Updates from Virtual Chitchatting Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Virtual Chitchatting 8:03 AM on 2013/10/07 Permalink  

    Kasus Suap Akil Mochtar saat menjadi Ketua MK menjadi pintu masuk SBY dan para begundalnya untuk mengamputasi kewenangan MK sebagai Maker of Kings di daerah-daerah

    msopm p1


    http://www.bisnis-jabar.com/index.php/berita/daftar-lengkap-kasus-sengketa-pilkada-yang-ditangani-akil-mochtar?utm_source=front&utm_medium=box&utm_campaign=kabar_nasional

    Daftar Lengkap Kasus Sengketa Pilkada Yang Ditangani Akil Mochtar
    Oleh: Wisnu Wage
    6 Oktober 2013 | 11:49 WIB


    Akil Mochtar (antara)

    Bisnis-jabar.com, BANDUNG-Sejumlah pihak mencurigai hasil sengketa pilkada, paska tertangkap tangannya Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar oleh KPK terkait dugaan suap sengketa pilkada.

    Kecurigaan muncul adanya kongkalikong atas sengketa Pilkada yang disidang oleh Akil Mochtar.

    Berikut daftar lengkap sengketa Pilkada yang melibatkan Akil Mochtar dalam sidangnya:

    1. Pilkada Kota Palembang
    2. Pilkada Kabupaten Empatlawang
    3. Pilkada Kabupaten Tebo
    4. Pilkada Kabupaten Waringin Barat
    5. Pilkada Kabupaten Nias Utara
    6. Pilkada Kabupaten Nias Selatan
    7. Pilkada Kabupaten Gunung Emas
    8. Pilkada Kabupaten Sumba Barat Daya
    9. Pilkada Kabupaten Lebak
    10. Pilkada Provinsi Bali
    11. Pilkada Provinsi Jawa Barat
    12. Pilkada Provinsi Sumatera Utara

    (k57/yri)


    http://id.berita.yahoo.com/akil-ditangkap-ini-dua-modus-suap-di-mk-050758090.html

    Akil Ditangkap, Ini Dua Modus Suap di MK
    TEMPO.CO – Jum, 4 Okt 2013

    TEMPO.CO, Jakarta – Sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar pada Rabu, 2 Oktober 2013. Akil dicokok lantaran diduga menerima suap terkait sengketa hasil pemilihan kepala daerah Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dan Lebak, Banten.

    Refly Harun, yang pernah membongkar kasus suap di MK, mengatakan suap semacam ini lazim terjadi di MK. Orang yang pernah menuding Akil meminta suap ini mengatakan ada dua modus yang bisa dilakukan untuk meraup pundi-pundi panas dari kasus sengketa semacam itu.

    Cara pertama, kata dia, hakim konstitusi bisa meminta pemenang pemilukada untuk menyetorkan uang guna memuluskan pemenangan sengketa. “Dengan mengatakan kalau seandainya tidak dikasih akan memenangkan pihak lawan,” kata Refly saat dihubungi, Jumat, 4 Oktober 2013.

    Menurut dia, cara ini mudah dilakukan terlebih apabila sejak awal hakim sudah melihat bahwa pemenang pemilukada itu menang dengan mutlak. Artinya, MK kemungkinan besar tidak akan mengabulkan permohonan penggugat.

    Hakim konstitusi tinggal menghubungi kubu pemenang itu dan meminta uang dengan alasan untuk dimenangkan dalam sengketa. “Pemenang pasti akan menyediakan uang karena takut kalah,” ujarnya.

    Modus lainnya, kata dia, bukan dilakukan oleh para hakim, melainkan orang lain yang memiliki informasi soal perjalanan kasus sengketa tersebut di MK. Ini bisa dilakukan baik dari kalangan internal MK, mantan pegawai MK, maupun orang luar. “Misalnya dengan mengatakan sudah memegang hakim,” katanya. Orang itu tinggal menghubungi kubu mana yang kira-kira akan dimenangkan oleh MK.

    Kasus dugaan suap Akil mencuat saat KPK menangkap tangan Akil Mochtar di rumahnya, kompleks Widya Candra, Jakarta, Rabu malam lalu. Akil diduga menerima suap dari kasus sengketa Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dan Lebak, Banten. Dalam kasus ini, KPK menyita duit Rp 3 miliar dalam bentuk dolar Singapura dan dolar Amerika, serta Rp 1 miliar dalam pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu.

    Selain Akil, KPK juga menetapkan politikus Golkar, Chairun Nisa, sebagai tersangka. Terdapat pula tersangka lainnya, yakni Bupati Gunung Mas Hamid Bintih, pengacara Susi Tur Andyani, Dany, dan pengusaha asal Samarinda Cornelis Nalau. Dan terakhir adalah Tubagus Chairi Wardana alias Wawan, yang disebut-sebut sebagai adik kandung Ratu Atut sekaligus suami dari Airin Rachmi Diany, Wali Kota Tangerang Selatan.

    NUR ALFIYAH


    http://id.berita.yahoo.com/akil-mochtar-hunuskan-senjata-dayak-lawan-035137567.html

    Akil Mochtar Hunuskan Senjata Dayak, Lawan!
    TRIBUNnews.com – Sab, 5 Okt 2013

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – ‘Hanya satu kata. Lawan!!! Itu adalah status Blackberry Messenger Ketua Mahkamah Akil Mochtar suatu pagi belum lama ini. Akil pun mengganti ‘display picture’ dengan senjata dayak.

    Senjata yang dipajang Akil waktu itu adalah tameng Dayak, namun tidak menampilkan gambar keseluruhan. Mungkin ini karena gambar DP di BB sebagian besar harus mengalami zoom out. Tidak ada gambar mandau.

    Seorang wartawan tiba-tiba menyelutuk di grup chat wartawan MK yang di dalamnya Akil juga masuk sebagai anggota.

    “Status Pak Akil ngeri,” kata seorang wartawan dari sebuah media nasional. Celutukan itu kemudian langsung disambar anggota grup lainnya menanyakan maksud status Akil.

    Akil pun muncul memberikan jawaban. Rupanya, Akil memang geram mengenai dua media yang memuat berita tentang Pilkada Banyuasin. Akil bahkan menyebut dua media tersebut berkonspirasi.

    Dalam berita tersebut, Akil diberitakan mengirimkan surat ke menteri dalam negeri untuk menunda pengangkatan bupati dan wakil bupati Banyuasin terpilih yakni Yan Anton Ferdian dan Suman Asra Supriono.

    “Yang penting saya tidak menerima duit. Potong leher saya,” kata Akil saat itu.

    Suasana menjadi tegang, pembicaraan dialihkan.

    Belakangan, berita tersebut ternyata hanya terbit di satu media saja. Namun, pascapenangkapan tersebut, banyak media kemudian mengangkatnya.

    Dalam berbagai kesempatan, Akil memang terlihat blak-blakan soal penegakan hukum untuk pelaku tindak pidana korupsi. Sebut saja mengenai hukum potong jari, gantung di tiang MK, dan sebagainya.

    Rabu (2/10/2013) malam, Akil ditangkap KPK. Sejak diperiksa hingga ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan suap sengketa Pemilukada Gunungmas Kalimantan Tengah dan Kabupaten Lebak, Akil tetap menolak disebut menerima suap.

    Saat meninggalkan KPK menuju rumah tahanan KPK, kepada wartawan, Akil mengaku tidak mengenal orang yang tiba di rumahnya membawa uang dalam pecahan dollar Singapura.


    http://id.berita.yahoo.com/akil-mochtar-gelisah-sebelum-ditangkap-kpk-035837244.html

    Akil Mochtar Gelisah Sebelum Ditangkap KPK
    TRIBUNnews.com – Sab, 5 Okt 2013

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar sepertinya sudah mengetahui penangkapan dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal bisa terlihat sehari sebelum KPK benar-benar menangkapnya.

    Saat memimpin persidangan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Jawa Timur, Akil terlibat tanya jawab yang sarat makna dengan saksi Saropah.

    Saropah adalah saksi yang diajukan pihak terkait atau Soekarwo – Saifullah Yusuf. Kepada Akil, Saropah mengaku penjual kopi, teh, gorengan dan tahu lontong, rujak, es, dan kolak.

    “Nanti tempo-tempo saya ke Malang, beli kopi di tempat ibu juga. He em, siapa tahu lewat kan, lho kayaknya ibu ini pernah saksi di MK kan saya berhenti. Orang enggak tahu nasib orang kan bisa saja, atau malah kebalikan ibu duduk di sini, saya malah jualan pakai gerobak, ini nasib kan tidak bisa tahu pak. Orang baik-baik hari ini terkenal, tiba-tiba sore tangkap KPK, selesai. Ya kan, republik ini enggak bisa diduga,” ujar Akil seperti dikutip Tribunnews dari risalah sidang ke IV.

    Obrolan tersebut keluar menanggapi Saropah yang tidak berjualan karena harus terbang ke Jakarta. Akil pun menyarankan Saropah agar terus jualan supaya penghasilan dia terus ada.

    Malam harinya, Akil mengunjungi wartawan di ruang media. Press room bisa dikatakan salah satu tempat kesukaan Akil karena di ruangan tersebut, Akil berbicara dengan wartawan layaknya teman sendiri.

    Saat itu Akil mencandai kedatangan seorang wartawan yang meliput di KPK ke MK. Menurutnya, kedatangan wartawan yang memang dikenal Akil tersebut terkait dengan penangkapan.

    Besoknya, atau Rabu (2/10/2013), usai persidangan PHPU Jawa Timur, Akil kembali kemudian mengunjungi press room.

    Dalam tulisan sebelumnya berjudul ‘Akil Mochtar: Dari Jamuan Makan Istana Negara Hingga Penangkapannya’, Akil tercatat ke media centre sekitar pukul 18.00 WIB dan meninggalkan wartawan pukul 20.00 WIB.

    Dua jam merupakan waktu yang sangat panjang. Selama itu, Akil banyak bercerita. Saat itu, bekas anggota DPR RI dari fraksi Golkar itu banyak bercerita dan memberikan nasehat.

    Waktu terus berjalan, tiba-tiba Akil mengatakan jika malam itu dia menerima jadwal undangan makan malam di Istana Negara. Namun, Akil memilih tinggal bercerita bersama wartawan.

    Ketika ditanya mengapa enggan pergi, Akil menjawab enteng karena acara tersebut sangat formal sehingga kurang bisa menikmati suasana.

    Akil kemudian ingin beranjak pergi. Sudah putar badan. Namun urung kembali mengobrol. Kali ini dia terlibat dalam obrolan seru dengan wartawan terkait suatu Pilkada.

    Dengan berseloroh, Akil mengatakan wartawan tersebut memiliki kedekatan khusus karena, menurut dia, hanya media wartawan tersebut yang tidak memuat keterangan penting dari dia mengenai sengketa Pilkada tersebut. Akil dan wartawan tersebut bahkan membuka komputer bersama terkait berita-berita mengenai Pilkada tersebut. Tapi semuanya dalam suasana bercanda.

    Akil kemudian mengaku capek karena sejak pagi sudah sidang. Tercatat, Akil memimpin persidangan pukul 08.00 WIB dan tepat waktu.

    Namun, pria kelahiran Putussibau, Kalimantan Barat, itu kembali menyapa seorang wartawan yang duduk di meja komputer paling ujung dekat pintu menuju lift.

    Wartawan kemudian tertawa karena ulah Akil yang terkesan plin plan hanya untuk urusan pulang saja. Selang beberapa saat, Akil kembali memutar badan. “Pasti balik lagi,” ujar wartawan seraya tertawa-tawa.

    Akil memang membalikkan badannya. Namun hanya tertawa sebentar dan menegaskan akan pulang karena benar-benar capek.

    Dua jam setelah itu, Indonesia gempar karena Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan di rumahnya.


    http://id.berita.yahoo.com/kesedihan-istri-akil-mochtar-005631580.html

    Kesedihan Istri Akil Mochtar
    TRIBUNnews.com – Sab, 5 Okt 2013

    TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA – Istri Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar, Ny Ratu Rita, Jumat (4/10) sore, akhirnya bisa menemui suaminya di Rumah Tahanan Negara KPK, setelah ditolak petugas keamanan.

    Kendati tak sepatah kata diucapkan, mata dan wajah Rita membersitkan amarah dan kesedihan mendalam.

    Mengenakan long dress kuning bermotif bunga, Ny Ratu tiba di kanor KPK sekitar pukul 14.30 WIB. Ia didampingi dua kerabatnya, perempuan dan laki-laki. Kedua mata Ratu sembab.

    Ia segera dipersilakan petugas keamanan masuk setelah diberi tanda pengenal dari KPK, meskipun kemarin bukan termasuk jadwal besuk.

    KPK menetapan hari besuk, Senin dan Kamis setiap pekan. Kamis (3/10) malam lalu, Ratu sempat ditolak saat ingin bertemu Akil.

    Tepatnya pukul 23.50, kala itu Ratu bersama dua orang, satu di antaranya ajudan Akil tiba di ruang tamu KPK.

    Mereka menenteng koper ukuran sedang dan bungkusan. Setelah barang bawaan dicek petugas, mereka diminta kembali. Alasan petugas, malam itu tak ada jam besuk yang diperkenankan.

    Ratu kemarin akhirnya lega setelah diperkenankan menemui Akil, meski dua kerabatnya tak boleh ikut masuk Rutan.

    “Untuk keluarga bisa membesuk di luar jam besok, asal mendapatkan izin kepala Rutan,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi.

    Sekitar pukul 15.50, perempuan berambut pendek itu kembali ke lobi KPK. Ia menitipkan sesuatu dalam kantong plastik merah kepada petugas keamanan.

    Ratu kemudian keluar dari Gedung KPK sekitar pukul 16.05. Ia perlu berjalan cepat menuju Innova hitam bernopol B 1693 SZJ yang menunggunya di pinggir jalan, depan Gedung KPK.
    Tak sepatah kata pun diucapkan Ny Ratu, meski dicecar pertanyaan para wartawan.

    Ratu memilih menundukan kepala dan sesekali menutupi wajah untuk menghindari jepretan kamera fotografer.

    Menurut adik Akil, Mulyani Mochtar, kakaknya sempat bingung saat ditangkap KPK. Rabu (2/10) malam lalu, Akil sedang mandi ketika diberitahu ajudannya ada tamu.

    Belum sempat berkenalan dan ngobrol dengan tamu (Chairun Nisa dan Cornelis), petugas KPK yang telah di ruang tamu langsung menangkapnya.

    “Waktu itu Pak Akil baru keluar kamar mau menemui tamu, tapi orang KPK sudah di ruang tamu,” jelas Mulyani.

    Kepada petugas KPK, Akil saat tegas menyatakan tak mengenal Chairun Nisa dan Cornelis, namun tak digubris.

    “Orang itu saya nggak kenal. Satu perempuan dan satu laki,” kata Akil, usai diperiksa penyidik.

    “Ada orang datang ke rumah saya sekitar jam sembilan (malam), ngakunya dari Kalimantan Tengah, saya masih di dalam. Terus dikasih tahu (ajudan) ada tamu,” jelasnya santai.

    Akil yang kelahiran Putussibau, Kalbar ini, saat ia keluar kamar, petugas KPK sudah terlihat. Mereka langsung menggeledah dan menemukan amplop berisi uang.

    Berarti Bapak dijebak? “Bukan dijebak, saya tidak tahu maksud dan kepentingannya apa,” tegasnya. (tribunnews/win/lau/ivo/zul)


    http://www.tribunnews.com/nasional/2013/10/06/pasangan-cabup-lebak-diminta-rp-3-miliar-supaya-dimenangkan-mk

    Akil Mochtar Ditangkap KPK
    Pasangan Cabup Lebak Diminta Rp 3 Miliar Supaya Dimenangkan MK
    Minggu, 6 Oktober 2013 21:09 WIB

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) menganulir kemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lebak, Iti Octavia-Ade Sumardi (IDE), dan meminta penghitungan suara ulang.

    Pasangan cabup dan cawabup versi KPU Lebak, mengaku pernah dijanjikan menang sengketa di MK, jika membayar uang miliaran rupiah.

    “Kami ditawarkan untuk menyiapkan uang sekitar Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar. Kami memilih fight, karena tidak melakukan kecurangan,” ujar kuasa hukum kubu IDE, Risa Mariska, dalam diskusi ‘Menganulir Putusan Sengketa Pilkada di MK yang Terindikasi Suap,’ di Jakarta, Minggu (6/10/2013).

    Menurut Risa, pihaknya memeroleh suara 60 persen. Ia membantah ada penggalangan suara PNS untuk mendukung IDE, lantaran Iti Octavia adalah anak Bupati Lebak periode 2008-2013, Mulyadi Jayabaya. Bahkan, dalam persidangan, pemohon gagal membuktikan dalil-dalinya.

    “Dalam sidang, fakta tidak memberatkan kami, dan kami mampu membantah dalil pemohon. Tapi, hanya karena Rp 3 miliar (suap yang diterima Akil), luar biasa putusannya berbeda. Fakta hukum menang tapi kami dikalahkan politik uang,” ungkap Risa.

    Pemohon dalam sengketa Pilkada Lebak adalah Amir Hamzah-Kasmin. Mereka mengajukan gugatan ke MK karena tidak menerima perolehan suara yang diputuskan KPU Kabupaten Lebak.

    Hasil pleno KPU, pasangan IDE dapat 407.156 suara, sementara pasangan HAK yang diusung Golkar dapat 226.440 suara.

    Risa yakin, penghitungan suara ulang tak lepas dari suap yang diterima Ketua MK Akil Mochtar. Ia semakin yakin, ketika penghitungan ulang dilatarbelakangi uang suap, yang belakangan diungkap KPK dengan menetapkan tersangka Akil, Tubagus Chaeri Wardana, dan pengacara bernama Susi.

    Dalam nomor 111/PHPU.D-XI/2013 itu, MK Membatalkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lebak Nomor 41/Kpts/KPU.Kab./015.436415/IX/2013, yang menetapkan pasangan IDE. Ternyata, putusan MK itu patut diduga hasil suap terhadap Ketua MK Akil Mochtar. (*)

    Penulis: Yogi Gustaman
    Editor: Yaspen Martinus


    http://id.berita.yahoo.com/secara-etik-mahfud-tak-layak-masuk-majelis-kehormatan-154837839.html

    Secara Etik Mahfud tak Layak Masuk Majelis Kehormatan MK
    TRIBUNnews.com – 13 jam yang lalu

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pernyataan Jimly Asshiddiqie terkait kedekatan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dengan mantan Ketua MK Mahfud MD, perlu dijadikan perhatian. Khususnya, terkait pengangkatan Mahfud MD sebagai anggota Majelis Kehormatan MK.

    “Saya sepakat dengan Jimmly, karena kedekatan Mahfud dan Akil, rasanya kurang tepat kalau Mahfud ikut dalam majelis kehormatan,” ujar Erwin Natosmal Oemar, peneliti Indonesian Legal Roundtable, saat ditemui di Kantor YLBHI Jakarta, Minggu (6/10/2013).

    Ada beberapa hal yang membuat Mahfud dirasa kurang tepat menjadi anggota Majelis Kehormatan MK, dalam menangani kasus dugaan suap yang melibatkan Akil. Salah satunya adalah ketika muncul laporan dugaan korupsi dari Refly Harun.

    “Ketika Refly Harun melaporkan Akil, respons Mahfud malah defensif dan justru terkesan melindungi Akil. Itu kan sempat menjadi polemik saat itu,” tuturnya.

    Menurut Erwin, seharusnya Mahfud menyadari kedekatannya dengan Akil menjadikannya secara etis tidak layak berada di dalam Majelis Kehormatan, yang memutuskan nasib Akil di MK.

    “Seharusnya Mahfud tahu diri, dia secara etik tidak layak dalam majelis kehormatan. Mestinya Mahfud mengundurkan diri,” paparnya. (*)


    http://nasional.kompas.com/read/2013/10/07/0813499/Inikah.Surat.Akil.Mochtar.dari.Dalam.Rutan.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kkomwp

    Inikah Surat Akil Mochtar dari Dalam Rutan?
    Icha Rastika, Senin, 7 Oktober 2013 | 08:13 WIB


    Surat yang diduga ditulis Ketua MK Akil Mochtar dari dalam tahanan KPK. | KOMPAS.com/ICHA RASTIKA


    KOMPAS.com/ICHA RASTIKA Surat yang diduga ditulis Ketua MK Akil Mochtar dari dalam tahanan KPK.


    KOMPAS.com/ICHA RASTIKA Surat yang diduga ditulis oleh Ketua MK Akil Mochtar dari dalam tahanan KPK


    KOMPAS.com/ICHA RASTIKA Surat yang diduga ditulis oleh Ketua MK Akil Mochtar dari dalam tahanan KPK

    JAKARTA, KOMPAS.com – Sebuah surat yang diduga ditulis Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar beredar di kalangan wartawan. Surat itu diduga ditulis Akil dari balik sel Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Akil telah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan suap terkait Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah, serta Pilkada Lebak, Banten. Dia ditahan KPK pada Kamis (3/10/2013).

    Dalam surat yang ditujukan kepada para hakim konstitusi ini, Akil menyampaikan pengunduran dirinya, dan permohonan maaf kepada para hakim MK serta kepada semua staf dan karyawan MK.

    Surat yang berupa tulisan tangan itu pun berisi sangkalan Akil atas tuduhan KPK. Dia merasa tidak pernah tertangkap tangan tengah menerima uang suap. Berikut isi surat tersebut:

    Jakarta, 3 Oct 2013
    Kepada Yth/ yang mulia Bpk/ibu hakim konstitusi

    Ass. Wr Wb
    1. Saya mohon maaf kepada Bpk/ibu hakim konstitusi dan kpd seluruh staf dan karyawan MK
    2. Sejak tanggal surat ini saya mengundurkan diri sebagai hakim MK
    3. Walau tidak untuk dipercaya atau tidak perlu percaya kepada saya, kiranya saya perlu menjelaskan kejadian yg sebenarnya;

    A. Rabu malam saya baru sampai dirumah sekitar jam 8 lewat, mandi ganti pakaian dan berbicara dengan istri, saya diberitahu ada tamu oleh penjaga rumah kediaman. Saya menuju ke pintu mau membuka pintu lalu ada ketukan, dan pintu saya buka, dan ada petugas dari KPK memperkenalkan diri dengan mengatakan ada dua orang lagi duduk di teras halaman depan, dan diminta menyaksikan lalu saya hanya kenal dengan Chairun Nisa, yang pernah SMS beberapa waktu lalu mau bertamu ke rumah, saya jawab dengan SMS, silakan tapi jangan malam-malam karena saya ngantuk.

    Ketika saya menyaksikan kedua orang itu digeledah, dari laki-laki yang tidak saya kenal itu didapati beberapa amplop, sedangkan dari Chairun Nisa hanya didapati beberapa buah HP. Sedangkan satu orang lagi laki-laki, saya tidak pernah melihat katanya menunggu di ….. (tulisan tidak jelas).

    Saya merasa saya tidak pernah tertangkap tangan!

    Selanjutnya saya diminta ke kantor KPK untuk menjelaskan kejadian itu yang terjadi di teras rumah saya itu. Saya tidak tahu latar belakang kejadian. Saya tidak pernah meminta uang atau janji sepeserpun! Yang kemudian saya ditetapkan sebagai tersangka. Banyak saksi kejadian itu, ajudan, petugas jaga dari kepolisian dan security. Kalau kaitannya dengan pilkada Gunung Mas silahkan diamati rekaman sidang, 2 hakim anggota, 1 panitera pengganti dan panitera. Bagaimana pengambilan keputusan perkara dimaksud. Semua berlangsung sesuai prosedur dan tidak ada satupun dipengaruhi oleh saya.

    B. Pilkada Lebak : Saya lebih tidak mengerti lagi karena sudah diputus, sudah dibacakan putusan, semua proses sidang pengambilan keputusan semua dilakukan dengan musyawarah mufakat, tidak ada sama sekali saya menginteruksi, ada PP (Panitera Pengganti) dan panitera yang menyaksikan proses musyawarah tsb.

    Katanya ada SMS dari pengacara Susy kepada saya meminta dibantu perkara tersebut. Saya tidak pernah meminta meminta uang atau janji dari perkara tersebut, tapi saya dijadikan tersangka.

    4. Demi Allah Yang Maha Menyaksikan saya akan menghadapi ini dengan tabah dan yakin terhadap semua ini. Tiada pertolongan yang lebih baik kecuali dari Allah. Ditengah berita yang mendzolimi saya, menyudutkan dengan hal-hal yang aneh mengikuti perkara ini, saya tidak akan merubah sikap saya terhadap bangsa ini. Saya bukan penghianat! Walau saya harus mati untuk itu semua.

    5. Kepada Bpk/ibu Hakim, maupun kolega saya ; Jika dalam perjalanan yang panjang ini, siapa tahu istri dan anak-anak saya membutuhkan petunjuk, sekiranya Bpk/ibu jika berkenan, bila mereka bertanya hal yang perlu mereka ketahui, mohon ditegur sapa kepada mereka.

    Tks
    Akil Mochtar
    Editor : Inggried Dwi Wedhaswary


    http://nasional.kompas.com/read/2013/10/07/1021294/Dalam.Suratnya.Akil.Bantah.Tertangkap.Tangan.dan.Minta.Uang.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Ktswp

    Dalam Suratnya, Akil Bantah Tertangkap Tangan dan Minta Uang
    Senin, 7 Oktober 2013 | 10:21 WIB


    Surat yang diduga ditulis Ketua MK Akil Mochtar dari dalam tahanan KPK. | KOMPAS.com/ICHA RASTIKA

    JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Mahkamah Konstitusi nonaktif Akil Mochtar, Sabtu (5/10/2013) malam, mengirimkan surat pengunduran diri sebagai hakim MK. Surat empat lembar dengan tulisan tangan tersebut diserahkan kepada Wakil Ketua MK Hamdan Zoelva ketika menggelar rapat permusyawaratan hakim (RPH) di lantai 16 Gedung MK. (Baca: Inikah Surat Akil Mochtar dari Dalam Rutan?)

    Dalam suratnya, Akil menjelaskan kejadian pada Rabu (2/10/2013) malam ketika dirinya ditangkap KPK, itu bukan tertangkap tangan seperti yang banyak diberitakan.

    Seperti tertulis di dalam suratnya, setiba di rumah dari kantor MK, setelah mandi dan berganti baju serta berbicara kepada istri, saat itulah, dia diberitahu penjaga rumah ada tamu.

    ”Ketika pintu saya buka, ada petugas dari KPK memperkenalkan diri dengan mengatakan ada dua orang sedang duduk di teras halaman depan (anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Chairun Nisa/CN dan pengusaha asal Palangkaraya, Cornelis Nalau/CAN), dan diminta menyaksikan.”

    Akil mengungkapkan, dirinya menyaksikan kedua orang itu digeledah. Dari tamu lelaki yang tidak dikenalnya, KPK mendapati beberapa amplop, sedangkan dari Chairun Nisa yang dia kenal, KPK mendapati beberapa telepon genggam.

    ”Saya merasa, saya tidak pernah tertangkap tangan!” tulis Akil, yang kemudian diminta ke kantor KPK menjelaskan kejadian di teras itu. Dia mengatakan tak tahu latar belakang kejadian itu dan tidak pernah meminta uang atau janji sepeser pun.

    Dalam perkara Pilkada Kabupaten Lebak, Akil pun menyatakan lebih tak mengerti karena perkara tersebut sudah putus. Semua pengambilan keputusan telah dilakukan dengan musyawarah dengan mufakat.

    Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan, adalah hak tersangka untuk membantah. ”Tersangka itu punya hak ingkar. Nanti bisa dibuktikan di pengadilan,” kata Johan.(ILO/ANA/BIL)

    Sumber : KOMPAS CETAK
    Editor : Inggried Dwi Wedhaswary


    http://id.berita.yahoo.com/beredar-surat-dari-akil-mochtar-ke-mk-150320486.html

    Beredar, Surat dari Akil Mochtar ke MK
    TEMPO.CO – 13 jam yang lalu

    TEMPO.CO, Jakarta–Beredar surat yang ditulis tangan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. Menurut informasi, surat itu dia tulis di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi, dikirim ke MK melalui kurir. Berikut surat tersebut, yang beredar di kalangan wartawan MK:

    Jakarta, 3 Oct 2013

    Kepada Yth/yang mulia Bpk/ibu hakim konstitusi

    Ass. Wr Wb

    1. Saya mohon maaf kepada Bpk/Ibu hakim konstitusi dan kpd seluruh staf dan karyawan MK.

    2. Sejak tanggal surat ini saya mengundurkan diri sebagai hakim MK.

    3. Walau tidak untuk dipercaya atau tidak perlu percaya kepada saya, kiranya saya perlu menjelaskan kejadian yg sebenarnya;

    A. Rabu malam saya baru sampai di rumah sekitar jam 8 lewat, mandi ganti pakaian dan berbicara dengan istri, saya diberitahu ada tamu oleh penjaga rumah kediaman. Saya menuju ke pintu mau membuka pintu lalu ada ketukan, dan pintu saya buka, dan ada petugas dari KPK memperkenalkan diri dengan mengatakan ada dua orang lagi duduk di teras halaman depan, dan diminta menyaksikan lalu saya hanya kenal dengan Chairun Nisa, yang pernah SMS beberapa waktu lalu mau bertamu ke rumah, saya jawab dengan SMS, silahkan tapi jangan malam-malam karena saya ngantuk.

    Ketika saya menyaksikan kedua orang itu digeledah, dari laki-laki yang tidak saya kenal itu didapati beberapa amplop, sedangkan dari Chairun Nisa hanya didapati beberapa buah HP. Sedangkan satu orang lagi laki-laki, saya tidak pernah melihat katanya menunggu di ….. (tulisan tidak jelas).

    Saya merasa saya tidak pernah tertangkap tangan! Selanjutnya saya diminta ke kantor KPK untuk menjelaskan kejadian itu yang terjadi di teras rumah saya itu.

    Saya tidak tahu latar belakang kejadian. Saya tidak pernah meminta uang atau janji sepeserpun! Yang kemudian saya ditetapkan sebagai tersangka.

    Banyak saksi kejadian itu, ajudan, petugas jaga dari kepolisian dan security.

    Kalau kaitannya dengan pilkada Gunung Mas silahkan diamati rekaman sidang, 2 hakim anggota, 1 panitera pengganti dan panitera. Bagaimana pengambilan keputusan perkara dimaksud. Semua berlangsung sesuai prosedur dan tidak ada satupun dipengaruhi oleh saya.

    B. Pilkada Lebak : Saya lebih tidak mengerti lagi karena sudah diputus, sudah dibacakan putusan, semua proses sidang pengambilan keputusan semua dilakukan dengan musyawarah mufakat, tidak ada sama sekali saya menginteruksi, ada PP (Panitera Pengganti) dan panitera yang menyaksikan proses musyawarah tsb.

    Katanya ada SMS dari pengacara Susy kepada saya meminta dibantu perkara tersebut. Saya tidak pernah meminta meminta uang atau janji dari perkara tersebut, tapi saya dijadikan tersangka.

    4. Demi Allah Yang Maha Menyaksikan saya akan menghadapi ini dengan tabah dan yakin terhadap semua ini. Tiada pertolongan yang lebih baik kecuali dari Allah.

    Ditengah berita yang mendzolimi saya, menyudutkan dengan hal-hal yang aneh mengikuti perkara ini, saya tidak akan merubah sikap saya terhadap bangsa ini. Saya bukan penghianat! Walau saya harus mati untuk itu semua.

    5. Kepada Bpk/ibu Hakim, maupun kolega saya ; Jika dalam perjalanan yang panjang ini, siapa tahu istri dan anak-anak saya membutuhkan petunjuk, sekiranya Bpk/ibu jika berkenan, bila mereka bertanya hal yang perlu mereka ketahui, mohon ditegur sapa kepada mereka.

    Tks

    Hormat Saya

    ttd

    Akil Mochtar

    MUHAMAD RIZKI


    http://id.berita.yahoo.com/akal-akalan-putusan-akil-wani-piro-225154453.html

    Akal-akalan Putusan Akil, Wani Piro?
    TEMPO.CO – 5 jam yang lalu

    TEMPO.CO , Jakarta–Komisi Pemberantasan Korupsi membongkar jual-beli putusan sengketa hasil pemilihan kepala daerah di Mahkamah Konstitusi. Tempo melihat transaksi mencurigakan miliaran rupiah di rekening Akil Mochtar.

    Majalah Tempo edisi Senin 7 Oktober 2013 mengulas soal heboh penangkapan Akil Mochtar. Lama dipantau radar komisi antikorupsi, Akil menjadi target pengawasan lebih ketat sejak awal bulan lalu. Menerima informasi yang cukup sahih, pemimpin KPK menerbitkan surat perintah penyelidikan pada 4 September. Petugas meningkatkan perhatian sejak dua pekan lalu, setelah mendeteksi komunikasi yang mengindikasikan rencana penyerahan uang untuk doktor hukum dari Universitas Padjadjaran, Bandung, itu.

    Obyeknya adalah perkara sengketa hasil pemilihan kepala daerah Kabupaten Gunung Mas yang ditangani panel hakim dengan ketua Akil. Bupati Hambit Bintih, yang bertarung untuk periode kedua pemerintahannya, memenangi pemilihan. Tapi pesaingnya menggugat hasil pemilihan ini ke Mahkamah Konstitusi. Bupati inkumben itu merasa perlu mengamankan kemenangannya.

    Sejumlah informasi membuat nama Chairun Nisa masuk radar pengawasan. Perempuan berkerudung anggota Dewan tiga periode ini dicurigai menjadi jalur tol menuju Akil dalam “mengurus” perkara sengketa. Hambit diduga menggunakan jalur ini demi tetap menduduki kursi bupatinya.

    Menjelang putusan itu diketuk, gemerincing uang nyaring terdengar. “Informasi awalnya, pemberian uang untuk Akil akan dilakukan pada Senin malam,” kata seorang pejabat yang mengetahui perkara ini. “Ternyata mundur menjadi Rabu.”

    Petugas KPK, yang bersiaga sejak pagi, pada pukul 19.00 menyaksikan Chairun Nisa–menggunakan Toyota Fortuner putih yang dikendarai suaminya–menjemput Cornelis Nalau, teman Bupati Hambit, di Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Mereka telah sepakat bersama-sama ke rumah dinas Akil. Berbincang sebentar, mereka melanjutkan perjalanan ke Widya Chandra. “Selama di mobil, tas berisi uang dipangku Cornelis,” ujar seorang petugas.

    Sempat berhenti di beberapa tempat, mobil Chairun Nisa tiba di rumah Akil sekitar pukul 22.00. Tanpa melapor ke petugas penjaga, Bendahara Majelis Ulama Indonesia itu segera membuka pintu pagar. Hampir bersamaan, Akil, yang mengenakan polo merah, membuka pintu rumah menyambut tamu malam-malamnya.

    Tiga meter dari pintu, langkah Chairun Nisa dan Cornelis terhenti. Belasan petugas KPK merangsek dan mendatangi mereka. Beberapa penjaga hendak menolong Akil, tapi langsung mundur begitu tahu yang datang petugas KPK. Selengkapnya baca Majalah Tempo.

    BS/SETRI YASRA, JAJANG JAMALUDDIN, MUHAMMAD RIZKI, TRI ARTINING PUTRI, NURROHMAN ARRAZIE


    http://id.berita.yahoo.com/akil-pernah-sesumbar-gantung-wakil-ketua-dprd-tebo-010743787.html

    Akil Pernah Sesumbar Gantung Wakil Ketua DPRD Tebo
    TRIBUNnews.com – 3 jam yang lalu

    Laporan Wartawan Tribun Jambi Muhlisin

    TRIBUNNEWS.COM, MUARA TEBO – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) nonaktif Akil Mochtar, sebelum tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi )KPK), ternyata pernah sesumbar di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

    Menurut pengakuan Wakil Ketua DPRD Tebo Syamsurizal, Akil pernah menebar ancaman kepada dirinya ketika mengurus sengketa pemilihan kepala daerah (pilkada) setempat pada 10 Maret 2011.

    Dalam pilkada pada putaran pertama 2011 silam, pasangan Yopi Muthalib-Sapto unggul 2.800 suara atas pasangan Sukandar-Hamdi. Pasangan calon yang disebut terakhir, lantas menggugat ke MK dan dikabulkan.

    Tebo pun menjadi kabupaten pertama di Provinsi Jambi yang pilkadanya diulang. Hasilnya berbeda 180 derajat, Sukandar-Hamdi berbalik unggul dan menjadi pemenang. Yopi-Sapto balik menggungat ke MK, namun ditolak.

    “Gara-gara aku melontarkan isu suap Rp 3 miliar dalam putusan sengketa pilkada Tebo di MK. Memang semua sidang Akil yang mimpin. Kecuali sidang putusan, dipimpin Mahfud MD,” ujar Iday, sapaan akrab Syamsurizal, Minggu (6/10/2013).

    Iday mengatakan, ketika Yopi-Sapto balik menggugat ke MK, pengacara Suka-Hamdi melontarkan pernyataan bahwa Iday pernah menyebut-nyebut isu suap. Akil yang lagi-lagi memegang palu sidang, menurutnya menjadi sangat murka.

    Dalam forum sidang, Akil mengancam akan menggantung Iday karena telah berani mengumbar isu suap Rp 3 miliar. Ancaman itu bahkan sempat menjadi headlinebeberapa media cetak di Provinsi Jambi.

    “Tapi dulu aku ngomongnya H Muhammad SEN. Duit suap untuk MK itu aki bilangnya H M Sen Rp 3 miliar, makanya menang di MK. Dia (Akil) marah sekali, dia mengancam akan gantung saya,” ujarnya lagi.

    Akil, tak sekadar mengancam akan menggantung Ketua DPC Partai Demokrat Tebo ini. Menurut Iday, Akil juga sempat mengatakan siap digantung kalau menerima suap. Kebetulan partai pengusung Sukandar-Hamdi juga sama dengan partai dimana Akil lama berkiprah, yakni Partai Golkar.

    “Tidak tahu sekarang ya, apa Akil masih siap digantung apa tidak. Yang jelas sekarang sudah jadi tersangka dalam kasus suap pilkada,” tuturnya.


    http://id.berita.yahoo.com/akil-minta-apel-washington-ke-bupati-gunung-mas-225438342.html

    Akil Minta Apel Washington ke Bupati Gunung Mas
    TEMPO.CO – 4 jam yang lalu

    TEMPO.CO, Jakarta–Hambit Bintih memenangi pemilihan Bupati Gunung Mas yang digelar pada 4 September 2013. Berpasangan dengan Arton S. Dohong, dia unggul sekitar 7.000 suara atas pesaing terdekatnya, pasangan Jaya Samaya Monong dan Daldin. Meski tergolong menang dengan selisih aman, Hambit tak tinggal duduk berpangku tangan menunggu putusan sengketa.

    Pada 18 September lalu, Hambit bertemu dengan sejumlah pejabatnya di lounge Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Sejumlah kerabat dan kepala dinas Gunung Mas juga hadir. Menurut peserta pertemuan, Hambit awalnya membicarakan masalah kesehatannya. Ia menceritakan pengalaman menjalani operasi bypass jantung di Singapura.

    Majalah Tempo edisi Senin 7 Oktober 2013 mengulas soal heboh penangkapan Akil Mochtar. Pembicaraan beralih ke hasil pemilihan bupati. Hambit menyampaikan informasi bahwa pesaingnya menggugat ke Mahkamah Konstitusi. Ia menyatakan risau terhadap upaya hukum lawan-lawan politiknya. »Kalau sampai pemilihan ulang, jadi repot,” ujar Hambit, ditirukan seorang peserta pertemuan.

    Ketika itu, Hambit bercerita baru saja bertemu dengan Chairun Nisa di ruang khusus Hotel Grand Sahid Jaya. Anggota Dewan yang terpilih dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah itu kawan lama Hambit. Sebelum pindah ke PDI Perjuangan, mantan Kepala Dinas Pendapatan Kalimantan Tengah ini aktif di Partai Beringin.

    Di tengah pembicaraan, Hambit menerima telepon yang disebutnya dari Chairun Nisa. Berbicara sebentar, dia menyampaikan isi pembicaraan telepon itu. Menurut peserta pertemuan, Hambit ketika itu mengatakan, »Chairun Nisa mengajak saya bertemu dengan Pak Akil nanti malam.”

    Sumber yang sama mengatakan tidak mengikuti pertemuan antara Chairun Nisa, Hambit, dan Akil. Tapi, setelah itu, Hambit bercerita bahwa ia sudah sepakat menyediakan Rp 3 miliar demi mengamankan kemenangannya. Seorang kerabat dekatnya menuturkan, setelah pertemuan itu, Hambit berkeluh-kesah soal jumlah uang yang harus disediakan. »Menurut Hambit, Akil minta besar dan harus berbentuk ‘apel Washington’,” katanya. »Apel Washington” merupakan sandi yang populer dalam sidang Angelina Sondakh, terpidana suap Wisma Atlet SEA Games XXVI, Palembang, yang merujuk pada dolar Amerika Serikat.

    “Apel” dikemas dalam amplop dan disetorkan Chairun Nisa ke rumah Akil pada Rabu malam itu. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan penyerahan uang senilai Rp 3 miliar merupakan pelunasan komitmen Hambit kepada Ketua Mahkamah Konstitusi.

    Chairun Nisa, ketika ditanyai soal ini di gedung KPK, Kamis malam pekan lalu, menolak menjawab berbagai tuduhan. Ia tak mengucapkan apa pun. Selengkapnya baca Majalah Tempo.

    BS/SETRI YASRA, JAJANG JAMALUDDIN, MUHAMMAD RIZKI, TRI ARTINING PUTRI, NURROHMAN ARRAZIE


     
  • Virtual Chitchatting 9:30 PM on 2013/10/06 Permalink  

    Kasus Akil Mochtar menjadi momentum bagi SBY dan kroco-kroconya menggunting MK (Maker of Kings) dalam lipatan

    kroco = tukang pukul, begundal, kacung, kurcaci, anak bau kencur

    kompas, 5 Oktober 2013 hal.5 budiarto shambazy, kini judica-thieves juga


    kompas, 5 Oktober 2013 hal.6 tajuk rencana-butuh langkah luar biasa


    http://www.tribunnews.com/nasional/2013/10/05/minus-mk-presiden-undang-para-pimpinan-lembaga-negara-ke-istana-negara

    Akil Mochtar Ditangkap KPK
    Minus MK, Presiden Undang Para Pimpinan Lembaga Negara ke Istana Negara
    Sabtu, 5 Oktober 2013 06:57 WIB

    Tribunnews.com, JAKARTA– Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengundang para Pimpinan Lembaga Negara untuk berkonsultasi membahas Mahkamah Konstitusi (MK) yang sedang menjadi sorotan perhatian masyarakat.

    Juru bicara presiden, Julian A Pasha menyampaikan pertemuan ini akan digelar pukul 13:00 WIB, di Istana Negara.

    “Melalui Mensesneg (Sudi Silalahi), Presiden mengundang seluruh pimpinan lembaga negara untuk membahas mengenai MK,” ungkap Julian melalui sambungan telepon Jumat (4/10/2013).

    Siapa saja yang diundang? Dikatakan, semua pimpinan mulai dari DPR, MPR, BPK, MA dan KY, kecuali MK, diundang dalam pertemuan konsultasi ini.

    Dijelaskan, pertemuan konsultasi ini dipandang Presiden penting agar tidak terjadi krisis kepercayaan terhadap lembaga dan simbol negara.

    “Tentu kita ketahui pasca penangkapan Ketua MK Akil Mochtar perlu ada konsultasi dengan lembaga lain demi menjaga kestabilan dan kepercayaan terhadap lembaga negara,” jelas Julian.

    Lebih lanjut Julian jelaskan pula alasan MK tak turut diundang. “Kali ini kita akan konsultasi lebih bijak soal MK dengan pimpinan negara lainnya. Itulah kenapa MK tidak hadir, tidak diundang,” tuturnya.

    Penulis: Srihandriatmo Malau
    Editor: Gusti Sawabi


    http://www.antaranews.com/berita/399078/mk-tak-masalah-tak-diundang-presiden

    MK tak masalah tak diundang Presiden
    Sabtu, 5 Oktober 2013 20:46 WIB
    Pewarta: Victorianus Sat Pranyoto

    Sleman (ANTARA News) – Hakim Mahkamah Konstitusi Harjono tidak masalah lembaganya tidak diundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan lembaga tinggi negara membahas lembaganya pascapenangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi

    Di Yogyakarta, Sabtu, Harjono mengatakan dengan tidak diundangnya MK, justru membuat MK secara independen bisa menyelesaikan persoalan tanpa dipengaruhi pihak lain.

    “Kami justeru akan mampu menyelesaikan permasalahan yang sedang membelit ditubuh lembaga kami secara mandiri dan independen, apalagi pertemuan itu kan membahas persoalan ditangkapnya Ketua MK Akil Mochtar yang ditangkap KPK dalam kasus suap, dan telah ditetapkan sebagai tersangka,” katanya.

    Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan tidak diundangnya MK dalam pertemuan tersebut.

    “Kami juga tidak tahu alasannya apa, karena tidak ada pemberitahuan maupun undangan sama sekali,” katanya.

    Editor: Jafar M Sidik


    http://www.merdeka.com/peristiwa/mk-kecewa-tak-diundang-presiden-sby.html

    MK kecewa tak diundang Presiden SBY
    Reporter : Muhammad Sholeh
    Minggu, 6 Oktober 2013 05:30:00


    Konpers MK terkait penangkapan Akil Mochtar. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

    ahkamah Konstitusi kecewa terhadap sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pasalnya, SBY tidak mengundang MK dalam pertemuan dengan para ketua lembaga negara guna membahas pasca penangkapan Akil Mochtar oleh KPK.

    “Seyogyanya pimpinan MK diundang dalam pertemuan tersebut untuk didengar keterangannya dan ikut bersama-sama para ketua lembaga negara lainnya dalam rangka mencari solusi yang terbaik sebagai jalan keluar dari dampak peristiwa tersebut,” ujar Wakil Ketua MK Hamdan Zoelva.

    Hal ini dia sampaikan saat konferensi pers dengan didampingi 7 hakim konstitusi lainnya di Gedung MK, Jakarta, Minggu (6/10) malam.

    Hamdan mengatakan bahwa delapan hakim konstitusi yang ada saat ini seolah-olah dan terkesan turut bersalah dalam peristiwa tersebut yang mengakibatkan Presiden tidak mengundang unsur pimpinan MK yang ada dalam pertemuan para ketua lembaga negara.

    “Pada pertemuan tersebut MK diperlakukan sebagai obyek, padahal UUD 1945 menempatkan MK sebagai lembaga negara juga,” kata Hamdan seperti dikutip dari Antara.

    Walaupun ada peristiwa tersebut, lanjut Hamdan, MK tidak terhalang dalam menjalankan fungsi konstitusionalnya. Hamdan menegaskan, delapan hakim konstitusi yang berdasarkan peraturan perundang-undangan tetap dapat sah menjalankan tugasnya.

    “Sampai saat ini MK tetap menjalankan tanggung jawab konstitusinalnya,” tegas Hamdan mewakili hakim konstitusi lainnya.

    Hamdan menambahkan, MK dan seluruh hakim konstitusi bertanggung jawab penuh berdasarkan sumpah jabatan, demi bangsa dan negara.

    “Putusan-putusan MK yang telah dijatuhkan selama ini berdasarkan UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan tetap sah. Putusan MK oleh sembilan hakim konstitusi. Ketua MK berfugsi memimpin sidang dan rapat dalam pengambilan dan pengucapan putusan. Suara hakim konstitusi, termasuk ketua dan wakil ketua, dalam musyawarah adalah sama,” terang Hamdan.
    [hhw]


    http://www.antaranews.com/berita/399119/mk-kecewa-tak-diundang-presiden

    MK kecewa tak diundang Presiden
    Minggu, 6 Oktober 2013 04:08 WIB
    Pewarta: Joko Susilo

    “Seyogianya pimpinan MK diundang dalam pertemuan tersebut untuk didengar keterangannya dan ikut bersama-sama para ketua lembaga negara lainnya dalam rangka mencari solusi yang terbaik sebagai jalan keluar dari dampak peristiwa tersebut,”

    Jakarta (ANTARA News) – Mahkamah Konstitusi kecewa terhadap sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang tidak mengundang mereka dalam pertemuan para ketua lembaga negara membahas penangkapan Ketua MK Akil Mochtar oleh KPK.

    “Seyogianya pimpinan MK diundang dalam pertemuan tersebut untuk didengar keterangannya dan ikut bersama-sama para ketua lembaga negara lainnya dalam rangka mencari solusi yang terbaik sebagai jalan keluar dari dampak peristiwa tersebut,” kata Wakil Ketua MK Hamdan Zoelva, yang didampingi tujuh hakim konstitusi lainnya saat konferensi pers di Jakarta, Minggu dinihari.

    Hamdan mengatakan bahwa delapan hakim konstitusi yang ada saat ini seolah-olah dan terkesan turut bersalah dalam peristiwa tersebut yang mengakibatkan Presiden tidak mengundang unsur pimpinan MK yang ada dalam pertemuan para ketua lembaga negara.

    “Pada pertemuan tersebut MK diperlakukan sebagai obyek, padahal UUD 1945 menempatkan MK sebagai lembaga negara juga,” katanya.

    Walaupun ada peristiwa tersebut, lanjut Hamdan, MK tidak terhalang dalam menjalankan fungsi konstitusionalnya karena masih ada delapan hakim konstitusi yang berdasarkan peraturan perundang-undangan tetap dapat sah menjalankan tugasnya.

    “Sampai saat ini MK tetap menjalankan tanggung jawab konstitusinalnya,” kata Hamdan mewakili delapan hakim konstitusi.

    Tetap bertanggung jawab

    Dia juga mengatakan MK dan seluruh hakim konstitusi bertanggung jawab penuh berdasarkan sumpah jabatan, demi bangsa dan negara.

    “Putusan-putusan MK yang telah dijatuhkan selama ini berdasarkan UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan tetap sah,” tegas Hamdan.

    Dia mengatakan tertangkapnya Akil Mochtar karena dugaan suap dalam perkara Pilkada juga tidak akan mempengaruhi keabsahan putusan MK.

    “Putusan MK oleh sembilan hakim konstitusi. Ketua MK berfugsi memimpin sidang dan rapat dalam pengambilan dan pengucapan putusan. Suara hakim konstitusi, termasuk ketua dan wakil ketua, dalam musyawarah adalah sama,” jelasnya.

    Dalam pemberitaan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Ketua Mahkamah Konstitusi berinisial AM yang diduga menerima uang terkait sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

    “Penyidik menangkap tangan beberapa orang di kompleks Widya Chandra, dengan inisial AM, CHN, dan CN,” kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi, dalam jumpa pers.

    Johan mengatakan, AM merupakan Ketua Mahkamah Konstitusi, sementara CHN seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat, dan CN seorang pengusaha.

    Di Widya Chandra, penyidik menyita uang dolar Singapura, perkiraan sementara, senilai Rp2 miliar hingga Rp3 miliar, yang diduga merupakan pemberian CHN dan CN kepada AM terkait yang diduga terkait sengketa pilkada di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

    Setelah itu, lanjut Budi, KPK juga melakukan operasi tangkap tangan di sebuah hotel di wilayah Jakarta Pusat, dan menahan dua orang yang dengan inisial HB dan DH.
    (J008/A011)

    Editor: Ruslan Burhani


    http://lampost.co/berita/mk-protes-tak-diundang-presiden-

    MK Protes Tak Diundang Presiden
    2013-10-06 14:30:00

    JAKARTA (Lampost.Co): Mahkamah Konstitusi mempertanyakan pertemuan yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan sejumlah pemimpin lembaga tinggi negara, Sabtu (5/10) kemarin, tanpa mengundang Mahkamah Konstitusi.

    “Seyogyanya Pimpinan Mahkamah Konstitusi diundang dalam pertemuan tersebut untuk didengar keterangannya,” jelas Wakil Ketua MK Hamdan Zoelva usai Rapat Pleno Hakim Konstitusi di Gedung MK, Jakarta, Minggu (6/10) dini hari.

    Keputusan Presiden tidak mengundang Pimpinan MK pada pertemuan itu, kata Hamdan, membuat seolah-olah delapan hakim konstitusi lain ikut bersalah pada kasus suap ketua MK nonaktif, Akil Mochtar. “Pada pertemuan tersebut, MK diperlakukan sebagai objek. Padahal UUD 1945 menempatkan MK sebagai lembaga negara juga,” imbuh Hamdan.

    Ia mengatakan dengan mengundang pimpinan MK, Presiden bersama pimpinan lembaga lainnya bisa mencari solusi terbaik dari dampak adanya kasus suap tersebut. Pasalnya, MK pun tengah berbenah untuk memulihkan kembali citranya.

    Langkah-langkah pembenahan tersebut di antaranya menyerahkan sepenuhnya kasus pidana Akil pada penegak hukum. MK bahkan telah membentuk Majelis Kehormatan MK beberapa jam usai penangkapan Akil guna menyelesaikan masalah terkait etik dan administrasi.

    Langkah berikutnya, lanjut Hamdan, MK mengirimkan surat permintaan pemberhentian sementara kepada Presiden sesaat setelah KPK menetapkan Akil sebagai tersangka. Tidak hanya itu, MK pun menata kembali panel hakim yang semula tiga panel menjadi dua panel. “Terakhir, MK sedang merumuskan pembentukan Majelis Pengawas Etik Mahkamah Kostitusi. Ini yang belum ada,” terang Hamdan.

    Terkait sidang-sidang MK, Hamdan menegaskan akan tetap berjalan sebagaimana mestinya. “Karena masih ada 8 hakim konstitusi yang berdasarkan UU tetap dapat dengan sah menjalankan fungsinya,” imbuhnya.

    Selain itu, apabila MK menunda dalam menjalankan tugasnya, lanjut Hamdan, perkara-perkara akan menumpuk. “Akhirnya banyak perkara yang terbengkalai dan itu akan mencederai hak-hak konstitusional. Apalagi, sengketa pemilu kada paling lambat dalam waktu 14 hari kerja,” paparnya.

    Sumber: MTVN
    Editor: Adian


    http://www.tribunnews.com/nasional/2013/10/06/hakim-hakim-mk-merasa-ikut-disalahkan-sby

    Akil Mochtar Ditangkap KPK
    Hakim-hakim MK Merasa Ikut Disalahkan SBY
    Minggu, 6 Oktober 2013 21:00 WIB


    TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
    Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar (tengah) keluar dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Minggu (6/10/2013), usai dites urine oleh Badan Narkotika Nasional.

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) memahami respons cepat Presiden SBY yang mengumpulkan para petinggi lembaga negara, untuk mencari solusi pasca-penangkapan Ketua MK Akil Mochtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), atas tuduhan dugaan korupsi.

    Berdasarkan hasil rapat pleno hakim MK, Sabtu (5/10/2013), MK mengakui peristiwa tersebut telah memengaruhi citra dan wibawa MK.

    “MK berpendapat, seyogianya pimpinan MK diundang dalam pertemuan tersebut, untuk didengar keterangannya, dan ikut bersama ketua lembaga negara lain, dalam rangka mencari solusi terbaik sebagai jalan keluar dari dampak atas peristiwa tersebut,” demikian dikutip Tribunnews.com dari dokumen hasil rapat pleno hakim MK.

    Para hakim MK, juga merasa bahwa mereka turut dipersalahkan dengan apa yang terjadi pada Akil Mochtar, hingga tak diundang dalam pertemuan itu.

    “Dengan demikian MK dijadikan sebagai obyek, padahal menurut UUD 1945, menempatkan MK sebagai lembaga negara juga.”

    Menurut para hakim konstitusi, peristiwa yang dialami ketua mereka, tak menghalangi institusi mereka untuk menjalani tugas konstitusi.

    “MK bertanggung jawab atas sumpah jabatan, demi bangsa dan negara.” (*)

    Penulis: Samuel Febrianto
    Editor: Yaspen Martinus

    Coki Lanang-1 jam lalu
    Pak SBY kan militer, doktrinnya adalah, kalau situasi genting, jangan percaya siapapun disekitar situ termasuk lingkungan yang terkait dengan obyek tsb. Jadi………ya bp2 Hakim MK yg mulia tak usah tersinggung……siapa tahu diantara bp2 masih ada yg suka terima suap spt Pak Akil…… Kan harus dibuktikan kalau tidak terima suap…….tenang2 sajalah……he….he…..

    Puguh Darmanto-1 jam lalu
    Saya kira pantas juga tak diundang…..karena sepertinya mereka pada bersekongkol perilaku culas……..sama dengan si Akil……DAN…HAKIM YANG LAIN MESTINYA BERINA teriak DAN TAK PERLU TAKUT DI PECAT….KALAU DI LEMBAGANYA ADA bau culas….. Yah karena gak ada yang berani terika ….maka mereka SAMA SAJA…..SAMA CULASNYA….bahkan saling melindungi……, kurang lebih hal yang demikian terjadi juga di lembaga kepolisian……..

    Prima Bareno Ismet-11 jam lalu
    Dalam 25 tahun kedepan, jangan libatkan partai poltik dalam proses rekruitmen pejabat lembaga negara. Serahkan mekanisme rekruitmen kpd presiden, yg nntnya sbg penanggung jawab langsung apabila terjadi pelanggaran hukum. DPR hanya bertugas mengawasi jalannya oprasional lembaga negara dg sistem pengawasa yg ditetapkan dlm UU dan perpu. Skr ini terkesan presiden tdk ada porsi dlm kedudukannya utk bertanggung jawab.

    Roni Isman Isman-12 jam lalu
    apapun kata anda wahai hakim MK sulit bagi rakyat untuk demikian mudahnya mempercayai anda lagi. contohnyakan sudah ada bagimana ketua anda yang gaya seakan seorang malaikat bersih dan suci tapi lihat buktinya bagimana??

    Irwandi Be-15 jam lalu
    mengingat bentuk keputusan MK adalah kolegial tetap ada kemungkinan hakim lain tidak terlibat tapai yang jadi permasalahan kenapa para hakim di MK sanagat alergi terhadap pengawasan KY dngn segala macam alasan padahal dalam konstitusi tidak ada larangan unetu melakukan pengawasan terhadap kinerja hakim MK. jadi ada apa sebenarnya ini perlu di pertanyakan mudah.mudahan tdk ada elemen masyarakat yang mengajukan reveu terhadap perpu yg akan dikeluarkan oleh presiden karena MK tidak boleh mereveu suatu peraturan perUUngan yang menyangkut dngan lembaga MK sendiri semoga kebenaran akan ter unkap di negeri ini, hidup KPK.


     
  • Virtual Chitchatting 6:15 PM on 2013/10/05 Permalink  

    Amunisi Bank Indonesia dalam mencegah semakin terpuruknya rupiah

    oleh S3ra Sutan Rajo Ali
    Jakarta, 5 Oktober 2013

    1. Perbanyak kontrak swap dengan pemerintah negara lain.
    2. Perbanyak stand-by loan dengan lembaga lintah darah tingkat dunia seperti Bank Dunia dan ADB. IMF, no way, Indonesia belum lama ini ngutangin IMF sebesar US$ 1 milyar.
    3. Persempit pintu keluar dollar AS hanya melalui BUMN yang bisa diawasi dan dikadalin (moral hazard, man).
    4. Naikkan reserve requirement (GWM).
    5. Turunkan plafon loan to deposit ratio (LDR).
    6. bla bla bla

    Dampaknya, cadangan devisa Indonesia naik sedikit dari

    • USD 92,997.00 juta pada bulan Agustus 2013, menjadi
    • USD 95,675.00 juta pada bulan September 2013.

    Peraturan Menteri BUMN (http://www.bumn.go.id/category/produk-hukum/peraturan-menteri/)


    Ekspansi Kredit Ditahan
    Kompas, Jumat, 27 September 2013, hal.19

    Gubernur Bank Indonesia Kumpulkan Direksi 20 Bank Besar

    Jakarta, Kompas – Bank Indonesia menahan perbankan agar tidak ekspansif menyalurkan kredit. Pengendalian kredit dilakukan dengan cara membatasi giro wajib minimum rasio pinjaman terhadap dana pihak ketiga. Bank Indonesia juga mengendalikan likuiditas perbankan.

    Pengendalian likuiditas perbankan dilakukan dengan menetapkan aturan baru tentang giro wajib minimum sekunder.

    Langkah pengendalian kredit perbankan itu untuk mengendalikan pertumbuhan ekonomi sehingga neraca perdagangan dan inflasi akan membaik. ’’Jika kredit terlalu ekspansif, likuiditas dapat terganggu. Kondisi ini bisa menimbulkan kerentanan terhadap industri perbankan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Difi Ahmad Johansyah di Jakarta, Kamis (26/9).

    Giro wajib minimum (GWM) rasio pinjaman terhadap dana pihak ketiga (loan to deposit ratio/LDR) disesuaikan mulai 2 Desember 2013. GWM LDR adalah GWM tambahan yang jumlahnya dikaitkan dengan intermediasi perbankan.

    Besaran GWM LDR yang semula berkisar 78-100 persen berubah menjadi 78-92 persen.

    Saat GWM LDR ditetapkan 78-100 persen pada tahun 2010, kredit perbankan didorong untuk tumbuh. Namun, penurunan batas atas GWM LDR dimaksudkan agar bank mengerem kredit. ’’Sebenarnya sejak triwulan I-2013, beberapa bank yang konservatif sudah menurunkan pertumbuhan kredit,” kata Difi.

    Bank BCA, misalnya, menurunkan target pertumbuhan kredit tahun ini dari 20-22 persen menjadi 18 persen.

    Sebelumnya ekonom Lembaga Penjamin Simpanan, Doddy Ariefianto, memperkirakan, kredit perbankan akan tumbuh 18-19 persen tahun ini. Bank akan menahan kredit untuk beberapa sektor seperti perdagangan.

    Kelebihan likuiditas dari pengurangan batas atas GWM LDR bisa disalurkan ke GWM sekunder yang justru dinaikkan secara bertahap. Saat ini, GWM sekunder 2,5 persen dari dana pihak ketiga.

    GWM sekunder menjadi 3 persen pada kurun waktu 1 hingga 31 Oktober 2013 kemudian menjadi 3,5 persen pada 1 November hingga 1 Desember 2013. Sejak 2 Desember 2013, GWM sekunder menjadi 4 persen.

    GWM sekunder adalah cadangan minimum yang wajib dipelihara bank dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI), dan Surat Berharga Negara (SBN). SDBI sebagai instrumen baru diperhitungkan sebagai komponen GWM sekunder mulai 1 Oktober 2013.

    Kemarin, bankir dari 20 bank besar di Indonesia bertemu dengan Gubernur BI Agus DW Martowardojo. Menurut Difi, pertemuan semacam itu lumrah dilakukan. (IDR)


    Tekanan Rupiah Dikurangi
    Kompas, Jumat, 27 September 2013, hal.20

    BUMN Bertransaksi Lindung Nilai

    Jakarta, Kompas – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menerbitkan peraturan menteri dengan nomor PER-09/MBU/2013 tentang Kebijakan Umum Transaksi Lindung Nilai Badan Usaha Milik Negara. Peraturan tersebut untuk mengurangi tekanan dollar AS atas rupiah.

    Lindung nilai (hedging) adalah cara atau teknik untuk mengurangi baik risiko yang timbul maupun yang diperkirakan akan timbul akibat adanya fluktuasi harga di pasar keuangan.

    Dahlan Iskan, Kamis (26/9), di Jakarta, mengatakan, peraturan itu telah ditandatangani 25 September lalu. Dahlan Iskan melalui suratnya kepada para direksi badan usaha milik negara (BUMN) yang bernomor S.600/MBU/2013, meminta direksi untuk melaksanakan transaksi lindung nilai dalam rangka memitigasi risiko pasar yang dihadapi. Pelaksanaan itu dilakukan dengan lembaga keuangan BUMN, baik bank maupun bukan bank yang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang memadai.

    Seperti tercantum dalam Pasal 2 peraturan menteri itu, BUMN wajib melakukan identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko pasar secara efektif dalam rangka memitigasi risiko pasar. Risiko pasar itu meliputi risiko suku bunga, risiko nilai tukar, risiko komoditas, dan risiko ekuitas. Pengendalian risiko pasar dapat dilakukan melalui transaksi lindung nilai.

    Bank Indonesia menilai kebijakan itu dinilai bisa membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. “BI (Bank Indonesia) mendukung kebijakan itu, kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Difi Ahmad Johansyah, Kamis.

    Beberapa waktu lalu, BI dan Kementerian BUMN menyepakati agar PT Pertamina dan PT PLN tidak membeli dollar AS di pasar uang. Kebutuhan dollar dua perusahaan BUMN itu diadakan melalui tiga bank milik negara, yakni Bank BNI, Bank BRI, dan Bank Mandiri.

    Menteri Perindustrian MS Hidayat di Seoul, Korea Selatan, mengatakan, selama ini tiap hari PT Pertamina membutuhkan 150 juta dollar AS untuk impor. “Jadi sekarang dilarang beli di pasar spot. Dia belinya harus tiga bulan lagi. Jadi tidak mengguncangkan (pasar uang). Itu membuat pasar kita lebih likuid,” kata Hidayat, seperti dilaporkan wartawan Kompas, C Anto Saptowalyono.

    Pengamat keuangan, Farial Anwar, menilai sepatutnya aturan itu sudah dikeluarkan saat pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar minyak.

    Pengamat keuangan, Lana Soelistianingsih, menilai perusahaan yang baik pendapatannya maupun utangnya sudah dalam bentuk dollar AS, akan relatif terbiasa melakukan lindung nilai tukar, bahkan melakukannya secara alami.

    Namun, mereka yang tidak terbiasa, tekanannya akan terasa ketika mata uang rupiah tertekan seperti saat ini. (BEN)


    Peraturan mengenai Kebijakan Umum Transaksi Lindung Nilai (Hedging) BUMN
    Kompas, Jumat, 27 September 2013, hal.20

    1. Lindung nilai adalah cara atau teknik untuk mengurangi risiko yang timbul maupun yang diperkirakan akan timbul akibat adanya fluktuasi harga di pasar keuangan.

