Updates from Virtual Chitchatting Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Virtual Chitchatting 4:09 PM on 2014/04/22 Permalink  

    As the cat is having the crocodile for lunch, I’m having a friend for dinner 

    Opera on Android
    Galaxy Young
    320×480

    I’m having a friend for dinner means…
    I am going to eat my friend as dinner…….
    I am letting my friend eat his own brain…..

    In the movie, Lecter is having his nemesis eating his own brain.
    His nemesis, Dr. Frederick Chilton, is sitting, and still is alive, but brain dead.
    Chilton’s brain was prepared and cooked by The Cannibal Lecter.
    Yet, Lecter let his nemesis’ skull remain open.

    Chilton ran the mental institution where Lecter was confined to some Caribbean country.


    Hannibal Lecter: [on telephone] I do wish we could chat longer, but… I’m having an old friend for dinner. Bye.

    Clarice Starling: Dr. Lecter?… Dr. Lecter?… Dr. Lecter?… Dr. Lecter?…


    I do wish we could chat longer, but I’m having an old friend – YouTube

    2 Jun 2013 – 11 sec – Uploaded by Wayne H Fitzgerald
    ► 0:11


    (12/12) Movie CLIP – Having an Old Friend for Dinner – YouTube

    30 Jul 2013 – 3 min – Uploaded by MOVIECLIPS
    ► 2:42


    Having an Old Friend for Dinner – at MOVIECLIPS.com

    http://movieclips.com/x2VwX-the-silence-of-the-lambs-movie-having-an-old-friend-for-dinner/

    25 Aug 2009 – 2 min
    ► 2:13


     
  • Virtual Chitchatting 1:00 PM on 2014/04/22 Permalink  

    kalo kucing makan buaya… 

    as the cat is having a crocodile as its lunch
    Jakarta, 2014-04-22 PM 01:00


    Jaguar Attacks Crocodile (EXCLUSIVE VIDEO) – YouTube

    26 Sep 2013 – 2 min – Uploaded by National Geographic
    ? 2:02


    Jaguar Attacks Caiman Crocodile – CLOSE UP FOOTAGE – YouTube

    3 Oct 2013 – 1 min – Uploaded by Barcroft TV
    ? 1:21


    Jaguar Attacks Crocodile (EXCLUSIVE VIDEO) – National Geographic

    http://video.nationalgeographic.com/video/news/jaguar-attacks-crocodile

    5 Mar 2014


    Jaguar attacks caiman crocodile on MSN Video

    http://video.uk.msn.com/watch/video/jaguar-attacks-caiman-crocodile/2uxm6y9nr

    3 Oct 2013


    Jaguar Attacks Caiman Crocodile – CLOSE UP FOOTAGE …

    20 Dec 2013 – 1 min
    ? 1:22


    Video: Swimming jaguar filmed ambushing caiman in dramatic …

    http://www.telegraph.co.uk/earth/earthnews/10352674/Swimming-jaguar-filmed-ambushing-caiman-in-dramatic-video.html

    3 Oct 2013


     
  • Virtual Chitchatting 12:07 PM on 2014/04/22 Permalink  

    kalo kodok makan kobra dan kampret

    ini konfirmasi kodok makan kobra di pretoria, afrika selatan. BilBy September 23, 2013 at 12:44 am
    For many amphibians, if you can force it in your stomach somehow, it’s food. There’s an African Giant bullfrog specimen in a jar at the Transvaal Museum in Pretoria that swallowed something like 17 baby rinkhals (a type of cobra) in one go.

    ini konfirmasi kodok makan ular di Townsville, Australia, Melissa, September 26, 2013, 9:47 pm
    We had a large green tree frog eat a snake on our back patio one night.

    ini salah satu penampakan kampret yang ditelan kodok, hidup-hidup lho, eaten alive. di Peru. Amerika Latin sono. di bulan September 2013.
    ini konfirmasi kodok makan kampret dari AfriBats http://www.blogger.com/profile/15220675803699330412 September 25, 2013 at 1:27 PM
    Great picture, great story! Also interesting to see that there’s a similar case published. The swallowed bat clearly is a free-tailed bat (family Molossidae; shown by the tail, which is not enclosed by a membrane, and the particular way the 3rd digit is folded). Several free-tailed bats (such as Molossus sp. mentioned in the published article) roost in roofs of buildings, and the picture seems to show a concrete floor, so most likely this happened when the bat was exiting its roost. These bats are fast flyers, which comes at the cost of reduced manoeuvrability. They further require a certain height of their roost site to gain sufficient speed and lift. Sometimes things go wrong and they crash-land on the ground below the roost, and I would reckon that in this case it happened right in front of the toad…


    Profil Kodok dan Katak

    Kebiasaan makan
    Kodok memangsa berbagai jenis arthropoda dan serangga yang ditemuinya. Kodok kerap ditemui berkerumun di bawah cahaya lampu jalan atau taman, menangkapi serangga-serangga yang tertarik oleh cahaya lampu tersebut.
    Sebaliknya, kodok juga dimangsa oleh berbagai jenis makhluk yang lain: ular, kadal, burung-burung , seperti bangau ,elang, garangan, linsang, dan juga dikonsumsi manusia.

    Kebiasaan Jingkrak-jingkrak
    Kodok membela diri dengan melompat jauh, mengeluarkan lendir dan racun dari kelenjar di kulitnya; dan bahkan ada yang menghasilkan semacam lendir pekat yang lengket, sehingga mulut pemangsanya akan melekat erat dan susah dibuka.

    Kelakuan
    Katak ini memiliki suara yang sangat keras. Ketika musim hujan tiba suara tersebut berfungsi untuk menarik betina. Katak dengan suara nyaring dan keraslah yang disukai betina. Katak ini hidup soliter, tidak berkelompok. Sama seperti katak lain, katak ini aktif malam hari. Saat siang akan bersembunyi di balik seresah, batu dan lubang pohon. tetapi pada umumnya katak ini lebih suka hidup di dalam lubang pohon.

    Kediaman (rumah, tempat tinggal, tempat bercucuk tanam, tempat mancucuak, tempat barancuak)
    Habitat asli katak ini adalah daerah hutan hujan. Katak ini menyukai daerah yang lembab, dekat dengan sumber air. Hewan ini tersebar di Papua Nugini, Queensland Utara, Kepulauan Bismarck, dan Kepulauan Admiralty.

    Kebiasaan Menetap
    Kodok dan katak hidup menyebar luas, terutama di daerah tropis yang berhawa panas. Makin dingin tempatnya, seperti di atas gunung atau di daerah bermusim empat (temperate), jumlah jenis kodok cenderung semakin sedikit. Salah satunya ialah karena kodok termasuk hewan berdarah dingin, yang membutuhkan panas dari lingkungannya untuk mempertahankan hidupnya dan menjaga metabolisme tubuhnya.
    Hewan ini dapat ditemui mulai dari hutan rimba, padang pasir, tepi-tepi sungai dan rawa, perkebunan dan sawah, hingga ke lingkungan pemukiman manusia. Bangkong kolong, misalnya, merupakan salah satu jenis katak yang kerap ditemui di pojok-pojok rumah atau di balik pot di halaman. Katak pohon menghuni pohon-pohon rendah dan semak belukar, terutama di sekitar saluran air atau kolam.

    Kebiasaan Kawin
    Katak jantan berukuran lebih kecil dari betinanya. Untuk memikat sang betina, jantan harus bernyanyi dengan suara keras dan nyaring. Katak betina menghasilkan sekitar 200-400 butir telur. Musim kawin terjadi saat musim hujan. Telur-telur diletakkan di perairan yang dangkal.
    Pada saat bereproduksi katak dewasa akan mencari lingkungan yang berair. Disana mereka meletakkan telurnya untuk dibuahi secara eksternal. Telur tersebut berkembang menjadi larva dan mencari nutrisi yang dibutuhkan dari lingkungannya, kemudian berkembang menjadi dewasa dengan bentuk tubuh yang memungkinkannya hidup di darat, sebuah proses yang dikenal dengan metamorfosis. Tidak seperti telur reptil dan burung, telur katak tidak memiliki cangkang dan selaput embrio. Sebaliknya telur katak hanya dilindungi oleh kapsul mukoid yang sangat permeabel sehingga telur katak harus berkembang di lingkungan yang sangat lembap atau berair.

    Siklus kehidupan
    Kodok dan katak mengawali hidupnya sebagai telur yang diletakkan induknya di air, di sarang busa, atau di tempat-tempat basah lainnya. Beberapa jenis kodok pegunungan menyimpan telurnya di antara lumut-lumut yang basah di pepohonan. Sementara jenis kodok hutan yang lain menitipkan telurnya di punggung kodok jantan yang lembap, yang akan selalu menjaga dan membawanya hingga menetas bahkan hingga menjadi kodok kecil.Sekali bertelur katak bisa menghasilkan 5000-20000 telur, tergantung dari kualitas induk dan berlangsung sebanyak tiga kali dalam setahun.
    Telur-telur kodok dan katak menetas menjadi berudu atau kecebong (b. Inggris: tadpole), yang bertubuh mirip ikan gendut, bernapas dengan insang dan selama beberapa lama hidup di air. Perlahan-lahan akan tumbuh kaki belakang, yang kemudian diikuti dengan tumbuhnya kaki depan, menghilangnya ekor dan bergantinya insang dengan paru-paru. Setelah masanya, berudu ini akan melompat ke darat sebagai kodok atau katak kecil.
    Kodok dan katak kawin pada waktu-waktu tertentu, misalnya pada saat bulan mati atau pada ketika menjelang hujan. Pada saat itu kodok-kodok jantan akan berbunyi-bunyi untuk memanggil betinanya, dari tepian atau tengah perairan. Beberapa jenisnya, seperti kodok tegalan (Fejervarya limnocharis) dan kintel lekat alias belentung (Kaloula baleata), kerap membentuk ‘grup nyanyi’, di mana beberapa hewan jantan berkumpul berdekatan dan berbunyi bersahut-sahutan. Suara keras kodok dihasilkan oleh kantung suara yang terletak di sekitar lehernya, yang akan menggembung besar manakala digunakan.
    Pembuahan pada kodok dilakukan di luar tubuh. Kodok jantan akan melekat di punggung betinanya dan memeluk erat ketiak si betina dari belakang. Sambil berenang di air, kaki belakang kodok jantan akan memijat perut kodok betina dan merangsang pengeluaran telur. Pada saat yang bersamaan kodok jantan akan melepaskan spermanya ke air, sehingga bisa membuahi telur-telur yang dikeluarkan si betina.

    Katak dan kodok sebagai makanan manusia
    Sudah sejak lama kodok dikenal manusia sebagai salah satu makanan lezat. Di rumah-rumah makan Tionghoa, masakan kodok terkenal dengan nama swie kee. Disebut ‘ayam air’ (swie: air, kee: ayam) demikian karena paha kodok yang gurih dan berdaging putih mengingatkan pada paha ayam. Selain itu, di beberapa tempat di Jawa Timur, telur-telur kodok tertentu juga dimasak dan dihidangkan dalam rupa pepes telur kodok.
    Katak berperan sangat penting sebagai indikator pencemaran lingkungan. Tingkat pencemaran lingkungan pada suatu daerah dapat dilihat dari jumlah populasi katak yang dapat ditemukan di daerah tersebut. Latar belakang penggunaan katak sebagai indikator lingkungan karena katak merupakan salah satu mahluk purba yang telah ada sejah ribuan tahun lalu. Jadi katak tetap exist dengan perubahan iklim bumi. Tentunya hanya pengaruh manusialah yang mungkin menyebabkan terancamnya populasi katak. Salah satunya adalah pembuangan limbah berbahaya oleh manusia ke alam. Limbah berbahaya inilah yang bisa mengancam keberadaan katak pada daerah yang tercemar. Selain itu, karena pentingnya kedudukan katak dalam rantai makanan, maka pengurangan jumlah katak akan menyebabkan terganggunya dinamika pertumbuhan predator katak. Bahkan terganggunya populasi katak dapat berakibat langsung dengan punahnya predator katak.
    Akan tetapi yang lebih mengancam kehidupan kodok sebenarnya adalah kegiatan manusia yang banyak merusak habitat alami kodok, seperti hutan-hutan, sungai dan rawa-rawa. Apalagi kini penggunaan pestisida yang meluas di sawah-sawah juga merusak telur-telur dan berudu katak, serta mengakibatkan cacat pada generasi kodok yang berikutnya.


    kodok bangkong

    Kingdom: Animalia
    Filum: Chordata
    Kelas: Amphibia
    Ordo: Anura
    Famili: Bufonidae
    Genus: Bufo
    Laurenti, 1768.

    Spesies: B. melanostictus
    Nama binomial: Bufo melanostictus
    Schneider, 1799.

    Bangkong kolong memiliki nama ilmiah Bufo melanostictus Schneider, 1799. Bangkong ini juga dikenal dengan beberapa nama lain seperti kodok buduk (Jkt.), kodok berut (Jw.), kodok brama (Jw., yang berwarna kemerahan), dan Asian black-spined toad (Ingg.).
    Kodok ini menyebar luas mulai dari India, Republik Rakyat Tiongkok selatan, Indochina sampai ke Indonesia bagian barat. Di Indonesia, dengan menumpang pergerakan manusia, hewan amfibi ini dengan cepat menyebar (menginvasi) dari pulau ke pulau. Kini bangkong kolong juga telah ditemui di Bali, Lombok, Sulawesi dan Papua barat.

    Bentuk tubuh
    Kodok berukuran sedang, yang dewasa berperut gendut, berbintil-bintil kasar. Bangkong jantan panjangnya (dari moncong ke anus) 55-80 mm, betina 65-85 mm. Di atas kepala terdapat gigir keras menonjol yang bersambungan, mulai dari atas moncong; melewati atas, depan dan belakang mata; hingga di atas timpanum (gendang telinga). Gigir ini biasanya berwarna kehitaman. Sepasang kelenjar parotoid (kelenjar racun) yang besar panjang terdapat di atas tengkuk.
    Bagian punggung bervariasi warnanya antara coklat abu-abu gelap, kekuningan, kemerahan, sampai kehitaman. Ada pula yang dengan warna dasar kuning kecoklatan atau hitam keabu-abuan. Terdapat bintil-bintil kasar di punggung dengan ujung kehitaman.
    Sisi bawah tubuh putih keabu-abuan, berbintil-bintil agak kasar. Telapak tangan dan kaki dengan warna hitam atau kehitaman; tanpa selaput renang, atau kaki dengan selaput renang yang sangat pendek. Hewan jantan umumnya dengan dagu kusam kemerahan.

    Kebiasaan
    Bangkong kolong paling sering ditemukan di sekitar rumah. Melompat pendek-pendek, kodok ini keluar dari persembunyiannya di bawah tumpukan batu, kayu, atau di sudut-sudut dapur pada waktu magrib; dan kembali ke tempat semula di waktu subuh. Terkadang, tempat persembunyiannya itu dihuni bersama oleh sekelompok kodok besar dan kecil; sampai 6-7 ekor.
    Bangkong kolong kawin di kolam, Sampora, Palabuan Ratu
    Bangkong ini kawin di kolam-kolam, selokan berair menggenang, atau belumbang, sering pada malam bulan purnama. Kodok jantan mengeluarkan suara yang ramai sebelum dan sehabis hujan untuk memanggil betinanya, kerapkali sampai pagi. Bunyinya: rrrk, ..rrrk, atau …oorek-orek-orek-orekk ! riuh rendah.
    Pada saat-saat seperti itu, dapat ditemukan beberapa pasang sampai puluhan pasang bangkong yang kawin bersamaan di satu kolam. Sering pula terjadi persaingan fisik yang berat di antara bangkong jantan untuk memperebutkan betina, terutama jika betinanya jauh lebih sedikit. Oleh sebab itu, si jantan akan memeluk erat-erat punggung betinanya selama prosesi perkawinannya. Kadang-kadang dijumpai pula beberapa bangkong yang mati karena luka-luka akibat kompetisi itu; luka di moncong hewan jantan, atau luka di ketiak hewan betina.
    Nampaknya kodok ini memiliki asosiasi yang erat dengan lingkungan hidup manusia. Dari waktu ke waktu, bangkong kolong terus memperluas daerah sebarannya mengikuti aktivitas manusia. Iskandar (1998) mencatat bahwa kodok ini tak pernah terdapat di dalam hutan hujan tropis.

    Rujukan
    Djoko T. Iskandar, 1998, Amfibi Jawa dan Bali
    Amphibian Species of the World 3.0, an Online Reference http://research.amnh.org/herpetology/amphibia/references.php?id=1648

    http://id.wikipedia.org/wiki/Bangkong_kolong


    http://newswatch.nationalgeographic.com/2013/09/25/surprising-photo-toad-eats-bat/

    Surprising Photo: Toad Eats Bat
    Christine Dell’Amore of National Geographic in Weird & Wild on September 25, 2013

    It may look like the Lady Gaga of amphibians, but this enterprising cane toad is actually in the midst of eating a bat.

    Yufani Olaya, a ranger at Peru’s Cerros de Amotape National Park, sent the picture to Peru-based biologist Phil Torres, who published it on his blog.

    The toad and its bat prey in Cerros de Amotape National Park. Photograph courtesy Yufani Olaya and PeruNature.com

    Torres said this is a rare-and perhaps first-documented sighting of a cane toad feeding on a bat. Cane toads (Bufo marinus) are native to South America and can weigh up to 4.4 pounds (2 kilograms). They are “notoriously opportunistic” feeders, which has made them a scourge in places where they’re not native, such as Australia, he said. (Watch a video of the unstoppable cane toad.)

    Even so, Torres couldn’t imagine how even an aggressive amphibian like the cane toad snagged a highly mobile bat, so he contacted Olaya again for more details on the attack.

    Olaya told Torres that “out of nowhere the bat just flew directly into the mouth of the toad, which almost seemed to be sitting with its mouth wide open.”

    Wrote Torres: “With toad-like reflexes, this cane toad was able to snatch the unsuspecting bat right out of the air as it flew too close to the ground, and apparently directly at the toad’s awaiting mouth.” So, did the toad finally get those wings in its mouth?

    According to Olaya, no. The toad finally gave up and spat it out. While Olaya at first thought the bat was dead, he said it slowly recovered and was able to fly away. I’m sure it won’t make that mistake again.

    Voracious Predator

    Don Wilson, curator emeritus of mammals at the Smithsonian National Museum of Natural History, said that it’s “certainly plausible” that a cane toad could eat a bat.

    Wilson said it’s a free-tailed bat, a type of bat that often roosts in roofs and flies high and fast, he said. For this reason, it’s likely that the bat crash-landed while exiting or entering its roost, and that the toad happened to be nearby.

    Cane toads “will eat most anything it can get in its mouth,” he said, “so grabbing a nearby bat would be no great surprise.”

    Brian Gratwicke, an amphibian conservation biologist at the Smithsonian Conservation Biology Institute, agreed a cane toad could probably catch a bat, adding that there’s another report of a relative of the cane toad eating a bat in Brazil in 2003.

    “But it’s really a traffic accident in the animal kingdom, not really the norm. I guess this is why this picture and story are so compelling.”

    What other weird predator-prey attacks have you witnessed?


    http://blog.perunature.com/2013/09/what-heck-is-going-on-in-this-picture.html

    What the heck is going on in this picture?
    Phil Torres, September 22, 2013 at 10:19 PM

    http://www.biotemas.ufsc.br/volumes/pdf/volume232/215a218Final.pdf

    This toad appears to be a fan of star wars… or is it using blinders…? or does it have giant ears…? or what is that sticking out of its mouth!?

    Look closely and you’ll realize that this is a rare, and perhaps first, sighting of a cane toad feeding on a bat. Yes, this happened.

    This photo was taken at a remote guard station in Peru by park ranger Yufani Olaya at Cerros de Amotape National Park. He gave us permission to write about the photo, but we’re waiting to hear back from him on more details about where exactly he found it, and how he thinks a ground-dwelling toad could have captured a bat.

    We’re unsure how common this is, but we do know that this is probably the first photographed record of a cane toad feeding on a bat. Cane toads are notoriously opportunistic feeders, and while they are native to South America this trait has made them infamously invasive in places like Australia.

    Without more information about this photo it can be difficult to guess how a ground-dwelling toad and a flying bat could ever cross paths, unless the bat had fallen.

    My best guess? I have seen bats and toads use similar locations in the rainforest, just not at the same time. Both are known to use small holes along streamsides, so it’s possible this bat decided to roost in a hole that was inhabited by a hungry toad, which after some difficulty swallowing took a walk to get its photo taken by Olaya.

    Here in the Tambopata rainforest we often run across cane toads- but from now on we’ll keep an extra close eye out for what’s in their mouths.

    We’ll keep you in the loop as we get more information on this odd and fascinating sighting.

    Update: Sept 23, 2013 10:00am

    We finally got in touch with Olaya. As was suggested by John Scanlon in a comment on a repost of this story on Why Evolution Is True, it appears the bat was flying a bit too close to the ground. Many bats will feed on insects flying near the ground or will glean insects that are actually on the ground (pallid bats in the US are a great example of the latter).

    Olaya described the toad’s success as “out of nowhere the bat just flew directly into the mouth of the toad, which almost seemed to be sitting with its mouth wide open.” With toad-like reflexes, this cane toad was able to snatch the unsuspecting bat right out of the air as it flew too close to the ground, and apparently directly at the toad’s awaiting mouth.

    So, did the toad finally get those wings in its mouth? According to Olaya, no. The toad finally gave up and spat it out. While Olaya at first thought the bat was dead, he said it slowly recovered and was able to fly away. I’m sure it won’t make that mistake again.

    Update: Sept 24 5:00pm
    We were sent a paper which describes a related toad feeding on a bat, which you can find (with images) here. http://www.biotemas.ufsc.br/volumes/pdf/volume232/215a218Final.pdf

    Special thanks to A. Ruesta for bringing this photo to our attention, and for getting in contact with Mr. Olaya.

    AfriBats http://www.blogger.com/profile/15220675803699330412 September 25, 2013 at 1:27 PM
    Great picture, great story! Also interesting to see that there’s a similar case published. The swallowed bat clearly is a free-tailed bat (family Molossidae; shown by the tail, which is not enclosed by a membrane, and the particular way the 3rd digit is folded). Several free-tailed bats (such as Molossus sp. mentioned in the published article) roost in roofs of buildings, and the picture seems to show a concrete floor, so most likely this happened when the bat was exiting its roost. These bats are fast flyers, which comes at the cost of reduced manoeuvrability. They further require a certain height of their roost site to gain sufficient speed and lift. Sometimes things go wrong and they crash-land on the ground below the roost, and I would reckon that in this case it happened right in front of the toad…

    Henrique – HAS! http://www.blogger.com/profile/15418978229252424648 September 25, 2013 at 4:48 PM
    kk Is This Creature a Bat-Toad Hybrid? 09/23/2013
    Here in the Washington, DC area, autumn is fully underway. That means the holiday season is just around the corner, with Halloween only about 5 weeks away. A lot of holidays have animals associated with them–think Thanksgiving turkey, Christmas reindeer, Easter bunny. Halloween has a whole menagerie: snakes, spiders, wolves and the most important ingredients in any witch’s brew, bats and toads.
    So, to kick off the holiday season, I’m sharing this crazy photo of an animal that looks like a cross between a toad and a bat.

    BatToad
    What could possibly be going on here? Is this a toad that has mutated and sprouted bat wings? Is it someone trying to have fun by sticking prosthetic wings on the head of the poor amphibian? Or maybe it’s a totally new species, undescribed by science?
    It’s none of those things; what you are seeing here is a photo of a South American cane toad that managed to catch and partially swallow a bat. How did this macabre act of predation occur when bats fly through the air and toads spend their time on the ground?
    You’ll have to click through to read the full story, including what actually ended up happening to the bat, on biologist Phil Torres’ blog post all about it.
    To learn more about Rainforest Expeditions, visit the group’s Facebook page.
    Get Involved! Protect wildlife with David and the National Wildlife Federation.


    http://whyevolutionistrue.wordpress.com/2013/09/23/the-weirdest-toad-you-will-see-this-year/

    The weirdest toad you will see this year
    by Matthew Cobb September 23, 2013 at 12:40 am

    Tw**ted by @phil_torres: this bizarre Peruvian toad. Full explanation, link and credit below the fold.

    http://whyevolutionistrue.files.wordpress.com/2013/09/battoad.jpg?w=614&h=411

    So what’s going on? See if you can work it out. Then scroll down… This is a cane toad, and it has just eaten a bat. Phil explains:
    This photo was taken at a remote guard station in Peru by park ranger Yufani Olaya at Cerros de Amotape National Park. He gave us permission to write about the photo, but we’re waiting to hear back from him on more details about where exactly he found it, and how he thinks a ground-dwelling toad could have captured a bat.
    We’re unsure how common this is, but we do know that this is probably the first photographed record of a cane toad feeding on a bat. Cane toads are notoriously opportunistic feeders, and while they are native to South America this trait has made them infamously invasive in places like Australia.Without more information about this photo it can be difficult to guess how a ground-dwelling toad and a flying bat could ever cross paths, unless the bat had fallen.

    My best guess? I have seen bats and toads use similar locations in the rainforest, just not at the same time. Both are known to use small holes along streamsides, so it’s possible this bat decided to roost in a hole that was inhabited by a hungry toad, which after some difficulty swallowing took a walk to get its photo taken by Olaya.

    Here in the Tambopata rainforest we often run across cane toads- but from now on we’ll keep an extra close eye out for what’s in their mouths.

    BilBy September 23, 2013 at 12:44 am
    For many amphibians, if you can force it in your stomach somehow, it’s food. There’s an African Giant bullfrog specimen in a jar at the Transvaal Museum in Pretoria that swallowed something like 17 baby rinkhals (a type of cobra) in one go.

    Jim Knight September 23, 2013 at 4:17 am
    Marine toads will eat anything they can get in their mouths, and they get large enough to take a great many other taxa. The bat appears to be some sort of free-tailed molossid? It would be interesting to develop a list of all the various food types that Chaunus marinus has been recorded as having taken…

    John Scanlon, FCD September 23, 2013 at 4:33 am
    A lot of insectivorous bats forage close to ground level, either in pursuit of flying insects (wherever they may fly) or gleaning from surfaces, so they could run into a toad during normal actity. (Also Vampire bats, and the New Zealand emballonurids, forage actively on the ground, but this isn’t one of them.)
    Based on limited data, I guess this particular bat is likely a Mexican Free-tail (because… the tail, and it’s the most abundant and widespread bat in the Americas), and may be either a juvenile that fell off a cave wall (or out of a tree hollow or the wall of a house) or an adult caught on the ground near the entrance to a roost cave, like the mobs of a related species seen here.

    AfriBats September 25, 2013 at 11:31 am
    Fully agree – definitely a free-tailed bat (family Molossidae; shown by the tail, which is not enclosed by a membrane, and the particular way the 3rd digit is folded).
    Several free-tailed bats (such as Molossus sp.) roost in roofs of buildings, and the picture seems to show a concrete floor, so most likely this happened when the bat was exiting its roost.
    These bats are fast flyers, which comes at the cost of reduced manoeuvrability. They further require a certain height of their roost site to gain sufficient speed and lift. Sometimes things go wrong and they crash-land on the ground below the roost, and I would reckon that in this case it happened right in front of the toad…
    Phil Torres’ blog has a link to a paper reporting a very similar case:

    http://www.biotemas.ufsc.br/volumes/pdf/volume232/215a218Final.pdf

    ironwing September 23, 2013 at 5:17 am
    Some bats are able to feed on the ground, like the Pallid Bat (not the same range as the toad, but you get the idea):

    http://en.wikipedia.org/wiki/Pallid_bat

    That photo offers great design inspiration for the companies that make things out of cane toad leather…

    teacupoftheapocalypse September 23, 2013 at 7:28 am
    The whole of Star Wars is true, except everything is very much smaller than you might imagine (like the G’Gugvuntts and Vl’hurgs, but slightly less miniature).
    The toad has just swallowed Darth Vader’s TIE fighter.

    Gregory C. Mayer September 23, 2013 at 8:01 am
    It is not all that uncommon for bats to strike ceiling fans and fall to the ground disabled. I’ve seen this several times at a field station in Costa Rica. If this happened on a porch or other room with access by toads, I can readily see them gobbling up the wounded bat. The toad in the photo appears to be sitting on concrete, so it is in or near a human built structure.

    Gregory C. Mayer September 23, 2013 at 8:04 am
    The answer is now in: flying close to the ground (credit to John Scanlon!):
    We finally got in touch with Olaya. As was suggested by a John Scanlon in a comment on a repost of this story on Why Evolution Is True, it appears the bat was flying a bit too close to the ground. Many bats will feed on insects either flying near the ground, or gleaning insects that are actually on the ground (pallid bats in the US are a great example of the latter).
    See the full update at Phil Torres’s Rainforest Expeditions site. http://blog.perunature.com/2013/09/what-heck-is-going-on-in-this-picture.html

    Diane G. September 27, 2013 at 12:19 am
    What a great shot!
    I got it right away. Really fun how symmetrically the bat is projecting out of the toad’s mouth. Guess that can happen when you swallow something head-first.

    DIANE…., HEAD ON….. ;P you have been given a head… !


    http://www.lrm.nt.gov.au/feral/canetoad

    Cane Toad – Rhinella marina

    Impacts
    The main threat posed by cane toads occurs when other wildlife attempt to eat them. When cane toads are threatened, they release a toxin (bufotoxin) from the glands behind the eyes and across their back. This toxin is present in both the adults and tadpoles, meaning that cane toads may negatively impact a wide diversity of wildlife.
    While it has been very difficult to quantify the losses to native animals as a result of cane toad invasion, evidence suggests that the northern quoll, goannas, snakes, fish, freshwater crocodiles and egrets are particularly affected by the invasion of cane toads. In parts of Queensland, populations of some of these animals were dramatically reduced when cane toads first arrived, although it seems that many have recovered since that time. This recovery has mainly been attributed to a change in behaviour, as native animals have learned to avoid cane toads as a food source.
    Other threats to native wildlife include competition with native animals for food and resources and increased spread of disease.

    Background
    Cane toads are native to Central and South America. They were first introduced to Australia (Queensland) in the 1930’s as a means of controlling the cane beetle, which was causing significant damage to sugar cane crops. Cane toads have spread fairly rapidly through northern Australia, and they are now located in Queensland, New South Wales and the Northern Territory. In fact, few people realise that cane toads were first sighted in the Northern Territory in 1984. However, more recent sightings of cane toads in the Darwin region has resulted in greater public interest. Considerable activity is currently being invested into preventing cane toads from spreading into Western Australia.
    Cane toads are prolific breeders, which is one of the primary reasons for their considerable invasion success. In addition, they are opportunistic feeders, and their diet comprises both living and dead matter such as plants, carrion, dog food, household refuse, small vertebrates, and a range of invertebrates. Other characteristics that add to their invasion success in Australia, and in other locations, include their capacity to live for extended periods away from water, their ability to tolerate sea water for short periods, and their nocturnal activity.

    Distribution and Habitat
    Cane toads can exist in many different habitats but must have water available to breed. During the Dry Season, toads remain inactive in shallow burrows under the ground, or in clusters under logs, rocks or sheets of iron, etc. They are mainly nocturnal. Cane toads can also survive for periods in sea water. There are accounts of adult cane toads swimming at sea in Bermuda, Mexico and Jamaica. They have been similarly sighted swimming in the McArthur estuary in the Gulf country of the Northern Territory and may have colonised Kangaroo Island (NT) in this way.

    Life Cycle
    Toads are prolific breeders compared to native frogs. They can breed twice a year and lay 10 000 to 20 000 eggs each breeding. Their eggs can hatch in 2 days and look different to frogs’ eggs as they are laid in thin strands of clear jelly.
    The cane toad tadpole is much smaller than native tadpoles. Eggs, tadpoles and toadlets are all toxic, but only some animals die when they eat them.

    Management

    There are 3 important steps to follow if you think you have found a toad.

    Identify the animal.
    In the last 5 years, our officers have been called on to identify many suspected cane toads sighted in Darwin. 95% of these animals were identified as Marbled Frogs or other native species. Some of these native frogs had been killed. People from interstate have never seen Marbled Frogs, a common Darwin native species and their warty appearance and large size fools many people. Please be sure that you really do have a cane toad before killing it.

    Use a safe method to collect the toad.
    Cane toads are toxic. The source of the toxins is a large gland on the back of the neck. It is only toxic if ingested or rubbed into eyes. The toxin exudes over the toad’s skin, it does not spurt out. Use two plastic shopping bags, or something similar to pick up the toad. Turn the bags inside out, grab the toad, turn the bags the correct way round again, tie the bags tightly and you’ll have safely bagged your toad.

    Disposing of the toad.
    We have all heard stories of how people in other places kill cane toads. The most humane method of disposing of toads is to place your double-bagged toad in the freezer overnight.


     
  • Virtual Chitchatting 12:00 PM on 2014/04/22 Permalink  

    Segala hal yang perlu anda ketahui tentang NPWP dan PKP 

    Para Keparat di Ditjen Pajak emang biang tukang palak. Mau buat usaha yang resmi aja, birokrasinya ribet banget. Mereka memang sangat kukuh memegang prinsip, selagi bisa dipersulit, kenapa dipermudah.

    Apa salahnya pas nerbitin SKT dan NPWP badan, KPP langsung buat PKP sementara. Padahal SKT dan NPWP badan sudah dikirim by post. Yang bikin jengkelnya lagi, pas kita apply buat PKP, mereka langsung menganulir alamat kita. alamat sudah diverifikasi oleh tukang pos sebelumnya. sangat tidak jelas apa alasan para keparat di Ditjen Pajak membuat klaim alamat belum diverifikasi. alasan birokratis adalah belum diverifikasi dan disurvey langsung oleh aparat mereka yang emang keparat banget.

    kalau sudah ketemu aparat, one by one, face to face, kita harus ngamplopin pelicin, men. minta tolong, memohon-mohon. supaya urusan jadi mudah dan lancar. beda banget sama PTSP, yang kukuh meminta klaim dari pendaftar untuk tidak menyogok para aparat di PTSP. harus dibuat di atas kertas segel untuk setiap pendaftaran apa pun.

    kita tidak melihat hal itu di KPP.

    bulan april adalah bulan orang terlambat bayar kewajiban pajak, entah itu pribadi atau perusahaan. ketika mendengar sendiri aparat pajak bilang wah bapak terlambat bayar pajak, bapak kena denda Rp 500.000. Gile. Tanpa basa-basi !

    khan bisa bilang pake bahasa yang sopan, pak, ibu, menurut Peraturan Dirjen Pajak Nomor…., kalau terlambat membayar pajak, bapak, ibu kena denda sekian sekian. ini lho berkas peraturan yang mengatur. kan enak ngedengernya. jangan langsung men-judge dan mengultimatum, bapak harus bayar denda lima ratus rebu. kalo gocap, orang nggak mikir men.

    gope, euy ! entar dulu, apa dasarnya. emang aparat pajak dilahirkan untuk jadi keparat, sama kayak polisi, jaksa, hakim….

    http://www.pajak.go.id/sites/default/files/BookletKUP.pdf

    http://www.reform.kemenkeu.go.id/codes/lu/SOP_DJP.pdf

    https://xa.yimg.com/kq/groups/20487296/1068506672/name/Format+Faktur+Pajak+12PJ_PER24.pdf

    http://www.kppu.go.id/docs/LaporanKeuangan/Buku%20Saku%20Pajak.pdf

    http://www.pajak.go.id/sites/default/files/info-pajak/PER-02.PJ_.2014.pdf


    Contents
    20130930 1742 Gawat! Urus NPWP Tak Lagi Instan
    20131126 1303 Biaya Urus Ijin Usaha Ciderai Reformasi Perizinan
    Jasa Laporan Bulanan, Tahunan, dan Restrukturisasi Pajak
    20061109 1626 Perlukah kami mengurus PKP?
    20140121 1518 Tata Cara Penyampaian Pengaduan Pelayanan Perpajakan
    20120415 0230 Pelaporan Pajak
    20120306 1105 Wajib Pajak dan Pengusaha Kena Pajak
    20120306 1340 Pendaftaran NPWP dan Pengukuhan PKP
    20120306 1315 NPWP dan Manfaatnya
    20120306 0956 Istilah-Istilah Perpajakan


    http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2013/09/30/gawat-urus-npwp-tak-lagi-instan-596433.html

    Gawat! Urus NPWP Tak Lagi Instan
    Priyantarno Muhammad http://www.kompasiana.com/priyantarno
    30 September 2013 | 17:42

    Bagi yang sempat membaca pasal 7 ayat 2 Per 20/PJ/2013 tentang Tata Cara Pendaftaran dan Pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak, Pelaporan Usaha dan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, serta Perubahan Data dan Pemindahan Wajib Pajak.

    Pasal 7 ayat 2 tersebut berbunyi “Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak dan Surat Keterangan terdaftar disampaikan kepada Wajib Pajak dengan pos tercatat”. Kata Pos Tercatat menjadi hal yang aneh dalam pasal ini.

    Pada Era dimana Direktorat Jenderal Pajak berusaha membuktikan diri sebagai Departemen dengan sistem birokrasi yang dapat menjadi contoh bagi institusi lain, hal ini dapat dipandang sebagai suatu kemunduran. Bagaimana tidak? Pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak yang bisa selesai dalam sehari justru mesti melalui pos tercatat yang bisa mengakibatkan sampai ke tangan wajib pajak dua atau tiga hari.

    Sebuah sisi yang sangat tidak mendukung citra Direktorat Jenderal Pajak di masa yang akan datang, nada sumbang seperti “orang pajak kerjanya apa sih? Kita mau daftar dipersulit” , “Orang pajak di gaji tinggi, tapi buat kartu saja tidak bisa selesai dalam sejam” dan beberapa nada sumbang lainnya adalah hal yang akan siap berdendang di telinga para aparat pajak, khususnya yang bertugas pada Tempat Pelayanan Terpadu.

    Lalu, apakah pasal 7 ayat 2 ini sebuah kekeliruan? Mari lihat sisi lainnya, sudah menjadi rahasia umum , Masyarakat Indonesia sebagian besar malas berurusan dengan birokrasi sehingga menggunakan perpanjangan tangan orang lain (calo), hal ini menyebabkan informasi yang wajib diketahui oleh Wajib Pajak tentang Hak dan Kewajiban Perpajakannya menjadi tidak tersampaikan, pengiriman Nomor Pokok Wajib Pajak melalui Pos dapat meminimalisir hal itu, apalagi jika bersamaan dengan pengiriman pos itu juga disertakan brosur, atau CD yang menerangkan hak dan kewajiban Wajib Pajak.

    Bagaimana jika Wajib Pajak sendiri yang mendaftarkan langsung dengan datang ke Kantor Pelayanan Pajak, atau Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan? Menurut penulis jika hal ini terjadi maka ada baiknya jika Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak serta Surat Keterangan Terdaftar dapat diserahkan langsung, dan mendapat penjelasan langsung tentang hak dan kewajiban perpajakannya, hal ini tidak mesti dijelaskan oleh petugas Tempat Pelayanan Terpadu,jika dianggap memakan waktu dan mengganggu pelayanan terhadap Wajib Pajak lainnya, hal ini bisa dilimpahkan ke petugas help desk.

    Pada akhirnya, sebagai aparat pajak yang bermain ….


    http://regional.kompasiana.com/2013/11/26/biaya-urus-ijin-usaha-ciderai-reformasi-perizinan-611398.html

    Biaya Urus Ijin Usaha Ciderai Reformasi Perizinan

    Mustafa, Jurnalis Warga Aceh Singkil, http://www.kompasiana.com/acehpeugah
    26 November 2013 | 13:03

    Singkil – Beban atau biaya pengurusan ijun usaha adalah salah satu penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang di berikan kepada Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (KP2TSP) dinilai menciderai semangat reformasi perizinan usaha yang saat ini sedang digalakkan dikabupaten Aceh Singkil.

    Hal tersebut disampaikan Oleh Donny Aktifis Pemuda dari LSM Daun Fondation Aceh Singkil, Selasa (22/10) di Studio Radio Xtrafm Rimo, Usai acara Talk Show bertajuk membangun PTSP yang Cepat, Murah dan Transparan yang di selenggarakan Oleh Yayasan Bitra Indonesia. Menurut Doni jika pemerintah ingin serius mereformasi pelayanan perizinan hendaknya Pelayanan Terbuka Satu Pintu (PTSP) jangan lagi dibebani dengan PAD. Menurutnya, jika PTSP masih di Bebani PAD maka PTSP akan melakukan pungutan pada setiap perizinan usaha yang dikeluarkan.

    Hal tersebut menurutnya Kontradiktif dengan semangat reformasi perizinan yang saat ini sedang di galakkan. Terlebih di Aceh Singkil saat ini masih banyak pelaku usaha yang enggan mengurus Izin atas usaha-usaha yang dimilikinya. Salah satu faktor, adanya biaya yang di bebankan kepada pelaku usaha saat mengurus legalitas Usahanya.

    “Beban PAD pada PTSP dapat menyebabkan reformasi perizinan tidak berjalan maksimal. Hemat saya pelaku usaha kecil akan enggan mengeluarkan biaya untuk mengurus izin usaha mereka.” terang Doni.

