of a general meeting has been withdrawn”, adding that appointments to the Bumi board would now be considered “in accordance with normal procedures”.

    Copyright The Financial Times Limited 2012. You may share using our article tools.
    Please don’t cut articles from FT.com and redistribute by email or post to the web.

    On this story

    On this topic


    http://www.familybusinessmagazine.com/index.php?/news/month/2012/02/

    20120215, Bakries: Rothschild can stay on Bumi board

    Wednesday, February 15, 2012

    Indonesia’s Bakrie family and their partner, Samin Tan, have withdrawn their demand for a meeting to remove financier Nat Rothschild and other directors from the board of PT Bumi Resources, the Financial Times reported. They said Rothschild can remain on the board if he steps down as co-chairman and stops being a “disruptive influence.”

    They plan to make their proposal at a board meeting scheduled for March 26, the article said. Rothschild’s relationship with the Bakries soured after he called for a shakeup of the company, the FT report noted. (Source: Financial Times, Feb. 15, 2012.)


    http://online.wsj.com/article/SB10001424052702304636404577291172753313432.html

    201203191210, Head of Bumi Investor Wants to Restructure Firm

    By ERIC BELLMAN And LINDA SILAEN, March 19, 2012, 12:10 p.m. ET

    JAKARTA—The head of PT Borneo Lumbung Energi & Metal, one of the biggest shareholders in mining company Bumi PLC, hopes to restructure the London-listed company by merging some of its assets and bringing in new investors.

    Coal-mining and infrastructure company Borneo Lumbung controls about 15% of the voting rights in Bumi, which is one of the world’s largest coal exporters. Borneo Lumbung Chief Executive Samin Tan is set to become the chairman of Bumi after Borneo Lumbung acquired the stake late last year.

    Ken Allen, a spokesman for Borneo Lumbung, said Mr. Tan wants to streamline the structure of Bumi’s holdings by combining its assets and businesses, which are held through stakes in different coal and mineral mines.

    Mr. Allen said one option being considered is the merging of some of the assets of PT Bumi Resources and PT Berau Coal Energy, in which Bumi PLC holds stakes of about 30% and 85%, respectively. By taking on new investors, the different units under Bumi PLC could also raise cash for its expansion.

    The move follows calls for a board shake-up last month that pummeled Bumi’s shares and pitted its top investors against financier Nat Rothschild. Indonesia’s Bakrie Group and Borneo Lumbung—which together control about 30% of the voting rights—moved to oust Mr. Rothschild from the board after he publicly questioned the governance standards at some Bakrie companies.

    The two sides later agreed that Mr. Tan could become chairman and Mr. Rothschild would step down as co-chair but remain on the board. Mr. Allen said the Bakrie Group supports Mr. Tan’s restructuring plans for Bumi. Mr. Rothschild’s spokesman and the Bakrie Group declined to comment.

    Bumi was born from a complicated deal in 2010 in which Mr. Rothschild’s Vallar PLC bought a stake in Indonesia’s Bumi Resources in a reverse takeover, which brought Bakrie’s valuable mining assets into an investment shell created by Mr. Rothschild and listed on the London Stock Exchange. Vallar’s name was later changed to Bumi. Borneo Lumbung later bought half of the Bakrie family’s stake in Bumi for close to $1 billion as the Bakries struggled to pay off debt.

    Write to Eric Bellman at eric.bellman@wsj.com


    http://online.wsj.com/article/SB10001424052702303624004577338090209186010.html

    201204112318, Some Investors See Makings of Coal-Share Resurgence

    By MATT DAY, April 11, 2012, 11:18 p.m. ET

    Coal-company shares have taken their lumps. Now, some investors say the worst could be over. In their view, the recent slump in coal demand, caused by power stations switching to cheaper natural gas, could be nearing an end. That is raising the prospect that coal prices could rise, and so, too, could coal stocks.

    The Dow Jones U.S. Coal Index has tumbled 57% over the past year as plummeting coal prices eroded profits of most producers. The slide in coal-company shares has moderated recently, though, with coal stocks down 16% this year. Investors say that is a reflection of the belief that the shift from coal to natural gas is almost over. On Wednesday, the index rose 1.3%, to 198.68.

    Shares in U.S. coal miners “are a great buying opportunity now,” said Dan Rice, a managing director at BlackRock who oversees the firm’s $1.2 billion energy and resources portfolio. The fund has held on to coal-mining shares even while coal stocks were plunging. “People get so myopic,” he said. “They overshoot on the downside.”

    Mr. Rice expects U.S. coal output to decline about 11% this year, which will help shore up coal prices. Power plants across the U.S. have dropped coal in favor of natural gas, lured by a 52% slump in natural-gas prices in the past year. Coal prices have dropped, too, but by 30%. In January, 38% of electricity was generated from coal, compared with 47% a year earlier, according to the Energy Information Administration.

    Analysts at FBR Capital Markets say most power plants that could switch to gas already have done so. In a research note last month titled “The Great Coal-To-Gas Switching Hoax,” the analysts argue there is little downside left for coal prices.

    Utilities keep fuel use a secret, so market observers turn to official electricity data from the U.S. government to estimate how much natural gas and coal is being burned at any given time. Utilities already have switched almost 90% of capacity that can be used for both fuels to natural gas, according to FBR estimates.

    On average, that comes to an additional 3.5 billion cubic feet of natural gas a day, in which four billion cubic feet a day is the limit. For natural gas to make bigger inroads at coal’s expense, new natural-gas plants would have to be built, a process that takes years.

    Already, there are signs the industry is turning a corner. Last year, as the free fall in natural gas took prices to levels that would increase demand from utilities, investors dumped coal companies. Some investors see the free fall in natural-gas prices as proof that utilities aren’t picking up significant additional volumes of gas to replace coal.

    Shares of Peabody Energy Corp., the largest coal producer in the U.S., on Wednesday fell nine cents, or 0.3% to $27.30. The stock is down 18% this year. Alpha Natural Resources Inc., which is down 28% this year, rose 36 cents, or 2.5%, to $14.63.

    The decline in profits is expected to bottom out in the first half of this year for most coal companies. Peabody, which reports results on April 19, is forecast to post earnings per share of 54 cents for the first quarter, according to analysts polled by Thomson Reuters. The company’s earnings per share is expected to increase to 89 cents in the fourth quarter.

    While generally the outlook for coal demand in the U.S. is moderating, global demand is heating up. Coal exports doubled last year, and companies are expanding port facilities and rail lines to send even more abroad this year. Another bullish factor is a delay in the implementation of federal pollution rules, which makes it feasible for some utilities to continue to burn coal until legal challenges are resolved.

    The ability to boost exports is what lures Matthew Peterson, a portfolio manager at Newgate Capital Management, to companies such as Peabody Energy and Consol Energy Inc. Mr. Peterson shed some coal-miner holdings last year, but said he is going to hold on to the positions he has left.

    Coal-miner shares have fallen so much that some are now at bargain valuations, some analysts say. The Dow Jones U.S. Coal Index is trading at an adjusted price/earnings ratio of about six, according to Michael Tian, an analyst with Morningstar. It typically has hovered just below 10 over the past five years. “There are good values,” Mr. Tian said. “But you have to pick your spots.”

    Write to Matt Day at matt.day@dowjones.com

    A version of this article appeared April 12, 2012, on page C4 in the U.S. edition of The Wall Street Journal, with the headline: Some Investors See Makings Of Coal-Share Resurgence.


    http://myinvestingnotes.blogspot.com/2012/04/investor-concerns-about-use-of-leverage.html

    201204231911, Investor concerns about the use of leverage in the Bakrie Group

    By Prakash Chakravarti and Janeman Latul, Mon Apr 23, 2012 7:11pm EDT
    Wednesday, April 25, 2012

    Deadline looms for Bakries covenant breach. (Reuters) – Indonesian group Bakrie has until Friday to resolve a covenant breach on a $437 million loan following a drop in the price of its London-listed coal miner Bumi Plc last week, sources familiar with the loan said on Monday.

    The breach was the latest in a series of debt problems for Bakrie Group, one of Indonesia’s largest conglomerates and which avoided a debt crisis last year by selling a stake in Bumi Plc to an Indonesian investor for $1 billion.

    Credit Suisse sent a notice on behalf of lenders to the borrower following the covenant breach, after Bumi Plc shares – pledged as collateral against the borrowing – slid 3.8 percent over the course of last week, according to the sources, who declined to be identified because the matter was not public.

    Bumi Plc declined to comment. A director at the Bakrie Group’s Jakarta-listed coal miner Bumi Resources said he was not aware of any default notice. Bumi Resources shares dropped 7.4 percent on Monday, while Bumi Plc shares were down a further 7.6 percent on the day by 1150 GMT.

    The sources said the notice required Bakrie Group to bring back the collateral coverage on the loan to a level that would require depositing cash of around $100 million with lenders. Failure to do so by the deadline of April 27 would constitute a default that could lead to lenders demanding prepayment of the full $437 million loan.

    The Financial Times first reported on Saturday that creditors issued a default notice on the $437 million loan. One of the sources told Reuters that Bakrie family arm Long Haul, which took a $247 million portion of the loan, could either top up the loan or pay it and then refinance it.

    Either way, a majority of creditors were backing the Bakrie Group so a default requiring full prepayment was seen as unlikely, meaning this was unlikely to become a new crisis, the source said. A director at Bakrie Group holding firm Bakrie & Bros , which took the other $190 million of the loan that does not require a top-up, said: “We are not in any default situation with our loan at the moment.”

    Shares in Bakrie & Bros were unchanged on Monday. Even so, the new debt issue is likely to add to investor concerns about the use of leverage in the Bakrie Group and its subsidiary companies and corporate governance, both issues that have weighed on its stocks in the past year.

    Bumi Plc’s stock has fallen 43 percent so far this year. Bumi Plc sought to draw a line under discord between its main stakeholders last month, announcing a board shake-up that saw new major shareholder Samin Tan installed as chairman and that left a role for co-founder Nat Rothschild.

    Posted by Investbullbear Investbullbear at 7:53 AM


    http://finance.detik.com/read/2012/09/24/163334/2033205/6/bumi-plc-temukan-indikasi-penyimpangan-dana-saham-bumi-resources-anjlok

    201209241633, Bumi Plc Temukan Indikasi Penyimpangan Dana, Saham Bumi Resources Anjlok

    Whery Enggo Prayogi – detikfinance, Senin, 24/09/2012 16:33 WIB

    Jakarta – Perusahaan investasi yang tercatat di Bursa London, Bumi Plc menyatakan telah menemukan penyimpangan atas kinerja keuangan dan operasi anak usahanya di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Atas kabar tersebut, saham BUMI di pasar modal Indonesia pun terkoreksi 160 poin menjadi Rp 680 per lembar jelang saat penutupan perdagangan, Senin (24/9/2012).

    Bumi Plc dalam keterangan tertulisnya melalui Head of Group Communications and Investor Relations Nick von Schirnding menjelaskan, penyimpangan atas kinerja di anak usahanya telah diselidiki oleh penyidik independen. Bumi Plc yang memiliki 29% dari total saham BUMI juga telah melaporkan indikasi penyimpangan tersebut kepada Dewan Komisaris.

    “Perusahaan juga telah menghubungi otoritas (pasar modal) di Inggris dan Indonesia,” kata Bumi Plc. Penyidik independen telah masuk pada dana pengembangan yang dikelola Bumi Resources dan satu pengembangan aset di PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU).

    Kedua pengembagan yang dilakuan tercatat mencatat nihil di Bumi Plc per 31 Desember 2011, kecuali nilai investasi bawaan US$ 39 juta. Saham BUMI atas kabar ini pun langsung terkoreksi cukup dalam. Saham BUMI dibuka di Rp 800 per lembar saham atau turun dibanding penutupan akhir pekan lalu yang mencapai Rp 840 per lembar saham.

    Jelang penutupan sesi II perdagangan hari ini, BUMI setia di level Rp 690 atau turun 150 poin (17,68%) dari posisi sebelumnya. Akhirnya saham BUMI ditutup di 680 atau minus 19,05% atau turun 160 poin. Saham Bumi Plc pun setali dua uang dengan BUMI. Saham perseroan kembali turun 64 poin (32,98%) menjadi 131,3. (wep/dru)


    http://finance.detik.com/read/2012/09/25/102643/2034352/6/ari-hudaya-mundur-dari-bumi-plc-pasca-dugaan-penyimpangan-dana?f9911023

    201209251035, Ari Hudaya Mundur dari BUMI Plc Pasca Dugaan Penyimpangan Dana

    Whery Enggo Prayogi – detikfinance, Selasa, 25/09/2012 10:35 WIB

    Jakarta – Direktur Bumi Plc Ari Hudaya mengundurkan diri dari jabatannya menyusul adanya tuduhan penyimpangan dana di PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Ari sebelumnya pernah menjabat sebagai CEO Bumi Plc sampai Maret 2012 silam. “Bapak Ari Hudaya sudah mengundurkan diri dari jabatan direktur non eksekutifnya di Bumi Plc, efektif 24 September 2012,” kata Direktur dan Sekretaris Korporasi BUMI, Dileep Srivastava kepada detikFinance, Selasa (25/9/2012).

