(BAIS) TNI (AD) yang masih menganggap Polri sebagai kacung untuk menyiksa rakyat

(BAIS) TNI (AD) yang masih menganggap Polri sebagai kacung untuk menyiksa rakyat

tentara vs polisi.

saat ini, secara legal, polisi adalah penguasa masyarakat sipil;

saat ini, secara de facto, teritorial, dan fisik, tentara  adalah penguasa sejati.

Polri lahir sebagai bentuk kaki-tangan TNI untuk menindas dan menekan rakyat yang dinilai subversif pada masa pemerintaan orde baru. gaya pemerintahan soeharto yang lebih berorientasi ke dalam negeri sangat kontras dan berbeda jauh dengan gaya pemerintahan soekarno yang lebih berorientasi pada politik mercu suar.

kerusuhan dalam negeri pasca pemilu 1955 yang katanya demokratis menjadi pemicu berbagai gerakan separatis yang ada di seluruh indonesia. i have the checklist dan the chronology. hal ini sangat dipahami soeharto. sekian ratus partai dan sejenisnya diberangus menjadi hanya boleh ada 3 partai.

di jerman, hitler memberlakukan paham nazi.

di indonesia, soeharto memberlakukan paham (doktrin) pancasila.

pangkopkamtib menjadi panglima tukang pukul para pihak yang mengganggu ketertiban umum dan terutama kepentingan penguasa (ekonomi, politik, militer). stempel dan stigma yang berlaku ‘subversif!’ ingat peristiwa malari dan peristiwa tanjung priok.

semua pelaku kriminalisasi kejahatan terhadap kemanusiaan (extrajudicial killing) dilakukan oleh polri dengan diotaki oleh BAIS sebagai badan intelijen’ polri yang dikacangin terus dan diperlakukan sebagai anak ingusan dan anak bawang semasa pemerintahan soeharto menjadi sakit bagi.

polri kemudian membentuk pribadi-pribadi semacam munir untuk membuka semua kebusukan TNI AD. termasuk didalamnya preman berjubah yang berserikat (FPI, Forum Preman Indonesia) maupun tidak berserikat (organisasi semacam Hercules, John Kei, indonesian kill bill. preman-preman jalanan, begundal di jakarta terlahir sebagai keturunan para budak semasa JP Coen.

you cannot become a master, if you never do, did, and inherited as a slave.

try BDSM practices.

once you practice as a slave, the next time you are transforming yourself into a master. the time is only split second. just in a blink of an eye.

arogansi, brutality, you name it. that is the indonesian police.

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/724826/polres-oku-dibakar-puluhan-anggota-tni

Polres OKU dibakar puluhan anggota TNI
Ade Satia Pratama, Kamis,  7 Maret 2013  −  10:57 WIB
Kantor POlres Oku yang diserang dan dibakar TNI. (istimewa)

Sindonews.com – Puluhan oknum TNI diduga dari kesatuan Yon Armed 15 OKUT, Kamis (7/3/2013) menyerang Polres OKU Baturaja. Tidak hanya melakukan penyerangan, puluhan anggota berseragam lengkap tersebut juga melakukan pembakaran. Akibat penyerangan itu separuh bagian Polres OKU dan beberapa Pos Lantas terbakar.

Setelah puas membakar Polres OKU, rombongan anggota TNI yang bersenjata lengkap tersebut langsung kembali ke markas mereka menggunakan sepeda motor. Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod Padakova membenarkan adanya kejadian itu. “Saya belum mendapat laporan resmi pasca kejadian itu, nanti kalau sudah ada, baru saya kabari lagi,” ungkap Djarod singkat.
(ysw)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/724834/4-anggota-polisi-terluka-tni-2-luka

4 anggota polisi terluka, TNI 2 luka
Ibrahim Rasyad, Kamis,  7 Maret 2013  −  11:17 WIB
Ilustrasi (istimewa)

Sindonews.com – Peristiwa penyerangan yang terkadi di Kantor Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu (Polres OKU) menyebabkan korban luka dari kedua kubu. Saat ini, dua anggota TNI mengalami luka dan empat anggota polisi juga mendapat perawatan.
Informasi yang didappat di lapangan, baik anggota polisi dan TNI yang mendapat perawatan di RS DKT Baturaja, adalah anggota Yon Armed Praka Hendra (35) yang mengalami luka robek lengan kanan dan Subden POM Koptu Kurniawan (40) yang mengalami memar di kepala belakang karena pukulan benda tumpul.
Sementara dari pihak polisi, Aipda Barmawi Aidil (50) terkena luka tusuk di paha kiri. Kemudian Pegawai Polres OKI bagian dapur Edi maryono (72) mengalami luka bakar 50 persen.
Kemudian yang dilarikan ke RS Antonio Baturaja, anggota Polres OKI Berlin Mandala dan M Solahudin, mengalami luka tusuk di dada dan tangan. Sedangkan seorang lagi, AKP Riduan mengalami sesak nafas dari asap pembakaran dan luka-luka akibat dikeroyok.
(ysw)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/724842/dpr-tni-polri-harus-bentuk-tim-investigasi-usut-insiden-oku

DPR: TNI- Polri harus bentuk tim investigasi usut insiden OKU
Slamet Riadi, Kamis,  7 Maret 2013  −  11:47 WIB
Dok.Okezone

Sindonews.com – Bentrok antar aparat TNI dan Polri yang terjadi di Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan (Sumsel) mengundang keprihatinan berbagai pihak, termasuk kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Penyerangan terhadap anggota TNI ke Polres OKU itu seharusnya tidak terjadi.
“Saya sangat menyesalkan terjadinya bentrok itu, apalagi sampai jatuh korban jiwa dan terbakarnya kantor polisi,” ujar Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq ketika dihubungi, Kamis (7/3/2013). DPR RI khususnya Komisi I mendesak agar Mabes Polri dan TNI segera mengambil langkah cepat dan tegas serta membentuk tim gabungan pencari fakta.
“Kasus ini jangan dibiarkan berlarut, dan harus segera ditemukan pangkal sebab serta tindakan hukumnya,”desak politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini. Seperti diberitakan sebelumnya, pagi ini puluhan oknum anggota TNI diduga dari Yon Armed 15 OKU Timur, menyerang Polres OKU Baturaja.
Tidak hanya melakukan penyerangan, puluhan anggota berseragam lengkap tersebut juga melakukan pembakaran. Akibat penyerangan itu separuh bagian Polres OKU dan beberapa Pos Lantas terbakar. Setelah puas membakar Polres OKU, rombongan anggota TNI yang bersenjata lengkap tersebut langsung kembali ke markas mereka menggunakan sepeda motor.
Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod Padakova membenarkan adanya kejadian itu. “Saya belum mendapat laporan resmi pasca kejadian itu, nanti kalau sudah ada, baru saya kabari lagi,” ungkap Djarod singkat.
(lns)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/724852/akar-masalah-penyerangan-tni-di-oku-harus-diusut

Akar masalah penyerangan TNI di OKU harus diusut
Slamet Riadi, Kamis,  7 Maret 2013  −  12:12 WIB
IST Polres OKU.

Sindonews.com – Wakil Ketua Komisi III, Almuzammil Yusuf mengatakan insiden penyerangan yang dilakukan oleh oknum TNI diduga dari kesatuan Yon Armed 15 OKU terhadap  Polres OKU Baturaja harus dicari akar masalahnya, tapi pelaku tetap harus diproses sesuai aturan hukum.
“Tinggal diproses saja akar msalahnya kalau  bisa dengan penyelesaian damai,” ujar Muzammil di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/3/2013). Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS)  ini menambahkan, insiden bentrok antara TNI dengan polisi bukan hal yang baru, namun dia mengaku belum tahu pemicu dari insiden tersebut.
Penyelesaian konflik antar lembaga ini, kata Muzammil harus diselesaikan oleh pimpinan dua institusi di daerah tersebut. “Tapi  kalau  itu antara oknum, tentu pnyelesaian antar institusi yang tertinggi di Sumatera Selatan (Sumsel) biasanya antara mereka sudah selesai,” kata dia.
Menurutnya, kesejahteraan anggota Polri dan TNI harus benar-benar diperhatikan, supaya tidak menimbulkan kesenjangan, pasalnya hal ini menjadi persoalan umum, namun untuk pemicunya belum ditehaui secara pasti. “Ketimpangan, kesejahteraan juga tidak kita nafikan. Walapun ini tidak pernah diakui. Tapi  untuk DPR kesejahteraan antara kedua aparat ini harus diperhatikan. Karena ketimpangan akan mempengaruhi emosi,” pungkasnya.
(lns)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/724853/lima-polisi-diduga-tewas-termasuk-kapolsek-martapura

Lima polisi diduga tewas termasuk Kapolsek Martapura
Ade Satia Pratama, Kamis,  7 Maret 2013  −  12:14 WIB
Ilustrasi (istimewa)