    Doni melanjutkan, jika memang harus ada beban biaya dalam pengurusan perizinan, sebaiknya beban biaya tidak dipukul rata, untuk pelaku usaha kecil diberikan gratis. Sehingga masyarakat tidak merasa berat dalam mengurus Izin usaha yang dimilikinya.

    Kendatipun demikian, Ia menilai Reformasi perizinan Usaha yang dilakukan KP2PTSP saat ini cukup berhasil. Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sudah menuju kearah yang lebih baik dari sebelumya, ia berharap hal ini terus di pertahankan bahkan ditingkatkan sehingga dapat menarik masyarakat untuk mengurus legalitas usahanya.


    http://www.suratizinusaha.com/jasa-perpajakan-plus.html

    JASA LAPORAN BULANAN, TAHUNAN DAN RESTRUKTURISASI PAJAK

    Pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, khususnya di dalam pelaksanaan pembangunan karena pajak merupakan sumber pendapatan negara untuk membiayai semua pengeluaran termasuk pengeluaran pembangunan. Berdasarkan hal diatas maka pajak mempunyai beberapa fungsi, yaitu:
    1. Fungsi anggaran (budgetair)
    2. Fungsi stabilitas
    3. Fungsi redistribusi pendapatan

    Sering kali wajib pajak baik perorangan maupun badan kurang mengerti atau tidak mau ribet masalah teknis dalam membuat laporan pajak, baik bulanan maupun tahunan, Seperti kita tahu bahwa dalam membuat laporan pajak ada mekanisme pajak yang harus dilakukan agar tidak terkena sanksi pajak

    Bagi rekan-rekan yang tidak mau pusing dan ribet masalah teknis pajak, urus NPWP, PKP, Normalisai Pajak, membuat laporan bulanan, tahunan, restrukturisasi, pembuatan faktur dan lain-lain dapat dipercayakan kepada kami dan kami akan membereskannya.

    • Pengurusan NPWP dan PKP biaya Rp. 800.000
    • Normalisasi Pajak Rp. 3.000.000
    • Laporan Bulanan Rp. 500.000 Per Bulan
    • Laporan Tahunan Rp. 1.000.000
    • Restrukturisasi minimal kelebihan dana Rp. 200.000.000 dengan biaya 50 %

    TERJEMAHAN DOKUMEN RESMI SEGALA BAHASA

    DALAM RANGKA PASAR GLOBAL DOKUMEN-DOKUMEN BERHARGA ANDA BISA KAMI TERJEMAHKAN DALAM BERBAGAI MACAM BAHASA, ANTARA LAIN BAHASA INGGRIS, JEPANG, PRANCIS, JERMAN, MANDARIN, PORTUGIS, SPANYOL, DLL, SECARA RESMI DAN TERSUMPAH OLEH PEJABAT YANG BERWENANG, ADAPUN MENGENAI BIAYA TERJEMAHAN DIHITUNG BERDASARKAN JUMLAH PER LEMBAR HASIL TERJEMAHAN DARI KAMI, SEKALI LAGI HASIL TERJEMAHAN BUKAN DIHITUNG DARI JUMLAH LEMBAR DOKUMEN YANG DITERJEMAHKAN, UNTUK BIAYA PERLEMBAR HASIL TERJEMAHAN ADALAH SEBAGAI BERIKUT :
    1. BAHASA INDONESIA KE INGGRIS ATAU SEBALIKNYA Rp. 40.000 PERLEMBAR HASIL
    2. BAHASA INDONESIA KE MANDARIN/CINA ATAU SEBALIKNYA Rp. 200.000 PERLEMBAR HASIL
    3. BAHASA INDONESIA KE JEPANG ATAU SEBALIKNYA Rp. 200.000 PERLEMBAR HASIL
    4. BAHASA INDONESIA KE JERMAN ATAU SEBALIKNYA Rp. 150.000 PERLEMBAR HASIL
    5. BAHASA INDONESIA KE PRANCIS ATAU SEBALIKNYA Rp. 150.000 PERLEMBAR HASIL
    6. BAHASA INDONESIA KE PORTUGIS ATAU SEBALIKNYA Rp. 275.000 PERLEMBAR HASIL
    7. BAHASA INDONESIA KE SPANYOL ATAU SEBALIKNYA Rp. 275.000 PERLEMBAR HASIL


    http://portal.cbn.net.id/cbprtl/cybernews/detail.aspx?x=Tax+Consultation&y=cybernews|0|0|62|797

    Perlukah kami mengurus PKP?

    Tax Consultation Thu, 09 Nov 2006 16:26:00 WIB

    Question:

    Perusahaan yang kami buat masih baru 2 tahun dan baru ada 1 transaksi yang nilainya hampir 1 milyar (pengadaan barang), dan hendak ditagihkan dalam waktu dekat. keuntungan kami tidak sampai 10 % nya.

    Pertanyaan saya :

    1. Apakah kami sudah perlu menjadi/mengurus PKP ? Karena bisnis kami tidak tentu jalan atau tidak.

    2. Benarkah Biaya Pengurusan PKP Rp 1.000.000,- ?

    Mohon jawaban untuk keduanya dalam waktu dekat ini karena kami sangat butuh informasi tsb dan ingin jadi WNI yang baik dan taat hukum.

    Terimakasih.
    Relia

    Relia ~ Jakarta

    Answer:

    Yth. Sdri Relia,
    Berdasarkan Undang-undang No. 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 9 Tahun 1994 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang No. 16 Tahun 2000 dalam Pasal 2 ayat (2) dijelaskan bahwa “Setiap Wajib Pajak sebagai Pengusaha yang dikenakan pajak berdasarkan Undang-undang Pajak Pertambahan Nilai 1984 dan perubahaannya, wajib melaporkan usahanya pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Pengusaha, dan tempat kegiatan usaha dilakukan untuk dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak”.

    Sesuai dengan Pasal 1 Keputusan Menteri Keuangan No. 571/KMK.03/2003 tanggal 29 December 2003 tentan Perubahan Atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 552/KMK.04/2000 Tentang Batasan Pengusaha Kecil Pajak Pertambahan Nilai, dijelasan bahwa “Pengusaha Kecil adalah Pengusaha yang selama satu tahun buku melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak dengan jumlah peredaran bruto dan atau penerimaan bruto tidak lebih dari Rp 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).”

    Dalam Pasal 4 di jelaskan bahwa “Pengusaha Kecil wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak, apabila sampai dengan suatu bulan dalam tahun buku, jumlah peredaran bruto dan atau penerimaan brutonya melebihi batas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1″.

    Menjawab pertanyaan Saudari yang pertama, maka sesuai dengan peraturan di atas, perusahaan Saudari wajib di kukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak, karena peredaran bruto perusahaan telah melebihi Rp. 600.000.000,-

    Atas pengurusan PKP tidak dikenakan biaya, hal ini sesuai dengan Instruksi Dirjen Pajak No. INS-181/PJ./2004 tanggal 27 December 2004 tentang Peningkatan Pelayanan Kepada Wajib Pajak dan Percepatan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme .

    Demikianlah penjelasan dari kami. Terima kasih.

    Hormat kami,

    Tim Pengasuh.


    http://www.pajak.go.id/content/peraturan-dirjen-pajak-nomor-02pj2014

    Tata Cara Penyampaian Pengaduan Pelayanan Perpajakan
    Selasa, 21 Januari 2014 – 15:18

    Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-02/PJ/2014 tentang Tata Cara Penyampaian Pengaduan Pelayanan Perpajakan
    PER-02.PJ_.2014.pdf http://www.pajak.go.id/sites/default/files/info-pajak/PER-02.PJ_.2014.pdf


    http://www.pajak.go.id/content/pelaporan-pajak

    Pelaporan Pajak
    Minggu, 15 April 2012 – 02:30

    Sebagaimana ditentukan dalam Undang-undang Perpajakan, Surat Pemberitahuan (SPT) mempunyai fungsi sebagai suatu sarana bagi Wajib Pajak di dalam melaporkan dan mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah Pajak yang sebenarnya terutang. Selain itu Surat Pemberitahuan berfungsi untuk melaporkan pembayaran atau pelunasan Pajak baik yang dilakukan Wajib Pajak sendiri maupun melalui mekanisme pemotongan dan pemungutan yang dilakukan oleh pihak pemotong/pemungut, melaporkan harta dan kewajiban, dan pembayaran dari pemotong atau pemungut tentang pemotongan dan pemungutan Pajak yang telah dilakukan.

    Sehingga Surat Pemberitahuan mempunyai makna yang cukup penting baik bagi Wajib Pajak maupun aparatur Pajak. Pelaporan Pajak disampaikan ke KPP atau KP2KP dimana Wajib Pajak terdaftar. SPT dapat dibedakan sebagai berikut:

    1. SPT Masa, yaitu SPT yang digunakan untuk melakukanPelaporan atas pembayaran Pajak bulanan.
    Ada beberapa SPT Masa yaitu: PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, PPh Pasal 25, PPh Pasal 26, PPh Pasal 4 (2), PPh Pasal 15, PPN dan PPnBM, serta Pemungut PPN
    2. SPT Tahunan, yaitu SPT yang digunakan untukPelaporan tahunan.
    Ada beberapa jenis SPT Tahunan: Wajib Pajak Badan dan Wajib Pajak Orang Pribadi

    Saat ini khusus untuk SPT Masa PPN sudah dapat disampaikan secara elektronik melalui aplikasi e-Filing. Penyampaian SPT Tahunan PPh juga dapat dilakukan secara online melalui aplikasi e-SPT.

    KeterlambatanPelaporan untuk SPT Masa PPN dikenakan denda sebesar Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah), dan untuk SPT Masa lainnya dikenakan denda sebesar Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah). Sedangkan untuk keterlambatan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi khususnya mulai Tahun Pajak 2008 dikenakan denda sebesar Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah), dan SPT Tahunan PPh Badan dikenakan denda sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah).

    Berikut batas waktu pembayaran danPelaporan untuk kewajiban perpajakan bulanan:

    No Jenis SPT Batas Waktu Pembayaran Batas WaktuPelaporan
    Masa
    1 PPh Pasal 4 ayat (2) Tgl. 10 bulan berikut Tgl. 20 bulan berikut
    2 PPh Pasal 15 Tgl. 10 bulan berikut Tgl. 20 bulan berikut
    3 PPh Pasal 21/26 Tgl. 10 bulan berikut Tgl. 20 bulan berikut
    4 PPh Pasal 23/26 Tgl. 10 bulan berikut Tgl. 20 bulan berikut
    5 PPh Pasal 25 (angsuran Pajak) untuk Wajib Pajak orang pribadi dan badan Tgl. 15 bulan berikut Tgl. 20 bulan berikut
    6 PPh Pasal 25 (angsuran Pajak) untuk Wajib Pajak kriteria tertentu yang diperbolehkan melaporkan beberapa Masa Pajak dalam satu SPT Masa Akhir masa Pajak terakhir Tgl.20 setelah berakhirnya Masa Pajak terakhir
    7 PPh Pasal 22, PPN & PPn BM oleh Bea Cukai 1 hari setelah dipungut Hari kerja terakhir minggu berikutnya (melapor secara mingguan)
    8 PPh Pasal 22 – Bendahara Pemerintah Pada hari yang sama saat penyerahan barang Tgl. 14 bulan berikut
    9 PPh Pasal 22 – Pertamina Sebelum Delivery Order dibayar  
    10 PPh Pasal 22 – Pemungut tertentu Tgl. 10 bulan berikut Tgl. 20 bulan berikut
    11 PPN dan PPn BM – PKP Akhir bulan berikutnya setelah berakhirnya Masa Pajak dan sebelum SPT Masa PPN disampaikan Akhir bulan berikutnya setelah berakhirnya Masa Pajak
    12 PPN dan PPn BM – Bendaharawan Tgl. 7 bulan berikut Tgl. 14 bulan berikut
    13 PPN & PPn BM – Pemungut Non Bendahara Tgl. 15 bulan berikut Tgl. 20 bulan berikut
    14 PPh Pasal 4 ayat (2), Pasal 15,21,23, PPN dan PPnBM Untuk Wajib Pajak Kriteria Tertentu Sesuai batas waktu per SPT Masa Tgl.20 setelah berakhirnya Masa Pajak terakhir

    Berikut batas waktu pembayaran danPelaporan untuk kewajiban perpajakan tahunan:

    No Jenis SPT Batas Waktu Pembayaran Batas WaktuPelaporan
    Tahunan
    1 PPh – Orang Pribadi Sebelum SPT Tahunan PPh disampaikan akhir bulan ketiga setelah berakhirnya tahun atau bagian tahun Pajak
    2 PPh – Badan Sebelum SPT Tahunan PPh disampaikan akhir bulan keempat setelah berakhirnya tahun atau bagian tahun Pajak
    3 PBB 6 (enam) bulan sejak tanggal diterimanya SPPT —-

    http://www.pajak.go.id/content/seri-kup-wajib-pajak-dan-pengusaha-kena-pajak

    Wajib Pajak dan Pengusaha Kena Pajak
    Selasa, 6 Maret 2012 – 11:05

    Sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bidang perpajakan, Wajib Pajak dan Pengusaha Kena Pajak merupakan pihak yang melaksanakan berbagai kewajiban perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku. Secara umum, Wajib Pajak merupakan pihak yang melaksanakan kewajiban perpajakan untuk seluruh jenis pajak, seperti Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Pajak Lainnya (PL, seperti: Bea Materai), sedangkan Pengusaha Kena Pajak merupakan pihak yang melaksanakan kewajiban perpajakan terkait PPN.

    A. Pengertian

    1. Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
    2. Wajib Pajak (WP) adalah orang pribadi atau badan, meliputi pembayar pajak, pemotong pajak, dan pemungut pajak, yang mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.
    3. Badan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah dengan nama dan dalam bentuk apa pun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, atau organisasi lainnya, lembaga dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap.
    4. Pengusaha adalah orang pribadi atau badan dalam bentuk apa pun yang dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya menghasilkan barang, mengimpor barang, mengekspor barang, melakukan usaha perdagangan, memanfaatkan barang tidak berwujud dari luar daerah pabean, melakukan usaha jasa, atau memanfaatkan jasa dari luar daerah pabean.
    5. Pengusaha Kena Pajak (PKP) adalah Pengusaha yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak yang dikenai pajak berdasarkan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai 1984 dan perubahannya.
    6. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

    B. Pendaftaran Untuk Mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak

    1. Berdasarkan sistem self assessment setiap WP yang memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan wajib mendaftarkan diri utuk memiliki NPWP dengan cara :
    a.Datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau melalui Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konnsultasi Pajak (KP2KP) yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kependudukan WP.
    b.Melalui internet di situs Direktorat Jenderal Pajak (www.pajak.go.id) pada aplikasi e-Registration (ereg.pajak.go.id).
    2. Kewajiban mendaftarkan diri berlaku pula terhadap wanita kawin yang ingin dikenakan pajak secara terpisah dengan suaminya.
    3. Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu yang mempunyai tempat usaha berbeda dengan tempat tinggal, selain wajib mendaftarkan diri ke KPP yang wilayahnya kerjanya meliputi tempat tinggalnya, juga diwajibkan mendaftarkan diri ke KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat kegiatan usah dilakukan.
    4. Wajib Pajak orang pribadi yang tidak menjalankan usahanya atau pekerjaan bebas, bila sampai dengan suatu bulan memperoleh penghasilan yang jumlahnya telah melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) setahun, wajib mendaftarkan diri paling lambat pada akhir bulan berikutnya.
    5. WP orang pribadi lainnya yang memerlukan NPWP dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh NPWP.

    C. Pelaporan Usaha Untuk Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak

    1. Pengusaha yang dikenakan PPN, wajib melaporkan usahanya pada KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Pengusaha dan tempat kegiatan usaha dilakukan untuk dikukuhkan menjadi PKP.
    2. Pengusah orang pribadi atau badan yang mempunyai tempat kegiatan usaha berbeda dengan tempat tinggal, wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP ke KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan, juga wajib mendaftarkan diri ke KPP di tempat kegiatan usaha dilakukan.
    3. Pengusaha kecil yang memilih untuk dikukuhkan sebagai PKP wajib mengajukan pernyataan tertulis untuk dikukuhkan sebagai PKP.
    4. Pengusaha kecil yang tidak memilih untuk dikukuhkan sebagai PKP tetapi sampai dengan suatu masa pajak dalam suatu tahun buku seluruh nilai peredaran bruto telah melampaui batas yang ditentukan sebagai pengusaha kecil, wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP paling lambat akhir masa pajak berikutnya.

    D. Tempat Pendaftaran Wajib Pajak Tertentu dan Pelaporan Bagi Pengusaha Tertentu

    1. Seluruh WP BUMN (Badan Usah Milik Negara) da WP BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) di wilayah DKI Jakarta, di KPP BUMN Jakarta;
    2. WP PMA (Penanaman Modal Asing) yang tidak go public, di KPP PMA kecuali yang telah terdaftar di KPP lama dan WP PMA di kawasan berikat dengan permohonan diberikan kemudahan mendaftar di KPP setempat;
    3. WP Badan dan Orang Asing (Badora), di KPP Badora;
    4. WP go public, di KPP Perusahaan Masuk Bursa (Go Public), kecuali WP BUMN/BUMD serta WP PMA yang berkedudukan di kawasan berikat;
    5. WP BUMN diluar Jakarta, di KPP setempat;
    6. Untuk WP BUMN/BUMD, PMA, Badora, Go Public di luar Jakarta, khusus PPh pemotongan/pemungutan dan PPN/PPnBM di tempat kegiatan usaha atau cabang.

    E. Fungsi Nomor Pokok Wajib Pajak dan Pengukuhan PKP

    1. Fungsi NPWP adalah sebagai berikut :
    a. Sarana dalam administrasi perpajakan;
    b. Tanda pengenal diri atau identitas WP dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya;
    c. Menjaga ketertiban dakam pembayaran pajak dan pengawasan admiinistrasi perpajakan;
    d. Setiap WP hanya diberikan satu NPWP;

    2. Fungsi Pengukuhan PKP adalah sebagai berikut :
    a. Pengawasan dalam melaksanakan hak dan kewajiban PKP di bidang PPN dan PPnBM.
    b. Sebagai identitas PKP yang bersangkutan.

    F. Penerbitan NPWP dan Pengukuhan PKP Secara Jabatan (Sifat Retroaktif)

    KPP dapat menerbitkan NPWP dan Pengukuhan PKP secara jabatan, apabila WP tidak memenuhi kewajiban mendaftarkan diri untuk memiliki NPWP atau tidak melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP, bila berdasarkan data yang dimiliki Direktorat Jenderal Pajak ternyata WP memenuhi syarat untuk memperoleh NPWP atau PKP.

    G. Sanksi Yang Berhubungan Dengan NPWP dan Pengukuhan Sebagai PKP

    Setiap orang yang dengan sengaja tidak mendaftarkan diri atau menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak NPWP atau Pengukuhan PKP, sehingga dapat merugikan pada pendapatan negara dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling sedikit 2 (dua) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar dan paling tinggi 4 (empat) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang bayar.

    Pidana tersebut di atas ditambah 1 (satu) kali menjadi 2 (dua) kali sanksi pidana, apabila seseorang melakukan lagi tindak pidana di bidang perpajakan sebelum lewat 1 (satu) tahun, terhitung sejak selesainya menjalani pidana penjara yang dijatuhkan.

    Setiap orang yang melakukan percobaan untuk melakukan tindak pidana menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak Nomor Pokok Wajib Pajak atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, atau menyampaikan Surat Pemberitahuan dan/atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap, dalam rangka mengajukan permohonan restitusi atau melakukan kompensasi pajak atau pengkreditan pajak, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling sedikit 2 (dua) kali jumlah restitusi yang dimohonkan dan/atau kompensasi atau pengkreditan yang dilakukan dan paling banyak 4 (empat) kali jumlah restitusi yang dimohonkan dan/atau kompensasi atau pengkreditan yang dilakukan.


    http://www.pajak.go.id/content/seri-kup-pendaftaran-npwp-dan-pengukuhan-pkp

    Pendaftaran NPWP dan Pengukuhan PKP
    Selasa, 6 Maret 2012 – 13:40

    Sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bidang perpajakan, Wajib Pajak dan Pengusaha Kena Pajak merupakan pihak yang melaksanakan berbagai kewajiban perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku. Secara umum, Wajib Pajak merupakan pihak yang melaksanakan kewajiban perpajakan untuk seluruh jenis pajak, seperti Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Pajak Lainnya (PL, seperti: Bea Materai), sedangkan Pengusaha Kena Pajak merupakan pihak yang melaksanakan kewajiban perpajakan terkait PPN (lihat artikel sebelumnya: Wajib Pajak dan Pengusaha Kena Pajak).

    A. Tata Cara Pendaftaran dan Pemberian NPWP serta Pelaporan dan Pengukuhan PKP

    Wajib Pajak (WP) mengisi formulir pendaftaran dan menyampaikan secara langsung atau melalui pos ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Pajak (KP2KP) setempat dengan melampirkan :
    1. Untuk WP Orang Pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas : KTP bagi penduduk Indonesia atau paspor bagi orang asing;
    2. Untuk WP Orang Pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas: KTP bagi penduduk Indonesia atau paspor bagi orang asing;
    3. Untuk WP Badan :
    a. Akte pendirian dan perubahan atau surat keterangan penunjukkan dari kantor pusat bagi BUT (Bentuk Usaha Tetap);
    b. KTP bagi penduduk Indonesia atau paspor bagi orang asing sebagai penanggung jawab;
    c. NPWP pimpinan/penanggung jawab Badan.
    4. Untuk Bendahara sebagai Pemungut/ Pemotong :
    a. KTP bendahara;
    b. Surat penunjukan sebagai bendahara.
    5. Untuk Joint Operation sebagai Wajib Pajak Pemotong/pemungut :
    a. Perjanjian kerja sama sebagai joint operation;
    b. NPWP masing-masing anggota joint operation;
    c. KTP bagi penduduk Indonesia atau paspor bagi orang asing sebagai penanggung jawab Joint Operation.
    6. Wajib Pajak dengan status cabang, orang pribadi pengusaha tertentu atau wanita kawin harus melampirkan surat keterangan terdaftar Kantor Pusat/domisili/suami.
    7. Untuk WP Orang pribadi dan WP Badan yang melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak, persyaratan tambahan yang diminta antara lain SIUP dan keterangan domisili dari pengelola gedung/kelurahan. Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak ini harus melalui pembuktian alamat dari WP tersebut.
    Khusus Wanita kawin dapat mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP sebagai sarana untuk memenuhi hak dan kewajiban perpajakan atas namanya sendiri, dengan persyaratan sesuai dengan kondisi dari wanita tersebut (butir 1 atau 2). Apabila permohonan ditandatangani orang lain harus dilengkapi dengan surat kuasa khusus.

    B. Pendaftaran NPWP dan PKP Melalui Elektronik (Electronic Registration)

    Pendaftaran NPWP dan PKP oleh Wajib Pajak dapat juga dilakukan secara elektronik yaitu melalui internet di situs Direktorat Jenderal Pajak dengan alamat http://www.pajak.go.id. Wajib Pajak cukup memasukan data-data pribadi (KTP/SIM/Paspor) untuk dapat memperoleh NPWP.
    Berikut langkah-langkah untuk mendapatkan NPWP melalui internet :
    1. Cari situs Direktorat Jenderal Pajak di Internet dengan alamat http://www.pajak.go.id;
    2. Selanjutnya anda memilih menu e-Registration (ereg.pajak.go.id);
    3. Pilih menu “buat account baru” dan isilah kolom sesuai yang diminta;
    4. Setelah itu anda akan masuk ke menu “Formulir Registrasi Wajib Pajak Orang Pribadi”. Isilah sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang anda miliki;
    5. Anda akan memperoleh Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Sementara yang berlaku selama 30 (tiga puluh) hari sejak pendaftaran dilakukan.
    6. Cetak SKT Sementara tersebut beserta Formulir Registrasi Wajib Pajak Orang Pribadi sebagai bukti anda sudah terdaftar sebagai Wajib Pajak.
    7. Tanda tangani formulir registrasi, kemudian dapat dikirimkan/disampaikan langsung bersama SKT Sementara serta persyaratan lainnya ke Kantor Pelayanan Pajak seperti yang tertera pada SKT Sementara tersebut. Setelah itu Anda akan menerima kartu NPWP dan SKT asli.

    C. Wajib Pajak Pindah

    Dalam hal WP pindah domisili atau pindah tempat kegiatan usaha, WP agar melaporkan diri ke KPP lama maupun KPP baru dengan ketentuan:

    1. Wajib Pajak Orang Pribadi :
    a. Yang pindah tempat tinggal, melampirkan surat keterangan pernyataan pindah tempat tinggal dari instansi yang berwenang sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa bagi penduduk Indonesia atau fotokopi paspor ditambah surat pernyataan tempat tinggal/domisili yang baru dari yang bersangkutan bagi orang asing (bentuk formulir ditentukan Direktorat Jenderal Pajak). Dalam hal WP yang tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas, persyaratan tersebut dapat berupa surat keterangan dari pimpinan instansi atau perusahaan.
    b. Yang pindah tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas, melampirkan surat pernyataan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang baru dari WP.

    2. Wajib Pajak Badan :
    a. Pindah tempat kedudukan, melampirkan surat pernyataan tempat kedudukan yang baru dari salah seorang pengurus yang aktif.
    b.Pindah tempat kegiatan usaha, melampirkan surat pernyataan tempat kegiatan usaha baru dari salah seorang pengurus yang aktif.

    D. Penghapusan NPWP dan Persyaratannya

    Penghapusan NPWP dilakukan dalam hal diajukan permohonan penghapusan NPWP oleh :
    1. WP dan/atau ahli warisnya karena WP sudah tidak memenuhi persyaratan subjektif dan/atau objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan perpajakan. Misalnya :
    a. WP meninggal dan tidak meninggalkan harta warisan, diisyaratkan adanya fotokopi akte kematian atau surat keterangan kematian dari instansi yang berwenang;
    b. WP meninggal dan meninggalkan warisan. Apabila selesai dibagi kepada ahli warisnya, disyaratkan adanya keterangan tentang selesainya warisan tersebut dibagi oleh ahli warisnya;
    c. WP Orang Pribadi lainnya yang tidak memenuhi syarat lagi sebagai WP, disyaratkan surat pernyataan dan keterangan dari instansi yang berwenang;
    2. Wanita kawin yang sebelumnya telah memiliki NPWP dan menikah tanpa membuat perjanjian pemisahan harta serta suaminya telah terdaftar sebagai WP, disyaratkan adanya surat nikah/akte perkawinan dari catatan sipil;
    3. WP Badan dalam rangka likuidasi atau telah dibubarkan secara resmi, disyaratkan adanya akte pembubaran;
    4. Bentuk Usaha Tetap (BUT) yang karena sesuatu hal kehilangan statusnya sebagai BUT, disyaratkan adanya permohonan WP yang dilampiri dokumen yang mendukung bahwa BUT tersebut tidak memenuhi syarat lagi untuk dapat digolongkan sebagai WP;

    Artikel terkait:
    1. Istilah-Istilah Perpajakan http://www.pajak.go.id/content/istilah-istilah-perpajakan
    2. Wajib Pajak dan Pengusaha Kena Pajak http://www.pajak.go.id/content/wajib-pajak-dan-pengusaha-kena-pajak
    3. NPWP dan Manfaatnya http://www.pajak.go.id/content/npwp-dan-manfaatnya


    http://www.pajak.go.id/content/seri-kup-npwp-dan-manfaatnya

    NPWP dan Manfaatnya
    Selasa, 6 Maret 2012 – 13:15

    Untuk melaksanakan administrasi perpajakan, Direktorat Jenderal Pajak menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebagai sarana administrasi sekaligus sebagai tanda pengenal atau identitas Wajib Pajak. Setiap Wajib Pajak akan diberikan NPWP pada saat melakukan pendaftaran, sehingga seluruh administrasi perpajakan terkait dengan Wajib Pajak tersebut akan menggunakan NPWP yang dimaksud.

    A. Pengertian

    1. Wajib Pajak (WP) adalah orang pribadi atau badan meliputi pembayar pajak, pemotong pajak, dan pemungut pajak, yang mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.
    2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

    B. Orang Pribadi Yang wajib Memiliki NPWP

    1. Orang Pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas;
    2. Orang Pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas, yang memperoleh penghasilan diatas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).
    Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) setahun adalah :
    a. Wajib Pajak sendiri : Rp 15.840.000,-;
    b. Wajib Pajak kawin : Rp 17.160.000,-;
    c. Wajib Pajak kawin & Memiliki 1 tanggungan : Rp 18.480.000,-;
    d. Wajib Pajak kawin & Memiliki 2 tanggungan : Rp 19.800.000,-;
    e. Wajib Pajak kawin & Memiliki 3 tanggungan : Rp 21.120.000,-.
    Misalnya, Budi (statusnya sendiri) karyawan di PT A memiliki penghasilan setiap bulannya Rp 2 juta atau setahun Rp 24 juta, dengan demikian Budi wajib memiliki NPWP.

    C. Cara Mendapatkan NPWP

    Pendaftaran NPWP dapat dilakukan dengan membuka situs Direktorat Jenderal Pajak (www.pajak.go.id).
    Langkah-langkahnya adalah :
    1. Cari situs Direktorat Jenderal Pajak di Internet dengan alamat http://www.pajak.go.id.
    2. Selanjutnya anda memilih menu e-Registration (ereg.pajak.go.id).
    3. Pilih menu “buat account baru” dan isilah kolom sesuai yang diminta.
    4. Setelah itu anda akan masuk ke menu “Formulir Registrasi Wajib Pajak Orang Pribadi”. Isilah sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang anda miliki.
    5. Anda akan memperoleh Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Sementara yang berlaku selama 30 (tiga puluh) hari sejak pendaftaran dilakukan. Cetak SKT Sementara tersebut sebagai bukti anda sudah terdaftar sebagai Wajib Pajak.
    6. Tanda tangani formulir registrasi, kemudian dapat dikirimkan/disampaikan langsung bersama SKT Sementara ke Kantor Pelayanan Pajak seperti yang tertera pada SKT Sementara tersebut. Setelah itu Wajib Pajak akan menerima kartu NPWP dan SKT asli.
    Pendaftaran NPWP juga dapat dilakukan dengan cara langsung mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal dari Wajib Pajak serta mendatangi Pojok Pajak yang terdapat di tempat keramaian (mall, gedung perkantoran).

    D. Persyaratan Untuk Memiliki NPWP

    Cukup hanya mengisi formulir pendaftaran dan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), atau paspor bagi orang asing

    E. Biaya Pembuatan NPWP

    Pembuatan NPWP dan semua pelayanan di Kantor Pelayanan Pajak tanpa dipungut biaya atau gratis.

    F. Manfaat Memiliki NPWP

    1. Kemudahan Pengurusan Administrasi, dalam :
    a. Pengajuan Kredit Bank;
    b. Pembuatan Rekening Koran di Bank;
    c. Pengajuan SIUP/TDP;
    d. Pembayaran Pajak Final (PPh Final, PPN dan BPHTB, dll);
    e. Pembuatan Paspor;
    f. Mengikuti lelang di instansi Pemerintah, BUMN dan BUMD.

    2. Kemudahan pelayanan perpajakan :
    a. Pengembalian pajak;
    b. Pengurangan pembayaran pajak;
    c. Penyetoran dan pelaporan pajak

    G. Penghapusan NPWP

    NPWP dapat dihapuskan, hanya apabila Wajib Pajak tersebut sudah tidak memenuhi persyaratan subjektif dan/atau objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan perpajakan. Misalnya Wajib Pajak meninggal dunia dan tidak meninggalkan warisan atau meninggalkan warisan tetapi sudah terbagi habis kepada ahli warisnya.
    Contoh lain adalah Wajib Pajak tidak lagi memperoleh penghasilan atau memperoleh penghasilan tetapi di bawah PTKP.

    H. Sanksi Tidak Memiliki NPWP

    Setiap orang yang dengan sengaja tidak mendaftarkan diri untuk memiliki NPWP dan atas perbuatannya tersebut menimbulkan kerugian pada pendapatan negara, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling sedikit 2 (dua) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar dan paling banyak 4 (empat) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar.


    http://www.pajak.go.id/content/seri-kup-istilah-istilah-perpajakan

    Istilah-Istilah Perpajakan
    Selasa, 6 Maret 2012 – 09:56

    Untuk lebih memahami berbagai ketentuan mengenai administrasi perpajakan, berikut ini hal-hal yang perlu Anda ketahui mengenai istilah-istilah perpajakan:

    1. Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

    2. Wajib Pajak adalah orang pribadi atau badan, meliputi pembayar pajak, pemotong pajak, dan pemungut pajak, yang mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

    3. Badan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah dengan nama dan dalam bentuk apa pun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, atau organisasi lainnya, lembaga dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap.

    4. Pengusaha adalah orang pribadi atau badan dalam bentuk apa pun yang dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya menghasilkan barang, mengimpor barang, mengekspor barang, melakukan usaha perdagangan, memanfaatkan barang tidak berwujud dari luar daerah pabean, melakukan usaha jasa, atau memanfaatkan jasa dari luar daerah pabean.

    5. Pengusaha Kena Pajak adalah Pengusaha yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak yang dikenai pajak berdasarkan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai 1984 dan perubahannya.

    6. Nomor Pokok Wajib Pajak adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

    7. Masa Pajak adalah jangka waktu yang menjadi dasar bagi Wajib Pajak untuk menghitung, menyetor, dan melaporkan pajak yang terutang dalam suatu jangka waktu tertentu sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang ini.

    8. Tahun Pajak adalah jangka waktu 1 (satu) tahun kalender kecuali bila Wajib Pajak menggunakan tahun buku yang tidak sama dengan tahun kalender.

    9. Bagian Tahun Pajak adalah bagian dari jangka waktu 1 (satu) Tahun Pajak.

    10. Pajak yang terutang adalah pajak yang harus dibayar pada suatu saat, dalam Masa Pajak, dalam Tahun Pajak, atau dalam Bagian Tahun Pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

    11. Surat Pemberitahuan adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melaporkan penghitungan dan/atau pembayaran pajak, objek pajak dan/atau bukan objek pajak, dan/atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

    12. Surat Pemberitahuan Masa adalah Surat Pemberitahuan untuk suatu Masa Pajak.

    13. Surat Pemberitahuan Tahunan adalah Surat Pemberitahuan untuk suatu Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak.

    14. Surat Setoran Pajak adalah bukti pembayaran atau penyetoran pajak yang telah dilakukan dengan menggunakan formulir atau telah dilakukan dengan cara lain ke kas negara melalui tempat pembayaran yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan.

    15. Surat ketetapan pajak adalah surat ketetapan yang meliputi Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar, Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan, Surat Ketetapan Pajak Nihil, atau Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar.

    16. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar adalah surat ketetapan pajak yang menentukan besarnya jumlah pokok pajak, jumlah kredit pajak, jumlah kekurangan pembayaran pokok pajak, besarnya sanksi administrasi, dan jumlah pajak yang masih harus dibayar.

    17. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan adalah surat ketetapan pajak yang menentukan tambahan atas jumlah pajak yang telah ditetapkan.

    18. Surat Ketetapan Pajak Nihil adalah surat ketetapan pajak yang menentukan jumlah pokok pajak sama besarnya dengan jumlah kredit pajak atau pajak tidak terutang dan tidak ada kredit pajak.

    19. Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar adalah surat ketetapan pajak yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran pajak karena jumlah kredit pajak lebih besar daripada pajak yang terutang atau seharusnya tidak terutang.

    20. Surat Tagihan Pajak adalah surat untuk melakukan tagihan pajak dan/atau sanksi administrasi berupa bunga dan/atau denda.

    21. Surat Paksa adalah surat perintah membayar utang pajak dan biaya penagihan pajak.

    22. Kredit Pajak untuk Pajak Penghasilan adalah pajak yang dibayar sendiri oleh Wajib Pajak ditambah dengan pokok pajak yang terutang dalam Surat Tagihan Pajak karena Pajak Penghasilan dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar, ditambah dengan pajak yang dipotong atau dipungut, ditambah dengan pajak atas penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri, dikurangi dengan pengembalian pendahuluan kelebihan pajak, yang dikurangkan dari pajak yang terutang.

    23. Kredit Pajak untuk Pajak Pertambahan Nilai adalah Pajak Masukan yang dapat dikreditkan setelah dikurangi dengan pengembalian pendahuluan kelebihan pajak atau setelah dikurangi dengan pajak yang telah dikompensasikan, yang dikurangkan dari pajak yang terutang.

    24. Pekerjaan bebas adalah pekerjaan yang dilakukan oleh orang pribadi yang mempunyai keahlian khusus sebagai usaha untuk memperoleh penghasilan yang tidak terikat oleh suatu hubungan kerja.

    25. Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan menghimpun dan mengolah data, keterangan, dan/atau bukti yang dilaksanakan secara objektif dan profesional berdasarkan suatu standar pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan/atau untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

    26. Bukti Permulaan adalah keadaan, perbuatan, dan/atau bukti berupa keterangan, tulisan, atau benda yang dapat memberikan petunjuk adanya dugaan kuat bahwa sedang atau telah terjadi suatu tindak pidana di bidang perpajakan yang dilakukan oleh siapa saja yang dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara.

    27. Pemeriksaan Bukti Permulaan adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendapatkan bukti permulaan tentang adanya dugaan telah terjadi tindak pidana di bidang perpajakan.

    28. Penanggung Pajak adalah orang pribadi atau badan yang bertanggung jawab atas pembayaran pajak, termasuk wakil yang menjalankan hak dan memenuhi kewajiban Wajib Pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

    29. Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca, dan laporan laba rugi untuk periode Tahun Pajak tersebut.

    30. Penelitian adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menilai kelengkapan pengisian Surat Pemberitahuan dan lampiran-lampirannya termasuk penilaian tentang kebenaran penulisan dan penghitungannya.

    31. Penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana di bidang perpajakan yang terjadi serta menemukan tersangkanya.

    32. Penyidik adalah pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak yang diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    33. Surat Keputusan Pembetulan adalah surat keputusan yang membetulkan kesalahan tulis, kesalahan hitung, dan/atau kekeliruan penerapan ketentuan tertentu dalam peraturan perundang-undangan perpajakan yang terdapat dalam surat ketetapan pajak, Surat Tagihan Pajak, Surat Keputusan Pembetulan, Surat Keputusan Keberatan, Surat Keputusan Pengurangan Sanksi Administrasi, Surat Keputusan Penghapusan Sanksi Administrasi, Surat Keputusan Pengurangan Ketetapan Pajak, Surat Keputusan Pembatalan Ketetapan Pajak, Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak, atau Surat Keputusan Pemberian Imbalan Bunga.

    34. Surat Keputusan Keberatan adalah surat keputusan atas keberatan terhadap surat ketetapan pajak atau terhadap pemotongan atau pemungutan oleh pihak ketiga yang diajukan oleh Wajib Pajak.

    35. Putusan Banding adalah putusan badan peradilan pajak atas banding terhadap Surat Keputusan Keberatan yang diajukan oleh Wajib Pajak.

    36. Putusan Gugatan adalah putusan badan peradilan pajak atas gugatan terhadap hal-hal yang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan dapat diajukan gugatan.

    37. Putusan Peninjauan Kembali adalah putusan Mahkamah Agung atas permohonan peninjauan kembali yang diajukan oleh Wajib Pajak atau oleh Direktur Jenderal Pajak terhadap Putusan Banding atau Putusan Gugatan dari badan peradilan pajak.

    38. Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak adalah surat keputusan yang menentukan jumlah pengembalian pendahuluan kelebihan pajak untuk Wajib Pajak tertentu.

    39. Surat Keputusan Pemberian Imbalan Bunga adalah surat keputusan yang menentukan jumlah imbalan bunga yang diberikan kepada Wajib Pajak.

    40. Tanggal dikirim adalah tanggal stempel pos pengiriman, tanggal faksimili, atau dalam hal disampaikan secara langsung adalah tanggal pada saat surat, keputusan, atau putusan disampaikan secara langsung.

    41. Tanggal diterima adalah tanggal stempel pos pengiriman, tanggal faksimili, atau dalam hal diterima secara langsung adalah tanggal pada saat surat, keputusan, atau putusan diterima secara langsung.


    http://pelayanan-pajak.blogspot.fr/2010/01/ditjen-pajak-terima-8390-pengaduan.html

    Ditjen Pajak Terima 8.390 Pengaduan Masyarakat di 2009
    Direktorat Jenderal Pajak menerima 8.390 pengaduan dari masyarakat terkait pajak selama Januari hingga Oktober 2009. Keluhan yang paling banyak diadukan oleh masyarakat adalah mengenai ketidakprofesionalan petugas pajak dan hambatan pelayanan pajak.

    Hal tersebut terkait dengan batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh 2008 yang harus dimasukkan paling lambat tangga 31 Maret 2009, sehingga masyarakat dan Wajib Pajak banyak melakukan pengaduan, informasi dan saran terkait dengan pelayanan unit kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak.