    Menurut Dileep, Ari sengaja melepas jabatan tersebut untuk lebih fokus membangun bisnis di BUMI, perusahaan tambang grup Bakrie. Saat ini, Ari masih menjabat sebagai Presiden Direktur BUMI, perusahaan yang 29% sahamnya dikuasi Bumi Plc. Sebelumnya, perusahaan patungan antara Grup Bakrie dan keluarga Rothschild itu telah menemukan penyimpangan atas kinerja keuangan dan operasi anak usahanya di Indonesia, yaitu BUMI.

    Bumi Plc dalam keterangan tertulisnya melalui Head of Group Communications and Investor Relations Nick von Schirnding menjelaskan, penyimpangan atas kinerja di anak usahanya telah diselidiki oleh penyidik independen. Perusahaan yang dulunya bernama Vallar Plc itu juga telah melaporkan indikasi penyimpangan tersebut kepada Dewan Komisaris.

    Jajaran direksi lengkap Bumi Plc saat ini adalah:

    Komisaris Utama: Samin Tan
    Wakil Komisaris: Indra Bakrie
    Dewan Komisaris: Julian Michael Horn-Smith
    Direktur Utama: Nalinkant Amratlal Rathod
    Direktur Keuangan: Scott Andrew Merrillees
    Direktur Merger dan Akuisisi: Daren MorrisHead
    Kepala Hubungan Investor dan Komunikasi: Nick Von SchirndingHead
    Sekretraris Perusahaan: Paul Vickers
    (ang/dnl)


    http://www.thejakartaglobe.com/business/rothschild-forming-consortium-with-prabowo-to-counter-bakrie-buyout/553817

    20121102, Rothschild Forming Consortium With Prabowo to Counter Bakrie Buyout

    Janeman Latul and Clara Ferreira-Marques | November 02, 2012

    Financier and co-chairman of Bumi Plc Nathaniel Rothschild (L) sits with Bakrie & Brothers Chief Executive Officer Bobby Gafur Umar following an agreement between Bumi Resources and Vallar Plc in Singapore in this handout file photo dated November 15, 2010. (Reuters Photo).

    Jakarta/London. Financier Nat Rothschild is in talks with Indonesian investors, including a contender for the country’s presidency, on a plan to counter a $1.4 billion proposal by the influential Bakrie family to dismantle coal mining group Bumi Plc, sources said. Rothschild set up Bumi with the Bakries two years ago, when the politically connected family injected Indonesian coal assets into a London investment shell created by the financier.

    But their relations have since soured, sparking public confrontations, most recently over an investigation into potential financial wrongdoing in Bumi’s Indonesian assets, as coal prices tumble and the London firm’s shares slump. Tensions culminated last month when the Bakries announced plans to unwind the venture. Rothschild resigned from Bumi’s board, aiming to fight a proposal he said would not be in the interests of minority shareholders.

    Sources with direct knowledge of the matter said Rothschild was now in discussions with various potential partners including former general and current presidential candidate, Prabowo Subianto, to thwart the Bakrie aim of regaining full control of their coal empire and dismantling London-listed Bumi Plc.

    He also held discussions with Hashim Djojohadikusumo, Prabowo’s brother, owner of the Arsari group of companies and a player in agriculture and tin mining. The sources would not say in what capacity Prabowo, the former son-in-law of ex-Indonesian President Suharto, or his brother, were involved. Calls to Prabowo’s cell phone were not returned.

    “[They] are looking to find an alternative solution [for shareholders],” said one of the sources. Another source said the plan would aim to effectively keep Bumi Plc alive — without the Bakrie family and associated shareholders — reviving the original plan of applying UK corporate governance to promising Indonesian assets.

    The sources said details of the plan were still being hammered out, as there was some disagreement within the consortium on how to structure the proposal. Morgan Stanley has been appointed to advise the group, one of the sources said. A spokesman for Nat Rothschild declined to comment.

    Battle for Berau

    The Bakrie Group, led by family patron Aburizal Bakrie who is also a candidate for the 2014 election, said last month it planned to draw a line under the ill-fated London venture and take back operating assets now held by Bumi — coal miners Bumi Resources and Berau Coal Energy.

    The Bakrie plan has three stages: swapping their Bumi Plc shares for part of the 29 percent of Bumi Resources held by the London-listed company; acquiring the rest of the stake for cash; and then eventually buying Bumi Plc’s 85 percent stake in Berau.

    The sources said the Bakries’ influence over Bumi Resources, the jewel in the Bakrie coal empire, and the fact there was only a minority share at stake, should allow the family to take back that asset. It is also the easiest exit for the Bakries — something all sides agree is now inevitable, the sources said.

    The battle instead is expected to be fought over Berau, Indonesia’s fourth-largest coal miner, given the relative lack of influence the Bakries have there. The Bakrie family has offered to buy Bumi Plc’s stake in Berau, with sources citing a price tag of around $950 million, assuming the necessary cash can be raised.

    Shares in Berau jumped on hopes of a potential counter-proposal to the Bakrie plan, and hopes of Bumi’s survival also lifted that battered stock up 7 percent. Bumi said in a statement triggered by the share move that it had not received any proposal. Bumi’s share price has steadily risen since the breakup proposal was made.

    “This could be a tough and long battle for both parties to buy Berau,” said Fadlul Imansyah, head of equities at CIMB Asset Management, an investment fund based in Jakarta. “Rothschild has a good eye in picking a partner who is at the same level (as Bakrie). Prabowo could help seal the deal. Fund-wise, it shouldn’t be a problem.”

    Inquiry

    Nat Rothschild’s relationship with the Bakries hit a low point last month, after news of an inquiry into possible financial wrongdoing.

    A formal counter proposal would not come until the independent inquiry is completed, one of the sources said, adding that could take months, with checks into the origin of the whistleblower documents and an additional Indonesian probe potentially slowing proceedings.

    Though still heavily in debt, the Bakrie Group is aiming to get coal back under the family’s roof. The conglomerate has businesses spanning from agriculture to banking and real estate. Aburizal Bakrie, the eldest child of the late Achmad Bakrie, was the chairman of the group until 2004, when he became Indonesia’s Coordinating Minister for Economy.

    In 2009, he was elected as the chairman of the Golkar Party, which was defeated at the last election by the Democratic Party. Prabowo, a candidate of the Gerindra party, has led in recent opinion polls ahead of the 2014 election.

    Reuters


    http://www.thejakartaglobe.com/business/bumi-says-receives-rothschild-counter-proposal/554342

    20121105, Bumi Says Receives Rothschild Counter Proposal

    November 05, 2012

    Financier and co-chairman of Bumi Plc Nathaniel Rothschild (L) sits with Bakrie & Brothers Chief Executive Officer Bobby Gafur Umar following an agreement between Bumi Resources and Vallar Plc in Singapore in this handout file photo dated November 15, 2010. (Reuters Photo).

    London. Bumi Plc said on Monday it had received from co-founder Nat Rothschild details of an alternative proposal for the group, that would counter a $1.4 billion plan by the influential Bakrie family to dismantle the coal mining venture. Bumi said its independent directors and advisers, Rothschild Group, would consider the proposal from the financier, alongside the plan on offer from the Bakries. It gave no details of Rothschild’s proposal.

    Bumi added its board would not make any recommendations until an investigation into alleged financial wrongdoing at its Indonesian operations was “appropriately advanced.” Reuters reported last Friday that Rothschild was in talks with new Indonesian investors including Prabowo Subianto, a contender for the country’s presidency, on a plan to counter the Bakrie offer.

    Reuters


    http://economy.okezone.com/read/2012/11/06/278/714153/investigasi-bumi-plc-hambat-refinancing-utang-bumi-resources

    201211060837, Investigasi Bumi Plc Hambat Refinancing Utang Bumi Resources

    Widi Agustian – Okezone, Selasa, 6 November 2012 08:37 wib

    JAKARTA – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tampaknya harus berpikir keras untuk mengatasi besarnya utang. Utang Bumi Resources ditaksir mencapai USD700 juta, setara dengan Rp6,75 triliun (Rp9.600 per USD) sampai akhir tahun 2013. Seperti diungkapkan lembaga pemeringkat S&P yang dikutip dari Reuters, Selasa (6/11/2012), rencana refinancing utang perseroan terancam dengan langkah induk usahanya, Bumi Plc yang melakukan investigasi.

    Menurut S&P, langkah Bumi Plc yang melakukan invetigasi terkait dugaan penyelewengan dana operasional tersebut bisa melemahkan posisi BUMI. Penyelidikan itu, lanjutnya, bisa melemahkan posisi Bumi Resources di pasar modal. Alhasil, perseroan yang tengah membutuhkan banyak pendanaan untuk membayar utang akan semakin sulit.

    Dia memperkirakan, posisi utang perseroan ada di USD4,5 miliar, setara dengan Rp43,5 miliar dengan biaya bunga sebesar 12 persen selama 12 bulan ke depan. S&P menyebutkan, sumber pendanaan internal dari kas perseroan merupakan yang paling masuk akal untuk membayar utang. Tapi, tampaknya kas perseroan tidak akan bertambah banyak. (wdi)


    http://economy.okezone.com/read/2012/11/07/278/714758/dijepit-prabowo-rothschild-saham-bakrie-keok

    201211070907, ‘Dijepit’ Prabowo-Rothschild, Saham Bakrie Keok

    Widi Agustian – Okezone, Rabu, 7 November 2012 09:07 wib

    JAKARTA – Nat Rothschild sudah memberikan proposal tandingan kepada Bumi Plc untuk mencegah Grup Bakrie mengambilalih PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU). Tak tanggung-tanggung, Rothschild pun dikabarkan menggandeng beberapa pihak di Indonesia, salah satu yang ditemuinya adalah Prabowo Subianto.

    Prabowo adalah ketua umum Partai Gerinda, dia juga disebut-sebut sebagai salah satu kandidat presiden Indonesia. Selain itu, Prabowo merupakan mantan menantu dari Presiden Soeharto. Lalu, bagaimana dampak aksi terbaru Rothschild tersebut ke saham-saham perusahaan milik Grup Bakrie di Indonesia?

    Berdasarkan pantauan Okezone, sejak kabar ini berhembus, saham-saham Grup Bakrie mengalami tekanan.

    1. PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Harga saham perusahaan batu bara andalan Grup Bakrie ini terpantau terus turun, yakni dari Rp670 (2 November) menjadi Rp650 (pada 6 November).
    2. PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS). Perusahaan yang memiliki saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) ini harga sahamnya terus melorot dari Rp390 (2 November) menjadi Rp380 (5 November) dan Rp375 (6 November).
    3. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY). Perusahaan properti Bakrie ini turun dari Rp60 (2 November) menjadi Rp59 (6 November).
    4. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP). Perusahaan perkebunan ini turun dari Rp117 (2 November) menjadi Rp116 (5 November) dan Rp114 (6 November).
    5. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL). Saham perusahaan telekomunikasi ini turun dari Rp58 (2 November) menjadi Rp56 (5 November) dan Rp55 (6 November).

    Sementara itu, saham PT Bakrie & Brother Tbk (BNBR) terpantau stagnan di Rp50, begitu juga saham PT Dharma Henwa Tbk (DEWA) tetap di Rp50. Hanya saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) yang naik dari Rp510 (2 November) menjadi Rp550 (6 November). Sebagai informasi, langkah terbaru Rothschild ini adalah sebagai bentuk perlawanan atas proposal yang diajukan Grup Bakrie ke Bumi Plc, perusahaan asal London, Inggris yang awalnya dijalankan bersama oleh Rothschild dan Bakrie.

    Tak hanya itu, Rothschild juga disebut-sebut telah meminta perusahaan investasi kelas kakap, Morgan Stanley, sebagai pendamping dalam menghadapi persoalan bisnisnya dengan Grup Bakrie. Sebelumnya, Grup Bakrie mengajukan proposal, yakni untuk melepas kepemilikan di Bumi PLC sebesar 23,8 persen untuk ditukar dengan 10 persen kepemilikan di Bumi Resources.

    Pada proposal tahap kedua, Grup Bakrie akan membeli 18,9 persen sisa saham Bumi PLC di unit usaha Indonesia senilai USD278 juta atau setara Rp2,6 triliun (Rp9.600 per USD). Bakrie kemudian dapat mengendalikan 29 persen saham Bumi Resources dan tidak perlu berhubungan dengan Bumi PLC.

