Indonesian celebrities death match: Polisi vs TNI, Kapolda Jogja vs Pangdam Diponegoro

Indonesian celebrities death match: Polisi vs  TNI, Kapolda Jogja vs Pangdam Diponegoro

kalah atau menang pasti jadi arang. atas nama hukum, wibawa hukum, negara hukum, gakum, penegakan hukum, TNI harus mengalah. khan polisi sudah dinobatkan menjadi penguasa sipil.

09 1365393250F_Brigjen Sabar Rahardjo copy

tetep aja, semut keganggu aja pasti balas menggigit dengan risiko dia pasti akan mati. qishash. an eye for an eye. if you try messing with me, you’re dead in a blink of an eye. wanna give a try? hell is coming to you. as it comes, you won’t have a ball to live in this earth. you’re begging to be executed, merciless.

20 cebongan 10

Here’s the recap:
Sersan Kepala Heru Santosa, prajurit TNI anggota Detasemen Pelaksana Intelijen Kodam IV Diponegoro
Sertu Santoso, anggota Kopassus Grup II Surakarta yang tewas dianiaya empat pelaku di Cafe Hugos, Selasa (19/3/2013).

01 santoso

02 sertu kopassus santoso dan istri

preman bajingan tengik yang mati konyol diberondong di Lapas Cebongan, Yogyakarta, 23 Maret 2013
1. gembong Hendrik Benyamin Sahetapy Engel alias Dicky Ambon (31 tahun),
2. Yohanes Juan Mambait alias Juan (38 tahun), anggota Polresta Yogyakarta, terlibat kasus narkoba
3. Gameliel Yermianto Rohi Riwu alias Adi (29 tahun),
4. Adrianus Candra Galaja alias Dedi (33 tahun).

03 174078_475

04 198332_dicky-ambon--pembunuh-serka-heru-santosa_663_382

05 images

06 uploads--1--2013--03--13349-korban-cebongan-gerombolan-bersenjata-api-serang-lapas-yogya-4-tahanan-tewas

07 lp-cebongan

Pasca pembakaran mapolres oku,
1. Kapolda Sumsel Irjen Pol Iskandar Hasan diganti Irjen Pol Saud Usman Nasution, yang kini menjabat Wakil Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Wakabareskrim) Polri, mantan Kadensus 88 Mabes Polri,  Kadivhumas dan ketua tim penyidik kasus Ariel dan Luna Maya

10 1364956924F_Ricky HP Sitohang Kapolda NTT copy

Pasca invasi cebongan,
1. Kapolda NTT Brigjen Pol Riki Herbert Parulian Sitohang diganti Brigjen Pol I Ketut Untung Yoga Ana yang sedang menjabat Wakapolda Bali.
2. Kapolda Sumbar Brigjen Pol Wahyu Indra Pramugari diganti Brigjen Noer Ali.
3. Kapolda Maluku Utara Brigjen Affan Richwanto diganti Brigjen Machfud Arifin.
4. Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Dewa Made Parsana diganti Brigjen Dono Sukmanto.
5. Kapolda DI Yogyakarta Sabar Rahardjo diganti Brigjen Haka Astana.

Mutasi 7 Pati TNI AD:
1. Pangdam IV/Dip Mayjen TNI Hardiono Saroso menjadi Staf Khusus Kasad,
2. Mayjen TNI Sunindyo dari Aspers Kasad menjadi Pangdam IV/Dip,
3. Mayjen TNI Istu H. Subagio, S.E., M.B.A., dari Gubernur Akmil menjadi Aspers Kasad,
4. Brigjen TNI Sumardi dari Kasgartap I/Jakarta menjadi Gubernur Akmil,
5. Kolonel Inf Toto Rinanto Sudjiman dari Paban Sahli Bid. Orkes Pok Sahli Bid. Sosbud
6. Sahli Kasad menjadi Kasgartap I/Jakarta, Brigjen TNI Didi Sudiana dari Pati Ahli Kasad Bid. Manajemen Sishankamneg menjadi Staf Khusus Kasad,
7. Kolonel Inf I.G.B. Herry Atmika dari Dandenma Mabes TNI menjadi Pati Ahli Kasad Bid. Manajemen Sishankamneg. Si tukang pembuat rusuh penghuni komplek tentara di seluruh Indonesia!

08 mayjen-hardiono-saroso-_130406134325-328

08b pangdam_besar

11 cebongan 01

12 cebongan 02

13 cebongan 03

14 cebongan 04

15 cebongan 05

16 cebongan 06

17 cebongan 07

18 cebongan 08

19 cebongan 09

20 cebongan 10

http://www.kaskus.co.id/thread/514ce86d7b1243376e000007/seputar-kasus-pembantaian-tersangka-pembunuh-anggota-tni-semua-update-hanya-di-sini/88

Seputar Kasus Pembantaian Tersangka Pembunuh Anggota TNI

masih inget kasus Gunawan Santoso?, terpidana mati kasus pembunuhan bos PT Aneka Sakti Bhakti (Asaba) Boedyharto Angsono dan pengawalnya dari KOPASSUS Serda Edi Siyep, pelakunya adalah DENJAKA, salah satu yang bikin heboh adalah Kopda (Mar) Suud Rusli. dikasus ini KOPASSUS sama sekali tidak ingin melakukan balas dendam terhadap DENJAKA atas terbunuhnya kawan mereka sesama KOPASSUS, padahal kalau mau dibilang DENJAKA dan KOPASSUS sama2 pasukan elit…
apalagi ini cuma cecunguk2 yg bikin rusuh di cafe2… terlalu bodoh bagi mereka menghabisi sampah2 seperti itu… just my opinion…

Tambahan…pelaku pembunuhan edi siyep tewas di tangan PM TNI AL, sementara Kopral Suud Rusli divonis mati…siapa yg bilang hukum militer lebih ringan dri pengadilan sipil?

Iya.. keadaan sekarang hukum ada, dijalankan untuk yg non pejabat saja, jadi rakyat non pejabat nggak merasa diperlakukan adil oleh hukum. Perfeksionis sih perlu, tapi ga selamanya bisa sesuai rencana. Kalo opini ane sih..dgn kondisi per-hukum-an yg sekarang terjadi, petrus oleh si pasukan bertopeng ini masih ada realistisnya ..

lo mw pake alesan apa juga, tetap aja cara2 itu tidak beradab sesuai dgn apa yg lo bilang. dan petrus itu rentan disalahgunakan oleh oknum2 tertentu untuk tujuan tertentu. paham ga lo?
pertanyaan gw, kenapa harus petrus? lo kan punya otak, masa ga ada cara lain selain petrus ini?
ngapain coba komnas ham mendidik residivis?
wong ada LP kok untuk mendidik. orangnya ga berubah, yg salah LPnya masa salah komnas ham. itu namanya lempar tanggungjawab. lo bego bener dah.
kalo gw liatnya, lo itu treak petrus dihidupin cuman berlandaskan kebencian dan sesat pikir, bukan seperti yg lo bold. gampang ketebak kok.

jadi caranya gimana gan? yakin hukum yang sudah kebukti ngasih hukuman ringan ke residivis itu (decki) bakal ngasih hukuman berat? kalo soal ancaman hukuman dari pasal, bukannye yang pertama dia ngebunuh juga sama aja? bukannye pas masa percobaan dia merkosa juga kagak sampe lama dipenjaranye?
cara selain petrus yang ente maksud apa gan? kalo yang kepikir sama ane, jangan kasih itu deki dkk ke pengadilan yang sama, tapi apa bisa? ngebunuh di jogja diadili di jateng misalnya? kalo ndak boleh, yah bante aja…
ane sendiri kagak setuju pembantean itu dilakuin di penjara, mestinya nunggu dia bebas setelah vonis hakim, kalo vonis hakimnya ringan…
tapi kayak gitu juga kurang bikin shock therapy, bisa jadi malah si decki udah jadi hercules baru, lebih susah ngegeretnya ke jalanan…
so ada usul lain?

birokrasi hukum yg bobrok, itu lo tw. nah lantas kenapa nyalahin komnas ham?
percuma lo nulis panjang2, lo sendiri udah tw maslahnya apa tp masih nyalahin dan mengkambing hitamkan HAM.
kalo kek gini cuman muter2 aja ente.

Ente gak mo PETRUS DI HIDUPKAN,
Ente gak mau tuh Preman di BINASAKAN, Awas jangan ngeles “ane bukan gak setuju preman di binasakan, tapi kudu lewat pengadilan dolo, biar pengadilan yang memutuskan hukuman mati untuk para preman tersebut”, la padahal dah jamak bahkan ente pun ngakuin gimana carut marutnya hukum di indonesia ini, “YAKIN LO TUH PREMAN DI HUKUM MATI ??? ” bukannya cuma HUKUMAN PENJARA 2 TAHUN , MASA PERCOBAAN 3 TAHUN ???
Ente Mengakui hukum di negara ini CARUT MARUT, bahkan ente meminta SOLUSI DARI ANE KARENA POSTINGAN ANE YANG MENURUT ENTE OVER MUNGKIN , kalo udah lupa silahkan review lagi kebelakang …
sekarang giliran ane tanya … SOLUSI YG BISA ENTE BERIKAN / SARANKAN kepada masyarakat umumnya dan PARA PEMBUAT UNDANG UNDANG AKA PEMERINTAH KHUSUSNYA agar masyarakat bisa tenang bebas beraktifitas tanpa gangguan dari preman BAIK PREMAN ILEGAL MAUPUN PREMAN RESMI YANG BERSELIMUTKAN SERAGAM DAN UNDANG2 KUHP ????
tentu ente sebagai orang pinter ( soale bisa menakar kapasitas otak user lain, walopun ane ngakak aje lo debat ama KangPri) gampang donk kasih solusi atas pertanyaan yang ane bold diatas ???
kali aja SOLUSI dari orang pinter selevel ente bisa tembus dan di bahas di gedung pantat sono, daripada tuh orang sibuk ngurusin pasal santet …
nich video buat ngebantu ente mencari SOLUSI
ok kalo ente bilang tuh video dilakukan oleh pembunuh bayaran , OK .. gimana dengan VIDEO di bawah ini … ??
baidewei .. apa kabar kasus persidangannya JHON KEI ?? HANYA KARENA BERSIKAP SOPAN SELAMA PERSIDANGAN BEBAS DEH DARI ANCAMAN HUKUMAN MATI

Terdakwa pembunuhan berencana bos PT Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono, alias Ayung, John Kei, terbebas dari vonis hukuman mati. Jaksa Penuntut Umum menilai John Kei telah berlaku sopan di persidangan.
“Hal yang meringankan adalah terdakwa berlaku sopan di persidangan, tulang punggung keluarga, dan mempunyai anak istri,” kata JPU Sopie Marissa di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa, 4 Desember 2012.
Jaksa Penuntut Umum menuntut John Kei 14 tahun penjara. John dinilai telah melakukan pembunuhan berencana terhadap Ayung. Jaksa menjerat dengan tuntutan primer Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 KUHP ayat 1. “Perbuatan terdakwa telah membuat keluarga korban menderita,” ujarnya.
Menurut jaksa, yang menjadi pemicu John Kei melakukan pembunuhan berencana adalah masalah saham. “Pemicu terdakwa membunuh Ayung karena tidak dipenuhinya permintaan saham kosong PT Sanex oleh Ayung,” kata Jaksa Fahmi Iskandar.
Sementara terdakwa dua, Yoseph Hunga, dan terdakwa tiga, Muklis, dituntut dengan hukuman penjara selama dua tahun. “Terdakwa dua dan terdakwa tiga telah memberi kesempatan terdakwa satu untuk rencana pembunuhan,” kata Fahmi.
Usai persidangan, John Kei meminta agar Yoseph dan Muklis dibebaskan dari segala tuntutan. John beralasan kedua temannya tersebut tidak bersalah dan tidak terlibat pembunuhan Ayung.
“Saya tidak apa-apa dihukum karena kesalahan saya, tapi yang dua ini (Yoseph dan Muklis) jangan dituntut juga dua tahun, mereka tidak bersalah,” kata John Kei.
John Kei mengaku keberatan dengan tuntutan 14 tahun penjara. Tuntutan tersebut, kata dia, tidak sesuai dengan fakta persidangan.
John Kei menduga ada intervensi terhadap JPU dan Majelis Hakim. “Tuntutan 14 tahun itu mendzolimi saya. Saya pasti akan melakukan pembelaan. Ini tidak sesuai dengan fakta persidangan,” ucap dia. (umi)

http://metro.news.viva.co.id/news/read/372382-sopan-di-persidangan–john-kei-bebas-hukuman-mati

bondsmand: http://www.kaskus.co.id/profile/5287671
kalau kaya bondsman mah tau nya recehan di tikungan doank jadi gw maklum in aja…masih mending dia selamet ga di bolongan palanya
yang muter muter tuh lo
di tanya solusinya, malah nuduh die menyalahkan ham.
goblok yg beres lah
jadi selama birokrasi hukum masih sebobrok ini, kita mesti tetep diem ya gan?
biarin aje residivis keluar masuk penjara, sebentar masuk, keluar mbunuh, sebentar lagi masuk penjara lagi, keluar merkosa, sebentar lagi masuk lagi, eh mbunuh lagi…
pait bener gan… ya sudahlah, berharap bobroknya hukum bisa diperbaiki…
lewat siapa? monggo lah yang pinter-pinter berusaha, ane mah berdoa aje sambil mbenerin diri sendiri dikit-dikit….
oh iya yah pertanyaannya belum kejawab, cara mbenerinnya gimana?

gue lihat atas² gue, penjaga billing warnet aja sok² ngomongin ham
nyet, gue mau maen ni, di com bearapa ??
mau di jelasn kaya apa juga bondsman otak nya ga sampe kesono gan
tau nya hukum di indonesia bobrok tapi ga ada solusi cuma bilang jangan kambing hitamin HAM bisa nya

woi njing lo diajak COD tuh sekalian kopdar kok kagak mau
atau emang lo udah siap-siap hengkang dari jogja biar pala lo kagak bolong
awas njing keluar rumah ati-ati jaga tata krama…sopan santun biar gak di bolongin pala lo tuh

http://www.lensaindonesia.com/2013/03/23/gerombolan-bersenjata-api-serang-lapas-cebongan-yogya-4-tahanan-tewas.html

Diduga terkait tewasnya anggota Kopassus di Kafe Hugo’s Yogyakarta
Gerombolan bersenjata api serang Lapas Cebongan Yogya, 4 tahanan tewas
Khairul Fahmi | Sabtu, 23 Maret 2013 05:15 WIB

LENSAINDONESIA.COM: Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, DI Yogyakarta Sabtu (23/03/13) sekitar pukul 01.00 WIB, diserbu oleh sedikitnya 17 orang pria bersenjata api.

Saksi mata menyebutkan, gerombolan bertopeng itu merangsek masuk ke dalam Lapas dengan maksud mencari sejumlah tahanan yang diduga terlibat pengeroyokan terhadap seorang anggota Grup II/Kopassus, Kandang Menjangan, Kartasura. Pengeroyokan itu terjadi pada hari Selasa (19/03/13) lalu di Kafe Hugo’s, Yogyakarta.

Baca juga: PBHI: Penyerangan ke Lapas Cebongan tak dapat dibenarkan dan Hadapi Isu SARA, Sultan tenangkan dugaan terror kepada masyarakat NTT

Akibat serangan dini hari itu, empat orang dikabarkan tewas diberondong senjata api di dalam sel tahanan mereka. Hingga berita ini diturunkan pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan sejumlah personil TNI tampak berjaga-jaga di lokasi.@fahmi

http://sumsel.tribunnews.com/2013/03/23/sertu-santoso-tinggalkan-istri-yang-mengandung-enam-bulan

LP Cebongan Sleman Diserbu
Sertu Santoso Tinggalkan Istri yang Mengandung Enam Bulan
Sabtu, 23 Maret 2013 21:40 WIB

REPRO/TRIBUNSUMSEL.COM/KHARISMA
Foto semasa hidup Sertu Santoso, anggota Kopassus Grup II Surakarta yang tewas dianiaya empat pelaku di Cafe Hugos, Selasa (19/3/2013).