    Dari total jumlah pengaduan tersebut, tidak semua pengaduan yang diterima dapat ditindaklanjuti karena unsur identitas pelapor yang tidak jelas, tidak ada kontak yang dapat dihubungi, dan atau bukti/data pendukung tidak ada.

    Sebanyak 7.985 pengaduan dapat langsung diselesaikan atau dijawab oleh petugas Pusat Pengaduan Pajak tanpa harus ditindaklanjuti ke unit kerja bersangkutan karena sifatnya hanya informasi dan saran.

    Jenis pengaduan yang dilakukan oleh masyarakat adalah:

    • Ketidakprofesionalan dan hambatan pelayanan
    • Inkonsistensi penerapan peraturan
    • Indikasi penggelapan pajak
    • Penyalahgunaan wewenang dan disiplin

    http://finance.detik.com/read/2010/04/28/131635/1347005/4/mafia-pajak-terbongkar-tjiptardjo-kebanjiran-keluhan

    Mafia Pajak Terbongkar, Tjiptardjo Kebanjiran Keluhan
    Muchus Budi R. – detikfinance
    Rabu, 28/04/2010 13:16 WIB

    Solo -Ada hikmah tersendiri dari terbongkarnya kasus mafia pajak. Dirjen Pajak, M Tjiptardjo, mengaku setiap hari call center Ditjen Pajak kebanjiran aduan dan keluhan masyarakat yang jumlahnya mencapai 3.000 per hari.

    “Ada hikmah tersendiri dari terbongkarnya kasus pelanggaran pegawai pajak seperti Gayus Tambunan maupun yang di Surabaya itu. Sekarang orang semakin berani mengaku dan mengeluhkan pelayanan petugas pajak. Ini perkembangan yang bagus untuk membenahi lembaga ini,” ujar Tjiptardjo kepada wartawan di Solo, Rabu (28/4/2010).

    Dia menyebutkan, saat ini call center di direktorat pajak setiap hari rata-rata menerima masukan setidaknya 3.000 per hari. Jumlah tersebut melonjak drastis dari rata-rata penerimaan masukan sebelum kasus mafia pajak terbongkar, namun .

    Dari 3.000 masukan tersebut, kata Tjiptardjo, memang ada juga yang sekadar menanyakan mesalah teknis. Namun demikian sebagian besar dari masukan itu berupa keluhan atau aduan masyarakat atau perlakukan atau tindakan petugas pajak terhadap mereka.

    “Ini perkembangan yang sangat bagus. Sekarang orang berani secara terbuka mengadukan bahwa telah dirugikan petugas pajak. Semua informasi dan masukan itu pastinya akan langsung kami tindak lanjuti. Jika setelah kami cek memang ada kesalahan pada petugas kami maka kami akan mengambil langkah tegas dengan menindak petugas yang bersangkutan,” urainya.

    Tjiptardjo menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan iklim kepercayaan publik tersebut untuk menggali informasi langsung dari wajib pajak terhadap pelayanan petugas pajak. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari kemerosotan kepercayaan wajib pajak terhadap direktorat pajak seiring terbongkarnya praktik mafia pajak di lembaga tersebut.

    (mbr/qom)


     
  • Virtual Chitchatting 10:44 AM on 2014/04/22 Permalink  

    Ketika Abraham Samad, Ketua KPK, sang ksatria kodok ngomong soal moral dan keadilan

    masih ingat sejarah dan perjalanan abraham samad sebelum menjadi Ketua KPK?
    1. Dia pernah menyembah-nyembah ke Patrialis Akbar selaku Menkumham dan Ketua Pansel KPK.
    2. Dia pernah menyembah-nyembah ke Anas Urbaningrum selaku Ketua Umum Partai Demokrat.

    Sebagai balas budi ke Anas, dia berinisiatif membocorkan SPRINDIK atas Anas Urbaningrum.
    Sprindik itu approval untuk go ahead, inisiasi, aktivasi operasi intelijen KPK terhadap Anas.

    Ketua BPK Hadi Poernomo dijadikan tersangka korupsi oleh KPK saat dia menjabat sebagai Dirjen Pajak.
    Hadi Poernomo dijadikan tersangka setelah BPK meng-approve keterlibatan SBY-Boediono dalam kasus Bank Century.

    Si Samad emang patut diberi gelar Ksatria Kodok !

    ilmu katak saat meloncat adalah: dengan keras, tangannya menyibak orang di sekelilingnya dan dengan keras, kakinya memijak/menendang (kepala) orang di bawahnya.

    Kok kodok, bukan katak? yang namanya kodok itu perutnya pasti gendut. kalau katak, kurus kering, kayak kermit. ;p Karena perutnya gendut, jadi kodok itu termasuk golongan pemakan segala.
    Yang kita tahu, kodok itu makanan ular. kalau ular vs buaya, mana yang menang? kasus terakhir, di brisbane, ular bisa makan buaya. kalau cicak besar (ular) makan buaya http://mayachitchatting.wordpress.com/2014/03/03/kalau-cicak-besar-ular-makan-buaya/. Karena sekarang zaman edan, giliran ular yang dimakan kodok. kampret, kalong, kelelawar aja bisa dimakan kodok, hidup-hidup lho. begimane carenya? gugling lha.

    ini konfirmasi dari AfriBats http://www.blogger.com/profile/15220675803699330412 September 25, 2013 at 1:27 PM
    Great picture, great story! Also interesting to see that there’s a similar case published. The swallowed bat clearly is a free-tailed bat (family Molossidae; shown by the tail, which is not enclosed by a membrane, and the particular way the 3rd digit is folded). Several free-tailed bats (such as Molossus sp. mentioned in the published article) roost in roofs of buildings, and the picture seems to show a concrete floor, so most likely this happened when the bat was exiting its roost. These bats are fast flyers, which comes at the cost of reduced manoeuvrability. They further require a certain height of their roost site to gain sufficient speed and lift. Sometimes things go wrong and they crash-land on the ground below the roost, and I would reckon that in this case it happened right in front of the toad…

    ini salah satu penampakan kampret yang ditelan kodok, hidup-hidup lho, eaten alive. di Peru. Amerika Latin sono. di bulan September 2013. nama kodoknya cane toad. gugling aja.

    cane toad, kodok bangkong ini juga bisa makan ular. ini kejadian di australia. masih inget ular makan buaya di brisbane sono. kalau cicak besar (ular) makan buaya http://mayachitchatting.wordpress.com/2014/03/03/kalau-cicak-besar-ular-makan-buaya/. di Townsville, masih di Australia, Melissa, September 26, 2013, 9:47 pm, memang dan sudah mengkorfimasi kelakuan kodok yang bisa makan ular….. yummy. “We had a large green tree frog eat a snake on our back patio one night.”

    ini konfirmasi kodok makan kobra di pretoria, afrika selatan. BilBy September 23, 2013 at 12:44 am
    For many amphibians, if you can force it in your stomach somehow, it’s food. There’s an African Giant bullfrog specimen in a jar at the Transvaal Museum in Pretoria that swallowed something like 17 baby rinkhals (a type of cobra) in one go.


    http://blog.liputan6.com/2009/01/09/lompatan-ksatria-katak/

    Lompatan Ksatria Katak
    Syaiful Halim, January – 9 – 2009

    Cerita tentang Ksatria Katak saya dapat dari mantan Imamu Masjid Kraton Benteng Wolio di Pulau Buton dua tahun yang silam. Pada masa Kesultanan Kesultanan Butuni, Imamu Masjid memiliki peran sentral dalam bidang spiritual. Ia merupakan sultan kedua di organisasi itu dengan julukan Sultan Batin. Dan, di tingkat spiritualnya, ia diyakini bukan sekedar ahli tarekat atau hakekat, tapi ahli ma’rifat!

    Namun, saya tidak akan berpanjang-panjang dengan cerita kejayaan dan era emas Imamu Masjid di masa silam. Karena, hanya akan menyita berlembar-lembar halaman dan konteksnya belum cukup penting untuk diungkap. Dan, saya lebih tertarik mengingat kembali amsal atau pemisalan yang diungkap sang mantan Imamu Masjid tentang Ksatria Katak.

    Tuturnya, dalam setiap ruang kehidupan terdapat banyak tokoh dan karakter. Kalau mau merenung sedikit saja, kita segera sadar, karakter dari setiap tokoh itu sebenarnya merupakan penampakan dari karakter hewan-hewan di hutan luas. Artinya, setiap manusia menyimpan potensi kehewanan. Selain itu, aksi-aksi yang diperlihatkan manusia di kehidupan nyata pun tak ubahnya aksi-aksi hewan-hewan di Kerajaan Rimba.

    Lantas, ia pun mengenalkan saya pada tokoh Kstaria Katak di Kerajaan Rimba itu. Meski sekedar katak, menurutnya, hewan itu memiliki kegemilangan yang tak seburuk rupa dan bentuknya. Karena, ia memiliki lompatan-lompatan yang melebihi kecepatan, kecerdasan, dan kesetiaan hewan lain. Berkat kelebihannya itulah ia terkenal dengan jargon “lompatan Ksatria Katak”.

    Lahirnya jargon itu, karena ia memiliki hasil kerja, prestasi, atau rekor, yang di atas rata-rata. Bahkan, ia sanggup berbuat sesuatu melebihi kapasitasnya atau kstaria-ksatria yang lebih tinggi kastanya. Problemnya, sang Ksatria Katak terlalu asyik dengan tanggung jawab dan peraihan hasil maksimal atas kerjanya. Namun, ia malas berkoordinasi atau melaporkan hasil kerja di setiap tahapan-tahapan. Sehingga, ia sering dianggap berjalan dalam dunianya sendiri dan lepas kendali. Akibat “cacad” itu, lompatan sang Kstaria tidak pernah dihitung atau diapresiasi. Karena, Kerajaan Rimba lebih mengakomodir para ksatria yang rajin melapor, bekerja sesuai trek, dan pintar membuka peluang untuk dekat dengan pengendali sistem.

    Meskipun begitu, sang Kstaria Katak akan terus bekerja sesuai amanat Raja. Karena, sesungguhnya ia tidak membutuhkan pujian dan sanjungan, selain membuat lompatan demi lompatan untuk kejayaan Kerajaan Rimba. Bahkan, ia juga tidak peduli ketika ia ditempatkan sebagai Ronin – Ksatria Samurai tanpa tuan dalam mitos Jepang – lantaran kalah pintar berpolitik dibandingkan ksatria lain.

    Sejenak saya terdiam mendengar cerita Imamu Masjid. Namun, imajinasi di kepala ini bergerak liar dan menangkap nama Sri Bintang Pamungkas dan sahabat saya, Bambang Warih Koesoema. Pada masa orde baru, keduanya direcall dari panggung DPR karena “lompatan-lompatan Ksatria Katak”nya yang tak lazim dan di luar kendali partai.

    Lima tahun yang silam, saya sempat membuat film dokumenter perjalanan Bambang Warih Koesoema menuju kursi senator. Saya paham, ia memang brilian, teramat kaya wawasan, dan terlalu luar biasa untuk kelas DPD. Sehingga, bila membandingkan dengan caleg-caleg yang muncul di saat sekarang, ia teramat perkasa. Maka, sangat wajar bila ia memiliki keberanian untuk membuat lompatan ala Ksatria Katak. Dan, wajar bila ia harus didepak dari sistem!

    Dalam dunia spiritual, saya juga tak bisa melepaskan nama Hussein Al-Hallaj dengan pemaham wahdatul wujud-nya dan Syekh Siti Jenar dengan keyakinan Manunggaling Klawan Gusti-nya. Kedua “lompatan” itu merupakan pencapaian ruhani yang telah ma’rifat hingga terjadi penyatuan antara Pencipta dan yang dicipta secara ruhani. Keduanya menampakkan penyataan itu ketika mereka dalam kondisi fana, sehingga manusia awam beranggapan, “Mereka mengaku sebagai Tuhan!”

    Buah dari “lompatan Ksatria Katak”nya, Al-Hallaj wafat di tiang gantungan lantaran dieksekusi Guru Mursyidnya sendiri, Syekh Abil Qasim Junaid Al-Baghdadi RA. Sebenarnya, sang Guru Mursyid tidak pernah menyalahkan keyakinan Al-Hallaj, namun sang murid dinilai tidak cerdas. Karena, ia melepaskan sisi kemanusiaannya ketika berada di tingkatan itu. Kesalahan terbesar lain, ia terlalu lancang membongkar rahasia tertinggi spiritual itu kepada manusia biasa.

    Alasan penghukuman Dewan Wali Sanga atas Syekh Siti Jenar juga tidak jauh berbeda, yakni terkait “lompatan Ksatria Katak”nya. Sehingga, Syekh Siti Jenar harus menjadi martir atas lompatan yang melebihi batas dan tanpa koordinasi para wali lain. Point tidak rajin berkoordinasi alias jalan sendiri memang sangat memberatkan, melebihi fokus utama masalah yang memperkankan ajaran ma’rifat secara terbuka.

    Masa telah bergulir jauh ke era lautan dan daratan menyatu dalam ikatan globalisasi. Batas-batas dunia telah pupus dirajut teknologi. Manusia antarbangsa menyatu di bawah antariksa komunikasi. Resiko keeratan itu, manusia modern orang lebih takut dijuluki “gagap teknologi” ketimbang “gagap guyub”. Dan, mereka juga dibuat terbiasa mengeluh sedih tanpa berbuat banyak, ketika tentara zionis membantai warga Palestina. Mereka juga hanya mesem-mesem ketika krisis globalisasi mengiris-ngiris nasib kaum dhuafa di berbagai belahan dunia.

    Seiring dengan itu, kita juga tahu, “lompatan Ksatria Katak” ala Sri Bintang Pamungkas atau Bambang Warih Koesoema telah bermetamorfosis dalam berbagai bentuk dengan macam-macam karakter atau pelakon. Konsep Wahdatul Wujud-nya Hussein Al-Hallaj dan Manunggaling Klawan Gusti-nya Syekh Siti Jenar juga tetap mendapat tempat. Entah benar-benar menjadi keyakinan penuh atau sejedar lompatan untuk mencerahkan diri. Itu artinya, “lompatan Ksatria Katak” itu tetap memiliki apresiasi dan nilai di masa-masa selanjutnya.

    Kesimpulannya, setiap orang memiliki potensi untuk melakukan lompatan-lompatan ala Ksatria Katak. Namun, ia juga harus menimbang resiko dan dampak yang bakal didapat. Buat kita, mungkin lompatan itu hebat dan mempesona, tapi bagaimana dengan sekitar kita? Bagaimana dengan sistem? Karena, jangan-jangan sistem masih mengakomodir cara hidup para ksatria yang lurus, patuh, dan setia berjalan sesuai trek, tanpa hasil yang meletup-letup. Sehingga, lompatan itu bukan hanya mubazir, namun justru menjadi nilai teramat buruk di kemudian hari. Boleh saja kita berdalih bahwa lompatan itu dilakukan untuk kejayaan sistem. Tapi, apakah hal itu dipahami juga oleh sekeliling kita atau sistem?

    Pilihan memang ada di tangan kita untuk menjadi berbuat apa saja dengan kapasitas yang ada. Baik mencoba “berulah” dengan lompatan Ksatria Katak versi kita, maupun bertahan dengan kepatuhan pada sistem. Kedua pilihan itu tetap mengundang resiko. Karena, pada hakekatnya, kita tengah bermain di ranah fisik yang semuanya dirundung banyak faktor dan ketidakpastian.

    Jangan berpikir, sekeliling kita akan mudah memahami pola pikir atau keinginan kita. Dan, jangan juga mencoba-coba menyandarkan pemikiran itu pada agama, karena bisa tidak “nyambung”. Boleh saja kita keyakinan, karena orang-orang di sekitar kita telah hafal dalil-dalil Al-Qur’an dan hadits, rajin menelah kitab tasawuf klasik Al-Hikam atau Sirrul Asraar-nya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani QS. Tapi, sekali lagi, persoalan dunia bisa membutakan mata batin dan mata lahirnya, hingga bila lompatan tidak berkenan di mata sistem maka jadi tidak bermakna pula di mata-mata mereka.

    Yang pasti, saya makin terperangah, ketika mantan Imamu Masjid membiuskan pesan atas cerita “lompatan Ksatria Katak”nya itu bahwa setiap dari kita harus membuat lompatan besar dalam hidup kita di bidang ruhani. Sekali lagi di bidang ruhani, bukan jasmani. Artinya, saatnyalah menyadari bahwa kita memiliki beban tanggung jawab hidup untuk dunia dan akhirat. Saatnyalah mengetahui bahwa pencapaian lompatan-lompatan itu terkait jasmaniah dan ruhaniah. Saatnyalah meyakini bahwa hasil dari kedua hal itu berhubungan dengan kedekatan kita dengan Yang Mahapencipta. Pada satu titik, ketika usia semakin senja, lompatan mendekatiNya adalah lompatan terhebat sang Ksatria Katak.

    “Lompatan itulah yang dilakukan Rasulallah SAW di Goa Hira saat berusia 40 tahun. Lalu, ia juga berkesempatan melakukan lompatan lain melalui momen Isra dan Mi’raj. Dan, banyak rentetan lompatan-lompatan. Dan, semuanya berawal dari lompatan di Goa Hira,” kata sang mantan Imamu Masjid.

    Belakangan, saya baru sadar bahwa lompatan sang Ksatria Katak itulah yang disebut “hijrah”. Ya, hijrah secara ruhani. Hijrah untuk lebih memikirkan masalah akhirat dibandingkan masalah dunia. Hijrah untuk mencapai maqom-maqom spiritual yang lebih tinggi dibandingkan prestasi duniawi. Dan, hijrah untuk makin erat dan ikatan mahabbah dan ma’rifat dengan Yang Mahamencintai.

    Artinya, sebagian dari kita boleh menderita kalah berkat resiko lompatan ala Ksatria Katak di ranah jasmaniah. Tapi, semoga saja, hal itu menjadi pelajaran untuk segera melakukan lompatan ala Ksatria Katak di arena ruhaniah. Karena, pada hakekatnya, arena ruhaniah pun membutuhkan perhatian besar dibandingkan ranah jasmaniah. Dan, buah pencapaiannya juga sangat-sangat besar pengaruhnya bagi kehidupan di alam fana itu, dan tentu saja, di alam baqa kelak.


    http://blog.liputan6.com/2009/02/05/lompatan-ksatria-katak-2/

    Lompatan Ksatria Katak (2)
    Syaiful Halim, February – 5 – 2009

    Seorang teman menyatakan keprihatinannya atas cerita “Lompatan Ksatria Katak” terdahulu. “Sangat real,” katanya. Karena, ia pun merasa jadi bagian dari kaum Ksatria Katak itu. Dalam konteks organisasi yang diikutinya, tentu saja. Sebaliknya, seorang teman lain bertanya-tanya, adakah cerita itu di dunia nyata? Kalau iya, bagaimana gambaran rincinya?

    Bila teman yang pertama berada di sebuah lingkungan perusahaan besar, maka teman yang kedua baru saja lulus dari bangku kuliah. Maka, sangat wajar, bila cerita “Lompatan Ksatria Katak” menghadirkan dua persepsi yang bertolak-belakang; keprihatinan dan ketidakpercayaan. Sehingga, saya harus memilih, untuk memberikan cerita tambahan untuk kedua teman saya itu. Dan, semoga masing-masing menangkap pesan yang saya maksud dengan kejujuran.

    Menyangkut pertanyaan pertama, di manakah setting cerita “Lompatan Ksatria Katak” itu terjadi? Jawabnya, sudah pasti melingkupi semua organisasi dengan banyak nama, bentuk, tujuan, dan ciri-ciri kekhasan lainnya. Bahkan, juga organisasi keagamaan. Termasuk juga, yang telah mengurusi para ikhwan yang tengah menekuni jalan menuju Tuhan sejenis komunitas tarekat. Motifnya, macam-macam dan bikin muak untuk dibahas!

    Bila jawaban di atas belum juga bisa menjelaskan, menurut saya, ada baiknya mengingat-ingat kembali lelakon “Petruk Dadi Raja” yang kerap dimainkan di panggung-panggung pewayangan. Semiotik cerita itu, pada hakekatnya tentang kesemrawutan sistem, hingga seorang punakawan bisa menjadi pemimpin. Bila ada sekuel lanjutan, maka cerita itu akan menghadirkan para punakawan lain yang bergegas naik pangkat. Entah menjadi menteri, dirjen, direktur, atau Ketua RT. Dengan beranjaknya status kaum sudra yang juga “sudra” dalam kompetensi dan aturan profesional, maka muncullah kesemrawutan-kesemrawutan lain. Hingga, lompatan-lompatan para Ksatria Katak jadi tidak bermakna. Namun, kibas sayap burung merak, celoteh latah burung beo, auman harimau ompong, trik-trik licik kancil, atau penyamaran bunglon, menjadi lebih diperhitungkan.

    Bila ilustrasi di atas terasa begitu subyektif dan tidak menjangkau nalar ilmiah, maka ada baiknya saya kutipkan esai Emha Ainun Nadjib dalam buku “Kiai Bejo, Kiai Untung, Kiai Hoki”. Alkisah, terdapat dua musafir di padang pasir nan gersang, yang sayup-sayup melihat titik hitam di kejauhan. Musafir pertama yakin, titik hitam merupakan kerbau. Sedangkan musafir kedua tak kalah yakin, titik hitam itu merupakan benteng. Lalu, mereka pun bergegas mendekati sumber perdebatan itu.

    Dalam setiap jarak tertentu, mereka terus menjejalkan keyakinannya. Yang satu mengatakan kerbau dan yang lain mengatakan banteng. Dan, keduanya sama-sama keras kepala. Sama kerasnya dengan batu yang tak retak akibat sengatan matahari. Hingga, mereka pun berhasil mendekati titik hitam itu. Sesaat kemudian, titik hitam yang telah berbentuk itu terbang ke angkasa.

    “Burung!” kata musafir pertama.

    Namun, musafir kedua tetap dengan keyakinannya bahwa titik hitam itu merupakan banteng. Musafir pertama emosi. Karena, ia merasa matanya masih sehat dan wawasannya yang mumpuni untuk menyimpulkan, titik hitam yang bisa terbang itu merupakan burung. Musafir kedua juga tak kalah galaknya, untuk mempertahankan argumennya. Sehingga, keduanya juga tidak pernah bisa akur dan keukeuh dengan keyakinannya.

    Profil musafir kedua yang ngotot dengan pendapatnya – meski salah dan jelas-jelas salah – merupakan gambaran orang-orang yang memainkan sistem di Kerajaan Rimba. Persisnya, dengan pemimpin yang tidak memiliki trah dan sudra dalam segala hal. Ya, persis sekuel lelakon “Petruk Dadi Raja”. Ia hanya patuh pada kebijakan sang Raja, sesalah atau sebodoh apapun. Dan, sudah pasti mereka tidak mengenal jargon “lompatan Ksatria Katak” dalam kamus pribadinya. Karena, mereka hanya mengenal ensilokpedi yang disodorkan sang Raja.

    Sebaliknya dengan musafir pertama yang lurus dan jujur, maka jadi makhluk tidak popular di lingkungan kerajaan itu. Ia laksana pohon kayu, yang sudah pasti langsung ditebang pemiliknya. Sedangkan kayu bengkok, ya dibiarkan bertahan di pohonnya. Dan, seandainya ia mau diperhitungkan kembali hingga bisa bergabung dalam tim, maka ia harus memperbaiki kepolosan nalarnya. Jangan takut dibilang bodoh atau tidak berwawasan. Karena, patokan kompetensi sudah bergeser. Bergegaslah untuk mengikutinya, atau terlempar dari sistem dan menjadi ksatria-ksatria tak bertuan ala Ronin.

    Masalahnya, apakah seseorang yang merasa memiliki Tuhan, apapun agamanya, ikhlas menyerahkan dirinya bulat-bulat kepada keadaan? Apakah keimanan yang dibangun sejak balita harus luntur, hingga tanpa sadar menuhankan manusia lain? Padahal, Yang Mahaperkasa pun memiliki kecemburuan yang tinggi dan sangat tidak ikhlas hambaNya harus bergeser, hanya karena takut kehilangan posisi dan masa depan. Bukankah kedua hal itu sudah diatur olehNya?

    Meniatkan diri untuk mulai ber”hijrah” secara ruhaniah merupakan lompatan ala Ksatria Katak terbesar dan bersejarah dalam kehidupan manusia. Tumbuhnya kesadaran untuk makin mengenalNya jauh lebih penting dibandingkan hal apapun. Sehingga, ketika para merak, beo, harimau ompong, kancil, bunglon, atau hewan-hewan lain yang takut susah berkeliaran dan menggoda keimanan, kita tetap istiqomah untuk berada di jalanNya.

    Dan agar niat itu tidak sia-sia dan sekedar pelampiasan keputusasaan, maka harus dibuktikan dengan amaliyah. Setiap agama memiliki cara masing-masing untuk menunjukkan kesungguhannya ber”hijrah”. Yang dibutuhkan. kedisiplinan untuk menjalankannya. Plus, tanpa menoleh kiri-kanan. Tapi lurus ke depan ke arah Yang Mahakuasa.

    Bila hal itu juga masih membuat hati dan pikiran goyah, maka segeralah mendekati guru yang sebenar-benarnya guru. Dan, tidak larut dalam diskusi-diskusi pepesan kosong atau buku-buku bacaan. Amaliyah bukan untuk diributkan, tapi harus diyakini dan diamalkan sesungguh-sungguhnya. Jangan lagi terjebak dalam jargon-jargon modern yang sekedar memodifikasi istilah. Tapi, tidak memberikan jalan terbenar untuk menjangkauNya. Buku-buku bacaan pun tidak bisa menjadi sandaran penuh, untuk menjawab seluruh pertanyaan tentang Tuhan. Karena, subyektivitas penulis dan berbagai keterbatasan untuk memaparkan hal yang sebenarnya tidak bisa ditunjukkan huruf-huruf.

    Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jalilani QS, “Buanglah buku-bukumu dan carilah seorang guru, bila engkau ingin mendekatiNya.” Tujuannya, agar kita benar-benar mendapat bimbingan yang betul untuk mendekatiNya dan tidak diombang-ambing pendapat-pendapat yang tak jelas. Dengan adanya guru, maka “hijrah” itu jadi lebih terarah dan benar-benar memberikan makna atau lompatan terbesar ala Ksatria Katak itu.


    http://id.wikipedia.org/wiki/Abraham_Samad

    Dr. Abraham Samad, S.H., M.H.

    Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ke-4
    Mulai menjabat 2011
    Didahului oleh M. Busyro Muqoddas

    Informasi pribadi
    Lahir 27 November 1966 (umur 47)
    Bendera Indonesia Makassar, Sulawesi Selatan
    Alma mater Universitas Hasanuddin
    Profesi Advokat

    Dr. Abraham Samad, S.H., M.H., (lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 27 November 1966; umur 47 tahun) adalah seorang advokat Indonesia yang menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015.

    Pendidikan

    Abraham Samad meyelesaikan pendidikan Sarjana (Strata 1/S1), Magister (Strata2/S2), dan Doktoral (Strata 3/S3) di bidang hukum di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas), Makassar. Gelar Doktor diraihnya pada tahun 2010. Tesisnya mengambil tema tentang pemberantasan korupsi, yaitu mengupas penanganan kasus korupsi di pengadilan negeri dengan pengadilan khusus.

    Karier

    Sejak tahun 1996, Abraham Samad melakoni profesi sebagai advokat. Kemudian, untuk menunjang profesi yang digelutinya, Abraham Samad medirikan sebuah lembaga swadaya masyarakat yang diberi nama Anti Coruption Committee (ACC). LSM ini bergerak dalam kegiatan pemberantasan korupsi, seperti melakukan kegiatan pembongkaran kasus-kasus korupsi, khususnya di Sulawesi Selatan. Selain itu ACC memiliki tujuan mendorong terciptanya sistem pemerintahan yang baik serta sistem pelayanan publik yang maksimal dengan sasaran pemberantasan korupsi. Abraham Samad duduk sebagai koordinator, selain ia adalah penggagas LSM tersebut.

    Seleksi Calon Pimpinan KPK

    Abraham Samad sebelumnya pernah mendaftar sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Komisi Yudisial. Namun, semua gagal hingga ia memutuskan untuk mengikuti seleksi calon pimpinan KPK. Seleksi capim KPK 2011 sebenarnya bukanlah hal baru bagi Abraham, karena ia sebelumnya sudah pernah mendaftar sebanyak dua kali. Pada ketiga kalinya inilah Abraham bisa melewati seleksi hingga tingkat akhir (uji kelayakan dan kepatutan oleh DPR). Abraham bersama 8 calon (sebelumnya 10 calon) diajukan oleh Pansel KPK yang diketuai oleh Menkumham Patrialis Akbar dimana Abraham menempati peringkat kelima dari seluruh calon yang diajukan. Abraham merupakan calon pertama yang menjalai uji kelayakan dan kepatutan yang dimulai pada tanggal 21 November 2011.

    Pada tanggal 3 Desember 2011 melalui voting pemilihan Ketua KPK oleh 56 orang dari unsur pimpinan dan anggota Komisi III asal sembilan fraksi DPR, Abraham mengalahkan Bambang Widjojanto dan Adnan Pandu Praja. Abraham memperoleh 43 suara, Busyro Muqoddas 5 suara, Bambang Widjojanto 4 suara, Zulkarnain 4 suara, sedangkan Adnan 1 suara. Ia dan jajaran pimpinan KPK yang baru saja terpilih, resmi dilantik di Istana Negara oleh Presiden SBY pada tanggal 16 Desember 2011.

    Dukungan

    Abraham didukung oleh beberapa lembaga, diantaranya:
    * Koalisi Masyarakat Anti-Korupsi;
    * Komisi Pemantau Legislatif (Kopel);
    * Pusat Studi Demokrasi Unhas;
    * Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia-Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI-LBH) Makassar;
    * Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Makassar (YLBHM);
    * YLBHP2i;
    * Masyarakat Peduli Pelayanan Publik Sulsel.
    * Clean Governance DPC Lamongan

    Testimoni
    * “Saya harap beliau terpilih menjadi pimpinan KPK. Saya kenal dia dan track record-nya untuk antikorupsi tidak diragukan lagi.” Buhari Kahhar Mudzakkar, Ketua Komisi C DPRD Sulawesi Selatan
    * “Dari segi disiplin ilmu serta track record-nya tidak diragukan lagi. Kami berharap bisa masuk di pimpinan KPK.” Akmal Pasluddin,Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan dan Ketua DPW PKS Sulawesi Selatan

    Referensi
    Politikana – 15 november 2011 http://politikana.com/baca/2011/11/15/abraham-samad-kuda-hitam-pimpinan-kpk.html
    Kompas – 21 November 2011 http://nasional.kompas.com/read/2011/11/21/08325999/Abraham.Samad.Diuji.Pertama
    Tribun Timur – 6 agustus 2011 http://makassar.tribunnews.com/2011/08/06/profil-abraham-samad-calon-pimpinan-kpk
    Situs Resmi Komite Pemantau Legislatif (Kopel) http://www.kopel-online.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1526:abraham-samad-layak-pimpin-kpk&catid=50:sulawesi&Itemid=112
    Artikel:”Abraham Samad Ketua KPK” di Kompas.com http://nasional.kompas.com/read/2011/12/02/16051189/Abraham.Samad.Ketua.KPK
    Foto pelantikan pimpinan KPK baru di detik.com http://foto.detik.com/readfoto/2011/12/16/183611/1793217/157/1/sby-lantik-abraham-cs?991105462
    Berita Terbaru – 4 Agustus 2011 http://www.berita-terbaru.com/uncategorized/10-calon-pimpinan-kpk-yg-lolos-seleksi-iii-siapakah-mereka-share.html


    http://makassaronline.blogspot.com/2011/12/profil-abraham-samad-ketua-kpk-yang.html

    Profil Abraham Samad Ketua KPK Yang Baru
    Rison Sarundaek on Sabtu, 03 Desember 2011 | 01.13

    Abraham Samad mengalahkan empat pimpinan KPK dalam Pemilihan Ketua KPK yang baru, yakni Bambang Widjojanto (4 suara), Busyro Muqoddas (5 suara), Adnan Pandu Praja (1 suara), dan Zulkarnain (3 suara).

    Abraham Samad adalah pimpinan KPK paling muda. Dia berusia 45 tahun, lahir di Makassar, Sulawesi Selatan. Abraham menyelesaikan pendidikan hukum strata satu hingga strata tiga di Universitas Hasanuddin, Makassar.

    Di Makassar, Samad dikenal sebagai aktivis antikorupsi. Dia penggagas sekaligus Koordinator Anti Corruption Committee di Sulsel. Salah satu kasus korupsi yang pernah dia bongkar yakni kasus yang melibatkan wali kota Makassar.

    Akibat langkahnya itu, rumah serta usaha milik istrinya pernah dirusak sekelompok orang. Selain sebagai aktivis, dia juga berkarier sebagai advokat. Dia telah menanggalkan profesinya itu ketika mendaftar di panitia seleksi calon pimpinan KPK.

    Selama uji kepatutan dan kelayakan, Abraham satu-satunya calon yang berani berjanji akan mundur tanpa didesak jika satu tahun kepemimpinannya dianggap gagal. “Saya enggak perlu diminta turun (sebagai pimpinan). Satu tahun enggak bisa apa-apa saya akan mundur,” kata Samad berapi-api.

    Dia juga satu-satunya calon pimpinan yang berani menggunakan kata-kata yang keras ketika uji kelayakan dan kepatutan, seperti kata “libas” dan “gantung”.

    Perbedaan Abraham dengan calon pimpinan yang lain yakni dia berani mengkritik keras pansel capim KPK atas pemeringkatan delapan capim. Dia di tempatnya di posisi kelima oleh pansel. “Itu penghinaan yang luar biasa,” ujar Samad.

    Profil dan Biodata Abraham Samad
    * Nama :Dr. Abraham Samad, SH.
    * Tempat Kelahiran :Makassar, Sulawesi Selatan
    * Tanggal lahir : 27 November 1966 (44 th)

    Menyelesaikan jenjang pendidikan hukum dari Strata 1 hingga Strata 3 di Universitas Hasanuddin. Di Unhas, ia meraih gelar doktor pada 2010.

    Sejak 1996 sampai sekarang, Abraham Samad masih berkarir sebagai advokat. Namun, ia termasuk pengacara dengan latar belakang LSM. Sebab, Abraham adalah seorang penggagas sekaligus Koordinator ACC (Anti Corruption Committee) di Sulsel. Di LSM itu, ia sangat fokus dalam mendorong terciptanya sistem pemerintahan yang baik serta sistem pelayanan publik yang maksimal dengan sasaran pemberantasan korupsi.

    Sosok Advokat Pejuang Keadilan

    Saat itu usia Abraham Samad baru saja menginjak sembilan tahun, ketika ayahnya, Andi Samad, seorang tokoh pejuang kemerdekaan ’45 berpulang ke Rahmatullah. Memang tak ada yang lebih mennyedihkan ketika harus menghadapi sebuah kenyataan pahit bahwa seorang yang selama ini menjadi penopang hidup keluarga telah dipanggil oleh sang pencipta.

    Lahir pada tanggal 27 November 1967, di Makassar, Abraham Samad tumbuh dalam
    pengasuhan ibunya. Sebagai anak yang sejak kecil ditinggal ayahnya, Abraham memang menjadi sangat terikat secara emosional dengan sang ibu. Hubungan ini demikian kuat. Bahkan bagi Abraham, sosok ibunyalah yang senantiasa menjadi pilar dalam menuntut hidupnya.

    Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, Abraham Samad kemudian melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nasional, Makassar, tahun 1980. Disekolah ini, Abraham semakin tumbuh dalam pribadi yang sangat kritis. Sikap kritisnya ini kemudian tercermin dari sifatnya yang sangat tidak nyaman terhadap proses ketidakadilan yang dijumpainya. Inilah saat-saat di mana Abraham mulai membentuk wataknya yang tidak mengenal kompromi terhadap apa yang dianggapnya sebagai penyimpangan.

    Pribadi ini kemudian berlanjut dan memperoleh ruang pertumbuhannya ketika ia memasuki Sekolah Menengah Atas (SMA) Katolik Cendrawasih, Makassar, tahun 1983. Saat itu Abraham terbilang populer diantara kawan-kawannya. Jiwanya yang kritis dan memberontak ini sering meledak dalam dirinya, membuat Abraham seringkali terlibat perkelahian antara sesama siswa (tawuran), hanya karena keinginan membela kawan-kawannya. Sikap kesetiakawanan ini menjadikan Abraham dijadikan tempat mengadu kawan-kawannya yang sedang terlibat masalah.

    Setelah menyelesaikan studinya di Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 1987, Abraham kemudian melanjutkan studinya di perguruan tinggi. Pilihannya saat itu cuma satu, Fakultas Hukum sebagaimana yang memang menjadi keinginannya sejak kecil. Abraham pun mendaftar di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dan diterima di sana. Memasuki dunia kampus, bagi Abraham seperti menemukan tempatnya untuk mengaktualisasikan diri.

    Setelah menyelesaikan studinya di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar tahun 1992, Abraham sedikit goyah dalam penentuan karir profesi yang akan digelutinya kelak. Pada satu sisi, ia sangat berkeinginan untuk menekuni profesi advokat, karena pada dunia inilah ia bisa melakukan pengabdian untuk melakukan pembelaan terhadap orang-orang yang hak-haknya terlanggarkan serta dirugikan sesuai dengan pangilan hatinya. Namun di sisi lain, ibunya lebih mengharapkan agar Abraham untuk menjadi seorang Birokrat.

    Namun sebelum benar-benar terjun pada profesi advokat, Abraham memulainya dengan magang terlebih dahulu. Agaknya, ada hal-hal tertentu yang selalu saja menggelisahkan hati Abraham sejak pertama kali menjejakkan kakinya dalam belantara penegakan hukum di Indonesia. Kegeliasahan tersebut semakin lama semakin membesar ketika ia semakin memahami bahwa sistem hukum Indonesia belum berjalan sebagaimana mestinya.

    Ada suatu kasus yang ditangani oleh Abraham Samad yaitu kasus bom Makassar beberapa tahun lalu. Sejak saat itu, Abraham terlihat semakin aktif dalam melakukan pembelaan terhadap korban perlakuan tidak adil dengan isu teroris yang saat itu sangat sensitif dan cenderung dihindari oleh para advokat lain.

    Sebagai seorang praktisi hukum sekaligus tokoh pejuang anti korupsi, Abraham sangat prihatin terhadap fenomena budaya korupsi yang merajalela di negeri ini. Dalam pandangannya, dunia hukun dan peradilan di Indonesia sudah sangat terkontaminasi oleh perilaku korupsi ini. “Para penegak hukum, termasuk para advokat saat ini telah menjadi bagian dari mata rantai korupsi itu. Inilah yang menjadikan sistem peradilan kita mengalami proses pengeroposan, dimana budaya korupsi ini secara langsung menyebabkan perlakuan terhadap rakyat kecil menjadi sampai tidak adil”, papar Abraham.

    “Dengan demikian, lanjut Abraham, apapun bentuk program yang akan dijalankan untuk mengeliminir kecenderungan budaya perilaku korup ini, bila mafia hukum dan peradilan tidak diberantas, maka semua itu tak akan ada gunanya”. Namun sampai saat ini, Abraham sama sekali tidak melihat adanya upaya tersebut.

    5 Desember 2011 01.16
    googlespot mengatakan…
    Sejak 1966 sampai sekarang, Abraham Samad masih berkarir sebagai advokat.
    “SALAH KETIK YA OM REDAKSI…”

    11 Desember 2011 21.00
    Rison Sarundaek mengatakan…
    Terimah kasih kritiknya
    Maksudnya 1996 bukan 1966


    http://www.pariamantoday.com/2012/10/ruhut-sitompul-kodok-bisa-ketawa-dengar.html

    Ruhut Sitompul : Kodok Bisa Ketawa Dengar Penjelasan Polri

    image : lensaindonesia.com

    Judul ini diambil dari kalimat yang keluar dari mulut Ruhut Sitompul pada waktu diwawancarai oleh sebuah stasiun TV terkait penjelasan Polri atas rencana penangkapan Kompol Novel Baswedan. Itu kalau kodok bisa ketawa ya….dan sayangnya kodok memang tidak bisa ketawa,entah kalau ada kodok sakti…!

    Kodok adalah jenis binatang yang hidup di dua alam,bisa di air dan juga bisa di darat…Binatang ini kalau berenang kakinya menginjak-injak kebawah dan kaki yang lain (berfungsi seperti tangan menyepak ke samping dan kalau di darat lidahnya menjulur seperti menjilat-jilat untuk mencari mangsa yang akan dimakannya. Perilaku kodok ini sering dipakai untuk menggambarkan seorang pemimpin (kelas menengah) yang dalam memimpin di organisasinya menggunakan perilaku kodok,yaitu menginjak-injak bawahannya,menyepak sesama kawan sekerjanya dan menjilat atasannya untuk mengamankan dirinya sendiri.

