ketika polisi berhadapan dengan jagal petrus

ketika polisi berhadapan dengan jagal petrus
02:12 AM 2013-08-18

kita, masyarakat awam, tidak akan pernah tahu profil polisi-polisi yang dijagal dan menjadi korban petrus yang mulai bergentayangan.

dulu, petrus bergentayangan untuk membantai preman-preman, gali-gali yang bertato. prinsip petrus jaman dulu, shoot to death on sight.

sekarang, petrus bergentayangan lagi untuk menembak mati polisi yang sedang berdinas. prinsip petrus yang sekarang, shoot to death on sight as they are in duties and wearing uniforms.


http://www.tempo.co/read/news/2013/08/17/064505029/Sebulan-Terakhir-Sudah-4-Polisi-Ditembak-di-Jalan

http://www.tempo.co/read/news/2013/08/17/064505079/Penembakan-Polisi-Berlanjut-TNI-Diminta-Bantu

http://www.tempo.co/read/news/2013/08/17/064504992/Dua-Polisi-Ditembak-Hingga-Mati-di-Tangerang

http://www.tempo.co/read/news/2013/08/17/064505125/Ada-4-Polisi-Kenapa-Bripka-Maulana-yang-Ditembak

http://www.tempo.co/read/news/2013/08/17/078505081/Ini-Modus-dan-Teknik-Penembakan-Polisi

http://www.tempo.co/read/news/2013/08/18/064505171/Begini-Cara-Penembak-Polisi-Rampas-Motor-Satpam


http://www.tempo.co/read/news/2013/08/17/064505029/Sebulan-Terakhir-Sudah-4-Polisi-Ditembak-di-Jalan

Sebulan Terakhir, Sudah 4 Polisi Ditembak di Jalan
FRANSISCO ROSARIANS, Sabtu, 17 Agustus 2013 | 07:43 WIB

Tim pusat Laboratorium Forensik Polda Metro Jaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penembakan rumah polisi di Banjar Wijaya, Tangerang, (13/8). Rumah polisi tersebut milik AKP Andreas Tulam. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta — Indonesian Police Watch mencatat angka kematian anggota polisi saat menjalankan tugas terus meningkat setiap tahun. Hal ini disampaikan menanggapi penembakan dua anggota Kepolisian Sektor Pondok Aren tadi malam.

“Sebagian besar yang tewas adalah polisi jajaran bawah akibat dibunuh pelaku kriminal,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane melalui pesan singkat, Sabtu, 17 Agustus 2013.

Meski tidak memaparkan detil, IPW mencatat pada tahun 2012 ada 29 polisi yang tewas dan 14 luka-luka saat menjalankan tugas. Jumlah ini meningkat karena pada 2011 tercatat 20 polisi meninggal saat bertugas.

Sedangkan di 2013, Neta memaparkan khusus di daerah Polisi Daerah Metro Jaya sudah terjadi empat penembakan dan dua penyerangan pada anggota polisi. Dua penyerangan terjadi dalam modus pencurian kendaraan aparat.

Penembakan dengan senjata api sendiri telah menyebabkan empat korban meninggal dunia. Dua anggota Polsek Pondok Aren, Brigadir Kepala Ahmad Maulana dan Ajun Inspektur Dua Kus Hendratma meninggal setelah ditembak orang tidak dikenal dalam jarak sekitar 2-3 meter di Jalan Graya Raya, Pondok Aren, Tangerang.

Penembakan sekitar pukul 21.30 WIB pada 16 Agustus ini terjadi saat Aipda Kus sedang berpatroli menggunakan sepeda motor. Dua orang tidak dikenal tetiba menembak anggota satuan Bina Masyarakat tersebut dari belakang. Kejadian tersebut terdengar hingga polsek yang hanya berjarak 500 meter.

Empat anggota satuan Buru Sergap termasuk Bripka Maulana mengejar pelaku dengan mobil Avanza. Setelah sempat menabrak motor pelaku, mobil tim buser terperosok ke parit. Penembakan kedua terjadi saat Bripka Maulana yang menjadi sopir ke luar dari mobil dan dicegat para pelaku. Jenazah Kus dan Maulana dibawa ke Rumah Sakit Sukamto, Kramat Jati setelah mendapat penanganan di RS Premier Bintaro.

Kepolisian dikabarkan melanjutkan pengejaran pelaku yang diduga salah satunya mengalami luka tembak. Sebelum kabur, para pelaku sempat baku tembak dengan anggota tim Buser yang juga menyebabkan pencurian motor warga masyarakat.

Dua anggota polisi juga tercatat ditembak kelompok tidak dikenal yaitu anggota satuan Bina Masyarakat Polsek Cilandak Ajun Inspektur Satu Dwiyatno dan anggota Polsek Gambir Ajun Inspektur Dua Patah Saktiyono. Patah ditembak pada 27 Juli di Jalan Cireunde sedangkan Dwiyatno ditembak pada 7 Agustus di Jalan Ciputat Raya.

“Ini dalam kurun waktu tiga bulan, polisi harus cepat menyelesaikan agar berhenti,” kata Neta.


http://www.tempo.co/read/news/2013/08/17/064504992/Dua-Polisi-Ditembak-Hingga-Mati-di-Tangerang

Dua Polisi Ditembak Hingga Mati di Tangerang
AFRILIA SURYANIS, Sabtu, 17 Agustus 2013 | 00:30 WIB

ilustrasi penembakan. haihoi.com

TEMPO.CO, Jakarta – Dua anggota Kepolisian Sektor Pondok Aren menjadi korban penembakan orang tidak dikenal di Jalan Graha Raya Pondok Aren, Tangerang, Jumat malam, 16 Agustus 2013, pukul 21.30. Keduanya tewas dengan luka tembak di kepalanya.

Juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengatakan kedua korban yang merupakan anggota Polsek Pondok Aren ini bernama Bripka Maulana dan Aipda Kus Hendratma. “Keduanya meninggal dunia dan sedang dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramatjati (Jakarta Timur),” kata Rikwanto kepada Tempo saat dihubungi, Jumat 16 Agustus 2013.

Menurut Rikwanto, korban ditembak oleh dua pelaku yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio berwarna hitam. “Tepat di dekat mesjid Bani Umar, pelaku memepet motor yang dikendarai Aipda Kus Hendratna dan menembakan senjata api ke kepalanya,” ujarnya.

Saat kejadian itu, kata Rikwanto, di belakang motor Aipda Kus terdapat sebuah mobil Avanza yang digunakan oleh tim buser Polsek Pondok Aren. Mereka bersama Aipda Kus hendak ke Mapolsek Pondok Aren untuk upacara apel cipta kondisi, malam tadi. Melihat Aipda Kus terjatuh dari motornya, tim buser sebanyak 4 orang, langsung mengejar pelaku dan menabrak motor pelaku. Namun, mobil tim buser tersebut malah terperosok ke got tanggul jalan.

Kejadian itu dimanfaatkan oleh pelaku yang langsung turun dari motornya dan menembak Bripka Maulana, yang mengendarai mobil Avanza tersebut. “Bripka Maulana langsung meninggal di lokasi kejadian,” ujar Rikwanto.

Sempat terjadi baku tembak antara pelaku dan tiga orang polisi tim buser. Namun pelaku berhasil kabur dengan merampas motor milik warga. Hingga saat ini polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi kejadian.


http://www.tempo.co/read/news/2013/08/17/064505125/Ada-4-Polisi-Kenapa-Bripka-Maulana-yang-Ditembak

Ada 4 Polisi, Kenapa Bripka Maulana yang Ditembak?
JONIANSYAH, Sabtu, 17 Agustus 2013 | 16:51 WIB

Olah tempat kejadian perkara penembakan dua anggota polisi di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, (17/8). Kedua polisi yang tewas ditembak adalah Aipda Kus Hendratma dan Bripda Ahmad Maulana. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

TEMPO.CO, Tangerang Selatan – Bripka Ahmad Maulana, korban tewas dalam aksi penembakan ornag tak dikenal di Pondok Aren, Tangerang Selatan, bukan satu-satunya orang dalam mobil patroli merek Avanza, saat kejadian. Dia bersama tiga rekannya, Aiptu Rinto, Aiptu Marzuki, dan seorang bernama Ozan.

Kenapa hanya Maulana yang tertembak? Iptu Simin Syahroni, anggota Polsek Pondok Aren yang piket pada malam kejadian mengatakan, sebabnya, mobil Avanza terbalik saat mengejar penembak.

Di antara empat orang, Maulana yang lebih dulu bisa keluar. Dia duduk di kursi kemudi. Di samping kirinya duduk Rinto. Sedangkan, Ozan dan Marzuki duduk di barisan kedua atau belakang. “Mobil terbalik ke kiri, maka Maulana dulu yang bisa keluar, dan akhirnya dia dulu yang ditembak pelaku,” Simin berujar, Sabtu 17 Agustus 2013.

Avanza hitam yang ringsek dan rusak parah tersebut kini diamankan di Polsek Pondok Aren. Jika Maulana mengalami luka tembak di bagian kepala dan tewas, tiga rekannya terluka. Marzuki dan Rinto mengalami luka lecet akibat mobil terbalik. “Ozan lukanya lumayan parah, sekarang dirawat di RS Kramat Jati,” ujar Simin.

Rinto dan Marzuki yang ditemui seusai olah TKP bersama tim dari Polda Metro Jaya, enggan memberikan keterangan. “Saya tidak punya kewenangan untuk bicara, langsung ke pak Kasat (kepala satuan reserse dan kriminal Polres Kota tangerang) saja,” kata Rinto yang berjalan agak pincang. Bagian lututnya terluka dan dibalut dengan perban putih.

Seperti diberitakan sebelumnya, penembakan anggota polisi berulang. Kali ini memakan dua korban, Aipda Kus Hendratma dan Bripda Ahmad Maulana di Jalan Graha Raya Pondok Aren. Ceritanya, Kus dalam perjalanan menuju markas Polsek Pondok Aren untuk apel persiapan Cipta Kondisi menjelang peringatan Hari Kemerdekaan, pukul 22.00 WIB.

Sesampainya di dekat Masjid Bani Umar, Kus yang mengendarai sepeda motor dipepet oleh dua orang yang juga mengendarai motor Yamaha Mio hitam. Salah satu orang di motor Mio itu langsung menembakkan senjata api ke kepala Aipda Kus. Dia langsung jatuh dari motornya dan meninggal dunia.

Saat yang bersamaan, di belakang motor Kus ternyata ada sebuah mobil Avanza yang ditumpangi Maulana cs. Melihat Kus terjatuh, mobil Avanza yang dikemudikan Maulana ini langsung mengejar pelaku dan menabraknya. Namun, mobil tim Buser itu terbalik. Setelah Maulana tertembak, sempat terjadi baku tembak antara pelaku dengan rekan Maulana.


http://www.tempo.co/read/news/2013/08/17/064505079/Penembakan-Polisi-Berlanjut-TNI-Diminta-Bantu

Penembakan Polisi Berlanjut, TNI Diminta Bantu
SYAILENDRA, Sabtu, 17 Agustus 2013 | 12:39 WIB

Petugas kepolisian menyisir lokasi penembakan dua anggota polisi di Pondok Aren, Aipda Kus Hendratma dan Bripda Ahmad Maulana tewas ditembak oleh orang tidak dikenal. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta – Markas Besar Kepolisian RI berencana menggandeng Tentara Nasional Indonesia untuk menyelidiki kasus penembakan anggota polisi yang belakangan terjadi di Jakarta. Kepala Bagian Penerangan Umum Komisaris Besar Agus Rianto mengatakan bantuan dari segala lini sangat dibutuhkan dalam penyelidikan kasus ini.

“Bahkan, sampai tingkat masyarakat sipil pun harus ikut membantu jika ada informasi,” kata Agus di kantor Humas Mabes Polri pada Sabtu, 17 Agustus 2013. Menurut dia, polisi tidak bisa menuntaskan kasus ini jika tanpa bantuan dari berbagai pihak.

Menurut Agus, jumlah anggota Kepolisian di seluruh Indonesia saat ini belum ideal. Jika menggunakan statistik angkanya 1:650. Artinya, satu orang personel polisi bertanggung-jawab terhadap 650 jiwa warga sipil.

Sedangkan idealnya, Agus melanjutkan adalah 1:300. Untuk itu, Agus mengakui membutuhkan peran serta masyarakat dalam penegakan hukum. Dia berharap dengan bantuan segala elemen, maka kasus kejahatan akan cepat terungkap.

Agus juga menegaskan meski dalam dua bulan terakhir terjadi kasus mencolok, yaitu penembakan polisi, status kemanan belum ditingkatkan. Hanya dia mengaku polisi akan lebih ketat mengawasi daerah-daerah, khususnyadi perbatasan.

Kasus penembakan terhadap polisi kembali terjadi. Setelah sebelumnya menimpa Ajun Inspektur Dua Patah Saktiyono, seorang anggota Satuan Lalu Lintas Kepolisian Sektor Gambir Jakarta Pusat, dan anggota Pembinaan Masyarakat Kepolisian Sektor Metro Cilandak Ajun Inspektur Satu Dwiyatno, kali ini menimpa dua orang anggota Kepolisian Sektor Pondok Aren Tangerang Selatan.

Kedua anggota polisi, Aipda Kus Hendratma dan Brigadir Perwira Dua Ahmad Maulana, hendak melakukan apel malam Hari Ulang Tahun ke-68 Kemerdekaan RI di Polsek Pondok Aren. Malang, mereka ditembak dua orang tidak dikenal hingga tewas saat menuju kantor polsek.


http://www.tempo.co/read/news/2013/08/17/078505081/Ini-Modus-dan-Teknik-Penembakan-Polisi

Ini Modus dan Teknik Penembakan Polisi
SYAILENDRA, Sabtu, 17 Agustus 2013 | 12:48 WIB

Polisi menggunakan anjing pelacak saat olah TKP penembakan hingga tewas dua anggota polisi di kawasan Pondok Aren, Tangerang, (17/8). Aipda Kus Hendratma ditembak saat mengendarai motor, sementara Bripda Ahmad Maulana ditembak setelah mobilnya terbalik saat mengejar pelaku. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta – Markas Besar Kepolisian RI menduga kelompok yang melakukan penembakan kepada anggota polisi beberapa waktu ini memiliki modus yang sama. Kepala Bagian Penerangan Umum Komisaris Besar Agus Rianto mengatakan ada kecenderungan teknik pelaku sebelum menembak sama.

“Mereka menguntit, kemudian saat ada kesempatan korban akan dipepet,” kata Agus di kantor Humas Mabes pada Sabtu, 17 Agustus 2013. Lokasi yang dipilih pun cenderung di perbatasan. Pelaku pun mengincar titik vital korban.

Meskipun dari empat kejadian pola yang digunakan sama, Agus belum berani menyebut bahwa pelaku adalah satu jaringan. Menurut dia, penyelidik gabungan baru menyimpulkan bahwa kasus ini adalah perbuatan teror. Tujuannya adalah untuk menimbulkan rasa tidak aman di masyarakat. Agus mengatakan Kepolisian akan meningkatkan pengamanan, khususnya di daerah perbatasan untuk menyelidiki kasus ini.

Kasus penembakan terhadap anggota polisi pertama muncul pada Sabtu, 27 Juli lalu. Korban bernama Ajun Inspektur Dua Patah Saktiyono, seorang anggota Satuan Lalu Lintas Kepolisian Sektor Gambir, Jakarta Pusat. Beruntung korban hanya luka.

Kejadian serupa terulang pada Rabu, 7 Agustus yang menimpa anggota Pembinaan Masyarakat Kepolisian Sektor Metro Cilandak, Ajun Inspektur Satu Dwiyatno. Korban ditembak dari jarak dekat hingga tewas.

Terakhir, dua orang anggota polisi dari Kepolisian Sektor Pondok Aren Aipda Kus Hendratma dan Brigadir Perwira Dua Ahmad Maulana tewas ditembak Jumat, 16 Agustus 2013 di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Pelaku diduga dua orang.


http://www.tempo.co/read/news/2013/08/18/064505171/Begini-Cara-Penembak-Polisi-Rampas-Motor-Satpam

Begini Cara Penembak Polisi Rampas Motor Satpam
ATMI PERTIWI, Minggu, 18 Agustus 2013 | 00:05 WIB

Petugas melakukan olah TKP penembakan dua anggota polisi di kawasan Pondok Aren, Tangerang, (17/8). Di sebelah kiri terlihat mobil buser yang dikendarai Bripda Ahmad Maulana yang terbalik setelah berusaha mengejar pelaku penembakan. Bripda Maulana tewas setelah ditembak kepalanya. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta – Dua pelaku penembak polisi di Pondok Aren, Tangerang Selatan kabur dari lokasi kejadian dengan sepeda motor rampasan. Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, motor itu milik seorang satpam yang melintas.

Cerita dia, salah satu pelaku yang berbadan gemuk dan berambut gondrong mengalami luka di bagian wajah. “Lukanya entah karena tabrakan dengan mobil polisi atau jatuh,” kata Rikwanto, Sabtu 17 Agustus 2013 malam.

Pelaku berdiri di pinggir jalan dan berusaha mencari pertolongan. Satpam menghampiri pelaku, lalu menepi. “Satpam mengira dia korban kecelakaan,” ujar Rikwanto. Ketika satpam mencoba menolong pelaku, muncul rekan pelaku, yaitu yang berbadan kurus dan rambut ikal tipis. “Dia menodongkan senjata dan merebut motor satpam. Dua sekawan itupun kabur.”

Sebelumnya, mereka menewaskan dua polisi pada Jumat 16 Agustus 2013 malam. Korban adalah Inspektur Polisi Dua Anumerta Kus Hendratma dan Ajun Inspektur Polisi Dua Anumerta Ahmad Maulana.

Peristiwa terjadi saat Kus dalam perjalanan menuju markas Polsek Pondok Aren untuk apel persiapan Cipta Kondisi menjelang peringatan Hari Kemerdekaan, pukul 22.00 WIB.

Sesampainya di dekat Masjid Bani Umar, Kus yang mengendarai sepeda motor dipepet oleh dua orang yang juga mengendarai motor Yamaha Mio hitam. Salah satu orang di motor Mio itu langsung menembakkan senjata api ke kepala Aipda Kus. Dia langsung jatuh dari motornya dan meninggal dunia.

Pada saat bersamaan, di belakang motor Kus ternyata ada sebuah mobil Avanza yang ditumpangi Maulana cs. Melihat Kus terjatuh, mobil Avanza yang dikemudikan Maulana ini langsung mengejar pelaku dan menabraknya. Namun, mobil tim Buser itu terbalik. Setelah Maulana tertembak, sempat terjadi baku tembak antara pelaku dengan rekan Maulana.



Istri Aipda Kus Sempat Minta Suami Tak Berseragam http://www.tempo.co/read/news/2013/08/17/064505043/Istri-Aipda-Kus-Sempat-Minta-Suami-Tak-Berseragam
Sebulan Terakhir, Sudah 4 Polisi Ditembak di Jalan http://www.tempo.co/read/news/2013/08/17/064505029/Sebulan-Terakhir-Sudah-4-Polisi-Ditembak-di-Jalan
Djoko Suyanto: Penembak Polisi Harus Ditemukan http://www.tempo.co/read/news/2013/08/17/064505045/Djoko-Suyanto–Penembak-Polisi-Harus-Ditemukan
Wajah Penembak Dua Polisi Pondok Aren Diketahui http://www.tempo.co/read/news/2013/08/17/064505108/Wajah-Penembak-Dua-Polisi-Pondok-Aren-Diketahui
Polisi Ditembak, Jokowi Minta Warga Hati-hati http://www.tempo.co/read/news/2013/08/17/064505121/Polisi-Ditembak-Jokowi-Minta-Warga-Hati-hati
Dua Polisi Ditembak Hingga Mati di Tangerang http://www.tempo.co/read/news/2013/08/17/read/news/2013/08/17/064504992/Dua-Polisi-Ditembak-Hingga-Mati-di-Tangerang
Penembak Polisi Diduga Terkena Tembakan http://www.tempo.co/read/news/2013/08/17/read/news/2013/08/17/064504994/Penembak-Polisi-Diduga-Terkena-Tembakan

About these ads