    Dalam proposal tahap ketiga, Bakrie akan membeli aset tambang lain milik Bumi PLC, yakni 85 persen saham di PT Berau Coal Energy senilai USD950 juta (Rp9,1 triliun). (wdi)


    http://economy.okezone.com/read/2012/11/07/278/715238/kisruh-bakrie-rothschild-saham-bumi-takkan-melejit

    201211080625, Kisruh Bakrie-Rothschild, Saham BUMI Takkan Melejit

    Rizkie Fauzian – Okezone, Kamis, 8 November 2012 06:25 wib

    JAKARTA – Kisruh Bakrie dan Nat Rothschild membuat saham Bumi Plc naik, namun saham BUMI Resources belum memperlihatkan adanya kenaikan. Pasalnya, walaupun saham BUMI memiliki volatilitas tinggi namun investor saat ini dinilai lebih rasional dalam melihat pergerakan saham.

    Hal tersebut diungkapkan Kepala Riset Buana Capital Indonesia Alfred Nainggolan saat ini yang dilihat itu lebih kepada fundamental emiten tersebut, seperti laporan keuangan. Bila kita lihat seperti BTEL dalam laporan keuangan mengalami kerugian, seharusnya menjadi sentimen negatif.

    “Kalau melihat secara netral, seharusnya dengan banyaknya isu tersebut, saham tidak akan melejit terlalu tinggi dan tidak akan bergerak banyak, investor lebih mengharapkan kepada sesuatu yang lebih real seperti laporan keuangan pada kuartal keempat nanti,” katanya kepada Okezone, Kamis (8/11/2012).

    Alfred menambahkan, harus dipisahkan antara investor yang jangka panjang dengan para trader, karena bila dilihat saham BUMI diincar para trader bukan investor long term karena saham BUMI ini menjanjikan gain yang lebih besar. “Saham BUMI ini kan volatile atau naik turunnya tinggi. Justru saham yang seperti ini yang disukai trader yang retail karena gain-nya besar,” tambahnya.

    Terkait rencana Rothschild menggaet Prabowo, menurut Alfred mengatakan, langkah itu sudah pernah terjadi. “Dulu kan menggandeng Samin Tan, ending-nya cukup bagus. Tapi kalau sekarang kita kan belum lihat konkretnya seperti apa nantinya,” jelasnya. Sekarang ini investor lebih menunggu fakta tentang laporan keuangan yang semakin baik, bukan janji atau isu-isu yang berkembang. (mrt)


    http://economy.okezone.com/read/2012/11/09/278/716368/rotchchild-tunjuk-macfarlanes-bumi-minta-diaudit-pn-jaksel

    201211091935, Rotchchild Tunjuk Macfarlanes, BUMI Minta Diaudit PN Jaksel

    Widi Agustian – Okezone, Jum’at, 9 November 2012 19:35 wib

    JAKARTA – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) disebut telah melakukan penyelewengan dana ekplorasi dan pengembangan. Induk usahanya, Bumi Plc pun telah menunjuk tim independen, yakni kantor hukum Macfarlanes untuk melakukan audit. Kendati investigasi yang dilakukan Macfarlanes belum menemui kesimpulan, Bumi Resources sudah mengambil langkah tandingan.

    Yakni, dengan meminta kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN  Jaksel) untuk menunjuk tim pemeriksa independen untuk melakukan pemeriksaan terhadap perseroan. “Pada 8 November 2012, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah mengabulkan permohonan yang diajukan oleh Komite Audit untuk melakukan pemeriksaan terhadap perseroan,” jelas Direktur Bumi Resources Dileep Srivastava dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/11/2012) malam.

    PN Jaksel juga memerintahkan presiden direktur BUMI dan segenap direksi maupun karyawan untuk menyediakan seluruh data dan informasi yang diperlukan dalam rangka pemeriksaan, khususnya terkait dengan pengelolaan keuangan, transaksi investasi dan transaksi keuangan lainnya yang dilakukan perseroan maupun anak-anak perusahaan yang dikonsolidasikan, untuk tahun buku 2010, 2011 dan tahun buku 30 Juni 2012, termasuk akan tetapi tidak terbatas transaksi-transaksi penempatan dana investasi BRM pada UOB.

    Sebelumnya, investigasi yang dipimpin Deputy Chairman Bumi Plc, Sir Julian Horn Smith, menghasilkan temuan awal antara lain aset eksplorasi senilai USD240 juta yang ditempatkan Bumi Plc di PT Lumbung Borneo Energi Tbk (BORN) telah raib.

    Selain itu ada dana USD500 juta yang disebut development assets dalam laporan keuangan BUMI, termasuk kepemilikan saham USD363 juta pada kepemilikan ladang minyak di Yaman melalui anak usaha Oil Gallo. “Aset-aset tersebut divaluasi menjadi nol pada laporan keuangan bumi diduga untuk proyek-proyek tersebut,” tulis Macfarlanes.

    Lembaga pemeringkat S&P juga menyatakan, Bumi Resources tampaknya harus berpikir keras untuk mengatasi utangnya yang sebesar USD700 juta, setara dengan Rp6,75 triliun (Rp9.600 per USD) sampai akhir tahun 2013. Rencana refinancing utang perseroan terancam dengan langkah induk usahanya, Bumi Plc yang melakukan investigasi.

    Menurut S&P, langkah Bumi Plc yang melakukan invetigasi terkait dugaan penyelewengan dana operasional tersebut bisa melemahkan posisi BUMI. Penyelidikan itu, lanjutnya, bisa melemahkan posisi Bumi Resources di pasar modal. Alhasil, perseroan yang tengah membutuhkan banyak pendanaan untuk membayar utang akan semakin sulit.

    Dia memperkirakan, posisi utang perseroan ada di USD4,5 miliar, setara dengan Rp43,5 miliar dengan biaya bunga sebesar 12 persen selama 12 bulan ke depan. S&P menyebutkan, sumber pendanaan internal dari kas perseroan merupakan yang paling masuk akal untuk membayar utang. Tapi, tampaknya kas perseroan tidak akan bertambah banyak. (wdi)


    http://economy.okezone.com/read/2012/11/13/278/717602/rothschild-kibarkan-bendera-perang-ke-bakrie

    201211131053, Rothschild Kibarkan Bendera Perang ke Bakrie

    Widi Agustian – Okezone, Selasa, 13 November 2012 10:52 wib

    LONDON – Nathaniel Rothschild ternyata tidak mengajukan penawaran untuk menguasai aset batu bara yang dimiliki Bumi Plc, yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU). Di mana sebelumnya dia telah mengirimkan proposal pada awal bulan ini.

    Rothschild menegaskan, dalam proposalnya dia memberikan alternatif kepada Grup Bakrie. Proposal tandingan ini tengah dikaji oleh advisor Bumi Plc dan direktur independen perusahaan Londong ini. “Saya tidak membuat proposal untuk mengejar aset Bumi Plc. (Proposal) ini juga bukan tentang Rothschild versus Bakrie,” kata Rothschild seperti dilansir Bloomberg, Selasa (13/11/2012).

    “Saya adalah salah satu investor yang menginginkan Bumi Plc konsisten sebagai perusahaan publik, memiliki corporate governance berkelas dunia dan tetap melakukan investigasi di Indonesia. Di mana Bumi adalah rumah bagi keputusan strategis dan ekonomis bagi batu bara thermal,” jelas dia.

    Bumi Plc didirikan oleh Rothschild dan Bakrie pada tahun 2010 dengan nilai USD3 miliar. Perusahaan yang terdaftar di London ini menguasai dua produsen batu bara Indonesia. Sebagai informasi, langkah terbaru Rothschild ini adalah sebagai bentuk perlawanan atas proposal yang diajukan Grup Bakrie ke Bumi Plc, perusahaan asal London, Inggris yang awalnya dijalankan bersama oleh Rothschild dan Bakrie.

    Tak hanya itu, Rothschild juga disebut-sebut telah meminta perusahaan investasi kelas kakap, Morgan Stanley, sebagai pendamping dalam menghadapi persoalan bisnisnya dengan Grup Bakrie. Sebelumnya, Grup Bakrie mengajukan proposal, yakni untuk melepas kepemilikan di Bumi PLC sebesar 23,8 persen untuk ditukar dengan 10 persen kepemilikan di Bumi Resources.

    Pada proposal tahap kedua, Grup Bakrie akan membeli 18,9 persen sisa saham Bumi PLC di unit usaha Indonesia senilai USD278 juta atau setara Rp2,6 triliun (Rp9.600 per USD). Bakrie kemudian dapat mengendalikan 29 persen saham Bumi Resources dan tidak perlu berhubungan dengan Bumi PLC.

    Dalam proposal tahap ketiga, Bakrie akan membeli aset tambang lain milik Bumi PLC, yakni 85 persen saham di PT Berau Coal Energy senilai USD950 juta (Rp9,1 triliun). (wdi)


    http://economy.okezone.com/read/2012/11/17/278/719489/12-desember-bumi-plc-bahas-lagi-sengketa-bakrie-rothschild

    201211171510, 12 Desember, Bumi Plc Bahas Lagi Sengketa Bakrie-Rothschild

    Widi Agustian – Okezone, Sabtu, 17 November 2012 15:10 wib

    JAKARTA – Bumi Plc bakal kembali melakukan pertemuan internal pada 12 Desember 2012 mendatang. Pertemuan itu akan menerima laporan akhir dari Macfarlanes dan Rothschild Group. Macfarlanes, firma hukum asal London, Inggris sebelumnya diminta untuk melakukan investigasi terkait dugaan penyelewengan dana senilai lebih dari USD500 juta di anak usahanya, yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU).

    Sementara Rothschild Group, yang disebut tidak terafiliasi dengan Nat Rothschild, akan melaporkan hasil kajiannya atas proposal yang diajukan Grup Bakrie. Grup Bakrie mengajukan proposal, yakni untuk melepas kepemilikan di Bumi PLC sebesar 23,8 persen untuk ditukar dengan 10 persen kepemilikan di Bumi Resources.

    Pada proposal tahap kedua, Grup Bakrie akan membeli 18,9 persen sisa saham Bumi PLC di unit usaha Indonesia senilai USD278 juta atau setara Rp2,6 triliun (Rp9.600 per USD). Bakrie kemudian dapat mengendalikan 29 persen saham Bumi Resources dan tidak perlu berhubungan dengan Bumi PLC.

    Dalam proposal tahap ketiga, Bakrie akan membeli aset tambang lain milik Bumi PLC, yakni 85 persen saham di PT Berau Coal Energy senilai USD950 juta (Rp9,1 triliun).

    “Dewan komisaris, termasuk saya sendiri, yang telah terlibat selama hampir satu tahun, tidak bisa melihat bagaimana Bumi PLC dapat terus beroperasi seperti itu. Proposal Bakrie yang ditawarkan pada Oktober lalu untuk mengakuisisi BUMI dan BRAU adalah untuk meredakan konflik antar pemegang saham,” kata Chairman Bumi Plc Samin Tan seperti dikutip dari The Wall Street Journal, Sabtu (17/11/2012).

    Sementara Nat Rothschild juga telah mengajukan proposal tandingan ke Bumi Plc. Isi proposal itu disebut, Rothschild membuka kemungkinan Bakrie mengambil BUMI, tapi tetap menahan BRAU. Sementara Samin Tan mengaku belum melihat usulan Rothschild. Tapi dia mengaku terbuka atas setiap tawaran yang datang kepada Bumi Plc.

    “Setiap pemangku kepentingan yang memiliki ide yang lebih baik atau dapat menawarkan solusi yang lebih baik dipersilakan untuk mengusulkan dan memainkan perannya,” kata Samin Tan. “Dengan demikian, tiap pihak boleh mengirimkan penawarannya jika ingin memperoleh salah satu atau kedua aset yang dimiliki Bumi Plc (BUMI dan BRAU),” ucapnya. (wdi)


    http://economy.okezone.com/read/2012/11/17/278/719493/bumi-plc-putuskan-penawaran-bakrie-tahun-depan

    201211171605, Bumi Plc Putuskan Penawaran Bakrie Tahun Depan

    Widi Agustian – Okezone, Sabtu, 17 November 2012 16:05 wib

    JAKARTA – Bumi Plc akan memutuskan untuk melepas atau tidak aset pertambangannya di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) pada tahun depan. Sebelumnya, Grup Bakrie mengajukan proposal, yakni untuk melepas kepemilikan di Bumi PLC sebesar 23,8 persen untuk ditukar dengan 10 persen kepemilikan di Bumi Resources.

    Pada proposal tahap kedua, Grup Bakrie akan membeli 18,9 persen sisa saham Bumi PLC di unit usaha Indonesia senilai USD278 juta atau setara Rp2,6 triliun (Rp9.600 per USD). Bakrie kemudian dapat mengendalikan 29 persen saham Bumi Resources dan tidak perlu berhubungan dengan Bumi PLC.