    Nah,kembali ke peristiwa rencana penangkapan Kompol Novel Baswedan,maka perilaku Kombes Dedy Irianto dan Komjen Sutarman bisa digambarkan seperti perilaku kodok tersebut. Apa yang mereka sampaikan dihadapan publik menggambarkan betapa mereka berdua mempunyai sifat dan karakter yang sama dengan perilaku kodok. Kompol Novel Baswedan yang merupakan bawahan mereka berdua dibuat tidak berdaya dan dinjak-injak martabatnya dengan membeberkan masa lalu yang nota bene adalah aib yang memang sengaja disimpan dalam “X-Files” kepolisian untuk dibuka sewaktu-waktu bila yang bersangkutan dianggap “mengancam” kesatuan korps Polri. Entah siapa yang “dijilat” oleh Kombes Dedy Irianto dan Komjen Sutarman,apakah Kapolri/Wakapolri ataukah Irjen Djoko Susilo…?

    Ataukah ada orang lain yang dianggap oleh mereka sedang berkuasa di negeri ini..? Opini ini terus berkembang dan semakin menguat di kalangan masyarakat .

    Dilihat dari jenisnya,kodok juga binatang yang perutnya “gendut” …persis rekening para jenderal Polisi yang disinyalir banyak menyimpan duit haram dan kasusnya tidak pernah tuntas (atau dituntaskan)….Cuman kalau dilihat dari penampilan Kombes Dedy Irianto dan Komjen Sutarman,mereka memang tidak berperawakan “perut gendut/buncit” seperti kodok,entah rekening mereka berdua…..? KPK atau PPATK memang perlu menelusuri rekening mereka supaya publik juga tahu apakah mereka berdua termasuk polisi bersih atau tidak.

    Jadi,kodok si Ruhut Sitompul memang manjur,menginspirasi masyarakat untuk memperbincangkan ilmu kodok yang sedang dipakai oleh perwira-2 Polri dalam menginjak-injak martabat seorang Polisi yang berpangkat Kompol dan untuk menyenangkan hati perwira tingginya…(atau penguasa?). Kalau Ruhut Sitompul yang bicara,tentu banyak makna yang sedang mau diungkapkan olehnya….

    Terima kasih bang Poltak….! Salam “Save KPK”….!

    catatan mania telo freedom writers kompasianer


    http://kolom-biografi.blogspot.com/2013/01/biografi-abraham-samad-ketua-kpk.html

    Biografi Abraham Samad – Ketua KPK

    Biografi Abraham Samad – Ketua KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi merupakan lembaga anti korupsi yang paling dibenci oleh para “Tikus-Tikus Berdasi” di Indonesia. Ketuanya adalah Dr. Abraham Samad, S.H., M.H Dilahirkan pada tanggal 27 November 1967, di Makassar, Abraham Samad sekrang menjabat sebagai Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Indonesia dengan masa jabatan 2011 sampai dengan 2015, Semasa kecil, Abraham Samad tumbuh dalam pengasuhan ibunya. Sebagai anak yang sejak kecil ditinggal ayahnya, Abraham memang menjadi sangat terikat secara emosional dengan sang ibu. Hubungan ini demikian kuat. Bahkan bagi Abraham, sosok ibunyalah yang senantiasa menjadi pilar dalam menuntut hidupnya. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, Abraham Samad kemudian melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nasional, Makassar, tahun 1980. Disekolah ini, Abraham semakin tumbuh dalam pribadi yang sangat kritis. Sikap kritisnya ini kemudian tercermin dari sifatnya yang sangat tidak nyaman terhadap proses ketidakadilan yang dijumpainya. Inilah saat-saat di mana Abraham mulai membentuk wataknya yang tidak mengenal kompromi terhadap apa yang dianggapnya sebagai penyimpangan.

    Pribadi ini kemudian berlanjut dan memperoleh ruang pertumbuhannya ketika ia memasuki Sekolah Menengah Atas (SMA) Katolik Cendrawasih, Makassar, tahun 1983. Saat itu Abraham terbilang populer diantara kawan-kawannya. Jiwanya yang kritis dan memberontak ini sering meledak dalam dirinya, membuat Abraham seringkali terlibat perkelahian antara sesama siswa (tawuran), hanya karena keinginan membela kawan-kawannya. Sikap kesetiakawanan ini menjadikan Abraham dijadikan tempat mengadu kawan-kawannya yang sedang terlibat masalah. Setelah menyelesaikan studinya di Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 1987, Abraham kemudian melanjutkan studinya di perguruan tinggi. Pilihannya saat itu cuma satu, Fakultas Hukum sebagaimana yang memang menjadi keinginannya sejak kecil. Abraham pun mendaftar di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dan diterima di sana. Memasuki dunia kampus, bagi Abraham seperti menemukan tempatnya untuk mengaktualisasikan diri.

    Abraham Samad sedikit goyah dalam penentuan karir profesi yang akan digelutinya kelak. Pada satu sisi, ia sangat berkeinginan untuk menekuni profesi advokat, karena pada dunia inilah ia bisa melakukan pengabdian untuk melakukan pembelaan terhadap orang-orang yang hak-haknya terlanggarkan serta dirugikan sesuai dengan pangilan hatinya. Namun di sisi lain, ibunya lebih mengharapkan agar Abraham untuk menjadi seorang Birokrat. Namun sebelum benar-benar terjun pada profesi advokat, Abraham memulainya dengan magang terlebih dahulu. Agaknya, ada hal-hal tertentu yang selalu saja menggelisahkan hati Abraham sejak pertama kali menjejakkan kakinya dalam belantara penegakan hukum di Indonesia. Kegeliasahan tersebut semakin lama semakin membesar ketika ia semakin memahami bahwa sistem hukum Indonesia belum berjalan sebagaimana mestinya.

    Ada suatu kasus yang ditangani oleh Abraham Samad yaitu kasus bom Makassar beberapa tahun lalu. Sejak saat itu, Abraham terlihat semakin aktif dalam melakukan pembelaan terhadap korban perlakuan tidak adil dengan isu teroris yang saat itu sangat sensitif dan cenderung dihindari oleh para advokat lain. Sebagai seorang praktisi hukum sekaligus tokoh pejuang anti korupsi, Abraham sangat prihatin terhadap fenomena budaya korupsi yang merajalela di negeri ini. Dalam pandangannya, dunia hukun dan peradilan di Indonesia sudah sangat terkontaminasi oleh perilaku korupsi ini.

    “Para penegak hukum, termasuk para advokat saat ini telah menjadi bagian dari mata rantai korupsi itu. Inilah yang menjadikan sistem peradilan kita mengalami proses pengeroposan, dimana budaya korupsi ini secara langsung menyebabkan perlakuan terhadap rakyat kecil menjadi sampai tidak adil”, papar Abraham.

    “Dengan demikian, lanjut Abraham, apapun bentuk program yang akan dijalankan untuk mengeliminir kecenderungan budaya perilaku korup ini, bila mafia hukum dan peradilan tidak diberantas, maka semua itu tak akan ada gunanya”. Namun sampai saat ini, Abraham sama sekali tidak melihat adanya upaya tersebut.

    Setelah menyelesaikan studinya di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar tahun 1992, kemudian Abraham Samad melanjutkan studi Magisternya (Strata2/S2) di Universitas yang sama. Sejak tahun 1996, Abraham Samad melakoni profesi sebagai advokat. Kemudian, untuk menunjang profesi yang digelutinya, Abraham Samad medirikan sebuah lembaga swadaya masyarakat yang diberi nama Anti Coruption Committee (ACC). LSM ini bergerak dalam kegiatan pemberantasan korupsi, seperti melakukan kegiatan pembongkaran kasus-kasus korupsi, khususnya di Sulawesi Selatan. Selain itu ACC memiliki tujuan mendorong terciptanya sistem pemerintahan yang baik serta sistem pelayanan publik yang maksimal dengan sasaran pemberantasan korupsi. Abraham Samad duduk sebagai koordinator, selain ia adalah penggagas LSM tersebut.

    Kemudian Abraham Samad melanjutkan studi Doktoralnya (Strata 3/S3) di bidang hukum di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas), Makassar. Gelar Doktor diraihnya pada tahun 2010. Tesisnya mengambil tema tentang pemberantasan korupsi, yaitu mengupas penanganan kasus korupsi di pengadilan negeri dengan pengadilan khusus.

    Abraham Samad sebelumnya pernah mendaftar sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Komisi Yudisial. Namun, semua gagal hingga ia memutuskan untuk mengikuti seleksi calon pimpinan KPK. Seleksi capim KPK 2011 sebenarnya bukanlah hal baru bagi Abraham, karena ia sebelumnya sudah pernah mendaftar sebanyak dua kali. Pada ketiga kalinya inilah Abraham bisa melewati seleksi hingga tingkat akhir (uji kelayakan dan kepatutan oleh DPR). Abraham bersama 8 calon (sebelumnya 10 calon) diajukan oleh Pansel KPK yang diketuai oleh Menkumham Patrialis Akbar dimana Abraham menempati peringkat kelima dari seluruh calon yang diajukan. Abraham merupakan calon pertama yang menjalai uji kelayakan dan kepatutan yang dimulai pada tanggal 21 November 2011.

    Pada tanggal 3 Desember 2011 melalui voting pemilihan Ketua KPK oleh 56 orang dari unsur pimpinan dan anggota Komisi III asal sembilan fraksi DPR, Abraham mengalahkan Bambang Widjojanto dan Adnan Pandu Praja. Abraham memperoleh 43 suara, Busyro Muqoddas 5 suara, Bambang Widjojanto 4 suara, Zulkarnain 4 suara, sedangkan Adnan 1 suara. Ia dan jajaran pimpinan KPK yang baru saja terpilih, resmi dilantik di Istana Negara oleh Presiden SBY pada tanggal 16 Desember 2011

    Referensi :


    http://www.kaskus.co.id/thread/50fee56b7c1243f327000005

    Biografi Abraham Samad (Ketua KPK)
    23-01-2013 02:15

    Dr. Abraham Samad, S.H., M.H Dilahirkan pada tanggal 27 November 1967, di Makassar

    Quote:Abraham Samad sekrang menjabat sebagai Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Indonesia dengan masa jabatan 2011 sampai dengan 2015, Semasa kecil, Abraham Samad tumbuh dalam pengasuhan ibunya. Sebagai anak yang sejak kecil ditinggal ayahnya, Abraham memang menjadi sangat terikat secara emosional dengan sang ibu. Hubungan ini demikian kuat. Bahkan bagi Abraham, sosok ibunyalah yang senantiasa menjadi pilar dalam menuntut hidupnya. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, Abraham Samad kemudian melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nasional, Makassar, tahun 1980. Disekolah ini, Abraham semakin tumbuh dalam pribadi yang sangat kritis. Sikap kritisnya ini kemudian tercermin dari sifatnya yang sangat tidak nyaman terhadap proses ketidakadilan yang dijumpainya. Inilah saat-saat di mana Abraham mulai membentuk wataknya yang tidak mengenal kompromi terhadap apa yang dianggapnya sebagai penyimpangan.

    Pribadi ini kemudian berlanjut dan memperoleh ruang pertumbuhannya ketika ia memasuki Sekolah Menengah Atas (SMA) Katolik Cendrawasih, Makassar, tahun 1983. Saat itu Abraham terbilang populer diantara kawan-kawannya. Jiwanya yang kritis dan memberontak ini sering meledak dalam dirinya, membuat Abraham seringkali terlibat perkelahian antara sesama siswa (tawuran), hanya karena keinginan membela kawan-kawannya. Sikap kesetiakawanan ini menjadikan Abraham dijadikan tempat mengadu kawan-kawannya yang sedang terlibat masalah. Setelah menyelesaikan studinya di Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 1987, Abraham kemudian melanjutkan studinya di perguruan tinggi. Pilihannya saat itu cuma satu, Fakultas Hukum sebagaimana yang memang menjadi keinginannya sejak kecil. Abraham pun mendaftar di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dan diterima di sana. Memasuki dunia kampus, bagi Abraham seperti menemukan tempatnya untuk mengaktualisasikan diri.

    Abraham Samad sedikit goyah dalam penentuan karir profesi yang akan digelutinya kelak. Pada satu sisi, ia sangat berkeinginan untuk menekuni profesi advokat, karena pada dunia inilah ia bisa melakukan pengabdian untuk melakukan pembelaan terhadap orang-orang yang hak-haknya terlanggarkan serta dirugikan sesuai dengan pangilan hatinya. Namun di sisi lain, ibunya lebih mengharapkan agar Abraham untuk menjadi seorang Birokrat. Namun sebelum benar-benar terjun pada profesi advokat, Abraham memulainya dengan magang terlebih dahulu. Agaknya, ada hal-hal tertentu yang selalu saja menggelisahkan hati Abraham sejak pertama kali menjejakkan kakinya dalam belantara penegakan hukum di Indonesia. Kegeliasahan tersebut semakin lama semakin membesar ketika ia semakin memahami bahwa sistem hukum Indonesia belum berjalan sebagaimana mestinya.

    Ada suatu kasus yang ditangani oleh Abraham Samad yaitu kasus bom Makassar beberapa tahun lalu. Sejak saat itu, Abraham terlihat semakin aktif dalam melakukan pembelaan terhadap korban perlakuan tidak adil dengan isu teroris yang saat itu sangat sensitif dan cenderung dihindari oleh para advokat lain. Sebagai seorang praktisi hukum sekaligus tokoh pejuang anti korupsi, Abraham sangat prihatin terhadap fenomena budaya korupsi yang merajalela di negeri ini. Dalam pandangannya, dunia hukun dan peradilan di Indonesia sudah sangat terkontaminasi oleh perilaku korupsi ini.

    “Para penegak hukum, termasuk para advokat saat ini telah menjadi bagian dari mata rantai korupsi itu. Inilah yang menjadikan sistem peradilan kita mengalami proses pengeroposan, dimana budaya korupsi ini secara langsung menyebabkan perlakuan terhadap rakyat kecil menjadi sampai tidak adil”, papar Abraham.

    “Dengan demikian, lanjut Abraham, apapun bentuk program yang akan dijalankan untuk mengeliminir kecenderungan budaya perilaku korup ini, bila mafia hukum dan peradilan tidak diberantas, maka semua itu tak akan ada gunanya”. Namun sampai saat ini, Abraham sama sekali tidak melihat adanya upaya tersebut.

    Setelah menyelesaikan studinya di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar tahun 1992, kemudian Abraham Samad melanjutkan studi Magisternya (Strata2/S2) di Universitas yang sama. Sejak tahun 1996, Abraham Samad melakoni profesi sebagai advokat. Kemudian, untuk menunjang profesi yang digelutinya, Abraham Samad medirikan sebuah lembaga swadaya masyarakat yang diberi nama Anti Coruption Committee (ACC). LSM ini bergerak dalam kegiatan pemberantasan korupsi, seperti melakukan kegiatan pembongkaran kasus-kasus korupsi, khususnya di Sulawesi Selatan. Selain itu ACC memiliki tujuan mendorong terciptanya sistem pemerintahan yang baik serta sistem pelayanan publik yang maksimal dengan sasaran pemberantasan korupsi. Abraham Samad duduk sebagai koordinator, selain ia adalah penggagas LSM tersebut.

    Kemudian Abraham Samad melanjutkan studi Doktoralnya (Strata 3/S3) di bidang hukum di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas), Makassar. Gelar Doktor diraihnya pada tahun 2010. Tesisnya mengambil tema tentang pemberantasan korupsi, yaitu mengupas penanganan kasus korupsi di pengadilan negeri dengan pengadilan khusus.

    Abraham Samad sebelumnya pernah mendaftar sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Komisi Yudisial. Namun, semua gagal hingga ia memutuskan untuk mengikuti seleksi calon pimpinan KPK. Seleksi capim KPK 2011 sebenarnya bukanlah hal baru bagi Abraham, karena ia sebelumnya sudah pernah mendaftar sebanyak dua kali. Pada ketiga kalinya inilah Abraham bisa melewati seleksi hingga tingkat akhir (uji kelayakan dan kepatutan oleh DPR). Abraham bersama 8 calon (sebelumnya 10 calon) diajukan oleh Pansel KPK yang diketuai oleh Menkumham Patrialis Akbar dimana Abraham menempati peringkat kelima dari seluruh calon yang diajukan. Abraham merupakan calon pertama yang menjalai uji kelayakan dan kepatutan yang dimulai pada tanggal 21 November 2011.

    Pada tanggal 3 Desember 2011 melalui voting pemilihan Ketua KPK oleh 56 orang dari unsur pimpinan dan anggota Komisi III asal sembilan fraksi DPR, Abraham mengalahkan Bambang Widjojanto dan Adnan Pandu Praja. Abraham memperoleh 43 suara, Busyro Muqoddas 5 suara, Bambang Widjojanto 4 suara, Zulkarnain 4 suara, sedangkan Adnan 1 suara. Ia dan jajaran pimpinan KPK yang baru saja terpilih, resmi dilantik di Istana Negara oleh Presiden SBY pada tanggal 16 Desember 2011

    http://kolom-biografi.blogspot.com/2013/01/biografi-abraham-samad-ketua-kpk.html

    http://id.wikipedia.org/wiki/Abraham_Samad

    http://makassaronline.blogspot.com/2011/12/profil-abraham-samad-ketua-kpk-yang.html

    http://www.kpk.go.id/modules/commissioners/index.php


    http://bebekbeli.blogspot.com/2013/02/biografi-abraham-samad-ketua-kpk.html

    Biografi Abraham Samad (Ketua KPK)
    hosnan ajaa, Tuesday, February 5, 2013, 2:56 AM

    Dr. Abraham Samad, S.H., M.H Dilahirkan pada tanggal 27 November 1967, di Makassar

    Abraham Samad sekrang menjabat sebagai Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Indonesia dengan masa jabatan 2011 sampai dengan 2015, Semasa kecil, Abraham Samad tumbuh dalam pengasuhan ibunya. Sebagai anak yang sejak kecil ditinggal ayahnya, Abraham memang menjadi sangat terikat secara emosional dengan sang ibu. Hubungan ini demikian kuat. Bahkan bagi Abraham, sosok ibunyalah yang senantiasa menjadi pilar dalam menuntut hidupnya. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, Abraham Samad kemudian melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nasional, Makassar, tahun 1980. Disekolah ini, Abraham semakin tumbuh dalam pribadi yang sangat kritis. Sikap kritisnya ini kemudian tercermin dari sifatnya yang sangat tidak nyaman terhadap proses ketidakadilan yang dijumpainya. Inilah saat-saat di mana Abraham mulai membentuk wataknya yang tidak mengenal kompromi terhadap apa yang dianggapnya sebagai penyimpangan.

    Pribadi ini kemudian berlanjut dan memperoleh ruang pertumbuhannya ketika ia memasuki Sekolah Menengah Atas (SMA) Katolik Cendrawasih, Makassar, tahun 1983. Saat itu Abraham terbilang populer diantara kawan-kawannya. Jiwanya yang kritis dan memberontak ini sering meledak dalam dirinya, membuat Abraham seringkali terlibat perkelahian antara sesama siswa (tawuran), hanya karena keinginan membela kawan-kawannya. Sikap kesetiakawanan ini menjadikan Abraham dijadikan tempat mengadu kawan-kawannya yang sedang terlibat masalah. Setelah menyelesaikan studinya di Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 1987, Abraham kemudian melanjutkan studinya di perguruan tinggi. Pilihannya saat itu cuma satu, Fakultas Hukum sebagaimana yang memang menjadi keinginannya sejak kecil. Abraham pun mendaftar di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dan diterima di sana. Memasuki dunia kampus, bagi Abraham seperti menemukan tempatnya untuk mengaktualisasikan diri.

    Abraham Samad sedikit goyah dalam penentuan karir profesi yang akan digelutinya kelak. Pada satu sisi, ia sangat berkeinginan untuk menekuni profesi advokat, karena pada dunia inilah ia bisa melakukan pengabdian untuk melakukan pembelaan terhadap orang-orang yang hak-haknya terlanggarkan serta dirugikan sesuai dengan pangilan hatinya. Namun di sisi lain, ibunya lebih mengharapkan agar Abraham untuk menjadi seorang Birokrat. Namun sebelum benar-benar terjun pada profesi advokat, Abraham memulainya dengan magang terlebih dahulu. Agaknya, ada hal-hal tertentu yang selalu saja menggelisahkan hati Abraham sejak pertama kali menjejakkan kakinya dalam belantara penegakan hukum di Indonesia. Kegeliasahan tersebut semakin lama semakin membesar ketika ia semakin memahami bahwa sistem hukum Indonesia belum berjalan sebagaimana mestinya.

    Ada suatu kasus yang ditangani oleh Abraham Samad yaitu kasus bom Makassar beberapa tahun lalu. Sejak saat itu, Abraham terlihat semakin aktif dalam melakukan pembelaan terhadap korban perlakuan tidak adil dengan isu teroris yang saat itu sangat sensitif dan cenderung dihindari oleh para advokat lain. Sebagai seorang praktisi hukum sekaligus tokoh pejuang anti korupsi, Abraham sangat prihatin terhadap fenomena budaya korupsi yang merajalela di negeri ini. Dalam pandangannya, dunia hukun dan peradilan di Indonesia sudah sangat terkontaminasi oleh perilaku korupsi ini.

    “Para penegak hukum, termasuk para advokat saat ini telah menjadi bagian dari mata rantai korupsi itu. Inilah yang menjadikan sistem peradilan kita mengalami proses pengeroposan, dimana budaya korupsi ini secara langsung menyebabkan perlakuan terhadap rakyat kecil menjadi sampai tidak adil”, papar Abraham.

    “Dengan demikian, lanjut Abraham, apapun bentuk program yang akan dijalankan untuk mengeliminir kecenderungan budaya perilaku korup ini, bila mafia hukum dan peradilan tidak diberantas, maka semua itu tak akan ada gunanya”. Namun sampai saat ini, Abraham sama sekali tidak melihat adanya upaya tersebut.

    Setelah menyelesaikan studinya di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar tahun 1992, kemudian Abraham Samad melanjutkan studi Magisternya (Strata2/S2) di Universitas yang sama. Sejak tahun 1996, Abraham Samad melakoni profesi sebagai advokat. Kemudian, untuk menunjang profesi yang digelutinya, Abraham Samad medirikan sebuah lembaga swadaya masyarakat yang diberi nama Anti Coruption Committee (ACC). LSM ini bergerak dalam kegiatan pemberantasan korupsi, seperti melakukan kegiatan pembongkaran kasus-kasus korupsi, khususnya di Sulawesi Selatan. Selain itu ACC memiliki tujuan mendorong terciptanya sistem pemerintahan yang baik serta sistem pelayanan publik yang maksimal dengan sasaran pemberantasan korupsi. Abraham Samad duduk sebagai koordinator, selain ia adalah penggagas LSM tersebut.

    Kemudian Abraham Samad melanjutkan studi Doktoralnya (Strata 3/S3) di bidang hukum di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas), Makassar. Gelar Doktor diraihnya pada tahun 2010. Tesisnya mengambil tema tentang pemberantasan korupsi, yaitu mengupas penanganan kasus korupsi di pengadilan negeri dengan pengadilan khusus.

    Abraham Samad sebelumnya pernah mendaftar sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Komisi Yudisial. Namun, semua gagal hingga ia memutuskan untuk mengikuti seleksi calon pimpinan KPK. Seleksi capim KPK 2011 sebenarnya bukanlah hal baru bagi Abraham, karena ia sebelumnya sudah pernah mendaftar sebanyak dua kali. Pada ketiga kalinya inilah Abraham bisa melewati seleksi hingga tingkat akhir (uji kelayakan dan kepatutan oleh DPR). Abraham bersama 8 calon (sebelumnya 10 calon) diajukan oleh Pansel KPK yang diketuai oleh Menkumham Patrialis Akbar dimana Abraham menempati peringkat kelima dari seluruh calon yang diajukan. Abraham merupakan calon pertama yang menjalai uji kelayakan dan kepatutan yang dimulai pada tanggal 21 November 2011.

    Pada tanggal 3 Desember 2011 melalui voting pemilihan Ketua KPK oleh 56 orang dari unsur pimpinan dan anggota Komisi III asal sembilan fraksi DPR, Abraham mengalahkan Bambang Widjojanto dan Adnan Pandu Praja. Abraham memperoleh 43 suara, Busyro Muqoddas 5 suara, Bambang Widjojanto 4 suara, Zulkarnain 4 suara, sedangkan Adnan 1 suara. Ia dan jajaran pimpinan KPK yang baru saja terpilih, resmi dilantik di Istana Negara oleh Presiden SBY pada tanggal 16 Desember 2011

    sumber | baruuniks.blogspot.com |

    http://www.kaskus.co.id/thread/50fee56b7c1243f327000005


    http://jakarta.law.ugm.ac.id/?p=2227

    http://www.ugm.ac.id/id/berita/8170-abraham.samad:.kpk.bukan.pemadam.kebakaran

    Abraham Samad: KPK Bukan Pemadam Kebakaran
    Kamis, 05 September 2013 – Ika

    Abraham Samad: KPK Bukan Pemadam Kebakaran

    Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menyebutkan bahwa kebanyakan pejabat negara, penentu kebijakan, dan aparat penegak hukum melakukan tindak korupsi karena dorongan sifat tamak dan serakah. Mereka masih saja rakus mengambil barang negara yang seharusnya didistribusikan untuk masyarakat walaupun telah mendapatkan berbagai fasilitas dan gaji dari negara yang cukup besar.

    “Pejabat negara seharusnya tidak perlu korupsi karena pendapatanya sudah luar biasa besar,” katanya, Kamis (5/9) saat mengisi kuliah perdana mahasiswa program pascasarjana UGM. Tahun ajaran baru ini UGM menerima 4.811 mahasiswa program pascasarjana.

    Ia mencontohkan mantan Ketua SKK Migas, Rudi Rubiandini setiap bulannya menerima gaji sebesar Rp. 220 juta saat menjabat sebagai Ketua SKK Migas. Ditambah lagi Rp. 75 juta pendapatan sebagai komisaris Bank Mandiri.
    “Pendapatan Rp. 300 juta gak akan habis dalam 1 bulan. Jadi kalau masih korupsi ini namanya serakah luar biasa. Korupsi karena sifat tamak dan rakus,” tegasnya.

    Menilik hal tersebut, Abraham Samad mengungkapkan bahwa saat ini KPK tengah fokus dalam upaya memberantas korupsi dalam kategori besar yaitu yang melibatkan penyelenggara negara, penentu regulasi, dan aparat penegak hukum sebagai aktor korupsi dan juga korupsi dalam jumlah besar.

    Kendati begitu, dalam penanganan kasus korupsi ini KPK masih kekurangan tenaga. Pasalnya saat ini KPK hanya memiliki sebanyak 700 pegawai dan 60 penyidik. Sementara setiap harinya setidaknya masuk 30 laporan kasus dan yang lolos verifikasi 10 kasus.

    “Dengan jumlah penyidik yang sedikit ini tidak mungkin bisa menyelesaikan semua kasus di seluruh Indonesia. Untuk itu harus ada metode tertentu agar semua kasus dapat terselesaikan dan KPK konsen mengurus kasus korupsi yang terjadi di sektorsectorntu yang menyangkut hajat hidup orang banyak yakni ketahanan pangan plus, ketahanan energy dan lingkungan, bidang infrastruktur, dan penerimaan pajak, bea cukai, serta PNBP ,” urainya.

    Selain fokus menangani korupsi kategori besar, KPK juga konsen memberantas korupsi melalui dua pendekatan yaitu pencegahan dan pendekatan represif yang saling diintegrasikan.

    “Keterbatasan selama ini pemberantasan korupsi hanya dengan pendekatan represif. Kalau hanya dengan penindakan semata maka dalam 1-3 tahun mendatang akan muncul lagi, tetapi jika disertai dengan pencegahan makan dalam 1-3 tahun korupsi akan hilang karena ada perbaikan sistem yang menghasilkan mesin-mesin korupsi,” papar Abraham Samad.

    Pada kesempatan itu, Abraham Samad tak lupa mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk sivitas akademika UGM untuk bersama-sama melawan kejahatan korupsi. “KPK tak bisa terus menerus jadi pemadam kebakaran yang setiap ada kejadian selalu semprotkan air untuk padamkan api. Akar permaslahan korupsi harus diperbaiki secara menyeluruh sehingga 2-3 tahun kedepan tidak terjadi lagi dan itu membutuhkan kerjasama semua pihak, “tandasnya.

    Seperti diketahui tingkat tindak korupsi di Indonesia terus mengalamai kenaikan selama tiga tahun terakhir. Tahun 2010 indeks persepsi korupsi (CPI) Indonesia 2,8 naik menjadi 3,0 pada 2011. Selanjutnya tahun 2012 CPI Indonesia meningkat menjadi 3,2.

    Sementara sebelumnya, Rektor UGM, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc., dalam sambutannya mengatakan korupsi merupakan persoalan serius yang terus menggerogoti bangsa. Yang terjadi justru penggunaan anggaran dirancang untuk dirampok.

    Oleh sebab itu UGM berkomitmen untuk ikut bersama-sama KPK teguh dalam melawan danmencegah korupsi dan menjadikan Indonesia bangsa yang kuat di masa depan. “Ini serius dan KPK butuh teman. UGM siap jadi teman KPK dalam melawan kejahatan korupsi,” ucap Rektor.(Humas UGM/Ika)


    http://www.voaindonesia.com/content/samad-kpk-tak-bisa-diintervensi-siapapun/1807473.html

    Abraham Samad: KPK Tak Bisa Diintervensi Siapapun
    Andylala Waluyo, 10.12.2013

    Di hari anti korupsi sedunia Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad menegaskan, KPK tidak bisa diintervensi oleh kekuatan manapun dalam memberantas korupsi.

    Ketua KPK Abraham Samad menegaskan, lembaganya tidak bisa diintervensi oleh siapapun dalam memberantas korupsi (foto: dok).

    JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad di Jakarta Selasa (10/12) menegaskan, lembaga KPK yang dipimpinnya tidak bisa diintervensi oleh kekuatan manapun dalam memberantas korupsi. Sampai hari ini menurut Samad, KPK masih merupakan lembaga yang dapat dipercaya integritasnya dalam memberantas korupsi di Indonesia.

    Samad mengatakan, “KPK tidak akan terpengaruh dan tidak bisa dipengaruhi oleh siapapun juga. KPK juga tidak bisa dipaksa-paksa. Kenapa si A ditangkap, si B tidak. Kenapa dia belum dijadikan tersangka. Kenapa rumah saya digeledah dan rumah dia tidak dan sebagainya. Melalui hari anti korupsi kami sampaikan bahwa segala sesuatu ada prosedur dan aturan hukumnya. Kalau memang ada bukti seseorang melakukan tindak pidana korupsi, tentunya kami akan proses sesuai dengan peraturan yang berlaku tanpa pandang bulu. Karena kita semua sama kedudukannya di mata hukum. Tidak peduli apa jabatannya, keluarganya siapa dan sebagainya.”

    Samad meyakinkan bahwa tidak ada latar belakang dendam dari KPK dalam memutus seseorang menjadi tersangka. KPK tegasnya, dalam memutus perkara, semata-mata untuk menegakan hukum dan menyelamatkan bangsa Indonesia dari korupsi yang sekian lama membelenggu.

    Samad juga memastikan independensi KPK dalam menangani sebuah perkara, telah menjadi rujukan lembaga-lembaga anti korupsi di beberapa negara. Bahkan tambah Samad, KPK di tahun 2013 juga meraih penghargaan Ramon Magsaysay Award dari Filipina terkait prestasi KPK di bidang penegakan hukum.

    “Ada kabar menggembirakan dari Panama, dalam konferensi Konvensi PBB untuk pemberantasan korupsi (United Nations Convention Against Corruption /UNCAC) November lalu di Panama, ‘Jakarta Statement’ yang memuat prinsip-prinsip utama bagi lembaga anti korupsi untuk menjaga independensi dan integritas dalam memberantas korupsi, dijadikan rujukan penguatan lembaga-lembaga anti korupsi di dunia. Di tahun ini pula Indonesia juga menerima penghargaan bergengsi dari dunia internasional yaitu Ramon Magsaysay Award. Diberikan kepada KPK karena dianggap telah berhasil menyebarluaskan nilai-nilai integritas dan mengkampanyekan gerakan anti korupsi di Indonesia,” papar Samad.

    Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam peringatan hari anti korupsi sedunia di Istana Negara Jakarta Senin (9/12) mengingatkan KPK agar mengedepankan pencegahan korupsi, bukan malah menjebak.

    “Sejumlah pejabat negara dan pejabat pemerintahan termasuk yang ada di daerah sebenarnya tidak punya niat untuk melakukan korupsi, tetapi mereka melakukan kesalahan administratif. Ini tentunya mereka justru harus diselamatkan, dicegah jangan sampai dia keliru sehingga mereka akhirnya berurusan dengan penegak hukum. Oleh karena itulah tugas dan kewajiban pencegahan korupsi menjadi sangat penting. Falsafah kita mencegah, bukan menjebak. Falsafah kita mengamankan asset negara, bukan setelah hilang baru kita cari. Dari mana-mana mencarinya tentu tidak selalu mudah,” ujar Presiden Yudhoyono.

    Presiden juga mengaku mendapat banyak laporan dari pejabat di daerah yang takut mengeluarkan keputusan atas proyek di daerah karena takut dianggap korupsi.

    Yudhoyono menambahkan, “Situasi yang kadang-kadang membuat pejabat di daerah dan aparat birokrasi itu mengalami kegamangan untuk melaksanakan tugas-tugasnya karena takut disangka korupsi. Bayangkan kalau provinsi dan kabupaten tidak bisa bekerja. Bayangkan ada lembaga negara yang tidak bisa bekerja. Bayangkan juga BUMN yang tidak bisa bekerja, karena cara-cara pemeriksaan sedemikian rupa sehingga membikin kemandegan dari organisasi itu.”

    Sementara, peneliti Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch/ICW Tama Satrya Langkun kepada VoA mengaku heran dengan pernyataan Presiden yang di satu sisi menghendaki ada pemberantasan korupsi, tapi disisi lain menginstruksikan kepada KPK agar saat memeriksa pejabat yang disuga korup agar tidak mengganggu kerja-kerja dari pejabat yang bersangkutan.

    Ia menjelaskan, “Di satu sisi pejabat diminta setransparan mungkin untuk menghindari praktek korupsi, tapi di sisi lain KPK justru malah diminta untuk mempertimbangkan sejumlah panggilan-panggilan pemeriksaan terhadap pejabat negara. Nah ini kan justru ada sebuah privilege terhadap pihak-pihak tertentu terutama orang-orang di pemerintahan. Terkait dengan penanganan tindak pidana korupsi. Harusnya kan mereka dalam posisi yang sama.”

    Transparency International (TI) beberapa waktu lalu meluncurkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) yang mengukur tingkat korupsi suatu negara pada tahun 2013. Berdasarkan hasil survei terhadap 177 negara, Indonesia mendapatkan skor IPK yang sama dengan tahun 2012, yaitu 32.

    Dalam memperoleh skor IPK, lembaga TI melakukan penggabungan sumber data yang diperoleh dari 13 lembaga internasional yang independen dan kredibel. IPK memiliki rentang skor antara 0-100. Semakin tinggi skor IPK sebuah negara, semakin bersih tingkat korupsi di negara tersebut. Secara global, Indonesia masuk dalam 70 persen negara-negara yang memiliki skor IPK di bawah 50.

    Sementara di kawasan Asia Pasifik, Indonesia masuk dalam 63 persen negara-negara yang memiliki skor IPK di bawah 50. Meski memiliki skor yang sama dengan tahun lalu, Indonesia naik empat peringkat di antara negara-negara lain dari 118 menjadi 114 pada tahun 2013 ini.


     
  • Virtual Chitchatting 10:43 AM on 2014/04/22 Permalink  

    Patrialis Akbar

    Dr. H. Patrialis Akbar, S.H., M.H.
    Tempat / Tanggal Lahir : Padang, 31-10-1958
    Agama : Islam
    Jabatan : Hakim Konstitusi RI
    Masa Jabatan Pada tanggal 13 Agustus 2013 disumpah menggantikan Achmad Sodiki

    Nama Istri/Suami: Sufriyeni
    Jumlah Anak: 5 (lima) Orang
    Alamat Rumah: 1 Rumah Jabatan Anggota DPR RI Blok C – I No. 197 Kalibata Jakarta 12750
    2 Jl. Cakra Wijaya V Blok P No.3 Cipinang Muara,Jatinegara, Jakarta Timur
    Telpon,Fax Rumah: 7988 965, (0751) 71413
    Pendidikan :
    1971 Sekolah Dasar Muhammadiyah Padang;
    1974 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, SMPN II, Padang;
    1975 Sekolah 4 Tahun Pendidikan Guru Agama Negeri, Padang;
    1977 Sekolah 2 Tahun Pendidikan Guru Agama Negeri, Padang;
    1977 Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, STM Negeri II, Padang;
    1983 Strata Satu dari FH Universitas Muhammadiyah, Jakarta;
    2010 S2 Program Magister Hukum Universitas Gajah Mada;
    2012 S3, Doctor (Hukum) Universitas Pajajaran, Bandung.

    Karir :
    1989 – 1992 Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta
    1989 – 1999 Pengacara dan Penasehat Hukum
    1999 – 2004 – Wakil Ketua Fraksi Refomasi DPR RI,

    • Anggota Panitia Ad Hoc I BP MPR RI,.
    • Anggota Komisi II DPR RI,
    • Kuasa Hukum DPR RI.

    2004 – 2009 – Ketua Fraksi PAN MPR RI

    • Pimpinan Sub Tim Kerja I MPR RI
    • Anggota Komisi III DPR RI
    • Kuasa Hukum DPR RI
    • Juri Cerdas Cermat UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 tingkat SLTA se Indonesia.

    Okt 2009 – Okt 2011 Menkumham RI KIB II;
    Okr 2009 – Okt 2011 Anggota Kompolnas
    Des 2011 – Juli 2013 Komisaris Utama PT. Bukit Asam Tbk.
    13 Agustus 2013 – Sekarang Hakim Mahkamah Konstitusi

    Organisasi : Mahkamah Konstitusi RI

    DAERAH PEMILIHAN, PEROLEHAN SUARA & JUMLAH KURSI DI DP
    Asal Daerah Pemilihan(DP): SUMBAR I
    Jumlah Kursi Per DP : 8
    Bilangan Pembagi Pemilihan: 142.752

    PEROLEHAN SUARA
    No. Urut Calon: 1

    Perolehan Suara: 43.590
    Perolehan Suara Terbesar: 43.590
    No Urut Calon Terbesar: 1


     
  • Virtual Chitchatting 10:42 AM on 2014/04/22 Permalink  

    ketika salah satu dajjal Dirjen Pajak harus nginep di hotel prodeo di usia tua. ratapan orang tua: duh gusti lanang, nasib panjenengan


    http://www.tempo.co/read/news/2014/04/22/063572280/Harta-Hadi-Poernomo-dari-Bekasi-hingga-California

    Harta Hadi Poernomo, dari Bekasi hingga California
    Selasa, 22 April 2014 | 09:33 WIB

    Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Hadi Poernomo saat acara pelepasan masa baktinya di kantor BPK, Jakarta (21/4). Hadi Poernamo yang baru pensiun sebagai ketua BPK belum beri keterangan apapun terkait penetapan tersangka pada dirinya. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Purnomo sebagai tersangka kasus pajak PT Bank Central Asia. Saat menjabat Direktur Jenderal Pajak Hadi pada 2002-2004, Hadi diduga mengubah keputusan permohonan pajak BCA sehingga merugikan negara Rp 375 miliar. (Baca: Tersandung Skandal Pajak, Ini Reaksi Bos BCA)

    Investigasi majalah Tempo menemukan sejumlah aset Hadi yang tersebar dari Sawangan, Bogor hingga ke Los Angeles, Amerika Serikat. Berdasarkan laporan kekayaan yang disetorkan kepada KPK, total kekayaan Hadi mencapai Rp 37,9 miliar. Harta ini sebagian besar berasal dari hibah orang tua dan mertuanya. (Baca: KPK Tetapkan Hadi Poernomo sebagai Tersangka)

    Dalam daftar pelaporan harta kekayaan penyelenggara negara yang diserahkan ke KPK pada 2010, Hadi juga memiliki harta senilai Rp 38,8 miliar dan banyak tanah di sejumlah daerah, termasuk tanah dan apartemen di Los Angeles, California, Amerika Serikat, seluas 60 x 160 meter persegi.

    Hampir semua aset tersebut diatasnamakan Melita Setyawati, istrinya. Berikut sebagian besar harta Hadi yang ditemukan Tim Investigasi Tempo.
    1. Raya Kembangan RT 08/02 No. 46, Kembangan, Jakarta Barat. Luas tanah: 2.900 meter persegi. AJB 25 Juni 1985 atas nama Melita Setyawati. Nilai jual obyek pajak (NJOP): Rp 2.925.000/meter persegi, harga pasar Rp 3-4 juta/meter persegi.

    2. Raya Kembangan RT 08/02, Kembangan, Jakarta Barat. Luas tanah: 1.000 meter persegi. NJOP: Rp 2.925.000/meter persegi, harga pasar Rp 3-4 juta/meter persegi. AJB 2 Juli 1993 atas nama Melita Setyawati.