Sindonews.com – Peristiwa penyerangan anggota Batalyon Armed 15 Martapura tidak hanya menyebabkan Mapolres Ogan Komering Ilir terbakar, lima anggota polisi tewas satu diantaranya Kapolsek Martapura. Dari informasi yang didapat SINDO di lapangan, lima anggota polisi tewas dalam kejadian penyerangan itu. Diduga salah satu anggota yang tewas Kapolsek Martapura, Polres OKUT, Kompol Ridwan dan lima lagi anggota Polres OKU Baturaja.
Masih dari sumber yang dihimpun SINDO, diduga kuat motif penyerangan dan pembakaran yang dilakukan puluhan oknum TNI ini lantaran masih dendam pasca tewasnya rekan mereka Pratu Heru Oktavinus, anggota Yon Armed 15 Martapura yang tewas ditembak anggota Lantas Polres OKU Brigadir Bintara Wijaya pada Minggu 27 Januari 2013 dinihari lalu.
Hingga berita ini diturunkan belum satupun pejabat dari Kodam II Sriwijaya dan Polda Sumsel bersedia menjelaskan kronologis dan jumlah korban tewas dan luka pasca penyerangan itu.
(ysw)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/724857/penyerangan-mapolres-oku-berawal-dari-demonstrasi

Penyerangan Mapolres OKU berawal dari demonstrasi
Ronald Steven, Kamis,  7 Maret 2013  −  12:42 WIB
Ilustrasi (istimewa)

Sindonews.com – Markas Besar Polri mengklaim peristiwa pembakaran Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan yang terjadi pagi tadi sekira pukul 08.00 WIB diawali dari aksi demonstrasi puluhan anggota TNI. Kadiv humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Alius menjelaskan, peristiwa itu berawal dari unjukrasa terkait rekannya yang tertembaknya Pratu HO oleh Anggota kepolisian berpangkat Brigadir WJ beberapa waktu lalu.
“Tadinya mau unjuk rasa damai, terkait temannya yang tertembak  tapi tidak terkendali,” kata Suhardi saat dihubungi, Kamis (7/3/2013). Suhardi juga mengungkapkan, ada dua anggota Polres OKU yang tertusuk dalam kejadian tersebut. Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan anggota TNI dari Yon Armed Martapura melakukan pembakaran Mapolres OKU. Dalam kejadian ini, beberapa anggota polisi diketahui mengalami luka-luka. Bahkan dikabarkan lima anggota polisi tewas.
(ysw)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/724875/anggota-polres-oku-timur-siaga-penuh

Anggota Polres OKU Timur siaga penuh
Dadang Dinata, Kamis,  7 Maret 2013  −  13:14 WIB
Ilustrasi (istimewa)

Sindonews.com – Pasca penyerangan Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Kamis (7/3/2013) pagi, kini kondisi sudah mulai kondusif. Namun ratusan anggota polisi di Mapolres OKU Timur sudah bersiaga penuh karena terdengar kabar akan ada penyerangan. Pantauan SINDO di kantor Mapolres OKU Timur, Kamis (7/3/2013) siang, tidak terlihat kegiatan mencolok di Mapolres OKU Timur.
Sejumlah anggota polisi yang ada, bersiaga penuh di belakang kantor mapolres. Beberapa anggota Provos dari TNI juga sudah mengantisipasi hal ini dengan menerjunkan beberapa anggotanya memantau situasi. Anggota Mapolres OKU Timur pantas siaga karena jarak mereka dari Markas Yon Armed 15 Martapura hanya berjarak sekira tujuh kilometer. Sedangkan jarak ke Mapolres OKU cukup jauh yakni sekira 45 kilometer.
(ysw)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/724890/dpr-minta-usut-pembakaran-mapolres-oku

DPR minta usut pembakaran Mapolres OKU
Slamet Riadi, Kamis,  7 Maret 2013  −  13:38 WIB
Gedung DPR (okezone)

Sindonews.com – Wakil ketua fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Yani mengaku prihatin terhadap insiden Pembakaran Kantor Mapolres Ogan KOmering Ulu (OKU) di Baturaja, Sumatera Selatan, yang diduga dilakukan oleh oknum TNI. “Saya mendesak agar pelaku pembakaran  pos polisi dan Kantor Polisi tersebut agar diusut secara tuntas dan dicari apa motif pembakaran dan pengrusakan tersebut,” ujar Yani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/3/2013).
Motif penyerangan, kata Yani, harus diungkap supaya hukum dapat ditegakkan secara adil dan transparan. Menurutnya, saat ini  pimpinan polri dan TNI harus segera turun ke lapangan, supaya memberikan  efek psikologi yang positif bagi jajaran di bawahnya. “Saya juga meminta Kapolda Sumsel dan Pangdam untuk turun ke lapangan dan menenangkan masing-masing kesatuan agar tidak terjadi konflik lanjutan,” ujarnya.
Tak hanya aparat, imbuh anggota komisi III ini, tokoh masyarakat setempat harus berperan supaya kedua belah pihak tidak  saling serang. Pasalnya tokoh masyarakat juga mempunyai andil menenangkan situasi. “Peran tokoh masyarakat seperti kalangan ulama juga diharapkan agar turut serta menenangkan masyarakat agar tidak terprovokasi insiden tersebut,”  pungkasnya.
(ysw)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/724912/mabes-polri-klaim-tidak-ada-korban-jiwa

Mapolres OKU diserang oknum TNI
Mabes Polri klaim tidak ada korban jiwa
Ronald Steven, Kamis,  7 Maret 2013  −  14:43 WIB
Mabes Polri. (istimewa)

Sindonews.com – Setelah menunggu lama, akhirnya Mabes Polri buka suara terkait penyerangan di Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU). Mabes Polri mengklaim bahwa dalam penyerangan tersebut tidak ada korban jiwa. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Alius mengatakan, sampai saat ini keadaan korban masih dalam keadaan hidup dan belum ada yang meninggal.
“Dari empat orang yang terluka dari dua kejadian di Mapolres OKU dan OKU Timur, satu orang luka parah. Sementara tidak ada yang meninggal,“ kata Suhardi dalam keterangan persnya di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (7/3/2013). Adapun anggota polisi yang terluka adalah Aiptu Salahudin, Briptu Berlian, Aiptu Marbawi, dan Kapolsek Martapura Kompol Ridwan.
“Saat ini Kompol Ridwan sedang kita bawa ke Rumah Sakit di Palembang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,“ imbuhnya.
(ysw)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/724919/mabes-polri-kirimkan-tim-ke-mapolres-oku

Mabes Polri kirimkan tim ke Mapolres OKU
Ronald Steven, Kamis,  7 Maret 2013  −  14:47 WIB
Ilustrasi (istimewa)

Sindonews.com – Pihak Markas Besar Kepolisian Indonesia hari ini langsung mengirimkan personel untuk melakukan penyelidikan terkait dengan insiden penyerangan anggota TNI ke Mapolres OKU pagi tadi. Kepala Divisi humas Mabes Polri IrjenPol Suhardi Aliyus mengatakan, pengiriman personel tersebut dikirimkan bersama-sama dengan personel TNI.
“Mabes polri dan TNI hari ini menurunkan tim bersama dengan Wakapolda turun ke lokasi untuk lakukan investigasi,“ kata Suhardi di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (7/3/2013). Suhardi mengatakan, adapun personel yang sudah mendarat di lokasi adalah petugas yang berasal dari kesatuan Profesi dan Pengamanan (Propam) dan juga Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum).
“Satuan dari Polda Sumatera Selatan semuanya diterjunkan,“ imbuhnya. Seperti diketahui, puluhan anggota TNI sempat mendatangi Mapolres Oku guna melakukan unjukrasa di depan Mapolres oku, Sumatera Selatan terkait meninggalnya, Pratu HO yang diketahui ditembak oleh brigadir WJ.
Penembakan tersebut diduga berawal, pada saat pelaku menjalankan tugasnya di Depan pos pol. Saat itu, pelaku yang sudah diperiksa atasan, sedang memeriksa pelanggar lalu lintas. Namun secara tiba-tiba, korban yang saat itu mengendarai sepeda motor sempat megeluarkan pernyataannya kearah Pelaku. Hal tersebut dianggap oleh pelaku sebagai tindakan penghinaan.
Dan oleh pelaku, korban sempat diuber dan secara tiba-tiba terdengar suara letusan senjata api. Korban tersungkur di jalan dan meninggal dunia. Diduga hal inilah yang menyulut sekitar 95 anggota TNI melakukan unjukrasa yang berujung pembakaran.
(ysw)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/724922/djoko-suyanto-usut-tindakan-tidak-betul-itu

Pembakaran Mapolres OKU oleh oknum TNI
Djoko Suyanto: Usut tindakan tidak betul itu
Rico Simanjuntak, Kamis,  7 Maret 2013  −  14:55 WIB
Menko Polhukam Djoko Suyanto (okezone)

Sindonews.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto telah menginstruksikan Kapolri Jenderal Timur Pradopo dan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono untuk bisa meredam situasi di Ogan Komering Ulu (Mapolres OKU).
Dia mengatakan, bahwa Kapolri Jenderal Timur Pradopo dan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono telah melaporkan peristiwa pembakaran Markas Polisi Resor Ogan Komering Ulu (Mapolres OKU).
“Tadi pagi Panglima TNI dan Kapolri sudah lapor ke saya tentang kejadian itu, yang penting saya sudah perintahkan kepada beliau-beliau untuk segera diusut yang melakukan tindakan-tindakan yang tidak betul itu,” ujar Djoko di kantor Wakil Presiden (Wapres), Jakarta Pusat, Kamis (7/3/2013).
Seperti diketahui, Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, dikabarkan dirusak oknum anggota tentara Yon Armed 76/15 Tarik Martapura Kamis (7/3/2013) pagi. Akibatnya Mapolres itu rusak dan beberapa mobil patroli juga hancur.
(ysw)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/724923/mabes-polri-menyesalkan-insiden-penyerangan-polres-oku

Mabes Polri menyesalkan insiden penyerangan Polres OKU
Ronald Steven, Kamis,  7 Maret 2013  −  14:58 WIB
Irjen Pol Suhardi Aliyus (Ist)

Sindonews.com – Pihak Polri menyayangkan tindakan anggota TNI dari kesatuan Artileri Medan (Armed) 15 yang telah melakukan penyerangan dan pengrusakan di Mapolres OKU dan beberapa tempat lainnya. Polri memandang penyerangan tersebut seharusnya tidak terjadi.
“Polri sangat menyesalkan dan prihatin dimana 95 oknum TNI mendatangi Polres OKU,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Aliyus di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (7/3/2013). Suhardi pun menegaskan, pihaknya bersama sama dengan TNI akan melakukan tindakan jika memang ada pelanggaran yang dilakukan masing-masing pihak.
“Ini masalah parsial. Kita sangat prihatin dan akan kita tuntaskan bersama sama. Pokoknya kita sudah bersama-sama menahan ini agar tidak kembali terjadi,” tegasnya. Seperti diketahui, puluhan anggota TNI sempat mendatangi Mapolres OKU guna melakukan unjuk rasa di depan Mapolres OKU, Sumatera Selatan terkait meninggalnya Pratu HO yang diketahui ditembak oleh Brigadir WJ.
Penembakan tersebut diduga berawal, pada saat pelaku menjalankan tugasnya di depan pos pol. Saat itu, pelaku yang sudah diperiksa atasan, sedang memeriksa pelanggar lalu lintas. Namun secara tiba-tiba, korban yang saat itu mengendarai sepeda motor sempat mengeluarkan pernyataannya ke arah pelaku. Hal tersebut dianggap oleh pelaku sebagai tindakan penghinaan.
Oleh pelaku, korban sempat dikejar dan secara tiba-tiba terdengar suara letusan senjata api. Korban tersungkur di jalan dan meninggal dunia. Diduga hal inilah yang menyulut kemarahan sekitar 95 anggota TNI yang melakukan unjuk rasa dan  berujung pembakaran.
(kri)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/724925/mapolres-oku-diserang-tni-16-tahanan-kabur

Mapolres OKU diserang TNI, 16 tahanan kabur
Ronald Steven, Kamis,  7 Maret 2013  −  15:04 WIB
Ilustrasi (istimewa)

Sindonews.com – Pihak kepolisian mengakui sedikitnya ada 16 tahanan Mapolres OKU yang melarikan diri saat proses penyerangan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI dari Yon Armed 15 OKU pagi tadi. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Aliyus mengakui, dalam insiden penyerangan di Mapolres OKU, ada belasan tahanan yang menjadikan celah untuk melarikan diri.
“Ada 16 tahanan Mapolres OKU yang melarikan diri,“ terang Suhardi di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (7/3/2013). Mereka yang kabur, adalah sebagian dari 22 orang tahanan yang mendekam di jeruji Mapolres OKU. Suhardi pun mengatakan, mereka akan melakukan pengejaran terhadap para tahanan yang melarikan diri. Sedangkan, untuk tahanan yang masih bertahan, diungsikan sementara di tempat yang aman. “Untuk sisanya kami titipkan di Koramil setempat,“ imbuhnya.
(ysw)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/724938/djoko-pelaku-penyerangan-harus-diusut-ditindak-tegas

Djoko: Pelaku penyerangan harus diusut & ditindak tegas
Rico Afrido, Kamis,  7 Maret 2013  −  15:19 WIB
Menko Polhukam Djoko Suyanto (dok.Okezone)

Sindonews.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto meminta agar para anggota TNI pelaku pembakaran Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, segera diusut serta diberikan tindakan yang tegas.
“Anggota TNI untuk segera diusut dan ditindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan saya kira Panglima TNI (Laksamana TNI Agus Suhartono) sudah menyatakan itu melalui Kapuspen TNI,”ujar Djoko di kantor Wakil Presiden (Wapres), Jakarta Pusat, Kamis (7/3/2013).
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Markas Besar Polri mengungkapkan peristiwa pembakaran Polres OKU yang terjadi pagi tadi sekira pukul 08.00 WIB diawali dari aksi demonstrasi puluhan anggota TNI. Kadiv humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Alius menjelaskan, peristiwa itu berawal dari unjuk rasa terkait rekannya yang tertembaknya Pratu HO oleh Anggota kepolisian berpangkat Brigadir WJ beberapa waktu lalu.
“Tadinya mau unjuk rasa damai, terkait temannya yang tertembak tapi tidak terkendali,” kata Suhardi saat dihubungi, Kamis (7/3/2013). Suhardi juga mengungkapkan, ada dua anggota Polres OKU yang tertusuk dalam kejadian tersebut. Seperti diketahui Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, dikabarkan dirusak oknum anggota tentara Yon Armed 76/15 Tarik Martapura Kamis (7/3/2013). Akibatnya Mapolres itu rusak dan beberapa mobil patroli juga hancur.
(kri)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/724939/polri-klaim-oku-mulai-kondusif

Polri klaim OKU mulai kondusif
Ronald Steven, Kamis,  7 Maret 2013  −  15:22 WIB
Ilustrasi (istimewa)

Sindonews.com – Mabes Polri mengklaim bahwa kondisi keamanan di Mapolres OKU saat ini sudah aman dan terkendali pasca penyerangan yang dilakukan anggota TNI dari kesatuan Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) 15 pagi tadi. Kepala Divisi Humas Mabes Polri IrjenPol Suhardi Aliyus mengatakan, kondisi sudah terkendali karena pimpinan TNI dan Polri telah memerintahkan anggotanya untuk menahan diri.
“Kita sama sama menahan diri untuk memelihara kondisi. Sekarang sudah kondusif,“ kata Suhardi di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (7/3/2013). Suhardi juga mengatakan,hari ini pihaknya langsung mengirimkan personel untuk melakukan penyelidikan terkait dengan insiden penyerangan anggota TNI ke Mapolres OKU pagi tadi.
“Mabes polri dan TNI hari ini menurunkan tim bersama dengan Wakapolda turun ke lokasi untuk lakukan investigasi,“ jelasnya. Suhardi mengatakan, adapun personel yang sudah mendarat di lokasi adalah petugas yang berasal dari kesatuan Profesi dan Pengamanan (Propam) dan juga Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum).
“Satuan dari Polda Sumatera Selatan semuanya diterjunkan,“ imbuhnya.
(ysw)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/724943/menko-polhukam-sesalkan-peristiwa-pembakaran-mapolres-oku

Menko Polhukam sesalkan peristiwa pembakaran Mapolres OKU
Rico Afrido, Kamis,  7 Maret 2013  −  15:30 WIB
Menko Polhukam Djoko Suyanto (dok.Okezone)

Sindonews.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto sangat menyayangkan aksi pembakaran Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, yang dilakukan sejumlah prajurit TNI pagi tadi.
“Itu kan kantor-kantor negara ya, kantor-kantor pemerintah. Apalagi ini aparat TNI yang melakukan pembakaran terhadap kantor-kantor administratif pemerintah, itu sangat-sangat disesalkan dan tidak boleh dilakukan,” ujar Djoko di kantor Wakil Presiden (Wapres), Jakarta Pusat, Kamis (7/3/2013).
Dia pun berharap, Mapolres tersebut bisa segera dibangun kembali. Ia memerintahkan, Panglima TNI dan Kapolri melakukan koordinasi. “Oleh karena itu, ya nanti kalau perlu bagaimana Panglima TNI dan Kapolri untuk bersama-sama menyikapi ini, membangun kembali Polres itu,” imbuhnya.
Disinggung mengenai apa motif dalam peristiwa pembakaran Mapolres? Djoko mengatakan, masih dalam proses penyelidikan. “Kan lagi diselidiki. Motifnya kan mereka (Prajurit TNI) mempertanyakan tentang kasus ditembaknya anggota TNI pada 1-2 bulan yang lalu,” pungkasnya.
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Markas Besar Polri mengungkapkan peristiwa pembakaran Polres OKU yang terjadi pagi tadi sekira pukul 08.00 WIB diawali dari aksi demonstrasi puluhan anggota TNI. Kadiv humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Alius menjelaskan, peristiwa itu berawal dari unjuk rasa terkait rekannya yang tertembaknya Pratu HO oleh Anggota kepolisian berpangkat Brigadir WJ beberapa waktu lalu.
“Tadinya mau unjuk rasa damai, terkait temannya yang tertembak tapi tidak terkendali,” kata Suhardi saat dihubungi, Kamis (7/3/2013). Suhardi juga mengungkapkan, ada dua anggota Polres OKU yang tertusuk dalam kejadian tersebut. Seperti diketahui Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, dikabarkan dirusak oknum anggota tentara Yon Armed 76/15 Tarik Martapura Kamis (7/3/2013). Akibatnya Mapolres itu rusak dan beberapa mobil patroli juga hancur.
(kri)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/724953/penyerangan-polres-oku-kriminal-serius

Penyerangan Polres OKU kriminal serius
Lina Setia, Kamis,  7 Maret 2013  −  15:49 WIB
IST Polres OKU.

Sindonews.com – Penyerangan dilakukan oknum anggota TNI terhadap Markas Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan (Sumsel) termasuk tindakan kriminal serius. Selain merusak, dan membakar, akibat aksi itu, sejumlah anggota jajaran Polres OKU tewas. “Kami mendesak agar pelaku itu ditindak tindak tegas secara hukum, pelaku bentrok yang menyebabkan korban tewas harus ditindak tegas, ini kriminal serius,” tegas Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq ketika dihubungi, Kamis (7/3/2013).
Mahfudz mengatakan, ada faktor-faktor pemicu yang beragam pada aksi serangan itu. Dugaan sementara adanya faktor laten yang mendasari. Yaitu, kecemburuan sosial dan penataan konsep teritorial yang selama ini dikembangkan TNI, khususnya TNI Angkatan Darat.
“Maka, kami melihat perlu ada kajian serius dan komprehensif tentang masalah ini agar ke depan tidak muncul lagi kasus-kasus serupa,” tukasnya. Seperti diberitakan, tadi pagi sejumlah oknum anggota TNI diduga dari Yon Armed 15 OKU Timur, menyerang Polres OKU Baturaja. Tidak hanya melakukan penyerangan, puluhan anggota berseragam lengkap tersebut juga melakukan pembakaran.
Akibat penyerangan itu separuh bagian Polres OKU dan beberapa Pos Lantas terbakar.
(lns)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/724954/serang-mapolres-oku-polri-duga-anggota-tni-terprovokasi

Serang Mapolres OKU, Polri duga anggota TNI terprovokasi
Ronald Steven, Kamis,  7 Maret 2013  −  15:49 WIB
Karo Penmas Brigjen Pol Boy Rafli Amar (Dok Okezone)

Sindonews.com – Mabes Polri menduga ada upaya provokasi yang dilakukan oleh anggota TNI saat penyerangan Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan pagi tadi.
Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, dugaan upaya provokasi itu muncul disaat para anggota TNI mendatangi Mapolres OKU untuk meminta penjelasan soal penembakan yang dilakukan oleh Brigadir WJ terhadap Pratu HO.
“Bisa jadi karena ada provokasi di antara mereka sendiri. Jadi ini kan ramai-ramai,” kata Boy di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (7/3/2013). Boy juga mengatakan, sebagian besar pelaku penyerangan itu pun berasal dari level Brigadir. Mereka pun diduga tidak mendapat penjelasan soal proses hukum anggota polri yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu.
Sementara itu, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Aliyus pun membantah, ada sebuah perencanaan yang dibuat dalam proses penyerangan ini. Hal itu bisa dibuktikan dari pengakuan pimpinan Artileri Medan 15 yang tidak mengetahui rencana penyerangan itu.
“Ini tidak terencana. Ini tidak terbendung. Gerakan anak-anak itu tanpa sepengetahuan pimpinan,“ kata Suhardi. Ditambahkan Suhardi, meski sudah ada audiensi dengan Kapolres OKU, namun ternyata penyerangan tidak dapat lagi terhindarkan. “Tidak terima karena penjelasannya tidak jelas,” pungkasnya.
(kri)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/724958/ini-arahan-presiden-sby-soal-pembakaran-mapolres-oku

Ini arahan Presiden SBY soal pembakaran Mapolres OKU
Rico Afrido, Kamis,  7 Maret 2013  −  15:57 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Ist)

Sindonews.com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan Kapolri Jenderal Timur Pradopo agar mengirimkan tim investigasi untuk mengusut peristiwa pembakaran Markas Polisi Resor Ogan Komering Ulu (Mapolres OKU), Sumatera Selatan yang terjadi pagi tadi.
Selain itu, SBY pun menginstruksikan Kapolri untuk menindak tegas para pelaku yang terbukti terlibat dalam aksi pembakaran Mapolres OKU tersebut. “Arahan Presiden kepada Kapolri agar mengirim tim investigasi dan tindak tegas mereka yang terbukti terlibat,” ujar Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha melalui pesan singkat kepada Sindonews, Kamis (7/3/2013).
Disamping itu, kata Julian, Presiden SBY juga menginstruksikan Kapolda Sumbagsel dan Pangdam Sriwijaya untuk bisa segera berkoordinasi mengatasi situasi di OKU. “Segera kooordinasi antara Kapolda Sumbagsel dan Pangdam Sriwijaya agar segera turun langung mengatasi situasi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Julian menambahkan, bahwa SBY telah meminta penjelasan dari Kapolri terkait peristiwa pembakaran Mapolres OKU itu melalui sambungan telepon. “Bapak Presiden telah meminta penjelasan Kapolri per telepon sekitar pukul 06.30 WIB waktu Hongaria,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, dikabarkan dirusak oknum anggota tentara Yon Armed 76/15 Tarik Martapura Kamis (7/3/2013). Akibatnya Mapolres itu rusak dan beberapa mobil patroli juga hancur.
(kri)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/724984/pangdam-ii-sriwijaya-pimpin-langsung-olah-tkp

Pangdam II/Sriwijaya pimpin langsung olah TKP
Ibrahim Rasyad, Kamis,  7 Maret 2013  −  16:38 WIB
Mapolres OKU yang terbakar. (ibrahimarsyad/koransindo)

Sindonews.com – Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Nugroho Widyatmoko, langsung meninjau dan memimpin olah tempat kejadian perkara (TKP), pasca penyerangan anggota Batalyon Armed, yang menyebabkan terbakarnya Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU). Menurut Pandam, untuk menyelidiki kasus tersebut pihaknya bersama Polda, serta dibantu dari Pamswat, untuk mengidentifikasi kasus yang disesalkan terjadi oleh semua petinggi TNI, Polri di wilayah Sumsel, serta seluruh pejabat di lingkungan OKU.
Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Nugroho Widyatmoko, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol M Zulkarnain, meninjau Mapolres OKU, yang terbakar, sekaligus mendata semua kelengkapan milik Polres, seperti sepeda motor serta kendaraan roda empat. Untuk menciptakan, kondisi agar terkendali, dua petinggi TNI dan Polri di lingkungan Sumsel, bertemu di rumah Kabupaten OKU, yang difasilitasu Bupati OKU, H Yulius Nawawi dan Ketua DPRD OKU, Hj Tina Malinda.
Pihak Kodim 0403 OKU, Subdenpom OKU, terus siaga di sekitar TKP. Rasa penasaran masyarakat juga, terus memantau jalannya proses pengidentifikasian Mapolres OKU.
(ysw)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/725020/pemerintah-diminta-cari-format-baru-penyatuan-tni-polri

Pemerintah diminta cari format baru penyatuan TNI-Polri
Eidi Krina Jason Sembiring, Kamis,  7 Maret 2013  −  17:37 WIB
Sekretaris Fraksi Hanura Saleh Husin (Ist)

Sindonews.com – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) sangat menyayangkan peristiwa pembakaran Markas Polisi Resor Ogan Komering Ulu (Mapolres OKU), Sumatera Selatan yang terjadi tadi pagi. Terlebih pelakunya anggota TNI dari kesatuan Yon Artileri Medan (Armed) 76/15 Tarik Martapura.
“Sangat menyayangkan dan prihatin atas kejadian pembakaran Mapolres OKU,” ujar Sekretaris Fraksi Hanura DPR Saleh Husin kepada Sindonews, Kamis (7/3/2013). Menurut Husin, kejadian percekcokan antara oknum TNI dengan oknum Polri akan selalu terjadi terutama untuk prajurit-prajurit muda dari kedua institusi di berbagai daerah.
Ia menilai, berbeda jauh pada masa lalu dimana kedua institusi masih di dalam satu wadah. Karena itu, lanjutnya, pemerintah harus segera mencari format baru untuk dapat menyatukan kedua institusi tersebut terutama di level prajurit. Ia mencontohkan, dapat melalui even olah raga, bakti sosial, atau bernyanyi bersama setiap minggu terutama di level pasukan.
“Karena ego korps akan selalu menjadi kebanggaan masing-masing dan kesetiakawanan mereka sangat tinggi, prinsip satu terganggu yang lainya pasti ikutan. Karena itu sudah tertanam dalam jiwa prajurit manapun baik TNI maupun Polri terutama dipasukan,” jelasnya.
Ketua DPP Hanura ini menambahkan, bukan rahasia umum lagi bahwa gesekan di level bawah akan selalu ada akibat kecemburuan dan faktor lainnya. Menurutnya, penyatuan akan muda dilakukan di tataran atas tapi di level bawah. “Tim pencari fakta dari kedua institusi segera dibentuk untuk dapat segera mencari akar permasalahannya dan yang salah dihukum sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
(kri)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/725061/polda-sumsel-tegaskan-tak-ada-korban-tewas

Polda Sumsel tegaskan tak ada korban tewas
Ade Satia Pratama, Kamis,  7 Maret 2013  −  19:08 WIB
Ilustrasi. (Sindophoto)

Sindonews.com – Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod Padakova mempertegas pernyataan Mabes Polri yang membantah kabar adanya korban tewas dalam kasus penyerangan puluhan oknum TNI AD dari Batalyon Armed 15 Martapura OKUT ke Mapolres OKU, pagi tadi.
“Sampai sore ini tak ada korban meninggal dunia dari anggota kita,” ungkap Djarod di Mapolda Sumsel, Kamis (7/3/2013). Namun hanya ada empat orang anggota kepolisian yang mengalami luka tusuk senjata tajam di tubuh dan badan. Selain anggota, petugas kebersihan Polres OKU juga menjadi korban luka tusuk.
“Jadi totalnya lima korban dari kita kena tusuk,” sebut Djarod. Sebelumnya diberitakan, lima anggota polisi tewas dalam kejadian penyerangan itu. Diduga salah satu anggota yang tewas Kapolsek Martapura, Polres OKUT, Kompol Ridwan dan lima lagi anggota Polres OKU Baturaja.
Sekira dua jam kemudian, Mabes Polri mengeluarkan pernyataan bantahan mengenai kabar korban dari pihaknya. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Alius mengatakan, sampai saat ini keadaan korban masih dalam keadaan hidup dan belum ada yang meninggal.
“Dari empat orang yang terluka dari dua kejadian di Mapolres OKU dan OKU Timur, satu orang luka parah. Sementara tidak ada yang meninggal,“ kata Suhardi dalam keterangan persnya di Mabes Polri, Jakarta, siang tadi. Adapun anggota polisi yang terluka adalah Aiptu Salahudin, Briptu Berlian, Aiptu Marbawi, dan Kapolsek Martapura Kompol Ridwan.
“Saat ini Kompol Ridwan sedang kita bawa ke Rumah Sakit di Palembang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,“ imbuhnya.
(hyk)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/725065/usai-serang-mapolres-oku-oknum-tni-rusak-mapolsek-martapura

Usai serang Mapolres OKU, oknum TNI rusak Mapolsek Martapura
Eidi Krina Jason Sembiring, Kamis,  7 Maret 2013  −  19:28 WIB
Mapolsek Martapura rusak berat setelah diserang belasan oknum TNI tadi pagi.

Sindonews.com – Situasi di Mapolsek Martapura Ogan Komering Ulu (OKU) Timur tadi pagi sekitar pukul 09.00 WIB terasa mencekam. Belasan orang berambut cepak yang diduga oknum anggota TNI yang tidak diketahui asal kesatuannya dengan menggunakan sekitar 10 sepeda motor mendatangi kantor polisi tersebut, Kamis (7/3/2013).
Oknum TNI ini lalu masuk ke ruangan Kapolsek dan menyeret Kapolsek  Martapura Kompol Ridwan ke lapangan depan Mapolsek OKU Timur. Kompol Ridwan kemudian menjadi bulan-bulanan oknum TNI. Akibat dihajar secara membabi buta Kompol Ridwan lalu terkapar bersimbah darah.
Kondisi Mapolsek Martapura hancur seluruh kaca yang ada di Mapolsek itu pecah selain itu seluruh ruangan juga berantakan akibat diacak-acak pelaku penyerangan. Bahkan, ruangan belajar anak-anak TK yang berada berdampingan dengan Mapolsek juga dirusak.
Aksi penyerangan ini sempat membuat warga menjadi panik dan khawatir. Kondisi memang sempat mencekam sejumlah toko yang berada di Jalan Merdeka Martapura sempat tutup. Namun, setelah kondisi kondusif pemilik toko membuka tempat usahanya dan arus lalu lintas lancar.
Pasca penyerangan Mapolsek Martapura juga terlihat sejumlah oknum anggota TNI dengan menggunakan sepeda motor melintas di Mapolres OKU Timur yang berada di kawasan Lingot. Namun, berdasarkan informasi anggota TNI yang sempat mendatangi Mapolres itu melakukan pencegahan karena beredar isu ada oknum TNI yang akan melakukan penyerangan.
Setelah diantisipasi aksi penyerangan yang sengaja dihembuskan oknum-oknum tidak bertanggungjawab tidak terbukti. Untuk mengantisipasi yang tidak diinginkan Mapolres sempat di kosongkan dan personel dikumpulkan di bagian belakang Mapolres.
(kri)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/725068/ditikam-di-dada-kapolsek-martapura-kritis

Ditikam di dada, Kapolsek Martapura kritis
Ade Satia Pratama, Kamis,  7 Maret 2013  −  19:33 WIB
Ilustrasi. (Sindophoto)

Sindonews.com – Lima korban luka tikam penyerangan puluhan oknum TNI AD ke kantor kepolisian di Ogan Komering Ulu menjalani perawatan di rumah sakit. Dua orang korban, Kapolsek Martapura Kompol Ridwan dan Aiptu Marbawi, harus mendapatkan perawatan intensif karena kritis.
Menurut Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod Padakova saat ditemui di Mapolda Sumatera Selatan, Kamis (7/3/2013), kedua korban dibawa menggunakan helikopter ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. “Jadi sisanya anggota kita yang terluka, Bripka M, luka bakar dan memar, terus Briptu Berlin Mandala, luka tusuk di dada kiri, serta satu pegawai kebersihan Polres OKU, Asrul Asibuan luka di pelipisnya,” paparnya.
Sebelumnya diberitakan, lima anggota polisi tewas dalam kejadian penyerangan itu. Diduga salah satu anggota yang tewas Kapolsek Martapura, Polres OKUT, Kompol Ridwan dan lima lagi anggota Polres OKU Baturaja. Sekira dua jam kemudian, Mabes Polri mengeluarkan pernyataan bantahan mengenai kabar korban dari pihaknya. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Alius mengatakan, sampai saat ini keadaan korban masih dalam keadaan hidup dan belum ada yang meninggal.
(hyk)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/725080/kronologi-pengeroyokan-kapolsek-martapura

Kronologi pengeroyokan Kapolsek Martapura
Eidi Krina Jason Sembiring, Kamis,  7 Maret 2013  −  19:47 WIB
Mapolsek Martapura rusak berat setelah diserang belasan oknum TNI

Sindonews.com – Tak puas merusak dan membakar Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), oknum TNI kembali melampiaskan kemarahannya terhadap kantor Mapolsek Martapura. Bahkan, oknum TNI bertindak lebih beringas dengan melukai Kapolsek Martapura Kompol Ridwan.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Sindonews dari warga yang menyaksikan kejadian penyerangan ini, terungkap saat  penyerangan pertama  belasan oknum TNI langsung masuk ke ruangan Kapolsek dan menyeret Kapolsek Martapura Kompol Ridwan.
“Sebelum diseret oleh orang-orang itu Kapolsek berada di dalam ruangan, mereka langsung masuk dan menyeret Kapolsek keluar. Selain itu mereka juga menghancurkan Mapolsek,” kata salah seorang sumber yang tidak bersedia identitasnya disebutkan, Kamis (7/3/2013).
Setelah diseret ke bagian depan Mapolsek, Kompol Ridwan kemudian dihajar oknum anggota TNI. Berkali-kali pukulan diarahkan ke bagian tubuhnya. Bahkan, ada oknum TNI yang terlihat membawa sangkur. Belakangan diketahui, sangkur itulah yang ditusukkan ke dada kiri Kompol Ridwan.
Usai menghajar Kapolsek, belasan oknum TNI itu langsung pergi. Namun, tidak lama kemudian datang lagi anggota TNI dengan menggunakan dua buah truk. Truk ditinggalkan di ruas Jalan Merdeka sehingga sempat membuat arus lalu lintas macet. Anggota TNI itu lalu masuk ke Mapolsek membakar lima sepeda motor yang berada di areal parkir Mapolsek.
Oleh sejumlah anggota polisi Kompol Ridwan lalu dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Martapura. Meskipun sempat beredar isu jika Kompol Ridwan meninggal dunia setelah dianiaya, namun ternyata isu itu tidak benar. Kompol Ridwan mengalami luka lebam dan luka robek di  mata bagian kanan.
Ia juga sempat berkali-kali muntah. Selain itu, bahunya tidak bisa digerakkan karena mengalami luka robek dilengan bagian kanan. Karena mendapatkan luka serius, Kompol Ridwan kemuduan dilarikan ke RS Bhayangkara Palembang. Ia dilarikan bersama satu anggota Polres Ogan Komering Ulu, Aiptu Marbawi.
(kri)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/725083/sebelum-diserang-polres-oku-sudah-dapat-info

Sebelum diserang, Polres OKU sudah dapat info
Ade Satia Pratama, Kamis,  7 Maret 2013  −  19:53 WIB
Ilustrasi anggota kepolisian. (Okezone)

Sindonews.com – Sebelum terjadi penyerangan puluhan oknum TNI AD, jajaran Polres Ogan Komering Ulu (OKU) ternyata telah mendapat informasi tersebut dari intelijen TNI. Menurut versi Polda Sumsel, informasi intelijen yang diperoleh dari intelijen TNI, puluhan anggota TNI AD Yon Armed 15 Martapura akan datang untuk menanyakan perkembangan penanganan kasus tewasnya rekan mereka beberapa waktu lalu.
“Karena mendapat kabar itu Kapolres OKU dan Kabag Ops OKU sudah menyiapkan ruangan untuk menyambut para anggota TNI itu untuk menjelaskan perkembangan kasus itu,” papar Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod Padakova saat ditemui di Mapolda Sumatera Selatan, Kamis (7/3/2013).
Namun pada kenyataannya, puluhan anggota TNI yang datang dengan menggunakan motor, mobil, dan truk tidak datang dengan maksud baik. Puluhan anggota diduga TNI itu langsung melakukan penyerangan mulai merusak dan membakar Polres OKU. “Saat akan pulang ke Batalyon mereka, puluhan oknum diduga TNI itu juga sempat melintasi Polsek Martapura OKUT dan menusuk Kapolsek Martapura Kompol Ridwan,” pungkasnya.
(hyk)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/725087/kapolri-panglima-tni-diminta-bersinergi-redam-konflik-kesatuan

Kapolri & Panglima TNI diminta bersinergi redam konflik kesatuan
Alif Ahmad, Kamis,  7 Maret 2013  −  20:08 WIB
Mapolres OKU yang terbakar. (ibrahimarsyad/koransindo)

Sindonews.com – Anggota Komisi III DPR Nudirman Munir meminta pihak terkait agar segera menuntaskan akar persoalan yang menyebabkan oknum TNI menyerbu Polres OKU, Sumatera Selatan. Menurutnya, tak ada asap jika tak ada api. “Oknum TNI melakukan pembakaran itu kan ada penyebabnya, seharusnya itu yang segera dituntaskan,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (7/3/2013).
Dia mengatakan, insiden tersebut harus segera diusut baik oleh Kapolri maupun Panglima TNI. Karena itu bisa menjadi preseden buruk di tengah masyarakat. “Jika tidak segera diredam, dikhawatirkan bisa memperpanjang konflik antar kesatuan,” katanya.
Dia menyatakan, setelah akar permasalahan tersebut dituntaskan baru dilakukan langkah hukum terkait penyerbuan oleh oknum TNI tersebut. “Yang perlu dituntaskan adalah kasus oknum polisi yang menembak oknum TNI itu, kan itu akarnya. Setelah itu baru diusut kasus yang melibatkan oknum TNI,” katanya.
Seperti diketahui, puluhan anggota TNI mendatangi Mapolres OKU dan unjuk rasa terkait meninggalnya Pratu HO yang diketahui ditembak oleh Brigadir WJ. Penembakan tersebut diduga berawal pada saat pelaku menjalankan tugasnya di depan pos polisi. Saat itu, pelaku yang sudah diperiksa atasan, sedang memeriksa pelanggar lalu lintas.
Namun secara tiba-tiba, korban yang saat itu mengendarai sepeda motor sempat mengeluarkan pernyataannya ke arah pelaku. Hal tersebut dianggap oleh pelaku sebagai tindakan penghinaan. Kemudian oleh pelaku, korban sempat diuber dan secara tiba-tiba terdengar suara letusan senjata api. Korban tersungkur di jalan dan meninggal dunia. Atas hal itu oknum TNI tersebut tidak terkontrol lagi, sehingga melakukan pembakaran serta empat anggota Polres OKU ditusuk.
(kri)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/725109/kepergian-sby-tak-terkait-dengan-penyerangan-mapolres-oku

Kepergian SBY tak terkait dengan penyerangan Mapolres OKU
Mohammad Atik Fajardin, Jum’at,  8 Maret 2013  −  06:31 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Ist)

Sindonews.com – Pengamat intelijen Wawan Purwanto menilai, munculnya kasus pembakaran Markas Polisi Resor Ogan Komering Ulu (Mapolres OKU), Sumatera Selatan (Sumsel) pada Kamis 7 Maret 2013, pagi, bukan karena rekayasa dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Menurut Wawan, peristiwa pembakaran tersebut karena tidak tuntasnya permasalahan yang melibatkan kedua institusi, Polri dan TNI tersebut. “Ini bukan karena persoalan Pak SBY ke luar negeri atau ada agenda lain, tapi ini karena ini masalah lama saja. Hanya persoalannya belum sampai selesai,” kata Wawan saat dihubungi Sindonews, Jumat (8/3/2013).
Diketahui, sejumlah oknum anggota TNI diduga dari Yon Armed 15 OKU Timur, menyerang Polres OKU Baturaja. Tidak hanya melakukan penyerangan, puluhan anggota berseragam lengkap tersebut juga melakukan pembakaran. Akibat penyerangan itu separuh bagian Polres OKU dan beberapa Pos Lantas terbakar.
“Jadi tidak lantas dikaitkan langsung antara kepergian Presiden SBY ke Jerman dengan kejadian ini, kemudian ada rekayasa, hanya kebetulan saja terjadi. tapi tidak bisa dikaitkan secara linier, beliau keluar selalu saja ada masalah,” pungkasnya.
(maf)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/725122/tidak-ada-korelasi-antara-demokrat-dengan-oku

Tidak ada korelasi antara Demokrat dengan OKU
Mohammad Atik Fajardin, Jum’at,  8 Maret 2013  −  07:33 WIB
Partai Demokrat (Ist)

Sindonews.com – Kasus pembakaran Markas Polisi Resor Ogan Komering Ulu (Mapolres OKU), Sumatera Selatan (Sumsel) pada Kamis 7 Maret 2013, pagi, tidak bisa dihubungkan dengan adanya pengalihan isu terkait prahara di Partai Demokrat. Pengamat intelijen Wawan Purwanto mengatakan, antara peristawa pembakaran dengan Demokrat, sangat berbeda sekali dan tidak nyambung.
“Kalaupun tidak ada persoalan Demokrat, masalah ini bisa saja terjadi, tiap hari akan ada isu. Pasti akan timbul kepentingan, apalagi ada superioritas antara TNI dan Polri,” kata Wawan saat dihubungi Sindonews, Jumat (8/3/2013). Lebih lanjut dia mengatakan, permasalahan yang ada di Sumsel tidak bisa secara langsung dikaitkan dengan adanya permasalahan Demokrat. “Bukan karena pengalihan isu, karena Jakarta jauh dari Sumsel,” pungkasnya.
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, situasi di Mapolres OKU sekira pukul 09.00 WIB terasa mencekam. Belasan orang berambut cepak yang diduga oknum anggota TNI yang tidak diketahui asal kesatuannya dengan menggunakan sekitar 10 sepeda motor mendatangi kantor polisi tersebut.
Oknum TNI ini lalu masuk ke ruangan Kapolsek dan menyeret Kapolsek Martapura Kompol Ridwan ke lapangan depan Mapolsek OKU Timur. Kompol Ridwan kemudian menjadi bulan-bulanan oknum TNI. Akibat dihajar secara membabi buta Kompol Ridwan lalu terkapar bersimbah darah.
Kondisi Mapolsek Martapura hancur seluruh kaca yang ada di Mapolsek itu pecah selain itu seluruh ruangan juga berantakan akibat diacak-acak pelaku penyerangan. Bahkan, ruangan belajar anak-anak TK yang berada berdampingan dengan Mapolsek juga dirusak.
(maf)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/07/24/725127/sejak-dipisah-bentrokan-tni-polri-melonjak-300

Sejak dipisah, bentrokan TNI & Polri melonjak 300%
Mohammad Atik Fajardin, Jum’at,  8 Maret 2013  −  08:37 WIB
Ilustrasi (SINDOphoto)

Sindonews.com – Sejak dipecahnya ABRI menjadi dua institusi, yakni Polisi Republik Indonesia (Polri) dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), benturan antara kedua lembaga tersebut acapkali terjadi. Pengamat intelijen Wawan Purwanto mengatakan, sejak dipisahkan kedua isntitusi ini, jumlah bentrokan antar keduanya naik hingga 300 persen.
“Karena itu, harus ada komunikasi yang intens dari kedua institusi ini, sehingga tidak timbul masalah. Karena sejak ada TNI dan Polri, bentrokan naik 300 persen,” kata Wawan saat dihubungi Sindonews, Jumat (8/3/2013). Menurutnya, komunikasi antara elite Polri dan TNI jangan hanya terjadi di tataran atas saja dan tidak dijadikan seremonial saja.
“Harus di bangun rasa kebersamaan, sehingga hubungan TNI dan Polri lebih selaras, jangan hanya skeedar seremonial saja,” pungkasnya. Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, situasi di Mapolres OKU sekira pukul 09.00 WIB terasa mencekam. Belasan orang berambut cepak yang diduga oknum anggota TNI yang tidak diketahui asal kesatuannya dengan menggunakan sekitar 10 sepeda motor mendatangi kantor polisi tersebut.
Oknum TNI ini lalu masuk ke ruangan Kapolsek dan menyeret Kapolsek Martapura Kompol Ridwan ke lapangan depan Mapolsek OKU Timur. Kompol Ridwan kemudian menjadi bulan-bulanan oknum TNI. Akibat dihajar secara membabi buta Kompol Ridwan lalu terkapar bersimbah darah.
Kondisi Mapolsek Martapura hancur seluruh kaca yang ada di Mapolsek itu pecah selain itu seluruh ruangan juga berantakan akibat diacak-acak pelaku penyerangan. Bahkan, ruangan belajar anak-anak TK yang berada berdampingan dengan Mapolsek juga dirusak.
(maf)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/08/24/725192/pasca-diserang-sementara-polisi-copot-seragam

Pasca diserang, sementara polisi copot seragam
Dadang Dinata, Jum’at,  8 Maret 2013  −  10:03 WIB
Wakapolres OKU Timur Kompol Annisulla M Ridha saat memimpin apel anggota Polsek Martapura, Jumat (8/3/2013) pagi. (dadangdinata/koransindo)

Sindonews.com – Pasca penyerangan yang melukai beberapa polisi, Kepolisian Sektor (POlsek) Martapura, hari ini seluruh anggota polisi tidak mengenakan pakaian dinas. Namun mulai besok (Sabtu), kewajiban menggunakan pakaian dinas diberlakukan kembali.
Pantauan SINDO di Mapolsek Martapura, pasca penyerangan kondisi Mapolsek masih berantakan. Beberapa petugas polisi yang hadir, tampak tidak mengenakan pakaian dinas. Kapolres OKU Timur AKBP Kristiyono melalui Wakapolres Kompol Annisulla M Ridha mengatakan seluruh anggota diberi tugas menginventrisasi barang yang hilang atau rusak.
Hari pertama pasca penyerangan anggota polisi diinstruksikan untuk tidak menggunakan pakaian seragam. “Besok Sabtu (9/3/2013) seluruh anggota terutama yang menjadi staf harus menggunakan pakaian dinas lengkap jangan ragu-ragu,” ungkapnya di Mapolsek Martapura, Jumat (8/3/2013).
Untuk hari ini, tidak ada kegiatan yang mencolok. Seluruh anggota Mapolsek mendapat Tugas mendata kerusakan dan barang yang hilang. Untuk menjaga keamanan di Mapolsek Martapura, sejumlah anggota TNI ditugaskan menjaga kantor polisi yang sempat dirusak dan dibakar anggota Yon Armed 15 tersebut.
(ysw)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/08/24/725199/pemerintah-harus-perbaiki-kesejahteraan-tni

Pemerintah harus perbaiki kesejahteraan TNI
Lina Setia, Jum’at,  8 Maret 2013  −  10:53 WIB
Dok.Okezone

Sindonews.com – Pemerintah diminta segera memperbaiki kesejahteraan prajurit TNI karena dugaan sementara kecemburuan sosial yang melatar belakangi penyerangan TNI terhadap markas Polres di Ogan Komering Ulu (OKU), Baturaja, Sumatera Selatan (Sumsel).
“Pemerintah harus segera ambil kebijakan terobosan untuk memperbaiki kesejahteraan prajurit TNI. Kenapa ? Karena berbagai bentrok yang melibatkan oknum prajurit TNI dengan oknum aparat polisi juga dilatari oleh akumulasi kesenjangan dan kecemburuan sosial antar mereka,” ujar Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq melalui rilisnya, Jumat (8/3/2013).
Kecemburuan itu muncul sejak era reformasi yang ditandai pemisahan institusi Polri dan TNI. Kondisi itu tercermin dari minimnya anggaran bagi TNI sehingga banyak alutsista TNI sudah usang dan tidak memadai.
“Begitupun dari sisi sarana-prasarana semisal kendaraan dan perumahan dinas yang sangat minim dan lamban proses peremajaannya. Aspek kesejahteraan lain yang memprihatinkan adalah penghasilan prajurit dari gaji dan tunjangan yang pas-pasan,” tukasnya.
Sementara salah satu tuntutan reformasi adalah TNI harus melepas semua bisnisnya. Pada sisi berbeda, Polri justru dipersepsikan sebaliknya. Sarana-prasarana serta penghasilannya jauh lebih baik. “Kami bisa dengan mudah membandingkannya di lapangan. Kondisi ini yang salah satunya secara akumulatif membentuk persepsi kesenjangan dan kecemburuan antara TNI dan Polri,” tukasnya.
Kata Mahfudz, Komisi I DPR RI pernah mengusulkan kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Mabes TNI untuk menyusun renstra pemenuhan kesejahteraan TNI meliputi sarana-prasarana, fasilitas dan standar penghasilan prajurit. “Tapi ini baru akan selesaikan satu dari sekian variabel yang melatari kasus-kasus bentrok antara oknum prajurit TNI dengan oknu aparat polisi. Masih ada pe-er lainnya,” pungkas politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
(lns)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/08/24/725205/polisi-masih-inventarisir-kerusakan

Polisi masih inventarisir kerusakan
Dadang Dinata, Jum’at,  8 Maret 2013  −  11:12 WIB
Salahsatu ruangan di Mapolsek Martapura yang diacak-acak pelaku penyerangan. (dadangdinata/koransindo)

Sindonews.com – Setelah situasi kondusif, Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu (OKU) Timur melakukan inventarisir kerusakan. Hingga kini Polres OKUT belum memastikan berapa kerugian akibat insiden penyerangan kemarin. Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur AKBP Kristiyono didampingi Wakapolres Kompol Anniusulla M Ridha, mengatakan hingga kini kerugian akibat penyerangan dan pengrusakan yang terjadi kemarin pagi belum bisa ditaksir.
“Kami masih melakukan pendataan, jadi belum bisa memastikan berapa nilai kerugiannya,” jelasnya di Mapolsek Martapura, Jumat (8/3/2013). Pantauan SINDO, fasilitas seluruh kantor rusak. Beberapa kaca jendela pecah dan ruangan kantor diobrak-abrik pelaku penerangan. Hingga kini belum bisa dipastikan kapan kegiatan Polsek Martapura akan segera pulih.
“Kita akan melaporkan ke satuan atas maupun pimpinan kita agar segera dilakukan perbaikan, karena masyarakat sangat berharap kegiatan di Polsek Martapura kembali Normal,” tegasnya.
(ysw)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/08/24/725204/jangan-anggap-kasus-bentrok-tni-polri-sepele

Jangan anggap kasus bentrok TNI-Polri sepele
Lina Setia, Jum’at,  8 Maret 2013  −  11:13 WIB
Dok.Okezone

Sindonews.com – Bentrok antara TNI – Polri di Ogan Komering Ulu (OKU) Baturaja, Sumatera Selatan (Sumsel) merupakan peristiwa serius dan tak bisa dianggap sepele. Menurut Wakil Komisi I DPR RI Tubagus Hasanuddin kasus itu merupakan puncak dari fenomena gunung es. Yang terlihat dan mencuat serta muncul ke permukaan hanyalah manifestasi dari persoalan yang lebih besar yang selama ini senantiasa disangkal.
“Seolah-olah cuma kenakalan prajurit di lapangan atau kenakalan anak-anak muda semata . Ini bukan sekadar persoalan psiko-politik antara “kakak tua dan adik bungsu” dimana dipersepsikan sebagai adik bungsu yang setelah era reformasi petentang- petenteng sok jagoan,” tutur purnawiranan TNI AD bintang tiga ini, melalui rilis, Jumat (8/3/2-13).
Menurutnya, kasus-kasus yang muncul selama ini selalu dianggap berawal dari persoalan lalu lintas, lalu timbul ketegangan dan kemudian Polri membuka tembakan.  Tapi sesungguhnya, lanjut TB Hasanuddin, permasalahannya lebih dari itu. Konflik tersebut juga punya akar struktural terkait akses sumber daya. Ada kesenjangan sosial yang dalam, antara sesama aparat, dan kesenjangan itu dapat meledak sewaktu waktu .
“Pencetusnya bisa macam-macam seperti yang terjadi di OKU itu , TNI di-sweeping di jalan kemudian marah dan dengan entengnya oknum Polri menembak mati prajurit Yon Armed 15,” tukasnya. Kalau sekadar masalah lalu-lintas , sebenarnya dapat diambil solusi sederhana oleh para pimpinan masing-masing dengan mengesampingkan ego masing-masing. Tapi, jika itu masalah struktural maka harus ada penataan ulang peran masing-masing.
“Kalau masalah ini tak diselesaikan dengan serius , maka kasus-kasus yang lebih seram bisa saja terjadi sewaktu waktu . Tinggal menunggu waktu saja,” ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menduga.
(lns)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/08/24/725209/polri-harus-introspeksi-dari-peristiwa-oku

Polri harus introspeksi dari peristiwa OKU
Mihardi, Jum’at,  8 Maret 2013  −  11:25 WIB
IST Polres OKU.

Sindonews.com – Aksi penyerangan oleh oknum anggota TNI terhadap Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Baturaja, Sumatera Selatan (Sumsel) harusnya menjadi cermin bagi Polri secara keseluruhan. Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, peristiwa itu harus membuat Polri introspeksi dan segera menghentikan aksi-aksi koboi yang seringkali dilakukan anggotanya.
“Mabes Polri harus segera mencopot Kapolres OKU dan Kapolda Sumsel agar ada efek pembelajaran yang bisa membuat para pejabat Polri di daerah lebih perhatian pada kasus-kasus sensitif di wilayah tugasnya,” tegas Neta melalui rilisnya, Jumat (8/3/2013). IPW mencatat ada dua pemicu kasus OKU.
Pertama, anggota Polri terlalu ringan tangan melepaskan tembakan yang mematikan, meski yang dihadapi hanya persoalan sepele. Tahun 2012 ada 37 kasus salah tembak dan main tembak oleh polisi. Korbannya 49 orang, 17 tewas dan 32 luka. “Di tahun 2013 ini aksi koboi polisi masih saja marak. Hingga 7 Maret ada empat kasus salah tembak yang belum ditangani dengan maksimal,” tuturnya.
Kedua, Polri tidak bertindak cepat dan transparan dalam menuntaskan kasus penembakan terhadap anggota TNI yang melakukan pelanggaran lalu-lintas di OKU. Sehingga hal ini membuat keluarga dan teman-teman korban marah, kemudian menyerbu dan membakar Polres OKU.
“Padahal dalam kasus Rasyid Rajasa yang menabrak hingga menewaskan dua orang, polisi bisa bertindak cepat. Dalam 11 hari kasusnya sudah dilimpahkan ke kejaksaan,” ujar Neta membandingkan. Dari kasus ini terlihat para pejabat Polri di Sumsel tidak peka terhadap kasus sensitif yang bisa memicu konflik.
Jika sikap perilaku dan kinerja seperti ini terus dibiarkan Mabes Polri, maka dipastikan konflik antara polisi dengan TNI maupun dengan masyarakat akan terus terjadi. Apabila konflik-konflik tersebut terjadi jangan salahkan masyarakat maupun anggota TNI.  Polri harus mau introspeksi dan berbenah diri serta memecat anggotanya yang brengsek.
(lns)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/08/24/725220/panglima-tni-kapolri-harus-mampu-redam-konflik

Panglima TNI & Kapolri harus mampu redam konflik
Alif Ahmad, Jum’at,  8 Maret 2013  −  12:09 WIB
ist

Sindonews.com – Ketua Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Alirman Sori meminta Panglima TNI dan Kapolri segera meredam konflik yang melibatkan oknum TNI dan anggota Polres OKU. “Guna mengantisipasi terjadinya konflik berkelanjutan, para pimpinan Polri dan TNI harus memerintahkan anggotanya untuk menahan diri,” tegas Alirman, di Jakarta, Jumat (8/3/2013).
Alirman Sori sangat menyayangkan terjadinya bentrok antar kedua alat negara tersebut, karena bisa menjadi preseden buruk di tengah masyarakat. “Intinya sekarang konflik harus segara diredam, dan jika ada pelanggaran hukum baik pihak kepolisian maupun oknum TNI harus ditindak sesuai hukum,” ungkapnya.
Seperti diketahui, puluhan anggota TNI mendatangi Mapolres OKU, mereka berunjuk rasa terkait meninggalnya Pratu HO yang diketahui ditembak oleh Brigadir WJ di Mapolres OKU pada Kamis 7 Maret 2013. Penembakan tersebut diduga berawal pada saat salah seorang anggota Polri menjalankan tugasnya di depan pos polisi. Saat itu, anggota Polri tersebut sedang memeriksa pelanggar lalu-lintas.
Namun secara tiba-tiba, anggota TNI yang mengendarai sepeda motor sempat mengeluarkan kata-kata ke anggota Polri itu. Merasa dihina anggota Polri itu mengejar anggota TNI tersebut. Kemudian terdengar suara letusan senjata api. Anggota TNI ini diketahui tersungkur di jalan, dan tewas.
Rekan-rekan anggota TNI yang tewas itu tidak terima dan tak terkontrol lagi. Mereka berunjuk rasa berujung pada pembakaran dan penusukan terhadap anggota Polres OKU.
(lns)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/08/24/725226/ada-granat-di-mapolres-oku-yang-terbakar

Ada granat di Mapolres OKU yang terbakar
Ibrahim Rasyad, Jum’at,  8 Maret 2013  −  13:03 WIB
Puing-puing Mapolres OKU yang terbakar. (sindophoto)

Sindonews.com – Tim Gegana Satuan Brimob Polda Sumsel, yang melakukan olah TKP di gudang barang bukti Mapolres OKU, menemukan satu granat dan empat unit senjata api (Senpi) jenis pistol. Semuanya merupakan barang bukti tahun 2007 yang tersimpan dalam gudang. Beruntung granat tersebut tak meledak pada saat terjadi penyerangan di Mapolres OKU.
“Saya tidak bisa memastikan apakah granat tersebut masih aktif atau tidak, dan ini masih terus dilakukan pencarian (barang ukti lain),” terang Kasat Serse AKP Zulkarnain di Mapolres OKU, Jumat (8/3/2013).
Pantauan SINDO di tempat kejadian peristiwa (TKP), tim terpadu terus menggali fakta-fakta penyerangan Mapolres OKU, oleh oknum TNI AD. Tim gabungan tersebut, terdiri dari anggota Propam dan Identifikasi Polda Sumsel, Denpom II/Sriwijaya, dan diturunkan juga anggota Mabes TNI AD, dari Pam SUAD.
Namun, hingga kini pihak masih berada di dalam Mapolres, dan belum terlihat ada temuan terkait kasus ini. Memang ada beberapa, catatan yang diperoleh. Akan tetapi, belum satupun yang dapat dikonfirmasi. Atas kejadian ini, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, memantau langsung lokasi TKP. Dia menegaskan, agar warga Baturaja, tidak khawatir atas insiden yang sangat disayangkannya tersebut.
“Warga jangan khawatir lagi atas terjadinya insiden ini. Kasus ini akan ditanganin langsung, oleh Mabes TNI dan Polri. Yang punya toko di depan Mapolres OKU, dan sekitarnya untuk buka kembali seperti biasanya,” imbaunya.
(ysw)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/08/24/725448/reputasi-kapolri-panglima-tni-dipertaruhkan

Kasus pembakaran Mapolres OKU
Reputasi Kapolri & Panglima TNI dipertaruhkan
Sabir Laluhu, Jum’at,  8 Maret 2013  −  21:04 WIB
Anggota TNI mengevakuasi anggota Polisi saat terjadi penyerangan dan pembakaran Mapolres OKU. (sindophoto)

Sindonews.com – Penyerangan dan pembakaran Polres Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Kamis 7 Maret 2013 oleh puluhan oknum TNI AD dari Batalyon Armed 76/15 Martapura, OKU Timur (OKUT) memiliki implikasi serius. Salah satunya reputasi Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo dan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono benar-benar dipertaruhkan.
Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari menyatakan, dari sudut padangan efek sosial peristiwa tersebut akan meruntuhkan legitimasi dari dua kesatuan itu. Bahkan, semakin memperburuk citra TNI-Polri di masyarakat. Implikasi yang paling serius, lanjutnya, kewibawaan Panglima TNI dan Kapolri dipertaruhkan. Karena peristiwa seperti itu berjalan terus menerus, yang seakan-akan menjadi sebuah rentetan kejadian tanpa bisa diselesaikan.
“Dan ini menurut saya, gengsi, prestasi, dan reputasi Kapolri dan Panglima TNI dipertaruhkan,” kata Hajriyanto kepada SINDO di Gedung FISIP UIN Jakarta, Jumat (8/3/2013) siang. Dia memaparkan, ada sesuatu yang mendasar yang menjadi faktor begitu seringnya terjadi konflik antara TNI-Polri. Ia menilai hal itu menyangkut esprit the corps atau suatu kebanggaan terntentu di masing-masing kesatuan.
“Karena itu harus diteliti betul oleh pimpinan TNI dan Polri. Keduanya harus melakukan pengkajian, duduk bersama untuk menemukan dan menyelesaikan yang fudamental itu,” ujarnya. Politisi Partai Golkar itu berpandangan, esprit the corps itu bahkan sangat tampak setelah reformasi terjadi.
Jika tidak bukan tidak mungkin konflik TNI-Polri tak akan pernah selesai dari bumi Indonesia.
(ysw)

http://daerah.sindonews.com/read/2013/03/08/24/725453/djoko-santoso-prihatin-atas-insiden-oku

Djoko Santoso prihatin atas insiden OKU
R Ratna Purnama, Jum’at,  8 Maret 2013  −  21:32 WIB
Djoko Santoso. (istimewa)

Sindonews.com – Mantan Panglima TNI (Purn) Jenderal DJoko Santoso mengaku prihatin atas bentrok yang terjadi di Ogan Komering Ulu (OKU) Baturaja, Sumatera Selatan (Sumsel). Menurut Djoko, seharusnya hal itu bisa diredam dan cepat diantisipasi agar tidak meluas. “Makanya, saya datang ke tokoh ulama untuk membicarakan hal itu,” kata Djoko saat mengunjungi rumah Mantan Ketua PBNU Hasyim Muzadi di Depok, Jumat (08/03/2013).
Dikatakan dia, keributan antara TNI dan Polri bukan pertama kalinya terjadi. Pemicunya ada karena rasa ego terhadap kesatuan. “Ya sudah biasalah ini terjadi dan memang bukan hal baru lagi di Indonesia,” ujarnya. Djoko menambahkan, kebiasaan keributan TNI dan Polri membuat stabilitas negara terguncang.
Karena, aksi pembakaran dan pengerusakan polisi ditempat kejadian perkara tersebut menjadi perhatian negara lain. Untuk itu, kata dia, penting untuk dilakukan tindakan tegas. “Harus ditindak tegas pelaku keonaran itu biar semua jera dan tidak kembali terjadi,” ungkapnya.
(ysw)

 

About these ads