    2. BUMN wajib melakukan identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko pasar secara efektif dalam rangka memitigasi risiko pasar (risiko suku bunga, nilai tukar, komoditas, ekuitas).

    3. Pengendalian risiko pasar dapat dilakukan melalui transaksi lindung nilai.

    4. Objek transaksi lindung nilai mencakup aset, kewajiban, pendapatan, dan arus kas.

    5. Biaya yang timbul dan selisih kurang dari transaksi lindung nilai menjadi beban anggaran BUMN. Selisih lebihnya menjadi pendapatan BUMN.

    6. Pelaksanaan transaksi lindung nilai dilakukan melalui lembaga keuangan BUMN, bank maupun bukan bank.

    7. Prinsip pelaksanaan transaksi nilai mencakup:
    a. Tata kelola perusahaan yang baik.
    b. Penerapan manajemen risiko.
    c. Standar akuntansi dan perpajakan.

    8. Kewajiban direksi BUMN mencakup:
    a. Menyusun kebijakan lindung nilai, yakni identifikasi dan penetapan risiko pasar, objek underlying yang akan dilindungi, dan mitigasi risiko.
    b. Menyusun prosedur operasional standar.

    Sumber: Litbang Kompas, INO, disarikan dari Peraturan Menteri BUMN No.:Per-09/MBU/2013 tentang Kebijakan Umum Transaksi Lindung Nilai BUMN


    Kompas, 5 Oktober 2013, hal.19
    Pemerintah Juga Punya Dana Siaga

    Paket Baru Kebijakan Ekonomi Disiapkan

    Jakarta, Kompas – Tidak hanya Bank Indonesia yang menyiapkan dana pinjaman siaga untuk menghadapi kondisi perekonomian yang memburuk. Pemerintah Indonesia juga memiliki dana pinjaman serupa sebesar 5 milyar dollar AS untuk mengantisipasi perekonomian memburuk.

    Kepala Pusat Kebijakan Makro Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengemukakan hal itu dalam diskusi panel bertema “Perkembangan Perekonomian Terkini, Tanggapan Kebijakan dan Pandangan ke Depan” di Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat (4/10). “Ada dana 5 milyar dollar AS yang disiapkan sebagai deferred draw-down option,” kata Luky.

    Dana deferred draw-down option (DDO) itu merupakan dana yang disiapkan untuk keadaan tertentu. Dana serupa pinjaman siaga tersebut baru bisa digunakan saat kondisi tertentu yang memerlukan pencairannya.

    Luky menambahkan, dana DDO ini bisa digunakan saat harga obligasi tinggi. Dengan demikian, pemerintah memiliki dana cadangan.

    Dana siaga itu merupakan pinjaman dari Bank Dunia, pemerintah Jepang, Australia, dan Bank Pembangunan Asia (ADB). Dana sebesar 5 milyar dollar AS atau Rp 55 trilyun dengan asumsi kurs Rp 11.000 per dollar AS.

    “Saat kondisi buruk, yakni saat harga obligasi tinggi, bisa digunakan untuk membeli kembali obligasi,” ujar Luky.

    Sebelumnya Bank Indonesia (BI) sudah menandatangani perjanjian pertukaran devisa dengan Cina dan Jepang. Devisa yang dipertukarkan itu akan ditarik untuk menambah cadangan devisa saat kondisi memburuk dan jumlah cadangan devisa anjlok.

    Perjanjian dengan Cina sebesar 100 milyar yuan atau Rp 175 trilyun. Perjanjian dengan Jepang mencapai 12 milyar dollar AS atau Rp 132 trilyun.

    Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, pihaknya menjajaki kemungkinan menjalin perjanjian pertukaran devisa dengan beberapa negara lain. Namun, Perry menolak menyampaikan hal itu saat ini.

    Dana siaga itu digunakan untuk menambah cadangan devisa. Per akhir Agustus 2013, cadangan devisa Indonesia 92,97 milyar dollar AS.

    Kebijakan Baru

    Dalam diskusi, Luky juga memaparkan, pemerintah sedang menyiapkan kebijakan baru menghadapi kondisi perekonomian terkini. Diharapkan kebijakan itu bisa terbit pada bulan Oktober ini. “Kebijakan ini untuk menyiapkan diri jika hal buruk terjadi,” kata Luky.

    Luky, yang dicegat wartawan seusai diskusi, menolak menjelaskan lebih lanjut. Ia hanya mengatakan, kebijakan tersebut berkorelasi dengan paket kebijakan yang diterbitkan pemerintah pada Agustus lalu.

    “Terkait kebijakan ini, koordinasi terus dilakukan dengan pihak lain. Tujuannya tetap untuk mengendalikan defisit transaksi berjalan,” ujar Luky. Defisit transaksi berjalan pada triwulan II-2013 sebesar 9,8 milyar dollar AS atau 4,4 persen dari produk domestik bruto (PDB).

    Perry memaparkan, dana asing yang masuk ke surat berharga negara cukup besar, sekitar Rp 17 trilyun, sejak awal tahun hingga pekan keempat bulan September. Sebaliknya, tidak ada dana asing yang keluar. (IDR)


    http://www.bi.go.id/web/id/Ruang+Media/Siaran+Pers/sp_150813_dkom.htm

    Siaran Pers 11-06-2013
    Langkah Preemptive Bank Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Moneter

    Sumber Data: Departemen Komunikasi
    Contact: Departemen Komunikasi, Fax.: (62-21) 350-1867, E-mail : humasbi@bi.go.id

    No: 15/ 8 /DKom

    Dalam rangka stabilisasi kondisi moneter sehubungan dengan pelemahan nilai tukar rupiah akhir-akhir ini, Gubernur Bank Indonesia menyatakan bahwa Bank Indonesia siap melakukan langkah-langkah yang diperlukan. Untuk itu, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada hari ini, memutuskan untuk menaikkan suku bunga deposit facility sebesar 25 basis poin dari 4% menjadi 4.25% berlaku mulai 12 Juni 2013. Selain itu, Bank Indonesia tetap akan memenuhi kebutuhan likuiditas valas dan rupiah di pasar. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preemptive dalam menjaga stabilitas moneter.

    Jakarta, 11 Juni 2013
    Departemen Komunikasi

    Difi A. Johansyah
    Direktur Eksekutif


    http://www.bi.go.id/web/id/Ruang+Media/Siaran+Pers/sp_152613_dkom.htm

    Siaran Pers 29-08-2013
    Langkah-Langkah Lanjutan Penguatan Bauran Kebijakan Bank Indonesia untuk Pengendalian Inflasi, Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah, dan Penurunan Defisit Transaksi Berjalan

    Sumber Data: Departemen Komunikasi
    Contact: Departemen Komunikasi, Telepon : (62-21) 2981-7317 Fax.: (62-21) 386-4884, E-mail : humasbi@bi.go.id

    No: 15/ 26 /DKom

    Rapat Dewan Gubernur hari ini, Kamis 29 Agustus 2013, memutuskan untuk memperkuat bauran kebijakan lanjutan sebagai berikut. Pertama, menaikkan BI Rate sebesar 50 bps menjadi 7,00%, suku bunga Lending Facility (LF) sebesar 25 bps menjadi 7,00%, dan suku bunga Deposit Facility (DF) sebesar 50 bps menjadi 5,25%. Kedua, Bank Indonesia akan memperpendek jangka waktu month-holding-period kepemilikan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dari 6 bulan menjadi 1 bulan. Ketiga, memperhitungkan Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI) sebagai komponen Giro Wajib Minimum (GWM) Sekunder. Keempat, memperkuat kerjasama antar bank sentral dengan memperpanjang Bilateral Swap Arrangement (BSA) antara Bank Indonesia dengan Bank of Japan sebagai agen Menteri Keuangan Jepang. Kebijakan lanjutan ini memperkuat berbagai bauran kebijakan yang telah diputuskan sebelumnya, termasuk lelang TD Valas overnight (o/n) dan SDBI mulai hari ini, perluasan FX Swap sebagai instrumen hedging, serta kebijakan loan-to-value ratio (LTV) kredit properti dan supervisory action dalam manajemen likuiditas dan penyaluran kredit.

    1. Menyikapi cepatnya dinamika perubahan perekonomian global dan nasional akhir-akhir ini, Dewan Gubernur Bank Indonesia memandang perlu untuk menyelenggarakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan tambahan untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kondisi makroekonomi, moneter, dan sistem keuangan, yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami tekanan dengan intensitas yang semakin tinggi, seiring dengan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global serta masih tingginya ekspektasi inflasi dan persepsi terhadap kesinambungan transaksi berjalan. Secara khusus, Dewan Gubernur Bank Indonesia mencermati beberapa perkembangan penting indikator ekonomi, moneter dan keuangan berikut ini:

    a. Berlanjutnya ketidakpastian pengurangan bertahap (tapering) stimulus moneter oleh the Fed terus memberikan tekanan pada pasar keuangan di berbagai negara. Penarikan modal dan meningkatnya risiko investasi menyebabkan penurunan harga saham, meningkatnya yield obligasi, dan pelemahan nilai tukar di hampir seluruh negara emerging market, tidak terkecuali Indonesia. Tekanan yang tinggi pada pasar keuangan global ini terjadi di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia dan kawasan Asia, termasuk China dan India, serta terus menurunnya harga komoditas primer, kecuali harga minyak. Kondisi ini telah memberikan tekanan pada kinerja perdagangan dan pasar keuangan Indonesia.
    b. Tekanan pada Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) masih berlanjut, meskipun dengan intensitas yang mulai menurun. Berdasarkan data sementara ekspor dan impor hingga Juli 2013, defisit transaksi berjalan yang pada triwulan II-2013 mencapai 4,4% PDB diperkirakan akan menurun menjadi 3,4% PDB pada triwulan III-2013. Defisit terutama berasal dari neraca perdagangan migas, sehubungan dengan masih tingginya impor minyak untuk konsumsi dalam negeri. Di sisi neraca modal dan finansial, surplus diperkirakan berasal dari arus modal asing masuk dalam bentuk Penanaman Modal Asing (PMA) dan investasi portofolio, terutama pada Surat Berharga Negara (SBN), di tengah arus modal keluar investasi portfolio dari pasar saham. Kondisi ini diharapkan dapat mendukung perbaikan dalam keseimbangan NPI dan kestabilan cadangan devisa.
    c. Inflasi IHK, diukur secara tahunan (year-on-year), diperkirakan masih akan tinggi. Namun diukur secara bulanan (month-to-month), inflasi IHK pada Agustus ini akan jauh lebih rendah dari Juli yang lalu, dan diperkirakan akan mulai kembali pada pola normalnya mulai September yang akan datang. Secara keseluruhan, dengan mempertimbangkan realisasi sampai dengan Juli dan perkiraan bulan-bulan yang akan datang, Bank Indonesia memperkirakan inflasi IHK pada akhir 2013 akan berkisar 9,0%-9,8%. Tingginya inflasi terutama berasal dari volatile foods dan administered prices, sementara inflasi inti masih relatif terkendali.
    d. Tekanan pelemahan nilai tukar Rupiah masih berlanjut, baik karena tekanan pasar keuangan global sebagaimana terjadi pada hampir semua negara emerging markets, maupun karena faktor domestik terutama terkait dengan tingginya defisit transaksi berjalan dan inflasi. Pada 28 Agustus 2013, Rupiah ditutup pada Rp10.945 per dolar AS, atau terdepresiasi sebesar 11,9% secara point-to-point dari posisi akhir Desember 2012. Bank Indonesia menilai tingkat nilai tukar Rupiah dewasa ini mencerminkan kondisi fundamental serta mendukung peningkatan ekspor dan penurunan impor dalam proses penyesuaian defisit transaksi berjalan. Namun demikian, ketidakpastian perkembangan Rupiah masih relatif tinggi, tercermin pada tingginya volatilitas dan lebarnya kisaran perdagangan, antara lain karena reaksi pelaku pasar yang cenderung berlebihan (overshooting).
    e. Aktivitas perekonomian menunjukkan indikasi perlambatan sebagai dampak dari perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Sampai dengan semester I-2013, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,9%, menurun dari kinerja 2012 yang mencapai 6,2%. Kecenderungan perlambatan ekonomi diprakirakan masih berlangsung pada semester II-2013, terutama pada investasi non-bangunan dan konsumsi swasta. Secara keseluruhan, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2013 akan menuju batas bawah kisaran prakiraan 5,8% – 6,2%.
    f. Kondisi likuiditas baik di pasar uang maupun pada perbankan tetap terjaga. Perkembangan suku bunga PUAB overnight relatif stabil pada sekitar 4,8% dan tidak tercatat peningkatan yang signifikan pada volume transaksi pinjam-meminjam di pasar uang. Terjaganya kondisi likuiditas perbankan tercermin pada rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga yang tetap terjaga. Ketahanan perbankan tetap kuat, antara lain tercermin dari tingginya rasio permodalan dan tetap rendahnya non performing loan (NPL). Sementara itu, pertumbuhan kredit perbankan masih dalam tren menurun menjadi 19,6% (yoy) pada pertengahan Agustus 2013, mengikuti perlambatan aktivitas perekonomian di dalam negeri. Di pasar modal, kenaikan yield SBN didorong kenaikan ekspektasi inflasi dan suku bunga internasional, sementara harga saham tercatat kembali meningkat pada perdagangan 28 Agustus 2013 setelah menurun tajam dari posisi Desember 2012 akibat dampak global.

    2. Secara keseluruhan, Dewan Gubernur menilai bahwa proses penyesuaian perekonomian nasional terhadap perlambatan ekonomi terindikasi mulai berlangsung. Hal ini tidak terlepas dari bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang ditempuh Bank Indonesia selama ini maupun langkah-langkah koordinasi kebijakan dengan Pemerintah maupun dalam Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK). Meskipun demikian, Dewan Gubernur memandang bahwa tekanan dan ketidakpastian perekonomian global ke depan masih relatif tinggi, baik terkait dengan waktu dan besarnya tapering stimulus moneter oleh the Fed, penurunan harga komoditas, maupun perlambatan pertumbuhan dunia. Sehubungan dengan itu, dalam RDG Bulanan hari ini tanggal 29 Agustus 2013, Dewan Gubernur memutuskan menempuh langkah-langkah lanjutan untuk memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial dalam pengendalian inflasi, stabilisasi nilai tukar Rupiah, penurunan defisit transaksi berjalan, serta penguatan ketahanan makroekonomi dan stabilisasi sistem keuangan sebagai berikut:

    a. Rapat Dewan Gubernur hari ini, Kamis 29 Agustus 2013, memutuskan untuk memperkuat bauran kebijakan lanjutan sebagai berikut. Pertama, menaikkan BI Rate sebesar 50 bps menjadi 7,00%, suku bunga Lending Facility (LF) sebesar 25 bps menjadi 7,00%, dan suku bunga Deposit Facility (DF) sebesar 50 bps menjadi 5,25. Kenaikan BI Rate diharapkan dapat lebih memperkuat pengendalian ekspektasi inflasi dan memitigasi risiko kemungkinan terjadinya pengaruh pelemahan rupiah terhadap inflasi dan sebaliknya. Kebijakan ini juga sebagai bagian dari langkah untuk menekan defisit transaksi berjalan menuju pada tingkat yang sehat dan berkesinambungan.
    b. Memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah sejalan dengan kondisi fundamental perekonomian. Intervensi ganda melalui pasokan valas dan pembelian SBN dari pasar sekunder terus dilanjutkan secara terukur. Untuk menambah keragaman tenor dan memenuhi kebutuhan pengelolaan liquiditas valas, lelang Term Deposit (TD) valas dengan tenor overnight (o/n) sudah dimulai sejak hari ini, di samping tenor 7, 14, dan 30 hari yang selama ini telah ada. Untuk mengelola permintaan valas oleh non-residen tanpa mengurangi aspek kehati-hatian, peningkatan rekening vostro yang berasal dari divestasi atas hasil penyertaan langsung, pembelian saham dan/atau obligasi korporasi Indonesia serta SBN dikecualikan dalam perhitungan ketentuan pinjaman luar negeri jangka pendek bank sebesar maksimum 30% dari modal, akan segera diberlakukan. Penyediaan instrumen lindung nilai (hedging) kepada perbankan dan dunia usaha ditingkatkan melalui transaksi FX Swap baik secara bilateral maupun lelang reguler setiap hari Kamis. Bank-bank dapat secara bebas menerus-transaksikan (pass-on) transaksi FX Swap dengan nasabahnya kepada bank lain atau ke Bank Indonesia. Bank Indonesia juga akan memperpendek jangka waktu month-holding-period kepemilikan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dari 6 bulan menjadi 1 bulan.
    c. Memperkuat pengelolaan likuiditas di pasar uang dan perbankan agar tetap terjaga untuk mendukung stabilitas pasar keuangan, industri perbankan, dan stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan. Melalui penguatan operasi moneter, baik dengan intervensi ganda di pasar valas dan pembelian SBN dari pasar sekunder maupun operasi moneter di pasar uang Rupiah, kondisi likuiditas di pasar uang maupun perbankan selama ini tetap terjaga. Untuk memperkuat operasi moneter Bank Indonesia, manajemen likuiditas perbankan, dan sekaligus sebagai langkah-langkah lanjutan pendalaman pasar keuangan, mulai hari ini Bank Indonesia melakukan lelang Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI) dengan tenor 1 dan 3 bulan. Seperti diumumkan sebelumnya, SDBI adalah instrumen moneter Bank Indonesia dapat diperdagangkan antar-bank di dalam negeri. Selain itu, Bank Indonesia juga mempunyai instrumen term-repo dengan underlying SBI dan SBN yang sewaktu-waktu dapat dilakukan untuk mengantisipasi risiko kemungkinan terjadinya tekanan dan keketatan likuiditas di pasar uang secara industri perbankan.
    d. Memperkuat kebijakan makroprudensial untuk pengelolaan kredit dan manajemen risiko perbankan. Sebagai tindak lanjut keputusan RDG sebelumnya, penguatan ketentuan Loan-to-Value (LTV) terhadap tipe-tipe tertentu kredit kepemilikan rumah dan apartemen akan diberlakukan dalam waktu dekat. Langkah-langkah pengawasan (supervisory action) terhadap bank-bank yang penyaluran kreditnya masih tinggi juga dilakukan. Untuk memperkuat manajemen risiko likuiditas perbankan, dilakukan penguatan ketentuan GWM-LDR dan GWM Sekunder. Bank Indonesia juga akan memperhitungkan Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI) sebagai komponen Giro Wajib Minimum (GWM) Sekunder.
    e. Memperkuat kerjasama antar bank sentral dalam kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan. Bank Indonesia menilai bahwa jumlah cadangan devisa yang ada masih cukup untuk menghadapi tekanan pada neraca pembayaran. Namun demikian, masih tingginya tekanan dan ketidakpastian perekonomian global ke depan memerlukan langkah-langkah antisipasi baik dengan penguatan respon bauran kebijakan maupun ketahanan dalam menghadapi gejolak eksternal, termasuk bantalan kecukupan cadangan devisa secara berlapis (second line of defense). Dalam kaitan ini, Bank Indonesia telah menandatangani perpanjangan Bilateral Swap Arrangement (BSA) dengan Bank of Japan sebagai agen Menteri Keuangan Jepang sebesar US$ 12 miliar, berlaku efektif 31 Agustus 2013. Pembahasan untuk kerjasama serupa juga sedang dilakukan dengan bank-bank sentral di kawasan.

    3. Bank Indonesia dari waktu ke waktu akan mengevaluasi perkembangan perekonomian global dan dampaknya terhadap kinerja perekonomian nasional, serta siap menempuh langkah-langkah lanjutan untuk penguatan seluruh instrumen dalam bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang diperlukan. Bank Indonesia juga akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan FKSSK untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan stabilitas sistem keuangan, khususnya dalam pengendalian inflasi, stabilitas nilai tukar Rupiah dan pasar keuangan, penurunan defisit transaksi berjalan dan kesehatan neraca pembayaran, serta penguatan manajemen risiko dan ketahanan sektor keuangan. Berbagai langkah kebijakan tersebut disadari akan berdampak pada penurunan kinerja perekonomian dalam jangka pendek, namun diyakini dapat memperkuat kesinambungan perekonomian nasional dalam jangka menengah-panjang.

    Jakarta, 29 Agustus 2013
    Departemen Komunikasi

    Difi A. Johansyah
    Direktur Eksekutif


    http://www.bi.go.id/web/id/Ruang+Media/Siaran+Pers/sp_151513_dkom.htm

    Siaran Pers 18-07-2013
    Lelang Perdana FX Swap Bank Indonesia Oversubscribed

    Sumber Data: Departemen Komunikasi
    Contact: Departemen Komunikasi, Telepon : (62-21) 2981-7317 Fax.: (62-21) 346-4884, E-mail : humasbi@bi.go.id

    No.15/ 15 /DKom

    Pada hari ini, 18 Juli 2013, Bank Indonesia melaksanakan lelang FX Swap perdana dan direspon sangat positif oleh pasar. Bank Indonesia menawarkan target lelang FX Swap sebesar USD 500 juta dengan tenor 1, 3 dan 6 bulan. Jumlah penawaran yang masuk sebesar USD 1.240 juta, atau jauh melebihi target yang ditetapkan (oversubscribed). Dari jumlah penawaran tersebut, jumlah FX Swap yang dimenangkan sebesar USD 600 juta. “Hal ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan pasar terhadap kondisi likuiditas di pasar domestik, khususnya likuiditas valas,” demikian ditegaskan Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo.

    “Lelang FX Swap merupakan bagian dari penguatan bauran kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia, dan memiliki tiga tujuan,” demikian Perry Warjiyo menambahkan. “Pertama, lelang FX swap merupakan bagian penguatan operasi moneter Bank Indonesia untuk pengelolaan likuiditas valas dan rupiah di pasar. Kedua, lelang FX swap dimaksudkan sebagai instrumen lindung nilai (hedging) bagi investor maupun pengusaha terhadap risiko pergerakan nilai tukar Rupiah atas kebutuhan likuiditas valas dan rupiahnya. Ketiga, lelang FX Swap ini merupakan salah satu upaya Bank Indonesia dalam mendorong pendalaman pasar melalui pembentukan harga yang lebih efisien dan transparan, serta pengayaan instrumen, sehingga pelaku pasar tidak hanya bergantung pada instrumen cash market dalam pengelolaan likuiditasnya.”

    Bank Indonesia meyakini berbagai langkah penguatan bauran kebijakan yang ditempuhnya akan semakin memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah, pengendalian inflasi, maupun stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan. Kenaikan suku bunga BI Rate maupun deposit facility yang telah ditempuh diyakini telah cukup untuk memitigasi dampak temporer kenaikan harga BBM terhadap inflasi sehingga diprakirakan inflasi akan kembali normal mulai September 2013. Nilai tukar Rupiah dewasa ini juga telah menggambarkan kondisi pasar dan fundamental perekonomian. Demikian pula, penyesuaian yield SBN yang telah terjadi baik di pasar primer maupun sekunder juga telah cukup tinggi. Sangat menariknya imbal hasil ini dan semakin menguatnya kepercayaan pasar merupakan momentum bagi investor untuk kembali melakukan pembelian aset keuangan di pasar domestik.

    Dalam mengantisipasi akan semakin besarnya aliran modal portofolio investasi ke Indonesia, ke depan Bank Indonesia akan melakukan lelang swap secara regular. Hal ini dimaksudkan agar FX Swap semakin dapat digunakan sebagai instrumen lindung nilai bagi investor dan semakin memperdalam pasar keuangan di Indonesia.

    Mekanisme Lelang FX Swap tersebut diatur dalam Surat Edaran No. 15/24/DPM tanggal 5 Juli 2013 Perihal Perubahan Kelima Atas Surat Edaran Bank Indonesia No.12/18/DPM Perihal Operasi Pasar Terbuka yang dapat dilihat pada: http://www.bi.go.id/web/id/Peraturan/Moneter/se_152413DPM.htm yang diterbitkan pada tanggal 5 Juli 2013.

    Jakarta, 18 Juli 2013
    Departemen Komunikasi

    Difi A. Johansyah
    Direktur Eksekutif


    http://www.bi.go.id/web/id/Ruang+Media/Siaran+Pers/SP_153313_DKom.htm

    Siaran Pers 2-10-2013
    Bank Indonesia dan People’s Bank of China Perpanjang Bilateral Currency Swap Arrangement

    Sumber Data: Departemen Komunikasi
    Contact: Departemen Komunikasi, Telepon : (62-21) 2981-7317 Fax.: (62-21) 386-4884, E-mail : humasbi@bi.go.id

    No: 15/ 33 /DKom

    Selasa, 1 Oktober 2013, Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo dan Gubernur People’s Bank of China, ZHOU Xiaochuan menandatangani perjanjian Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA). Perjanjian ini merupakan wujud nyata dari penguatan kerjasama keuangan antar bank sentral dalam kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan. “Kerjasama ini mencerminkan komitmen regional dalam menghadapi kondisi ketidakpastian global dan akan berkontribusi positif dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan keuangan domestik,” demikian disampaikan Agus D.W. Martowardojo.

    BCSA ini merupakan perpanjangan dari perjanjian sebelumnya senilai CNY100 miliar/IDR175 triliun antara Bank Indonesia dengan People’s Bank of China. Perjanjian akan berlaku selama 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang sesuai persetujuan kedua belah pihak.

    Dengan adanya BCSA diharapkan akan meningkatkan perdagangan dan investasi langsung antara Indonesia dan China, membantu penyediaan likuiditas jangka pendek bagi stabilisasi pasar keuangan, dan tujuan lainnya sesuai kesepakatan kedua belah pihak. Agus D.W. Martowardojo juga meyakini bahwa kerjasama antar bank sentral ini akan semakin meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kondisi fundamental perekonomian Indonesia.

    Jakarta, 2 Oktober 2013
    Departemen Komunikasi

    Difi A. Johansyah
    Direktur Eksekutif


    http://www.bi.go.id/web/id/Ruang+Media/Siaran+Pers/SP_BI_dan_PemprovDKI.htm

    Siaran Pers 13-09-2013
    Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Koordinasikan Empat Langkah Strategis Pengendalian Inflasi Di Jakarta

    Sumber Data:
    1. Departemen Komunikasi Bank Indonesia
    2. Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

    Contact
    Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Telepon : (021) 2981-7317 Fax.: (021) 386-4884, E-mail :humasbi@bi.go.id
    Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Telepon: (021) 382-3046, Fax: (021) 382-2256, website: http://www.jakarta.go.id ; http://www.beritajakarta.com

    Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Joko Widodo pada hari ini, Jumat 13 September 2013 melakukan rapat koordinasi membahaslangkah-langkah strategis yang menjadi fokus program stabilisasi inflasi Provinsi DKI Jakarta, di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta. Dalam kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Bank Indonesia dan Pemprov DKI Jakarta terkait Bantuan Teknis Pengembangan UMKM di Jakarta.Di samping itu, sebagai wujud dari kepedulian dan kontribusi Bank Indonesia dalam pengembangan UMKM, Gubernur Bank Indonesiabersama Gubernur DKI Jakarta kemudian melakukan kunjungan lapangan ke Blok-G Pasar Tanah Abang, Jakarta sekaligus melakukan penyerahanbantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI). Untuk mendukung kelancaran transaksi perdagangan di lokasi tersebut, Bank Indonesia bersama perbankan juga memberikan layanan penukaran uang pecahan kecil serta edukasi mengenai ciri-ciri keaslian uang rupiah (CIKUR) dan alat pembayaran menggunakan kartu (APMK).

    Rapat koordinasi yang dilakukan membahas 4 (empat) langkah strategis pengendalian inflasi di Provinsi DKI Jakarta.Pertama, mengembangkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS). Kedua, memperkuat kerjasama perdagangan dengan daerah pemasok komoditas pangan strategis. Ketiga, membenahi infrastruktur yang mendukung perdagangan dan logistik,dan Keempat, mendukung pengembangan UMKM. “Empat langkah strategis yang dibahas dalam rapat koordinasi tersebut sangat diperlukan untuk mengatasi tekanan inflasi di Jakarta”, ujar Agus D.W. Martowardojo. Tingginya tekanan inflasi di Jakarta saat ini terutama bersumber dari inflasi bahan pangan. Langkah stabilisasi harga yang dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta terus diperkuat antara lain dengan pengembangan PIHPS sebagai program prioritas tahun 2013. “PIHPS akan mempermudah akses informasi harga bahan pangan oleh seluruh masyarakat, mendorong transparansi harga dan efisiensi dalam pembentukan harga di tingkat konsumen dan produsen”, demikian Joko Widodo. Disamping itu, akan dilakukan penguatanBadan Usaha Daerah yang memiliki kewenangan dan fungsi stabilisasi harga. “Hal tersebut juga dalam rangka mendukung program cadangan pangan yang akan menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan strategis di Jakarta”, tambah Joko Widodo.

    Dalam rangka menjaga keterjangkauan harga, Bank Indonesia juga mendukung pengembangan UMKM di Provinsi DKI Jakarta. Penandatanganan Perjanjian Kerjasama terkait Bantuan Teknis Pengembangan UMKM ditujukan untuk meningkatkan akses UMKM kepada lembaga keuangan, yang dilakukan melalui pelatihan kepada pelaku UMKM dan pengurus lembaga penyedia dana UMKM, diseminasi hasil penelitian, edukasi dan sosialisasi kepada UMKM mengenai pengelolaan keuangan, serta pertukaran informasi. Perjanjian kerjasamayang ditandatangani hari ini oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Bank Indonesia berlaku sampai dengan tahun 2015. Program Kerjasamatersebut dilatarbelakangi oleh masih rendahnya penyaluran kredit UMKM (secara nasional 18,8% dan DKI Jakarta 9,6%). Adapun kendala utama yang dihadapi dalam penyaluran kredit UMKM adalah keterbatasan kapasitas, kapabilitas dan eligibilitas UMKM. Untuk itu, upaya bersama dari seluruh pihak terkait, dalam mendorong pengembangan UMKM diharapkan dapat meningkatkan akses keuangan UMKM dan pada gilirannya dapat meningkatkan nilai tambah pada perekonomian, khususnya di Provinsi DKI Jakarta.

    Jakarta, 13 September 2013

    Departemen Komunikasi Bank Indonesia
    Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta


     
  • Virtual Chitchatting 5:51 PM on 2013/10/05 Permalink  

    Reformasi TNI = Duitisasi TNI, TNI akan tinggalkan panggung dan pentas politik 

    kompas, 5 Oktober 2013 hal.2
    Reformasi TNI: Tinggalkan Politik Praktis

    Reformasi TNI, Bayar Kami, Kami akan tinggalkan panggung dan pentas politik
    Modernisasi TNI = Duitisasi TNI
    Reformasi TNI = Duitisasi TNI, TNI akan tinggalkan panggung dan pentas politik

    msopm p2


    http://budisansblog.blogspot.com/2013/10/anggaran-militer-dan-kekuatan-angkatan.html

    Anggaran Militer dan Kekuatan Angkatan Bersenjata
    Fahruddin Salim ; Dosen Magister Manajemen Universitas Pancasila,
    Tim Ahli di DPR
    SINAR HARAPAN, 05 Oktober 2013

    Kekuatan pertahanan Indonesia kini sudah tidak bisa dianggap remeh. Setidaknya hal itu bisa dilihat dari kekuatan alutsista dan kekuatan militernya di kawasan Asia. Menurut lembaga analisis militer Global Firepower, kekuatan Indonesia kini berada di urutan 15 dunia sejak Juni 2013.

    Sebelumnya, tahun 2011, Indonesia masih berada di peringkat 18 besar dunia. Untuk kawasan Asia Pasifik, Indonesia tercatat sebagai negara terkuat nomor 7, jauh di atas Malaysia (33) dan Singapura (47).

    Penambahan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dibeli Kementerian Pertahanan membuat TNI makin “bergigi” di darat, laut, dan udara. Pembangunan kekuatan pertahanan memang sebuah keharusan.

    Semakin kuat, canggih, modern, efektif, dan efisien alutsista serta kekuatan militer suatu negara, menunjukkan kuatnya pertahanannya. Demikian pula, kemajuan alutsista sangat berpengaruh terhadap pertahanan suatu negara. Alutsista bahkan bisa berpengaruh terhadap kedudukan suatu negara dalam diplomasi politik internasional.

    Kekuatan pertahanan kita juga harus terus diperkuat karena kondisi geografis wilayah Indonesia dengan jumlah sebaran pulau dan sebaran penduduk yang luas dan potensi ancaman keamanan nasional yang tinggi.

    Contohnya pelanggaran wilayah perbatasan darat, gangguan keamanan di laut dan pelanggaran wilayah yurisdiksi laut, pemanfaatan ruang udara nasional secara ilegal, dan upaya-upaya penguasaan wilayah Indonesia oleh negara lain.

    Upaya pengembangan postur dan struktur pertahanan sangat terkait dengan kondisi keuangan negara. Berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) Tahun 2010–2014, terurai berbagai permasalahan di bidang pertahanan. Untuk postur pertahanan misalnya, keterbatasan keuangan negara dan skala prioritas pembangunan berdampak pada masih rendahnya anggaran pertahanan.

    Pada awal RPJMN 2004-2009, alokasi anggaran pertahanan sebesar 1,1 persen PDB, tetapi dalam pelaksanaannya justru menunjukkan penurunan. Dalam tiga tahun terakhir belanja pertahanan berturut-turut 0,92 persen PDB (2007); 0,70 persen PDB (2008); dan 0,63 persen PDB (2009).

    Menurut Buku Putih Pertahanan (Dephan, 2008) dalam rangka mewujudkan minimum essential force dalam 2-3 tahun mendatang total anggaran pertahanan diharapkan dapat mencapai di atas 1 persen dari PDB dan selanjutnya meningkat menjadi minimal 2 persen dari PDB dalam kurun waktu 10-15 tahun ke depan.

    Pengeluaran anggaran pertahanan negara kita, masih jauh di bawah negara negara di kawasan Asia Tenggara. Negara dengan wilayah terluas dan penduduk terbesar di Asia Tenggara justru anggaran milternya hanya 0,7 persen dari PDB atau hanya menduduki urutan ketujuh.

    Menurut laporan Bank Dunia dan SIPRI (2012), selama 2000-2012, persentase PDB untuk anggaran militer negara Asia Tenggara masing masing adalah Singapura mencapai 4,3 persen PDB; Brunei Darussalam 3,2 persen; Vietnam 2,2 persen; Malasyia 2,0 persen; Thailand 1,4 persen; dan Filipina 1,4; serta Indonesia berada dalam posisi terendah mencapai 0,7 persen dari PDB.

    Berdasarkan rata rata jumlah anggaran yang dikeluarkan sesuai dengan laporan yang dikeluarkan oleh SIPRI, pada periode 2000-2011, Singapura mengalokasikan US$ 7,5 miliar sehingga menempati peringkat pertama. Jumlah anggaran Indonesia hanya nomor empat terbesar, yakni US$ 3,7 miliar setelah Malasyia sebesar US$ 3,8 miliar, dan Thailand US$ 3,7 miliar.

    Dilihat dari total anggaran yang disediakan, Singapura juga menjadi yang terbesar dengan angka total US$ 70,2 miliar pada periode 2003-2011. Indonesia di posisi ketiga sebesar US$ 36 miliar setelah Malasyia US$ 38 miliar.

    Dilihat dari pengeluaran untuk sektor pertahanan, tampak jelas bahwa Singapura ingin membangun kekuatan militer yang mumpuni bahkan serius membangun hegemoni militer di Asia Tenggara.
    Bahkan dengan alokasi anggaran militernya yang tinggi terhadap PDB, telah menempatkan negara mungil di Asia Tenggara tersebut termasuk negara yang sangat militeristis. Singapura berada dalam posisi kedua setelah Israel sebagai negara paling militeristis di dunia berdasarkan indeks militerisasi global (GMI).

    Bagaimana dengan pengeluaran anggaran militer negara di Asia lainnya? Untuk membandingkan hal ini, contoh paling konkret adalah China, negara paling pesat dalam modernisasi kekuatan militer di Asia.
    Hal ini bisa dilihat dari anggaran pertahanan China yang meningkat signifikan. Dalam tahun 2013, China yang berencana untuk meningkatkan anggaran pertahanan sebesar 10,7 persen menjadi 720.200.000.000 yuan atau sekitar US$ 115.700.000.000 pada 2013. Anggaran tersebut juga setara dengan 66 persen APBN Indonesia pada 2013 yang ditetapkan Rp 1.683 triliun.

    Menurut laporan lembaga konsultan pertahanan dan keamanan IHS Jane’s (Juni 2013) China diperkirakan meningkatkan anggaran pertahanan sebanyak 64 persen menjadi US$ 207 miliar pada 2021, dibandingkan dengan India dan Indonesia yang masing-masing diperkirakan menaikkan anggaran sebesar 54 persen dan 113 persen, menurut studi tersebut.

    Negara-negara ini ingin membangun industri-industri pertahanan yang tumbuh subur dan mampu mengembangkan peralatan modern seperti jet tempur dan pesawat induk, dan mungkin mengekspor “alat-alat kelas dunia” yang menyaingi Barat dalam kurun satu dekade.

    Berdasarkan laporan rancangan anggaran pada Kongres ke-12 Rakyat Nasional China, peningkatan anggaran tersebut akan difokuskan untuk memodernisasi sistem informasi militernya, dan menjaga keamanan nasional serta menjamin kelangsungan hidup masyarakat.

    Meskipun anggaran pertahanan China ini meningkat dari tahun sebelumnya, tapi sebenarnya merupakan sedikit mengalami penurunan, mengingat pada 2012 naik 11,6 persen dan tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar 12,7 persen. Pada 2012, China menghabiskan anggaran sekitar US$ 103,3 miliar untuk pertahanan dan militernya atau naik sekitar 11,6 persen dari tahun sebelumnya.

    Anggaran pertahanan China pada 2011 ialah US$ 119,8 miliar. Pada 2015, anggaran akan dinaikkan dua kali lipat menjadi US$ 238,2 miliar atau naik 18,75 persen per tahun dalam kurun waktu tersebut.

    Kenaikan anggaran untuk tahun 2015 itu melampaui semua anggaran dari 12 negara di Asia Pasifik, yang diperkirakan mencapai total US$ 232,5 miliar. Kisaran anggaran China itu setara empat kali belanja pertahanan Jepang pada tahun yang sama. China tampaknya ingin memperkuat pertahanannya melampaui negara-negara lain. ●

     
  • Virtual Chitchatting 5:49 PM on 2013/10/05 Permalink  

    Yudhi Setiawan menyibak kemaksiatan PKS, partai yang menjual nama Islam

    Kompas, 5 Oktober 2013, hal.4
    Sidang Kuota Impor Daging
    Ketika Sahabat Dekat Bertemu di Sidang

    msopm p4

     
  • Virtual Chitchatting 1:05 PM on 2013/10/05 Permalink  

    Ratu Atut Chosiyah yang menganggap Banten sebagai wilayah kekuasaan dan warisan keluarganya


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/04/063519129/Ratu-Atut-Dicegah-Sejak-3-Oktober-2013

    Ratu Atut Dicegah Sejak 3 Oktober 2013
    Jum’at, 04 Oktober 2013 | 13:48 WIB


    Ratu Atut Chosiyah. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta – Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mencegah Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah bepergian ke luar negeri. Kepala Bagian Humas dan Tata Usaha Direktorat Jenderal Imigrasi, Heriyanto, mengatakan pencegahan itu dilakukan sejak kemarin.

    “Pencegahan sejak 3 Oktober 2013,” katanya melalui pesan pendek, Jumat, 4 Oktober 2013. Menurut Heriyanto, pencegahan itu berlaku hingga enam bulan ke depan.

    Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Johan Budi S.P., kemarin malam mengatakan pencegahan ini dilakukan atas permintaan KPK. Alasannya, Atut berstatus sebagai saksi terkait kasus suap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar.

    KPK menangkap tangan Akil pada Rabu malam lalu. Akil diduga menerima suap dalam dua perkara sengketa pilkada yang ditangani MK, yakni sengketa Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dan Lebak, Banten. Dalam kasus ini, KPK menyita duit Rp 3 miliar dalam bentuk dolar Singapura dan dolar Amerika, serta Rp 1 miliar dalam pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu.

    Atut dijadikan saksi lantaran KPK juga menangkap adiknya, Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan, pada Rabu malam tersebut. Suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu diduga menyuap Akil sebanyak Rp 1 miliar terkait sengketa Pilkada Lebak, Banten. KPK menginginkan Atut bisa memberikan keterangan terkait hal ini sewaktu-waktu saat dibutuhkan oleh penyidik. Wawan sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

    NUR ALFIYAH


    http://www.tempo.co/read/news/2011/04/20/083328901/Gubernur-Atut-Anggap-Dinasti-Kekuasaan-Sebagai-Anugerah

    Gubernur Atut Anggap Dinasti Kekuasaan Sebagai Anugerah
    Rabu, 20 April 2011 | 14:09 WIB


    ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO Interaktif, Tangerang – Gubernur Banten Ratu Atut Chosiah menilai kemenangan keluarganya menjadi kepala daerah di sejumlah kota dan kabupaten di Provinsi Banten merupakan anugerah. Ia mengaku belum berencana menguasai atau menempatkan kerabatnya yang lain di kota atau kabupaten yang belum dipimpin keluarganya.

    Pelantikan Airin Rachmi Diany sebagai Wali Kota Tangerang Selatan menambah luasnya wilayah “kekuasaan” keluarga besar Gubernur Banten Ratu Atut Chosiah. Terrpilihnya Airin di Tangerang Selatan menambah daftar panjang kekuasaan Atut di Banten. Setidaknya, 5 dari 8 kota/kabupaten telah dikuasai keluarga Gubernur Banten. “Saya menganggap ini adalah anugerah, ketika keluarga saya bisa menjadi kepala daerah dan memegang amanah,” kata Atut menjawab pertanyaan Tempo usai pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan di Universitas Terbuka Pamulang, Rabu 20 April 2011.

    Dari 8 kota dan kabupaten di Provinsi Banten, 4 di antaranya dikuasai kerabat Gubernur seperti Tb Khaerul Zaman (adik Atut) sebagai Wakil Wali Kota Serang, Ratu Tatu Chasanah (adik Atut) yang semula menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Banten lalu terpilih menjadi Wakil Bupati Kabupaten Serang, Heryani (ibu tiri Atut) sebagai Wakil Bupati Pandeglang, dan Airin Rachmi Diany (adik ipar Atut) terpilih menjadi Wali Kota Tangerang Selatan. Praktis, wilayah daerah tingkat dua di Banten yang belum dikuasai oleh keluarga Gubernur hanyalah Cilegon, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang.

    Menurut Atut, keberhasilannya memegang kekuasaan di sejumlah wilayah di Banten, termasuk kemenangan Airin, merupakan anugerah bagi dirinya sebagai Gubernur Banten dan keluarga besarnya. “Tapi, kemenangan ini demokratis. Kemenangan ini bukan kemenangan keluarga, tapi kemenangan Kota Tangerang Selatan dan Banten secara umum,” katanya.

    Ketika ditanya apakah sudah menyiapkan keluarganya yang lain untuk memegang kekuasaan di kota dan kabupaten yang belum terpegang kerabatnya seperti Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Lebak, Atut mengatakan,”Belum ada rencana,” ucapnya pendek.

    Menurut Atut, masalah pemilu adalah hak setiap orang. “Siapa pun memiliki hak yang sama, untuk dipilih dan memilih,” katanya lagi.

    JONIANSYAH


    http://www.tempo.co/read/news/2011/10/02/178359475/Pesan-Megawati-untuk-Ratu-Atut

    Pesan Megawati untuk Ratu Atut
    Minggu, 02 Oktober 2011 | 19:16 WIB


    Megawati Soekarnoputri. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Serang – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengumpulkan ribuan kadernya di Banten, Minggu, 2 Oktober 2011. Selain mengunjungi Rumah Sakit Tanpa Kelas (RS TK) Pelita Rakyat di Kampung Bojong, Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Megawati datang untuk konsolidasi kader partai berkaitan dengan pemenangan calon gubernur dan wakil gubernur Ratu Atut Chosiyah dan Rano Karno.

    Megawati mengatakan konsolidasi partai sangat penting dilakukan untuk menghadapi pemilihan kepala daerah di daerah. Karena itu, kader PDIP harus benar-benar mempersiapkan diri untuk pemenangan pasangan Atut-Rano. “PDIP harus menang di Banten,” tegas Mega.

    Menurutnya, sebagai bangsa, kualitas kepemimpinan semakin tergerus oleh ketidakmampuan di dalam menentukan ke mana masa depan Banten. “Dulu banyak kepala daerah yang didukung PDIP, namun setelah duduk sebagai kepala daerah malah pergi ke partai lain, Jangan begitu loh ibu Atut,” kata Mega.

    Megawati juga geram terhadap pemerintah daerah Kabupaten Serang dan Pemerintah Provinsi Banten, karena hingga saat ini belum mengeluarkan izin operasi bagi Rumah Sakit Pelita Rakyat, Anyer, Kabupaten Serang yang dibangun PDIP. Padahal pembangunan rumah sakit itu, kata Megawati, bukan untuk kepentingan PDIP melainkan masyarakat.

    Menurut Megawati, partai politik wajib mengurus masalah kesehatan, pendidikan dan pangan. Bahkan partai politik juga memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Seharusnya kita berlomba melaksanakannya agar masyarakat bisa sejahtera, bukan untuk menunda-menunda, apalagi menghalangi,” kata Megawati.

    Bahkan Megawati mengaku sempat dilarang pidato saat melakukan kunjungan di Rumah Sakit Pelita Rakyat, Anyer, Kabupaten Serang. “Enggak apa-apa enggak pidato, toh saya bisa bicara di mana pun. Tapi yang membuat saya agak jengkel, kenapa belum ada izinnya? Apa urusannya ya? Katanya ingin menyejahterakan rakyat?” ujar Megawati.

    Sementara itu, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengatakan akan segera membantu membuka pengoperasian Pelita Rakyat, Anyer, Kabupaten Serang. “Kita akan usahakan cepat bisa dioperasikan,” kata Atut usai menghadiri acara tersebut.

    Menurut Atut, dia sangat mendukung dibangunnya rumah sakit yang dilakukan oleh PDIP. Bahkan kalau bisa, kata Atut, pembangunan rumah sakit itu juga dilakukan di daerah lainnya yang ada di Banten. “Sangat mendukung sekali, karena ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

    WASI’UL ULUM


    http://www.tempo.co/read/news/2011/10/07/178360338/Ratu-Atut-Kandidat-Gubernur-Paling-Kaya

    Ratu Atut, Kandidat Gubernur Paling Kaya
    Jum’at, 07 Oktober 2011 | 11:19 WIB


    Gubernur Banten Ratu Atut Choisyah. TEMPO/Dimas Aryo

    TEMPO.CO, Serang – Calon Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, tercatat sebagai kandidat terkaya. Kekayaan Ratu Atut paling banyak dibandingkan dua calon gubernur lainnya, yaitu Wahidin Halim dan Jazuli Juwaeni. Jumlah kekayaan Atut berdasarkan surat pemberitahuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) No. B-2703/12/9/20011 tertanggal 28 September 2011, senilai Rp 37,739 miliar.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan KPK per 6 Oktober 2006 lalu, Ratu Atut juga memiliki harta tidak bergerak senilai Rp 18,160 miliar dengan lokasi paling besar nilainya terdapat di Bandung, Jawa Barat. Adapun harta bergerak, seperti alat transportasi, Rp 3,931 miliar, harta kekayaan lainnya seperti surat berharga senilai Rp 7,855 miliar.

    Ketua Pokja Pencalonan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten Agus Supriyatna mengatakan berdasarkan surat pemberitahuan KPK tentang Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN), total kekayaan Ratu Atut Chosiyah per tanggal 8 Juli 2011 mencapai Rp 37,739 miliar. Jumlah tersebut turun jika dibandingkan pada 6 Oktober 2006 silam yang mencapai Rp 41,937 miliar.

    Wahidin Halim, berdasarkan laporan KPK per tanggal 30 Juni 2011, jumlah harta kekayaannya mencapai Rp 9,508 miliar. Jumlah ini naik dibandingkan LHKPN pada 28 Maret 2008, di mana saat itu jumlah harta kekayaan Wahidin Halim sebesar Rp 7,998 miliar. Sedangkan untuk Jazuli Juwaeni, nilai kekayaannya sebesar Rp 2,789 miliar.

    Sementara itu, Calon Wakil Gubernur Banten, Irna Narilta, tercatat memiliki harta kekayaan paling besar. Istri mantan Bupati Pandeglang, Dimyati Natakusumah, ini tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp 22,605 miliar per 1 Juli 2011, disusul oleh Rano Karno sebesar Rp 13,014 miliar per 25 Juni 2011, dan Makmun Muzakki sebesar Rp 676,653 juta.

    “Kami mengumumkan ke publik, baik melalui media cetak maupun ditempel di kantor KPU Banten, untuk rincian harta Irna di antaranya adalah jumlah harta tidak bergerak sebesar Rp 20,704 miliar, harta bergerak sebesar Rp 1,843 miliar,” kata Ketua Pokja Pencalonan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten Agus Supriyatna, Jumat, 7 Oktober 2011.

    WASI’UL ULUM


    http://www.tempo.co/read/news/2011/03/10/178319170.id.html

    Kerabat Gubernur Atut “Kuasai” Banten
    Kamis, 10 Maret 2011 | 21:31 WIB


    Ratu Atut Chosiyah (kanan). ANTARA/Muhammad Deffa

    TEMPO Interaktif, Banteng – Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, Kamis, 10 Maret 2011 melantik Ibu tirinya, Heryani sebagai Wakil Bupati Pandeglang Banten. Heryani merupakan wakil dari Bupati Erwan Kurtubi. Pasangan ini dilantik untuk masa bakti 2011-2016.

    Pelantikan ini menambah panjang daftar keluarga besar Atut yang menjadi pejabat. Saat ini keluarga besar Atut hampir menguasai kekuasaan-kekuasaan di daerah itu. Inilah keluarga besar Atut yang memegang posisi penting itu.

    1. Hikmat Tomet (suami Atut)
    Ia menjadi anggota DPR dari Partai Golkar periode 2009-2014.

    2. Andika Hazrumy (anak sulung Atut)
    Ia menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Banten untuk periode 2009-2014.

    3. Adde Khairunnisa (menantu Atut)
    Ia menjabat sebagai Wakil DPRD Kota Serang.

    4. Tb Khaerul Zaman (adik Atut)
    Ia menjabat Wakil Wali Kota Serang.

    5. Ratu Tatu Chasanah (adik Atut)
    Ia semula menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Banten namun kemudian ia terpilih menjadi wakil Bupati Kabupaten Serang.

    6. Aden Abdul Khaliq (adik ipar Atut)
    Anggota DPRD I Banten.

    7. Airin Rachmi Diany (adik ipar Atut)
    Ia terpilih menjadi Walikota Tangerang Selatan.

    8. Heryani (ibu tiri Atut)
    Wakil Bupati Pandeglang.

    Banyaknya kerabat Atut yang menjabat ini bisa jadi karena pengaruh ketokohan ayahnya, Tb Chasan Sochib. Di Banten ayahnya merupakan sosok yang dikenal sangat berpengaruh.

    Dan menanggapi banyaknya kerabatnya yang menguasai jabatan itu, Atut berujar enteng. “Kebetulan saja banyak keluarga Ibu yang menjadi pejabat. Pada dasarnya semua orang Banten itu kan saudara,” kata Atut pelantikan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pandeglang.

    WASI’UL ULUM


    http://www.tempo.co/read/news/2013/04/25/078475800/Dinasti-Atut-Ramaikan-Daerah-Pemilihan-Banten

    Dinasti Atut Ramaikan Daerah Pemilihan Banten
    Kamis, 25 April 2013 | 16:34 WIB

    TEMPO.CO, Jakarta – Keluarga Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, ikut meramaikan bursa calon anggota legislatif untuk Pemilu 2014. Tercatat nama Andika Hazrumy dan Hikmat Tomet yang ikut mencalonkan dari partai Golkar.

    Andika Haszrumy adalah anak kandung Ratu Atut. Dia mencalonkan diri untuk daerah pemilihan Banten I yang meliputi Lebak dan Pandeglang. Andika sebelumnya merupakan anggota DPD periode 2009-2014 dari Banten. Andika juga menduduki beberapa posisi strategis di Banten seperti ketua Taruna Siaga Bencana dan bendahara Karang Taruna Provinsi Banten.

    Adapun Hikmat Tomet merupakan suami dari Ratu Atut. Dia mencalonkan diri dari daerah pemilihan Banten II yang meliputi Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon. Hikmat merupakan ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten.

    Menanggapi soal politik dinasti di Banten, Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar, Rully Chairul Azwar, mengatakan, “Partai hanya melihat dari peluang caleg tersebut.” Caleg yang dinaikkan di Banten, Rully menjelaskan, sama dengan dapil lainnya yang melalui proses seleksi. Persoalan politik dinasti tersebut, ia anggap hanya sebagai kebetulan.

    “Mereka adalah usulan daerah,” ujar Rully di kantornya, Kamis, 25 April 2013. Tim seleksi, kata Rully, melakukan seleksi sesuai dengan calon yang ada. Namun anggota Komisi X DPR itu tidak memungkiri jika ada pengaruh dari Ratu Atut Chosiyah selaku kader partai dan petinggi daerah.

    NINIS


    http://www.tempo.co/read/news/2013/04/26/058476143/Keluarga-Nyaleg-Gubernur-Atut-Itu-mah-Hak-Asasi

    Keluarga Nyaleg, Gubernur Atut: Itu mah Hak Asasi
    Jum’at, 26 April 2013 | 20:00 WIB


    Gubernur Banten Atut Chosiyah serta wakilnya Rano Karno saat meresmikan jalur ganda Serpong-Parungpanjang di Tangerang, Banten, Rabu (17/4). Penumpang perhari pada jalur tersebut mencapai 69.350 orang dan diharapkan dengan adanya jalur ganda tersebut mampu mengangkut penumpang dengan kapasitas lintas 101 KA per hari menjadi 128 KA perhari. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Serang–Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, meminta semua pihak agar tidak mempersoalkan jika keluarganya maju dalam bursa calon anggota legislatif baik di tingkat provinsi dan pusat untuk Pemilu 2014. Ratu Atut beralasan, pencalonan keluarganya sebagai anggota legislatif maupun anggota DPD merupakan hak setiap warga negara atau hak asasi manusia.

    “Itu mah hak asasi manusia, siapapun masyarakat mempunyai keinginan untuk mencalonkan untuk menjadi apa saja, silahkan saja. Kenapa sih harus diributkan. Masa iya, keluarga gubernur tidak memiliki hak yang sama dengan masyarakat Banten lainnya,” kata Atut Jumat, 26 April 2013. (Lihat: Dinasti Banten Rame-rame Jadi Caleg DPR dan DPD)

    Atut menegaskan, sangat mendukung terkait pencalonan legislatif keluarganya dalam pemilu 2014 ini, termasuk terhadap semua caleg yang ada di Banten. Mereka harus memiliki komitmen yang tinggi untuk membangun Banten ke arah yang lebih baik lagi. “Sekali lagi ibu minta, kalau sudah duduk nanti jangan lupa dengan rakyat Banten,” katanya.

    Menurut Atut, siapapun orangnya yang akan maju dalam bursa pencalonan, maka yang bersangkutan harus memiliki komitmen yang tinggi terhadap pelayanan masyarakat banten. “Jangan kalau sudah duduk nanti cuek, lupa dengan pembangunan Banten. Jadi caleg itu duduk dimana saja harus ingat Banten. Termasuk keluarga Ibu sendiri, duduk di mana saja harus berkomitmen membangun Banten,” katanya.

    Sebelumnya, Pengamat Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang, Idi Dimyati mengatakan, fenomena pencalonan sejumlah anggota keluarga kepala menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat di tingkat provinsi dan pusat merupakan bentuk pembajakan demokrasi. “Demokrasi langsung telah dirusak oleh elit-elit politik dan penguasa yang ada saat ini,” katanya.

    Idi Dimyati mengatakan, partai politik harus lebih bertanggung jawab dalam hal ini. Karena efek dari adanya fenomena tersebut, maka fungsi checks and balances dari legislative akan menjadi hilang. “Efek yang terjadi yaitu tidak adanya checks and balances kepada kekuasaan,” tegas Idi Dimyati.

    Menurut Idi Dimyati, rekrutmen yang dilakukan partai politik saat ini tidak melihat kapabelitas calon yang didudukannya di legislatif. Namun lebih memilih, sosok yang didudukanya memiliki kemampuan keuangan dan bisa menang dalam Pemilu. “Sehingga saat caleg tersebut menjadi legislativ, dia akan berupaya untuk mendapatkan uang, untuk keberlangsungan mempertahankan partai dan pribadi Celeg itu sendiri,” katanya.

    Menurut Idi Dimyati, fenomena pencalonan sejumlah keluarga pejabat atau penguasa sebagai calon anggota legislatif pusat dan daerah serta DPD bukan fenomena yang aneh. Kerena fenomena tersebut telah terjadi sejak jaman dulu. “Untuk melanggengkan kekuasaan, secara manusiawi akan menempatkan orang-orang terdekatnya diposisi yang bisa mendukung dan menjaga kekuasaanya,” tegas Idi.

    Sebagaimana diketahui, pada Pemilu 2014 nanti, anak-anak kepala daerah di Banten beramai-ramai mencalonkan diri menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat di tingkat provinsi dan pusat. Ada anak Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, anak Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya, dan anak Walikota Tangerang Wahidin Halim.

    Anak Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang mencalonkan diri menjadi anggota DPR adalah Andika Hazrumy. Dia maju dari Partai Golkar. Andika saat ini adalah anggota Dewan Perwakilan Daerah. Dia tak sendiri. Saudara perempuannya, Andiara Aprillia Hikmat mendaftarkan diri sebagai anggota DPD perwakilan Banten. Kalau terpilih, dia akan mengganti posisi kakaknya di Senayan.

    Menantu Ratu Atut, Ade Rossi Chaerunnisa atau istri Andika Hazrumy, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Serang, juga kembali berlaga. Kali ini dia kembali mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Banten dari Partai Golkar. Suami Ratu Atut Chosiyah, Hikmat Tomet, yang saat ini menjadi anggota DPR dari partai Golkar juga belum akan pensiun. Hikmat kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPR.

    WASIUL ULUM


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/04/078519059/Seperti-Apa-Dinasti-Politik-Ratu-Atut

    Seperti Apa Dinasti Politik Ratu Atut?
    Jum’at, 04 Oktober 2013 | 10:25 WIB


    Ratu Atut Chosiyah. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta – Majalah berita mingguan Tempo pernah membahas dinasti politik klan Chasan Sochib di Banten pada edisi 25 September 2011. Dalam tulisan tersebut, terungkap kekuasaan dinasti Chasan Sochib dalam politik dan bisnis di provinsi paling barat Pulau Jawa itu.

    Di Banten, nama Chasan tersohor karena status jawara yang disandangnya. Seorang anggota Dewan Perwakilan Daerah asal Banten mengakui adanya “keseganan mendekati rasa takut” masyarakat Banten. Banyak orang tunduk kepada Chasan, dan pembentukan atau pemilihan organisasi di Banten harus seizinnya. “Kalau mau ada pemilihan pengurus, mereka minta petunjuk dulu dari Abah (sapaan Chasan),” kata sumber Tempo.

    Chasan sukses mendukung keluarganya menempati posisi penting di Banten. Empat anak dan menantunya menjadi kepala dan wakil kepala daerah. Dua yang terkenal yakni Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. Atut adalah anak tertua Chasan dari istri pertama, sedangkan Airin adalah menantunya. Istri keempat Chasan, Heryani, juga menjabat Wakil Bupati Pandeglang. Menantu, cucu, dan istri Chasan yang lain menjadi wakil rakyat di pusat atau di wilayah Banten.

    Namun Atut mengatakan keluarganya bisa menempati posisi penting murni karena kepercayaan masyarakat, bukan karena ketokohan Chasan. Dia mengakui ayahnya meminta keluarga “tak hanya menjadi penonton” dalam pembangunan Banten. Tapi ia menampik keluarganya sengaja membangun dinasti di kawasan barat Pulau Jawa. “Yang mendudukkan mereka adalah rakyat, bukan saya atau ayah,” kata dia.

    Sumber Tempo yang dekat dengan Chasan mengatakan semua anggota keluarga itu selalu saling membantu jika ada yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Pada saat Airin maju dalam pemilihan Bupati Tangerang, Atut berjanji kepada tim kampanye akan mengerahkan para pegawai negeri. Tapi upaya itu kandas dan Airin kalah oleh pasangan Ismet Iskandar-Rano Karno.

    Seorang petinggi partai lain mengatakan keluarga ini tak segan menggelontorkan duit miliaran rupiah untuk memenangi pemilihan kepala daerah. Saat kampanye Airin sebagai calon Wali Kota Tangerang Selatan, petinggi yang menemani Chasan makan siang itu menyaksikan suami Airin, Chaeri Wardana, ditanya soal jumlah uang yang dikeluarkan selama putaran pertama. “Dijawab Rp 72 miliar,” katanya.

    Atut membantah keluarganya mengerahkan pegawai negeri. Ia mengatakan tak pernah mau hadir di Tangerang Selatan ketika adik iparnya berkampanye. Menjelang pemilihan gubernur, Atut menyatakan sudah mengeluarkan surat edaran agar bupati dan wali kota serta pegawai negeri berlaku netral. “Surat ini sudah disebar sebelum saya mendaftar ke KPU,” ujarnya.

    PRAMONO | WASIUL ULUM | AYU CIPTA


    http://id.berita.yahoo.com/ini-dia-dinasti-politik-banten-ratu-atut-chosiyah-155659931.html

    Ini Dia Dinasti Politik Banten Ratu Atut Chosiyah
    TRIBUNnews.com – 15 jam yang lalu

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) di Widya Chandra dimana Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar jadi tersangka kini memunculkan babak baru. Nama Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah kini disangkutpautkan.

    Tidak lama usai operasi tangkap tangan, KPK pun mengambil langkah sikap dengan mengeluarkan pencegahan bepergian ke luar negeri kepada Ratu Atut Chosiyah. Keputusan tersebut dikeluarkan setelah sang adik Tubagus Chaery Wardana alias Wawan ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap kasus pilkada Kabupaten Lebak.

    Suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu pun kini harus mendekam di tahanan.

    Dengan penetapan status tersangka kepada Tubagus Chaery Wardana tersebut kini memperlebar perkara ke ranah politik, dimana hal tersebut dikaitkan dengan dinasti politik Ratu Atut.

    Dikutip dari berbagai sumber, pada tahun 2006 diketahui, Ratu Atut terpilih menjadi Wakil Gubernur Banten melalui pemilihan langsung, hanya beberapa bulan setelah Pilkada. Atut kemudian menjadi gubernur menggantikan Gubernur Djoko Munandar yang terseret kasus korupsi.

    Atut kemudian sukses menjadi gubernur Banten di Pilkada tahun 2012 berdampingan dengan Rano Karno.

    Selama kepemimpinan Atut, banyak saudaranya yang mendapat tempat strategis di Banten. Pada tahun 2008, adiknya Haerul Zaman terpilih menjadi Wakil Wali Kota Serang, kemudian menjadi Wali Kota Serang setelah sang Wali Kota meninggal.

    Kemudian tahun 2010 Ratu Atut Chasanah yang juga adik Ratu Atut, terpilih menjadi Wakil Bupati Serang. Tak lama setelah itu tepatnya tahun 2011, Heryani yang juga ibu tiri Atut terpilih menjadi Wakil Bupati Pandeglang. Di tahun yang sama, istri Tubagus Chaeri Wardana (adik Atut) yaitu Airin Rachmi Diany terpilih menjadi Wali Kota Tangerang Selatan.

    Keluarga terdekat Atut juga sukses di ranah politik menunggangi Partai Golkar. Suami Atut, Hikmat Tomet, menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014 dan dijagokan lagi oleh Golkar sebagai caleg di Pemilu 2014. Anak Atut, Andika Hazrumy, kini duduk di DPD RI mewakili Banten dan menjadi caleg Golkar untuk DPR RI di Pemilu 2014 mendatang.

    Anak tiri Atut, Tanto Warbono Arban juga diajukan menjadi anggota DPRD I Banten di Pemilu 2014 mendatang.

    Tidak hanya itu, sebut saja Rosi Khoerunnisa yang juga saudara ipar Atut kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD II Serang dan akan diusung Golkar untuk DPRD I Banten pada Pemilu 2014. Saudara Atut lain yang akan maju menjadi DPD RI 2014 dari Banten adalah Andiara Aprilia Hikmat.


    http://id.berita.yahoo.com/5-wilayah-banten-di-bawah-klan-atut-chosiyah-052036122.html

    5 Wilayah Banten di Bawah Klan Atut Chosiyah
    TEMPO.CO – 1 jam 0 menit lalu

    TEMPO.CO, Jakarta – Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah kini menjadi sorotan karena masuk daftar pencegahan oleh Imigrasi atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi. Menurut Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas, Atut adalah saksi penting ihwal sengketa pilkada Lebak, Banten. KPK menangkap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar karena diduga menerima suap dari Tubagus Chaeri Wardhana, adik Atut, terkait dengan putusan sengketa pemilihan Bupati Lebak, Banten, di daerah yang dipimpin Atut.

    Pemimpin di wilayah Banten memang banyak dijabat keluarga Atut. Provinsi Banten terdiri atas empat kabupaten dan empat kota, yakni
    1. Kabupaten Serang,
    2. Kabupaten Tangerang,
    3. Kabupaten Pandeglang, dan
    4. Kabupaten Lebak.

    Adapun kota administratif adalah:
    1. Kota Serang,
    2. Kota Cilegon,
    3. Kota Tangerang, dan
    4. Kota Tangerang Selatan.

    Di wilayah itu, tak kurang dari lima pemimpin daerah dijabat klan Atut. Mulai dari Atut sendiri, adik, adik tiri, ipar, bahkan hingga ibu tiri. Wali Kota Tangerang Selatan saat ini dijabat ipar Atut, yakni Airin Rachmi Diany. Dia adalah istri Chaeri Wardhana, adik Atut Chosiyah.