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM – Indria Afriani (26) terlihat tegar dan tabah saat menceritakan kenangan bersama suaminya Serka Santoso (31) anggota Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Solo, yang tewas setelah dikeroyok sejumlah orang di Kafe Hugo’s, Sleman Yogyakarta, Selasa (19/3/2013) dini hari.

Menurut Indria, Suaminya merupakan sosok yang ramah, baik dan murah senyum di mata keluarga dan teman-temannya. “Suami saya orangnya penuh senyum, senang bercanda dan tidak pernah marah,” ujar Indria saat ditemui di kediamannya di Desa Karang Agung, kecamatan Abab, usai memakamkan suaminya, Rabu (20/3/2013).

Menurut Indria, ia tidak mempunyai firasat saat suaminya akan meninggal. Hanya saja selama sebulan ini dirinya selalu menangis ketika mendengarkan suara suaminya ketika menelepon dirinya. “Tidak ada firasat sama sekali ketika suami saya akan meninggal. Akan tetapi selama sebulan ini saya terus menangis ketika mendengar suaranya ketika ia menelepon,” tuturnya.

Indria menuturkan bahwa pesan terakhir suaminya adalah untuk menyisipkan namanya untuk anak mereka yang akan lahir sebentar lagi. “Pesan terakhir dirinya sebelum meninggal adalah untuk menyisipkan namanya untuk anak kita,” ungkap wanita yang sedang hamil enam bulan ini.

Selain itu, Santoso juga pernah mengungkapkan keinginannya untuk dapat membangunkan rumah dan mengurus ibunya Hj Amisah (75). Santoso juga ingin mengajak ibunya untuk tinggal bersama di Solo agar bisa dirawat. “Paling tidak dia pernah serumahlah dengan Mak, karena selama ini berjauhan,” jelasnya.

Saat suaminya pulang pada tanggal 5 Maret, ia pernah berpesan untuk tidak mencuci kaus dalamnya. Karena jika Indria kangen kepada dirinya, bisa mencium kaus tersebut. “Sampai sekarang kaus tersebut masih belum saya cuci, karena bisa untuk melepaskan kerinduan terhadap suami saya,” ungkapnya.

Selama sembilan bulan menikah, lanjut Indria, dirinya merasa sangat bahagia bersama Santoso, meskipun harus berjauhan dengan suaminya karena bertugas di Solo. “Biasanya saya yang ke tempat suami di Solo,” tuturnya.

Jika dirinya ke Solo, mengunjungi suaminya, Indria mengatakan bahwa mereka selalu mesra. Seperti makan selalu sepiring berdua dan suaminya sering masak untuk mereka berdua. “Malah lebih sering suami saya yang masak daripada dirinya. Apalagi jika saya malas minum susu dia selalu membuatkan susu untuk saya,” paparnya.

Ketika mendapatkan kabar bahwa suaminya telah meninggal Indria mengaku menangis dan langsung memeluk ibunya.

Begitu pula dengan Hj Jamilah, mertua Santoso yang mengaku sangat sedih kehilangan menantunya. “Santoso merupakan menantu yang baik, ramah dan murah senyum. Tidak ada cela sama sekali dari dirinya,” ucap Jamilah.

Selain itu, mereka juga meminta agar kasus kematian Santoso agar dapat diselesaikan dengan tuntas oleh petugas kepolisian. Karena sebenarnya Santoso tidak salah apa-apa.

Sementara itu, Kasi intelejen Batalyon 22 Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Kartasura Solo, Kapten Wahyu Yuniartoto mengungkapkan bahwa Santoso adalah pribadi yang komunikatif, memiliki semangat juang, mudah bergaul dan suka sharing. “Orangnya juga humanis, kreatif dan dalam melaksanakan tugas tidak pernah cacat,” tambah Wahyu.

Jenazah Santoso sendiri telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Karang Agung, Rabu (20/3/2013). Jenazah disemayankan secara militer oleh Yonif Yon Zipur Prabumulih dan dipimpin oleh Kasdim 0404 Muaraenim, Mayor Sutomo.

Penulis : Kharisma Tri Saputra
Editor : Yohanes Iswahyudi

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469337/Kepala-Lapas-Cebongan-Punya-Insting-Mau-Diserang

Kepala LP Sleman Punya Insting Mau Diserang
MUH SYAIFULLAH, Senin, 25 Maret 2013 | 21:06 WIB

Foto Hendrik Benyamin Sahetapy alias Deky, salah satu korban penyerbuan lapas Kelas II B Cebongan Sleman. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Yogyakarta- Kepala Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sukamto menyatakan telah menghubungi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Daerah Istimewa Yogyakarta Rusdiyanto soal penambahan pengamanan. Sebab, setelah tahu tahanan titipan itu terkait kasus terbunuhnya anggota TNI Den Intel Kodam IV/Diponegoro Sersan Satu Santoso di Hugo’s Cafe pada 19 Maret 2013, maka diperlukan tambahan pengamanan.

Bahkan Sukamto berniat mengembalikan tahanan itu ke Polda pada Sabtu pagi. Karena ia punya insting jika kasus itu akan berakibat yang tidak diinginkan seperti kejadian di Mapolres Baturaja.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Daerah Istimewa Yogyakarta Rusdianto menyatakan Kepala LP Cebongan telah meminta bantuan ke Polda untuk memberi pengamanan di LP terkait keberadaan empat tahanan titipan Polda itu. Ia sebelumnya juga dihubungi Kepala LP soal permintaan tambahan pengamanan. Namun, ia saat itu berada di Bandung.

“Lalu saya menghubungi Kapolda tapi tidak konek. Saya hubungi Direskrimum tidak bisa. Kemudian hubungi Dirnarkoba,” kata Rusdianto, Senin 25 Maret 2013.

Ia juga membantah kabar yang menyebutkan pihak LP dititipi tahanan dengan ancaman dari polisi. Tetapi LP menerima tahanan titipan seperti biasanya karena hampir tiap hari ada tahanan yang dititipkan.

Yang boleh menitipkan tahanan ke rumah tahanan adalah penegak hukum. Yaitu polisi, kejaksaan dan pengadilan.

Kepala Kepolisian Daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta Brigadir Jenderal Sabar Rahardjo menyatakan, sebelum kejadian, tidak ada laporan ke dia soal tambahan pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan. Padahal Kepala LP sudah berusaha menelepon dia pada pukul 23.00.

Namun hanya diterima oleh ajudannya. Disangka ia sudah tidur. “Bukan sudah tidur, ngapain jam sebelas tidur, tetapi ajudan yang berpersepsi saya tidur,” kata dia. Kepala Polda menambahkan, pihaknya juga telah mengambil tindakan sebelum peristiwa itu terjadi. Yaitu dengan patroli atau di kepolisian disebut sambang.

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/400267-video–duka-keluarga-tahanan-yang-tewas-di-lapas-cebongan

VIDEO: Duka Keluarga Tahanan yang Tewas di Lapas Cebongan
“Hukum rimba berlaku, siapa kuat dia menang,” kata keluarga korban.
Anggi Kusumadewi, Selasa, 26 Maret 2013, 09:09

Adrianus Candra Galaja alias Dedi, salah satu korban penembakan di Lapas Cebongan

VIVAnews – Orangtua Adrianus Candra Galaja alias Dedi, salah satu korban penembakan brutal oleh kelompok bersenjata misterius di Lapas Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, syok menerima kenyataan putra sulung mereka tewas dengan cara mengenaskan.

Lihat duka keluarga Dedi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur di tautan video ini.

Saat dibunuh, Dedi masih berstatus mahasiswa sekolah penerbangan di Yogyakarta. Dedi bersama tiga rekannya ditahan Polda DIY karena terlibat pengeroyokan Serka Heru Santosa, anggota Detasemen Pelaksana Intelijen (Den Intel) Kodam IV Diponegoro, sampai tewas.

Malang bagi Dedi dan tiga kawannya itu, saat mereka dititipkan oleh Polda DIY ke Lapas Cebongan sehubungan dengan ruang tahanan Polda yang akan direnovasi, mereka justu tewas diberondong peluru ketika Lapas diserang oleh gerombolan bersenjata laras panjang.

Ibunda Dedi, Rosalia Seke, berharap polisi bisa menangkap pelaku penembakan terhadap putranya. Keluarga berharap hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. Apapun, mereka tak terlalu yakin titik terang dapat dicapai dalam waktu dekat. “Hukum rimba seperti berlaku di negara ini, siapa yang kuat, dia yang menang,” kata Ferdinandus, keluarga Dedi.

http://sumsel.tribunnews.com/2013/03/28/istri-sertu-santoso-suami-saya-prajurit-kodam-bukan-kopasus

LP Cebongan Sleman Diserbu
Istri Sertu Santoso : Suami Saya Prajurit Kodam Bukan Kopasus
Kamis, 28 Maret 2013 11:22 WIB

ISTIMEWA
Sertu Santoso semasa hidup bersama istrinya, Indri.

TRIBUNSUMSEL.COM, Sertu Santoso yang menjadi korban pengeroyokan di sebuah kafe di Kabupaten Sleman, Yogjakarta beberapa waktu lalu merupakan prajurit yang bertugas di Komando Daerah Militer (Kodam) Diponegoro, bukan satuan berdinas di Kopasus seperti yang diberitakan selama ini.

Keterangan ini dijelaskan oleh istri almarhum, Indri kepada Tribun Sumsel, Rabu (27/3/2013) sore. Ia meluruskan pemberitaan selama ini yang mengatakan almarhum suaminya berdinas di Kopasus.

“Beliau itu dinas di Kodam, bukan di kopasus. saya juga tidak tahu mengapa dibikin (diberitakan,red) dinas di Kopasus,” terangnya.

Kejadian di LP Cebongan, Sleman, DIY pasca terbunuhnya sang suami tidak diketahui oleh Indri. Ia tidak tahu apakah kejadian tersebut berkaitan dengan peristiwa sebelumnya yang menyebabkan meninggalnya Sertu Santoso.

Almarhum di mata Indri dikenal sebagai sosok individu yang baik, jauh dari sifat dan sikap sombong. Sosok individu yang baik ini juga diketahui indri oleh rekan-rekan seprofesi suaminya.

“Tidak tahu saya (kaitan penyerbuan LP Cebongan dengan terbunuhnya Sertu Santoso,red). Dia itu orangnya baik, sikapnya juga tidak keras seperti tentara umumnya. Teman-temannya juga mengaku begitu, jadi tidak saya saja,” tutur Indri.

Indikasi adanya balas dendam yang dilakukan oleh rekan seprofesi korban juga tidak dialami oleh PNS di sebuah instansi di Kota Palembang ini. Perkataan akan balas dendam tidak pernah didengarnya dari siapa pun.

Komandan di satuan tempat almarhum bertugas pernah menghubungi Indri melalui sambungan telpon. Dalam komunikasi tersebut sama sekali tidak ada yang mengarah pada percakapan tentang kejadian yang dialami sang suami.

“Komandannya pernah telpon saya ketika itu, tidak membicarakan kejadian, hanya mengucapkan rasa bela sungkawa dan prihatin, itu saja,” jelasnya.

Indri juga tidak mengetahui tentang adanya kemungkinan dugaan korban sengaja dijebak ke kafe pada malam itu. Sang suami tidak pernah bercerita tentang musuh atau dendam tertentu. Ia bahkan tidak pernah melihat sosok sang suami yang suka pergi ke kafe, apa lagi minum-minuman keras.

Karakter bersahaja dan baik almarhum juga terlihat dari hobinya memelihara burung dan merawat bunga. Ketika menikah silam, ia membawa burung murai ke kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, tempat orang tua Indri tinggal.

“Dia suka pelihara burung. waktu itu pas menikah sempat bawa burung ke Sekayu diberikan kepada orang tuanya. Dia juga suka merawat tanaman, tanam bunga,” ungkap Indri menceritakan hobi suaminya yang jauh dari kesan keras tentara pada umumnya.

Menghadapi kenyataan meninggalnya sang suami tercinta saat hamil tua, Indri saat ini hanya berharap dapat diberi kekuatan untuk tetap tabah menghadapi kenyataan. Kehamilan ini merupakan kehamilan pertama kedua pasangan ini.

“Mohon didoakan kami agar diberi kekuatan,” pintanya kepada masyarakat.

Penulis : Ilham Yafiz
Editor : Yohanes Iswahyudi

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/400949-catatan-hitam-dicky-ambon–preman-yang-dibunuh-di-selnya-sendiri

Catatan Hitam Dicky Ambon, Preman yang Dibunuh di Selnya Sendiri
Dia gembong preman yang pernah dihukum karena kasus pemerkosaan.
Aries Setiawan, Daru Waskita (Yogyakarta), Kamis, 28 Maret 2013, 13:24

Hendrik Benyamin Sahetapy Engel alias Dicky Ambon (31 tahun), gembong preman yang mati diberondong di Lapas Cebongan, Yogyakarta, 23 Maret 2013
(Istimewa)

VIVAnews – Empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta, tewas diberondong timah panas. Insiden bak di film action itu terjadi Sabtu pekan lalu, 23 Maret 2013.

Di antara sekian narapidana, para penyerang–sebuah kelompok misterius bersenjata laras panjang yang tampaknya amat terlatih–hanya mengincar empat tahanan ini. Bergerak dengan taktis, dalam tempo kurang dari 10 menit, kelompok itu mendobrak penjara dan tanpa kesulitan langsung menemukan target mereka. Dan keempat narapidana itu pun langsung tewas mereka eksekusi, di dalam sel mereka sendiri.

Rupanya, mereka berempat adalah tersangka kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang prajurit TNI anggota Detasemen Pelaksana Intelijen Kodam IV Diponegoro, Sersan Kepala Heru Santosa. Mereka adalah Hendrik Benyamin Sahetapy Engel alias Dicky Ambon (31 tahun), Yohanes Juan Mambait alias Juan (38 tahun), Gameliel Yermianto Rohi Riwu alias Adi (29 tahun), dan Adrianus Candra Galaja alias Dedi (33 tahun).

Dua di antara mereka, Dicky dan Juan, bukan kaum rahib. Mereka punya banyak catatan kriminal di wilayah Yogyakarta. Bahkan, Dicky–lelaki kelahiran Kupang, Nusa Tenggara Timur–tertera pada data Polresta Yogyakarta pernah ditahan dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan. Yang lebih “hebat” lagi, saat ditangkap dalam kasus pemerkosaan, dia baru saja bebas bersyarat dengan sisa masa tahanan 2,5 tahun akibat kasus pembunuhan di Jalan Solo pada tahun 2002.

“Jadi, tersangka itu (Dicky Ambon) dalam masa bebas bersyarat,” kata Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Komisaris Pol. Dodo Hendro Kusuma, Rabu 27 Maret 2013.

Dedi, anggota geng preman Dicky Ambon

Dalam kasus pemerkosaan, Dicky diganjar hukuman penjara selama 3,5 tahun oleh Pengadilan Negeri Yogyakarta. Perbuatan laknat itu dinyatakan terbukti dia lakukan pada 19 Agustus 2007. Saat itu, dia bersama Viktor Ndoen alias Ito, dengan mengendarai mobil milik pacar korban menjemput korban di pondokannya di kawasan Seturan, Yogyakarta. Dijemput pakai mobil pacarnya dan dibohongi bahwa dia telah ditunggu pacarnya di sebuah kafe, korban pun mau diajak pergi. Ternyata, di tengah jalan dia diperkosa Dicky.

“Korban ditelanjangi dan diperkosa di dalam mobil. Setelah itu, dibawa ke asrama tersangka (Dicky) dan diperkosa lagi bersama Ito. Keesokan harinya, korban diantar pulang oleh Ito menggunakan sepeda motor,” Kompol Dodo menjelaskan.

Dicky tinggal di Asrama NTT di kawasan Lempuyangan, Yogyakarta.

Korban lalu melapor ke polisi. Tahu diburu aparat, Dicky dan Ito lari ke Kupang. Polresta Yogyakarta langsung menetapkan mereka sebagai buronan dan memasukkan nama mereka dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Berkat bantuan dari Polda NTT, dua begundal itu berhasil ditangkap.