    Dalam proposal tahap ketiga, Bakrie akan membeli aset tambang lain milik Bumi PLC, yakni 85 persen saham di PT Berau Coal Energy senilai USD950 juta (Rp9,1 triliun). Chairman Bumi Plc Samin Tan mengatakan, proses pengkajian atas proposal Bakrie ini kemungkinan akan memakan waktu sampai tahun depan.

    Manajemen, kata Samin Tan, juga akan menunggu hasil investigasi sementara proposal Bakrie dipelajari oleh advisornya, yakni Rothschild Group. “Semua transaksi hanya akan dilakukan pada kuartal pertama awal tahun depan. Mengingat kemajuan dari investigasi masih minim dan diperlukannya izin untuk pelepasan aset,” kata Samin Tan kepada The Wall Street Journal, seperti dikutip Okezone, Sabtu (17/11/2012).

    Bumi telah menunjuk firma hukum asal Londong, Inggris, Macfarlanes untuk menyelidiki penyimpangan keuangan senilai lebih dari USD500 juta di BUMI dan BRAU. Sebelumnya, Nat Rothschild sudah memberikan proposal tandingan kepada Bumi Plc untuk mencegah Grup Bakrie mengambilalih PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU).

    Tak tanggung-tanggung, Rothschild pun dikabarkan menggandeng beberapa pihak di Indonesia, salah satu yang ditemuinya adalah Prabowo Subianto. Prabowo adalah Ketua Umum Partai Gerinda, dia juga disebut-sebut sebagai salah satu kandidat presiden Indonesia. Selain itu, Prabowo merupakan mantan menantu dari Presiden Soeharto.

    Rothschild dan Bakrie telah bertengkar sejak berdirinya Bumi Plc terkait bagaimana mengelola perusahaan. Harga saham Bumi Plc sendiri telah jatuh lebih dari 70 persen sejak awal pencatatannya. (wdi)


    http://economy.okezone.com/read/2012/11/20/278/720772/bumi-plc-belum-konfirmasi-bei

    201211201649, Bumi Plc Belum Konfirmasi BEI

    Rizkie Fauzian – Okezone. Selasa, 20 November 2012 16:49 wib

    JAKARTA – Kabar terbaru kasus Bumi Plc menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pihak Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun saat dikonfirmasi pihak BEI merasa tidak pernah ada komunikasi terkait dengan kasus tersebut. Hal tersebut disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen mengatakan bahwa tidak ada komunikasi dengan pihak Bumi Plc terkait rencana investigasi terhadap aset PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU).

    “Tidak ada komunikasi dengan kami hingga saat ini, itu kan urusan didalam jadi penyelesaiannya juga masing-masing,”katanya di Jakarta, selasa (20/11/2012). Hoesen juga menambahkan bahwa dengan banyaknya berita yang berkembang diluar pihak bursa tidak dapat mengambil kesimpulan, tugas bursa justru menghentikan segala spekulasi yang berkembang diluar, oleh karena itu perlunya keterbukaan informasi.

    “Sekarang kan prosesnya sendiri belum selesai, jadi belum dapat disimpulkan, mereka sebagai perusahaan publik seharusnya dapat memberikan keterbukaan kepada publik. Saat ini kan tugas kami hanya melihat jika ada sesuatu kami akan memaanggil dan konformasi akan berita tersebut,” tambah Hoesen. (wdi)


    http://webcache.googleusercontent.com/search?hl=id&biw=&bih=&q=cache:kxjFfMr-v8UJ:http://www.ft.com/cms/s/0/4a4edfc8-340b-11e2-8270-00144feabdc0.html%2BFriedland+backs+Rothschild+Bumi+proposal&gbv=2&gs_l=heirloom-hp.3…1010.4276.0.4570.3.3.0.0.0.0.154.443.0j3.3.0…0.0…1c.1.zeLltyMRrPg&ct=clnk

    http://www.ft.com/cms/s/0/4a4edfc8-340b-11e2-8270-00144feabdc0.html

    201211212328, Rothschild backed by Friedland on Bumi

    By Helen Thomas in London, November 21, 2012 11:28 pm

    Nat Rothschild, the financier behind coal miner Bumi Plc, has secured the backing of mining entrepreneur Robert Friedland for his proposal to unwind the London-listed company’s relationship with Indonesia’s influential Bakrie family. Mr Friedland, the billionaire who founded Ivanhoe Mines, which developed the Oyu Tolgoi copper mine in Mongolia, has agreed to invest $50m, according to people familiar with the matter.

    Ivanhoe is now controlled by Rio Tinto, the Anglo-Australian group. Mr Rothschild, who earlier this month made a counter-proposal to the Bakries’ offer to buy back Bumi Plc’s Indonesian mining assets, was finalising commitments from investors for $270m in equity funding, they added.

    He told the investment bank advising the board of Bumi Plc that he had the support of Mr Friedland as well as several other investors, the sources added, and intended to provide further details of his plans shortly. Mr Rothschild’s consortium is likely to include Hashim Djojohadikusumo, the Indonesian businessman and brother of general-turned-politician Prabowo Subianto, according to a person familiar with the matter.

    The Financial Times reported earlier this month that Mr Rothschild had approached a number of Indonesian tycoons, including Mr Djojohadikusumo, about his plans. Mr Rothschild has garnered pledges of support from several existing institutional investors in the group, the person familiar with the matter added, and is in discussions with a large North American pension fund about backing his proposal.

    Mr Friedland, Mr Rothschild and Bumi Plc declined to comment. Since Mr Rothschild in 2011 struck a deal to reverse stakes in Indonesia coal assets into his London-listed cash shell, Bumi Plc has been dogged by corporate governance concerns and boardroom spats. The group’s share price has slumped from a high of £14 to 266.8p on Wednesday.

    One person close to the group earlier this month characterised Mr Rothschild’s ideas as early-stage but said the board would consider them upon receiving more information. Bumi Plc’s board has said it will await the outcome of an investigation – expected in two or three weeks – into potential financial irregularities at its Indonesian businesses before considering proposals from the Bakries and Mr Rothschild.

    According to people familiar with the matter, Mr Rothschild supports the first part of the $1.4bn Bakrie proposal. The family suggested swapping their 23.7 per cent stake in Bumi Plc for shares in Bumi Resources, the Indonesian miner in which the London group has a 29 per cent stake.

    The Bakries would then buy the London group’s remaining stake in Bumi Resources for $278m, severing ties between the two companies. The Bakries also suggested buying Bumi Plc’s 85 per cent stake in Berau Coal, another Indonesian miner, for $950m in six months – though analysts say there remains uncertainty that the heavily indebted family could raise the necessary financing.

    Mr Rothschild, however, envisages buying out the stakes in the London-listed company held by Samin Tan, Bumi’s chairman, who bought half the Bakries’ stake in Bumi Plc late last year, and another associate of the family, Rosan Roeslani, a Bumi Plc director. Mr Friedland, considered one of most successful mining entrepreneurs of his generation, recently listed Ivanplats, an African-focused mining company, on the Toronto stock exchange.

    He is still the second largest shareholder in Ivanhoe, now called Turquoise Hill, which houses Rio’s $6bn Oyu Tolgoi copper project. Separately, according to people familiar with the matter, the Takeover Panel is examining whether Bukit Mutiara, a company that owns 13 per cent of Bumi Plc and is affiliated with Mr Roeslani’s Recapital, is acting in concert with the Bakrie family.

    If that is the case, it could trigger a requirement for the Indonesian investors to bid for the London-listed company. Mr Tan, who borrowed $1bn from Standard Chartered to finance his investment in Bumi Plc at almost £11 a share, is already deemed to be acting “in concert” with the Bakrie family following their deal last year.

    Copyright The Financial Times Limited 2012. You may share using our article tools.
    Please don’t cut articles from FT.com and redistribute by email or post to the web.


    http://www.mining.com/nat-rothschild-ropes-in-robert-friedland-to-take-back-bumi-81744/

    20121122, Robert Friedland joins Rothschild-Bakrie fight over Indonesia coal mines

    Frik Els | November 22, 2012

    It was a billion dollar deal that was supposed to bring two famous business dynasties together – one from the East and the other the West. Nat Rothschild, descendant of the founder of the two-centuries old banking empire, used his family name to get big players – “and big players only” – to back him in a deal to bring a chunk of the vast business interests of the Bakrie family of Indonesia to the City of London.

    Listing the coal and other mining interest in London provided the members of Sumatran family – one of whom has a good chance of becoming president of the world’s fourth most populous nation – a high profile in the West and at the same time gave Nat, 41, the chance to finally transform his popular image from that of a partying rich kid into a financier with true investment chops.

    It was not to be.

    Barely two years after listing, Bumi plc is collapsing amid bitter recriminations, allegations of financial impropriety and a downturn in the market. Investors – including according to some reports members of the UK royal family – have lost three quarters of their money. Rothschild quit the board last month, but today, Nat has come up with a new proposal to save the company.

    He has raised $270 million to fund a proposal to sever ties between the Bakries and Bumi Plc and told Bloomberg News today that his proposal “appears to be the only workable solution.” The Bakries have their own proposal worth $1.2 billion and are believed to be open to discussions.

    A number of Bumi’s top shareholders including Schroders, Standard Life Investments and Abu Dhabi Investment Co. support Rothschild’s proposal, and Nat has also managed to bring on board Robert Friedland, the legendary mining financier, who has agreed to invest $50 million in the venture.

    After a string of major successes, Friedland was poised to cap his mining career with the blockbuster $10 billion Oyu Tolgoi copper-gold mine in Mongolia, but he was ousted from his Ivanhoe Mines in April of this year after Rio Tinto took control of the Vancouver-based company.

    Friedland bounced back last month raising more than $300 million when he took Ivanplats – an African platinum and copper venture – public in Toronto.


    http://www.thejakartapost.com/news/2012/11/23/friedland-backs-rothschild-over-bumi-sources.html

    201211230938, Friedland backs Rothschild over Bumi: Sources

    The Jakarta Post | Business | Fri, November 23 2012, 9:38 AM
    Paper Edition | Page: 14

    Mining sector entrepreneur Robert Friedland is lending his support to Nat Rothschild’s move to keep alive the London-listed Bumi Plc. coal-mining venture, sources familiar with the matter told Reuters. Rothschild founded Bumi two years ago with Indonesia’s politically connected Bakrie family, which reversed Indonesian operating assets into a shell company set up by Rothschild.

    The relationship has soured, however, and in October the Bakries bid US$1.4 billion to reacquire the operating assets that underpin Bumi, a move that would dismantle the group. Earlier this month, Bumi said Rothschild had proposed an alternative. Sources familiar with the matter said that proposal would see Bakrie-supporting shareholders bought out, while Bumi would keep some coal assets, namely majority-owned Berau Coal.

    Friedland — a billionaire famous for spotting the potential of some of the world’s top deposits from Voisey’s Bay nickel deposit in Canada to Mongolia’s Oyu Tolgoi — has agreed to invest $50 million, one of the sources said on Thursday. Rothschild declined to comment and Friedland was not available for comment.

    Bumi’s head of corporate affairs Nick von Schirnding told The Jakarta Post on Thursday that the company would evaluate all proposals, both the Bakrie and Rothschild ones, once an investigation into alleged misappropriation of company assets was completed later in December. “We will be meticulous and nothing will be rushed through,” he said.


    http://economy.okezone.com/read/2012/11/23/278/722186/jika-bakrie-terdepak-rothschild-guyur-bumi-usd270-juta

    201211231147, Jika Bakrie Terdepak, Rothschild Guyur Bumi USD270 Juta

    Martin Bagya Kertiyasa – Okezone, Jum’at, 23 November 2012 11:47 wib

    LONDON – Bumi Plc saat ini telah menerima dua proposal dari dua pemegang saham yang tengah berseteru, keluarga Bakrie dan Nathaniel Rothschild. Keduanya telah mengajukan proposal kepada manajemen Bumi Plc.

    Nathaniel Rothschild, yang mengundurkan diri dari London Bumi Plc bulan lalu, telah mengajukan proposal tambahan sebesar USD270 juta kepada produsen batu bara ini agar memutuskan hubungan dengan pemegang saham di Indonesia, termasuk dengan keluarga Bakrie, Rosan Roeslani, dan Ketua Samin Tan.

    Keputusan tersebut dilakukan oleh NR Investment grup, Rothschild, bersama dengan investor lain untuk menandingi Bakrie. Pengusaha wahid asal Inggris ini mengatakan akan mengelontorkan USD1,2 miliar terhadap aset batu bara Bumi Plc. “Para anggota dewan independen perlu mengevaluasi proposal kami, yang saat ini tampaknya menjadi satu-satunya solusi yang bisa diterapkan,” kata Rothschild dalam keterangannya seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (23/11/2012).

