dalam 3 bulan, harga saham di bursa efek indonesia sudah anjlok hampir 20%

dalam 3 bulan, harga saham di bursa efek indonesia sudah anjlok hampir 20%

oleh S3ra Sutan Rajo Ali
Jakarta, 21 Agustus 2013 01:01:21

bursa efek indonesia mencapai indeks tertingginya, 5.145,8, pada tanggal 17 Mei 2013.
per 20 Agustus 2013, hanya dalam waktu 3 bulan, indeks di bursa efek indonesia turun hampir 20% ke tingkat 4.174,98.


http://www.bisnis.com/indeks-bei-ihsg-kembali-cetak-rekor-baru-di-level-514568

INDEKS BEI: IHSG Kembali Cetak Rekor Baru Di Level 5.145,68
Gita Arwana Cakti – Jumat, 17 Mei 2013, 16:22 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA-Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 67,01 poin atau 1,32% ke level tertinggi baru 5.145,68 pada perdagangan Jumat (17/5/2013).

Level tersebut mengalahkan rekor tertinggi sebelumnya yakni 5.105,94 yang dicapai pada 10 Mei 2013.

Sepanjang hari ini indeks sempat mencapai level 5.162,38 pada level tertinggi dan 5.075,02 pada level terendah. Dari 464 saham yang diperdagangkan, sebanyak 162 saham menguat, 117 saham melemah, dan 185 saham stagnan.

Sektor yang memimpin penguatan adalah sektor konsumer sebesar 5,22%. Disusul oleh sektor pertambangan 2,78%, infrastruktur 0,89%, keuangan 0,61%, industri dasar dan kimia 0,52%, agribisnis 0,44%, perdagangan dan jasa 0,36%, dan konstruksi 0,14%.

Sementara itu, sektor aneka industri mencatatkan penurunan tipis 0,1%.

Pada penutupan perdagangan hari ini, indeks Bisnis 27 juga menguat 3,37 poin atau 0,79% ke level 431,42.

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 0,05% ke Rp9.757.

Saham-saham pendorong indeks:
UNVR +11,9%
BBRI +2,17%
KLBF +4,76%
GGRM +2,76%

Saham-saham penekan indeks:
BMTR -2,7%
BBNI -0,93%
HERO -6,79%
BTPN -2,78%

Sumber: Bloomberg.
Editor : Martin Sihombing


http://www.bisnis.com/penutupan-ihsg-indeks-melemah-166-ke-51214

PENUTUPAN IHSG: Indeks Melemah 1,66% ke 5.121,4
Gita Arwana Cakti – Kamis, 23 Mei 2013, 16:25 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA-Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 85,59 poin atau 1,66% ke level 5.121,4 pada perdagangan Kamis (23/5/2013).

Sepanjang hari ini, indeks bergerak pada kisaran 5.089,93-5.209,14. Dari 464 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 43 saham menguat, 253 saham melemah, dan 168 saham stagnan.

Seluruh sektor juga tercatat melemah. Penurunan tertajam dialami oleh sektor pertambangan 3,38%, disusul oleh sektor konstruksi 2,66%, perdagangan dan jasa 2,39%, industri dasar dan kimia 2,38%.

Selanjutnya sektor infrastruktur juga turun 1,9%, aneka industri 1,25%, keuangan 1%, konsumer 0,72%, dan agribisnis 0,27%.

Pada sore ini indeks Bisnis 27 juga melemah 1,79% atau 7,84 poin ke level 429,23. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga melemah 0,13% ke level Rp9.783. (ra)

Sektor-sektor saham penekan indeks:
BMRI -2,44%
MNCN -9,72%
PGAS -3,15%
BBNI -4,59%

Sektor-sektor saham pendorong indeks:
UNVR +3,57%
SCMA +3,59%
ISAT +3,74%
SMAR +3,52%

Sumber: Bloomberg.
Editor : Rustam Agus


http://www.bisnis.com/analisis-investasi-saatnya-masuk-atau-tinggalkan-pasar-saham

ANALISIS INVESTASI: Saatnya Masuk Atau Tinggalkan Pasar Saham?
Gita Arwana Cakti – Senin, 27 Mei 2013, 08:31 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA-Pergerakan bursa global dan Asia yang melemah membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) juga sulit mencetak kenaikan tajam pada hari ini (27/5/2013).

Penurunan yang terjadi di AS dan Eropa pada akhir pekan lalu akibat dari kebijakan The Federal Reserve terkait pemberian stimulus serta melihat turunnya data manufaktur China yang di luar estimasi.

Sejumlah analis mengingatkan untuk berhati-hati terhadap koreksi yang akan terjadi pada indeks hari ini. Lalu, apakah ini saat yang tepat untuk masuk saham? Atau justru saat yang tepat untuk keluar?

Berikut sejumlah kondisi bursa dan prediksi yang dihimpun redaksi Bisnis.com:

Prediksi Trust Securities

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada menilai banyaknya sentimen negatif bisa dimanfaatkan untuk profit taking, apalagi posisi IHSG sudah berada pada level overbought.

“IHSG sangat rentan terkoreksi. Untuk sementara, investor bisa wait and see terlebih dahulu. Karena, meskipun indeks rentan terkoreksi tetap ada saham-saham yang memberikan gain. Tapi kalau yang mudah panik, lebih baik masuk reksadana dulu saja,” ungkapnya kepada Bisnis, Senin (27/5/2013)

Reza memperkirakan pada hari ini indeks bergerak pada kisaran 5.065-5.108 untuk level support dan 5.207-5.216 untuk level resisten.

Prediksi MNC Securities

Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang juga memperkirakan IHSG bergerak konsolidasi dan berada pada kisaran 5.132-5.198. Hal tersebut, lanjutnya, terjadi seiring mulai masuk libur musim panas dan berakhirnya musilm laporan keuangan.

“Akan sulit mendapatkan IHSG bergerak naik tajam dalam satu hari perdagangan, sehingga cukup bijak jika perlahan pola investasi berubah menjadi pola trading jangka pendek. Hal itu untuk mengantisipasi sewaktu-waktu terjadi pull back,” ungkapnya.

Prediksi Universal Broker Indonesia

Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo memperkirakan indeks akan bergerak bervariasi pada kisaran 5.085-5.175. Hanya penutupan diatas resisten 5.175 yang akan mengakhiri tren turun jangka pendek yang tengah berlangsung.

“Sentimen regional terlihat masih minim, setelah pelaku pasar di Bursa Asia cenderung wait and see menjelang libur Bursa New York nanti malam. Sentimen yang ada malah cenderung negatif, menyusul koreksi 3,5 persen yang tengah berlangsung pada indeks Nikkei akibat penguatan Yen. Minimnya sentimen ini, diperkirakan bakal membuat pasar rawan aksi profit taking,” jelasnya.

Bursa Asia

Saham-saham di Asia melemah, seiring dengan saham-saham di Jepang yang melanjutkan pelemahannya lebih dari setahun, dan penguatan nilai tukar yen membuat outlook laba bersih untuk para eksportir Jepang turun dan China memberikan sinyal akan mentoleransi lambatnya pertumbuhan ekonomi.

Indeks MSCI Asia Pacific dibuka turun 1,3% ke level 136,82 pada Senin (27/5/2013) pukul 09.17 waktu Tokyo atau pukul 07.17 WIB.

Bursa Indonesia

Pada penutupan akhir pekan lalu, Jumat (24/5/2013) menguat 0,66% atau 33,69 poin ke level 5.155,09. Indeks bergerak pada kisaran 5.130,57-5.174,67. Dari 464 saham yang diperdagangkan, 188 saham menguat, 85 saham melemah, 191 saham stagnan.

Bursa Negara Berkembang

Sebagian besar saham di negara berkembang jatuh pada pekan lalu, ke level terendah dalam pekan kedua, seiring dengan turunnya saham-saham produsen komoditas mulai dari OAO Gazprom hingga Vale SA.

Indeks MSCI Emerging Market naik kurang dari 0,1% ke 1.026,68. Sebanyak 375 saham jatuh, dan 326 saham naik. Indeks turun 1,8% selama sepekan lalu.

Bursa AS

Sebagian besar saham di AS melemah pada akhir pekan lalu seiring para investor mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi dengan melihat rencana Federal Reserve yang akan mengurangi pemberian stimulus.

Indeks Standard&Poor’s 500 turun 0,1% ke 1.649,60 pada perdagangan Jumat pukul 16.00 waktu New York, atau Sabtu pukul 03.00 WIB.

Sementara itu indeks Dow Jones Industrial Average naik 8,6 poin atau 0,1% ke level 15.303,10.

Bursa Eropa

Saham-saham di Eropa mencatatkan penurunan pertama mingguan lebih dari 1 bulan seiring investor mendebat kapan Federal Reserve akan mempertimbangkan kembali stimulus dan data manufaktur China yang jatuh secara tidak terduga. Indeks Stoxx Europe 600 jatuh 1,7% ke 303,35 pada pekan lalu.

Editor : Sepudin Zuhri


http://www.bisnis.com/indeks-bei-2082013-ihsg-ditutup-anjlok-ke-417498

Indeks BEI (20/8/2013): IHSG Ditutup Anjlok ke 4.174,98
Gita Arwana Cakti – Selasa, 20 Agustus 2013, 16:09 WIB

Bisnis.com, JAKARTA- Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup anjlok 3,21% ke level 4.174,98 pada perdagangan hari ini, Selasa (20/8/2013).

Sepanjang hari ini, indeks bergerak pada kisaran 4.062,3-4.259,59. Pergerakan tersebut tidak sejalan dengan pergerakan bursa Asia yang melemah.

Dari 479 saham yang diperdagangkan, sebanyak 20 saham menguat, 307 saham melemah, dan 152 saham stagnan.

Sembilan sektor yang tercatat di Bursa Efek Indonesia seluruhnya melemah dipimpin pelemahan sektor perdagangan dan jasa 4,77%.

Indeks Bisnis 27 juga ditutup melemah 2,75% ke 339,26. Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpuruk 1,88% ke Rp10.723 per dolar AS.

Saham-saham penekan IHSG:
BBRI -4,9%
PGAS -6,42%
GGRM -8,54%
MLBI -19,9%

Saham-saham pendorong IHSG:
BMRI +1,31%
TOWR +4,46%
BBTN +2,8%
EXCL +0,61%

Sumber: Bloomberg.
Editor : Bambang Supriyanto

About these ads