Riwayat Yohanes Juan Mambait alias Juan tak kurang hitamnya. Dia adalah mantan anggota Polresta Yogyakarta. Pria kelahiran Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur itu lalu dipecat dengan tidak hormat dari Polri karena terlibat kasus narkoba.

“Mantan anggota polisi yang terlibat pengeroyokan adalah YD alias Juan. Baru sekitar tiga bulan lalu dia menghirup udara bebas dalam kasus narkoba,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Komisaris Besar Pol. Kris Erlangga, Selasa.

Di dunia hitam Yogyakarta, nama Dicky Ambon sudah tak asing lagi. Dia dikenal merupakan gembong kelompok preman yang amat ditakuti dan kerap membuat onar. Wilayah kekuasaannya antara lain membentang di sepanjang Jalan Solo, Yogyakarta.

Serangan terhadap negara

Di luar perilaku bejat Dicky cs, penyerangan brutal ini membuat geram banyak kalangan, termasuk Presiden SBY.

“Presiden SBY menyatakan pembunuhan brutal terhadap empat tahanan Lapas Cebongan di Sleman adalah bentuk serangan langsung terhadap kewibawaan negara,” kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparringa.

Presiden memerintahkan Kapolri untuk menyeret semua pelaku penyerangan ke pengadilan. Kepada Panglima TNI, Presiden menginstruksikan agar seluruh jajaran militer bekerja sama dengan Polri untuk mengungkap identitas para pelaku.

Lapas Cebongan usai diserang gerombolan bersenjata, 23 Maret 2013.

Kasus ini juga membuat gerah Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hemengku Buwono X. Dia mengingatkan komitmen para pendatang di Yogyakarta untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan di Kota Gudeg. Sultan mengingatkan bahwa perwakilan mahasiswa dari 10 perguruan tinggi di Yogyakarta telah membuat kesepakatan. Jika terlibat aksi kekerasan, maka mereka harus keluar dari Yogyakarta.

“Itu janji mereka. Maka jika ada kekerasan lagi yang melibatkan etnis, lebih baik keluar dari Yogyakarta!” kata dia dengan nada tinggi, Rabu 27 Maret 2013.

Sultan mensinyalir berbagai aksi kekerasan yang kerap melibatkan mahasiswa dan pemuda dari suku tertentu di Yogyakarta terjadi antara lain karena keengganan mereka untuk bergaul dan berbaur dengan lingkungan setempat. Akhirnya, yang muncul malahan solidaritas dan arogansi etnis yang berlebihan di antara mereka.

Untuk mengatasi masalah ini, Sultan menyatakan akan mempersulit pemberian izin pembangunan asrama berbau kesukuan di Yogyakarta. “Saya imbau kepada para bupati dan walikota di Yogya untuk mempersulit izin pembangunan asrama yang hanya untuk menampung etnis tertentu, karena asrama etnis telah menjadi salah satu sumber terjadinya konflik.”

Sultan pun berpesan, “Mahasiswa dari Kalimantan, Batak, Papua, NTT, dan pulau lain, janganlah menjadi orang Jawa, karena memang bukan orang Jawa. Tapi jadilah mahasiswa Batak yang baik, mahasiswa NTT yang baik.” (kd)

http://id.berita.yahoo.com/seperti-apa-tampang-penyerbu-lapas-cebongan-014000903.html

Seperti apa tampang penyerbu Lapas Cebongan?
Merdeka.com – Sel, 2 Apr 2013

MERDEKA.COM. Penyerangan di Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta sudah sepekan lebih. Namun para pelaku belum juga tertangkap. Saat ini, polisi baru mulai membuat sketsa wajah para pelaku.

Kabid Humas Polda Yogyakarta AKBP Anny Pudjiastuti mengatakan, sketsa para pelaku diambil dari keterangan para saksi yang telah diperiksa.

“Sketsa dibuat oleh Reskrimum ada dua orang,” kata Anny Pudjiastuti dalam pesan singkat kepada wartawan, Senin (1/4) kemarin.

Seperti apakah wajah para pelaku penembakan tersebut? Menurut Karo Penmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, pihaknya merasa kesulitan membuat sketsa waja para penyerang yang sebagian tak menutupi wajah mereka. Akibatnya, pembuatan sketsa tak kunjung rampung. “Masih diupayakan sketsa wajah belum jadi,” kata Boy di Mabes Polri.

Boy mengatakan hambatan dalam pembuatan sketsa adalah faktor psikologi para saksi. Dengan kondisi psikologis yang tak baik, keterangan saksi tak menghasilkan jawaban yang sempurna.

“Hasil belum sempurna berkait dengan kualitas keterangan dari saksi yang memberikan penjelasan. Bisa saja saksinya under pressure, jadi kesaksiannya tidak bagus,” terang mantan kabid humas Polda Metro Jaya ini.

Selama ini, polisi mengaku mengalami kesulitan dalam membuat sketsa wajah pelaku kelompok bersenjata yang menyerang Lapas Cebongan, Sleman, DIY. Sebab, sejumlah saksi yang dimintai keterangan, termasuk sipir penjara mengaku tidak melihat jelas para pelaku.

“Keterangan saksi mengatakan buram karena malam jadi mendeteksi susah,” jawab Kabid Humas Polda DIY, AKBP Anny Pudjiastuti beberapa waktu lalu.

Tak hanya sulit membuat sketsa, penyidik juga kesulitan untuk mendeteksi simbol dan bahasa yang digunakan pelaku. Sebab, saat ditanya, para saksi memilih diam. “Kalau dari keterangan 45 saksi-saksi tidak mengatakan itu karena saksi lebih cenderung diam,” lanjutnya.

Anny menyebutkan, saat kejadian saksi-saksi termasuk sipir ketakutan saat kelompok bersenjata itu mengancam akan meledakkan pintu Lapas dan memaksa masuk. “Saat itu mereka ketakutan, pelaku bilang saya dari Polda DIY. Trus penjaga bilang bilang mohon waktu, si pelaku tidak sabar masuk paksa tunjukan sel,” tutupnya.

Sekadar diketahui, penyidikan kasus penembakan di Lapas Cebongan terus bergulir. Penyelidikan ini melibatkan banyak pihak mulai dari Polri, Kemenkum HAM, Komnas HAM dan yang teranyar tim 9 dari TNI AD. Pembentukan tim ini salah satu penyebabnya karena ada kemungkinan keterlibatan oknum TNI.

http://www.timorexpress.com/index.php?act=news&nid=54835

Digantikan Wakapolda Bali
Kapolda NTT Diganti
Rabu, 03 Apr 2013, | 1185

JAKARTA, TIMEX-Mabes Polri mengumumkan pergantian Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan (Sumsel) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) per 2 April 2013. Kapolda Sumsel Irjen Pol Iskandar Hasan maju dalam Pilkada Provinsi Sumsel diganti oleh Irjen Pol Saud Usman Nasution, yang kini menjabat Wakil Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Wakabareskrim) Polri.

Sedangkan Kapolda NTT Brigjen Pol Riki Herbert Parulian Sitohang digantikan oleh Brigjen Pol I Ketut Untung Yoga Ana. Brigjen Untung Yoga kini menjabat sebagai Wakapolda Bali. “Secara resmi sudah ada telegram pergantian Kapolda, sebagaimana kita ketahui Kapolda Sumsel maju dalam pilkada, tentu perlu dilakukan pergantian, proses perencanaan pergantian sudah dilakukan minggu lalu dan tadi malam sudah dikeluarkan berdasarkan surat telegram 654-IV-2013,” kata Kabiropenmas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar, kemarin (2/4).

Rencana serah terima jabatan dalam beberapa hari ke depan, bersama Kapolda Sumatera Barat, Maluku Utara dan Kapolda Sulawesi Tengah, Kapolda Sumatra Selatan dan Kapolda NTT. “Polri dalam Pilkada tentu netral dan melarang keras ada anggota aktif terlibat dalam politik. Kalau maju, kami hormati asalkan mengundurkan diri,” kata Boy.

Tindakan Iskandar Hasan mundur dari Polri itu seakan mengulang pendahulunya Irjen Dikdik Mulyana Arief Mansyur yang juga mundur karena ikut pilkada. Dikdik mengikuti pilkada Jawa Barat namun kalah. Adapun Iskandar Hasan diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Bintang Reformasi (PBR). Berpasangan dengan Hafiz Thohir.

Pengganti Iskandar, Irjen Saud Usman Nasution selain menjabat Wakabareskrim Polri, juga adalah mantan Kadensus 88 Mabes Polri. Saud pun pernah menjadi Kadivhumas dan ketua tim penyidik kasus Ariel dan Luna Maya yang menghebohkan beberapa waktu lalu. “Siap,” jawab Saud saat diberi ucapan selamat bertugas di Sumsel yang baru saja diguncang kasus pembakaran Polres Ogan Komering Ulu itu.

Sebelumnya, jabatan Kapolda Sumbar yang ditinggalkan Brigjen Pol Wahyu Indra Pramugari ditempati oleh Brigjen Noer Ali. Sementara itu, jabatan Kapolda Maluku Utara yang sebelumnya dijabat Brigjen Affan Richwanto kini digantikan oleh Brigjen Machfud Arifin. Sedangkan Brigjen Dono Sukmanto kini menduduki posisi Kapolda Sulawesi Tengah menggantikan Brigjen Dewa Made Parsana. (rdl/jpnn/aln)

http://id.berita.yahoo.com/kompolnas-polda-diy-dibayangi-ketakutan-ungkap-tragedi-cebongan-195900388.html

Kompolnas: Polda DIY dibayangi ketakutan ungkap tragedi Cebongan
Merdeka.com – 7 jam yang lalu

MERDEKA.COM. Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Hamidah Abdurrahman mengatakan ada motif balas dendam terhadap empat korban penembakan di Lapas Cebongan, Sleman, DIY. Hal itu terlihat dari cara pelaku mengeksekusi keempat korban secara keji.

“Kalau kita lihat yang memiliki motivasi adalah mereka yang ada kaitannya dengan mereka yang ada di kafe Hugo’s. Dan itu dilakukan dengan dendam yang luar biasa karena itu tidak cukup ditembak satu kali, masih dipatahkan tangannya tersangka. Ini menujukan balasan tersangka terhadap Almarhum Santoso di Hugo’s kafe,” ujar Hamidah di kantornya, Jakarta, Rabu (4/3).

Hamidah menambahkan polisi belum bisa berkata banyak lantaran bukti belum kuat. Apalagi, ada ketakutan yang membayangi Polda DIY.

“(Indikasi ketakutan) Seperti peristiwa OKU dan karena belum punya bukti,” katanya.

Selain itu, Hamidah juga mempertanyakan soal pemindahan empat tahanan tersebut. Hal ini karena saat dirinya berkunjung ke sana, tidak ada faktor kuat untuk memindahkan tahanan.

“Itu pertanyaan besar. Dari tinjauan tempat, memang ruang tahanan itu 3 kamar mandi dan WC itu rusak, airnya menggenangi kamar di bawahnya. Tahanan tidak penuh karena cuma ada sedikit,” katanya.

Dirinya juga heran Polda Yogyakarta belum juga memeriksa CCTV di Hugo’s Cafe. Padahal, dari situ bisa ditelusuri awal mula kejadian.

“Pesan saya kepada Ditkrimum tolong diperiksa orang-orang di sini (Hugo’s) kemudian apakah itu dari kalangan sipil dan TNI. Saya kira pengungkapan harus dilakukan untuk mengungkapkan klimaks itu di lapas. Sebelum itu pasti ada,” tuturnya.

Hamidah sendiri mengaku pernah melihat rekaman CCTV tersebut. Dari situ diketahui ada banyak orang yang melihat saat Sertu Santoso dianiaya.

“Penusukan Santoso di ruangan yang banyak orang. Bukan hanya 4 tetapi banyak. Saya bilang supaya memeriksa siapa tahu ada teman-teman Juan di situ. Karena menit ke menit nyambung,”lanjut Hamidah.

Sebelumnya, empat tahanan di Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta tewas ditembak belasan orang bercadar. Mereka juga melukai petugas Lapas yang sedang bertugas.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 00.15 sampai pukul 01.30 WIB pada Sabtu (23/3), di Lapas klas II. Pelaku menembak dengan senapan serbu jenis AK47 dan 1 pistol FN. Keempat tahanan merupakan pelaku penganiayaan terhadap anggota TNI AD Kopassus Sersan Satu Santoso.

Sumber: Merdeka.com

http://id.berita.yahoo.com/dpr-anggap-penting-penyelidik-independen-cebongan-000702200.html

DPR Anggap Penting Penyelidik Independen Cebongan
TEMPO.COTEMPO.CO – 3 jam yang lalu

TEMPO.CO , Jakarta:Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Pramono Anung menganggap penting pembentukan tim penyelidik independen kasus Cebongan. Desakan ini akan dibawa ke rapat pimpinan sebelum disampaikan kepada pemerintah.

“Ini berkaca pada kasus sprindik KPK. Unsur dari KPK hanya pimpinan,” kata Pramono usai bertemu dengan koalisi masyarakat sipil di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu, 3 April 2013. Menurut dia, dengan kehadiran tim etik yang banyan diisi unsur di luar KPK, penyelidikan justru berjalan efektif.

Ketika Lapas Cebongan diserang, dia menganggap negara tidak hadir dalam peristiwa tersebut. Menurut dia, penyerangan ini menjadi sangat mencemaskan dalam negara demokrasi. Seharusnya, kata dia, negara harus jauh lebih dari pemerintahan dan partai. Dia menegaskan, desakan pembentukan tim independen akan menjadi prioritas konsultasi dengan presiden.

Anggota Komisi Pertahanan Helmy Fauzi menyatakan, penyerangan kasus Cebongan adalah masalah serius. Menurut dia, jika dilakukan aktor negara, maka ini bisa disebut sebagai tindakan makar. Tetapi jika dilakukan bukan oleh negara, ini menunjukkan betapa lemahnya negara.

Dia menegaskan, masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya melalui Komisi Pertahanan dengan mitranya. Menurut dia, persoalan ini mesti dibawa ke dalam rapat dengar pendapat dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan dengan melibatkan Komisi Hukum dan Komisi Pertahanan. Helmy menjelaskan, Komisi masih menunggu penyelidikan awal untuk menemukan petunjuk awal. “Ini menjadi alasan pemanggilan Panglima TNI,” kata dia.

Wakil Ketua Komisi Hukum Aziz Syamsudin menyerahkan sepenuhnya kepada Pimpinan Dewan menindaklanjuti permintaan ini. Menurut dia, Komisi Hukum masih menunggu penyelidikan Komnas HAM mengenai kejelasan kasus ini. “Kami serahkan kepada Pimpinan DPR,” ujar Aziz.

WAYAN AGUS PURNOMO

http://indonesiagituloh.com/hukum/1252-penyerang-lapas-cebongan-slemaqn-terungkap

Penyerang Lapas Cebongan Sleman Terungkap
Sadarudin Bakrie

Wakil Komandan Puspom TNI AD Brigadir Jendral TNI Unggul Yudhoyono/ Ketua Tim Investigasi TNI AD sedang memberikan keterangan pers.

Jakarta. Indonesiagituloh.com. Tim Investigasi TNI AD  berhasil mengungkap  keterlibatan oknum anggota Komando Pasukan Khusus  dalam penyerangan LaPas Cebongan Sleman Yogyakarta pada hari Sabtui dini hari 23 Maret 2013 lalu.

Ketua Tim I(nvestigasi TNI AD,  Brigjend TNI Unggul Yidhoyono , oknum anggota Kopassus grup II Kartasura  yang melakukan serangan terhadap Lapas Cebongan Sleman Yogyakarta.  Motif serangan adalah balas dendam atas pembunuhan terhadap Serka Santoso.

“Bahwa secara kesatria dilandasi kejujuraN  serta tanggung jawab . Serangan LP Cebongan Sleman pada 23 Maret 2013 pukul 00.15 WIB diakui dilakukan oleh oknum anggota TNI AD dalam hal ini Grup II Kopasus Kartosuro yang mengakibatkan terbunuhnya empat orang tahanan “ Demikian  Brigjen Unggul Yudhoyono mengatakan dalam  konfrensi pers di Mabes TNI Kamis 4 April 2013. “motif jiwa reaktif kuatnya rasa jiwa  dan  membela kehormatan  kesatuan.” Jelas Unggul menambahkan

“Peristiwa tersebut dilatarbelakangi jiwa korsa yang kuat di mana jiwa korsa merupakan roh setiap kesatuan militer. Namun, diakui kegiatan serangan ke Lapas II Cebongan adalah penerapan jiwa korsa yang tidak tepat,” Demikian  Unggul menjelaskan latar belakang serangan di LP Cebongan.

“Ini baru babak awal, harus dilakukan penyidikan yang lebih tajam sebelum diajukan ke Mahkamah Militer” demikian Menko Bidang Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto . Djoko Suyanto mengapresiasi Kepala Staff TNI AD Jendral TNI Pramono Edhie Wibpwp dan Tim Investigasi AD yang dipimpin oleh  wakil Danpuspom TNI AD Brigjend TNI Unggul Yudhoyono.

Ketua Tim Investigasi TNI AD, Brigjen TNI Unggul Yudhoyono, saat konferensi pers di  Jakarta, Kamis  4 April 2013, menyebutkan, 6 senjata yang dipakai untuk menyerang Lapas Cebongan yaitu 3 jenis senjata AK-47, 2 pucuk AK-47 replika, dan satu pucuk pistol SIG Sauer replika. Menurut Unggul, tiga pucuk senjata api AK-47 tersebut dibawa dari markas pelatihan di Gunung Lawu.

Unggul menjelaskan , aksi penyerangan Lapas Cebongan pada pukul 11.15 itu dilakukan oleh 11 oknum anggota Kopassus yang terdiri dari 1 eksekutor berinisial  U, 8 orang pendukung dengan menumpang 2 kendaraan, masing-masing Toyota Avanza biru dan APV hitam. Terdapat dua orang anggota di dalam mobil Daihatsu Feroza yang hendak mencegah aksi penyerangan tersebut.

Sementara itu  Hendardi dari Setara Insitute Hari Kamis 4 April 2013  mendesak presiden Yudhoyono untuk segera mengeluarkan  Peraturan Pemerintah Pengganti UU  tentang Peradilan Militer. “ Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus didorong untuk menerbitkan peraturan pemerintah pengganti UU  tentang peradilan militer, Tujuannya agar semua anggota TNI terlibat pidana bisa diadili di peradilan umum”

http://www.kompolnas.go.id/diduga-ada-pertemuan-polda-dan-tni-sebelum-serangan-cebongan/

http://www.jpnn.com/read/2013/04/05/166012/Diduga-ada-Pertemuan-Polda-dan-TNI-Sebelum-Serangan-Cebongan-

Diduga ada Pertemuan Polda dan TNI Sebelum Serangan Cebongan
Jum’at, 05 April 2013 , 13:37:00

JAKARTA – Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri dari KontraS, Imparsial dan Setara Institute serta para penggiat HAM menolak hasil investigasi yang dari tim 9 Mabes AD TNI yang menyebut bahwa peristiwa di Lapas Cebongan hanya balas dendam tanpa terencana sebelumnya oleh pihak Kopassus.

Menurut salah satu penggiat HAM yang juga pendiri KontraS, MM. Bilah pihaknya menemukan data di lapangan bahwa pada tanggal 19 Maret 2013 telah terdapat pertemuan antara Kapolda DIY dan sejumlah petinggi TNI di wilayah Jawa Tengah termasuk seorang perwira Kopassus untuk membahas peristiwa di Hugo”s Cafe.

Pertemuan itu dilakukan setelah polisi menangkap empat pelaku yang diduga membunuh Serka Heru Santoso.

“Di pertemuan itu ada dua insitusi yaitu polisi dan komandan dari komando teritorial dan komandan pasukan tempur. Setidaknya ada percakapan yang patut diduga terjadi negosisasi. Dengan kata lain ada indikasi kuat bahwa mereka sudah tahu akan ada penyerangan,” tutur Bilah dalam jumpa pers di kantor KontraS, Jakarta Pusat, Jumat (5/4).

Menurutnya, jika sebelumnya ada pertemuan maka harus ada dua kemungkinan yang terjadi yaitu pencegahan terhadap penyerangan atau merencanakan penyerangan.

Apalagi, tutur Bilah, setelah ada pertemuan itu, empat tahanan dipindahkan dari Polres Sleman ke Polda DIY dengan alasan keamanan. Lalu pada 22 Maret 2013, keempatnya lalu dipindahkan ke Lapas klas IIB Cebongan, Sleman.

“Tampaknya institusi-institusi ini sudah punya informasi bahwa Lapas Cebongan akan diserbu. Ada standar operasi, seharusnya dicegah. Jangan-jangan justru  lapas ini sudah ditunjuk sejak awal karena paling lemah pengawasannya. Siapa yang menentukan? Polda yang harus bertanggungjawab menjawab ini,” tutur Bilah.

Bilah mengatakan hasil investigasi ini baru awal. Harus ditelusuri lebih lanjut dan transparan terhadap publik. Ia mengkhawatirkan kasus ini ujungnya hanya akan jalan di tempat karena ditangani oleh internal TNI. (flo/jpnn)

http://www.portalkbr.com/berita/nasional/2545507_4202.html

Setelah Kapolda DIY Dicopot, Giliran Pangdam Diponegoro Diganti
Pipit Permatasari 06 / 04 / 2013 13:51

BANTAH TERLIBAT: Panglima Kodam IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Hardiono Saroso saat menyatakan anggotanya tidak terlibat penyerbuan LP Cebongan Yogyakarta. Pernyataan itu disampaikan di Magelang, Jateng, (23/3). Belakangan penyelidikan menyatakan pelaku 11 anggota Kopassus, pasukan elit TNI AD. (Foto: ANTARA)

KBR68H, Jakarta – Markas Besar TNI mencopot Pangdam Kodam IV Diponegoro Jawa Tengah Hardiono Saroso.

Hardiono dipindah tugas menjadi staf di Markas Besar Angkatan Darat Jakarta. Sementara posisi Panglima Kodam Diponegoro diganti Mayor Jenderal Sunindyo.

Juru Bicara Mabes TNI Iskandar Sitompul mengatakan, mutasi terkait komentar Hardiono soal penyerangan dan pembunuhan empat tahanan di penjara Cebongan dua pekan lalu.

Iskandar Sitompul mengatakan, komentar Hardiono tidak sesuai dengan keadaan di lapangan.

“Dia memang diganti, menjadi staff khusus Kepala Staf Angkatan Darat. Karena pernyataannya bertentangan dengan keadaan di lapangan,” ujar Iskandar Sitompul saat dihubungi KBR68H.

Sebelumnya, saat menjadi Pangdam IV Diponegoro Hardiono Saroso membantah anggotanya terlibat aksi penyerangan penjara Cebongan, Sleman, Yogyakarta dua minggu lalu.

Namun hasil temuan tim investigasi Mabes AD mematahkan pernyataan tersebut. Dari penyelidikan terbukti 11 orang penyerang penjara Cebongan adalah anggota Kopassus dibawah pimpinannya.

Pencopotan juga dilakukan institusi Polri. Kepala Markas Besar Kepolisian mencopot Kapolda DI Yogyakarta Sabar Rahardjo. Jabatan Kapolda DIY diisi Brigjen Haka Astana. Keputusan itu diambil melalui hasil rapat Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) Polri yang dilangsungkan pada Jumat (5/4).

http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/13/04/06/mktxzl-mutasi-kapolda-diy-pangdam-iv-diponegoro-dinilai-risiko-karier

Mutasi Kapolda DIY & Pangdam IV Diponegoro Dinilai Risiko Karier
Sabtu, 06 April 2013, 17:47 WIB

Mayjen Hardiono Saroso

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Mutasi terhadap Pangdam IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Hardiono Saroso dan Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Brigjen Pol Sabar Rahardjo merupakan risiko jabatan militer. Meski, pengamat militer LIPI, Ikrar Nusa Bakti mengakui pemindahan kedua pimpinan itu tidak bisa dilepaskan dari insiden Lapas Cebongan, Sleman.

“Mutasi wajar, yang jelas itu adalah risiko dari sebuah karier seorang anggota TNI atau Polri,” kata Ikrar, di Warung Daun Cikini, Sabtu (6/4).

Ikrar tidak melihat keputusan mutasi itu sebagai tindakan yang reaktif. Karena dalam menjalankan tugas militer, baik Pangdam maupun Kapolda memiliki kewajiban dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. S

ebagai pimpinan, mereka memiliki tanggung jawab untuk mengawasi dan memastikan pasukan masing-masing tidak melakukan upaya pelanggaran hukum dan senantiasa menjaga keamanan di wilayah satuan kerja masing-masing. Jika fungsi pengawasan berjalan, lanjut Ikrar, insiden yang terjadi di lapas maupun di Hugo’s cafe tidak akan terjadi.

“Tidak reaktif. Bila perlu begitu kejadian langsung dipecat, tidak perlu menunggu pemberitaan menjadi lebih masif lagi,” ujarnya.

Kapolda DIY Brigjen Pol Sabar Rahardjo dimutasi dari jabatannya, pada 5 April, kemarin. Posisi Kapolda DIY kini diisi Kepala Biro Kajian dan Strategi SSDM Mabes Polri, Brigadir Jenderal (Pol) Haka Astana.

Sedangkan, hari ini Pangdam Diponegoro IV Mayor Jenderal TNI Hardiono Saroso juga dimutasi. Dia dipindahkan menjadi staf KSAD di Mabes AD.
Reporter : Ira Sasmita
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari

http://www.pikiran-rakyat.com/node/229971

Kapolda DIY dan Pangdam Diponegoro Dicopot
Sabtu, 06/04/2013 – 20:20

YOGYAKARTA, (PRLM).- Kapolda Yogyakarta dan Pangdam IV Diponegoro dicopot dari jabatannya, menyusul terungkapnya pelaku penyerangan bersenjata yang menewaskan empat orang tahanan sipil di LP Cebongan, Yogyakarta.

“Betul ada mutasi Kapolda Yogyakarta Brigjen Sabar Rahardjo, surat telegram dari Mabes Polri sudah diterima,” kata Kabid Humas Polda DIY AKBP Any Pudjiastuti, kepada wartawan BBC Indonesia, melalui telepon, Sabtu (06/04) sore.

Menurutnya, Sabar Rahardjo dimutasi ke Mabes Polri sebagai Kepala Biro Kajian dan Strategi SSDM Mabes Polri.

Any Pudjiastuti menyatakan, mutasi merupakan hal yang wajar dalam organisasi. “Jangan dikait-kaitkan (dengan kasus penyerangan LP Cebongan), ini hal wajar saja,” katanya, saat ditanya apakah pencopotan Kapolda DIY Yogyakarta ini terkait dengan kasus penyerangan tersebut.

Sebagai pengganti, Mabes Polri menunjuk Kepala Biro Kajian dan Strategi SSDM Mabes Polri, Brigadir Jenderal (Pol) Haka Astana, sebagai Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Serah terimanya digelar Senin, 8 April nanti di Jakarta, bersamaan dengan serha terima lima Kapolda lainnya,” ungkap Any.

Sementara itu, Panglima Kodam IV Diponegoro Mayjen Hardiono Saroso juga dicopot dari jabatannya, seperti dilaporkan sejumlah media di Indonesia. Seorang pejabat TNI menyatakan, Hardiono akan digantikan Mayjen TNI Sunindyo, yang sebelumnya menjabat Asisten Personalia kepala Staf TNI AD.

Sejumlah pemberitaan menyebutkan, Hardiono akan ditarik ke Mabes Angkatan Darat.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari Mabes TNI tentang pencopotan Mayjen Hardiono Saroso dari jabatan sebagai Pangdam IV Diponegoro.

Sebelumnya, tim Investigasi TNI AD mengumumkan bahwa sebelas anggota Kopassus Grup 2 Kartosuro terlibat pembunuhan empat tahanan di LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta.

Sembilan dari 11 pelaku yang terlibat dalam peristiwa itu berpangkat bintara dan tamtama.

Dia mengatakan aksi tersebut didasari atas semangat membela rekan mereka, Serka Heru Santoso yang tewas karena tindakan empat tahanan tersebut. (A-26/bbc).***

http://www.timorexpress.com/index.php?act=news&nid=54914

Mabes TNI AD dan Polri Bantah Terkait Cebongan
Pangdam Diponegoro dan Kapolda DIY Diganti
Minggu, 07 Apr 2013, | 37

JAKARTA, TIMEX – Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes TNI AD) akan memutasi Panglima Kodam IV Diponegoro Jateng/DIY Mayjen TNI Hardiono Saroso. Mayjen Hardiono akan diganti oleh Mayjen TNI Sunindyo.

“Bahasanya bukan pencopotan ya. Tapi pergantian. Pergantian ini berdasarkan evaluasi kerja dan pembinaan karirnya,” ujar Kasubdis Penum Dispenad Kolonel Zaenal M saat dihubungi JPNN, Sabtu (6/4).

Zaenal tidak menjelaskan secara terperinci apakah mutasi Pangdam ini terkait dengan kasus penyerangan Lapas Cebongan yang melibatkan 11 oknum Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Yogyakarta. Ia hanya menyebut untuk sementara saat ini Mayjen Hardiono ditugaskan menjadi Staf KSAD Jenderal Pramono Edhiee. “Nanti kami pelantikan dan pergantiannya Senin nanti 8 April 2013,” sambung Zaenal.

Sebelumnya diberitakan, Pangdam Hardiono adalah salah satu dari petinggi TNI yang diminta bertanggung jawab atas peristiwa penyerangan dan penembakan terhadap empat tahanan di Lapas Klas IIB Cebongan, Sleman, DIY. Sejumlah kelompok masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil juga mendesak agar Pangdam bersama Komandan Grup II Kandang Menjangan dicopot dari jabatannya atas kelalaian tidak dapat menjaga anak buahnya dari aksi brutal yang dilakukan 23 Maret lalu.

Para oknum Kopassus melakukan aksi itu sebagai bentuk balas dendam atas tewasnya Sertu Heru Santoso yang diduga dibunuh oleh 4 tahanan itu yaitu Decky cs.
Mabes Polri juga melakukan mutasi mendadak dijajarannya. Nama Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Brigjen Sabar Rahardjo masuk dalam gerbong mutasi tersebut.
Namun, pihak Mabes Polri membantah jika mutasi tersebut terkait dengan penyerangan ke Lapas kelas IIB Cebongan, Sleman.

Sabar dimutasi tidak melalui surat telegram rahasia STR sebagaimana umumnya mutasi. Melainkan, lewat surat keputusan bernomor KEP: 234/IV/2013 tertanggal 5 April atau kemarin. “Memang benar yang bersangkutan dimutasi,” terang Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Suhardi Alius, Jumat (5/4).

Namun, mutasi yang dilakukan lewat surat keputusan menimbulkan tanda tanya. Sebab, lazimnya mutasi dilakukan lewat surat telegram rahasia. Sempat muncul dugaan jika Sabar dimutasi terkait dengan penyerangan ke Lapas Cebongan, Sleman.

Sabar dianggap gagal melindungi para tahanan di lapas tersebut hingga dibunuh oleh anggota Kopassus KArtasura. Padahal, keempat tahanan tersebut dipindah bersama tahanan lain dari Mapolda dengan alasan sel tahanan Mapolda DIY sedang direnovasi.

Namun, saat dikonfirmasi, Suhardi membantahnya. Menurut dia, mutasi merupakan hal biasa di lingkungan Mabes Polri untuk penyegaran. Sabar bakal digantikan oleh Kabiro Kajian dan Strategi SDM Mabes Polri Brigjen Haka Astana. Rencananya, Senin (8/4) mendatang Haka dilantik menjadi Kapolda DIY.

Menyikapi ini, anggota Komisi III DPR, Syarifuddin Suding menghargai adanya mutasi terhadap dua petinggi aparat penegak hukum tersebut.
“Kita hargai itu. Kita hargai langkah-langkah yang dilakukan oleh pihak TNI,” ujar Suding di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (6/4).

Menurut Suding, baik Pangdam Diponegoro, Kapolda DIY, dan jajaran yang ada di sana memang harus bertanggung jawab. “Harus ada peran tanggung jawab yang dibebankan,” terangnya.
Lebih lanjut Suding melihat bahwa penitipan seorang tersangka di lapas merupakan hal biasa.

Akan tetapi menjadi hal yang luar biasa misalnya proses penyelidikannya hanya dilakukan dalam waktu dua hari lalu, setelah itu pelakunya segera dipindahkan ke lapas.
Kemudian lanjut Suding, juga tidak ada pengamanan yang diberikan kepolisian ke Lapas Cebongan.

“Sementara diketahui betul bahwa empat pelaku ini adalah berpotensi akan terjadi aksi balas dendam,” tandas politisi Partai Hanura tersebut. (flo/byu/jpnn/aln)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/04/07/22/735283/sisi-gelap-kapolda-diy-pangdam-iv-diponegoro

Penyerangan LP Cebongan
Sisi gelap Kapolda DIY & Pangdam IV Diponegoro
Rendra Saputra, Minggu,  7 April 2013  −  07:00 WIB

Sindonews.com – Kapolda DIY dan Pangdam IV Diponegoro telah dicopot dari institusi mereka masing-masing. Menyusul, kelalaian dan indikasi pembiaran terhadap aksi ‘jagal’ yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, Yogyakarta, 23 Maret 2013, lalu. Lantas apa salah mereka? terlibatkah mereka?.

Ketua Setara Institute Hendardi menyebut, pencopotan dua petinggi hukum dari dua institusi tersebut menyiratkan sebuah pertanda besar akan adanya sisi gelap tentang keterlibatan keduanya dalam aksi berdarah tersebut.

“Pencopotan ini memiliki makna, dan pertanda, jika keduanya diduga ikut terlibat,” beber Hendardi kepada Sindonews, Minggu (7/4/2013).

Maka itu, langkah tersebut dinilai tak hanya sebatas dilakukan sebagai sebuah ceremonial dengan hanya melakukan pencopotan, melainkan upaya penyidikan terhadap keduanya.

Meski tak secara langsung terlibat dalam aksi penyerangan LP Cebongan, mereka secara jelas telah lalai dan tak berusaha mengantisipasi aksi ‘bar-bar’ yang sebenarnya bisa dilakukan. Terlebih, dengan kewenangan yang mereka miliki sebagai pemimpin di wilayah hukumnya masing-masing.

“Setidaknya keduanya telah lalai untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan,” jelasnya.

Meski belum ada hasil atau temuan yang menyebutkan keduanya terlibat, namun dirinya mempercayai jika kedua orang tersebut bersalah. Tak pelak jika dibutuhkan keterlibatan pihak eksternal dalam upaya pengusutan kasus yang telah menyita perhatian dunia ini.

Karena, bukan tidak mungkin aksi pencopotan terhadap keduanya hanya sebagai slogan atau simbol proses reduksi kesalahan yang telah mereka lakukan agar masyarakat percaya ada proses hukum atau sanksi terhadap keduanya.

Menurutnya, jika elemen eksternal mengawal kasus ini, bukan tidak mungkin keduanya akan menjadi terperiksa untuk mempertanggungjawabkan kesalahan dan perbuatan melanggar etika keprofesian mereka.

“Jika begitu, bukan tidak mungkin keduanya akan menjadi terperiksa sesuai prinsip tanggungjawab komando,” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul angkat bicara soal arah pemeriksaan Pangdam IV Diponegoro. Menurutnya, untuk sampai ke sana, dibutuhkan perjalanan panjang.

Dinilainya, langkah tersebut baru akan dilakukan berdasarkan penilaian dan evaluasi yang dilakukan pihak TNI.

“Saya kira itu sebuah perjalanan panjang, karena kami harus melihat dulu dari sisi kronologisnya. Akan ada evaluasi dalam hal ini TNI Angkatan Darat (AD), dan Mabes TNI. Baru, akan ada kesimpulan terhadap pemeriksaan,” jelas Iskandar Sitompul kepada Sindonews, Minggu (7/4/2013).

Meski begitu, dia kembali meminta kepada publik untuk mempercayakan penyelesaian kasus ini di Peradilan Militer. Dirinya menjamin, kasus ini akan dibuka seluas-luasnya kepada masyarakat sehingga tidak ada istilah keraguan terhadap independensi Peradilan Militer.

“Berilah kepercayaan kepada kami, kepada TNI. Kami akan buka, masyarakat bisa menyaksikan langsung. Peradilan Militer-pun terbuka bagi masyarakat,” tegasnya.

Seperti diketahui, Panglima Daerah Militer (Pangdam) IV Diponegoro Mayjend Hardiono Saroso dicopot dari jabatannya. Diduga hal itu imbas dari pernyataannya yang tak sesuai dengan fakta yang ada.

“Sebagai panglima, saya bertanggungjawab penuh dengan semua yang ada di wilayah Kodam IV Diponegoro. Tidak ada prajurit yang terlibat karena hasil jaminan dari komandan satuan mereka bisa mengendalikan semua,” jelas Mayjend Hardiono, di LP Cebongan, 23 Maret 2013, lalu.

Rencananya, Posisi Pangdam IV Diponegoro akan diisi oleh Mayjen Sunindyo, yang saat ini masih menjabat sebagai Asisten Personel (Aspers) Kepala Staf TNI AD (Kasad). Mayjen TNI Hardiono Saroso selanjutnya akan bertugas di Markas Besar Angkatan Darat

Sewarna dengan Pangdam, Kapolda DIY Brigjen Sabar Rahardjo-pun bernasib sama. Dia dinyatakan masuk dalam gerbong mutasi yang dilakukan Mabes Polri. Yang unik, Sabar dimutasi tidak melalui Surat Telegram Rahasia (STR) sebagaimana umumnya mutasi. Melainkan, lewat surat keputusan bernomor KEP: 234/IV/2013 tertanggal 5 April.

Namun, pihak Mabes Polri membantah jika mutasi tersebut terkait dengan penyerangan ke Lapas kelas IIB Cebongan, Sleman. Menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Suhardi Alius mutasi merupakan hal biasa di lingkungan Mabes Polri untuk penyegaran.

Sabar bakal digantikan oleh Kabiro Kajian dan Strategi SSDM Mabes Polri Brigjen Haka Astana. Rencananya, Haka akan dilantik, Senin 8 April 2013, besok.

(rsa)

http://www.tribunnews.com/2013/04/07/mpr-pergantian-pangdam-v-diponegoro-dan-kapolda-diy-jangan-kamuflase

Kelompok Bersenjata Serang Lapas
MPR: Pergantian Pangdam V Diponegoro dan Kapolda DIY Jangan Kamuflase
Tribunnews.com – Minggu, 7 April 2013 18:45 WIB

Ketua Tim Investigasi TNI AD yang juga Wadan Puspom AD, Brigjen TNI Unggul K Yudhoyono, Asisten Komandan Jenderal Kopassus, Letkol (Inf) Richard Tampubolon, dan Kadispen TNI AD, Brigjen TNI Rukhman Ahmad (duduk kiri-kanan) menyampaikan hasil investigasi kasus penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, di Kartika Media Center TNI AD, Jakarta, Kamis (4/4/2013). Tim investigasi TNI AD mengakui keterlibatan 11 oknum anggota TNI AD Grup 2 Kopassus Kartosuro, dalam penyerangan yang mengakibatkan 4 orang meninggal dunia. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari menilai pergantian Pangdam V Diponegoro, Mayjen TNI Hardiono Saroso, dan Kapolda DIY, Brigjen Pol Sabar Rahardjo harus transparan, apakah murni karena mutasi biasa, atau sanksi terkait penyerangan Lapas Cebongan.

“Kalau mutasi sebagai sanksi, katakan saja itu sebagai sanksi. Kalau mutasi sebagai tour of duty, katakan itu mutasi biasa. Artinya jangan ada kamuflase, misalnya sanksi itu dijatuhkan dengan mengatakan mutasi biasa,” ujar Hajriyanto kepada wartawan di Jakarta, Minggu (7/4/2013).

Menurut Hajriyanto, memang sudah menjadi wewenang lembaga seperti TNI dan Polri melakukan pergantian pucuk pimpinan kewilayahan berdasar pertimbangan tertentu. Namun, itu harus dilakukan secara transparan apakah pergantian itu murni mutasi atau sanksi.

“Pasalnya setiap institusi memiliki protap sendiri prosedur dan mekanisme sanksi yang diberikan. Kami menghargai yang penting dilakukan adalah keterbukaan dan transparansi,” lanjut Thohari yang juga politisi Partai Golkar ini.

Mayjen TNI Hardiono Saroso dan Brigjen Sabar diganti, disinyalir terkait kasus penyerangan Lapas Klas II B Cebongan, Sleman, oleh pelaku bersenjata yang belakangan diakui Tim Investigasi TNI AD adalah 11 oknum anggota Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan, Kartosuro.

Posisi Mayjen TNI Hardiono akan digantikan Mayjen TNI Sunindyo. Sementara posisi Brigjen Pol Sabar Rahardjo diganti oleh Brigjen Pol Haka Astana yang saat ini menjabat kepala Biro Kajian dan Strategi Sumber Daya Manusia (SDM) Mabes Polri.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Suhardi Aliyus tidak menjelaskan apa alasan mutasi tersebut dilakukan. Ia menegaskan bahwa mutasi dilakukan setelah mendapatkan persetujuan Dewan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Wanjak) Polri.

http://www.tubasmedia.com/berita/hendardi-kapolda-diy-dan-pangdam-diponegoro-diduga-terlibat/

Hendardi: Kapolda DIY dan Pangdam Diponegoro Diduga Terlibat
Terbit 8 April 2013 – 10:39 WIB

JAKARTA, (TubasMedia.Com) – Setara Institute menilai pencopotan Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Pangdam IV Diponegoro, merupakan langkah yang tepat bagi penanganan kasus penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta.

“Karena kemungkinan mereka juga akan menjadi terperiksa sesuai prinsip tanggungjawab komando,” ujar Ketua Setara Institute, Hendardi melalui keterangan pers yang diterima redaksi Minggu.

Hendardi melanjutkan, meski positif pencopotan ini menyiratkan dan petanda kesadaran petinggi Polri dan TNI bahwa mereka berdua diduga turut terlibat. “Setidaknya dua pimpinan itu lalai untuk mencegah terjadinya kejahatan,” ujarnya.

Untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi penyidikan dan pemeriksaan maka memperluas keterlibatan pihak eksternal TNI dalam penyidikan menjadi semakin urgen. “Selain itu, yang utama adalah bagaiman kasus ini bisa disidang di peradilan umum,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada pasca terungkapnya kasus penyerangan di Lapas Cebongan, Mabes Polri melakukan mutasi dengan menganti Brigjen Sabat Rahardjo dari jabatannya sebagai Kapolda DI Yogyakarta. Setelah Mabes Polri melakukan mutasi, TNI juga mengikuti dengan melakukan mutasi dengan menganti Mayjend Hardiono Saroso sebagai Pangdam IV Diponegoro.

Pencopotan keduanya diduga kuat merupakan imbas dari kasus penyerangan Lapas Cebongan pada 23 Maret lalu. Seperti diketahui, 11 anggota Kopassus dari group 2 Kartosuro melakukan penyerangan ke Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta.

Aksi tersebut dilakukan untuk mencari empat pelaku pembunuhan seorang anggota TNI bernama Serka Heru Santoso, yang tewas pada 19 Maret di Hugo’s Cafe, Yogyakarta. Empat pelaku tersebut juga terlibat dalam kasus pembacokan mantan anggota Kopassus bernama Sertu Sriyono pada 20 Maret.

Merasa kehormatan dan atas nama jiwa korsa, 11 anggota Kopassus itu pun menuntut aksi balas dendam. Akibatnya, empat pelaku pembunuhan anggota TNI yankni Hendrik Angel Sahetapi alias Deki (31); Yohanes Juan Manbait (38); Gameliel Yermianto Rohi Riwu alias Adi (29); dan Adrianus Candra Galaja alias Dedi (33), tewas ditembak di Lapas Cebongan.(sabar)

http://news.detik.com/read/2013/04/08/120114/2214154/10/sertijab-kapolda-diy-terbuka-pangdam-diponegoro-tertutup?9922032

Sertijab Kapolda DIY Terbuka, Pangdam Diponegoro Tertutup
Rachmadin Ismail – detikNews, Senin, 08/04/2013 12:01 WIB

Jakarta – Dua momen penting yang berhubungan dengan insiden penyerangan LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta, terjadi hari ini: sertijab Kapolda DIY dan Pangdam IV Diponegoro. Namun satu acara digelar terbuka, satu lainnya digelar tertutup. Mengapa?

Acara sertijab Kapolda DIY ini digelar di Rupatama Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (8/4/2013). Acaranya terbuka untuk wartawan. Selain Kapolda DIY, ada lima pejabat lain setingkat Kapolda yang diganti.

Kapolda DIY sebelumnya, Brigjen Pol Sabar Rahardjo, dimutasi dan digantikan oleh Brigjen Pol Haka Astana yang sebelumnya menjabat sebagai Karo Kajian dan Strategi SDM Polri. Pergantian ini tak lama setelah kasus LP Cebongan terungkap. Namun Kapolri Jenderal Timur Pradopo membantah mutasi ini berkaitan dengan kasus yang melibatkan 11 oknum Kopassus ini.

Karena terbuka, wartawan bisa mewawancarai Brigjen Sabar dan meminta komentarnya soal pergantian ini. “Saya kira hal yang wajar, saya sudah 10 bulan menjabat. Dan tepat pada waktunya,” kata Brigjen Sabar.

Pemandangan berbeda terjadi di acara Sertijab Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Hardiono Saroso yang digantikan oleh Mayor Jenderal TNI Sunindyo. Dalam acara yang digelar di Mabes TNI AD, Jl Medan Merdeka Utara, ini tertutup.

Wartawan hanya diperbolehkan menunggu di pinggir jalan di depan gerbang. Petugas Dinas Penerangan TNI AD sempat menyambangi wartawan, menjelaskan tidak ada undangan bagi media untuk meliput. “Silakan hubungi Pak Kadispen,” kata perwira menengah tersebut.

Alhasil, tak ada komentar dari Hardiono yang bisa diperoleh dari acara ini. Padahal, Hardiono tengah menjadi sorotan karena ucapannya yang sempat membela anggota Kopassus yang diketahui belakangan mengaku sebagai penyerang LP Cebongan. Hardiono juga baru menjabat sebagai Pangdam Diponegoro kurang dari setahun.

Dalam rilis yang dikirim Dinas Penerangan TNI AD, sertijab ini berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/252/IV/2013 tanggal 5 April 2013, tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI telah ditetapkan mutasi jabatan tujuh Pati (Perwira Tinggi) TNI AD.

Ada 7 Pati TNI AD yang dimutasi yaitu: Mayjen TNI Hardiono Saroso dari Pangdam IV/Dip menjadi Staf Khusus Kasad, Mayjen TNI Sunindyo dari Aspers Kasad menjadi Pangdam IV/Dip, Mayjen TNI Istu H. Subagio, S.E., M.B.A., dari Gubernur Akmil menjadi Aspers Kasad, Brigjen TNI Sumardi dari Kasgartap I/Jakarta menjadi Gubernur Akmil, Kolonel Inf Toto Rinanto Sudjiman dari Paban Sahli Bid. Orkes Pok Sahli Bid.

Sosbud Sahli Kasad menjadi Kasgartap I/Jakarta, Brigjen TNI Didi Sudiana dari Pati Ahli Kasad Bid. Manajemen Sishankamneg menjadi Staf Khusus Kasad, Kolonel Inf I.G.B. Herry Atmika dari Dandenma Mabes TNI menjadi Pati Ahli Kasad Bid. Manajemen Sishankamneg.

(mad/nrl)

http://www.jpnn.com/read/2013/04/09/166547/Pergantian-Kapolri-dan-Panglima-TNI-Jangan-Politis-

Pergantian Kapolri dan Panglima TNI Jangan Politis
Selasa, 09 April 2013 , 09:03:00

JAKARTA — Anggota Komisi Hukum DPR, Aboebakar Alhabsy, mengatakan, rencana pergantian Kapolri maupun Panglima TNI itu merupakan hak prerogatif dan sah-sah saja kapan pun mau dilaksanakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, dia mengingatkan, pergantian itu jangan sampai terkesan bernuansa politis.

“Pergantian ini sebenarnya bisa dijadikan sebagai reward and punishment atas kinerja Kapolri dan Panglima TNI, sama seperti para menteri yang selalu diberiraport oleh UKP4 dan direshuffle bila nilainya merah,” katanya, Selasa (9/4).

Ia mengatakan, kasus Cebongan, Sleman, dan Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, yang saat ini menjadi perhatian publik bisa menjadi indikator kinerja dari kedua satuan ini.

Nah, kata Aboebakar, bila pergantian dua pucuk pimpinan inid engan pesan perlunya penegakan supresmasi hukum, publik pasti akan mengapresiasi langkah yang diambil Presiden SBY.

Namun bila alasan pergantian Kapolri dan Panglima terkait formasi 2014, Aboebakar mengkhawatirkan, publik cenderung akan melihat adanya kesan politik terbangun.”Jangan sampai timbul spekulasi bahwa pergantian jabatan tersebutterkait dengan kepentingan pemilu, itu tidak baik,” katanya.

Karena, Aboebakar menerangkan, sulit menghindari spekulasi bila pimpinan satuan diganti sebelum waktunya. “Publik pasti akan berandai-andai,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Sebelumnya Juru Bicara Kepresidenan, Juliar Ardian Pasha, mengungkapkan Presiden SBY bakal segera mengganti Kapolri dan Panglima TNI. Alasannya, Julian menerangkan, keduanya harus mengalami proses persiapan karena pensiun. “Ya, itu (pensiun) karena usia, jangan disalah artikan,” kata Julian, kemarin di Istana Negara.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Timur Pradopo lahir 10 Januari 1956. Pensiun normal Januari 2014. Sedangkan Panglima TNI Laksmana Agus Suhartono lahir 25 Agustus 1955 dan pensiun normal Agustus 2014. (boy/jpnn)

http://id.wikipedia.org/wiki/Penembakan_Cebongan

Penembakan Cebongan, versi YANG DIBERITAKAN, TIDAK TERMASUK HIDDEN
201304091107

Penembakan Cebongan adalah peristiwa penembakan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada 23 Maret 2013. Penembakan dilakukan oleh beberapa orang tak dikenal dan menyebabkan empat orang tewas.

Empat korban tewas merupakan pelaku pengeroyokan seorang anggota Kopassus bernama Heru Santosa hingga tewas di Hugo’s Café beberapa hari sebelumnya.

Latar belakang

Pada Selasa, 19 Maret 2013, pukul 02.30 terjadi pengeroyokan yang dilakukan oleh beberapa orang terhadap seorang sersan satu Kopassus Kandang Menjangan Kartasura bernama Heru Santosa di tempat hiburan Hugo’s Cafe di Jalan Adisucipto, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Heru Santosa tewas dalam pengeroyokan tersebut.

Keributan itu sendiri terjadi antara salah seorang pelaku dengan teman-temannya tak lama setelah Heru beserta rekan rekannya se­sama anggota Kopassus bernama Alen tiba di tempat hiburan tersebut sekitar pukul 02.20 WIB. Awalnya, Heru beserta rekannya didatangi oleh seseorang bernama Diki bersama sekitar tujuh temannya. Mereka bertanya asal daerah korban. Heru menjawab bahwa dirinya adalah anggota Kopassus. Setelah itu, tiba-tiba terjadi keributan antara Heru dengan kelompok Diki.

Perkelahian awalnya terjadi di halaman cafe, namun karena tak kunjung selesai, keributan kembali terjadi di dalam kafe. Beberapa orang sempat berupaya melerai. Akan tetapi, Heru tetap dikeroyok dan tewas setelah ditikam dengan pecahan botol di bagian dadanya. Setelah Heru terkapar, para pelaku segera melarikan diri. Dalam kondisi luka parah, Heru dilarikan ke Rumah Sakit Bethesda, namun meninggal dalam perjalanan. Jenazah korban lalu diterbangkan ke kampung halamannya di Palembang.

Empat pelaku pengeroyokan berhasil ditangkap oleh kepolisian. Sebagian pelaku ditangkap di sebuah asrama di kawasan Lempuyang­an, Yogyakarta, yang sering dijadikan tempat mangkal kelompok tersebut. Para pelaku awalnya ditahan di Mapolda DIY sebelum kemudian dipindahhkan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan pada Jumat 22 Maret 2013 siang dengan alasan sel di Mapolda DIY sedang direnovasi.

Penembakan

Pada Sabtu 23 Maret 2013, sekitar pukul 01.30 WIB, satu kelompok yang terdiri atas sekitar 17 orang tak dikenal mendatangi Lapas Cebongan. Mereka berhasil masuk setelah mengancam petugas lapas dengan senjata api. Pelaku juga melakukan tembakan ke udara agar sipir dan napi yang lain tiarap. Mereka lalu meminta sipir menunjukkan sel di mana terdapat tahanan yang terlibat kasus penganiayaan anggota Koppasus hingga tewas di Hugo’s Cafe. Mereka juga meminta sipir memberikan kunci sel tempat para tersangka ditahan. Dalam prosesnya, mereka sempat melukai sipir, dan melakukan ancaman dengan menunjukkan granat. Akhirnya sipir memberitahu bahwa para tahanan tersebut ditempatkan di sel 5A serta memberikan kunci selnya. Setelah memperoleh informasi tersebut, kelompok itu kemudian pergi menuju sel para tersangka.

Dalam prosesnya, ketika mereka semakin mendekati sasaran, jumlah pelaku yang ikut serta semakin sedikit. Dari 17 orang yang melakukan penyerangan, hanya satu orang yang melakukan penembakan. Begitu tiba di sel 5A, mereka menyuruh para tahanan yang berada di sana untuk berkumpul. Kemudian salah seorang pelaku bertanya di mana kelompok Diki. Ia berkata, “Yang bukan kelompok Diki, minggir!”. Sempat ada tahanan yang berkata bahwa Diki tidak ada, namun pelaku mengancam bahwa mereka akan menembak semua tahanan itu jika tidak diberitahu. Akhirnya para tahanan memisahkan diri hingga tersisa tiga orang. Mereka disuruh untuk berkumpul, kemudian langsung ditembak hingga tewas. Setelah itu, pelaku menembak satu orang tahanan lagi.

Setelah menembak mati para tahanan, para penembak memaksa sebanyak 31 tahanan di sel tersebut yang menyaksikan eksekusi itu untuk bertepuk tangan. Begitu selesai, para pelaku pun pergi meninggalkan sel. Untuk menghilangkan barang bukti, mereka merusak kamera CCTV dan mengambil rekaman CCTV lapas.

Penyerangan berlangsung selama kurang lebih 15 menit, sementara penembakannya berlangsung selama 5 menit. Salah satu saksi melaporkan bahwa, selama peristiwa berlangsung, ada seorang pelaku yang terus-menerus melihat jam di tangannya.

Korban

Korban yang tewas dalam pristiwa penembakan ini adalah:
Hendrik Benyamin Angel Sahetapi alias Diki Ambon, 31 tahun. Diki merupakan seorang karyawan swasta namun dikenal pula sebagai seorang preman. Ia pernah ditangkap Polresta Yogyakarta dalam kasus pembunuhan mahasiswa tahun 2002 dan pemerkosaan tahun 2007. Diki pernah bergabung dengan ormas pimpinan Hercules, namun kemudian mundur dan tidak aktif lagi. Ia juga menjadi tenaga keamanan di Hugo’s Cafe yang terletak depan halaman Hotel Sheraton Mustika di Jl Solo Km 10 Maguwoharjo, Sleman.
Adrianus Candra Galaja alais Dedi, 33 tahun
Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu alias Adi, 29 tahun
Yohanes Juan Manbait alias Juan, 38 tahun. Yohanes adalah seorang anggota Polresta Yogyakarta yang pernah terlibat kasus sabu-sabu. Akibat kasus itu, ia dipecat dari kepolisian. Ia juga divonis hukuman 2,8 tahun dan perawatan di RS Grhasia khusus narkoba. Ketika mengeroyok Heru, Juan sedang menjalani masa bebas bersyarat.

Keempat korban berasal dari Nusa Tenggara Timur, dengan rincian tiga orang berasal dari Kupang dan satu orang berasal dari Flores.

Pelaku

Menurut Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila, para pelaku penembakan adalah orang-orang yang sangat terlatih dan profesional. Siti mengungkapkan bahwa, berdasarkan keterangan para saksi, masing-masing pelaku membawa senjata laras panjang dan pistol di kiri dan kanan pinggang, serta memakai rompi, yang diduga antipeluru, dan zebo (penutup muka) yang seragam. Mereka juga membawa granat. Sementara pakaian yang dikenakan tidak seragam. Ada yang memaki kemeja lengan pendek maupun panjang. Celana yang dikenakan juga bukan seragam. Para pelaku disebutkan memiliki postur yang tegap dan tinggi badannya hampir sama. Siti mengtakan bahwa mereka “bergerak dengan singkat, cepat, terencana.”

Tanggapan

Sejumlah orang menunjukkan keprihatinan atas peristiwa penyerangan ini. Ketika kempat jenazah korban penembakan berada di tempat Instalasi Kedokteran forensik Rumah Sakit Dr Sardjito Yogyakarta, puluhan warga Nusa Tenggara Timur berkumpul di depan tempat tersebut. Sementara Gubernur Nusa Tenggara Timur berpesan agar keempat jenazah “diperlakukan secara patut dan layak dan dikembalikan ke keluarganya.” Keempat jenazah itu sendiri akhirnya ditebangkan ke daerah asalnya dengan biaya yang ditanggung Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kopassus mengklaim belum ada bukti keterlibatan Kopassus dalam penembakan ini. Selain itu, Kasi Intel Grup II Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Kapten Inf Wahyu Yuniartoto menyatakan bahwa seluruh anggotanya sedang berada di dalam satuan saat kejadian penyerangan berlangsung. Ia mekenkan bahwa tidak ada satupun anggotanya yang keluar dari kegiatan pengamanan markas. Meskipun demikian, Kepala Penerangan Kopassus Mayor Susilo menyatakan bahwa pihaknya akan menindak tegas anggotanya jika memang ada yang terlibat dalam kasus penyerangan ini.

Dugaan keterlibatan anggota Kopassus juga dibantah oleh Panglima Kodam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Hardiono Saroso dan Assintel Komandan Jenderal Kopassus, Letkol Infantri Richard.

Haris Azhar, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau yang lebih dikenal dengan KONTRAS, mengatakan bahwa penyerangan ini dilakukan secara terencana karena berlangsung dengan “rapi dan cepat.” Haris juga menyamakan cara para pelaku, yang mengurangi jumlah ketika semakin mendekati sasaran, dengan operasi buntut kuda.

Sementara itu kepolisian belum bisa memastikan apakah penyerangan tersebut merupakan sesuatu yang terencana.

Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar berpendapat bahwa ada kemungkinan penyerangan tersebut terkait dengan peredaran narkoba di Indonesia. Dugaan ini muncul karena salah satu korban tewas dalam penembakan itu diduga memiliki informasi mengenai peredaran narkoba. Bambang lebih jauh menjelaskan bahwa ada kecenderungan bahwa peristiwa ini merupakan konflik antaragen bandar, yaitu polisi yang meninggal (salah satu korban penembakan) dengan Heru Santosa. Bambang bahkan mengatakan bahwa kedua pihak tersebut sama-sama berada di bawah kekuasaan sebuah mafia narkoba.

Wandi Marceli, pengacara keempat tersangka pengeroyokan yang tewas dalam penyerangan ini, mempertanyakan keputusan polisi untuk memindahkan para kliennya dari Mapolda DIY ke Lapas Cebongan. Ia menyatakan bahwa dirinya merasa “janggal” karena keempat kliennya tewas ditembak tidak sampai satu hari setelah dipindahkan.

http://www.jpnn.com/read/2013/04/09/166565/Mayjen-Saroso-Hardiono-Pasrah-Dimutasi-

Mayjen Saroso Hardiono Pasrah Dimutasi
Selasa, 09 April 2013 , 12:06:00

JAKARTA – Mantan Panglima Kodam IV Diponegoro, Mayjen TNI Hardiono Saroso turut hadir dalam kegiatan olahraga bersama Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Silang Monas, Jakarta Pusat, Selasa (9/4).

Di sela-sela jalan santai bersama Presiden, pria yang kini menjadi staf dari Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie itu mengaku pasrah ketika dirinya dimutasi dari jabatan sebelumnya.

“Sertijab biasa saja. Saya jabatannya cepat-cepat kok 7 bulan, sembilan bulan. Yang ini agak lamaan. Sekarang tugas utama saya bantu KASAD,” tutur Hardianto. Sama dengan anggota TNI yang lain, ia juga memakai baju olahraga berwarna hijau tua. Saat SBY datang ke Monas, Hardiono termasuk yang menyambut Presiden bersama Kasad.

Hardiono juga kembali menegaskan kasus penyerangan Lapas klasIIB Cebongan, Sleman yang dilakukan 11 oknum anggota Kopassus adalah tanggungjawabnya.

“Tanggung jawab. Jadi semua yang terjadi, itu tanggung jawab saya,” tegasnya.

Seperti diketahui, Hardiono dimutasi dan dilantik sebagai staf Kasad pada Senin, 8 April kemarin. Posisinya sebagai Pangdam Diponegoro digantikan oleh Mayjen TNI Sunindyo. Meski dimutasi dengan alasan evaluasi dan pembinaan kerja, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono tidak menampik bahwa Hardiono juga dimutasi karena kasus Cebongann yang melibatkan anggotanya.(flo/jpnn)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/04/09/22/736145/hardiono-saroso-komnas-ham-jangan-didengar

Hardiono Saroso: Komnas HAM jangan didengar
Rico Afrido, Selasa,  9 April 2013  −  15:12 WIB

Sindonews.com – Mantan Panglima Kodam IV Diponegoro, Mayjen TNI Hardiono Saroso menilai Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) selalu menilai buruk siapapun.

“Komnas HAM dari dulu begitu, nih saya 2,5 tahun masalah Timtim diperiksa Komnas HAM, dia mah selalu begitu. Jangan didengar,” ujarnya di Markas Besar Angkatan Darat (Mabes AD), Jakarta Pusat, Selasa (9/4/2013).

Menurut jenderal bintang dua ini, Komnas HAM selalu menuduh yang buruk-buruk. “Dia selalu menuduh terus. Jelek aja semua dimata mereka. Saya udah 2,5 tahun nih diperiksa Komnas HAM,” tandasnya mengulang.

Hardiono menegaskan, tidak ada kejanggalan dalam kasus Lapas Cebongan seperti disampaikan Komnas HAM itu. “Enggak ada. Semua normatif, alami semuanya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Komnas HAM menilai masih ada kejanggalan dalam kasus penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta, yang menewaskan empat orang tahanan.

Salah satu kejanggalan tersebut, adalah masalah pemindahan empat tersangka dari Polres, Polda ke lapas.
(lns)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/04/09/22/736171/ini-11-oknum-kopassus-penyerang-lp-cebongan

Ini 11 oknum Kopassus penyerang LP Cebongan
Eka Setiawan, Selasa,  9 April 2013  −  15:53 WIB

Kapendam IV Diponegoro, Kolonel inf Widodo Raharjo (Foto: Eka Setiawan)

Sindonews.com – Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) IV/Diponegoro, Kolonel inf Widodo Raharjo menyebut secara rinci 11 oknum anggota Kopassus Group II Kartasura yang terlibat dalam aksi penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman.

11 Oknum itu rinci Widodo adalah; Sersan Dua US, Sersan Dua SS, Sersan Dua IS, Sersan Satu S, Sersan Satu TJ, Sersan Satu AR, Sersan Satu MRPB, Sersan Satu HS, Sersan Mayor R, Sersan Mayor MZ, dan Kopral Satu K.

“Masing-masing pelaku diinisial larena masih dalam proses penyidikan,” jelas Widodo saat menggelar konferensi pers di Markas Pomdam IV/Diponegoro, Selasa (9/4/2013).

Selain itu, Widodo juga menyebut proses penyidikan yang dilakukan terhadap 11 oknum anggota Kopassus belum memiliki target.

“Hari ini baru dilakukan proses penyidikan, tidak ada target kapan selesai, penyidik gabungan ini bekerja sesingkat-singkatnya, setelah itu akan dilimpahkan ke oditur Militer II Yogyakarta, persidangan nanti terbuka untuk umum,” jelas Widodo.
(rsa)

http://www.timorexpress.com/index.php?act=news&nid=54435

Baiknya Polisi di Bawah Kemendagri
Rabu, 13 Mar 2013, | 1130

JAKARTA,TIMEX – Menteri Koordinator bidang Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Rizal Ramli mengatakan keinginan Gus Dur dahulunya melepas Polri dari TNI tahun 1999 antara lain untuk menjadikan seluruh jajaran Polri agar lebih manusiawi, disegani dan dekat dengan rakyat serta melepaskannya sebagai kekuatan tempur.

Menurutnya, kalau masih saja mengedepankan kekuatan tempur, sok kuasa dan semakin jauh dari rakyatnya sendiri, bahkan akhir-akhir ini telah nimbrung pula di sektor tambang, sebaiknya negara menyiapkan reformasi babak kedua untuk Polri yakni meletakan polisi di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kalau tidak juga berubah, kita tiru saja struktur kepolisian di negara Amerika Serikat yakni polisi harus berada di bawah para gubernur negara-negara bagian. Kalau sekarang seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) itu,” kata Rizal Ramli, di kantor Econit, kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (12/3).

Posisi Polri yang langsung di bawah Presiden RI setelah dilepas dari TNI lanjut Rizal, secara relatif memang tidak menimbulkan sebuah kesadaran baru tentang paradigma polisi yang berada di lingkungan masyarakat sipil di negara demokrasi.

Karena itu, menempatkan polisi di bawah kendali para gubernur adalah pilihan terakhir bagi negara kalau benar-benar polisi itu tidak mau mereformasi dirinya secara internal.
“Kalau tidak bisa mengatur diri-sendiri, kita dorong negara yang mengaturnya. Itu pilihan pahit memang.

Tapi itu jauh lebih baik ketimbang Polri seenaknya mempertontonkan hidup mewah dan terus-menerus konflik dengan TNI yang disaksikan rakyatnya sendiri,” ujar Rizal Ramli.
Dikatakannya, dalam berbagai kesempatan, Presiden Gus Dur dahulunya selalu menggunakan referensi kepolisian Inggris kalau berdiskusi soal polisi dengan para pembatunya di kabinet.

“Presiden Gus Dur ingin Polri seperti polisi di Inggris yang benar-benar disenangi dan disegani rakyat karena mengayomi rakyat. Karakter ini yang belum dimiliki oleh Polri,” ujar Anggota Tetap Panel Ahli PBB untuk Pembangunan Kesejahteraan Rakyat itu.

Tapi dalam perjalanannya kata Rizal, Polri malah membangun dirinya sebagai satu kekuatan tempur yang mengedepankan senjata dan sok kuasa dalam menjalankan tugas-tugasnya. Fakta ini benar-benar sangat mengecewakan karena Polri semakin jauh dari rakyatnya.

Terakhir, Rizal juga mengritisi TNI yang terkadang agak nakal dalam menyikapi arogansi Polri dengan segala kekuasaan dan fasilitas yang dimilikinya. “TNI saya lihat juga kayak kenakalan remaja yang sering kita lihat di banyak tempat.

Karenanya kita selalu mengingatkan pimpinan TNI agar membangun terus sikap profesionalisme untuk menjaga NKRI,” harap Rizal Ramli. (fas/jpnn/vit)

19063467964    “Tentara Kopassus Tewas Ditusuk di Kafe Hotel
(penusukan Sersan Satu Santosa)”    http://www.tempo.co/read/news/2013/03/19/063467964/Tentara-Kopassus-Tewas-Ditusuk-di-Kafe-Hotel
11 Oknum Kopassus diperiksa Pomdam IV Diponegoro    http://daerah.sindonews.com/read/2013/04/09/22/736160/11-oknum-kopassus-diperiksa-pomdam-iv-diponegoro
11 Oknum Kopassus Dipindah ke Semarang    http://www.jpnn.com/read/2013/04/09/166596/11-Oknum-Kopassus-Dipindah-ke-Semarang-
11 Okum Kopasus Mengaku Pelaku Penyerangan LP Cebongan    http://www.tubasmedia.com/berita/11-okum-kopasus-mengaku-pelaku-penyerangan-lp-cebongan/
4 Tersangka Pengeroyok Kopassus Ditembak Hingga Tewas, Ita Lismawati F. Malau; Daru Waskita, VIVAnews    http://nasional.news.viva.co.id/news/read/399629-4-tersangka-pengeroyok-kopassus-ditembak-hingga-tewas
Ada 31 Peluru di Empat Tubuh Korban    http://sumsel.tribunnews.com/2013/03/24/ada-31-peluru-di-empat-tubuh-korban
Agustus, SBY Bakal Ganti Kapolri dan Panglima TNI    http://www.kompolnas.go.id/agustus-sby-bakal-ganti-kapolri-dan-panglima-tni/
Aksi ‘pasang badan’ Danjen Kopassus berujung mutasi?     http://daerah.sindonews.com/read/2013/04/07/22/735285/aksi-pasang-badan-danjen-kopassus-berujung-mutasi
Anggota DPR: Mutasi Pangdam Diponegoro Tak Mengejutkan    http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/04/06/mktux4-anggota-dpr-mutasi-pangdam-diponegoro-tak-mengejutkan
Anggota Kopassus Tewas Ditusuk di Kafe, Suara Merdeka.    http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/03/20/219016/Anggota-Kopassus-Tewas-Ditusuk-di-Kafe
Asal-usul Peluru di Penjara Cebongan Sleman       http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469431/Asal-usul-Peluru-di-Penjara-Cebongan-Sleman
201303131130    Baiknya Polisi di Bawah Kemendagri    http://www.timorexpress.com/index.php?act=news&nid=54435
Bawa Granat & Rusak CCTV, Pelaku Penyerangan LP Sleman Orang Terlatih?, Moksa Hutasoit, Detik    http://news.detik.com/read/2013/03/23/143210/2201908/10/bawa-granat-rusak-cctv-pelaku-penyerangan-lp-sleman-orang-terlatih
Berduka tragedi Lapas Cebongan, Berbagai elemen NTT Demo di HI    http://www.lensaindonesia.com/2013/03/24/berduka-tragedi-lapas-cebongan-berbagai-elemen-ntt-demo-di-hi.html#r=tkait_thumb_bawah
Besok, Komisi III DPR kunjungi LP Cebongan di Sleman    http://www.lensaindonesia.com/2013/03/26/besok-komisi-iii-dpr-kunjungi-lp-cebongan-di-sleman.html#r=tkait_thumb_bawah
BIN: Senjata Penyerang LP Sleman Bukan Standar TNI    http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/078469221/BIN-Senjata-Penyerang-LP-Sleman-Bukan-Standar-TNI
Calon Kapolri, Komjen Budi Gunawan: Saya Masih Junior     http://www.kompolnas.go.id/calon-kapolri-komjen-budi-gunawan-saya-masih-junior/
201303281324    Catatan Hitam Dicky Ambon, Preman yang Dibunuh di Selnya Sendiri    http://nasional.news.viva.co.id/news/read/400949-catatan-hitam-dicky-ambon–preman-yang-dibunuh-di-selnya-sendiri
Danrem 072/Pamungkas: Kami Tak Punya Senapan AK-47    http://nasional.news.viva.co.id/news/read/400871-danrem-072-pamungkas–kami-tak-punya-senapan-ak-47
201304040753    Deki di antara Wong Ijo dan Wong Abang    http://news.detik.com/read/2013/04/04/074837/2211038/159/deki-di-antara-wong-ijo-dan-wong-abang?nd771104159
201304030716    Dendam Membara dari Hugo’s    http://news.detik.com/read/2013/04/03/070816/2209928/159/dendam-membara-dari-hugos?nd771104159
Densus Diusulkan Ikut Buru Penyerang Lapas Cebongan     http://nasional.news.viva.co.id/news/read/400366-densus-diusulkan-ikut-buru-penyerang-lapas-cebongan
201304051337    Diduga ada Pertemuan Polda dan TNI Sebelum Serangan Cebongan    http://www.kompolnas.go.id/diduga-ada-pertemuan-polda-dan-tni-sebelum-serangan-cebongan/
201304051337    Diduga ada Pertemuan Polda dan TNI Sebelum Serangan Cebongan    http://www.jpnn.com/read/2013/04/05/166012/Diduga-ada-Pertemuan-Polda-dan-TNI-Sebelum-Serangan-Cebongan-
201303230515    Diduga terkait tewasnya anggota Kopassus di Kafe Hugo’s Yogyakarta    http://www.lensaindonesia.com/2013/03/23/gerombolan-bersenjata-api-serang-lapas-cebongan-yogya-4-tahanan-tewas.html
http://id.berita.yahoo.com/dpr-anggap-penting-penyelidik-independen-cebongan-000702200.html    DPR Anggap Penting Penyelidik Independen Cebongan    http://id.berita.yahoo.com/dpr-anggap-penting-penyelidik-independen-cebongan-000702200.html
DPR Minta Pangdam Diponegoro, Dicopot    http://www.tubasmedia.com/berita/dpr-minta-pangdam-diponegoro-dicopot/
Drama 14 Jam Serangan Penjara Cebongan Sleman     http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469408/Drama-14-Jam-Serangan-Penjara-Cebongan-Sleman
201303260909    Duka Keluarga Tahanan yang Tewas di Lapas Cebongan    http://nasional.news.viva.co.id/news/read/400267-video–duka-keluarga-tahanan-yang-tewas-di-lapas-cebongan
Eksekusi Empat Orang Terbunuh di Lapas Hanya dalam…    http://sumsel.tribunnews.com/2013/03/23/eksekusi-empat-orang-terbunuh-di-lapas-hanya-dalam-belasan-menit
Eksekutor empat korban di LP Cebongan diketahui satu orang    http://www.lensaindonesia.com/2013/03/26/eksekutor-empat-korban-di-lp-cebongan-diketahui-satu-orang.html#r=tkait_thumb_bawah
Gara-Gara Lapas Diserang, Polda DIY Hindari Wartawan    http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-tengah-diy-nasional/13/03/26/mk9vvf-garagara-lapas-diserang-polda-diy-hindari-wartawan
Hardiono Saroso merasa tak kecolongan    http://daerah.sindonews.com/read/2013/04/09/22/736142/hardiono-saroso-merasa-tak-kecolongan
201304091512    Hardiono Saroso: Komnas HAM jangan didengar    http://daerah.sindonews.com/read/2013/04/09/22/736145/hardiono-saroso-komnas-ham-jangan-didengar
201304081039    Hendardi: Kapolda DIY dan Pangdam Diponegoro Diduga Terlibat    http://www.tubasmedia.com/berita/hendardi-kapolda-diy-dan-pangdam-diponegoro-diduga-terlibat/
201304091553    Ini 11 oknum Kopassus penyerang LP Cebongan    http://daerah.sindonews.com/read/2013/04/09/22/736171/ini-11-oknum-kopassus-penyerang-lp-cebongan
Ini alasan TNI mencopot Pangdam Diponegoro    http://daerah.sindonews.com/read/2013/04/06/22/735095/ini-alasan-tni-mencopot-pangdam-diponegoro
Ini Tanggapan Kapolda DIY Soal Pencopotan Dirinya    http://news.detik.com/read/2013/04/08/101519/2213950/10/ini-tanggapan-kapolda-diy-soal-pencopotan-dirinya?nd771104bcj
Inilah Empat Korban Tewas Akibat Penyerangan di Lapas…    http://sumsel.tribunnews.com/2013/03/23/inilah-empat-korban-tewas-akibat-penyerangan-di-lapas-sleman
201303281122    Istri Sertu Santoso : Suami Saya Prajurit Kodam Bukan Kopasus    http://sumsel.tribunnews.com/2013/03/28/istri-sertu-santoso-suami-saya-prajurit-kodam-bukan-kopasus
Jejak Penyerang ‘Siluman’ Penjara Cebongan Sleman      http://www.tempo.co/read/news/2013/03/28/063469873/Jejak-Penyerang-Siluman-Penjara-Cebongan-Sleman
201304062020    Kapolda DIY dan Pangdam Diponegoro Dicopot    http://www.pikiran-rakyat.com/node/229971
Kapolda DIY: Saya Tak Tahu Penyerang Cebongan Itu TNI     http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/13/04/05/mks88x-kapolda-diy-saya-tak-tahu-penyerang-cebongan-itu-tni
201304031185    Kapolda NTT Diganti    http://www.timorexpress.com/index.php?act=news&nid=54835
Kapolri Ingatkan 6 Kapolda Tentang Pengamanan Pilkada     http://www.kompolnas.go.id/kapolri-ingatkan-6-kapolda-tentang-pengamanan-pilkada/
Kapolri Tegaskan Mutasi Kapolda DIY Tak Terkait Kasus LP Cebongan    http://news.detik.com/read/2013/04/08/101519/2213950/10/ini-tanggapan-kapolda-diy-soal-pencopotan-dirinya?nd771104bcj
Kapolsek Dikeroyok Warga Hingga Tewas    http://nasional.news.viva.co.id/news/read/400833-kapolsek-dikeroyok-warga-hingga-tewas
Kasi Intel: Seluruh Anggota Kopassus Ada di Markas, Ade, Tribunnews    http://jabar.tribunnews.com/2013/03/23/kasi-intel-seluruh-anggota-kopassus-ada-di-markas
Kasus LP, KASAD: Tak Ada Bukti Keterlibatan TNI      http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469226/Kasus-LP-KASAD-Tak-Ada-Bukti-Keterlibatan-TNI
Kata Polisi Soal Tersangka Serangan Penjara Sleman       http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469441/Kata-Polisi-Soal-Tersangka-Serangan-Penjara-Sleman
Kejanggalan sebelum eksekusi 4 narapidana LP Cebongan     http://daerah.sindonews.com/read/2013/04/07/22/735294/kejanggalan-sebelum-eksekusi-4-narapidana-lp-cebongan
Kemenkumham Janji Biayai Pengobatan Korban Kasus Lapas Cebongan    http://www.lensaindonesia.com/2013/03/24/kemenkumham-janji-biayai-pengobatan-korban-kasus-lapas-cebongan.html#r=tkait_thumb_bawah
201303252106    Kepala LP Sleman Punya Insting Mau Diserang    http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469337/Kepala-Lapas-Cebongan-Punya-Insting-Mau-Diserang
Kepala Staf Angkatan Berpeluang Jadi Panglima TNI    http://www.jpnn.com/read/2013/04/09/166618/Kepala-Staf-Angkatan-Berpeluang-Jadi-Panglima-TNI-
Komandan Grup II Kandang Menjangan Ikut Diperiksa Pomdam    http://www.tribunnews.com/2013/04/09/komandan-grup-ii-kandang-menjangan-ikut-diperiksa-pomdam
Komandan Kopassus Group II diperiksa    http://daerah.sindonews.com/read/2013/04/09/22/736179/komandan-kopassus-group-ii-diperiksa
Komisi I Buka Peluang Panggil Panglima TNI    http://www.jpnn.com/read/2013/04/09/166545/Komisi-I-Buka-Peluang-Panggil-Panglima-TNI-
Komisi III DPR Akan Kunjungi Lapas Cebongan     http://nasional.news.viva.co.id/news/read/400387-komisi-iii-dpr-akan-kunjungi-lapas-cebongan
Komnas HAM Minta Jaminan Keamanan untuk Warga NTT di Yogya    http://nasional.news.viva.co.id/news/read/400919-komnas-ham-minta-jaminan-keamanan-untuk-warga-ntt-di-yogya
Komnas HAM Rekomendasi Lindungi Saksi LP Sleman      http://www.tempo.co/read/news/2013/03/28/058469872/Komnas-HAM-Rekomendasi-Lindungi-Saksi-LP-Sleman
Komnas HAM: Kasus Penjara Sleman Terkesan Ditutupi      http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469417/Komnas-HAM-Kasus-Penjara-Sleman-Terkesan-Ditutupi
Komnas HAM: Negara Gagal Lindungi Napi LP Sleman       http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/078469429/Komnas-HAM-Negara-Gagal-Lindungi-Napi-LP-Sleman
Komnas HAM: Penyerangan Lapas Cebongan Aksi Barbar     http://nasional.news.viva.co.id/news/read/400385-komnas-ham–penyerangan-lapas-cebongan-aksi-barbar
201304040356    Kompolnas: Polda DIY dibayangi ketakutan ungkap tragedi Cebongan    http://id.berita.yahoo.com/kompolnas-polda-diy-dibayangi-ketakutan-ungkap-tragedi-cebongan-195900388.html
Korban di LP Sleman Pernah Berkasus Pembunuhan, Pemerkosaan & Narkoba, Bagus Kurniawan, Detik    http://news.detik.com/read/2013/03/29/151136/2206896/10/korban-di-lp-sleman-pernah-berkasus-pembunuhan-pemerkosaan-narkoba?nd772205mr
Kronologi Pengeroyokan Anggota Kopassus Sertu Heru, JPNN    http://www.jpnn.com/read/2013/03/23/164068/Kronologi-Pengeroyokan-Anggota-Kopassus-Sertu-Heru-
20130325    Kronologi Penyerangan Lapas Sleman    http://www.tempo.co/read/flashgrafis/2013/03/25/531/Kronologi-Penyerangan-Lapas-Sleman
KSAD: Penyidikan Bukan Akhir dari Segalanya    http://www.tribunnews.com/2013/04/09/ksad-penyidikan-bukan-akhir-dari-segalanya
Kuesioner: Siapakah Calon Kapolri versi Masyarakat ?     http://www.kompolnas.go.id/kuesioner-siapakah-calon-kapolri-versi-masyarakat/
Lapas Cebongan Sleman Diserbu Sekelompok Pria Bersenjata, M Iwan Al Khasni, Tribunnews    http://jogja.tribunnews.com/2013/03/23/lapas-cebongan-sleman-diserbu-sekelompok-pria/
Lihat Teman Satu Sel Didor, Napi Cebongan Trauma, Pito Agustin Rudian, Tempo    http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469115/Lihat-Teman-Satu-Sel-Didor-Napi-Cebongan-Trauma
LPSK Akan Dampingi Saksi Penyerangan LP Cebongan      http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469729/LPSK-Akan-Dampingi-Saksi-Penyerangan-LP-Cebongan
Mabes Polri: Pelaku di LP Cebongan masih gelap    http://www.lensaindonesia.com/2013/03/26/mabes-polri-pelaku-di-lp-cebongan-masih-gelap.html#r=tkait_thumb_bawah
Mantan Kapolda DIY: Pertemuan Polri-TNI Cegah Kasus OKU Terulang    http://news.detik.com/read/2013/04/08/110957/2214052/10/mantan-kapolda-diy-pertemuan-polri-tni-cegah-kasus-oku-terulang?nd771104bcj
Mantan Pangdam IV Diponegoro: Saya Bertanggung Jawab    http://www.tribunnews.com/2013/04/09/mantan-pangdam-diponegoro-saya-bertanggung-jawab
Mayjen Hardiono: Berani berucap berani bertanggungjawab    http://daerah.sindonews.com/read/2013/04/09/22/736060/mayjen-hardiono-berani-berucap-berani-bertanggungjawab
201304091206    Mayjen Saroso Hardiono Pasrah Dimutasi    http://www.jpnn.com/read/2013/04/09/166565/Mayjen-Saroso-Hardiono-Pasrah-Dimutasi-
Mengenal lebih dekat Idjon Djanbi, bapak Kopassus TNI AD    http://www.merdeka.com/peristiwa/mengenal-lebih-dekat-idjon-djanbi-bapak-kopassus-tni-ad.html
Menko Polhukam Apresiasi Kasad    http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/04/04/mkqj8b-menko-polhukam-apresiasi-kasad
Mertua Sertu Santoso : Sudah Selayaknya Pelaku Diberikan…    http://sumsel.tribunnews.com/2013/03/23/mertua-sertu-santoso-sudah-selayaknya-pelaku-diberikan-hukuman-setimpal
201304071845    MPR: Pergantian Pangdam V Diponegoro dan Kapolda DIY Jangan Kamuflase    http://www.tribunnews.com/2013/04/07/mpr-pergantian-pangdam-v-diponegoro-dan-kapolda-diy-jangan-kamuflase
201304061747    Mutasi Kapolda DIY & Pangdam IV Diponegoro Dinilai Risiko Karier    http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/13/04/06/mktxzl-mutasi-kapolda-diy-pangdam-iv-diponegoro-dinilai-risiko-karier
Operasi Buntut Kuda Penjara Cebongan Sleman, Anada Badudu; Rosalina, Tempo    http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/078469129/Operasi-Buntut-Kuda-Penjara-Cebongan-Sleman
Pangdam Bantah Prajurit TNI Serang Lapas Sleman    http://sumsel.tribunnews.com/2013/03/23/pangdam-bantah-prajurit-tni-serang-lapas-sleman
Pangdam Diponegoro Bertanggungjawab Penyerangan LP Cebongan    http://www.tubasmedia.com/berita/pangdam-diponegoro-bertanggungjawab-penyerangan-lp-cebongan/
201304070037    Pangdam Diponegoro dan Kapolda DIY Diganti     http://www.timorexpress.com/index.php?act=news&nid=54914
Pangdam IV Diponegoro Dimutasi Jadi Staf Kasad    http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/04/06/mktulg-pangdam-iv-diponegoro-dimutasi-jadi-staf-kasad
Partai Hanura: Penjagaan di Lapas sangat lemah    http://www.lensaindonesia.com/2013/03/24/partai-hanura-penjagaan-di-lapas-sangat-lemah.html#r=tkait_thumb_bawah
201304080807    Pasukan Siluman Itu Ternyata Kopassus    http://news.detik.com/read/2013/04/08/075920/2213815/159/pasukan-siluman-itu-ternyata-kopassus?nd771104159
Pemindahan Tersangka Pembunuh Kopassus ke LP Cebongan…    http://sumsel.tribunnews.com/2013/03/23/pemindahan-tersangka-pembunuh-kopassus-ke-lp-cebongan-janggal
Pendemo di Yogya: Anda Preman, Kami Sikat    http://nasional.news.viva.co.id/news/read/400889-pendemo-di-yogya–anda-preman–kami-sikat
Penembak Tersangka Pembunuh Kopassus 17 Orang    http://sumsel.tribunnews.com/2013/03/23/penembak-tersangka-pembunuh-kopassus-17-orang
201304091107    Penembakan Cebongan    http://id.wikipedia.org/wiki/Penembakan_Cebongan
Penembakan di Lapas Cebongan Terkait Kasus Narkoba?, Tegar Arief Fadly, Okezone    http://jogja.okezone.com/read/2013/03/29/510/783242/penembakan-di-lapas-cebongan-terkait-kasus-narkoba
Pengacara Korban LP Cebongan Kecewa CCTV    http://www.tempo.co/read/news/2013/03/28/063469848/Pengacara-Korban-LP-Cebongan-Kecewa-CCTV
Pengacara: Janggal, Pemindahan 4 Pembunuh Kopassus ke Lapas Cebongan, Umi Kalsum; Daru Waskita, VIVAnews    http://nasional.news.viva.co.id/news/read/399657-pengacara–janggal–pemindahan-4-pembunuh-kopassus-ke-lapas-cebongan
Pengakuan 11 Anggota Kopasus Tidak Perlu Diacungi Jempol    http://www.tubasmedia.com/berita/pengakuan-11-anggota-kopasus-tidak-perlu-diacungi-jempol/
20130404    Penyerang Lapas Cebongan Sleman Terungkap     http://indonesiagituloh.com/hukum/1252-penyerang-lapas-cebongan-slemaqn-terungkap
Penyerang LP, Polisi Enggan Berandai-andai    http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469739/Penyerang-LP-Polisi-Enggan-Berandai-andai
201304090903    Pergantian Kapolri dan Panglima TNI Jangan Politis     http://www.kompolnas.go.id/pergantian-kapolri-dan-panglima-tni-jangan-politis/
201304090903    Pergantian Kapolri dan Panglima TNI Jangan Politis     http://www.jpnn.com/read/2013/04/09/166547/Pergantian-Kapolri-dan-Panglima-TNI-Jangan-Politis-
Pernyataan Pangdam Diponegoro Dievaluasi Mabes TNI    http://www.tubasmedia.com/berita/pernyataan-pangdam-diponegoro-dievaluasi-mabes-tni/
Perwira di Polda Aceh Tewas Dibacok     http://nasional.news.viva.co.id/news/read/400888-video–perwira-di-polda-aceh-tewas-dibacok
Polisi Sudah Tahu Pelaku Penembakan Lapas Cebongan, Tribunnews    http://jogja.tribunnews.com/2013/03/28/polisi-sudah-tahu-pelaku-penembakan-lapas-cebongan/
Polisi: penembakan dilakukan di depan napi Cebongan, Susylo Asmalyah,  Antara    http://www.antaranews.com/berita/365619/polisi-penembakan-dilakukan-di-depan-napi-cebongan
Polri tidak takut bongkar insiden Lapas Cebongan    http://www.lensaindonesia.com/2013/03/26/polri-tidak-takut-bongkar-insiden-lapas-cebongan.html#r=tkait_thumb_bawah
Polri: Pelaku di LP Sleman sangat profesional    http://www.lensaindonesia.com/2013/03/27/polri-pelaku-di-lp-sleman-sangat-profesional.html#r=tkait_thumb_bawah
Polri: Ungkap pelaku penyerangan LP Cebongan tak mudah    http://www.lensaindonesia.com/2013/03/26/polri-ungkap-pelaku-penyerangan-lp-cebongan-tak-mudah.html#r=tkait_thumb_bawah
Pomdam Akan Selesaikan Penyidikan Secepatnya    http://www.tribunnews.com/2013/04/09/pomdam-akan-selesaikan-penyidikan-secepatnya
Presiden Minta Komandan Perhatikan Prajurit    http://www.jpnn.com/read/2013/04/09/166592/Presiden-Minta-Komandan-Perhatikan-Prajurit-
Puluhan Warga NTT Menunggui Jenazah 4 Korban Penembakan di LP Cebongan, Edzan Raharjo, Detik    http://news.detik.com/read/2013/03/24/182157/2202256/10/puluhan-warga-ntt-menunggui-jenazah-4-korban-penembakan-di-lp-cebongan
Ruhut Menilai Pembunuhan Empat Tahanan, Hal yang Wajar    http://www.tubasmedia.com/berita/ruhut-menilai-pembunuhan-empat-tahanan-hal-yang-wajar/
Saksi Penyerangan Lapas Sleman Diperkisa Denpom IV/2    http://www.tribunnews.com/2013/04/09/saksi-penyerangan-lapas-sleman-diperkisa-denpom-iv2
SBY Diminta Serius Usut Penyerangan LP Cebongan      http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469725/SBY-Diminta-Serius-Usut-Penyerangan-LP-Cebongan
Sebelas Oknum Kopassus Diperiksa 38 Penyidik    http://www.tribunnews.com/2013/04/09/sebelas-oknum-kopassus-diperiksa-38-penyidik
Segera bentuk tim investigasi Tragedi Lapas Cebongan    http://www.lensaindonesia.com/2013/03/24/segera-bentuk-tim-investigasi-tragedi-lapas-cebongan.html#r=tkait_thumb_bawah
Sejumlah Petinggi Polda NTT, Dimutasi    http://www.timorexpress.com/index.php?act=news&nid=23953
20130402    Seperti apa tampang penyerbu Lapas Cebongan?    http://id.berita.yahoo.com/seperti-apa-tampang-penyerbu-lapas-cebongan-014000903.html
Seputar Kasus Pembantaian Tersangka Pembunuh Anggota TNI [Semua Update Hanya di Sini    http://www.kaskus.co.id/thread/514ce86d7b1243376e000007/seputar-kasus-pembantaian-tersangka-pembunuh-anggota-tni-semua-update-hanya-di-sini/88    þ
201304081201    Sertijab Kapolda DIY Terbuka, Pangdam Diponegoro Tertutup    http://news.detik.com/read/2013/04/08/120114/2214154/10/sertijab-kapolda-diy-terbuka-pangdam-diponegoro-tertutup?9922032
Sertijab Pangdam IV/Diponegoro di Mabes TNI AD Tertutup    http://news.detik.com/read/2013/04/08/092247/2213877/10/sertijab-pangdam-iv-diponegoro-di-mabes-tni-ad-tertutup?nd771104bcj
201303232140    Sertu Santoso Tinggalkan Istri yang Mengandung Enam Bulan    http://sumsel.tribunnews.com/2013/03/23/sertu-santoso-tinggalkan-istri-yang-mengandung-enam-bulan
201304061351    Setelah Kapolda DIY Dicopot, Giliran Pangdam Diponegoro Diganti    http://www.portalkbr.com/berita/nasional/2545507_4202.html
201304070700    Sisi gelap Kapolda DIY & Pangdam IV Diponegoro    http://daerah.sindonews.com/read/2013/04/07/22/735283/sisi-gelap-kapolda-diy-pangdam-iv-diponegoro
Sisir LP Sleman, Komnas HAM Temukan Proyektil    http://www.tempo.co/read/news/2013/03/28/063469818/Sisir-LP-Sleman-Komnas-HAM-Temukan-Proyektil
Sultan DIY: Polri Harus Jujur Usut Penyerbuan Lapas Cebongan    http://nasional.news.viva.co.id/news/read/400362-sultan-diy–polri-harus-jujur-usut-penyerbuan-lapas-cebongan
Syamsu Djalal: Tentara banyak tantangan, polisi banyak tentengan    http://www.merdeka.com/peristiwa/syamsu-djalal-tentara-banyak-tantangan-polisi-banyak-tentengan.html
Tabrakan Nissan Juke vs Xenia, 5 tewas
Tahanan Cebongan Sleman Dipaksa Tepuk Tangan, Pito Rudiana Agustin; Ira Gusliana Sufa, Tempo    http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469627/Tahanan-Cebongan-Sleman-Dipaksa-Tepuk-Tangan
Tahanan LP Sleman Sempat Dianiaya Sebelum Ditembak      http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/058469404/Tahanan-LP-Sleman-Sempat-Dianiaya-Sebelum-Ditembak
Tersangka Pembunuh Anggota Kopassus Sertu Santosa…    http://sumsel.tribunnews.com/2013/03/23/tersangka-pembunuh-anggota-kopassus-sertu-santosa-titipan-polda-diy
TNI Benarkan Pesan Peluru 7,62 Milimeter ke Pindad    http://www.tempo.co/read/news/2013/03/28/063469845/TNI-Benarkan-Pesan-Peluru-762-Milimeter-ke-Pindad
Tragedi Sleman, Kerja Sama Polri-TNI Tak Terikat     http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/078469428/Tragedi-Sleman-Kerja-Sama-Polri-TNI-Tak-Terikat
Usai Lapas Diserang, Warga NTT di DIY Masih Ketakutan    http://nasional.news.viva.co.id/news/read/400391-usai-lapas-diserang–warga-ntt-di-diy-masih-ketakutan
Video Bule Pilih ‘Berdamai’ dengan Polantas Bali    http://www.tempo.co/read/news/2013/04/03/063471061/Video-Polantas-Bule-Damai-Beredar-di-Youtube
Wakapolri: Polantas Pemalak Bule di Bali Segera Dipecat    http://www.kompolnas.go.id/wakapolri-polantas-pemalak-bule-di-bali-segera-dipecat/

About these ads