    Seorang sumber mengatakan, rencana ini telah mencapat dukungan dari investor Bumi, yakni Schroders Plc, Standard Life Investments, Artemis Investment Management LLP, dan Abu Dhabi Investment Co. Rothschild telah mengajukan proposal untuk menjawab langkah Bakrie, yang mengatakan akan membeli kembali 29 persen saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

    Dalam proposal tersebut Rothschild akan menggelontorkan USD278 juta secara tunai, jika keluarga Bakrie dari sahamnya PLC Bumi, melalui konsorsium investasi yang dipimpin NR Investments. NR Investment bahkan bersedia menyuntikkan lebih banyak dana ke Bumi Plc, agar pemegang saham Indonesia lainnya Samin Tan, dan Rosan Perkasa Roeslani, dapat hengkang dari Bumi Plc.

    Saat ini, Samin Tan dan Roeslani memiliki saham di Bumi melalui investasi Recapital Advisors, dan Borneo Lumbung Energi & Metal (BORN). Recapital memiliki saham 13 persen di Bumi, sementara Borneo memiliki 23,8 persen. Borneo memegang sahamnya ditandem dengan Grup Bakrie.

    Sementara di NR Investment, taipan Robert Friedland telah setuju mengucurkan USD50 juta dan menjadi bagian dari konsorsium yang dipimpin Rothschild, di mana dua orang ini akrab dengan masalah tersebut. Friedland, merupakan konglomerat yang mengembangkan proyek pertambangan utama termasuk emas Tolgoi Oyu, tambang tembaga terbesar di Mongolia.

    Selain itu, dari Indonesia Hashim Djojohadikusumo, dan Prabowo Subianto juga telah sepakat untuk menginvestasikan USD50 juta dalam konsorsium. Subianto menegaskan akan melawan Grup Bakrie, Aburizal Bakrie, yang memimpin Partai Golkar di Indonesia dan juga merupakan pesaing dalam Pemilihan Presiden 2014. (mrt)


    http://www.bloomberg.com/news/2012-11-22/rothschild-raises-270-million-to-fund-bumi-split-from-bakries.html

    201211231345, Rothschild Raises $270 Million for Bumi Severance Proposal

    By Jesse Riseborough – Nov 23, 2012 1:45 PM GMT+0700

    Nathaniel Rothschild, who quit the board of London-listed Bumi Plc last month, has raised $270 million for a proposal to the coal producer that would see it sever ties with shareholders including Indonesia’s Bakrie family, Rosan Roeslani and Chairman Samin Tan. Rothschild’s NR Investments has committed funds to the proposal along with other investors, he said in an e-mailed statement sent to Bloomberg News.

    The Bakries, who made a rival $1.2 billion approach for the coal assets of Bumi last month, would be willing to study the plan, spokesman Chris Fong said. “The independent board members need to evaluate our proposal which currently appears to be the only workable solution,” Rothschild said in his statement yesterday.

    The proposal from the 41-year-old, whose ancestor helped bankroll Britain’s war against Napoleonic France, was sent to Bumi independent directors last month as he stepped up a battle for control of the group he set up with the Bakries in 2010. Rothschild resigned as a director amid a feud with the Bakries and Tan, saying he’d lost confidence in the board.

    “They are open to anything that is reasonable and works for everybody,” Bakrie spokesman Fong said by phone from Sydney yesterday. “This is just an unfortunate situation what’s happened.”

    ‘Difficult for Investors’

    Bumi investors Schroders Plc (SDR), Standard Life Investments, Artemis Investment Management LLP and Abu Dhabi Investment Co. have agreed to support Rothschild’s proposal, a person with knowledge of the plan said. The proposal may include a rights offer, the person said, asking not to be identified as the negotiations are confidential.

    “It’s difficult for investors to take a view because we don’t have any details of the proposal,” Richard Knights, an analyst at Liberum Capital Ltd. in London, said by phone. “The key risk is that the company may be left without any powerful, aligned interests in Indonesia and that could be a scary proposition.”

    Robert Friedland, the billionaire founder of mining company Ivanplats Ltd. (IVP), has agreed to invest $50 million in the venture with Rothschild, the person said. Friedland declined to comment. Rothschild, the scion of a centuries-old banking dynasty, also called for Tan to step down. “A new board will restore confidence,” he said in his statement. Tan said last week he supports the Bakries’ offer, adding that it equates to between 5 pounds and 6 pounds a share.

    ‘Bring Price Down’

    “If there’s a deal which can bring the share price to 5 to 6 pounds, why don’t we support it?” he said in a Nov. 15 interview. “If there is other ways and means to achieve the same or even better, rest assured I will go for it. If Nat’s proposal can result in the same or better, I will undoubtedly support it.”

    Bumi Resources shares declined 1.7 percent to 590 rupiah at the midday break in Jakarta trading and were headed for their lowest close since February 2009. Shares of Borneo Lumbung Energi & Metal, which together with the Bakrie group controls 47.6 percent of Bumi Plc, fell 1.6 percent to 610 rupiah.

    “The questions is, can he offer a better deal than the Bakries?” Wilianto Ie, head of Indonesia equities research at Nomura Holdings Inc., said by telephone from Jakarta referring to Rothschild’s offer. Considering Rothschild has “only raised $270 million for now, will he do it with leverage? At the end of the day, he has to offer a better deal than the Bakries.”

    Morgan Stanley

    Rothschild, who is being advised by Morgan Stanley, has also secured support from Hashim Djojohadikusumo, son of Sumitro, one of the architects of Indonesia’s economic programs in the late 1960s, the person said.

    His proposal is being studied by Bumi’s advisers and independent directors, according to a Nov. 5 statement. Officials for Schroders, Standard Life and Artemis and Bumi declined to comment. Officials at Abu Dhabi Investment couldn’t be reached for comment.

    Tan said in the interview he hadn’t seen Rothschild’s proposal as it had only been given to independent directors of Bumi. (BUMI) PT Borneo (BORN) Lumbung Energi and Metal and the Bakrie Group may agree this week to end their joint venture that holds 47.6 percent of the shares in Bumi, freeing Bakrie to trade its stake and exit the company, Tan said in the interview.

    Coal Producers

    The $3 billion deal between Rothschild and the Bakries two years ago listed stakes in two Indonesian coal producers in London. The boardroom infighting and investigations in London and Indonesia into potential financial irregularities have prompted moves to unwind the investment. The Bakries have offered to acquire the 29 percent stake in PT Bumi Resources and 85 percent of PT Berau Coal Energy (BRAU) held by Bumi Plc.

    The Bakrie Group has offered to exchange a 23.8 percent stake in Bumi Plc for 10.3 percent of Jakarta-based Bumi Resources. (BUMI) The group also made a conditional proposal to buy back the remaining 18.9 percent in Bumi Resources in cash by Christmas. In addition, it plans to offer $947 million for Bumi Plc’s 84.7 percent stake in Berau Coal Energy.

    Roeslani is president director of Berau Coal Energy and owns about 13 percent of London-listed Bumi Plc through Recapital. Rothschild owns about 12 percent of the company’s voting stock. Bumi declined 2.6 percent to close at 259.8 pence in London yesterday. Bumi Resources, Indonesia’s top producer of power-station coal, said a court on Nov. 9 approved an independent investigation into its accounts dating back to 2010.

    Bumi Resources is part-owned by the Bakrie family. The probe was prompted by the company’s audit committee “in view of the public notifications by a shareholder, Bumi Plc, and various reports, both in international and local media,” Jakarta-based Bumi Resources said that day.

    The London-listed company announced Sept. 24 an inquiry into “potential financial and other irregularities” at its Indonesian operations, Bumi Resources and Berau Coal Energy.

    To contact the reporter on this story: Jesse Riseborough in London at jriseborough@bloomberg.net
    To contact the editor responsible for this story: John Viljoen at jviljoen@bloomberg.net


    http://economy.okezone.com/read/2012/11/26/279/723155/menakar-kekuatan-rothschild-si-musuh-bakrie

    201211261202, Menakar Kekuatan Rothschild, si Musuh Bakrie

    Widi Agustian – Okezone, Senin, 26 November 2012 12:02 wib

    NATHANIEL Rothschild telah mengajukan proposal tandingan atas proposal Grup Bakrie yang diajukan ke Bumi Plc. Dalam proposalnya, Rothschild tampak tegas menginginkan agar semua kroni-kroni Bakrie keluar dari Bumi Plc. Lantas, apakah hal tersebut bisa terealisasi? Mungkin saja, mengingat Rothschild sudah menggalang kekuatan untuk merealisasikan niatnya.

    Selain mengandalkan kapabilitas dirinya, Nat Rothschild, yang merupakan keturunan dari keluarga Rothschild ini sudah menyusun konsorsiumnya sendiri. Pihak-pihak yang berada di belakang Rothschild pun bukan lah nama-nama yang bisa dipandang sebelah mata. Rothschild disebut-sebut berniat menggandeng Prabowo Subiakto, salah satu orang yang disebut-sebut salah satu kandidat presiden Indonesia untuk Pemilu 2012 mendatang.

    Prabowo juga menjabat sebagai ketua umum Partai Gerinda. Selain itu, Prabowo merupakan mantan menantu dari Presiden Soeharto. Adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo sudah menyatakan dukungannya untuk Rothschild. Selain itu, Rothschild disebut telah mengantongi dukungan dari investor Bumi Plc lainnya, yakni Schroders Plc, Standard Life Investments, Artemis Investment Management LLP, dan Abu Dhabi Investment Co.

    Rothschild pun telah meminta perusahaan investasi kelas kakap, Morgan Stanley, sebagai pendamping dalam menghadapi persoalan bisnisnya dengan Grup Bakrie. Tak hanya itu, taipan Robert Friedland juga telah setuju mengucurkan USD50 juta dan menjadi bagian dari konsorsium yang dipimpin Rothschild. Friedland, merupakan konglomerat yang namanya tidak asing di dunia tambang.

    Dengan ‘kekuatan’ barunya tersebut, Rothschild, yang sebelumnya mengundurkan diri dari Bumi mengajukan proposal tandingan senilai USD270 kepada Bumi Plc. Rothschild telah mengajukan proposal untuk menjawab langkah Bakrie, yang mengatakan akan membeli kembali 29 persen saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

    Dalam proposal tersebut Rothschild akan menggelontorkan USD278 juta secara tunai, jika keluarga Bakrie dari sahamnya PLC Bumi, melalui konsorsium investasi yang dipimpin NR Investments. NR Investment bahkan bersedia menyuntikkan lebih banyak dana ke Bumi Plc, agar pemegang saham Indonesia lainnya Samin Tan, dan Rosan Perkasa Roeslani, dapat hengkang dari Bumi Plc.

    Saat ini, Samin Tan dan Roeslani memiliki saham di Bumi melalui investasi Recapital Advisors, dan PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN). Recapital memiliki saham 13 persen di Bumi, sementara Borneo memiliki 23,8 persen. Borneo memegang sahamnya bersama Grup Bakrie.

    Langkah terbaru Rothschild ini adalah sebagai bentuk perlawanan atas proposal yang diajukan Grup Bakrie ke Bumi Plc, perusahaan asal London, Inggris yang awalnya dijalankan bersama oleh kedua kubu tersebut. Sebelumnya, Grup Bakrie mengajukan proposal, yakni untuk melepas kepemilikan di Bumi PLC sebesar 23,8 persen untuk ditukar dengan 10 persen kepemilikan di Bumi Resources.

    Pada proposal tahap kedua, Grup Bakrie akan membeli 18,9 persen sisa saham Bumi PLC di unit usaha Indonesia senilai USD278 juta atau setara Rp2,6 triliun (Rp9.600 per USD). Bakrie kemudian dapat mengendalikan 29 persen saham Bumi Resources dan tidak perlu berhubungan dengan Bumi PLC.

    Dalam proposal tahap ketiga, Bakrie akan membeli aset tambang lain milik Bumi PLC, yakni 85 persen saham di PT Berau Coal Energy senilai USD950 juta (Rp9,1 triliun). (wdi)

     
  • Virtual Chitchatting 5:24 AM on 2012/11/27 Permalink  

    Market Research on Hotel Industry in Indonesia

    By Sando Sasako
    Lead Consultant
    Advanced Advocacy Plus

    Jakarta, 27 November 2012 03.31

    Analysing hotel industry in Indonesia is a little bit tricky. Most analyses are heavily focused on the management of the hotel, rather than the ownerships of the hotel. Anyone can build and own hotel. But to operate and make it performed is another work and another job to do. Not every hotel owner can operate her own hotel(s).

    The most common hotel operation and management can be divided into 4 types of business models, that is pure management, franchised, leased-and-operated, and owner-operated.