    3. Kencana Molek I Blok M-12A No. 29, Kembangan, Jakarta Barat. Luas tanah/bangunan: 135/160 meter persegi. NJOP: Rp 5.095.000. AJB 22 Agustus 1996 atas nama Melita Setyawati.

    4. Kembangan Raya 10 RT 07/01, Kembangan, Jakarta Barat. Luas tanah/bangunan: 429/326 meter persegi. NJOP: Rp 516.000/meter persegi. AJB 2 Agustus 2004 atas nama Melita Setyawati.

    5. Anggrek Garuda Blok H/2 RT 01/05, Kemanggisan, Jakarta Barat. Luas tanah/bangunan: 233/100 meter persegi. NJOP: Rp 4.155.000/meter persegi. Akta hibah 15 November 1985 untuk Hadi Poernomo dari R. Abdul Hadi Noto Sentoso, yang membeli 15 November 1985.

    6. Kompleks Migas 44/17A RT 01/07, Kemanggisan, Jakarta Barat. Luas tanah/bangunan: 315/200 meter persegi. NJOP: Rp 2.025.000/meter persegi. AJB tahun 1973 atas nama Melita Setyawati.

    7. Iskandarsyah I/18 RT 05/04, Melawai, Jakarta Selatan. Luas tanah/bangunan: 668/400 meter persegi dan 668/668 meter persegi. NJOP: Rp 7.455.000/meter persegi. Akta hibah 18 Januari 1985 untuk Hadi Poernomo dari R Abdul Hadi Noto Sentoso, yang membeli 21 September 1983.

    Selanjutnya Apartemen Taman Rasuna


    http://www.tempo.co/read/news/2014/04/14/090570589/Pensiun-Hadi-Poernomo-Minta-e-Audit-Dilanjutkan

    Pensiun, Hadi Poernomo Minta e-Audit Dilanjutkan
    Senin, 14 April 2014 | 14:51 WIB

    Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo. ANTARA FOTO/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo meminta penggantinya untuk melanjutkan program e-audit yang ditargetkan mulai efektif pada 2015. Hadi akan memasuki masa pensiun pada 21 April 2014.

    Dia menjelaskan program e-audit itu sangat penting sebagai langkah preventif mencegah praktek korupsi di lembaga pemerintahan. “Pesan saya e-audit dan pusat data diperkuat sehingga bisa mudah untuk mengerjakannya,” kata Hadi, seusai melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Provinsi Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara di Kantor BPK, Jakarta, Senin, 14 April 2014.

    Program e-audit merupakan janji Hadi Poernomo saat terpilih menjadi Ketua BPK pada 2009 lalu. Hadi mengatakan nota kesepahaman dengan pemerintah daerah sendiri ditargetkan rampung pada pekan ini. Dari 34 pemerintah provinsi di Indonesia, tinggal 11 yang belum menandatangani kesepakatan e-audit. “Kamis mudah-mudahan selesai,” katanya. (Baca juga: BPK: Aplikasi e-Audit Efektif Mulai 2015)

    Saat ini bursa calon pengganti Hadi mulai dibuka. Ketua BPK akan dipilih secara langsung oleh para anggota melalui sidang badan. Jumlah anggota BPK saat ini adalah delapan orang. Dua anggota Badan Pemeriksa, yakni Rizal Djalil dan Sapto Amal Damandari, disebut bakal bersaing untuk menduduki kursi nomor satu auditor negara tersebut.

    Sumber Tempo mengatakan Sapto dan Rizal memiliki posisi dukungan yang seimbang. Sapto dan Rizal sama-sama didukung oleh tiga anggota BPK lainnya.

    ANGGA SUKMA WIJAYA


    http://www.tempo.co/read/news/2014/04/16/087571098/60-Persen-Kasus-di-KPK-Berdasarkan-Audit-BPK

    60 Persen Kasus di KPK Berdasarkan Audit BPK
    Rabu, 16 April 2014 | 11:29 WIB

    Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo bersama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dalam jumpa pers penyerahkan laporan hasil perhitungan kerugian negara atas kasus dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) Bank Century di gedung KPK, Jakarta (23/12). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta – Badan Pemeriksa Negara Polandia atau Najwyzsza Izba Kontroli (NIK) hari ini menyerahkan Peer Review atas Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Ini merupakan audit ketiga terhadap kinerja BPK. Sebelumnya pemeriksaan pertama tahun 2004 oleh Badan Pemeriksa Negara Selandia Baru atau Office Auditor General New Zealand (OAG NZ) dan pada 2009 oleh Badan Pemeriksa Negara Belanda atau Algemene Rekenkamer (ARK) Belanda.

    “Sebanyak 60 persen proses pengawasan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi adalah hasil dari usulan BPK atas laporan penyerahan pemeriksaan,” kata Krzysztof Kwiatkowsko, President of NIK Polandia, ketika ditemui di kantor BPK, Jakarta, Rabu, 16 April 2014. Ia juga menilai baik pengawasan keuangan BPK yang ditindaklanjuti kejaksaan.

    Krzysztof menyimpulkan sumber daya manusia BPK sangat bagus, muda, bersemangat, dan berkinerja baik. Terutama BPK mempunyai dasar hukum kuat yang menentukan kualitas tinggi atas hasil pemeriksaan BPK.

    NIK Polandia juga memuji proses pemeriksaan BPK yang menerapkan prosedur sangat teliti. “Tidak ada institusi pengawas bagus yang tidak mempunyai sistem teknologi informasi yang baik. Dan di Indonesia kami temukan sistem TI yang bagus, dan BPK mempunyai tim yang sangat berpotensi dan visi perkembangan yang cepat,” kata Krzystof.

    Hasil pemeriksaan NIK Polandia, 60 persen kasus yang dilakukan oleh KPK atas usul BPK terdapat juga kasus-kasus terkenal yang diungkapkan melalui pengaduan publik karena disampaikan melalui media. Ia mengatakan NIK Polandia mendorong BPK untuk menerbitkan dan menyampaikan tidak hanya versi singkat atas laporan hasil audit, tapi juga versi lengkap dari laporan melalui Internet.

    MAYA NAWANGWULAN


    http://www.tempo.co/read/news/2014/04/21/063572154/KPK-Tetapkan-Hadi-Poernomo-sebagai-Tersangka

    KPK Tetapkan Hadi Poernomo sebagai Tersangka
    Senin, 21 April 2014 | 18:28 WIB

    Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Hadi Purnomo. TEMPO/Subekti
    TEMPO.CO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Purnomo sebagai tersangka. Hadi ditetapkan sebagai tersangka terkait dengan jabatannya sebagai Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2002-2004. Hadi diduga mengubah keputusan sehingga merugikan negara Rp 375 miliar.

    “KPK temukan bukti-bukti akurat. Dan, setelah melakukan gelar perkara, menetapkan saudara HP sebagai tersangka,” kata Ketua KPK Abraham Samad di gedung kantornya, Senin, 21 April 2014.

    Hadi disangkakan dengan Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Perbuatan melawan hukum yang dilakukan saudara HP yaitu penyalahgunaan wewenang dalam menerima seluruh permohonan keberatan BCA,” kata Abraham.

    Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan BCA keberatan dengan pajak atas transaksi non-performance loan sebesar Rp 5,7 triliun. Keberatan BCA itu terjadi tahun 1999. “Tapi, memang, dengan itu dugaan kerugian negaranya adalah Rp 375 miliar.”

    MUHAMAD RIZKI


    http://www.tempo.co/read/news/2014/04/21/063572161/Hadi-Poernomo-Jadi-Tersangka-di-Hari-Ulang-Tahun

    Hadi Poernomo Jadi Tersangka di Hari Ulang Tahun
    Senin, 21 April 2014 | 19:11 WIB

    Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Purnomo. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nama Hadi tercantum dalam surat perintah penyidikan yang ditandatangani KPK pada 21 April 2014. Tanggal penandatanganan surat tersebut bersamaan dengan hari ulang tahun Hadi.

    Pria kelahiran Pamekasan, 21 April 1947 tersebut pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Tepat di usia 67 tahun, Hadi diberi ‘kado spesial’ berupa status tersangka oleh KPK.

    “KPK temukan bukti-bukti akurat dan setelah melakukan gelar perkara, menetapkan saudara HP sebagai tersangka,” kata Ketua KPK Abraham Samad di kantornya, Senin, 21 April 2014. “Surat penyidikan ditandatangani pada 21 April 2014.”

    Hadi ditetapkan sebagai tersangka terkait dengan jabatannya sebagai Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2002-2004. Hadi diduga mengubah keputusan sehingga PT Bank Central Asia (BCA) tak jadi menyetor Rp 375 miliar uang pajak.

    “KPK temukan bukti-bukti akurat dan setelah melakukan gelar perkara, menetapkan saudara HP sebagai tersangka,” kata Ketua KPK Abraham Samad.

    Hadi disangka dengan pasal 2 ayat 1 dan/atau pasal 3 Undang-Undang 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Perbuatan melawan hukum yang dilakukan saudara HP, yaitu penyalahgunaan wewenang dalam menerima seluruh permohonan keberatan BCA,” kata Abraham.

    Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan BCA keberatan dengan pajak atas transaksi non-performance load sebesar Rp 5,7 triliun. Keberatan BCA itu terjadi tahun 1999. “Tapi memang, dengan itu dugaan kerugian negaranya adalah Rp 375 miliar.”

    MUHAMAD RIZKI


    http://www.tempo.co/read/news/2014/04/21/063572174/Hadi-Poernomo-Terancam-Hukuman-20-Tahun-Bui

    Hadi Poernomo Terancam Hukuman 20 Tahun Bui
    Senin, 21 April 2014 | 20:06 WIB

    Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo bersama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dalam jumpa pers penyerahkan laporan hasil perhitungan kerugian negara atas kasus dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) Bank Century di gedung KPK, Jakarta (23/12). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta – Tepat pada hari ulang tahun ke-67, mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Poernomo ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Saat menjabat Direktur Jenderal pada 2004, ia dituding menyalahgunakan wewenang dengan menerima keberatan pajak Bank Central Asia. “Dugaan kerugian negara akibat pajak yang seharusnya dibayarkan ke negara Rp 375 miliar,” ujar Ketua KPK Abraham Samad dalam jumpa pers di kantornya, Senin malam, 21 April 2014. (Baca juga: Hadi Poernomo Jadi Tersangka di Hari Ulang Tahun).

    KPK menjerat Hadi dengan Pasal 2 ayat 1 dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Berdasarkan pasal tersebut, Hadi yang baru saja pensiun hari ini terancam hukuman pidana maksimal penjara 20 tahun dan denda Rp 1 miliar. (Baca juga: KPK Tetapkan Hadi Poernomo sebagai Tersangka).

    Samad menjelaskan, pada 17 Juli 2003, BCA mengajukan surat keberatan pajak atas tagihan pajak 1999 kepada Direktorat Jenderal Pajak. Sebab, selepas krisis moneter, kinerja BCA terganggu akibat non-performing loan alias kredit macet sebesar Rp 5,7 triliun.

    Direktorat Pajak Penghasilan (PPh) menelaah keberatan itu nyaris setahun lamanya, dan melansir surat pada 13 Maret 2004 yang menyimpulkan permohonan BCA harus ditolak. Namun, Hadi pada 18 Juli 2004, sehari sebelum tenggat pengambilan keputusan, lewat nota dinas kepada Direktur PPh, memerintahkan kesimpulan diubah.

    “Dia meminta Direktur PPh selaku pejabat penelaah keberatan mengubah kesimpulan, yang semula menolak, jadi menerima seluruh keberatan,” tutur Samad. Karena nota dinas itu dilansir hanya sehari sebelum tenggat penelaahan, Direktur PPh tak bisa mengajukan keberatan atas putusan Hadi itu. “Perbuatan melawan hukum yang dilakukan tersangka adalah melakukan penyalahgunaan wewenang dalam menerima keberatan BCA,” kata Samad.

    Dengan adanya keputusan itu, BCA tak jadi membayar pajak Rp 375 miliar. Nilai itulah yang menjadi potensi kerugian negara. Bank-bank lain juga mengajukan keberatan serupa, tapi Ditjen Pajak telah menolaknya. “Padahal, seharusnya keputusan diambil berdasar pertimbangan teliti, tepat, cermat, dan bersifat menyeluruh,” ujar Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.

    Menurut Bambang, penyelidikan kasus ini telah memakan waktu lama. Setidaknya telah empat kali tim satuan tugas penyelidik KPK melakukan gelar perkara. Pada ekspose Kamis pekan lalu, KPK memutuskan untuk menetapkan Hadi sebagai tersangka dan mengumumkannya hari ini. Surat perintah penyidikan pun dilansir komisi antirasuah hari ini.

    Bambang mengatakan, untuk sementara ini, KPK akan berfokus pada penyidikan terhadap Hadi. Namun, KPK tentu bakal memeriksa pihak lain yang punya keterkaitan dengan kasus tersebut. “Siapa pun dia, akan diperiksa mendalam,” ujar Samad saat menjawab pertanyaan ihwal apakah pihak BCA pun akan diperiksa dan dijadikan tersangka.

    BUNGA MANGGIASIH | MUHAMAD RIZKI


    http://www.tempo.co/read/news/2014/04/21/063572180/KPK-Isyaratkan-Periksa-BCA-Terkait-Kasus-Ketua-BPK

    KPK Isyaratkan Periksa BCA Terkait Kasus Ketua BPK
    Senin, 21 April 2014 | 20:55 WIB

    Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Purnomo di kantor redaksi Tempo, Jakarta, 9 September 2013. Pria kelahiran Pamekasan, jawa Timur ini pernah menjabat sebagai Direktur Jendral Pajak tahun 2001. TEMPO/Ratih Purnama

    TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengatakan lembaganya bakal langsung memeriksa pihak-pihak yang diduga terkait dengan kasus pajak PT Bank Central Asia yang menyeret mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Poernomo sebagai tersangka. Abraham juga menyiratkan lembaganya bakal memeriksa pihak dari BCA.

    “Siapa pun yang diduga terkait akan diperiksa, termasuk itu (BCA),” kata Abraham di gedung KPK, Senin, 21 April 2014. Sayangnya, Abraham tak menjawab kapan pemeriksaan akan dilakukan dan siapa yang diperiksa.

    KPK menetapkan Hadi sebagai tersangka. Hadi ditetapkan sebagai tersangka terkait dengan jabatannya sebagai Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2002-2004. Hadi diduga mengubah keputusan, sehingga PT Bank Central Asia tak jadi menyetor Rp 375 miliar uang pajak. (Baca juga: Hadi Poernomo Terancam Hukuman 20 Tahun Bui).

    “KPK temukan bukti-bukti akurat. Dan, setelah melakukan gelar perkara, menetapkan saudara HP sebagai tersangka,” kata Abraham Samad.

    Hadi disangkakan dengan Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) kesatu KUHP. “Perbuatan melawan hukum yang dilakukan saudara HP yaitu penyalahgunaan wewenang dalam menerima seluruh permohonan keberatan BCA,” kata Abraham.

    Pada 17 Juli 2003, BCA mengajukan surat keberatan pajak atas transaksi non-performance loan Rp 5,7 triliun tahun 1999. Surat diajukan ke Direktur PPH. “Direktur PPH mengkaji dan pada 13 Maret 2004 menyatakan menolak permohonan wajib pajak BCA,” kata Abraham.

    Pada 18 Juli 2004, sehari sebelum jatuh tempo, Hadi memberikan keputusan final dalam permohonan BCA. Hadi selaku Dirjen Pajak memerintahkan Direktur PPH untuk mengubah simpulannya sendiri, yang sebelumnya permohonan BCA ditolak menjadi “diterima seluruhnya”.

    “Dalam nota dinas Dirjen Pajak kepada Direktur PPH ditulis supaya kesimpulan “menolak” diubah. Di situlah peran Dirjen Pajak,” kata Abraham.

    Lalu, tertanggal 18 Juli 2004 itu, Hadi menerbitkan surat keputusan yang menerima seluruh keberatan BCA. Lantaran sudah mepet dengan tanggal jatuh tempo, seusai SK terbit, tak ada kesempatan lagi bagi Direktur PPH selaku pejabat penelaah pajak untuk memberikan tanggapan.

    “Seharusnya ada waktu supaya Direktur PPH menyampaikan kesimpulan yang berbeda,” kata Abraham. Hadi, menurut Abraham, mengabaikan fakta bahwa ada beberapa bank lain mengajukan keberatan yang sama. “Tapi permohonan bank lain ditolak,” katanya.

    MUHAMAD RIZKI


    http://www.tempo.co/read/news/2014/04/22/063572254/Nota-Dinas-Ini-yang-Menjerat-Hadi-Poernomo

    Nota Dinas Ini yang Menjerat Hadi Poernomo
    Selasa, 22 April 2014 | 07:23 WIB

    Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Hadi Poernomo saat menjawab pertanyaan wartawan di kantor BPK, Jakarta, (21/4). Pada 21 April 2014, Hadi Poernomo resmi pensiun sebagai Ketua BPK. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta – Bekas Direktur Jenderal Pajak Hadi Poernomo ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 21 April 2014. Ketua KPK Abraham Samad mengatakan Hadi, yang kini Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, diduga berperan dalam mengubah keputusan penolakan keberatan PT Bank Central Asia Tbk.

    Akibatnya, BCA tak jadi menyetor Rp 375 miliar uang pajak kepada negara. “Dalam nota dinas Dirjen Pajak kepada Direktur Pajak Penghasilan, ditulis supaya kesimpulan ‘menolak’ diubah. Di situlah peran Dirjen Pajak,” kata Abraham di gedung KPK, Jakarta, Senin, 21 April 2014. (Baca: Hadi Poernomo Terancam Hukuman 20 Tahun Bui).

    Dalam dokumen yang didapat Tempo, isi nota dinas bernomor ND-192/PJ/204 tertanggal 17 Juni 2004 itu menolak argumentasi pemeriksa dan Direktorat PPh dengan tiga alasan. Pertama, BCA masih memiliki aset meski sudah tidak dalam kendali wajib pajak, tetapi perusahaan akan merugi jika aset dikeluarkan dari perusahaan.

    Alasan kedua, penolakan itu melanggar Pasal 10 Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia Nomor 117/KMK.017/1999 dan Nomor 31/15/KEP/GBI tanggal 26 Maret 1999. Ketiga, substansi aset (Non-Performance Loan-NPL) dikuasai Badan Penyehatan Perbankan Nasional sehingga menjadi losses bagi perusahaan meskipun diharuskan cessie dengan nilai nihil.

    Alasan keempat, penyisihan cadangan piutang tak dapat ditagih lagi tahun lalu tidak dibukukan sebagai pendapatan lagi, maka koreksi semula agar didrop. Dengan begitu, Hadi Poernomo, melalui Surat Keputusan Nomor KEP-870/PJ.44/2004 tanggal 18 Juni 2004 menyatakan mengabulkan seluruh permohonan keberatan wajib pajak alias mengabulkan keinginan BCA. (Baca pula: Hadi Poernomo Jadi Tersangka di Hari Ulang Tahun).

    MUHAMAD RIZKI


    http://www.tempo.co/read/news/2014/04/22/063572266/Lonjakan-Kekayaan-Hadi-Poernomo

    Lonjakan Kekayaan Hadi Poernomo
    Selasa, 22 April 2014 | 08:21 WIB

    Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Hadi Poernomo saat acara pelepasan masa baktinya di kantor BPK, Jakarta (21/4). Hadi Poernamo yang baru pensiun sebagai ketua BPK belum beri keterangan apapun terkait penetapan tersangka pada dirinya. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta – Bekas Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Poernomo ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 21 April 2014. Hadi diduga mengubah keputusan permohonan keberatan pajak sehingga PT Bank Central Asia tak jadi menyetor Rp 375 miliar uang pajak saat ia masih menjabat Direktur Jenderal Pajak pada 2001-2006.

    Sebagai pegawai negeri sipil, harta Hadi tergolong besar alias jumbo. Dalam daftar pelaporan harta kekayaan penyelenggara negara yang diserahkan ke KPK pada 2010, Hadi memiliki harta senilai Rp 38,8 miliar dan banyak tanah di sejumlah daerah, termasuk tanah dan apartemen di Los Angeles, California, Amerika Serikat, seluas 60 x 160 meter persegi. (Baca: KPK Tetapkan Hadi Poernomo sebagai Tersangka).

    Hadi tercatat pertama kali melaporkan hartanya pada 6 Juli 2001 ketika baru saja menjabat Direktur Jenderal Pajak. Saat itu total kekayaannya baru Rp 13.855.379.000 dan US$ 50.000. Pada 14 Juni 2006, ketika Hadi sudah tak lagi menjabat Dirjen Pajak, kekayaan Hadi melonjak menjadi Rp 26.061.814.000 dan US$ 50.000. (Baca: Kabulkan BCA, Hadi Poernomo Tolak BII dan Danamon).

    Ketika menjabat Ketua BPK, Hadi melaporkan hartanya ke KPK pada 9 Februari 2010. Harta dia kembali meroket menjadi Rp 38.800.979.805. Hadi punya tanah di Los Angeles, yang dia klaim berasal dari hibah, perolehan tahun 1986. Tanah tersebut ditaksir harganya US$ 56 ribu atau sekitar Rp 600 juta. (Baca pula: Hadi Poernomo Terancam Hukuman 20 Tahun Bui).

    MUHAMAD RIZKI


     
  • Virtual Chitchatting 12:23 PM on 2014/04/21 Permalink  

    sad songs says so much 

    12:11 2014-04-21

    Sad Songs
    Elton John & Bryan Adams

    Guess there are times when we all need to share a little pain
    And ironing out the rough spots
    Is the hardest part when memories remain
    And it’s times like these when we all need to hear the radio
    `Cause from the lips of some old singer
    We can share the troubles we already know

    Turn them on, turn them on
    Turn on those sad songs
    When all hope is gone
    Why don’t you tune in and turn them on

    They reach into your room
    Just feel their gentle touch
    When all hope is gone
    Sad songs say so much

    If someone else is suffering enough to write it down
    When every single word makes sense
    Then it’s easier to have those songs around
    The kick inside is in the line that finally gets to you
    and it feels so good to hurt so bad
    And suffer just enough to sing the blues

    Sad songs, they say
    Sad songs, they say
    Sad songs, they say
    Sad songs, they say so much

    Uploader:yobki79
    Music by Elton John
    Lyrics by Bernie Taupin
    the album Breaking Hearts


    Elton John – Sad Songs (Say So Much) – YouTube

    1 Sep 2010 – 4 min – Uploaded by EltonJohnVEVO
    ► 4:21


    Elton John – Sad Songs – Video Dailymotion

    14 May 2007 – 4 min
    ► 4:15


    Sad Songs (Say So Much) – Elton John

    http://www.vevo.com/watch/elton-john/sad-songs-say-so-much/GBUV70700379

    1 Sep 2010 – 4 min
    ► 4:21


    Elton John – Sad Songs (Say So Much) feb 2013 – YouTube

    6 Mar 2013 – 5 min – Uploaded by ivan a zamorano labbe
    ► 4:54


    Elton John – Sad Songs (Say So Much) Video @ARTISTdirect

    http://www.artistdirect.com/video/elton-john-sad-songs-say-so-much/81656

    2 Sep 2010


    Bryan Adams & Elton John – Sad Songs (Say So Much) – YouTube

    16 Nov 2009 – 5 min – Uploaded by Bryan Adams
    ► 4:59


    Elton John (& Bryan Adams) 1/4 – Sad Songs – Jets – YouTube

    26 Jun 2010 – 10 min – Uploaded by MrRomeouhr1
    ► 9:52


    视频:Sad Songs (Say So Much) – Bryan Adams Elton John – 优酷

    http://v.youku.com/v_show/id_XMTcyNDU0MTEy.html

    12 May 2010 – 5 min
    ► 4:58


     
  • Virtual Chitchatting 5:14 PM on 2014/04/17 Permalink  

    everytime you go away 

    http://dc388.4shared.com/download/E6eB35fT/13_-_Everytime_You_Go_Away.mp3?tsid=20140417-101832-7e3fddaf&lgfp=2000


    http://www.index-of-mp3s.com/


    http://mp3skull.com/mp3/paul_young_everytime_you_go_away.html


    Everytime You Go Away
    Paul Young

    Baby, if we can’t solve any problems
    Why do we lose so many tears?
    Oh, so you go again
    When the leading man appears

    Always the same theme
    But can’t you see we’ve got everything
    Going on and on and on

    And everytime you go away
    You take a piece of me with you
    And everytime you go away
    You take a piece of me with you

    Go on and go free
    Maybe you’re too close to see
    I can feel your body move
    But does it mean that much to me

    I can’t go on singing the same theme
    ‘Cause you can’t see we’ve got everything
    Baby, even though you know

    That everytime you go away
    You take a piece of me with you
    You just don’t care
    Everytime you go away
    You take a piece of me with you

    ohh ohh,,
    ‘Cause you can’t see we’ve got everything
    Baby, even though you know

    That everytime you go away
    Everytime you go away

    Everytime you go away ohh ohh,,
    Everytime you go awayohh ohh,,
    Everytime you go away ohh ohh,,

    Written by Daryl Hall
    Published by HOT CHA MUSIC CO.;UNICHAPPELL MUSIC, INC.


    EVERY TIME YOU GO AWAY . PAUL YOUNG – YouTube

    23 Sep 2006 – 4 min – Uploaded by juanpadron1974
    ► 4:16


    Paul Young – Everytime You Go Away – YouTube

    25 Oct 2009 – 4 min – Uploaded by PaulYoungVEVO
    ► 4:21


    Daryl Hall & John Oates – Everytime You Go Away – YouTube

    25 Mar 2007 – 6 min – Uploaded by xBLACKx69
    ► 5:33


     
  • Virtual Chitchatting 5:51 PM on 2014/04/16 Permalink  

    when the world, as you know, starts to unravel and tumbledown, ye shall find your world has been in disarray, completely messed up

    i guess,
    the time is not on my side
    this is not my day

    although the star zodiac sign is scorpio at night
    when the moon shall rise on 18.43.39 and set on 06.28.56

    on daylight, the star zodiac sign is aries
    as the sun shall rise on 05.54.06 and set on 17.51.54

    yet, i must pick up the pieces
    and gathering it up
    one by one
    from time to time
    a time after a time

    shall i have the time?
    will i still have the time? http://mayachitchatting.wordpress.com/2013/06/13/will-i-still-have-the-time/

    god knows

    wp_ss_20140416_0003


    http://www.merriam-webster.com/dictionary/unravel

    un·rav·el \ˌən-ˈra-vəl\ (verb)
    : to cause the separate threads of something to come apart
    : to find the correct explanation for (something that is difficult to understand)
    : to fail or begin to fail

    transitive verb
    1a : to disengage or separate the threads of : disentangle
    b : to cause to come apart by or as if by separating the threads of
    2: to resolve the intricacy, complexity, or obscurity of : clear up

    intransitive verb
    : to become unraveled

    Examples of UNRAVEL
    1. Scientists are still unraveling the secrets of DNA.
    2. Their plans unraveled when she lost her job.
    3. His frequent absences from home caused his marriage to unravel.
    4. I feel like my life is unraveling.

    First Known Use of UNRAVEL
    1603

    Synonyms
    disentangle, ravel (out), unbraid, unlay, unsnarl, untangle, untwine, untwist, unweave

    Antonyms
    entangle, snarl, tangle

    Related Words
    fray, fret; smooth, straighten (out); uncoil, undo, unknot, unlace, unroll, unstring, unthread, untie, unwind

    Near Antonyms
    braid, knot, lace, plait, ply, splice, tie, wind


    http://www.merriam-webster.com/dictionary/tumble

    tumble \ˈtəm-bəl\ (verb)
    : to fall down suddenly and quickly
    : to fall forward while turning over
    : to fall or drop suddenly in amount, value, etc.

    tum·bled
    tum·bling \-b(ə-)liŋ\

    intransitive verb
    1 a : to fall suddenly and helplessly
    b : to suffer a sudden downfall, overthrow, or defeat
    c : to decline suddenly and sharply (as in price) : drop
    d : to fall into ruin : collapse

    2 a : to perform gymnastic feats in tumbling
    b : to turn end over end in falling or flight

    3: to roll over and over, to and fro, or end over end : toss
    4: to issue forth hurriedly and confusedly
    5: to come by chance : stumble
    6: to come to understand : catch on

    transitive verb
    1: to cause to tumble (as by pushing or toppling)
    2a : to throw together in a confused mass
    b : rumple, disorder
    3: to whirl in a tumbling barrel

    Examples of TUMBLE
    1. He tripped and tumbled to the ground.
    2. The statue came tumbling down during the riots.
    3. The satellite was tumbling out of control.
    4. She slipped and tumbled down the hill.
    5. Everyone came tumbling out of the bar at closing time.
    6. He tumbled into bed and fell asleep.
    7. Water tumbled over the rocks.

    Origin of TUMBLE
    Middle English, frequentative of tumben to dance, from Old English tumbian; akin to Old High German tūmōn to reel
    First Known Use: 14th century

    Synonyms
    slip, stumble, topple, trip, fall

    Antonyms
    get up, rise, stand (up), uprise

    Related Words
    collapse, crumple, drop, flump, keel, plop, plunk (or plonk), slump (over); crash, free-fall, nose-dive, plummet, plunge, precipitate, wipe out; skid, slide

    Near Antonyms
    accumulate, balloon, build, burgeon (also bourgeon), enlarge, escalate, expand, grow, increase, intensify, mushroom, pick up, snowball, swell, wax

    Rhymes with TUMBLE
    bumble, crumble, fumble, grumble, humble, jumble, mumble, rumble, scumble, stumble, umbel

    tumble (noun)
    : an act of falling or tumbling
    : an athletic movement in which you roll or turn your body across the ground or through the air

    1a : a disordered mass of objects or material
    b : a disorderly state
    2: an act or instance of tumbling

    Examples of TUMBLE
    1.
    2.

    First Known Use of TUMBLE
    1634

    Synonyms
    agglomerate, agglomeration, alphabet soup, assortment, botch, clutter, collage, crazy quilt, farrago, gallimaufry, grab bag, gumbo, hash, hodgepodge, hotchpotch, jambalaya, jumble, jungle, litter, macédoine, medley, mélange, menagerie, miscellanea, mishmash, mixed bag, montage, motley, muddle, olio, olla podrida, omnium-gatherum, pastiche, patchwork, patchwork quilt, potpourri, ragbag, ragout, rummage, salad, salmagundi, scramble, shuffle, smorgasbord, stew, miscellany, variety, welter

    Antonyms
    order, orderliness

    Related Words
    detritus, notions, oddments, odds and ends, sundries; accumulation, aggregate, aggregation, conglomerate, conglomeration; catchall; admixture, alloy, amalgam, blend, combination, commixture, composite, compound, fusion, intermixture, mix-up; bollix, chaos, confusion, disarrangement, disarray, disorder, dog’s breakfast [chiefly British], mess, morass, muddle, shambles; imbroglio, knot, snarl, tangle

    Near Antonyms
    method, pattern, plan, system


    http://www.merriam-webster.com/dictionary/tumbledown

    tum·ble·down \ˈtəm-bəl-ˈdau̇n\ (adjective)
    of a building : in bad condition : ready to fall down

    : dilapidated, ramshackle

    Examples of TUMBLEDOWN
    1.

    First Known Use of TUMBLEDOWN
    1818

    Synonyms
    beat-up, bombed-out, dilapidated, dog-eared, down-at-the-heels (or down-at-heel also down-at-the-heel or down-at-heels), dumpy, grungy, mangy, mean, miserable, moth-eaten, neglected, ratty, run-down, scrubby, scruffy, seedy, sleazy, tacky, tatterdemalion, tatty, threadbare, timeworn, shabby

    Related Words
    abandoned, uncared-for, unkept; desolate, forlorn, godforsaken; broken-down, decrepit, tired, worn-out; bedraggled, dingy, ragged, tattered; decaying, deteriorated, deteriorating, rackety, ramshackle, rattletrap, rickety, shabby; broken, damaged, destroyed, harmed, hurt, impaired, injured, ruined, wrecked

    Near Antonyms
    brand-new, fresh, new; cared-for, kept-up, maintained; mended, patched, rebuilt, reconstructed; smart, spiffy, spruce

    Rhymes with TUMBLEDOWN
    Allentown, broken-down, Charlottetown, Chinatown, common noun, dressing-down, dressing gown, eiderdown, Germantown, go to town, hand-me-down, Oxford down, proper noun, reach-me-down, shantytown, simmer down, Spanish Town, thistledown, Tinseltown, trickle-down, Triple Crown, up and down, up-and-down, upside down, Vandyke brown, verbal noun, water down, watered-down


    http://www.merriam-webster.com/dictionary/disarray

    dis·ar·ray \ˌdis-ə-ˈrā\ (noun)
    : a lack of order : a confused or messy condition

    1: a lack of order or sequence : confusion, disorder
    2: disorderly dress : dishabille

    Examples of DISARRAY
    1. The room was in disarray.
    2. The company has fallen into complete disarray.

    First Known Use of DISARRAY
    15th century

    Synonyms
    chance-medley, confusion, disarrangement, chaos, dishevelment, disorder, disorderedness, disorderliness, disorganization, free-for-all, havoc, heck, hell, jumble, mare’s nest, mess, messiness, misorder, muddle, muss, shambles, snake pit, tumble, welter

    Antonyms
    order, orderliness

    Related Words
    anarchy, lawlessness, misrule, riot; knot, snarl, tangle; labyrinth, maze, web; maelstrom, storm; bollix, clutter, litter, mishmash, shuffle; hodgepodge, medley, miscellany, morass, motley

    Near Antonyms
    method, pattern, plan, system

    Rhymes with DISARRAY
    Adige, A-OK, alleyway, All Fools’ Day, All Saints’ Day, All Souls’ Day, all the way, anyway, appliqué, Arbor Day, arrivé, atelier, attaché, back away, ballonet, bang away, Bastille Day, Beaujolais, beta ray, beurre manié, BHA, blow away, botonée, Boxing Day, breakaway, break away, Bristol Bay, bustier, by the way, cabaret, cableway, Camagüey, canapé, cap-a-pie, Cape Cod Bay, caraway, carriageway, cassoulet, castaway, cathode ray, champlevé, chansonnier, chardonnay, Charolais, chevalier, china clay, cloisonné, cog railway, colorway, Condorcet, consommé, coryphée, cosmic ray, croupier, crudités, cutaway, day-to-day, debauchee, déclassé, dégagé, degree-day, delta ray, démodé, devotee, disobey, distingué, divorcé, divorcée, DNA, dollar day, double play, draw away, dress-down day, eagle ray, eightfold way, émigré, engagé, entranceway, entremets, entryway, espalier, everyday, exposé, expressway, fadeaway, fallaway, fall away, faraday, Faraday, faraway, fiancé, fiancée, fill away, fire away, flageolet, flyaway, foldaway, gal Friday, gamma ray, garde-manger, Georgian Bay, getaway, girl Friday, giveaway, give away, gratiné, gratinée, Greenaway, Groundhog Day, guillemet, Harare, hell to pay, Hemingway, hereaway, hideaway, hit the hay, HLA, holiday, holy day, Hornaday, Hudson Bay, Hugh Capet, Humboldt Bay, in a way, inter se, interplay, intraday, IPA, IRA, Ise Bay, judgment day, keep-away, kyrie, Labor Day, lackaday, latter-day, layaway, lay away, lingerie, macramé, Mandalay, manta ray, Massenet, matinee, medal play, meet halfway, MIA, Milky Way, Monterrey, Mother’s Day, motorway, muscadet, mystery play, negligee, New Year’s Day, New York Bay, Nicolet, night and day, Nottaway, off Broadway, Ojibwa, on the way, out of play, overlay, overplay, overstay, overweigh, Paraguay, passageway, pass away, passion play, pepper spray, Petare, photoplay, pikake, pis aller, play-by-play, plug-and-play, popinjay, potter’s clay, pourparler, pousse-café, power play, present-day, protégé, protégée, pull away, put away, Put-in-Bay, Rabelais, rack railway, rainy-day, rambouillet, ratiné, recamier, recherché, reconvey, repartee, repoussé, résumé, retroussé, ricochet, right away, right-of-way, rockaway, roentgen ray, rondelet, roundelay, RNA, runaway, run away, Saguenay, salt away, San Jose, Santa Fe, São Tomé, Saturday, satyr play, semplice, Seventh-Day, severance pay, shadow play, sleepaway, sobriquet, sock away, sommelier, square away, steerageway, standaway, stowaway, straightaway, street railway, Table Bay, taboret, tarsier, taxiway, tearaway, tear away, teleplay, Tenebrae, thataway, throwaway, throw away, Thunder Bay, triple play, turn away, Udine, underlay, underpay, underplay, underway, Uruguay, velouté, Venite, vérité, vertebra, virelay, walkaway, Wang Ching-wei, waterway, wellaway, Whitsunday, workaday, working day, Yenisey, Zuider Zee

    disarray (transitive verb)
    1: to throw into disorder
    2: undress

    Examples of DISARRAY
    1.

    Origin of DISARRAY
    Middle English disarayen, from Anglo-French desaraier, from des- dis- + arraier to array
    First Known Use: 14th century

    Synonyms
    confuse, derange, disarrange, disorder, discompose, dishevel, disjoint, dislocate, disorganize, disrupt, disturb, hash, jumble, mess (up), mix (up), muddle, muss, rumple, scramble, shuffle, tousle, tumble, upset

    Antonyms
    arrange, array, dispose, draw up, marshal (also marshall), order, organize, range, regulate, straighten (up), tidy

    Related Words
    embroil, entangle, snarl, tangle; agitate, perturb, stir (up), unsettle; clutter

    Near Antonyms
    align (also aline), line, line up, queue; classify, codify, methodize, systematize, systemize; adjust, fix; groom, make up, spruce (up); unscramble


     
  • Virtual Chitchatting 3:00 PM on 2014/04/16 Permalink  

    Trik menghadapi Dajjal-Dajjal di Indonesia yang berprofesi sebagai keparat penegak hukum di bidang pajak, polisi, jaksa, hakim 

     
  • Virtual Chitchatting 10:46 PM on 2014/04/13 Permalink  

    Will China be the menace with its relations to Indonesia?


    http://r-evolutions.amu.edu.pl/issues/REVOLUTIONS_VOL.1/regional%20issues/07rev1_ri_mackowiak.pdf

    07rev1_ri_mackowiak.pdf
    2013-08-25 01:27:44
    Maciej Mackowiak, Chinese-Indonesian: The Past, Present, and Future Relations, R/evolutions, Vol.1, Issue 1, 2013.


    http://f3.tiera.ru/1/genesis/580-584/580000/0aa3f221c960071f49355c303fe76203

    0aa3f221c960071f49355c303fe76203.pdf
    2013-06-19 14:10:30
    Rizal Sukma, Indonesia and China: The Politics of a Troubled Relationship, Taylor & Francis e-Library, London, 2005.
    Indonesia’s foreign policy and Indonesia-China diplomatic relations (1950-1967)
    The suspension of diplomatic ties: its functions and the roots of resistance
    Foreign policy debate: the primacy of national security
    The functions of resistance: domestic politics and regime legitimacy
    Towards the restoration of relations: the dimensions of change in the New Order’s China Policy
    Indonesia’s normalisation decision and the role of President Suharto


    http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.198.1612&rep=rep1&type=pdf

    10.1.1.198.1612.pdf
    2013-11-27 02:25:04
    Raymond Atje and Arya B. Gaduh, Indonesia-China Economic Relations: An Indonesian Perspective, CSIS Working Paper Series, WPE 052, Sept.1999.
    Indonesia’s Economic Relations with China Since Mid 1980s
    Background Development
    Economic Reform in China since 1970s
    Economic Policy Changes in Indonesia since 1970
    Sino-Indonesia Economic Relations in the 1990s
    Indonesia’s economic relations with Hong Kong and Taiwan: A comparison
    The Asian economic crisis and beyond
    Banking sector problem
    Problems associated with open financial systems
    The governance problem


    http://csis.org/files/attachments/130516_MartyNatalegawa_Speech.pdf

    130516_MartyNatalegawa_Speech.pdf
    2013-05-18 02:32:32
    R.M. Marty M. Natalegawa, An Indonesian Perspective on the Indo-Pacific, Keynote Addressas The MOFA-RI, Conference on Indonesia, Washington DC, 20130516.


    http://www.globescan.com/images/images/pressreleases/bbc2013_country_ratings/2013_country_rating_poll_bbc_globescan.pdf

    2013_country_rating_poll_bbc_globescan.pdf
    2013-05-23 08:32:12
    BBC, Views of China and India Slide While UK’s Ratings Climb: Global Poll, 20130522.


    http://ir.binus.ac.id/files/2013/09/3.-Indonesia-China-Energy-Trade.pdf

    3.-Indonesia-China-Energy-Trade.pdf
    2013-09-27 14:53:06
    Muhammad Badaruddin, Indonesia-China Energy Trade: Analyzing Global and Domestic Political Economic Significance in Indonesia-China LNG Trade, Journal of ASEAN Studies, Vol. 1, No. 1 (2013), pp. 25-40, 2013.
    CBDS Bina Nusantara University and Indonesian Association for International Relations
    Profile of Tangguh LNG Project
    Indonesian Government and LNG Marketing to China
    Context of Global LNG Market and the Tender
    Domestic Context and the Tender
    Competition among the Energy Companies
    Problems over the Fujian LNG contract


    http://web.archive.org/web/20071017105127/http://www.prospect-magazine.co.uk/pdfarticle.php?id=4212

    4212.pdf
    2014-04-08 17:41:28
    Simon Lon, The overseas Chinese, Prospect Magazine, 29, April 1998.
    The Indonesian nightmare
    The Business of Ethnicity: Malaysia
    Thailand: almost a model
    Crony capitalism


    http://www.nids.go.jp/english/publication/joint_research/series4/pdf/4-5.pdf

    4-5.pdf
    2010-03-30 23:09:00
    Rizal Sukma, Indonesia’s Response to the Rise of China: Growing Comfort amid Uncertainties, Ch.5, pp.139-155.
    Rizal Sukma, Recent Development in Indonesia-China Relations, Contemporary Southeast Asia, vol. 16, no. 1 (June 1994), pp. 35-45.
    Indonesia-China Relations: An Overview
    Indonesia’s Policy towards China Since 1998: Bilateral Improvements and Regional Concerns
    The Policy of Re-Engagement: The Expansion of Bilateral Cooperation
    Regional Uncertainty: Hedging and Regional Engagement
    Future Directions in Indonesia-China Relations


    http://www.hsdl.org/?view&did=700804

    ADA478996.pdf
    2014-04-08 16:22:00
    Imam Edy Mulyono, Indonesia’s Relations with the Shanghai Cooperation Organization and United States, Strategy Research Project, U.S. Army War College, Carlisle Barracks, PA, 20080315.
    Interests of the SCO and Its Nations
    Russia
    China
    The Four Central Asian Member States
    The Observer States
    The Strategic Significance of the SCO versus Bilateral Approach
    The Strategic significance of the SCO
    Bilateral Approach
    Future Challenges


    http://www.nbr.org/downloads/pdfs/outreach/Anwar_commentary_02262013.pdf

    Anwar_commentary_02262013.pdf
    2013-02-23 00:55:30
    Dewi Fortuna Anwar, An Indonesian Perspective on the U.S. Rebalancing Effort toward Asia, NBR, the National Bureau of Asian Research, 20130226.
    Courting Southeast Asia: The United States vs. China
    Indonesia and the U.S. Pivot


    http://r-cube.ritsumei.ac.jp/bitstream/10367/3402/1/asia10_wu.pdf

    asia10_wu.pdf
    2013-06-13 13:19:10
    Chongbo Wu, Forging Closer Sino-Indonesia Economic Relations and Policy Suggestions, Institute of International Relations and Area Studies, Ritsumeikan International Affairs, Vol.10, pp.119-142 (2011).
    Profile of Sino-Indonesian Economic Relations
    Bilateral Trade between China and Indonesia
    Mutual Investment
    Chinese Economic Aid and Export Credit
    The Main Reasons Contributing to Rapid Sino-Indonesian Economic Relations
    The Prospect for Sino-Indonesian Economic and Trade Relations
    Tourism
    Agriculture
    Fish sector
    Manufacturing Industry
    Information and Communication Technology
    Infrastructure
    Population-Family planning program
    Energy industry


    http://hilo.hawaii.edu/uhh/faculty/tamvu/documents/baviera.pdf

    baviera.pdf
    2008-05-20 05:47:30
    Aileen S.P. Baviera, China’s Relations with Southeast Asia: Political Security and Economic Interests, Discussion Paper No.99-17, Philippine APEC Study Center Network (PASCN)
    Original Title: “The Political Economy of China’s Relations with Southeast Asia”.
    China-ASEAN Political-Security Relations
    Perceptions of a “China Threat”
    The South China Sea Problem
    Cooperation in Building a new
    Regional Security Order for East Asia
    Trends in China-Southeast Asia Economic Relations
    Trade Patterns
    Investment Patterns
    Other Forms of Cooperation
    Bilateral Relations with Selected States: Strategic Perspectives
    Sino-Indonesian Relations
    China-Thailand Relations
    China’s Relations with Malaysia and Singapore
    From a preliminary review of literature, one could see that most of the work that has been done on Sino-Southeast Asian relations has focused on either the politicalsecurity dimension or on the economic dimension alone. Very few references attempt to treat both aspects evenly; even fewer manage to explain how each impacts on the other or to point out if there are any patterns of correlations or causalities between them.
    As a matter of fact, this may be said not only of Sino-Southeast Asian relations, but of the study of international relations in general. The disciplinal divide between political scientists and economists has been pronounced, with few scholars able to satisfactorily explain why, for instance, at the political-security realm relations between states can sometimes seem so testy, even while economic interdependence grows. This dichotomy of politics and economics in the study of foreign relations is reflected by a dichotomy in the crafting and implementation of foreign policy in the real world by defense and security specialists on the one hand, and economic diplomacy specialists on the other hand. The situation sometimes leads to different sets of policy-makers working at cross purposes, to the detriment of national interest and, it may well be, of international peace and stability.


    http://www.eai.nus.edu.sg/BB696.pdf

    BB696.pdf
    2012-02-20 09:53:20
    Hong Zhao, China-Indonesia Bilateral Relations: An Update, EAI Background Brief No.696, 20120210.


    http://www.apcss.org/Publications/SAS/ChinaDebate/ChinaDebate_SmithIndo.pdf

    ChinaDebate_SmithIndo.pdf
    2011-03-01 03:13:14
    Anthony L. Smith, From Latent Threat to Possible Partner: Indonesia’s China Debate, Special Assessment: Asia’s China Debate, Asia-Pacific Center for Security Studies, Des.2013.
    The Backdrop
    The China Debate After Soeharto
    The Foreign Policy Outcomes
    Implications for US Foreign Policy


    http://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/30979377/Chinese_Indonesian_Relations_Paper.doc?AWSAccessKeyId=AKIAJ56TQJRTWSMTNPEA&Expires=1396945324&Signature=7D%2FnB%2FpVqKdNupkdc0zG2hq45WM%3D

    Chinese_Indonesian_Relations_Paper.doc
    2013-03-18 23:55:30
    Edward Owen, Sino-Indonesian Relations since 1965, Georgian Court University, Dec. 2007.
    Chinese – Indonesian Relations in the 1990’s
    Foreign Investment
    Indonesia’s Relations with Hong Kong and Taiwan
    Asian Financial Crisis (1997-1998)
    ASEAN – Chinese Economic Cooperation
    ASEAN plus 3 Grouping
    ABRI (Indonesian Military)
    Role of Vietnam
    Indonesia – Bastion of Anti-Communism in Southeast Asia
    Overseas Chinese
    South China Sea Competition
    Role of Australia
    Indonesian Engagement with China
    Chinese Intentions in Southeast Asia


    http://www.wilsoncenter.org/sites/default/files/CWIHP_Working_Paper_67_Chinese_Policy_towards_Indonesia_1960-1965.pdf

    CWIHP_Working_Paper_67_Chinese_Policy_towards_Indonesia_1960-1965.pdf
    2013-08-08 19:32:44
    Taomo Zhou, Ambivalent Alliance: Chinese Policy towards Indonesia, 1960-1965, The Cold War International History Project, Working Paper Series, 67, Woodrow Wilson International Center for Scholars, Aug. 2013.
    Chinese Central Leadership’s Perception of Indonesia under Sukarno
    Ideological Aspects
    Strategic Aspects
    Chinese Diplomacy at Work in Indonesia
    Uncertain Partnership: The PRC and Sukarno
    Unwanted Embroilment: The PRC and the Overseas Chinese in Indonesia
    Unfamiliar Comrades: The CCP and the PKI


    http://www.oecd.org/dac/dac-global-relations/latestdocuments/development_cooperation_Brazil_China_India_Indonesia_South%20Africa.xls

    development_cooperation_Brazil_China_India_Indonesia_South Africa.xls
    2013-12-21 00:49:24
    Estimates of gross concessional flows for development co-operation (“ODA-like” flows) from OECD Key Partners, 2009-2014


    http://www.futuredirections.org.au/files/sap/FDI_Strategic_Analysis_Paper_-_23_July_2013.pdf

    FDI_Strategic_Analysis_Paper_-_23_July_2013.pdf
    2013-07-23 14:05:16
    Gustavo Mendiolaza and Cherika Hardjakusumah, Aspects of Indonesia’s Foreign, Defence and Trade Policies: Current Developments and Future Expectations, Strategic Analysis Paper, Future Directions International, 20130723.
    FDI: Independent Strategic Analysis of Australia’s Global Interests
    Jakarta’s Foreign Policy Strategy
    Indonesia-US Relations
    Indonesia-China Relations
    Indonesia-India Relations
    Indonesia-Australia Relations and Prospects


    http://www.soas.ac.uk/cseas/events/file72193.pdf

    file72193.pdf
    2012-09-24 20:55:20
    Anne Booth, China’s Economic Relations with Indonesia: Threats and Opportunities, SOAS, University of London, Oct. 2011.
    The Background: China and Southeast Asia
    The Indonesian Growth Slow-down and Recovery: Causes and Consequences
    The China-ASEAN FTA
    China, ASEAN and the East Asia 15


    http://www.cis.org.au/images/stories/foreign-policy-analysis/fpa-5.pdf

    fpa-5.pdf
    2014-04-07 12:25:38
    Jessica Brown, Jakarta’s Juggling Act: Balancing China and America in the Asia-Pacific, Foreign Policy Analysis, 5, The Centre for Independent Studies, 20110302.
    Indonesia’s strategic significance
    A consolidating democracy and a growing economy
    Indonesia and China: ‘competition and collaboration’
    A rocky beginning
    The bilateral context
    The regional context
    China’s strategic role
    Indonesia and the US: ‘partners in regional peace and security’
    Limits to cooperation
    Preserving the status quo
    Proudly non-aligned
    A balancing act
    Multilateral institutions


    http://epublications.bond.edu.au/cgi/viewcontent.cgi?article=1338&context=hss_pubs

    fulltext.pdf
    1-1-2007
    Rosita Dellios, ‘Sino-Indonesian Relations: Lessons from the Past’, 20031215.
    Rosita Dellios, ‘Sino-Indonesian Relations: Lessons from the Past’, in K. C. Roy and Srikanta Chatterjee (eds), Readings in World Development: Growth, development and poverty alleviation in the Asia-Pacific, Nova Science, forthcoming 2007.
    Paper prepared for the International Institute for Development Studies (Australia) in collaboration with The Management Foundation, The University of Indonesia 15-19 December 2003
    A Strategic Overview
    Sino-Indonesian Contact in a Buddhist Age: The Wheel of Dharma Sets in Motion
    The Founding of Buddhism in India, 6th Century BCE
    The Spread of Buddhism to China, 1st Century CE, and its Sinicisation
    The Period of the Pilgrimages, 5th – 8th centuries CE
    Sino-Javanese Relations During the Mongol Phase
    Java’s Strategic Defeat of the Mongols.
    The ‘Cultural Brokers’ from the 14th Century Onwards
    Suharto’s Ancestral Habits


    http://philoscience.unibe.ch/documents/TexteHS09/genes_remember.pdf

    genes_remember.pdf
    2009-12-03 03:40:54
    Philip Hunter, What genes remember, Prospect Magazine, Issue 146, May 2008
    The Swedish data
    Filling in the evolutionary gaps


    http://thecardinal.files.wordpress.com/2011/05/haq-dimensions-of-ambivalence-in-indonesia-china-relations_2011.pdf

    haq-dimensions-of-ambivalence-in-indonesia-china-relations_2011.pdf
    2011-05-09 18:39:54
    Evan A. Laksmana, Dimensions of Ambivalence in Indonesia-China Relations, Harvard Asia Quarterly, Vol.XIII, No.1, Spring 2011.
    The Rise of China: International Perspectives
    The Domestic Political Dimension
    The Economic Dimension
    The Strategic Security Dimension
    The Foreign Policy Dimension


    http://www.idsa.in/system/files/IB_China-Indonesia.pdf

    IB_China-Indonesia.pdf
    2014-04-08 14:15:24
    Rahul Mishra and Irfa Puspita Sari, Indonesia-China relations: Challenges and Opportunities, IDSA Issue Brief, 20101122.


    http://www.iisd.org/tkn/pdf/indonesia_china_relations.pdf

    indonesia_china_relations.pdf
    2011-09-09 00:08:52
    Alexander C. Chandra and Lucky A. Lontoh, Indonesia – China Trade Relations: The deepening of economic integration amid uncertainty?, International Institute for Sustainable Development, Trade Knowledge Network, 2011.
    Patterns of Trade Relations between Indonesia and China
    Why an ACFTA?
    ASEAN and China as Natural Economic Partners
    ASEAN and China and the Quest for Free Trade Agreements/Economic Partnership Agreements
    ACFTA Implementation and Its Implications for Indonesia
    Policy Regime under ACFTA Implementation
    Implementing the ACFTA in Indonesia: Public Sentiments vs. Actual Impacts
    Conclusion: The Deepening of Economic Integration amid Uncertainty between Indonesia and China


    http://www.eastasiaforum.org/2014/02/04/indonesias-foreign-relations-policy-shaped-by-the-ideal-of-dynamic-equilibrium/?format=pdf

    indonesias-foreign-relations-policy-shaped-by-the-ideal-of-dynamic-equilibrium.pdf
    2014-04-08 15:44:22
    Dewi Fortuna Anwar, Indonesia’s foreign relations: policy shaped by the ideal of ‘dynamic equilibrium’, East Asia Forum, 20140204.
    East Asia Forum: Economics, Politics and Public Policy in East Asia and the Pacific


    http://thesis.eur.nl/pub/11066/Martina%20Angelika%20Purba.doc

    Martina Angelika Purba.doc
    2013-05-01 20:50:26
    Martina Angelika Purba, The Rise of China Economic Power: China Growing Importance to Indonesian Economy, A Research Paper, Graduate School of Development Studies, International Institute of Social Studies, Jakarta, Feb. 2012.
    Theoretical Framework
    Power Transition Theory
    Soft Power
    Analytical Framework
    China Great Power vs. The United States Dominance
    Chinese Soft Power
    The Overview of China’s Foreign Policy and Indonesia-China Relations
    China’s Foreign Policy Changes
    Indonesia-China Relations from Indonesia Perspective
    The Early Phase of Indonesia-China Diplomatic Relations (1950-1967)
    The Termination of Diplomatic Relations (1967-1990)
    Indonesian Financial Crisis as the Turning Point
    The Rise of China Economic Power in Global Context
    Opportunities and Challenges for Indonesian Economy


    http://repository.tudelft.nl/assets/uuid:5420afb8-df24-4910-b275-deebd13fde1c/Master_Thesis_-_Kukuh_Kurniawan_EMIN_-_4035933.pdf

    Master_Thesis_-_Kukuh_Kurniawan_EMIN_-_4035933.pdf
    2014-04-08 16:16:24
    Kukuh Kurniawan, The Economic, Environmental, and Geopolitical Impacts of the Asean-China Free Trade Area (ACFTA) on Indonesia, Thesis, the Faculty of Technology, Policy, and Management, Delft University of Technology, Aug.2011.
    The Economic, Environmental and Geopolitical Impacts of Free Trade Areas: A Survey
    International Trade and Economic Growth
    The Economics of Free Trade Areas in Asia
    International Trade and the Environment
    China, ASEAN and the Geopolitics in East Asia
    Simulating the ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) Using a Partial Equilibrium Approach
    An Overview of ASEAN And ACFTA
    Indonesia’s Trade Pattern
    Trade Expansion of the ACFTA
    Welfare Effect of the ACFTA
    Industrial Analyses and the Way Forward
    Estimating the Increase of Energy Demands and CO2 Emissions due to ACFTA using Input-Output Analysis
    Trade Expansion and Consumer Welfare Effect due to ACFTA
    Energy Demands and CO2 Emissions
    Geopolitical Implications
    Apps
    Classification of Sectors by HS Code
    Export and Import among The ACFTA Members in 2010
    Partial Equilibrium Model
    Estimated Trade Expansion based on the ACFTA Framework
    Aggregated Input-Output Table of Indonesia
    Energy Intensity and Export Expansion Matrix


    http://www.lowyinstitute.org/files/mcrae_more_talk_web_0.pdf

    mcrae_more_talk_web_0.pdf
    2014-02-26 12:08:02
    Dave McRae, More talk than walk: Indonesia as a foreign policy actor, Lowy Institute, Sydney, Feb.2014.
    A Rising Indonesia?
    Four Features of Indonesian Foreign Policy
    Projecting the Image of A Great Power Despite Middle Power Ability
    Non-Aligned, But Leaning Towards the United States
    Asean as a Platform for a Wider Regional and Global Role
    A Muslim Foreign Policy Rather than an Islamic One
    Will Relations with Australia become a Feature of Indonesian Foreign Policy?
    An Investment for The Future


    http://www.rsis.edu.sg/publications/Perspective/RSIS1262012.pdf

    RSIS1262012.pdf
    2012-07-12 08:29:22
    Ristian Atriandi Supriyanto, Indonesia’s South China Sea Dilemma: Between Neutrality and Self-Interest, RSIS Commentaries, No. 126/2012, 20120712.
    S. Rajaratnam School of International Studies, NTU, Singapore
    Diplomatic overtures
    What is at stake?
    Strategic independence vs. re-alignment


    http://www2.sil.org/silesr/2011/silesr2011-028.pdf

    silesr2011-028.pdf
    2011-09-09 21:57:14
    Hermanto Lim and David Mead, Chinese in Indonesia: A Background Study, SIL International, SIL Electronic Survey Report 2011-028, March 2011.
    How should I address my Chinese neighbor?
    Tionghoa, Cina, Teng Lang, WNI Keturunan, Nonpribumi, Chinese
    Old and new Chinese immigrants in the archipelago
    Overview of Chinese immigration
    Peranakan versus Totok
    Characteristics of Peranakan versus Totok
    Chinese languages and dialects in Indonesia
    Hokkien, Cantonese, Hakka, Teochew, Hainan, Hokchiu, Henghua, Hokchhia, Kwongsai, Chao An, Luichow, Shanghai, Ningpo, Mandarin
    Government policy toward Chinese writing and Chinese languages


    https://www.aspi.org.au/publications/two-steps-forward,-one-step-back-indonesias-arduous-path-of-reform/Twostepsforward_Indonesia.pdf

    Twostepsforward_Indonesia.pdf
    2013-10-10 07:46:54
    Damien Kingsbury, Two steps forward, one step back: Indonesia’s arduous path of reform, ASPI (Australian Strategic Policy Institute), Jan.2012.
    Perspectives on understanding Indonesia
    On patterns and politics
    The indirect path to reform
    Habibie, Wahid and Sukarnoputri
    Yudhoyono
    Anticorruption and electoral reform
    TNI reform: stalled
    Papua
    Economics, society and religion
    Corruption
    Social and religious trends
    International orientation
    ASEAN
    The United States
    China
    Local Factors
    Balancing priorities
    New state instruments
    Strategic strength and weakness
    Engagement with Australia
    How should Australia proceed?
    Trade, aid and education
    Security cooperation and disaster response
    Strategic cooperation


    http://www.securitychallenges.org.au/ArticlePDFs/vol7no3Nabbs-Keller.pdf

    vol7no3Nabbs-Keller.pdf
    2011-12-18 04:14:00
    Greta Nabbs-Keller, Growing Convergence, Greater Consequence: The Strategic Implications of Closer Indonesia-China Relations, Security Challenges, Vol. 7, No. 3 (Spring 2011), pp. 23-41.
    Historical Enmities and Regime Change
    The Chinese Menace
    The “Normalisation” of Diplomatic Relations
    Crisis and Reformasi: A Paradigmatic Shift
    Consensus aConvergence
    Strategic Implications
    China’s Reliance on Indonesia
    Indonesia’s Significance
    Strong Neighbour, Pivotal State


    http://press.anu.edu.au/wp-content/uploads/2013/12/whole5.4.pdf

    whole5.4.pdf
    2013-12-13 12:12:02
    Dewi Fortuna Anwar, Reinvention in Indonesia’s foreign policy strategy, East Asia Forum Quarterly, Vol.5, No.4, Oct.-Dec.2013.
    Australian National University e-press


    http://www.mof.go.jp/pri/international_exchange/visiting_scholar_program/ws2012_h.pdf

    ws2012_h.pdf
    2012-07-31 08:00:32
    Eko NM Saputro, Indonesian Position toward Sino-Japanese Competition in East Asian Financial Regionalism, Working Paper, School of Humanities and Social Sciences, Deakin University; Policy Research Institute, Ministry of Finance, Japan, 2012.
    The Japanese and Chinese Responses to the East Asian Regionalism
    Sino-Japanese Competition in the ASEAN+3 Financial Cooperation
    Liquidity Support Arrangements
    Credit Enhancement Facility
    Surveillance Process
    Indonesia-Japan reciprocation relationship
    Indonesian-Japanese economic partnership
    Indonesian-Chinese Ideological and Pragmatic Relationship
    Economic relations
    Indonesian Current Perspective on Regionalism
    Political Perspective
    Economic Perspective
    Being Neutral but Japan is favourable
    Effectiveness of being Neutral


     
  • Virtual Chitchatting 7:19 PM on 2014/04/08 Permalink  

    check on me tonight 

    Check on me tonight

    “Check On It” is track #1 on the album B’day.
    It was written by Kasseem Dean;angela Renee Beyince;beyonce Giselle Knowles;garrett Hamler;stayve Thomas.

    Check On It
    Swiss beats DC Destiny Child

    Slim Thug
    You need to stop playing round
    With all them clowns and the wangstas
    Good girls gotta get down with the gangstas
    Go head girl put some back and some neck up on it
    While I stand up in the background and check up on it

    Ooo boy you lookin’ like you like what you see
    Won’t you come over and check up on it?
    I’ma let you work up on it
    Ladies let him check up on it
    Watch it while he check up on it
    Dip it, pop it, twerk it, stop it, check on me tonight

    If you got flaunt it, boy I know you want it
    While I turn around you watch me check up on it
    Ooo you watchin’ me shake it, I see it in ya face
    Ya can’t take it, it’s blazin’, you rock me and amaze me

    You can look at it, as long as you don’t grab it
    If you don’t go braggin’, I’ma let you have it
    You think that I’m teasin’, but I ain’t got no reason
    I’m sure that I can please ya, but first I gotta read you

    Ooo boy you lookin’ like you like what you see
    Won’t you come over and check up on it?
    I’ma let you work up on it
    Ladies let him check up on it
    Watch it while he check up on it
    Dip it, pop it, twerk it, stop it, check on me tonight

    Ooo boy you lookin’ like you like what you see
    Won’t you come over and check up on it?
    I’ma let you work up on it
    Ladies let im check up on it
    Watch it while he check up on it
    Dip it, pop it, twerk it, stop it, check on me tonight

    I can tell you wanna taste it, but I’m gon’ make you chase it
    You got to be patient, I like my men patient
    More patience, you’ll take might, get you in more places
    You can’t be abrasive, has to know to pace it

    If I let you get up on it, you gotta make a promise
    That you gon’ put it on me, like no one’s put it on me
    Don’t bore me, just show me, all men talk but don’t please
    I can be a tease, but I really wanna please you

    Ooo boy you lookin’ like you like what you see
    Won’t you come over and check up on it?
    I’ma let you work up on it
    Ladies let him check up on it
    Watch it while he check up on it
    Dip it, pop it, twerk it, stop it, check on me tonight

    Ooo boy you lookin’ like you like what you see
    Won’t you come over and check up on it?
    I’ma let you work up on it
    Ladies let him check up on it
    Watch it while he check up on it
    Dip it, pop it, twerk it, stop it, check on me tonight

    I’m checkin’ on you boo, do what you do
    And while dance I’ma glance at this beautiful view
    I’m keep my hands in my pants, I need to glue em with glue
    I’m in a trance all eyes on you and your crew

    Me and my mans don’t dance, but to feel y’all bump and grind
    If won’t hurt if you go an’ try one time
    They all hot, but let me see this one’s mine
    It’s Slim Thug and DC outta H-town

    Ooo boy you lookin’ like you like what you see
    Won’t you come over and check up on it?
    I’ma let you work up on it
    Ladies let him check up on it
    Watch it while he check up on it
    Dip it, pop it, twerk it, stop it, check on me tonight

    Ooo boy you lookin’ like you like what you see
    Won’t you come over and check up on it?
    I’ma let you work up on it
    Ladies let him check up on it
    Watch it while he check up on it
    Dip it, pop it, twerk it, stop it, check on me tonight

    Ooo boy you lookin’ like you like what you see
    Won’t you come over and check up on it?
    I’ma let you work up on it
    Ladies let him check up on it
    Watch it while he check up on it
    Dip it, pop it, twerk it, stop it, check on me tonight

    Ooo boy you lookin’ like you like what you see
    Won’t you come over and check up on it?
    I’ma let you work up on it
    Ladies let him check up on it
    Watch it while he check up on it
    Dip it, pop it, twerk it, stop it, check on me tonight

    Songwriters
    Kasseem Dean;Angela Renee Beyince;Beyonce Giselle Knowles;Garrett Hamler;Stayve Thomas

    Published by
    SWIZZ BEATZ;ANGELA BEYINCE MUSIC;COLPIX MUSIC INC.;LADY PEGASUS MUSIC INC.;NEW COLUMBIA PICTURES MUSIC;SLIM THUG PUBLISHING;BEYONCE PUBLISHING;HITCO SOUTH;UNIVERSAL TUNES, A DIVISION OF SONGS OF UNIVERSAL, INC.


    Thanks to wildchick0391, jneenee16, lilmissdelta92, shorty_myrnah for correcting these lyrics.


    Writer(s): Beyonce Gisselle Knowles, Angela Beyince, Stayve Thomas, Sean Garrett, Kasseem Dean, Henry Mancini, Beyonce Knowles
    Copyright: Beyonce’S Publishing, Hitco South, Colpix Music Inc., Christopher Garrett’S Publishing, Hitco South/ Windswept Pacific Ent., Angela Beyince Music/Emi April, Songs Of Windswept Pacific, Monza Ronza, New Columbia Pictures Music Inc., Swizz Beatz, Northridge Music Company, Universal Music Corp., Slim Thug Publishing, Emi U Catalog Inc., Universal Tunes, Emi Blackwood Music Inc., Lady Pegasus Music


    Beyonce – Check on it (HQ)+lyrics – YouTube

    25 Nov 2009 – 5 min – Uploaded by LotsOfMusicInMyMind
    ► 5:12


    Beyonce – Check On It lyrics – YouTube

    7 Jun 2009 – 5 min – Uploaded by clara123123
    ► 5:13


     
  • Virtual Chitchatting 7:13 PM on 2014/04/08 Permalink  

    oh, I love to love 

    I love to love
    Tina Charles

    (chorus)
    Oh I love to love
    But my baby just loves to dance
    He wants to dance, he loves to dance
    He’s got to dance
    Oh, I love to love
    But my baby just loves to dance
    Oh, I love to love
    But there’s no time for our romance, no, no , noooo
    Oh, I love to love
    But my baby just loves to dance

    The minute the bands begin to swing it
    He’s on his feet to dig it and dance the night away
    Stop, I’m spinning like a top
    We’ll dance until we drop
    But if I had my way

    (chorus)

    Oh I love to love
    But my baby just loves to dance
    He wants to dance, he loves to dance
    He’s got to dance
    Oh, I love to love
    But my baby just loves to dance
    Oh, I love to love
    But he won’t give our love a chance, no, no, noooo
    Oh, I love to love
    But my baby just loves to dance

    Stop, I’m spinning like a top
    We’ll dance until we drop
    But if I had my way
    Sometimes, instead of going downtown
    We’ll stay at home and get down
    To what I’m trying to say

    Oh, I love to love
    But my baby just loves to dance, yeah, yeah,
    Oh, I love to love
    But my baby loves to dance, yes he does(x3)


    Tina Charles-I Love To Love – YouTube

    24 May 2006 – 3 min – Uploaded by djmahogany
    ► 2:59


    Tina Charles – I Love To Love – YouTube

    19 Aug 2009 – 3 min – Uploaded by FestfolketClassic
    ► 2:34


    Tina Charles – I love to love 1976 – YouTube

    21 Mar 2010 – 3 min – Uploaded by Glotz63
    ► 2:58


     
  • Virtual Chitchatting 10:39 AM on 2014/04/05 Permalink  

    what’s past is past, don’t turn around. but you keep on turning to me. instead! 

    on 10.39, 5th april 2014
    with opera on your bb curve, you have accessed

    http://mayachitchatting.wordpress.com/2014/04/04/the-past-is-never-dead-it-is-not-even-past/

    laron itu suka api
    laron suka dance into the light
    ija suka main api
    ija akan terbakar sama api


    Phil Collins – Dance Into The Light (Official Music Video) – YouTube

    13 May 2010 – 5 min – Uploaded by philcollins
    ► 4:45


    Dance Into the Light | Phil Collins | Music Video | MTV

    http://www.mtv.com/videos/phil-collins/58767/dance-into-the-light.jhtml

    25 Oct 2008 – 4 min
    ► 4:29


    Phil Collins – DANCE INTO THE LIGHT Video @ARTISTdirect

    http://www.artistdirect.com/video/phil-collins-dance-into-the-light/33172

    7 Sep 2012


    Dance Into The Light
    Phil Collins

    It’s there in the eyes of the children
    In the faces smiling in the windows
    You can come on out, come on open the doors
    Brush away the tears of freedom

    Now we’re here, there’s no turning back
    We have each other
    We have one voice

    Hand in hand we will lay the tracks
    Because the train is coming to carry you home

    Come dance with me
    Come on and dance into the light
    Everybody dance into the light

    There’ll be no more hiding in shadows of fear
    There’ll be no more chains to hold you
    The future is yours – you hold the key
    And there are no walls with freedom

    Now we’re here, we won’t go back
    We are one world
    We have one voice

    Side by side we are not afraid
    Because the train is coming to carry you home

    Come dance with me
    Come on and dance into the light
    Everybody dance into the light

    Do you see the sun – it’s a brand new day
    Oh, the world’s in your hands, now use it
    What’s past is past, don’t turn around
    Brush away the cobwebs of freedom

    Now we’re here, there’s no turning back
    You have each other
    You have one voice

    Hand in hand you can lay the tracks
    Because the train is coming to carry you home

    Come dance with me
    Come on and dance into the light
    Everybody dance into the light

    Copyright © 2000-2014 AZLyrics.com


     
  • Virtual Chitchatting 2:36 PM on 2014/04/04 Permalink  

    The past is never dead. It is not even past.
    William Faulkner

    Jakarta, 14:36 2014-04-04

    that ring on your finger is some kind of lesbian thing.
    I know how you all like to do it up there in D.C.
    how do porcupines, hedgehog, make love?

    Revenge stoking the fire of a
    sibling rivalry, family feud

    bear and deliver the fruit of an incest
    you raise hell and ask questions later.

    I will smite you like Jeroboam.
    Second Kings, old testament.
    He followed in succession after King David.
    God killed his son, his wife, and ultimately him.

    I am praying to the God of Vengeance.
    The God of Anger.
    The God of locusts and boils and floods.

    if you just chant “I hate the mountain man” 3 times,
    he’ll pop up and kill you
    Thwack and whack, respectively.


    All of which you need for meth, crystal meth, snicklefritz
    sodium hydroxide,
    methanol,
    mixing beakers,
    digital scales,
    safety glasses,
    gloves, aprons–


    about biofuel,
    take a clean-burning waste product like used cooking oil
    waste runoff collected by restaurants
    and turn it into an ethanol gas.
    the conversion method’s similar to meth.

    this biofuel thing has a massive payout.
    we’re talking in the hundreds of millions of dollars.


    Snicklefritz or Schnickelfritz

    closely related in referring to a chatty or impulsive person.
    as chit-chat or tittle-tattle and nonsense.
    is a doubling of Schnack which also means chit-chat and drivel.

    as a reference to a mischievous or talkative child.
    similar to little rascal.

    as slang for an adult, meaning “silly fellow”.
    an informal verb, schnicken, means to jerk or seize, implying fast or choppy movements.

    an inferior strain of marijuana.

    by MrGreen27 September 25, 2008
    any random strain of marijuana the drug dealer is selling, namely a low-potent strain. This is the comical side of the stoner culture as there are hundreds off different, inconsistent names of marijuana strains always circulating.
    Dealer: You want to see the Snow Cap i just picked up today?
    Stoner: That’s not Snow Cap! That just looks like some snicklefritz…

    by xMr Anonymousx February 02, 2011
    the lowest grades of marijuana or any random strain.
    widely accepted throughout the U.S. as the most common and popular definition of the word.
    Dude, my dealer told me he had Northern Lights, but when i got there all he had was Snicklefritz

    by uNOtheJOE April 17, 2009
    Saul Silver refers to a lower class weed he is selling with the name Snickle fritz.
    a common name for non-desirable weed (at least a the University of Iowa).
    “Snickle fritz, again man? I not buying that ditch weed”

    by IdontKnow April 19, 2013
    a nickname given to Eric Foreman in “That ’70s Show.” Season 1 Episode 6.
    “Hey snicklefritz.”
    “I want some snicklefritzs”

    by Munchies McGee September 28, 2009
    1 of a kind homegrown in spanaway,known as the survivor plant, only one sorce for it: Martinez down on 9th.
    Tremane shit his pants when he smoked a blunt of the Snickle Fritz

    by redheadbass January 21, 2012
    Over-priced ditch weed.
    “That ho smells like snicklefritz!

    by Snickle fritz0 December 11, 2006
    A girl usually blonde but occasionally dyes her hair, has many friends and some mistake her for a slut because she’ll sleep with a guy then his brother.
    That Snickle fritz is over there.

    by Big Pimp22 January 06, 2011
    The name for a pot smoking dumbass
    Wow billy your such a snicklefritz.

    by Haywood Jablowme and Jack Meof August 14, 2010
    A skinny awkward friend who only makes bad sex jokes.
    Shit! James is coming he is such a Snicklefritz!

    by J to the Rod May 02, 2008
    A rowdy, unruly, or rambunctious kid.
    Settle down you little snicklefritz!

    by BearsBearsBears February 06, 2008
    Someone particularly cute and very likable. Normally they do silly and weird things. Luckily it makes them cuter so they can get awesome boyfriends or girlfriends. They do things like dolphin kisses, make last minute trips, use smitten mittens, get their party on, and laugh a lot.
    Nicole is a snicklefritz and Chris knows why.

    by BawlzZz! January 21, 2009
    God terrible weed. It usually smells like shit and no matter how hard you try, or how much you smoke, you will never get high. Snicklefritz has the same quality and characteristics of schwag.
    Leopold: “Yo lets go schmoke a fat bowl!”
    Scott: “Nah man, we aint got no weed.”
    Leopold: “Let’s hit up dat nigga Ray!”
    Scott: “Nah man all dat nigga gots is snicklefritz…faggot”

    by TheMethodManMethod August 28, 2008
    low-quality, compressed brick-form cannabis, generally from Mexico.
    “Is this that dro cousin?”
    “Naw man, this is just some straight up snicklefritz.”

    by achillesbro April 05, 2009
    a girl with a stinky vagina
    mary has a snicklefritz


    Jeroboam

    Jeroboam /ˌdʒɛrəˈboʊ.əm/ (Hebrew: יָרָבְעָם yarobh`am, Greek: Ιεροβοάμ Hieroboam) was the first king of the northern Israelite Kingdom of Israel after the revolt of the ten northern Israelite tribes against Rehoboam (The Solomon) that put an end to the United Monarchy.

    While still a young man, King Solomon made Jeroboam superintendent over his tribesmen in the building of the fortress Mello in Jerusalem and of other public works, and he naturally became conversant with the widespread discontent caused by the extravagances which marked the reign of Solomon.

    Influenced by the words of the prophet Ahijah (1 Kings 11:29-39), he began to form conspiracies with the view of becoming king of the ten northern tribes.

    Jeroboam reigned for 22 years. William F. Albright has dated his reign from 922 to 901 BC, while Edwin R. Thiele offers the dates 931 to 910 BC.

    In the eighteenth year of Jeroboam’s reign, Abijah, Rehoboam’s son, became king of Judah. Rehoboam was a son of Solomon and a grandson of David. As a result of an Egyptian incursion to control the Philistia coast, the Kingdom of Judah became tributary to Egypt. During his short reign of three years, Abijah went to considerable lengths to bring the Kingdom of Israel back under his control. He waged a major battle against Jeroboam in the mountains of Ephraim.

    Biblical sources credit Abijah with having a force of 400,000 and Jeroboam having 800,000. The Biblical sources mention that Abijah addressed the armies of Israel, urging them to submit and to let the Kingdom of Israel be whole again. Abijah then rallied his own troops with a phrase which has since become famous: “God is with us as our leader.” As per the Bible His elite warriors fended off a pincer movement to rout Jeroboam’s troops — killing 500,000 of them.

    Jeroboam was crippled by this severe defeat to Abijah and posed little threat to the Kingdom of Judah for the rest of his reign. He also lost the towns of Bethel, Jeshanah and Ephron, with their surrounding villages. Bethel was an important centre for Jeroboam’s Golden Calf cult (which used non-Levites as priests), located on Israel’s southern border, which had been allocated to the Tribe of Benjamin by Joshua, as was Ephron, which is believed to be the Ophrah that was allocated to the Tribe of Benjamin by Joshua.

    Jeroboam died soon after Abijam.