    Lalu, ada Tubagus Haerul Jaman, adik tiri Atut, yang terpilih sebagai Wali Kota Serang. Berikutnya adalah Tatu Chasanah, adik Atut, anggota DPRD Banten yang kemudian terpilih sebagai Wakil Bupati Serang. Terakhir adalah Heryani, ibu tiri Atut, yang menjabat Wakil Bupati Pandeglang. Keempat pilkada itu sempat digugat di Mahkamah Konstitusi, tetapi mereka akhirnya menang.

    Adapun Atut belum bisa dimintai komentar. Atut tidak hadir dalam acara rapat paripurna istimewa HUT ke-13 Banten. Sebelumnya, dalam setiap acara besar, Atut dan keluarganya selalu hadir. Dalam suatu kesempatan, Atut mengatakan keluarganya bisa menempati posisi penting karena kepercayaan masyarakat dan bukan ketokohan Chasan Sochib, ayahnya. »Yang mendudukkan mereka adalah rakyat, bukan saya atau ayah,” kata Atut.

    KHAIRUL ANAM | SUKMA| ANTO


    http://id.berita.yahoo.com/pengamat-gubernur-atut-tidak-membangun-banten-051839613.html

    Pengamat: Gubernur Atut Tidak Membangun Banten
    TEMPO.CO – 1 jam 3 menit lalu

    TEMPO.CO, Jakarta – Pengamat politik dari Universitas Agung Tirtayasa Gandung Ismanto menilai banyak ketertinggalan yang dialami oleh pemerintah Banten selama dipimpin oleh Ratu Atut Chosiyah. Menurut Gandung, ketertinggalan Banten ini mengherankan mengingat pendapatan daerah yang hampir mencapai angka Rp 5 triliun.

    “Terbilang lambat pertumbuhannya. Secara makro banyak indikator yang menjelaskan itu,” kata Gandung saat dihubungi lewat sambungan telepon, Sabtu, 5 Oktober 2013.

    Gandung memperinci beberapa kondisi dari berbagai data riset yang dia terima. Kemiskinan Provinsi Banten masih tertinggi secara nasional karena mencapai 800 ribuan jiwa. Temuan ini sangat kontras jika dibandingkan pada saat ini APBD-nya nyaris mencapai Rp 5 triliun. Jauh berbeda dengan pada saat provinsi ini berdiri, yang hanya mengantongi pendapatan sebanyak Rp 400 miliar.

    Menurut dia, peningkatan APBD Banten ini sangatlah luar biasa. Namun, nyaris tidak ada artinya jika mengingat angka pengangguran yang tak kunjung turun dari 30 persen. Angka ini juga tergolong tertinggi menurut skala nasional. Belum lagi, angka kematian bayi dan ibu hami yang masih tinggi, yaitu 32 persen. “Ini sepadan dengan Provinsi Sulawesi Barat dan Papua Barat. Levelnya sama untuk angka kematian bayi dan ibu hamil,” katanya.

    Selanjutnya: Atut dinilai tak banyak berperan membangun Banten…

    Bagi masyarakat Banten, kata Gandung, Atut bukanlah gubernur yang mempunyai kepemimpinan baik. Dia dianggap sebagai perempuan biasa dan pesolek. Dia dinilai lebih mempedulikan citra diri daripada tugasnya sebagai gubernur untuk memajukan Provinsi Banten menjadi lebih baik. “Secara alamiah, Banten bisa maju tanpa adanya keterlibatan dari pemerintah. Karena diuntungkan secara geografis, berdekatan dengan Jakarta,” katanya.

    Kini, Komisi Pemberantasan Korupsi berencana memeriksa Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dalam kaitan dengan kasus dugaan suap kepada Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. “Dia (Atut) adalah saksi penting dalam kasus dugaan suap terkait sengketa pilkada di Lebak,” kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas.

    KPK sudah mengajukan permintaan pencegahan ke luar negeri atas Atut Chosiyah. Komisi meminta Direktorat Jenderal Imigrasi mencegah politikus Partai Golkar itu selama enam bulan, berlaku sejak Kamis lalu. Sumber Tempo di KPK menyebut peran Atut diduga memerintahkan Chaeri Wardhana “mengamankan” sengketa pilkada Bupati Lebak, Banten, di Mahkamah Konstitusi. “Penyiapan duit Rp 1 miliar sepengetahuan Atut,” ujar sumber tersebut.

    Chaeri Wardhana adalah adik Atut yang ditangkap KPK, Rabu lalu. Dia ditangkap bersama advokat Susi Tur Andayani, yang menangani perkara sengketa pemilihan Bupati Lebak. KPK menyita uang Rp 1 miliar yang diduga uang suap terkait dengan sengketa tersebut.

    ALI AKHMAD


    http://www.tempo.co/read/news/2013/02/21/078462836/p-Ini-Alasan-Pemerintah-Ingin-Hapus-Dinasti-Politik

    Ini Alasan Pemerintah Ingin Hapus Dinasti Politik
    Kamis, 21 Februari 2013 | 17:59 WIB


    Ganjar Pranowo. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Dalam Negeri bermaksud membatasi hak politik calon kepala daerah yang berasal dari satu garis keturunan atau sedarah. Pembatasan itu akan dimasukkan dalam rancangan undang-undang tentang pemilihan kepala daerah. Pemerintah menjamin pembatasan tak akan melanggar hak politik seseorang.

    “Nantinya, anak, istri, suami, atau saudara kandung kepala daerah tidak boleh maju dalam pilkada. Paling tidak ditunda dalam satu periode pemilihan,” kata Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Djohermansyah Djohan, dalam rapat Panitia Kerja RUU Pemilihan Kepala Daerah di Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis, 21 Februari 2013.

    Fenomena dinasti politik terjadi di berbagai daerah. Kasus terbanyak terjadi di Banten. Ratu Atut, Gubernur Banten, memiliki sanak saudara yang berstatus sebagai kepala daerah di provinsi itu. Fenomena itu bakal dibatasi melalui revisi Undang-Undang 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. “Kami ingin membangun politik yang sehat.”

    Kementerian Dalam Negeri mencatat 30 kasus yang disebut sebagai dinasti politik. Dari jumlah itu, 13 persennya berdasarkan hubungan kakak-adik, suami-istri 1,5 persen, dan ayah-anak 1,1 persen. Djohermansyah menilai dinasti politik membatasi hak politik orang lain. “Kalau demokrasi yang fair silakan, tapi kadang calon turunan ini hanya membonceng popularitas tanpa kemampuan yang mumpuni,” kata Djohermansyah.

    Kementerian merilis beberapa daerah yang diperintah dinasti politik. Selain di Banten, contohnya ada di Bangkalan, Jawa Timur. Muhammad Makmun Ibnu Fuad, 27 tahun, terpilih menjadi bupati menggantikan ayahnya, Fuad Amin, yang sudah berkuasa dua periode.

    Wakil Ketua Panja RUU Pemilihan Kepala Daerah Ganjar Pranowo tak sependapat dengan pembatasan itu. Menurut dia, kasus yang tercatat masih terbilang kecil, hanya 5,1 persen. “Harus ada penelitian yang konkret sebelum kita memutuskan,” kata politikus PDI Perjuangan ini.

    PARLIZA HENDRAWAN


    http://www.tempo.co/read/news/2013/04/25/078475903/Mendagri-Resah-Pejabat-Daerah-Mewah-mewahan

    Mendagri Resah Pejabat Daerah Mewah-mewahan
    Kamis, 25 April 2013 | 20:45 WIB


    Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta–Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengingatkan pejabat-pejabat daerah di seluruh Indonesia supaya tidak mengutamakan anggarannya untuk kepentingan mereka. “Rumah pejabatnya mewah, mobilnya mahal, kantornya megah, ini kan tidak pantas. Justru prioritas anggaran itu untuk masyarakat,” kata dia diHotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 25 April 2013.

    Menurut Gamawan, beberapa kali dia menerima keluhan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyoroti penggunaan dana pemerintah daerah. Di beberapa daerah, pejabatnya terlihat bermewah-mewahan padahal penduduk miskinnya masih di atas 20 persen.

    “Belanja aparaturnya makin tinggi, ada yang sampai 72 persen. Artinya tinggal 28 persen untuk orang atau masyarakatnya,” ujar dia.

    Pemerintah pusat, kata dia, saat ini sedang melakukan evaluasi terhadap sejumlah daerah yang membelanjakan anggarannya dengan tidak tepat sasaran. Termasuk sejumlah daerah otonom baru. “Buka semua APBD-nya satu per satu. Awal Mei ini akan saya bahas dengan UKP4, dan nanti akan diserahkan kepada presiden hasil evaluasinya,” kata mantan gubernur Sumatera Barat ini.

    Soal sanksi, Gamawan tidak mengatakan secara spesifik. “Belum. Nanti akan kita peringatkan satu per satu,” kata dia.

    MUNAWWAROH


     
  • Virtual Chitchatting 5:54 AM on 2013/10/05 Permalink  

    Bola api Akil Mochtar yang meruntuhkan Dinasti Politik si Atuik


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/05/063519325/Adik-Atut-Dicokok-Awal-Runtuhnya-Dinasti-Banten

    Adik Atut Dicokok, Awal Runtuhnya Dinasti Banten
    Sabtu, 05 Oktober 2013 | 05:54 WIB


    Pengusaha Tubagus Chaery Wardana digiring petugas menuju mobil tahanan setelah menjalani pemeriksaan 1X24 jam di gedung KPK, Jakarta, Kamis (3/10). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Banten — Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, mengatakan ditangkapnya Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkait dugaan suap terhadap ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar berimplikasi besar terhadap kekuasan di Banten yang selama ini dikuasai oleh keluarga Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, yang merupakan kakak kandung dari Tubagus.

    “Ini akan melumpuhkan sekaligus meruntuhkan Dinasti Banten yang telah dibangun keluarga Atut,” katanya Jumat, 4 Oktober 2013. (Lihat: Seperti Apa Dinasti Politik Ratu Atut?)

    Wawan, kata Ray, selama ini berperan besar dalam membangun kekuasaan di Banten. Ibarat tubuh manusia, Ray menganalogikan, Wawan adalah kepala sekaligus otak dalam mengendalikan kekuasaan di Banten. “Meski yang berkuasa adalah kakaknya, ibunya, istri hingga ipar-iparnya, tapi semua kendali ada di Wawan,” katanya. Kendali, ia melanjutkan, bisa berupa sumber dana, pengumpulan dana, hingga pembangunan sistem dinasti kekuasaan.

    Ditangkapnya Wawan, menurut Ray, sama saja melumpuhkan kekuatan keluarga Atut karena hal tersebut telah meruntuhkan secara kekuatan ekonomi dan kekuatan politik keluarga Atut di Banten. “Karena kalau kepalanya sudah tidak ada, otomatis bagian-bagian lainnya akan lumpuh,” kata Ray.

    Secara politik, kata Ray, penangkapan Wawan, sangat tidak menguntungkan keluarga Atut yang saat ini ikut pencalegan anggota DPRD, DPR RI hingga anggota DPD. Karena, dengan ditangkapnya Wawan, secara tidak langsung telah mematahkan citra keluarga Atut. Mereka akan sulit mengkampanyekan pemerintahan yang bersih tanpa korupsi. Ini sulit untuk mengangkat elektabilitas. “Mau tidak mau hal ini berdampak negatif terhadap citra dan elektabilitas mereka,” katanya.

    KPK menangkap Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan, yang juga adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, di kediamannya di Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu malam, 2 Oktober 2013 sekitar pukul 23.00 WIB. Penangkapan Tubagus ini merupakan kelanjutan dari penangkapan Akil Mochtar. Sebelumnya, penyidik KPK menangkap lima orang dalam operasi tangkap tangan. Kelimanya adalah Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Golongan Karya Chairun Nisa, Bupati Gunung Mas Hambit Bintih, serta Dhani dan Cornelis, pengusaha.

    JONIANSYAH


    http://id.berita.yahoo.com/kpk-tangkap-adik-kandung-gubernur-banten-164636965.html

    KPK Tangkap Adik Kandung Gubernur Banten
    Antara – Kam, 3 Okt 2013

    Serang (Antara) – Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, tersangka atas dugaan penyuapan pada Ketua Mahkamah Kontitusi Akil Mocktar atas sengketa Pilkada Lebak.

    “Kami telah mengamankan adik kandung Gubernur Banten dan kini telah menjalani pemeriksaan,” kata juru bicara KPK Johan Budi, saat dihubungi, Kamis.

    Ia mengatakan, tersangka Tubagus Chaeri yang juga suami Wali Kota Tangerang Airin Rachmi Diany sebagai orang pemberi dan akan dijerat Pasal 6 ayat 1 huruf a Undang-undang Tipikor, jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

    Selain itu, KPK juga menetapkan Ketua MK Akil Mochtar dan STA selaku penerima suap. Keduanya diduga melanggar Pasal 12 C UU Tipikor jo Pasal 55 Ayat 1 KUHP atau Pasal 6 Ayat 2 jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

    Barang bukti yang disita berupa uang pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 dengan total Rp3 miliar dari dua kasus yakni dugaan suap proses penanganan Pilkada Lebak dan Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

    Sementara itu, adik Gubernur Banten Atut Chosiyah lainnya, Tubagus Haerul Jaman, yang juga Wali Kota Serang, mengaku bahwa dirinya belum mengetahui kabar penangkapan kakaknya yang dilakukan KPK.

    “Kami belum mengetahui atas penangkapan Tubagus Chaeri Wardhana,” kata Jaman.(fr)


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/04/063518991/Terkait-Akil-Adik-Ratu-Atut-Ternyata-Jago-Lobi

    Terkait Akil, Adik Ratu Atut Ternyata Jago Lobi
    Jum’at, 04 Oktober 2013 | 04:14 WIB


    Petugas KPK mengeledah 11 mobil mewah di rumah Tubagus Chairi Wardhana adik dari Ratu Atut Choisiyah gubenur Banten di jalan Denpansar 4, Jakarta, (10/03). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta–Nama Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan popular di kalangan birokrat di Provinsi Banten. Sebagai pengusaha, Wawan sangat dekat dengan kalangan eksekutif dan legislatif. Selain sebagai adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Wawan merupakan suami Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany.

    Aliansi Independen Peduli Publik (Alipp) sebuah lembaga swadaya di Banten menyebut kesohoran Wawan sebagai pelobi dan orang berpengaruh dalam penentuan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) sudah menjadi rahasia umum.

    Ketua Alipp, Uday Suhada kepada Tempo Kamis, 3 Oktober 2013 mengatakan dominasi peran Wawan dalam mengatur proyek-proyek APBD di Banten sudah menjadi rahasia umum. “Kami mensuport Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena ini (-penangkapan) sebagai kunci membongkar kebobrokan di Banten,” kata Uday.

    Uday mengatakan penangkapan Wawan sebagai awal yang baik untuk membongkar kasus-kasus korupsi yang lebih besar. “Suap Rp 1 miliar dari Wawan ke Akil (-Akil Mochtar Ketua Mahkamah Konstitusi) hanyalah masalah korupsi kecil di Banten,” ujar Uday.

    Uday juga mengatakan penangkapan Wawan sebagai kado bermakna untuk rakyat Banten, secara kebetulan pada Jumat, 4 Oktober 2013 Provinsi Banten berulang tahun ke-13.

    KPK menangkap Wawan di rumahnya, Jalan Denpasar IV Nomor 35, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, pukul 23.00. Informasi lain yang diterima Tempo dari Sudrajat, aktivis anti korupsi di Lebak menyebutkan usai menangkap Wawan, KPK kemudian menangkap Susi (STH) pengacara Amir Hamzah di Lebak Kamis dini hari, 01.00 atas dugaan penyuapan pada Akil Mochtar terkait sengketa Pilkada Lebak. Diduga dia memberikan uang untuk mengamankan sengketa Pilkada Lebak di MK.

    Amir Hamzah merupakan Wakil Bupati Lebak yang berpasangan dengan Kasmin didukung Partai Golkar. Pasangan ini memperolih 226.440 suara (34,69 %). Pasangan ini kalah dari Iti Oktavia putri Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya. Iti, anggota DPR dari Partai Demokrat – Ade Sumardi (Ketua DPC PDIP Lebak) yang diusung Partai Demokrat, PDIP, Hanura, Gerindara, PPP, PKS, PPNU, meraih suara terbanyak yaitu 407.156 suara (62,37%). Pasangan ini juga mengalahkan Pepep Faisaludin – Aang Rasidi, yang maju dari perseorangan meraih suara sebanyak 19.163 (2,94%).

    Gugatan Amir Hamzah berbuah putusan MK pada Selasa, 1 Oktober 2013. Ketua majelis konstitusi yang dipimpin Akil Mochtar memutuskan pilkada Lebak dilakukan pemungutan suara ulang (PSU). Dalam gugatan Amir inilah disinyalir peran Wawan sangat berpengaruh.

    AYU CIPTA


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/04/063519045/Suami-Airin-Disebut-Penguasa-Proyek-Banten

    Adik Ratu Atut Disebut Penguasa Proyek Banten
    Jum’at, 04 Oktober 2013 | 09:33 WIB


    Pengusaha Tubagus Chaery Wardana dicecar pertanyaan oleh Wartawan setelah menjalani pemeriksaan 1X24 jam di gedung KPK, Jakarta, Kamis (3/10). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta – Tubagus Chaeri Wardana, salah satu tersangka suap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, adalah tokoh muda yang sangat disegani di Banten. Putra bungsu tokoh Banten Tubagus Chasan Sochib ini disebut-sebut sebagai penguasa proyek di kawasan ujung barat Pulau Jawa itu.

    Kiprah Chaeri alias Wawan pernah dikupas majalah Tempo pada edisi 25 September 2011. Sejumlah sumber Tempo mengatakan, Wawan bisa bertindak seolah-olah menjadi penentu anggaran dan proyek Provinsi Banten.

    Dahnil Anzar, dosen ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang juga bekas anggota staf ahli DPRD Banten, mengatakan Wawan merupakan pemegang kekuasaan yang sebenarnya di klan Chasan, setelah sang ayah wafat. ”Dia punya tangan-tangan, menggunakan banyak bendera untuk proyek-proyeknya. Semua dari anggaran daerah,” kata Dahnil kepada Tempo.

    Sejumlah pengusaha membenarkan soal peran Wawan. Semua penggarap proyek diputuskan oleh suami Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diani ini, dengan perusahaan yang bukan atas namanya. Sumber Tempo mengatakan proyek di Banten sering disubkontrakkan oleh Wawan ke perusahaan lain, “yang tidak ikut tender,” ujarnya. Tanpa menyetor uang, kata pengusaha ini, jangan harap mendapat proyek.

    Namun, Wawan membantah semua tuduhan yang mengarah kepadanya. Dia mengaku sudah tak lagi aktif dalam bisnis langsung dan memilih untuk membina para pengusaha melalui organisasi Kamar Dagang dan Industri Banten, sesuai dengan amanat ayahnya. ”Saya bingung kalau dianggap menguasai proyek di sini. Kalau benar, pasti saya sudah ditangkap polisi, jaksa, atau KPK,” ujarnya.

    Nyatanya Wawan kini meringkuk di sel KPK, dalam kasus suap ketua Mahkamah Kosntitusi Akil Mochtar.

    FERY FIRMANSYAH | PRAMONO | WASIUL ULUM | AYU CIPTA


    http://id.berita.yahoo.com/barang-bukti-uang-suap-sengketa-pilkada-lebak-senilai-111034280.html

    Barang Bukti Uang Suap Sengketa Pilkada Lebak Senilai Rp 1 M
    TRIBUNnews.com – Kam, 3 Okt 2013

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bahri Kurniawan

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar dan Tubagus Chairy Wardana sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dalam sengketa Pilkada Lebak, Banten. Dalam proses penangkapan tersebut, KPK berhasil mendapatkan bukti berupa uang tunai senilai Rp 1 miliar rupiah.

    “Uang pecahan rupiah 100 ribu dan 50 ribu dengan total keseluruhan 1 Miliar rupiah,” ujar Ketua KPK Abraham Samad di Gedung KPK, Kamis (3/10/2013).

    Sebelumnya diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Tubagus Chairy Wardana, suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dalam sengketa Pilkada Lebak, Banten.

    “Juga ditetapkan sebagai tersangka saudara TCW dan kawan-kawan, selaku pemberi suap,” ujar Ketua KPK Abraham Samad di Gedung KPK, Kamis (3/10/2013) sore.

    TCW dianggap melanggar pasal 6 ayat 1 huruf a UU tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Selain itu dalam kasus dugaan suap sengketa Pilkada Lebak, Banten, KPK juga menetapkan Ketua MK Akil Mochtar sebagai tersangka selaku penerima suap. Akil beserta STA diduga melanggar Pasal 12 huruf c UU Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP atau Pasal 6 ayat 2 UU Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


    http://id.berita.yahoo.com/penangkapan-akil–kintil-koleksi-mewah-wawan-101250103.html

    Penangkapan Akil, Kintil Koleksi Mewah Wawan
    Oleh Herry Gunawan | Plasadana – 20 jam yang lalu

    DI antara aksi luar biasa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada minggu ini, tertangkapnya Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, berpotensi jadi kisah panjang. Apalagi, KPK ikut cekal Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, kakak kandung Wawan, ke luar negeri demi kepentingan penyelidikan.

    Penangkapan Wawan ini terkait dugaan suap terhadap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar pada sidang sengketa Pilkada Kabupaten Lebak. Pasangan Partai Golkar kalah. Tak senang, kasusnya digugat dan masuk ke Mahkamah Konstitusi. Lembaga ini kemudian memutuskan keharusan pemungutan suara ulang.

    Wawan dikaitkan dengan kasus ini. KPK masih menyimpan perannya. Namun disebutkan, ada uang Rp 1 miliar yang diduga disiapkan untuk Akil, yang saat ini meringkuk di tahanan KPK.

    Asal tahu saja, Ketua DPD Golkar Banten adalah Hikmat Tomet, suami Atut Chosiyah atau kakak ipar Wawan.

    Tampaknya kasus Wawan, suami Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, tidak berhenti sampai di situ. Indikasinya bisa dilihat dari pencekalan Gubernur Atut dan temuan sementara berupa 11 mobil mewah di kediaman megah Wawan yang berdiri di kawasan mahal Jakarta, Mega Kuningan.

    Garasi rumah mewah itu laksana gerai kendaraan mewah. Tinggal sebut saja. Ferrari, Bentley, Lamborghini, ada. Roll Royce juga tampak. Begitupun dengan Toyota Camry atau Land Cruiser. Semua bisa ditemui di sini. Tak terkecuali, motor gede Harley Davidson ikut terparkir di gerainya.

    Tentu layak disebut sebagai kolektor mobil mewah. Jangan bingung bagaimana menggilir tunggangan mewah itu. Setidaknya, laiknya kolektor, ya dilihat-lihat, dielus-elus, atau ditunjukan kepada rekan sejawat sebagai bukti kelas dalam selera.

    Pertanyaannya, dari mana semua koleksi ini?

    Publik menyebut Wawan sebagai pengusaha. Tentu bukan usaha kecil atau menengah untuk bisa memiliki koleksi mobil mewah seperti itu, serta aset rumah megah di kawasan elit.

    Semua ini akan menjadi pintu masuk KPK. Mengintil dan menelusuri koleksi serta aset Wawan, dari mana asal-muasalnya. Tentu termasuk sumber dana Rp 1 miliar yang diduga untuk suap itu.

    Penelusuran ini akan menarik, mengingat wilayah Banten “dikuasai” oleh kerabat Wawan, yang kini jadi tersangka suap dan mendekam di tahanan KPK. Potensi kerja sama keluarga dalam proyek pemerintah daerah sangat mungkin terjadi.

    Bayangkan, istri Wawan, Airin Diany adalah Walikota Tangerang Selatan. Kakaknya: Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Provinsi Banten dan Ratu Tatu Chasanah, Wakil Bupati Kabupaten Serang. Ibu tirinya, Heryani, saat ini sebagai Wakil Bupati Pandeglang. Ada juga Tb Khaerul Zaman, kakak tirinya yang menjabat Wakil Walikota Serang.

    Belum selesai jejaringnya. Di wilayah politik, Wawan punya banyak kerabat. Ada Hikmat Tomet (Kakak Ipar, Anggota DPR RI), Andika Hazrumy (Keponakan, Anggota DPD), Adde Rossi Khairunnisa (istri Andika, Wakil Ketua DPRD Serang), serta Aden Abdul Khaliq (adik ipar, tahun ini dicopot dari DPRD Banten karena ikut Pilkada Kabupaten Tangerang).

    Apa hubungan semua ini dengan Wawan yang hartanya – berdasarkan laporan istrinya, Airin Diany, sebagai pejabat pemerintah – lebih dari Rp 100 miliar itu?

    Jejaring birokrasi dan kekuasaan politik di Banten, bisa menjadi ruang penjelas tentang kekayaan Wawan. Dengan anggaran proyek di Banten – lebih dari sebagian pemerintahannya diisi kerabat – yang bernilai triliunan, potensi terjadinya “kerja sama” saling menguntungkan antarkerabat sangat mungkin terjadi.

    Akhir bulan lalu misalnya, sejumput masyarakat sudah menyuarakan model kerja sama keluarga itu. PT Buwana Wardana Utama yang disinyalir milik Wawan, diprotes lantaran empat proyek Provinsi Banten yang dikerjakan tak beres.

    Aksi mereka mengacu pada audit Badan Pemeriksa Keuangan yang muncul di pemberitaan bahwa ada potensi kerugian negara dari sejumlah proyek pemerintah daerah yang dikerjakan perusahaan tersebut. Proyeknya, dari irigasi hingga pengadaan alat kesehatan.

    Karena itu, kemenangan konco menjadi penguasa, seperti lewat jalur pemilihan kepala daerah di Lebak, menjadi penting. Seperti itulah, satu di antara cara mafioso berbisnis seperti pada film legendaris “The Godfather”.

    Investasi pada birokrasi dan politik melalui suntikan dana saat pemilihan kepala daerah, tentu bisa menjadi modus dalam berbisnis. Kalau perlu, suap mungkin saja dilakukan. Karena itu, menjadi sangat penting penelusuran kekayaan Wawan agar bisa masuk lebih dalam dan mengungkap lebih luas.

    Mari tunggu babak selanjutnya dari KPK. Walau bukan tak mungkin juga, bisa-bisa Wawan malah bebas di pengadilan kelak.

    Herry Gunawan, Pendiri Plasadana.com


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/04/063519093/Mobil-Adik-Ratu-Atut-Lamborghini-Rp-122-Miliar

    Mobil Adik Ratu Atut: Lamborghini Rp 12,2 Miliar
    Jum’at, 04 Oktober 2013 | 12:27 WIB


    Petugas KPK mengeledah beberapa mobil mewah di rumah Tubagus Chairi Wardhana adik dari Ratu Atut Choisiyah gubenur Banten di jalan Denpansar 4, Jakarta, (10/03). Pengeledahan ini tekait dugaan suap pilkada Lebak Banten yang melibatkan Akil Mochtar. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta – Deretan mobil mewah terlihat di rumah adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaery Werdana alias Wawan, saat digerebek penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu malam lalu, 2 Oktober 2013. Setidaknya ada 11 mobil yang berada di rumah tersebut. Salah satunya adalah Lamborghini Aventandor seharga Rp 12,2 miliar. Lainnya Nissan GTR yang dibandrol Rp 2,2 miliar.

    Wawan yang tersangkut kasus dugaan suap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar merupakan suami Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany. KPK menggeledah rumah Airin dan Wawan di Jalan Denpasar Raya, Jakarta Selatan. Di rumah ini, KPK menemukan koleksi mobil mewah di dua garasi.

    Lamborghini Aventador milik Wawan berpelat nomor B 888 WAN. Di bagian bawahnya tertulis angka 06-17 yang menunjukkan bulan dan tahun pembelian, yaitu Juni 2012.

    Aventador merupakan sport car yang diluncurkan pada ajang Geneva Motor Show 2011. Mobil mewah ini ditunggu penggemarnya di seluruh dunia karena diplot sebagai pengganti varian legendaris Murcielago.

    Sosok eksotik Aventador terwakili oleh desain bodi dengan sudut tajam dan kaku. Tak hanya bentuk bodi, lampu-lampu hingga pelek dan kisi udara di bumper depan dan samping pintunya juga bersudut tajam.

    Situs resmi Lamborghini menulis bahwa model ini memiliki mesin berkonfigurasi V12 48 silinder DOHC dengan kapasitas 6,5 liter. Tak tanggung-tanggung, mesin yang ditanam di belakang kokpitnya ini bisa menggelontorkan tenaga hingga 700 dk (tenaga kuda) pada putaran mesin 8.250 rpm dan torsi 509 ft-lbs pada 5.500 rpm.

    Diperkuat transmisi 7-speed automated manual, Lamborghini mengklaim dapur pacu tersebut mampu digeber dari posisi diam menuju 100 km/jam hanya dalam 2,9 detik saja.

    Di Indonesia, Aventador dilepas dengan harga US$ 1,088 juta atau saat ini sekitar Rp 12,2 miliar.

    RAJU FEBRIAN


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/05/063519324/Adik-Ratu-Atut-Hindari-Sorotan-Media

    Adik Ratu Atut Hindari Sorotan Media
    Sabtu, 05 Oktober 2013 | 05:48 WIB


    Petugas KPK melakukan aksi penggeledahan pada 11 mobil mewah di rumah Tubagus Chairi Wardhana adik dari Ratu Atut Choisiyah gubenur Banten di jalan Denpansar 4, Jakarta, (10/03). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta – Chaeri Wardana alias Wawan merupakan nama besar di trah pendekar kenamaan Banten, Tubagus Chasan Sochib. Perannya pun penting di dinasti politik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Namun, putra bungsu pendekar Banten, Tubagus Chasan Sochib, ini bukan orang yang suka difoto oleh media.

    “Punten ya, jangan difoto,” kata putra ketiga Abah Chasan ini kalem ketika fotografer majalah Tempo mengeluarkan kameranya. “Saya memang menghindari media massa.”

    Tulisan majalah Tempo edisi 25 September 2011 itu menggambarkan penampilan Wawan yang jauh dari sangar. Dia tampil necis dengan batik biru lengan panjang ketika itu. Tutur katanya lembut dan hampir selalu tertawa saat menjawab pertanyaan.

    Namun, Dahnil Anzar, dosen ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sekaligus anggota staf ahli DPRD Banten, mengungkapkan Wawan merupakan pemegang kekuasaan sebenarnya di klan Chasan. Bahkanm Dahnil menyebut Wawan sebagai penentu anggaran dan proyek provinsi. Wawan pun membantah semua tuduhan yang mengarah kepadanya. Ia mengaku sudah tak lagi aktif dalam bisnis langsung. (Baca: Seperti Apa Dinasti Politik Ratu Atut?)

    Chaeri merupakan saudara laki-laki Ratu Atut Chosiyah. Dia memiliki istri Airin Rachmi Diany, Wali Kota Tangerang Selatan. (Baca: Suami Airin, Putra Pendekar tapi Tak Sangar)

    Chaeri Wardana merupakan satu dari sejumlah nama yang ditangkap setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap tangan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, politikus Golkar, Chairunnisa. Akil dan Chairun Nisa ditangkap dalam dugaan suap kasus sengketa pemilihan umum kepala daerah di Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Adapun Chaeri ditangkap dalam kasus pemilihan umum kepala daerah Tangerang Selatan.

    PRAMONO | WASI UL ULUM (SERANG), AYU CIPTA (TANGERANG)


     
  • Virtual Chitchatting 2:55 PM on 2013/10/04 Permalink  

    Ketika kata-kata terselip Akil Mochtar merupakan maksud dan tujuan sebenarnya


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/04/078519152/Saat-Pimpin-Sidang-Akil-Kerap-Bercanda-Soal-Duit

    Saat Pimpin Sidang, Akil Kerap Bercanda Soal Duit
    Jum’at, 04 Oktober 2013 | 14:55 WIB


    Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar diserbu oleh sejumlah awak media saat menuju mobil tahanan di gedung KPK, Jakarta, (3/10). KPK resmi menahan Akil Mochtar di Rutan KPK terkait dua kasus dugaan suap. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Herman Suryadi Sumawiredja, ternyata memiliki kesan tersendiri soal perilaku Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar saat memimpin sidang. Maklum, pasangan ini tengah menggugat hasil pilkada Jawa Timur yang dimenangi pasangan Soekarwo-Saefullah Yusuf.

    “Pak Akil ini selalu bercanda masalah uang,” kata Herman Suryadi, kepada Tempo, Kamis, 3 Oktober 2013. “Tapi candaannya jadi tidak lucu karena tidak cocok dengan posisinya yang amat tinggi sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi,” kata mantan Kapolda Jawa Timur ini.

    Salah satu guyonan Akil yang menyerempet soal duit terjadi ketika kubu Khofifah menghadirkan saksi dari Jawa Timur. Saksi itu adalah seorang nenek yang dalam persidangan bercerita pernah mendapatkan hadiah rombong (gerobak dorong untuk berjualan) dari kubu Soekarwo.

    Akil Mochtar lalu bertanya kepada saksi, berapa penghasilan yang didapat dari hasil berjualannya sehari. Nenek itu pun menjawab Rp 200 ribu. Lantas, Akil pun menukas cepat, “Saya satu hari di sini keringatan tidak sampai Rp 200 ribu.”

    Herman menilai gaya bercanda seperti itu bisa ditafsirkan macam-macam. “Itu memang bercanda. Tapi untuk seorang hakim, bercanda seperti itu tidak etis,” ujar Herman.

    LINDA TRIANITA


    http://www.tempo.co/read/news/2010/12/09/063297845/Dituduh-Terima-Suap-Akil-Mochtar-Akan-Melapor-ke-KPK

    Dituduh Terima Suap, Akil Mochtar Akan Melapor ke KPK
    Kamis, 09 Desember 2010 | 15:55 WIB

    TEMPO Interaktif, Jakarta – Tidak terima dituduh terima suap, Jumat (10/12) besok hakim Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar berencana melaporkan masalah dugaan kasus suap di MK ke Komisi Pemberantasan Korupsi. “Saya tidak terima, saya tidak kenal siapa pun,” kata Akil, Kamis (9/12).

    Dugaan kasus suap di MK terkait kasus gugatan Bupati Simalungun, Jopinus Ramli Saragih, di Mahkamah Konstitusi pada April 2010. Kasus tersebut ditangani oleh hakim Akil Mochtar.

    Berdasar testimoni Refly Harun dan Maheswara Prabandono ke tim investigasi hakim konstitusi, Bupati Simalungun meminta Refly untuk menurunkan biaya pengacara menjadi Rp 2 miliar saja. Karena duit sebesar Rp 1 miliar akan diberikan si bupati ke seorang hakim MK. “Dalam pembicaraan itu disebut nama saya,” kata Akil.

    Menurut Akil, saat bupati meminta korting biaya pengacara dengan alasan Rp 1 miliar untuk hakim, Refly langsung melaporkan ke Mahkamah karena ada upaya suap. “Kenapa diam saja, kenapa menunggu dulu, kenapa nulis di koran dengan opini, kenapa bentuk tim, itu yang akan saya laporkan,” ujar Akil.

    Untuk itu, besok Akil berencana melaporkan kasus ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi karena dia tidak menerima dituduh terkait Bupati Simalungun.

    Ketika ditanya, siapa yang akan dilaporkan ke KPK, Akil menyatakan orang yang menuduh menyuap dirinya. “Kan bupati bilang uang itu untuk hakim MK. Kalau Refly nanti kan berkembang, kan dia tahu ada tawar menawar uang fee.”

    Mengenai pelaporan pencemaran nama baik dengan terlapor Refly, Akil mengaku tidak merencanakannya. “Kurang tinggi hukumannya, tidak usahlah. Kalau suap akan jadi delik korupsi,” ujarnya.

    Semula Akil berencana melaporkan kasus upaya suap itu ke KPK pada Kamis (9/12) hari ini, namun atas saran Ketua Mahkamah Kostitusi Mahfud MD, dia mengurungkan niatnya. “Sya sudah tidak tahan, tadi minta laporkan hari ini, tapi Pak Mahfud bilang konperi pers dulu, Jumat besok (dilaporkan)” kata dia.

    Akil juga mengomentari kerja tim investigasi yang tidak tuntas sampai ke Bupati Simalungun. “Bupati hanya sekali ditelepon tapi langsung hilang kontak,” katanya.

    Tim investigasi, kata Akil, hanya mencari konfirmasi dari orang yang diduga sopir Bupati Simalungun, Purwanto. Setelah didatangi anggota tim, Saldi Isra, Purwanto mengaku tidak punya urusan sama perkara MK. “Putus di situ, tidak ada investigasi lagi. Kenapa mereka tidak datangi Bupati Simalungun,” kata dia.

    CORNILA DESYANA


    http://www.tempo.co/read/news/2011/08/04/063350128/Akil-Mochtar-Kritik-Perubahan-Undang-undang-Mahkamah-Konstitusi

    Akil Mochtar Kritik Perubahan Undang-undang Mahkamah Konstitusi
    Kamis, 04 Agustus 2011 | 20:58 WIB


    TEMPO/Santirta M

    TEMPO.CO, Jakarta – Juru Bicara hakim Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar mengkritisi revisi Undang-Undang nomor 8 tahun 2011 tentang Mahkamah Konstitusi. “Ini (Revisi UU MK) dibuat dengan kemarahan, pasti isinya tidak benar. Kualitas legislasinya buruk,” kata Akil saat ditemui di kantor Mahkamah Konstitusi, Kamis 4 Agustus 2011.

    Akil mencontohkan pasal 10 ayat tiga yang hanya berisi kata ‘cukup jelas’. Menurutnya sebuah pasal yang berisi norma dan bukan penjelasan tidaklah mungkin hanya menyebut kata cukup jelas. Akil menilai buruknya kualitas perundang-undangan itu menyalahi aturan lain mengenai tata cara pembentukan peraturan perundangan yaitu UU nomer 10 tahun 2004. “Walaupun hanya perubahan bunyi pasal harus tetap dicantumkan,” dia mengimbuhkan.

    Selain itu, kesalahan tata cara juga terjadi di pasal 15 yang menyebutkan tentang syarat menjadi hakim konstitusi. Di pasal 1 tercantum mengenai syarat sebagai hakim konstitusi. Pasal 2 menyebutkan syarat-syarat menjadi calon hakim konstitusi. Pasal 3 menyebutkan syarat-syarat administratif sebagai calon hakim konstitusi.

    “Syarat sebagai calon hakim malah dicantumkan sesudah syarat hakim. Urutanya terbalik, seharusnya syarat sebagai calon hakim dulu yang dicantumkan. Kalau soal syarat administratif juga tidak usah dicantumkan,” ujarnya.

    Hal lain yang dikritiknya adalah perpanjangan waktu pemanggilan pihak-pihak dalam sidang. Dalam UU sebelumnya, waktu pemanggilan hanya selama tiga hari sedangkan di revisi terbaru diperpanjang menjadi lima hari.

    Menurut Akil, dengan perpanjangan itu justru memberatkan proses perkara. “Mereka mau memberatkan diri sendiri, namun tujuannya salah. Waktu lima hari ini artinya memperpanjang proses perkara,” kata dia.

    RIRIN AGUSTIA


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/03/063518582/Kata-Satpam-Soal-Penangkapan-Akil-Mochtar

    Kata Satpam Soal Penangkapan Akil Mochtar
    Kamis, 03 Oktober 2013 | 01:31 WIB


    Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta — Petugas pengamanan Jalan Widya Chandra III, Joko Prastono, membenarkan Komisi Pemberantasan Korupsi tiba di rumah Akil Mochtar sekitar pukul 21.00 WIB. “Yang saya tahu datang satu (tim) pakai Kijang Innova silver,” ujarnya kepada Tempo, Rabu, 2 Oktober 2013.

    Joko sebelumnya tak mengetahui orang-orang di mobil tersebut adalah tim dari KPK. “Baru tahu pas polisi datang enggak lama kemudian. Bilang katanya ada ramai-ramai di sini,” ujarnya.

    Ia mengatakan mobil tersebut sempat parkir di depan rumah Akil selama kurang lebih 45 menit. Jarak antara rumah Akil dan pos tempat Joko berjaga hanya sekitar 300 meter.

    “Pulangnya sekitar jam sepuluh (malam),” ujarnya. Namun, ia menampik kabar penangkapan sempat menghebohkan situasi komplek.

    “Enggak kok, sepi-sepi saja. Enggak lama itu mobil sudah pergi lagi,” ujarnya. Ia tak bisa memastikan adanya penambahan penumpang di mobil tersebut. Sebab, pintu pos pengamanan hanya terbuka ke sisi kiri jalan, tempat kendaraan masuk ke Jalan Widya Chandra III yang dibatasi pagar besi setinggi 2,5 meter.

    Di rumahnya, Jalan Widya Chandra III No. 7, Akil dikabarkan diciduk oleh KPK, malam ini. Pihak penjaga rumah tak mau mengkonfirmasi kabar kedatangan KPK ini. Mereka sepakat bungkam dan berkumpul di teras rumah tersebut.

    Pihak Mahkamah Konstitusi dan Komisi Pemberantasan Korupsi belum mengkonfirmasi kabar penangkapan Akil. Juru bicara KPK Johan Budi hanya memberi keterangan singkat. “Lima orang ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) malam ini,” ujarnya.

    M. ANDI PERDANA


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/03/063518928/Kronologi-Lengkap-Penangkapan-Akil-Mochtar

    Kronologi Lengkap Penangkapan Akil Mochtar
    Kamis, 03 Oktober 2013 | 20:31 WIB


    Penyidik KPK memperlihatkan uang yang disita sebagai barang bukti dihadapan Ketua KPK Abraham Samad, Juru Bicara KPK Johan Budi SP, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dan Hakim Konstitusi Patrialis Akbar dalam jumpa pers di KPK, Jakarta, (3/10). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta – JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad menjelaskan penyelidik lembaganya sudah mengincar Ketua Mahkamah Konstitusi sejak awal September 2013. Menurut Abraham, sejak diselidiki, KPK mendapat informasi penyerahan uang di rumah dinas Akil, di Jalan Widya Chandra III Nomor 7, Jakarta.

    “Infonya, akan ada penyerahan duit yang akan diserahkan pihak-pihak yang berperkara,” kata Abraham di gedung kantornya, Kamis, 3 Oktober 2013.

    Kemudian, penyelidik langsung berangkat dan memantau di sekitar rumah Akil. Para penyelidik itu tiba di daerah rumah Akil sekitar pukul 22.00, pada Rabu, 2 Oktober 2013. Ketika sedang memantau, tiba-tiba datang mobil Toyota Fortuner putih yang dikendarai oleh seseorang berinisial M. M adalah suami anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Golongan Karya Chairunissa.

    Di dalam mobil, Chairunissa ditemani oleh pengusaha tambang asal Palangkaraya Cornelis Nalau. “Kemudian, dua orang dari mobil itu turun dan masuk ke rumah AM. Tak berapa lama, tim langsung mendekat dan melakukan operasi tangkap tangan,” kata Abraham.

    Dari rumah Akil itu, KPK membawa barang bukti duit Sin$ 294.050, US$ 22.000, yang disimpan dalam amplop cokelat.

    Selanjutnya >> Pengungkapan kasus Lebak.


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/02/078518563/KPK-Tangkap-Akil-Mochtar-dan-Politikus-Golkar

    KPK Tangkap Akil Mochtar dan Politikus Golkar
    Rabu, 02 Oktober 2013 | 23:35 WIB


    M. Akil Mochtar. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar dalam operasi tangkap tangan. Selain menangkap Akil, penyidik juga menangkap Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Golongan Karya Chairunnisa. “Benar keduanya ditangkap,” kata sumber Tempo saat dikonfirmasi, Rabu, 2 Oktober 2013.

    Menurut informasi, dua orang itu masuk gedung KPK pada pukul 22.00 Wib. Penangkapan itu dilakukan di dua tempat, salah satunya di rumah dinas di Jalan Widya Chandra III Nomor 7, Jakarta.

    KPK akan menentukan status mereka dalam 1×24 jam, apakah mereka akan ditetapkan menjadi tersangka atau tidak. Belum diketahui apakah penangkapan ini terkait dengan perkara yang diadili Akil di Mahkamah Konstitusi atau tidak.

    MUHAMAD RIZKI


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/03/063518568/Selain-Ketua-MK-KPK-Juga-Tangkap-Bupati

    Selain Ketua MK, KPK Juga Tangkap Bupati
    Kamis, 03 Oktober 2013 | 00:14 WIB


    Ketua MK, Akil Mochtar. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar, dan anggota DPR di dua tempat terpisah, Rabu, 2 Oktober 2013. Juru bicara KPK, Johan Budi SP, mengatakan penyidik menyita barang bukti sekitar Rp 2-3 miliar dalam bentuk dolar Singapura.

    “Uang tersebut diduga terkait suap dalam kasus pemilihan kepala daerah di Kalimantan,” katanya.

    Johan mengatakan KPK melakukan operasi tangkap tangan di Kompleks Widya Chandra. “Penyidik menangkap tiga orang di Widya Chandra dan menyita uang dalam bentuk dolar. “CHN, CN diduga mengirim uang ke AM diduga terkait sengketa pilkada di Kabupaten Gunung Mas di Kalimantan”.

    Saat ini Bupati Gunung Mas adalah Hambit Bintih. Johan mengatakan penyidik juga melakukan tangkap tangan di hotel kawasan Jakarta Pusat. HB, seorang kepala daerah, dan DH.

    MUHAMMAD RIZKI | ANTON A


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/03/063518577/KPK-Tangap-Bupati-Gunung-Mas-di-Hotel-Redtop

    KPK Tangkap Bupati Gunung Mas di Hotel Redtop
    Kamis, 03 Oktober 2013 | 01:08 WIB


    Bupati Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Hambit Bintih. Foto: BPBD Gunung Mas

    TEMPO.CO, Jakarta — Operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi malam ini ternyata juga terjadi di dua tempat. Penangkapan tak hanya dilakukan di Kompleks Widya Chandra III Nomor 7 yang merupakan rumah Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar. “Penangkapan juga dilakukan di Hotel Redtop,” kata sumber Tempo, Rabu, 2 Oktober 2013.

    Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi Sapto Prabowo mengatakan KPK menangkap HB, seorang kepala daerah, dan DH di hotel di kawasan Jakarta Pusat. HB diduga kuat Bupati Gunung Mas, Hambir Bintih.

    Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan di Kompleks Widya Chandra. “Penyidik menangkap tiga orang di Widya Chandra dan menyita uang dalam bentuk dolar senilai Rp 2-3 miliar. CHN, CN diduga mengirim uang ke AM diduga terkait sengketa pilkada di Kabupaten Gunung Mas di Kalimantan,” kata Johan. Saat ini KPK masih memeriksa lima orang tersebut dengan status terperiksa.

    IRA GUSLINA SUFA


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/03/063518844/Sehari-Sebelum-Ditangkap-Akil-Curhat-Soal-Tempo

    Sehari Sebelum Ditangkap, Akil `Curhat` Soal Tempo
    Kamis, 03 Oktober 2013 | 16:40 WIB


    “Kalau saya bukan orang independen, kalau saya orang yang bisa disetir atau diintervensi oleh kekuatan-kekuatan lain, tidak mungkin tujuh orang (hakim) itu pilih saya. Memangnya mereka bodoh. Mereka hakim-hakim yang berpengalaman, beberapa guru besar malah.” Akil Mochtar tentang gosip miring perihal dirinya, 5 April 2013. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta – Sejak menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar disebut-sebut dekat dengan awak media. Namun, pada Selasa, 1 Oktober 2013, atau sehari sebelum ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Akil sempat mengeluh saat dikejar wartawan Tempo untuk dimintai konfirmasi mengenai suatu kasus.

    Kepada wartawan yang ada di ruang pers MK, Akil bercerita bahwa dia dikejar-kejar wartawan Tempo untuk dimintai komentar terkait suatu kasus. Dia lalu menunjuk headline Koran Tempo pada 1 Oktober 2013 yang berjudul “Dua Hakim Agung Disebut Minta Duit”. “Tempo itu enggak enak dibaca dan enggak perlu,” kata Akil sambil menunjuk berita itu.

    Setelah itu, Akil menuturkan pengalamannya dikuntit oleh wartawan Tempo beberapa tahun lalu ketika namanya disebut-sebut meminta suap untuk memenangkan kasus pilkada di MK. “Waktu itu, anak saya diikuti. Padahal anak saya naik ojek,” katanya.

    Akil lalu mengeluhkan pemberitaan di Tempo yang sangat dipercaya publik. “Seakan-akan apa saja yang diberitakan Tempo sudah dianggap kebenaran di masyarakat,” katanya marah.

    Dia lalu bercerita bahwa kekecewaannya soal metode jurnalistik Tempo rupanya sampai juga ke telinga redaksi Tempo. Untuk itu, redaksi Tempo pun meminta waktu untuk mewawancarai Akil dan memberinya kesempatan untuk bicara. Tapi Akil mengakui permintaan Tempo itu dia tolak mentah-mentah. “Saya yakin enggak bakal dikutip sama Tempo. Jadi enggak usah wawancara saya saja,” katanya.

    Setelah berkomentar panjang soal Tempo, Akil kemudian melenggang ke ruang sidang. Keesokan harinya, dia ditangkap KPK.

    FEBRIANA FIRDAUS


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/03/063518580/Akil-Mochtar-Sudah-Diincar-KPK

    Akil Mochtar Sudah Diincar KPK
    Kamis, 03 Oktober 2013 | 01:25 WIB

    Akil Mochtar. ANTARA/Fanny Octavianus

    TEMPO.CO, Jakarta — Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi Sapto Prabowo mengatakan penyidik lembaganya telah mengetahui rencana penyerahan uang kepada Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. Penyidik juga sudah mengetahui rencana itu terkait sengketa Pemilihan Kepala Daerah Gunung Mas, Kalimantan Tengah. “Ini laporan beberapa hari lalu,” kata Johan di gedung kantornya, Kamis, 3 Oktober 2013.

    Menurut Johan, barang bukti yang ikut dibawa saat operasi tangkap tangan adalah uang dalam bentuk dolar Singapura, senilai Rp 2-3 miliar. Diduga, duit itu diserahkan kepada Akil Mochtar oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Golongan Karya Chairunnisa dan seseorang berinisial CN.

    Penyidik KPK baru saja menangkap lima orang dalam operasi tangkap tangan. Kelimanya adalah Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari fraksi Golongan Karya Chairunnisa, Bupati Gunung Mas Hambit Bintih, Dhani dari swasta. Sedangkan seseorang berinisial CN.

    Dua tempat yang menjadi tempat operasi tersebut adalah di di rumah dinas Akil Mochtar di Jalan Widya Chandra III Nomor 7, Jakarta, dan di Hotel Redtop, Jakarta. Penangkapan itu terjadi sekitar pukul 22.00 Wib.

    Saat ini, kelima orang itu sedang diperiksa, dengan status sebagai terperiksa. KPK akan menentukan status mereka dalam 1×24 jam, apakah mereka akan ditetapkan menjadi tersangka atau tidak.

    MUHAMAD RIZKI


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/03/063518586/Akun-Ini-Mengulang-Cuit-Akil-Mochtar-Minta-Suap

    Akun Ini Mengulang Cuit Akil Mochtar Minta Suap
    Kamis, 03 Oktober 2013 | 01:58 WIB


    Akil Mochtar. TEMPO/Adri Irianto

    TEMPO.CO, Jakarta — Satu akun anonim di sosial media Twitter berulang kali menuduh Akil Mochtar, Ketua Mahkamah Konstitusi, meminta suap. Kicauan yang menuding Akil itu diunggah sejak dua bulan lalu. “Ketua MK Akil Mochtar minta duit Rp 2 miliar kepada penggugat Undang-Undang Kalimantan Utara kalau mau cepat diputus,” cuit akun @JOKO91428420, pada Rabu, 7 Agustus 2013.

    Kicauan bernada menyerang diulang Rabu pagi tadi. “Tolong KPK sadap telepon Ketua MK Akil Mochtar. Dia teleponan terus dengan pejabat di Kaltim, dengan Bupati Tana Tidung,” kicau akun itu pada Rabu, 2 Oktober 2013.

    Akun anonim ini menuding miliaran duit sudah diterima Akil dari pejabat di Kalimantan Timur yang berperkara di MK. “Ketua MK saat ini tidak netral dan minta-minta duit terus.”

    Tujuh belas jam setelah cuit @JOKO91428420, Akil bersama Chairun Nisa, anggota DPR dan satu orang berinisial CN, diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi di rumah dinasnya, Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan. Rabu malam pukul 21.00 WIB. Pencidukan ketiganya diikuti penangkapan dua orang di Hotel Red Top, Jakarta Barat.

    Juru bicara KPK Johan Budi SP mengatakan operasi tangkap tangan itu menyita uang senilai Rp 3 miliar (Baca: Uang Suap Diberikan Dalam Bentuk Dolar Singapura). Tindak kejahatan ini diduga berkaitan dengan sengketa pemilihan kepala daerah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

    M. ANDI PERDANA


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/03/063518658/Akil-Mochtar-Ditangkap-Ini-Manuver-Hakim-MK

    Akil Mochtar Ditangkap, Ini Manuver Hakim MK
    Kamis, 03 Oktober 2013 | 09:20 WIB


    Mantan Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) akan membentuk Majelis Kehormatan untuk menentukan nasib Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. “Iya, kami akan membentuk majelis kehormatan untuk mengusut kasus Akil,” ujar Patrialis Akbar, Hakim Konstitusi MK, di kantor MK, Kamis, 3 Oktober 2013.

    Majelis kehormatan ini, kata Patrialis, nantinya akan melibatkan 5 pihak. Kelima pihak itu adalah: Komisi Yudisial, perguruan tinggi, mantan ketua lembaga tinggi negara, mantan hakim konstitusi, dan hakim konstitusi yang ada.

    “Memang hari ini akan segera diberitahukan kepada 5 pihak itu,” ujar Akil. Patrialis belum memerinci lebih detail siapa yang diundang. “Nanti Sekjen yang akan berbicara langsung dengan mereka.” Nantinya, lanjut Patrialis, masing-masing instansi berhak mengajukan kandidat sebagai anggota majelis kehormatan itu. “Tiap lembaga kan punya rekomendasi terbaik untuk jadi anggota majelis kehormatan,” kata Patrialis.

    “Kemungkinan besar besok sudah dibentuk majelis kehormatan,” ujar Patrialis. “Kalau hari ini baru mengundang mereka-mereka saja.”

    Ketua MK Akil Mochtar ditangkap tangan oleh KPK semalam di rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra III Nomor 7, Jakarta SElatan. Saat ini, Akil sedang diperiksa dengan status sebagai terperiksa. KPK akan menentukan status mereka dalam 1×24 jam, apakah mereka akan ditetapkan menjadi tersangka atau tidak.

    REZA ADITYA

    djamintan d pakpahan
    Thursday at 9:34 am
    Hati2 dgn manuver Patrialis Akbar, kalopun MK harus ganti ketua, jangan sampai Patrialis Akbar yg jadi ketuanya ( Patrialis Akbar pernah dipecat dari menhukham artinya dia tidak punya kapasitas jadi pejabat, belum lagi cara Patrialis Akbar yg membela pegawai Imigrasi yg melalukan Pungki karena kata Patrialis Akbar, gaji PNS tidak mencukupi ). Sebagai warga negara, saya berhak tidak setuju kalo Patrialis Akbar yg jadi ketua MK.


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/03/063518860/Mahkamah-Konstitusi-Diminta-Instropeksi-Diri

    Mahkamah Konstitusi Diminta Instropeksi Diri
    Kamis, 03 Oktober 2013 | 17:11 WIB


    Akil Mochtar saat mengikuti pemilihan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta (3/4). Ketua MK yang baru dilantik Agustus lalu ini sering mengeluarkan pernyataan keras tentang korupsi sebelum tertangkap KPK pada (2/10). TEMPO/Seto Wardhana.

    TEMPO.CO, Yogyakarta – Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK) Fakultas Hukum, Universitas Islam Indonesia, menyerukan Mahkamah Konstitusi instropeksi diri.

    PSHK UII juga mendorong pengkajian atas dikeluarkannya penyelesaian sengketa pemilihan umum kepala daerah dari kewenangan Mahkamah Konstitusi. Alasannya, kasus sengketa pemilukada rawan adanya money politic dan penyuapan.

    ”Kalau perlu, dikeluarkannya kewenangan itu dikaji serius. Apalagi masih ada kontroversi soal konstitusional atau tidaknya MK menangani itu,” kata peneliti PSHK UII Anang Zubaidy, kepada Tempo, Kamis, 3 Oktober 2013.

    Dia menegaskan, Mahkamah Konstitusi, sebagai lembaga bentukan reformasi politik dan konstitusi, harus menjaga jarak dari para pihak yang berperkara. Upaya itu adalah untuk menjaga dan menjunjung tinggi marwah MK sebagai pengawal konstitusi, sekaligus demokrasi. ”Kedudukan MK sebagai pengadil yang putusannya bersifat final dan mengikat,” kata Anang.

    Hakim-hakimnya pun harus menempatkan diri sebagai negarawan yang berdiri di atas kepentingan negara dan konstitusi. Bukan sebagai perusak konstitusi dengan melakukan perbuatan tercela dan melanggar hukum. ”Kami minta Komisi Yudisial mengawasi hakim-hakim MK. Itu demi menjaga martabat dan keluhuran hakim,” kata Anang.

    PITO AGUSTIN RUDIANA


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/03/063518943/Tampil-dengan-KPK-Patrialis-Batuk-dan-Tepok-Jidat

    Tampil dengan KPK, Patrialis Batuk dan Tepok Jidat
    Kamis, 03 Oktober 2013 | 21:50 WIB


    Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad (kiri) berbincang dengan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (tengah) dan Hakim Konstitusi Patrialis Akbar dalam jumpa pers terkait kelanjutan Operasi Tangkap Tangan Akil Mochtar di KPK, Jakarta, (3/10). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta–Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar ikut hadir dalam jumpa pers pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi saat mengabarkan hakim Akil Mochtar ditetapkan tersangka di kantornya, Kamis, 3 Oktober 2013. Sejumlah ekspresi ditunjukkan mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia itu dalam jumpa pers tersebut.

    Misalnya saja saat Abraham meminta dua penyidik menunjukkan bukti berupa duit dolar Singapura dan Amerika serta pecahan rupiah di hadapan wartawan, Patrialis menatap tajam ke arah duit, kemudian dia terbatuk-batuk. Saat ditanyai wartawan apakah Mahkamah Konstitusi tidak malu dengan kasus yang menimpa ketuanya dan sebaiknya mengundurkan diri, Patrialis sebelum menjawab tampak memukul jidatnya dengan telapak tangan.

    “Saya kira ini lebih emosional, karena kami harus mengurus negara ini, siapa lagi mengurus kalau mundur,” kata Patrialis, “Tidak usah digiring untuk mundur ramai-ramai,” ia menambahkan.

    Ia juga sempat menyindir bahwa bukan hanya lembaganya yang mengalami masalah seperti Akil tetapi juga KPK.”Jangan jadikan kejadian ini untuk hancurkan MK. kejadian ini, tidak tertutup kemungkinan terjadi di mana pun, di KPK pun juga meyaksikan ada beberapa kejadian yang seperti itu,” kata dia.

    Seusai konprensi pers di aula KPK, Patrialis bersama ajudannya tampak berdiri di depan pintu aula. Ia pun mengobrol dengan salah seorang pegawai protokol KPK dan menunjuk ke arah Ketua KPK Abraham Samad yang tengah diwawancara wartawan, staf protokol itu menghampir Abraham dan berbisik. Namun Abraham terlihat memanggil Warih Sadono, Deputi Penindakan KPK, “Apakah ini sesuai SOP?,” tanya Abraham. Warih seketika menggeleng dan mendekati Patrialis.

    Abraham pun berjalan meninggalkan Patrialis sambil menjawab pertanyaan wartawan. Ketika Abraham hendak memasuki lift kantor KPK, tiba-tiba Patrialis muncul dari belakang, “Bapak mau ikut ke atas untuk solat,” kata seorang staf KPK. Patrialis akhirnya lolos bertemu Abraham yang didampingi Warih di dalam lift. Ia tampak tersenyum kepada wartawan.

    Patrialis sendiri muncul di gedung KPK atas undangan lembaga antikorupsi tersebut. Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto mengatakan sengaja berkomunikasi dengan pihak Mahkamah agar masalah ini digunakan untuk proses pembelajaran penegak hukum selanjutnya, “Kami tidak ingin menegakkan benang basah tapi ingin menegakkan citra penegak hukum,” ujar dia.

    TRI SUHARMAN


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/03/063518851/Minta-MK-Dibubarkan-Mahfud-Md-Ralat-Pernyataan

    Minta MK Dibubarkan, Mahfud Md. Ralat Pernyataan
    Kamis, 03 Oktober 2013 | 16:54 WIB


    Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Yogyakarta – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud Md. meralat pernyataannya di media sosial Twitter soal pembubaran MK. Dia menegaskan bahwa MK tak bisa dibubarkan hanya karena ketuanya ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    “Tidak mungkin MK dibubarkan. Saya mau klarifikasi karena tadi itu saya menulis di Twitter (untuk membubarkan MK–). Adalah tidak mungkin membubarkan MK karena keberadaan MK adalah perintah konstitusi,” kata Mahfud, kepada wartawan pada Kamis, 3 Oktober 2013.

    Mahfud mengakui kredibilitas MK tercoreng dengan kasus penangkapan Akil Mochtar. Calon presiden ini menilai Akil telah merusak nama baik lembaga yang pernah dipimpinnya itu.

    “Secara pribadi, kalau memang Akil terlibat kasus penyuapan ini, saya sangat menyesalkan,” katanya. Untuk itu, Mahfud menyarankan agar MK segera berbenah diri. Dia juga minta Akil mengundurkan diri dari jabatannya.

    MUH SYAIFULLAH


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/03/063518642/Ini-Pernyataan-Keras-Akil-Mochtar-Soal-Korupsi

    Ini Pernyataan Keras Akil Mochtar Soal Korupsi
    Kamis, 03 Oktober 2013 | 07:44 WIB


    Akil Mochtar. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar beberapa kali melontarkan pernyataan keras soal korupsi. Ini beberapa di antaranya:

    “Saya atau dia yang masuk penjara. ” Akil Mochtar tentang Refly Harun, pengacara yang menulis kolom adanya jual beli putusan di Mahkamah Konstitusi, 10 Desember 2010.

    “Ini ide saya, dibanding dihukum mati, lebih baik dikombinasi pemiskinan dan memotong salah satu jari tangan koruptor saja cukup.” Akil Mochtar di Jakarta, 12 Maret 2012

    “Kalau saya bukan orang independen, kalau saya orang yang bisa disetir atau diintervensi oleh kekuatan-kekuatan lain, tidak mungkin tujuh orang (hakim) itu pilih saya. Memangnya mereka bodoh. Mereka hakim-hakim yang berpengalaman, beberapa guru besar malah.” Akil Mochtar tentang gosip miring perihal dirinya, 5 April 2013.

    “Wak (ayah) saya itu mengajarkan tidak dengan omongan, tapi dengan perilaku.” (Dikutip dari profil Akil Mochtar di situs Mahkamah Konstitusi)

    BUDI SETYARSO


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/03/063518663/Ide-Akil-Miskinkan-dan-Potong-Jari-Koruptor

    Ide Akil, Miskinkan dan Potong Jari Koruptor
    Kamis, 03 Oktober 2013 | 09:43 WIB


    M. Akil Mochtar. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar pernah melontarkan ide pemberian hukuman kombinasi antara pemiskinan dan potong salah satu jari tangan koruptor. Ide itu diucapkan Akil menanggapi semakin maraknya kasus-kasus korupsi. Bahkan, penjara dan bayar denda dianggap tak memberikan efek jera kepada koruptor.

    “Ini ide saya, dibanding dihukum mati, lebih baik dikombinasi pemiskinan dan memotong salah satu jari tangan koruptor saja cukup,” kata Akil Mochtar pada 12 Maret 2012. Kala itu Akil merupakan juru bicara Mahkamah Konstitusi.

    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Ketua MK Akil Mochtar dalam operasi tangkap tangan. Selain menangkap Akil, penyidik menangkap Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Golongan Karya, Chairunnisa.

    KPK akan menentukan status mereka dalam 1×24 jam, apakah mereka akan ditetapkan menjadi tersangka atau tidak.

    BS | M RIZKI | WANTO


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/03/063518607/Begini-Sengketa-Pemilu-Gunung-Mas

    Begini Sengketa Pemilu Gunung Mas
    Kamis, 03 Oktober 2013 | 04:28 WIB


    Bupati Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Hambit Bintih. Foto: antarakalteng.com

    TEMPO.CO, Jakarta – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar, di rumah dinasnya, Rabu malam, 2 Oktober 2013. KPK juga menangkap HB di sebuah hotel di kawasan Jakarta Pusat.

    Juru bicara KPK, Johan Budi SP, mengatakan penangkapan Akil Mochtar dan dua orang lainnya di rumah dinas terkait pemilihan kepala daerah di Gunung Mas, Kalimantan Tengah. HB, yang ditangkap di hotel, disebut-sebut sebagai Bupati Gunung Mas, Hambit Bintih.

    Mahkamah Konstitusi memang sedang menangani perkara sengketa pemilihan Bupati Gunung Mas. Pada Rabu siang sebelum ditangkap, Akil memimpin sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. Pemilihan Bupati Gunung Mas digugat ke MK oleh bakal calon Bupati Jaya Samaya Monong-Daldin.

    Gunung Mas menggelar pemilihan pada 4 September 2013. Pemilihan bupati ini diikuti empat bakal calon, yakni Jaya Samaya Mo­nong-Daldin, Awin Usup-Yun­dae, Hambit Bintih-Arton S Dohong, dan Kusnadi B Ha­li­jam-Barthel D Suhi.

    Jaya Samaya Mo­nong-Daldin diusung Partai Demo­krat, Partai Gerakan Indone­sia Raya (Gerinda), Partai Per­satuan Nasional (PPN), Par­tai Hati Nurani Rakyat (Ha­nura), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Persatuan Pemba­ngunan (PPP), serta Partai Keadilan Se­jahtera (PKS). Sedangkan Awin Usup-Yundae diusung Par­tai Demokrasi Kebangsa­an (PDK).

    Incumbent Hambit Bintih-Arton S Dohong diusung Partai Demo­kra­si Indonesia Pembangunan (PDI-P), Partai Merdeka, Partai Penegak Demokrasi Indo­ne­sia (PPDI), Partai Damai Se­jahtera (PDS), Partai Patri­ot, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Demokrasi Pem­baharuan (PDP). Sementara Kus­nadi B Halijam-Barthel D Suhin diusung Par­­tai Golongan Karya (Golkar).

    Komisi Pemilihan Umum menetapkan pasangan Hambit Bintih dan Arton S Dohong sebagai pemenang pada 11 September. Jaya-Daldin menuding banyak kecurangan terstruktur, sistematis, masif, dan sangat berpengaruh terhadap perolehan masing-masing pasangan calon.

    Gugatan Jaya-Daldin mengajukan termuat dalam perkara nomor 122/PHPU.D-XI/2013. Mereka menuntut MK membatalkan keputusan KPU Gunung Mas Nomor 19 tentang Pasangan Calon Terpilih Pilkada Gunung Mas. Mereka juga meminta perhitungan suara ulang.

    Selain itu, MK telah menggelar empat kali sidang sengketa pilkada Gunung Mas ini yang dipimpin Akil Mochtar.

    YANDI


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/03/063518725/Akil-Ditangkap-SBY-Cemaskan-Demokrasi

    Akil Ditangkap, SBY Cemaskan Demokrasi
    Kamis, 03 Oktober 2013 | 12:40 WIB

    Akil Mochtar. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencemaskan penangkapan Ketua Mahkamah Konsitusi Akil Mochtar akan mempengaruhi iklim demokrasi. Menurut dia, penyimpangan putusan di Mahkamah Konstitusi berdampak mendasar. “Bayangkan apabila putusannya salah. Bayangkan kalau ada penyimpangan terhadap putusan itu,” kata SBY di kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2013.

    SBY mengatakan, penangkapan Akil lekat kehidupan demokrasi, yaitu pemilihan kepala daerah. Mahkamah Konstitusi, kata dia, merupakan lembaga dengan posisi penting dan menentukan dalam iklim demokrasi. Putusan yang ditetapkan berkaitan dengan isu-isu fundamental. Misalnya, ucap SBY, undang-undang, sengketa antarlembaga negara, atau sengketa dalam pemilihan umum dan pilkada.

    “Itu hakikatnya adalah demokrasi yang akan terus kita matangkan dan tingkatkan kualitasnya di negeri ini,” ujarnya.

    Ia mengatakan, Mahkamah Konstitusi memiliki posisi yang kuat dengan menetapkan putusan yang final dan mengikat. “Bayangkan apabila putusannya salah. Bayangkan kalau ada penyimpangan terhadap putusan itu,” kata SBY. “Tidak ada penyimpangan pun, kalau putusannya salah, karena mengikat dan final, dampaknya tentu amat besar dalam kehidupan bernegara di Indonesia.”

    Penyidik KPK menangkap lima orang dalam operasi tangkap tangan pada Rabu malam. Kelimanya adalah Akil Mochtar, anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Golkar Chairun Nisa, Bupati Gunung Mas Kalimantan Tengah Hambit Bintih, seorang pengusaha bernama Dhani, dan satu orang lainnya berinisial CN.

    Dua tempat yang menjadi lokasi penangkapan adalah di rumah dinas Akil, Jalan Widya Chandra III Nomor 7 Jakarta dan Hotel Redtop Pacenongan Jakarta. KPK juga menyita uang setara Rp 2-3 miliar.

    PRIHANDOKO


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/03/078518894/Penangkapan-Akil-Mochtar-Dimuat-di-Seluruh-Dunia

    Penangkapan Akil Mochtar Dimuat di Seluruh Dunia
    Kamis, 03 Oktober 2013 | 18:46 WIB

    TEMPO.CO, Jakarta – Berita penangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar, di rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra III Nomor 7, meluas hingga ke benua seberang. Nama Akil disebut dalam pemberitaan di media internasional, seperti Aljazeera, Financial Times, Fox News, BBC, ABC Online, hingga Straits Times.

    Artikel di Aljazeera berjudul “Indonesian chief justice arrested for bribery” menceritakan penangkapan seorang pimpinan Mahkamah Konstitusi akibat kasus penyuapan. Berita itu menjelaskan secara singkat alasan penangkapan Akil. “Penyidik menemukan Rp 2-3 miliar di rumahnya,” tulis Aljazeera, Kamis, 3 Oktober 2013.

    Surat kabar terkemuka di Amerika Serikat, Financial Times, menulis berita penangkapan Akil dengan judul besar. Financial Times menyebutkan kasus penangkapan petinggi negara ini sudah ketiga kalinya terjadi di Indonesia dalam setahun.

    Sebelum Akil, KPK menangkap mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini akibat menerima suap sebesar US$ 700 ribu dari perusahaan perdagangan minyak swasta pada Agustus. Sementara pada Januari lalu, KPK menangkap mantan Presiden PKS lantaran dituding menerima suap untuk mengamankan kontrak impor daging.

    Foxnews Amerika juga mengangkat isu bahwa penangkapan pejabat tinggi negara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi sudah tiga kali dalam tahun ini. “Akil Mochtar adalah salah satu figur level atas yang ditahan tahun ini dalam tudingan kasus korupsi,” tulis Foxnews.

    Selain itu, berita soal Akil juga ditulis oleh kantor berita asal Inggris, BBC. Namun BBC hanya mengulas alasan penangkapan secara umum. Kantor berita asal Australia, ABC Online, mengutip pernyataan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md. yang mengaku masih gamang saat menerima berita penangkapan Akil.

    FEBRIANA FIRDAUS


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/03/063518664/Akun-Twitter-Akil-Mochtar-Digembok

    Akun Twitter Akil Mochtar ‘Digembok’
    Kamis, 03 Oktober 2013 | 09:44 WIB


    Akil Mochtar. ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.CO, Jakarta – Akil Mochtar yang kini menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu malam, 2 Oktober 2013, di rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra III Nomor 7, Jakarta Selatan. Penangkapan pria kelahiran Putussibau, Kalimantan Barat, 18 Oktober 1960, ini diduga terkait pemilihan kepala daerah di Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

    Pascapenangkapan, akun Twitter @akilmochtar langsung digembok, sehingga kicauannya tidak bisa diakses oleh orang yang belum menjadi follower yang disetujui oleh sang pemilik akun. Digemboknya akun @akilmochtar ini disadari oleh pemilik akun @adibhidayat yang mencuit dan menampilkan laman profil @akilmochtar yang digembok. “Akun ini langsung digembok. Dini hari tadi padahal masih bisa kita akses :),” tulis @AdibHidayat.

    Akun Twitter @akilmochtar ini diikuti oleh 5.376 akun. Namun hanya 218 pengikut yang dikonfirmasi oleh pemiliknya. Akun yang sudah mencuit sebanyak 1.057 kali ini kini tertutup, entah apa maksud pemilik akun ini menggembok akunnya.

    Juru bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo mengatakan penyidik dari lembaganya telah mengetahui rencana penyerahan uang kepada Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. Penyidik juga sudah mengetahui rencana itu terkait sengketa Pemilihan Kepala Daerah Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

    Menurut Johan, barang bukti yang ikut dibawa saat operasi tangkap tangan adalah uang dalam bentuk dolar Singapura senilai Rp 2-3 miliar. Diduga, duit itu diserahkan kepada Akil Mochtar oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Golongan Karya Chairunnisa, dan seseorang berinisial CN.

    Sebelumnya, penyidik KPK menangkap lima orang dalam operasi tangkap tangan. Mereka adalah Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Golongan Karya Chairunnisa, Bupati Gunung Mas Hambit Bintih, Dhani dari swasta, dan seseorang berinisial CN. Dua tempat yang menjadi tempat operasi tersebut adalah rumah dinas Akil Mochtar di Jalan Widya Chandra III Nomor 7, Jakarta Selatan, dan di Hotel Redtop, Pecenongan, Jakarta. Penangkapan itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB.

    AFRILIA SURYANIS | MUHAMAD RIZKI


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/03/063518958/Bapak-Siap-Dipotong-Jari-Akil-Mochtar-Emosi

    Bapak Siap Dipotong Jari? Akil Mochtar Emosi
    Kamis, 03 Oktober 2013 | 22:26 WIB


    “Ini ide saya, dibanding dihukum mati, lebih baik dikombinasi pemiskinan dan memotong salah satu jari tangan koruptor saja cukup.” Akil Mochtar di Jakarta, 12 Maret 2012. TEMPO/Dwianto Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta–Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar bereaksi terhadap wartawan di pintu masuk rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis malam, 3 Oktober 2013. Ia terlihat mendorong wajah seorang wartawan saat ditanyai komitmennya dalam pemberantasan korupsi.

    Kejadian itu bermula setelah Akil turun dari mobil tahanan KPK. Awalnya dia hanya melambaikan tangan kepada wartawan saat ditanyai ihwal kasusnya. Meski wajahnya terlihat pucat, mantan politikus Golkar itu tetap berusaha tersenyum.

    Namun seorang wartawan bernama Okta yang berada persis di samping kanan Akil bertanya, “Bapak siap dipotong jarinya?” tanya wartawan Rakyat Merdeka itu meniru pernyataan Akil beberapa waktu lalu saat ditanyai efek jera yang harus diterima koruptor.

    Secara cepat tangan Akil seolah menampar wajah Okta sampai terseok ke belakang. Reaksi Akil sempat menimbulkan emosi di kalangan wartawan. Akil tampak didorong dari belakang. Walhasil Akil terputar di tengah kerumuman. Namun ia cukup kuat menopang diri sampai tidak terjatuh. Beruntung ada pihak pengamanan yang berhasil membuat Akil lolos masuk ke ruang Basement KPK, menuju ke tahanan.

    Tempo yang berada di sisi kiri Akil melihat mantan pengacara itu sempat berwajah tegang saat mendorong wajah Okta. Namun Akil sempat tersenyum sambil melangkah.

    Okta pun mengatakan dirinya tidak ditampar, tapi wajahnya hanya didorong saja dengan telapak tangan kakan Akil. ” Saya rasa itu tidak keras,” ujarnya.

    TRI SUHARMAN


     
  • Virtual Chitchatting 2:42 PM on 2013/10/04 Permalink  

    Chairunnisa, domba yang berkedok dursasana

    Prestasinya apa ya…
    1. Bendahara MUI, Majelis Ulama Indonesia.
    2. Caleg No.1 untuk Dapil Kalteng di Pemilu 2014.
    3. Lolos dari kasus korupsi pengadaan Al-Quran.


    http://www.tempo.co/read/news/2002/10/09/05529617/Dokumen-Rumah-Tak-Lengkap-Chairunnisa-akan-Diperiksa-Ulang

    Dokumen Rumah Tak Lengkap, Chairunnisa akan Diperiksa Ulang
    Rabu, 09 Oktober 2002 | 09:52 WIB

    TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelengara Negara (KPKPN) menyatakan belum ada kejelasan mengenai alur pembelian sampai jual-beli rumah milik Jaksa Agung, M.A. Rachman, di Bukit Cinere, Depok. Hal itu terjadi karenakan putri sulung Rachman, Chairunnisa, belum menyerahkan secara lengkap dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penyerahan rumah tersebut. Untuk itu, KPKPN akan meminta kembali kedatangan putri sulung MA Rachman itu, Selasa pekan depan.
    “Tujuannya, ya, untuk melengkapi dokumen-dokumen itu,” kata salah satu tim pemeriksa KPKPN, Rudjuan Dartono, kepada wartawan, usai memeriksa Chairunnisa, di kantornya, Rabu (9/10). Selain dia, tampak hadir anggota tim pemeriksa yang lain, yakni Soekotjo Soeparto, Yafie Thahir, Winarno Zein, dan Petrus Selestinus

    Lebih lanjut, Rudjuan berharap, dalam pemeriksaan berikutnya, Chairunnisa dapat membawa dokumen-dokumen itu sehingga tidak terjadi missing link antara dokumen satu dengan lainnya dari proses pembelian tanah sampai penjualan kepada Husein Tanoto. Dengan begitu, KPKPN akan memperoleh informasi secara lengkap sebelum mengambil kesimpulan.

    Menurut Rudjuan, selama pemeriksaan KPKPN hari ini, Chairunnisa sangat kooperatif. Ia dimintai keterangan mengenai alur kepemilikan, proses pengalihan dari Rachman kepada Chairunnisa, dan status kepemilikan rumah tersebut. Dalam pemeriksaan itu, KPKPN menemukan tanggal-tanggal dalam akta yang tidak disertai dokumen. Sebab itu, Chairunnisa diminta untuk memeriksa kembali keberadaan dokumen itu di rumahnya. Setelah itu, ia diminta menyerahkannya kepada KPKPN. “Kami harap, minggu depan, dia sudah membawa dokumen itu secara lengkap,” kata Rudjuan.

    Mengenai pemberian waktu seminggu kepada Chairunnisa, Rudjuan menjelaskan, hal itu merupakan permintaan Chairunnisa. Dengan pemberian waktu seminggu diharapkan tidak memberikan kesan bahwa KPKPN tergesa-gesa untuk mendapatkan dokumen-dokumen itu.

    Tapi, ia membantah pernyataan Chairunnisa sebelumnya. Menurut Rudjuan, Chairunnisa belum menjelaskan alasan penyerahan rumah tersebut berdekatan dengan batas waktu penyerahan daftar kekayaan Rachman ke KPKPN. Sebelumnya, Chairunnisa kepada wartawan menyatakan telah menjelaskan kepada KPKPN mengenai penyerahan rumah itu dari ayahnya. “Pertanyaan kami belum sampai ke sana,” kata Yafie Thahir, anggota tim pemeriksa lainnya pada kesempatan yang sama.

    Cuma, mengenai asal usul rumah tersebut, KPKPN mengaku telah menanyakannya. Menurut Rudjuan, rumah tersebut dibeli dari sumbangan hasil perkawinan putri Jaksa Agung, Cut Mutia Rahni. Tetapi, Chairunnisa tidak menjelaskan berapa besarnya uang tersebut.

    Seperti ditulis sebelumnya, hari ini (Rabu, 9/10), putri sulung Jaksa Agung Rachman itu memenuhi panggilan KPKPN untuk memberi keterangan soal kepemilikan rumah di bukit Cinere, Depok. Ia diperiksa selama 3 jam, dari pukul 10.00 – 13.00 WIB. (Purwanto -Tempo News Room)


    http://www.tempo.co/read/news/2012/08/28/063426011/Politikus-Golkar-Diperiksa-untuk-Kasus-Quran

    Politikus Golkar Diperiksa untuk Kasus Quran
    Selasa, 28 Agustus 2012 | 14:59 WIB

    TEMPO.CO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Golkar, Chairunnisa, sebagai saksi dalam kasus korupsi Quran di Kementerian Agama.

    “KPK memeriksa yang bersangkutan karena penyidik membutuhkan keterangannya dalam kasus tersebut,” kata juru bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, Selasa, 28 Agustus 2012.

    Johan mengatakan penyidik memeriksa Wakil Ketua Komisi VIII Bidang Keagamaan tersebut sebagai saksi untuk kedua tersangka korupsi Quran: anggota Badan Anggaran dari Partai Golkar, Zulkarnaen Djabbar, dan putranya, Dendy Prasetya, Direktur Utama PT Karya Sinergi Alam Indonesia.

    Chairunnisa memenuhi panggilan KPK tersebut hari ini. Dia mendatangi kantor KPK pada pukul 09.10 dengan mengenakan setelan batik hijau bercorak kembang, dipadu dengan celana kain panjang berwarna hitam. Chairunnisa tidak sempat dikonfirmasi oleh wartawan. Dia langsung memasuki ruang steril kantor komisi antikorupsi, kemudian menuju ke lantai delapan tempat pemeriksaan para saksi.

    Dalam kasus korupsi Quran tersebut, KPK menetapkan dua tersangka, Zulkarnaen dan Dendy. KPK menduga keduanya telah menerima suap Rp 4 miliar terkait pembahasan anggaran proyek pengadaan Quran pada anggaran 2011-2012 dan proyek pengadaan alat laboratorium komputer madrasah tsanawiyah 2010-2011 di Kementerian Agama.

    Zulkarnaen disebut berperan mengarahkan oknum di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam agar PT Adhi Abdi Aksara Indonesia menjadi rekanan proyek Quran 2011 dan PT Sinergi Pustaka Indonesia pada 2012. Selama dua tahun dianggarkan Rp 132,8 miliar untuk sekitar 2,7 juta Quran.

    Dia juga diduga menyetir oknum di Direktorat Jenderal Pendidikan Islam agar PT Batu Karya Mas menjadi rekanan alat laboratorium komputer bernilai Rp 31 miliar.

    Di samping Chairunnisa, KPK juga memeriksa Kepala Bagian Sekretariat Badan Anggaran DPR Nurul Faiziah serta Murdaningsih dari PT Macanan, Rizky Moelyoputro dari PT Anugerah Binuang Sejahtera, dan Tofan dari PT Cahaya Gunung Mas. Nurul Faiziah juga sudah mendatangi kantor KPK sekitar pukul 09.20.

    RUSMAN PARAQBUEQ


    http://www.tempo.co/read/news/2012/09/07/063428000/Kasus-Quran-Chairunnisa-Diperiksa-KPK

    Kasus Quran, Chairunnisa Diperiksa KPK
    Jum’at, 07 September 2012 | 11:02 WIB

    TEMPO.CO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat, 7 September 2012, akan kembali memeriksa anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Golkar, Chairunnisa. Ini adalah pemeriksaan kedua terhadap Wakil Ketua Komisi Agama DPR itu. Dia diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi proyek Al-Quran di Kementerian Agama.

    Chairunnisa datang ke kantor KPK sekitar pukul 09.20 dengan mengenakan batik cokelat bermotif kembang. Saat dimintai komentarnya, Chairunnisa hanya tersenyum. Kepala Bagian Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha mengatakan pemeriksaan terhadap Chairunnisa terkait dengan kasus korupsi proyek Al-Quran di Kementerian Agama. ”Penyidik masih membutuhkan keterangan yang bersangkutan sebagai saksi,” kata Priharsa di kantornya, Jumat, 7 September 2012.

    KPK menetapkan dua tersangka dalam korupsi Quran ini, yaitu anggota Badan Anggaran dari Partai Golkar, Zulkarnaen Djabbar, dan putranya, Dendy Prasetya, Direktur Utama PT Karya Sinergi Alam Indonesia. KPK menduga keduanya telah menerima suap Rp 4 miliar terkait dengan pembahasan anggaran proyek pengadaan Quran pada anggaran 2011-2012 dan proyek pengadaan alat laboratorium komputer madrasah tsanawiyah 2010-2011 di Kementerian Agama.

    Zulkarnaen disebut berperan mengarahkan pegawai di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam agar PT Adhi Abdi Aksara Indonesia menjadi rekanan proyek Quran 2011 dan PT Sinergi Pustaka Indonesia pada 2012. Selama dua tahun, dianggarkan Rp 132,8 miliar untuk sekitar 2,7 juta Quran.

    Dia juga diduga menyetir oknum di Direktorat Jenderal Pendidikan Islam agar PT Batu Karya Mas menjadi rekanan alat laboratorium komputer bernilai Rp 31 miliar.

    KPK pada Jumat, 7 September 2012, juga memanggil Zulkarnaen. Namun, hingga pukul 10.20, Zulkarnaen belum juga mendatangi kantor KPK. Pengacara Zulkarnaen, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan kliennya akan memenuhi pemeriksaan tersebut.

    RUSMAN PARAQBUEQ


    http://www.tempo.co/read/news/2012/09/13/063429204/Kasus-Tender-AL-Quran-Politikus-Golkar-Diperiksa-Lagi

    Kasus Tender AL-Quran, Politikus Golkar Diperiksa Lagi
    Kamis, 13 September 2012 | 11:32 WIB

    Anggota Komisi VIII dari Fraksi Partai Golkar Zulkarnaen Djabar, memberikan keterangan kepada wartawan seusai diperiksa Badan Kehormatan DPR, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin, 9 Juli 2012. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memeriksa anggota Komisi Agama Dewan Perwakilan Rakyat, Chairunnisa, dalam kasus korupsi pengadaan Al-Quran. Ini adalah pemeriksaan yang ketiga kalinya terhadap politikus Partai Golkar tersebut.

    “Penyidik masih membutuhkan keterangan yang bersangkutan,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha, Kamis, 13 September 2012.

    Priharsa mengatakan Chairunnisa diperiksa sebagai saksi untuk kedua tersangka korupsi Quran, Zulkarnaen Djabar, anggota DPR dari Partai Golkar, dan Dendy Prasetya, putra Zulkarnaen. Chairunnisa yang pernah dikonfirmasi mengatakan tidak terlibat dalam kasus tersebut.

    Dalam kasus korupsi pengadaan Al-Quran tersebut, KPK menduga kuat kedua tersangka menerima suap sebesar Rp 4 miliar. Suap tersebut terkait pembahasan anggaran proyek pengadaan Al-Quran pada anggaran 2011-2012 dan proyek pengadaan alat laboratorium komputer Madrasah Tsanawiyah 2010-2011 di Kementerian Agama.

    Zulkarnaen disebut berperan mengarahkan oknum di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam agar PT Adhi Abdi Aksara Indonesia dan PT Sinergi Pustaka Indonesia menjadi rekanan proyek Al-Quran masing-masing untuk tahun anggaran 2011 dan 2012. Selama dua tahun, proyek pengadaan kitab suci itu dianggarkan Rp 132,8 miliar untuk mencetak sekitar 2,7 juta mushaf.

    Zulkarnaen juga diduga menyetir oknum di Direktorat Jenderal Pendidikan Islam agar PT Batu Karya Mas menjadi rekanan alat laboratorium komputer bernilai Rp 31 miliar.

    Hari ini, KPK juga memeriksa lima pejabat Kementerian Agama. Mereka adalah R Bagus Natanegara, Affandi Mochtar, Undang Sumantri, Mashuri, dan Syamsuddin. Priharsa mengatakan kelimanya juga diperiksa sebagai saksi.

    RUSMAN PARAQBUEQ


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/04/063519148/Curhat-Chairun-Nisa-Saat-Terseret-Korupsi-Al-Quran

    Curhat Chairun Nisa saat Terseret Korupsi Al-Quran
    Jum’at, 04 Oktober 2013 | 14:42 WIB


    Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar daerah pemilihan Kalimantan Tengah, Chairun Nisa Radhi. Foto: facebook.com/chairunnisaradhi

    TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Pemenangan Golkar Kalimantan Ahmadi Noor Supit tak percaya Chairun Nisa menjadi perantara kasus suap Akil Mochtar karena motif finansial. Ketika namanya terseret dalam kasus Al-Quran, Chairun Nisa sempat menangis karena merasa dimanfaatkan.

    “Dia ketakutan betul ketika disebut namanya dalam kasus Al-Quran,” kata Noor Supit saat dihubungi, Jumat, 4 Oktober 2013. Noor Supit bercerita ketika kasus Al-Quran mencuat, Chairun Nisa langsung curhat ihwal kasus ini padanya. Ketika itu dia merasa dimanfaatkan oleh koleganya di Komisi Agama DPR. (Baca: Profil Chairun Nisa yang Ditangkap Bersama Akil)

    Kasus korupsi Al-Quran melibatkan politikus Golkar di Komisi Agama Zulkarnaen Djabar. Ketika kasus korupsi ini terjadi, Chairun Nisa masih menjadi Wakil Ketua Komisi Agama. Dia beberapa kali diminta menjadi saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus ini. Zulkarnaen akhirnya divonis 15 tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

    Ketika kasus ini mencuat, Chairun Nisa sempat bercerita sambil menangis ke Supit. Dia sangat ketakutan sehingga minta dipindahkan dari Komisi Agama. Atas permintaan ini, politikus dari Kalimantan Tengah ini dipindahkan ke Komisi Pemerintahan Dewan. Menurut Noor Supit, Chairun Nisa bukanlah tipikal anggota Dewan yang kerap memainkan anggaran. “Dia minta pindah karena pengin menenangkan diri,” kata Supit.

    Chairun Nisa ditangkap bersama Ketua MK Akil Mochtar di rumah dinas Akil Jalan Widya Chandra, Jakarta. Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap. Selain dua politikus ini, KPK juga menetapkan Bupati Gunung Mas Himbit Bintih sebagai tersangka.

    WAYAN AGUS PURNOMO


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/03/063518674/Profil-Chairun-Nisa-yang-Ditangkap-Bersama-Akil

    Profil Chairun Nisa, yang Ditangkap Bersama Akil
    Kamis, 03 Oktober 2013 | 10:27 WIB


    Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar daerah pemilihan Kalimantan Tengah, Chairun Nisa Radhi. Foto: facebook.com/chairunnisaradhi

    TEMPO.CO, Jakarta – Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Chairun Nisa, ditangkap oleh KPK bersama Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. Dia adalah legislator dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah pada 2009 lalu. Dia kini duduk sebagai anggota Komisi Bidang Pemerintahan di DPR.

    Chairun Nisa sebelumnya pernah menjadi Wakil Ketua Komisi VIII DPR. Pada posisi inilah dia pernah berhadapan dengan KPK. Dia dua kali dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi untuk dimintai keterangan perihal kasus dugaan korupsi pengadaan Al-Quran di Kementerian Agama. Ketika itu anggota Badan Anggaran dari Partai Golkar, Zulkarnaen Djabbar, dan putranya, Dendy Prasetya, Direktur Utama PT Karya Sinergi Alam Indonesia, merupakan tersangkanya.

    Menjadi legislator sudah bukan hal asing bagi Chairun Nisa. Dia sudah terpilih sebagai legislator sejak Pemilu 1997. Setelah reformasi bergulir, dia kembali terpilih. Sejak itu, Chairun Nisa langganan duduk di kursi legislator mewakili Kalimantan Tengah. Dia bahkan kembali maju sebagai calon legislator pada Pemilu 2014 dari daerah pemilihan yang sama. Partai Golkar menempatkan Chairun Nisa sebagai kandidat nomor urut 1.

    Chairun Nisa lahir di Surakarta, 27 Desember 1958. Dia menyelesaikan pendidikan S-3 di Universitas Negeri Jakarta.

    WANTO


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/03/078518852/Chairunisa-Bendahara-MUI-Ditangkap-Bersama-Akil

    Golkar: Chairunnisa Kader Berprestasi
    Kamis, 03 Oktober 2013 | 16:48 WIB


    Anggota DPR RI komisi VIII Dra. Hj. Chairunnisa. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta – Juru bicara Partai Golkar, Tantowi Yahya, mengatakan Chairunnisa adalah kader partai yang berprestasi. Politikus wanita yang ditangkap KPK itu disebut Tantowi sebagai kader yang baik.

    “Sebagai kader, dia cukup berprestasi. Dia, kan, pernah jadi pimpinan di Komisi Agama,” ujar Tantowi di kompleks parlemen Senayan, Kamis, 3 Oktober 2013. Karena itu, Tantowi kaget ketika tahu Chairunnisa dicokok oleh Komisi Pemberantasan Korupsi bersama Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar.

    Anggota Komisi Pertahanan DPR ini mengenal Chairunnisa sebagai kader yang berdedikasi pada partai. Karena itulah, partai beringin memilih untuk berpedoman pada asas praduga tak bersalah dalam kasus ini.

    Tantowi memastikan Golkar sudah menggelar pertemuan untuk membahas nasib Chairunnisa. Namun mereka sepakat untuk menunggu proses pemeriksaan yang berlangsung di KPK. “Chairunnisa sendiri, kan, belum bisa dimintai klarifikasi.”

    Soal nasib pencalonan Chairunnisa dalam Pemilu 2014, kata Tantowi, kemungkinan akan ditinjau ulang. “Kalau nanti sudah jelas status hukumnya dan terbukti bersalah, kami akan siapkan pengganti.”

    Nama Chairunnisa juga pernah dikaitkan dengan kasus korupsi pengadaan Al-Quran. Kala itu, bersama pimpinan Komisi Agama lainnya, Chairunnisa dianggap bertanggung jawab soal penambahan anggaran proyek kitab suci.

    Kasus ini sudah menjerat politikus Golkar lainnya, Zulkarnaen Djabar. Bersama putranya, Dendy Prasetya, Zulkarnaen diganjar hukuman 15 tahun penjara. Sedangkan Dendy dihukum bui sembilan tahun oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

    Sebelumnya, penyidik KPK menangkap lima orang dalam operasi tangkap tangan pada Rabu malam. Kelimanya adalah Akil Mochtar; anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Golkar, Chairunnisa; Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Hambit Bintih; seorang pengusaha bernama Dhani; dan satu orang lainnya berinisial CN.

    SUBKHAN


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/03/078518852/Chairunisa-Bendahara-MUI-Ditangkap-Bersama-Akil

    Chairunisa Bendahara MUI Ditangkap Bersama Akil
    Kamis, 03 Oktober 2013 | 16:58 WIB

    Penyidik KPK, Novel Bawesdan (kiri) mengeledah rumah kediaman Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar di Kompleks Widya Chandra III nomor 7, Jakarta (2/10). ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta – Chairunnisa, politikus Partai Golkar yang ditangkap bersama Ketua Mahkamah Konstitusi, merupakan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia tercatat sebagai bendahara majelis dalam kepengurusan 2010-2015.

    Ketua Majelis Ulama Indonesia Makruf Amin menyatakan masih mengecek kebenaran informasi itu. Namun, ia membenarkan bahwa Chairunnisa yang tercantum dalam kepengurusan harian MUI merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Beringin. “Kalau itu benar orang yang sama. Kegiatan Bu Chairunisa tidak dilakukan atas nama MUI,” kata Makruf kepada Tempo, Kamis, 3 Oktober 2013.

    Selain termasuk dalam kepengurusan harian, Chairunnisa juga merupakan pengurus Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI. Dalam laman lembaga itu, ia pun tercatat sebagai bendahara.

    Chairunisa ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi di rumah dinas Ketua Mahkamah Konstitusi, Rabu malam, 2 Oktober 2013. Ia diduga sedang menyerahkan uang untuk Akil. Menjadi anggota Dewan empat periode, Chairunnisa kini duduk di Komisi Pemerintahan. Pada pemilihan umum tahun depan, ia masuk dalam calon legislator dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah nomor urut 1.

    BUDI S


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/03/063518940/KPK-Geledah-Ruang-Chairunnisa-Empat-Jam

    KPK Geledah Ruang Chairunnisa Empat Jam
    Kamis, 03 Oktober 2013 | 21:39 WIB


    Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar daerah pemilihan Kalimantan Tengah, Chairun Nisa Radhi. Foto: facebook.com/chairunnisaradhi

    TEMPO.CO, Jakarta–Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini menggeledah Ruang Chairunnisa di lantai 14, Wisma Nusantara 1, dewan Perwakilan Rakyat. Ada sebelas petugas yang menggeledah ruangan politikus Partai Golongan Karya ini selama empat jam.

    Komisi antirasuaah ini datang pukul 18.30 dengan mengendarai tiga mobil inova berwarna hitam. Selesai pukul 21.05, sebelas petugas berompi KPK ini membawa tiga kardus, dengan rincian dua ukuran kardus mie instan berwarna coklat dan satu lebih kecil berwarna merah. Ketiga kerdus itu berisi dokumen.

    Sebelumnya, penyidik KPK menangkap lima orang dalam operasi tangkap tangan pada Rabu malam. Kelimanya adalah Akil Mochtar; anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Golkar, Chairunnisa; Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Hambit Bintih; seorang pengusaha bernama Dhani; dan satu orang lainnya berinisial CN.

    Nama Chairunnisa juga pernah dikaitkan dengan kasus korupsi pengadaan Al-Quran. Kala itu, bersama pimpinan Komisi Agama lainnya, Chairunnisa dianggap bertanggung jawab soal penambahan anggaran proyek kitab suci.

    Kasus ini sudah menjerat politikus Golkar lainnya, Zulkarnaen Djabar. Bersama putranya, Dendy Prasetya, Zulkarnaen diganjar hukuman 15 tahun penjara. Sedangkan Dendy dihukum bui sembilan tahun oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

    SUNDARI


     
  • Virtual Chitchatting 12:31 PM on 2013/10/04 Permalink  

    apa jadinya kalau truk keseleo … 

    truk keseleo di dekat SMA 16 Jakarta
    jumat dini hari tanggal 4 oktober 2013 jam 2.00 wib

    by S3ra Sutan Rajo Ali
    Jakarta, 4 October 2013 12.31


    truk keseleo di dekat SMA 16 Jakarta 01


    truk keseleo di dekat SMA 16 Jakarta 02


    truk keseleo di dekat SMA 16 Jakarta 03


    truk keseleo di dekat SMA 16 Jakarta 04

     
  • Virtual Chitchatting 1:38 AM on 2013/10/04 Permalink  

    as time becomes the currency to buy a longer livelyhood
    as time becomes the currency to live longer
    by S3ra Sutan Rajo Ali
    Jakarta, 01:38 AM 2013-10-04

    In.Time.2011.720p.Bluray.x264.YIFY 01

    There’s a lot of showing rather than telling.

    “For a few to be immortal, many must die.”

    if there’s a revolution, people will still cling to distinctions of rank and privilege. And culture can be hard to kill than economics systems.

    brazen criminality is protected by the brazenly criminal justice system.


    In.Time.2011.720p.Bluray.x264.YIFY 02</a


    In.Time.2011.720p.Bluray.x264.YIFY 03 msopm2010

    In.Time.2011.720p.Bluray.x264.YIFY 04 msopm2010

    In.Time.2011.720p.Bluray.x264.YIFY 05 msopm2010

    In.Time.2011.720p.Bluray.x264.YIFY 06 msopm2010


    the setting is “LIVING” in the ghetto.
    how do you escape and break “The Vicious Circle”?
    none you can do.

    1. if there’s a revolution, people will still cling to distinctions of rank and privilege. And culture can be hard to kill than economics systems.
    2. brazen criminality is protected by the brazenly criminal justice system.
    3. “For a few to be immortal, many must die.”

    imagine the ghettos.
    the slum area.

    the fish law applies.
    survival of the fittest.

    living on the nightmares, every single day.

    the so-called dystopias, cacotopia, or anti-utopia are characterised by:
    pollution, poverty, societal collapse, political repression, totalitarianism, environmental disaster, a cataclysmic decline in society, dehumanization.


    http://www.ushmm.org/outreach/en/article.php?ModuleId=10007708

    Life in the Ghettos


    Major ghettos in occupied Europe
    During World War II, the Germans established ghettos mainly in eastern Europe (between 1939 and 1942) and also in Hungary (in 1944). These ghettos were enclosed districts of a city in which the Germans forced the Jewish population to live under miserable conditions. The Germans regarded the establishment of Jewish ghettos as a provisional measure to control, isolate, and segregate Jews. Beginning in 1942, after the decision had been made to kill the Jews, the Germans systematically destroyed the ghettos, deporting the Jews to extermination camps where they were killed.
    Source: US Holocaust Memorial Museum

    Life in the ghettos was usually unbearable. Overcrowding was common. One apartment might have several families living in it. Plumbing broke down, and human waste was thrown in the streets along with the garbage. Contagious diseases spread rapidly in such cramped, unsanitary housing. People were always hungry. Germans deliberately tried to starve residents by allowing them to purchase only a small amount of bread, potatoes, and fat. Some residents had some money or valuables they could trade for food smuggled into the ghetto; others were forced to beg or steal to survive. During the long winters, heating fuel was scarce, and many people lacked adequate clothing. People weakened by hunger and exposure to the cold became easy victims of disease; tens of thousands died in the ghettos from illness, starvation, or cold. Some individuals killed themselves to escape their hopeless lives.

    Every day children became orphaned, and many had to take care of even younger children. Orphans often lived on the streets, begging for bits of bread from others who had little or nothing to share. Many froze to death in the winter.

    In order to survive, children had to be resourceful and make themselves useful. Small children in the Warsaw ghetto sometimes helped smuggle food to their families and friends by crawling through narrow openings in the ghetto wall. They did so at great risk, as smugglers who were caught were severely punished.

    Many young people tried to continue their education by attending school classes organized by adults in many ghettos. Since such classes were usually held secretly, in defiance of the Nazis, pupils learned to hide books under their clothes when necessary, to avoid being caught.

    Although suffering and death were all around them, children did not stop playing with toys. Some had beloved dolls or trucks they brought into the ghetto with them. Children also made toys, using whatever bits of cloth and wood they could find. In the Lodz ghetto, children turned the tops of empty cigarette boxes into playing cards.

    Key Dates

    FEBRUARY 8, 1940
    LODZ JEWS ORDERED INTO GHETTO
    The Germans order the establishment of a ghetto in the northeastern section of Lodz. Over 160,000 Jews, more than a third of the entire population of Lodz, are forced into a small area of the city. The Jews of Lodz formed, after Warsaw, the second largest Jewish community in prewar Poland. The Lodz ghetto is separated from the rest of the city by barbed-wire fencing. The ghetto area is divided into three parts by the intersection of two major roads, which are excluded from the ghetto. Footbridges are constructed to connect the three segments of the ghetto. Streetcars for the non-Jewish population of Lodz traverse the ghetto but are not permitted to stop within it. Living conditions in the ghetto are horrible. Most of the area does not have running water or a sewer system. Hard labor, overcrowding, and starvation are the dominant features of life.

    JANUARY 16, 1942
    LODZ JEWS DEPORTED TO CHELMNO KILLING CENTER
    Deportations from the Lodz ghetto to the Chelmno killing center begin. German police will carry out roundups in the ghetto. Hundreds of Jews, mainly children, the elderly, and the sick, are killed on the spot during the deportations. By September 1942, over 70,000 Jews and about 5,000 Roma (Gypsies) will have been deported to Chelmno, where they are killed in mobile gas vans (trucks with hermetically sealed compartments that serve as gas chambers).

    JUNE 23, 1944
    GERMANS RESUME DEPORTATIONS FROM LODZ GHETTO
    Between September 1942 and May 1944, there are no major deportations from Lodz. The ghetto resembles a forced-labor camp. In the spring of 1944, the Nazis decide to destroy the Lodz ghetto. By then, Lodz is the last remaining ghetto in Poland, with a population of about 75,000 Jews. On June 23, 1944, the Germans resume deportations from Lodz. About 7,000 Jews are deported to Chelmno and killed. The deportations continue in July and August; most of the remaining ghetto population is deported to the Auschwitz-Birkenau extermination camp. The Lodz ghetto is eliminated.

    Copyright © United States Holocaust Memorial Museum, Washington, DC


    Elvis Presley’s song about this became a hit in 1969. originally titled “The Vicious Circle”, “In the Ghetto” was written by Mac Davis and made famous by Elvis Presley.

    The song is about a narrative of generational poverty: a boy is born to a mother who already has more children than she can feed in the ghetto of Chicago. The boy grows up hungry, steals and fights, purchases a gun and steals a car, attempts to run, but is shot and killed just as another child is born. The song implies that the newborn will meet the same fate, continuing the cycle of poverty and violence. The feeling of an inescapable circle is created by the structure of the song, with its simple, stark phrasing; by the repetition of the phrase “in the ghetto” as the close of every fourth line; and finally by the repetition of the first verse’s “and his mama cries” just before the beginning and as the close of the last verse.

    “In the Ghetto” was recorded during Presley’s session in the American Sound Studio in Memphis, Tennessee. It was Presley’s first creative recording session since the ’68 Comeback. Other hits recorded at this session were “Suspicious Minds”, “Kentucky Rain”, and “Don’t Cry Daddy”.

    The song was Presley’s first Top 10 hit in the US in four years, peaking at number 3, and his first UK Top 10 hit in three years, peaking at #2. It hit #1 on Cashbox. It was a number 1 hit in Germany, Ireland, Norway, Australia and New Zealand.


    In The Ghetto
    Elvis Presley

    Songwriters: DAVIS, HERMAN
    (words & music by scott davis)

    In The Ghetto lyrics © Universal Music Publishing Group, IMAGEM U.S. LLC, Sony/ATV Music Publishing LLC

    As the snow flies
    On a cold and gray chicago mornin
    A poor little baby child is born
    In the ghetto
    And his mama cries
    Cause if there’s one thing that she don’t need
    Its another hungry mouth to feed
    In the ghetto

    People, don’t you understand
    The child needs a helping hand
    Or hell grow to be an angry young man some day
    Take a look at you and me,
    Are we too blind to see,
    Do we simply turn our heads
    And look the other way

    Well the world turns
    And a hungry little boy with a runny nose
    Plays in the street as the cold wind blows
    In the ghetto

    And his hunger burns
    So he starts to roam the streets at night
    And he learns how to steal
    And he learns how to fight
    In the ghetto

    Then one night in desperation
    A young man breaks away
    He buys a gun, steals a car,
    Tries to run, but he don’t get far
    And his mama cries

    As a crowd gathers round an angry young man
    Face down on the street with a gun in his hand
    In the ghetto

    As her young man dies,
    On a cold and gray chicago mornin,
    Another little baby child is born
    In the ghetto


    Apr 11, 2006 – Uploaded by ramonda


    Jan 11, 2010 – Uploaded by gaaronpresley


    May 28, 2008 – Uploaded by venselegg



    http://thinkprogress.org/alyssa/2011/10/28/355676/in-time-income-inequalit/

    ‘In Time’ Is a Bad Action Movie, But a Radical Statement On Income Inequality
    By Alyssa Rosenberg on October 28, 2011 at 1:37 pm

    In Time, a mediocre action movie in which Justin Timberlake plays a poor boy turned revolutionary and Amanda Seyfried plays Patty Hearst, or close enough to it, is not a great film. It’s awkwardly written, its worldbuilding is incomplete, and its action scenarios are mundane and the setups that lead to them are ridiculous. But all that aside, In Time is a fascinating illustration of what we — and Hollywood in particular — refuse to speak aloud about income inequality in mass-market entertainment. And especially at a moment when Americans are literally being beaten in the streets for raging against vast wealth disparities, In Time feels almost revolutionary in its insistence that redistribution is the only option — it’s the rare movie that outflanks me from the left. In Time is a fascinating, flawed movie, and one I’ll be thinking about for a long time to come. (It should be noted that no plot twists in this movie that you couldn’t discern from trailers appear in this review.)

    In Time follows Will (Timberlake) a factory worker literally working for the time he needs to survive the day, after he obtains a large and unexpected amount of time and uses it first to gain access to upper-crust society, then to return to his own world with an heiress, Sylvia (Seyfriend) in tow. At first, she’s a hostage, but as her experience living in poverty and in constant risk of running out of time changes her, she becomes Will’s partner in a revolutionary crime spree, stealing and redistributing time from her father’s own company. Too anxious, perhaps, about the risk of being mistaken for a talky movie of ideas, In Time relies heavily on action sequences that work best when they comment on themselves and stall when played straight. “It went off! I was trying to help!” yelps Sylvia after she shoots a cop, in a nice little parody of mysteriously competent female action heroines. “Unfuckingbelievable,” Will mutters crankily after a ridiculous number of rounds have failed to dislodge that same cop from an interminable rooftop chase. But when the movie wants us to accept various transparently ridiculous ploys Will and Sylvia pull off — and when it expects us to buy that after a series of highly successful heists, Sylvia hasn’t bothered to pick up a decent pair of running shoes — it becomes just as silly as the tropes it’s riffing off. In one sequence, where the camera lovingly follows Will and Sylvia wrecking a gorgeous car in slow-motion, my screening companion leaned over and whispered “movie over” in my ear. I was hard-pressed to disagree. There’s a lot of showing rather than telling and general movie silliness about Seyfried’s outfits, though the movie’s depiction of eternal youth raises queasy implications of sexual confusion.

    But for all the sound and fury the movie subjects us to, In Time has a vastly better claim than any movie I’ve seen in ages to using loud, attractive nonsense to deliver a message that otherwise would be confined to art house theaters. Avatar may have given us heartwarming visions of environmental interconnectedness, and Wall-E offered a disconcerting commentary on a world where we’ve destroyed ourselves and our planet through consumerism. But both of those movies displace their messages to the distant future and offer salvation through empathy. In Time may be in the future, but it’s a close one, in a world that looks disconcertingly like our own. And brutal confrontations with reality and revolution are what writer and director Andrew Niccol has on offer as solutions.

    In Time is a perfect example of how science fiction, by displacing us from our present circumstances, can create space for us to talk more directly about them. It’s striking to see what movie characters can say when the word “money” is replaced with “time” that they’d never say without the linguistic switch,. “For a few to be immortal, many must die,” warns the wealthy Henry Hamilton at the beginning of the movie. “Everyone can’t live forever…Where would we put them?…The cost of living keeps rising so people keep dying…But the truth is, there’s more than enough. No one has to die before their time.” In a world where coming out as one of the 99 percent is still a cathartic act, a clear statement that income inequality kills is stark but important. When Timekeeper Raymond Leon (Cillian Murphy) spits, “Around here, they’re killing for a week…You can’t hide a year in the ghetto. They can sense when a man has a month more than he should,” his contempt is withering, but it’s almost more refreshing than the supreme hypocrisy of hearing Paul Ryan talk about how much he cares about the preservation of the social safety net. “How does anyone live like this?” Sylvia asks Will, appalled by the sense of panic she’s feeling for the first time. “You don’t generally sleep in,” Will tells her. Disgust for the poor cuts especially deep when you’re asking someone to literally choose between bus fare and dying before they get home to someone they love.

    The enemy is everywhere. “If it’s a matter of resources, I’m happy to make a contribution,” Philippe Weis (Vincent Kartheiser) says to the Timekeepers chasing his daughter in a vicious parody of noblesse oblige, and the desire for reform only when the rich have need of social services. “It’s a scandal what we pay our Timekeepers.” It’s sickening to see Weis preach “Darwinian capitalism” when he’s benefiting from regulations that allow him to enrich himself on the backs of the desperately poor. When a woman goes in to a usurious moneylender who works for Weis’s vast company, she’s told that the interest on a month is 30 percent, and interest rates and prices in Will’s neighborhood rise as corporate interests try to undermine Will’s generosity by erasing the benefits the poor get from the time he’s giving away. And a sociopathic criminal (Alex Pettyfer) stalks the residents of the district, explaining to Will that “the reason the Timekeepers leave me alone is because I have boundaries. I steal from my own people.” There are all kinds of predators.

    And the movie is uncompromising that the only solution is radical redistribution. “If you guys are looking for stolen time, you could arrest everyone here,” Will tells the Timekeepers when they first come to arrest him, then repeatedly asserts that he and Sylvia aren’t stealing if they’re liberating stolen wealth. “Don’t think of it as stealing,” he says at one point, inverting a term that’s come to mean taking things from people who can’t afford to keep up payments on them. “Think of it as repossession.” Redistribution is the sexual glue between Will and Sylvia.

    But the subject of the movie’s most incisive movements may be the social signifiers that show who’s grown up with wealth and who hasn’t. Watching Will wolf a meal in a gorgeous restaurant, a waitress tells him, “You’re not from around here, are you? You do everything a little too fast.” And Sylvia, who’s grown up drowning in languorousness, is drawn to Will’s haste. “I saw you run,” she tells him. “It reminds me of people who come from the ghetto.” Even if there’s a revolution, people will still cling to distinctions of rank and privilege. And culture can be hard to kill than economics systems.


    “In Time” is a dystopian science fiction action film, originally titled by “Now and I’m.mortal”. It was starred by Justin Timberlake and Amanda Seyfried. Written, directed and produced by Andrew Niccol, the film was released on October 28, 2011.

    It is the year 2169 and humanity had been genetically engineered to be born with a digital clock, bearing a 25 years worth of time, on their forearm. At the age of 25 a person stops aging, but their clock begins counting down; when it reaches zero, that person “times out” and dies. Time has been turned into the universal currency; one can give time for products or services, as well as transfer it to others.


    in short, life is short. don’t waste it.


    Watch and compare these movies:

    Hunger Games
    Bonnie & Clyde
    Les Miserables
    Blade Runner
    Logan’s Run
    Gattaca
    Young at heart

     
  • Virtual Chitchatting 1:20 PM on 2013/10/03 Permalink  

    Kualitas Akil Mochtar sebagai Ketua MK kita yang ternyata anggota CIA, Caught In the Act

    by S3ra Sutan Rajo Ali
    Jakarta, 3 Oktober 2013 13.20

    Untuk menamatkan SMP saja, Akil Mochtar harus berganti sekolah setiap tahunnya.
    Untuk menamatkan SD, Akil Mochtar harus berganti sekolah sebanyak dua kali.

    Hebatnya lagi, Akil Mochtar bisa tamat S2 Magister Ilmu Hukum dan S3 Doktor Ilmu Hukum di Universitas Padjajaran Bandung.

    Beneran tuh?

    Kalau memakai metode analisis deduktif, ketahuan dong kualitas Unpad?
    Kalau lulusannya aja begitu, apalagi yang meluluskannya?

    by the way, speaking of the devils, Mahkamah Konstitusi sebaiknya diganti Maker of Kings.

    Dengan posisinya sebagai lembaga negara dan berada di atas Menteri Dalam Negeri dan bahkan Presiden Republik Indonesia, Mahkamah Konstitusi merupakan institusi pencipta raja-raja daerah.

    Mahkamah Konstitusi berkuasa sepenuhnya melegalisir dan melegitimasi serta menjustifikasi (membenarkan) si anu jadi raja di daerah A. Si Anu tidak bisa menang pilkadal gara-gara punya ijazah palsu, punya anunya palsu atau dipalsukan.

    Apa sih yang tidak bisa dipalsukan di dunia dewasa ini dan sekarang-sekarang ini? Gene hare?


    http://www.akilmochtar.com/biografi/

    http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/index.php?page=web.ProfilHakim&id=8

    Biografi, Profil, Biodata, Curriculum Vitae, Resume

    M. Akil Mochtar

    Tempat, Tanggal Lahir : Putussibau (Kal-Bar), 18 Oktober 1960
    Jabatan : Hakim Konstitusi
    Alamat Kantor : Jl. Medan Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

    Pendidikan Formal:
    1. SD Negeri I Putussibau
    2. SD Negeri II Putussibau
    3. SMP Negeri Putussibau
    4. SMP Negeri 2 Singkawang
    5. SMP Muhamadiyah Pontianak
    6. SMA Muhamadiyah Pontianak
    7. S1 Fakultas Hukum Universitas Panca Bhakti Pontianak
    8. S2 Magister Ilmu Hukum Universitas Padjajaran Bandung
    9. S3 Doktor ilmu Hukum Universitas Padjajaran Bandung

    Riwayat Pekerjaan:
    1. Advokat/pengacara (1984-1999)
    2. Anggota DPR/MPR RI Periode 1999-2004
    3. Anggota DPR/MPR RI Periode 2004-2009
    4. Wakil Ketua Komisi III DPR/MPR RI (bidang Hukum, Perundang-undangan, HAM dan Keamanan) Periode 2004-2006
    5. Anggota Panitia Ad Hoc I MPR RI
    6. Anggota Panitia Ad Hoc II MPR RI
    7. Kuasa Hukum DPR RI untuk persidangan di Mahkamah Konstitusi
    8. Anggota Tim Kerja Sosialisasi Putusan MPR RI
    9. Ketua Pansus RUU Undang-Undang Yayasan
    10. Ketua Pansus RUU tentang Jabatan Notaris
    11. Ketua Pansus RUU Perseroan Terbatas
    12. Ketua Panja RUU Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi
    13. Ketua Panja Pengesahan Konvensi PBB Anti Korupsi
    14. Ketua Panja RUU tentang Pengesahan Perjanjian antara RI dan RRC mengenai Bantuan Hukum Timbal Balik Dalam Masalah Pidana
    15. Ketua Panja RUU tentang Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana
    16. Ketua Panja RUU tentang Perubahan Atas UU No. 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama
    17. Ketua Panja RUU tentang Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama (Banten, Kepulauan Bangka Belitung, Gorontalo, dan Maluku Utara)
    18. Ketua Panja RUU tentang Perlindungan Saksi dan Korban
    19. Ketua Panja RUU tentang Pengesahan Konvensi PBB Anti Korupsi 2003
    20. Ketua Panja RUU tentang Fit and Proper Test Calon Anggota Komisi Yudisial
    21. Ketua Panja RUU tentang Fit and Proper Test Calon KAPOLRI KOMJEN Drs. Sutanto
    22. Ketua Panja RUU tentang Pertimbangan Pemberian Amnesti dan Abolisi bagi Anggota GAM

    Tugas/Perjalanan Dinas Ke Luar Negeri:
    1. Studi Komparatif tentang Kepolisian di Inggris
    2. Studi Komparatif tentang Otonomi Daerah di Jepang
    3. Studi Komparatif Masalah Hukum di Mahkamah Agung Hongaria
    4. Tim Delegasi RI dalam Penandatangan Perjanjian Damai KAMDAN RI di Helsinki
    5. Tim Sosialisasi UUD 1945 MPR-RI ke Swiss, Belanda, Prancis, Maroko, Philipina,Vietnam, Finlandia, Denmark, Malaysia, Singapura
    6. Studi Komparatif tentang Kebenaran dan Rekonsiliasi di Afrika Selatan
    7. Studi Komparatif mengenai Corporate Social Responsibility (CSR) di Thailand
    8. Dll.

    Riwayat Organisasi:
    1. Ketua OSIS SMA Muhamadiyah Pontianak
    2. Ketua Ikatan Pelajar Muhamadiyah Pontianak
    3. Pelajar Islam Indonesia
    4. Ketua Alumni SMA Muhamadiyah Pontianak
    5. Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Panca Bhakti Pontianak
    6. Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia
    7. Komandan Batalyon E Resimen Mahasiswa (Menwa) UPB
    8. Ketua Alumni Menwa Kal-Bar
    9. Ketua Alumni Universitas Panca Bhakti Pontianak
    10. Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Kalbar Tahun 1998-2003
    11. Ketua Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) Kalimantan Barat
    12. Sekretaris Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Cab. Pontianak
    13. Anggota Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) DPP Pemuda Pancasila
    14. Anggota Majelis Pemuda Indonesia DPP KNPI
    15. Pengurus Wilayah Muhamadiyah Kalbar
    16. Ketua Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar
    17. Anggota Lembaga Hikmah Pengurus Pusat (PP) Muhammaddiyah
    18. Ketua Umum Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (FOMI) Kalbar Periode 2006-2010
    19. Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalbar 2006-2009

    Buku:
    1. Memberantas Korupsi Efektifitas Sistem Pembalikan Beban Pembuktian dalam Gratifikasi. Penerbit: Q-Communication. Jakarta, 2006
    2. Pembalikan beban Pembuktian Tindak Pidana Korupsi. Penerbit: Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi, 2009


    http://www.tribunnews.com/nasional/2013/10/03/mahfud-saya-dapat-kabar-penangkapan-akil-mochtar-pukul-2145

    Akil Mochtar Ditangkap KPK
    Mahfud: Saya Dapat Kabar Penangkapan Akil Mochtar Pukul 21.45
    Kamis, 3 Oktober 2013 05:32 WIB

    Tribunnews.com, Jakarta – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD memastikan bahwa Ketua MK Akil Mochtar ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi pada Rabu (2/10/2013) malam.

    Informasi ini diperoleh Mahfud dari Sekretaris Jenderal MK. “Saya mendapat info sekitar pukul 21.45,” katanya kepada Kompas TV, Rabu malam.

    Mahfud mengaku belum mendapatkan informasi terkait kasus yang menjerat Akil.

    Editor: Gusti Sawabi
    Sumber: Kompas.com


    http://id.berita.yahoo.com/ini-pernyataan-keras-akil-mochtar-soal-korupsi-010311076.html

    Ini Pernyataan Keras Akil Mochtar Soal Korupsi
    TEMPO.CO – 4 jam yang lalu

    TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar beberapa kali melontarkan pernyataan keras soal korupsi. Ini beberapa di antaranya:

    “Saya atau dia yang masuk penjara. ” Akil Mochtar tentang Refly Harun, pengacara yang menulis kolom adanya jual beli putusan di Mahkamah Konstitusi, 10 Desember 2010.

    “Ini ide saya, dibanding dihukum mati, lebih baik dikombinasi pemiskinan dan memotong salah satu jari tangan koruptor saja cukup.” Akil Mochtar di Jakarta, 12 Maret 2012

    “Kalau saya bukan orang independen, kalau saya orang yang bisa disetir atau diintervensi oleh kekuatan-kekuatan lain, tidak mungkin tujuh orang (hakim) itu pilih saya. Memangnya mereka bodoh. Mereka hakim-hakim yang berpengalaman, beberapa guru besar malah.” Akil Mochtar tentang gosip miring perihal dirinya, 5 April 2013.

    “Wak (ayah) saya itu mengajarkan tidak dengan omongan, tapi dengan perilaku.” (Dikutip dari profil Akil Mochtar di situs Mahkamah Konstitusi)

    BUDI SETYARSO


    http://id.berita.yahoo.com/akil-mochtar-ditangkap-mahfud-md-susah-tidur-010622066.html

    Akil Mochtar Ditangkap, Mahfud Md Susah Tidur
    TEMPO.CO – 6 jam yang lalu

    TEMPO.CO, Jakarta – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud Md, berkicau tentang operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap penggantinya, Akil Mochtar. Dalam akun @mohmahfudmd, dia mengaku tidak bisa tidur semalaman.

    Mahfud yang memiliki follower sekitar 280 ribu itu mengatakan bahwa MK sebaiknya dibubarkan saja. »Sy pun ingin bilang, sekarang MK dibubarkan sj. Tp sy tak bisa berkata itu krn adanya MK itu perintah konstitusi. Sy tak bs tidur smalaman.”

    Selain dikomentari oleh para followernya, hampir setiap kicauan Mahfud tentang operasi tangkap tangan terhadap Akil di retweet lebih dari 100 kali.

    »Skrang sdh tinggal KPK yg scr institusional bs diopercaya. MK sdh jatuh terjerembab dan hancur. Rakyat hrs bangkit menghancurkan koruptr,” kicau Mahfud, Kamis, 3 Oktober 2013. Dia mengaku terkejut dan tak percaya dengan penangkapan Akil Mochtar, tapi menurut dia lebih baik Akil mengaku sebab KPK tentu memiliki banyak bukti.

    Rabu, 2 Oktober 2013, sekitar pukul 22.00 WIB , penyidik KPK menangkap lima orang dalam operasi tangkap tangan. Kelimanya adalah Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari fraksi Golongan Karya Chairunnisa, Bupati Gunung Mas Hambit Bintih, Dhani dari swasta. Sedangkan seseorang berinisial CN.

    FAIZ NASHRILLAH


    http://id.berita.yahoo.com/hasyim-muzadi-tertangkapnya-ketua-mk-goncang-keadilan-060139370.html

    Hasyim Muzadi: Tertangkapnya Ketua MK Goncang Keadilan
    Antara – 19 menit yang lalu

    Jakarta (Antara) – Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi mengatakan tertangkapnya Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar dalam kasus suap terkait pemilihan kepala daerah menggoncangkan peradilan dan keadilan di lembaga terhormat yang dipimpinnya.

    “Ditangkapnya Akil Mochtar Rabu (2/9) malam, kurang lebih satu jam setelah menutup sengketa Pilgub Jatim, merupakan sesuatu yang menggoncangkan peradilan dan keadilan di MK,” kata Hasyim di Jakarta, Kamis.

    Menurut Hasyim, perlu juga ditelusuri apakah kasus suap yang melibatkan Akil Mochtar hanya terkait pemilihan bupati di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, atau juga pada pemilihan kepala daerah yang lain, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

    “Saya dan kita semua tokoh dan masyarakat Indonesia harus bersama-sama mendesak KPK agar dalam waktu satu dua hari ini mengorek fakta dari Akil Mochtar, apakah juga daerah-daerah lain melakukan hal yang sama dengan sengketa Pilbup Gunung Mas apa tidak, utamanya daerah lain yang dalam waktu segera MK harus mengambil keputusan akhir,” ucapnya.

    Misalnya, kata Hasyim, MK pada Senin, 7 Oktober 2013, akan mengambil keputusan terkait sengketa Pilkada Jatim. Menurut Hasyim, seharusnya sebelum tanggal tersebut KPK dapat memberikan informasi kepada MK tentang ada tidaknya indikasi suap kepada Akil Mochtar, baik oleh pasangan Khofifah-Herman (BerkaH) maupun Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa).

    Dengan demikian, lanjut Hasyim, apapun keputusan yang diambil MK terkait Pilkada Jatim tidak akan menimbulkan prasangka bahwa keputusan itu berbau pesanan atau diwarnai uang suap.

    “Sehingga apapun keputusan MK pada hari Senin 7 Oktober, nama MK tetap bersih. Kalau tidak, MK bisa terus dibayang-bayangi nuansa suap yang meruntuhkan martabat MK sehubungan dengan kasus Akil Mochtar ini,” tuturnya, menegaskan.

    Apalagi, kata Hasyim, calon pejabat kini dalam Pilkada Jatim terkenal sangat royal membagi-bagikan uang dan terbukti bisa “memborong” segalanya, mulai dari parpol, pers, institusi perangkat pilkada, tokoh masyarakat, sebagian intelektual, dan mencoret nama Khofifah-Herman dari daftar calon.

    “Logikanya, tidak mungkinkah `incumbent` yang sesakti ini punya minat `memborong` MK juga? Belum lagi KarSa didukung politik Demokrat yang sekarang masih melanjutkan sisa kekuasaannya,” tukasnya.

    Oleh karena itu, lanjut Hasyim, sangat perlu KPK mengusut melalui Akil Mochtar, ada tidaknya suap terkait sengketa Pilkada Jatim.

    “Inilah yang tempo hari saya usulkan perlunya sinergi antara DKPP, MK, dan KPK. Sinergi perlu karena MK berbasis delik aduan di mana masyarakat harus membuktikan sendiri gugatannya, sedang kapasitas masyarakat `civil society` pasti terbatas dibanding `incumbent`,” tandasnya.

    Lain halnya dengan KPK yang bisa bertindak operasional dan represif, sehingga KPK harus berani menyokong MK dengan cepat guna menyelamatkan negara, tambah Hasyim.(rr)


    http://id.berita.yahoo.com/kicauan-mahfud-md-soal-penangkapan-akil-mochtar-010304041.html

    Kicauan Mahfud MD Soal Penangkapan Akil Mochtar
    TEMPO.CO – 6 jam yang lalu

    TEMPO.CO, Jakarta – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, berkicau tentang operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap penggantinya, Akil Mochtar. Dalam akun @mohmahfudmd, dia menyayangkan lembaga sekelas Mahkamah Konstitusi sudah tak bisa lagi dipercaya.

    »Skrang sdh tinggal KPK yg scr institusional bs dipercaya. MK sdh jatuh terjerembab dan hancur. Rakyat hrs bangkit menghancurkan koruptr,” kicau Mahfud, Kamis, 3 Oktober 2013. Dia mengaku terkejut dan tak percaya dengan penangkapan Akil Mochtar, tapi menurut dia lebih baik Akil mengaku sebab KPK tentu memiliki banyak bukti.

    Lima kicauan Mahfud tentang penangkapan Akil ditanggapi oleh para followernya. Salah satu follower mempertanyakan kelanjutan nasib MK setelah ini. »@mohmahfudmd bgmn masa depan MK pasca ditangkapnya AM?” kicau akun @PrijantoRabbani. Walaupun banyak yang mendukung, namun ada juga follower yang menentang pernyataannya, salah satunya akun @SiBinokiYo, »@mohmahfudmd Idih, Proff curang!!! ….mentang2 udah jd MANTAN pimpinan MK, eh skg bilang MK mo dibubarin. Hayhayhayahyahay!!,” ujar akun itu.

    Selain dikomentari oleh para follower, hampir setiap kicauan Mahfud tentang operasi tangkap tangan terhadap Akil di-retweet lebih dari 100 kali.

    Rabu, 2 Oktober 2013, sekitar pukul 22.00 WIB, penyidik KPK menangkap lima orang dalam operasi tangkap tangan. Mereka adalah Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Golongan Karya Chairunnisa, Bupati Gunung Mas Hambit Bintih, Dhani dari swasta, dan seseorang berinisial CN.

    FAIZ NASHRILLAH


    http://id.berita.yahoo.com/mahfud-md-saya-syok-pak-akil-mochtar-ditangkap-164704794.html

    Mahfud MD: Saya Syok Pak Akil Mochtar Ditangkap KPK
    TRIBUNnews.com – 14 jam yang lalu

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengaku syok begitu tahu Akil Mochtar ditangkap KPK. Mahfud tidak habis pikir, bagaimana seorang Ketua MK tertangkap tangan sedang terlibat pidana.

    “Saya syok banget,” ujar Mahfud MD ketika diwawancara Kompas TV di Jakarta, Rabu (2/10/2013).

    Mahfud mengaku mendapat informasi penangkapan Akil Mochtar sekitar pukul 21.45 WIB. Ketika itu ia langsung menelepon Sekjen MK Janedri. “Saya telepon Sekjen MK, dia bilang tidak ada apa-apa. Terus saya minta untuk lakukan pengecekan. Lima menit kemudian, dia telepon sambil histeris, Pak Akil Mochtar ditangkap,” ujar Mahfud MD.

    Mahfud mengaku belum tahu persis kasus apa yang menjerat Akil Mochtar. “Sampai sekarang, saya belum mendengar kasus apa yang menyuap Pak Akil, saya belum tahu,” jelas Mahfud.

    Juru bicara KPK Johan Budi SP menjelaskan, KPK pada Rabu malam sekitar pukul 22.00 menangkap lima orang terkait suap di sebuah lembaga peradilan. “Dua diantaranya penyelenggara negara dan tiga di luar (swasta),” ujar Johan.


    http://id.berita.yahoo.com/mk-undang-mahfud-md-masuk-majelis-kehormatan-061137120.html

    MK Undang Mahfud MD Masuk Majelis Kehormatan
    Antara – 9 menit yang lalu

    Jakarta (Antara) – Hakim Konstitusi Patrialis Akbar mengatakan pihaknya mengundang mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD untuk masuk dalam Majelis Kehormatan Konstitusi guna melakukan persidangan kode etik kasus AM.

    “Hari ini sekjen kirim undangan ke beberapa instansi dan beberapa orang. Instansi tentu Komisi Yudisial, dari perguruan tinggi pak Hikmanto, mantan Hakim Konstitusi pak Mahfud MD, Hakim Konstitusi pak Harjono, dan dari lembaga negara sedang dipertimbangkan, totalnya lima orang,” kata Patrialis Akbar kepada wartawan di Gedung MK, Jakarta, Kamis.

    Patrialis menyatakan Sekjen MK selaku yang bertanggung jawab terhadap operasional sedang berupaya menghubungi orang-orang bersangkutan untuk dikonfirmasi kesediaannya masuk dalam Majelis Kehormatan Konstitusi.

    Menurutnya pada Jumat (4/10) persidangan kode etik diharapkan bisa dilakukan.

    Sementara itu secara terpisah Hakim Konstitusi Hamdan Zoelva mengatakan kemungkinan pembentukan Majelis Kehormatan Konstitusi selesai hari ini, dan segera melakukan persidangan keesokan harinya terkait kasus dugaan suap yang melibatkan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar.

    “Nanti akan diumumkan (anggota MKK). Kami mau memastikan dulu kesediaan masing-masing, saya kira sore atau malam sudah diumumkan, atau siang ini, saya sudah minta pak Sekjen untuk mengkonfirmasi mereka,” kata Hakim Konstitusi Hamdan Zoelva.

    Terkait persidangannya sendiri Hamdan mengatakan pada Jumat (4/10) seluruh jajaran Majelis Kehormatan Konstitusi akan melakukan pertemuan untuk menentukan kapan sidang kode etik AM dilakukan.

    Sementara itu Mahfud MD sendiri urung membalas saat dimintai konfirmasinya melalui pesan singkat terkait kesediaannya masuk dalam Majelis Kehormatan Konstitusi untuk kasus AM.

    Pada Rabu (2/10) malam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan Ketua Mahkamah Konstitusi berinisial AM di kediamannya, yang diduga telah menerima uang terkait sengketa Pilkada di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan.

    “AM itu dulu menjabat Hakim Konstitusi, sekarang Ketua MK,” kata juru bicara KPK Johan Budi dalam konferensi persnya di Gedung KPK, Kamis dini hari.

    KPK menyatakan dugaan praktik suap terhadap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) berinisial AM, di kediamannya kawasan Widya Chandra, Jakarta, Rabu (2/10), diduga bernilai sekitar Rp2-3 miliar, yang diberikan dalam bentuk dolar Singapura dan dolar Amerika Serikat.

    Menyikapi penangkapan tersebut MK akan segera membentuk Majelis Kehormatan Konstitusi untuk memeriksa dalam ranah etik tindakan AM. Majelis Kehormatan Konstitusi menurut MK tidak akan mengganggu proses hukum yang sedang dilakukan KPK.(rr)


    http://setkab.go.id/berita-10527-presiden-rasakan-kemarahan-rakyat-indonesia-atas-penangkapan-akil-mochtar.html

    Presiden Rasakan Kemarahan Rakyat Indonesia atas Penangkapan Akil Mochtar

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan terkejut mendengar penangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), M. Akil Mochtar, pada Rabu (2/10) sekitar pukul 22.00 WIB di rumah dinasnya Kompleks Widya Chadra, Jakarta Selatan.

    Dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (3/10), Presiden SBY mengatakan bahwa dia merasakan kemarahan seluruh rakyat Indonesia atas kasus ini.

    Presiden memandang perlu menyampaikan langsung kepada rakyat Indonesia, mengingat kasus hukum ini menyangkut sebuah lembaga negara yang penting dan menentukan, apalagi menyangkut pemimpinnya.

    Selain itu, Presiden menilai menyangkut kehidupan demokrasi, yang oleh pemerintah tengah terus diupayakan pematangan dan peningkatan mutunya.

    Begitu mendengar kabar penangkapan Bupati Gunung Mas, Presiden SBY sudah membicarakannya dengan Mendagri Gamawan Fauzi, dan Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang.

    Peran MK, kata Presiden, sangat kuat karena putusannya final, dan kasus yang diputus sangat fundamental, misalnya undang-undang, sengketa antar lembaga negara, sengketa dalam pemilihan umum kepala daerah.

    “Bayangkan apabila putusannya salah, bayangkan kalau ada penyimpangan atas putusan itu. Tidak ada penyimpangan pun kalau putusannya salah karena mengikat dan final dampaknya tentu amat besar dalam kehidupan bernegara,” kata Presiden.

    Presiden SBY lalu mengingatkan para penegak hukum untuk adil, tidak main-main dengan politik, apalagi dengan uang untuk sebuah kebenaran dan keadilan.

    Penangkapan Ketua MK, menurut Presiden, menjadi pelajaran bagi semua termasuk para hakim di manapun, untuk menghindarkan diri dari kepentingan politik.

    “Betapa bahayanya, kalau putusan yang final dan mengikat itu ternyata tidak benar dan tidak tepat. Apalagi prosesnya ada penyimpangan,” kata Presiden.

    Presiden berharap lembaga-lembaga yang menerima mandat oleh undang-undang, oleh rakyat, seperti KPU, Bawaslu, DKPP untuk menjalankan tugas penyelenggaraan pemilu dengan profesional, netral, tidak boleh berpihak, lurus. Demikian pun MK dan MA harus memiliki sikap yang sama, profesional, netral, dan lurus.

    “Jadi kalau ada fit and proper test, itu menguji integritas, kapasitas, kesiapan. Bukan rahasia umum lagi, banyak proses pemilihan di negeri ini yang harus kita tata kembali,” kata Presiden SBY seraya menambahkan bahkan begitu salah dalam memilih maka harga yang harus dibayar sangat tinggi.

    Presiden mengakui adanya beberapa bupati yang terlibat dalam kasus hukum, korupsi, suap, mengguakan uang negara secara tidak sah, dan melakukan penyimpangan perizinan.

    “Saya meminta kepada seluruh jajaran pemerintah untuk menghentikan praktik-praktik buruk seperti itu. Saya meminta kalangan dunia usaha jangan juga mendorong atau mengajak sehingga bupati atau pejabat daerah melakukan kesalahan,” katanya.

    Sedang kepada kalangan politik, Presiden SBY meminta untuk tidak mencoba memasuki urusan penyelenggaraan pemerintahan, karena akan merugikan semua pihak.

    (WID/ES)


    http://id.berita.yahoo.com/uang-untuk-akil-mochtar-dibungkus-kantong-kertas-054726041.html

    Uang untuk Akil Mochtar Dibungkus Kantong Kertas
    TRIBUNnews.com – 33 menit yang lalu

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi mengatakan, uang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan tadi malam, dibawa dalam kantong kertas oleh dua orang yang ikut ditangkap.

    “Jadi, uangnya dibawa oleh JHN dan CN, ditaruh di kantong kertas warna cokelat,” ujar Johan di Gedung KPK, Kamis (3/10/2013).

    Johan juga menyebut, selain mengamankan uang dalam pecahan dolar Singapura dan dolar Amerika Serikat yang dibawa, KPK juga mengamankan sebuah mobil dalam operasi tersebut.

    “Jadi, ada mobil yang diamankan juga, (Toyota) Fortuner warna putih,” ungkapnya.

    Johan menjelaskan, mobil tersebut merupakan kendaraan yang digunakan para terperiksa, saat diamankan dalam OTT malam tadi.

    “Itu adalah kendaraan yang dipakai JHN dan CN waktu berkunjung ke rumah AM,” cetusnya.

    Diberitakan sebelumnya, penyidik KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap lima orang pada Rabu (2/10/2013) pukul 22.00 WIB.

    Ketiganya adalah Ketua MK Akil Mochtar, anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Chairun Nisa, dan CN yang diduga pengusaha. Mereka ditangkap di rumah dinas Akil Mochtar, Perumahan Widya Chandra III Nomor 7, Jakarta Selatan.

    CHN dan CN ditangkap oleh penyidik KPK, usai serah terima uang dolar Singapura senilai sekitar Rp 3 miliar dengan AM, di rumah dinasnya.

    Uang miliaran rupiah diduga terkait perkara sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yang berproses di MK.

    Penangkapan berlanjut di sebuah Hotel Red Top, Jakarta Pusat. Dari hotel itu, penyidik KPK menangkap dua orang, yakni Hambit Binti alias HB, calon Bupati Gunung Mas, dan DH dari pihak swasta. Kini, kelimanya masih menjalani pemeriksaan di kantor KPK dengan status terperiksa. (*)


    http://id.berita.yahoo.com/mahfud-md-mk-sudah-hancur-tinggal-kpk-yang-231615163.html

    Mahfud MD: MK Sudah Hancur, Tinggal KPK yang Bisa Dipercaya
    TRIBUNnews.com – 8 jam yang lalu

    TRIBUNNEWS.COM, Jakarta – Penangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar, dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) KPK, mengejutkan banyak kalangan. Salah satunya adalah mantan Ketua MK, Mahfud MD. Saking kagetnya, Mahfud mengaku tak bisa tidur semalaman memikirkan kejadian itu.

    “Inginnya Saya tak percaya Pak Akil Mochtar tertangkap KPK. Tapi ternyata itu nyata,” tutur Mahfud lewat kicauannya di akun twitter pribadinya, Kamis (3/10/2013).

    “Semalaman saya tak bisa tidur, bukan karena memikirkan Pak Akil atau MK, tetapi karena memikirkan masa depan bangsa ini,” ujarnya lagi.

    Dengan peristiwa penangkapan itu, kata Mahfud, maka saat ini tinggal KPK yang secara institusional bisa dipercaya. “MK sudah jatuh terjerembab dan hancur. Rakyat harus bangkit menghancurkan koruptor,” ucapnya.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di komplek perumahan Widya Chandra III, Jakarta. Salah satu orang yang ikut dibawa dalam OTT itu adalah Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar.


    http://www.antaranews.com/berita/398568/kpk-tangkap-tangan-ketua-mk

    KPK tangkap tangan Ketua MK
    Kamis, 3 Oktober 2013 01:51 WIB

    Jakarta (ANTARA News) – Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Ketua Mahkamah Konstitusi berinisial AM yang diduga menerima uang terkait sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

    “Penyidik menangkap tangan beberapa orang di kompleks Widya Chandra, dengan inisial AM, CHN, dan CN,” kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi, dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis dini hari.

    Johan mengatakan, AM merupakan Ketua Mahkamah Konstitusi, sementara CHN seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat, dan CN seorang pengusaha.

    Di Widya Chandra, penyidik menyita uang dolar Singapura, perkiraan sementara, senilai Rp2 miliar hingga Rp3 miliar, yang diduga merupakan pemberian CHN dan CN kepada AM terkait yang diduga terkait sengketa pilkada di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

    Setelah itu, lanjut Budi, KPK juga melakukan operasi tangkap tangan di sebuah hotel di wilayah Jakarta Pusat, dan menahan dua orang yang dengan inisial HB yang merupakan kepala dinas dan DH yang merupakan pihak swasta.

    “HB seorang kepala daerah. DH itu swasta, diamankan di sebuah hotel di wilayah Jakarta Pusat,” kata Johan.

    Hingga saat ini, lanjut Johan, status kelima orang tersebut masih sebagai terperiksa, dan akan dilakukan pemeriksaan 1X24 jam terlebih dahulu.

    “Posisinya masih terperiksa, masih dilakukan pemeriksaan 1×24 jam,” kata Johan. (V003*I029/Z002)

    Editor: B Kunto Wibisono

    Laurens Harapan
    walaaaaaah, sungguh bejat, baru dipilih jadi ketua MK langsung jdi tersangka. Dasar Bejat

    Baezbalya Jamaludin
    pa Mahfud gimana nih …..

    Roy Hariadi
    Pejabat di Indonesia… pada BOBROK … !!!

    Rojin Assegaf
    KEMANA LAGI MASYARAKAT HARUS MENCARI KEADILAN, KALAU KETUA MK NYA SAJA TERTANGKAP TANGAN DUGAAN PENYUAPAN, ASTAGFIRULLOHAL ADZIIM…..! BARU SAJA DITINGGAL PUJAAN SAYA YAI MAHFUD MD. SUSAH PAYAH MEMBANGUN KREDIBILITAS MK. DALAM WAKTU SINGKAT SDH HANCUR, MASYARAKAT SDH TDK PERCAYA LAGI KEPADA LEMBAGA PENEGAK HUKUM DI INDONESIA KECUALI “KPK” AYO KPK MAJU TERUS MASYARAKAT ADA DIBELAKANGMU SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN

    Bintang Insarman
    tidak ada ketua ketua,langsung pecat dan hukum mati ketua sementara mk klu terbukti bersalah,makamah tertinggi mau di bawa kemana bangsa ini

    Hendri Putro W
    yg tidak suka hukuman mati buat koruptor…kira2 orang seperti mereka yg suka merampok uang rakyat enaknya diapain???

    Dahlia Alqadrie
    sebagai rakyat biasa malu lihat penegak keadilan di negeri ini berbuat hal yg tak terpuji.

    herry
    lebih baik hukum mati saja bagi semua koruptor yang menyengsarakan rakyat dan membuat malu bangsa dan negeri ini,
    Kamis, 3 Oktober 2013 17:58 WIB

    edo raden
    ya biasa la.yg namanya permainan dunia.klau keimanan sudah stadium 4.
    Kamis, 3 Oktober 2013 16:36 WIB

    LAODE MARZUKI
    jIKA PARA PENEGAK HUKUM DI NEGERI INI SDH TDK MEWUJUDKAN KEADILAN, MAKA RAKYAT MENJADI ANAK AYAM YG KEHILANGAN INDUK. UNTUK ITULAH BERANTAS HAKIM MK YG KORUPSI PILKADA SERTA SEMUA BENTUK KORUPSI YG DILAKUKAN PARA HAKIM PN,PT,DAN MA AGAR NEGERI INI MENJADI SEHAT SENTOSA.
    Kamis, 3 Oktober 2013 15:40 WIB

    selamatkan indonesia
    itulah harga sekelas ketua MK…2-3 miliar. inilah yang mampu dilakukan hanya oleh KPK. Belum terbayangkan apakah kejaksaan atau kepolisian mampu melakukan hal yang sama. Ini luar biasa. lebih cepat ditangkap lebih bagus, kalau tidak, nanti Indonesia bisa dijual seharga itu. bagaimana dengan MA…?
    Kamis, 3 Oktober 2013 13:17 WIB


    http://www.antaranews.com/berita/398569/djoko-suyanto-sedih-sekaligus-apresiasi-kpk

    Djoko Suyanto sedih sekaligus apresiasi KPK
    Kamis, 3 Oktober 2013 02:06 WIB | 4017 Views
    Pewarta: Zul Sikumbang

    Jakarta (ANTARA News) – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Djoko Suyanto mengaku sedih tapi sekaligus memberikan apresiasi kepada KPK yang melakukan penangkapan kepada Ketua MK, Akil Mochtar malam ini.

    “Di satu sisi kita sedih ya, saya kira bukan saya saja, tapi kita semua. Kita sedih dan prihatin bahwa lembaga penegak hukum yang tak boleh keliru. MK itu kan tidak boleh keliru karena keputusannya itu final dan mengikat, yang tak boleh ada banding. Tapi ternyata ketuanya telah ditangkap dalam konteks pidana korupsi,” kata Djoko kepada ANTARA News, Jakarta, Kamis dinihari.

    Disamping sedih dan prihatin, dirinya juga memberikan apresiasi kepada KPK yang telah melaksanakan tugasnya tanpa pandang bulu.

    “Saya juga apresiasi KPK bahwa penegakan hukum di kita itu masih bisa dilakukan dengan tanpa pandang bulu. Jadi ini kan komitmen pemerintah, KPK untuk tetap tegakkan hukum yang adil tanpa pandang bulu, kan masih jalan. Di sisi lain kita sedih dan prihatin, di sisi lain kita harus apresiasi KPK, masih ada lembaga melakukan penegak hukum tanpa pandang bulu. Harus seimbang. Jangan sedih dan prihatin lalu marah kepada penegak hukum, tapi justru kalau tidak ditegakkan hukum, tidak ditangkap, malah menjadi jelek negara kita,” kata Djoko.

    Ditambahkannya, kita harus optimistis dan tekad harus tinggi untuk berantas korupsi.

    “Jangan mengeluh. Tekad kita harus tinggi. Kalau tidak ditegakkan hukum, negara jadi jelek. Tekad berantas korupsi harus lebih tegar,” pungkas Djoko.

    KPK telah menangkap Ketua MK, Akil Mochtar bersama CHN, CN dan dua HB dan DH terkait kasus dugaan suap Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah.(Zul)

    Editor: B Kunto Wibisono


    http://www.antaranews.com/berita/398574/hakim-konstitusi-mengaku-teteskan-air-mata-untuk-am

    Hakim Konstitusi mengaku teteskan air mata untuk AM
    Kamis, 3 Oktober 2013 02:53 WIB
    Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga

    “Majelis Kehormatan tidak ada kaitan dengan proses hukum AM. AM sendiri belum dinonaktifkan, kami masih melihat perkembangan.”

    Sumpah Jabatan. Ketua MK Ketua Mahkamah Konstitusi M. Akil Mochtar (kelima kanan) dan delapan Hakim Konstitusi lainnya menghadiri sidang pleno khusus pengucapan sumpah jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (20/8). M. Akil Mochtar terpilih sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2013-2016 secara musyawarah mufakat oleh seluruh jajaran hakim konstitusi dalam Rapat Permusyawaratan Hakim pada Senin (19/8). (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf) ()

    Jakarta (ANTARA News) – Hakim Konstitusi Hamdan Zoelva mengaku meneteskan air matanya sesaat setelah mendengar kabar adanya dugaan suap terhadap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.

    “Pertama dengar kabar itu sekitar jam 11 (Rabu, 2/10 pukul 23.00 WIB) dari Sekjen. Saya sampai meneteskan air mata,” kata Hamdan Zoelva kepada wartawan seusai menggelar konferensi pers di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis dini hari.

    Hamdan mengatakan MK saat ini dalam kondisi yang benar-benar memprihatinkan. Oleh karena itu seluruh Hakim Konstitusi akan berupaya mengembalikan integritas dan kewibawaan lembaga Mahkamah Konstitusi.

    Salah satu upayanya yakni dengan membentuk Majelis Kehormatan yang akan beranggotakan salah satu Hakim Konstitusi, salah satu pimpinan Komisi Yudisial, mantan pimpinan lembaga negara dan guru besar senior bidang hukum.

    “Kami saat ini sedang berupaya menghubungi orang-orang yang tepat masuk dalam Majelis Kehormatan. Majelis Kehormatan akan dibentuk dalam waktu dekat,” katanya.

    Majelis Kehormatan tidak akan mengganggu upaya penyidikan tindak pidana korupsi yang dilakukan KPK. Menurutnya Majelis Kehormatan hanya akan memeriksa dalam ranah etik hakim.

    Hamdan menjelaskan putusan yang dikeluarkan Majelis Kehormatan dapat berupa bebas tanpa tuduhan, peringatan, peringatan keras, hingga diberhentikan dengan tidak hormat.

    “Majelis Kehormatan tidak ada kaitan dengan proses hukum AM. AM sendiri belum dinonaktifkan, kami masih melihat perkembangan,” ujarnya.

    Sementara itu para penyidik KPK pada Kamis dini hari, melakukan penyegelan terhadap ruang kerja Akil Mochtar dan ajudannya. Hamdan mengatakan pihaknya kooperatif, dan akan membiarkan proses hukum tetap berjalan.

    Pada Rabu (2/10) malam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan Ketua Mahkamah Konstitusi berinisial AM di kediamannya, yang diduga telah menerima uang terkait sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan.

    “AM itu dulu menjabat Hakim Konstitusi, sekarang Ketua MK,” kata juru bicara KPK Johan Budi dalam konferensi persnya di Gedung KPK, Kamis dini hari.

    KPK menyatakan dugaan praktik suap terhadap Ketua Mahkamah Konstitusi berinisial AM, di kediamannya kawasan Widya Chandra, Jakarta, diduga bernilai sekitar Rp2-3 miliar, yang diberikan dalam bentuk dolar Singapura.

    “Penyidik mendapati uang dalam bentuk dolar Singapura. Perkiraan sementara, karena harus dihitung secara akurat, kalau dirupiahkan sekitar Rp2-3 miliar,” kata Johan.

    Johan mengatakan pemberian tersebut dilakukan oknum anggota DPR berinisial CHN dan seorang pengusaha berinisial CN. Keduanya diduga memberikan kepada AM, dan setelah proses serah terima dilakukan KPK langsung melakukan tangkap tangan.

    Menurut Johan praktik suap itu diduga berkaitan dengan sengketa pilkada di sebuah kabupaten di Kalimantan yaitu Kabupaten Gunung Mas.

    Sementara itu setelah melakukan tangkap tangan terhadap AM, CHN dan CN, KPK juga melakukan tangkap tangan terhadap seorang kepala daerah berinisial HB dan DH di sebuah hotel di Jakarta Pusat.

    Hingga saat ini, kata Johan, status kelima orang tersebut masih terperiksa. Penyidik KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk memastikan apakah benar terjadi praktik suap. (R028/A026)

    Editor: B Kunto Wibisono


    http://www.antaranews.com/berita/398613/kpk-juga-sita-dolar-as-dari-rumah-am

    KPK juga sita dolar AS dari rumah AM
    Kamis, 3 Oktober 2013 10:15 WIB | 1394 Views
    Pewarta: Monalisa

    Jakarta (ANTARA News) – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi mengungkapkan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) menyangkut sengketa Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, juga disita uang dolar Amerika di rumah Akil Mochtar.

    “Informasi terbaru penyidik tidak hanya menemukan uang dolar Singapura tetapi juga dolar Amerika,” kata Johan di Jakarta, Kamis.

    Dari OTT yang berlangsung Rabu malam, penyidik menyita uang dolar Singapura yang diduga pemberian CHN dan CN kepada AM. Insial AM adalah Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar.

    Namun, Johan belum bisa menyebutkan pasti total jumlah uang yang disita penyidik karena sampai sekarang masih dihitung.

    “Sampai sekarang penghitungan belum selesai. Jumlah masih sekitar Rp3 miliar,” ujarnya.

    KPK memergoki serah terima uang di kediaman Akil di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, semalam. KPK menangkap Akil, CHN, dan CN. Diduga, uang dari CHN dan CN diberikan untuk Akil.

    Setelah penangkapan di rumah orang nomor satu MK itu, KPK juga menangkap dua orang berinisial HB yang merupakan Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan DH yang diduga staf HB.

    Kelimanya langsung dibawa ke Gedung KPK di Jakarta sekitar pukul 21.50 WIB, lalu masuk KPK melalui basement.

    Kabarnya KPK tidak hanya memeriksa kelima orang itu, tetapi juga beberapa orang seperti sopir, satpam, dan pihak lain yang menyaksikan penangkapan itu.

    Hingga saat ini, status mereka masih terperiksa dan akan dipemeriksa 1X24 jam terlebih dahulu.

    Editor: Jafar M Sidik


    http://www.antaranews.com/berita/398620/marzuki-alie-saksikan-penangkapan-akil-mochtar-oleh-kpk

    Marzuki Alie saksikan penangkapan Akil Mochtar oleh KPK
    Kamis, 3 Oktober 2013 10:46 WIB | 2052 Views
    Pewarta: Zul Sikumbang

    Jakarta (ANTARA News) – Ketua DPR RI Marzuki Alie mengaku kaget dan menyaksikan langsung penangkapan Ketua MK Akil Mochtar dan beberapa orang lainnya oleh KPK.

    “Saya terkejut mendengar berita tersebut dan ikut menyaksikan karena bertetangga. Gak bisa tidur saya semalaman,” kata Marzuki kepada ANTARA News, Jakarta, Kamis.

    Marzuki mengemukakan saat kejadian dia di rumahnya sedang menerima aktivis.

    “Bila benar terbukti, betapa menyedihkannya situasi kita. Oknum-oknum koruptor hampir ada di semua level,” katanya.

    “Gak mikir apa? Banyak yang dikorbankan, keluarga yang pasti, kerabat dekat, teman sejawat. Kalau dia anggota partai, ya kasihan partainya,” kata Marzuki.

    KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Ketua MK Akil Mochtar bersama seorang anggota DPR RI dari Golkar berinisial CHN dan seorang pejabat daerah. Penangkapan dilakukan di kediaman Akil Mochtar di komplek Widya Chandra III, Jakarta Selatan.

    Editor: Aditia Maruli


    http://www.antaranews.com/berita/398623/penyidik-kpk-membuntuti-akil-mochtar-sejak-senin

    Penyidik KPK membuntuti Akil Mochtar sejak Senin
    Kamis, 3 Oktober 2013 11:08 WIB | 2391 Views
    Pewarta: Monalisa

    Rabu malam lalu, penyidik KPK melakukan aksi Operasi Tangkap Tangan di kediaman Akil Mochtar di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan (ANTARA/Fanny Octavianus)

    Jakarta (ANTARA News) – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi SP mengatakan penyidik KPK telah membuntuti Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar (AK) sejak Senin (30/9).

    “Memang KPK terima info beberapa waktu lalu, kemudian ditindaklanjuti. Penyidik KPK mengikuti (AM) sejak hari Senin,” katanya, di Jakarta, Kamis.

    Ia menambahkan penangkapan orang nomor satu di MK ini jangan dikaitkan dengan kinerja AK) yang dulu pernah dicurigai.

    “Info dapat dari masyarakat, jangan dikaitkan dengan Akil yang dulu pernah dicurigai karena info ini hanya beberapa hari yang lalu,” tambahnya.

    Sebelumnya, pada tahun 2010, pakar hukum Tata Negara, Refly Harun membuat testimoni dalam artikel di sebuah media nasional yang menuding ada praktik mafia kasus di MK.

    Refly, yang menjabat sebagai Ketua Lembaga Centro (Center for Electoral Reform) itu, menyebut bahwa AK diduga menerima uang Rp1 miliar dari Bupati Simalungun, JR Saragih.

    Dalam testimoninya, JR Saragih meminta Refly menurunkan biaya pengacara menjadi Rp 2 miliar, karena uang Rp 1 miliar akan diberikan bupati ke seorang hakim Mahkamah Konstitusi.

    Testimoni Refly yang cukup mengegerkan itu membuat Ketua Mahkamah Konstitusi saat itu Mahfud MD membentuk tim investigasi. Saat itu, Akil membantah tudingan itu dan mengadukan Refly ke KPK.

    Pada Rabu, (2/10) malam, penyidik KPK melakukan aksi Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kediaman Akil Mochtar di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan.

    Penyidik KPK memergoki serah terima uang yang diduga, uang dari CHN dan CN diberikan untuk Akil. Dari OTT tersebut, penyidik menyita uang dolar Singapura dan dolar Amerika Serikat dengan kisaran sementara Rp3 miliar.

    KPK juga mengamankan mobil Toyota Fortuner berwarna putih yang digunakan CHN dan CN untuk membawa uang tersebut.

    Setelah penangkapan di rumah orang nomor satu MK itu, KPK juga menangkap dua orang berinisial HB yang merupakan Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan DH yang diduga staf HB.

    Hingga saat ini, status mereka masih sebagai terperiksa dan akan dilakukan pemeriksaan 1X24 jam terlebih dahulu.

    Johan mengatakan pengembangan kasus ini masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap kelima orang yang masih berstatus terperiksa itu. Meskipun tidak menutup kemungkinan kasus ini bisa saja menyeret pihak lain.

    “Kita tunggu dulu masih dilakukan pemeriksaan 1×24 jam. Nanti kesimpulan dari penyidik, apakah dia (Akil) jadi tersangka atau tidak. Setelah kita putuskan pasti ada nanti ada pengembangan berdasarkan dari bukti-bukti,” jelas Johan.

    Editor: AA Ariwibowo


    http://www.antaranews.com/berita/398626/mk-segera-bentuk-majelis-kehormatan-hakim

    MK segera bentuk Majelis Kehormatan Hakim
    Kamis, 3 Oktober 2013 11:22 WIB | 1099 Views
    Pewarta: Joko Susilo

    Jakarta (ANTARA News) – Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva, Kamis, mengatakan lembaganya akan segera membentuk Majelis kehormatan Kakim (MKH) untuk memeriksa perkara penangkapan ketuanya Akil Mochtar oleh KPK semalam.

    “MKH ini tentu akan mendengarkan dan mengumpulkan berbagai informasi terkait ini, termasuk pada akhirnya mendengarkan keterangan Pak Akil, setelah itu pasti akan langsung mengambil keputusan,” kata Hamdan.

    Dia menyatakan MKH bisa saja menjatuhkan sanksi ringan, sedang ata berat berupa pemecatan jika ada bukti-bukti menguatkan.

    “Jika tidak apa-apa akan ada pemulihan nama baik,” tegas Hamdan.

    MK sendiri menyatakan menyerahkan sepenuhnya proses hukum Akil Mochtar kepada KPK untuk menjalankan tugas secara profesional.

    “Kami tidak ingin menganggu apa yang dilakukan KPK,” kata Hamdan.

    Hamdan menegaskanakan fokus menangani masalah internal MK.

    “Kami menjamin pelayanan sidang berjalan tetap normal dan akan kembali menjadwalkan penanganan perkara. Kami akan tetap menyelesaikannya secara profesional dan ini adalah amanat paling penting dari negara,” katanya.

    Editor: Jafar M Sidik


    http://www.antaranews.com/berita/398632/refly-harun-paparkan-dugaan-suap-mk-2010

    Refly Harun paparkan dugaan suap MK 2010
    Kamis, 3 Oktober 2013 12:04 WIB | 1513 Views
    Pewarta: Desca Lidya Natalia

    Pada 2010, ada tiga fakta yang saya sampaikan yaitu yang saya dengar, saya alami dan saya lihat, tapi tim investigasi saat itu hanya memilih satu saja yaitu apa yang saya lihat sendiri

    Jakarta (ANTARA News) – Pakar hukum Tata Negara Refly Harun memaparkan dugaan suap dalam tubuh Mahkamah Kontitusi (MK) berdasarkan pengalamannya pada 2010.

    “Pada 2010, ada tiga fakta yang saya sampaikan yaitu yang saya dengar, saya alami dan saya lihat, tapi tim investigasi saat itu hanya memilih satu saja yaitu apa yang saya lihat sendiri,” kata Refly di gedung KPK Jakarta, Kamis.

    Tim tersebut terdiri atas dirinya sebagai ketua tim investigasi, dengan anggota tim, Bambang Widjajanto, Adnan Buyung Nasution, Bambang Harymurti, dan Saldi Isra.

    “Hasil dari tim investigasi, terkonfirmasi ada uang Rp1 miliar, tapi apakah jadi diberikan kepada Pak Akil Mochtar itu belum terkonfirmasi, jadi kasus ini kami serahkan ke KPK, tapi memang selama tiga tahun belum juga naik ke penyidikan sampai Pak Akil kemarin tertangkap tangan,” kata Refly.

    Ketua sekaligus hakim Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar ditangkap penyidik KPK pada Kamis (2/10) malam di kediamannya di kompleks Widya Chandra no 7 bersama dengan anggota Komisi II dari fraksi Partai Golkar Chairun Nisa dan pengusaha Cornelius.

    Selain tiga orang itu, ditangkap pula bupati Gunung Mas Kalimantan Tengah Hambit Bintih dan seorang pengusaha bernama Dhani di satu hotel di Jakarta Pusat.

    “Saya tidak ada persoalan pribadi denga Pak Akil, dan saya juga pernah menjadi bagian dari MK, tapi pada laporan saya yang lalu, saya langsung dibenturkan dengan Pak Akil,” tambah Refly.

    Refly memerikan salinan laporannya mengenai dugaan pemerasan yang dilakukan hakim MK yaitu Akil Mochtar pada 2010.

    Refly saat itu menjadi kuasa hukum calon Butapi Simalungun Jopinus Ramli Saragih yang menangani perkara perselisihan hasil pemilukada kabupaten Simalungun 2010 di Mahkamah Konstitusi.

    Jopinus mengatakan ia sudah bertemu dengan hakim konstitusi Akil Mochtar sebagai ketua panel hakim dan dua hakim konstitusi lain Hamdan Zoelva dan Muhammad Alim.

    Menurut Jopinus ia sudah sepakat untuk memberikan uang senilai Rp1 miliar kepada Akil Mochtar karena bila uang tidak diberikan, permohonan salah satu pasangan calon akan dikabulkan yang berakibat adanya pemungutan suara ulang.

    Jopinus bahkan diperlihatkan rancangan putusan yang mengabulkan permohonan salah satu pemohon. Skenarionya pasangan calon pemenang nomor dua akan digugurkan karena terkait dugaan ijazah palsu lalu diperintahkan pemungutan suara ulang.

    Awalnya menurut Jopinus, Akil Mochtar bahkan meminta Rp3 miliar tapi setelah dinegosiasikan disepakati Rp1 miliar.

    Pertemuan Refly dan Jopinus tersebut terjadi pada 21 Septermber 2010. Jopinus bahkan membuka tas dan memperlihatkan kepada Refly dan rekannya yang lain sebagai kuasa hukum Mahewswara yang berisi dalam pecahan uang dolar AS yang menurut Jopinus berjumlah Rp1 miliar.

    Jopinus bahkan membocorkan dua putusan MK yang akan dibacakan yaitu putusan pengajuan UU yang diajukan mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra dan mantan Kabareskrim Susno Duadji.

    Menurut Jopinus permohonan Yusril dikabulkan dan permohonan Susno ditolak, Akil Mochtar sendiri yang membocorkan putusan itu ke Jopinus.

    Benar saja, permohonan Yusril yang dibacakan beberapa jam kemudian dikabulkan sedangkan perkara Susno ditolak, kesimpulannya Jopinus tidak bohong.

    Refly dan Maheswara sebagai kuasa hukum akhirnya sepakat memotong “success fee” karena tidak ada gunanya menuntut “success fee” karena kemenangan tidak ditentukan oleh kuasa hukum meski fakta persidangan posisi Jopinus sangat kuat.

    Jopinus bercerita bahwa selain dirinya ada juga kasus pemilukada di Kalimantan dengan Akil meminta Rp4 miliar dan baru Rp2 miliar yang dibayar dan terus ditagih oleh Akil melalui supirnya.

    Ternyata pada 24 September 2010 keputusan dibacakan dan Jopinus memenangkan gugatan.

    Pada 19 Oktober, Ketua MK saat itu Mahfud MD menyatakan MK bersih 100 persen, baru pada 21 Oktober 2010 Refly membuat tulisan “MK Masih Bersih?” yang dimuat pada 25 Oktober 2010.

    Tulisan itu kemudian ditanggapi Mahfud dengan membujuk Refly sebagai ketua tim investigasi dengan mengumumkan ke publik sehingga mengundang kontroversi.

    Editor: AA Ariwibowo


    http://www.antaranews.com/berita/398634/soal-penangkapan-ketua-mk-ini-tanggapan-presiden

    Soal penangkapan Ketua MK, ini tanggapan Presiden
    Kamis, 3 Oktober 2013 12:07 WIB | 2250 Views
    Pewarta: Panca Hari Prabowo

    Jakarta (ANTARA News) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan keterkejutan dan rasa prihatinnya atas penangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi AM oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan berharap proses hukum bisa dijalankan.

    “Kita semua terkejut mendengar peristiwa penangkapan Ketua Mahkamah konstitusi beserta satu anggota DPRI, satu orang bupati dan dua orang lainnya oleh KPK tadi malam,” kata Presiden dalam keterangan persnya di Kantor Presiden Jakarta, Kamis.

    Kepala Negara mengatakan kasus ini menjadi keprihatinan khusus karena menyangkut salah satu pimpinan lembaga negara dimana lembaga negara tersebut memiliki peran dan kewenangan yang penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

    “Saya merasakan kemarahan dan keterkejutan rakyat Indonesia mengetahui apa yang terjadi tadi malam itu,” kata Presiden.

    Ia menambahkan penangkapan Akil mengejutkan.

    “Apalagi Mahkamah Konstitusi lembaga yang penting, peran yang besar dan menentukan dalam kehidupan bernegara di negeri ini,” tambah Presiden.

    Presiden berharap kasus ini dapat diproses sesuai dengan prosedur hukum yang ada.

    Editor: Desy Saputra


    http://www.antaranews.com/berita/398637/penangkapan-akil-pukulan-berat

    Penangkapan Akil pukulan berat
    Kamis, 3 Oktober 2013 12:27 WIB | 1171 Views
    Pewarta: Maria Rosari

    Jakarta (ANTARA News) – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Martin Hutabarat menyatakan penangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar merupakan pukulan berat bagi penegakan hukum Indonesia.

    “Ini sungguh sangat memukul wajah penegakan hukum di negara kita, ketua MK tertangkap tangan,” kata Martin saat dijumpai di gedung MPR/DPR/DPD RI Jakarta, Kamis.

    Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Akil di rumah dinasnya di Kompleks Widya Chandra pada Rabu (2/10) malam, terkait dengan dugaan sengketa Pemilu Kepala Daerah di salah satu kabupaten di Kalimantan.

    Martin menyatakan peristiwa penangkapan Akil sungguh mengejutkan karena menurut dia Mahkamah Konstitusi adalah lembaga yang sangat terhormat dan putusannya itu tidak ada yang dapat membandingnya lagi karena sudah final.

    “Ini malah ketuanya yang tertangkap. Itu bagi kita merupakan pukulan berat karena kita menganggap hakim-hakim konstitusi itu adalah orang yang sudah selesai dengan urusan dirinya,” ujar Martin.

    Maksudnya, sebagai Ketua MA seharusnya Akil merangkap sebagai negarawan sehingga tidak lagi mempersoalkan ekonomi atau pun politik.

    “Karena mereka adalah negarawan yang harus mementingkan kepentingan bangsa dan negara, bukan dirinya sendiri,” jelas Martin.

    Lebih lanjut Martin berharap Komisi Pemberantasan Korupsi benar-benar menuntaskan kasus tersebut.

    “Cobalah agar kita bersama-sama menjaga MK jangan sampai terpuruk hanya karena kasus penangkapan Akil,” kata Martin.

    Editor: Desy Saputra


    http://www.antaranews.com/berita/398639/sanksi-bagi-penegak-hukum-harus-lebih-berat

    Sanksi bagi penegak hukum harus lebih berat
    Kamis, 3 Oktober 2013 12:41 WIB | 943 Views
    Pewarta: Yuni Arisandy

    “Kalau tertangkap tangan sedang menerima uang, ini kan bukan untuk kepentingan bangsa dan negara.”

    Jakarta (ANTARA News) – Anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat berpendapat bahwa dengan maraknya pelanggaran hukum oleh aparat penegak hukum maka sanksi untuk kasus pelanggaran oleh para aparat penegak hukum harus lebih berat.

    “Saya kira hukuman bagi aparat penegak hukum yang melanggar hukum harus lebih berat karena seharusnya aparat itu menjadi contoh yang baik bagi proses penegakan hukum, bukan malah menjadi contoh yang buruk bagi masyarakat,” kata Martin saat ditemui di Gedung Nusantara II DPR di Jakarta, Kamis.

    Menurut Martin Hutabarat, kejadian penangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dalam kasus dugaan gratifikasi merupakan suatu tamparan bagi “wajah” penegakan hukum di Indonesia.

    “Kejadian ini membalikkan citra bahwa para hakim MK itu adalah `orang yang sudah tidak bermasalah dengan dirinya`. Artinya, beberapa dari mereka (hakim MK) kemungkinan masih bermasalah karena harus mendapatkan uang dari putusannya atau mendapatkan nama baik dari putusannya,” ujarnya.

    Menurut dia, para hakim MK yang bermasalah itu adalah hakim yang masih lebih mengutamakan untuk mendapatkan keuntungan pribadi, seperti uang, jabatan, “nama”, dalam membuat putusan di MK.

    “Kalau hakim yang sudah tidak bermasalah akan berpikir putusan yang saya buat ini untuk kepentingan bangsa dan negara. Kalau tertangkap tangan sedang menerima uang, ini kan bukan untuk kepentingan bangsa dan negara,” ucap Martin.

    Oleh karena itu, kata dia, semua pihak harus memberi kesempatan kepada KPK dan mendukung lembaga antikorupsi itu untuk mendalami dan menyelesaikan kasus dugaan gratifikasi Ketua MK tersebut.

    Ia menambahkan, KPK pun harus mengawasi dan bertindak tegas terhadap adanya transaksi mencurigakan dan “kerja sama” antara anggota-anggota lembaga negara, baik DPR, Mahkamah Agung (MA), maupun Mahkamah Konstitusi.

    “Jadi, mari kita dukung KPK agar pelaksanaan pemberantasan korupsi di Indonesia dapat berjalan dengan efektif,” kata Martin.

    Editor: Unggul Tri Ratomo


    http://www.antaranews.com/berita/398643/seorang-mengaku-pengacara-datangi-rumah-dinas-akil

    Seorang mengaku pengacara datangi rumah dinas Akil
    Kamis, 3 Oktober 2013 13:20 WIB | 959 Views
    Pewarta: Anita Permata Dewi

    Jakarta (ANTARA News) – Rumah dinas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar siang ini disambangi seorang pengacara, Andy Asrun yang ingin menemui keluarga Akil untuk memberikan bantuan hukum.

    “Saya datang untuk menemui keluarganya, kalau belum ada kuasa hukumnya, saya ingin membantu,” kata Andy Asrun di depan rumah Akil, Jalan Widya Chandra III Nomor 7, Jakarta, Kamis.

    Meski demikian, Andy tidak berhasil menemui keluarga Akil, karena berdasarkan informasi petugas keamanan, rumah tersebut sudah kosong.

    Pihaknya yang mengaku sudah lama mengenal Akil, tidak menyangka bahwa orang nomor satu di MK itu bisa terjerat kasus suap karena dalam pandangannya Akil selama ini tegas terhadap isu-isu korupsi.

    “Dalam sidang permohonan uji materi UU Tipikor kemarin, dia tegas dalam menyikapi kasus korupsi,” katanya.

    Dia menilai kasus ini akan membuat tingkat kepercayaan masyarakat akan semakin menurun terhadap lembaga hukum negara, terutama pada MK.

    “Adanya kasus ini, semua orang yang berhubungan dengan MK jadi shock,” katanya.

    Pada Rabu (2/10) malam, penyidik KPK melakukan aksi Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kediaman Akil Mochtar di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan.

    Penyidik KPK memergoki serah terima uang yang diduga berasal dari CHN dan CN yang diberikan untuk Akil. Dari OTT tersebut, penyidik menyita uang dolar Singapura dan dolar Amerika Serikat dengan kisaran sementara Rp3 miliar.

    KPK juga mengamankan mobil Toyota Fortuner berwarna putih yang digunakan CHN dan CN untuk membawa uang tersebut.

    Setelah penangkapan di rumah Akil, KPK juga menangkap dua orang berinisial HB yang merupakan Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan DH yang diduga staf HB.

    Hingga saat ini, status mereka masih sebagai terperiksa dan akan dilakukan pemeriksaan 1 x 24 jam terlebih dahulu.

    Editor: Desy Saputra


     
  • Virtual Chitchatting 12:56 PM on 2013/10/03 Permalink  

    Hakim di Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar sering merebut lahan Refly Harun di beberapa sengketa Pilkadal


    http://www.tempo.co/read/news/2013/08/13/078504071/Refly-Pengangkatan-Dua-Hakim-MK-Juga-Bermasalah

    Refly: Pengangkatan Dua Hakim MK Juga Bermasalah
    Selasa, 13 Agustus 2013 | 13:58 WIB


    Refly Harun. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta – Pengamat hukum tata negara, Refly Harun, menilai pemilihan kembali dua hakim Mahkamah Konstitusi, yakni Akil Mochtar dan Maria Farida Indrati, juga bermasalah. Menurut dia, pemilihan dua hakim itu tanpa melalui seleksi, alias penunjukan langsung.

    “Di DPR juga aneh, memperpanjang keduanya tanpa fit and proper test, malah DPR cuma bilang keduanya bersedia menjadi hakim MK lagi,” kata Refly saat dihubungi Tempo, Selasa, 13 Agustus 2013.

    Pemilihan Akil dan Maria, ucap Refly, ini tentu tidak sesuai dengan prinsip good governance. Sebab, tiga prinsip good governance–partisipatif, transparan, dan akuntabel–tidak terpenuhi.

    Menurut dia, meski terpilih pada masa bakti kedua, Akil dan Maria tetap perlu melalui uji seleksi di DPR. Seleksi ini diperlukan untuk menelusuri rekam jejak putusan yang mereka buat sebelumnya. “Jangan sampai hakim MK yang loyo terpilih lagi.”

    Seorang hakim MK, dia melanjutkan, merupakan pejabat publik, bukan pejabat administratif yang bisa diperpanjang begitu saja. Sebagai pejabat publik, seperti halnya bupati/wali kota jika ingin menjabat lagi perlu melalui serangkaian seleksi.

    Patrialis Akbar mengucapkan sumpah jabatan untuk menjadi hakim Mahkamah Konstitusi di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 13 Agustus 2013. Pengucapan sumpah jabatan disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    Patrialis diangkat untuk menggantikan hakim konstitusi Ahmad Sodiki yang pensiun. Pengangkatan Patrialis melalui Keputusan Presiden Nomor 87/P/2013 tertanggal 22 Juli 2013. Dua hakim konstitusi lainnya yang masih menjabat, M. Akil Mochtar dan Maria Farida Indrati, juga kembali didaulat menjadi hakim konstitusi untuk periode 2013-2018.

    INDRA WIJAYA


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/03/078518666/Ini-Konflik-Akil-Mochtar-dan-Refly-Harun

    Ini Konflik Akil Mochtar dan Refly Harun
    Kamis, 03 Oktober 2013 | 09:46 WIB


    Akil Mochtar. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra III No 7, Jakarta Selatan, Rabu, 3 Oktober 2013 malam. Dia ditangkap dengan dugaan menerima suap terkait pelaksanaan pemilu kepala daerah di salah satu kabupaten di Kalimantan Tengah.

    Dalam perjalanan kariernya di MK, Akil sempat berselisih paham dengan Refly Harun, seorang pengacara yang juga pengamat hukum tata negara. Refly pernah mengatakan bahwa praktek suap menyuap di MK sudah lazim terjadi. Bahkan, Refly menyebut Akil pernah meminta uang Rp 1 miliar kepada Bupati Simalungun, Jopinus Ramli Saragih, saat Akil menjadi ketua panel hakim yang mengadili perkara sengketa pemilihan bupati daerah tersebut pada 2010 lalu.

    Terkait hal tersebut, Akil pernah berkomentar kepada Refly. “Saya atau dia yang masuk penjara,” kata dia pada 10 Desember 2010. Akil pun pernah menyebutkan bahwa beberapa kali dia dan Refly terlibat dalam persidangan. Di antaranya, sengketa pemilihan di Kabupaten Merauke, Simalungun, dan Toli-toli.

    Pada Oktober 2010 lalu, Akil mengaku pernah melabrak Refly. “Saat itu kami bertemu di depan lift, disaksikan dua orang wartawan dan karyawan lain. Saya bilang ke dia, ‘Jangan sembarangan menuduh’,” kata Akil saat itu. Menurut dia, hal tersebut berkaitan dengan tuduhan Refly soal dirinya yang disebut-sebut menerima uang dari sengketa pemilu kepala daerah Merauke. Terkait hal tersebut, Refly pun sempat menuliskan opininya soal mafia kasus di MK di harian Kompas berjudul “MK Masih Bersih?” pada 25 Oktober 2010.

    Belakangan, Refly pun sempat mengkritik DPR yang memilih Akil kembali menjadi hakim MK. Menurut dia, pemilihan tersebut bermasalah karena DPR tak melakukan seleksi lagi. “Di DPR juga aneh, memperpanjang keduanya tanpa fit and proper test, malah DPR cuma bilang keduanya bersedia menjadi hakim MK lagi,” kata Refly kepada Tempo pada Selasa, 13 Agustus 2013. Padahal seharusnya, kata dia, seleksi tetap diperlukan untuk menelusuri rekam jejak putusan yang mereka buat sebelumnya. “Jangan sampai hakim MK yang loyo terpilih lagi.”

    NINIS CHAIRUNNISA


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/03/063518668/Akil-Ditangkap-Refly-Dia-Tak-Mungkin-Sendirian

    Akil Ditangkap, Refly: Dia Tak Mungkin Sendirian
    Kamis, 03 Oktober 2013 | 09:54 WIB


    Refly Harun berasama mantan Tim Investigasi kasus suap Mahkamah Konstitusi Adnan Buyung Nasution, Bambang Widjojanto,dan Bambang Harymurti berbincang di gedung KPK. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta – Bekas seteru Akil Mochtar, pengamat hukum tata negara Refly Harun, mengatakan sudah melihat indikasi adanya suap dan kejanggalan di Mahkamah Konstitusi (MK) sejak lembaga itu mulai menangani sengketa pemilihan kepala daerah. “Sejak itu ada semacam virus suap yang mulai merebak walaupun secara kategori belum sampai stadium empat,” kata Refly, saat dihubungi Kamis, 3 Oktober 2013.

    Operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Ketua MK, kata Refly, harusnya menjadi ajang introspeksi diri. Pimpinan MK, kata dia, jangan resisten terhadap kritik, berani melakukan audit internal, serta memberikan sanksi tegas terhadap pihak yang terbukti bersalah.

    Mengenai penangkapan Akil, Refly mengatakan bahwa publik harus tetap menerapkan asas praduga tak bersalah sebelum ada keputusan dari KPK. “Pengusutan kasus ini harus secara tuntas sebab tak mungkin bekerja sendiri bahkan bisa juga melibatkan partai politik,” kata Refly.

    Ditanya mengenai sepak terjang Akil selama ini, Refly enggan berkomentar. Menurut dia, tak etis mengomentari Akil secara personal. Namun yang patut dicermati adalah banyaknya anggota partai politik yang menjadi anggota Mahkamah Konstitusi bisa mempengaruhi keputusan yang diambil MK. “Harusnya kalau mau jadi hakim konstitusi vakum dulu dari partai politik selama lima tahun,” kata Refly.

    Refly pernah menyebut Akil Mochtar menerima uang Rp 1 miliar dalam bentuk pecahan dolar AS dari Bupati Simalungun, JR Saragih. Selain itu dalam kasus sengketa pemilu kepala daerah Merauke, dia diduga menerima Rp 20 M.

    Pernyataannya itu didasarkan pada laporan tim investigasi dugaan makelar kasus MK yang dipimpinnya. Namun pernyataannya itu dibantah langsung oleh Akil. Disinggung mengenai hal itu, Refly yang juga pernah menjadi staf ahli MK tersebut mengatakan bahwa dia pernah tahu sendiri bagaimana permainan uang di MK. “Saya pernah rasakan dan dapat informasi tentang adanya permainan uang di MK, nah, dari situ saya bisa mengambil kesimpulan waktu itu.”

    Rabu, 2 Oktober 2013, sekitar pukul 22.00 WIB, penyidik KPK menangkap lima orang dalam operasi tangkap tangan. Mereka adalah Ketua MK Akil Mochtar, anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Golongan Karya Chairunnisa, Bupati Gunung Mas Hambit Bintih, Dhani dari swasta dan seseorang berinisial CN.

    FAIZ NASHRILLAH

    djamintan d pakpahan
    Yesterday at 7:17 am
    Saya setuju dgn pendapat saudara Refly Harun, pastilah Akil Mochtar tidak sendirian melakukan tindakan yg tidak terpuji tsb. Karena biasanya keputusan MK harus terdiri dari beberapa orang Hakim MK, jadi tugas KPK adalah mengungkap siapa2 lagi Hakim MK yg terlibat, minimal KPK harus memanggil Hukim2 pemutus kasus Lebak dan Gunung Mas, mudah2an salah satunya adalah hakim MK yg suka ber-koar2 itu.


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/03/078518729/DPR–Curiga-Praktek-Suap-MK-Sejak-3-Tahun-Lalu

    DPR Curiga Praktek Suap MK Sejak 3 Tahun Lalu
    Kamis, 03 Oktober 2013 | 12:56 WIB


    Gede Pasek Suardika. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Demisioner Komisi Hukum dan HAM Dewan Perwakilan Rakyat, Gede Pasek Suardika, mengatakan parlemen sudah mencurigai adanya permainan di Mahkamah Konstitusi sejak lama. Kecurigaan muncul ketika tiga tahun lalu, pakar hukum tata negara Refly Harun membuat testimoni mengejutkan tentang praktek suap di Mahkamah Konstitusi.

    “Setelah itu kami melihat kembali putusan MK terkait sengketa pilkada,” kata Pasek ketika ditemui di kompleks parlemen Senayan, Kamis, 3 Oktober 2013. Komisi Hukum menemukan ada beberapa putusan yang mencurigakan. (Baca : Ketua MK Ditangkap, Mahfud: Pak Akil Mengaku Saja)

    Tanpa menyebutkan nama daerah, Pasek mencontohkan putusan sengketa pemilihan kepala daerah yang bermasalah di Kalimantan Tengah. Saksi yang digunakan di Mahkamah Konstitusi tenyata terbukti memberikan kesaksian palsu. Akhirnya saksi dipidana, tetapi putusan Mahkamah Konstitusi tidak bisa dibatalkan.

    Pasek meminta penangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar, kemarin malam, dikembangkan lagi. “MK sifatnya panel. Ini hanya berhenti pada Akil atau juga ke hakim yang lain,” ucap politikus Partai Demokrat. Menurut dia, Mahkamah Kontitusi harus terus diawasi. (Baca : Penangkapan Akil, Penguntit KPK Tak Tidur Dua Hari)

    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar dalam operasi tangkap tangan. Selain menangkap Akil, penyidik juga menangkap Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Golongan Karya, Chairunnisa, kemarin malam.

    Dua orang itu masuk gedung KPK pada pukul 22.00 WIB. Penangkapan itu dilakukan di dua tempat, salah satunya di rumah dinas di Jalan Widya Chandra III Nomor 7, Jakarta.

    SUNDARI


    http://www.tempo.co/read/news/2013/10/03/063518570/Akil-Pernah-Dituduh-Terima-Suap

    Akil Pernah Dituduh Terima Suap
    Kamis, 03 Oktober 2013 | 00:21 WIB


    Akil Mochtar. ANTARA/Fanny Octavianus

    TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu, 2 Oktober 2013 malam, pernah dituduh menerima suap dalam kasus sengketa pemilihan kepala daerah tiga tahun silam. Waktu itu, pengacara bupati Simalungun, Refly Harun dan Maheswara Prabandono, mengatakan hakim MK yang menangani kasus gugatan kliennya minta Rp 1 miliar.

    Akil, yang waktu itu menjadi hakim kasus gugatan terhadap Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih, melaporkannya ke KPK. Pengusutan terhadap kasus dugaan suap itu dihentikan karena tidak ada bukti.

    CORNILA DESYANA


     
  • Virtual Chitchatting 6:04 PM on 2013/10/01 Permalink  

    Mari kita makan donat, tapi… buat dulu

    Bahan yang Digunakan :

    200 gram kentang kukus dan haluskan
    500 gram tepung terigu protein tinggi
    50 gram gula pasir
    11 gram fermipan
    1 sdt garam
    1 sdm susu bubuk
    50 gram margarine
    200 ml air es
    1 butir telur ayam

    Cara Membuat Kue Donut Empuk :

    Campur terigu, kentang, gula pasir, fermipan, susu bubuk dan garam
    Aduk bahan tersebut diatas sambil di tuangi air es sedikit demi sedikit hingga rata.
    Kemudian masukkan telur dan margarine.Uleni adonan sampai kalis.
    Bulatkan adonan kemudian diamkan (simpan) selama 50 menit sehingga adonan menjadi 2x lebih besar.
    Ambil adonan dan timbang masing masing seberat 30 gram.
    Bentuk adonan yang telah ditimbang 30 gram tersebut seperti bola.
    Setelah itu cetak dengan cetakandonut atau cukup dilubangi bagian tengahnya saja.
    Diamkan adonan selama 20 menit lagi.
    Panaskan wajan penggorengan dan goreng sampai matang dan berwarna kecokelatan.
    Angkat dari wajan dan tunggu donut sampai dingin dan baru bunda bisa menghiasi dengan selera bunda.

    http://resep-komplit.blogspot.com/2012/12/resep-dan-cara-membuat-kue-donat-empuk.html


    Bahan yang harus anda persiapakan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ketahap lainnya:

    Air es 20 mililiter
    Fermipan 11 Grm
    Gula pasir sekitar 50 Grm
    Margarine 50 Grm
    Kentang yang sudah di kukus dan sudah dihalukan 200 Grm
    Satu sendok teh garam beryodium
    Satu sendok makan (sdm) susu bubuk
    Tepung terigu dengan kandungan protein tinggi 500 Grm
    Telur ayam satu butir saja

    Adapun caranya agar kue donat yang kita buat bisa empuk dan tidak bantat:

    Campur bahan menjadi satu (fermipan, gula pasir, garam, kentang kukus yang sudah dihaluskan, susu bubuk serta tepung terigu)
    Dalam penyampuran bahan-bahan diatas, campur sedikit sedikit, sambil dituangi air es dan aduk hingga semua bahan tercapur merata.
    Lalu campurkan / masukkan telur serta margarine dan Ulenilah adonan sampai benar-benar kalis.
    Setelah adonan jadi, dan kalis, maka langkah selanjutnya bulatkan adonan menjadi satu dan simpan adonan terlebih dahulu kurang lebih selama 50 menit, atau sampai adonan yang anda bulatkan, menjadi 2 lipat bentuk semula.
    Ambil dan timbang adonan jika anda tidak memiliki timbangan dikira kira saja sekitar 30 gram/1buah donat.
    Dan Bulatkanlah adonan menyerupai bola namun sedikit pipih.
    Kemudian setelah di bentuk seperti bola, masukan adonan kedalam cetakkan donut, jika tidak ada cetakan anda bisa melubangi bagian tengahnya.
    Nah setelah di cekak dan berbentuk donat, diamkan lagi selama 20 menit.
    Goreng donat diatas wajan penggorengan yang sudah dipanaskan terlebih dahulu, sampai berubah warna kuning kecoklatan.
    Angkat donat dari penggorengan dan biarkan sampai donut dingin
    Setelah itu anda bisa menghias donat sesuai selera, baik dengan meses, coklat atau dengan toping lainnya.

    http://trik-tips-sehat.blogspot.com/2013/07/resep-cara-membuat-donat.html


    Bahan Utama:

    500 gr tepung terigu
    50 gr susu bubuk fullcream
    1 bungkus / 11 gr ragi instant
    100 gr gula halus
    75 gr mentega
    1/2 sdt garam
    4 butir kuning telur
    100 ml air dingin

    Bahan Pelengkap:

    Gula bubuk
    Cokelat leleh
    atau sesuai dengan keinginan anda

    Cara Membuat:

    Campur tepung terigu, gula, susu bubuk dan ragi instant menjadi satu lalu aduk hingga rata.
    Tambahkan kuning telur dan air dingin, uleni bahan tersebut hingga rata dan setengah kalis.
    Tambahkan mentega dan garam, uleni kembali hingga kalis lalu diamkan sekitar 15 menit.
    Bagi adonan menjadi 12 bulatan adonan. Diamkan selama 20 menit hingga mengembang.
    Setelah adonan cukup mengembang dengan baik, lubangi bagian tengahnyaa dengan jari telunjuk hingga berbentuk cincin.
    Siapkan minyak panas dalam wajan dengan api sedang.
    Masukan adonan yang sudah dicetak ke dalam minyak panas hingga berubah warna menjadi kuning keemasan.
    Angkat adonan yang sudah matang, lalu tiriskan.
    Setelah itu donat yang sudah jadi bisa ditaburi gula bubuk atau hias bagian atas dengan coklat cair atau krim lainnya sesuai dengan keinginan anda.

    Dengan mempraktekkan langkah-langkah seperti diatas, anda akan menghasilkan donat sebanyak 12 buah donat yang siap untuk disajikan.

    http://www.eswete.com/cara-membuat-donat.html


    http://id.she.yahoo.com/resep-donat-brownies-004754128.html

    Resep Donat Brownies
    Bintang Online – Sel, 15 Okt 2013 07:47 WIB

    SELAMA ini kita mengenal keduanya adalah makanan berbeda, donat dan brownies. Bagaimana kalau keduanya dijadikan satu? Ini resep cara membuatnya.

    Bahan:
    * 4 butir kuning telur
    * 2 butir putih telur
    * ½ sendok teh cake emulsifier
    * 125 gr gula pasir
    * 25 gr cokelat bubuk
    * 25 gr tepung terigu
    * ½ sendok teh baking powder
    * 50 gr mentega, lelehkan
    * 50 gr dark chocolate, lelehkan
    * Hiasan:
    * 100 gr dark cooking chocolate, lelehkan

    Cara membuat:
    1. Kocok telur, cake emulsifier, dan gula pasir hingga mengembang. Tambahkan cokelat bubuk, tepung terigu, dan baking powder, aduk rata.
    2. Masukkan mentega dan cokelat leleh, aduk perlahan hingga rata.
    3. Siapkan loyang donat, olesi margarin. Masukkan adonan, kukus selama 20 menit atau hingga matang.
    4. Keluarkan donat dari loyang, hiasi siraman cokelat.

    Hasil: 12 porsi

    (adm)


    http://id.she.yahoo.com/resep-puding-cream-oreo-052305053.html

    Resep Puding Cream Oreo
    Bintang Online – Sab, 19 Okt 2013 12:23 WIB

    Yuk berkreasi dengan biskuit dan buat kue lezat ini.

    Bahan:
    * 1 bungkus agar-agar cokelat
    * 50 gr gula pasir
    * 1 sendok makan cokelat bubuk
    * 800 ml susu cokelat
    * 50 gr dark cooking chocolate, parut
    * 100 gr whipping cream

    Pelapis:
    * 200 gr butter cream siap pakai
    * 200 gr biskuit oreo, hancurkan

    Cara membuat:
    1. Campur agar-agar, gula pasir, cokelat bubuk, dan susu cair, masak hingga mendidih. Masukkan dark cooking chocolate, aduk rata. Angkat dan diamkan hingga suam-suam kuku.
    2. Masukkan whipping cream, aduk rata.
    3. Tuang adonan puding ke dalam cetakan, diamkan hingga mengeras.
    4. Olesi seluruh permukaan puding dengan butter cream, taburi dengan oreo. Sajikan.

    Hasil: 10 porsi

    (adm)


    http://id.she.yahoo.com/resep-donat-tiramisu-051000984.html

    Resep Donat Tiramisu
    Bintang Online – Kam, 28 Nov 2013 12:10 WIB

    SERING beli donat di gerai favorit Anda? Bagaimana kalau sekarang mencoba membuat sendiri. Kami punya Resep Donat Tiramisu yang cantik menggoda.

    Bahan:
    500 gr tepung terigu
    30 gr susu bubuk
    1 sendok teh pasta tiramisu
    100 gr gula pasir
    100 gr margarin
    11 gr ragi (yeast)
    3 kuning telur
    ½ sendok teh garam
    250 ml air

    Isian:
    200 gr whipping cream kocok
    1 sendok teh pasta tiramisu

    Taburan:
    200 gr white cooking chocolate, lelehkan
    1 sendok teh kopi instan

    Cara membuat:
    1. Campur semua bahan, uleni hingga kalis. Bulatkan dan diamkan selama 30 menit.2. Kempiskan adonan, potong dan timbang seberat 50 gr. Diamkan selama 15 menit.3. Tekan sedikit adonan, goreng hingga matang. Angkat dan tiriskan.4. Lubangi sedikit bagian pinggir donat, semprotkan whipping cream ke dalamnya. 5. Celupkan bagian atas donat ke dalam white chocolate, taburi dengan kopi, sajikan.

    Hasil: 15 porsi

    (adm)


    http://id.she.yahoo.com/resep-donat-madu-tabur-oreo-000620705.html

    Resep Donat Madu Tabur Oreo
    Bintang Online – Sen, 2 Des 2013 07:06 WIB

    Donat semacam ini sering kita lihat di gerai-gerai donat terkenal. Bagaimana kalau coba membuat sendiri?

    Bahan:
    500 gr tepung terigu
    30 gr susu bubuk
    100 gr gula pasir
    5 sendok makan madu
    100 gr margarin
    11 gr ragi (yeast)
    3 kuning telur
    1/2 sendok teh garam
    250 ml air

    Taburan:
    100 gr butter cream
    200 gr biskuit oreo, haluskan

    Cara membuat:1. Campur semua bahan, uleni hingga kalis. Bulatkan dan diamkan selama 30 menit.2. Kempiskan adonan, potong dan timbang seberat 50 gr. Diamkan selama 15 menit. 3. Lubangi adonan, diamkan lagi selama 15 menit.4. Goreng donat hingga matang. Angkat dan tiriskan. 5. Oles donat dengan butter cream, taburi oreo.

    Hasil: 15 porsi

    (adm)


     
  • Virtual Chitchatting 2:35 AM on 2013/09/27 Permalink  

    Let’s see what the devious devils speak and yell about
    Jakarta, 02:35 AM 2013-09-27

    OC Kaligis: Etika Moral dan Integritas Dasar Pemberantasan Korupsi
    Amien Rais: Di Era Jokowi, Solo Termiskin di Jawa Tengah
    Pendukung Jokowi Sarankan Amien Rais Periksa Kejiwaan ke Psikolog
    Boni Hargens: Amien Rais Profesor yang Memalukan!
    Dirjen Pemasyarakatan Dicari yang Berintegrasi Tinggi


    http://id.berita.yahoo.com/oc-kaligis-etika-moral-dan-integritas-dasar-pemberantasan-172729982.html

    Ibnu S
    Kalau tak ada koruptor, siapa yang sanggup bayar mahal pengacara?

    OC Kaligis: Etika Moral dan Integritas Dasar Pemberantasan Korupsi
    TRIBUNnews.com – 1 jam 46 menit lalu

    Laporan Wartawan Tribun Manado, Christian Wayongkere

    TRIBUNNEWS.COM, MANADO – Otto Cornelis Kaligis angkat bicara, mengenai kasus korupsi yang marak menghiasi layar kaca, serta halaman media massa daerah dan nasional.

    Sang pengacara sempat menyentil iklan antikorupsi Partai Demokrat, untuk Pemilu 2009 silam.

    “Ketika orang mengatakan, ‘Katakan tidak kepada korupsi’, korupsi justru menjadi-menjadi. Ini sangat menyedihkan. Tentu kita mengharapkan ada perubahan,” kata OC Kaligis ketika diwawancarai Tribun Manado, usai menghadiri kegiatan orientasi calon anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota Partai Nasdem Sulut di Hotel Aryaduta Manado, Rabu (25/9/2013).

    ‘Katakan tidak pada korupsi’ merupakan tagline iklan Partai Demokrat. Iklan itu dibintangi mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng, dan anggota DPR Angelina Sondakh.

    Anas dan Andi kini ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK untuk kasus proyek Hambalang. Sedangkan Angelina Sondakh sudah divonis dalam kasus suap Wisma Atlet.

    Kaligis, dalam pembicaraan singkat di dalam lift hotel, menekankan penanganan korupsi secara khusus pada tiga eleman, yakni adil, makmur, dan Pancasila.

    Menurutnya, dasar pemberantasan tindak pidana korupsi adalah etika moral dan integritas. Tanpa itu, korupsi akan tetap ada.

    “Kita harus konsisten dan jangan menjadi orang yang oportunistis, sebentar ke sana sebentar ke sini,” kritiknya.

    Mengenai langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangani kasus-kasus korupsi hingga harus turun langsung ke daerah-daerah, Kaligis menilainya sebagai hal positif, untuk membersihkan korupsi di segala bidang.

    “Kalau A bilang A, B bilang B,” ucapnya.

    Sebagai praktisi hukum, ia berharap praktisi hukum di Indonesia bisa terus belajar, bila perlu hingga ke internasional.

    “Ini agar hukum bisa ditegakkan, karena kita negara hukum. Dalam UUD pasal 1 ayat 3 sudah jelas, dan itu wajib,” ujar Ketua Mahkamah Partai Nasdem. (*)


    http://id.berita.yahoo.com/hasil-penelitian-gunung-padang-akan-gemparkan-dunia-144838449.html

    “Hasil Penelitian Gunung Padang Akan Gemparkan Dunia”
    TEMPO.CO – Rab, 25 Sep 2013

    TEMPO.CO, Cianjur- Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) segera mempublikasikan hasil penelitian Situs Megalith Gunung Padang di Desa Karyamukti Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pemaparan hasil temuan tersebut akan diumumkan di depan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Cianjur.

    “Hasil penelitian terhadap Situs Gunung Padang itu akan menggegerkan dunia,” kata Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam, Andi Arief, saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu 25 September 2013. Menurut dia, penelitian sudah selesai dan tinggal memaparkan kepada Presiden.

    Untuk itu, Andi meminta kepada seluruh warga Kabupaten Cinjur, agar tidak terprovokasi dengan isu-isu miring yang bermaksud mengadu domba. “Yang terpenting hasil penelitian ini membawa manfaat besar untuk rakyat Indonesia, terutama warga di Kabupaten Cianjur,” bebernya.

    Menurut dia, warga Kabupaten Cianjur lebih baik mempersiapkan diri untuk mendapatkan kunjungan besar dari wisatawan lokal dan maupun dari berbagai negara di dunia ini. “Kami yakin sekelompok orang yang tidak puas dengan penelitian Gunung Padang akan sadar dan berbalik mendukung,” kata Andi Arif.

    Meskipun sekelompok orang berupaya menghentikan penelitian terhadap Gunung Padang, kata Andi, hal itu bukan bentuk melawan instruksi Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. SBY memang sempat menegaskan penelitian terhadap Gunung Padang harus tuntas tahun ini.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur, Tedi Artiawan, menanggapi positif hasil penelitian situs Gunung Padang. “Kami menyarankan agar Gunung Padang menjadi salah satu budaya yang dapat diketahui bukan hanya oleh rakyat Indonesia, tapi lebih mendunia, dan ini sebuah kebanggan bagi Pemprov Jabar, dan Pemkab Cianjur,” kata dia.

    Menanggapi isu penghentian penelitian, menurut Tedi, jangan ditanggapi berlebih. Penelitian itu sudah sesuai prosedur. “Saat pemaparan kepada Presiden, Pemkab Cianjur akan menjadi tamu undangan untuk mengetahui hasil penelitian tersebut,” ujarnya.

    DEDEN ABDUL AZIZ

    Gideon Ardy
    jangan terlalu dini lah publikasi seperti itu, nanti malu kalau ditertawakan sama dunia. ingat kasus blue energy, presiden kita ini emang perlu diberi masukan yg tepat, jangan sampai seperti kasus Sun Pyramid di bosnia, gunung diklaim sebagai piramida terbesar dunia. ujung2nya malah dikecam komunitas internasional karena kebohongannya, hanya demi mengangkat rating sebagai tempat wisata. lihat saja di youtube, geolog gunung padang bicara seolah dirinya arkeolog. batu columnar join basalt dikondisikan sebagi bagian dari turap punden berundak.. coba deh searching keyword “Columnar Joint Basalt” di google, banyak sekali contoh batu yang seolah interlocking membentuk seperti paving stone buatan manusia. dua tim peneliti dar dua kementrian yg berbeda sudah bilang bahwa gunung itu asli alamiah, namun sepertinya tim yang terakhir ini memasukkan metode klenik dan penerawangan2 khusus juga. :))

    ~One~
    Biasanya ada gula, ada semut…jika Gunung padang ini memang sehebat Piramida Mesir, kenapa para arkeolog asing itu pada ga datang meneliti situs sejarah ini ya?

    Dewi
    Situs Megalith Gunung Padang di Desa Karyamukti Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur, Jawa Barat umurnya lebih tua dari Piramida Mesir..so lebih duluan ada lho…hebat euy!!!

    Gusty
    tanggapi dengan positif. . jangan dengan primitiff. . .

    Bambang
    ah paling nanti seperti pupuk hijau, padi unggul dan motor tenaga air yang dulu. gobloknya si by mau dikibuli.

    Johny
    PROGRAM MERCUSUAR……., BELUM APA-APA SUDAH BERKOAAAAR. KODOK DALAM TEMPURUNG

    rasyid123
    harus selesai tahun ini?? buat pencitraan tahun depan ye???

    JOKOLOR
    Peradaban Sunda yang Mendunia, tidak hanya peradaban Mesir, peradaban Aztec, peradaban Sumeria.

    imut2
    belum – belom udah nyombong apa seh yg hebat disana kok sebegitunya dikau manusia pada nyombong

    Van
    Dewanya orang sunda adalah Sang Hyang Tunggal (Animisme monoteis). Makanya di tanah sunda banyak kata Para-Hyang-an, Sang Hyang Tikoro, Sembah Hyang, Indi Hyang, Puspa Hyang, Tai Hyang, Nga-Hyang dan lain-lain. Kalau Agama Sunda wiwitan itu menyembah Salaka Domas( orang badui).


    http://id.berita.yahoo.com/amien-rais-di-era-jokowi-solo-termiskin-di-072730946.html

    Prasetiandy
    Dulu waktu Soeharto berkuasa, bisanya mingkem doang. Giliran Soeharto digulingkan, dompleng nama mahasiswa yang ikut demo agar dikira dia penggerak reformasi. Pengecut berbulu serigala…….

    Rakyat
    AMIN RAIS itu seorang yang kecewa karena adiknya sendiri ngejago walikota solo engga ada yang milih..! dendamnya dibawa mati..! apalagi anaknya maju sbg wakil rakyat tdk dapat suara rakyat..! malu ah ..kalau bicara nyindir jokowi..!

    mr
    SIRIK TANDA TAK MAMPU

    Chandra
    mbah…..mbah….. udah pikun ya………?

    gemblung
    Terus di era amin rais hasilnya apa ? perasaan udah 2 kali nyapres gak ada yang pilih tuh..karena rakyat udah tau yang namanya mbah amin rais itu omdo. Dari kemarin gak ngemeng apa apa tau tau..ada orang yang punya popularitas kog terus keluar omongan negative nya. ada apa ? dibayar berapa itu sama capres lain ?

    king
    damn you Rais….anda jauh dibandingkan Jokowi…. dasar penjilat pantat foke

    Beta meRakyat
    Profesor, guru besar…, sayang celotehnya masih kayak anak TK, apa dah kembali ke anak2 kali, kasihan…….

    Pengguna Yahoo!
    Solo termiskin di Jawa Tengah? yang bener aja Mbah…. kalo desa2 yang belum ada infrastructure memadai gitu loe bilang kaya?
    saya setuju pendapat jangan memilih Jokowi karena popularitas semata… tapi alasanmu tidak tepat dengan berbicara solo sebagai kota termiskin di Jawa Tengah.. point si embah dari bicara ttg tidak memilih Jokowi karena popularitas menjadi ‘Sirik tanda tak mampu’…. Jokowi dikenal karena kinerjanya .. kinerja oke baru dia populer… Saya setuju mungkin Jokowi bukan capres ideal untuk 2014… tapi adakah yang lebih mendekati ideal? Mau nyapres lagi Mbah?? …. nunggu 2024 aja Mbah…..

    Wir
    Min min…gimana dgn yg bikin sengsara rakyat korban Lapindo……..itu jg nyapres, lu sorot dong Min….prestasinya lbh parah lg, reputasinya sih konglomerat , Min….
    Ga usah sirik, apalg dengki, min…

    zaynal
    insaf aja itu lebih baik amin ini, umur udah uzur jangan menyisakan hal yg tidak terhormat semakin sering di serang, jokowi smakin melonjak pamornya.

    Amien Rais: Di Era Jokowi, Solo Termiskin di Jawa Tengah
    TRIBUNnews.comTRIBUNnews.com – Rab, 25 Sep 2013

    Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

    TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG – Penilaian kritis Amien Rais terhadap Joko Widodo atau Jokowi mengundang perhatian dan komentar, tak terkecuali di social media.

    Facebook Page Tribunnews.com kebanjiran komentar terhadap pernyataan Amien Rais tersebut.

    Tribunnews.com memberitakan, Amien Rais, tokoh utama Muhammadiyah dan mantan Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR), berbicara soal Jokowi ketika berbicara dalam kuliah umum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/9/2013).

    Amien Rais menghendaki rakyat memilih calon presiden karena kinerjanya, bukan karena popularitasnya semata.

    Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyebut bekas Presiden Filipina Joseph Estrada. Dalam beberapa hal, Jokowi sama saja dengan Estrada. Keduanya terpilih menjadi pemimpin karena popularitasnya.

    Estrada terpilih sebagai presiden dalam pemilu demokratis Filipina, sedangkan Jokowi terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta mengalahkan incumbent, Fauzi Bowo.

    “Joseph Estrada setiap malam kerjanya hanya mabuk, dan dia dipilih hanya berdasarkan popularitasnya,” ujar Amien.

    Amien juga berharap Indonesia tidak memilih Jokowi sebagai presiden pada 2014, hanya karena popularitasnya.

    “Jokowi memang tidak separah Joseph Estrada, tapi jangan memilih dia karena popularitasnya saja,” imbau Guru Besar Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

    Amien menuturkan, saat dipimpin Jokowi, Solo merupakan salah satu kota termiskin di Jawa Tengah.

    “Daerahnya masih banyak yang kumuh, hanya Slamet Riyadi saja yang bagus, tapi Jokowi malah dinobatkan sebagai wali kota nomor tiga terbaik di muka bumi, mungkin hanya karena popularitas,” sindirnya.

    Komentar Amien Rais itu mengundang kritik dari pembaca melalui Facebook Page Tribunnews.com.


    http://id.berita.yahoo.com/pendukung-jokowi-sarankan-amien-rais-periksa-kejiwaan-ke-033145946.html

    Giyanto
    Yang MABUK itu AMIEN MRINGIS,,,gara-gara stressss gak jadi presiden,,,mending si Amien jadi ganjal truk aja,,,jiwanya agak SAKIT dari dulu,,,pingin mabuk minum aja BAYGON mien,,,daripada bathinmu kesiksa karena ambisimu jadi PRESIDEN kagak kesampaian sampai mati gak bakalan MIEN!!!!!!!!…profesor mental KAMPRETTTT,,,,memalukan UGM aja,,,padahal satu alumni UGM juga,,,pikun tenan SENGKUNI Amien,,

    Proaldi
    aku dulu suka sama partai PAN.sekarang gara gara amin rais kayak anak kecil.sekarang aku jadi benci ma Pan.

    Yohan
    Sekalian tes urin barangkali lg terpengaruh alkohol berat wkwkywkwkwkw

    Yohan
    Ingat itu cuma poling masyarakat aja, di jd gubernur dki karna pilihan bukan karna maunya dia, lagian warga solo juga enjoy2 aja, makanya liat hasilnya dolo gk sah bnyk bacot lah, klo hasilnya bisa lbh baik baru disanjung2 , tapi aminya langsung kebakaran jenggot hhaha……dah min min gk presiden kok dia santai cep cep cep…….

    GKJ
    saya akan memaklumi pernyataan Pak Amin kalo dia sebagai pengamat atau rakyat biasa, tapi dia kan punya partai PAN namanya. Jadi orang2 PAN sudah menjelekkan partai lain PDIP karena Jokowi kader PDIP, jadi sudah ngak sehat lagi kalo caranya begini.

    Atex
    iri dengki jahil metakil,,,,itu yg ada di hatimu,,,,,mklum udah tua bro,,,dasar aminrakus

    asep
    jelema sarap di titah mere kuliah umum,nya bisa-bisa kabeh jd sedeng

    Nazar
    jadi menurut loe harus pilih siapa badut tua ??? milih anak buah loe si Hatta ???? mimpi kaleee, apa prestasinya dia ?????

    Jimny
    Coba tanya ke Undip, mengundang Amin rais sbg dosen / dosen tamu karena ilmunya atau krn popularitasnya?

    Hartono Sarbini
    ……………….ar ………….????…………….sdh dikonci sama hr………………sekarang meronta ronta nggak karuan ……………semua orang salah dimata dia …………meronta ronta terus sampai cape sendiri dan akhirnya akan loyo dan diam kayak orang jompo……………..coba aja perhatikan ………………………

    Pendukung Jokowi Sarankan Amien Rais Periksa Kejiwaan ke Psikolog
    TRIBUNnews.com – 15 jam yang lalu

    TRIBUNNEWS.COM – Relawan Jokowi, Daryanto Bended, menilai mantan Ketua MPR Amien Rais mengalami konflik antara kontruksi berpikir ilmuwan dan politisi. Daryanto juga menganjurkan Amien Rais agar secepatnya berkonsultasi ke psikolog.

    Pernyataan Daryanto tersebut disampaikan menanggapi pernyataan Amien Rais yang menyamakan Jokowi dengan mantan Presiden Filipina Joseph Estrada. Menurut Amien, Jokowi dan Estrada sama-sama dipilih karena popularitasnya dan bukan karena prestasi.

    Hal itu disampaikan Amien saat memberi kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/9).

    Amien mengatakan, Estrada terpilih sebagai presiden karena popularitasnya sebagai bintang film di Filipina. Namun, kata Amien, Estrada hanya bertahan beberapa bulan memimpin Filipina setelah digulingkan melalui kudeta dan digantikan oleh Gloria Macapagal Arroyo.

    “Joseph Estrada setiap malam kerjanya hanya mabuk-mabukan, dan dia dipilih hanya berdasarkan popularitasnya,” ujar Amien.

    Ia berharap Indonesia tak memilih Jokowi sebagai presiden pada Pemilihan Presiden 2014 hanya karena popularitasnya. “Jokowi memang tak separah Joseph Estrada, tapi jangan memilih dia karena popularitasnya saja,” kata Amien.


    http://id.berita.yahoo.com/boni-hargens-amien-rais-profesor-yang-memalukan-034534458.html

    ROBINHOOD
    Maklum Amien Rais yang dulu ambisius jadi presiden ternyata gagal, frustrasi jadi pikirannya udah kalut, ucapannya ngelantur ga kontrol (memang sudag sinting dia), tambah lagi idenya agar jokowi mendampingi Hata rajasa ditolak.

    Edy
    Masa profesor Ngegosib……..Berarti UGM salah angkat Guru Besar Donk!!!!

    garbo
    sing penting kerjane bukan omongane

    PENGEMBARA TIM-TENG
    Amin rais PROFnya hrs di pertanyakan…atau periksa kejiwaan…mulutnya berkoar2 terus..kayak ruhut banyak sampahnya.

    IRIT NASI
    Estrada sesudah minum pasti mabuk ………….kalau amin rais minum nggak minum tetap mabuk

    ridwan
    Amien Rais WAKTU JADI KETUA MPR PRESTASINYA APA ?
    SBG POLITIKUS, DIA GAK LEBIH DARI SEORANG PROVOKATOR, PEMECAH BELAH, MUNAFIK, DAN ASBUN…LEBIH BAHAYA DARI KORUPTOR.

    ROBINHOOD
    Maklum Amien Rais yang dulu ambisius jadi presiden ternyata gagal, frustrasi jadi pikirannya udah kalut, ucapannya ngelantur ga kontrol (memang sudag sinting dia), tambah lagi idenya agar jokowi mendampingi Hata rajasa ditolak.

    peace maker
    UGM hati-hati profesor anda kena kasus nanti …spt ITB….

    Budi
    Boni Hargens: Amien Rais Profesor yang Memalukan !
    BUKAN HANYA MEMALUKAN SAJA,DENGAN MEMBERI MATA KULIAH YG SALAH,SAMA HALNYA BIKIN RENDAH MUTU DARI MAHASISWA ITU SENDIRI….?…!

    mochamad
    saya atas nama umat islam mohon maaf yang sebesar”nya atas perilaku saudara seiman saya. y mohon dimaklumin karena saudara saya kan sudah tua jadi sifat dan sikapnya sudah kayak anak kecil lagi..

    Boni Hargens: Amien Rais Profesor yang Memalukan!
    TRIBUNnews.com – 15 jam yang lalu

    TRIBUNNEWS.COM – Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional, Amien Rais, kembali melontarkan komentar kontroversial terhadap gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, yang digadang-gadang banyak kalangan untuk menjadi calon presiden di Pemilu 2014 nanti.

    Menurut Amien Rais, Jokowi memiliki kesamaan dengan mantan Presiden Filipina, Joseph Estrada dalam hal popularitas. Menurut Amien, Estrada dan Jokowi dipilih rakyat karena sama-sama populer.

    Hal itu disampaikan Amien saat memberi kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/9).

    Menanggapi komentar Amien Rais itu, pengamat politik Boni Hargens menilai Amien Rais yang seorang profesor, ternyata tak memiliki logika berpikir yang cerdas, karena menyamakan Jokowi seperti Estrada.

    Boni mengatakan, Jokowi bukanlah Estrada yang populer sebagai bintang film sebelum terpilih menjadi Presiden Filipina. Menurut Boni, Jokowi populer karena memiliki kepribadian yang baik dan berprestasi.

    Karena itu, menurut Boni, pernyataan Amien yang dilontarkan di Universitas Diponegoro, Semarang tersebut merupakan bentuk pembunuhan karakter yang tak masuk akal. “Memalukan ucapan itu keluar dari mulut seorang profesor,” kata Boni.

    Sedangkan Jokowi sendiri mengaku tak ingin berpolemik menanggapi kritik Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (MPP PAN), Amien Rais. Jokowi justru menanggapi ucapan Amien yang menyebut dirinya hanya mengandalkan popularitas seperti mantan Presiden Filipina, Joseph Estrada dengan santai.

    “Saya dibandingkan dengan Joseph Estrada? Ya, jelas saya lebih ganteng, dong. He… he… he…,” ucap Jokowi kepada wartawan berkelakar di Balai Kota Jakarta, Rabu (25/9/2013).

    Menurut Jokowi, tak ada positifnya (bung waktu) dirinya menanggapi kritik mantan ketua MPR itu. Jokowi memilih melaksanakan tugasnya dengan baik. “Enggak ngerti saya soal popularitas-popularitas. Urusan saya cuma kerja,” ujar Jokowi.


    http://id.berita.yahoo.com/dirjen-pemasyarakatan-dicari-yang-berintegrasi-tinggi-173802427.html

    Dirjen Pemasyarakatan Dicari yang Berintegrasi Tinggi
    Antara – 1 jam 19 menit lalu

    Jakarta (Antara) – Ketua Panitia Seleksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Denny Indrayana, mengatakan kandidat yang terpilih harus memiliki integritas tinggi sebagai penilaian yang paling mendasar.

    Kandidat terdiri dari 10 peserta yang harus melewati tes wawancara terbuka untuk dicecar pertanyaan seputar rekam jejak, terobosan program, dan hal-hal lain terkait persoalan di Pemasyarakatan.

    “Integritas sangat mendasar untuk penilaian. Makanya kami melakukan proses pemilihan dengan wawancara terbuka seperti ini dengan panitia seleksi dari orang-orang kredibel. Harapannya Dirjen Pas yang terpilih memiliki integritas tidak terbeli, kepemimpinan yang kokoh dan kompetensi tinggi,” kata Denny, usai tes wawancara terbuka calon Dirjen Pas hari pertama, di Gedung Kementerian Hukum dan HAM, di Jakarta, Kamisa.

    Denny yang juga merupakan Wamenkum HAM itu memimpin wawancara yang dimulai pukul 09.00 hingga 18.00 bersama anggota Pansel antara lain Rektor UIN Komaruddin Hidayat, Sosiolog Imam Prasodjo, ahli hukum tata negara Saldi Isra, dan mantan penasihat KPK Abdullah Hehamahua. Pihak internal terdiri dari Denny, Sekjen Bambang Rantam, Irjen Agus Sukiswo, Dirjen HAM Harkristuti Harkrisnowo.

    Lelang jabatan ini dilakukan untuk pertama kalinya. Saat ini Dirjen Pas dijabat oleh pelaksana harian (Plh) Bambang Krisbanu. Sementara Dirjan Pas M. Sueb sedang mengambil cuti karena sakit.

    “Poin paling utama sebagai penilaian yaitu integritas. Kompetensi, kepimpinan, itu juga menjadi kesatuan. Bisa bayangkan nggak, ada orang pintar tetapi tidak jujur atau jujur namun bodoh. Jadi kita memilih, orang jujur, pintar, punya kepemimpinan,” ujar salah satu Panitia Seleksi, Imam Prasodjo.

    Ia menambahkan selain kriteria-kriteria tersebut, kesehatan juga penting. “Kesehatan juga menjadi catatan karena ini menunjang kinerja,” tambahnya.

    Pada tes wawancara hari pertama, Panitia Seleksi mewawancara tujuh kandidat antara lain Adrianus Eliasta Meliala, Y. Ambeg Paramarta, Moohammad Ghazalie, Rusdianto, F. Haru Tamtomo, Yon Suharyono, dan Handoyo Sudrajat.

    Tes wawancara terhadap calon Direktur Pemasyarakatan ini dilanjutkan Jumat (27/9) besok dengan tiga calon lain yakni Makmun, Gunarso, dan I Wayan Sukerta dimulai pukul 08.30.

    “Setelah itu Pansel akan gelar rapat untuk memilih tiga nama yang akan kami setor ke Menteri Amir Syamsudin pada Senin (1/10) pukul 09.00,” tambah Denny.

    Patut ditiru

    Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Komaruddin Hidayat mengatakan tes wawancara yang digelar secara terbuka ini perlu ditiru karena proses pemilihan benar-benar terbuka dan kandidat bisa menunjukkan kapasitasnya apalagi yang menyeleksi juga tidak hanya dari pihak internal.

    “Cara seperti ini dikembangkan di departemen lain. Pansel melibatkan orang luar yang mewakili masyarakat. Sehingga dapat mengindari fitnah serta mengurangi kontrol partai politik,” katanya.

    Imam Prasodjo menambahkan proses ini bisa memicu orang untuk membangun rekam jejak kariernya dengan baik dan profesional.

    “Proses pemilihan ini sangat positif. Ini membangun kultur bahwa rekam jejak menjadi sangat penting. Jadi ini pesan juga kepada birokrat kalau mau masuk ke sebuah pimpinan, dilihat kariernya dari awal. Jadi kalau mau jadi pimpinan, dari awal harus rintis itu semua. Ini kan bagus,” tutur Imam. (ar)


     
  • Virtual Chitchatting 7:56 PM on 2013/09/20 Permalink  

    Are you a leader, a manager, or a political clown?
    by S3ra Sutan Rajo Ali
    Jakarta, Friday, 20 September 2013 07:56:02 PM

    Beberapa persyaratan seorang pemimpin:
    1. Convicted, committed, and dedicated to the vision, idealism, ideology, job.
    2. Passion enough to others and/or to the job.

    Tipe kepemimpinan menurut fungsionalitas:
    1. problem solver: higher competency.
    2. manajer hubungan industri (labour relations manager): communicative, integrity, konsekuen, inspiring,

    Enam tipe kepemimpinan:
    1. Otokratik.
    2. Militeristik.
    3. Paternalistik.
    4. Kharismatik.
    5. Laissez faire.
    6. Demokratik.

    Pemimpin otokratik menganggap organisasi sebagai milik pribadi. Perlakuan terhadap bawahan bersifat subjektif. Cenderung bersifat tiran, diktator, memaksa, mengancam. Pemimpin tipe ini mengandalkan kekuasaan formalnya yang tidak boleh dilawan oleh bawahannya. Sifatnya yang subjektif membuat pemimpin tipe ini cenderung memiliki harga diri yang tinggi.

    Pemimpin militeristik sangat mengandalkan struktur komando (chain of command) yang formal, menuntut disiplin keras dan kaku, serta tidak menerima kritik dari bawahan.

    Pemimpin paternalistik cenderung bersikap dan bersifat kebapakan yang berlebihan, over-protected, selalu merendahkan bawahan, tidak mau memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berkreasi, mengambil inisiatif, dan menetapkan keputusan (penting), khususnya yang bersifat taktis dan terutama yang bersifat strategis.

    Pemimpin kharismatik mengandalkan kepercayaan yang luar biasa yang diberikan para pengikutnya. Beberapa bentuk kepercayaan mencakup taqlid, kepatuhan, kesetiaan, kecintaan, penghormatan, kekaguman. Para pengikut cenderung tutup mata terhadap berbagai alasan dan tindakan pemimpin tipe ini.

    Pemimpin pasar bebas memberikan delegasi yang sangat luas terhadap bawahannya. Tidak ada saran, petunjuk, pengarahan, saran, mekanisme pengawasan dan kontrol. Pemimpin tipe ini cenderung tidak memiliki kekuasaan dan/atau kendali terhadap bawahannya, kecuali bertindak sebagai mercu suar, boneka, wayang. Sifatnya yang plin-plan membuat pemimpin tipe ini mudah dipengaruhi oleh para pembisik. Selain itu, pemimpin tipe ini biasanya memiliki struktur kepribadian yang labil.

    Pemimpin demokratis merupakan varian dan/atau nama lain dari pemimpin pasar bebas. Pemimpin tipe ini cenderung mengagungkan kekeluargaan, persaudaraan, kerjasama, kerakyatan, persatuan, dan segala sesuatu yang bersifat normatif dan pasti semu. Normatif yang patronik dan sangat subjektif.

    higher subjectivism.
    don’t put yourself higher than me.
    tulak batundo (plin-plan).
    pushy and pussy.
    fait accompli
    inconsistent

    Referensi:
    Herry Maridjo, Pemimpin dan Kepemimpinan Intelektual: Antara Teori dan Harapan, dalam Antonius Budisusila, (ed.), Rakyat, Pendidikan, dan Ekonomi: Menuju Pendidikan Ekonomi Kerakyatan, Penerbit Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 2009; hal.123-147.

    Definisi asal-asalan tentang kepemimpinan dan macamnya

    http://mayachitchatting.wordpress.com/2013/04/19/definisi-asal-asalan-tentang-kepemimpinan-dan-macamnya/

     
  • Virtual Chitchatting 1:05 PM on 2013/09/18 Permalink  

    baburu handaknya ka rimbo, indak ka padang nan data
    S3ra Sutan Rajo Ali
    Jakarta, 01:05 PM 2013-09-18

    kok ka pai baburu, pai lah ka rimbo atau ka hutan, jan pai ka padang nan data.
    nan ado di padang data itu nan ado cuma mancik jo bilalang.

    di rimbo tu banyak nan bisa diburu.
    indak taetong nan bisa diburu.
    tamasuak kijang nan alah lapeh sabalunnyo ka rimbo.

    kok ka pai mancari ilmu jo pengetahuan
    jadikan alam nan takambang jadi guru

    jan mancari guru untuak mandapek ilmu
    ilmu jo pengetahuan guru itu terbatas

    guru banyak nan lupo
    guru banyak nan sasek
    guru banyak nan indak bakarilahan
    guru banyak kandaknyo

    ka yaman si munzir almusawa mancari guru
    ka yaman seharusnya si munzir almusawa mancari ilmu
    ka yaman si munzir almusawa mancari ilmu
    ka saudi seharusnya si munzir almusawa mancari ilmu

    banyak nan sasek di yaman
    duo namo sasek lai ado tasurek di quran
    abrahah jo ratu balqis (queen sheba)

    sasek lah tibonyo si munzir almusawa
    hadits dhaif jadi sahih
    hadits sahih jadi bathil

    pai maminta ka kuburan
    pai maminta ka urang nan alah mati
    pai maminta ka bangkai nan alah dikubua


    http://id.wikiquote.org/wiki/Berguru_ke_padang_datar,_dapat_rusa_belang_kaki

    Berguru ke padang datar, dapat rusa belang kaki
    Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi

    Artinya:
    Jika melakukan sesuatu tidak boleh tanggung-tanggung/setengah-setengah

    http://id.wikiquote.org/wiki/Berguru_kepalang_ajar,_bagai_bunga_kembang_tak_jadi

    belajar hendaknya bersungguh, jangan hendaknya kepalang tanggung


    http://mindamind.wordpress.com/2011/06/30/kepalang-ajar-yang-tersurat-yang-tersirat/

    Kepalang Ajar: Yang Tersurat, Yang Tersirat

    30/06/2011

    i

    Secara peribadi, saya fikir amanat pada tahun ini, begitu padat dan tepu dengan makna. Ada yang tersurat, ada yang tersirat. Dalam lunak kias kata-kata, terselit unsur ketegasan pada nada. Tanpa sebarang kompromi.

    Strong words are selectively used, to address certain long over-due issues. Sebagai misal, kata-kata yang begitu menusuk seperti ôkecerewetanö, ôprofesor kangkungö, etc. Seriously, you wouldnÆt use this kind of BIG words under normal circumstances.

    Obviously, all these strong words do carry some REAL big messages. Yang sesetengahnya sudah lama tertangguh.

    ii

    Amanat yang panjang itu, di mana perdu mahu berpegang, dan di mana pula dahan mahu berpayung? Saya fikir persoalan ini berlegar-legar dalam minda kebanyakan orang. Bahkan, dalam sembang kedai kopi saya dengan beberapa rakan kerja, tanda-tanya begitu turut bercempara.

    Pada hemat saya, sangat mudah untuk disusuri di mana letaknya perdu dan dahan. Asas kepada keseluruhan amanat itu terungkap dalam lima agenda yang digariskan dengan tersurat: akademik, universiti, penyelidikan, pelajar dan kualiti.

    Ini adalah perdu yang perlu dipegang.

    iii

    Di mana pula dahan tempat berpayung? Yang ini, dilahirkan dengan lebih tersirat. Payung tempat berteduh dimaktubkan dalam pantun penutup:

    Berburu ke padang datar,

    Dapat rusa belang kaki;

    Berguru kepalang ajar,

    Bagai bunga kembang tak jadi.

    Serangkap pantun ini, dengan begitu pintar telah mengitlakkan segenap inti amanat. Daripada permulaan kata-kata, sehingga ke titik kesudahannya.

    iv

    Ini adalah pantun tradisional, dipetik dari warisan pemikiran Nusantara lama. Fahaman kebanyakan orang, pengajaran dalam pantun hanya diungkap pada baris maksud. Manakala pembayang hanyalah sekadar pelengkap.

    Sebenarnya tidak. Andaian simplistik itu barangkali benar bagi konteks pantun kontemporari. Untuk pantun klasik, keseluruhan rangkap (pembayang dan maksud) masing-masing membawa inti pengajaran. Baris pembayang lazimnya menggalas pengajaran dalam bentuk metafora (perlambangan); manakala baris maksud menzahirkan sesuatu yang lebih eksplisit.

    Ini sesuai dengan budaya masyarakat Nusantara, yang gemar menyampaikan idea yang tajam dengan cara sindiran. Tetapi menerusi bahasa yang berlapis-lapis. Tujuannya? Untuk menyaring sensitiviti.

    v

    Berburu ke padang datar,

    Dapat rusa belang kaki;

    Katakunci yang perlu difahami ialah æpadang datarÆ dan ærusa belang kakiÆ. Padang datar merujuk kepada satu tempat yang bukan saja topografinya landai, tetapi litupan vegetasi juga terhad. Apa yang lazim ada di padang datar? Hanya renek bangkut dan rumput-rumpai.

    Rusa belang kaki ialah sejenis belalang, yang lazim terdapat di padang. Ia bukan merujuk kepada rusa yang kakinya berbelang. Belum ada bukti zoologi yang mengesahkan bahawa ada spesies rusa berbelang kaki di Nusantara!

    Maksud tersirat keseluruhan baris pembayang ini? Jika kita sekadar berburu di padang yang datar dan penuh tumbuhan bangkut, kita hanya akan dapat belalang. What you can do with belalang? You can only feed your chickens. You canÆt even feed your cats, let alone your family.

    Untuk mendapat rusa yang sebenar, kita mestilah datang berburu ke belantara yang tebal dengan hutan rimba.

    vi

    Bagaimana mahu terjemahkan falsafah ini ke dalam konteks organisasi di mana kita bekerja? Maksudnya begini, persekitaran kerja yang sesuai (dari segi kemudahan dan sokongan pentadbiran) haruslah disediakan kalau kita benar-benar mahu æmemburuÆ lima agenda yang digariskan.

    Kalau persekitaran tempat kita berburu hanya æpadang datarÆ, maka yang bakal kita dapat hanyalah æbelalang-belalangÆ dalam lima agenda tersebut. Untuk mendapat daging rusa yang benar-benar lazat dan berkhasiat (daripada lima agenda tersebut), æpadang datarÆ itu mesti ditukar menjadi rimba belantara.

    Dalam kata lain, kita tidak boleh mengharap untuk melahirkan penyelidik bertaraf dunia kalau kemudahan akses kepada informasi/ilmu (misalnya, sistem IT) masih lagi bertaraf kampung atau mukim. Ini hanya satu contoh, untuk memudahkan pemahaman. Ada banyak lagi contoh-contoh yang sewaktu dengan ini.

    vii

    Berguru kepalang ajar,

    Bagai bunga kembang tak jadi.

    Berguru kepalang ajar maksudnya æbelajar sekadar alang-alang atau main-mainÆ. Bunga kembang tak jadi adalah kiasan kepada sesuatu yang æcantik dan berhargaÆ, tetapi kecantikan dan nilainya merudum kerana potensinya gagal berkembang secara optima.

    Maksudnya, dalam konteks tugasan hakiki kita di menara gading kebanggaan rakyat Sabah ini, kita semua haruslah berguru dan belajar bukan secara alang kepalang. Misalnya, kalau mahu belajar bagaimana mendapat geran penyelidikan û jangan hanya sekadar mengangkang dalam bilik masing-masing. Kemudian baca garispanduan yang dikirim menerusi talian. Kemudian lagi, terus gasak isi borang permohonan penyelidikan.

    Itu namanya belajar kangkang-kangkang, separuh hati. Sekadar alang-alang. Bukan belajar dengan ketekunan yang tinggi. If you really want to learn, push yourself beyond the books and papers. Give yourself the opportunity to experience things for real. Jadi, rajin-rajinlah datang taklimat, bengkel dan diskusi tentang penyelidikan. Rajin-rajin juga berbincang dengan rakan-rakan sepenyelidik.

    viii

    Ya, itu hanya contoh kosmetik. But I just want to illustrate my point. The problem with most of us, we are lazy to learn things æfor realÆ. Hanya main baca-baca saja. Tidak ada pertimbangan budi-bicara, dan tidak mahu berfikir di luar kotak. Iaitu pada konteks sebenar di mana realiti itu beroperasi.

    Jika kita berguru kepalang ajar, maka lima agenda yang digariskan itu juga hanya akan jadi bunga-bunga yang kembang tak jadi. Bayangkan rupa bunga-bunga yang kembang tak jadi: kecut kelopak, lisut tangkai dan harum pun terkemut-kemut tidak ke mana.

    Angin yang limpas pun, tidak sudi mahu sebarkan semerbaknya ke seluruh desa.

    Ya begitu juga, kaum intelek harta negara tidak akan menjadi æharta negara yang berhargaÆ û kalaulah ia tidak menjadi bunga yang cukup kembang.

    Nota: Ini adalah catatan refleksi diri, sebagai peringatan kepada diri yang selalu alpa. Ini bukan ceramah sivik untuk orang lain.


    http://drh.chaidir.net/?aksi=baca&id=170

    Berburu ke Padang Datar
    Riau Pos 26 September 2011

    Berburu ke padang datar
    Dapat rusa belang kaki
    Berguru kepalang ajar
    Ibarat bunga kembang tak jadi

    Sejatinya, pantun pusaka itu selalu didedikasikan kepada guru, dan peringatan bagi murid. Gurulah yang mengajari murid tulis baca, tak peduli apakah setelah besar sang murid sukses jadi camat, bupati, walikota, gubernur, pengusaha, atau bahkan jadi presiden sekali pun. Semuanya berangkat dari bangku sekolah.

    Dalam skala yang lebih luas, berguru sesungguhnya tak hanya di bangku sekolah. Berguru juga bisa dari pengalaman, bahkan ada ungkapan, pengalaman adalah guru terbaik. Pengalaman pihak lain, baik atau buruk bisa dicontoh. Tetapi lazimnya, pengalaman baiklah yang ditiru, pengalaman buruk dijadikan pelajaran. Kita juga bisa belajar dari kesalahan-kesalahan sendiri. Orang-orang bijak sering mengingatkan, keledai saja tak pernah terjerumus ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Padahal keledai telah diberi stempel dungu.

    Pemilihan Walikota Pekanbaru 2011 telah memberi banyak pelajaran yang berharga bagi masyarakat kita pada umumnya. Kita ingin menyontoh demokrasi di Negara maju yang telah memberi kesejahteraan bagi rakyatnya. Kenapa demokrasi? Karena menurut Churchill belum ditemukan sistem lain yang lebih baik. Tapi karena kita berguru kepalang ajar, maka demokrasi kita masih miskin substansi. Banyak lika-liku, tikungan-tikungan tajam, tanjakan-tanjakan terjal, penurunan curam, lereng-lereng licin yang harus kita lalui. Politik hukum pada era otonomi daerah sangat dinamis. Semula kita merasa peraturan perundangan yang ada sudah memadai sebagai sebuah aturan main, tetapi ternyata masih banyak kelemahan dan lubang-lubang kosong yang belum terjamah sehingga mantra yurisprudensi menjadi sebuah pilihan jalan keluar.

    Prof Soepomo benar ketika ikut merumuskan UUD 1945 sesaat menjelang kemerdekaan bangsa kita puluhan tahun silam. Bahwa, tidak menjadi masalah UUD kita disusun secara singkat dan supel, yang penting adalah semangat penyelenggara Negaranya. Kalau semangatnya baik maka negara akan berjalan dengan baik, sebaliknya bila semangat penyelenggara negaranya yang tidak baik, maka serinci apapun UUD disusun, tetap tak akan mampu menjawab permasalahan. UUD 1945 sudah empat kali diamandemen, bahkan amandemen kelima sedang dirancang. Tetapi lihatlah realita dalam masyarakat kita, semakin rinci klausul konstitusi kita, semakin banyak yang terasa kurang. Masalahnya, semangat para penyelenggara Negara kita dari pusat sampai ke daerah, bukan semangat komplementer, saling isi mengisi, tetapi justru semangat untuk mencari celah-celah kelemahan untuk dimanfaatkan bagi kepentingan sempit.

    Pemilukada Pekanbaru 2011, hanyalah masalah kecil dalam sistem ketatanegaraan kita, tetapi banyak sisi-sisi sosio-politik-hukum menarik sebagai kajian akademis untuk memperbaiki sistem yang ada, sehingga demokrasi kita tidak seperti bunga kembang tak jadi.


    http://www.erlangga.co.id/sumber-belajar/96-teks/6968-memahami-unsur-intrinsik-puisi-dan-pantun-b-indonesia-kelas-4.html

    Memahami Unsur Intrinsik Puisi dan Pantun (B. Indonesia Kelas 4)

    PDFPrintE-mail

    Terakhir Update Selasa, 23 Agustus 2011 11:18 Selasa, 23 Agustus 2011 11:07

    Puisi adalah ungkapan pengalaman batin seseorang yang diwujudkan dengan bahasa-bahasa indah, perumpamaan, dan kiasan (sumber: anneahira.com). Puisi biasanya terikat oleh jumlah bait, baris, dan rima (persajakan).

    Unsur intrinsik puisi adalah unsur-unsur pembangun puisi, yaitu
    a. tema: pokok persoalan yang mendasari puisi;
    b. amanat: pesan/nasihat yang ingin disampaikan pengarang;
    c. perasaan penyair: suasana hati penyair saat menciptakan puisi;
    d. nada puisi: sikap kita terhadap persoalan yang dibicarakan.

    Puisi terdiri atas 2 jenis, yaitu
    a. Puisi lama, di antaranya.

    1) Pantun
    Contoh:
    Berburu ke padang datar
    Mendapat rusa belang kaki
    Berguru kepalang ajar
    Bagai bunga kembang tak jadi

    Maksud dan amanat pantun tersebut adalah apabila kita tidak bersungguh-sungguh menuntut ilmu, kita akan rugi karena tidak mendapat apa-apa.

    Contoh pantun berikut adalah pantun keagamaan:
    Kemumu di dalam semak
    Jatuh melayang selarasnya
    Meski ilmu setinggi tegak
    Tidak sembahyang apa gunanya

    Maksud pantun tersebut adalah meskipun kita berilmu tinggi, ilmu tersebut tidak ada gunanya jika kita tidak menjalankan kewajiban sesuai agama kita.

    Contoh pantun jenaka:
    Pohon manggis di tepi rawa
    Tempat Kakek tidur beradu
    Sedang menangis Nenek tertawa
    Melihat Kakek bermain gundu

    Maksud dari pantun tersebut adalah Nenek tertawa geli karena melihat Kakek (meskipun sudah tua), main gundu (kelereng), seperti anak-anak.

    Berdasarkan pantun tersebut dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri pantun adalah sebagai berikut:
    (a) setiap bait terdiri atas empat baris;
    (b) setiap baris terdiri atas 8 sampai dengan 12 suku kata;
    (c) baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi;
    (d) berima (sajak akhir) a-b-a-b.

    2) Syair
    Syair adalah puisi lama yang bentuknya lebih bebas daripada pantun.

    Contoh:
    Titik koma mana yang kurang
    Atau ejaan tiada terang
    Pembaca jangan berhati berang
    Silap dan rua kerap menyerang

    Makna yang terkandung dalam syair di atas adalah pembaca jangan marah jika ada kesalahan dari penulis.

    Ciri-ciri syair di antaranya adalah sebagai berikut:
    a) Setiap bait terdiri atas 4 baris;
    b) Setiap baris terdiri atas 10-12 suku kata;
    c) Bersajak (rima) a-a-a-a.

    Selain syair dan pantun, masih ada karangan puisi lama yang lain, misalnya talibun dan gurindam.

    b. Puisi baru/modern
    Jenis puisi ini tidak terikat pada bait, jumlah baris, ataupun sajak (rima) dalam penulisannya.

    Contoh puisi baru/modern:

    Untuk Penjual Koran

    Sahabat, apalah kau tak pernah lelah
    Seharian berdiri di jalan-jalan
    Dalam hujan dan debu
    Dan asap-asap kendaraan?
    Suaramu menggugah
    Orang yang serbaingin tahu
    ôAda berita apa hari ini?ö
    Seorang pengemis mati tertabrak!
    Mayatnya tergeletak
    Di tengah keramaian lalu lintas kendaraan
    Berkat kau juga
    Kegembiraan para petani
    Dalam memetik hasil panen
    Terima kasih, sahabat, terima kasih

    (Sherly Malinton, Bunga Anggrek untuk Mama, Balai Pustaka, 1981)

    Dari puisi di atas, dapat kita ambil beberapa kesimpulan:
    a) Latar tempat puisi itu adalah jalan raya yang ramai.
    b) Latar waktu puisi adalah sepanjang hari dari pagi hingga sore hari.
    c) Sifat tokoh yang digambarkan si penulis puisi adalah seorang anak yang rajin bekerja.
    d) Amanat puisi itu adalah agar kita menghargai semua orang, termasuk penjual koran karena kita membutuhkan dia.

    Di dalam puisi, terdapat gaya bahasa yang disebut majas. Majas ada beberapa macam, di antaranya sebagai berikut:
    a. Hiperbola adalah gaya bahasa yang melebih-lebihkan sesuatu.
    Contoh: Korban tergeletak dan darahnya membanjiri jalanan.
    b. Personifikasi adalah gaya bahasa yang menerapkan sifat-sifat manusia ke dalam benda.
    Contoh: Hari masih sepi, mentari baru terbangun dari tidurnya.
    c. Metafora adalah majas yang membandingkan satu hal dengan hal lainnya yang memiliki kemiripan sifat.
    Contoh: Tikus-tikus di gedung DPR banyak sekali.
    Engkaulah matahariku.

    Hal yang harus diperhatikan dalam menulis puisi sebagai berikut:
    a. Tentukan pengalaman yang paling menarik untuk dijadikan puisi.
    b. Tulis pengalaman itu ke dalam baris-baris puisi dengan kata-kata yang indah dan padat.
    c. Pilihlah kata-kata yang memiliki makna khas atau konotatif.
    d. Berlatihlah terus-menerus agar menghasilkan puisi yang indah dan menarik.
    e. Publikasikan puisi itu melalui majalah dinding atau media massa.

     
  • Virtual Chitchatting 1:18 PM on 2013/09/17 Permalink  

    The Files of Munzir Almusawa 

     
  • Virtual Chitchatting 1:17 PM on 2013/09/17 Permalink  

    Akhir hidup penyeru beristighatsah dan bertawassul ke kuburan, mayat, tulang tengkorak

    http://news.liputan6.com/read/693553/sebelum-meninggal-habib-munzir-al-musawa-jatuh-di-kamar-mandi

    Sebelum Meninggal, Habib Munzir Al Musawa Jatuh di Kamar Mandi
    Oleh Moch Harun Syah dan Edward Panggabean, Posted: 15/09/2013 22:10

    Liputan6.com, Jakarta : Pimpinan Majelis Dzikir Rasulullah, Habib Munzir bin Fuad Al Musawa, meninggal dunia di usianya yang baru menginjak 40 tahun. Sejak kecil pria kelahiran Cipanas, Cianjur, Jawa Barat itu diketahui memiliki riwayat penyakit asma.

    Orang dekat Habib Munzir, HM Ashraf Ali menuturkan, pria kelahiran 23 Februari 1973 silam itu terjatuh dari kamar mandi sebelum meninggal dunia. Kemudian dia dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Jakarta sekitar pukul 14.20 WIB tadi. 1 Jam kemudian, Habib Munzir pun menghembuskan napas terakhirnya.

    “Dia dipanggil Allah setelah mengalami peristiwa di kamar mandi dan dibawa ke RSCM dan setelah dilakukan pengecekan secara medis, beliau telah tiada telah berpulang ke Rahmatullah,” kata Ashraf di RSCM Kencana, Jakarta, Minggu (15/9/2013).

    “Beliau memang sudah sakit dari dulu. Kalau dulu almarhum memang memiliki asma dari kecil,” pungkas Ashraf.

    Jenazah Habib Munzir tiba di rumah duka sekitar pukul 19.00 WIB. Ribuan jemaah Majelis Rasulullah memenuhi rumah duka di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Di tengah lantunan doa, isakan tangis membahana. (Ndy)

    Habib Munzir dan Uje, Ulama yang Meninggal Muda http://news.liputan6.com/read/694332/habib-munzir-dan-uje-ulama-yang-meninggal-muda/?related=pbr&channel=n


    http://www.tribunnews.com/metropolitan/2013/09/16/habib-munzir-sempat-jatuh-di-kamar-mandi

    Habib Munzir Meninggal Dunia
    Habib Munzir Sempat Jatuh di Kamar Mandi
    Senin, 16 September 2013 17:18 WIB

    TRIBUNNEWS/BAHRI KURNIAWAN
    Ribuan jemaah Majelis Rasulullah memadati kediaman Almarhum Habib Munzir di Kompleks Liga Mas, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (15/9/2013) malam.

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Habib Nabil bin Fuad Al Musawa kakak dari Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa menuturkan adiknya sempat jatuh di kamar mandi sebelum dilarikan ke rumah sakit. Pada Minggu (15/9/2013) Habib Munzir sudah mengeluhkan badannya tidak merasa fit.

    “Pada jam 8 pagi Habib Munzir masih sehat, namun pada jam 9 beliau (Habib Munzir) minta diurut dan minta istirahat di kamarnya. Lalu pada jam 12 setelah makan siang diketahui jatuh di kamar mandi,” kata Habib Nabil di rumah duka di kawasan komplek Liga Mas, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2013).

    Habib Nabil menuturkan, pada saat Habib Munzir jatuh dikamar mandi, adiknya itu telah tidak sadarkan diri. Setelah itu pihak keluarga segera melarikan Habib Munzir ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

    “Sesampainya di rumah sakit, dokter memberikan segala macam obat untuk berharap kesembuhan Habib Munzir,” ucapnya.

    Namun takdir berkata lain, Habib Munzir menghembuskan nafas terakhirnya di RSCM sekitar pukul 15.30 WIB. Habib Nabil mengatakan, Habib Munzir memang sudah langganan masuk rumah sakit. Habib Munzir sebelumnya juga menderita penyakit asma.

    “Keluarga pikir Habib Munzir mengalami kambuh pada asmanya, namun takdir berkata beda. Allah memanggilnya,” katanya.

    Penulis: Muhammad Zulfikar
    Editor: Johnson Simanjuntak
    Sumber: Tribun Jakarta


    http://www.tribunnews.com/metropolitan/2013/09/16/habib-munzir-sudah-lama-mengidap-asma

    Habib Munzir Meninggal Dunia
    Habib Munzir Sudah Lama Mengidap Asma
    Senin, 16 September 2013 16:21 WIB

    TRIBUNNEWS.COM/Muhammad Zulfikar
    Ribuan pelayat mengantar jenazah Habib Munzir ke tempat pemakaman umum, Senin (16/9/2013).

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Habib Nabil bin Fuad Al Musawa, kakak Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa menyatakan, sang adik telah lama menderita penyakit asma. Bahkan. karena penyakit asma, Habib Munzir sering keluar masuk rumah sakit.

    “Beliau sudah cukup lama menderita asma kronis,” kata Habib Nabil di rumah duka, di kawasan kompleks Liga Mas, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2013).

    Habib Nabil menuturkan, sebelum meninggal di RSCM kemarin, Habib Munzir juga pernah dioperasi karena ada cairan di perutnya. Penyakit tersebut sempat menganggu aktivitas Habib Munzir dalam berdakwah.

    “Alhamdulillah, setelah selesai dioperasi di perutnya, beliau (Habib Munzir) kemudian aktif dakwah lagi,” ungkapnya.

    Meskipun sedang dirundung rasa sakit, soal urusan dakwah, Habib Munzir, menurut Habib Nabil, tidak pernah memikirkan sakitnya.

    Habib Munzir pernah memakai kursi roda saat berdakwah, bahkan pernah memakai tempat tidur khusus dari rumah sakit.

    “Itu hal luar biasa yang kami lihat, yang patut dijadikan teladan. Dalam kondisi apapun, beliau (Habib Munzir) tetap memikirkan umat,” cetusnya. (*)

    Penulis: Muhammad Zulfikar
    Editor: Yaspen Martinus
    Sumber: Tribun Jakarta


    http://www.tribunnews.com/metropolitan/2013/09/16/saat-meninggal-habib-munzir-tersenyum

    Habib Munzir Meninggal Dunia
    Saat Meninggal, Habib Munzir Tersenyum
    Senin, 16 September 2013 17:36 WIB

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Habib Nabil bin Fuad Al Musawa yang merupakan kakak dari Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa menyatakan sang adik saat meninggal wajahnya memancarkan senyuman. Menurutnya, hal itu menandakan pimpinan Majelis Rasulullah siap menghadap Allah SWT.

    “Ketika beliau (Habib Munzir) meninggal, keluarga menyaksikan saat itu wajahnya tersenyum. Itu menandakan almarhum sudah siap untuk dipanggil (meninggal),” kata Habib Nabil di rumah duka dikawasan komplek Liga Mas, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2013).

    Habib Nabil menuturkan, pada usianya yang tergolong masih muda Habib Munzir telah bolak balik ke rumah sakit. Hal itu dikarenakan penyakit asma yang telah lama diderita pimpinan Majelis Rasulullah tersebut.

    Namun, karena motivasi dakwah untuk umat cukup besar, Habib Munzir seolah tidak merasakan penyakit yang dideritanya itu. Bahkan Habib Munzir pernah melakukan dakwah menggunakan kursi roda.

    “Dakwah pakai tempat tidur khusus dari rumah sakit juga pernah,” ucapnya.

    Habib Munzir meninggal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, Minggu (15/9/2013) pukul 15.30 WIB. Habib Munzir dimakamkan di TPU Pemakaman Habib Kuncung, Kalibata.

    Sebelumnya, jenazah Habib Munzir dimandikan di rumah duka dikawasan komplek Liga Mas, Pancoran. Ditempat yang sama, jenazah Habib Munzir dikafani. Setelah selesai dikafani, jenazah Habib Munzir disalatkan di Masjid Al-Munawwar.

    Ribuan pelayat yang rata-rata jemaah Majelis Rasulullah tampak mengikuti salat jenazah tersebut. Bahkan jemaah yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu dan anak muda juga turut mengantarkan jenazah Habib Munzir ke tempat peristirahatannya yang terakhir.

    Penulis: Muhammad Zulfikar
    Editor: Johnson Simanjuntak
    Sumber: Tribun Jakarta


    http://majelisrasulullah.org/

    Innalillahi wa Inna Ilaihi Roji’un
    Sunday, 15 September 2013

    Telah Meninggal Dunia, Guru Kita, Alhabib Munzir Almusawa,

    Minggu sore, 15 September 2013,

    Saat ini Jenazah berada dikediaman Rumah Beliau di Komplek Liga Mas Pancoran,

    Jenazah akan disolatkan besok Senin, Ba’da Dzuhur di Masjid Raya Almunawar Pancoran.

    Proses Pensholatan dan Pemakaman Jenazah Dapat dilihat lewat Video Streaming.


    http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/09/15/mt61ie-innalillah-habib-munzir-almusawa-wafat

    Innalillah, Habib Munzir Almusawa Wafat
    Minggu, 15 September 2013, 19:03 WIB

    Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa memberikan tausiyah kepada ribuan umat Islam dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (24/1).(Republika/Aditya Pradana Putra )

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Habib Munzir Almusawa dikabarkan meninggal dunia pada Ahad (15/9) sekitar pukul 15.15. Wafatnya pendiri Majelis Rasulullah ini dikonfirmasi oleh situs majelisrasulullah.org.

    “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah meninggal guru kita alhabib munzir almusawa,”kutip situs tersebut. Saat ini, jenazah habib Munzir disemayamkan di Komplek Liga Mas Pancoran, Jakarta. Habib Munzir akan disholatkan di Masjid Raya Al Munawar, Pancoran.

    Sejumlah tokoh mendoakan habib berkarisma itu. Arifin Ilham menulis dalam akun facebook-nya kalau habib munzir telah wafat di RSCM Jakarta Pusat.

    “Allahumma ya Allah ampunilah seluruh dosa almarhum, maafkan seluruh kesalahan almarhum, terimalah amal ibadah almarhum, terimalah almarhum sebagai hambaMu mulia disisiMu, luaskan lapangkan kuburan almarhum, jadikanlah kuburan almarhum taman diantara taman SyurgaMu, berilah kekuatan iman, kesabaran dan hikmah bagi keluarga almarhum dan kami sebagai sahabat dan murid almarhum…aamiin”.

    Redaktur : A.Syalaby Ichsan


    http://www.tempo.co/read/news/2013/09/15/079513498/Munzir-Almusawa-Meninggal–Ramai-di-Twitter

    Munzir Almusawa Meninggal Ramai di Twitter
    Minggu, 15 September 2013 | 19:28 WIB

    Seorang guru besar yang memimpin majelis dzikir terbesar, Majelis Rasullah, Munzir bin Fuad Al-Musawa meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, (15/9). Kabar didapat dari akun twitter milik kakaknya, Nabil Almusawa. majelisrasulullah.org

    TEMPO.CO, Jakarta – Pimpinan Majelis Rasulullah Mundzir Almusawa dikabarkan meninggal pukul 15.30 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Ahad, 15 September 2013 sore tadi. “Adinda Habib Munzyr meninggal, mhn maafkan kesalahannya n mhn doanya,” bagitu twit pengurus DPP PKS, Nabil Almusawa lewat akun @nabiel_almusawa.

    Sementara itu di situs remsi Majelis Rasulullah muncul running teks yang berisi kabar duka ini. “Innalillahi wa Inna Ilaihi Roji’un, Telah Meninggal Dunia, Guru Kita, Alhabib Munzir Almusawa,” begitu bunyi penguuman dari situs resmi itu.

    Jenazah Mundzir disemayamkan di rumah duka Komplek Liga Mas Pancoran. Jenazah rencananya akan disalatkan besok usai salah dzuhur di Masjid Raya Almunawar, Pancoran.

    Aneka tanggapan bermunculan mengenai meninggalnya Mundzir Almusawa. Agung Yulianto Bable melalui akun@#agungyul mengucapkan bela sungkawa. “Turut berduka cita atas meninggalnya Habib Mundzir Fuad Almusawwa smg diampuni dan diridhoi Allah SWT,” tulis dia.

    Begitu pula Abubakar Assegaf lewat akunnya, @abubakarsegaf. “Habib @nabiel_almusawa Adzomallahu Ajrokum wa Ahsana Aza’akum wa ghofaro limayyitikum, wa Akhlafa Musibatakum..”

    WANTO


    http://www.thejakartapost.com/news/2013/09/16/jakartas-iconic-cleric-habib-munzir-died-40.html

    Jakarta’s iconic cleric Habib Munzir died at 40
    Rendi A. Witular, The Jakarta Post, Jakarta | National | Mon, September 16 2013, 5:15 AM

    Cleric Habib Munzir Almusawa, 40, leader of the Majelis Rasulullah, Jakarta’s biggest prayer group, died of asthma-complicated illness late on Sunday.

    His passing left an unparalled legacy for his 50,000 followers in Greater Jakarta of modern Islamic sermons.

    “It is a shock for the family. He was perfectly healthy in the morning, but fainted inside his room in the evening. We rushed him to the hospital, but it was all too late,” said Munzir’s brother Habib Nabil Almusawa late on Sunday at the family home in Pancoran, South Jakarta.

    “We suspect his chronic asthma for causing his death,” Nabil said.

    Munzir was born in Cianjur, West Java, the youngest of four children.

    In 1994, Munzir moved to the southern Yemeni region of Hadhramaut to continue his studies at Dar al-Mustafa, an all-male educational institute known for teaching traditional Islamic sciences. Four years later, he returned to Indonesia to start his career as a preacher.

    When preaching, Munzir usually dons Yemeni-style clothes and turbans, and his followers invariably come in big groups by motorcycle or bus, carrying flags depicting the name of their sermon group in Arabic.

    Many members of the public often mistake them for members of the hard-line Islam Defenders Front (FPI) bent on violence. But these sermon groups are far from the radicals that their attributes would have people believe.

    There is, for example, no segregation between men and women during sermons, as can be seen in the absence of any partition separating the sexes during sermons. And it is common to see a married couple holding hands while listening to the sermon.

    Munzir, who prefer to stay out of the limelight that mainstream preachers crave, usually discuss topics related to Prophet Muhammad’s deeds or the story of the Nine Holy Preachers, known locally as Wali Songo, who spread Islam in Java.

    Starting out by doing door-to-door Koran recitals in 1998, the group only took a few years to attract thousands of loyal sermon participants, and to become one of the most influential Islamic groups in Jakarta.

    dunderduck
    Proof again that prayer is a waste of time.

    JLC
    @dunderduck perhaps he was praying for an early death

    riorivai
    My condolence for this unfortunate loss. While it’s in the news. I would like to beg Majelis Rasulullah to be more considerate when holding their events. Few times I met roadblocks and traffic disturbance nearby your event locations. As the participants often used half of the road for the sermon. If you become more considerate and respect public interest, I think you would get more support and sympathy. Not just from your followers but from the outsiders too.

    JLC
    @riorivai perhaps they’ll just disappear now


    http://www.tempo.co/read/news/2013/09/16/079513693/Munzir-Almusawa-Ramal-Dirinya-Meninggal-di-Usia-40

    Munzir Almusawa Ramal Dirinya Wafat di Usia 40
    Senin, 16 September 2013 | 13:10 WIB

    Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel (tanpa penutup kepala) menghadiri dzikir akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan Majelis Rasulullah pimpinan Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa di Silang Monas, Jakarta Pusat, (24/1). ANTARA/Fanny Octavianus

    Munzir Al-Musawa meninggal pada Minggu sore, 15 September 2013, dalam usia 40 tahun. Jauh sebelum meninggal, Munzir telah meramalkan dirinya akan wafat pada usia 40 tahun.

    Kisah tentang batas usia Habib Munzir diungkapkan Subhan Muhammad, salah satu jemaah yang sering hadir dalam pengajian yang digelar Majelis Rasulullah. “Dalam ceramahnya sekitar tahun 2010, beliau pernah mengungkapkan bahwa usianya hanya akan mencapai 40 tahun,” kata Subhan kepada Tempo, Senin, 16 September 2013.

    Subhan bercerita, ketika itu dirinya hadir dalam majelis malam Selasa yang biasa digelar Majelis Rasulullah di Masjid Al-Munawar, Pancoran, Jakarta Selatan. Di tengah-tengah tausiah, Habib Munzir bercerita tentang kerinduannya pada Rasulullah saw. “Beliau mengungkapkan dirinya sering bertemu Nabi dalam mimpi,” kata pria yang bekerja di perusahaan desain interior ini.

    Perjumpaannya dengan Nabi ini juga diceritakan langsung Habib Munzir dalam milis Majelis Rasulullah pada Senin, 4 Januari 2010. Berikut ini tulisan Habib Munzir dalam posting-an berjudul “Habibana Pamit dan Wasiat”:

    Aku teringat mimpiku beberapa minggu yg lalu, aku berdiri dg pakaian lusuh bagai kuli yg bekerja sepanjang hari, dihadapanku Rasulullah saw berdiri di pintu kemah besar dan megah, seraya bersabda : “semua orang tak tega melihat kau kelelahan wahai munzir, aku lebih tak tega lagi…, kembalilah padaku, masuklah kedalam kemahku dan istirahatlah…

    Ku jenguk dalam kemah mewah itu ada guru mulia (Habib Umar bin Hafidz), seraya berkata: kalau aku bisa keluar dan masuk kesini kapan saja, tapi engkau wahai Munzir jika masuk kemah ini kau tak akan kembali ke dunia..

    Maka Rasul saw terus mengajakku masuk, “masuklah.. kau sudah kelelahan.., kau tak punya rumah di dunia(memang saya hingga saat ini masih belum punya rumah) , tak ada rumah untukmu di dunia, karena rumahmu adalah disini bersamaku.., serumah denganku.., seatap dg ku…, makan dan mium bersamaku .. masuklah,,,

    Lalu aku berkata : lalu bagaimana dg Fatah Jakarta? (Fatah tegaknya panji kedamaian Rasul saw), maka beberapa orang menjawab dibelakangku : wafatmu akan membangkitkan ribuan hati utk meneruskan cita citamu,..!!, masuklah,,,! Lalu malaikat Izrail as menggenggamku dari belakang, ia memegang dua pundakku, terasa seluruh uratku sudah digenggamannya, seraya berkata : mari… kuantar kau masuk.. mari…Maka kutepis tangannnya, dan aku berkata, saya masih mau membantu guru mulia saya…, maka Rasul saw memerintahkan Izrail as untuk melepaskanku..

    Aku terbangun…

    Semalam ketika aku rebah dalam kegelapan kulihat dua tamu bertubuh cahaya, namun wajahnya tidak bertentuk kecuali hanya cahaya, ia memperkenalkan bahwa ia adalah Izrail as. Kukatakan padanya : belum… belum.. aku masih ingin bakti pada guru muliaku.. pergilah dulu, maka ia pun menghilang raib begitu saja.

    Tahun 1993 aku bermimpi berlutut dikaki Rasul saw, menangis rindu tak kuat untuk ingin jumpa, maka Sang Nabi saw menepu pundakku… tenang dan sabarlah..sebelum usiamu mencapaii 40 tahun kau sudah kumpul bersamaku.

    AMIRULLAH

    karo yance 5 hours ago
    Urusan cerita mencerita bertemu rasulullahshallaalaihiwasallam para sufy memang tidak ada dua nya. Buka kitab2 kaum sufy akan lebih mencengangkan cerita kurofat klasiknya. Tafsir ghaib yang di paksakan artinya. para sufi mengatakan tidur padahal dia dalam keadaan sadar dan tidak sadar kalau yang datang di antara itu siapa lagi kalo bukan SYAITHON karena saya pernah mengalami hal demikian selama mengikuti tarekat sufi.Walhamdulillah itu masa lalu.

    sederhana ajjah 6 hours ago
    tidak bisakah kita mengatakan bahwa kita punya otak dan nurani, tidak bisakan kita berpikir sedikit saja bahwa Kematian, Hidup, Rejeki dan Lahir manusia itu hanya TUHAN yang punya kuasa, jng cerita cerita ini diumgkapkan untuk membumbui sesuatu agar terlihat benar, lebih adi kodrati tapi sebenarnya tidak ada, berhentilah membuat cerita cerita yang ngak pernah benar dari umat gua ini


    http://www.tempo.co/read/news/2013/09/16/079513757/Jalan-Damai-Munzir-Almusawa-di-Kasus-Mbah-Priok

    Jalan Damai Munzir Almusawa di Kasus Mbah Priok
    Senin, 16 September 2013 | 15:43 WIB

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan shalat jenazah berjamaah di depan jenazah Pemimpin Majelis Rasulullah (MR) Munzir Al Musawa saat melayat di rumah duka Kompleks Liga Emas, Pancoran, Jakarta Selatan (16/9). Munzir yang meninggal dalam usia 40 tahun itu karena sakit. ANTARA/Setpres-Cahyo

    TEMPO.CO, Jakarta – Munzir meninggal dalam usia 40 tahun pada Minggu, 15 September 2013. Dia dikenal sebagai sosok yang mencintai kedamaian dan kelembutan. Tak heran jika kelembutan dakwahnya ini telah menarik ribuan jemaah Majelis Rasulullah SAW yang dipimpinnya. Sikapnya yang mengambil cara-cara damai juga ditunjukkan dalam menyikapi kasus-kasus besar, seperti kasus Ahmadiyah dan bentrokan berdarah makam Mbah Priok pada 14 April 2010.

    Peristiwa berdarah makam Mbah Priok terjadi saat bentrokan antara ratusan anggota Satpol PP dan massa. Bentrokan ini dipicu dengan rencana penggusuran makam keramat Mbah Priok untuk area pelabuhan yang dikelola PT Pelindo II. Rencana ini ditentang ahli waris Mbah Priok yang didukung sejumlah elemen umat Islam.

    Dalam kasus bentrokan berdarah makam Mbah Priok, Munzir dengan tegas melarang jemaah Majelis Rasulullah turun ke lapangan dan melakukan kekerasan. “Instruksi saya untuk seluruh jemaah majelis Rasulullah SAW, dan imbauan saya pada seluruh muslimin-muslimat, jangan mengambil tindakan kekerasan,” kata Munzir dalam instruksi yang juga disampaikan melalui milis dan situs http://www.majelisrasulullah.org.

    Bagi Munzir, cara terbaik dalam menengahi pihak-pihak yang bersengketa dalam kasus makam Mbak Priok adalah dengan cara baik-baik tanpa perlu ada keributan. Menurut dia, dia mengeluarkan instruksi tersebut menjawab banyak pertanyaan anggota jemaahnya terkait sikap yang harus diambil saat terjadi bentrokan berdarah di makam Mbah Priok.

    Alih-alih turun langsung ke lapangan dalam kondisi yang serbagenting tersebut, Munzir memilih cara lain. Dia melobi berbagai pihak agar penggusuran makam Mbah Priok dibatalkan. Dia menghubungi Sekda DKI Muchayat. “Baik, kami tanggapi imbauan Habib, kami akan instruksi penarikan Satpol PP untuk mundur dari wilayah, dan makam tidak digusur,” kata Munzir mengutip jawaban Muchayat.

    Bukan cuma melobi Sekda, Munzir juga menghubungi pihak lain. “Kami akan terus memperjuangkan hal ini bersama pihak Rabithah Alawiyyah tanpa melibatkan massa. Kami akan terus mengajukan Sekda, Gubernur, dan kalau perlu sampai kepada Presiden,” kata Munzir. “Mudah-mudahan penggusuran digagalkan sebagaimana kabar terakhir yang sampai pada saya bahwa Gubernur menerima untuk tidak menggusur makam dan tidak melarang jemaah berziarah.”

    Mengenai jatuhnya korban jiwa dari Satpol PP dalam bentrokan tersebut, Munzir mengaku menyesalkan terjadinya hal tersebut. “Mereka pun bagian masyarakat kita pula, mereka bagian keluarga kita pula. Buruknya mereka adalah aib kita pula karena saudara sebangsa, dan baiknya mereka juga merupakan baiknya nama kita dan bangsa kita. Dan mereka juga aparat yang perlu mendapat bimbingan para dai dan ulama agar lebih mengenal akhlak dalam menjalankan tugasnya,” kata Munzir.

    AMIRULLAH


    http://id.wikipedia.org/wiki/Munzir_bin_Fuad_Al-Musawa

    Munzir bin Fuad Al-Musawa
    17.30, 16 September 2013.

    Munzir bin Fuad Al-Musawa atau lebih dikenal dengan Habib Munzir Al-Musawa (lahir di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, 23 Februari 1973 – meninggal di Jakarta, 15 September 2013 pada umur 40 tahun) adalah pimpinan Majelis Rasulullah.

    Ia meninggal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada hari Minggu 15 September 2013 pukul 15.30 WIB. Kabar duka tersebut disampaikan oleh kakaknya, Habib Nabil Almusawa melalui akun twitter pribadinya.

    Kehidupan Awal

    Ia merupakan anak keempat dari lima bersaudara dari pasangan Fuad bin Abdurrahman Al-Musawa dan Rahmah binti Hasyim Al-Musawa. Ayahnya bernama Fuad yang lahir di Palembang dan dibesarkan di Mekkah. Setelah lulus pendidikan jurnalistik di New York University, Amerika Serikat, ayahnya kemudian bekerja sebagai seorang wartawan di harian ‘Berita Yudha’ yang lalu menjadi Berita buana. Masa kecilnya dihabiskan di daerah Cipanas, Jawa barat bersama-sama saudara-saudaranya, Nabiel Al-Musawa, Ramzi, Lulu Musawa serta Aliyah Musawa. Ayahnya meninggal dunia tahun 1996 dan dimakamkan di Cipanas, Jawa Barat.

    Setelah ia menyelesaikan sekolah menengah atas, ia mulai mendalami Ilmu Syariah Islam di Ma’had Assaqafah Al Habib Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri Jakarta Selatan, lalu mengambil kursus bahasa arab di LPBA Assalafy Jakarta timur. Ia memperdalam lagi Ilmu Syari’ah Islamiyah di Ma’had Al Khairat, Bekasi Timur,yang di pimpin oleh habib naqib bin muhammad bin syekh abu bakar bin salim,beliau banyak menimba ilmu di ma’had al khairat dan di sinilah beliau kenal dengan habib umar bin hafidz direktur dan pendiri Ma’had Darul Musthafa di Tarim, Hadhramaut Yaman pada tahun 1994 untuk mendalami bidang syari’ah selama empat tahun. Di sana ia mendalami ilmu fiqh, ilmu tafsir Al Qur’an, ilmu hadits, ilmu sejarah, ilmu tauhid, ilmu tasawwuf, mahabbaturrasul, ilmu dakwah, dan ilmu ilmu syariah lainnya.

    Mulai Berdakwah

    Habib Munzir Al-Musawa kembali ke Indonesia pada tahun 1998, dan mulai berdakwah dengan mengunjungi rumah-rumah, duduk dan bercengkerama dg mereka, memberi mereka jalan keluar dalam segala permasalahan, lalu atas permintaan mereka maka mulailah Habib Munzir membuka majlis, jumlah hadirin sekitar enam orang, ia terus berdakwah dengan meyebarkan kelembutan Allah swt, yang membuat hati pendengar sejuk, ia tidak mencampuri urusan politik, dan selalu mengajarkan tujuan utama kita diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah swt, bukan berarti harus duduk berdzikir sehari penuh tanpa bekerja dll, tapi justru mewarnai semua gerak gerik kita dengan kehidupan yang Nabawiy, kalau dia ahli politik, maka ia ahli politik yang Nabawiy, kalau konglomerat, maka dia konglomerat yang Nabawiy, pejabat yang Nabawiy, pedagang yang Nabawiy, petani yang Nabawiy, betapa indahnya keadaan ummat apabila seluruh lapisan masyarakat adalah terwarnai dengan kenabawian, sehingga antara golongan miskin, golongan kaya, partai politik, pejabat pemerintahan terjalin persatuan dalam kenabawiyan, inilah Dakwah Nabi Muhammad saw yang hakiki, masing masing dg kesibukannya tapi hati mereka bergabung dg satu kemuliaan, inilah tujuan Nabi saw diutus, untuk membawa rahmat bagi sekalian alam.

    Majelis Rasulullah SAW

    Nama Rasulullah SAW sengaja digunakan untuk nama Majelisnya yaitu “Majelis Rasulullah SAW”, agar apa-apa yang dicita-citakan oleh majelis taklim ini tercapai. Sebab ia berharap, semua jamaahnya bisa meniru dan mencontoh Rasulullah SAW dan menjadikannya sebagai panutan hidup. Habib Munzir juga rutin melakukan takbir akbar di Istiqlal atau Senayan yang sering dihadiri para pimpinan tertinggi negara Indonesia. Majelisnya mengalami pasang surut, awal berdakwah ia memakai kendaraan umum turun naik bus, menggunakan jubah dan surban, serta membawa kitab-kitab. Tak jarang ia mendapat cemoohan dari orang-orang sekitar. Ia bahkan pernah tidur di emperan toko ketika mencari murid dan berdakwah. Kini majlis taklim yang diasuhnya setiap malam selasa di Masjid Al-Munawar Pancoran Jakarta Selatan, yang dulu hanya dihadiri tiga sampai enam orang, sudah berjumlah sekitar 30.000 hadirin setiap malam selasa, Habib Munzir sudah membuka puluhan majlis taklim di seputar Jakarta dan sekitarnya, ia juga membuka majelis di rumahnya setiap malam jum’at bertempat di jalan Kemiri Cidodol Kebayoran.

    Kehidupan pribadi

    Munzir memiliki dua putra dan satu putri dari istrinya, Syarifah Khadijah Al-Juneid.

    Sakit dan Meninggal

    Habib Munzir memiliki penyakit asthma kronis sejak kecil dan sering keluar-masuk rumah sakit. Pada tahun 2012 ia pernah dirawat di RSCM Jakarta karena penyakit radang otak. Habib Munzir dinyatakan wafat secara medis saat berada di RSCM pada taggal 15 September 2013 jam 15:30 WIB. Sebelum meninggal, Habib Munzir juga pernah dioperasi karena ada cairan di perutnya. Penyakit tersebut sempat menganggu aktivitas Habib Munzir dalam berdakwah. Meskipun sedang dirundung rasa sakit, soal urusan dakwah, Habib Munzir, menurut kakaknya Nabil, tidak pernah memikirkan sakitnya. Habib Munzir pernah memakai kursi roda saat berdakwah, bahkan pernah memakai tempat tidur khusus dari rumah sakit. Di tahun 2012 sempat dilakukan penyedotan lemak pada tubuhnya.

    Menurut penuturan yang ditulis di blog pribadinya, ia sempat bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. “Saya sangat mencintai Rasulullah SAW, menangis merindukan Rasulullah SAW, dan sering dikunjungi Rasululullah SAW dalam mimpi, Rasul selalu menghibur saya jika saya sedih, suatu waktu saya mimpi bersimpuh dan memeluk lutut beliau dan berkata wahai Rasulullah SAW aku rindu padamu, jangan tinggalkan aku lagi, butakan mataku ini asal bisa jumpa denganMu ataukan matikan aku sekarang, aku tersiksa di dunia ini. Rasulullah SAW menepuk bahu saya dan berkata , “Munzir, tenanglah, sebelum usiamu mencapai 40 tahun kau sudah jumpa denganku maka saya terbangun,”

    Saat sedang berkumpul bersama keluarga di rumahnya, habib Munzir masuk kamar mandi sejak siang namun sampai sore hari tidak juga keluar. Keluarganya mendobrak pintu kamar mandi dan menemukan habib Munzir sudah tergeletak di lantai tidak sadar. Ia pun dilarikan ke rumah sakit Cipto Mangunkusumo, namun satu jam kemudian para dokter menyatakan ia telah tiada. Menurut penuturan kerabatnya, habib Munzir meninggal karena serangan jantung. Habib Munzir dimakamkan di pemakaman umum Habib Kuncung di Kalibata, Jakarta pada hari Senin 16 September 2013 sekitar jam 13:00 WIB, setelah disholatkan di masjid Al-Munawwar Pancoran. Puluhan ribu umat muslim mengantarkan jenazahnya dan menyaksikan prosesi pemakaman dengan takzim. Acara pemakaman pun disiarkan live oleh salah satu stasiun Televisi.


    http://news.liputan6.com/read/694412/sekelumit-karomah-habib-kuncung-pendahulu-habib-munzir/?related=pbr&channel=n

    Sekelumit Karomah Habib Kuncung, Pendahulu Habib Munzir
    Oleh Taufiqurrahman, 17/09/2013 01:13

    Liputan6.com, Jakarta : Habib Munzir Al Musawa telah dimakamkan di Pemakaman Keluarga Habib Ahmad bin Alwi Al Haddad atau yang lebih dikenal dengan Habib Kuncung di daerah Kalibata, Jakarta Selatan. Posisi makam pendiri Majelis Rasulullah yang meninggal Minggu 15 September kemarin itu, berada di samping makam keluarga Habib Kuncung. Jarak makam ulama muda yang berusia 40 tahun itu hanya sekitar 3 makam dari Habib Kuncung.

    Soal Habib Munzir, mungkin sudah banyak orang yang mengenal. Namun, bagi sebagian orang banyak yang belum mengenal sosok Habib Kuncung, yang namanya kerap dipakai untuk menyebut masjid yang terletak di dekat kompleks pemakaman itu. Masjid keramat Habib Kuncung. Adalah Habib Husein Bin Muhammad Al Haddad yang merupakan keturunan ke-4 Habib Kuncung berkenan menceritakan sekelumit sosok Habib Kuncung.

    Menurut Habib Husein, Habib Kuncung lahir di Qurfha Hadramaut Tarim Yaman, 14 November 1838. Habib Kuncung belajar ilmu dengan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, yakni Belanda, Malaysia, dan Singapura. Habib Kuncung juga belajar ilmu dari sejumlah habib di Indonesia.

    Nama Kuncung disematkan karena Habib Ahmad memakai kopiah dari Bangsawan Bugis pada zaman dulu yang berbentuk kuncung atau kerucut. “Waktu zamannya itu, Kerajaan Bugis menggelari kopiah itu karena Beliau mempunyai karomah yang besar di kalangan Bangsawan Bugis ketika itu,” kata Husein kepada Liputan6.com di kediamannya, Kelurahan Rawa Jati, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2013).

    Husein menambahkan, Habib Kuncung merupakan orang yang memiliki khariqul a’dah atau orang yang memiliki kemampuan lebih di luar kebiasaan manusia umumnya. Habib Kuncung biasa disebut dalam bahasa kewalian dengan ahli darkah, maksudnya di saat orang dalam kesulitan dan sangat memerlukan bantuan, maka Habib Kuncung akan muncul dengan tiba-tiba untuk membantu orang tersebut.

    Habib Kuncung pernah tinggal di rumah saudaranya yang bernama Hababa Mariyam Binti Ali Al Haddad di daerah Kebon Coklat, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Habib Kuncung meninggal dalam usia 93 tahun pada 1926.

    Husein mengatakan, terjadi sebuah keajaiban saat prosesi pemakaman Habib Kuncung. Mulanya, jenazah Habib Kuncung akan dikebumikan di kompleks pemakaman keluarga Habib Toha Bin Ja’far Al Haddad. Kala itu, setelah disalatkan di Masjid At Taubah, makam di kompleks pemakaman Habib Toha Bin Ja’far Alhaddad pun sudah digali.

    Namun, saat jenazah Habib Kuncung sudah berada di pemakaman, kata Husein, terjadi sebuah keajaiban. Saat jenazah akan dimasukkan ke liang lahat, 10 orang tak mampu mengangkatnya. “Akhirnya setelah Habib Toha salat sunnah bisyaroh ternyata shohibul maqom (jenazah) ingin dimakamkan di pemakaman keluarga Habib Abdulloh Bin Ja’far Al Haddad yang sampingnya Masjid At Taubah,” ungkap Husein.

    Memang, tambah Huesin, selama masih hidup Habib Kuncung pernah punya satu pesan, yaitu dibuatkan rumah kecil. Pesan itu disampaikan kepada Habib Muhammad Bin Abdulloh bin Ja’far Al Haddad. “Artinya di situlah Habib Kuncung ingin dimakamkan, di pemakaman keluarga Abdulloh Bin Ja’far Al Haddad. Baru ketika itu jenazahnya bisa terangkat,” sambung Husein.

    Husein menambahkan, semenjak kejadian-kejadian tersebut dan atas karomah serta ketauladanan Habib Kuncung itulah, kompleks pemakaman di Masjid At Taubah atau masyarakat mengenalnya Masjid keramat Habib Kuncung ramai didatangi peziarah. (Eks/Ism)


    http://id.berita.yahoo.com/peziarah-kagumi-akhlak-habib-munzir-051639107.html

    Peziarah Kagumi Akhlak Habib Munzir
    TRIBUNnews.com – 53 menit yang lalu (20130917 13:17:06)

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Peziarah yang mendatangi makam Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa merupakan anggota Majelis Rasulullah. Salah satunya, Revani. Hari ini Selasa (17/9/2013) ia mengunjungi makam yang berada di TPU Pemakaman Habib Kuncung, Kalibata, Jakarta Selatan untuk berziarah.

    Kepada Tribunnews.com, Revani menceritakan bagaimana ia sering mengikuti Majelis Rasulullah. Reva telah menjadi anggota Majelis Rasulullah sejak lima tahun yang lalu. Ia pun kerap medengarkan ceramah yang diberikan pimpinan majelis tersebut yaitu Habib Munzir.

    “Saya sudah menjadi anggota Majelis Rasulullah sejak lima tahun lalu. Saya tertarik dengan ceramah yang diberikan Habib (Munzir),” kata Reva kepada Tribunnews.com.

    Reva menuturkan, tak hanya ceramah Habib Munzir yang ia kagumi, bahkan perilaku keseharian dari Habib tersebut juga menjadi perhatiannya. Akhlak atau perilaku yang ditunjukkan oleh Habib Munzir, dijadikan panutan oleh warga asal Bogor tersebut.

    “Dia panutan. Tidak hanya kata-kata ceramahnya yang bisa diikuti, akhlaknya juga menjadi bisa menjadi teladan,” ucapnya.

    Menurut Reva, Habib Munzir selalu mengingatkan perilaku nabi Muhammad SAW kepada para jemaahnya. Maka perilaku yang dijalankan oleh Habib Munzir tidak jauh seperti yang dilakukan oleh nabi Muhammad SAW.

    “Almarhum selalu menceritakan bagaimana akhlak Rasulullah. Dan juga menerapkannya dalam kehidupan,” ungkapnya.


     
  • Virtual Chitchatting 1:16 PM on 2013/09/17 Permalink  

    Semakin banyak kontroversi hati Dajjal-Dajjal baru berkedok ustadz


    http://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/183-habib-munzir-berdusta-atas-nama-imam-as-syafii

    Habib Munzir Berdusta Atas Nama Imam As-Syafii
    Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja
    Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 24-10-1432 H / 22 September 2011 M
    23 September 2011

    Terlalu banyak hadits-hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengharamkan menjadikan kuburan sebagai masjid. Akan tetapi hal ini ditentang oleh Habib Munzir. Dan dalam penentangannya itu Habib Munzir berdalil dengan beberapa hadits dan perkataan para ulama.

    Akan tetapi sungguh sangat mengejutkan tatkala saya cek langsung perkataan para ulama tersebut ternyata bertentangan dengan apa yang dipahami oleh sang Habib. Ternyata…sang Habib telah melakukan tipu muslihat.

    Habib Munzir berkata :

    “Berkata Guru dari Imam Ahmad bin Hanbal, yaitu Imam Syafii rahimahullah : Makruh memuliakan seseorang hingga menjadikan makamnya sebagai masjid (*Imam Syafii tidak mengharamkan memuliakan seseorang hingga membangun kuburnya menjadi masjid, namun beliau mengatakan makruh), karena ditakutkan fitnah atas orang itu atau atas orang lain, dan hal yang tidak diperbolehkan adalah membangun masjid di atas makam setelah jenazah dikuburkan, Namun bila membangun masjid lalu membuat di dekatnya makam untuk pewakafnya maka tak ada larangannya”. Demikian ucapan Imam Syafii (Faidhul Qodiir juz 5 hal. 274)”

    Demikianlah perkataan Habib Munzir dalam kitabnya Meniti Kesempurnaan Iman hal 40)

    Saya akan menunjukkan kepada para pembaca sekalian tentang tipu muslihat yang telah dilakukan oleh sang Habib, dengan menukil langsung teks yang sesungguhnya dari kitab Faidhul Qodiir Syarh al-Jaami’ As-Shogiir yang dikarang oleh Al-Munaawi rahimahullah.

    Tatkala menjelaskan hadits Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam

    لَعَنَ اللهُ زَائِرَاتِ الْقُبُوْرِ وَالْمُتَّخِذِيْنَ عَلَيْهَا الْمَسَاجِدَ وَالسُّرُجَ

    “Allah melaknat para wanita penziarah kuburan dan (melaknat) orang-orang yang menjadikan di atas kuburan masjid-masjid dan penerangan”

    Al-Munaawi berkata :

    01.jpg

    (Sabda Nabi) : وَالْمُتَّخِذِيْنَ عَلَيْهَا الْمَسَاجِد”(Allah melaknat orang-orang yang menjadikan masjid-masjid di atas kuburan) karena padanya ada bentuk berlebih-lebihan dalam ta’dziim (pengagungan). Ibnul Qoyyim berkata, “Dan hadits ini dan hadits-hadits yang semisalnya adalah bentuk penjagaan Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam terhadap tauhid agar tidak diikuti oleh kesyirikan dan agar kesyirikan tidak menutup tauhid, dan untuk memurnikan tauhid dan sebagai bentuk kemarahan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena Robnya disamakan dengan selainNya. As-Syafii berkata, “Aku benci diagungkannya seorang makhluk hingga kuburannya akhirnya dijadikan masjid, kawatir fitnah kepadanya dan kepada masyarakat”.

    Dikatakan bahwasanya yang dicela adalah jika menjadikan mesjid di atas kuburan setelah proses pemakaman, adapun jika ia membangun mesjid kemudian menjadikan di sampingnya kuburan untuk dikuburkan di situ pewaqif masjid atau orang yang lain, maka tidak mengapa.

    Zainuddin Al-‘Irooqi berkata, “Yang dzohir bahwasanya tidak ada perbedaan antara jika dia membangun masjid dengan niat untuk dikuburkan di sebagian masjid maka termasuk dalam laknat. Bahkan hukumnya haram jika dikubur di masjid. Jika ia mempersyaratkan (tatkala memberi wakaf) agar dikubur di masjid maka persyaratan tersebut tidak sah karena bertentangan dengan kosekuensi wakaf masjidnya”. (Faidul Qodiir Syarh Al-Jaami’ As-Shogiir 5/274)

    Demikianlah teks secara lengkap dari kitab Faidhul Qodiir. Para pembaca yang budiman perhatikanlah teks diatas, ternyata :

    Al-Munaawi menukil perkataan Ibnul Qoyyim, yang Ibnul Qoyyim sedang menukil perkataan Imam As-Syafii (perkataan Ibnul Qoyyim ini bisa dilihat di kitab beliau Ighootsah Al-Lahfaan, tahqiq Al-Faqii 1/189), lalu Al-Munawi menyampaikan suatu pendapat lantas kemudian Al-Munawi menukil perkataan Al-‘Irooqi yang membantah pendapat tersebut.

    Dari sini tampak tipu muslihat Habib Munzir dari beberapa sisi:

    Pertama :

    Habib Munzir berdusta atas nama Imam As-Syafii dengan menambah perkataan yang bukan perkataan Imam As-Syafii, yaitu perkataan ((dan hal yang tidak diperbolehkan adalah membangun masjid di atas makam setelah jenazah dikuburkan, Namun bila membangun masjid lalu membuat di dekatnya makam untuk pewakafnya maka tak ada larangannya)), yang ini jelas adalah bukan perkataan Imam Syafii, akan tetapi sebuah pendapat yang dinukil oleh Al-Munawi.

    Perkataan Imam As-Syafii ini sangatlah masyhuur, perkataan ini telah dinukil oleh Abu Ishaaq Asy-Syiirooziy (wafat 476 H) dalam kitabnya Al-Muhadzdzab fi Fiqhi Al-Imaam Asy-Syaafii, beliau rahimahullah berkata :

    02.jpg

    “Dan dibenci dibangunnya masjid di atas kuburan, karena hadits yang diriwayatkan oleh Abu Martsad Al-Gonawi bahwasanya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam melarang sholat kearah kuburan dan berkata, “Janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai berhala (sesembahan), karena sesungguhnya bani Israil telah binasa karena mereka menjadi kuburan-kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid”. As-Syafii berkata, “Dan aku benci diagungkannya seorang makhluq hingga kuburannya dijadikan masjid, kawatir fitnah atasnya dan atas orang-orang setelahnya” (Al-Muhadzdzab 1/456, dengan tahqiq : DR Muhammad Az-Zuhaili)

    Perkataan As-Syiirooziy dan perkatan Imam As-Syaafii ini juga dinukil oleh An-Nawawi dalam kitabnya Al-Majmuu’ Syarh Al-Muhadzdzab (5/288, tahqiq Muhammad Najiib Al-Muthi’iy). Kemudian An-Nawawi berkata :

    03.jpg

    “Dan telah sepakat nash-nash dari As-Syafii dan juga para ashaab (para ulama madzhab syafiiyah) akan dibencinya membangun masjid di atas kuburan, sama saja apakah sang mayat masyhur dengan kesholehan atau selainnya karena keumuman hadits-hadits (yang melarang-pen). Ay-Syafii dan para ashaab berkata, “Dan dibenci sholat ke arah kuburan, sama saja apakah sang mayat orang sholeh ataukah tidak”. Al-Haafizh Abu Muusa berkata, “Telah berkata Al-Imaam Abul Hasan Az-Za’farooni rahimhullah : Dan tidak boleh sholat ke arah kuburannya, tidak boleh sholat di sisinya dalam rangka mencari barokah atau dalam rangka mengagungkannya, karena hadits-hadits Nabi, wallahu A’lam”.(Demikian perkataan An-Nawawi dalam Al-Majmuu’ syarh Al-Muhadzdzab 5/289)

    Dan perkataan Imam As-Syaafii yang dinukil oleh Asy-Syiiroozi, An-Nawawi dan Al-Munaawi sesuai dengan penjelasan Imam As-Syafii dalam kitab beliau Al-Umm, dimana beliau tidak suka jika kuburan dibangun lebih tinggi dari satu jengkal, beliau berkata :

    04.jpg

    “Aku suka jika kuburan tidak ditambah dengan pasir dari selain (galian) kuburan itu sendiri. Dan tidak mengapa jika ditambah pasir dari selain (galian) kuburan jika ditambah tanah dari yang lain akan sangat tinggi. Akan tetapi aku suka jika kuburan dinaikan di atas tanah seukuran sejengkal atau yang semisalnya. Dan aku suka jika kuburan tidak dibangun dan tidak dikapur (disemen-pen) karena hal itu menyerupai perhiasan dan kesombongan, dan kematian bukanlah tempat salah satu dari keduanya (hiasan dan kesombongan), dan aku tidak melihat kuburan kaum muhajirin dan kaum anshoor dikapuri” (Al-Umm 2/631, tahqiq DR Rif’at Fauzi Abdul Muththolib, Daar Al-Wafaa’)

    Kedua :

    Habib Munzir tidak amanah dalam penerjemahan, kata qiila (قِيْلَ) yang artinya “dikatakan” tidak diterjemahkan oleh Habib Munzir.

    05.jpg

    Terjemahan Habib Munzir sbb : “Berkata Guru dari Imam Ahmad bin Hanbal, yaitu Imam Syafii rahimahullah : Makruh memuliakan seseorang hingga menjadikan makamnya sebagai masjid (*Imam Syafii tidak mengharamkan memuliakan seseorang hingga membangun kuburnya menjadi masjid, namun beliau mengatakan makruh), karena ditakutkan fitnah atas orang itu atau atas orang lain, dan hal yang tidak diperbolehkan adalah membangun masjid di atas makam setelah jenazah dikuburkan, Namun bila membangun masjid lalu membuat di dekatnya makam untuk pewakafnya maka tak ada larangannya”. Demikian ucapan Imam Syafii (Faidhul Qodiir juz 5 hal. 274)”

    Para pembaca yang budiman perhatikan terjemahan Habib Munzir, seharusnya terjemahan yang benar adalah : “…atau atas orang lain. Dikatakan : dan hal yang tidak…”

    Ini jelas sangat merubah makna, karena fungsi dari kalimat qiila (dikatakan) ada dua:

    • Pertama : Menunjukan pemisah antara perkataan Imam Syafii dan perkataan selanjutnya yang bukan merupakan perkataan Imam As-Syafii
    • Kedua : Para penuntut ilmu telah mengerti bahwasanya para ulama tatkala menukil suatu pendapat dan dibuka dengan perkataan “dikatakan” maka ini menunjukkan lemahnya pendapat tersebut.

    Ketiga :

    Habib Munzir tidak menukil perkataan Al-Munaawi dalam Faidhul Qodiir secara sempurna. Padahal setelah nukilan yang didustakan kepada Imam Syafii tersebut, setelah itu Al-Munawi menukil dari Al-‘Irooqi untuk membantah pendapat tersebut. Para pembaca yang budiman perhatikanlah kembali teks perkataan Al-Munawi berikut ini:

    06.jpg

    Terjemahannya: “Dikatakan bahwasanya yang dicela adalah jika menjadikan mesjid di atas kuburan setelah proses pemakaman, adapun jika ia membangun masjid kemudian menjadikan di sampingnya kuburan untuk dikuburkan di situ pewaqif masjid atau orang yang lain, maka tidak mengapa.

    Zainuddin Al-‘Irooqi berkata, “Yang dzohir bahwasanya tidak ada perbedaan antara jika dia membangun mesjid dengan niat untuk dikuburkan di sebagian masjid maka termasuk dalam laknat. Bahkan hukumnya haram jika dikubur di masjid. Jika ia mempersyaratkan (tatkala member wakaf) untuk dikubur di masjid maka persyaratan tersebut tidak sah karena bertentangan dengan kosekuensi wakaf masjidnya”. (Faidul Qodiir Syarh Al-Jaami’ As-Shogiir 5/274)

    Maka sungguh saya bertanya kepada Habib Munzir yang mulia…”Kenapa anda begitu tega dan begitu berani memanipulasi perkataan para ulama…??”

    Apakah anda tidak takut dimintai pertanggung jawaban oleh Allah di hari akhirat kelak…???!!! Wallahul must’aaan (Bersambung…)


    http://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/207-habib-munzir-mencela-imam-masjidil-haram-syaikh-dr-abdurrahman-as-sudais-

    Habib Munzir Mencela Imam Masjidil Haram Syaikh Dr. Abdurrahman as-Sudais !!!!
    Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja
    Kota suci Mekah , 2 Dzulhijjah 1432 H bertepatan dengan 29 Oktober 2011, diedit kembali di Kota Nabi tanggal 17 Dzulhijjah 1432 H bertepatan dengan 14 November 2011, posted 15 November 2011

    Sebelum saya memaparkan celaan-celaan Habib Munzir ada baiknya kita kembali mengingat akan bahaya lisan…

    Allah berfirman :

    مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

    Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir. (QS : Qoof : 18)

    يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٢٤)

    Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (QS An-Nuur : 24)

    وعن أبي موسى – رضي الله عنه – قال: قلت يا رسول الله أي الإسلام أفضل؟ قال: “من سَلِمَ المسلمون من لسانه ويده”.

    Dari Abu Muusa radhiallahu ‘anhu berkata : “Aku berkata, Wahai Rasulullah, islam mana yang paling mulia?”. Nabi berkata : “Yaitu orang yang kaum muslimin selamat dari (kejahatan) lisannya dan tangannya” (HR Al-Bukhari no 11 dan Muslim no 42)

    عن أبي هريرة – رضي الله عنه – قال: سُئِل رسول الله – صلى الله عليه وسلم – عن أكثر ما يدخل الناس الجنة؟ قال: “تقوى الله، وحسن الخلق”. وسئل عن أكثر ما يدخل الناس النار؟ قال: “الأجوفان: الفم، والفرج”.

    Dari Abu Hurairoh radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang perkara yang paling banyak memasukan manusia ke dalam surga?. Rasulullah berkata, “Ketakwaan kepada Allah dan akhlak yang baik”. Dan Rasulullah ditanya tentang perkara yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka?, maka beliau berkata, “Dua lubang, mulut dan kemaluan” (HR Ahmad no 9097, Ibnu Majah no 4246, Ibnu Hibbaan no 476 dengan sanad yang hasan)

    Al-Imam An-Nawawi berkata :

    وينبغي لمن أراد النطق بكلمة أو كلام، أن يتدبره في نفسه قبل نطقه، فإن ظهرت مصلحته تكلم، وإلا أمسك.

    “Hendaknya orang yang ingin berucap dengan suatu kalimat atau perkataan agar merenungkannya dalam hatinya sebelum ia mengucapkannya. Jika nampak ada kemaslahatannya maka hendaknya ia berbicara, namun jika tidak maka hendaknya ia diam” (Al-Minhaaj Syarh Shahih Muslim 18/117)

    Habib Munzir ditanya oleh pengagumnya :

    “ustad-ustad kelompok sawah ( salafi wahabi ) – 2009/11/04 18:10 Assalamualaikum Wr Wb,

    Habib munzir yang ku cintai, mohon penjelasan sbb :

    Siapa sih ustad – ustad yang dijadikan rujukan oleh kelompok sawah (*yaitu singkatan dari salafy wahabi). Sekarang banyak buku yang diterjemahkan oleh kelompok salafi yang katanya banyak kandungannya yang selewengkan arti dan maksudnya. Bib mohon diijinkan saya menjadi murid dan mohon ujajah seluruh amalan, mohon admin dapat menyebutkan amalannya. Demikian terima kasih”

    Habib Munzir menjawab :

    “Saudaraku yg kumuliakan, banyak sekali, namun pimpinannya adalah Ibn Abdul wahab yg mereka jadikan Imam padahal tak sampai ke derajat Al Hafidh sekalipun apalagi Hujjatul Islam (Al Hafidh adalah yg telah hafal 100.000 hadits berikut sanad dan matannya, hujjatul islam adalah yg hafal lebih dari 300.000 hadits dg sanad dan hukum matannya).

    yg masa kini diantaranya Ibn Baz, dan Abdurrahman assudaisiy, yg suaranya banyak di stel oleh masjid masjid ahlussunnah waljamaah, tanpa mereka tahu bahwa Abdurrahman assudeisiy itu wahabi yg telah mengarang suatu buku yg menjatuhkan hadits hadits shahih pada Shahih Bukhari.
    banyak muslimin ahlussunnah waljamaah tidak tahu itu, dan menganggapnya suaranya bagus dan merdu, padahal Rasul saw sudah memperingatkan bahwa kelak akan muncul mereka yg membaca alqur;an dg baik namun hanya sampai tenggorokan saja, (hatinya tidak tersentuh kemuliaan dan kesucian Alqur;an) mereka semakin jauh dari agama islam seperti cepatnya menjauhnya anak panah dari busurnya, mereka sibuk memerangi orang islam dan membiarkan penyembah berhala (mereka membuat jutaan buku untuk memerangi akidah orang islam, dan tidak membuat itu untuk membenahi para agama lain), jika aku menemui mereka akan kuperangi mereka (Shahih Bukhari)

    semoga Allah swt memberikan mereka hidayah, kita terus memerangi mereka, bukan dg senjata tentunya, karena mereka adalah saudara muslimin kita namun salah arah karena kedangkalannya dalam syariah, kita berusaha membenahinya semampunya.

    (Lihat : http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=8&id=24504#24504)

    Kesimpulan-kesimpulan yang diutarakan oleh Habib Munzir dan beserta sanggahannya:

    Kesimpulan Pertama : Syeikh As Sudais telah mengarang suatu buku yang menjatuhkan hadits-hadits shahih pada shahih Bukhari

    Habib Munzir berkata : Abdurrahman assudeisiy itu wahabi yg telah mengarang suatu buku yg menjatuhkan hadits hadits shahih pada Shahih Bukhari.

    SANGGAHAN

    Dalam Islam, yang menuduh harus mendatangkan bukti. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

    الْبَيِّنَةُ عَلَى الْمُدَّعِي

    “Yang menuduh wajib mendatangkan bukti” (HR At-Thirimidzi no 1341)

    Semoga Habib bisa mendatangkan buktinya…

    Kesimpulan Kedua : Habib Munzir menerapkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang khawarij kepada Syaikh Abdurrahman As-Sudais. Habib Munzir berkata: banyak muslimin ahlussunnah waljamaah tidak tahu itu, dan menganggapnya suaranya bagus dan merdu, padahal Rasul saw sudah memperingatkan bahwa kelak akan muncul mereka yg membaca alqur;an dg baik namun hanya sampai tenggorokan saja, (hatinya tidak tersentuh kemuliaan dan kesucian Alqur;an) mereka semakin jauh dari agama islam seperti cepatnya menjauhnya anak panah dari busurnya.

    SANGGAHAN

    Hadits yang disebutkan oleh Habib ini adalah tentang khawarij berdasarkan kesepakatan para ulama.

    • Imam Al-Bukhari membawakan hadits ini (no 6930 dan 6931) dalam باب قتل الخوارج والملحدين بعد إقامة الحجة عليهم (Bab tentang membunuh khawarij dan kaum ilhaad/kafir setelah ditegakkannya hujjah kepada mereka)
    • Imam Muslim membawakan hadits ini (no 1063) dalam sebuah bab (yang dibuat oleh Imam An-Nawawi) : باب ذكر الخوارج وصفاتهم (Bab penyebutan tentang khawarij dan sifat-sifat mereka)
    • Imam Abu Dawud membawakan hadits ini (no 4767) dalam bab : باب فِى قِتَالِ الْخَوَارِجِ (Bab tentang memerangi kaum khawarij)
    • Imam At-Thirimidzi membawakan hadits ini (no 2188) dalam bab : باب في صفة المارقة (Bab tentang sifat kaum Maariqoh/khowarij)
    • Imam Ibnu Maajah membawakan hadits ini (no ) dalam bab : باب في ذكر الخوارج (Bab penyebutan tentang khawarij)

    Apakah hadits tentang khawarij ini pantas untuk ditujukan kepada As-Syaikh Abdurrahman As-Sudais Imam Al-Masjid Al-Haroom??,

    Apakah As-Syaikh As-Sudais memiliki aqidah Khawarij??

    Apakah beliau memberontak kepada pemerintah??

    Apakah beliau mengkafirkan orang yang melakukan dosa besar?, apakah beliau mengkafirkan pelaku zina, pemakan riba, dan pendusta??!!

    Jika menurut Habib beliau adalah khawarij maka sekali lagi tolong datangkan bukti !!!

    Kesimpulan Ketiga : Berdasarkan hadits tentang khawarij yang diterapkan Habib Munzir kepada As-Syaikh Abdurrahman As-Sudais berarti ;

    • As-Syaikh As-Sudais kalau baca al-qur’an tidak baik, sehingga hanya sampai di tenggorokan saja, hatinya tidak tersentuh dengan kemuliaan dan kesucian Al-Qur’an
    • As-Syaikh As-Sudais semakin jauh dari agama Islam seperti cepatnya menjauhnya anak panah dari busurnya

    SANGGAHAN

    Wahai Habib Munzir… anda mengatakan bahwa As-Syaikh As-Sudais tidak baik baca qur’annya sehingga hanya sampai di tenggorokan dan hatinya tidak tersentuh dengan kemuliaan dan kesucian Al-Qur’aan??? Apakah anda tahu isi hati As-Syaikh As-Sudais…??, apakah anda tidak pernah mendengar tangisan beliau tatkala membaca al-Qur’aan??? Apakah anda tidak tahu bagaimana lantunan bacaan beliau tatkala di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan menggetarkan hati-hati para makmum dan menjadikan mereka menangis berdoa kepada Allah??!!

    As-Syaikh As-Sudais bukanlah termasuk khawarij akan tetapi semoga Syeikh As Sudais termasuk dalam hadits ini:

    إِنَّ أَحْسَنَ النَّاسِ قِرَاءَةً : الَّذِي إِذَا قَرَأَ رَأَيْتَ أَنَّهُ يَخْشَى اللهَ

    “Sesungguhnya orang yang paling baik qiroah qur’annya adalah orang yang jika membaca al-qur’an engkau melihatnya takut kepada Allah” (As-Shahihah no 1583)

    Wahai Habib Munzir…anda mengatakan “banyak muslimin Ahlus Sunnah yang menganggap suara beliau bagus dan merdu…!!!”, lantas kenapa Habib Munzir??? Kenapa anda mesti sewot kalau banyak kaum muslimin yang senang mendengarkan suara beliau yang menggugah hati-hati kaum muslimin??!!, kenapa mesti sewot !!!

    Wahai Habib Munzir…anda mengatakan bahwa As-Syaikh As-Sudais semakin jauh dari agama Islam seperti cepatnya menjauhnya anak panah dari busurnya ?? hendaknya anda bertakwa kepada Allah, dan jagalah lisan anda…apa yang menyebabkan anda begitu membenci syaikh As-Sudais…sampai-sampai mengatakan demikian??? Dosa apakah yang dilakukan oleh As-Syaikh As-Sudais hingga anda mengatakan bahwa beliau semakin jauh dari agama Islam…, bahkan semakin jauh dengan begitu cepat seperti cepatnya menjauhnya anak panah dari busurnya??!!

    Kesimpulan Keempat : Habib Munzir menyatakan siap terus untuk memerangi orang-orang semacam Syaikh As-Sudais, bukan dengan mengangkat senjata, akan tetapi dengan menjelaskan kebatilan-kebatilan orang-orang semisal As-Syaikh As-Sudais.

    SANGGAHAN

    Wahai Habib Munzir…anda menyatakan “kita terus memerangi mereka”, anda ingin terus memerangi As-Syaikh As-Sudais dan ulama-ulama Arab Saudi….silahkan anda memerangi mereka dengan hujjah dan bayaan, bukan dengan tuduhan dan kepalsuan serta salah menukil perkataan ulama, apalagi memanipulasi perkataan ulama !!! silahkan…wahai Habib Munzir Al-Musaawaa…!!! Semoga Allah memberi petunjuk kepada Anda.

    Wahai Habib Munzir…kaum muslim sudah terlalu paham siapakah sebenarnya yang harus diperangi; apakah seorang yang menegakkan tauhid, mengajak umat hanya beribadah kepada Allah, mengajak umat meninggalkan kesyirikan ataukah seorang yang sukanya menyeru umat untuk berdoa kepada selain Allah, berdoa kepada orang yang sudah mati, mengajari umat mencela ulama dan orang-orang shalih!!!

    Kesimpulan Kelima : Habib Munzir memandang As-Syaikh As-Sudais dan yang semisalnya dangkal ilmunya dalam syari’ah.

    Habib Munzir berkata : “kita terus memerangi mereka, bukan dg senjata tentunya, karena mereka adalah saudara muslimin kita namun salah arah karena kedangkalannya dalam syariah, kita berusaha membenahinya semampunya”

    SANGGAHAN

    Wahai Habib Munzir…. anda menuduh As-Syaikh As-Sudais dangkal ilmu agamanya…!!! Tidakkah anda tahu bahwa beliau adalah seorang yang menghafal Qur’an sejak kecil….telah meraih gelar doktor…!!!, beliau telah diberi kesempatan oleh Allah untuk menjadi imam di masjidil haram sekian lamanya…!!!??

    Apakah anda tidak pernah mendengar khutbah-khutbah beliau yang menunjukan kefasihan beliau yang sangat luar biasa dalam bahasa Arab???. Apakah bahasa Arab anda lebih fasih dari beliau?? Ataukah…???!!!

    Apakah anda hafal qur’an sebagaimana beliau…??? Ataukah hanya menghafal shalawatan-shalawatan???, ataukah benar sebagaimana dikatakan oleh sebagian pengikut anda bahwasanya anda menghapal 10 ribu hadits beserta sanad dan matannya???!!!! Sungguh saya ingin sekali mengetes dan mencoba ilmu dan hapalan anda…. Kalau memang benar anda hapal qur’annya melebihi hafalan As-Syaikh As-Sudais maka apakah lantas pantas bagi anda mengatakan As-Syaikh As-Sudais dangkal ilmunya??!! Bukankah ini adalah kesombongan semata???

    Apalagi jika ternyata anda tidak hafal qur’an…??? Maka apakah anda tidak malu??!!!

    Allah berfirman

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا يَسْخَرْ قَومٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلا تَنَابَزُوا بِالألْقَابِ بِئْسَ الاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الإيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

    Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim. (QS Al-Hujuroot : 11)

    HABIB MUNZIR JUGA MENCELA ULAMA-ULAMA YANG LAINNYA

    Bukan hanya As-Syaikh Abdurrahman As-Sudais yang tidak selamat dari celaan Habib Munzir, bahkan ulama-ulama yang lain juga tidak selamat dari celaan dan cercaan Habib Munzir. Yang ini semua menunjukkan “kepribadian dan budi pekerti luhur dan kelembutan Habib Munzir”.

    Diantara para ulama yang dicela Habib Munzir adalah :

    PERTAMA : Mencela As-Syaikh Bin Baaz rahimahullah.

    Habib Munzir berkata :

    “Beliau itu mufti arab saudi, saya tidak tahu apakah kini masih hidup atau telah wafat, ia bukan pakar hadits yg mencapai derajat Al Hafidh, atau Muhaddits, apalagi Hujjatul Islam, namun konon memang banyak hafal hadits dan ilmu sanad, namun saya telah menjawab banyak fatwanya sebagaimana buku saya yg bisa anda download di kiri web ini : Jawaban atas pertanyaan akidah.
    semua adalah fatwa beliau, dan dari fatwa fatwa itu saya mengetahui bahwa ia dangkal dalam ilmu hadits.

    (lihat: http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=24085#24085)

    Habib Munzir juga berkata tatkala ditanya tentang kitab “Benteng tauhid” yang merupakan terjemahan dari kitab “Hishnut Tauhiid” karya As-Syaikh Bin Baaz rahimahullah, maka Habib Munzir berkata:

    “Mengenai buku tsb sudah saya baca sekilas, masya Allah, saya tidak menyangka nama nama yg dianggap ulama dan selama ini kita dengar sebagai ahli hadits itu, betapa bobrok dan lemahnya hujjah hujjah mereka,
    saya tak percaya buku itu tulisan syeikh Al Utsaimin, Bin Bazz dll, karena terlihat jelas kedangkalan mereka dalam ilmu hadits.

    Ada dua kemungkinan, orang saudi mengada ada dan mencantumkan nama ulama mereka sebagai penulisnya, atau…, apakah benar mereka yg menulisnya?, hanya sebatas itukah pemahaman mereka dalam hadits? Saya bisa menjawab semua yg dalam buku itu dalam beberapa jam saja, namun saya saat ini sibuk sekali. (lihat : http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=20616#20616)

    Habib Munzir ditanya :

    “Saya ada kitab Fathul Baari syarah oleh Syeikh Abdullah b Baz dan kitab ‘ Solat seperti Nabi’ karangan Syeikh Albani. Saya baru tahu yg isinya ada unsur unsur Wahabi. Jadi sebaiknya apakah saran Habib untuk saya lakukan terhadap kitab itu. Buang saja atau dibakar atau ditanam supaya orang lain tak dapat baca?”

    Habib Munzir Menjawab :

    “Saran saya buku itu boleh dibakar, tapi baiknya disimpan saja untuk perbandingan masalah hingga kita tahu banyaknya kesalahan faham wahabi dalam menafsirkan hadits

    (lihat : http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=8&id=22830#22830 )

    Habib Munzir juga berkata :

    “Saudaraku yg kumuliakan, buku buku yg sudah melewati pengeditan/syarah dari Ibn Baz, sudah dirasuki hal hal yg menyimpang dari aswaja, baiknya dihindari.”

    (lihat : http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=8&id=22352#22352)

    Habib Munzir juga berkata :

    “Anda tahu imam mereka kini?, Mufti Saudi Arabia yg buta bernama Syeikh Ibn Bazz (membicarakan aib orang lain haram hukumnya, namun mengabarkan nama orang yg menyeru pd kesesatan ummat wajib hukumnya agar ummat tak terjebak), ia tak mengakui bahwa bumi ini bulat, ia berkata bahwa bumi ini datar seperti piring, ia tak percaya semua bukti otentik secara ilmiah, ia tetap berkeras bahwa bumi ini datar seperti piring.., yaitu bila kelewatan maka akan jatuh entah kemana, inilah akidah jumud abad ke 20″

    (lihat http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=3713#3713)

    Kesimpulan :

    Pertama : Menurut Habib Munzir Syaikh Bin Baaz dangkal dalam ilmu hadits

    Kedua : Menurut Habib Munzir tentang buku “Benteng Tauhid” :

    • menunjukan betapa bobrok dan lemahnya hujjah hujjah mereka (*yaitu Syaikh Bin Baaz, Syaikh Utsaimin dll),
    • saya tak percaya buku itu tulisan syeikh Al Utsaimin, Bin Bazz dll, karena terlihat jelas kedangkalan mereka dalam ilmu hadits
    • Habib Munzir mampu membantah buku “Benteng Tauhid” hanya dalam beberapa jam saja, hanya saja beliau sibuk. Habib Munzir berkata : Saya bisa menjawab semua yg dalam buku itu dalam beberapa jam saja, namun saya saat ini sibuk sekali

    Ketiga : Menurut Habib Munzir buku sifat sholat Nabi dan buku Fathul baari syarah Syaikh Bin Baaz disarankan untuk boleh dibakar. Alasan Habib Munzir karena banyaknya kesalahan faham wahabi dalam menafsirkan hadits

    Keempat : Habib Munzir berkata : buku buku yg sudah melewati pengeditan/syarah dari Ibn Baz, sudah dirasuki hal hal yg menyimpang

    Kelima : Menurut Habib Munzir boleh menceritakan aib Syaikh Bin Baaz karena syaikh Bin Baaz menyeru pada kesesatan. Habib Munzir berkata : “Mufti Saudi Arabia yg buta bernama Syeikh Ibn Bazz (membicarakan aib orang lain haram hukumnya, namun mengabarkan nama orang yg menyeru pd kesesatan ummat wajib hukumnya agar ummat tak terjebak)”

    Keenam : Habib Munzir menyatakan akidah Syaikh Bin Baaz jumuud karena Syaikh Bin Baaz menyatakan bahwa bumi tidak bulat. Habib Munzir berkata : “Ia tak mengakui bahwa bumi ini bulat, ia berkata bahwa bumi ini datar seperti piring, ia tak percaya semua bukti otentik secara ilmiah, ia tetap berkeras bahwa bumi ini datar seperti piring.., yaitu bila kelewatan maka akan jatuh entah kemana, inilah akidah jumud abad ke 20″

    SANGGAHAN

    Sungguh keji perkataan Habib Munzir sang ahli hadits…sampai-sampai mengatakan bahwa Syaikh Bin Baaz dangkal ilmu haditsnya.

    Wahai Habib Munzir…tatkala anda mengatakan demikian apakah anda sudah mengukur keilmuan ilmu hadits Syaikh Bin Baaz?? Lalu anda membandingkannya dengan ilmu hadits anda yang hebat??!!

    Wahai Habib Munzir…bagaimana anda mengetahui kerendahan ilmu hadits Syaikh Bin Baaz hanya dengan membaca kitab “Benteng Tauhid”?, apakah kitab tersebut sedang membicarakan ilmu hadits??!!. Bahkan anda menyatakan bahwa hujjah Syaikh Bin Baaz dalam kitab tersebut “Bobrok” dan “Lemah”. Maka pantas saja jika kemudian anda menganjurkan untuk membakar kitab-kitab syaikh Bin Baaz??!!

    Bahkan anda menyatakan mampu untuk membantah kitab “Benteng Tauhid” tersebut hanya dalam waktu beberapa jam?!!!

    Wahai Habib …kalau ada kesalahan dalam kitab “Benteng tauhid”, coba tunjukkan…

    Wah.. anda benar-benar orang alim dan pakar hadits.

    Kalau Syaikh Bin Baaz bisa anda bantah dalam beberapa jam…jangan-jangan bantahan-bantahan dalam artikel-artikel saya mungkin hanya dalam beberapa menit bisa anda bantah. Maka saya sangat berharap anda membantah artikel-artikel saya…

    Wahai Habib Munzir…anda menghalalkan untuk mencela Syaikh Bin Baaz dengan menunjukkan cacat belia (yaitu butanya beliau) dengan alasan bahwa Syaikh Bin Baaz menyeru pada kesesatan…!!!, bahkan anda meyakini wajib bagi anda untuk mencela kebutaan Syaikh Bin Baaz…, maka;

    • Apakah demikian bantahan yang ilmiyah..!!!.
    • Apakah demikian akhlaknya seorang yang menyebut dirinya sebagai keturunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
    • Apakah demikian Habib berbicara kepada seorang muslim paling tidak, kalau Anda tidak menganggap beliau (syeikh Ibnu Baz rahimahullah) seorang alim.

    Wahai Habib…betapa banyak orang yang buta mata akan tetapi Allah memberi sinar dan cahaya kebenaran dalam hatinya. Betapa banyak orang yang buta akan tetapi lebih alim dan lebih bertakwa daripada orang yang bisa melihat. Kalau anda ingin mengkritik saya rasa tidak perlu mencela kebutaan Syaikh Bin Baaz.

    Wahai Habib Munzir, anda telah mencerca Syaikh Bin Baaz dengan menyatakan bahwa akidah beliau jumud !!!, dan anda menuduh bahwasanya Syaikh Bin Baaz menyatakan bahwa bumi itu seperti piring dan tidak bulat??

    Bisakah anda menyebutkan sumber perkataan Syaikh Bin Baaz tersebut??!!

    Jika anda tidak mampu menyebutkannya berarti anda telah berdusta !!!!

    Justru Syaikh Bin Baaz -yang saya dapati- dalam buku-buku beliau menyatakan bahwa bumi itu bulat. Silahkan anda membaca buku beliau Majmuu’ Fataawaa Syaikh Bin Baaz 3/156-159 dan juga 9/228.

    Wahai Habib Munzir…jika anda tidak bisa menyebutkan sumber perkataan Syaikh Bin Baaz maka ketahuilah bahwa dusta itu akhlak yang sangat buruk…apalagi dusta atas nama ulama ??!!!

    KEDUA : Habib Munzir menudah para ulama sering menggunting perkataan para ulama aswaja

    Habib Munzir berkata :

    “Saudaraku yg kumuliakan, diantaranya tentunya Ibn Abdul Wahhab, Ibn Taimiyah, Al Baniy, Abdullah bin Bazz, Muhammad qutub, Utsaimin, Mufti Perlis Malaysia, dan banyak lagi.

    namun hati hati lho saudaraku, karena mereka juga sering : Gunting Tambal ucapan para ulama aswaja, mereka gunting ucapan Imam Nawawi, Imam Ibn Hajar, Imam Ibn Rajab, dan banyak lagi.

    jika kita lihat sekilas tentunya bertentangan dg aswaja dan sefaham dg mereka, namun jika kita lihat pada tulisan aslinya, ternyata keterangannya jelas membantah ucapan itu, namun karena digunting, maka maknanya menjadi berubah bahkan sebaliknya”. (lihat : http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=19677#19677)

    Wahai Habib Munzir…anda mengatakan para ulama di atas (Ibnu Taimiyyah, Muhammad bin Abdil Wahhab, Bin Baaz, Utsaimin, Al-Albani) SERING menggunting dan menambal perkataan para ulama aswaja???!!

    Saya sangat berharap anda mendatangkan bukti-buktinya…!!!. Sungguh ini merupakan tuduhan yang sangat keji…yang arti dari tuduhan anda ini bahwasanya para ulama tersebut adalah para pendusta karena SERING menggunting dan menambal !!!!, bahkan berdusta kepada umat !!!

    Wahai Habib Munzir bertakwalah kepada Allah…datangkanlah bukti anda…saya menunggu dengan sabar…bukankah anda mampu membantah syaikh Bin Baaz hanya dalam beberapa jam??, tentunya hanya butuh beberapa menit saja untuk mendatangkan bukti bahwa para ulama tersebut SERING berdusta kepada umat !!!

    Para pembaca yang budiman, masih banyak cercaan Habib Munzir kepada para ulama seperti Al-Albani, Al-Utsaimin, dll, hanya saja saya rasa apa yang kami paparkan di atas sudah cukup untuk menggabarkan betapa alimnya dan tingginya ilmu hadits Habib Munzir dan betapa indahnya “budi pekerti dan tutur kata serta kelembutan hati beliau”. Saya sangat berharap permintaan-permintaan saya kepada Habib Munzir untuk segera mendatangkan bukti atas tuduhan-tuduhannya kepada para ulama tersebut…dan saya sangat menanti komentar dan koreksian Habib Munzir atas artikel-artikel yang saya tulis…. .

    Selama ini saya belajar kepada guru-guru saya di masjid Nabawi seperti Ahli Hadits Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad yang mengajar di masjid Nabawi, demikian juga saya belajar di guru-guru saya di kuliyah hadits di Universitas Islam Madinah yang rata-rata mereka memiliki sanad dan pakar hadits…ternyata…saya tidak tahu kalau di tanah air tercinta ada seorang ahli dan pakar hadits seperti Habib Munzir. Siapakah diantara kita yang tidak ingin menimba ilmu dari orang yang seperti Habib Munzir yang merendahkan ilmu haditsnya Syaikh Bin Baaz, Syaikh Utsaimin, dan Syaikh Albani ???!!!

    Renungan :

    Ibnu ‘Asaakir rahimahullah berkata :

    واعلم يا أخي وفقنا الله وإياك لمرضاته وجعلنا ممن يخشاه ويتقيه حق تقاته أن لحوم العلماء رحمة الله عليهم مسمومة وعادة الله في هتك أستار منتقصيهم معلومة لأن الوقيعة فيهم بما هم منه براء أمره عظيم والتناول لأعراضهم بالزور والإفتراء مرتع وخيم والاختلاق على من اختاره الله منهم لنعش العلم خلق ذميم

    “Ketahuilah wahai saudaraku -semoga Allah memberikan taufiqNya kepada kami dan juga kepada engkau menuju keridhoanNya serta mmenjadikan kita termasuk dari kalangan orang-orang yang takut dan bertakwa kepadaNya dengan ketakwaan yang sesungguhnya- bahwasanya daging para ulama -semoga Allah merahmati mereka- adalah beracun, dan kebiasaan Allah untuk merobek tirai para pencela mereka telah diketahui, karena mencela para ulama dengan perkara-perkara yang mereka sendiri berlepas diri merupakan perkara yang besar, dan mencela kehormatan mereka dengan kebohongan dan penipuan adalah lahan yang buruk, serta berdusta atas para ulama yang telah dipilih oleh Allah untuk menegakkan ilmu merupakan akhlak yang tercela” (Tabyiin Kadzib Al-Muftari hal 29)

    Sungguh indah perkataan seorang penyair :

    يَا نَاطِحَ الْجَبَلِ الْعَالِي لِيُكْلِمَهُ ******** أَشْفِقْ عَلَى الرَّأْسِ لاَ تُشْفِقْ عَلَى الْجَبَلِ

    Wahai orang yang menanduk gunung yang tinggi untuk meruntuhkannya….kasihanilah kepalamu dan janganlah mengasihani gunung tersebut


    http://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/211-antara-habib-munzir-a-islam-jamaah

    ANTARA HABIB MUNZIR & ISLAM JAMA’AH
    Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja
    Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 24-12-1432 H / 20 November2011 M
    20 November 2011

    ANTARA HABIB MUNZIR & ISLAM JAMA’AH
    (Pernyataan Habib Munzir : Fatwa Orang Tidak Bersanad Adalah Batil)

    PENIPUAN TERHADAP UMAT ISLAM INDONESIA

    Penipuan besar-besaran telah dilakukan oleh Nur Hasan Ubaidah (pendiri sekte Isalam Jama’ah) kepada umat Islam di Indonesia. Nur Hasan Ubaidah tiba-tiba datang di Indonesia dengan mengaku-ngaku membawa sanad mangkul hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menyatakan bahwa orang yang Islamnya tidak bersanad (tidak mangkul) maka islamnya diragukan.

    Ternyata… Nur Hasan Ubaidah ini mengaku-ngaku telah mengambil sanad dari kota Mekah negerinya kaum Wahabi. Jadi rupanya Nur Hasan Ubaidah ini mengambil sanad dari kaum wahabi !!???. Akan tetapi anehnya tidak seorangpun ulama di Kerajaan Arab Saudi yang berpemikiran ngawur seperti Nur Hasan Ubaidah ini.

    Hingga sekarang Islam Jama’ah masih berusaha mengirim murid-muridnya ke Ma’had al-Harom di Mekah untuk berusaha menyambung sanad (karena konon isnad yang dibawa oleh Nur Hasan Ubaidah telah hilang atau kurang lengkap). Lagi-lagi Islam Jama’ah menguber-nguber sanad dari kaum Wahabi.

    Berkembanglah pemikiran sesat sekte Islam Jama’ah ini di tanah air yang dibangun di atas kedustaaan besar-besaran dan penipuan besar-besaran terhadap kaum muslimin di Indonesia, bahwasanya siapa saja yang Islamnya tidak bersanad maka diragukan keabsahannya.

    Anehnya… yang mau menerima doktrin Nur Hasan Ubaidah ini hanyalah sebagian masyarakat muslim Indonesia. Kalau seandainya doktrin dan propaganda Nur Hasan Ubaidah ini dilontarkan di Negara-negara Arab maka tentunya Nur Hasan Ubaidah ini akan dianggap sebagai badut pemain sirkus yang pintar melawak !!!!

    MIRIP TAPI TAK SAMA !!

    Habib Munzir Al-Musaawa…. dengan mudahnya mencela para ulama wahabi (seperti syaikh Bin Baaz, Ibnu Al-‘Utsaimiin, dan Syaikh Al-Albani) dengan berhujjah : ULAMA WAHABI TIDAK BERSANAD !!!!

    Sehingga murid-murid sang habib dan para pengagumnya menyerukan sebagaimana seruan sang Habib…: “Para ulama wahabi tidak bersanad !!!”, sehingga ilmu mereka diragukan…!!!, ilmu hadits mereka dangkal..!!!, Fatwa mereka batil dan tertolak…!!!

    Dan tuduhan-tuduhan dan olok-olokan yang lainnya yang keluar dari mulut sang Habib beserta para pengagumnya.

    Kalau dipikir-pikir pemikiran Habib Munzir agak mirip dengan doktrin Nur Hasan ‘Ubaidah pendiri sekte Islam Jama’ah, akan tetapi setelah direnungkan ternyata tidak sama.

    Berikut saya sebutkan dua kesimpulan dari perkataan-perkataan Sang Habib tentang ulama yang tidak bersanad.

    PERTAMA : Habib Munzir menuduh ulama wahabi tidak punya sanad. Bahkan dengan berani Habib Munzir menantang dan berkata :

    “Saudaraku, maaf, tunjukkan satu saja seorang ulama wahabi yg punya sanad kepada Muhadditsin?, atau sanad guru yg muttashil kepada Rasulullah saw, kami ahlussunnah waljamaah berbicara hadits kami mempunyai sanad kepada kutubussittah dan muhadditsin, kami bukan menukil dan menggunting gunting ucapan ulama lalu berfatwa semaunya.

    tiada ilmu tanpa sanad, maka fatwa tanpa sanad adalah batil.
    (lihat : http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=7&id=9654#9654)

    Bahkan Habib Munzir menuduh bahwasanya tidak ada satu orang wahabipun yang hafal 10 hadits beserta sanadnya.

    “…Wahabi dan kelompoknya yg mereka itu tak hafal 10 hadits pun berikut sanad dan hukum matannya. hafal hadits berikut sanad dan matannya adalah hafal haditsnya, dan nama nama periwayatnya sampai ke Rasul saw berikut riwayat hidup mereka, guru mereka, akhlak mereka, kedudukan mereka yg ditetapkan para Muhadditsin, dan lainnya.

    namun wahabi cuma menukil dari buku sisa sisa yg masih ada saat ini, buku buku hadits yg ada saat ini hanya mencapai sekitar 80 ribu hadits, dan tak ada kitab yg menjelaskan semua periwayat berikut sejarahnya kecuali sebagian kecil hadit saja,.

    maka fatwa para penukil ini batil tanpa perlu dijawab, (lihat : http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=23856#23856)

    KEDUA : Habib Munzir memvonis bahwa fatwa siapa saja yang tidak memiliki sanad adalah fatwa yang batil. Habib Munzir berkata, “tiada ilmu tanpa sanad, maka fatwa tanpa sanad adalah batil”, apalagi yang berfatwa adalah para wahabi maka fatwa mereka otomatis batil dan tidak perlu dijawab, sebagaimana dalam perkataan Habib Munzir, “maka fatwa para penukil ini batil tanpa perlu dijawab”

    Karenanya begitu dengan mudahnya Habib Munzir membatilkan fatwa-fatwa Syaikh Utsaimin dengan hanya berdalih bahwa Syaikh Utsaimin tidak bersanad.

    Habib Munzir berkata :

    “Mengenai Utsaimin, ia bukan ulama hadits, ia tak mempunyai sanad dalam ilmu hadits, tidak mempunyai sanad kepada para muhadditsin, maka pendapatnya batil dan tak bisa dijadikan pegangan, mengenai hadits tsb” (http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=25398#25398)

    Demikian juga Habib Munzir menuduh Syaikh Albani tidak bersanad, dan dituduh hanya menipu umat sehingga umat hancur, dan dituduh sebagai tong kosong.

    Habib Munzir berkata :

    “Beliau (*Albani) itu bukan Muhaddits, karena Muhaddits adalah orang yg mengumpulkan hadits dan menerima hadits dari para peiwayat hadits, albani tidak hidup di masa itu, ia hanya menukil nukil dari sisa buku buku hadits yg ada masa kini…”

    Habib Munzir berkata lagi :

    “Sedangkan Albani tak punya satupun sanad hadits yg muttashil. berkata para Muhadditsin, “Tiada ilmu tanpa sanad” maksudnya semua ilmu hadits, fiqih, tauhid, alqur;an, mestilah ada jalur gurunya kepada Rasulullah saw, atau kepada sahabat, atau kepada Tabiin, atau kepada para Imam Imam, maka jika ada seorang mengaku pakar hadits dan berfatwa namun ia tak punya sanad guru, maka fatwanya mardud (tertolak), dan ucapannya dhoif, dan tak bisa dijadikan dalil untuk diikuti, karena sanadnya Maqtu’.

    apa pendapat anda dengan seorang manusia muncul di abad ini lalu menukil nukil sisa sisa hadits yg tidak mencapai 10% dari hadits yg ada dimasa itu, lalu berfatwa ini dhoif, itu dhoif.

    Saya sebenarnya tak suka bicara mengenai ini, namun saya memilih mengungkapnya ketimbang hancurnya ummat karena tipuan seorang tong kosong. (lihat :

    http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=22466#22466)

    Inilah senjata Habib Munzir yang dianggap sangat ampuh dan sakti oleh para pengagumnya, sehingga untuk membantah para ulama wahabi tidak perlu adu argumen dalil, akan tetapi cukup dengan berkata “Para ulama wahabi tidak punya sanad maka fatwa mereka batil dan tertolak”

    PERIHAL SANAD

    Sebelum saya menyanggah penipuan Habib Munzir ini saya akan menjelaskan tentang hakekat sanad yang selalu dijadikan senjata oleh Habib Munzir untuk membatilkan perkataan para ulama wahabi.

    Sanad/isnad merupakan kekhususan umat Islam. Al-Qur’an telah diriwayatkan kepada kita oleh para perawi dengan sanad yang mutawatir. Demikian pula telah sampai kepada kita hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan sanad-sanad yang shahih. Berbeda dengan kitab Injil dan Taurat yang ada pada kaum Nashrani dan Yahudi tanpa sanad yang bersambung dan shahih, sehingga sangat diragukan keabsahan kedua kitab tersebut.

    Isnad hadits adalah silsilah para perawi yang meriwayatkan matan (sabda) hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    Para ahli hadits telah memberikan kriteria yang ketat agar suatu hadits dinilai sebagai hadits yang shahih, mereka ketat dalam menilai para perawi hadits tersebut. Karenanya mereka (para ahli hadits) mendefinisikan hadits shahih dengan definisi berikut :

    مَا اتَّصَلَ سَنَدُهُ بِنَقْلِ الْعَدْلِ الضَّابِطِ عَنْ مِثْلِهِ إِلَى مُنْتَهَاهُ مِنْ غَيْرِ شُذُوْذٍ وَلاَ عِلَّةٍ

    “Yaitu hadits yang sanadnya bersambung dengan penukilan perawi yang ‘adil dan dhoobith (kuat hafalannya) dari yang semisalnya hingga kepuncaknya tanpa adanya syadz dan penyakit (‘illah)”

    Yaitu para perawinya dari bawah hingga ke atas seluruhnya harus tsiqoh dan memiliki kredibilitas hafalan yang sempurna (lihat Nuzhatun Nadzor hal 58), serta sanad tersebut harus bersambung dan tidak ada ‘illahnya (penyakit) yang bisa merusak keshahihan suatu hadits.

    Oleh karenanya dari sini nampaklah urgensinya pengecekan kevalidan isnad suatu hadits

    Ibnu Siiriin berkata :

    لَمْ يَكُوْنُوا يَسْأَلُوْنَ عَنِ الإِسْنَادِ فَلَمَّا وَقَعَتِ الْفِتْنَةُ قَالُوْا : سَمُّوا لَنَا رِجَالَكُمْ فَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ السُّنَّةِ فَيُؤْخَذُ حَدِيْثُهُمْ وَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ الْبِدَعِ فَلاَ يُؤْخَذُ حَدِيْثُهُمْ

    “Mereka dahulu tidak bertanya tentang isnad, akan tetapi tatkala terjadi fitnah maka mereka berkata : “Sebutkanlah nama-nama para perawi kalian”, maka dilihatlah Ahlus sunnah dan diambilah periwayatan hadits mereka dan dilihatlah ahlul bid’ah maka tidak diambil periwayatan hadits mereka”

    Perkataan Ibnu Siiriin rahimahullah ini dibawakan oleh Imam Muslim dalam muqoodimah shahihnya hal 15 di bawah sebuah bab yang berjudul :

    بَابُ بَيَانِ أَنَّ الإِسْنَادَ مِنَ الدِّيْنِ وَأَنَّ الرِّوَايَةَ لاَ تَكُوْنُ إِلاَّ عَنِ الثِّقَاتِ وَأَنَّ جَرْحَ الرُّوَاةِ بِمَا هُوَ فِيْهِمْ جَائِزٌ بَلْ وَاجِبٌ وَأَنَّهُ لَيْسَ مِنَ الْغِيْبَةِ الْمُحَرَّمَةِ بَلْ مِنَ الذَّبِّ عَنِ الشَّرِيْعَةِ الْمُكَرَّمَةِ

    “Bab penjelasan bahwasanya isnad bagian dari agama, dan bahwasanya riwayat tidak boleh kecuali dari para perawi yang tsiqoh, dan bahwasanya menjarh (*menjelaskan aib) para perawi -yang sesuai ada pada mereka- diperbolehkan, bahkan wajib (hukumnya) dan hal ini bukanlah ghibah yang diharamkan, bahkan merupakan bentuk pembelaan terhadap syari’at yang mulia”.

    Salah faham

    Sebagian orang salah faham dengan perkataan Ibnul Mubaarok rahimahullah :

    الإِسْنَادُ مِنَ الدِّيْنِ وَلَوْلاَ الإِسْنَادُ لَقَالَ مَنْ شَاءَ مَا شَاءَ

    “Isnad adalah bagian dari agama, kalau bukan karena isnad maka setiap orang yang berkeinginan akan mengucapkan apa yang ia kehendaki”

    Mereka memahami bahwasanya : “Perkataan Ibnul Mubarok ini menunjukkan bahwasanya orang yang tidak punya isnad bicaranya akan ngawur, dan sebaliknya orang yang punya isnad maka bicaranya pasti lurus”

    Akan tetapi bukan demikian maksud perkataan Ibnul Mubaarok rahimahullah. Maksud perkataan beliau adalah : Tidak sembarang orang bisa menyampaikan hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, akan tetapi menyampaikan hadits Nabi harus ada sanadnya. Dan jika sudah ada sanadnya maka HARUS diperiksa para perawinya sehingga bisa ketahuan haditsnya shahih ataukah lemah. Yang menunjukkan akan hal ini tiga perkara berikut :

    Pertama : Perkataan Ibnul Mubaarok ini dibawakan oleh Imam Muslim di bawah bab

    بَابُ بَيَانِ أَنَّ الإِسْنَادَ مِنَ الدِّيْنِ وَأَنَّ الرِّوَايَةَ لاَ تَكُوْنُ إِلاَّ عَنِ الثِّقَاتِ وَأَنَّ جَرْحَ الرُّوَاةِ بِمَا هُوَ فِيْهِمْ جَائِزٌ بَلْ وَاجِبٌ وَأَنَّهُ لَيْسَ مِنَ الْغِيْبَةِ الْمُحَرَّمَةِ بَلْ مِنَ الذَّبِّ عَنِ الشَّرِيْعَةِ الْمُكَرَّمَةِ

    “Bab penjelasan bahwasanya isnad bagian dari agama, dan bahwasanya riwayat tidak boleh kecuali dari para perawi yang tsiqoh, dan bahwasanya menjarh (*menjelaskan aib) para perawi -yang sesuai ada pada mereka- diperbolehkan, bahkan wajib (hukumnya) dan hal ini bukanlah ghibah yang diharamkan, bahkan merupakan bentuk pembelaan terhadap syari’at yang mulia”.

    Kedua : Persis sebelum menyampaikan perkataan ibnul Mubarok ini, Imam Muslim menyampaikan perkataan Sa’ad bin Ibrahim yang menjelaskan tentang kewajiban hanya meriwayatkan dari para perawi yang tsiqoh.

    Imam Muslim berkata :

    عن مسعر قال سمعت سعد بن إبراهيم يقول لا يحدث عن رسول الله صلى الله عليه وسلم إلا الثقات وحدثني محمد بن عبد الله بن قهزاذ من أهل مرو قال سمعت عبدان بن عثمان يقول سمعت عبد الله بن المبارك يقول الإسناد من الدين ولولا الإسناد لقال من شاء ما شاء

    “Dari Mus’ir berkata : Saya mendengar Sa’d bin Ibraahim berkata : Tidaklah meriwayatkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali para perawi yang tsiqoh….dari ‘Abdaan bin ‘Utsmaan berkata : Aku mendengar Abdullah bin Al-Mubaarok berkata : Isnad merupakan bagian dari agama, jika bukan karena isnad maka orang yang berkeinginan akan mengucapkan apa saja yang ia kehendaki”

    Dan sebelumnya lagi Imum Muslim juga menyebutkan perkatan Ibnu Siiriin di atas “Sebutkanlah nama-nama para perawi kalian”

    Ketiga : Setelah itu Imam Muslim juga membawakan praktek Ibnul Mubaarok yang mengecek para perawi dalam sebuah sanad.

    Imam Muslim berkata :

    قلت لعبد الله بن المبارك يا أبا عبد الرحمن الحديث الذي جاء إن من البر بعد البر أن تصلي لأبويك مع صلاتك وتصوم لهما مع صومك قال فقال عبد الله يا أبا إسحاق عمن هذا قال قلت له هذا من حديث شهاب بن خراش فقال ثقة عمن قال قلت عن الحجاج بن دينار قال ثقة عمن قال قلت قال رسول الله صلى الله عليه وسلم قال يا أبا إسحاق إن بين الحجاج بن دينار وبين النبي صلى الله عليه وسلم مفاوز تنقطع فيها أعناق المطي ولكن ليس في الصدقة اختلاف وقال محمد سمعت علي بن شقيق يقول سمعت عبد الله بن المبارك يقول على رؤوس الناس دعوا حديث عمرو بن ثابت فإنه كان يسب السلف

    “Abu Ishaaq bin ”Isa berkata : Aku berkata kepada Abdullah bin Al-Mubaarok, Wahai Abu Abdirrahman, hadits yang datang bahwasanya : ((Diantara berbakti setelah berbakti adalah engkau sholat untuk kedua orangtuamu beserta sholatmu dan engkau berpuasa untuk kedua orangtuamu bersama puasamu)). Beliau berkata : Wahai Abu Ishaaq, dari manakah hadits ini?. Aku berkata, “Ini dari periwayatan Syihaab bin Khiroosy”. Ibnul Mubaarok berkata : “Ia tsiqoh, lalu ia meriwayatkan dari siapa?”.

    Aku berkata, “Dari Al-Hajjaaj bin Diinaar”. Beliau berkata : “Ia tsiqoh, lalu Hajjaj meriwayatkan dari siapa?”

    Aku berkata, “(langsung) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda”. Beliau berkata, “Wahai Abu Ishaaq antara Hajjaaj bin Diinaar dan Nabi ada padang pasir yang besar, butuh banyak onta untuk bisa menempuhnya. Akan tetapi tidak ada perbedaan pendapat tentang bersedekah (atas nama kedua orang tua)”…

    Ali bin Syaqiiq berkata : “Aku mendengar Abdullah bin Al-Mubaarok berkata di hadapan khalayak manusia : Tinggalkanlah periwayatan ‘Amr bin Tsaabit karena ia mencela para salaf” (Lihat Muqoddimah Shahih Muslim hal 16)

    Dari sini kita faham bahwasanya perkataan Ibnul Mubaarok di atas semakin menguatkan akan urgensinya memeriksa kredibilitas para perawi dalam sebuah sanad. Dan perkataan Ibnul Mubaarok ini sama sekali tidak berkaitan dengan persangkaan Habib Munzir ; “Orang yang tidak bersanad maka fatwanya batil”

    Praktek al-jarh wa at-ta’diil

    Untuk menerapkan kriteria ini (yaitu pengecekan kedudukan dan kredibilitas para perawi hadits) maka para ulama ahli hadits menulis buku-buku al-jarh wa at-ta’diil yang menyebutkan tentang biografi para perawi, dengan menjelaskan kedudukan para perawi tersebut apakah tsiqoh ataukah dho’iif??.

    Berbagai macam buku yang ditulis oleh para ulama,

    • Ada kitab-kitab yang khusus berkaitan dengan para perawi yang tsiqoh
    • Ada kitab-kitab yang khusus berkaitan dengan para perawi yang dho’if dan majruuh
    • Ada kitab-kitab yang menggabungkan antara para perawi yang tsiqoh dan dho’iif
    • Ada kitab-kitab yang berkaitan dengan para perawi yang menempati kota tertentu, seperti Taariikh Baghdaad, Taariikh Dimasq, Taariikh Waasith, dll
    • Ada kitab-kitab yang menjelaskan tentang para perawi kitab-kitab hadits tertentu, seperti ada kitab yang khusus menjelaskan para perawi dalam kitab Muwaatho’ Imam Malik, ada kitab yang khusus menjelaskan tentang para perawi Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, ada kitab yang khusus menjelaskan tentang kedudukan para perawi al-kutub as-sittah
    • Dan jenis-jenis kitab yang lainnya, sebagaimana dijelaskan dalam buku-buku al-jarh wa at-ta’diil atau ‘ilmu ar-rijaal.

    Karenanya dengan meneliti kedudukan para perawi tersebut -berdasarkan kaidah al jarh wa at-ta’diil yang diletakkan oleh para ahli hadits- maka akan jelas apakan sanad suatu hadits shahih ataukah lemah atau maudhuu’ (palsu).

    Alhamdulillah para ulama telah mengumpulkan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak kitab-kitab hadits sebagaimana yang masyhuur diantaranya : Muwatthho’ al-Imam Maalik, Musnad Al-Imam Ahmad, Shahih Al-Bukhari, Shahih Muslim, Shahih Ibnu Hibbaan, Shahih ibnu Khuziamah, Sunan Abi Dawud, Sunan At-Thirmidzi, Sunan An-Nasaai, Sunan Ibni Maajah, Mu’jam-mu’jam At-Thobrooni, Sunan Al-Baihaqi, dan kitab-kitab hadits yang laiinya. Yang seluruh penulis kitab-kitab tersebut meriwayatkan hadits dengan menyebutkan sanad mereka dari jalur mereka hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga dengan penerapan kaidah ilmu mustholah al-hadits dan ilmu al-jarh wa at-t’adiil terhadap para perawi yang terdapat dalam sanad-sanad hadits maka bisa dinilai apakah suatu hadits dari kitab-kitab tersebut shahih ataukah dhoiif.

    Karenanya untuk mengecek keabsahan hadits-hadits yang terdapat dalam kitab-kitab di atas adalah dengan mengecek para perawi yang termaktub dalam isnad-isnad dari para penulis kitab-kitab tersebut.

    Sebagai contoh untuk mengecek shahih tidaknya sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Thirimidzi dalam kitab “sunan” beliau maka kita mengecek para perawi di atas Imam At-Thirimidzi (dalam hal ini adalah guru imam At-Thirmidzi) hingga keatas sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    SANAD ZAMAN SEKARANG ??

    Di zaman kita sekarang ini masih banyak ahli hadits atau para syaikh atau para penuntut ilmu yang masih melestarikan kebiasaan para ahli hadits dalam meriwayatkan hadits dengan sanad. Sehingga banyak diantara mereka yang meriwayatkan hadits dengan beberapa model sanad hadits, diantaranya:

    sanad.jpg

    Pertama : sanad yang bersambung kepada salah satu dari para penulis hadits. Ada sanad di zaman sekarang ini yang bersambung hingga Al-Imam Al-Bukhari atau kepada At-Thirmidzi, atau kepada Abu Dawud, atau

    Kedua : Sanad yang bertemu di guru-guru para penulis tersebut, atau bertemu di para perawi yang lebih di atasnya lagi (para guru dari para guru dari para penulis), atau

    Ketiga : Sanad yang melalui jalur lain hingga kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa melalui jalur para penulis kitab-kitab tersebut.

    Dari sini jelas bahwasanya fungsi sanad di zaman ini (jika berkaitan dengan sanad hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) maka kurang bermanfaat dari dua sisi:

    Pertama : Karena para perawi yang dibawah para penulis kitab-kitab hadits tersebut hingga perawi di zaman kita sekarang ini tidak bisa diperiksa kredibilitasnya karena biografi mereka tidak diperhatikan oleh para ulama dan tidak termaktub dalam kitab-kitab al-jarh wa at-ta’diil

    Kedua : Kalaupun jika seluruh para perawi tersebut (dari zaman kita hingga ke penulis kitab) kita anggap tsiqoh maka kembali lagi kita harus mengecek para perawi dari zaman gurunya para penulis kitab-kitab hadits tersebut hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka seakan-akan kita ngecek langsung para perawi yang terdapat dalam sanad-sanad yang terdapat dalam kitab-kitab hadits tersebut.

    Jadi keberadaan isnad dari zaman sekarang hingga nyambung ke para penulis kitab-kitab hadits tersebut kurang bermanfaat, itu kalau tidak mau dikatakan tidak ada faedahnya !!!

    Adapun jenis isnad yang ketiga, yaitu periwayatan hadits yang diriwayatakan oleh seseorang di zaman sekarang hingga zaman Rasulullah -tanpa melalui jalur para penulis kitab-kitab hadits diatas- maka tentunya kita akan mendapatkan minimal sekitar 20 orang perawi. Dan 20 orang perawi tersebut tidak mungkin kita cek kredibilitas mereka karena tidak adanya kitab-kitab al-jarh wa at-tadiil yang menjelaskan biografi mereka.

    Dari sebab-sebab inilah maka terlalu banyak para penuntut ilmu yang berpaling dari mencari sanad hadits-hadits Nabi di zaman sekarang ini karena tidak ada faedah besar yang bisa diperoleh. Namun meskipun demikian masih saja ada para penuntut ilmu dan para ulama yang masih melestarikan periwayatan hadits dengan sanad-sanad tersebut untuk melestarikan adatnya para ahli hadits. Akan tetapi sama sekali tujuan mereka bukan untuk dijadikan senjata sebagaimana senjata yang digunakan oleh Habib Munzir dan para pengagumnya.

    PEMBODOHAN MASYARAKAT MUSLIM INDONESIA

    Habib Munzir sering menyebutkan kalau ia memiliki sanad, sehingga mengesankan bahwa ilmu yang dia peroleh nyambung hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal inilah yang dikenal dalam sekte Islam Jam’ah dengan istilah “MANGKUL”. Kemudian untuk mendukung aksinya ini maka Habib Munzir menuduh bahwa para ulama wahabi tidak seorangpun memiliki sanad…!!, bahkan tidak seorangpun yang hafal 10 hadits beserta sanadnya !!!. sungguh ini merupakan kedustaan dan pembodohan terhadap masyarakat Indonesia.

    Jadilah pembodohan ini menjadikan para pengagum Habib Munzir memahami bahwasanya :

    • Seluruh ilmu tanpa sanad tidak bisa diterima
    • Orang yang memiliki sanad seakan-akan maksum (terjaga dari kesalahan) karena ilmunya mangkul, yaitu sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Meskipun hal ini mungkin saja tidak terucap secara lisan, akan tetapi sikap mereka dan pembelaan mereka terhadap Habib Munzir menunjukan akan hal itu
    • Orang yang memiliki sanad hingga ke Imam As-Syafii seakan-akan paling paham tentang perkataan Imam As-Syafii karena ilmunya mangkul/sampai kepada Imam Asy-Syafi’i.

    SANGGAHAN

    Sanggahan terhadap propaganda Habib Munzir ini dari banyak sisi

    PERTAMA : Tuduhan Habib Munzir bahwa para ulama Wahabi tidak memiliki sanad merupakan tuduhan yang sangat dusta. Jangankan para ulama besar Wahabi, teman-teman saya (ustadz-ustadz yang ada di Indonesia) saja banyak yang memiliki sanad. Jadi jangan sampai Habib Munzir ini merasa ia adalah pendekar sanad satu-satunya, karena pendekar-pendekar junior wahabi ternyata sudah banyak yang memiliki sanad.

    KEDUA : Terkhususkan tuduhan Habib Munzir terhadap As-Syaikh Albani bahwa beliau tidak memiliki sanad dan hanya seperti tong kosong yang menipu umat, maka ini merupakan tuduhan dusta dan sangat keji.

    Syaikh Albani punya isnad, dan ini merupakan perkara yang ma’ruuf, beliau memiliki ijazah hadits dari ‘Allamah Syaikh Muhammad Raghib at-Thobbaakh Al-Halabi yang kepadanyalah beliau mempelajari ilmu hadits, dan mendapatkan hak untuk menyampaikan hadits darinya. (silahkan lihat Hayaat Al-Albaani wa Aaatsaaruhu wa ats-Tsanaa’ al-‘Ulamaa ‘alaihi karya Muhammad Ibrahim As-Syaibaani hal 45-46). As-Syaikh Al-Albani pun telah menegaskan hal ini dalam beberapa kitabnya seperti dalam kitab Tahdziir As-Saajid hal 84-85 dan juga kita Mukhtshor Al-‘Uluw hal hal 74

    Dan sebagian murid Syaikh Albani -seperti Abu Ishaaq Al-Huwaini- mengambil sanad dari As-Syaikh Al-Albani (silahkan lihat juga http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=18495).

    Kemudian kenapa begitu berani Habib Munzir mensifati Syaikh Al-Albani dengan TONG KOSONG !!!, bahkan Habib Munzir mengkhawatirkan hancurnya umat karena tipuan Tong Kosong !!!, Subhaanallah…tipuan apa yang telah dilancarkan oleh Syaikh Al-Albani wahai Habib Munzir…!!! ataukah anda yang sedang melancarkan tipuan kepada umat bahwa yang tidak punya sanad fatwanya batil???

    KETIGA : Kaum muslimin telah faham bahwasanya sumber hukum mereka adalah Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, demikian juga ijmaa’ para ulama. Dan tatkala terjadi perselisihan maka Allah memerintahkan kita untuk kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah.

    Allah berfirman :

    فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا

    Jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS An-Nisaa : 59)

    Allah tidak pernah mengatakan “Kembalilah kalian kepada orang yang bersanad”

    Alhamdulillah Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih telah dijaga oleh Allah.

    KEEMPAT : Propaganda Habib Munzir ini sama sekali tidak pernah dilakukan oleh para ulama dari madzhab manapun, baik dari madzhab Imam Abu Hanifah, atau madzhab Imam Malik, atau Madzhab Imam Ahmad, atau madzhab Dzohiriyah. Bahkan tidak seorangpun dari ulama madzhab Syafi’iyah yang mengigau dengan propaganda Habib Munzir ini.

    Silahkan buka kitab fiqih dari madzhab manapun…, atau kitab aqidah dari madzhab manapun…, atau kitab hadits dari madzhab manapun…, atau kitab ushul al-fiqh dari madzhab manapun….tidak seorangpun dari para ulama pernah berkata : “Fatwa anda tertolak karena anda tidak bersanad !!”

    Sering terjadi perdebatan dalam masalah fikih dikalangan para ulama madzhab…namun tidak seorangpun dari mereka tatkala membantah yang lain dengan berdalih “Pendapat anda batil karena anda tidak bersanad !!!”

    Bahkan tatkala ulama ahlus sunnah berdebat dengan para ahlul bid’ah dalam masalah aqidah maka para ulama ahlus sunnah membantah dengan cara menyebutkan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sama sekali mereka tidak pernah berkata kepada Ahlul Bid’ah “Kalian di atas kebatilan karena tidak bersanad !!!”

    Karenanya propaganda Habib Munzir ini merupakan hal yang sangat lucu dan konyol…tidak seorangpun yang pernah menelaah kitab-kitab para ulama akan terpedaya dengan propaganda ini. Yang terpedaya hanyalah orang awam yang tidak mengerti kitab-kitab para ulama, yang tidak mengerti tentang ilmu hadits dan ilmu sanad, sebagaimana Nur Hasan ‘Ubaidah berhasil menipu dan membodohi banyak orang-orang awam yang jahil sehingga terperangkap dalam jaringan sekte Islam Jama’ah. Wallahul Musta’aan.

    KELIMA : Kalaupun kita menerima sanad yang dimiliki Habib Munzir maka kita harus mengecek para perawi yang terdapat dalam sanad tersebut, mulai dari Habib Munzir, gurunya, lalu guru dari guru Habib Munzir dst. Tentunya kita tidak akan mendapatkan perkataan para imam al-jarh wa at-ta’diil (seperti Syu’bah bin Hajjaaj, Al-Bukhari, Al-Imam Ahmad, Yahya bin Sa’iid, dll) tentang guru-guru Habib Munzir. Maka para perawi tersebut (guru-guru habib Munzir) dalam ilmu hadits dihukumi sebagai para perawi majhuul.

    Demikian juga kita harus mengecek kredibiltas hafalan dan ketsiqohan Habib Munzir sebagai perawi dan salah satu mata rantai sanad yang ia miliki. Apakah Habib Munzir Al-Musawa adalah seorang perawi yang tsiqoh yang kredibilitas hafalannya baik dan tinggi, ataukah malah sebaliknya sering pelupa dan tidak memiliki hafalan?. Kemudian dinilai juga dari kejujuran dalam bertutur kata?. Karena jika kita menerapkan kaidah para ahli hadits, maka jika ketahuan seorang perawi pernah berdusta sekali saja -bukan pada hadits Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam- akan tetapi dusta pada perkara yang lain maka perawi ini dihukumi muttaham bil kadzib (tertuduh dusta), dan periwayatannya tertolak atau tidak diterima. Bagaimana lagi jika ketahuan sang perawi telah berdusta berkali-kali !!!, bagaimana lagi jika kedustaannya tersebut dalam rangka untuk menjatuhkan para ulama ??

    KEENAM : Sebagaimana Habib Munzir memiliki sanad ternyata terlalu banyak para penuntut ilmu wahabi yang juga memiliki sanad…!!!, maka fatwa siapakah yang diterima?, apakah fatwa Habib Munzir ataukah fatwa para penuntut ilmu wahabi tersebut??!!

    Hanya saja Habib Munzir mengesankan kepada murid-mudirnya bahwa para wahabi tidak bersanad !!!, ini merupakan kedustaan yang sangat nyata seperti terangnya matahari di siang bolong.

    KETUJUH : Ngomong-ngomong manakah yang kita ikuti…Islam Jama’ah ala Nur Hasan ‘Ubaidah yang lebih dahulu punya sanad daripada Habib Munzir puluhan tahun yang lalu? Ataukah kita mengikuti Habib Munzir yang baru-baru saja memiliki sanad??!!.

    KEDELAPAN : Bukankah sering dua orang yang sama-sama memiliki sanad ternyata saling berselisih??. Lihat saja bagaimana para ulama saling berselisih pemahaman dalam banyak permasalahan agama sehingga timbulah madzhab-madzhab yang berbeda-beda. Bukankah para ulama besar pengikut madzhab As-Syafii memiliki sanad akan tetapi sering berselisih dengan para ulama pengikut madzhab Hanafi yang juga memiliki sanad??

    Bukankah Imam Ibnu Hazm yang bermadzhab Dzohiriah -yang beliau banyak meriwayatkan hadits dengan sanadnya dalam kitab beliau Al-Muhalla- ternyata banyak menyelisihi para ualama empat madzhab yang juga memiliki sanad?

    Bahkan… bukankah Imam As-Syafii yang memiliki sanad yang pernah berguru kepada Imam Malik yang juga memiliki sanad ternyata masing-masing dari mereka berdua memiliki madzhab tersendiri??, demikian juga halnya antara Imam Ahmad yang berguru kepada Imam As-Syafii??

    Dari sini jelas bahwa isnad tidak melazimkan satu pemahaman, bahkan orang yang memiliki satu isnad bisa berselisih faham, bahkan bisa jadi murid menyelisihi guru. Lantas bagaimana bisa dianalogikan jika Habib Munzir memiliki sanad lantas secara otomatis lebih faham tentang agama??!!

    KESEMBILAN : Orang yang memiliki sanad yang shahih dalam periwayatan hadits tidak mesti lebih faham tentang agama daripada orang yang sama sekali tidak memiliki sanad, maka bagaimana lagi orang yang memiliki sanad yang dhoif karena banyak perawi yang majhuul??

    Al-Imam Al-Bukhari telah membuat sebuah bab dengan judul :

    بَابُ قَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : رُبَّ مُبَلَّغٍ أَوْعَى مِنْ سَامِعٍ

    “Bab sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : Betapa sering orang yang disampaikan lebih faham dari yang mendengarkan”.

    Lalu Al-Imam Al-Bukhari membawakan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

    لِيُبَلِّغِ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ فَإِنَّ الشَّاهِدَ عَسَى أَنْ يُبَلِّغَ مَنْ هُوَ أَوْعَى لَهُ مْنِهُ

    “Hendaknya yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir, karena bisa jadi yang hadir menyampaikan kepada orang yang lebih faham daripada dia” (HR Al-Bukhari no 67)

    Al-Hafiz Ibnu Hajar berkata :

    وَالْمُرَادُ رُبَّ مُبَلَّغٍ عَنِّي أَوْعَى أَيْ أَفْهَمُ لِمَا أَقُوْلُ مِنْ سَامِعٍ مِنِّي

    “Maksudnya yaitu bisa jadi orang yang disampaikan sabdaku lebih menguasai yaitu lebih faham tentang sabdaku dari pada yang mendengarkan (langsung) dariku” (Fathul Baari 1/158)

    Rasulullah juga bersabda :

    نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيهٍ

    “Semoga Allah menerangi wajah seseorang yang mendengar sebuah hadits dariku lalu ia menghafalkannya hingga menyampaikannya. Bisa jadi seorang membawa fiqih (ilmu) lalu ia sampaikan kepada yang lebih faqih daripadanya, dan bisa jadi seseorang membawa fiqih (ilmu) akan tetapi ia bukanlah seorang yang faqih” (HR Abu Dawud no 3662, At-Thirmidzi no 2656, Ibnu Maajah no 230)

    Hadits ini menjelaskan bahwasanya bisa jadi seseorang memiliki riwayat hadits akan tetapi tidak faham dengan isi dari hadits tersebut, serta tidak bisa mengambil dan mengeluarkan huku-hukum dari hadits tersebut.

    Al-Munaawi As-Syafii berkata :

    habmun10_01.jpg

    “Betapa banyak pembawa fiqih (ilmu) namun tidak faqiih, yaitu tidak mengambil (menggali) ilmu hukum-hukum dengan cara pendalilan, akan tetapi ia membawa riwayat tanpa memiliki sisi pendalilan dan pengeluaran hukum” (Faidul Qodiir 4/17)

    Karenanya ilmu dan kefaqihan bukanlah dengan banyaknya riwayat dan banyaknya sanad, karena bisa jadi ada seseorang yang memiliki banyak riwayat dan sanad akan tetapi tidak faham atau kurang faham dengan isi dari hadits-hadits yang ia riwayatkan.

    Ibnu Bathool rahimahullah berkata :

    habmun10_02.jpg

    “Nabi ‘alaihis salaam sungguh telah menafikan ilmu dari orang yang tidak memiliki pemahaman, sebagaimana dalam sabda beliau “Betapa banyak orang yang membawa fiqih/ilmu akan tetapi tidak memiliki kefaqihan”

    Imam Malik berkata : “Bukanlah ilmu dengan banyaknya periwayatan, akan tetapi ilmu adalah cahaya yang Allah letakan dalam hati”. Maksud Imam Malik adalah memahami makna-maknanya dan istinbaathnya (pengambilan hukum darinya)” (Syarh Shahih Al-Bukhaari karya Ibnu Batthool 1/157)

    Kesimpulan dari hadits ini :

    Pertama : Bisa jadi seseorang memiliki riwayat atau sanad akan tetapi tidak faham dengan kandungan dari hadits yang ia riwayatkan.

    Kedua : Bisa jadi seseorang memiliki riwayat dan sanad akan tetapi orang yang membaca hadits yang ia riwayatkan lebih faham dengan isi hadits daripada yang memiliki sanad.

    KESEPULUH : Sungguh sangat menyedihkan jika kita dapati seseorang memiliki sanad akan tetapi tidak mengerti ilmu hadits….sanadnya itu hanya sebagai topeng yang melindungi kebodohannya dalam ilmu hadits, sehingga tatkala lisannya mulai berbicara tentang ilmu hadits akhirnya ngawur.

    Apalagi murid-murid dan para pengagum Habib Munzir yang begitu mudahnya diberikan ijaazah oleh Habib Munzir. Silahkan perhatikan yang dibawah ini :

    Pengagum Habib Munzir berkata :
    “Dengan hormat saya hendak belajar kepada Habib walau sementara baru sebatas lewat internet.
    1. Mohon izin belajar kepada Habib yang bersanad keguruan sampai kepada Nabi Muhammad SAW
    2. Mohon ijazah untuk pengamalan amalan ahluh sunah wal jamaah…

    Habib Munzir menjawab :
    “Saudaraku yg kumuliakan, selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam kemuliaan

    1. saudaraku tercinta, saya belum pantas menjadi murid yg baik, bagaimana saya menjadi guru, kita bersaudara dan saling menasihati karena Allah, namun sanad keguruan anda telah berpadu dg sanad keguruan saya hingga kepada Rasul saw.

    2. Saya Ijazahkan pada anda sanad keguruan saya kepada anda, yg bersambung sanadnya kepada Guru Mulia kita, hingga Rasulullah saw, ia adalah bagai rantai emas terkuat yg tak bisa diputus dunia dan akhirat, jika bergerak satu mata rantai maka bergerak seluruh mata rantai hingga ujungnya, yaitu Rasulullah saw, semoga Allah swt selalu menguatkan kita dalam keluhuran dunia dan akhirat bersama guru guru kita hingga Rasul saw.

    Saya ijazahkan seluruh dzikir salafusshalih, semua doa Rijaalussanad dan semua doa dan dzikir dari seluruh para wali dan shalihin, munajat dan dzikir para Ahlusshiddiqiyyatul Kubra, kepada anda, Ijazah sempurna yg saya terima dari Guru Mulia kita Al Allamah Al Musnid Alhabib Umar bin hafidh yg sanadnya muttashil (bersambung) pada segenap para ulama, muhaddits, para wali dan shalihin. Ijazah ini mencakup seluruh surat dalam Alqur’an, wirid, dzikir, amalan sunnah, dan doa Nabi Muhammad saw dan doa para Nabi dan Doa seluruh Ummat Muhammad saw, dan seluruh Hamba Allah yg shalih. semoga anda selalu dalam kemuliaan Dzikir dan Cahya Munajat mereka. Amiin

    Saya Ijazahkan kepada anda sanad Alqur’anulkarim dalam tujuh Qira’ah, seluruh sanad hadits riwayat Imamussab’ah, seluruh sanad hadist riwayat Muhadditsin lainnya, seluruh fatwa dan kitab syariah dari empat Madzhab yaitu Syafii, Maliki, Hambali dan Hanafi, dan seluruh cabang ilmu islam, yg semua itu saya terima sanad ijazahnya dari Guru Mulia Al Allamah Al Musnid Alhabib Umar bin Hafidh, yg bersambung sanadnya kepada guru guru dan Imam Imam pada Madzhab Syafii dan lainnya, dan berakhir pada Rasulullah saw…

    (lihat: http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=26683#26683),

    Gampangnya Habib Munzir memberikan sanad ijazah kepada orang-orang awam tanpa persyaratan dan bahkan hanya sekedar melalui internet sering beliau lakukan.

    Silahkan lihat : (http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=25448#25448), lihat juga (http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=7&id=22111#22111), lihat juga (http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=21894#21894), dll

    Perhatikanlah wahai para pembaca…dengan begitu mudahnya Habib Munzir memberi ijazah kepada seseorang yang meminta isnadnya hanya melalui internet ?!!

    Lantas apakah jika orang tersebut telah diberi ijazah oleh Habib Munzir berarti ia telah menguasai seluruh qiro’ah sab’ah al-qur’aan dan juga menguasai seluruh fatwa dari empat madzhab, seluruh riwayat hadits dari imam saba’ah??!!! . Sementara orang yang meminta tersebut siapakah dia?, seorang alimkah dia?!! Belajar di mana?? Tahu nawhu shorof atau tidak?, menguasai ilmu ushul fiqh atau tidak?, menguasai ilmu mustolah hadits atau tidak?, menguasai fikih empat madzhab atau tidak??

    Habib Munzir sendiri apakah menguasai seluruh ilmu yang ia ijazahkan?, menguasai tujuh qiroo’ah?, menguasai seluruh hadits-hadits yang diriwayatkan oleh imam sab’ah?, menguasai seluruh fatwa dan kitab-kitab syari’ah empat madzhab??!!! Sunnguh sangat a’lim Habib Munzir ini?, bahkan ana rasa mungkin tidak ada seorang yang lebih ‘alim dari Habib Munzir di zaman ini.

    Pantas saja jika beliau digelari dengan al-‘Allaamah al-Fahhaamah (silahkan lihat http://assajjad.wordpress.com/2009/03/05/biografi-habib-munzir-al-musawa/)

    Bisa jadi seseorang tidak memiliki sanad akan tetapi ia adalah seorang yang ‘alim. Sebaliknya….

    • Percuma punya banyak sanad jika masih saja meriwayatkan hadits-hadits yang lemah, apalagi tidak mengerti tentang ilmu takhriij.
    • Percuma punya isnad sampai Imam As-Syafii tapi berdusta atas nama Imam As-Syafii dan juga berdusta atas nama Ibnu Hajar
    • Percuma punya isnad kalau membolehkan kesyirikan beristighootsah kepada mayat
    • Percuma punya banyak isnad kalau sering keliru dalam membicarakan ilmu hadits
    • Percuma punya banyak isnad kalau tukang mencela para ulama, karena ini bukan akhlaknya orang yang mempunyai sanad.
    • Percuma punya banyak isnad kalau menuduh para ulama sebagai pendusta tukang menggunting perkataan ulama (padahal dia sendiri yang tukang gunting)
    • Percuma punya banyak isnad kalau menuduh para ulama wahabi tidak punya isnad (yang ini merupakan kedustaan yang sangat nyata..!!!!)

    KESEBELAS : Tidak semua orang yang memiliki sanad dan meriwayatkan hadits maka otomatis aqidahnya merupakan aqidah yang lurus. Ini merupakan perkara yang sangat mendasar dan diketahui oleh semua orang yang baru belajar ilmu mustholah al-hadits.

    Karenanya para ulama ahli al-jarh wa at-ta’diil menyebutkan (dalam kitab-kitab Ad-Du’afaa’ dan kitab-kitab yang secara spesifikasi membicarakan tentang para perawi yang lemah) bahwasanya banyak perawi hadits yang memiliki pemahaman bid’ah, baik bid’ah khawarij, bid’ah syi’ah, bid’ah irjaa’, bid’ah qodariyah dan lain-lain yang menyebabkan riwayat para perawi tersebut tertolak. Dan masih banyak sebab-sebab lain yang menyebabkan periwayatan seseorang yang memiliki sanad tertolak

    Sementara kesan yang dibangun oleh Habib Munzir bahwasanya jika seseorang telah memiliki sanad yang bersambung kepada Nabi maka melazimkan seakan-akan ia adalah orang yang ma’sum yang tentunya aqidahnya lurus. Tentu hal ini merupakan kelaziman yang tidak lazim.

    KEDUA BELAS : Kelaziman dari hal ini, maka seluruh dai dan ulama yang tidak bersanad tidak diterima perkataan dan fatwa mereka, dan fatwa mereka dihukumi sebagai fatwa yang batil. Saya rasa sebaiknya Habib Munzir memberi masukan kepada Majelis Ulama Indonesia yang selama ini tatkala berfatwa tidak mencantumkan sanad mereka !!! yang menunjukkan bahwa fatwa-fatwa mereka selama ini adalah fatwa yang batil.

    Demikian juga masukan kepada ribuan dai yang di Indonesia, bahkan masukan kepada jutaan dai yang ada di dunia agar berhenti berdakwah dan hendaknya mencari sanad dahulu agar perkataan dan fatwa mereka bisa diterima dan tidak bernilai batil !!!

    Dari dua belas sisi bantahan di atas maka jelas bahwasanya perkataan Habib Munzir : “Orang yang tidak bersanad fatwanya batil dan tertolak” adalah kesalahan yang fatal !!!


    http://delielfaraby.wordpress.com/2012/02/24/bantahan-ilmiyah-terhadap-habib-munzir-atas-sanggahannya-terhadap-ulama-ahlus-sunnah-1/

    Bantahan Ilmiyah Terhadap Habib Munzir Atas Sanggahannya Terhadap Ulama Ahlus Sunnah (1)
    deliel-faraby on February 24, 2012

    Bantahan Ilmiyah Terhadap Habib Munzir Al-Musawwa Atas Sanggahannya Terhadap Ulama Ahlus Sunnah sepeti : Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab, Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baz, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dan Ulama Ahlus Sunnah Lainnya dalam Buku-bukunya “Kenalilah Akidahmu dan Meniti Kesempurnaan Iman” Karya Habib Munzir Al-Musawwa.
    =====================================================

    Bantahan Buku “Meniti Kesempurnaan Iman” Karya Habib Munzir Al-Musawwa

    Oleh :

    Al-Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja Abidin
    (Alumnus Jurusan Hadits dan Akidah Universitas Islam Madinah)

    Dikutip dari Buku “Bantahan Ilmiyah Untuk Habib Munzir” oleh Ust. Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja Abidin pada situs beliau http://www.firanda.com

    =====================================================

    Sebelum menyampaikan bantahan ilmiyah terhadap beliau Habib Munzir Al-Musawwa, ada baiknya terlebih dahulu kita mengenal beliau.
    Berikut akan disampaikan biografi beliau yang dikutip dari Website Beliau http://www.majelisrasulullah.org

    =====================================================

    Nasab Habib Munzir Al Musawa

    Nama beliau Munzir bin Fuad bin Abdurrahman Almusawa, dilahirkan di Cipanas Cianjur Jawa barat, pada hari jum’at 23 februari 1973, bertepatan 19 Muharram 1393H.

    Nasab Lengkap Beliau :

    Al-Habib Munzir bin Fuad bin Abdurrahman bin Ali bin Abdurrahman bin Ali bin Aqil bin Ahmad bin Abdurrahman bin Umar bin Abdurrahman bin Sulaiman bin Yaasin bin Ahmad Al-musawa bin Muhammad Muqallaf bin Ahmad bin Abubakar Assakran bin Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali bin Alwi Alghayur bin Muhammad Faqihil Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Marbath bin Ali Khali’ Qasim bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Almuhajir bin Isa Arrumiy bin Muhammad Annaqib bin Ali Al Uraidhiy bin Jakfar Asshadiq bin Muhammad Albaqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein Dari Fathimah Azahra Putri Rasul SAW

    Perjalanan Menuntut Ilmu :

    Setelah beliau menyelesaikan sekolah menengah atas, beliau mulai mendalami Ilmu Syariah Islam di Ma’had Assaqafah Al Habib Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri Jakarta Selatan, lalu mengambil kursus bhs.Arab di LPBA Assalafy Jakarta timur, lalu memperdalam lagi Ilmu Syari’ah Islamiyah di Ma’had Al Khairat, Bekasi Timur, kemudian beliau meneruskan untuk lebih mendalami Syari’ah ke Ma’had Darul Musthafa, Tarim Hadhramaut Yaman pada tahun 1994, selama empat tahun, disana beliau mendalami Ilmu Fiqh, Ilmu tafsir Al Qur;an, Ilmu hadits, Ilmu sejarah, Ilmu tauhid, Ilmu tasawuf, mahabbaturrasul saw, Ilmu dakwah, dan ilmu ilmu syariah lainnya.

    Perjalanan Dakwah :

    Habib Munzir Al-Musawa kembali ke Indonesia pada tahun 1998, dan mulai berdakwah, dengan mengunjungi rumah rumah, duduk dan bercengkerama dg mereka, memberi mereka jalan keluar dalam segala permasalahan, lalu atas permintaan mereka maka mulailah Habib Munzir membuka majlis, jumlah hadirin sekitar enam orang, beliau terus berdakwah dengan meyebarkan kelembutan Allah swt, yang membuat hati pendengar sejuk, beliau tidak mencampuri urusan politik, dan selalu mengajarkan tujuan utama kita diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah swt, bukan berarti harus duduk berdzikir sehari penuh tanpa bekerja dll, tapi justru mewarnai semua gerak gerik kita dengan kehidupan yang Nabawiy, kalau dia ahli politik, maka ia ahli politik yang Nabawiy, kalau konglomerat, maka dia konglomerat yang Nabawiy, pejabat yang Nabawiy, pedagang yang Nabawiy, petani yang Nabawiy, betapa indahnya keadaan ummat apabila seluruh lapisan masyarakat adalah terwarnai dengan kenabawian, sehingga antara golongan miskin, golongan kaya, partai politik, pejabat pemerintahan terjalin persatuan dalam kenabawiyan, inilah Dakwah Nabi Muhammad saw yang hakiki, masing masing dg kesibukannya tapi hati mereka bergabung dg satu kemuliaan, inilah tujuan Nabi saw diutus, untuk membawa rahmat bagi sekalian alam. Majelisnya mengalami pasang surut, awal berdakwah ia memakai kendaraan umum turun naik bus, menggunakan jubah dan surban, serta membawa kitab-kitab. Tak jarang beliau mendapat cemoohan dari orang-orang sekitar. Beliau bahkan pernah tidur di emperan toko ketika mencari murid dan berdakwah. Kini majlis taklim yang diasuhnya setiap malam selasa di Masjid Al-Munawar Pancoran Jakarta Selatan, yang dulu hanya dihadiri tiga sampai enam orang, sudah berjumlah sekitar 10.000 hadirin setiap malam selasa, Habib Munzir sudah membuka puluhan majlis taklim di seputar Jakarta dan sekitarnya, beliau juga membuka majelis di rumahnya setiap malam jum’at bertempat di jalan kemiri cidodol kebayoran, juga sudah membuka majlis di seputar pulau jawa, yaitu:

    Jawa barat : Ujungkulon Banten, Cianjur, Bandung, Majalengka, Subang.

    Jawa tengah : Slawi, Tegal, Purwokerto, Wonosobo, Jogjakarta, Solo, Sukoharjo, Jepara, Semarang,

    Jawa timur : Mojokerto, Malang, Sukorejo, Tretes, Pasuruan, Sidoarjo, Probolinggo.

    Bali : Denpasar, Klungkung, Negara, Karangasem.

    NTB : Mataram, Ampenan

    Luar Negeri : Singapura, Johor, Kualalumpur.

    Buku-buku yang sering menjadi rujukan beliau di majelisnya antara lain: kitab As-syifa (Imam Fadliyat), Samailul Muhammadiyah (Imam Tirmidzi), Mukasyifatul Qulub (Imam Ghazali), Tambili Mukhdarim (Imam Sya’rani), Al-Jami’ Ash-Shahih/Shahih Bukhari (Imam Bukhari), Fathul Bari’ fi Syarah Al-Bukhari (Imam Al-Astqalani), serta kitab karangan Imam Al-Haddad dan kitab serta pelajaran yang didapat dari guru beliau Habib Umar bin Hafidh.

    Nama Rasulullah SAW sengaja digunakan untuk nama Majelisnya yaitu “Majelis Rasulullah SAW”, agar apa-apa yang dicita-citakan oleh majelis taklim ini tercapai. Sebab beliau berharap, semua jamaahnya bisa meniru dan mencontoh Rasulullah SAW dan menjadikannya sebagai panutan hidup.

    Guru-guru Beliau :

    Habib Umar bin Hud Al-Athas (cipayung), Habib Aqil bin Ahmad Alaydarus, Habib Umar bin Abdurahman Assegaf, Habib Hud Bagir Al-Athas, di pesantren Al-Khairat beliau belajar kepada Ustadz Al-Habib Nagib bin Syeikh Abu Bakar, dan di Hadramaut beliau belajar kepada Al-Imam Al-Allamah Al-Hafizh Al-Arifbillah Sayyidi Syarif Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh bin Syeikh Abu Bakar bin Salim (Rubath Darul Mustafa), juga sering hadir di majelisnya Al-Allamah Al-Arifbillah Al-Habib Salim Asy-Syatiri (Rubath Tarim).

    Dan yang paling berpengaruh didalam membentuk kepribadian beliau adalah Guru mulia Al-Imam Al-Allamah Al-Hafizh Al-Arifbillah Sayyidi Syarif Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh bin Syeikh Abu Bakar bin Salim.

    Demikianlah biografi singkat beliau, mohon maaf apabila ada kesalahan.

    =====================================================

    Berikut akan dibahas Bantahan Ilmiyah Terhadap Habib Munzir Al-Musawwa Atas Sanggahannya Terhadap Ulama Ahlus Sunnah sepeti : Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab, Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baz, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dan Ulama Ahlus Sunnah Lainnya dalam Buku-bukunya “Kenalilah Akidahmu dan Meniti Kesempurnaan Iman” Karya Habib Munzir Al-Musawwa. Pada bantahan ini akan dibahas dalam beberapa seri, sebagaimana sanggahan beliau yang telah beliau sampaikan baik melalui tulisan maupun situs website yang beliau pimpin.

    =====================================================

    Habib Munzir Berdusta Atas Nama Imam Syafi’i

    =====================================================

    Buku ‘Meniti Kesempurnaan Iman’ yang ditulis Habib Munzir al-Musawwa adalah tulisan sanggahan terhadap karya Syaikh Abdul Aziz bin Baz berjudul ‘Benteng Tauhid’. Banyak permasalahan tauhid yang dikritik oleh Habib Munzir terhadap buku Syaikh Bin Baz tersebut, namun sebenarnya kebenaran adalah apa yang disampaikan Syaikh Bin Baz rahimahullah. Silakan disimak penjelasan-penjelasan berikut ini yang akan menjabarkan kesalahan-kesalahan Habib Munzir dalam bukunya tersebut.

    Terlalu banyak hadits-hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengharamkan menjadikan kuburan sebagai masjid. Akan tetapi hal ini ditentang oleh Habib Munzir. Dan dalam penentangannya itu Habib Munzir berdalil dengan beberapa hadits dan perkataan para ulama.

    Akan tetapi sungguh sangat mengejutkan tatkala saya cek langsung perkataan para ulama tersebut ternyata bertentangan dengan apa yang dipahami oleh sang Habib. Ternyata…sang Habib telah melakukan tipu muslihat.

    Habib Munzir berkata :

    “Berkata Guru dari Imam Ahmad bin Hanbal, yaitu Imam Syafii rahimahullah : Makruh memuliakan seseorang hingga menjadikan makamnya sebagai masjid (*Imam Syafii tidak mengharamkan memuliakan seseorang hingga membangun kuburnya menjadi masjid, namun beliau mengatakan makruh), karena ditakutkan fitnah atas orang itu atau atas orang lain, dan hal yang tidak diperbolehkan adalah membangun masjid di atas makam setelah jenazah dikuburkan, Namun bila membangun masjid lalu membuat di dekatnya makam untuk pewakafnya maka tak ada larangannya”. Demikian ucapan Imam Syafii (Faidhul Qodiir juz 5 hal. 274)”

    Demikianlah perkataan Habib Munzir dalam kitabnya Meniti Kesempurnaan Iman hal 30)

    Saya akan menunjukkan kepada para pembaca sekalian tentang tipu muslihat yang telah dilakukan oleh sang Habib, dengan menukil langsung teks yang sesungguhnya dari kitab Faidhul Qodiir Syarh al-Jaami’ As-Shogiir yang dikarang oleh Al-Munaawi rahimahullah.

    Tatkala menjelaskan hadits Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam

    لَعَنَ اللهُ زَائِرَاتِ الْقُبُوْرِ وَالْمُتَّخِذِيْنَ عَلَيْهَا الْمَسَاجِدَ وَالسُّرُجَ

    “Allah melaknat para wanita penziarah kuburan dan (melaknat) orang-orang yang menjadikan di atas kuburan masjid-masjid dan penerangan”

    Al-Munaawi berkata :

    01.jpg

    (Sabda Nabi) : وَالْمُتَّخِذِيْنَ عَلَيْهَا الْمَسَاجِد“(Allah melaknat orang-orang yang menjadikan masjid-masjid di atas kuburan) karena padanya ada bentuk berlebih-lebihan dalam ta’dziim (pengagungan). Ibnul Qoyyim berkata, “Dan hadits ini dan hadits-hadits yang semisalnya adalah bentuk penjagaan Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam terhadap tauhid agar tidak diikuti oleh kesyirikan dan agar kesyirikan tidak menutup tauhid, dan untuk memurnikan tauhid dan sebagai bentuk kemarahan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena Robnya disamakan dengan selainNya. As-Syafii berkata, “Aku benci diagungkannya seorang makhluk hingga kuburannya akhirnya dijadikan masjid, kawatir fitnah kepadanya dan kepada masyarakat”.

    Dikatakan bahwasanya yang dicela adalah jika menjadikan mesjid di atas kuburan setelah proses pemakaman, adapun jika ia membangun mesjid kemudian menjadikan di sampingnya kuburan untuk dikuburkan di situ pewaqif masjid atau orang yang lain, maka tidak mengapa.

    Zainuddin Al-’Irooqi berkata, “Yang dzohir bahwasanya tidak ada perbedaan antara jika dia membangun masjid dengan niat untuk dikuburkan di sebagian masjid maka termasuk dalam laknat. Bahkan hukumnya haram jika dikubur di masjid. Jika ia mempersyaratkan (tatkala memberi wakaf) agar dikubur di masjid maka persyaratan tersebut tidak sah karena bertentangan dengan kosekuensi wakaf masjidnya”. (Faidul Qodiir Syarh Al-Jaami’ As-Shogiir 5/274)

    Demikianlah teks secara lengkap dari kitab Faidhul Qodiir. Para pembaca yang budiman perhatikanlah teks diatas, ternyata :

    Al-Munaawi menukil perkataan Ibnul Qoyyim, yang Ibnul Qoyyim sedang menukil perkataan Imam As-Syafii (perkataan Ibnul Qoyyim ini bisa dilihat di kitab beliau Ighootsah Al-Lahfaan, tahqiq Al-Faqii 1/189), lalu Al-Munawi menyampaikan suatu pendapat lantas kemudian Al-Munawi menukil perkataan Al-’Irooqi yang membantah pendapat tersebut.

    Dari sini tampak tipu muslihat Habib Munzir dari beberapa sisi:

    Pertama :

    Habib Munzir berdusta atas nama Imam As-Syafii dengan menambah perkataan yang bukan perkataan Imam As-Syafii, yaitu perkataan ((dan hal yang tidak diperbolehkan adalah membangun masjid di atas makam setelah jenazah dikuburkan, Namun bila membangun masjid lalu membuat di dekatnya makam untuk pewakafnya maka tak ada larangannya)), yang ini jelas adalah bukan perkataan Imam Syafii, akan tetapi sebuah pendapat yang dinukil oleh Al-Munawi.

    Perkataan Imam As-Syafii ini sangatlah masyhuur, perkataan ini telah dinukil oleh Abu Ishaaq Asy-Syiirooziy (wafat 476 H) dalam kitabnya Al-Muhadzdzab fi Fiqhi Al-Imaam Asy-Syaafii, beliau rahimahullah berkata :

    02.jpg

    “Dan dibenci dibangunnya masjid di atas kuburan, karena hadits yang diriwayatkan oleh Abu Martsad Al-Gonawi bahwasanya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam melarang sholat kearah kuburan dan berkata, “Janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai berhala (sesembahan), karena sesungguhnya bani Israil telah binasa karena mereka menjadi kuburan-kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid”. As-Syafii berkata, “Dan aku benci diagungkannya seorang makhluq hingga kuburannya dijadikan masjid, kawatir fitnah atasnya dan atas orang-orang setelahnya” (Al-Muhadzdzab 1/456, dengan tahqiq : DR Muhammad Az-Zuhaili)

    Perkataan As-Syiirooziy dan perkatan Imam As-Syaafii ini juga dinukil oleh An-Nawawi dalam kitabnya Al-Majmuu’ Syarh Al-Muhadzdzab (5/288, tahqiq Muhammad Najiib Al-Muthi’iy). Kemudian An-Nawawi berkata :

    03.jpg

    “Dan telah sepakat nash-nash dari As-Syafii dan juga para ashaab (para ulama madzhab syafiiyah) akan dibencinya membangun masjid di atas kuburan, sama saja apakah sang mayat masyhur dengan kesholehan atau selainnya karena keumuman hadits-hadits (yang melarang-pen). Ay-Syafii dan para ashaab berkata, “Dan dibenci sholat ke arah kuburan, sama saja apakah sang mayat orang sholeh ataukah tidak”. Al-Haafizh Abu Muusa berkata, “Telah berkata Al-Imaam Abul Hasan Az-Za’farooni rahimhullah : Dan tidak boleh sholat ke arah kuburannya, tidak boleh sholat di sisinya dalam rangka mencari barokah atau dalam rangka mengagungkannya, karena hadits-hadits Nabi, wallahu A’lam”.(Demikian perkataan An-Nawawi dalam Al-Majmuu’ syarh Al-Muhadzdzab 5/289)

    Dan perkataan Imam As-Syaafii yang dinukil oleh Asy-Syiiroozi, An-Nawawi dan Al-Munaawi sesuai dengan penjelasan Imam As-Syafii dalam kitab beliau Al-Umm, dimana beliau tidak suka jika kuburan dibangun lebih tinggi dari satu jengkal, beliau berkata :

    04.jpg

    “Aku suka jika kuburan tidak ditambah dengan pasir dari selain (galian) kuburan itu sendiri. Dan tidak mengapa jika ditambah pasir dari selain (galian) kuburan jika ditambah tanah dari yang lain akan sangat tinggi. Akan tetapi aku suka jika kuburan dinaikan di atas tanah seukuran sejengkal atau yang semisalnya. Dan aku suka jika kuburan tidak dibangun dan tidak dikapur (disemen-pen) karena hal itu menyerupai perhiasan dan kesombongan, dan kematian bukanlah tempat salah satu dari keduanya (hiasan dan kesombongan), dan aku tidak melihat kuburan kaum muhajirin dan kaum anshoor dikapuri” (Al-Umm 2/631, tahqiq DR Rif’at Fauzi Abdul Muththolib, Daar Al-Wafaa’)

    Kedua :

    Habib Munzir tidak amanah dalam penerjemahan, kata qiila (قِيْلَ) yang artinya “dikatakan” tidak diterjemahkan oleh Habib Munzir.

    05.jpg

    Terjemahan Habib Munzir sbb : “Berkata Guru dari Imam Ahmad bin Hanbal, yaitu Imam Syafii rahimahullah : Makruh memuliakan seseorang hingga menjadikan makamnya sebagai masjid (*Imam Syafii tidak mengharamkan memuliakan seseorang hingga membangun kuburnya menjadi masjid, namun beliau mengatakan makruh), karena ditakutkan fitnah atas orang itu atau atas orang lain, dan hal yang tidak diperbolehkan adalah membangun masjid di atas makam setelah jenazah dikuburkan, Namun bila membangun masjid lalu membuat di dekatnya makam untuk pewakafnya maka tak ada larangannya”. Demikian ucapan Imam Syafii (Faidhul Qodiir juz 5 hal. 274)”

    Para pembaca yang budiman perhatikan terjemahan Habib Munzir, seharusnya terjemahan yang benar adalah : “…atau atas orang lain. Dikatakan : dan hal yang tidak…”

    Ini jelas sangat merubah makna, karena fungsi dari kalimat qiila (dikatakan) ada dua:

    • Pertama : Menunjukan pemisah antara perkataan Imam Syafii dan perkataan selanjutnya yang bukan merupakan perkataan Imam As-Syafii
    • Kedua : Para penuntut ilmu telah mengerti bahwasanya para ulama tatkala menukil suatu pendapat dan dibuka dengan perkataan “dikatakan” maka ini menunjukkan lemahnya pendapat tersebut.

    Ketiga :

    Habib Munzir tidak menukil perkataan Al-Munaawi dalam Faidhul Qodiir secara sempurna. Padahal setelah nukilan yang didustakan kepada Imam Syafii tersebut, setelah itu Al-Munawi menukil dari Al-’Irooqi untuk membantah pendapat tersebut. Para pembaca yang budiman perhatikanlah kembali teks perkataan Al-Munawi berikut ini:

    06.jpg

    Terjemahannya: “Dikatakan bahwasanya yang dicela adalah jika menjadikan mesjid di atas kuburan setelah proses pemakaman, adapun jika ia membangun masjid kemudian menjadikan di sampingnya kuburan untuk dikuburkan di situ pewaqif masjid atau orang yang lain, maka tidak mengapa.

    Zainuddin Al-’Irooqi berkata, “Yang dzohir bahwasanya tidak ada perbedaan antara jika dia membangun mesjid dengan niat untuk dikuburkan di sebagian masjid maka termasuk dalam laknat. Bahkan hukumnya haram jika dikubur di masjid. Jika ia mempersyaratkan (tatkala member wakaf) untuk dikubur di masjid maka persyaratan tersebut tidak sah karena bertentangan dengan kosekuensi wakaf masjidnya”. (Faidul Qodiir Syarh Al-Jaami’ As-Shogiir 5/274)

    Maka sungguh saya bertanya kepada Habib Munzir yang mulia…”Kenapa anda begitu tega dan begitu berani memanipulasi perkataan para ulama…??”

    Apakah anda tidak takut dimintai pertanggung jawaban oleh Allah di hari akhirat kelak…???!!! Wallahul must’aaan (Bersambung…)

    DOWNLOAD E-BOOK :
    e-Book “Kenalilah Akidahmu” http://www.ziddu.com/download/17980894/kenalilah_akidahmu_2.pdf.html
    e-book “Meniti Kesempurnaan Iman” http://www.ziddu.com/download/18686864/gahanThdBukuBentengTauhidSyeikhAbdulBinBaz-Wahabi.pdf.html
    e-Book Bantahan “Meniti Kesempurnaan Iman” : Bantahan Ilmiyah Untuk Habib Munzir http://www.ziddu.com/download/18686799/BantahankepadaHabibMunzir.pdf.html

    ummat nabi May 8, 2012 at 4:24 pm
    waduh…ustad firanda ini bagaimana…dari terjemahannya saja keliatan banget klo itu perkataan imam syafii, coba perhatikan lagi baik2:
    As-Syafii berkata, “Aku benci diagungkannya seorang makhluk hingga kuburannya akhirnya dijadikan masjid, kawatir fitnah kepadanya dan kepada masyarakat”. “Dikatakan bahwasanya yang dicela adalah jika menjadikan mesjid di atas kuburan setelah proses pemakaman, adapun jika ia membangun mesjid kemudian menjadikan di sampingnya kuburan untuk dikuburkan di situ pewaqif masjid atau orang yang lain, maka tidak mengapa.”
    Dari situ pun jelas lah bagi kita yg memahami bahasa indonesia, bahwa kalimat kedua itu setelah tanda kutip(“) dari As-Syafii berkata, adalah penjelasan dari kalimat As-Syafii. Siapa yang menjelaskan..??..jelas lah yang berkata pertama, seandainya perkataan kedua itu bukan penjelasan dari perkataan Asy-Syafii, maka Al-Munawi seharusnya menyampaikan dgn menyebut siapa yg berkata…. Sehingga dari sini terlihat klo habib munzir tidak berdusta, begitu ustadz…pegimana ustadz neh…… Silakan di baca lagi deh…..^_^

    Majelis MENELADANI Rasul Allah May 25, 2012 at 10:47 pm
    harusnya anda perhatikan umumnya penggunaan kata qiila oleh ustadz. Kalau anda tetap ngotot dengan pengertian anda, toh sudah jelas sang habib pujaan anda itu telah menghilangkan kata QIILA (DIKATAKAN) yang disebutkan oleh Al-Munawi. Na’uudzu billaah dari tipu muslihat semacam ini dari Munzir.

    no name August 16, 2012 at 2:19 am
    Duh Ilmu Ane Cetek ,, tapi ane ga secetek kata2 antum ,, Diskusikan lah dulu sama ahli-ahli Agama yang lain ,, jangan langsung mengejudge ,, seakan – akan anda lebih tinggi dari ilmu orang yang anda judge tersebut ,,

    Al-Faruq October 30, 2012 at 8:45 pm
    Orang seperti inilah yang bisa merusak Islam, bisa2 seorang ahlul bait yang sudah jelas jalan keagamaannya, sanadnya, fiqihnya, masih di ragukan, di mekkah sekarang sudah dikuasai aliran wahabi, mungkin si firanda itu sudah ketularan, dari dulu kaum wahabi selalu berusaha menyerang kaum sunni, kau yang punya website ini, hati2 bicaramu, yang kau hina itu ahlul bait yang keimanannya jauh diatas kamu!!!!!!!!!!!!!
    jangan pernah bilang ini tipu muslihat kecuali kamu sadar dan tahu kalo tingkat keimanan kamu diatas habib.(Hanya Allah yang Tahu) hati2 dalam bicara mas, semoga Allah membalas hinaan terhadap ahlul bait ini.

    Al-Faruq October 30, 2012 at 8:47 pm
    Setelah dilihat2 website ini memang sarang wahabi, Beginilah kalo orang bodoh sok pintar . .

    Herman January 25, 2013 at 5:04 pm
    Yang tidak mengerti wahabi jangan lah berbicara, karena antum hanya akan menambah mudhorotnya, pelajari dulu dari literatur terpercaya siapa Wahabi itu, hati2 wahabi ituh firqoh keras yang mudah mengkafirkan orang lain, apakah sifat mengkafirkan orang lain sudah antum2 temukan pada ulama2 dari Madinah atau Mekkah, (Bacalah kitab2 mereka). Allohu’alam bishawab.

    Bantahan Ilmiyah Terhadap Habib Munzir Atas Sanggahannya Terhadap Ulama Ahlus Sunnah (2) → http://delielfaraby.wordpress.com/2012/02/25/bantahan-ilmiyah-terhadap-habib-munzir-atas-sanggahannya-terhadap-ulama-ahlus-sunnah-2/


     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 26 other followers