    In 100% pure management system, the property owner pays the management fee based on revenues and profits, marketing fees, and royalty fee. The property owner is still involved as there are problems arising related to assets. Property owners usually and mostly are local developers or any consortium between property owners and worldwide investors.

    In a franchise system, owner of the brand hotel provides license to use the brand to the property owner. As a return, the property owner is obliged to pay the licensing fees, advices to hotel operationalisation, and joint services such as reservation system, loyalty programs, and various initiatives on sales and marketing. Franchisee may not comply to the standards of quality and hotel brand, or vice versa.

    In a leased-operated system, the hotel management as the lessee leases with fixed price to the property owner. The lessee works independently and still pays the operational and maintenance expenses.

    In an owner-operated system, the hotel is managed directly by the owner. Such hotels usually donot have an (internationaly recognised hotel) brand, are common and dominating, and have segmented its customers to middle-to-lesser class society. Such hotels often and usually lose their competitive advantages to other chained hotels and branded hotels. As a consequence, the property owners begin to sell their properties or use other brand hotel or rebranding through franchise program of economy/budget hotel chains.

    Tabel – 1: Some hotel chains in the world
    Accor Sofitel, Pullman, Motel 6, Novotel, Ibis, Studio 6
    Carlson Country Inn & Suites, Park Inn, Park Plaza, Radisson, Hotel Missoni
    Choice Hotels Ascend Collection, Cambria Suites, Clarion, Comfort Inn, Comfort Suites, EconoLodge, Mainstay Suites, Quality Inn, Rodeway Inn, Sleep Inn, Suburban Extended Stay Hotel
    Hilton Conrad Hotels, Doubletree, Embassy Suites, Hampton Inn and Hampton Inns & Suites, Hilton Garden Inn, Hilton Hotels & Resorts, Homewood Suites, Home2 Suites, Waldorf Astoria, Double Tree
    Hyatt Grand Hyatt, Park Hyatt, Hyatt Regency, Andaz, Hyatt, Hyatt Place, Hyatt Summerfield Suites
    InterContinental Crowne Plaza, Indigo, InterContinental, Candlewood Suites, Holiday Inn, Holiday Inn Express, Hotel Staybridge Suites
    Marriott JW Marriott, Renaissance, Courtyard, Fairfield, Marriott ExecuStay, Marriott Hotels & Resorts, Residence Inn, Ritz-Carlton, SpringHill Suites, TownePlace Suites
    Starwood Le Méridien, St. Regis, Westin Hotels, Sheraton, Aloft Hotels, Element by Westin, Four Points, W Hotels, The Luxury Collection
    Wyndham Wyndham Grand, Ramada, Howard Johnson’s, Baymont Inn & Suites, Days Hotel & Suites, Days Suites, Days Inn, Hawthorn Suites, Knights Inn, Microtel, Super 8, Travelodge, Wingate by Wyndham, Wyndham Hotels & Resorts
    Others Alila Hotels & Resorts, AmericInn, America’s Best Value Inn, Best Western, Drury Inn, Fairmont Hotels, Four Seasons, Kempinsky, Kimpton Hotels, La Quinta Inn, Loews Hotels, Masters Inn, Omni Hotels, Red Carpet Inn, Red Roof Inn, Scottish Inns,
    Timeshare Diamond Resorts International, Disney Vacation Club, Hilton Grand Vacations Company, Interval International, Marriott Vacation Club International, Marriott Vacations Worldwide Corporation, Westgate Resorts, WorldMark by Wyndham, Wyndham Vacation Resorts Asia-Pacific
    Extended Stay Extended Stay, Extended StayAmerica, Homestead Studio Suites Hotels, InTown Suites, Siegel Suites, Value Place
    Defunct Adam’s Mark, AmeriHost Inn, AmeriSuites, Jack Tar Hotels, Shoney’s Inn, Susse Chalet, Statler Hotels, Tage Inn
    Source: wikipedia

    The ISIC Issues

    Another problem in analysing hotel industry in Indonesia is that Indonesia has been using obsolete ISIC Rev.2 which was made in 1968. ISIC which stands for International Standard Industrial Classification of all Economic Activities, is defined by the United Nations Statistics Division and is a standard classification of economic activities (including both merchandise and services) arranged so that entities can be classified according to the activity they carry out.

    The first classification was approved in 1948 and is based on four levels. The following revisions have been made: ISIC Rev.1 (1958), ISIC Rev.2 (1968) and ISIC Rev.3.0 (1989). ISIC Rev.3.1 update, effective May 2002, supersedes ISIC Rev.3.0, and ISIC Rev.4 that is officially released on 11 August 2008.

    Browse:

    The ISIC Rev.4

    Download:

    • - includes corrections to the printed version

    The 2-digit ISIC Rev.4

    • A- Agriculture, forestry and fishing
      • 01 – Crop and animal production, hunting and related service activities
      • 02 – Forestry and logging
      • 03 – Fishing and aquaculture
    • B- Mining and quarrying
      • 05 – Mining of coal and lignite
      • 06 – Extraction of crude petroleum and natural gas
      • 07 – Mining of metal ores
      • 08 – Other mining and quarrying
      • 09 – Mining support service activities
    • C- Manufacturing
      • 10 – Manufacture of food products
      • 11 – Manufacture of beverages
      • 12 – Manufacture of tobacco products
      • 13 – Manufacture of textiles
      • 14 – Manufacture of wearing apparel
      • 15 – Manufacture of leather and related products
      • 16 – Manufacture of wood and of products of wood and cork, except furniture; manufacture of articles of straw and plaiting materials
      • 17 – Manufacture of paper and paper products
      • 18 – Printing and reproduction of recorded media
      • 19 – Manufacture of coke and refined petroleum products
      • 20 – Manufacture of chemicals and chemical products
      • 21 – Manufacture of basic pharmaceutical products and pharmaceutical preparations
      • 22 – Manufacture of rubber and plastics products
      • 23 – Manufacture of other non-metallic mineral products
      • 24 – Manufacture of basic metals
      • 25 – Manufacture of fabricated metal products, except machinery and equipment
      • 26 – Manufacture of computer, electronic and optical products
      • 27 – Manufacture of electrical equipment
      • 28 – Manufacture of machinery and equipment n.e.c.
      • 29 – Manufacture of motor vehicles, trailers and semi-trailers
      • 30 – Manufacture of other transport equipment
      • 31 – Manufacture of furniture
      • 32 – Other manufacturing
      • 33 – Repair and installation of machinery and equipment
    • D- Electricity, gas, steam and air conditioning supply
      • 35 – Electricity, gas, steam and air conditioning supply
    • E- Water supply; sewerage, waste management and remediation activities
      • 36 – Water collection, treatment and supply
      • 37 – Sewerage
      • 38 – Waste collection, treatment and disposal activities; materials recovery
      • 39 – Remediation activities and other waste management services
    • F- Construction
      • 41 – Construction of buildings
      • 42 – Civil engineering
      • 43 – Specialized construction activities
    • G- Wholesale and retail trade; repair of motor vehicles and motorcycles
      • 45 – Wholesale and retail trade and repair of motor vehicles and motorcycles
      • 46 – Wholesale trade, except of motor vehicles and motorcycles
      • 47 – Retail trade, except of motor vehicles and motorcycles
    • H- Transportation and storage
      • 49 – Land transport and transport via pipelines
      • 50 – Water transport
      • 51 – Air transport
      • 52 – Warehousing and support activities for transportation
      • 53 – Postal and courier activities
    • I- Accommodation and food service activities
      • 55 – Accommodation
      • 56 – Food and beverage service activities
    • J- Information and communication
      • 58 – Publishing activities
      • 59 – Motion picture, video and television programme production, sound recording and music publishing activities
      • 60 – Programming and broadcasting activities
      • 61 – Telecommunications
      • 62 – Computer programming, consultancy and related activities
      • 63 – Information service activities
    • K- Financial and insurance activities
      • 64 – Financial service activities, except insurance and pension funding
      • 65 – Insurance, reinsurance and pension funding, except compulsory social security
      • 66 – Activities auxiliary to financial service and insurance activities
    • L- Real estate activities
      • 68 – Real estate activities
    • M- Professional, scientific and technical activities
      • 69 – Legal and accounting activities
      • 70 – Activities of head offices; management consultancy activities
      • 71 – Architectural and engineering activities; technical testing and analysis
      • 72 – Scientific research and development
      • 73 – Advertising and market research
      • 74 – Other professional, scientific and technical activities
      • 75 – Veterinary activities
    • N- Administrative and support service activities
      • 77 – Rental and leasing activities
      • 78 – Employment activities
      • 79 – Travel agency, tour operator, reservation service and related activities
      • 80 – Security and investigation activities
      • 81 – Services to buildings and landscape activities
      • 82 – Office administrative, office support and other business support activities
    • O- Public administration and defence; compulsory social security
      • 84 – Public administration and defence; compulsory social security
    • P- Education
      • 85 – Education
    • Q- Human health and social work activities
      • 86 – Human health activities
      • 87 – Residential care activities
      • 88 – Social work activities without accommodation
    • R- Arts, entertainment and recreation
      • 90 – Creative, arts and entertainment activities
      • 91 – Libraries, archives, museums and other cultural activities
      • 92 – Gambling and betting activities
      • 93 – Sports activities and amusement and recreation activities
    • S- Other service activities
      • 94 – Activities of membership organizations
      • 95 – Repair of computers and personal and household goods
      • 96 – Other personal service activities
    • T- Activities of households as employers; undifferentiated goods- and services-producing activities of households for own use
      • 97 – Activities of households as employers of domestic personnel
      • 98 – Undifferentiated goods- and services-producing activities of private households for own use
    • U- Activities of extraterritorial organizations and bodies
      • 99 – Activities of extraterritorial organizations and bodies

    The ISIC Rev.3.0

    Revision 3.0, level 1 includes 17 sections identified by alphabetical letters A to Q, level 2 covers 62 divisions identified by two-digit numerical codes and level 3 is defined by 161 groups identified by three-digit numerical codes. The Table below shows the first two levels of Revision 3.0 and their equivalent in Revision 2.0.

    Table – 2: Levels 1 and 2 of ISIC Revision 3.0 and Revision 2.0

    Revision 3.0 Revision 2.0
    A – Agriculture, hunting and forestry 1 – Agriculture, Hunting, Forestry and Fishing
    01 – Agriculture, hunting and related service activities 11 – Agriculture and Hunting
    02 – Forestry, logging and related service activities 12 – Forestry and logging
    B – Fishing 13 – Fishing
    05 – Fishing, operation of fish hatcheries and fish farms; service activities incidental to fishing
    C – Mining and quarrying 2 – Mining and Quarrying
    10 – Mining of coal and lignite; extraction of peat 21 – Coal Mining
    11 – Extraction of crude petroleum and natural gas; service activities incidental to oil and gas extraction excluding surveying 22 – Crude Petroleum and Natural Gas Production
    12 – Mining of uranium and thorium ores 23 – Metal Ore Mining
    13 – Mining of metal ores 29 – Other Mining
    14 – Other mining and quarrying
    D – Manufacturing 3 – Manufacturing
    15 – Manufacture of food products and beverages 31 – Manufacture of Food, Beverages and Tobacco
    16 – Manufacture of tobacco products 32 – Textile, Wearing Apparel and Leather Industries
    17 – Manufacture of textiles 33 – Manufacture of Wood and Wood Products, Including Furniture
    18 – Manufacture of wearing apparel; dressing and dyeing of fur 34 – Manufacture of Paper and Paper Products, Printing and Publishing
    19 – Tanning and dressing of leather; manufacture of luggage, handbags, saddlery, harness and footwear 35 – Manufacture of Chemicals and Chemical, Petroleum, Coal, Rubber and Plastic Products
    20 – Manufacture of wood and of products of wood and cork, except furniture; manufacture of articles of straw and plaiting materials 36 – Manufacture of Non-Metallic Mineral Products, except Products of Petroleum and Coal
    21 – Manufacture of paper and paper products 37 – Basic Metal Industries
    22 – Publishing, printing and reproduction of recorded media 38 – Manufacture of Fabricated Metal Products, Machinery and Equipment
    23 – Manufacture of coke, refined petroleum products and nuclear fuel 39 – Other Manufacturing Industries
    24 – Manufacture of chemicals and chemical products
    25 – Manufacture of rubber and plastics products
    26 – Manufacture of other non-metallic mineral products
    27 – Manufacture of basic metals
    28 – Manufacture of fabricated metal products, except machinery and equipment
    29 – Manufacture of machinery and equipment n.e.c.
    30 – Manufacture of office, accounting and computing machinery
    31 – Manufacture of electrical machinery and apparatus n.e.c.
    32 – Manufacture of radio, television and communication equipment and apparatus
    33 – Manufacture of medical, precision and optical instruments, watches and clocks
    34 – Manufacture of motor vehicles, trailers and semi-trailers
    35 – Manufacture of other transport equipment
    36 – Manufacture of furniture; manufacturing n.e.c.
    37 – Recycling
    E – Electricity, gas and water supply 4 – Electricity, Gas and Water
    40 – Electricity, gas, steam and hot water supply 41 – Electricity, Gas and Steam
    41 – Collection, purification and distribution of water 42 – Water Works and Supply
    F – Construction 5 – Construction
    45 – Construction 50 – Construction
    G – Wholesale and retail trade; repair of motor vehicles, motorcycles and personal and household goods 6 – Wholesale and Retail Trade and Restaurants and Hotels
    50 – Sale, maintenance and repair of motor vehicles and motorcycles; retail sale of automotive fuel 61 – Wholesale Trade
    51 – Wholesale trade and commission trade, except of motor vehicles and motorcycles 62 – Retail Trade
    52 – Retail trade, except of motor vehicles and motorcycles; repair of personal and household goods
    H – Hotels and restaurants
    55 – Hotels and restaurants 63 – Restaurants and Hotels
    I – Transport, storage and communications 7 – Transport, Storage and Communication
    60 – Land transport; transport via pipelines 71 – Transport and Storage
    61 – Water transport 72 – Communication
    62 – Air transport
    63 – Supporting and auxiliary transport activities; activities of travel agencies
    64 – Post and telecommunications
    J – Financial intermediation 8 – Financing, Insurance, Real Estate and Business Services
    65 – Financial intermediation, except insurance and pension funding 81 – Financial Institutions
    66 – Insurance and pension funding, except compulsory social security 82 – Insurance
    67 – Activities auxiliary to financial intermediation
    K – Real estate, renting and business activities 83 – Real estate and Business Services
    70 – Real estate activities
    71 – Renting of machinery and equipment without operator and of personal and household goods
    72 – Computer and related activities
    73 – Research and development
    74 – Other business activities
    L – Public administration and defence; compulsory social security
    75 – Public administration and defence; compulsory social security
    M – Education
    80 – Education
    N – Health and social work
    85 – Health and social work
    O – Other community, social and personal service activities 9 – Community, Social and Personal Services
    90 – Sewage and refuse disposal, sanitation and similar activities 91 – Public Administration and Defence
    91 – Activities of membership organizations n.e.c. 92 – Sanitary and Similar Services
    92 – Recreational, cultural and sporting activities 93 – Social and Related Community Services
    93 – Other service activities 94 – Recreational and Cultural Services
    P – Private households with employed persons
    95 – Private households with employed persons 95 – Personal and Household Services
    Q – Extra-territorial organizations and bodies
    99 – Extra-territorial organizations and bodies 96 – International and Other Extra-Territorial Bodies
    0 – Activities not Adequately Defined
    00 – Activities not adequately defined

    Most countries do not report FDI data in ISIC Rev 3.0 and hence some adaptations have been made in Investment Map.

    The main differences between Investment Map and ISIC Rev. 3.0 lie in the definitions of levels and the creation of additional residual categories, such as “Unspecified Secondary” or “Unspecified chemicals and chemical products” which have been introduced primarily in order to capture FDI data that cannot be classified accurately. For example, when a country only provides the total FDI data for the manufacturing sector, without any further breakdown, the data is allocated to industry “Unspecified Secondary”.

    Level 1 in Investment Map has been created in order to analyse the FDI and Trade data for the main sectors of the economy (see Table 2). For ease of use, economic acitivities are refered to as industries in Investment Map.

    Table – 3: Levels 1 and 2 of economic acitivities (industries) in Investment Map and equivalent ISIC Rev.3 code

    Index ISIC Rev.3 code Level of aggregation Label (English)
    1 0 Total (merchandise & services)
    2 1 Unspecified Total (merchandise & services)
    3 A-B-C 1 Primary
    4 A 2 Agriculture and hunting
    11 B 2 Forestry and Fishing (PRODUCTS)
    15 C 2 Mining and quarrying
    27 11 2 Petroleum
    31 2 Unspecified primary
    32 D 1 Secondary
    33 15 2 Food,beverages and tobacco
    42 17 2 Textiles, clothing and leather
    52 20 2 Wood and wood products
    58 22 2 Publishing, printing and reproduction of recorded media
    63 23 2 Coke, petroleum products and nuclear fuel
    68 24 2 Chemicals and chemical products
    74 25 2 Rubber and plastic products
    79 26 2 Non-metallic mineral products
    83 27 2 Metal and metal products
    91 29 2 Machinery and equipment
    96 31 2 Electrical and electronic equipment
    110 33 2 Precision instruments
    115 34 2 Motor vehicles and other transport equipment
    125 36 2 Other manufacturing
    129 37 2 Recycling
    134 2 Unspecified secondary
    135 E-Q 1 Tertiary
    136 40 2 Electricity, gas and water
    142 45 2 Construction
    149 G 2 Wholesale and retail trade
    170 55 2 Hotels and restaurants
    174 I 2 Transport, storage and communications
    178 J 2 Finance
    186 K 2 Business activities
    209 75 2 Public administration and defence
    214 80 2 Education
    220 85 2 Health and social services
    225 N 2 Community, social and personal service activities
    236 93 2 Other services
    238 2 Unspecified tertiary
    236 2 Mixed goods (trade data)
    237 2 Transportation services (trade data)
    239 2 Other commercial services (trade data)
    239 1 Unspecified total (merchandise trade)

    The third level of economic activities and the labels of industries are available for download in Spanish and French in Excel format (size: 96 KB) and an Open Document format (size: 32 KB).

    Data on trade in services in Investment Map presently cover the three broad categories of commercial services, defined by the IMF: travel services, transportation services and other commercial services. These three categories do not match with the ISIC nomenclature and have been consequently added as new industries in Level 2.

    The ISIC Rev.2.0

    1 – Agriculture, Hunting, Forestry and Fishing

    o    11 – Agriculture and Hunting

    o    12 – Forestry and logging

    o    13 – Fishing

    2 – Mining and Quarrying

    o    21 – Coal Mining

    o    22 – Crude Petroleum and Natural Gas Production

    o    23 – Metal Ore Mining

    o    29 – Other Mining

    3 – Manufacturing

    o    31 – Manufacture of Food, Beverages and Tobacco

    o    32 – Textile, Wearing Apparel and Leather Industries

    o    33 – Manufacture of Wood and Wood Products, Including Furniture

    o    34 – Manufacture of Paper and Paper Products, Printing and Publishing

    o    35 – Manufacture of Chemicals and Chemical, Petroleum, Coal, Rubber and Plastic Products

    o    36 – Manufacture of Non-Metallic Mineral Products, except Products of Petroleum and Coal

    o    37 – Basic Metal Industries

    o    38 – Manufacture of Fabricated Metal Products, Machinery and Equipment

    o    39 – Other Manufacturing Industries

    4 – Electricity, Gas and Water

    o    41 – Electricity, Gas and Steam

    o    42 – Water Works and Supply

    5 – Construction

    o    50 – Construction

    6 – Wholesale and Retail Trade and Restaurants and Hotels

    o    61 – Wholesale Trade

    o    62 – Retail Trade

    o    63 – Restaurants and Hotels

    7 – Transport, Storage and Communication

    o    71 – Transport and Storage

    o    72 – Communication

    8 – Financing, Insurance, Real Estate and Business Services

    o    81 – Financial Institutions

    o    82 – Insurance

    o    83 – Real estate and Business Services

    9 – Community, Social and Personal Services

    o    91 – Public Administration and Defence

    o    92 – Sanitary and Similar Services

    o    93 – Social and Related Community Services

    o    94 – Recreational and Cultural Services

    o    95 – Personal and Household Services

    o    96 – International and Other Extra-Territorial Bodies

    0 – Activities not Adequately Defined

    o    00 – Activities not adequately defined

    Some Files of Indonesian Hotel Companies

    Below is the list of companies operating in the business of hotels, tours & travels, property development, and building constructions:

    1. BUVA, Bukit Uluwatu Villa Tbk, ipo, 12072010, http://www.bukituluwatuvilla.com, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/BUVA/BUVA_LKT_Des_2010.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/BUVA/SPD.pdf
    2. GWCM, Grahamas Citrawisata Tbk., hotel in bkt, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202011/TW3/GMCW/GMCW_LK_TW_III_Sept_2011.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202011/TW3/GMCW/SPD.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/GMCW/GMCW_LKT_Des_2010.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/GMCW/SPD.pdf
    3. HOME, Hotel Mandarine Regency Tbk., http://www.goodwayhotel.com, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202011/TW3/HOME/HOME_LK_TW_III_Sept_2011.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/HOME/HOME_LKT_Des_2010.pdf
    4. SHID, Hotel Sahid Jaya Tbk., http://www.hotelsahidjaya.com, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202011/TW3/SHID/SHID_LK_TW_III_Sept_2011.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/SHID/SHID_LKT_Des_2010.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/SHID/SPD.pdf
    5. INPP, Indonesian Paradise Property Tbk., http://www.theparadise-group.com, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202011/TW3/INPP/INPP_LK_TW_III_Sept_2011.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202011/TW3/INPP/SPD.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/INPP/INPP_LKT_Des_2010_Revisi.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/INPP/SPD_Revisi.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/INPP/INPP_LKT_Des_2010.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/INPP/SPD.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/INPP/Opini.pdf
    6. JSPT, Jakarta Setiabudi Internasional Tbk., http://www.jsi.co.id, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202011/TW3/JSPT/JSPT_LK_TW_III_Sept_2011.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202011/TW3/JSPT/SPD.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/JSPT/JSPT_LKT_Des_2010.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/JSPT/SPD.pdf
    7. MAMI, Mas Murni Indonesia Tbk., http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202011/TW3/MAMI/MAMI%20LK%20Q3.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/MAMI/MAMI_LKT_Des_2010.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/MAMI/SPD.pdf

    1. PGLI, Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk., http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202011/TW3/PGLI/PGLI_LK_TW_III_Sept_2011.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202011/TW3/PGLI/SPD.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/PGLI/PGLI_LKT_31_Dec_2010.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/PGLI/SPD.PDF
    2. PJAA, Pembangunan Jaya Ancol Tbk., http://www.ancol.com, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202011/TW3/PJAA/PJAA_LK_TW_III_Sept_2011.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/PJAA/Report%20PT%20PJA%20Konsol%202010.pdf
    3. PLIN, Plaza Indonesia Realty Tbk., http://www.plazaindonesia.com, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202011/TW3/PLIN/PLIN_LK_TW_III_Sept_2011.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/PLIN/PLIN_LKT_DES_2010.pdf
    4. PNSE, Pudjiadi & Sons Estate Tbk., http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202011/TW3/PNSE/PNSE_LK_TW_III_Sept_2011.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202011/TW3/PNSE/SPD.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/PNSE/PNSE_LKT_Des_2010_Revisi_Kedua.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/PNSE/SPD_Revisi_Kedua.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/PNSE/PNSE_LKT_Des_2010_Revisi.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/PNSE/SPD_Revisi.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/PNSE/PNSE_LKT_Des_2010.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/PNSE/SPD.pdf
    5. PUDP, Pudjiadi Prestige Limited Tbk., http://www.pudjiadiprestige.co.id, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202011/TW3/PUDP/PUDP_LK_TW_III_Sept_2011.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/PUDP/PUDP_LKT_Des_2010_Revisi.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/PUDP/PUDP_LKT_Des_2010.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/PUDP/SPD.pdf
    6. PSKT, Pusako Tarinka Tbk., http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202011/TW3/PSKT/PSKT_LK_TW_III_Sept_2011.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/PSKT/PSKT_LKT_Des_2010.pdf, http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202010/Audit/PSKT/SPD.pdf

    1. ANTA, Anta Express Tour & Travel Service Tbk., http://www.antatour.com
    2. BAYU, Bayu Buana Tbk., http://www.bayubuanatravel.com
    3. PDES, Destinasi Tirta Nusantara Tbk., http://www.panorama-tours.com
    4. PANR, Panorama Sentrawisata Tbk., http://www.panorama-leisure.co.id
    5. SMMT, Eatertainment International Tbk., http://www.paparonspizza.com
    6. FAST, Fast Food Indonesia Tbk., http://www.kfcindonesia.com
    7. PSAB, J Resources Asia Pasifik Tbk (Pelita Sejahtera Abadi Tbk.), http://www.jresources.com
    8. PTSP, Pioneerindo Gourmet International Tbk. (Putra Sejahtera Pioneerindo), http://www.cfcindonesia.com

    ICON, Island Concepts Indonesia Tbk., http://www.islandconcepts.com


    PROPERTY AND REAL ESTATE

    1. APLN, Agung Podomoro Land Tbk, http://www.agungpodomoroland.com
    2. ASRI, Alam Sutera Realty Tbk., http://www.alam-sutera.com
    3. ELTY, Bakrieland Development Tbk., http://www.bakrieland.com
    4. BAPA, Bekasi Asri Pemula Tbk., http://www.bekasiasri.com
    5. BIPP, Bhuwanatala Indah Permai Tbk., http://www.bipp.co.id
    6. BKDP, Bukit Darmo Property Tbk., http://www.bukitdarmoproperty.com
    7. BCIP, Bumi Citra Permai Tbk. http://www.bumicitrapermai.com
    8. BSDE, Bumi Serpong Damai Tbk., http://www.bsdcity.com
    9. CTRA, Ciputra Development Tbk., http://www.ciputradevelopment.com
    10. CTRP, Ciputra Property Tbk., http://www.ciputraproperty.com
    11. CTRS, Ciputra Surya Tbk., http://www.ciputrasurya com
    12. CKRA, Citra Kebun Raya Agri Tbk., http://www.citra-agri.com
    13. COWL, Cowell Development Tbk., http://www.cowelldev.com
    14. SCBD, Danayasa Arthatama Tbk., http://www.scbd.com
    15. DART, Duta Anggada Realty Tbk., http://www.dutaanggada.com
    16. DUTI, Duta Pertiwi Tbk., http://www.simasred.com, http://202.155.2.90/Performance_Summary/DUTI.pdf, http://202.155.2.90/Performance_Summary/DPNS.pdf
    17. FMII, Fortune Mate Indonesia Tbk
    18. KPIG, Global Land Development Tbk., http://www.globalland.co.id
    19. GMTD, Gowa Makassar Tourism Development Tbk., http://www.tanjungbunga.com
    20. MORE, Indonesia Prima Property Tbk. (Ometraco, Triyasa Tamihan)
    21. DILD, Intiland Development Tbk., http://www.intiland.com
    22. JIHD, Jakarta International Hotel & Dev. Tbk., http://www.jihd.co.id
    23. JRPT, Jaya Real Property Tbk., http://www.jayaproperty.com
    24. KIJA, Kawasan Industri Jababeka Tbk., http://www.jababeka.com
    25. LCGP, Laguna Cipta Griya Tbk.
    26. LAMI, Lamicitra Nusantara Tbk., http://www.lamicitra.co.id
    27. LPCK, Lippo Cikarang Tbk., http://www.lippo-cikarang.com
    28. LPKR, Lippo Karawaci Tbk., http://www.lippokarawaci.co.id
    29. MKPI, Metropolitan Kentjana Tbk., http://www.pondokindahgroup.co.id
    30. MTLA, Metropolitan Land Tbk., ipo, 20062011
    31. MDLN, Modernland Realty Ltd. Tbk., http://www.modernland.co.id
    32. PTRA, New Century Development Tbk., delisted, 24012011
    33. PWON, Pakuwon Jati Tbk., http://www.pakuwon.com
    34. PWSI, Panca Wiratama Sakti Tbk.
    35. GPRA, Perdana Gapuraprima Tbk., http://www.gapuraprima.com
    36. RBMS, Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk.
    37. RDTX, Roda Vivatex Tbk., http://www.rodavivatex.co.id
    38. BKSL, Sentul City Tbk., http://www.sentulcity.co.id
    39. SMRA, Summarecon Agung Tbk., http://www.summarecon.com
    40. SIIP, Suryainti Permata Tbk., http://www.suryainti.com
    41. SMDM, Suryamas Dutamakmur Tbk., http://www.rancamayaestate.com, http://www.rancamaya.com

    BUILDING CONSTRUCTION

    1. ADHI, Adhi Karya (Persero) Tbk., http://www.adhi.co.id
    2. DGIK, Duta Graha Indah Tbk., http://www.dutagraha.com
    3. JKON, Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk., http://www.jayakonstruksi.com
    4. PTPP, PP (Persero) Tbk, http://www.pt-pp.com
    5. SSIA, Surya Semesta Internusa Tbk., http://www.suryainternusa.com
    6. TOTL, Total Bangun Persada Tbk., http://www.totalbp.com
    7. WIKA, Wijaya Karya (Persero) Tbk., http://www.wika.co.id

    For further information:
    Contact us at +62-812.8056.516, +62-21-3218.7118
    Email us to aapluz @ yahoo.co.id

     
  • Virtual Chitchatting 1:16 AM on 2012/11/24 Permalink  

    Softwares to read and edit ePub and other e-books

    e-book formats

    Archos Diffusion Archos Reader; aeh
    Broadband eBooks (BBeB) Sony media; lrf; lrx
    Comic Book Archive file compressed images; cbr (RAR); .cbz (ZIP); .cb7 (7z); .cbt (TAR); .cba (ACE)
    Compiled HTML Microsoft Compiled HTML Help; .chm
    DAISY – ANSI/NISO Z39.86 DAISY
    Desktop Author DNL Reader; .dnl; .exe
    DjVu DjVu; .djvu
    EPUB IDPF/EPUB; .epub
    eReader (Palm Digital Media/Peanut Press) Palm Media; .pdb
    FictionBook (Fb2) FictionBook; .fb2
    Founder Electronics Apabi Reader; .xeb; .ceb
    Hypertext Markup Language Hypertext; .htm; .html
    iBook (Apple) iBook; .ibooks
    IEC 62448 IEC 62448
    KF8 (Amazon Kindle) Kindle; .azw; .kf8
    Microsoft LIT Microsoft Reader; .lit
    Mobipocket Mobipocket; .prc; .mobi
    Multimedia eBooks Eveda; .exe or .html
    Newton eBook Newton eBook; .pkg
    Open Electronic Package Open eBook; .opf
    Portable Document Format Adobe Portable Document Format; .pdf
    Plain text files text; .txt
    Plucker Plucker; .pdb
    PostScript PostScript; .ps
    SSReader SSReader; .pdg
    TealDoc TealDoc; .pdb
    TEBR TEBR; .tebr
    Text Encoding Initiative TEI Lite; .xml
    TomeRaider TomeRaider; .tr2; .tr3

    ePub Readers and Editors

    1. ABBYY FineReader, Windows (Editor)
    2. Adobe Digital Editions (Desktop), http://www.adobe.com/products/digitaleditions/
    3. Adobe InDesign (Editor)
    4. Adobe RoboHelp, Windows (Editor)
    5. Aldiko (Mobile)
    6. Aquafadas Digital Publishing System, Windows, Mac OS X (Editor)
    7. Atlantis Word Processor (Editor)
    8. Azardi (Desktop/Mobile )
    9. Blio (Desktop/Mobile)
    10. Bluefire (Mobile)
    11. BlueGriffon EPUB Edition, Windows, Mac OS X, GNU/Linux (Editor)
    12. BookGlutton (Reader)
    13. Booktype, Web (Editor)
    14. Bookworm (Desktop/Mobile)
    15. Calibre  (Editor) (Desktop/Mobile), http://calibre-ebook.com/download
    16. Cool Reader (Desktop), http://coolreader.org/e-index.htm
    17. dotReader (abandoned) (Desktop/Mobile)
    18. eCub (Editor)
    19. eLML, Windows, Mac OS X, GNU/Linux (Editor)
    20. ePubIt (Editor)
    21. EPUBReader FireFox extension (Desktop), https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/epubreader/, https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/45281, https://addons.mozilla.org/firefox/downloads/latest/45281/addon-45281-latest.xpi
    22. FB Reader (Desktop/Mobile), http://www.fbreader.org/win32, http://www.fbreader.org/downloads.php
    23. Feedbooks, Web (Editor)
    24. Google Books (Reader)
    25. Help & Manual, Windows (Editor)
    26. HelpNDoc, Windows (Editor)
    27. Ibis (Desktop/Mobile)
    28. iBooks (Mobile)
    29. iBooks Author, Mac OS X (Editor)
    30. IGP:Digital Publisher, Web (Editor)
    31. iStudio Publisher, Mac OS X (Editor)
    32. Kitabu (Reader)
    33. KooBits (Desktop)
    34. Lexcycle Stanza (Reader)
    35. Lucidor (Desktop)
    36. Lulu.com, Web (Editor)
    37. Madcap Flare, Windows (Editor)
    38. Magic Scroll (Desktop/Mobile)
    39. Mobipocket (Desktop/Mobile), http://www.mobipocket.com/en/downloadsoft/productdetailsreader.asp
    40. Nook (Desktop/Mobile)
    41. Okular (Reader)
    42. Openberg (Desktop)
    43. oXygen XML Editor, Mac OS X, Windows, Linux (Editor)
    44. Padilicious (Editor)
    45. Pages, Mac OS X (Editor)
    46. QuarkXPress, Mac OS X, Windows (Editor)
    47. Raccoon Reader
    48. Scrivener, Windows, Mac OS X (Editor)
    49. Serif PagePlus X6, Windows (Editor)
    50. Sigil, Windows, GNU/Linux, Mac OS X (Editor)
    51. Sony Reader Library (Desktop/Mobile), http://ebookstore.sony.com/download/
    52. Stanza (Mobile)
    53. STDU Viewer
    54. Sumatra PDF
    55. uread (Desktop/Mobile)

    References

    Sources

    1. http://download.epubreader.info/download.php
    2. http://nchc.dl.sourceforge.net/project/crengine/CoolReader3/cr3-3.0.56/cr3-qt-win32-3.0.56-42.zip
    3. http://calibre-ebook.googlecode.com/files/calibre-0.9.5.msi
    4. http://epingsoft.com/down/ePubMakerSetup.exe
    5. http://nchc.dl.sourceforge.net/project/universalreader/UniversalReader1.2/version%201.2/7z1.3.exe
    6. https://addons.cdn.mozilla.net/storage/public-staging/45281/epubreader-1.4.2.1-sm+fx.xpi
     
  • Virtual Chitchatting 1:11 AM on 2012/11/24 Permalink  

    sby2boediono, gue perlu duit untuk pemilu 2009. boediono2sby, gue bisa ngakalin sistem perbankan indonesia, apa untungnya buat gue? sby2boediono, loe jadi wapres 

     
  • Virtual Chitchatting 11:32 AM on 2012/11/23 Permalink  

    The passing away of Mata Hari Actress. RIP, Sylvia Kristel 



    Kristel in 1973


    Kristel in 2009.

    Sylvia Maria Kristel (28 September 1952 – 18 October 2012) was a Dutch actress who performed in over 50 films, and was best known for playing the lead character in four of the seven Emmanuelle films.

    A heavy smoker of unfiltered cigarettes from the age of eleven, Kristel was diagnosed with throat cancer in 2001 and underwent three courses of chemotherapy, and surgery after the disease spread to her lungs. On 12 June 2012, she suffered a stroke and was hospitalized in critical condition.

    She died in her sleep, aged 60, from esophageal and lung cancer. She was survived by her son, Arthur Claus, and her younger sister, Marianne.

    Kristel was born in Utrecht, Netherlands, the elder daughter of an innkeeper, Jean-Nicholas Kristel, and his wife Piet. In her 2006 autobiography, Nue, she stated that she was sexually abused by an elderly hotel guest when she was nine years old, an experience she otherwise refused to discuss. Her parents divorced when she was 14 years old after her father abandoned the family for another woman. “It was the saddest thing that ever happened to me”, she said of the experience of her parents’ separation.

    Kristel began modeling when she was 17. She entered the Miss TV Europe contest in 1973 and won. Multilingual, she spoke Dutch, English, French, German and Italian. Kristel gained international attention in 1974 for playing the title character in the softcore film Emmanuelle, which remains one of the most successful French films ever produced. After the success of Emmanuelle, she often played roles that capitalised on that sexually provocative image, most notably starring in an adaptation of Lady Chatterley’s Lover (1981), and a nudity-filled biopic of the World War I spy in Mata Hari (1985). Her Emmanuelle image followed her to the United States, where she played Nicole Mallow, a maid who seduces a teenage boy, in the sex comedy Private Lessons (1981). Another mainstream American film appearance was a brief comic turn in the Get Smart revival film The Nude Bomb in 1980.

    Although Private Lessons was one of the highest-grossing independent films of 1981 (ranking #28 in US domestic gross), Kristel reportedly saw none of the profits and continued to appear in movies and last played Emmanuelle in the early 1990s. In May 1990, she appeared in the television series My Riviera, filmed at her home in Saint-Tropez and offering insights of her life and motivations in an interview with writer-director Michael Feeney Callan. In 2001, she played a small role in Forgive Me, Dutch filmmaker Cyrus Frisch’s debut. In May 2006, Kristel received an award at the Tribeca Film Festival, New York for directing the animated short film Topor and Me, written by Ruud Den Dryver. The award was presented by Gayle King. After a hiatus of eight years, she acted in the film, Two Sunny Days (2010), and that same year, she played the mother of the Trio Lescano in the TV series The Swing Girls.

    http://en.wikipedia.org/wiki/Sylvia_Kristel

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: