Upaya ‘pemusnahan’ polisi dari muka bumi indonesia

Apa hukum dan hukumannya bila ada kacung yang berani membunuh majikannya?

MATI.

Bunuh di tempat. Shoot to death on sight. This is a lesson to all who dare to challenge my authority. Try me. Try us. Any resistance shall trigger major release of all hell breaks to loose. You have no cohesion to unite and bind, but arrogance to civilians.

makhluk durjana, arogan, mau menang sendiri, suka petantang-petenteng, pamer seragam, lencana, pistol, senjata, pasukan.

loe memang penguasa masyarakat sipil. tetapi itu menurut undang-undang. loe itu cuma macan kertas, petantang-petenteng sebagai penegak hukum. penegak hukum bagi siapa yang bayar. to protect and to serve who can pay.

semasa orba, loe itu cuma jadi kacung TNI untuk menyiksa rakyat. di jaman reformasi, loe emoh jadi kacung TNI dan menuntut reformasi, kemandirian sebagai otoriter dan penguasa masyarakat sipil.

dengan bantuan CIA, loe menggalang home-based terrorists atas nama kepentingan agama. berbagai friksi sengaja diciptakan. pertama, kerusuhan di malam takbiran di Ambon, di Poso. kedua, bom natal. kok kebetulan banget.

di umur loe yang 15 tahun, loe memasuki era youth bulge, era di mana remaja suka buat onar di mana-mana, anarki, hedonist.

tujuannya cuma satu, menghalalkan dan mendapatkan pembenaran mobilisasi senjata, peluru, pasukan, dan tentunya dana, UUD dong.

dipaksalah Si Bongsor Ya untuk mendeklarasikan SOB (Staat van Oorlog en Beleg), negara dalam bahaya, sekelompok intelektual akan melancarkan aksi kudeta. ugh, crap. termasuk didalamnya media massa seperti kompas.

  1. UU No.6/1946 tentang Keadaan Bahaya, http://dapp.bappenas.go.id/website/peraturan/file/pdf/UU_1946_006.pdf, dicabut
  2. UU No.74/1957 tentang Pencabutan “Regeling Op De Staat van Oorlog en Beleg” dan Penetapan “Keadaan Bahaya”, http://ngada.org/uu74-1957bt.html, Penjelasannya: http://ngada.org/uu74-1957pjl.htm
  3. Perpu No.23/1959 tentang Pencabutan UU No.64/1957 (LN No.160/1957) dan Penetapan Keadaan Bahaya, LN No.139/1959, http://ngada.org/perpu23-1959.htm, diubah
  4. Perpu No.22/1960 tentang Perpanjangan Jangka Waktu Berlakunya Peralihan Yang Tersebut pada Pasal 61 Perpu No.23/1959 tentang Keadaan Bahaya, LN No.66/1960, http://ngada.org/perpu22-1960.htm, diubah
  5. Perpu No.52/1960 tentang Perubahan Pasal 43 Ayat (5) Perpu No.23/1959, LN No.170/1960, http://ngada.org/perpu52-1960.htm
  6. UU No.1/1961 tentang Penetapan Semua UU Darurat dan Semua Perpu Yang Sudah Ada Sebelum Tanggal 1 Januari 1961 menjadi Undang-Undang, LN No.3/1961, http://ngada.org/uu1-1961.htm
  7. Panpres (Penetapan Presiden) No.4/1962 tentang Keadaan Tertib Sipil, http://hukum.unsrat.ac.id/pres/penpres1962_4.pdf

 

http://www.tempo.co/topik/masalah/213/Serangan-Penjara-Sleman

  1. 19063467964, Tentara Kopassus Tewas Ditusuk di Kafe Hotel
    (penusukan Sersan Satu Santosa), http://www.tempo.co/read/news/2013/03/19/063467964/Tentara-Kopassus-Tewas-Ditusuk-di-Kafe-Hotel
  2. 23078468931, 15 Saksi Penyerangan LP Sleman Diperiksa, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/078468931/Polisi-Periksa-15-Saksi-Penyerangan-Lapas-Sleman
  3. 24058469029, 31 Peluru Ditemukan di Tubuh Korban LP Sleman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/24/058469029/31-Peluru-Ditemukan-di-Tubuh-Korban-LP-Sleman
  4. 23063468901, 4 Tahanan Sleman Dieksekusi di Depan Napi Lain   , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468901/Otopsi-Korban-LP-Sleman-Butuh-Waktu-Sehari
  5. 27058469621, Agar Penjara Cebongan Sleman Tak Bikin Ngeri , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/058469621/Agar-Penjara-Cebongan-Sleman-Tak-Bikin-Ngeri
  6. 23058468892, Akar Masalah Penyerbuan Terduga Kopassus ke Penjara, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468892/Akar-Masalah-Penyerbuan-Terduga-Kopassus-ke-Penjara
  7. 26058469480, Aktivis Gereja Beri Terapi di Penjara Cebongan  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/058469480/Aktivis-Gereja-Beri-Terapi-di-Penjara-Cebongan
  8. 23058468870, Anggota Kopassus Diduga Serbu Penjara di Sleman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468870/Anggota-Kopassus-Diduga-Serbu-Penjara-di-Sleman
  9. 25058469134, Apa Senjata Pelaku Penyerangan Lapas Sleman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469134/Apa-Senjata-Pelaku-Penyerangan-Lapas-Sleman
  10. 26063469431, Asal-usul Peluru di Penjara Cebongan Sleman  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469431/Asal-usul-Peluru-di-Penjara-Cebongan-Sleman
  11. 23063468951, Asrama Mahasiswa NTT di Yogya Ditinggal Penghuni, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468951/Asrama-Mahasiswa-NTT-di-Yogya-Ditinggal-Penghuni
  12. 27063469612, Begini Tahanan LP Sleman Dipilah Penembak, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469612/Begini-Tahanan-LP-Sleman-Dipilah-Penembak
  13. 27058469622, Beragam Cara Atasi Trauma di Penjara Cebongan , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/058469622/Beragam-Cara-Atasi-Trauma-di-Penjara-Cebongan
  14. 25078469221, BIN: Senjata Penyerang LP Sleman Bukan Standar TNI, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/078469221/BIN-Senjata-Penyerang-LP-Sleman-Bukan-Standar-TNI
  15. 26058469490, Ciri Penyerang LP Cebongan Sleman Diketahui  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/058469490/Ciri-Penyerang-LP-Cebongan-Sleman-Diketahui
  16. 27053200000, Densus 88 Kejar Penyerbu Lapas Cebongan, http://www.tempo.co/read/fokus/2013/03/27/2732/Densus-88-Kejar-Penyerbu-Lapas-Cebongan
  17. 23063468939, Dibantah, Korban Penembakan Jadi Ajudan Paku Alam, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468939/Dibantah-Korban-Penembakan-Jadi-Ajudan-Paku-Alam
  18. 26063469408, Drama 14 Jam Serangan Penjara Cebongan Sleman , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469408/Drama-14-Jam-Serangan-Penjara-Cebongan-Sleman
  19. 26058469398, Dua Lagi Jenazah LP Cebongan Tiba di Kupang , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/058469398/Dua-Lagi-Jenazah-LP-Cebongan-Tiba-di-Kupang
  20. 23063468917, Duka Selimuti Keluarga Korban Penembakan LP, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468917/Duka-Selimuti-Keluarga-Korban-Penembakan-LP
  21. 25058469174, Firasat Buruk Pemindahan Tahanan Lapas Sleman , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469174/Firasat-Buruk-Pemindahan-Tahanan-Lapas-Sleman
  22. 27078469631, Granat di Rompi Penyerang Penjara Cebongan Sleman , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/078469631/Granat-di-Rompi-Penyerang-Penjara-Cebongan-Sleman
  23. 23063468935, Ini Alasan Pemindahan Empat Tahanan ke LP Sleman , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468935/Ini-Alasan-Pemindahan-Empat-Tahanan-ke-LP-Sleman
  24. 25063469110, Ini Kronologi Penyerbuan Cebongan Versi Kontras, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469110/Ini-Kronologi-Penyerbuan-Cebongan-Versi-Kontras
  25. 24058469056, IPW: Penyerang LP Sleman Pasukan Siluman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/24/058469056/IPW-Penyerang-LP-Sleman-Pasukan-Siluman
  26. 25058469143, Jenazah Korban Cebongan Akan Diarak Keliling Kota , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469143/Jenazah-Korban-Cebongan-Akan-Diarak-Keliling-Kota
  27. 25058469128, Jenazah Korban Lapas Sleman Diterbangkan ke NTT , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469128/Jenazah-Korban-Lapas-Sleman-Diterbangkan-ke-NTT
  28. 25058469251, Jenazah Korban Penembakan Cebongan Disambut Tangis  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469251/Jenazah-Korban-Penembakan-Cebongan-Disambut-Tangis
  29. 25063469140, Kapolri Belum Tahu Identitas Penyerang LP Sleman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469140/Kapolri-Belum-Tahu-Identitas-Penyerang-LP-Sleman
  30. 27063469604, Kasus LP Sleman, Komnas HAM akan Temui Kopassus, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469604/Kasus-LP-Sleman-Komnas-HAM-akan-Temui-Kopassus
  31. 23063468946, Kasus LP Sleman, Polisi Belum Kontak TNI, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468946/Kasus-Lapas-Polisi-Belum-Koordinasi-Dengan-TNI
  32. 25063469226, Kasus LP, KASAD: Tak Ada Bukti Keterlibatan TNI   , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469226/Kasus-LP-KASAD-Tak-Ada-Bukti-Keterlibatan-TNI
  33. 26063469556, Kata Menteri Purnomo Soal Kasus LP Cebongan  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469556/Kata-Menteri-Purnomo-Soal-Kasus-LP-Cebongan
  34. 26063469441, Kata Polisi Soal Tersangka Serangan Penjara Sleman   , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469441/Kata-Polisi-Soal-Tersangka-Serangan-Penjara-Sleman
  35. 24058469000, Kata Tim Forensik Soal Korban LP Sleman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/24/058469000/Kata-Tim-Forensik-Soal-Korban-LP-Sleman
  36. 26058469485, Kejanggalan Sebelum Penyerangan LP Sleman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/058469485/Kejanggalan-Sebelum-Penyerangan-LP-Sleman
  37. 25063469337, Kepala LP Sleman Punya Insting Mau Diserang, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469337/Kepala-LP-Sleman-Punya-Insting-Mau-Diserang
  38. 23063468899, Kepala Pengamanan LP Sleman Ditodong Pistol, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468899/Kepala-Pengamanan-LP-Sleman-Ditodong-Pistol
  39. 24058469053, Keraton Yogya Berang Kasus Penyerbuan Lapas Sleman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/24/058469053/Keraton-Yogya-Berang-Kasus-Penyerbuan-Lapas-Sleman
  40. 27078469680, Komnas HAM Akan Surati KSAD   , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/078469680/Sulit-Temui-Kopassus-Komnas-HAM-Akan-Surati-KSAD
  41. 26063469417, Komnas HAM: Kasus Penjara Sleman Terkesan Ditutupi , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469417/Komnas-HAM-Kasus-Penjara-Sleman-Terkesan-Ditutupi
  42. 26078469429, Komnas HAM: Negara Gagal Lindungi Napi LP Sleman   , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/078469429/Komnas-HAM-Negara-Gagal-Lindungi-Napi-LP-Sleman
  43. 23058468887, Kondisi Korban Tembak di LP Sleman Mengerikan, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468887/Kondisi-Korban-Tembak-Terduga-Kopassus-Mengerikan
  44. 23063468893, Kopassus Bantah Anggotanya Ikut Serang LP Sleman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468893/Kopassus-Bantah-Anggotanya-Terlibat-Penyerangan
  45. 23063468893, Kopassus Bantah Anggotanya Terlibat Penyerangan, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468893/Kopassus-Bantah-Anggotanya-Terlibat-Penyerangan
  46. 23063468962, Korban Penembakan Lapas Pernah Bertugas di Aceh  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468962/Korban-Penembakan-Lapas-Pernah-Bertugas-di-Aceh
  47. 23058468878, Korban Penembakan Oknum Kopassus Terkapar di Sel , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468878/Korban-Penembakan-Oknum-Kopassus-Terkapar-di-Sel
  48. 23058468874, Kronologi Serangan di Penjara oleh Oknum Kopassus, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468874/Kronologi-Serangan-di-Penjara-oleh-Oknum-Kopassus
  49. 23058468874, Kronologi Serangan ke Penjara Sleman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468874/Kronologi-Serangan-Penjara-oleh-Anggota-Kopassus
  50. 25063469115, Lihat Teman Satu Sel Didor, Napi Cebongan Trauma , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469115/Lihat-Teman-Satu-Sel-Didor-Napi-Cebongan-Trauma
  51. 23063468895, LP Sleman Diserang, Jam Besuk Ditiadakan, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468895/LP-Sleman-Diserang-Jam-Besuk-Ditiadakan
  52. 27063469729, LPSK Akan Dampingi Saksi Penyerangan LP Cebongan  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469729/LPSK-Akan-Dampingi-Saksi-Penyerangan-LP-Cebongan
  53. 25058469170, Mahasiswa NTT Resah Pasca-Penyerangan LP Sleman , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469170/Mahasiswa-NTT-Resah-Pasca-Penyerangan-LP-Sleman
  54. 25063469342, Mahasiswa Pendatang di Yogyakarta Diminta Membaur , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469342/Mahasiswa-Pendatang-di-Yogyakarta-Diminta-Membaur
  55. 27063469609, Mahfud: Kekuatan Besar di Balik Kasus LP Sleman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469609/Mahfud-Kekuatan-Besar-di-Balik-Kasus-LP-Sleman
  56. 27058469733, Malam Penyerbuan, Tak Ada Suara Cicak dan Tokek, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/058469733/p-Malam-Penyerbuan-Tak-Ada-Suara-Cicak-dan-Tokek
  57. 23063468935, Mengapa Empat Tahanan Itu Dipindah ke LP Sleman?, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468935/Ini-Alasan-Pemindahan-Empat-Tahanan-ke-LP-Sleman
  58. 25063469234, Menteri Amir Tak Tahu Alasan Pemindahan Tahanan   , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469234/Menteri-Amir-Tak-Tahu-Alasan-Pemindahan-Tahanan
  59. 26063469394, MPR Minta Dibentuk Tim Pencari Fakta Cebongan , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469394/MPR-Minta-Dibentuk-Tim-Pencari-Fakta-Cebongan
  60. 23058468881, Oknum Kopassus Penyerang Lapas Sleman Rebut CCTV, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468881/Oknum-Kopassus-Penyerang-Lapas-Sleman-Rebut-CCTV
  61. 252731, Operasi Buntut Kuda Penjara Cebongan Sleman, http://www.tempo.co/read/fokus/2013/03/25/2731/Operasi-Buntut-Kuda-Penjara-Cebongan-Sleman
  62. 23063468901, Otopsi Korban LP Sleman Butuh Waktu Sehari , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468901/Otopsi-Korban-LP-Sleman-Butuh-Waktu-Sehari
  63. 26063469392, Pangdam Diponegoro: Kami Tak Terlibat di Cebongan, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469392/Pangdam-Diponegoro-Kami-Tak-Terlibat-di-Cebongan
  64. 23063468920, Pangdam: Penyerang LP Bukan Anggota Kopassus, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468920/Pangdam-Penyerang-LP-Bukan-Anggota-Kopassus
  65. 25078469197, Panglima TNI: Serbuan ke LP Tak Mirip Strategi TNI  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/078469197/Panglima-TNI-Serbuan-ke-LP-Tak-Mirip-Strategi-TNI
  66. 24058469042, Pascapenembakan, Tahanan LP Sleman Terguncang, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/24/058469042/Pascapenembakan-Tahanan-LP-Sleman-Terguncang
  67. 26058469466, Pasca-penyerangan LP Sleman, Petugas pun Trauma   , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/058469466/Pasca-penyerangan-LP-Sleman-Petugas-pun-Trauma
  68. 25078469163, Pasca-Penyerbuan, Penjara Cebongan Diminta Diubah , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/078469163/Pasca-Penyerbuan-Penjara-Cebongan-Diminta-Diubah
  69. 25058469177, Pasti Ada Petunjuk dari Penyerangan Lapas Sleman  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469177/Pasti-Ada-Petunjuk-dari-Penyerangan-Lapas-Sleman
  70. 25063469131, Pemindahan Tahanan ke LP Cebongan Dipertanyakan  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469131/Pemindahan-Tahanan-ke-LP-Cebongan-Dipertanyakan
  71. 25063469334, Pemindahan Tahanan ke LP Sleman Sudah Dibahas, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469334/Pemindahan-Tahanan-ke-Cebongan-Sudah-Dibicarakan
  72. 25058469239, Penembak Tahanan Sleman Diduga Satu Orang   , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469239/Penembak-Tahanan-Sleman-Diduga-Satu-Orang
  73. 26058469401, Pengamat: Penyerangan Lapas Sleman Tanda Frustasi, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/058469401/Pengamat-Penyerangan-Lapas-Sleman-Tanda-Frustasi
  74. 24063468986, Pengunjung Rutan Tak Lihat Angelina Sondakh, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/24/063468986/Pengunjung-Rutan-Tak-Lihat-Angelina-Sondakh
  75. 24078469002, Penyelenggara Demo 25 Maret Panen Teror  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/24/078469002/Penyelenggara-Demo-25-Maret-Panen-Teror
  76. 24063469025, Penyerang Lapas Sleman Diduga Kuat Anggota Militer, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/24/063469025/Penyerang-Lapas-Sleman-Diduga-Kuat-Anggota-Militer
  77. 27078469692, Penyerang LP Cebongan Gunakan Sandi Khusus  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/078469692/Penyerang-LP-Cebongan-Gunakan-Sandi-Khusus
  78. 23058468889, Penyerang LP Sleman Harus Ditangkap’, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468889/Pelaku-Penyerangan-LP-Sleman-Harus-Ditangkap
  79. 25058469139, Penyerangan LP Sleman Terencana, Ini Indikasinya, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469139/Penyerangan-LP-Sleman-Terencana-Ini-Indikasinya
  80. 27063469663, Penyerangan LP Sleman, ‘Hidup Kopassus’  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469663/Penyerangan-LP-Sleman-Hidup-Kopassus
  81. 25063469114, Penyerbuan LP Cebongan Bermula dari Saling Pandang, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469114/Penyerbuan-LP-Cebongan-Bermula-dari-Saling-Pandang
  82. 25063469347, Proyektil dari Tubuh Korban LP Sleman Diserahkan , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469347/Proyektil-dari-Tubuh-Korban-LP-Sleman-Diserahkan
  83. 27063469634, Ribuan Mahasiswa asal NTT Eksodus dari Yogya  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469634/Ribuan-Mahasiswa-asal-NTT-Eksodus-dari-Yogya
  84. 27063469685, Saksi Penembakan Lapas Sleman Tak Kembali ke Sel  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469685/Saksi-Penembakan-Lapas-Sleman-Tak-Kembali-ke-Sel
  85. 27063469725, SBY Diminta Serius Usut Penyerangan LP Cebongan   , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469725/SBY-Diminta-Serius-Usut-Penyerangan-LP-Cebongan
  86. 26078469460, SBY Minta Panglima TNI Ungkap Serangan LP Sleman  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/078469460/SBY-Minta-Panglima-TNI-Ungkap-Serangan-LP-Sleman
  87. 27063469686, SBY Minta TNI-Polri Kompak Usut Kasus LP Sleman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469686/SBY-Minta-TNI-Polri-Kompak-Usut-Kasus-LP-Sleman
  88. 26063469463, SBY: Serangan LP Sleman Ancam Rasa Aman Publik   , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469463/SBY-Serangan-LP-Sleman-Ancam-Rasa-Aman-Publik
  89. 25063469351, Sebelum Diserang, Cebongan Minta Tambahan Polisi   , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469351/Sebelum-Diserang-Cebongan-Minta-Tambahan-Polisi
  90. 242730, Serangan Kilat di Penjara Cebongan, http://www.tempo.co/read/fokus/2013/03/24/2730/Serangan-Kilat-di-Penjara-Cebongan
  91. 25058469122, Seribu Lilin Peringati Penembakan Lapas Sleman , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469122/Seribu-Lilin-Peringati-Penembakan-Lapas-Sleman
  92. 25058469135, Siapa Tak Trauma Lihat Serangan Penjara Sleman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469135/Siapa-Tak-Trauma-Lihat-Serangan-Penjara-Sleman
  93. 26063469395, Soal Cebongan, Denny Indrayana Minta Publik Sabar , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469395/Soal-Cebongan-Denny-Indrayana-Minta-Publik-Sabar
  94. 27078469680, Sulit Temui Kopassus, Komnas HAM Akan Surati KSAD, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/078469680/Sulit-Temui-Kopassus-Komnas-HAM-Akan-Surati-KSAD
  95. 23063468948, Sultan Khawatirkan Keselamatan Mahasiswa NTT, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468948/Sultan-Khawatirkan-Keselamatan-Mahasiswa-NTT
  96. 27063469610, Sultan Prihatin Kekerasan di LP Cebongan Sleman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469610/Sultan-Prihatin-Kekerasan-di-LP-Cebongan-Sleman
  97. 27063469627, Tahanan Cebongan Sleman Dipaksa Tepuk Tangan, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469627/Tahanan-Cebongan-Sleman-Dipaksa-Tepuk-Tangan
  98. 26058469404, Tahanan LP Sleman Sempat Dianiaya Sebelum Ditembak  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/058469404/Tahanan-LP-Sleman-Sempat-Dianiaya-Sebelum-Ditembak
  99. 27063469608, Tembak Tahanan LP Sleman Langgar HAM, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469608/Tembak-Tahanan-LP-Sleman-Langgar-HAM
  100. 27084300000, Temuan Mengejutkan Komnas HAM di Lapas Cebongan, http://www.tempo.co/read/fokus/2013/03/27/2733/Temuan-Mengejutkan-Komnas-HAM-di-Lapas-Cebongan
  101. 23058468881, Terduga Kopassus Penyerang LP Sleman Rebut CCTV, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468881/Terduga-Kopassus-Penyerang-LP-Sleman-Rebut-CCTV
  102. 23058468884, Terduga Kopassus Serbu LP Sleman, 4 Tewas, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468884/Terduga-Kopassus-Serbu-Penjara-2-Sipir-Luka-luka
  103. 23058468884, Terduga Kopassus Serbu Penjara, 2 Sipir Luka-luka, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468884/Terduga-Kopassus-Serbu-Penjara-2-Sipir-Luka-luka
  104. 23063468897, TNI AD: Penyerang LP Sleman Belum Tentu Kopassus   , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468897/TNI-AD-Penyerang-LP-Sleman-Belum-Tentu-Kopassus
  105. 26078469428, Tragedi Sleman, Kerja Sama Polri-TNI Tak Terikat , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/078469428/Tragedi-Sleman-Kerja-Sama-Polri-TNI-Tak-Terikat

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/19/063467964/Tentara-Kopassus-Tewas-Ditusuk-di-Kafe-Hotel

Tentara Kopassus Tewas Ditusuk di Kafe Hotel 

Selasa, 19 Maret 2013 | 13:27 WIB

TEMPO.CO, Yogyakarta – Seorang anggota Tentara Nasional Indonesia tewas ditusuk di bagian dada saat berada di Hugo’s Kafe, kompleks Sheraton Mustika Hotel, Sleman, Selasa dinihari, 19 Maret 2013. Satu jam setelah penusukan, polisi menangkap seorang tersangka.

Anggota TNI yang tewas itu adalah Sersan Satu Santoso, 31 tahun. Ia ditusuk di dada sebelah kiri pukul 02.30. Ada luka sepanjang 13 sentimeter bekas senjata tajam. Kejadian itu lalu dilaporkan ke Kepolisian Resor Sleman. Dalam satu jam, polisi bisa menangkap seorang tersangka, yaitu DS dari Indonesia bagian timur, yang berada di Sleman. Paginya, polisi menangkap tersangka lainnya, JH.

“Kami sudah menangkap dua tersangka. Saat ditangkap, mereka melakukan perlawanan,” kata Kepala Kepolisian Resor Sleman, Ajun Komisaris Besar Hery Sutrisman, seusai peresmian pos polisi di Krogahan, Gamping, Sleman, Selasa, 19 Maret 2013.

Polisi, kata dia, sedang mengejar dua tersangka lainnya. Juga ada beberapa target operasi yang terlibat keributan di kafe itu. Saat ini para tersangka masih diinterogasi dan dimintai keterangan atas kejadian yang memakan korban anggota Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, itu.

Disinyalir ada seorang pelaku yang merupakan pecatan polisi. Selain itu, polisi juga masih mengejar tersangka lain dalam pengembangan kasus itu. Penangkapan itu dilakukan di suatu tempat yang menjadi tempat berkumpul para tersangka. “Kasus seperti ini sudah dua kali di Hugo’s. Korban meninggal dunia saat di rumah sakit,” kata dia.

Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, Bigadir Jenderal Sabar Rahardjo, merekomendasikan agar tempat hiburan yang tidak bisa memberi keamanan kepada pengunjung sebaiknya ditutup. Termasuk Hugo’s Kafe supaya dicabut izin beroperasinya. Kasus penusukan yang mengakibatkan kematian seorang anggota TNI itu dalam satu hari harus sudah bisa terungkap dan tersangka ditangkap semua. “Apa pun perlawanannya, tersangka harus kami tangkap,” kata Sabar.

Soal bekerja sama dengan TNI untuk pengungkapan kasus ini, ia menambahkan, sudah ada koordinasi dengan tentara. Polisi diserahi kasus ini lebih dulu. Kata dia, Panglima Kodam Diponegoro mempercayakan polisi untuk mengungkap kasus pembunuhan ini.

Ia juga mengatakan, penangkapan tersangka DS dilakukan satu jam setelah kejadian. Pagi harinya, seorang tersangka yang merupakan pecatan polisi juga ditangkap. Dua tersangka lainnya akan ditangkap di asrama Nusa Tenggara Timur di wilayah Lempuyangan, Yogyakarta, dengan mengerahkan anggota Brigade Mobil Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.

MUH SYAIFULLAH

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468870/Anggota-Kopassus-Diduga-Serbu-Penjara-di-Sleman

Anggota Kopassus Diduga Serbu Penjara di Sleman

Sabtu, 23 Maret 2013 | 08:30 WIB

TEMPO.CO, Sleman – Lembaga Pemasyarakatan Cebongan Sleman diserang belasan orang tak dikenal. Mereka mengincar empat tahanan yang menjadi tersangka pengeroyok seorang anggota Kopassus hingga tewas.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Daerah Istimewa Yogyakarta Brigadir Jenderal Sabar Rahardjo mengatakan empat tersangka yang diincar tewas ditembak pada Sabtu, 23 Maret 2013 sekitar pukul 01.00 WIB. Mereka merupakan tersangka pelaku penganiayaan hingga menewaskan anggota TNI Angkatan Darat Kesatuan Kopassus Kandang Menjangan, Kartosuro, Solo, Sersan Satu Santoso.

“Ya, mereka pelakunya (penganiayaan Santoso),” kata Sabar Rahardjo, saat berada di Lembaga Pemasyarakatan Cebngan Sleman, Sabtu pagi.

Dia menjelaskan, kronologi kejadian itu, ada gerombolan dengan penutup wajah melompat pagar penjara setinggi sekitar 1,5 meter. Mereka lalu memaksa penjaga membuka pintu dengan cara mengancam akan meledakkan granat.

Setelah masuk penjara, mereka memaksa penjaga pembawa kunci ruang tahanan untuk mencari target empat orang tersangka itu. Setelah mendapatkaan target, germbolaan itu menembak empat orang itu. Akibatnya empat orang itu tewas. Dugaan sementara, ada sekitar 17 orang yang masuk, namun juga masih ada yang berjaga di luar penjara kelas 2B itu.

Sementara, Closed Circuit Television (CCTV) yang dipasang di penjara itu diambil oleh gerombolan itu. Hingga pagi hari, petugas dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta masih berada di penjara. Di luar lapas, puluhan polisi dan tentara berjaga.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mencari para pelaku yang menewaskan tersangka itu. Para tersangka adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, Gameliel Yermiayant Rohi Riwu.

Mereka adalah tersangka kejadian penganiayaan Santoso, anggota Kopassus pada Selasa 19 Maret 2013 di Hugo’s cafe, Jalan Adisutjipto, km 8,5, Maguwoharjo, Sleman. Tentara berpangkat Sersan Satu itu tewas dengan luka tusuk.

MUH SYAIFULLAH

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468874/Kronologi-Serangan-Penjara-oleh-Anggota-Kopassus

Kronologi Serangan di Penjara Sleman

Sabtu, 23 Maret 2013 | 08:59 WIB

TEMPO.CO, Sleman – Belasan orang menyerbu Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, pada Sabtu, 23 Maret 2013. Mereka mengincar empat tahanan yang menjadi tersangka kasus penganiayaan seorang anggota Kopassus, Sersan Satu Santoso, hingga tewas.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Daerah Istimewa Yogyakarta, Brigadir Jenderal Sabar Rahardjo, menjelaskan kronologi peristiwa penyerangan itu. Menurut dia, pada Sabtu dinihari, sekitar pukul 00.15 WIB, pintu gerbang LP Cebongan, Sleman, diketok oleh seseorang yang mengaku anggota Polda Yogyakarta.

Petugas yang mengaku dari Polda Yogyakarta itu mengatakan hendak meminjam tahanan–biasa disebut ngebon, dengan menyebutkan empat nama tersangka tadi. Sipir tak segera membukakan pintu. Petugas itu mengatakan akan meminta izin terlebih dahulu kepada pemimpin LP.

Belum juga meminta izin, petugas yang mengaku dari Polda Yogyakarta itu mengancam akan meledakkan pintu gerbang dengan granat. Ketakutan, sipir tadi kemudian membukakan pintu dan gerombolan itu merangsek masuk.

Di dalam LP, sekitar 17 orang berpenutup wajah meminta ditujukkan sel tempat empat tersangka tadi ditahan. Sipir sempat menolak. Namun gerombolan itu menganiaya sipir dengan memopornya. Akhirnya, dengan dipandu sipir, mereka ditunjukkan sel 5A, blok Anggrek, tempat Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu ditahan.

Tak bicara panjang-lebar, gerombolan itu langsung menembaki Hendrik, Adrianus, Yohanes, dan Gameliel dengan senjata AK-47 dan jenis FN. Semuanya ditembak dari jarak dekat.

Sabar membenarkan empat orang yang meninggal dunia itu adalah tersangka penganiaya anggota Kopassus, Sersan Satu Santoso, hingga tewas. Santoso tewas ditusuk di Hugo’s Cafe, Jalan Adisutjipto Km 8,5 Maguwoharjo, Sleman, pada Selasa, 19 Maret 2013.

MUH SYAIFULLAH

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468874/Kronologi-Serangan-Penjara-oleh-Anggota-Kopassus

Kronologi Serangan ke Penjara Sleman

Sabtu, 23 Maret 2013 | 08:59 WIB

TEMPO.CO, Sleman – Belasan orang menyerbu Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, pada Sabtu, 23 Maret 2013. Mereka mengincar empat tahanan yang menjadi tersangka kasus penganiayaan seorang anggota Kopassus, Sersan Satu Santoso, hingga tewas.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Daerah Istimewa Yogyakarta, Brigadir Jenderal Sabar Rahardjo, menjelaskan kronologi peristiwa penyerangan itu. Menurut dia, pada Sabtu dinihari, sekitar pukul 00.15 WIB, pintu gerbang LP Cebongan, Sleman, diketok oleh seseorang yang mengaku anggota Polda Yogyakarta.

Petugas yang mengaku dari Polda Yogyakarta itu mengatakan hendak meminjam tahanan–biasa disebut ngebon, dengan menyebutkan empat nama tersangka tadi. Sipir tak segera membukakan pintu. Petugas itu mengatakan akan meminta izin terlebih dahulu kepada pemimpin LP.

Belum juga meminta izin, petugas yang mengaku dari Polda Yogyakarta itu mengancam akan meledakkan pintu gerbang dengan granat. Ketakutan, sipir tadi kemudian membukakan pintu dan gerombolan itu merangsek masuk.

Di dalam LP, sekitar 17 orang berpenutup wajah meminta ditujukkan sel tempat empat tersangka tadi ditahan. Sipir sempat menolak. Namun gerombolan itu menganiaya sipir dengan memopornya. Akhirnya, dengan dipandu sipir, mereka ditunjukkan sel 5A, blok Anggrek, tempat Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu ditahan.

Tak bicara panjang-lebar, gerombolan itu langsung menembaki Hendrik, Adrianus, Yohanes, dan Gameliel dengan senjata AK-47 dan jenis FN. Semuanya ditembak dari jarak dekat.

Sabar membenarkan empat orang yang meninggal dunia itu adalah tersangka penganiaya anggota Kopassus, Sersan Satu Santoso, hingga tewas. Santoso tewas ditusuk di Hugo’s Cafe, Jalan Adisutjipto Km 8,5 Maguwoharjo, Sleman, pada Selasa, 19 Maret 2013.

MUH SYAIFULLAH

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468878/Korban-Penembakan-Oknum-Kopassus-Terkapar-di-Sel

Korban Penembakan Oknum Kopassus Terkapar di Sel

Sabtu, 23 Maret 2013 | 09:14 WIB

TEMPO.CO, Sleman – Empat jenazah korban penembakan gerombolan tak dikenal di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, masih berada dalam penjara itu hingga Sabtu pagi, 23 Maret 2013. (Baca juga: Anggota Kopassus Diduga Serbu Penjara di Sleman)

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta masih berada di dalam LP untuk penyelidikan. “Korban masih di dalam sel,” kata Wandy Marseli, penasihat hukum korban yang menjadi tersangka penusukan anggota TNI AD Kopassus.

Wandy menjelaskan, para penasihat hukum juga kesulitan masuk ke dalam LP untuk mengetahui jenazah klien mereka. Empat tersangka pengeroyok anggota Kopassus itu adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu. Mereka ditahan di sel 5A, Blok Anggrek, LP Cebongan, Sleman.

Keempatnya tewas ditembak dari jarak dekat oleh belasan orang yang mengenakan penutup kepala dan bersenjata lengkap. Mereka menjadi tersangka pelaku penganiayaan hingga menewaskan anggota TNI Angkatan Darat, Kesatuan Kopassus Kandang Menjangan, Kartosuro, Solo, Sersan Satu Santoso.

MUH SYAIFULLAH

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468881/Oknum-Kopassus-Penyerang-Lapas-Sleman-Rebut-CCTV

Oknum Kopassus Penyerang LP Sleman Rebut CCTV

Sabtu, 23 Maret 2013 | 10:02 WIB

TEMPO.CO, Sleman – Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, digeruduk belasan orang tak dikenal pada Sabtu dinihari, 23 Maret 2013. Pada penyerangan itu, mereka membawa senjata api AK-47 dan jenis FN.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Daerah Istimewa Yogyakarta, Brigadir Jenderal Sabar Rahardjo, mengatakan, polisi belum bisa mengidentifikasi pelaku penyerangan karena mereka mengenakan penutup kepala.

“Closed circuit television (CCTV) yang dipasang di penjara juga diambil,” kata Sabar saat meninjau LP Cebongan, Sabtu, 23 Maret 2013. Saat ini tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta masih berada di dalam LP untuk penyelidikan.

Sabar menjelaskan, penyerangan itu terjadi pada Sabtu dinihari, sekitar pukul 00.15 WIB. Saat itu, pintu gerbang LP Cebongan diketok orang yang mengaku anggota Polda Yogyakarta.

Petugas yang mengaku dari Polda Yogyakarta itu mengatakan hendak meminjam tahanan–biasa disebut ngebon, dengan menyebutkan empat nama tersangka tadi. Sipir tak segera membukakan pintu. Petugas itu mengatakan akan meminta izin terlebih dahulu kepada pemimpin LP.

Belum juga meminta izin, petugas yang mengaku dari Polda Yogyakarta itu mengancam akan meledakkan pintu gerbang dengan granat. Ketakutan, sipir tadi kemudian membukakan pintu dan gerombolan itu merangsek masuk.

Di dalam LP, sekitar 15 orang yang berpenutup wajah meminta ditunjukkan sel tempat empat tersangka tadi ditahan. Sipir sempat menolak. Namun gerombolan itu menganiaya dengan memopor sipir. Akhirnya, dengan dipandu sipir, mereka ditunjukkan sel 5A, Blok Anggrek, tempat Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu ditahan.

Tak bicara panjang-lebar, gerombolan itu langsung menembaki Hendrik, Adrianus, Yohanes, dan Gameliel dengan senjata AK-47 dan jenis FN. (Baca juga: Korban Penembakan Oknum Kopassus Terkapar di Sel). Semuanya ditembak dari jarak dekat.

Mereka merupakan tersangka penganiaya anggota Kopassus, Sersan Satu Santoso. Santoso tewas ditusuk di Hugo’s Cafe, Jalan Adisutjipto Km 8,5 Maguwoharjo, Sleman, pada Selasa, 19 Maret 2013.

MUH SYAIFULLAH

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468881/Terduga-Kopassus-Penyerang-LP-Sleman-Rebut-CCTV

Terduga Kopassus Penyerang LP Sleman Rebut CCTV

Sabtu, 23 Maret 2013 | 10:02 WIB

TEMPO.CO, Sleman – Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, digeruduk belasan orang tak dikenal pada Sabtu dinihari, 23 Maret 2013. Pada penyerangan itu, mereka membawa senjata api AK-47 dan jenis FN.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Daerah Istimewa Yogyakarta, Brigadir Jenderal Sabar Rahardjo, mengatakan, polisi belum bisa mengidentifikasi pelaku penyerangan karena mereka mengenakan penutup kepala.

“Closed circuit television (CCTV) yang dipasang di penjara juga diambil,” kata Sabar saat meninjau LP Cebongan, Sabtu, 23 Maret 2013. Saat ini tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta masih berada di dalam LP untuk penyelidikan.

Sabar menjelaskan, penyerangan itu terjadi pada Sabtu dinihari, sekitar pukul 00.15 WIB. Saat itu, pintu gerbang LP Cebongan diketok orang yang mengaku anggota Polda Yogyakarta.

Petugas yang mengaku dari Polda Yogyakarta itu mengatakan hendak meminjam tahanan–biasa disebut ngebon, dengan menyebutkan empat nama tersangka tadi. Sipir tak segera membukakan pintu. Petugas itu mengatakan akan meminta izin terlebih dahulu kepada pemimpin LP.

Belum juga meminta izin, petugas yang mengaku dari Polda Yogyakarta itu mengancam akan meledakkan pintu gerbang dengan granat. Ketakutan, sipir tadi kemudian membukakan pintu dan gerombolan itu merangsek masuk.

Di dalam LP, sekitar 15 orang yang berpenutup wajah meminta ditunjukkan sel tempat empat tersangka tadi ditahan. Sipir sempat menolak. Namun gerombolan itu menganiaya dengan memopor sipir. Akhirnya, dengan dipandu sipir, mereka ditunjukkan sel 5A, Blok Anggrek, tempat Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu ditahan.

Tak bicara panjang-lebar, gerombolan itu langsung menembaki Hendrik, Adrianus, Yohanes, dan Gameliel dengan senjata AK-47 dan jenis FN. (Baca juga: Korban Penembakan Oknum Kopassus Terkapar di Sel). Semuanya ditembak dari jarak dekat.

Mereka merupakan tersangka penganiaya anggota Kopassus, Sersan Satu Santoso. Santoso tewas ditusuk di Hugo’s Cafe, Jalan Adisutjipto Km 8,5 Maguwoharjo, Sleman, pada Selasa, 19 Maret 2013.

MUH SYAIFULLAH

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468884/Terduga-Kopassus-Serbu-Penjara-2-Sipir-Luka-luka

Terduga Kopassus Serbu Penjara, 2 Sipir Luka-luka

Terduga Kopassus Serbu LP Sleman, 4 Tewas

Sabtu, 23 Maret 2013 | 10:30 WIB

TEMPO.CO, Sleman – Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, digeruduk belasan orang tak dikenal pada Sabtu dinihari, 23 Maret 2013. Akibat penyerangan itu, dua sipir mengalami luka-luka. (Baca: Kronologi Serangan di Penjara oleh Oknum Kopassus)

Mereka adalah Widiatmoko, 35 tahun, dan Nugroho Putro, 30 tahun. Widiatmoko mengalami luka di bagian mulut karena gigi depannya tanggal terkena pukulan. Adapun wajah Nugroho Putro bengkak karena dipopor senjata. Keduanya kini dirawat di RSUD Muranga.

Sedangkan empat korban tewas yang merupakan tersangka kasus penganiayaan terhadap seorang anggota Kopassus, Sersan Satu Santoso, telah dibawa ke Rumah Sakit Sardjito. “Jenazahnya diotopsi untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata Kepala Kepolisian Resor Sleman, Ajun Komisaris Besar Hery Sutrisman.

Empat korban tewas itu adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu. Mereka tewas ditembak dari jarak dekat.

Saat ini petugas juga sedang melakukan olah tempat kejadian perkara di LP Cebongan. Adapun di luar LP, puluhan polisi dan tentara yang berseragam maupun berpakaian sipil berjaga. (Baca juga: Oknum Kopassus Penyerang LP Sleman Rebut CCTV)

MUH SYAIFULLAH

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468887/Kondisi-Korban-Tembak-Terduga-Kopassus-Mengerikan

Kondisi Korban Tembak di LP Sleman Mengerikan

Sabtu, 23 Maret 2013 | 11:00 WIB

TEMPO.CO, Sleman – Empat jenazah korban penembakan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat dr Sardjito. Jenazah dibawa menggunakan tiga ambulans milik PMI Sleman.

Dua ambulans itu dikawal kendaraan Mobile Security Barrier milik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu, 23 Maret 2013, pukul 09.00 WIB. Korban penembakan hingga tewas itu merupakan tersangka pengeroyokan yang mengakibatkan kematian seorang anggota Kopassus, Sersan Satu Santoso.

“Jenazah dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi,” kata Kepala Kepolisian Resor Sleman, Ajun Komisaris Besar Hery Sutrisman. Luka paling parah dialami Yohanes Juan Mambait, 38 tahun. Anggota kepolisian yang merupakan terpidana kasus narkoba yang sudah menjalani hukuman ini mengalami luka tembak di kepala.

Sedangkan tiga korban lainnya, Angel Sahetapi alias Deki, 31 tahun, Adrianus Candra Galaga alias Dedi (33), dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu alias Adi (29), mengalami luka tembak di dada. Keempat korban tewas karena ditembak dari jarak dekat.

Saat ini polisi sedang melakukan olah tempat kejadian perkara di LP Cebongan. Di luar LP, puluhaan polisi dan tentara yang berseragam maupun berpakaian sipil berjaga-jaga.

MUH SYAIFULLAH

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468889/Pelaku-Penyerangan-LP-Sleman-Harus-Ditangkap

Penyerang LP Sleman Harus Ditangkap’

Sabtu, 23 Maret 2013 | 11:27 WIB

Menko Polhukam Djoko Suyanto. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Djoko Suyanto memerintahkan Markas Besar TNI dan Polri untuk segera mengusut kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, Yogyakarta.

Dalam kejadian pengeroyokan di LP yang terjadi Sabtu dinihari tadi, empat orang tewas. Mereka diduga sebagai pengeroyok Sersan Satu Santoso, seorang anggota Kopassus yang tewas ditusuk di Hugo’s Cafe, Hotel Sheraton, pada 19 Maret lalu.

“Siapa pun pelakunya, harus segera ditangkap dan diadili,” ujar Djoko melalui pesan pendek kepada Tempo, Sabtu, 23 Maret 2013. Djoko mengatakan sudah memerintahkan TNI-Polri bekerja sama untuk mengusut penyerangan ini.

Kejadian ini bermula saat datang gerombolan berpenutup muka dan melompati pagar penjara setinggi sekitar 1,5 meter. Mereka lalu memaksa penjaga membuka pintu dan mengancam akan meledakkannya dengan granat. (Baca: Terduga Kopassus Serbu Penjara, 2 Sipir Luka-luka)

Setelah masuk penjara, mereka memaksa penjaga pembawa kunci ruang tahanan untuk mencari target empat orang tersangka itu. Mereka juga merebut kamera dan rekaman CCTV di LP tersebut.

Setelah mendapatkan target, gerombolan itu menembak empat orang yang diidentifikasi sebagai pelaku penusukan Santoso. Dugaan sementara, ada sekitar 17 orang yang masuk, namun masih ada yang berjaga di luar penjara kelas 2B itu.

Dugaan tersebut dibenarkan oleh Kepala Kepolisian Daerah Yogyakarta, Brigadir Jenderal Sabar Rahardjo, saat berada di Lembaga Pemasyarakatan Cabang Sleman, Sabtu pagi. “Setelah saya tanya petugas pembawa kunci, ada sekitar 17 orang yang masuk lapas,” kata dia.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Penerangan Komando Pasokan Khusus Mayor Susilo mengaku belum mengetahui detail kejadian dinihari tadi. “Kami masih tunggu laporan dari komandan wilayahnya, hingga kini kami masih mencari kronologi kejadian,” ujar dia.

SUBKHAN

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468892/Akar-Masalah-Penyerbuan-Terduga-Kopassus-ke-Penjara

Akar Masalah Penyerbuan Terduga Kopassus ke Penjara

Sabtu, 23 Maret 2013 | 12:07 WIB

TEMPO.CO, Sleman – Penyerangan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, tidak ujug-ujug terjadi. Ada peristiwa yang disinyalir menjadi pemicunya.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa dinihari, 19 Maret 2013. Ketika itu, Yohanes Juan Mambait, 38 tahun, Angel Sahetapi alias Deki (31), Adrianus Candra Galaga alias Dedi (33), dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu alias Adi (29) sedang berada di Hugo’s Cafe, Jalan Adisutjipto, Km 8,5, Maguwoharjo, Sleman.

Pengacara keempat orang ini, Wandy Marseli, menjelaskan, dari rekaman CCTV kafe–yang diperlihatkan di Polda Daerah Istimewa Yogyakarta–dan keterangan sejumlah saksi, menunjukkan, awalnya mereka hanya saling menatap dengan seorang anggota Kopassus, Sersan Satu Santoso.

“Namun, saat hendak meninggalkan kafe, klien saya dihadang tiga teman korban (Sersan Satu Santoso),” ujar Wandy, Sabtu, 23 Maret 2013. Penghadangan itu berakhir dengan pengeroyokan yang membuat Sersan Satu Santoso tewas ditusuk.

Akibat penusukan ini, Juan, Deki, Adi, dan Dedi dinyatakan sebagai tersangka meninggalnya Sersan Satu Santoso. Mereka kemudian dijebloskan ke LP Cebongan, Sleman.

Pada Sabtu dinihari tadi, LP Cebongan kedatangan “tamu tak diundang”. Mereka menggunakan penutup kepala dan membawa senjata api. Kepada petugas, gerombolan ini memaksa ditunjukkan di mana letak sel Juan, Deki, Adi, dan Dedi.

Setelah sampai di sel, mereka langsung menembaki empat tersangka itu dari jarak dekat. Juan mengalami luka paling parah karena terkena tembakan di kepala. Sedangkan tiga lainnya tertembak di dada. (Baca: Kondisi Korban Tembak Terduga Kopassus Mengerikan)

Wandy mengatakan, dalam kasus ini, kliennya hendak mengajukan praperadilan. Alasannya, menurut dia, korbanlah yang menyusul pengeroyokan di Hugo’s Cafe. “Mestinya polisi juga memproses hukum mereka (teman-teman Santoso),” kata Wandy.

PITO AGUSTIN RUDIANA | MUH SYAIFULLAH

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468893/Kopassus-Bantah-Anggotanya-Terlibat-Penyerangan

Kopassus Bantah Anggotanya Ikut Serang LP Sleman

Kopassus Bantah Anggotanya Terlibat Penyerangan

Sabtu, 23 Maret 2013 | 12:24 WIB

Petugas Brimob bersenjata laras panjang berjaga di depan Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3). Segerombolan orang bersenjata laras panjang telah menyerbu Lapas Cebongan dan membunuh 4 orang tersangka pembunuhan Sertu Santoso. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Sukoharjo – Komando Pasukan Khusus Grup 2 Kandang Menjangan Sukoharjo belum bisa berkomentar terkait kejadian penyerangan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman. Mereka mengatakan, seluruh anggota Kopassus berada di dalam kesatuan saat kejadian.

“Kami belum bisa mengomentari kejadian itu,” kata Kepala Seksi Intel Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan, Kapten (Inf) Wahyu Yuniartoto, saat ditemui, Sabtu, 23 Maret 2013. Dia memastikan, pada saat kejadian penyerangan yang mengakibatkan empat orang tewas dan dua sipir luka-luka tersebut, tidak ada anggota yang keluar dari markas.

Dia menerangkan bahwa markas Kopassus Kandang Menjangan terdiri dari tiga batalion. Jumlah anggota yang berada di markas sekitar 800 orang. “Hanya ada satu pintu keluar,” katanya.

Dia menjamin kegiatan keluar-masuk anggota bisa terpantau. “Setiap anggota yang keluar selalu tercatat,” katanya. Setiap kali keluar, anggota Kopassus juga harus melampirkan izin dari atasan.

Menurut dia, seluruh anggota pada saat itu melakukan kegiatan konsinyir atau siaga di dalam markas. “Karena standar prosedur kegiatan kesatuan kita, pada malam hari kami melakukan kegiatan pengamanan di dalam pangkalan,” kata Wahyu. (Baca: Akar Masalah Penyerbuan Terduga Kopassus ke Penjara)

AHMAD RAFIQ

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468897/TNI-AD-Penyerang-LP-Sleman-Belum-Tentu-Kopassus

TNI AD: Penyerang LP Sleman Belum Tentu Kopassus

Sabtu, 23 Maret 2013 | 12:47 WIB

Petugas Brimob bersenjata laras panjang berjaga di depan Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3). Segerombolan orang bersenjata laras panjang telah menyerbu Lapas Cebongan dan membunuh 4 orang tersangka pembunuhan Sertu Santoso. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta – Markas Besar TNI Angkatan Darat belum bisa mengidentifikasi pelaku penyerangan ke Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta. TNI AD mengaku belum bisa memastikan kelompok bersenjata yang menyusup masuk ke LP sebagai anggota Komando Pasukan Khusus.

“Belum bisa diidentifikasi kalau para penyerang itu anggota Kopasssus,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigadir Jenderal Rukman Ahmad, kepada Tempo, Sabtu, 23 Maret 2013. Dia mengatakan masih melakukan pengecekan ke sejumlah kesatuan untuk mendapatkan kepastian.

“Kami mengimbau agar semua pihak menunggu kepastian informasi dari TNI,” ujar Rukman. Dia juga meminta agar media tidak mengembangkan spekulasi bahwa para penyerang adalah anggota Kopassus. “Karena sampai sekarang belum bisa kami konfirmasi kebenarannya,” kata dia. (Baca: Terduga Kopassus Penyerang LP Sleman Rebut CCTV)

Peristiwa penyerangan ke LP Cebongan dimulai saat ada gerombolan berpenutup muka melompati pagar penjara setinggi 1,5 meter. Mereka memaksa penjaga membuka pintu dengan melumpuhkan dan mengancam dengan granat.

Setelah masuk penjara, mereka memaksa penjaga pembawa kunci ruang tahanan untuk mencari target empat tersangka pengeroyok anggota Kopassus Sersan Satu Santoso di Hugo’s Cafe, yang berujung pada tewasnya anggota Kopassus itu. Setelah mendapatkaan target, gerombolan itu menembak empat orang yang diidentifikasi sebagai pelaku penusukan Santoso.

Akibatnya, keempat orang itu tewas. Dugaan sementara, ada sekitar 17 orang yang masuk, namun masih ada juga yang berjaga di luar penjara kelas 2B itu.

Dugaan tersebut dibenarkan oleh Kepala Kepolisian Daerah Yogyakarta, Brigadir Jenderal Sabar Rahardjo, saat berada di Lembaga Pemasyarakatan Cabang Sleman, Sabtu pagi. “Setelah saya tanya petugas pembawa kunci, ada sekitar 17 orang yang masuk LP,” kata dia.

Keempat korban tewas kini dibawa ke Rumah Sakit Sardjito. Mereka adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, 31 tahun, Yohanes Juan Mambait (38), Gameliel Yermianto Rohi Riwu alias Adi (29), dan Adrianus Candra Galaja alias Dedi (33). Kondisi paling parah dialami Yohanes Juan, yang tertembak di kepala. Ia adalah polisi Yogyakarta yang merupakan terpidana kasus narkoba dan sudah menjalani hukuman.

SUBKHAN

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468899/Kepala-Pengamanan-LP-Sleman-Ditodong-Pistol

Kepala Pengamanan LP Sleman Ditodong Pistol

Sabtu, 23 Maret 2013 | 13:18 WIB

Sejumlah penyidik dari Polda DIY memasuki Lapas Cebongan untuk olah TKP di Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3). Segerombolan orang bersenjata laras panjang telah menyerbu Lapas Cebongan pada Sabtu (23/3) dini hari dan membunuh empat orang tersangka pembunuhan Sertu Santoso. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Yogyakarta – Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Cebongan, Kabupaten Sleman, Margo Utomo, 44 tahun, dipaksa gerombolan bersenjata untuk membuka pintu sel.

Lokasi sel yang dimaksud adalah Blok A5, yang menjadi tempat empat tahanan Kepolisian Daerah Yogyakarta ditahan. Empat tahanan itu: Yohanes Juan Mambait, 38 tahun, Angel Sahetapi alias Deki (31), Adrianus Candra Galaga alias Dedi (33), dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu alias Adi (29); ditembak hingga tewas. (Baca: Kronologi Serangan ke Penjara Sleman)

Istri Margo Utomo, Sarnidar, 44 tahun, mengatakan, suaminya kedatangan tamu pada Sabtu, sekitar pukul 00.15. “Suami saya dijemput dari rumah,” kata Sarnidar saat ditemui Tempo di LP Cebongan, Sabtu, 23 Maret 2013.

Setelah dijemput dari rumah, Margo kemudian dibawa ke dalam LP. “Suami saya ditodong senjata oleh dua orang, di kiri dan kanan,” kata Sarnidar.

Setelah membukakan pintu sel yang dimaksud gerombolan bersenjata tadi, Margo dipaksa tengkurap di depan pintu sel. Sekitar 15 menit dari waktu penjemputan Margo, Sarnidar mendengar suara tembakan.

Tembakan itu mengenai kepala Juan. Juan adalah polisi yang pernah tersandung kasus narkoba. Sedangkan Deki, Dedi, dan Adi terkena tembakan di dada.

PITO AGUSTIN RUDIANA

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468898/4-Tahanan-Sleman-Dieksekusi-di-Depan-Napi-Lain

4 Tahanan Sleman Dieksekusi di Depan Napi Lain

Sabtu, 23 Maret 2013 | 12:48 WIB

Petugas Brimob bersenjata laras panjang berjaga di depan Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3). Segerombolan orang bersenjata laras panjang telah menyerbu Lapas Cebongan dan membunuh 4 orang tersangka pembunuhan Sertu Santoso. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Sleman – Empat tersangka penganiayaan yang tewas dalam penyerbuan oleh sekelompok pria bertopeng di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Sabtu, 23 Maret 2013, ditembak di depan narapidana lain. Di dalam ruang tahanan, ada 35 narapidana termasuk korban.

“Mereka dieksekusi di depan napi lain,” kata Kapolres Sleman, Ajun Komisaris Besar Hery Sutrisman, di lokasi penyerangan.

Keempat tersangka ini ditahan karena diduga terlibat penganiayaan yang menewaskan Brigadir Satu Santoso, anggota Komando Pasukan Khusus Grup 2 Kandang Menjangan, Sukoharjo, Jawa Tengah, di Hugo’s Cafe Yogyakarta, 19 Maret 2013 lalu. Keempatnya tewas di dalam sel 5A blok Anggrek.

Ada beberapa sipir yang luka di dagu akibat dianiaya segerombolan laki-laki bersenjata yang menyerang penjara kelas II B itu pada Sabtu sekitar pukul 01.00 WIB.

Penjaga penjara yang luka itu adalah Widiatmoko, 35 tahun, dan Nugroho Putro, 30 tahun. Kedua sipir itu tidak mau berkomentar saat ditanya wartawan.

Empat tersangka pelaku penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya Santoso, 31 tahun, ditembak sehingga tewas di tempat kejadian.

Mereka adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu. Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin dan Pangdam IV Diponegoro Mayor Jenderal Hardiyono Saroso juga mengunjungi LP itu. Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta Brigadir Jenderal Sabar Santoso dan Komandan Korem 072/Pamungkas Brigadir Jenderal Adi Wijaya ikut mendampingi mereka sekitar pulul 11.30 WIB. (Berita kronologi penyerangan)

MUH SYAIFULLAH

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468920/Pangdam-Penyerang-LP-Bukan-Anggota-Kopassus

Pangdam: Penyerang LP Sleman Bukan Kopassus

Sabtu, 23 Maret 2013 | 15:57 WIB

Panglima Kodam IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Hardiono Saroso. ANTARA/Anis Efizudin

TEMPO.CO, Sleman – Panglima Kodam IV Diponegoro, Mayor Jenderal Hardiono Sarojo, membantah pelaku penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, adalah anggota Kopassus. “Penyerangan dilakukan oleh orang tidak dikenal, ” kata dia di LP Kelas II B Cebongan, Yogyakarta, Sabtu, 23 Maret 2013.

Tugas dia, Pangdam menambahkan, adalah membantu polisi mengungkap siapa pelaku penyerangan yang menyebabkan empat tahanan pelaku pembunuhan Sersan Satu Santoso tewas. Ia tidak mau berspekulasi siapa penyerang itu. “Semua menjadi tanggung jawab penuh saya,” kata dia.

Ia menegaskan, para penyerang itu tidak ada hubungannya dengan Kopassus Grup II yang bermarkas di Kandang Menjangan, Kartasura. Sebab, Santoso yang menjadi korban di Hugo’s Café, 19 Maret lalu, bukan anggota Kopassus lagi, tetapi anggota TNI Kodam IV Diponegoro.

“Bukan anggota Kopassus. Dulunya iya. Dia saat dibunuh sedang bertugas,” kata dia. “Tidak ada hubungannya dengan Kopassus.” Menurut dia, terkait dengan dugaan senjata TNI yang digunakan dalam penyerangan ke LP, ia memastikan bukan senjata TNI. Katanya, senjata laras panjang dan pendek banyak beredar di masyarakat sehingga tidak hanya tentara atau aparat saja yang memiliki.

Ia memperingatkan kepada para preman perusuh supaya tidak melukai rakyat, polisi, maupun tentara lagi. Meskipun Santoso saat dibunuh berada di kafe, Hardiono menegaskan, ia sedang bertugas. “Anggota TNI bertugas 24 jam sehari,” katanya.

Keempat tersangka pembunuh tentara itu adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, 31 tahun, Yohanes Juan Manbait (38), Gameliel Yermianto Rohi Riwu alias Adi (29), dan Adrianus Candra Galaja alias Dedi (33). Tiga nama pertama tercatat sebagai warga Tegal Panggung, Yogyakarta. Sedangkan Dedi beralamat di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. (Kronologi serangan, baca di sini)

MUH SYAIFULLAH | OLIVIA LEWI PRAMESTI

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468935/Ini-Alasan-Pemindahan-Empat-Tahanan-ke-LP-Sleman

Ini Alasan Pemindahan Empat Tahanan ke LP Sleman

Mengapa Empat Tahanan Itu Dipindah ke LP Sleman?

Sabtu, 23 Maret 2013 | 17:44 WIB

Kapolres Sleman, AKBP Hery Sutrisman mengkoordinir petugas kepolisian untuk berjaga di depan Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3). TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Suhardi Alius, menyatakan, empat orang yang menjadi korban dalam penyerangan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, adalah tahanan titipan dari Kepolisian Daerah Yogyakarta. Alasan penitipan karena ruang tahanan di Polda sedang dalam proses renovasi.

“Totalnya ada 11 tahanan yang dititipkan, termasuk empat korban yang meninggal,” kata Suhardi Alius saat ditemui di kantornya, Sabtu, 23 Maret 2013.

Hal ini disampaikan Suhardi termasuk untuk menanggapi sejumlah kecurigaan terutama dari kuasa hukum korban mengenai kejanggalan proses pemindahan para tahanan. Empat tahanan ini ditangkap dalam kasus penusukan anggota Komando Pasukan Khusus, Sersan Satu Santoso, di Cafe Hugos, Sleman, 19 Maret lalu.

Peristiwa penyerangan juga terbilang cepat karena terjadi dalam waktu kurang dari 24 jam sejak keempat tahanan dipindahkan ke Sleman. Empat tahanan ini awalnya adalah tahanan Markas Kepolisian Resor Sleman. Akan tetapi, pada 20 Maret 2013, mereka dipindahkan ke ruang tahanan Polda, dan pada 22 Maret 2013 sekitar pukul 11.00 WIB, dipindahkan ke penjara Sleman.

“Saat ini masih didalami semuanya. Karena kebetulan ruang penahanan Polda Yogya dalam kondisi direnovasi, maka dititipkan,” kata Suhardi.

Para pelaku dengan pakaian rapi dan senjata lengkap memaksa masuk LP Sleman sekitar pukul 00.15 WIB. Secara cepat dan terorganisasi, sekitar 15 orang tersebut langsung mencari kunci dan menemukan empat korban di ruang tahanan Blok A nomor 5, yang berisi 35 tahanan.

Pelaku langsung mengeksekusi keempat korban dengan memberondongkan peluru hingga tewas. Setelah itu, pelaku langsung meninggalkan tempat kejadian dengan dua mobil yang diparkir di halaman depan penjara. Penyerangan terjadi kurang dari satu jam karena pelaku diduga melarikan diri sekitar pukul 01.05 WIB.

Para pelaku juga diduga menggunakan senjata api laras panjang jenis AK-47 dan senjata api jenis FN. Selain korban meninggal dunia, para pelaku yang mencuri kamera CCTV ini juga menyebabkan beberapa penjaga mengalami luka-luka.

Empat tahanan yang diberondong peluru hingga tewas adalah Hendrik Benyamin Sahetapy alias Diki, Yohanis Juan Manbait alias Juan, Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu alias Adi, dan Adrianus Chandra Galaja alias Dedi.

FRANSISCO ROSARIANS

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468939/Dibantah-Korban-Penembakan-Jadi-Ajudan-Paku-Alam

Dibantah, Korban LP Sleman Eks Ajudan Paku Alam

Sabtu, 23 Maret 2013 | 18:30 WIB

Wakil Gubernur DI. Yogyakarta, Paku Alam IX. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Yogyakarta – Keluarga Puro Pakualaman Yogyakarta membantah bahwa Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, salah seorang dari empat tahanan yang tewas dalam penyerbuan di Lembaga Pemasyarakatan Sleman, 23 Maret 2013, bekerja sebagai ajudan Sri Susuhunan Paku Alam IX yang juga Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. (Baca pernyataan keluarga korban)

“Kami tidak mengenalnya,” kata Pengageng Wedono Sentono Kadipaten Pakualaman, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Tjondrokusumo, saat dihubungi Tempo, Sabtu sore, 23 Maret 2013.

Bantahan yang sama juga dikemukakan oleh Direktur PT Jogja Trans Tugu, Bambang Sugiharto. Dia membantah bahwa salah satu korban lain dari penembakan itu, Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu, bekerja sebagai kondektur bus Trans Jogja.

“Tidak ada dalam catatan kami nama itu. Enggak tahu kalau dulu, ya. Lagi pula, kalau dia karyawan kami, mestinya kami berkabung, dong,” kata Bambang.

Sebelumnya, keluarga Deki maupun Gameliel yang ada di Kupang mengatakan bahwa Deki dan Gamaliel sudah lama tinggal dan bekerja di Yogyakarta. Deki disebut bekerja sebagai ajudan Paku Alam. Sedangkan Gamaliel menjadi kondektur bus Trans Jogja.

Keempat tersangka menjadi tahanan titipan Kepolisian Daerah DIY di penjara Cebongan, Sleman. Mereka ditahan karena melakukan pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya anggota TNI Angkatan Darat dari satuan Kopassus, Sersan Satu Santosa, di Hugos Cafe Yogyakarta pada 19 Maret.

Keempat tahanan tersebut ditembak mati oleh kawanan bersenjata di dalam sel mereka di A5 blok Anggrek. Mereka adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu. Mereka berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Adapun penasihat hukum mereka, Rio Rama Baskara, menjelaskan bahwa latar belakang pekerjaan keempat tahanan tersebut beragam. Deki disebut sebagai petugas keamanan. Hanya, lokasi tempatnya bekerja tidak diketahui. “Deki ini simpatisan pendukung perjuangan Anglingkusumo,” kata Rio.

Anglingkusumo adalah saudara lain ibu dengan Paku Alam IX. Dia mengklaim sebagai Paku Alam IX yang sah. Sedangkan Juan adalah seorang polisi. Menurut keterangan Hillarius, advokat dari NTT, Juan tengah menjalani masa hukuman percobaan karena kasus narkoba. Dia dikenai hukuman satu tahun penjara sejak 2012.

“Dia telah menjalani dua pertiga masa hukuman, lalu bebas bersyarat. Tapi saat bebas bersyarat malah ditembak,” kata Hillarius, yang bukan merupakan penasihat hukum keempat tahanan tersebut. Gamaliel disebut bekerja di BUMD, namun belum ada kejelasan perusahaan daerah yang dimaksud. Adrianus pun hingga saat ini belum diketahui bekerja sebagai apa. “Kami belum sempat bertanya jauh dengan mereka kemarin (22 Maret),” kata Rio.

PITO AGUSTIN RUDIANA

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468946/Kasus-Lapas-Polisi-Belum-Koordinasi-Dengan-TNI

Kasus LP Sleman, Polisi Belum Kontak TNI

Sabtu, 23 Maret 2013 | 19:24 WIB

Petugas Brimob bersenjata laras panjang berjaga di depan Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3). Segerombolan orang bersenjata laras panjang telah menyerbu Lapas Cebongan dan membunuh 4 orang tersangka pembunuhan Sertu Santoso. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Suhardi Alius, menyatakan polisi belum melakukan koordinasi dengan TNI mengenai kasus penyerangan dan penembakan empat tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Kepolisian mengklaim masih fokus pada penyelidikan dan enggan untuk menduga-duga identitas sekitar 15 orang bersenjata lengkap yang menyerang Lapas tersebut.

“Nanti kalau pelakunya mengarah ke siapa baru kami berkoordinasi. Sekarang ini kan masih dugaan,” kata Suhardi Alius saat ditemui di kantornya, Sabtu, 23 Maret 2013.

Ia juga enggan untuk menyimpulkan adanya indikasi bahwa tersangka penyerang dan penembak empat tersangka kasus penusukan anggota TNI itu berasal dari anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Menurut dia, polisi harus memberikan informasi berdasarkan hasil penyelidikan secara proposional dan profesional.

“Kami tidak bisa menduga. Nanti kami kembangkan, kalau pelakunya sipil nanti akan jadi tanggung jawab kami,” kata dia.

Menurut Alius, anggota polisi dari Kepolisian Daerah Yogyakarta masih fokus untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, pengumpulan barang bukti, pemeriksaan saksi, dan penelusuran jejak para pelaku. Hingga saat ini polisi sudah memeriksa sekitar 15 orang dari penjaga dan tahanan Lapas. Polisi juga sudah mengumpulkan barang bukti berupa selongsong, peluru, dan hasil otopsi empat korban.

Empat tahanan yang diberondong peluru hingga tewas pada Sabtu dinihari, 23 Maret 2013, adalah Hendrik Benyamin Sahetapy alias Diki, Yohanis Juan Manbait alias Juan, Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu alias Adi, dan Adrianus Chandra Galaja alias Dedi. Keempatnya adalah tersangka kasus penusukan Sersan Satu Santoso, anggota Kopassus TNI AD,  di Cafe Hugos, Sleman pada 14 Maret 2013. (Baca: Kronologi serangan penjara Sleman)

FRANSISCO ROSARIANS

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468962/Korban-Penembakan-Lapas-Pernah-Bertugas-di-Aceh

Korban LP Sleman Pernah Bertugas di Aceh

Sabtu, 23 Maret 2013 | 23:16 WIB

Sejumlah petugas kepolisian bersenjata laras panjang berjaga di depan Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3), setelah terjadi penyerangan oleh segerombolan orang bersenjata laras panjang pada Sabtu (23/3) dini hari dan membunuh 4 orang tersangka pembunuhan Sertu Santoso. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Yogyakarta -Korban penembakan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yohanes Juan Manbait, pernah bertugas sebagai anggota Brigade mobil (Brimob) di Aceh beberapa kali. “Adik saya pernah bertugas sebagai anggota Brimob selama dua kali pada tahun 2000-an,” kata kakak kandung Yohanes, sebut saja namanya Ananda, saat dihubungi Tempo lewat ponselnya, Sabtu petang, 23 Maret 2013. (Baca: 4 tahanan Lapas Sleman Dieksekusi di Depan Napi Lain)

Menurut Ananda, adik kandungnya menikah secara resmi dengan warga Aceh bernama Ros dan memiliki seorang anak bernama Amor, 3 tahun. Ros pernah tinggal di Yogyakarta, namun kini dia berada di Aceh bersama anaknya.

Yohanes, kata dia, merupakan warga kelahiran Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), 25 Februari 1975. Pria 38 tahun itu merupakan putra keempat dari delapan bersaudara.

Ananda menyebutkan adik kandungnya terakhir bekerja sebagai anggota Poltabes Yogyakarta. Yohanes pernah tersandung kasus narkoba dan pernah menjalani hukuman penjara selama dua tahun lebih.

Pengacara Yohanes, Rio Rama Baskara, mengatakan mendiang Yohanes merupakan anggota kepolisian yang sedang menjalani sidang etik atau disiplin kepolisian. “Upaya hukum terus kami lakukan,” katanya.

Ihwal Yohanes yang tersangkut kasus narkoba juga diungkapkan Hendro Sariyanto, adik angkat Yohanes. Dia mengatakan Yohanes merupakan anggota kepolisian yang diberhentikan karena tersangkut kasus narkoba. Ia dikenai hukuman penjara selama dua tahun lebih delapan bulan. “Terakhir Juan bekerja sebagai anggota Buser Polresta Yogyakarta,” kata dia di RSUP Dr. Sardjito.

Dia menambahkan almarhum sering dimintai bantuan untuk menjadi petugas kemanan di Hugo’s Cafe. “Juan sering datang ke Hugo’s Cafe sebagai security,” katanya.

Yohanes adalah salah satu dari empat tahanan yang diserang dan ditembak di Lapas Cebongan, Sleman, pada Sabtu dinihari, 23 Maret 2013. Penyerangan itu dilakukan belasan orang bersenjata. (Baca: Kronologi penyerangan)

SHINTA MAHARANI

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/078468931/Polisi-Periksa-15-Saksi-Penyerangan-Lapas-Sleman

15 Saksi Penyerangan LP Sleman Diperiksa

Sabtu, 23 Maret 2013 | 16:59 WIB

Sejumlah penyidik dari Polda DIY memasuki Lapas Cebongan untuk olah TKP di Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3). Segerombolan orang bersenjata laras panjang telah menyerbu Lapas Cebongan pada Sabtu (23/3) dini hari dan membunuh empat orang tersangka pembunuhan Sertu Santoso. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta – Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Sleman, Yogyakarta. Kasus ini sendiri sedang dalam penyelidikan Kepolisian Daerah Yogyakarta, yang hari ini langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Yang sudah diperiksa 15 orang dan akan bertambah, saksi penjaga atau sipir yang menjaga dan dari saksi para tahanan yang berada di sekitar lokasi penembakan korban,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian RI, Suhardi Alius, saat ditemui di kantornya, Sabtu, 23 Maret 2013.

Suhardi sendiri belum bisa memaparkan secara detail identitas para saksi yang sudah dan akan diperiksa. Selain pemeriksaan saksi, menurut dia, kepolisian sedang mengumpulkan sejumlah bukti, seperti selongsong, anak peluru, hasil otopsi korban, dan jejak-jejak pelaku. “Semua belum tuntas karena proses masih berjalan,” katanya.

Suhardi menuturkan kronologi singkat peristiwa penyerangan itu, yang berawal dari usaha belasan orang dengan senjata lengkap memaksa masuk LP Sleman sekitar pukul 00.00 WIB. Setelah masuk, para pelaku diduga langsung mengincar empat tahanan, yang kemudian diberondong tembakan hingga tewas.

Para pelaku juga diduga menggunakan senjata api laras panjang jenis AK-47 dan senjata api jenis FN. Selain korban meninggal dunia, para pelaku yang mencuri kamera CCTV juga menyebabkan beberapa penjaga mengalami luka-luka.

Empat tahanan yang diberondong peluru hingga tewas adalah Hendrik Benyamin Sahetapy alias Diki, Yohanis Juan Manbait alias Juan, Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu alias Adi, dan Adrianus Chandra Galaja alias Dedi. Keempatnya adalah tersangka kasus penusukan anggota TNI AD Komando Pasukan Khusus di Cafe Hugos, Sleman.

FRANSISCO ROSARIANS

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/24/058469000/Kata-Tim-Forensik-Soal-Korban-LP-Sleman

Kata Tim Forensik Soal Korban LP Sleman

Minggu, 24 Maret 2013 | 09:30 WIB

TEMPO.CO, Sleman – Tim dokter forensik Rumah Sakit Umum Pemerintah Dr. Sardjito melakukan uji forensik terhadap empat jenazah tahanan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman. Proses autopsi ini dibantu oleh tim dari Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kata ahli forensik RSUP Dr Sardjito, Dr. Lipur Riyantiningtyas, tim memerlukan waktu tiga hingga empat jam untuk mengautopsi satu jenazah. Dan autopsi awal dilakukan terhadap dua jenazah dalam waktu bersamaan. “Luka pada jenazah cukup banyak,” kata Lipur di RSUP Dr Sardjito, Sabtu, 23 Maret 2013. “Kami pun perlu melakukan visum dan pemeriksaan penunjang.”

Di waktu berbeda, Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda DIY, Dr. Didiet Setioboedi, enggan menjelaskan hasil uji forensik. Kata Didiet, hasil autopsi langsung diserahkan ke penyidik Polda DIY. “Empat jenazah sudah diperiksa. Tapi penjelasannya ada di penyidik, kami tidak berwenang,” kata Didiet.

Uji forensik terhadap empat jenazah korban dilakukan Sabtu, 23 Maret 2013, pukul 11.45 hingga 20.30. Selama autopsi, beberapa polisi berlaras panjang, dari Brimob Polda DIY, tampak berjaga. Sedangkan semua pengunjung dilarang memasuki ruang forensik.

Sekitar pukul 20.45, sejumlah polisi menggotong empat bungkusan plastik hitam ke mobil dinas. Pada permukaan plastik tertera tulisan properti korban penembakan. (Baca juga: Kepala Pengaman LP Sleman Ditodong Pistol).

Empat korban tewas di LP Cebongan, Sleman, adalah Yohanes Juan Mambait, 38 tahun, Angel Sahetapi alias Deki (31), Adrianus Candra Galaga alias Dedi (33), dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu alias Adi (29). Mereka meninggal dalam sel setelah ditembak oleh gerombolan lelaki yang diduga anggota Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat.

SHINTA MAHARANI

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/24/058469029/31-Peluru-Ditemukan-di-Tubuh-Korban-LP-Sleman

31 Peluru Ditemukan di Tubuh Korban LP Sleman

Minggu, 24 Maret 2013 | 12:29 WIB

Empat kantong plastik berisi barang-barang pribadi milik keempat tahanan yang tewas saat dibawa dari Instalasi Kedokteran Forensik, RSUD Dr. Sardjito, kabupaten Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3). Barang-barang tersebut serta hasil autopsi akan dibawa kepada penyidik untuk pengungkapan kasus penyerbuan oleh segerombolan orang bersenjata pada Sabtu (23/3) dini hari yang menewaskan keempat tahanan titipan di Lapas II B Cebongan Sleman. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Sleman  – Penyidik Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menemukan 31 proyektil peluru pada tubuh empat korban penembakan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Sabtu, 23 Maret 2013. Kini, puluhan peluru itu tengah diteliti di laboratorium forensik.

Kepala Polda DIY Brigadir Jenderal Sabar Rahardjo menyatakan pihaknya sedang mengevaluasi langkah investigasi. Penyidik juga masih meneliti jenis peluru dan senjata yang digunakan pelaku. “Apa saja hasil temuan, belum dapat kami sampaikan agar tidak mengaburkan penyelidikan,” kata Sabar, Ahad, 24 Maret 2013. “Penyidik juga perlu melakukan penelitian ilmiah.”

Soal dugaan siapa pelaku pembantaian empat tahanan itu, Sabar juga belum tahu. Ia hanya berjanji akan membukanya ke publik bila sudah benar-benar mengetahui siapa para penembak itu.

Empat tahanan korban penembakan itu adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu. Mereka tewas dalam sel setelah diberondong peluru oleh segerombolan pria.

Dugaan sementara, penembakan itu dilakukan anggota Komando Pasukan Khusus TNI AD. Motifnya adalah balas dendam atas kematian anggota Kopassus, Sersan Satu Santoso, pada Selasa, 19 Maret 2013. Santoso meninggal di tangan keempat tahanan LP Sleman di Hugo’s Cafe, Jalan Adisutjipto Km 8,5 Maguwoharjo, Sleman. Namun pihak Kopassus telah membantah anggotanya terlibat penyerangan ini.

MUH SYAIFULLAH

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/24/058469056/IPW-Penyerang-LP-Sleman-Pasukan-Siluman

IPW: Penyerang LP Sleman Pasukan Siluman

Minggu, 24 Maret 2013 | 15:14 WIB

Petugas Brigade Mobil Polda DIY berjaga di Instalasi Kedokteran Forensik, RSUD Dr. Sardjito, kabupaten Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3). Autopsi yang dilakukan oleh tim gabungan dari RSUD Dr. Sardjito dan tim Kedokteran dan Kesehatan Polda DIY ini bertujuan untuk meneliti penyebab utama kematian empat tahanan titipan di Lapas II B Cebongan Sleman dan menjadi salah satu bukti penting pengungkapan kasus penyerbuan oleh segerombolan orang bersenjata pada Sabtu (23/3) dini hari. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan penyerangan sekelompok orang bersenapan laras panjang ke Lembaga Pemasyarakatan II-B Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan bentuk aksi yang dilakukan pasukan siluman.

“Indonesia saat ini dalam bahaya teror pasukan siluman bersenjata api yang setiap saat bisa mencabut nyawa orang-orang tertentu,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S. Pane, melalui keterangan tertulis, Ahad, 24 Maret 2013.

Menurut dia, jika aksi teror seperti ini dibiarkan, bukan tidak mungkin suatu saat nanti aksi pasukan siluman tersebut akan menyerang sendi-sendi kenegaraan. “Termasuk menyerang kepentingan kepala negara,” ujar Neta.

Dalam setahun terakhir, IPW mencatat tiga kasus penyerangan oleh pasukan siluman yang tak kunjung terungkap. Pertama, penyerangan oleh pasukan yang disebut-sebut sebagai Geng Motor Pita Kuning di Jakarta, April 2012 lalu. Mereka merusak delapan tempat di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Termasuk Kepolisian Sektor Tanjung Priok. “Mereka juga membunuh dua orang dan belasan lainnya luka,” ucap Neta.

Kedua, penyerangan yang menewaskan delapan anggota Tentara Nasional Indonesia dan satu orang sipil di Papua, pada 21 Februari 2013. Terakhir, penyerangan sekelompok orang ke LP II-B Cebongan, Sleman, kemarin. “Sampai saat ini tidak diketahui siapa penyerang LP Sleman,” kata Neta.

Menurut Neta, ada yang mengatakan bahwa pelaku penyerangan adalah kelompok preman atau teroris. “Jika mereka preman atau teroris, apa kepentingan mereka menyerbu LP dan mengeksekusi tersangka pembunuh anggota Kopassus?” ujarnya.

Ia mengatakan, penyerangan ke LP II-B Cebongan, Sleman merupakan sejarah terburuk dalam sistem keamanan di Indonesia. “Meski pasukan siluman terus menebar teror, belum ada tanda-tanda bakal terungkap,” Neta berujar.

Versi polisi, penyerangan ke LP II-B Cebongan dilakukan 17 orang. Tapi Kementerian Hukum dan HAM melansir jumlah penyerang tak lebih dari 15 orang. Akibat penyerangan ini, empat tahanan asal Nusa Tenggara Timur tewas karena diberondong timah panas di dalam sel oleh pelaku penyerangan.

Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, Brigadir Jenderal Sabar Rahardjo, mengatakan empat korban adalah tersangka pembunuhan anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan, Surakarta, Sersan Satu Santoso.

Selain menembak empat korban, kawanan penyerang menganiaya delapan petugas LP menggunakan popor senapan laras panjang. Mereka dianiaya karena mencegah penyerang masuk ke dalam LP. Untuk menghilangkan jejak, para pelaku mengambil CCTV di dekat sel korban dan di depan pintu masuk lapas. Selengkapnya berita penyerbuan Lapas Sleman klik di sini.

PRIHANDOKO

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/24/063469025/Penyerang-Lapas-Sleman-Diduga-Kuat-Anggota-Militer

Penyerang Lapas Sleman Diduga Kuat Anggota Militer

Minggu, 24 Maret 2013 | 11:53 WIB

Sejumlah penyidik dari Polda DIY memasuki Lapas Cebongan untuk olah TKP di Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3). Segerombolan orang bersenjata laras panjang telah menyerbu Lapas Cebongan pada Sabtu (23/3) dini hari dan membunuh empat orang tersangka pembunuhan Sertu Santoso. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Eksekutif Imparsial Poengky Indarti menduga penyerangan sekelompok orang bersenapan laras panjang ke Lembaga Pemasyarakatan II-B Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dinihari kemarin, dilakukan oleh orang-orang yang sudah terlatih.

“Yang jelas ini pelakunya militer,” kata Poengky, saat dihubungi Tempo, Ahad, 24 Maret 2013. Menurut dia, penyerbuan sekelompok orang itu ke lapas kemudian menembak empat orang tahanan jelas-jelas telah membuka motif penyerangan.

Apalagi empat orang yang menjadi korban adalah tersangka pembunuhan seorang anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Grup II Kandang Menjangan. Karena itu, Poengky menduga pelaku juga berasal dari satuan Kopassus. (Baca: Kopassus Bantah Anggota Terlibat Penyerangan)

Menurut dia, semangat korps anggota Kopassus sangat tinggi. “Kalau satu Kopassus dibunuh, yang lain pasti akan melindungi atau membalas dendam,” ujar Poengky.

Poengky ragu jika dikatakan pelaku penyerangan adalah teroris atau preman. “Teroris kan tidak mungkin menyerbu penjara,” ucapnya. “Preman juga tidak mungkin melawan preman sendiri.”

Versi polisi, penyerangan ke lapas II-B Cebongan dilakukan 17 orang. Tapi Kementerian Hukum dan HAM melansir jumlah penyerang tak lebih dari 15 orang. Akibat penyerangan ini, empat tahanan asal Nusa Tenggara Timur tewas karena diberondong timah panas di dalam sel oleh pelaku penyerangan.

Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta Brigadir Jenderal Sabar Rahardjo mengatakan, empat korban adalah tersangka pembunuhan anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan, Surakarta, Sersan Satu Santoso.

Selain menembak empat korban, kawanan penyerang menganiaya delapan petugas lapas menggunakan popor senapan laras panjang. Mereka dianiaya karena mencegah penyerang masuk ke dalam lapas. Untuk menghilangkan jejak, para pelaku mengambil CCTV di dekat sel korban dan di depan pintu masuk lapas.

PRIHANDOKO

http://www.tempo.co/read/fokus/2013/03/24/2730/Serangan-Kilat-di-Penjara-Cebongan

Serangan Kilat di Penjara Cebongan

Minggu, 24 Maret 2013 | 15:39 WIB

Petugas Brimob bersenjata laras panjang berjaga di depan Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3). Segerombolan orang bersenjata laras panjang telah menyerbu Lapas Cebongan dan membunuh 4 orang tersangka pembunuhan Sertu Santoso. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta – Ini bukan serangan biasa. Sekelompok orang bersenapan laras panjang, diduga jenis AK-47, menyerang Lembaga Pemasyarakatan II-B Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu, 23 Maret 2013 dinihari. Versi polisi menyebutkan jumlahnya 17 orang, tapi Kementerian Hukum dan HAM melansir jumlah penyerang tak lebih dari 15 orang.

Dalam waktu kurang dari satu jam mulai pukul 00.15 WIB, empat tahanan asal Nusa Tenggara Timur tewas setelah diberondong timah panas di dalam sel oleh para pelaku penyerangan. Menurut Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta Brigadir Jenderal Sabar Rahardjo, empat korban itu adalah tersangka pembunuhan anggota Komando Pasukan Khusus Grup II Kandang Menjangan, Surakarta, Sersan Satu Santoso. “Mereka memang pelakunya,” kata Sabar.

Selain menembak empat korban, kawanan penyerang menganiaya delapan petugas lapas menggunakan popor senapan laras panjang. Mereka dianiaya karena mencegah penyerang masuk ke dalam lapas. Selain terluka di kepala dan dagu, ada petugas yang matanya lebam karena dipukul dengan gagang senapan. Korban dan petugas lapas langsung dilarikan ke Rumah Sakit Sardjito, Yogya. Untuk menghilangkan jejak, para pelaku mengambil closed circuit television (CCTV) di dekat sel korban dan di depan pintu masuk lapas.

Karena korban adalah tersangka pembunuh anggota Kopassus, sempat beredar kabar pelaku penyerangan adalah anggota Kopassus Menjangan yang menuntut balas atas kematian temannya. Namun tudingan itu dibantah Panglima Kodam IV Diponegoro Mayor Jenderal Hardiono Sarojo. Menurut dia, penyerang itu tidak ada hubungannya dengan Kopassus Kandang Menjangan. “Penyerangan itu dilakukan orang tak dikenal, tidak ada hubungannya dengan Kopassus,” katanya.

Seorang warga Cebongan, Dwi, mengaku sempat melihat kedatangan para pelaku. Mereka adalah pria-pria berbadan tegap yang turun dari  dua mobil seperti Kijang Innova tak jauh dari kompleks lapas.

Pengamat militer Mufti Maakarim menilai pelaku penyerangan adalah kelompok profesional, dan aksinya terencana. “Ini bisa dilihat dari cepatnya kejadian,” katanya.

Siapa pun pelakunya, menurut Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana, kepolisian tidak boleh gentar mengusut pelaku penyerangan itu. “Pelaku harus dihukum dengan tegas, tidak boleh ada yang di atas hukum,” katanya. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM juga berharap kasus ini segera tuntas. “Siapa pun pelakunya harus segera ditangkap dan diadili,” katanya.

Sampai Minggu, tim gabungan Mabes Polri dan Kepolisian Daerah Yogyakarta sudah meminta keterangan dari sedikitnya 15 saksi. Sebagian di antaranya petugas lapas. Selain itu, polisi juga sedang mengumpulkan bukti, seperti selongsong, anak peluru, hasil otopsi korban, dan jejak para pelaku.”Prosesnya masih berjalan,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Suharli Alius.

Muh Syaifullah I Pito AgustianI Fransisco Rosarians I Subkhan I Ira Guslina Sufa I AA

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469134/Apa-Senjata-Pelaku-Penyerangan-Lapas-Sleman

Apa Senjata Pelaku Penyerangan LP Sleman

Senin, 25 Maret 2013 | 09:34 WIB

Petugas Brimob bersenjata laras panjang berjaga di depan Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3). Segerombolan orang bersenjata laras panjang telah menyerbu Lapas Cebongan dan membunuh 4 orang tersangka pembunuhan Sertu Santoso. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar menyatakan, dari puluhan selongsong peluru yang ditemukan di tempat kejadian penembakan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Kabupaten Sleman, masih belum diketahui asal jenis senjata yang digunakan pelaku.

Boy membenarkan ada sekitar 31 selongsong peluru di tempat kejadian yang ditembakkan dari senjata laras panjang. “Peluru ini kan bisa dipakai bermacam-macam senjata, tapi nama senjatanya belum bisa dipastikan karena masih diperiksa oleh tim Puslabfor,” kata Boy ketika dihubungi, Ahad, 24 Maret 2013. (Baca: 31 Peluru Ditemukan di Tubuh Korban LP Sleman)

Terkait penyerbuan yang diduga telah direncanakan dan terstruktur, Boy belum mau berspekulasi. Menurut dia, dugaan tersebut baru bisa diketahui setelah menerima hasil pemeriksaan dan fakta-fakta di lapangan. Saat ini tim sedang melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap kejadian sebenarnya, termasuk ciri-ciri pelaku penembakan. (Baca: Penyerang Lapas Sleman Diduga Kuat Anggota Militer)

“Kami belum bisa periksa karena orangnya saja belum tertangkap. Setelah diketahui fakta-fakta lalu dianalisis, baru akan ada kesimpulan tentang cara dan modus operandi pelaku,” katanya.

Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta, diserbu belasan orang bersenjata api, Sabtu 23 Maret 2013 dinihari. Empat tahanan tewas dan dua sipir terluka. Korban tewas adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu. (Baca: Jenazah Korban Lapas Sleman Diterbangkan ke NTT)

ROSALINA

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469139/Penyerangan-LP-Sleman-Terencana-Ini-Indikasinya

Penyerangan LP Sleman Terencana, Ini Indikasinya

Senin, 25 Maret 2013 | 10:33 WIB

Sejumlah penyidik dari Polda DIY memasuki Lapas Cebongan untuk olah TKP di Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3). Segerombolan orang bersenjata laras panjang telah menyerbu Lapas Cebongan pada Sabtu (23/3) dini hari dan membunuh empat orang tersangka pembunuhan Sertu Santoso. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengatakan, penembakan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dilakukan dengan rapi, cepat, dan terencana.

Salah seorang dari belasan pelaku bahkan ada yang berperan sebagai time keeper alias penjaga waktu. “Ada satu saksi yang melihat pelaku terus-terusan melihat jam di tangannya,” kata koordinator Kontras, Haris Azhar, kepada wartawan, Ahad, 24 Maret 2013.

Haris mengatakan, penembakan yang dilakukan belasan pelaku bersenjata api tersebut terjadi singkat. “Hanya 15 menit,” katanya. Inilah salah satu indikasi yang menguatkan dugaan Kontras bahwa penembakan tersebut direncanakan dan dilakukan oleh orang-orang terlatih. (Baca: Penyerang LP Sleman Diduga Kuat Anggota Militer)

Peristiwa penembakan tersebut terjadi pada Sabtu dinihari, 23 Maret, sekitar pukul 00.30. Sekitar 17 orang yang menerobos masuk penjara Cebongan mencari sasaran. Pelaku menggunakan baju sipil, berompi, bercelana panjang–sebagian bercelana jins, dan memakai penutup muka. (Baca juga: Operasi Buntut Kuda Penjara Cebongan Sleman)

Adapun empat orang yang tewas diberondong peluru adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu ditahan. Keempatnya adalah tersangka penganiayaan yang menewaskan anggota Kopassus, Sersan Satu Santoso.

Kontras merangkum kronologi kejadian berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang berada di tempat kejadian, di antaranya kepala penjara Sukamto. Kontras juga menyambangi penjara Cebongan sehari setelah kejadian. (Baca: Penyerbuan LP Cebongan Bermula dari Saling Pandang)

ANANDA BADUDU

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469174/Firasat-Buruk-Pemindahan-Tahanan-Lapas-Sleman

Firasat Buruk Pemindahan Tahanan Lapas Sleman

Senin, 25 Maret 2013 | 12:00 WIB

Sejumlah petugas kepolisian bersenjata laras panjang berjaga di depan Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3), setelah terjadi penyerangan oleh segerombolan orang bersenjata laras panjang pada Sabtu (23/3) dini hari dan membunuh 4 orang tersangka pembunuhan Sertu Santoso. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta – Guru besar hukum pidana Universitas Indonesia Andi Hamzah menilai tidak ada yang salah dalam perpindahan tahanan dari penjara di Kepolisian Daerah Yogyakarta ke Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun biasanya, penahanan di Kepolisian (Polda) menghabiskan waktu hingga 20 hari.

“Biasanya, ditahan di Polda 20 hari, kemudian kalau jaksa memperpanjang, waktu penahanannya bertambah lagi 40 hari,” kata Andi saat dihubungi, Jumat, 24 Maret 2013. “Dalam rentang waktu yang 40 hari inilah biasanya tempatnya di LP.”

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar Azis mengatakan Sukamto, Kepala LP Cebongan, punya firasat buruk soal pengiriman empat tersangka penganiayaan yang menyebabkan tewasnya anggota Kopassus Sersan Satu Santoso.

Empat tersangka itu ialah Hendrik Benyamin Sahetapy alias Diki, Yohanis Juan Manbait alias Juan, Gamaliel Yermiyanto Rohi Riwu alias Adi, dan Adrianus Chandra Galaja alias Dedi. Mereka dikirim ke penjara Cebongan bersama dengan tujuh tahanan lainnya. (Baca: Lihat Teman Satu Sel Didor, Napi Cebongan Trauma)

Pengiriman itu terjadi pada Jumat, 22 Maret 2013. Haris mengatakan tak biasanya Kepolisian menitipkan tahanan ke LP, apalagi pemeriksaan tersangka baru berjalan sekitar tiga atau empat hari.

Sukamto lantas mengontak Polda Yogyakarta untuk menanyakan alasan pengiriman empat tersangka tersebut. Tak hanya mengontak Polda, dia juga mengontak Markas Besar Kepolisian. Firasat buruk Sukamto ternyata terbukti. (Baca: Penyerangan LP Sleman Terencana, Ini Indikasinya)

Menurut Andi, perpindahan tahanan dari Kepolisian ke LP memang wajar terjadi dengan alasan beragam. Misalnya jumlah tahanan di LP melebihi kapasitas atau untuk urusan penyidikan. (Baca: Operasi Buntut Kuda Penjara Cebongan Sleman)

MUHAMAD RIZKI KURNIAWAN | ANANDA BADUDU

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469177/Pasti-Ada-Petunjuk-dari-Penyerangan-Lapas-Sleman

Pasti Ada Petunjuk dari Penyerangan Lapas Sleman

Senin, 25 Maret 2013 | 12:24 WIB

Wakapolri Komjen Nanan Sukarna. ANTARA/Feny Selly

TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Kepala Polri, Komisaris Jenderal Nanan Soekarna, tak membantah penyerangan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata terhadap Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, terencana. Namun, ia yakin ada ketidaksempurnaan dalam penyerangan tersebut.

“Semua kejahatan mesti ada ketidaksempurnaan,” ujar Nanan di sela rapat kerja teknis Humas Polri se-Indonesia di kantornya, Senin, 25 Maret 2013. “Itu rumusnya penyidik. Kalau tak pakai rumus itu, pasti kami menyerah. Itulah yang namanya petunjuk.”

Namun, Nanan tak menanggapi dugaan bahwa pelaku penyerangan adalah anggota Komando Pasukan Khusus TNI AD. Hanya, ia tak menyalahkan bila ada orang yang menduga demikian. “Semua boleh menduga-duga, tapi jangan menduga yang suudzon (buruk sangka),” katanya.

Belasan orang menyerbu Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, pada Sabtu, 23 Maret 2013. Mereka lantas menembak mati empat orang tahanan. Keempatnya adalah pelaku penganiayaan hingga tewas anggota Kopassus, Sersan Satu Santoso di Hugo’s Cafe, Jalan Adisutjipto Km 8,5 Maguwoharjo, Sleman, pada Selasa, 19 Maret 2013.

Keempat tersangka itu adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, 31 tahun, Yohanes Juan Manbait (38), Gameliel Yermianto Rohi Riwu alias Adi (29), dan Adrianus Candra Galaja alias Dedi (33). Dari jenazah para tersangka kemudian ditemui bersarang 31 peluru.

Nanan menuturkan institusinya masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menentukan secara jelas motif dan mencari pelakunya. Semua pihak yang diduga terlibat, ucap dia, akan dimintai keterangan. Ia memastikan polisi tak akan segan memeriksa siapa pun yang memiliki senjata berjenis sama dengan pelaku.

“Banyak yang punya senjata di luar dan uji balistik akan menentukannya,” kata Nanan. Ia berharap semua pihak mendukung langkah kepolisian mengusut kasus ini. Media juga diimbau memberitakan kejadian secara berimbang. “Kami mohon media mendukung agar tidak bias ke mana-mana. Jangan malah membuat pelaku berhasil menebar teror.”

TRI SUHARMAN

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469239/Penembak-Tahanan-Sleman-Diduga-Satu-Orang

Penembak Tahanan Sleman Diduga Satu Orang

Senin, 25 Maret 2013 | 15:46 WIB

Petugas Brigade Mobil Polda DIY berjaga di Instalasi Kedokteran Forensik, RSUD Dr. Sardjito, kabupaten Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3). Autopsi yang dilakukan oleh tim gabungan dari RSUD Dr. Sardjito dan tim Kedokteran dan Kesehatan Polda DIY ini bertujuan untuk meneliti penyebab utama kematian empat tahanan titipan di Lapas II B Cebongan Sleman dan menjadi salah satu bukti penting pengungkapan kasus penyerbuan oleh segerombolan orang bersenjata pada Sabtu (23/3) dini hari. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menduga penembak empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berjumlah satu orang. Dugaan tersebut muncul setelah Kontras meninjau lokasi dan memintai keterangan saksi-saksi di tempat kejadian.

“Yang masuk ada belasan, yang eksekusi satu orang,” kata Koordinator Kontras, Haris Azhar, kepada wartawan, Ahad, 24 Maret 2013.

Adapun empat orang yang tewas diberondong peluru adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu. Keempatnya adalah tersangka penganiayaan yang menewaskan anggota Kopassus, Sersan Satu Santoso.

Melihat penembakan yang dilakukan dengan rapi dan cepat, Haris menduga aksi tersebut merupakan operasi terencana. Senjata yang digunakan pun bukan sembarang senjata. Penyerang menggunakan senjata laras panjang, granat, dan pistol jenis FN. (Baca: Penyerangan LP Sleman Terencana, Ini Indikasinya)

Unsur perencanaan penembakan tersebut terlihat dari pembagian tugas di antara pelaku. Ada beberapa pelaku yang terlihat memegang tugas khusus. Salah satunya, kata Haris, berperan sebagai pengatur waktu. “Ada saksi yang melihat dia selalu melihat jam di tangannya,” kata Haris.

Ada yang berpura-pura menjadi aparat dari Polda Yogyakarta. Ada juga satu pelaku yang secara khusus berperan sebagai eksekutor. “Penyerangan tersebut sangat terencana,” katanya.

Dari cara-cara pelaku mengejar dan mengeksekusi sasaran, Haris menduga pelaku adalah orang terlatih. Ia mengatakan penembakan tersebut patut diduga terkait dengan kasus penganiayaan yang menewaskan anggota Kopassus Sersan Satu Santoso yang terjadi 19 Maret 2013 lalu.

ANANDA BADUDU

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469110/Ini-Kronologi-Penyerbuan-Cebongan-Versi-Kontras

Ini Kronologi Penyerbuan Cebongan Versi Kontras

Senin, 25 Maret 2013 | 04:03 WIB

Koordinator Kontras, Haris Azhar. Tempo/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta – Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) telah memantau tempat penembakan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari hasil pantauan lapangan, Kontras menyimpulkan aksi penembakan terencana dan dilakukan profesional.

“Penembakan itu rapi, cepat, dan terencana. Pelaku dibekali dengan banyak informasi,” kata Koordinator Kontras Haris Azhar kepada wartawan, Ahad, 24 Maret 2013.

Peristiwa penembakan tersebut terjadi pada Sabtu, 23 Maret, sekitar pukul 00.30 dinihari. Sekitar 17 orang menerobos masuk penjara Cebongan. Pelaku menggunakan baju sipil, berompi, bercelana panjang, sebagian bercelana jin, dan memakai penutup muka.

Malam itu penjara hanya dijaga oleh delapan sipir. Dua di antaranya berjaga di meja piket bagian depan. Haris mengatakan saat peristiwa terjadi, situasi di sekitar penjara sepi.  Lokasinya memang sedikit jauh dari jalan utama. Penjara itu, kata Haris, dikelilingi oleh sawah dan kebun. Hanya ada beberapa rumah warga di dekat penjara, dua di depan, dan satu di samping. Rumah di bagian depan penjara pun belum selesai dibangun. “Di lokasi atau jalan di depan tidak terlihat lampu yang bisa menerangi,” katanya.

Pelaku merangsek mulai masuk ke area penjara sekitar pukul 00.30. Berdasakan keterangan saksi di lokasi, saat kejadian terlihat ada tiga truk di dekat penjara. Namun, tak bisa dipastikan apakah ketiga truk tersebut terkait dengan penyerangan.

Untuk menembus penjagaan penjara, pertama-tama seorang di antara pelaku mengaku sebagai aparat Kepolisian Daerah Yogyakarta yang hendak mengambil tahanan dari dalam penjara. Ia datang dan berbicara pada petugas piket yang berjaga di area depan penjara.

Haris mengatakan, ada dua lapis penjagaan di dalam penjara, yakni lapis dalam dan lapis luar. Lapis pertama adalah gerbang yang memisahkan bagian piket penjara dengan pekarangan luar. Pelaku yang bepura-pura berasal dari aparat kepolisian menunjukkan surat kepada petugas piket, mengatakan ingin berkoordinasi dengan empat tahanan yang jadi sasaran.

Petugas piket kemudian memanggil kepala keamanan. Sesaat setelah kepala keamanan datang, pintu gerbang dibuka. Saat itulah belasan pelaku lain merangsek masuk. Mereka menggunakan senjata laras panjang dan menodongkannya ke penjaga. Sebagian di antaranya masuk ke penjagaan lapis dalam sembari menodong dan menyandera sipir. “Tindakan ini juga disertai ancaman pengeboman,” kata Haris.

Menurut pengakuan Sukamto, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, anak buahnya sempat dianiaya dan diseret oleh pelaku. Terlihat dari bercak darah di lantai penjara. “Bercak darah ada sampai lantai dua,” kata Haris.

Beberapa pelaku menanyakan pada sipir di sel mana empat sasaran mereka ditempatkan. Beberapa penjaga tidak tahu di mana empat tahanan yang baru sehari diserahkan oleh Polda tersebut. “Sipir dipaksa mengaku dengan dianiaya,” kata Haris.

Akhirnya ada penjaga yang mengetahui di mana empat tahanan itu berada. Sasaran berada di sel 5A. Pelaku mengambil kunci-kunci sel dan diserahkan pada penjaga yang mengetahui keberadaan sasaran.

Setibanya di sel 5A, pelaku menemukan ada 35 tahanan berada di sana. Mereka ditanya mana yang merupakan pelaku pembunuhan Sersan Satu Santoso. “Terjadi kepanikan di dalam sel hingga akhirnya empat orang terpisah dari tahanan lainnya,” kata Haris.

Setelah terpisah, salah seorang pelaku memberondong sasaran dengan peluru. Empat orang tewas di dalam sel. Mereka adalah Hendrik Benyamin Sahetapy alias Diki, Yohanis Juan Manbait alias Juan, Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu alias Adi, dan Adrianus Chandra Galaja alias Dedi.

“Yang eksekusi hanya satu orang,” ujar Haris. “Ini seperti operasi buntut kuda. Yang menerobos banyak, semakin dekat dengan sasaran semakin sedikit, dan yang mengeksekusi hanya satu orang,” ujarnya.

Seusai menghabisi sasaran, pelaku meminta penjaga menunjukkan tempat kontrol Closed Circuit Television (CCTV) berada. Petugas mengatakan tempat kontrol ada di ruangan Kepala Lapas di lantai dua. “Pintu lalu didobrak dan CCTV diambil,” katanya.

Haris mengatakan rentetan penyerangan hanya dilakukan dalam waktu 15 menit. Salah seorang di antara pelaku ada yang berperan sebagai penjaga waktu. “Saksi mengatakan ada satu pelaku yang berulang-ulang melihat jam di tangannya,” katanya.

Kontras merangkum kronologi kejadian berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang berada di tempat kejadian, di antaranya adalah kepala penjara Sukamto. Kontras juga menyambangi penjara Cebongan sehari setelah kejadian.

ANANDA BADUDU

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469114/Penyerbuan-LP-Cebongan-Bermula-dari-Saling-Pandang

Penyerbuan LP Cebongan Bermula dari Saling Pandang

Senin, 25 Maret 2013 | 04:44 WIB

Petugas Brimob bersenjata laras panjang berjaga di depan Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3). Segerombolan orang bersenjata laras panjang telah menyerbu Lapas Cebongan dan membunuh 4 orang tersangka pembunuhan Sertu Santoso. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Yogyakarta – Tak ada yang menyangka peristiwa saling pandang di Hugo’s Café itu berakibat pada penusukan dan berakhir pada drama penyerbuan sebuah penjara. Korban tewas penusukan adalah anggota Komando Pasukan Khusus Grup II Kandang Menjangan, Surakarta, Sersan Satu Santoso, 31 tahun. Korban tewas penyerbuan adalah Adrianus Candra Galaja, 24 tahun; Gameliel Yermiyanto (33); Yohanis Juan Manbait (37); dan Hendrik Sahetapy (38).

Peristiwa penusukan terjadi pada Selasa dinihari, 19 Maret 2013, di kafe yang terletak di kompleks Sheraton Mustika Resort Hotel, Jalan Adisutjipto, Km 8,5, Maguwoharjo, Sleman. Penyerbuan berlangsung di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Sabtu dinihari, 23 Maret 2013. Empat korban penembakan di penjara itu merupakan tersangka penusukan.

Nona, istri Juan, mengatakan, pada malam penusukan itu, suaminya sedang bekerja sebagai petugas keamanan kafe. Juan menjalani pekerjaan itu karena dipecat sebagai anggota Kepolisian Daerah Yogyakarta lantaran tersangkut kasus narkoba satu bulan sebelumnya. “Dia juga menjadi satpam kalau ada konser musik,” ujarnya.

Wandy Marseli, pengacara empat tersangka, mengatakan, berdasarkan rekaman closed circuit television (CCTV) kafe yang diperlihatkan di Polda Yogyakarta dan keterangan sejumlah saksi, Hendrik saling berpandangan dengan Santoso. “Namun, saat hendak meninggalkan kafe, dia dihadang tiga teman korban (Santoso),” ujar Wandy, Minggu, 24 Maret 2013.

Penghadangan itu berakhir dengan pengeroyokan yang membuat Santoso tewas ditusuk di bagian dada. Menurut Wandy, polisi semestinya turut memproses hukum teman-teman Santoso karena dianggap memantik perkelahian. “Tadinya kami hendak mengajukan praperadilan,” ujarnya.

Sedangkan Nona mengatakan, dari cerita Juan, suaminya tak terlibat perkelahian maupun penusukan. Saat terjadi cekcok antara Hendrik dan Santoso, Juan justru hendak melerai.

Sejak peristiwa penusukan itu, Hugo’s Cafe dipasangi garis polisi. “Tak ada kegiatan apa pun,” kata seorang karyawan Hotel Sheraton, Uki Sutanto. Kepala Polda Yogyakarta, Brigadir Jenderal Sabar Rahardjo, meminta pemerintah menutup dan mencabut izin kafe tersebut. Pasalnya, dalam tempo empat bulan, terjadi dua keributan yang mengakibatkan kematian. “Tak perlu dievaluasi, tutup saja,” kata dia.

Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi, mengatakan, saat ini izin operasional Hugo’s Cafe dibekukan.

SHINTA MAHARANI | PITO AGUSTIN RUDIANA | MUH SYAIFULLAH

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469115/Lihat-Teman-Satu-Sel-Didor-Napi-Cebongan-Trauma

Lihat Teman Satu Sel Didor, Napi Cebongan Trauma

Senin, 25 Maret 2013 | 04:52 WIB

Petugas kepolisan membawa empat kantong plastik berisi barang-barang pribadi milik keempat tahanan yang tewas keluar dari Instalasi Kedokteran Forensik, RSUD Dr. Sardjito, kabupaten Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3). Barang-barang tersebut serta hasil autopsi akan dibawa kepada penyidik untuk pengungkapan kasus penyerbuan oleh segerombolan orang bersenjata pada Sabtu (23/3) dini hari yang menewaskan keempat tahanan titipan di Lapas II B Cebongan Sleman. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Yogyakarta – Sebanyak 31 tahanan yang berada di Blok A5 (Anggrek nomor 5) di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan di Kabupaten Sleman mengalami trauma. Mereka tertegun setelah menyaksikan penembakan empat orang tahanan, teman satu sel mereka, oleh kawanan bersenjata pada Sabtu dinihari lalu.

“Mereka shocked. Ada yang diam, terlihat melamun, penuh tanda tanya apa yang telah terjadi,” kata Kepala Lapas Cebongan B. Sukamto saat ditemui di Lapas Cebongan, Minggu, 24 Maret 2013.

Empat tahanan yang ditembak mati itu adalah Hendrik Angel Sahetapy, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Yuan Manbait, dan Gamaliel Yemitarto Rohi Riwu. Keempatnya tahanan titipan dari Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Korban penembakan di dalam sel ini merupakan tersangka kasus penusukan anggota TNI Angkatan Darat Kesatuan Kopassus Kandang Menjangan Kartasura, Sersan Satu Santoso, di Hugo’s Cafe di Jalan Adisutjipto Kilometer 8,5, Kabupaten Sleman, pada 19 Maret lalu. Santoso tewas dengan luka tusuk pada bagian dada sebelah kiri. Kematian Santoso inilah yang memicu horor dini hari itu.

Saat penembakan terjadi ada 35 orang berstatus tahanan yang berada di dalam ruang sel tersebut. Empat tersangka pengeroyokan Santoso itu disuruh berkumpul, lalu ditembak oleh salah seorang dari kawanan itu. Begitu cepat, hanya lima menit, lalu para pelaku meninggalkan sel.

Ketakutan juga dirasakan oleh sepuluh 10 sipir yang berjaga saat peristiwa penembakan terjadi itu. Menurut salah satu sipir yang berjaga malam itu, Supratikno, delapan sipir terluka karena dianiaya oleh kawanan bersenjata itu dengan pukulan tangan hingga dipopor senapan.

Sukamto mengatakan, untuk penyembuhan mental para tahanan dan sipir itu, ia mengumpulkan tahanan tersebut pada Sabtu pagi usai insiden. “Kami yakinkan, kejadian serupa tak akan terjadi lagi. Keamanan mereka kami jamin,” kata dia.

Upaya lainnya, Sukamto menambahkan, para sipir dan tahanan itu mendapatkan pendampingan psikolog, psikiater, dan siraman rohani dari tokoh agama. “Sipir yang berjaga kami liburkan sehari. Kami ganti dengan regu lainnya,” kata Sukamto. Cara ini setidaknya ampuh meredakan ketegangan dan mengurangi kecemasan keluarga.

PITO AGUSTIN RUDIANA

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469131/Pemindahan-Tahanan-ke-LP-Cebongan-Dipertanyakan

Pemindahan Tahanan ke LP Cebongan Dipertanyakan

Senin, 25 Maret 2013 | 08:32 WIB

Kapolres Sleman, AKBP Hery Sutrisman mengkoordinir petugas kepolisian untuk berjaga di depan Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3). TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Sleman — Alasan pemindahan empat tahanan yang kemudian tewas dieksekusi di Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Cebongan, Sleman, Sabtu dinihari lalu, dipertanyakan. Pengacara keempat tahanan, Rio Rama Baskara, menilai pemindahan dari ruang tahanan Markas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta ke LP Cebongan itu janggal.

Saat pemindahan, menurut Rio, keempat tahanan, yaitu Angel Sahetapy alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayant Rohi Riwu, diperlakukan bak teroris. Mereka mendapat pengawalan ketat dari Brimob Polda Yogyakarta. “Padahal, mereka hanya terlibat kasus kriminal murni, bukan teroris,” kata dia Ahad, 24 Maret 2013.

Setelah tertangkap, keempatnya sempat ditahan di Kepolisian Resor Sleman sebelum dipindahkan ke Mapolda. Mereka kemudian dipindahkan lagi ke LP Cebongan pada Jumat siang sekitar pukul 11.00 WIB. Namun, mereka tewas ditembak kelompok bersenjata di ruang tahanan nomor 5 Blok Anggrek. “Insiden penembakan terjadi selang 14 jam dari pemindahan,” kata Rio.

Ketua Jogja Police Watch, Asril Sutan Marajo, juga menilai ada kejanggalan dalam pemindahan itu. Apalagi alasannya adalah ruang tahanan rusak. “Cebongan itu kan LP kelas IIB, kenapa tidak ke kelas IA seperti Wirogunan Yogyakarta,” kata dia.

Kepala Polda Daerah Istimewa Yogyakarta Brigadir Jenderal Sabar Rahardjo membenarkan bahwa keempat tersangka merupakan titipan dari Mapolda Yogyakarta. Keempatnya, dari total 11 tahanan, terpaksa dititipkan karena ruang tahanan di Mapolda tengah direnovasi. “Ruang tahanan di Polda sedang hancur dan direnovasi,” kata dia akhir pekan lalu.

Ruang tahanan Mapolda memang tengah diperbaiki. Dari empat ruangan yang ada, satu ruangan khusus untuk tahanan perempuan. Adapun tiga ruangan lainnya tengah diperbaiki. “Temboknya bolong-bolong karena dikorek-korek tahanan. Besi-besinya juga sudah tidak layak,” kata sumber Tempo di Polda Yogyakarta.

Guru besar hukum pidana Universitas Indonesia, Andi Hamzah, menilai tidak ada yang salah dalam perpindahan tahanan dari Mapolda ke LP Cebongan. Namun biasanya, penahanan di kepolisian menghabiskan waktu hingga 20 hari.

“Biasanya, ditahan di Polda 20 hari, kemudian kalau jaksa memperpanjang, waktu penahanannya bertambah lagi 40 hari,” kata Andi saat dihubungi kemarin. “Dalam rentang waktu yang 40 hari inilah biasanya tempatnya di LP.”

Kepala LP Cebongan Sukamto mengatakan setiap hari memang selalu ada tahanan yang dititipkan di tempatnya. Karena sudah terbiasa, ia tak meminta tambahan personel untuk pengamanan saat menerima keempat tahanan tersebut. Namun, saat mengetahui kasus keempat tahanan itu, ia berniat mengembalikan ke Polda DIY.

Keempat korban adalah tersangka penusukan Santoso, anggota Komando Pasukan Khusus Grup II Kandang Menjangan Kartosuro, pada Selasa dinihari lalu di Hugo’s Cafe, di Jalan Adisutjipto Km 8,5 Maguwoharjo, Sleman. Tentara berpangkat sersan satu berusia 31 tahun itu tewas akibat luka tusuk. Simak penyerangan penjara Sleman di sini.

MUH SYAIFULLAH | SHINTA MAHARANI | MUHAMAD RIZKI KURNIAWAN | ANANDA BADUDU | RAJU FEBRIAN

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469140/Kapolri-Belum-Tahu-Identitas-Penyerang-LP-Sleman

Kapolri Belum Tahu Identitas Penyerang LP Sleman

Senin, 25 Maret 2013 | 10:35 WIB

Kapolri Timur Pradopo. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo mengatakan institusinya masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terhadap Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, yang diserang kelompok bersenjata Sabtu pekan lalu. Polisi belum bisa memastikan identitas pelaku maupun motifnya.

“Olah TKP perlu kecermatan dan dukungan laboratorium sehingga hasilnya bisa disampaikan secara lengkap,” ujar Timur seusai membuka rapat kerja teknis Humas Polri se-Indonesia di kantornya, Senin, 25 Maret 2013.

Timur tak menjawab saat ditanyai apakah penyerang berasal dari kalangan militer. Begitu pula saat ditanyai hasil forensik jenis peluru yang digunakan pelaku. “Sekali lagi, kami diberi kesempatan olah TKP dan hasilnya akan disampaikan ke publik.”

Belasan orang menyerbu Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, pada Sabtu, 23 Maret 2013. Mereka lantas menembak mati empat tahanan. Para korban ini adalah pelaku penganiayaan hingga tewas anggota Kopassus, Sersan Satu Santoso, di Hugo’s Cafe, Jalan Adisutjipto kilometer 8,5 Maguwoharjo, Sleman, pada Selasa, 19 Maret 2013.

Keempat tersangka itu adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, 31 tahun, Yohanes Juan Manbait (38), Gameliel Yermianto Rohi Riwu alias Adi (29), dan Adrianus Candra Galaja alias Dedi (33). Setelah kejadian, di tubuh mereka ditemukan 31 butir peluru. Para pelaku diduga berasal dari aparat TNI, tetapi pihak TNI  membantahnya.

Meski belum menyimpulkan identitas pelaku, Timur mengaku menjalin koordinasi dengan TNI dalam kasus ini. Namun, ia tak menjelaskan bentuk koordinasi yang dilakukan. Timur juga berjanji akan bekerja sama dengan semua pihak, terutama lembaga pemasyarakatan dalam mengamankan tahanan. Simak serangan profesional penjara Sleman.

TRI SUHARMAN

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469226/Kasus-LP-KASAD-Tak-Ada-Bukti-Keterlibatan-TNI

Kasus LP, KASAD: Tak Ada Bukti Keterlibatan TNI

Senin, 25 Maret 2013 | 14:58 WIB

Kasad Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal Pramono Edhie Wibowo mengklaim tidak ada bukti yang jelas dan cukup mengenai keterlibatan anggota TNI dalam penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Hal ini menjadi alasan TNI belum mau menduga-duga anggotanya turut dalam pembunuhan empat tersangka penusuk anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Sersan Satu Santoso.

Pramono menyatakan, kasus LP Sleman berbeda dengan penyerangan Markas Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu (OKU) yang cepat ditanggapi dan diproses TNI. Menurut dia, dalam penyerangan dan pembakaran Mapolres OKU, secara jelas terlihat dan ada bukti kuat anak buahnya terlibat serta menjadi pelaku.

“Di OKU, saya kirimkan langsung tim investigasi karena memang terlihat anak buah saya,” kata Pramono saat ditemui di Istana Negara, Senin, 25 Maret 2013.

Sedangkan pada kasus LP Sleman, menurut dia, TNI tidak mengetahui karena tidak ada saksi dan bukti rekaman yang jelas. Selain saksi dari sipir penjara dan tahanan lain, saksi kuat yaitu korban dinyatakan meninggal semua sehingga tidak dapat memberikan petunjuk. (Baca: Penyerang LP Sleman Diduga Anggota Militer)

Demikian pula soal dugaan senjata, Pramono enggan memberikan pendapat bahwa senjata pelaku memang pernah digunakan pasukan TNI. Kepolisian Daerah Yogyakarta sebelumnya sudah merilis bahwa senjata yang digunakan adalah senjata api dengan peluru kaliber 7,62 milimeter. Kepastian ini didapat berdasarkan 31 selongsong peluru di tempat kejadian. “Saya tidak boleh mendahului, nanti jadi tuduhan, dong,” kata Pramono.

Aksi penyerangan kelompok bersenjata ke LP Cebongan, Sleman, terjadi pada Sabtu dinihari, 23 Maret 2013. Dugaan yang muncul adalah pelaku berasal dari anggota Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura. (Baca juga: Serangan Kilat di Penjara Cebongan)

Dalam peristiwa itu, empat tahanan tewas, yaitu Hendrik Benyamin Sahetapy alias Diki, Yohanis Juan Manbait alias Juan, Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu alias Adi, dan Adrianus Chandra Galaja alias Dedi. Keempatnya adalah tersangka kasus penusukan anggota Kopassus, Sersan Satu Santoso, di Hugo’s Cafe, Sleman, pada 19 Maret 2013.

FRANSISCO ROSARIANS

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469234/Menteri-Amir-Tak-Tahu-Alasan-Pemindahan-Tahanan

Menteri Amir Tak Tahu Alasan Pemindahan Tahanan

Senin, 25 Maret 2013 | 15:34 WIB

Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin. ANTARA/Widodo S. Jusuf

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin mengaku tidak mengetahui alasan Kepolisian Daerah Yogyakarta memindahkan empat tahanan kasus penusukan anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Dia mengatakan, pihaknya tidak memiliki posisi untuk bertanya tentang alasan pemindahan itu. (Baca: Alasan pemindahan dipertanyakan)

Menurut Amir, LP dan rumah tahanan kerap hanya bersikap melayani dan memberikan fasilitas atas kebutuhan yang diperlukan kepolisian atau lembaga penegak hukum lain dalam proses penahanan para tersangka. “Tanyakan pada penyidik, kami hanya memberi fasilitas,” kata Amir Syamsuddin saat ditemui di Istana Negara, Senin, 25 Maret 2013. (Baca: Firasat buruk sipir soal pemindahan tahanan)

Amir juga menyatakan, di Sleman memang terdapat LP dan rumah tahanan. Keduanya kerap dijadikan tempat penitipan tahanan dari kepolisian dengan sejumlah alasan formal yang disertakan. Meski tidak detail menjelaskan alasan pemindahan empat tahanan, menurut dia, mekanisme penitipan dan pemindahan tahanan adalah hal yang biasa. (Baca: Kata polisi soal pemindahan)

Berkaitan dengan penyerangan kelompok bersenjata pada 23 Maret lalu, Amir juga memilih untuk menyerahkan semuanya kepada kepolisian yang sedang menyelidiki. Ia juga tidak berniat untuk meminta pemerintah membentuk tim khusus guna mengusut kasus tersebut. “Saya tidak mau berspekulasi,” kata Amir.

Penyerangan LP Cebongan oleh kelompok bersenjata terjadi pada Sabtu dinihari, 23 Maret 2013. Empat tahanan tewas diberondong peluru. Mereka adalah Hendrik Benyamin Sahetapy alias Diki, Yohanis Juan Manbait alias Juan, Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu alias Adi, dan Adrianus Chandra Galaja alias Dedi. Keempatnya adalah tersangka kasus penusukan anggota TNI AD Komando Pasukan Khusus, Sersan Satu Santoso, di Hugo’s Cafe, Sleman, pada 19 Maret 2013.

FRANSISCO ROSARIANS

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469334/Pemindahan-Tahanan-ke-Cebongan-Sudah-Dibicarakan

Pemindahan Tahanan ke LP Sleman Sudah Dibahas

Senin, 25 Maret 2013 | 20:53 WIB

Tangisan keluarga saat menjemput peti jenazah berisi korban penyerangan LP Cebongan. TEMPO/Jhon Seo

TEMPO.CO, Yogyakarta- Pemindahan empat tersangka penganiayaan anggota TNI yang mengakibatkan kematian seorang anggota Kopasus ke Penjara Cebongan, Sleman, sudah dibicarakan dengan Panglima Kodam IV Diponegoro serta Komandan Korem 072 Pamungkas. (Kronologi serangan ke Penjacara Cebongan)

“Saya sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan,” kata Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta Brigadir Jenderal Sabar Rahardjo, Senin 25 Maret 2013.

Ia menegaskan, pemindahan para tahanan itu sudah melalui prosedur yang benar. Kondisi ruang tahanan Polda yang rusak dan proses pemberkasan tersangka yang sudah selesai dengan capat. Juga sudah ada persetujuan Kepala LP Cebongan.

Kepala Polda menyilakan wartawan untuk melihat kondisi ruang tahanan Polda di lantai tiga gedung Reserse Kriminal Umum. Kondisinya menurut polisi rusak. Namun, wartawan hanya bisa melihat di luar ruang tahanan saja. Informasinya atap rusak dan bau menyengat dari kamar mandi sangat mengganggu.

Kepala Polda belum mau mengungkapkan hasil sementara penyelidikan kasus itu. Juga soal proyektil yang ditemukan. Ia menambahkan, koordinasi dengan Danrem dilakukan oleh Wakil Kepala Polda dan Direktur Reserse Narkoba yang dihubungi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM yang meminta bantuan untuk melakukan pengamanan.

Namun, setelah penyerahan empat tersangka, pada Sabtu 23 Maret 2013 dini hari terjadi penembakan di LP Cebongan dan semua tersangka tewas mengenaskan.

MUH SYAIFULLAH

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469337/Kepala-Lapas-Cebongan-Punya-Insting-Mau-Diserang

Kepala LP Sleman Punya Insting Mau Diserang

Senin, 25 Maret 2013 | 21:06 WIB

Foto Hendrik Benyamin Sahetapy alias Deky, salah satu korban penyerbuan lapas Kelas II B Cebongan Sleman. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Yogyakarta- Kepala Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sukamto menyatakan telah menghubungi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Daerah Istimewa Yogyakarta Rusdiyanto soal penambahan pengamanan. Sebab, setelah tahu tahanan titipan itu terkait kasus terbunuhnya anggota TNI Den Intel Kodam IV/Diponegoro Sersan Satu Santoso di Hugo’s Cafe pada 19 Maret 2013, maka diperlukan tambahan pengamanan.

Bahkan Sukamto berniat mengembalikan tahanan itu ke Polda pada Sabtu pagi. Karena ia punya insting jika kasus itu akan berakibat yang tidak diinginkan seperti kejadian di Mapolres Baturaja.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Daerah Istimewa Yogyakarta Rusdianto menyatakan Kepala LP Cebongan telah meminta bantuan ke Polda untuk memberi pengamanan di LP terkait keberadaan empat tahanan titipan Polda itu. Ia sebelumnya juga dihubungi Kepala LP soal permintaan tambahan pengamanan. Namun, ia saat itu berada di Bandung.

“Lalu saya menghubungi Kapolda tapi tidak konek. Saya hubungi Direskrimum tidak bisa. Kemudian hubungi Dirnarkoba,” kata Rusdianto, Senin 25 Maret 2013.

Ia juga membantah kabar yang menyebutkan pihak LP dititipi tahanan dengan ancaman dari polisi. Tetapi LP menerima tahanan titipan seperti biasanya karena hampir tiap hari ada tahanan yang dititipkan.

Yang boleh menitipkan tahanan ke rumah tahanan adalah penegak hukum. Yaitu polisi, kejaksaan dan pengadilan.

Kepala Kepolisian Daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta Brigadir Jenderal Sabar Rahardjo menyatakan, sebelum kejadian, tidak ada laporan ke dia soal tambahan pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan. Padahal Kepala LP sudah berusaha menelepon dia pada pukul 23.00.

Namun hanya diterima oleh ajudannya. Disangka ia sudah tidur. “Bukan sudah tidur, ngapain jam sebelas tidur, tetapi ajudan yang berpersepsi saya tidur,” kata dia. Kepala Polda menambahkan, pihaknya juga telah mengambil tindakan sebelum peristiwa itu terjadi. Yaitu dengan patroli atau di kepolisian disebut sambang.

MUH SYAIFULLAH

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469347/Proyektil-dari-Tubuh-Korban-LP-Sleman-Diserahkan

Proyektil dari Tubuh Korban LP Sleman Diserahkan

Senin, 25 Maret 2013 | 21:26 WIB

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda DIY, Dr. Didiet Setioboedi memberikan keterangan pers setelah selesainya autopsi empat jenazah tahanan Lapas II B Cebongan Sleman di Instalasi Kedokteran Forensik, RSUD Dr. Sardjito, kabupaten Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3). Dalam keterangan persnya, Dr. Didiet enggan menyebutkan hasil autopsi karena akan dibawa ke penyidik terlebih dahulu sebagai salah satu bukti penting pengungkapan kasus penyerbuan oleh segerombolan orang bersenjata pada Sabtu (23/3) dini hari. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Yogyakarta — Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito menyerahkan lima proyektil peluru kepada penyidik kasus penembakan empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Senin, 25 Maret 2013.

Kepala Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr Sardjito, Trisno Heru Nugroho, mengatakan pihak rumah sakit telah menyerahkan hasil temuan tim ahli forensik yang melakukan uji forensik terhadap empat jenazah dari Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman. “Uji forensik sudah selesai. Lima proyektil peluru telah diserahkan,” katanya kepada Tempo.

Kepala Instalasi Forensik, Dr Hendro Widagdo, sekitar pukul 13.00 WIB telah menyerahkan hasil temuan tim forensik kepada penyidik dari Kepolisian Resor Sleman, Ajun Komisaris Polisi Heru Muslimin.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr Didiet Setioboedi, belum menjelaskan jenis proyektil peluru tersebut. Alasannya, hal itu membutuhkan kajian di laboratorium forensik. Ia tidak menyebut tenggat kajian Labfor. “Masih dikaji di Labfor,” kata dia dengan singkat.

SHINTA MAHARANI

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469351/Sebelum-Diserang-Cebongan-Minta-Tambahan-Polisi

Sebelum Diserang, Cebongan Minta Tambahan Polisi

Senin, 25 Maret 2013 | 21:39 WIB

Foto Adrianus Chandra Galaja alias Dedi, salah satu korban penyerbuan lapas Kelas II B Cebongan Sleman. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Yogyakarta — Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-B Cebongan Kabupaten Sleman B. Sukamto menyatakan pihaknya sempat meminta bantuan tambahan jumlah sipir kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta Rusdiyanto.

Kemudian, Rusdiyanto mengontak Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah DIY Komisaris Besar Kris Erlangga untuk meminta bantuan personel keamanan. “Bantuan datang, tapi tak tahu persis seperti apa. Informasinya petugas berpakaian preman,” kata Sukamto saat dihubungi Tempo, Senin, 25 Maret 2013.

Penambahan personel keamanan dilakukan karena empat tahanan yang menjadi tersangka pengeroyok anggota Komando Pasukan Khusus Sersan Satu Santoso dipindahkan ke Lapas Cebongan. Pemindahan dilakukan atas permintaan Kepala Polda DIY Brigadir Jenderal Sabar Rahardjo karena atap ruang tahanan polda jebol. Ada 11 tahanan polda yang dipindahkan ke Lapas Cebongan.

“Tapi saya tak tahu kalau empat orang itu ada di antara 11 orang itu,” kata Sukamto.Ini karena ia menerima informasi bahwa Polda menitipkan 11 orang tahanan.

“Ya, memang biasa demikian (hanya menyebut jumlah tahanan). Setelah itu baru kami periksa siapa saja yang dititipkan,” kata Sukamto.

Sukamto menyatakan kaget setelah mengetahui empat tahanan itu ada di sini. Upaya yang dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan adalah meminta bantuan tambahan personel keamanan.

PITO AGUSTIN RUDIANA

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/078469197/Panglima-TNI-Serbuan-ke-LP-Tak-Mirip-Strategi-TNI

Panglima TNI: Serangan LP Sleman Tak Mirip TNI

Senin, 25 Maret 2013 | 13:42 WIB

Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta – Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono membantah adanya kemiripan strategi antara penyerangan ke Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta, dan perang pasukan TNI. Ia menyatakan, pasukan TNI memang dilatih untuk menjalankan operasi khusus seperti penyelamatan sandera.

Tapi, “(Penyerangan ke LP Cebongan) tidak mirip,” kata Agus saat ditemui di Istana Negara, Senin, 25 Maret 2013.

Agus juga menyatakan, hingga saat ini dirinya belum mengetahui hasil penyelidikan yang dilakukan Kepolisian Daerah Yogyakarta. TNI hanya bersikap menunggu karena penyelidikan adalah kewenangan kepolisian. TNI baru akan menanggapi jika memang hasilnya berkaitan dengan TNI atau dimintai bantuan oleh kepolisian.

“Kalau kepolisian menduga ada anggota saya yang terlibat, pasti kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata dia.

Panglima juga belum mau menyimpulkan apakah ada indikasi keterlibatan TNI dalam peristiwa penyerangan tersebut. Dia malah mempersilakan masyarakat untuk berspekulasi. Adapun TNI bersikap menunggu hasil penyelidikan polisi. “Kalau ada kaitan dengan anggota saya, saya akan turunkan tim.”

Jumat, 23 Maret 2013, sekelompok orang bersenjata menyerang LP Cebongan, Sleman. Pelaku penyerangan kemudian menembak mati empat tahanan yang terlibat dalam penganiayaan hingga tewas anggota Kopassus TNI AD, Sersan Satu Santoso, di Hugo’s Cafe pada 19 Maret 2013.

Kejadian ini berlangsung cepat dan terorganisasi. Penyerangan berawal sekitar pukul 00.15 ketika sekitar 15 orang bersenjata api dan granat memaksa penjaga LP membuka pintu utama dan pintu blok hunian. Penyerangan berakhir sekitar pukul 01.05 ketika para pelaku berhasil menembak empat korban di ruang tahanan blok A nomor 5.

Empat tahanan yang diberondong peluru hingga tewas adalah Hendrik Benyamin Sahetapy alias Diki, Yohanis Juan Manbait alias Juan, Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu alias Adi, dan Adrianus Chandra Galaja alias Dedi.

Pelaku melarikan diri dengan cepat menggunakan dua mobil yang sudah terparkir di halaman depan LP. Selain itu, para pelaku juga merusak dan mengambil rekaman kamera closed-circuit television (CCTV).

FRANSISCO ROSARIANS

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/078469221/BIN-Senjata-Penyerang-LP-Sleman-Bukan-Standar-TNI

BIN: Senjata Penyerang LP Sleman Bukan Standar TNI

Senin, 25 Maret 2013 | 14:45 WIB

TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Marciano Norman menyatakan, senjata yang digunakan para pelaku penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, Yogyakarta, tidak lagi menjadi standar anggota TNI. Ia menjelaskan, jenis peluru yang digunakan para pelaku adalah peluru kaliber 7,62 milimeter.

“Setahu saya, itu sudah bukan standar TNI lagi,” kata Marciano saat ditemui di Istana Negara, Senin, 25 Maret 2013.

Namun, Marciano tak mau menduga-duga siapa pelaku penyerangan tersebut. BIN memilih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan yang tengah dilakukan Kepolisian Daerah Yogyakarta. “Prinsipnya, kami mendukung kepolisian untuk mengungkapnya,” ucap dia.

BIN, menurut Marciano, sangat mendukung kepolisian untuk berani membongkar identitas para pelaku. Penyerangan terhadap lembaga pemasyarakatan dianggap hal yang tidak dapat ditoleransi.

Serangan terhadap LP Cebongan, Jumat, 23 Maret 2013, memunculkan sejumlah dugaan. Penyerangan yang rapi itu dilakukan dalam waktu singkat, hanya berlangsung sekitar 15 menit.

Setelah membunuh para korban, pelaku langsung meninggalkan tempat kejadian dengan dua mobil yang diparkir di halaman depan LP. Pelaku juga mencuri rekaman kamera closed-circuit television (CCTV) di LP tersebut.

Dalam penyerangan tersebut, empat tahanan tewas diberondong 31 peluru. Mereka adalah Hendrik Benyamin Sahetapy alias Diki, Yohanis Juan Manbait alias Juan, Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu alias Adi, dan Adrianus Chandra Galaja alias Dedi. Keempatnya adalah tersangka kasus penganiayaan hingga tewas anggota Komando Pasukan Khusus TNI AD, Sersan Satu Santoso, di Hugo’s Cafe, Sleman, pada 19 Maret 2013.

FRANSISCO ROSARIANS

http://www.tempo.co/read/fokus/2013/03/25/2731/Operasi-Buntut-Kuda-Penjara-Cebongan-Sleman

Operasi Buntut Kuda Penjara Cebongan Sleman

Senin, 25 Maret 2013 | 08:22 WIB

Sejumlah penyidik dari Polda DIY memasuki Lapas Cebongan untuk olah TKP di Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3). Segerombolan orang bersenjata laras panjang telah menyerbu Lapas Cebongan pada Sabtu (23/3) dini hari dan membunuh empat orang tersangka pembunuhan Sertu Santoso. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta -Penyerangan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, diduga dilakukan secara terencana. Haris Azhar, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, menyatakan, dari investigasi dan wawancara sejumlah saksi di lapangan, ditemukan indikasi tersebut.

Menurut dia, sejumlah saksi menyatakan penyerangan dan penembakan terhadap empat tahanan di Penjara Cebongan berlangsung rapi dan cepat karena hanya berlangsung selama 15 menit. Salah satu saksi melihat seorang pelaku terus-menerus melihat jam di tangannya. “Sepertinya dia menjadi time keeper alias penjaga waktu,” ujar Haris dalam keterangan pers di kantor Imparsial, Ahad 24 Maret 2013.

Sekelompok orang bersenjata api laras panjang, pistol, dan granat datang menyerang Penjara Cebongan, Sabtu dinihari lalu. Sekitar 17 orang menerobos penjara Cebongan. Mereka memberondong empat tahanan di sel 5A. Empat tahanan itu adalah Hendrik Angel Sahetapy alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu. Mereka adalah tersangka penusukan Sersan Satu Santosa, anggota Komando Pasukan Khusus, di Hugo’s Cafe, 19 Maret lalu.

Menurut Haris, penyerangan dilakukan oleh 17 orang, tapi penembakan dilakukan satu orang. “Ini seperti operasi buntut kuda. Yang menerobos banyak, semakin dekat dengan sasaran semakin sedikit,” ujarnya.

Sumber Tempo yang mengetahui peristiwa itu mengatakan, saat diketahui ada 35 orang di sel 5A, salah seorang bersenjata itu bertanya di mana kelompok Deki. “Yang bukan kelompok Deki, minggir!” kata sumber mengutip pernyataan seorang pelaku. Para tahanan lalu memisahkan diri dan tersisa tiga orang. “Tanpa ampun, tiga orang itu langsung diberondong, tanpa penyiksaan,” kata sumber. Setelah itu menyusul satu tahanan lagi.

Kepala Biro Penerangan Mabes Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar belum bisa memastikan apakah penyerangan tersebut terencana. “Belum ada kesimpulan, kami masih terus menganalisis fakta di lapangan,” ujar Boy kemarin. Ia mengatakan polisi telah memeriksa 45 orang berkaitan dengan insiden ini–12 orang di antaranya sipir. Simak penyerangan penjara Sleman di sini.

ANANDA BADUDU | ROSALINA | PITO AGUSTIN RUDIANA | PINGIT ARIA | SUKMA

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/058469401/Pengamat-Penyerangan-Lapas-Sleman-Tanda-Frustasi

Pengamat: Penyerangan LP Sleman Tanda Frustrasi

Selasa, 26 Maret 2013 | 07:50 WIB

Sejumlah kerabat menunggu empat jenazah korban penembakan sebelum dibawa ke Kupang, NTT, di RS. Dr. Sardjito, Yogyakarta, Senin (25/3) dini hari. Keempat jenazah tersebut yakni Yohanes Juan Manbait, Gameliel Yemiyanto Rohiriwu, Adrianus Candra Gajala dan Hendrik Benyamin Sahetapy korban penembakan di Lapas 2B Cebongan, Sleman pada Sabtu (23/3) dini hari lalu. ANTARA/Noveradika

TEMPO.CO, Jakarta – Pengamat militer Universitas Indonesia Andi Widjajanto menilai ada permasalahan mendasar dalam sejumlah peristiwa penyerbuan yang dilakukan oleh militer. Peristiwa penyerbuan Mapolres Ogan Komering Ulu dan kemudian penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, yang diduga dilakukan oleh anggota Komando Pasukan Khusus, dianggap sebagai perwujudan masalah itu.

“Jika diasumsikan (penyerangan LP Cebongan) oleh militer, berarti ada rasa frustrasi yang tidak bisa disalurkan anggota TNI,” ujar Andi kepada Tempo, Senin, 25 Maret 2013. Selain itu, dia menilai ada kendali komando yang patah dalam jajaran TNI. “Ada loyalitas yang salah tempat.”

Menurut Andi, penggunaan senjata oleh anggota TNI dilakukan dengan ketat. Selain harus terus-menerus diperiksa, anggota TNI yang memegang senjata api wajib menjalani psikotes berkali-kali.

Belasan orang menyerbu Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, pada Sabtu, 23 Maret 2013. Mereka menembak hingga tewas para tersangka penganiayaan anggota Kopassus, Sersan Satu Santoso, di Hugo’s Cafe, Jalan Adisutjipto Km 8,5 Maguwoharjo, Sleman, pada Selasa, 19 Maret 2013. (Baca: Firasat Buruk Pemindahan Tahanan LP Sleman)

Keempat tersangka pembunuh tentara itu adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, 31 tahun, Yohanes Juan Manbait (38), Gameliel Yermianto Rohi Riwu alias Adi (29), dan Adrianus Candra Galaja alias Dedi (33). Para tersangka itu tewas tertembak dengan puluhan peluru pada tubuh mereka. Pelaku diduga berasal dari Kopassus. Pihak TNI telah menyatakan membantah anggotanya terlibat. Simak penyerangan di penjara Sleman di sini.

SUBKHAN

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/058469404/Tahanan-LP-Sleman-Sempat-Dianiaya-Sebelum-Ditembak

Tahanan LP Sleman Sempat Dianiaya Sebelum Ditembak

Selasa, 26 Maret 2013 | 08:20 WIB

Sejumlah kerabat menunggu empat jenazah korban penembakan sebelum dibawa ke Kupang, NTT, di RS. Dr. Sardjito, Yogyakarta, Senin (25/3) dini hari. Keempat jenazah tersebut yakni Yohanes Juan Manbait, Gameliel Yemiyanto Rohiriwu, Adrianus Candra Gajala dan Hendrik Benyamin Sahetapy korban penembakan di Lapas 2B Cebongan, Sleman pada Sabtu (23/3) dini hari lalu. ANTARA/Noveradika

TEMPO.CO, Jakarta – Riyo Rama Baskara, pengacara keempat korban penyerangan misterius Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, menyebut kliennya tidak hanya diberondong timah panas saja. Dia menduga para pelaku misterius sempat melakukan tindakan penganiayaan sebelum mengeksekusi dengan berondongan peluru.

“Banyak ditemukan bekas luka memar dan sayatan senjata tajam di tubuh korban,” kata Riyo saat dihubungi Tempo, Senin, 25 Maret 2013.

Sebagai contoh, dia menemukan luka memar di wajah Juan, salah satu korban. Perut almarhum juga robek akibat sayatan benda tajam. Bahkan, lengan kiri Juan patah. “Luka-luka itu jelas bukan karena tembakan,” kata Riyo. Dia mengaku mengetahui kondisi keempat jenazah sesaat kejadian.

Menurut Riyo, apa yang telah terjadi kepada keempat kliennya adalah pembantaian. Sebab, keempat korban mendapat siksaan dan berondongan peluru dalam kondisi tidak berdaya. “Kami akan terus dorong kasus ini hingga tuntas. Jangan sampai ini berhenti karena bisa jadi catatan buruk hukum Indonesia,” kata Riyo.

Sabtu dinihari, 23 Maret 2013, Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta, diserbu belasan orang bersenjata api. Empat tahanan tewas dan dua sipir terluka. Korban tewas adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu. (Baca: Firasat Buruk Pemindahan Tahanan Lapas Sleman)

Keempat korban adalah tersangka pengeroyokan seorang anggota Kopassus hingga tewas. Muncul dugaan aksi penyerangan merupakan tindakan balasan atas kematian anggota Kopassus. Namun, polisi belum merampungkan penyidikan kasus ini. (Baca:Penyerangan LP Sleman Terencana, Ini Indikasinya)

INDRA WIJAYA

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/058469485/Kejanggalan-Sebelum-Penyerangan-LP-Sleman

Kejanggalan Sebelum Penyerangan LP Sleman

Selasa, 26 Maret 2013 | 15:48 WIB

Petugas Brimob bersenjata laras panjang berjaga di depan Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3). Segerombolan orang bersenjata laras panjang telah menyerbu Lapas Cebongan dan membunuh 4 orang tersangka pembunuhan Sertu Santoso. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta – Riyo Rama Baskara, pengacara keempat korban penyerangan misterius Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, mencium aroma kejanggalan dari rentetan peristiwa sebelum pembantaian terjadi. Sebab, sehari sebelum penyerangan, Polda Yogyakarta tiba-tiba memindahkan keempat tersangka pengeroyokan seorang anggota Kopassus dari Rumah Tahanan Polda ke LP Cebongan.

“Rentan waktu dari pemindahan sampai penyerangan cuma 14 jam, sangat janggal,” kata Riyo saat dihubungi Tempo, Senin, 25 Maret 2013. Pihak Polda beralasan, rutan yang mereka miliki tidak layak untuk digunakan. Disebutkan, Rutan Polda sedang akan direnovasi. “Tapi pantauan kami, Rutan Polda tidak rusak, masih bisa digunakan.”

Bahkan, kabar yang ia peroleh, Kepala LP Cebongan juga resah mendapat titipan empat tersangka dari Polda. Menurut Riyo, Kepala LP Cebongan ingin mengembalikan keempat tersangka ke Polda sehari setelah dititipkan. Namun, rencana itu tidak jadi dilakukan karena pada diniharinya penyerangan terjadi. (Baca: Drama 14 Jam Serangan Penjara Cebongan Sleman)

Riyo pun menuturkan, keempat kliennya mengaku aneh dengan pemindahan penahanan mereka. Salah satunya, Juan. Anggota kepolisian itu mengaku pengawalan pemindahan dari Polda ke Cebongan sangat berlebihan.

“Mengawal kami seperti mengawal teroris saja. Sebanyak 15 anggota pengawal bersenjata lengkap,” kata Riyo menirukan penuturan almarhum Juan.

Namun, begitu dititipkan di LP Cebongan, Polda tidak memberikan pengamanan khusus. Tidak ada anggota Polda yang ditinggal untuk menjaga keempat tersangka. Pengamanan sepenuhnya diserahkan ke Lapas Cebongan. “Ini kok terkesan polisi seperti lepas tangan dan cuci tangan.”

Menurut Riyo, usai kejadian Polda tidak melakukan upaya menutup akses keluar-masuk Provinsi Yogyakarta. Menurut dia, jika polisi sigap melakukan razia, kemungkinan bisa menjaring pelaku penyerangan Lapas Cebongan.

Dia pun mengaku tetap akan mendorong polisi mengusut tuntas kasus ini. “Jangan sampai kasus pembantaian ini terlupakan begitu saja.”

Sabtu dinihari, 23 Maret 2013, Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta, diserbu belasan orang bersenjata api. Empat tahanan tewas dan dua sipir terluka. Korban tewas adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu. (Baca: Asal-usul Peluru di Penjara Cebongan Sleman)

Keempat korban adalah tersangka pengeroyokan seorang anggota Kopassus hingga tewas. Muncul dugaan aksi penyerangan merupakan tindakan balasan atas kematian anggota Kopassus. Namun, polisi belum merampungkan penyidikan kasus ini.

Kepolisian Daerah Yogyakarta maupun Kepala LP Cebongan belum memberikan tanggapan mengenai kejanggalan yang diungkapkan Riyo. (Baca lengkap:S erangan Penjara Sleman)

Topik Terhangat Tempo.co: Kudeta || Harta dan Wanita Djoko Susilo || Nasib Anas

INDRA WIJAYA

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/058469490/Ciri-Penyerang-LP-Cebongan-Sleman-Diketahui

Ciri Penyerang LP Cebongan Sleman Diketahui

Selasa, 26 Maret 2013 | 15:58 WIB

TEMPO.CO, Jakarta – Markas Besar Kepolisian RI telah mendapatkan informasi ciri pelaku penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Namun, ciri pelaku yang didapat penyidik baru sebagian. Informasi yang didapat belum lengkap untuk mengungkap wajah anggota kelompok bersenjata itu.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, saksi penyerangan memang telah memberikan informasi mengenai tanda khusus pelaku. “Tapi keterangan saksi itu belum cukup untuk membuat sketsa wajah,” ujar Boy, Selasa, 26 Maret 2013.

Boy mengatakan, hingga kini polisi masih terus menyelidiki insiden LP Cebongan. Polisi tidak hanya sebatas menelusuri tempat kejadian perkara saja. “Bisa saja ada informasi akurat, tapi bukan dari TKP,” kata Boy. “Bisa saja muncul informasi di tempat lain terkait orang-orang yang mirip dengan keterangan dari LP.”

Pada Sabtu dinihari, 23 Maret 2013, sekelompok orang bersenjata api laras panjang, pistol, dan granat datang menyerang penjara Cebongan. Sekitar 17 orang menerobos dan memberondong empat tahanan: Hendrik Angel Sahetapy alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu.

Keempat korban tewas di tempat dengan 31 peluru. Mereka diduga tersangka penusukan Sersan Satu Santoso, anggota Komando Pasukan Khusus, di Hugo’s Cafe, 19 Maret 2013.

Boy menambahkan, penyidik telah menemukan sejumlah barang bukti di lapangan berupa proyektil dan selongsong peluru. Penyidik juga memeriksa 45 saksi, narapidana, dan sipir penjara Cebongan. “Kini kami masih melakukan analisis. Dari kesaksian mereka, semoga ada petunjuk baru yang membantu penyidikan lebih terarah,” kata Boy.

Soal jenis senjata, Pusat Laboratorium Forensik Polri masih melakukan identifikasi. Kata Boy, ukuran peluru tertentu dapat saja dipergunakan senjata laras panjang berbagai merek. Dari merek senjata, baru dapat ditelusuri apakah milik organik kesatuan militer atau bukan. “Ada yang dimiliki organik dan ada juga yang dipakai ilegal dari perdagangan gelap atau rampasan.”

RUSMAN PARAQBUEQ

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469392/Pangdam-Diponegoro-Kami-Tak-Terlibat-di-Cebongan

Pangdam Diponegoro: Kami Tak Terlibat di Cebongan

Selasa, 26 Maret 2013 | 06:44 WIB

Petugas Brigade Mobil Polda DIY berjaga di Instalasi Kedokteran Forensik, RSUD Dr. Sardjito, kabupaten Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3). Autopsi yang dilakukan oleh tim gabungan dari RSUD Dr. Sardjito dan tim Kedokteran dan Kesehatan Polda DIY ini bertujuan untuk meneliti penyebab utama kematian empat tahanan titipan di Lapas II B Cebongan Sleman dan menjadi salah satu bukti penting pengungkapan kasus penyerbuan oleh segerombolan orang bersenjata pada Sabtu (23/3) dini hari. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO , Jakarta:Panglima Kodam IV Diponegoro Mayor Jenderal Hardiono Sarojo membantah dengan tegas pelaku penyerangan Lapas Cebongan Sleman adalah anggota Kopassus. Komandan Garnisun yang meliputi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ini juga membawahi satuan organik dan non organik Kodam IV Diponegoro. “Penyerangan lapas dilakukan oleh orang tidak dikenal,” kata dia, Senin 25 Maret 2013.

Komando Pasukan Khusus Grup 2 Kandang Menjangan Sukoharjo juga mengatakan bahwa seluruh anggota Kopassus berada di dalam kesatuan pada saat penyerbuan dilakukan. “Kami belum bisa mengomentari kejadian itu,” kata Kepala Seksi Intel Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan, Kapten (Inf) Wahyu Yuniartoto saat ditemui, Sabtu 23 Maret 2013. Dia memastikan bahwa pada saat kejadian penyerangan tersebut, 800 anggotanya tidak ada yang keluar dari markas.

Sebelumnya, belasan orang menyerbu Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, pada Sabtu, 23 Maret 2013. Mereka menembak mati pelaku penganiayaan anggota Kopassus, Sersan Satu Santoso, di Hugo’s Cafe, Jalan Adisutjipto Km 8,5 Maguwoharjo, Sleman, pada Selasa, 19 Maret 2013.

Keempat tersangka pembunuh tentara itu adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, 31 tahun, Yohanes Juan Manbait (38), Gameliel Yermianto Rohi Riwu alias Adi (29), dan Adrianus Candra Galaja alias Dedi (33). Mereka pun tewas tertembak dengan puluhan peluruh di tubuhnya.

Kopassus mengaku akan tetap menindak tegas anggotanya jika terbukti terlibat kasus penyerangan ke Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Hingga kini, Komando Pasukan Khusus mengklaim belum ada bukti keterlibatan pasukan terlatih itu dalam penyerbuan itu.

“Kalau memang ada (anggota Kopassus) yang terlibat, pasti akan diberikan hukuman disiplin. Punishmeny and reward tetap berlaku,” ujar Kepala Penerangan Kopassus Mayor Susilo kepada Tempo, Senin, 25 Maret 2013. Namun, hingga kini belum ada bukti keterlibatan anggota Kopassus dalam peristiwa itu.“Kami masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian,” kata Susilo. Simak penyerangan di penjara Sleman di sini.

SUBKHAN

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469394/MPR-Minta-Dibentuk-Tim-Pencari-Fakta-Cebongan

MPR Minta Dibentuk Tim Pencari Fakta Cebongan

Selasa, 26 Maret 2013 | 06:56 WIB

Sejumlah penyidik dari Polda DIY memasuki Lapas Cebongan untuk olah TKP di Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3). Segerombolan orang bersenjata laras panjang telah menyerbu Lapas Cebongan pada Sabtu (23/3) dini hari dan membunuh empat orang tersangka pembunuhan Sertu Santoso. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Lukman Hakim Saifuddin meminta pemerintah membentuk tim pencari fakta (TPF) untuk mengungkap penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman. Dia pesimistis, jika hanya diselidiki oleh TNI dan Polri, kasus ini tidak akan bisa dibuka dengan sebenar-benarnya.

“Kalaupun ada TNI dan Polri, sebaiknya mereka hanya menjadi bagian dari TPF,” kata Lukman dalam diskusi di kompleks parlemen, Senayan, Senin, 25 Maret 2013. Menurut dia, masyarakat sulit mendapatkan informasi yang tepat jika penyidik kasus ini berasal dari dua institusi. TNI dan Polri, kata Lukman, terlibat dalam penyerangan tersebut. “Karena itu perlu dibentuk semacam tim yang independen,” ujarnya.

Lukman berharap, penyelidikan kasus ini bisa segera tuntas untuk mencari pelaku yang sebenarnya. Menurut dia, akan jauh lebih mengerikan jika aparat penegak hukum gagal menemukan pelaku penyerbuan LP ini. “Perlu serius mengungkap kasus ini,” kata dia.

Jumat, 23 Maret 2013, sekelompok orang bersenjata menyerang LP Cebongan, Sleman. Pelaku penyerangan kemudian menembak mati empat tahanan yang terlibat dalam penganiayaan hingga tewas anggota Kopassus TNI AD, Sersan Satu Santoso, di Hugo’s Cafe pada 19 Maret 2013. Kopassus sudah membantah terlibat.

WAYAN AGUS PURNOMO

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469395/Soal-Cebongan-Denny-Indrayana-Minta-Publik-Sabar

Soal Cebongan, Denny Indrayana Minta Publik Sabar

Selasa, 26 Maret 2013 | 07:05 WIB

Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana. ANTARA/M Agung Rajasa

TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menggelar rapat dengan perwakilan Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung, dan Markas Besar Kepolisian ikhwal penembakan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Senin, 25 Maret 2013. Usai rapat, Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana belum bisa menjelaskan siapa pelaku penembakan tersebut.

“Karena sebelumnya memang ada anggota Kopasus yang wafat karena empat orang yang di LP itu, semua jadi menduga-duga (ke situ). Tapi hukum tak bisa berdasarkan dugaan. Sebaiknya semua sabar,” kata Denny ketika ditemui di gedung Kementerian, Senin, 25 Maret 2013.

Menurut Denny, seluruh pimpinan lembaga yang ikut rapat, melalui perwakilannya, telah menyatakan akan menindak pelakunya.

“Puslabfor turun, banyak petunjuk yang bisa didapatkan. Tapi untuk mengarah pada simpulan, kita harus dengan bukti yang sangat kuat supaya tak terbantahkan,” ujar Denny.

Penyerangan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, diduga dilakukan secara terencana. Haris Azhar, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, menyatakan dari investigasi dan wawancara sejumlah saksi di lapangan, ditemukan indikasi soal adanya pasukan terlatih yang melakukan penyerangan.

MUHAMAD RIZKI KURNIAWAN

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469408/Drama-14-Jam-Serangan-Penjara-Cebongan-Sleman

Drama 14 Jam Serangan Penjara Cebongan Sleman

Selasa, 26 Maret 2013 | 08:56 WIB

Petugas kepolisan membawa empat kantong plastik berisi barang-barang pribadi milik keempat tahanan yang tewas keluar dari Instalasi Kedokteran Forensik, RSUD Dr. Sardjito, kabupaten Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3). Barang-barang tersebut serta hasil autopsi akan dibawa kepada penyidik untuk pengungkapan kasus penyerbuan oleh segerombolan orang bersenjata pada Sabtu (23/3) dini hari yang menewaskan keempat tahanan titipan di Lapas II B Cebongan Sleman. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta – Penyerangan terhadap Lembaga Permasyarakatan Cebongan hanya berselang 14 jam setelah empat tahanan yang tewas dipindahkan dari Rumah Tahanan Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta ke lapas itu. Mirip operasi aparat.

Koran Tempo edisi Selasa 26 Maret 2013 membuat kronologi penyerangan ini dalam cerita komik. Berikut kronologinya:

Jumat

08.15. Kepala Lapas Cebongan, Sukamto, mendapat informasi bahwa 11 tahanan akan dititipkan oleh Polda DIY ke Cebongan.

12.30. Sukamto mendapat laporan dari anak buahnya bahwa dari 11 tahanan, ada empat tahanan berkaitan dengan pembunuhan anggota Komando Pasukan Khusus, Sersan Satu Santoso.

13.30. Kepala Lapas meminta penambahan personel keamanan kepada Kepolisian Resor Sleman dan Mlati. Polisi menjamin akan ada pengamanan tertutup.

18.30. Sukamto mendapat informasi dari anak buahnya bahwa ada gerombolan sedang masuk ke Yogya terkait kasus pembunuhan anggota Kopassus. Dia langsung berkoordinasi dengan anak buahnya untuk meningkatkan keamanan.

23.00. Kepala Lapas Cebongan menghubungi Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Yogyakarta, Rusdianto. Dia mengusulkan agar kepolisian menambah jumlah personelnya di Cebongan. Rusdianto berjanji akan menelepon Kepala Polda Brigadir Jenderal Sabar Rahardjo.

23.30. Rusdianto menghubungi Kepala Polda DIY, tapi teleponnya mati. Ia lalu menghubungi Direktur Narkoba Polda DIY dan meminta penambahan personel polisi di Cebongan.

Sabtu

00.30 WIB. Penyerangan sekitar 15 menit itu terjadi. (Lihat juga:

Operasi Buntut Kuda Penjara Cebongan Sleman)

  • Sekelompok orang bersenapan laras panjang datang dengan lima minibus Toyota Avanza dan Innova. Ada juga saksi yang melihat lima orang mengendarai sepeda motor.
  • Lima belas orang di antaranya melompati pagar yang tingginya tak sampai 1,5 meter. Sekitar dua-lima orang berjaga di luar penjara.
  • Satu orang menggedor gerbang penjara dan menyodorkan surat meminjam tahanan.
  • Setelah mengancam akan meledakkan Lapas, 15 penyerang masuk ke ruang portir. Di sana mereka sempat menyiksa delapan sipir.
  • Dari ruang portir, sebagian menyebar. Ada yang menuju ruang kepala lapas untuk mengambil kamera CCTV. Ada juga yang menjemput Kepala Keamanan Lapas Margo Utomo untuk mengambil kunci blok dan sel empat tahanan yang diincar.
  • Empat penyerang masuk ke blok empat tahanan itu. Tapi hanya satu yang masuk ke sel dan menembak empat tahanan itu. Simak penyerangan ‘profesional’ di penjara Cebongan Sleman di sini.

NASKHA: AA | BOBBI CHANDRA. SUMBER: WAWANCARA, KEMENHUMHAM, PDAT

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469417/Komnas-HAM-Kasus-Penjara-Sleman-Terkesan-Ditutupi

Komnas HAM: Kasus Penjara Sleman Terkesan Ditutupi

Selasa, 26 Maret 2013 | 10:50 WIB

Sejumlah petugas kepolisian bersenjata laras panjang berjaga di depan Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3), setelah terjadi penyerangan oleh segerombolan orang bersenjata laras panjang pada Sabtu (23/3) dini hari dan membunuh 4 orang tersangka pembunuhan Sertu Santoso. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia memulai penyelidikan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, hari ini, Selasa, 26 Maret 2013. Komisi ingin mengetahui penyebab utama terbunuhnya empat tahanan titipan Polda Yogyakarta di LP Sleman.

“Kami ingin melihat, apa sebenarnya yang terjadi karena ada kesan kasus ini ditutup-tutupi,” kata investigator Komnas HAM, Rima Salim, saat dihubungi, Selasa, 26 Maret 2013.

Menurut Rima, penyelidikan di LP Sleman langsung dilakukan oleh Ketua Komnas, Siti Noor Laila. Selain Laila, juga ada Kepala Biro Penyelidikan, Sriana, dan dua anggota tim penyelidik. Tim akan melakukan penyelidikan selama tiga hari mulai hari ini hingga 28 Maret nanti.

Rima mengatakan, Komnas menilai ada kejanggalan dalam pengusutan pembunuhan yang dilakukan oleh kepolisian. Selain itu, Rima melihat ada upaya untuk menutup-nutupi kasus pembunuhan itu oleh kepolisian dan juga TNI. “Masing-masing instansi menyatakan sulit mengidentifikasi pelaku.”

Padahal, menurut dia, sebenarnya tak sulit bagi kepolisian untuk mendalami pelaku penyerangan berdasarkan bukti dan saksi-saksi yang melihat kejadian. “Makanya Komnas sepakat melihat langsung fakta di lapangan dan mengumpulkan sebanyak mungkin keterangan.”

Penembakan di LP Sleman terjadi pada Sabtu dinihari sekitar pukul 00.15 WIB. Sekitar 17 orang bertopeng membawa senjata api memaksa masuk ke sel tempat empat tahanan yang baru dititipkan oleh Polda DIY Yogyakarta. Tanpa lama menunggu, penerobos bertopeng itu langsung menembak empat tahanan itu secara membabi buta hingga tewas. Kejadian berlangsung sekitar 15 menit. (Baca juga: Drama 14 Jam Serangan Penjara Cebongan Sleman dan Operasi Buntut Kuda Penjara Cebongan Sleman)

Empat korban tewas di LP Cebongan, Sleman, adalah Yohanes Juan Mambait, 38 tahun, Angel Sahetapi alias Deki (31), Adrianus Candra Galaga alias Dedi (33), dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu alias Adi (29). Penembakan ini membuat sejumlah tahanan yang melihat langsung kejadian itu menjadi trauma. Simak penyerangan “profesional” di penjara Cebongan, Sleman, di sini.

IRA GUSLINA SUFA

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469431/Asal-usul-Peluru-di-Penjara-Cebongan-Sleman

Asal-usul Peluru di Penjara Cebongan Sleman

Selasa, 26 Maret 2013 | 12:07 WIB

Petugas Brimob bersenjata laras panjang berjaga di depan Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3). Segerombolan orang bersenjata laras panjang telah menyerbu Lapas Cebongan dan membunuh 4 orang tersangka pembunuhan Sertu Santoso. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta – Tragedi penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, pada Sabtu, 23 Maret 2013, meninggalkan barang bukti selongsong peluru. Kepolisian meyakini itu proyektil dari kaliber 7,62 milimeter.

“Sebanyak 31 selongsong dan 19 proyektil yang ditemukan di lokasi kejadian menunjukkan ukuran peluru 7,62 milimeter,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Yogyakarta, Ajun Komisaris Besar Anny Pudjiastuti. (Baca juga: Drama 14 Jam Serangan Penjara Cebongan Sleman dan Operasi Buntut Kuda Penjara Cebongan Sleman)

Pihak militer langsung menyatakan, peluru yang biasa digunakan pada senjata laras panjang itu bukanlah milik TNI. “Setahu saya, itu sudah bukan standar TNI lagi,” kata Kepala Badan Intelijen Nasional Marciano Norman di Istana Negara. Dugaan beberapa kalangan, peluru kaliber 7,62 mm biasa digunakan untuk senapan AK-47 buatan Uni Soviet.

Namun belum tentu juga pihak TNI tidak menggunakan senjata dengan kaliber 7,62 mm. Pada Rencana Pengadaan Alutsista Melalui Pinjaman dalam Negeri Tahun 2010-2014, Mabes memesan lebih dari 40 ribu butir kaliber 7,62 mm untuk senapan sniper/runduk. Tidak itu saja, TNI Angkatan Udara juga mencantumkan rencana pengadaan hampir satu juta butir kaliber 7,62 mm.

Peluru kaliber 7,62 mm pun sudah diproduksi oleh Pindad. Menurut situs Pindad, kaliber 7,62 mm disebut mempunyai keistimewaan: andal dan akurasi. Pada situs tersebut, kaliber 7,62 mm dengan kode MU11-TJ tidak saja digunakan untuk senapan AK-47. Tapi juga dapat digunakan untuk senapan Sabhara Rifle Cal. 7.62 x 45 mm/SB1. Senapan ini merupakan varian dari jenis SS1 yang banyak digunakan oleh TNI dan Polri. Cek info penyerangan profesional penjara Cebongan, Sleman, di sini.

EVAN | PDAT | SUMBER DIOLAH TEMPO | PINDAD

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469441/Kata-Polisi-Soal-Tersangka-Serangan-Penjara-Sleman

Kata Polisi Soal Tersangka Serangan Penjara Sleman

Selasa, 26 Maret 2013 | 13:05 WIB

Sejumlah petugas kepolisian bersenjata laras panjang berjaga di depan Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3), setelah terjadi penyerangan oleh segerombolan orang bersenjata laras panjang pada Sabtu (23/3) dini hari dan membunuh 4 orang tersangka pembunuhan Sertu Santoso. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta — Memasuki hari keempat setelah peristiwa penembakan empat tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Markas Besar Kepolisian RI belum bisa mengidentifikasi pelaku penyerangan. Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Suhardi Alius, mengatakan, hingga kini Mabes belum bisa menetapkan tersangka. “Belum ada (tersangka), tim masih bekerja,” kata Suhardi melalui pesan pendek, Selasa, 26 Maret 2013.

Menurut Suhardi, saat ini Mabes Polri masih menunggu perkembangan dari tim penyelidik yang sudah diturunkan di LP Cebongan. Saat ini, tim yang langsung dipimpin oleh Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim), Komisaris Jenderal Polisi Sutarman, masih melakukan pendalaman.

Suhardi mengatakan, sejauh ini Mabes belum mendapat informasi terbaru tentang hasil kerja tim penyelidik ini. “Mabes juga sedang menunggu perkembangan hasilnya,” kata dia. Tim di lapangan hingga kini terus melakukan penyelidikan atas sejumlah bukti dan menggali keterangan saksi-saksi yang mengalami dan melihat kejadian secara langsung.

Suhardi tak bisa memerinci sejumlah bukti yang sudah dimiliki oleh tim penyelidik. Dia juga tak bisa memastikan apakah tim juga sudah menyelidiki back up server CCTV yang disebut-sebut masih dimiliki oleh LP Cebongan. “Saya tak tahu info itu.”

Dalam kasus ini, kepolisian sudah memeriksa 45 saksi yang terdiri dari 32 narapidana dan 13 petugas penjara. Hasil pemeriksaan sementara menyimpulkan, eksekutor berjumlah satu orang. (Baca juga: Asal-usul Peluru di Penjara Cebongan Sleman dan Drama 14 Jam Serangan Penjara Cebongan Sleman)

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, mengatakan, kemungkinan besar pelaku menggunakan senjata laras panjang. Namun Boy mengakui pihaknya kesulitan mengungkap identitas pelaku karena menggunakan cadar dan merusak kamera.

Pembunuhan yang terjadi di LP Sleman pada Sabtu dinihari lalu menyebabkan empat tahanan titipan Polda Yogyakarta tewas. Mereka tewas setelah ditembak oleh satu dari penyerang LP. Empat tahanan yang tewas itu merupakan tersangka pembunuh seorang anggota Komando Pasukan Khusus, Sersan Satu Santosa. Cek info penyerangan profesional Penjara Cebongan, Sleman, di sini.

IRA GUSLINA SUFA

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469463/SBY-Serangan-LP-Sleman-Ancam-Rasa-Aman-Publik

SBY: Serangan LP Sleman Ancam Rasa Aman Publik

Selasa, 26 Maret 2013 | 14:53 WIB

Presiden SBY (kiri) didampingi ajudannya, di Istana Negara. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, pembunuhan brutal terhadap empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, sebagai serangan langsung terhadap kewibawaan negara. Bahkan ia beranggapan serbuan itu berdampak ancaman serius terhadap rasa aman publik.

“Kata Presiden, serangan ke LP Sleman telah memporakporandakan kepercayaan umum terhadap supremasi hukum Republik ini,” ujar Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparringa, dalam keterangan tertulis, Selasa, 26 Maret 2013.

Agar kewibawaan negara dan kepercayaan masyarakat terhadap hukum segera pulih, kata Daniel, Presiden memerintahkan TNI membantu Kepolisian RI mengungkap pelaku penyerbuan. (Baca juga: Asal-usul Peluru di Penjara Cebongan Sleman dan Drama 14 Jam Serangan Penjara Cebongan Sleman)

“Presiden menyuruh jajaran TNI membantu pengungkapan identitas pelaku penyerbuan,” kata Daniel. “Dan Kapolri diperintahkan melakukan semua tindakan yang mungkin guna mengungkap pelaku serta mengadilinya di depan hukum.”

Sekelompok orang bersenjata api laras panjang, pistol, dan granat datang menyerang penjara Cebongan, Sabtu dinihari, 23 Maret 2013. Sekitar 17 orang menerobos penjara Cebongan dan memberondong empat tahanan di sel 5A. Empat tahanan itu adalah Hendrik Angel Sahetapy alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu. Mereka adalah tersangka penusukan Sersan Satu Santoso, anggota Komando Pasukan Khusus, di Hugo’s Cafe, 19 Maret 2013.

Kata Haris Azhar, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, jumlah penyerang memang 17 orang. Tapi penembakan dilakukan satu eksekutor. “Ini seperti operasi buntut kuda,” kata Haris. “Yang menerobos banyak, semakin dekat dengan sasaran, jumlah orangnya semakin dikit.” Cek info penyerangan profesional penjara Cebongan, Sleman, di sini.

CORNILA DESYANA | ANANDA BADUDU

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469556/Kata-Menteri-Purnomo-Soal-Kasus-LP-Cebongan

Kata Menteri Purnomo Soal Kasus LP Cebongan

Selasa, 26 Maret 2013 | 19:53 WIB

Peti jenazah salah satu korban penembakan di LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta, diturunkan dari ambulans di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur, (25/3). TEMPO/Jhon Seo

TEMPO.CO, Kuala Lumpur – Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro enggan berpanjang lebar menanggapi penyerbuan kelompok bersenjata terlatih ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cebongan, Sleman, pada Sabtu dinihari lalu. “Saya serahkan pengusutannya kepada kepolisian,” kata dia di Pangkalan Udara Subang, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa sore, 26 Maret 2013.

Empat orang tahanan titipan Kepolisian Daerah Yogyakarta tewas. Mereka adalah Angel Sahetapy alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayant Rohi Riwu. Mereka diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Santoso, anggota Komando Pasukan Khusus Grup II Kandang Menjangan Kartosuro, pada Selasa dinihari lalu di Hugo’s Cafe, Jalan Adisutjipto Km 8,5 Maguwoharjo, Sleman. Tentara berpangkat sersan satu berusia 31 tahun itu tewas akibat luka tusuk.

“Kami percaya dan menunggu hasil penyelidikan polisi. Masyarakat juga harus bersabar dan mempercayakannya kepada kepolisian,” Purnomo menambahkan.

Menteri Purnomo sebelumnya menghadiri pembukaan Langkawi International Maritim and Aerospace (LIMA) 2013 di Langkawi, pulau di perbatasan Malaysia dengan Thailand. Indonesia mengirim Tim Aerobatik Jupiter dari Pangkalan Udara Adi Sutjipto, Yogyakarta, dan memamerkan pesawat angkutan CN 295 buatan PT Dirgantara Indonesia.

Perhelatan dua tahunan itu dihadiri tak kurang 38 negara dari seluruh dunia.

YOSEP S. (KUALA LUMPUR)

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/078469428/Tragedi-Sleman-Kerja-Sama-Polri-TNI-Tak-Terikat

Tragedi Sleman, Kerja Sama Polri-TNI Tak Terikat

Selasa, 26 Maret 2013 | 12:05 WIB

Peti jenazah salah satu korban penembakan di LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta, diturunkan dari ambulans di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur, (25/3). TEMPO/Jhon Seo

TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Markas Besar Polri, Komisaris Besar Agus Rianto, mengatakan lembaganya siap membangun kerja sama dengan semua pihak untuk mengusut tragedi di Penjara Cebongan, Sleman. Termasuk bekerja sama dengan Markas Besar TNI Angkatan Darat.

“Kami terus bekerja sama dengan semua pihak, tentunya sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan,” kata Agus melalui pesan singkat, Selasa, 26 Maret 2013. Kerja sama dengan TNI dan pihak lain bersifat koordinasi dan tak terikat.

Menurut Agus, ia mengharapkan kerja sama dengan beberapa instansi terkait bisa mempercepat proses penyelidikan dan pengungkapan kasus. “Info sekecil apa pun akan sangat berguna bagi kami.” Dalam tragedi pada Sabtu lalu itu, empat tahanan titipan Kepolisian dibantai oleh pasukan siluman.

Sebelumnya, Panglima Daerah Militer Diponegoro Mayor Jenderal Hardiono Saroso mengisyaratkan akan bekerja sama dengan Kepolisian untuk menuntaskan kasus tersebut.  Para korban merupakan tersangka kasus cekcok di Hugo’s Cafe Sleman, yang menewaskan anggota Komando Pasukan Khusus, Sersan Satu Santoso. Hardiono memastikan pelaku pembunuhan empat tahanan bukan berasal dari Kopassus.

Pada peristiwa itu, sekitar 17 orang bertopeng membawa senjata lengkap. Mereka bertopeng langsung menerobos pintu masuk penjara. Beberapa sipir mengalami luka akibat dianiaya gerombolan.  Empat korban tewas adalah Yohanes Juan Mambait, 38 tahun, Angel Sahetapi alias Deki (31), Adrianus Candra Galaga alias Dedi (33), dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu alias Adi (29). Penembakan ini membuat sejumlah tahanan trauma. Cek info penyerangan profesional Penjara Cebongan Sleman di sini.

IRA GUSLINA SUFA

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/078469429/Komnas-HAM-Negara-Gagal-Lindungi-Napi-LP-Sleman

Komnas HAM: Negara Gagal Lindungi Napi LP Sleman

Selasa, 26 Maret 2013 | 12:06 WIB

Seorang kerabat berduka di samping peti berisi jenazah korban penembakan sebelum dibawa ke Kupang, NTT, di RS. Dr. Sardjito, Yogyakarta, Senin (25/3) dini hari. Keempat jenazah tersebut yakni Yohanes Juan Manbait, Gameliel Yemiyanto Rohiriwu, Adrianus Candra Gajala dan Hendrik Benyamin Sahetapy korban penembakan di Lapas 2B Cebongan, Sleman pada Sabtu (23/3) dini hari lalu. ANTARA/Noveradika

TEMPO.CO, Jakarta – Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Nur Kholis, menyatakan, kemungkinan pihaknya turun tangan menangani penembakan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan di Sleman, Yogyakarta, Sabtu lalu, 23 Maret 2013. Dia mengatakan, kasus itu bagian dari tanggung jawab Komnas HAM. (Baca: Komnas HAM: Kasus Penjara Sleman Terkesan Ditutupi)

“Apakah akan langsung berangkat ke sana atau melalui lembaga perwakilan di Yogyakarta, masih belum tahu,” kata Nur Kholis di kantornya, Senin, 25 Maret 2013. Ia menduga pembunuhan itu dilakukan oleh kelompok terorganisasi.

Nur Kholis mengatakan, kasus itu menjadi tanggung jawab Komnas HAM karena hak empat orang di dalam LP tersebut sebagai warga negara sebenarnya sudah terampas. “Bisa dikatakan sudah dirampas karena mereka tidak bebas seperti orang kebanyakan. Mereka ditahan di penjara,” katanya.

Komnas HAM menilai negara lalai dalam melindungi warga yang sedang menjalani proses hukum. “Mereka berada di LP yang merupakan institusi negara, sudah tentu wajib dilindungi,” ujar Nur Kholis.

Ia menegaskan, bagaimanapun status warga negara, apakah tahanan atau warga yang bebas, merupakan pihak yang harus dilindungi. “Negara sudah gagal melindungi warganya,” ujarnya.

Penyerangan di LP Cebongan diduga dipicu oleh kemarahan kelompok bersenjata itu atas kematian rekannya, anggota Kopassus Sersan Satu Santoso. Santoso tewas akibat dikeroyok di Hugo’s Cafe oleh empat orang.

Kelompok bersenjata yang terdiri dari belasan orang itu melompati pagar penjara setinggi 1,5 meter. Mereka memaksa penjaga membuka pintu dengan melumpuhkan dan mengancam dengan granat. (Baca:Penyerangan LP Sleman Terencana, Ini Indikasinya)

Setelah mendapatkan target, gerombolan itu menembak empat orang yang diketahui sebagai pengeroyok Santoso. Empat korban yang tewas adalah Hendrik Angel Sahetapi, Yohanes Juan Mambait, Gameliel Yermianto Rohi Riwu, dan Adrianus Candra Galaja. (Baca: Tahanan LP Sleman Sempat Dianiaya Sebelum Ditembak)

SATWIKA MOVEMENTI

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/078469460/SBY-Minta-Panglima-TNI-Ungkap-Serangan-LP-Sleman

SBY Minta Panglima TNI Ungkap Serangan LP Sleman

Selasa, 26 Maret 2013 | 14:47 WIB

Sejumlah kerabat menunggu empat jenazah korban penembakan sebelum dibawa ke Kupang, NTT, di RS. Dr. Sardjito, Yogyakarta, Senin (25/3) dini hari. Keempat jenazah tersebut yakni Yohanes Juan Manbait, Gameliel Yemiyanto Rohiriwu, Adrianus Candra Gajala dan Hendrik Benyamin Sahetapy korban penembakan di Lapas 2B Cebongan, Sleman pada Sabtu (23/3) dini hari lalu. ANTARA/Noveradika

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono membantu Kepolisian RI mengungkap kasus serangan ke Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman. Melalui Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparringa, SBY menyuruh jajaran TNI membantu pengungkapan identitas pelaku penyerbuan.

“Presiden telah memerintahkan Kapolri untuk melakukan semua tindakan yang mungkin guna mengungkap pelaku,” kata Daniel melalui pesan pendek, Selasa, 26 Maret 2013. “Dan memastikan semua yang terlibat diadili di depan hukum.”

Sekitar 17 orang bersenjata menyerbu LP Cebongan pada Sabtu, 23 Maret 2013. Setelah mendesak dan memukul delapan dari 10 sipir LP Cebongan, mereka memberondong peluru ke arah empat tahanan. Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Yohanes Juan Manbait, Gameliel Yermianto Rohi Riwu alias Adi, dan Adrianus Candra Galaja alias Dedi sontak tewas di tempat. Sedangkan sebanyak 31 peluru ditemukan bersarang pada tubuh mereka.

Para korban diduga pelaku penganiayaan anggota Komando Pasukan Khusus, Sersan Satu Santoso, di Hugo’s Cafe, Sleman, Selasa, 19 Maret 2013. Santoso tewas akibat tusukan pisau salah satu korban tembakan LP Sleman. (Baca juga: Asal-usul Peluru di Penjara Cebongan Sleman dan Drama 14 Jam Serangan Penjara Cebongan Sleman)

Direktur Eksekutif Imparsial Poengky Indarti menduga penyerangan ke LP Sleman dilakukan orang-orang yang sudah terlatih. Bahkan, dia yakin, militer-lah pelakunya. Namun, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigadir Jenderal Rukman, membantahnya. “Belum bisa diidentifikasi kalau para penyerang itu anggota Kopassus,” kata Rukman.

Di tempat berbeda, Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo mengatakan, anggotanya masih melakukan olah tempat kejadian perkara. Ia pun menolak menjawab dugaan keterlibatan militer dalam serbuan itu. “Beri kami kesempatan olah TKP, nanti hasilnya disampikan ke publik,” ujar Timur. Cek info penyerangan profesional Penjara Cebongan, Sleman, di sini.

CORNILA DESYANA | PRIHANDOKO

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/058469621/Agar-Penjara-Cebongan-Sleman-Tak-Bikin-Ngeri

Agar Penjara Cebongan Sleman Tak Bikin Ngeri

Rabu, 27 Maret 2013 | 07:12 WIB

Gedung Lapas Kelas II B Cebongan. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Yogyakarta– Sel nomor 5 di blok A (Anggrek) lembaga pemasyarakatan Cebongan kabupaten Sleman mulai dibersihkan, Selasa 26 Maret 2013. Pembersihan dilakukan dengan mengepel lantai dengan karbol dan mengecat dinding.

“Kasur-kasurnya kami bakar. Ternyata darahnya banyak sekali,” kata Kepala Administrasi Umum Lapas Cebongan Aris Bimo di lapas Cebongan.

Aris menjelaskan, bahwa sejak insiden penembakan empat tahanan di sel tersebut oleh kawanan bersenjata pada 23 Maret dini hari lalu, 31 tahanan di sel itu dipindahkan secara menyebar di sel-sel lain. Namun ruangan sel itu belum dibersihkan karena menunggu proses olah tempat kejadian perkara dari polisi. Darah korban penembakan banyak menggenang. Juga bekas tembakan pada dinding.

“Tempat itu juga baunya menyengat. Tahanan di sel sebelahnya ada yang tak doyan makan. Sipir yang jaga juga muntah-muntah,” kata Aris.

Kepala lapas Cebongan Sukamto mengatakan, bahwa tahanan di sel-sel sekitarnya sudah protes. Mereka minta sel itu dibersihkan. “Baru bisa hari ini. Kami akan ganti dengan kasur baru dan cat dinding baru,” kata Sukamto.

Protes tersebut, menurut Sukamto harus diperhatikan. “Jangan sampai, setelah saya diserang dari luar (oleh kawanan bersenjata), lalu diserang dari dalam oleh warga binaan sendiri,” kata Sukamto.

Dia pun tak menutup kemungkinan untuk mengganti nama blok tersebut agar tidak menimbulkan trauma lagi buat penghuninya. “Mau diganti plaza Yogyakarta juga enggak masalah. Asal enggak bikin ngeri dan tahanan doyan makan lagi,” kata Sukamto.

PITO AGUSTIN RUDIANA

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/058469733/p-Malam-Penyerbuan-Tak-Ada-Suara-Cicak-dan-Tokek

Malam Penyerbuan, Tak Ada Suara Cicak dan Tokek

Rabu, 27 Maret 2013 | 16:06 WIB

Gedung Lapas Kelas II B Cebongan. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Yogyakarta – Sarnidar, 44 tahun, istri Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Margo Utomo, menjelaskan bahwa orang yang mendatangi rumahnya menggunakan penutup wajah. “Pakai zebo. Hanya kelihatan matanya. Mulutnya enggak terlihat,” kata Sarnidar di rumah dinasnya, Rabu, 27 Maret 2013.

Orang tersebut mengenakan kaus yang ditutupi rompi gelap, mengenakan celana panjang serupa jins warna gelap, dan kaus tangan. Sepatunya berhak tebal. Dia membawa sebuah senjata laras panjang. Sarnidar tak melihat ada granat yang dibawa orang itu. “Tubuhnya atletis. Seperti petugas keamanan yang masih muda, yang perutnya belum gendut,” kata Sarnidar.

Saat mendatangi rumahnya, orang itu menanyakan di mana suaminya. “Mana bapak?” tanya orang itu. “Bapak sudah pergi,” jawab Sarnidar.

“Bapak masih di rumah. Mana bapak? Keluar!” kata orang itu.

“Bapak sudah pergi!” teriak Sarnidar.

Lantaran sebelum orang itu datang, tiga orang sudah lebih dulu datang untuk menjemput suaminya sekitar pukul 00.30 WIB. Margo ke luar rumah hanya mengenakan celana pendek, kaus, dan sandal jepit. Saat dia mencoba untuk menghubungi Kepala LP Cebongan, B. Sukamto Harto, ponselnya langsung dirampas orang itu dalam perjalanan menuju ke ruang portir.

Sebelum penyerangan oleh kawanan bersenjata ke LP, Sarnidar merasa suasana di lingkungan LP sangat sepi. Dia tidak mendengar keriuhan suara mobil atau langkah kaki. Suara yang didengar hanya berondongan peluru. “Sepi sekali. Jangkrik dan tokek yang biasa terdengar, malam itu tak terdengar. Seperti serangan G 30 S,” kata Sarnidar.

PITO AGUSTIN RUDIANA

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469604/Kasus-LP-Sleman-Komnas-HAM-akan-Temui-Kopassus

Kasus LP Sleman, Komnas HAM akan Temui Kopassus

Rabu, 27 Maret 2013 | 05:44 WIB

Peti jenazah salah satu korban penembakan di LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta, diturunkan dari ambulans di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur, (25/3). TEMPO/Jhon Seo

TEMPO.CO , Jakarta:Ketua Komisi Nasional HAM, Siti Noor Laila mengaku akan bertemu Komando Pasukan Khusus yang bertugas di Yogyakarta dan sejumlah pihak lain untuk mendalami kasus pembunuhan empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan, Cebongan, Sleman. Pihak lain yang dimaksud adalah kepolisian, pemerintah daerah dan organisasi masyarakat. “Kami sudah sampaikan surat untuk bertemu Kopassus,” kata Siti, Selasa, 26 Maret 2013.

Siti menganggap perlu bertemu Kopassus guna mengumpulkan sejumlah keterangan meninggalnya anggota Kopassus, Sersan Satu Santosa oleh empat tahanan yang tewas di LP Sleman. Keterangan mengenai kematian anggota Kopassus kata Siti, diperlukan karena dianggap menjadi awal penahanan empat orang tadi. “Kami akan kumpulkan fakta-fakta dengan berbagai pihak tak hanya Kopassus.”

Meski begitu Siti tak mau menyimpulkan Kopassus terlibat di balik tewasnya empat tahanan itu. Kesimpula dari reka ulang oleh Komnas di LP Cebongan kemarin adalah penyerangan dilakukan oleh kelompok profesional. “Penyerangan jelas terencana oleh kelompok profesional dan terlatih.”

Kesimpulan sementara Komnas itu berdasar laporan saat penyerangan, pelaku juga menganiaya petugas lapas. Penyerang dipastikan mengambil sejumlah inventaris lapas seperti dua monitor dan kamera CCTV. Petugas menjelaskan tak ada yang tersisa dari rekaman CCTV bahkan di server data maupun rekaman cadangan. “Temuan kami tadi semua rekaman diambil.”

Selain merusak dan mengambil CCTV, pelaku penyerangan juga mengambil telepon genggam.

Komnas hari ini rencananya akan berkoordinasi dengan kepolisian daerah Yogyakarta. “Kami hanya menyelidiki indikasi pelanggaran HAM.” Pelanggaran HAM yang dimaksud adalah sejauh mana negara memberi rasa aman dan perlindungan HAM pada tahanan. “Ini kan kejadiannya di lembaga negara, tempat seharusnya hak setiap orang terlindungi.”

IRA GUSLINA SUFA

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469608/Tembak-Tahanan-LP-Sleman-Langgar-HAM

Tembak Tahanan LP Sleman Langgar HAM

Rabu, 27 Maret 2013 | 06:01 WIB

TEMPO.CO , Sleman:Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Siti Nurlaila menyatakan penembakan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman merupakan pelanggaran HAM yang serius. Karena ada perampasan hak hidup yang tidak bisa digantikan.

“Kami merunut semua yang terlibat atas kasus penembakan di LP, ini pelanggaran HAM yang serius,” kata dia di LP Cebongan.

Siti bersama robongan yaitu Koordinator Biro Penegakan HAM Sriyana, penyelidik Mimin dan Arif Setyabudi mengunjungi LP kelas II B itu. Selama tiga hari ke depan mereka mengumpulkan data dan informasi mengenai peristiwa di LP.

Ia menambahkan, informasi dan data nantinya direkomendasikan ke semua pihak. Setelah menyelidiki LP, Komnas juga menyelidiki pemindahan empat tahanan yang tewas dari Polda Daerah Istimewa Yogyakarta ke LP. “Kami juga akan mendatangi keluarga korban dan korban dari TNI,” kata dia.

Ia yakin, peristiwa eksekusi brutal ini akan terkuak. Apalagi yang diserang berada di institusi negara. Institusi negara yang seharusnya memberi rasa aman kepada mereka di dalamnya.

Empat tahanan tewas akibat penembakan brutal. Mereka adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki (31), Yohanes Juan Manbait (38), Gameliel Yermianto Rohi Riwu alias Adi (29) dan Adrianus Candra Galaja alias Dedi (33). Mereka ditahan lantaran menjadi tersangka penganiayaan hingga menewaskan anggota TNI Sersan Satu Santoso di Hugo’s Cafe, 19 Maret 2013. (Baca lengkap: Serangan Penjara Sleman)

MUH SYAIFULLAH

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469609/Mahfud-Kekuatan-Besar-di-Balik-Kasus-LP-Sleman

Mahfud: Kekuatan Besar di Balik Kasus LP Sleman

Rabu, 27 Maret 2013 | 06:09 WIB

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. ANTARA/Dhoni Setiawan

TEMPO.CO , Jakarta:Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD mengungkap, adanya kemungkinan kekuatan besar di balik kasus penyerangan dan pembunuhan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Kekuatan besar ini kemungkinan menjadi alasan Kepolisian RI lambat mengungkap identitas para pelaku.

“Bisa saja kasus itu tidak ditemukan pelakunya kalau kekuatan besar itu mengintervensi Polri,” kata Mahfud MD di Gedung Mahkamah Konstitusi, Selasa, 26 Maret 2013.

Menurut dia, polisi harus selesai dan berani mengungkap identitas pelaku agar tidak terulang kasus serupa di masa mendatang. Jika tidak mengungkap, polisi akan semakin terlihat menyembunyikan sesuatu atau menjaga jarak dengan kekuatan yang dianggap lebih besar. “Ini bisa menjadi preseden buruk ke depannya,” kata dia.

Menurut Mahfud, kepolisian memiliki kemampuan dan fasilitas untuk mengungkap identitas pelaku pembunuhan empat tersangka kasus penusukan anggota Komando Pasukan Khusus Sersan Satu Santoso. Pengungkapan identitas ini seharusnya dapat dilaksanakan dalam waktu singkat.

Hal tersebut bercermin pada kemampuan polisi mengejar dan menangkap para pelaku tindak pidana terorisme. Polisi dengan semua satuan dan fasilitasnya bisa cepat menangkap 17 pelaku penyerangan Lapas Cebongan.  “Kekuatan negara takluk oleh sekelompok orang itu tidak baik bagi penegakan hukum.”

Kasus penyerangan Lapas Cebongan masih menjadi misteri sejak terjadi pada 23 Maret 2013 sekitar pukul 00.15 WIB. Penyerangan yang diduga dilakukan sekitar 17 orang bersenjata api dan granat ini hanya meninggalkan barang bukti berupa 31 selonsong peluru kaliber 7,62 milimeter dan 16 anak peluru.

FRANSISCO ROSARIANS

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469612/Begini-Tahanan-LP-Sleman-Dipilah-Penembak

Begini Tahanan LP Sleman Dipilah Penembak

Rabu, 27 Maret 2013 | 06:23 WIB

Sejumlah kerabat menunggu empat jenazah korban penembakan sebelum dibawa ke Kupang, NTT, di RS. Dr. Sardjito, Yogyakarta, Senin (25/3) dini hari. Keempat jenazah tersebut yakni Yohanes Juan Manbait, Gameliel Yemiyanto Rohiriwu, Adrianus Candra Gajala dan Hendrik Benyamin Sahetapy korban penembakan di Lapas 2B Cebongan, Sleman pada Sabtu (23/3) dini hari lalu. ANTARA/Noveradika

TEMPO.CO , Jakarta: Sebanyak 31 tahanan di blok A 5 lembaga pemasyarakatan kelas II B Cebongan, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dipaksa bertepuk tangan. Aksi itu dilakukan usai seorang eksekutor dari kawanan bersenjata itu menembak mati empat tahanan yang berada dalam satu sel dengan 31 tahanan lainnya.

“Ya, mereka dipaksa eksekutor bertepuk tangan,” kata penyidik Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Mimin Dwi Hartono di lapas Cebongan, Selasa petang.

Sumber Tempo menyebutkan, saat tepuk tangan, ada salah satu tahanan meneriakkan yel untuk salah satu korps di TNI. Teriakan itu membuat eksekutor marah. “Siapa teriak? Saya tembak kamu!” kata sumber menirukan ucapakan eksekutor.

Keempat tahanan yang ditembak adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Adrianus Candra Galaga (Dedi), Yohanes Juan Mambait, Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu (Adi). Sebelum menembak, eksekutor menanyakan siapa saja keempat orang tersebut. “Siapa kelompoknya Deki (Hendrik Angel Sahetapy)?” kata pelaku.

Pertanyaan tersebut sempat diulang tiga kali. Lantaran tak digubris oleh 35 tahanan di sel nomor 5 yang ketakutan, seorang eksekutor menembakkan senjata laras panjangnya untuk mengintimidasi. “Yang bukan kelompoknya Deki, ke sini!” kata eksekutor sambil menunjuk ke sisi timur.

Di sisi barat tinggal tiga orang. Mereka adalah Deki, Juan, dan Dedi. Mereka langsung dieksekusi dengan cara diberondong tembakan oleh satu orang eksekutor. Kemudian, lanjut sumber Tempo, pelaku mencari satu tahanan lainnya, yakni Adi yang ternyata bergabung dengan 31 tahanan lainnya di sisi timur. “Mungkin pelaku mengenali wajahnya yang berbeda dengan tahanan lain. Langsung ditembak,” kata sumber tadi.

Posisi Adi dekat dengan dinding kamar mandi di tengah ruang sel yang memisahkan sisi timur dan barat. (Baca lengkap: Serangan Penjara Sleman)

PITO AGUSTIN RUDIANA

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469627/Tahanan-Cebongan-Sleman-Dipaksa-Tepuk-Tangan

Tahanan Cebongan Sleman Dipaksa Tepuk Tangan

Rabu, 27 Maret 2013 | 07:52 WIB

Empat kantong plastik berisi barang-barang pribadi milik keempat tahanan yang tewas saat dibawa dari Instalasi Kedokteran Forensik, RSUD Dr. Sardjito, kabupaten Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3). Barang-barang tersebut serta hasil autopsi akan dibawa kepada penyidik untuk pengungkapan kasus penyerbuan oleh segerombolan orang bersenjata pada Sabtu (23/3) dini hari yang menewaskan keempat tahanan titipan di Lapas II B Cebongan Sleman. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Yogyakarta–Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, yang memulai penyelidikan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menemukan kesaksian yang mengejutkan dalam eksekusi empat tahanan yang tewas Sabtu pekan lalu. Sebanyak 31 tahanan di blok A5 (Anggrek Nomor 5) yang menyaksikan eksekusi itu dipaksa tepuk tangan oleh penembak.

“Ya, mereka dipaksa eksekutor itu untuk bertepuk tangan setelah ia menembak mati empat tahanan,” kata penyidik Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Mimin Dwi Hartono, di Cebongan, Selasa 26 Maret 2013. (Baca juga: Asal-usul Peluru di Penjara Cebongan Sleman dan Drama 14 Jam Serangan Penjara Cebongan Sleman)

Empat tahanan yang ditembak adalah Hendrik Angel Sahetapy (Deki), Adrianus Candra Galaja (Dedi), Yohanis Juan Manbait, dan Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu (Adi). Mereka diduga dihabisi terkait dengan kasus penganiayaan anggota Komando Pasukan Khusus TNI AD, Sersan Satu Santoso, di Hugo’s Cafe, Yogyakarta, tiga hari sebelumnya.

Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila juga mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi, Komisi menyimpulkan pelaku sangat terlatih dan profesional. Ia menyebutkan, setiap personel kawanan itu membawa senjata laras panjang dan pistol di kiri dan kanan pinggang serta memakai rompi dan zebo (penutup muka) yang seragam. Mereka juga mengenakan rompi yang diduga rompi antipeluru.

Sedangkan pakaian yang dikenakan ada yang berupa kemeja lengan pendek ataupun panjang. Celana yang dikenakan bukan seragam, tapi postur tubuhnya tegap dengan tinggi yang hampir sama. “Bergerak dengan singkat, cepat, terencana,” kata Laila.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, membenarkan informasi dari para saksi di tempat kejadian perkara mengenai ciri-ciri pelaku. Namun, Boy mengatakan, penyidik masih harus mengumpulkan fakta yang lebih akurat.

Sebelumnya, Kepala Penerangan Kopassus Mayor Susilo menyatakan pihaknya akan menindak tegas anggotanya jika terlibat kasus penyerangan ke Lapas Cebongan. Hingga kini, Kopassus mengklaim belum ada bukti keterlibatan mereka. “Kami masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian,” kata Susilo. Cek info penyerangan profesional di penjara Cebongan Sleman.

PITO RUDIANA AGUSTIN | IRA GUSLINA SUFA | RUSMAN PARAQBOEQ | AGUSSUP

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469663/Penyerangan-LP-Sleman-Hidup-Kopassus

Penyerangan LP Sleman, ‘Hidup Kopassus’

Rabu, 27 Maret 2013 | 11:42 WIB

Kapolres Sleman, AKBP Hery Sutrisman mengkoordinir petugas kepolisian untuk berjaga di depan Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3). TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Yogyakarta – Temuan penyidik Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Mimin Dwi Hartono soal 31 tahanan di penjara Cebongan, Sleman, Yogyakarta, yang dipaksa bertepuk tangan oleh eksekutor, memang cukup menggemparkan.

Tepuk sorai itu dilakukan 31 tahanan usai seorang eksekutor menembak mati empat tahanan titipan Kepolisian Daerah Yogyakarta yang berada di satu sel dengan mereka di Blok A5 (Anggrek Nomor 5).

Namun, sumber Tempo di penjara Sleman mengungkapkan pada Selasa, 26 Maret 2013, ada kesaksian lain yang tak kalah mengejutkan. Saat ke-31 tahanan itu bertepuk tangan, menurut sumber, ada salah seorang tahanan yang meneriakkan, “Hidup Kopassus!”

Teriakan tersebut keruan saja membuat eksekutor naik pitam. “Siapa yang teriak? Saya tembak kamu!” kata sumber ini menirukan hardikan sang eksekutor. Untunglah, itu hanya gertakan semata.

Segerombolan orang bersenjata api laras panjang, pistol, dan granat menyerang Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, pada Sabtu dinihari, 23 Maret 2013. Kelompok ini diperkirakan berjumlah 15 hingga 20 orang. Namun, hanya satu orang yang menjadi ekskutor.

Empat tahanan yang ditembak mati adalah Hendrik Angel Sahetapy alias Deki, Adrianus Candra Galaja alias Dedi, Yohanis Juan Manbait, dan Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu (Adi).

Mereka diduga dihabisi terkait dengan kasus pembunuhan bekas anggota Komando Pasukan Khusus TNI AD, Sersan Satu Santoso, di Hugo’s Cafe, Yogyakarta, tiga hari sebelumnya.

Kepala Penerangan Kopassus Mayor Susilo berjanji akan menindak tegas anggotanya jika terlibat penyerangan Penjara Cebongan. Hingga kini, Kopassus mengklaim belum ada bukti keterlibatan mereka. “Kami menunggu hasil penyelidikan kepolisian,” katanya.

TIM TEMPO

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469685/Saksi-Penembakan-Lapas-Sleman-Tak-Kembali-ke-Sel

Saksi Penembakan Lapas Sleman Tak Kembali ke Sel

Rabu, 27 Maret 2013 | 13:12 WIB

Gedung Lapas Kelas II B Cebongan. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Yogyakarta – Sebanyak 31 tahanan yang menjadi saksi penembakan empat tahanan di blok A5 (Anggrek nomor 5), di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta tidak dikembalikan ke sel yang sama. Mereka akan dipindahkan ke sel lain.

“Mereka akan dirotasi ke sel lain. Itu untuk mencegah trauma berkepanjangan,” kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Cebongan, Kabupaten Sleman, B. Sukamto Harto, di LP, Rabu, 27 Maret 2013.

Menurut Sukamto, sel tersebut akan diisi oleh tahanan atau narapidana lain yang tidak melihat langsung peristiwa pada 23 Maret dinihari lalu. Meskipun tidak menutup kemungkinan, penghuni baru di sana juga menolak. “Ya, mereka (penghuni baru) diharapkan bisa mengerti kondisi ini,” kata Sukamto.

Saat ini, sel tersebut telah dibersihkan. Dinding sel juga sudah dicat. Kasur dan karpet akan diganti dengan yang baru. “Memang belum ditempati karena menunggu cat kering,” kata Sukamto.

Sebelum sel itu ditempati kembali, Sukamto akan menggelar doa bersama di sel tersebut dengan warga binaan dan karyawan lapas lainnya. “Kami akan mendoakan arwah keempat tahanan tersebut. Tak kami persoalkan apa kesalahannya, apa agamanya, dari mana mereka,” kata Sukamto.

PITO AGUSTIN RUDIANA

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469686/SBY-Minta-TNI-Polri-Kompak-Usut-Kasus-LP-Sleman

SBY Minta TNI-Polri Kompak Usut Kasus LP Sleman

Rabu, 27 Maret 2013 | 13:17 WIB

Sejumlah kerabat menunggu empat jenazah korban penembakan sebelum dibawa ke Kupang, NTT, di RS. Dr. Sardjito, Yogyakarta, Senin (25/3) dini hari. Keempat jenazah tersebut yakni Yohanes Juan Manbait, Gameliel Yemiyanto Rohiriwu, Adrianus Candra Gajala dan Hendrik Benyamin Sahetapy korban penembakan di Lapas 2B Cebongan, Sleman pada Sabtu (23/3) dini hari lalu. ANTARA/Noveradika

TEMPO.CO, Nusa Dua – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Kepala Kepolisian RI Jenderal Timur Pradopo dan Panglima Tentara Nasional Indonesia Laksamana Agus Suhartono bekerja sama mengusut kasus penyerangan penjara Cebongan, Sleman, Yogyakarta.

“Intinya, Presiden meminta Polri berkoordinasi dan bekerja sama dengan TNI untuk menindaklanjuti insiden di Lembaga Pemasyarakatan Sleman,” kata juru bicara kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, di Bali Nusa Dua Convention Center, Rabu pagi, 27 Maret 2013.

Saat ini, Julian menambahkan, Polri dan TNI sudah menjalin kerja sama pengusutan insiden penyerangan tersebut. “Yang jelas, ini sudah mendapatkan arahan langsung dari Presiden ke Kapolri dan Panglima TNI terkait penanganan secara tepat terhadap insiden Sleman,” ujarnya.

Kasus penyerangan LP Cebongan masih menjadi misteri sejak terjadi pada Sabtu, 23 Maret 2013, sekitar pukul 00.15 WIB. Penyerangan yang diduga dilakukan sekitar 17 orang bersenjata api dan granat ini hanya meninggalkan barang bukti berupa 31 selonsong peluru kaliber 7,62 milimeter dan 16 anak peluru.

Penyerangan ini menyebabkan empat tahanan titipan Kepolisian Daerah Yogyakarta tewas. Empat tahanan yang ditembak mati adalah Hendrik Angel Sahetapy alias Deki, Adrianus Candra Galaja alias Dedi, Yohanis Juan Manbait, dan Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu (Adi).

Mereka tewas setelah ditembak oleh seorang dari gerombolan penyerang penjara. Empat tahanan yang tewas itu merupakan tersangka pembunuh seorang anggota Komando Pasukan Khusus, Sersan Satu Santosa, tiga hari sebelumnya.

Kepala Penerangan Kopassus Mayor Susilo berjanji akan menindak tegas anggotanya jika terlibat penyerangan penjara Cebongan. Hingga kini, Kopassus mengklaim belum ada bukti keterlibatan mereka. “Kami menunggu hasil penyelidikan kepolisian,” katanya.

PRIHANDOKO

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469725/SBY-Diminta-Serius-Usut-Penyerangan-LP-Cebongan

SBY Diminta Serius Usut Penyerangan LP Cebongan 

Rabu, 27 Maret 2013 | 15:24 WIB

Gedung Lapas Kelas II B Cebongan. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta berani bersikap tegas dalam menuntaskan pengusutan kasus penyerbuan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Presiden harus meminta Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) segera mengumumkan hasil temuan,” kata anggota Komisi Pertahanan dan Keamanan Dewan Perwakilan Rakyat, Tri Tamtomo, di kompleks parlemen Senayan, Rabu, 27 Maret 2013.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini mengatakan, saat ini publik sangat menunggu tegaknya keadilan dan ketegasan pemerintah dan menegakkan keadilan. Penyergapan pada empat tersangka pembunuhan di LP Cebongan, kata Tri, sudah mengganggu rasa aman masyarakat. Apalagi kejadiannya berlangsung di tempat yang berada dalam pengawasan pemerintah.

Tak hanya segera menuntaskan penyelidikan, Tri berharap penegak hukum berani jujur mengungkap apa pun temuan yang diperoleh. Polisi tak perlu takut menyebutkan pihak-pihak yang diduga sebagai pelaku pembunuhan. “Harus berani karena ini sebetulnya mudah.”

Tri berharap pemerintah SBY konsisten melaksanakan komitmen mengusut tuntas kasus pembunuhan.

IRA GUSLINA SUFA

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/078469631/Granat-di-Rompi-Penyerang-Penjara-Cebongan-Sleman

Granat di Rompi Penyerang Penjara Cebongan Sleman

Rabu, 27 Maret 2013 | 08:33 WIB

Gedung Lapas Kelas II B Cebongan. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Yogyakarta — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menduga setiap personel kawanan bersenjata membawa granat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cebongan, Sleman, 23 Maret lalu. Dugaan Komnas itu didasarkan keterangan dari sejumlah saksi.

“Granat itu ada yang disimpan pada rompi, ada yang di saku celana kiri kanan,” kata Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila saat ditemui di LP Cebongan, Selasa, 26 Maret 2013. (Baca juga: Asal-usul Peluru di Penjara Cebongan Sleman dan Drama 14 Jam Serangan Penjara Cebongan Sleman)

Laila mengatakan, selain granat, tiap personel membawa senjata laras panjang. “Mereka pakai rompi dan zebo yang seragam,” kata Laila. “Mereka bergerak dengan singkat, cepat, terencana. Mereka terlatih dan profesional,” kata Laila.

Sumber Tempo menambahkan, rompi tersebut rompi anti peluru. Sedangkan pakaian yang dikenakan ada yang berupa kemeja lengan pendek maupun panjang. Celana yang dikenakan juga tak seragam. Sepatunya pun bukan sepatu lars, melainkan sepatu olah raga (kets). Cek info penyerangan profesional di penjara Cebongan Sleman.

PITO AGUSTIN RUDIANA

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/078469680/Sulit-Temui-Kopassus-Komnas-HAM-Akan-Surati-KSAD

Komnas HAM Akan Surati KSAD

Sulit Temui Kopassus, Komnas HAM Akan Surati KSAD

Rabu, 27 Maret 2013 | 13:01 WIB

Ketua Komnas Ham Siti Noor Laila. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Siti Noor Laila berencana mengirim surat kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Pramono Edhie Wibowo, terkait dengan penyelesaian kasus penyerbuan terhadap Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, Yogyakarta, pada Jumat, 23 Maret 2013.

Surat itu ditulis karena Komnas HAM terbentur birokrasi saat hendak memanggil anggota Komando Pasukan Khusus TNI AD. “Kami awalnya menulis surat untuk Kopassus di Yogyakarta. Tapi, mereka mengatakan tidak bisa bertemu karena harus ada persetujuan dari Mabes TNI Angkatan Darat,” ujar Siti kepada Tempo, Rabu, 27 Maret 2013. Dia belum menyebutkan kapan surat itu akan dikirimkan.

Selanjutnya, Siti berharap dapat bertemu langsung dengan Pramono. “Kami juga akan minta agar Kopassus dihadirkan dalam pertemuan itu,” ujarnya. Komnas HAM terus bekerja menyelidiki perkembangan penembakan di LP Cebongan. “Selain trauma, para tahanan khawatir kondisi keluarganya. Mereka takut, jika nanti bersaksi, keluarganya terancam,” ucap Siti.

Dugaan pelaku penyerbuan mengarah ke Kopassus karena empat tahanan yang ditembak adalah tersangka penganiayaan hingga tewas anggota Kopassus, Sersan Satu Santoso. Sumber Tempo menyebutkan, saat penembakan terjadi, ada salah seorang tahanan yang berteriak, “Hidup Kopassus!” Tahanan itu pun diancam akan ditembak oleh salah seorang eksekutor yang marah. Untungnya, ancaman tersebut tidak jadi dilakukan.

SATWIKA MOVEMENTI

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/078469692/Penyerang-LP-Cebongan-Gunakan-Sandi-Khusus

Penyerang LP Cebongan Gunakan Sandi Khusus

Rabu, 27 Maret 2013 | 13:30 WIB

Boy Rafli Amar. TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Biro Penerangan Markas Besar Kepolisian RI, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, mengatakan, penyidik telah mengetahui sandi khusus yang digunakan kelompok penyerang Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta, pada 23 Maret 2013.

Penggunaan sandi itu diperoleh dari keterangan para saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara. “Ya, ada (sandi khusus), tapi itu bagian dari penyelidikan,” kata Boy di sela Rapat Teknis Humas Polri di Hotel Maharadja, Rabu, 27 Maret 2013.

“Artinya, apakah dialek, perawakan, ciri-ciri, alat-alat apa yang dipakai, pasti digali. Itu namanya proses olah TKP. Dari proses pemeriksaan, bisa terbangun seperti apa profil pelaku,” Boy melanjutkan.

Pada Sabtu dinihari, 23 Maret 2013, belasan orang menyerbu LP Cebongan dengan menggunakan senjata laras panjang, pistol, dan granat. Penyerang menembak mati empat tahanan titipan Kepolisian Daerah DIY, yaitu Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, 31 tahun, Yohanes Juan Manbait (38), Gameliel Yermianto Rohi Riwu alias Adi (29), dan Adrianus Candra Galaja alias Dedi (33).

Keempat tahanan itu tewas tertembak dengan 31 peluru pada tubuh mereka. Keempatnya adalah tersangka pembunuhan anggota Komando Pasukan Khusus TNI AD, Sersan Satu Santoso, hingga tewas di Hugo’s Cafe, Jalan Adisutjipto Kilometer 8,5 Maguwoharjo, Sleman, pada Selasa, 19 Maret 2013.

Motif penyerangan diduga karena balas dendam. Namun, pihak TNI telah membantah anggotanya terlibat dalam penyerangan tersebut dan mempersilakan Polri mengusutnya sampai tuntas. Pasca-insiden ini, penyidik telah memeriksa 45 saksi, baik narapidana maupun sipir penjara. Ditemukan juga 31 selongsong peluru berkaliber 7,62 milimeter.

Boy mengatakan, penyidik telah mendapatkan informasi ciri-ciri pelaku penyerangan dari keterangan para saksi. Namun, ia mengatakan, informasi tersebut belum bisa disampaikan kepada publik karena akan digunakan lagi untuk pendalaman penyelidikan. “Masih disimpan dulu. Istilahnya, ini kan rahasia dapur,” kata Boy. Ia menegaskan, penyerangan tersebut dilakukan secara profesional, sistematis, dan cepat.

RUSMAN PARAQBUEQ

http://www.tempo.co/read/fokus/2013/03/27/2732/Densus-88-Kejar-Penyerbu-Lapas-Cebongan

Densus 88 Kejar Penyerbu Lapas Cebongan

Rabu, 27 Maret 2013 | 05:32 WIB

Petugas Brimob bersenjata laras panjang berjaga di depan Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3). Segerombolan orang bersenjata laras panjang telah menyerbu Lapas Cebongan dan membunuh 4 orang tersangka pembunuhan Sertu Santoso. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta – Polisi menerjunkan Detasemen Khusus 88 Antiteror guna mengungkap kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu pekan lalu. “Semua sumber daya di Polri dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk melakukan pengungkapan (kasus itu),” kata juru bicara Markas Besar Polri, Boy Rafli Amar, di Jakarta Selasa 26 Maret 2013.

Menurut Boy, polisi akan bekerja maksimal dalam pengungkapan kasus yang menewaskan empat tahanan itu. Mereka akan berupaya keras mengumpulkan fakta yang lebih akurat. “Pekerjaan ini tidak mudah,” kata Boy. “Bisa saja informasi akurat didapat di tempat lain, yang katakanlah terkait dengan orang-orang yang mirip dengan yang dijelaskan di TKP.”

Penyidik Polri, ujar Boy, masih menyelidiki insiden penyerangan LP Cebongan tersebut dengan mengumpulkan barang bukti. Mereka juga memeriksa puluhan saksi, baik narapidana maupun sipir. Tim Laboratorium Forensik juga sedang mengidentifikasi peluru yang ditemukan di lokasi.

“Kami masih mempelajari temuan-temuan yang diperoleh,” ucapnya. “Pelakunya masih gelap, belum diketahui. Kami ingin kerja profesional didasarkan bukti scientific,” tuturnya.

Kepolisian, Boy mengatakan, juga berharap dukungan dan bantuan informasi dari masyarakat. “Barangkali ada masyarakat yang menyimpan info, jangan sampai info itu tidak digunakan,” ucapnya.

Pada Sabtu dinihari pekan lalu, sekitar 17 orang menyerbu LP Cebongan dengan menggunakan senjata laras panjang, pistol, dan granat. Mereka menembak hingga tewas para tersangka penganiayaan dan pembunuhan anggota Kopassus, Sersan Satu Santoso, di Hugo’s Cafe, Jalan Adisutjipto Km 8,5 Maguwoharjo, Sleman, pada Selasa pekan lalu.

Keempat tersangka pembunuh tentara itu adalah Hendrik Angel Sahetapy alias Deki, 31 tahun, Yohanis Juan Manbait (38), Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu alias Adi (29), dan Adrianus Candra Galaja alias Dedi (33). Mereka tewas tertembak dengan 31 peluru di tubuhnya.

Selasa 26 Maret 2013, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia juga memulai penyelidikan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman. Mereka menemukan kesaksian yang mengejutkan dalam eksekusi empat tahanan yang tewas Sabtu pekan lalu. Sebanyak 31 tahanan di blok A5 (Anggrek Nomor 5) yang menyaksikan eksekusi itu dipaksa tepuk tangan oleh penembak.

“Ya, mereka dipaksa eksekutor itu untuk bertepuk tangan setelah ia menembak mati empat tahanan,” kata penyidik Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Mimin Dwi Hartono, di Cebongan.

Sumber Tempo di Cebongan menyebutkan, saat tepuk tangan, ada salah satu tahanan yang berteriak, “Hidup Kopassus!” Teriakan itu membuat eksekutor marah. “Siapa yang teriak? Saya tembak kamu!” kata sumber, menirukan ucapan eksekutor. Untunglah itu hanya gertakan.

Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila juga mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi, Komisi menyimpulkan pelaku sangat terlatih dan profesional. Ia menyebutkan, setiap personel kawanan itu membawa senjata laras panjang dan pistol di kiri dan kanan pinggang serta memakai rompi dan zebo (penutup muka) yang seragam. Mereka juga mengenakan rompi yang diduga rompi antipeluru. Sedangkan pakaian yang dikenakan ada yang berupa kemeja lengan pendek ataupun panjang. Celana yang dikenakan bukan seragam, tapi postur tubuhnya tegap dengan tinggi yang hampir sama. “Bergerak dengan singkat, cepat, terencana,” kata Laila.

Sebelumnya, Kepala Penerangan Kopassus Mayor Susilo menyatakan pihaknya akan menindak tegas anggotanya jika terlibat kasus penyerangan ke Lapas Cebongan. Hingga kini, Kopassus mengklaim belum ada bukti keterlibatan mereka. “Kami masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian,” kata Susilo.

TIM TEMPO

http://www.tempo.co/read/fokus/2013/03/27/2733/Temuan-Mengejutkan-Komnas-HAM-di-Lapas-Cebongan

Temuan Mengejutkan Komnas HAM di Lapas Cebongan

Rabu, 27 Maret 2013 | 08:43 WIB

Gedung Lapas Kelas II B Cebongan. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta -Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang memulai penyelidikan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta menemukan kesaksian yang mengejutkan dalam eksekusi empat tahanan yang tewas Sabtu pekan lalu. Sebanyak 31 tahanan di blok A 5 yang menyaksikan eksekusi itu dipaksa tepuk tangan oleh penembak.

“Ya, mereka dipaksa eksekutor itu untuk tepuk tangan setelah ia menembak mati empat tahanan,” kata penyidik Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Mimin Dwi Hartono di Cebongan, kemarin, sebagaimana diberitakan Koran Tempo, Rabu, 27 Maret 2013.

Sumber Tempo di Cebongan menyebutkan, saat tepuk tangan, ada salah satu tahanan yang teriak “hidup Kopassus!” Teriakan itu membuat eksekutor marah.”Siapa yang teriak? Saya tembak kamu!” kata sumber menirukan ucapan eksekutor. Untunglah, itu hanya gertakan.

Empat tahanan yang ditembak adalah Hendrik Angel Sahetapy (Deki), Adrianus Candra Galaga (Dedi), Yohanis Juan Mambait, Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu (Adi). Mereka diduga dihabisi terkait kasus penganiayaan anggota Komando Pasukan Khusus TNI AD, Sersan Satu Santoso, di Hugo’s Cafe, Yogyakarta, tiga hari sebelumnya.

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Siti Noor Laila mengatakan pihaknya akan bertemu dengan satuan Kopassus Kandang Menjangan terkait kasus penyerbuan itu. “Kami sudah sampaikan surat untuk bertemu Kopassus,” kata Siti kemarin. Namun, Siti mengatakan tak mau menyimpulkan secara dini adanya keterlibatan Kopassus dalam peristiwa tersebut.

Selain bertemu dengan Kopassus, Komnas HAM juga akan berkordinasi dengan Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta. “Kami hanya akan menyelidiki indikasi pelanggaran HAM dalam kasus ini,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Penerangan Kopassus Mayor Susilo menyatakan pihaknya akan menindak tegas anggotanya jika terlibat kasus penyerangan ke Lapas Cebongan. Hingga kini, Kopassus mengklaim belum ada bukti keterlibatan mereka. “Kami masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian,” kata Susilo.

Reaksi keras terhadap kasus ini juga ditunjukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Melalui Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparingga, Presiden menyatakan bahwa pembunuhan brutal terhadap empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan adalah serangan langsung pada kewibawaan negara. Pembunuhan tersebut juga menghasilkan ancaman serius terhadap rasa aman publik. “Serangan itu juga memporakporandakan kepercayaan umum terhadap supremasi hukum di republik ini,” kata Daniel melalui pesan singkat kemarin.

Sementara itu, untuk mengungkap kasus ini, Mabes Polri menerjunkan Detasemen Khusus 88 Antiteror. “Semua sumber daya di Polri dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk melakukan pengungkapan kasus itu,” kata juru bicara Markas Besar Polri Boy Rafli Amar Jakarta, kemarin.

Menurut Boy, polisi akan bekerja maksimal dalam pengungkapan kasus yang menewaskan empat tahanan itu. Mereka akan berupaya keras mengumpulkan fakta yang lebih akurat. “Pekerjaan ini tidak mudah,” kata Boy. “Bisa saja informasi akurat didapat di tempat lain, yang katakanlah terkait dengan orang-orang yang mirip dengan yang dijelaskan di TKP.” Cek info penyerangan profesional di penjara Cebongan Sleman.

  1. 19063467964, Tentara Kopassus Tewas Ditusuk di Kafe Hotel
    (penusukan Sersan Satu Santosa), http://www.tempo.co/read/news/2013/03/19/063467964/Tentara-Kopassus-Tewas-Ditusuk-di-Kafe-Hotel
  2. 23058468870, Anggota Kopassus Diduga Serbu Penjara di Sleman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468870/Anggota-Kopassus-Diduga-Serbu-Penjara-di-Sleman
  3. 23058468874, Kronologi Serangan di Penjara oleh Oknum Kopassus, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468874/Kronologi-Serangan-di-Penjara-oleh-Oknum-Kopassus
  4. 23058468874, Kronologi Serangan ke Penjara Sleman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468874/Kronologi-Serangan-Penjara-oleh-Anggota-Kopassus
  5. 23058468878, Korban Penembakan Oknum Kopassus Terkapar di Sel , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468878/Korban-Penembakan-Oknum-Kopassus-Terkapar-di-Sel
  6. 23058468881, Oknum Kopassus Penyerang Lapas Sleman Rebut CCTV, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468881/Oknum-Kopassus-Penyerang-Lapas-Sleman-Rebut-CCTV
  7. 23058468881, Terduga Kopassus Penyerang LP Sleman Rebut CCTV, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468881/Terduga-Kopassus-Penyerang-LP-Sleman-Rebut-CCTV
  8. 23058468884, Terduga Kopassus Serbu LP Sleman, 4 Tewas, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468884/Terduga-Kopassus-Serbu-Penjara-2-Sipir-Luka-luka
  9. 23058468884, Terduga Kopassus Serbu Penjara, 2 Sipir Luka-luka, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468884/Terduga-Kopassus-Serbu-Penjara-2-Sipir-Luka-luka
  10. 23058468887, Kondisi Korban Tembak di LP Sleman Mengerikan, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468887/Kondisi-Korban-Tembak-Terduga-Kopassus-Mengerikan
  11. 23058468889, Penyerang LP Sleman Harus Ditangkap’, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468889/Pelaku-Penyerangan-LP-Sleman-Harus-Ditangkap
  12. 23058468892, Akar Masalah Penyerbuan Terduga Kopassus ke Penjara, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/058468892/Akar-Masalah-Penyerbuan-Terduga-Kopassus-ke-Penjara
  13. 23063468893, Kopassus Bantah Anggotanya Ikut Serang LP Sleman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468893/Kopassus-Bantah-Anggotanya-Terlibat-Penyerangan
  14. 23063468893, Kopassus Bantah Anggotanya Terlibat Penyerangan, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468893/Kopassus-Bantah-Anggotanya-Terlibat-Penyerangan
  15. 23063468895, LP Sleman Diserang, Jam Besuk Ditiadakan, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468895/LP-Sleman-Diserang-Jam-Besuk-Ditiadakan
  16. 23063468897, TNI AD: Penyerang LP Sleman Belum Tentu Kopassus   , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468897/TNI-AD-Penyerang-LP-Sleman-Belum-Tentu-Kopassus
  17. 23063468899, Kepala Pengamanan LP Sleman Ditodong Pistol, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468899/Kepala-Pengamanan-LP-Sleman-Ditodong-Pistol
  18. 23063468901, 4 Tahanan Sleman Dieksekusi di Depan Napi Lain   , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468901/Otopsi-Korban-LP-Sleman-Butuh-Waktu-Sehari
  19. 23063468901, Otopsi Korban LP Sleman Butuh Waktu Sehari , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468901/Otopsi-Korban-LP-Sleman-Butuh-Waktu-Sehari
  20. 23063468917, Duka Selimuti Keluarga Korban Penembakan LP, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468917/Duka-Selimuti-Keluarga-Korban-Penembakan-LP
  21. 23063468920, Pangdam: Penyerang LP Bukan Anggota Kopassus, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468920/Pangdam-Penyerang-LP-Bukan-Anggota-Kopassus
  22. 23063468935, Ini Alasan Pemindahan Empat Tahanan ke LP Sleman , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468935/Ini-Alasan-Pemindahan-Empat-Tahanan-ke-LP-Sleman
  23. 23063468935, Mengapa Empat Tahanan Itu Dipindah ke LP Sleman?, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468935/Ini-Alasan-Pemindahan-Empat-Tahanan-ke-LP-Sleman
  24. 23063468939, Dibantah, Korban Penembakan Jadi Ajudan Paku Alam, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468939/Dibantah-Korban-Penembakan-Jadi-Ajudan-Paku-Alam
  25. 23063468946, Kasus LP Sleman, Polisi Belum Kontak TNI, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468946/Kasus-Lapas-Polisi-Belum-Koordinasi-Dengan-TNI
  26. 23063468948, Sultan Khawatirkan Keselamatan Mahasiswa NTT, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468948/Sultan-Khawatirkan-Keselamatan-Mahasiswa-NTT
  27. 23063468951, Asrama Mahasiswa NTT di Yogya Ditinggal Penghuni, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468951/Asrama-Mahasiswa-NTT-di-Yogya-Ditinggal-Penghuni
  28. 23063468962, Korban Penembakan Lapas Pernah Bertugas di Aceh  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/063468962/Korban-Penembakan-Lapas-Pernah-Bertugas-di-Aceh
  29. 23078468931, 15 Saksi Penyerangan LP Sleman Diperiksa, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/078468931/Polisi-Periksa-15-Saksi-Penyerangan-Lapas-Sleman
  30. 24058469000, Kata Tim Forensik Soal Korban LP Sleman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/24/058469000/Kata-Tim-Forensik-Soal-Korban-LP-Sleman
  31. 24058469029, 31 Peluru Ditemukan di Tubuh Korban LP Sleman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/24/058469029/31-Peluru-Ditemukan-di-Tubuh-Korban-LP-Sleman
  32. 24058469042, Pascapenembakan, Tahanan LP Sleman Terguncang, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/24/058469042/Pascapenembakan-Tahanan-LP-Sleman-Terguncang
  33. 24058469053, Keraton Yogya Berang Kasus Penyerbuan Lapas Sleman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/24/058469053/Keraton-Yogya-Berang-Kasus-Penyerbuan-Lapas-Sleman
  34. 24058469056, IPW: Penyerang LP Sleman Pasukan Siluman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/24/058469056/IPW-Penyerang-LP-Sleman-Pasukan-Siluman
  35. 24063468986, Pengunjung Rutan Tak Lihat Angelina Sondakh, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/24/063468986/Pengunjung-Rutan-Tak-Lihat-Angelina-Sondakh
  36. 24063469025, Penyerang Lapas Sleman Diduga Kuat Anggota Militer, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/24/063469025/Penyerang-Lapas-Sleman-Diduga-Kuat-Anggota-Militer
  37. 24078469002, Penyelenggara Demo 25 Maret Panen Teror  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/24/078469002/Penyelenggara-Demo-25-Maret-Panen-Teror
  38. 24273000000, Serangan Kilat di Penjara Cebongan, http://www.tempo.co/read/fokus/2013/03/24/2730/Serangan-Kilat-di-Penjara-Cebongan
  39. 25058469122, Seribu Lilin Peringati Penembakan Lapas Sleman , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469122/Seribu-Lilin-Peringati-Penembakan-Lapas-Sleman
  40. 25058469128, Jenazah Korban Lapas Sleman Diterbangkan ke NTT , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469128/Jenazah-Korban-Lapas-Sleman-Diterbangkan-ke-NTT
  41. 25058469134, Apa Senjata Pelaku Penyerangan Lapas Sleman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469134/Apa-Senjata-Pelaku-Penyerangan-Lapas-Sleman
  42. 25058469135, Siapa Tak Trauma Lihat Serangan Penjara Sleman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469135/Siapa-Tak-Trauma-Lihat-Serangan-Penjara-Sleman
  43. 25058469139, Penyerangan LP Sleman Terencana, Ini Indikasinya, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469139/Penyerangan-LP-Sleman-Terencana-Ini-Indikasinya
  44. 25058469143, Jenazah Korban Cebongan Akan Diarak Keliling Kota , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469143/Jenazah-Korban-Cebongan-Akan-Diarak-Keliling-Kota
  45. 25058469170, Mahasiswa NTT Resah Pasca-Penyerangan LP Sleman , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469170/Mahasiswa-NTT-Resah-Pasca-Penyerangan-LP-Sleman
  46. 25058469174, Firasat Buruk Pemindahan Tahanan Lapas Sleman , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469174/Firasat-Buruk-Pemindahan-Tahanan-Lapas-Sleman
  47. 25058469177, Pasti Ada Petunjuk dari Penyerangan Lapas Sleman  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469177/Pasti-Ada-Petunjuk-dari-Penyerangan-Lapas-Sleman
  48. 25058469239, Penembak Tahanan Sleman Diduga Satu Orang   , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469239/Penembak-Tahanan-Sleman-Diduga-Satu-Orang
  49. 25058469251, Jenazah Korban Penembakan Cebongan Disambut Tangis  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/058469251/Jenazah-Korban-Penembakan-Cebongan-Disambut-Tangis
  50. 25063469110, Ini Kronologi Penyerbuan Cebongan Versi Kontras, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469110/Ini-Kronologi-Penyerbuan-Cebongan-Versi-Kontras
  51. 25063469114, Penyerbuan LP Cebongan Bermula dari Saling Pandang, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469114/Penyerbuan-LP-Cebongan-Bermula-dari-Saling-Pandang
  52. 25063469115, Lihat Teman Satu Sel Didor, Napi Cebongan Trauma , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469115/Lihat-Teman-Satu-Sel-Didor-Napi-Cebongan-Trauma
  53. 25063469131, Pemindahan Tahanan ke LP Cebongan Dipertanyakan  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469131/Pemindahan-Tahanan-ke-LP-Cebongan-Dipertanyakan
  54. 25063469140, Kapolri Belum Tahu Identitas Penyerang LP Sleman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469140/Kapolri-Belum-Tahu-Identitas-Penyerang-LP-Sleman
  55. 25063469226, Kasus LP, KASAD: Tak Ada Bukti Keterlibatan TNI   , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469226/Kasus-LP-KASAD-Tak-Ada-Bukti-Keterlibatan-TNI
  56. 25063469234, Menteri Amir Tak Tahu Alasan Pemindahan Tahanan   , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469234/Menteri-Amir-Tak-Tahu-Alasan-Pemindahan-Tahanan
  57. 25063469334, Pemindahan Tahanan ke LP Sleman Sudah Dibahas, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469334/Pemindahan-Tahanan-ke-Cebongan-Sudah-Dibicarakan
  58. 25063469337, Kepala LP Sleman Punya Insting Mau Diserang, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469337/Kepala-LP-Sleman-Punya-Insting-Mau-Diserang
  59. 25063469342, Mahasiswa Pendatang di Yogyakarta Diminta Membaur , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469342/Mahasiswa-Pendatang-di-Yogyakarta-Diminta-Membaur
  60. 25063469347, Proyektil dari Tubuh Korban LP Sleman Diserahkan , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469347/Proyektil-dari-Tubuh-Korban-LP-Sleman-Diserahkan
  61. 25063469351, Sebelum Diserang, Cebongan Minta Tambahan Polisi   , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/063469351/Sebelum-Diserang-Cebongan-Minta-Tambahan-Polisi
  62. 25078469163, Pasca-Penyerbuan, Penjara Cebongan Diminta Diubah , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/078469163/Pasca-Penyerbuan-Penjara-Cebongan-Diminta-Diubah
  63. 25078469197, Panglima TNI: Serbuan ke LP Tak Mirip Strategi TNI  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/078469197/Panglima-TNI-Serbuan-ke-LP-Tak-Mirip-Strategi-TNI
  64. 25078469221, BIN: Senjata Penyerang LP Sleman Bukan Standar TNI, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/078469221/BIN-Senjata-Penyerang-LP-Sleman-Bukan-Standar-TNI
  65. 25273100000, Operasi Buntut Kuda Penjara Cebongan Sleman, http://www.tempo.co/read/fokus/2013/03/25/2731/Operasi-Buntut-Kuda-Penjara-Cebongan-Sleman
  66. 26058469398, Dua Lagi Jenazah LP Cebongan Tiba di Kupang , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/058469398/Dua-Lagi-Jenazah-LP-Cebongan-Tiba-di-Kupang
  67. 26058469401, Pengamat: Penyerangan Lapas Sleman Tanda Frustasi, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/058469401/Pengamat-Penyerangan-Lapas-Sleman-Tanda-Frustasi
  68. 26058469404, Tahanan LP Sleman Sempat Dianiaya Sebelum Ditembak  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/058469404/Tahanan-LP-Sleman-Sempat-Dianiaya-Sebelum-Ditembak
  69. 26058469466, Pasca-penyerangan LP Sleman, Petugas pun Trauma   , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/058469466/Pasca-penyerangan-LP-Sleman-Petugas-pun-Trauma
  70. 26058469480, Aktivis Gereja Beri Terapi di Penjara Cebongan  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/058469480/Aktivis-Gereja-Beri-Terapi-di-Penjara-Cebongan
  71. 26058469485, Kejanggalan Sebelum Penyerangan LP Sleman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/058469485/Kejanggalan-Sebelum-Penyerangan-LP-Sleman
  72. 26058469490, Ciri Penyerang LP Cebongan Sleman Diketahui  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/058469490/Ciri-Penyerang-LP-Cebongan-Sleman-Diketahui
  73. 26063469392, Pangdam Diponegoro: Kami Tak Terlibat di Cebongan, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469392/Pangdam-Diponegoro-Kami-Tak-Terlibat-di-Cebongan
  74. 26063469394, MPR Minta Dibentuk Tim Pencari Fakta Cebongan , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469394/MPR-Minta-Dibentuk-Tim-Pencari-Fakta-Cebongan
  75. 26063469395, Soal Cebongan, Denny Indrayana Minta Publik Sabar , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469395/Soal-Cebongan-Denny-Indrayana-Minta-Publik-Sabar
  76. 26063469408, Drama 14 Jam Serangan Penjara Cebongan Sleman , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469408/Drama-14-Jam-Serangan-Penjara-Cebongan-Sleman
  77. 26063469417, Komnas HAM: Kasus Penjara Sleman Terkesan Ditutupi , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469417/Komnas-HAM-Kasus-Penjara-Sleman-Terkesan-Ditutupi
  78. 26063469431, Asal-usul Peluru di Penjara Cebongan Sleman  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469431/Asal-usul-Peluru-di-Penjara-Cebongan-Sleman
  79. 26063469441, Kata Polisi Soal Tersangka Serangan Penjara Sleman   , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469441/Kata-Polisi-Soal-Tersangka-Serangan-Penjara-Sleman
  80. 26063469463, SBY: Serangan LP Sleman Ancam Rasa Aman Publik   , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469463/SBY-Serangan-LP-Sleman-Ancam-Rasa-Aman-Publik
  81. 26063469556, Kata Menteri Purnomo Soal Kasus LP Cebongan  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469556/Kata-Menteri-Purnomo-Soal-Kasus-LP-Cebongan
  82. 26078469428, Tragedi Sleman, Kerja Sama Polri-TNI Tak Terikat , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/078469428/Tragedi-Sleman-Kerja-Sama-Polri-TNI-Tak-Terikat
  83. 26078469429, Komnas HAM: Negara Gagal Lindungi Napi LP Sleman   , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/078469429/Komnas-HAM-Negara-Gagal-Lindungi-Napi-LP-Sleman
  84. 26078469460, SBY Minta Panglima TNI Ungkap Serangan LP Sleman  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/078469460/SBY-Minta-Panglima-TNI-Ungkap-Serangan-LP-Sleman
  85. 27058469621, Agar Penjara Cebongan Sleman Tak Bikin Ngeri , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/058469621/Agar-Penjara-Cebongan-Sleman-Tak-Bikin-Ngeri
  86. 27058469622, Beragam Cara Atasi Trauma di Penjara Cebongan , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/058469622/Beragam-Cara-Atasi-Trauma-di-Penjara-Cebongan
  87. 27058469733, Malam Penyerbuan, Tak Ada Suara Cicak dan Tokek, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/058469733/p-Malam-Penyerbuan-Tak-Ada-Suara-Cicak-dan-Tokek
  88. 27063469604, Kasus LP Sleman, Komnas HAM akan Temui Kopassus, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469604/Kasus-LP-Sleman-Komnas-HAM-akan-Temui-Kopassus
  89. 27063469608, Tembak Tahanan LP Sleman Langgar HAM, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469608/Tembak-Tahanan-LP-Sleman-Langgar-HAM
  90. 27063469609, Mahfud: Kekuatan Besar di Balik Kasus LP Sleman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469609/Mahfud-Kekuatan-Besar-di-Balik-Kasus-LP-Sleman
  91. 27063469610, Sultan Prihatin Kekerasan di LP Cebongan Sleman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469610/Sultan-Prihatin-Kekerasan-di-LP-Cebongan-Sleman
  92. 27063469612, Begini Tahanan LP Sleman Dipilah Penembak, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469612/Begini-Tahanan-LP-Sleman-Dipilah-Penembak
  93. 27063469627, Tahanan Cebongan Sleman Dipaksa Tepuk Tangan, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469627/Tahanan-Cebongan-Sleman-Dipaksa-Tepuk-Tangan
  94. 27063469634, Ribuan Mahasiswa asal NTT Eksodus dari Yogya  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469634/Ribuan-Mahasiswa-asal-NTT-Eksodus-dari-Yogya
  95. 27063469663, Penyerangan LP Sleman, ‘Hidup Kopassus’  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469663/Penyerangan-LP-Sleman-Hidup-Kopassus
  96. 27063469685, Saksi Penembakan Lapas Sleman Tak Kembali ke Sel  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469685/Saksi-Penembakan-Lapas-Sleman-Tak-Kembali-ke-Sel
  97. 27063469686, SBY Minta TNI-Polri Kompak Usut Kasus LP Sleman, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469686/SBY-Minta-TNI-Polri-Kompak-Usut-Kasus-LP-Sleman
  98. 27063469725, SBY Diminta Serius Usut Penyerangan LP Cebongan   , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469725/SBY-Diminta-Serius-Usut-Penyerangan-LP-Cebongan
  99. 27063469729, LPSK Akan Dampingi Saksi Penyerangan LP Cebongan  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/063469729/LPSK-Akan-Dampingi-Saksi-Penyerangan-LP-Cebongan
  100. 27078469631, Granat di Rompi Penyerang Penjara Cebongan Sleman , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/078469631/Granat-di-Rompi-Penyerang-Penjara-Cebongan-Sleman
  101. 27078469680, Komnas HAM Akan Surati KSAD   , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/078469680/Sulit-Temui-Kopassus-Komnas-HAM-Akan-Surati-KSAD
  102. 27078469680, Sulit Temui Kopassus, Komnas HAM Akan Surati KSAD, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/078469680/Sulit-Temui-Kopassus-Komnas-HAM-Akan-Surati-KSAD
  103. 27078469692, Penyerang LP Cebongan Gunakan Sandi Khusus  , http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/078469692/Penyerang-LP-Cebongan-Gunakan-Sandi-Khusus
  104. 27053200000, Densus 88 Kejar Penyerbu Lapas Cebongan, http://www.tempo.co/read/fokus/2013/03/27/2732/Densus-88-Kejar-Penyerbu-Lapas-Cebongan
  105. 27084300000, Temuan Mengejutkan Komnas HAM di Lapas Cebongan, http://www.tempo.co/read/fokus/2013/03/27/2733/Temuan-Mengejutkan-Komnas-HAM-di-Lapas-Cebongan
About these ads