    Criminal Minds – 09×20 – Blood Relations

    http://www.addic7ed.com/original/86455/0


    The torrent files

    Criminal.Minds.S09E20.HDTV.x264-LOL[rartv]
    Posted by TryMeS verified in TV
    296.47 MB 3 7 hours 167 48
    magnet:?xt=urn:btih:D2D30F1E5D097FDABFE8AEB222C57E324EFCBAFA&dn=criminal+minds+s09e20+hdtv+x264+lol+rartv&tr=http%3A%2F%2Ftracker.trackerfix.com%2Fannounce&tr=udp%3A%2F%2Fopen.demonii.com%3A1337

    http://torcache.net/torrent/D2D30F1E5D097FDABFE8AEB222C57E324EFCBAFA.torrent?title=%5Bkickass.to%5Dcriminal.minds.s09e20.hdtv.x264.lol.rartv

    Criminal.Minds.S09E20.Blood.Relations.1080p.WEB-DL.DD5.1.H.264-CtrlHD [PublicHD]
    Posted by BOZX verified in TV
    1.25 GB 2 25 min. 5 32
    magnet:?xt=urn:btih:FC0EAF906626817405C7F08F2ED3323BBCA7B3D8&dn=criminal+minds+s09e20+blood+relations+1080p+web+dl+dd5+1+h+264+ctrlhd+publichd&tr=udp%3A%2F%2Fopen.demonii.com%3A1337%2Fannounce

    http://torcache.net/torrent/FC0EAF906626817405C7F08F2ED3323BBCA7B3D8.torrent?title=%5Bkickass.to%5Dcriminal.minds.s09e20.blood.relations.1080p.web.dl.dd5.1.h.264.ctrlhd.publichd

    Criminal.Minds.S09E20.Blood.Relations.720p.WEB-DL.DD5.1.H.264-CtrlHD [PublicHD]
    Posted by BOZX verified in TV
    1.29 GB 2 26 min. 1 5
    magnet:?xt=urn:btih:2F6A0B7344F78BEC44FB083A073EA5A5AC2DD75F&dn=criminal+minds+s09e20+blood+relations+720p+web+dl+dd5+1+h+264+ctrlhd+publichd&tr=udp%3A%2F%2Fopen.demonii.com%3A1337%2Fannounce

    http://torcache.net/torrent/2F6A0B7344F78BEC44FB083A073EA5A5AC2DD75F.torrent?title=%5Bkickass.to%5Dcriminal.minds.s09e20.blood.relations.720p.web.dl.dd5.1.h.264.ctrlhd.publichd

    Criminal Minds S09E20 480p HDTV x264-mSD
    Posted by TvTeam verified in TV
    174.45 MB 4 6 hours 1 1
    magnet:?xt=urn:btih:14180332BF5BD7F041667D60800023229C67C7EA&dn=criminal+minds+s09e20+480p+hdtv+x264+msd&tr=http%3A%2F%2Fannounce.torrentsmd.com%3A8080%2Fannounce&tr=udp%3A%2F%2Fopen.demonii.com%3A1337

    http://torcache.net/torrent/14180332BF5BD7F041667D60800023229C67C7EA.torrent?title=%5Bkickass.to%5Dcriminal.minds.s09e20.480p.hdtv.x264.msd

    Criminal Minds S09E20 HDTV XviD-AFG in TV
    355.26 MB 4 7 hours 1 0
    magnet:?xt=urn:btih:98A265AB338E16922D0D7D61CB389C6704EBEF3B&dn=criminal+minds+s09e20+hdtv+xvid+afg&tr=udp%3A%2F%2Ftracker.istole.it%3A80%2Fannounce&tr=udp%3A%2F%2Fopen.demonii.com%3A1337

    http://torcache.net/torrent/98A265AB338E16922D0D7D61CB389C6704EBEF3B.torrent?title=%5Bkickass.to%5Dcriminal.minds.s09e20.hdtv.xvid.afg

    Criminal Minds S09E20 HDTV XviD-AFG
    Posted by TvTeam verified in TV
    355.26 MB 4 7 hours 1 2
    magnet:?xt=urn:btih:90FAF501A7C29DBEC60333B44E8F815C710B1282&dn=criminal+minds+s09e20+hdtv+xvid+afg&tr=http%3A%2F%2Fannounce.torrentsmd.com%3A8080%2Fannounce&tr=udp%3A%2F%2Fopen.demonii.com%3A1337

    http://torcache.net/torrent/90FAF501A7C29DBEC60333B44E8F815C710B1282.torrent?title=%5Bkickass.to%5Dcriminal.minds.s09e20.hdtv.xvid.afg

    Criminal Minds S09E20 HDTV XviD-EVO in TV
    357.6 MB 4 7 hours 0 0
    magnet:?xt=urn:btih:5D7081A93640A26EEB1F9A45A8422A26AEC79E02&dn=criminal+minds+s09e20+hdtv+xvid+evo&tr=udp%3A%2F%2Ftracker.istole.it%3A80%2Fannounce&tr=udp%3A%2F%2Fopen.demonii.com%3A1337

    http://torcache.net/torrent/5D7081A93640A26EEB1F9A45A8422A26AEC79E02.torrent?title=%5Bkickass.to%5Dcriminal.minds.s09e20.hdtv.xvid.evo

    Criminal Minds S09E20 HDTV XviD-EVO
    Posted by TvTeam verified in TV
    357.6 MB 4 7 hours 1 0
    magnet:?xt=urn:btih:5FC545822DD0A740B6179F412FFED386D93D90BE&dn=criminal+minds+s09e20+hdtv+xvid+evo&tr=http%3A%2F%2Fannounce.torrentsmd.com%3A8080%2Fannounce&tr=udp%3A%2F%2Fopen.demonii.com%3A1337

    http://torcache.net/torrent/5FC545822DD0A740B6179F412FFED386D93D90BE.torrent?title=%5Bkickass.to%5Dcriminal.minds.s09e20.hdtv.xvid.evo

    Criminal Minds S09E20 HDTV XviD-FUM[ettv]
    Posted by ettv verified in TV
    349.34 MB 2 7 hours 415 458
    magnet:?xt=urn:btih:3144343E9DD93151EFF695FD2ACA38C61BFE3E93&dn=criminal+minds+s09e20+hdtv+xvid+fum+ettv&tr=udp%3A%2F%2Fcoppersurfer.tk%3A6969%2Fannounce&tr=udp%3A%2F%2Fopen.demonii.com%3A1337

    http://torcache.net/torrent/3144343E9DD93151EFF695FD2ACA38C61BFE3E93.torrent?title=%5Bkickass.to%5Dcriminal.minds.s09e20.hdtv.xvid.fum.ettv

    Criminal Minds S09E20 HDTV x264-LOL [eztv]
    Posted by EZTV verified in TV
    296.46 MB 1 7 hours 6919 5002
    magnet:?xt=urn:btih:A17FF1EEE18F4E97CD59C7BDD0D71D8AED193A4D&dn=criminal+minds+s09e20+hdtv+x264+lol+eztv&tr=udp%3A%2F%2Ftracker.secureboxes.net%3A80%2Fannounce&tr=udp%3A%2F%2Fopen.demonii.com%3A1337

    http://torcache.net/torrent/A17FF1EEE18F4E97CD59C7BDD0D71D8AED193A4D.torrent?title=%5Bkickass.to%5Dcriminal.minds.s09e20.hdtv.x264.lol.eztv

    Criminal Minds S09E20 720p HDTV X264-DIMENSION
    Posted by TvTeam verified in TV
    1.12 GB 5 7 hours 1 0
    magnet:?xt=urn:btih:A2D315D204FA6AA11627BF4F7D9E9B92BAE999E7&dn=criminal+minds+s09e20+720p+hdtv+x264+dimension&tr=http%3A%2F%2Fannounce.torrentsmd.com%3A8080%2Fannounce&tr=udp%3A%2F%2Fopen.demonii.com%3A1337

    http://torcache.net/torrent/A2D315D204FA6AA11627BF4F7D9E9B92BAE999E7.torrent?title=%5Bkickass.to%5Dcriminal.minds.s09e20.720p.hdtv.x264.dimension

    Criminal Minds S09E20 HDTV x264-LOL
    Posted by TvTeam verified in TV
    296.47 MB 4 7 hours 1 1
    magnet:?xt=urn:btih:0606810D7AF4DCA25859408F0D09B2C8C6B8BB4F&dn=criminal+minds+s09e20+hdtv+x264+lol&tr=http%3A%2F%2Fannounce.torrentsmd.com%3A8080%2Fannounce&tr=udp%3A%2F%2Fopen.demonii.com%3A1337

    http://torcache.net/torrent/0606810D7AF4DCA25859408F0D09B2C8C6B8BB4F.torrent?title=%5Bkickass.to%5Dcriminal.minds.s09e20.hdtv.x264.lol

    Criminal.Minds.S09E20.720p.HDTV.X264-DIMENSION [PublicHD]
    Posted by BOZX verified in TV
    1.1 GB 2 7 hours 494 387
    magnet:?xt=urn:btih:53CB319E951E9CFE0DBC8A991AE0FC914A6C010C&dn=criminal+minds+s09e20+720p+hdtv+x264+dimension+publichd&tr=http%3A%2F%2Ftracker.trackerfix.com%2Fannounce&tr=udp%3A%2F%2Fopen.demonii.com%3A1337

    http://torcache.net/torrent/53CB319E951E9CFE0DBC8A991AE0FC914A6C010C.torrent?title=%5Bkickass.to%5Dcriminal.minds.s09e20.720p.hdtv.x264.dimension.publichd

    Criminal.Minds.S09E20.720p.HDTV.X264-DIMENSION[rartv]
    Posted by TryMeS verified in TV
    1.1 GB 3 7 hours 108 61
    magnet:?xt=urn:btih:76D37D737354F164951766078D92183C7C1C449D&dn=criminal+minds+s09e20+720p+hdtv+x264+dimension+rartv&tr=http%3A%2F%2Ftracker.trackerfix.com%2Fannounce&tr=udp%3A%2F%2Fopen.demonii.com%3A1337

    http://torcache.net/torrent/76D37D737354F164951766078D92183C7C1C449D.torrent?title=%5Bkickass.to%5Dcriminal.minds.s09e20.720p.hdtv.x264.dimension.rartv

    Criminal Minds S09E20 HDTV x264-LOL[ettv]
    Posted by ettv verified in TV
    296.46 MB 2 7 hours 34 223
    magnet:?xt=urn:btih:1ADA1A45FD57C92039F145D536F0FBE3B9D57A62&dn=criminal+minds+s09e20+hdtv+x264+lol+ettv&tr=http%3A%2F%2Ftracker.trackerfix.com%2Fannounce&tr=udp%3A%2F%2Fopen.demonii.com%3A1337

    http://torcache.net/torrent/1ADA1A45FD57C92039F145D536F0FBE3B9D57A62.torrent?title=%5Bkickass.to%5Dcriminal.minds.s09e20.hdtv.x264.lol.ettv


    1
    00:00:06,269 –> 00:00:09,338
    [Woman sobbing]

    2
    00:00:17,885 –> 00:00:20,153
    Help me…

    3
    00:00:21,555 –> 00:00:23,790
    Please…

    4
    00:00:25,059 –> 00:00:27,293
    Help me.

    5
    00:00:27,295 –> 00:00:29,028
    [Branch snaps]

    6
    00:00:29,030 –> 00:00:31,097
    Please, oh, Jesus,

    7
    00:00:31,099 –> 00:00:33,566
    don’t let me…

    8
    00:00:33,568 –> 00:00:35,969
    die.

    9
    00:00:35,971 –> 00:00:38,404
    Not like this.

    10
    00:00:38,406 –> 00:00:41,341
    Not like this.

    11
    00:00:41,343 –> 00:00:42,408
    [Crying]

    12
    00:00:42,410 –> 00:00:43,810
    Not like…

    13
    00:00:50,284 –> 00:00:52,318
    You…

    14
    00:01:22,816 –> 00:01:25,351
    [Indistinct sound]

    15
    00:01:41,568 –> 00:01:43,202
    [Knocking]

    16
    00:01:48,075 –> 00:01:49,809
    [Cocks weapon]

    17
    00:02:03,524 –> 00:02:05,692
    [Wrenching sound]

    18
    00:02:17,171 –> 00:02:19,405
    Get your barf bags ready,
    my creatures,

    19
    00:02:19,407 –> 00:02:23,209
    because these pictures are even
    more not pretty than usual.

    20
    00:02:23,211 –> 00:02:26,312
    Clark Howard, till last night,
    in Wheeling, West Virginia.

    21
    00:02:26,314 –> 00:02:28,514
    Murder weapon
    left on the scene,

    22
    00:02:28,516 –> 00:02:30,583
    Morgan:
    Is that barbed wire?

    23
    00:02:30,585 –> 00:02:33,086
    Indeed it is, arranged
    to fit like a noose.

    24
    00:02:33,088 –> 00:02:34,787
    How do you wrap that
    into a noose?

    25
    00:02:34,789 –> 00:02:36,622
    I guess it’s the same way
    that porcupines make love.

    26
    00:02:36,624 –> 00:02:37,890
    Very carefully.

    27
    00:02:37,892 –> 00:02:40,326
    Yeah, but the tensile
    strength wouldn’t allow you

    28
    00:02:40,328 –> 00:02:41,627
    to tie it like rope.

    29
    00:02:41,629 –> 00:02:42,795
    It can if you’re
    strong enough,

    30
    00:02:42,797 –> 00:02:44,630
    which speaks to
    the unsub’s physicality.

    31
    00:02:44,632 –> 00:02:46,799
    And the fact that he twisted a head
    completely around

    32
    00:02:46,801 –> 00:02:48,501
    speaks more to the unsub’s
    physicality.

    33
    00:02:48,503 –> 00:02:50,937
    It’s a redundancy
    in the M.O., isn’t it?

    34
    00:02:50,939 –> 00:02:52,905
    The unsub possibly
    tried to hang–

    35
    00:02:52,907 –> 00:02:54,607
    Reid: Or decapitate.

    36
    00:02:54,609 –> 00:02:57,043
    Yeah, or decapitate
    Clark Howard.

    37
    00:02:57,045 –> 00:02:59,479
    The noose wasn’t effective,
    so he kills him by hand.

    38
    00:02:59,481 –> 00:03:01,614
    Report says
    he’s victim number two.

    39
    00:03:01,616 –> 00:03:03,149
    Who’s victim number one?

    40
    00:03:03,151 –> 00:03:04,817
    That would be
    Matthias Lee.

    41
    00:03:04,819 –> 00:03:06,586
    Mr. Lee was killed
    when he was out hunting.

    42
    00:03:06,588 –> 00:03:09,255
    He was caught in a bear trap.
    Accident, you say?

    43
    00:03:09,257 –> 00:03:11,791
    I say, no, because
    the bear trap was launched

    44
    00:03:11,793 –> 00:03:14,427
    from a makeshift projectile
    hidden inside a tree,

    45
    00:03:14,429 –> 00:03:16,095
    and it was also
    lined with barbed wire,

    46
    00:03:16,097 –> 00:03:18,131
    which is why Wheeling P.D.
    has invited us in.

    47
    00:03:18,133 –> 00:03:20,099
    Well, both victims were hunters,
    but the way they were killed,

    48
    00:03:20,101 –> 00:03:21,702
    it looks like the unsub
    was hunting them.

    49
    00:03:21,703 –> 00:03:23,269
    And even though
    both men were armed

    50
    00:03:23,271 –> 00:03:24,937
    and should have had
    the upper hand,

    51
    00:03:24,939 –> 00:03:26,572
    he was skilled enough
    to use stealth

    52
    00:03:26,574 –> 00:03:28,408
    and the environment
    to surprise them.

    53
    00:03:28,410 –> 00:03:30,376
    And in order to find this unsub,
    we’re gonna have to do it

    54
    00:03:30,378 –> 00:03:32,845
    on his turf, where
    he’s got the advantage,

    55
    00:03:32,847 –> 00:03:36,049
    and he’s gonna
    see us coming.

    56
    00:04:34,551 –> 00:04:38,551
    ♪ Criminal Minds 9×20 ♪
    Blood Relations
    Original Air Date on April 2, 2014

    57
    00:04:38,576 –> 00:04:43,576
    == sync, corrected by elderman ==
    @elder_man

    58
    00:04:43,601 –> 00:05:04,474

    59
    00:05:13,608 –> 00:05:17,311
    Blake: “The past is never dead.
    It is not even past.”

    60
    00:05:17,313 –> 00:05:18,946
    William Faulkner.

    61
    00:05:18,948 –> 00:05:21,482
    Two murders in two days.

    62
    00:05:21,484 –> 00:05:23,250
    Do the police have any leads

    63
    00:05:23,252 –> 00:05:24,785
    on who would want
    these men dead?

    64
    00:05:24,787 –> 00:05:26,520
    They did,
    until he was killed.

    65
    00:05:26,522 –> 00:05:29,256
    Wheeling P.D. was circling Clark Howard
    for the murder of Matthias Lee.

    66
    00:05:29,258 –> 00:05:31,725
    It’s easy to see why.
    Looking at their case histories,

    67
    00:05:31,727 –> 00:05:33,805
    both men filed dozens
    of harassment and nuisance

    68
    00:05:33,830 –> 00:05:35,230
    lawsuits against each other,

    69
    00:05:35,231 –> 00:05:37,798
    including unfounded claims
    of burglary and trespassing.

    70
    00:05:37,800 –> 00:05:41,302
    Then, in 2011, Matthias Lee
    filed a civil complaint

    71
    00:05:41,304 –> 00:05:44,305
    against Clark Howard
    “to kiss his ass.”

    72
    00:05:44,307 –> 00:05:49,076
    Clark Howard responded
    with a motion to go…

    73
    00:05:49,078 –> 00:05:50,844
    You can’t actually do that
    with the male anatomy.

    74
    00:05:50,846 –> 00:05:54,315
    Ok, so maybe this isn’t
    one unsub, then.

    75
    00:05:54,317 –> 00:05:56,750
    Maybe this is just
    tit-for-tat revenge murders.

    76
    00:05:56,752 –> 00:05:59,086
    Sure. Clark Howard uses
    the barbed wire

    77
    00:05:59,088 –> 00:06:00,221
    for murder number one,

    78
    00:06:00,223 –> 00:06:01,555
    and then the unsub
    gets him back

    79
    00:06:01,557 –> 00:06:03,324
    by hanging him with it
    for murder number two.

    80
    00:06:03,326 –> 00:06:05,125
    We need to dig deep in the
    family and friends, then.

    81
    00:06:05,127 –> 00:06:06,460
    That’s our suspect pool.

    82
    00:06:06,462 –> 00:06:09,430
    They’re gonna be reluctant
    to talk to federal agents.

    83
    00:06:09,432 –> 00:06:11,232
    It’s not like we’re very popular
    in this neck of the woods.

    84
    00:06:11,234 –> 00:06:13,934
    Blake, you and JJ see who you can
    get to come to the table.

    85
    00:06:13,936 –> 00:06:16,937
    Reid, look into where the unsub
    or unsubs are getting this barbed wire.

    86
    00:06:16,939 –> 00:06:19,340
    Dave and Morgan, find out
    what you can about the victims,

    87
    00:06:19,342 –> 00:06:20,541
    what else they might
    have been involved in

    88
    00:06:20,543 –> 00:06:23,244
    that could have
    gotten them killed.

    89
    00:06:23,246 –> 00:06:26,814
    I can’t quite tell you why those
    two boys hated each other,

    90
    00:06:26,816 –> 00:06:28,148
    just that they did.

    91
    00:06:28,150 –> 00:06:30,251
    According to one of
    Matthias Lee’s restraining orders,

    92
    00:06:30,253 –> 00:06:32,620
    he not only wanted
    Clark Howard kept 50 feet away,

    93
    00:06:32,622 –> 00:06:34,321
    but the entire
    Howard family.

    94
    00:06:34,323 –> 00:06:35,856
    If the animosity
    extends to the families,

    95
    00:06:35,858 –> 00:06:38,192
    how many potential suspects
    are we talking about?

    96
    00:06:38,194 –> 00:06:39,260
    It could be all of them.

    97
    00:06:39,262 –> 00:06:41,695
    And it could be
    none of them.

    98
    00:06:41,697 –> 00:06:44,431
    Agent Hotchner, we see
    this all the time.

    99
    00:06:44,433 –> 00:06:46,267
    A fella hates
    another fella,

    100
    00:06:46,269 –> 00:06:48,135
    then a brother
    gets involved.

    101
    00:06:48,137 –> 00:06:49,470
    And then a cousin.

    102
    00:06:49,472 –> 00:06:51,639
    You know, they get
    convinced that the reason

    103
    00:06:51,641 –> 00:06:54,541
    they can’t find work
    or can’t find a woman

    104
    00:06:54,543 –> 00:06:56,610
    or can’t get off of oxys,
    ’cause of that other family.

    105
    00:06:56,612 –> 00:06:58,646
    So the mom and dad
    of the two victims

    106
    00:06:58,648 –> 00:07:00,014
    have agreed
    to talk to us.

    107
    00:07:00,016 –> 00:07:03,217
    Who is that?
    Cissy Howard, Malachi Lee?

    108
    00:07:03,219 –> 00:07:06,487
    Yes. And Cissy would only
    come in on one condition.

    109
    00:07:06,489 –> 00:07:09,923
    She told me if she even smelled
    Malachi Lee, she would walk,

    110
    00:07:09,925 –> 00:07:12,426
    and when she asked me what
    that specific smell was,

    111
    00:07:12,428 –> 00:07:14,161
    he said,
    “dip and beard lice.”

    112
    00:07:14,163 –> 00:07:17,197
    Can we arrange to have them
    come in separate entrances?

    113
    00:07:17,199 –> 00:07:18,599
    Sure can.

    114
    00:07:18,601 –> 00:07:20,834
    So we’ll have Mrs. Howard
    at 12:00 and Mr. Lee at 12:30.

    115
    00:07:20,836 –> 00:07:23,370
    Won’t that risk them
    running into each other?

    116
    00:07:23,372 –> 00:07:25,039
    Exactly.

    117
    00:07:25,041 –> 00:07:27,241
    Cause of death
    is straightforward.

    118
    00:07:27,243 –> 00:07:30,711
    Thwack and whack,
    respectively.

    119
    00:07:32,981 –> 00:07:34,982
    Did the M.E. mark this
    on Clark Howard’s hand?

    120
    00:07:34,984 –> 00:07:36,283
    What’s that?

    121
    00:07:36,285 –> 00:07:37,651
    Burn marks.

    122
    00:07:37,653 –> 00:07:39,286
    Chemical burns, it looks like.

    123
    00:07:39,288 –> 00:07:41,789
    Yeah. “Victim had burns
    on fingers and hands

    124
    00:07:41,791 –> 00:07:45,125
    consistent with lye.”

    125
    00:07:45,127 –> 00:07:47,961
    Rossi, they’re on Matthias Lee’s
    hands and wrists, too.

    126
    00:07:47,963 –> 00:07:49,630
    It’s almost like
    they were splashed on,

    127
    00:07:49,632 –> 00:07:51,432
    as if he was cooking
    with it or something.

    128
    00:07:51,434 –> 00:07:54,301
    Intuition tells me
    these boys were making meth.

    129
    00:07:54,303 –> 00:07:56,837
    And if they were trying
    to make each other’s lives miserable,

    130
    00:07:56,839 –> 00:07:58,872
    they probably weren’t
    just making it.

    131
    00:07:58,874 –> 00:08:00,841
    They were selling it.

    132
    00:08:00,843 –> 00:08:02,409
    Reid: I talked to 3 farmers

    133
    00:08:02,411 –> 00:08:05,446
    who had 3 different strands
    of barbed wire stolen.

    134
    00:08:05,448 –> 00:08:06,914
    None of them saw the thief,

    135
    00:08:06,916 –> 00:08:10,050
    but they all swear
    it was the same person.

    136
    00:08:10,052 –> 00:08:12,519
    The mountain man.

    137
    00:08:13,355 –> 00:08:16,123
    Should we have Garcia
    look into it

    138
    00:08:16,125 –> 00:08:17,825
    as a pseudonym?

    139
    00:08:17,827 –> 00:08:19,593
    I’m thinking maybe
    we should hold off on that.

    140
    00:08:19,595 –> 00:08:21,196
    The mountain man seems
    to be a confluence

    141
    00:08:21,197 –> 00:08:22,596
    of several local legends.

    142
    00:08:22,598 –> 00:08:25,099
    Some say he’s part of the backwoods
    Appalachian population,

    143
    00:08:25,101 –> 00:08:27,101
    others say he’s a confederate holdout
    trying to start a second civil war

    144
    00:08:27,103 –> 00:08:28,602
    to turn brother
    against brother,

    145
    00:08:28,604 –> 00:08:30,671
    but the one thing
    they all could agree upon

    146
    00:08:30,673 –> 00:08:32,773
    is if you go into
    a darkened bathroom

    147
    00:08:32,775 –> 00:08:35,075
    and you chant “I hate
    the mountain man” 3 times,

    148
    00:08:35,077 –> 00:08:36,864
    he’ll pop up and kill you

    149
    00:08:36,889 –> 00:08:38,891
    the next time you hear
    Lynyrd Skynyrd on the radio.

    150
    00:08:39,682 –> 00:08:42,683
    So you’re sure the theft from
    the farms match the crime scenes?

    151
    00:08:42,685 –> 00:08:44,118
    Yeah. Barbed wire’s actually
    quite specific

    152
    00:08:44,120 –> 00:08:45,953
    depending on what type
    of livestock you’re trying to keep in

    153
    00:08:45,955 –> 00:08:47,755
    and what type of rustlers
    you’re trying to keep out.

    154
    00:08:47,757 –> 00:08:50,958
    In this case, the concertina
    formation was exactly what was used

    155
    00:08:50,960 –> 00:08:52,726
    to kill Clark Howard
    and Matthias Lee.

    156
    00:08:52,728 –> 00:08:55,829
    Except, we have two murders,
    but you talked to 3 farmers.

    157
    00:08:55,831 –> 00:08:57,731
    Yeah. Wire number 3
    hasn’t been found yet.

    158
    00:08:57,733 –> 00:08:58,866
    That’s not good.

    159
    00:08:58,868 –> 00:09:00,534
    No, it is not.

    160
    00:09:00,536 –> 00:09:03,170
    You gonna catch the snicklefritz
    that done this to my baby?

    161
    00:09:03,172 –> 00:09:04,171
    Yes, ma’am.

    162
    00:09:04,173 –> 00:09:05,706
    You better.

    163
    00:09:05,708 –> 00:09:08,609
    Tell me, why did Clark
    and Matthias hate each other?

    164
    00:09:08,611 –> 00:09:10,944
    Don’t rightly know.

    165
    00:09:10,946 –> 00:09:13,347
    Some bad blood.

    166
    00:09:14,749 –> 00:09:17,317
    “I wouldn’t put him out
    if he was on fire.

    167
    00:09:17,319 –> 00:09:19,820
    But I might light
    a cigarette off him.”

    168
    00:09:19,822 –> 00:09:22,022
    These are your son’s words
    when he was questioned.

    169
    00:09:22,024 –> 00:09:24,892
    And my words to him were,
    Clark, if you so much

    170
    00:09:24,894 –> 00:09:27,594
    as hurt a hair on
    Matthias Lee’s head,

    171
    00:09:27,596 –> 00:09:30,697
    I will smite you
    like Jeroboam.

    172
    00:09:32,267 –> 00:09:34,435
    You don’t even know
    who that is, do you?

    173
    00:09:34,437 –> 00:09:36,570
    Second Kings,
    old testament.

    174
    00:09:36,572 –> 00:09:38,472
    He followed in succession
    after King David.

    175
    00:09:38,474 –> 00:09:40,574
    God killed his son,
    his wife, and ultimately him.

    176
    00:09:40,576 –> 00:09:44,077
    So, you got some book learnin’.
    Well, good for you.

    177
    00:09:44,079 –> 00:09:47,080
    Don’t mean you got the sense
    to catch my boy’s killer.

    178
    00:09:47,082 –> 00:09:50,884
    ‘Cause I can tell you think
    I’m lyin’ to you.

    179
    00:09:50,886 –> 00:09:54,455
    Well, let me tell you
    something, Mr. FBI man.

    180
    00:09:54,457 –> 00:09:57,858
    My son is innocent
    of harming that Lee boy.

    181
    00:09:57,860 –> 00:10:00,527
    ‘Cause his words
    to them cops,

    182
    00:10:00,529 –> 00:10:04,431
    those were the words
    of stupidity and bravado.

    183
    00:10:04,433 –> 00:10:07,468
    But my words to him…

    184
    00:10:07,470 –> 00:10:10,504
    In my family,
    under my roof,

    185
    00:10:10,506 –> 00:10:14,241
    my word is law.

    186
    00:10:14,243 –> 00:10:18,078
    Now, we done?

    187
    00:10:21,015 –> 00:10:24,184
    Mr. Lee, please.

    188
    00:10:26,988 –> 00:10:31,191
    All right, will you
    answer one question?

    189
    00:10:31,193 –> 00:10:34,194
    Who do you think is
    behind Matthias’ murder?

    190
    00:10:36,698 –> 00:10:38,765
    Mrs. Jareau–

    191
    00:10:38,767 –> 00:10:40,000
    Agent Jareau.

    192
    00:10:40,002 –> 00:10:41,902
    It’s Mrs. Jareau.

    193
    00:10:41,904 –> 00:10:43,537
    Unless that ring
    on your finger

    194
    00:10:43,539 –> 00:10:45,706
    is some kind of lesbian thing.

    195
    00:10:45,708 –> 00:10:48,509
    I know how you all
    like to do it up there in D.C.

    196
    00:10:48,511 –> 00:10:53,547
    You see, this here
    is a family matter.

    197
    00:10:53,549 –> 00:10:55,182
    And we would appreciate it

    198
    00:10:55,184 –> 00:10:59,453
    if the federal government
    just back off.

    199
    00:10:59,455 –> 00:11:02,122
    [Text message tone]

    200
    00:11:05,493 –> 00:11:06,493
    Ok.

    201
    00:11:06,495 –> 00:11:08,462
    You’re free to go.

    202
    00:11:08,464 –> 00:11:11,732
    I’ll escort you
    out of the station.

    203
    00:11:16,905 –> 00:11:18,338
    [Elevator bell dings]

    204
    00:11:18,340 –> 00:11:19,973
    Oh, hold the elevator.

    205
    00:11:27,482 –> 00:11:30,017
    Where are you parked,
    Mr. Lee?

    206
    00:11:31,185 –> 00:11:33,720
    Malachi?

    207
    00:11:33,722 –> 00:11:35,689
    P2.

    208
    00:11:45,567 –> 00:11:49,269
    You visit your daddy’s
    grave recently?

    209
    00:11:50,605 –> 00:11:53,206
    You visit yours?

    210
    00:12:01,015 –> 00:12:03,951
    Per my sweet JJ’s request,
    I have combed through the lives

    211
    00:12:03,953 –> 00:12:05,619
    of the Lee and Howard fathers.

    212
    00:12:05,621 –> 00:12:07,654
    Now, going backwards,
    there’s nothing particularly compelling

    213
    00:12:07,656 –> 00:12:09,122
    about either of their graves,

    214
    00:12:09,124 –> 00:12:12,593
    but, holy cow,
    everything before it is.

    215
    00:12:12,595 –> 00:12:14,294
    So, gather around
    the campfire, my friends,

    216
    00:12:14,296 –> 00:12:15,762
    ’cause this one
    is quite the story.

    217
    00:12:15,764 –> 00:12:17,531
    Ok, so the family forefathers,

    218
    00:12:17,533 –> 00:12:19,833
    Carl Howard and Munroe Lee,
    specifically,

    219
    00:12:19,835 –> 00:12:22,936
    grew up in the Wheeling area
    circa prohibition time.

    220
    00:12:22,938 –> 00:12:24,972
    And they were competing
    moonshine runners.

    221
    00:12:24,974 –> 00:12:26,540
    Which started
    a family feud.

    222
    00:12:26,542 –> 00:12:29,109
    Did it ever.
    An exceptionally bloody one.

    223
    00:12:29,111 –> 00:12:31,078
    Cousins, spouses, children.

    224
    00:12:31,080 –> 00:12:32,212
    No one was spared.

    225
    00:12:32,214 –> 00:12:33,647
    Reid: How long
    did the violence last?

    226
    00:12:33,649 –> 00:12:35,515
    Until the passage
    of the 21st amendment.

    227
    00:12:35,517 –> 00:12:39,319
    Once firewater became legal, they lost
    their bloodthirstiness-ness.

    228
    00:12:39,321 –> 00:12:42,022
    Blake: Until Clark Matthias
    brought it back.

    229
    00:12:42,024 –> 00:12:45,225
    The new underground market brought
    back old rivalries to the surface.

    230
    00:12:45,227 –> 00:12:48,662
    It’s only a matter of time before
    the Howards attack the Lees again.

    231
    00:12:48,664 –> 00:12:51,098
    I mean, they were basically
    announcing it to us in the elevator.

    232
    00:12:51,100 –> 00:12:53,133
    We’ve got to find a way
    to defuse the situation

    233
    00:12:53,135 –> 00:12:55,535
    or these families will
    tear each other apart.

    234
    00:12:56,504 –> 00:12:58,205
    That’s excellent.

    235
    00:12:58,207 –> 00:13:00,641
    That is excellent.

    236
    00:13:00,643 –> 00:13:02,509
    And on behalf of my father,
    I want to thank you

    237
    00:13:02,511 –> 00:13:04,311
    for doing business with us.

    238
    00:13:04,313 –> 00:13:05,445
    [Laughing]

    239
    00:13:05,447 –> 00:13:07,914
    Well, I know you have
    your choices for product

    240
    00:13:07,916 –> 00:13:10,350
    in the Wheeling area,
    so the fact that you’re favoring us–

    241
    00:13:10,352 –> 00:13:11,685
    [engine starting,
    woman screaming]

    242
    00:13:11,687 –> 00:13:12,686
    Maddie!

    243
    00:13:12,688 –> 00:13:16,723
    [Engine revving]
    [Screaming]

    244
    00:13:16,725 –> 00:13:18,925
    [Tires squealing]

    245
    00:13:21,796 –> 00:13:23,063
    [Screaming]

    246
    00:13:23,065 –> 00:13:25,632
    Oh, please! [Sobbing]

    247
    00:13:25,634 –> 00:13:27,934
    Oh, please! Oh, God!

    248
    00:13:27,936 –> 00:13:31,905
    [Sobbing, screaming]

    249
    00:13:38,279 –> 00:13:39,946
    Aah!

    250
    00:13:39,948 –> 00:13:41,381
    No!

    251
    00:13:54,803 –> 00:13:56,881
    Why aren’t you people
    stopping this?

    252
    00:13:56,882 –> 00:13:57,914
    We’re trying to, but–

    253
    00:13:57,916 –> 00:14:00,650
    But what?!
    They killed my wife!

    254
    00:14:00,652 –> 00:14:02,986
    Ok. It’s all right.

    255
    00:14:02,988 –> 00:14:05,655
    You know, it’s obviously
    the Howards that are doing this.

    256
    00:14:05,657 –> 00:14:07,323
    Why? What’s going on
    between the two families?

    257
    00:14:07,325 –> 00:14:09,225
    That’s none of your
    damn business.

    258
    00:14:09,227 –> 00:14:11,060
    It is now.

    259
    00:14:13,163 –> 00:14:14,731
    Is it crystal meth?

    260
    00:14:14,733 –> 00:14:17,533
    Ohh. I see. Of course.

    261
    00:14:18,679 –> 00:14:21,714
    So we’re just a bunch of
    dumb West Virginia hicks.

    262
    00:14:21,716 –> 00:14:23,349
    We must be cooking meth.

    263
    00:14:23,351 –> 00:14:25,184
    I tell you what.
    You search my house

    264
    00:14:25,186 –> 00:14:26,652
    and you search
    my bank account

    265
    00:14:26,654 –> 00:14:29,555
    and you come back
    and tell me that I’m dealing drugs.

    266
    00:14:31,158 –> 00:14:34,026
    I thought you were
    smarter than that.

    267
    00:14:36,897 –> 00:14:39,298
    JJ…

    268
    00:14:39,300 –> 00:14:40,366
    Bad?

    269
    00:14:40,368 –> 00:14:42,535
    Yeah.
    Head taken clean off.

    270
    00:14:42,537 –> 00:14:44,603
    And we found the third piece
    of barbed wire

    271
    00:14:44,605 –> 00:14:45,571
    that Reid reported stolen.

    272
    00:14:45,573 –> 00:14:46,906
    It doesn’t mean
    this is over.

    273
    00:14:46,908 –> 00:14:49,575
    We profiled a series
    of retaliatory attacks.

    274
    00:14:49,577 –> 00:14:53,345
    Right now it’s Howards two,
    Lees, one.

    275
    00:14:54,347 –> 00:14:55,681
    Hotch.

    276
    00:14:58,685 –> 00:15:00,286
    Mrs. Howard.

    277
    00:15:00,288 –> 00:15:03,923
    Heard through the grapevine
    you’re looking for an old Monte Carlo.

    278
    00:15:03,925 –> 00:15:05,825
    You know someone
    who drives a car like that?

    279
    00:15:05,827 –> 00:15:07,893
    I know someone who don’t.

    280
    00:15:07,895 –> 00:15:11,630
    Here’s a copy of every vehicle registered
    in the Howard family name.

    281
    00:15:11,632 –> 00:15:13,899
    That’s all well and good,
    Mrs. Howard,

    282
    00:15:13,901 –> 00:15:16,469
    but when someone’s
    this eager to prove their innocence,

    283
    00:15:16,471 –> 00:15:17,803
    it makes us wonder.

    284
    00:15:17,805 –> 00:15:19,238
    Well, it’s true enough.

    285
    00:15:19,240 –> 00:15:21,640
    There’s no love lost between
    the Howards and the Lees.

    286
    00:15:21,642 –> 00:15:23,705
    But we would never hurt
    a woman who did nothing

    287
    00:15:23,730 –> 00:15:26,578
    but raising her babies.

    288
    00:15:27,281 –> 00:15:29,548
    We didn’t do this,
    agent Hotchner.

    289
    00:15:29,550 –> 00:15:31,484
    You’ll see.

    290
    00:15:33,453 –> 00:15:36,155
    My men are all here.
    We’re ready for your profile.

    291
    00:15:36,157 –> 00:15:39,291
    We need a little more time.

    292
    00:16:15,729 –> 00:16:19,598
    [Sobbing] Oh, mama.

    293
    00:16:19,600 –> 00:16:22,601
    Mama…Help…

    294
    00:16:22,603 –> 00:16:25,404
    Ok, if we hit the reset
    button on the profile,

    295
    00:16:25,406 –> 00:16:26,572
    what do we have?

    296
    00:16:26,574 –> 00:16:28,240
    Well, the behavior
    points to one obvious theory.

    297
    00:16:28,242 –> 00:16:30,509
    Revenge murders stoking
    the fire of a family feud.

    298
    00:16:30,511 –> 00:16:32,144
    With the forensic evidence
    to back it up.

    299
    00:16:32,146 –> 00:16:34,580
    Physical evidence
    of methamphetamine production.

    300
    00:16:34,582 –> 00:16:36,282
    The only problem is every time
    we dig a little deeper

    301
    00:16:36,284 –> 00:16:38,551
    into the families,
    that theory falls apart.

    302
    00:16:38,553 –> 00:16:40,286
    The Howards are certainly
    doing everything they can

    303
    00:16:40,288 –> 00:16:41,987
    to prove this isn’t
    about revenge for them.

    304
    00:16:41,989 –> 00:16:43,956
    But the unsub want the families
    to think that it is.

    305
    00:16:43,958 –> 00:16:46,792
    What if it’s an outsider like you
    would see in the drug cartel model?

    306
    00:16:46,794 –> 00:16:48,861
    One supplier eliminates
    two major competitors

    307
    00:16:48,863 –> 00:16:50,930
    by getting them
    to fight with each other.

    308
    00:16:50,932 –> 00:16:52,765
    Except what are they
    fighting over?

    309
    00:16:52,767 –> 00:16:55,734
    Miles Lee made a good point
    when I questioned him.

    310
    00:16:55,736 –> 00:16:57,179
    There is nothing in his home
    or bank account

    311
    00:16:57,204 –> 00:16:59,072
    to indicate he was a dealer.

    312
    00:16:59,073 –> 00:17:00,239
    Garcia: Ready, ready.

    313
    00:17:00,241 –> 00:17:02,541
    So Garcia and I
    dug a little deeper. Take it away.

    314
    00:17:02,543 –> 00:17:03,562
    I did some peeking

    315
    00:17:03,587 –> 00:17:06,690
    into both the Lee and Howard
    online shopping activity.

    316
    00:17:07,048 –> 00:17:09,415
    Here’s what I found.
    In addition to lye,

    317
    00:17:09,417 –> 00:17:10,916
    they bought–are you ready?

    318
    00:17:10,918 –> 00:17:12,685
    Sodium hydroxide,
    methanol,

    319
    00:17:12,687 –> 00:17:14,853
    mixing beakers,
    digital scales,

    320
    00:17:14,855 –> 00:17:16,455
    safety glasses,
    gloves, aprons–

    321
    00:17:16,457 –> 00:17:17,890
    All of which
    you need for meth.

    322
    00:17:17,892 –> 00:17:21,727
    But the arrest record in the community
    told a different story.

    323
    00:17:21,729 –> 00:17:24,730
    Neither the Howards nor the Lees
    are even tangentially involved.

    324
    00:17:24,732 –> 00:17:26,232
    Garcia, where were
    the purchases shipped?

    325
    00:17:26,234 –> 00:17:28,200
    Uh, the Howards
    spread them out.

    326
    00:17:28,202 –> 00:17:31,604
    The other side just sent them
    to one address, Malachi Lee’s farm.

    327
    00:17:31,606 –> 00:17:34,440
    We don’t have a profile until we know
    what the family business is.

    328
    00:17:34,442 –> 00:17:36,008
    Let’s go get some answers.

    329
    00:17:36,010 –> 00:17:37,476
    Thanks, Garcia.

    330
    00:17:43,583 –> 00:17:46,452
    [Gunfire]

    331
    00:17:50,490 –> 00:17:51,824
    Show me your hands!
    Don’t shoot!

    332
    00:17:51,826 –> 00:17:54,793
    Show me your hands!
    Don’t shoot!

    333
    00:17:54,795 –> 00:17:58,097
    On your knees! Now!

    334
    00:17:59,032 –> 00:18:02,301
    Don’t shoot. You gonna
    blow us all sky high.

    335
    00:18:02,303 –> 00:18:05,004
    We comin’ out.
    Put down the weapons.

    336
    00:18:05,006 –> 00:18:06,372
    Put ‘em down!

    337
    00:18:06,374 –> 00:18:07,773
    I’m the one who opened
    fire, not my kids.

    338
    00:18:07,775 –> 00:18:09,308
    You didn’t say
    who you were.

    339
    00:18:09,310 –> 00:18:10,576
    We thought
    you was the Howards.

    340
    00:18:10,578 –> 00:18:11,944
    We’re FBI. How’s that?

    341
    00:18:11,946 –> 00:18:14,780
    It’s still private property.
    You’re trespassin’.

    342
    00:18:14,782 –> 00:18:17,249
    You need a warrant.
    You can’t go in there.

    343
    00:18:17,251 –> 00:18:19,251
    Couldn’t agree with you more.

    344
    00:18:33,099 –> 00:18:35,601
    There’s no ventilation.

    345
    00:18:35,603 –> 00:18:36,935
    If they were cooking
    meth in here,

    346
    00:18:36,937 –> 00:18:38,437
    they’d all be dead
    from the fumes.

    347
    00:18:38,439 –> 00:18:40,472
    So what exactly
    are they cooking?

    348
    00:18:40,474 –> 00:18:42,174
    It smells like cooking oil.

    349
    00:18:45,011 –> 00:18:48,180
    More like used cooking oil.

    350
    00:18:48,982 –> 00:18:50,616
    Waste runoff collected
    by restaurants

    351
    00:18:50,618 –> 00:18:53,986
    and just thrown out
    like garbage.

    352
    00:18:54,954 –> 00:18:56,922
    I think I might know
    what they’re up to.

    353
    00:18:56,924 –> 00:18:59,224
    I started reading
    about biofuel,

    354
    00:18:59,226 –> 00:19:02,061
    where you take a clean-burning
    waste product like used cooking oil

    355
    00:19:02,063 –> 00:19:04,029
    and you turn it into
    an ethanol gas.

    356
    00:19:04,031 –> 00:19:05,831
    I know the conversion
    method’s similar to meth.

    357
    00:19:05,833 –> 00:19:07,766
    Yeah, but,
    only this stuff is legal.

    358
    00:19:07,768 –> 00:19:10,836
    And believe it or not,
    it’s way more profitable.

    359
    00:19:10,838 –> 00:19:12,404
    Dave, wait!

    360
    00:19:16,776 –> 00:19:19,278
    Why didn’t you tell us
    this is what you were selling?

    361
    00:19:19,280 –> 00:19:22,314
    ‘Cause if the outsiders knew
    how much money we were making,

    362
    00:19:22,316 –> 00:19:24,650
    we’d become targets.

    363
    00:19:24,652 –> 00:19:26,985
    You already are.

    364
    00:19:53,012 –> 00:19:54,980
    Guys, I’m a little worried
    I wasted my time

    365
    00:19:54,982 –> 00:19:56,415
    being an expert in my field,

    366
    00:19:56,417 –> 00:19:58,951
    because this biofuel thing
    has a massive payout.

    367
    00:19:58,953 –> 00:20:01,420
    How much money
    are we talking about?

    368
    00:20:01,422 –> 00:20:04,323
    We’re talking in the hundreds
    of millions of dollars.

    369
    00:20:04,325 –> 00:20:07,393
    So, it turns out
    the Lee and Howard families

    370
    00:20:07,395 –> 00:20:08,927
    took all of their old moonshine

    371
    00:20:08,929 –> 00:20:10,929
    and other suspicious
    manufacturing infrastructure

    372
    00:20:10,931 –> 00:20:13,499
    to create highly efficient
    conversion methods.

    373
    00:20:13,501 –> 00:20:15,167
    Only now they’re both
    in the process of selling them.

    374
    00:20:15,169 –> 00:20:16,168
    To whom?

    375
    00:20:16,170 –> 00:20:17,503
    To a West Virginia company

    376
    00:20:17,505 –> 00:20:20,078
    that wants total control
    of the biofuel market in the state.

    377
    00:20:20,079 –> 00:20:21,445
    Well, if our profile
    is right,

    378
    00:20:21,447 –> 00:20:23,180
    someone didn’t want
    to deal to go through.

    379
    00:20:23,182 –> 00:20:25,916
    Maybe the sellers are sabotaging it
    to drive down the price.

    380
    00:20:25,918 –> 00:20:28,619
    Yeah, but there are easier ways
    to do that than resorting to murder.

    381
    00:20:28,621 –> 00:20:30,087
    Someone in the community, then?

    382
    00:20:30,089 –> 00:20:32,957
    Malachi kept it a secret because
    he didn’t want outsiders to know.

    383
    00:20:32,959 –> 00:20:34,658
    The Howards would behave
    with the same self-interest.

    384
    00:20:34,660 –> 00:20:36,093
    Only family members
    would know.

    385
    00:20:36,095 –> 00:20:38,796
    It doesn’t make sense.
    If the unsub’s a family member,

    386
    00:20:38,798 –> 00:20:41,132
    he’s blowing his
    one big chance to get rich.

    387
    00:20:41,134 –> 00:20:43,067
    Unless he were frozen
    out of the deal.

    388
    00:20:43,069 –> 00:20:46,303
    Garcia, run the names on the
    contracts against both family trees.

    389
    00:20:46,305 –> 00:20:47,671
    Done.
    Anybody excluded?

    390
    00:20:47,673 –> 00:20:50,674
    There’s a distant cousin
    on the Howard side–

    391
    00:20:50,676 –> 00:20:51,842
    Caleb. Black sheep.

    392
    00:20:51,844 –> 00:20:54,311
    In and out of jail
    for larceny.

    393
    00:20:54,313 –> 00:20:55,880
    Stealing from farms,
    specifically.

    394
    00:20:55,882 –> 00:20:57,047
    Where is he now?

    395
    00:20:57,049 –> 00:20:58,215
    No known address.

    396
    00:20:58,217 –> 00:20:59,950
    It’s a good bet Cissy knows.

    397
    00:20:59,952 –> 00:21:01,218
    We should pay her a visit.

    398
    00:21:01,220 –> 00:21:03,053
    Well, before you do,
    you should know that Caleb

    399
    00:21:03,055 –> 00:21:04,444
    is on an FBI watchlist.

    400
    00:21:04,469 –> 00:21:06,591
    Apparently, he was part of
    an underground organization

    401
    00:21:06,592 –> 00:21:09,160
    that wanted the, quote,

    402
    00:21:09,162 –> 00:21:11,896
    “real south to secede
    from the false south.”

    403
    00:21:11,898 –> 00:21:15,099
    End quote. Last reported
    seen deep in the Appalachian woods.

    404
    00:21:15,101 –> 00:21:16,333
    Oh, my God.

    405
    00:21:16,335 –> 00:21:17,568
    The mountain man.

    406
    00:21:17,570 –> 00:21:20,437
    The legend Reid heard
    from the farmers.

    407
    00:21:20,439 –> 00:21:23,307
    According to them, he was part of
    the Appalachian population

    408
    00:21:23,309 –> 00:21:25,075
    and he wanted to start
    a second civil war.

    409
    00:21:25,077 –> 00:21:28,913
    They were describing
    the unsub and we didn’t realize it.

    410
    00:21:28,915 –> 00:21:32,216
    I believe in the God
    of mercy,

    411
    00:21:32,218 –> 00:21:34,885
    in the God of compassion.

    412
    00:21:36,688 –> 00:21:41,192
    But that’s not
    the God I need right now.

    413
    00:21:41,194 –> 00:21:44,395
    I am praying
    to the God of Vengeance.

    414
    00:21:44,397 –> 00:21:46,664
    The God of Anger.

    415
    00:21:46,666 –> 00:21:52,336
    The God of locusts
    and boils and floods.

    416
    00:21:52,338 –> 00:21:56,740
    Someone is hurting
    my family, God.

    417
    00:21:58,176 –> 00:22:02,813
    And I need your power
    to help me smite my enemy.

    418
    00:22:02,815 –> 00:22:05,382
    [Glass shatters]

    419
    00:22:11,623 –> 00:22:13,324
    Thank you.

    420
    00:22:32,777 –> 00:22:34,745
    [Creaking]

    421
    00:22:34,747 –> 00:22:38,716
    Oh, I got you,
    you son of a bitch.

    422
    00:22:59,994 –> 00:23:01,862
    Her car’s still here,
    but she isn’t.

    423
    00:23:01,864 –> 00:23:03,330
    Between this and the break-in,

    424
    00:23:03,332 –> 00:23:04,798
    the unsub must
    have come for her.

    425
    00:23:04,800 –> 00:23:06,633
    He’s never kidnapped
    a victim before.

    426
    00:23:06,635 –> 00:23:08,569
    Why didn’t he kill her
    on the spot?

    427
    00:23:08,571 –> 00:23:11,104
    Especially considering
    she pulled the trigger.

    428
    00:23:11,106 –> 00:23:13,101
    This wasn’t a surprise
    like the previous murder.

    429
    00:23:13,126 –> 00:23:14,075
    She was ready for him.

    430
    00:23:14,076 –> 00:23:15,909
    It didn’t do any good.
    He still took her.

    431
    00:23:15,911 –> 00:23:17,110
    But to where?

    432
    00:23:17,112 –> 00:23:19,313
    [Cell phone rings]

    433
    00:23:19,315 –> 00:23:20,714
    Go ahead, Garcia.

    434
    00:23:20,716 –> 00:23:24,184
    I just made a one step forward,
    two step braha kind of discovery.

    435
    00:23:24,186 –> 00:23:26,954
    Caleb Howard is on the radar,
    just under a different name.

    436
    00:23:26,956 –> 00:23:29,223
    Sam Caplan.
    And, my friends,

    437
    00:23:29,225 –> 00:23:32,559
    he is not the mountain man
    anymore.

    438
    00:23:36,731 –> 00:23:40,634
    [Kids chattering]

    439
    00:23:40,636 –> 00:23:43,237
    Excuse me, I’m looking
    for Sam Caplan.

    440
    00:23:43,239 –> 00:23:44,471
    Uh, who’s asking?

    441
    00:23:44,473 –> 00:23:48,041
    The same people who’d like
    to talk to Caleb Howard.

    442
    00:24:02,657 –> 00:24:05,192
    Who are you?

    443
    00:24:05,194 –> 00:24:07,794
    What do you want?
    Why do you have me here?

    444
    00:24:09,998 –> 00:24:11,732
    Is this about money?

    445
    00:24:11,734 –> 00:24:15,269
    I’ll give you money.
    You just name your price.

    446
    00:24:15,271 –> 00:24:17,871
    I don’t want your money.

    447
    00:24:17,873 –> 00:24:21,275
    What do you want?

    448
    00:24:22,310 –> 00:24:25,379
    I want you to say hello.

    449
    00:24:25,381 –> 00:24:27,548
    To who?

    450
    00:24:28,383 –> 00:24:30,417
    To you?

    451
    00:24:45,967 –> 00:24:48,135
    To her.

    452
    00:24:50,738 –> 00:24:53,707
    Well, do you recognize her?

    453
    00:24:55,009 –> 00:24:57,778
    That’s my mama.

    454
    00:24:57,780 –> 00:24:59,713
    I was the mountain man.

    455
    00:24:59,715 –> 00:25:01,548
    I mean, I had joined
    every movement

    456
    00:25:01,550 –> 00:25:04,551
    to the right of the klan,
    but that’s not me anymore.

    457
    00:25:04,553 –> 00:25:07,054
    Can you account for your
    whereabouts the past week?

    458
    00:25:07,056 –> 00:25:09,556
    Oh, yeah. One of my kids
    is on a suicide watch,

    459
    00:25:09,558 –> 00:25:11,892
    so I’ve actually been
    sleeping in the building.

    460
    00:25:11,894 –> 00:25:13,527
    I had my phone
    pre-dialed to 911

    461
    00:25:13,529 –> 00:25:16,797
    just in case of emergency,
    and I butt-dialed it once or twice.

    462
    00:25:16,799 –> 00:25:20,233
    You’re more than welcome
    to run the record if you’d like.

    463
    00:25:20,235 –> 00:25:23,236
    I’m more curious why you
    go by Sam Caplan now.

    464
    00:25:23,238 –> 00:25:25,872
    Well, when I was younger,
    one of the reasons

    465
    00:25:25,874 –> 00:25:27,774
    I would rob a farm
    or get drunk

    466
    00:25:27,776 –> 00:25:29,543
    or join one of those
    stupid causes

    467
    00:25:29,545 –> 00:25:32,279
    was because I thought
    that’s just what Howards did, you know?

    468
    00:25:32,281 –> 00:25:35,215
    You raise hell
    and ask questions later.

    469
    00:25:35,217 –> 00:25:38,352
    I think it was because
    I didn’t like myself very much.

    470
    00:25:38,354 –> 00:25:41,588
    You don’t have to change
    your name for a fresh start.

    471
    00:25:41,590 –> 00:25:43,090
    In this town, you do.

    472
    00:25:43,092 –> 00:25:46,693
    In this town, family
    is–is destiny, and,

    473
    00:25:46,695 –> 00:25:48,228
    well, I was embarrassed
    by mine.

    474
    00:25:48,230 –> 00:25:50,998
    This whole time, my team thought
    you were disowned by your family,

    475
    00:25:51,000 –> 00:25:53,133
    but I guess it was
    the other way around.

    476
    00:25:53,135 –> 00:25:54,501
    Yes, ma’am, that’s right.

    477
    00:25:54,503 –> 00:25:56,436
    Uh, one more thing.

    478
    00:25:56,438 –> 00:25:58,772
    We’re trying to find
    your aunt Cissy.

    479
    00:25:58,774 –> 00:26:00,907
    Do you have any idea
    where she might be?

    480
    00:26:00,909 –> 00:26:02,109
    None.

    481
    00:26:02,111 –> 00:26:04,378
    Do you remember the last time
    you talked to her?

    482
    00:26:04,380 –> 00:26:05,879
    Yeah. Right before
    I took her advice

    483
    00:26:05,881 –> 00:26:08,015
    and signed the papers
    to become Sam Caplan.

    484
    00:26:08,017 –> 00:26:10,884
    She made the suggestion.

    485
    00:26:10,886 –> 00:26:13,687
    Cissy Howard married
    into the Howard family, right?

    486
    00:26:13,689 –> 00:26:16,223
    But what was it that she said
    to Malachi in the elevators?

    487
    00:26:16,225 –> 00:26:19,159
    You visit your daddy’s
    grave recently?

    488
    00:26:21,095 –> 00:26:22,396
    You visit yours?

    489
    00:26:22,398 –> 00:26:24,598
    We thought that was in
    reference to the family feud.

    490
    00:26:24,600 –> 00:26:26,933
    But she wasn’t born
    into the family or their feud.

    491
    00:26:26,935 –> 00:26:30,437
    Exactly. And Garcia couldn’t
    find any documentation for this woman.

    492
    00:26:30,439 –> 00:26:32,539
    She invented herself
    40 years ago.

    493
    00:26:32,541 –> 00:26:36,743
    Now, add in that she gave
    her nephew the idea to change his name,

    494
    00:26:36,745 –> 00:26:39,913
    and her middle name
    is Magdalene…

    495
    00:26:41,582 –> 00:26:44,951
    Magdalene Lee,
    Malachi’s sister.

    496
    00:26:44,953 –> 00:26:47,087
    Went missing almost
    50 years ago, presumed dead.

    497
    00:26:47,089 –> 00:26:50,223
    Now it all makes sense.
    “You visit your daddy’s grave recently?”

    498
    00:26:50,225 –> 00:26:51,725
    “You visit yours?”

    499
    00:26:51,727 –> 00:26:54,194
    It’s the same dad.

    500
    00:26:54,196 –> 00:26:56,563
    That woman raised me
    from a baby.

    501
    00:26:56,565 –> 00:26:59,032
    She fed me,

    502
    00:26:59,034 –> 00:27:02,069
    she clothed me,
    she taught me how to hunt.

    503
    00:27:02,071 –> 00:27:04,571
    She’s real lovely.

    504
    00:27:04,573 –> 00:27:07,941
    Yeah, she was smart.

    505
    00:27:07,943 –> 00:27:10,210
    She kept me away
    from other people

    506
    00:27:10,212 –> 00:27:14,381
    ’cause she knew
    they wouldn’t understand.

    507
    00:27:17,085 –> 00:27:20,721
    Then I started asking questions.

    508
    00:27:20,723 –> 00:27:23,657
    How come I don’t look
    like the others, mama?

    509
    00:27:26,894 –> 00:27:30,263
    How come I don’t look like you?

    510
    00:27:35,403 –> 00:27:41,108
    And while her body was wasting
    away from the cancer…

    511
    00:27:41,110 –> 00:27:44,277
    She told me…

    512
    00:27:44,279 –> 00:27:47,514
    About a deal she made.

    513
    00:27:48,750 –> 00:27:52,119
    About a deal she made
    out here in these woods.

    514
    00:27:52,121 –> 00:27:54,921
    You?

    515
    00:27:54,923 –> 00:27:57,624
    Yeah.

    516
    00:28:03,698 –> 00:28:09,503
    Now, I’m going to decide
    whether you live

    517
    00:28:09,505 –> 00:28:11,571
    or die.

    518
    00:28:11,573 –> 00:28:14,808
    But that depends
    on how much you confess.

    519
    00:28:14,810 –> 00:28:17,043
    What it must have been like
    to see your sister

    520
    00:28:17,045 –> 00:28:20,580
    in the elevator after all this time.
    What’s it been, 50 years?

    521
    00:28:20,582 –> 00:28:22,549
    And you never
    ran into her in town?

    522
    00:28:22,551 –> 00:28:24,151
    No, I did not.

    523
    00:28:24,153 –> 00:28:26,319
    Once she run off,
    she was dead in my folks’ eyes.

    524
    00:28:26,321 –> 00:28:28,989
    Why’d she leave?
    Or was she forced out?

    525
    00:28:28,991 –> 00:28:31,658
    Well, I don’t think
    that’s really your business.

    526
    00:28:31,660 –> 00:28:33,593
    No, but it is my business,

    527
    00:28:33,595 –> 00:28:34,861
    when your children
    are dying

    528
    00:28:34,863 –> 00:28:37,230
    and I seem to care
    more about stopping it than you do.

    529
    00:28:37,232 –> 00:28:40,033
    You don’t tell me
    that you care more

    530
    00:28:40,035 –> 00:28:44,404
    about my kids than I do,
    you understand that?

    531
    00:28:44,406 –> 00:28:47,641
    I just lost my son.

    532
    00:28:47,643 –> 00:28:50,777
    Then help me.

    533
    00:28:50,779 –> 00:28:53,547
    Why did she leave?

    534
    00:28:53,549 –> 00:28:57,417
    She got in a family way.

    535
    00:28:57,419 –> 00:28:59,486
    She shamed my folks.

    536
    00:28:59,488 –> 00:29:01,321
    How old was she?

    537
    00:29:01,323 –> 00:29:03,990
    She was 16.

    538
    00:29:03,992 –> 00:29:05,595
    But girls in your family
    have conceived younger.

    539
    00:29:05,620 –> 00:29:07,102
    Why was it shameful?

    540
    00:29:17,572 –> 00:29:20,874
    It was your child.

    541
    00:29:24,812 –> 00:29:26,913
    Wasn’t it?

    542
    00:29:26,915 –> 00:29:29,416
    I didn’t–

    543
    00:29:29,418 –> 00:29:32,552
    I didn’t force her
    or nothin’.

    544
    00:29:37,959 –> 00:29:39,593
    We was kids.

    545
    00:29:39,595 –> 00:29:41,261
    She loved me.

    546
    00:29:41,263 –> 00:29:44,331
    And I loved her.

    547
    00:29:44,333 –> 00:29:47,534
    Anybody else
    in the family know?

    548
    00:29:47,536 –> 00:29:50,770
    No.

    549
    00:29:50,772 –> 00:29:54,074
    What happened
    to the child?

    550
    00:29:57,945 –> 00:30:00,080
    [Sighs]

    551
    00:30:01,415 –> 00:30:04,851
    There was this shack.

    552
    00:30:04,853 –> 00:30:08,088
    We used to go there when…

    553
    00:30:08,090 –> 00:30:09,956
    We wanted to sin.

    554
    00:30:09,958 –> 00:30:11,758
    Am I right?

    555
    00:30:14,128 –> 00:30:17,931
    And this is the place.

    556
    00:30:17,933 –> 00:30:20,834
    This is where
    I was conceived?

    557
    00:30:20,836 –> 00:30:23,770
    Yeah. That’s right.

    558
    00:30:23,772 –> 00:30:27,107
    Thought nobody’s
    catch you, didn’t you?

    559
    00:30:29,410 –> 00:30:31,278
    My mama did.

    560
    00:30:36,751 –> 00:30:38,985
    You liked her
    looking at you.

    561
    00:30:42,456 –> 00:30:44,491
    You liked it,
    didn’t you, whore?

    562
    00:30:46,327 –> 00:30:48,128
    But she knew.

    563
    00:30:48,130 –> 00:30:49,963
    You can’t cheat
    the laws of God

    564
    00:30:49,965 –> 00:30:51,765
    and the laws of nature
    forever.

    565
    00:30:51,767 –> 00:30:54,467
    When did you know
    about me?

    566
    00:30:54,469 –> 00:30:58,138
    What if we tell
    mama and daddy?

    567
    00:30:58,140 –> 00:31:01,641
    They’ll kill us.

    568
    00:31:01,643 –> 00:31:03,076
    They’ll kill us both.

    569
    00:31:03,078 –> 00:31:05,812
    Adult Cissy: You gotta
    understand, we were young.

    570
    00:31:05,814 –> 00:31:08,882
    So we come up
    with a plan.

    571
    00:31:08,884 –> 00:31:11,651
    It wasn’t a good plan.

    572
    00:31:11,653 –> 00:31:14,521
    But it was the best
    two teenagers could do.

    573
    00:31:14,523 –> 00:31:16,356
    You’d keep the baby.

    574
    00:31:16,358 –> 00:31:18,792
    Yeah.

    575
    00:31:18,794 –> 00:31:21,561
    Oh, my God!

    576
    00:31:21,563 –> 00:31:24,464
    It hurts so bad!

    577
    00:31:24,466 –> 00:31:26,466
    Am I dying?

    578
    00:31:26,468 –> 00:31:27,534
    Ohh…

    579
    00:31:27,536 –> 00:31:29,336
    Something’s wrong.

    580
    00:31:29,338 –> 00:31:30,337
    [Sobbing]

    581
    00:31:30,339 –> 00:31:32,339
    I can’t stay here
    for this.

    582
    00:31:32,341 –> 00:31:34,207
    Where are you going?!

    583
    00:31:34,209 –> 00:31:37,344
    Malachi! Come back here!

    584
    00:31:38,646 –> 00:31:41,247
    [Groaning]

    585
    00:31:41,249 –> 00:31:43,083
    [Sound of crying fading]

    586
    00:31:43,085 –> 00:31:44,918
    And you ran.

    587
    00:31:44,920 –> 00:31:48,254
    Yes, I did.

    588
    00:31:48,256 –> 00:31:51,324
    I ran.

    589
    00:31:51,326 –> 00:31:53,827
    I ran like a coward.

    590
    00:31:54,662 –> 00:31:56,496
    Please…

    591
    00:31:56,498 –> 00:31:58,765
    Help me.

    592
    00:31:58,767 –> 00:32:01,201
    Someone help me.

    593
    00:32:01,203 –> 00:32:04,004
    Oh, God.

    594
    00:32:04,006 –> 00:32:06,373
    Oh, God…

    595
    00:32:13,114 –> 00:32:14,848
    You.

    596
    00:32:14,850 –> 00:32:16,583
    I had no money.

    597
    00:32:16,585 –> 00:32:19,119
    I had no resources.

    598
    00:32:19,121 –> 00:32:22,022
    I wasn’t ready
    to be a mother.

    599
    00:32:22,024 –> 00:32:24,190
    But she was.

    600
    00:32:24,192 –> 00:32:26,059
    So she said
    she’d help me.

    601
    00:32:26,061 –> 00:32:28,728
    [Screaming]
    We made a deal.

    602
    00:32:28,730 –> 00:32:30,864
    She’d keep my secret…

    603
    00:32:30,866 –> 00:32:32,766
    [Screaming]

    604
    00:32:32,768 –> 00:32:36,636
    [Baby crying]

    605
    00:32:36,638 –> 00:32:39,806
    And she got to keep him.

    606
    00:32:39,808 –> 00:32:45,779
    After I gave you up,
    I rambled the state for 2, 3 years.

    607
    00:32:45,781 –> 00:32:49,382
    Then I heard one of the Howard
    boys was looking for a wife.

    608
    00:32:49,384 –> 00:32:52,585
    So I put myself
    where he could see me.

    609
    00:32:52,587 –> 00:32:56,356
    I never told him what I’d done,
    where I’d come from.

    610
    00:32:56,358 –> 00:32:58,858
    Once he made a decent
    woman out of me,

    611
    00:32:58,860 –> 00:33:03,596
    I prayed to God
    for a fresh start.

    612
    00:33:03,598 –> 00:33:05,098
    And he gave it to me.

    613
    00:33:05,100 –> 00:33:06,132
    No!

    614
    00:33:06,134 –> 00:33:08,301
    No, no,

    615
    00:33:08,303 –> 00:33:09,769
    no!

    616
    00:33:11,138 –> 00:33:13,473
    We ain’t done with me yet.

    617
    00:33:14,442 –> 00:33:16,776
    On the night I was born…

    618
    00:33:19,246 –> 00:33:22,082
    Did you name me?

    619
    00:33:24,051 –> 00:33:26,086
    No.

    620
    00:33:27,288 –> 00:33:30,023
    Did you kiss me good-bye?

    621
    00:33:31,392 –> 00:33:33,493
    No.

    622
    00:33:41,802 –> 00:33:44,804
    Did you even hold me?

    623
    00:33:48,709 –> 00:33:51,177
    Did you?!

    624
    00:33:53,881 –> 00:33:55,682
    Yes.

    625
    00:33:58,185 –> 00:34:02,789
    [Baby cooing]

    626
    00:34:02,791 –> 00:34:05,892
    Please…

    627
    00:34:05,894 –> 00:34:08,828
    Just let me look at him.

    628
    00:34:16,103 –> 00:34:18,438
    Oh…

    629
    00:34:18,440 –> 00:34:20,373
    My…

    630
    00:34:21,742 –> 00:34:24,911
    Oh–my sweet Jesus, he’s–

    631
    00:34:24,913 –> 00:34:26,646
    [baby crying]

    632
    00:34:26,648 –> 00:34:28,615
    He’s…

    633
    00:34:29,750 –> 00:34:33,086
    What’s wrong with him?

    634
    00:34:39,126 –> 00:34:40,660
    He’s perfect.

    635
    00:34:40,662 –> 00:34:43,396
    [Baby crying]

    636
    00:34:50,471 –> 00:34:53,540
    You never even
    thought about me, did you?

    637
    00:34:55,309 –> 00:34:57,744
    I tried not to.

    638
    00:34:57,746 –> 00:35:00,480
    But I knew.

    639
    00:35:00,482 –> 00:35:05,218
    I knew I would pay before my maker
    for what I’d done.

    640
    00:35:15,596 –> 00:35:17,964
    You were right.

    641
    00:35:21,368 –> 00:35:23,102
    No!

    642
    00:35:23,104 –> 00:35:25,872
    You said if I told you
    the truth–

    643
    00:35:25,874 –> 00:35:28,141
    I said I’d decide.

    644
    00:35:29,577 –> 00:35:31,611
    And I have.

    645
    00:35:36,183 –> 00:35:40,386
    I’m gonna send you
    to hell myself.

    646
    00:35:48,012 –> 00:35:50,423
    The shack Malachi described
    fits the geographic profile

    647
    00:35:50,424 –> 00:35:51,990
    of the unsub’s hunting zone.

    648
    00:35:51,992 –> 00:35:54,025
    What are we walking into?
    We’ve already been shot at

    649
    00:35:54,027 –> 00:35:55,127
    by the locals once.

    650
    00:35:55,129 –> 00:35:57,996
    According to Garcia, the
    census counter out there

    651
    00:35:57,998 –> 00:35:59,631
    encountered an Appalachian
    woman living in a cabin,

    652
    00:35:59,633 –> 00:36:01,333
    but she refused to give
    any information.

    653
    00:36:01,335 –> 00:36:03,735
    The woman must have raised
    the unsub out there.

    654
    00:36:03,737 –> 00:36:06,138
    That’s how he knows the area so well.
    It’s his backyard.

    655
    00:36:06,140 –> 00:36:08,640
    That’s exactly where he would
    have taken Cissy.

    656
    00:36:14,213 –> 00:36:16,982
    Wait. Wait…

    657
    00:36:16,984 –> 00:36:18,283
    For what?

    658
    00:36:18,285 –> 00:36:21,453
    You kill me here,
    they’ll find you.

    659
    00:36:21,455 –> 00:36:24,956
    They’ll know
    everything you did.

    660
    00:36:24,958 –> 00:36:27,159
    Why would you help me?

    661
    00:36:27,161 –> 00:36:31,263
    ‘Cause I need to pay
    for my sins.

    662
    00:36:33,332 –> 00:36:35,467
    But I want you to live.

    663
    00:37:02,161 –> 00:37:03,762
    Uhh!

    664
    00:37:03,764 –> 00:37:05,831
    Man down! Man down!
    Fall back!

    665
    00:37:05,833 –> 00:37:07,299
    Fall back!

    666
    00:37:07,301 –> 00:37:10,335
    [Dog barking]

    667
    00:37:10,337 –> 00:37:12,771
    Bloodhound has the scent.

    668
    00:37:12,773 –> 00:37:15,574
    Ok. We gotta split up.
    We can cover more ground. Let’s go.

    669
    00:37:34,727 –> 00:37:36,027
    I have eyes on Cissy.

    670
    00:37:36,029 –> 00:37:37,863
    He’s got her
    rigged to a tree.

    671
    00:37:37,865 –> 00:37:39,598
    Morgan: Do not approach.
    She could be bait.

    672
    00:37:39,600 –> 00:37:41,333
    I’m on my way.

    673
    00:37:54,514 –> 00:37:56,181
    Blake!

    674
    00:37:56,183 –> 00:37:58,283
    Blake!

    675
    00:38:00,119 –> 00:38:01,620
    Blake?!

    676
    00:38:01,622 –> 00:38:02,621
    Blake!

    677
    00:38:02,623 –> 00:38:03,688
    Blake, can you hear me?!

    678
    00:38:03,690 –> 00:38:06,057
    Blake!

    679
    00:38:10,830 –> 00:38:11,997
    Blake!

    680
    00:38:11,999 –> 00:38:14,966
    [Gasping]

    681
    00:38:16,502 –> 00:38:18,403
    Start shooting!
    Start shooting!

    682
    00:38:18,405 –> 00:38:19,404
    Where?!

    683
    00:38:19,406 –> 00:38:20,739
    Everywhere!

    684
    00:38:30,850 –> 00:38:33,451
    Where’s the body?

    685
    00:38:33,453 –> 00:38:36,555
    Where is he?

    686
    00:38:39,458 –> 00:38:42,027
    This is SSA Rossi
    with the BAU.

    687
    00:38:42,029 –> 00:38:44,296
    We need to drag the lake.

    688
    00:38:57,076 –> 00:38:58,443
    [Sighs]

    689
    00:38:58,445 –> 00:39:00,345
    How you doing?

    690
    00:39:00,347 –> 00:39:02,581
    My hair smells like
    a dirty sock.

    691
    00:39:02,583 –> 00:39:06,851
    But…other than that
    I’m fine.

    692
    00:39:06,853 –> 00:39:08,887
    Ok.

    693
    00:39:08,889 –> 00:39:11,389
    How are you doing?

    694
    00:39:14,126 –> 00:39:17,329
    I just–I couldn’t breathe.

    695
    00:39:18,931 –> 00:39:21,366
    We put 30 bullets
    into that water.

    696
    00:39:21,368 –> 00:39:23,902
    Ok.

    697
    00:39:23,904 –> 00:39:25,904
    He’s dead, Alex.

    698
    00:39:25,906 –> 00:39:29,174
    He’s dead.

    699
    00:39:30,276 –> 00:39:32,944
    We can still press charges
    against Malachi Lee.

    700
    00:39:32,946 –> 00:39:34,813
    He opened fire
    on federal agents.

    701
    00:39:34,815 –> 00:39:37,949
    My humble opinion–
    it’s a waste of time.

    702
    00:39:37,951 –> 00:39:40,051
    A jury of his peers
    don’t take kindly

    703
    00:39:40,053 –> 00:39:42,988
    to government attacks
    on their homes.

    704
    00:39:48,961 –> 00:39:50,428
    You talk to the families?

    705
    00:39:50,430 –> 00:39:54,599
    We explained how Malachi was
    instrumental in the recovery of Cissy.

    706
    00:39:54,601 –> 00:39:58,870
    Only that just raised more uncomfortable
    questions than we could answer.

    707
    00:39:58,872 –> 00:40:02,073
    I would not want to be
    that poor son of a gun

    708
    00:40:02,075 –> 00:40:04,142
    for all the money
    in the world.

    709
    00:40:29,669 –> 00:40:32,437
    Magdalene…

    710
    00:40:37,343 –> 00:40:40,545
    It should have been me
    he killed.

    711
    00:40:45,151 –> 00:40:48,219
    It should have been
    us both.

    712
    00:40:55,194 –> 00:40:57,595
    [Elevator door opens]

    713
    00:41:22,221 –> 00:41:25,790
    Something you two
    want to tell us?

    714
    00:41:36,602 –> 00:41:38,169
    Where did you find
    this place?

    715
    00:41:38,171 –> 00:41:39,771
    Well, believe it or not,

    716
    00:41:39,773 –> 00:41:42,674
    my parents used to bring us here
    when we were kids.

    717
    00:41:42,676 –> 00:41:44,876
    Your parents?
    They brought you here?

    718
    00:41:44,878 –> 00:41:46,511
    Yeah.

    719
    00:41:46,513 –> 00:41:49,881
    This place is certainly
    out of the way.

    720
    00:41:49,883 –> 00:41:51,483
    You are gonna love it.

    721
    00:41:51,485 –> 00:41:54,085
    No one is gonna bother us.

    722
    00:41:54,087 –> 00:41:57,155
    No phones. No Internet.

    723
    00:41:57,157 –> 00:42:00,191
    No dry cleaning,
    no takeout.

    724
    00:42:00,193 –> 00:42:02,861
    No calls from your boss.

    725
    00:42:03,863 –> 00:42:06,030
    Good point.

    726
    00:42:12,104 –> 00:42:13,838
    You need to wait.

    727
    00:42:13,840 –> 00:42:17,308
    Oh, no, no, no.
    Come on.

    728
    00:42:17,310 –> 00:42:20,845
    Oh, this is worth
    waiting for.

    729
    00:42:20,847 –> 00:42:23,381
    [Laughs]

    730
    00:42:44,403 –> 00:42:47,705
    [Indistinct sound]

    731
    00:42:51,143 –> 00:42:52,944
    Sandy?

    732
    00:42:56,148 –> 00:42:57,182
    Sandy.

    733
    00:42:57,184 –> 00:42:59,684
    [Water running]

    734
    00:43:02,655 –> 00:43:04,589
    Sandy?

    735
    00:43:14,166 –> 00:43:15,733
    [Faucet squeaks]

    736
    00:43:17,903 –> 00:43:19,671
    Aah!
    Aah!

    737
    00:43:19,673 –> 00:43:21,706
    Oh, my God.

    738
    00:43:21,708 –> 00:43:23,274
    What is wrong with you?

    739
    00:43:23,276 –> 00:43:24,727
    What’s wrong with me?
    What’s wrong with you?

    740
    00:43:24,752 –> 00:43:25,578
    What are you doing?

    741
    00:43:25,579 –> 00:43:28,012
    You’re so sexy
    when you’re scared.

    742
    00:43:28,014 –> 00:43:31,583
    Well, uh, you’re sexy
    when you–

    743
    00:43:31,585 –> 00:43:34,652
    [screaming]

    744
    00:43:34,654 –> 00:43:39,390
    You have 3 seconds
    to give me the keys to your car.

    745
    00:43:39,392 –> 00:43:41,025
    3…

    746
    00:43:41,027 –> 00:43:42,861
    2…

    747
    00:43:42,863 –> 00:43:44,162
    1.

    748
    00:43:44,164 –> 00:43:49,164
    == sync, corrected by elderman ==
    @elder_man


     
  • Virtual Chitchatting 12:11 PM on 2014/04/04 Permalink  

    push my buttons 

    This content is password protected. To view it please enter your password below:

     
  • Virtual Chitchatting 3:24 PM on 2014/04/02 Permalink  

    Windows Phone app and USB Driver for Nokia Lumia 920 (RM-820, RM-821, RM 822) are needed to connect with your PC
    by Sando Sasako
    Jakarta, 2014-04-02 15:24:14

    usb driver for rm821-lumia920

    ie only

    nokia usb connectivity

    download the file below, unzip it to a folder, update your driver manually. how, read through the articles below.

    The USB Driver for Nokia Lumia 920
    Microsoft Windows Phone USB Driver version 4.8.2345.0.

    Driver 32Bit: http://download.windowsupdate.com/msdownload/update/driver/drvs/2011/09/20445958_5bc1484ffe8efe19eeb100975cd41e7fe900dae9.cab

    Driver 64Bit: http://download.windowsupdate.com/msdownload/update/driver/drvs/2011/09/20445957_af4c69a49b1c22e7742607e213118e23255be17e.cab

    Supported OS :
    Nokia Lumia 920 RM-820, RM-821 USB Driver For Windows XP
    Nokia Lumia 920 RM-820, RM-821 USB Driver For Windows Vista
    Nokia Lumia 920 RM-820, RM-821 USB Driver For Windows 7
    Nokia Lumia 920 RM-820, RM-821 USB Driver For Windows 8

    In order to manually update your driver, follow the steps below (the next steps):
    1. Go to Device Manager (right click on My Computer, choose Manage and then find Device Manager in the left panel)
    2. Right click on the hardware device you wish to update and choose Update Driver Software
    3. Choose to select the location of the new driver manually and browse to the folder where you downloaded the driver.


    The Windows Phone app

    Windows Phone app is needed to connect your Desktop PC with your Phone to transfer Data, Files and videos or just to update your phone firmware.

    http://go.microsoft.com/fwlink/?LinkID=265472

    Windows Phone app: http://download.microsoft.com/download/5/1/D/51D75C65-2D42-4506-8CDF-EC7DB290A663/WindowsPhone.exe

    Windows Phone app Features :
    • Sync data ( music, photos, Videos, and podcast from your existing Apple iTunes library or your Windows Libraries to your Nokia Lumia 920.
    • Automatically import pictures and videos From your Smartphone to your PC.
    • Get your playlists on your smartphone.
    • Find ringtones to add them to your smartphone.

    Requirements
    For Windows
    Windows 7 or Windows 8 on your PC
    Windows Phone 8 on your Smart Phone

    For Mac
    Mac OS X version 10.7 or later.
    Windows Phone 8, Windows Phone 7, or Zune HD on your smartphone.

    note : if you have any problem in windows 7 just download Media Feature Pack from here. http://www.microsoft.com/en-us/download/details.aspx?id=16546

    if you have any problem with installing Nokia Lumia 920 Driver Please Write a comment with your Problem.

    Windows Phone app For Windows http://go.microsoft.com/fwlink/?LinkID=265472
    Windows Phone app For Mac http://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=209661

    source:

    http://www.pinsnoop.com/drivers/usb/nokia-lumia-920-rm-820/

    http://singledrivers.blogspot.com/2014/02/nokia-lumia-920-4g-lte-rm-820-rm-821.html


     
  • Virtual Chitchatting 2:52 PM on 2014/04/02 Permalink  

    if ever you’re in my arms again 

    If Ever You’re In My Arms Again – YouTube

    29 Nov 2007 – 4 min – Uploaded by hannaberry2
    ► 3:57


    Peabo Bryson – If ever your in my arms again (lyrics) – YouTube

    19 Jan 2010 – 4 min – Uploaded by Anne Marie
    ► 4:13


    If Ever You’re In My Arms Again
    PEABO BRYSON

    It all came so easy
    All the lovin’ you gave me
    The feelings we shared
    And I still can remember
    How your touch was so tender
    It told me you cared

    We had a once in a lifetime
    But I just couldn’t see
    Until’ it was gone
    A second once in a lifetime
    May be too much to ask
    But I swear from now on

    If ever you’re in my arms again
    This time I’ll love you much better
    If ever you’re in my arms again
    This time I’ll hold you forever
    This time we’ll never end

    Now I’m seen clearly
    How I still need you near me
    I still love you so
    There’s something between us
    That won’t ever leave us
    There’s no letting go
    (No letting go)

    We had a once in a lifetime
    But I just didn’t know it
    ‘Til my life fell apart
    A second once in a lifetime
    Isn’t too much to ask
    ‘Cause I swear from the heart

    If ever you’re in my arms again
    This time I’ll love you much better
    If ever you’re in my arms again
    This time I’ll hold you forever
    This time we’ll never end, never end

    The best of romances
    Deserve second chances
    I’ll get to you somehow
    ‘Cause I promise now

    If ever you’re in my arms again
    This time I’ll love you much better
    If ever you’re in my arms again
    This time I’ll hold you forever
    This time we’ll never end

    If ever you’re in my arms again
    This time I’ll love you much better
    If ever you’re in my arms again
    This time I’ll hold you forever
    This time we’ll never end

    If ever you’re in my arms again
    This time I’ll love you much better
    If ever you’re in my arms again
    This time I’ll hold you forever
    This time we’ll never end
    If ever you’re in my arms again

    Writer(s): Cynthia Weil
    Copyright: Dyad Music

     
  • Virtual Chitchatting 5:30 PM on 2014/03/28 Permalink  

    I relive the same old dream day and night 

    Love Is Forever
    Billy Ocean

    I relive the same old dream day and night
    Memories of love I knew
    I couldn’t live my life, or so it seemed
    My heart cried out for only you

    Oh, I believe in love, girl I believe in you
    Things you do, I’m falling in love again with you
    A broken heart can mend if given time
    I know why love is forever, love is forever with you

    With every passing day I realise
    That time will never heal the pain
    You’re all that I’ve been thinking of
    Can’t we fall in love again

    Oh, I believe in love, girl I believe in you
    Things you do, I’m falling in love again with you
    A broken heart can mend if given time
    I know why love is forever, love is forever with you

    Every road will lead me back to you again, my love
    Oh I cry so many tears, I couldn’t face another day without you
    So tell me you care

    Oh, ooh, ooh, yeah, I believe in love, cause I believe in you
    Things you do, I’m falling in love again with you
    I tried to let it go but it wouldn’t die
    I know why love is forever, love is forever with you


    Billy Ocean – Love Is Forever – YouTube

    18 Jan 2013 – 4 min – Uploaded by BillyOceanVEVO
    ► 4:10


    Billy Ocean – Love Is Forever – YouTube

    6 Jun 2010 – 4 min – Uploaded by OhSoMusic
    ► 4:10


    Billy Ocean Love is Forever – YouTube

    18 Aug 2010 – 4 min – Uploaded by lars manich
    ► 4:18


     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 26 other followers

%d bloggers like this: