Gunung Pangilun sebagai Muara Banjir dan Galodo

Gunung Pangilun sebagai Muara Banjir dan Galodo

by S3ra Sutan Rajo Ali
Jakarta, 15 Januari 2013

Gunung Pangilun, nama kelurahan di Kecamatan Padang Utara, Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Wilayah seluas 25 km persegi dihuni oleh 25.000 penduduk. Gunung Pangilun merupakan daerah (bekas) bantaran sungai yang berbelok.

http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Pangilun,_Padang_Utara,_Padang

http://www.wikimapia.org/2692995/MTS-Gunung-Pangilun

  1. 201207251226, Gunung Pangilun, Bekas Sungai
  2. 20120724, Listrik Padam, Tim SAR Evakuasi Warga di Gunung Pangilun
  3. 20120724, Padang Banjir, IPA PDAM Kota Padang di Gunung Pangilun Jebol
  4. 20120724082818, Re: [R@ntau-Net] Galodo di Padang
  5. 20120724214145, Tanggul PDAM Gunung Pangilun Jebol
  6. 201207242221, Banjir Bandang Hantam Padang
  7. 201207242234, Banjir Bandang Terjang Gunung Pangilun Padang, 8 Hilang
  8. 201207242305, Pray For Limau Manih Padang
  9. 201207250000, Penyebab Banjir Bandang di Padang Versi WALHI
  10. 201209140000, Walhi : Tata Kelola Ruang Yang Salah Penyebab Banjir Bandang Padang
  11. 201207251253, Penyebab Air Menggenang Gunung Pangilun
  12. 20120725001153, Daftar Kerusakan Sementara Pasca Banjir Bandang Padang
  13. 20120725144726, Galodo Padang, Dipastikan Tidak Ada Korban Jiwa
  14. 201207260847, 534 Rumah Terdata Rusak Akibat Banjir
  15. 201209121828, Gunung Pangilun Kembali Tenggelam, Belum Ada Laporan Korban Jiwa
  16. 201209130107, Lagi!! Padang Dilanda Banjir Berarus Deras
  17. 20120906, Musibah dan Bencana Alam Jarang Terjadi

http://www.suarakampus.com/?mod=berita&se=detil&id=881

Gunung Pangilun, Bekas Sungai

Muhammad Noli Hendra, Kota Padang | Rabu, 25/07/2012 12:26 WIB

Padang- Melihat kawasan di Kelurahan Tabing Badan Gadang, Gunung Pangilun Padang yang terkena banjir bandang menjelang berbuka kemarin, Selasa (24/7), Warga setempat menyatakan pemukiman yang dihuni warga di sana adalah bekas sungai. “Dahulu pemukiman rumah warga yang dihuni sekarang adalah sungai. Karena sudah kering, jadi dijadikan sebagai pemukiman rumah,” ungkap Rinal, warga setempat, Rabu (25/7).

Kata Rinal, tempat ini adalah sungai yang luas dan dalam. Mulai dari pemukiman warga hingga ke ujung jalan menjelang Alai. Berdasarkan pantuan reporter Suarakampus.com, tempat pemukiman rumah yang dihuni warga Kelurahan Tabing Badan Gadang saat ini telihat jauh berada di bawah dan seperti cembung. Sedangkan jalan raya berada di tebing perumahan warga yang terkena banjir.


http://wafakharel.blogspot.com/2012/07/listrik-padam-tim-sar-evakuasi-warga-di.html

Listrik Padam, Tim SAR Evakuasi Warga di Gunung Pangilun

Selasa, 24 Juli 2012

Hingga pukul 22.00 WIB, Selasa (24/7/2012) tim SAR masih mengevakuasi warga dari rumah-rumah yang terendam di Kelurahan Banda Gadang, Gunung Pangilun. Dengan dua perahu karet, tim SAR bekerja keras bolak-balik menjemput warga yang masih terjebak dari rumah menuju lokasi lebih tinggi. Sementara, kondisi gelap-gulita karena listrik padam untuk menghindari korsleting.

Sedikitnya 30 rumah penduduk dan musala di RT 05/ RW 01 Kelurahan Banda terendam hingga hampir mencapai atap. Terlihat musala Zainatul Naim tinggal separuh. Air bah tiba-tiba dari Batang Kuranji yang mengalir tak jauh dari kawasan pemukiman itu, membuat warga pontang-panting menyelamatkan diri ke tempat tinggi.

“Untung air bah datang menjelang berbuka, jadi kami langsung lari menyelamatkan diri,” kata Masri, 45 tahun di lokasi pengungsian. Rumah Masri terendam lebih dua meter. Lokasi kawasan rumah yang dihuni sedikitnya 50 keluarga itu di pinggir Batang Kuranji. Juga dekat dengan tanggul tempat PDAM Gunung Pangilun menyedot air.

Tanggul tersebut dilaporkan rubuh akibat terjangan bah. Hujan sudah reda di lokasi sejak pukul 20.00 WIB dan air terlihat mulai surut. Hingga kini belum diketahui apakah ada korban jiwa.


http://www.kepadamu.com/2012/07/padang-banjir-ipa-pdam-kota-padang-di-gunung-pangilun-jebol/

Padang Banjir, IPA PDAM Kota Padang di Gunung Pangilun Jebol

July 24, 2012

Banjir bandang melanda Kota Padang, Provinsi Sumbar pada hari selasa, 24/07/12, Pukul. 18.30 Wib, menyebabkan korban jiwa enam orang hanyut (masih dalam pencarian) dan dua orang di atas perahu hilang di tengah laut. Kerugian materil sementara ada satu rumah hanyut di lokasi Ujung Tanah Lubuk Begalung. Banjir juga menyebabkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM Kota Padang di Gunung Pangilun jebol.

*Kronologis:

Banjir bandang diakibatkan oleh hujan deras tiga jam dan meningkatnya debit air pada hulu sungai lubuk Kilangan & hulu sungai Batang Kuranji.

*Upaya:

  1. BPBD Prov. Sumbar telah di lokasi melakukan penanganan darurat.
  2. Saat ini sedang diupayakan juga bantuan personil dari jajaran TNI & Polri ikut serta dalam penanganan darurat.
  3. Saat ini masih dilakukan pendataan. Update akan disampaikan kemudian.

Banjir bandang merupakan bencana yang hampir selalu memakan korban, Mengapa sering terjadi? berikut paparan Prof Dwikorrita:

Informasi terbaru, dari Pusdalops PB Sumbar Siaga Banjir bandang Limau Manis:

  1. Jembatan Koto Panjang Putus
  2. Mushala Batu Busuak Hanyut
  3. Ratusan warga Terisolir
  4. Sungai Batang Kuranji Meluap
  5. Korban sementara 6 orang
  6. PDAM Gunuang Pangilun Jebol.

Subuh ini, daerah batu busuk pauh 5 (kampus unand) terkena banjir bandang/galodo/longsor, air di sungai tersebut sudah melewati jembatan dan air juga turun dari bukit nago dan mnyebabkan banjir di rumah warga. Listrik dari PLN juga sementara ini masih mati. Mohon doa nya untuk saudara atau dunsanak kita yang ada disana semoga slalu dlm lindunganNya. (GK)


http://www.mail-archive.com/rantaunet@googlegroups.com/msg104049.html

Re: [R@ntau-Net] Galodo di Padang

sjamsir_sjarif Tue, 24 Jul 2012 08:28:18 -0700

Kita kutip berita kliksumber selurunya untuk kepentingan bersama di Lapau:

Galodo Landa Pauh, Jembatan Koto Panjang Putus

Hujan Deras Yang Melanda Kota Padang Menyebabkan Air Tergenang di Ruas Jalan

Kampus Unand Padang

Padang, KlikSumbar

Jelang berbuka puasa ke empat, Selasa 24/7 hujan deras telah menimbulkan banjir bandang dan Galodo di Pauh Kota Padang. “Galodo, Jembatan Koto Panjang Putus, Mushala Batu Busuak Hanyut, Ratusan warga Terisolir, tak itu saja Batang Kuranji meluap, “ujar Anggota DPRD Padang Maidestal Hari Mahesa, pada http://www.kliksumbar.com.

Bahkan Maidestal juga minta diturunkan Tim SAR ke kawasan Limau Manis. “Mohon turunkan tim SAR dan polisi Limau Manis,”sebut Esa. Menurut info dari warga, air terus meninggi di kawasan itu. “Bahkan ketinggian air ada yang mencapai atap rumah, selain itu banyak warga yang terjebak,”ujar Esa.

Tak hanya di Pauh, ternyata banjir besar juga menghantam pemukiman warga di belakang PDAM Gunung Pangilun. “Air sudah merendam sekolah MAN 2 Padang,”sebut Heri warga di Gunung Panggilun Padang. Sampai berita ini dikirim belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban maupun jumlah kerugian materiil. “Tapi saya yakin ada korban jatuh,” sebut politisi PPP ini.. ( Adt/ )

http://www.kliksumbar.com/berita-3297-galodo-landa-pauh-jembatan-koto-panjang-putus.html

– MakNgah
Sjamsir Sjarif

Kita kutip berita vivanews seluruhnya tanpa izin untuk kepentingan bersama:

VIVAnews – Hujan deras yang melanda wilayah Padang, Sumatera Barat, sejak Selasa sore, 27 Juli 2012, menyebabkan dua sungai besar yang membelah kota tersebut meluap. Sejumlah kawasan di hulu sungai Batang Arau dan Batang Kuranji mulai terendam banjir. Menurut data Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana Sumbar, satu rumah kayu di Ujung Tanah, dekat Kampus UPI, Kecamatan Lubuk Begalung, yang berada di aliran Batang Arau, hanyut terbawa luapan arus sungai.

“10 orang dikabarkan hilang dan masih dalam pencarian,” kata Manajer Pusdalops Sumbar, Ade Edward kepada VIVAnews. Dua sungai besar yang membelah kota itu membesar sejak dua jam lalu. Luapan sungai Batang Kuranji yang berhulu di Lamau Manis, meluap ke kawasan Kalumbuak dan Parak Kopi, tidak jauh dari PDAM Kota Padang. Sedangkan luapan sungai Batang Arau membanjiri kawasan Indarung, Lubuk Begalung, dan Marapalam.

“Kawasan yang terendam banjir berada pada wilayah yang rendah, saat ini ketinggian air masih terus naik,” kata Ade. Sejauh ini, belum bisa dipastikan berapa unit rumah yang disapu luapan dua sungai besar yang bermuara ke Pantai Padang. Menurut sejumlah informasi, terjangan banjir menghantam desa Gunung Nago, Limau Manis, Padang. Banyak rumah yang terendam banjir.

“Banyak masyarakat mengungsi, namun sejauh ini belum ada instruksi untuk diungsikan terutama pemukiman di bantaran sungai besar ini,” kata Ade. (eh)

PS: Ada gambar juga dalam bert itu:

http://us.nasional.news.viva.co.id/news/read/338453-dua-sungai-di-padang-meluap–10-orang-hilang

– MakNgah
Sjamsir Sjarif

Santa Cruz, California, USA Selasa 24 Juli 2012
La hawlawalaquwwatailla billah…
Semoga badai galodo berlalu sudah
tanpa banyak korban dilanda limpah ruah
tanpa mengganggu ketenangan beribadah
Salam,

– MakNgah
Sjamsir Sjarif

Kondisi cukup mencekam, Tim SAR, BPBD,PMI sudah di lapangan namun kekurangan tenaga utk evakuasi warga. Kabar terakhir 6 orang warga dikabarkan hilang oleh galodo/air bah.

Andri Satria Masri | Sungai Sariak VII Koto Padang Pariaman
081374001167 |  288E864B | http://andrimasri.blogspot.com |
@AndriSatria
Date: Tue, 24 Jul 2012 14:20:32
To: <rantaunet@googlegroups.com>
Subject: [R@ntau-Net] Galodo di Padang

Kaba Baimbauan… Barusan dapek kaba kalau alah tajadi galodo di Padang, tapeknyo di pinggiran sungai Gn nago, dakek kampus unand. Berita detail alun dapek. Semoga saudara2 kita yg disana dlm lindungan Allah swt

Wassalam

Ronald – depok

Date: Tue, 24 Jul 2012 11:59:12
To: <rantaunet@googlegroups.com>
Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] OOT, sebuah visi tentang bung Ahok.

Dari Suara Pembaruankit baco:


http://www.suarapembaruan.com/home/pengawas-pemilu-harus-hentikan-isu-sara/22624&#8211; Nyiak Sunguik

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:hPceB88sansJ:http://kliksumbar.com/berita-3298-tanggul-pdam-gunung-pangilun-jebol.html%2Bgunung+pangilun&hl=en&ct=clnk

http://www.kliksumbar.com/berita-3298-tanggul-pdam-gunung-pangilun-jebol.html

Tanggul PDAM Gunung Pangilun Jebol

KlikSumbar, Padang, Selasa, 24 Juli 2012 – 21:41:45 WIB

Hujan deras dan meluapnya batang Kuranji dan Sungai di Gunung Nago selain menimbulkan Galodo di Batu busuak Pauh, juga membuat tanggul penampung air PDAM Gunung panggilun jebol. “Akibatnya rumah warga di Gadang Gunung Pangilun dilanda banjir. Tim SAR dan instansi terkait belum turun,”ujar Anggota DPRD Padang Maidestal Hari Mahesa, Selasa 24/7 malam.

Selain itu politisi PPP Padang ini juga minta warga konsumen PDAM untuk berhemat air. “Jebolnya tanggul PDAM, diperkirakan pasokan air pelanggan akan terancam, warga diminta untuk hemat air bersih,”ujar Esa biasa anggota DPRD itu dipanggil. Seperti diberitakan hujan deras jelang berbuka puasa tadi telah membuat bencana di banyak titik langganan banjir di Padang. Juga dilaporkan terjadi galodo di Batubusuak Limaumanis Pauh yang telah memutuskan sebuah jembatan di daerah itu.


http://gaul.solopos.com/banjir-bandang-hantam-padang-204267.html

http://www.solopos.com/2012/07/24/banjir-bandang-hantam-padang-204267

BANJIR BANDANG HANTAM PADANG

Selasa, 24 Juli 2012 22:21 WIB

Banjir bandang hantam Komplek Arai Pinang Gunung Pangilun, Padang. Puluhan rumah hanyut dan terendam. Menurut sumber di lokasi kejadian, peristiwa itu terjadi menjelang buka puasa, Selasa, (24/7).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Sumbar menyatakan, daerah itu dilanda air bah di dua kawasan meliputi kawasan jalan Kampus Universitas Andalas (Unand) dan di belakang kantor PDAM Kota Padang di Gunung Panggilun, Kecamatan Padang Barat.


http://www.solopos.com/2012/07/24/banjir-bandang-terjang-gunung-pangilun-padang-8-hilang-204272

BANJIR BANDANG Terjang Gunung Pangilun Padang, 8 Hilang

Selasa, 24 Juli 2012 22:34 WIB

PADANG–Hujan deras yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, sejak sore tadi mengakibatkan banjir bandang. Akibat peristiwa tersebut delapan orang dilaporkan hilang. “6 orang hanyut terbawa banjir bandang, 2 orang di atas perahu hilang di tengah laut, sementara 1 rumah hanyut di Ujung Tanah Lubuk Begalung ” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui pesan singkat yang diterima detikcom, Selasa (24/7/2012).

Sutopo menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pukul 18.30 WIB tadi. Banjir bandang ini disebabkan hujan deras yang melanda Padang selama tiga jam. “Akibatnya debit air meningkat pada hulu sungai Lubuk Kilangan dan hulu sungai Batang Kuranji,”kata Sutopo. Lebih lanjut ia mengatakan pihak BPBD Sumatera Barat telah melakukan penanganan darurat untuk melakukan penolongan terhadap warga.

“Selain itu sedang diupayakan juga bantuan personil dari jajaran TNI dan Polri ikut serta dalam penanganan darurat. lebih lanjut pihak BPBD sedang melakukan pendataan,” tandasnya.(detik.com)

http://news.okezone.com/read/2012/07/24/340/667994/banjir-bandang-terjang-kota-padang-enam-orang-dikabarkan-hilang

http://www.padangmedia.com/?mod=berita&id=75236

http://regional.kompasiana.com/2012/07/24/pray-for-limau-manih-padang-479587.html

Pray For Limau Manih Padang

REP | 24 July 2012 | 23:05

PADANG — Innalillahi wa innailairoji’un… Telah terjadi musibah banjir dan tanah longsor/ galodo di Padang. Hujan lebat yang mengguyur Kota Padang menjelang magrib tadi membuat beberapa aliran sungai di Padang meluap ke kawasan kampus Universitas Andalas, Batu Busuak Kecamatan Pauh dan kawasan Lubuk Kilangan Padang, Sumatera Barat.

Berdasarkan info dari Manajer Pusdalops PB BPBD Sumbar, Ade Edwar, akibat peristiwa itu dikabarkan enam orang hilang, dan beberapa rumah diseret arus. “Tadi kami dapat laporan dari masyarakat, ada enam orang dilaporkan hilang, dan beberapa rumah diseret arus sungai. Itu info sementara yang kami dapat,” katanya, Selasa (24/7/2012).

Saat ini BPBD Padang dan Tim SAR sedang melakukan pencarian di kawasan Pauh dan mengkroscek kebenaran laporan tersebut. Sampai pukul 21.18 WIB Padang masih diguyur hujan. Dilansir dari padangmedia.com, Menurut salah seorang mahasiswi Universitas Andalas, Santi, 21, yang kos di kawasan Limau Manih, mengaku melihat air datang seperti banjir bandang.

Laporan warga yang diterima jembatan Damsek dan Mushalla Batu Busuk kecamatan Pauh pun ambruk dihantam air bah. Sementara jembatan Koto Panjang putus, mushala Batu Busuak hanyut, ratusan warga terisolir, sungai Batang Kuranji meluap dan PDAM Gunuang Pangilun jebol.

Beberapa titik kota Padang juga terkena diantaranya Batu Busuak, Gunuang Nago, komplek Arai Pinang, Siteba, Pasar Baru serta galodo di Pauah. Hingga berita ini diturunkan belum diketahui jumlah pasti korban yang hanyut, serta kerugian materil yang diakibatkan banjir bandang tersebut.

Meski begitu dugaan sementara aliran air diduga berasal dari Kawasan Gunung Nago. Ini merupakan musibah yang cukup memilukan. Karena terjadi di bulan yang suci ini. seharusnya mereka sibuk melaksanakan shalat tarawih bersama di masjid namun yang terjadi sebaliknya.

Di media sosial seperi facebook dan twitter banyak sekali ucapan duka atas musibah ini. saya mengetahui musibah ini juga dari status seorang teman di mampir di beranda saya. Saya merasa cukup prihatin karena banyak teman-teman saya yang tinggal/ ngekost di kawasan itu. semoga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan pada mereka.

Mari kita doakan saja musibah ini cepat berakhir. Semogahujan tidak terus-menerus mengguyur kota padang. semoga cepat dilakukan evakusi dan pencarian korban serta disediakan tempat untuk mengungsi bagi korban. Semoga bantuan segera datang. Baik dari pemerintah, lembaga maupun dari masyarakat. Semoga mereka diberi kesabaran dan dikuatkan dalam menghadapi musibah ini.

Semoga bulan ramadhan yang penuh berkah ini juga memberikan berkah untuk kita semua. Musibah datang dari tuhan untuk menguatkan iman mereka. Semoga mereka menjadi hamba yang beriman dan bertaqwa kepada allah swt. Amin…


http://news.okezone.com/read/2012/07/25/340/668223/penyebab-banjir-bandang-di-padang-versi-walhi

http://www.walhi.or.id/id/ruang-media/walhi-di-media/berita-bencana/2773-penyebab-banjir-bandang-di-padang-versi-walhi.html

Penyebab Banjir Bandang di Padang Versi WALHI

Okezone.com, Rabu, 25 Juli 2012 00:00

JAKARTA – Banjir bandang yang melanda Kota Padang pada Selasa kemarin menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, hujan hanya berlangsung selama tiga jam. Lalu apa penyebabnya? Penyebab terjadinya banjir di Padang karena topografi hulu yang sudah mengalami degradasi. Selain itu bantaran sungai juga mengalami sendimentasi,” kata Manager Penanganan Bencana WALHI, Mukri, saat dihubungi Okezone, Rabu (25/07/2012).

Lanjutnya, terdapat kerusakan hutan pada bagian hulu sungai dan mengakibatkan erosi. Akibatnya terjadi penumpukan material pada daerah bantaran sungai. Sehingga mengakibatkan pendangkalan air sungai. “Drainase yang buruk karena tidak dikelola oleh Pemda Kota,” imbuh Mukri.

Pemerintah daerah, kata dia, seharusnya peduli dengan masalah drainase yang ada di Padang. Drainase yang buruk akan mengakibatkan meluapnya air saat banjir. Menurut Mukri, seharusnya BMKG selalu memberikan informasi terkait dengan kondisi yang ada. Informasi terkait bencana harus terus dipantau, agar kejadian seperti banjir di Padang ini tidak terulang lagi. Perlunya juga untuk memasukkan daerah rawan bencana ke rencana anggaran pemerintah. Dengan demikian persiapan untuk penanggulangan bencana dapat dilakukan.


http://www.seruu.com/kota/regional/artikel/walhi-tata-kelola-ruang-yang-salah-penyebab-banjir-bandang-padang

http://www.walhi.or.id/id/ruang-media/walhi-di-media/berita-bencana/2894-walhi–tata-kelola-ruang-yang-salah-penyebab-banjir-bandang-padang.html

Walhi : Tata Kelola Ruang Yang Salah Penyebab Banjir Bandang Padang

Jumat, 14 September 2012 00:00

Padang, – Aktivis lingkungan dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menyebut ada yang tidak beres dengan tata kelola dan ruang di Kota Padang. Hal ini terkait dengan banjir bandang yang menghantam kota tersebut.

Manager Penanggulangan Bencana Wanaha Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Mukri Friatna, dalam dialog di radio nasional menjelaskan, Pemerintah Kota Padang tidak mampu menjalankan perintah  dari Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang tata ruang. Di UU itu mengamanatkan bahwa setiap kota harus memiliki luas lahan Ruang Terbuka Hijau

Hasil turun lapangan Walhi berasama pencinta lingkungan menemukan dilapangan terkait tata ruang. Ruang Terbuka Hijau di Kota Padang belum mencukupi. Kurang dari 30 persen,” kata Mukri, Kamis (13/9/2012). Ditambahkan penyebab banjir bandang juga tidak terlepas dari para pengembang yang membangun hunian tanpa memperdulikan kondisi lingkungan disekitar.

Kota Padang memiliki topografi hulu, yang seharusnya pengembang membangun hunian lebih tinggi dari sungai. “Ada pengembang yang membangun bangunan atau membuat rumah lebih rendah dari  hulu sungai. Seharusnya jangan membuat rumah dibawah sungai,” ungkapnya.Perambahan hutan secara illegal juga menjadi perhatian dari aktivitis lingkungan.

Walhi kerap menemukan gelondongan kayu yang sengaja dialirkan di Sungai Batang Kuranji. Yang lebih memprihatinkan, kata Mukri, aktivitas perambahan hutan sudah berlangsung lama. “Sebenarnya itu sudah tiga tahun namun dampaknya baru sekarang”. Kondisi semakin diperparah dengan penambangan C atau penambangan material pasir batu di sungai itu. Walhi berharap izin penambangan itu dicabut. [ndis


http://www.padang-today.com/?mod=berita&today=detil&id=37496

Penyebab Air Menggenang Gunung Pangilun

Muhammad Noli Hendra, Padang Today, Rabu, 25/07/2012 – 12:53 WIB

Melihat kawasan di Kelurahan Tabing Badan Gadang, Gunung Pangilun Padang yang terkena banjir bandang menjelang berbuka kemarin, Selasa (24/7). Warga setempat menyatakan pemukiman yang dihuni warga di sana adalah bekas sungai. “Dahulu pemukiman rumah warga yang dihuni sekarang, adalah sungai. Karena sudah kering, jadi dijadikan sebagai pemukiman rumah,” ungkap Rinal warga setempat. Rabu (25/7).

Kata Rinal, tempat ini adalah sungai yang luas, dan dalam. Mulai dari pemukiman warga yang awal ditemui ini, hingga ke ujung jalan menjelang jalan menuju Alai Padang. Berdasarkan pantuan reporter http://www.padang-today.com. Tempat pemukiman rumah yang dihuni warga Kelurahan Tabing Badan Gadang, Gunung Pangilun Padang saat ini telihat jauh berada di bawah dan seperti cembung, dan sedangkan jalan berada di tebing perumahan warga yang terkena banjir bandar tersebut. (*)


http://www.kliksumbar.com/berita-3302-daftar-kerusakan-sementara-pasca-banjir-bandang-padang.html

Daftar Kerusakan Sementara Pasca Banjir Bandang Padang

Padang, KlikSumbar, Rabu, 25 Juli 2012 – 00:11:53 WIB

Warga gunakan benen untuk evakuasi saat Galodo menerjang beberapa daerah di Padang, Selasa 24/7 (foto Roni Putra)

Jelang berbuka puasa ke empat, Selasa 24/7 hujan deras telah menimbulkan banjir bandang dan Galodo di Pauh Kota Padang. “Galodo, Jembatan Koto Panjang Putus, Mushala Batu Busuak Hanyut, Ratusan warga Terisolir, tak itu saja Batang Kuranji meluap, “ujar Anggota DPRD Padang Maidestal Hari Mahesa, pada http://www.kliksumbar.com.

Data sementara yang  berhasil dihimpum http://www.kliksumbar.com

  1. Koto Tuo 1 unit rumah hanyut
  2. RT. 01 RW 15 Koto Panjang Pauh, 5 rumah dan 1 mushalla hanyut
  3. Tabing bandar gadang 15 KK dan 10 Rumah di evakuasi
  4. Simpang Apa cengkeh 1 unit mobil hanyut
  5. Baringin Kampung Jua rumah terendam banjir
  6. Gurun Lawas rumah warga terendam, terendam 300 Jiwa mengungsi
  7. Perum Pratana Koto Tangah rumah tergenang air

. ( Adt/ )


http://www.kliksumbar.com/berita-3307-galodo-padang-dipastikan-tidak-ada-korban-jiwa.html

Galodo Padang, Dipastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Padang, KlikSumbar, Rabu, 25 Juli 2012 – 14:47:26 WIB

Meski beberapa jam pasca air bah atau galodo menerjang Kecamatan Pauh dan berbagai kawasan lain di Kota Padang, beredar simpang siur korban tewas atau hilang. Rabu (25/7) dipastikan tidak ada korban tewas. “Tidak ada, memang semula ada yang hilang tapi sudah ditemukan dalam keadaaan selamat termasuk dua nelayan yang disebut hilang, mereka terdampar di Pulau Pandan dalam keadaan selamat,” sebut Dedi.

Sedangkan Branch Manager Dompeh Dhuafa Singgalang Musfi Yendra mengatakan, sejak operasi kemanusiaan lembaganya Selasa (24/7) malam, hanya ada dua korban yang dilarikan relawan DDS ke rumah sakit. “Kalau korban tewas tidak ada, kalau korban trauma dan kena serangan  stroke memang ada, dan sudah kita bawa ke RS M Djamil, untuk yang trauma tadi pagi sudah boleh keluar,” ujar Musfi.

Sementara sejak tadi pagi warga yang semalam tinggal di pengungsian mulai mengecek kondisi rumahnya. “Hari ini warga mulai melakukan aksi bersih-bersih, tapi karena tebalnmya lumpur menutupi lantai rumah mereka butuhy waktu lama untuk mebersihkan rumah para korban,” sebut Musfi.

Sedangkan Zulkifli salah satu korban di Gurun Laweh Nanggalo Padang mengatakan korban air bah di daerahnya butuh air bersih dan pakaian layak pakai. “Air bersih sangat dibutuhkan dan diharapkan sekali, karena air ledeng PDAM tidak berfungsi, mengandalkan air sumur juga tidak bisa dimanfaatkan karena keruh dan berlumpur,” ujar Zulkifli.

Sementara Dirut PDAM Padang Azhar Latief mengatakan dua intakenya tergangu akibat bencana saat berbuka puasa Selasa malam. “Kita sudah kerahkan teknisi untuk segera memperbaiki kerusakan itu, karena ini menyangkut pelayanan kepada 70 ribu pelanggan,” ujar Azhar Latief.

Dari penyelusuran http://www.kliksumbar.com, Ujung Gurun, Parak Gadang, Flamboyan, Komplek Unand Ulu Gadut dan Jati air PDAM putus total. “Lai ndak kalamo matinyo ko, soalnyo stok semalam alah mulai tipih sampai malam lah abih mah (Semoga tidak lama putusan aliran PDAM, soalnya stok semalam sudah menipis, malam nanti sudah habis, Red),” ujar Budi warga Parak Gadang Padang Timur, Kota Padang. ( Adt/ )


http://article.wn.com/view/2012/07/26/534_Rumah_Terdata_Rusak_Akibat_Banjir/

http://www.mediaindonesia.com/read/2012/07/26/335801/126/101/534-Rumah-Terdata-Rusak-Akibat-Banjir

534 Rumah Terdata Rusak Akibat Banjir

Media Indonesia, Kamis, 26 Juli 2012 08:47 WIB

PADANG–MICOM: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mencatat sebanyak 534 rumah warga rusak akibat hantaman air bah pada Selasa (24/7) malam, baik rusak berat, ringan, maupun sedang. Kepala BPBD Kota Padang Dedi Henidal, Rabu (25/7) malam, mengatakan dari data yang dikumpulkan di lapangan tercatat 534 rumah yang rusak dalam musibah itu.

“Kita telah melakukan pendataan terhadap bangunan yang rusak, dan dari data tersebut didapatkan jumlah rumah yang rusak paling banyak adalah rusak sedang, kemudian rusak ringan, dan kemudian rusak berat,” kata dia. Dia menyebutkan, data tersebut dikumpulan dari lokasi yang dilanda air bah di lima kecamatan di Kota Padang.

Berdasarkan data BPBD Kota Padang, jumlah rumah yang mengalami rusak berat sebanyak 95 unit, rusak sedang 190 unit, sementara rusak ringan 249 unit. Untuk rumah ibadah tercatat yang rusak sebanyak 15 unit, terdiri atas 11 unit rusak berat dan satu unit rusak ringan. Selain kerusakan rumah, BPBD Kota Padang juga mencatat adanya sarana pendidikan yang rusak berat sebanyak dua unit dan rusak sedang satu unit.

Selain itu, lima jembatan rusak berat dan satu lainnya rusak sedang. Sedangkan saluran irigasi yang rusak berat 11 unit dan rusak ringan satu unit. “Untuk kerugian saat ini kita memperkirakan mencapai lebih kurang Rp12 miliar untuk insfrastruktur, sedangkan untuk kerugian berupa lahan pertanian, persawahan, dan lainnya belum terdata,” jelasnya.

Air bah terjadi di sepanjang aliran Sungai Batang Kuranji pada Selasa (24/7) malam sekitar pukul 18.30 WIB, tepatnya di tujuh titik yakni di Limau Manis, Batu Busuk, Kampung Koto, Cengkeh, Padang Besi, Kalumbuk, dan Tunggul Hitam. Dua unit mesin intake PDAM Kota Padang juga rusak dalam musibah itu, yakni intake si Sungai Sikayan Ulugadut dan di Sungai Latung Lubuk Minturun. Sementara dua intake lainnya yakni di Buo dan di Kuranji aman dari terjangan air bah. (Ant/OL-12)


http://nasional.lintas.me/article/padang-today.com/gunung-pangilun-kembali-tenggelam&utm_source=LATEST&utm_medium=LATEST_3&utm_campaign=LATEST

http://www.padang-today.com/?mod=berita&today=detil&id=38558

Gunung Pangilun Kembali Tenggelam, Belum Ada Laporan Korban Jiwa

Andri Mardiansyah, Padang Today, Rabu, 12/09/2012 – 18:28 WIB

Belum Selesai cerita duka sebagian warga Kota Padang yang dihantam banjir hebat waktu Ramadhan lalu, kembali terjadi di beberapa titik diantaranya, Batu Busuk Padang, Gunung Nago, Limau Manis, Siteba, Pasar Baru, Pauh dan komplek arai pinang, Rabu (12/9). Pantauan lapangan dilokasi Komplek Arai Pinang gunung pangilun, air sudah menggenangi rumah warga setinggi pinggang orang dewasa.

Tim Sar, BPBD dan PMI saat ini sudah berada dilokasi untuk segera mengevakuasi warga yang masih terjebak digenangan air. “Air yang datang secara tiba-tiba semua warga menjadi panik, hal ini mengingat bulan puasa lalu terjadi hal serupa, walau kondisi saat ini belum separah banjir yang lalu namun cukup membuat kecemasan warga yang tinggal disini,”tutur Nani Wijaya, Warga Komplek Arai Pinang, Rabu (12/9).

Sementara itu, Mahyeldi Ansharullah, Wawako Padang yang meninjau lokasi banjir dikomplek Arai Pinang Gunung Pangilun memberikan Instruksi kepada pihak terkait dalam hal ini Tim sar, BPBD dan PMI untuk tetap membantu dan siaga disetiap kemungkinan yang terjadi.(*)


http://regional.kompas.com/read/2012/09/12/20170388/Padang.Dilanda.Banjir.Berarus.Deras

http://www.kaskus.co.id/post/000000000000000748182489

Lagi!! Padang Dilanda Banjir Berarus Deras

KOMPAS.com, PADANG, 13-09-2012 01:07

Banjir dengan arus air deras yang memenuhi sebagian jalan di Kota Padang, Sumatera Barat, terjadi pada Rabu (12/9/2012) sore. Aliran deras air itu berasal dari hulu air di kawasan perbukitan. Kemacetan di sejumlah titik tidak terhindarkan, di antaranya di Jalan Ulu Gadut yang menjadi akses jalan dari Kota Padang menuju Kabupaten Solok.

Selain arus air yang deras memenuhi badan jalan, material banjir bandang juga tampak terbawa dalam aliran Batang atau Sungai Limau Manis. Hingga berita ini disusun, debit air Batang Limau Manis belum menunjukkan tanda-tanda penurunan dengan air yang berwarna coklat pekat.


http://hariansinggalang.co.id/musibah-dan-bencana-alam-jarang-terjadi/

Musibah dan Bencana Alam Jarang Terjadi

ZUIYEN RAIS, 06 September 2012

Musibah demi musibah silih berganti melanda negara kita. Ada kalanya musibah pejabat yang terlibat korupsi, ada musibah kebakaran permukiman kumuah di kota besar Jakarta, ada musibah perkelahian antar suku atau antar warga yang membawa korban jiwa. Tidak kalah pula besarnya, musibah bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, dan sebagainya.

Taggal 24 Juli yang lalu, terjadi musibah banjir bandang di kota Padang yang menelan kerugian duaratus milyar lebih. Ratusan rumah terendam air, jembatan putus, jalan putus. Bahkan bendungan untuk mendapatkan sumber air bersih bagi kota Padang hancur, sehingga kota Padang dengan penduduk 750.000 jiwa kesulitan air bersih.

Menurut Dirut PDAM Padang, perbaikan bendungan (intake) air PDAM di Gunung Pangilun tersebut memerlukan dana besar, dan waktu yang cukup lama untuk untuk mengerjakannya. Bagaimana di Norwegia ? Musibah yang berupa banjir, tanah longsor,dan, kebakaran hutan, jarang terjadi.

Hutan betul-betul diperlihara sebagai sumber kayu dan sumber air bagi masyarakat dan sumber pendapatan negara Dari hasil hutan negara akan mendapat pajak dan restrirubusi. Keuntungan lain yang lebih besar adalah untuk mendapatkan listrik dan air bersih yang murah.

Sebagai perbandingan, bahwa semua barang kebutuhan masyarakat, harganya rata-rata enam kali harga di Indonesia, kecuali tarif listrik dan air bersih yang tergolong murah dibanding di Indonesia. Hal ini rahasianya pada penghijauan. Hampir semua wilayah kelihatan hijau artinya penuh tanaman dan pohon-pohon.

Hanya dimusim gugur dan musim dingin tidak kelihatan hijaunya karena ditutupi salju, namun pohon-pohon tersebut tetap hidup dan di musim semi akan tumbuh lagi dengan sendirinya, hampir seluruh tanah-tanahnya ditutupi pohon, semak belukar atau padang rumput, diluar yang dibangun perumahan atau gedung-gedung lainnya.

Jadi tidak ada istilah bukit yang gundul, atau tanah yang kering terhampar luas. Perumahan penduduk selalu dilingkungi oleh penghijauan, baik berupa lapangan terbuka yang penuh rumput, tanaman bunga setinggi satu sampai dua meter, dan pohon-pohon kayu yang tumbuh subur.

Apalagi kalau dibukit-bukit atau daerah pergunungan akan penuh dengan pohon-pahon kayu yang cukup besar untuk ditebang sebagai bahan bangunan. Hutan yang terawat, adalah sumber produksi kayu bagi kebutuhan masyarakat. Di sepanjang sungai yang cukup besar, akan terlihat pengaturan tanaman dari tanaman rendah dan rapat di pinggir sungai sampai pada pohon-pohon besar yang agak lebih jauh.

Hal ini dapat kita saksikan kalau kita melakukan perjalanan dengan kereta api dari Oslo ke Trondheim selama enam jam. Tak jauh dari jalan kereta tersebut akan mengalir sungai yang cukup besar dan airnya sedang saja derasnya. Airnya kelihatan jernih, bening dan tidak ada sampah yang hanyut di sungai.

Betapa pilunya hati melihat ke sungai tersebut dari atas kereta api, ketika mengetahui bahwa air sungai itulah yang membawa keberuntungan bagi masyarakat. Sumber air bersih bagi masyarakat adalah dari sungai yang dibendung, kemudian airnya dialirkan ke waduk pengolahan untuk jadi air bersih. yang bisa diminum langsung dari kran.

Karena dari sumbernya sudah bersih, maka pengolahannya tidak berat, tidak memerlukan berton-ton kaporit dan bahan kimia lainnya. Pemakaian listrikpun di unit pengolahan, menjadi rendah. Kesimpulannya biaya pengolahan jadi rendah, tidak sama dengan mengolah air yang keruh, kuning, ada sampah dan sebagainya.

Kemudian harga jual air jadi murah, karena tidak ditambahi lagi dengan berbagai pungutan. Bagaimana dengan listrik ? Sejak lama Norwegia mengembangkan pembangkit listrik dengan tenaga air , yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Di seluruh wilayah tersebar PLTA sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya, dari yang besar sampai yang kecil.

Bagi masyarakat yang jauh dan jumlah penduduk hanya ratusan sampai ribuan saja, dibangun Micro Hydro Power. Pada tahun 1975, Indonesia mulai membangun banyak sekali PLTA ukuran besar. Sebagai contoh, di Koto Panjang Riau, Riam Kanan Kalimantan Barat, Jatiluhur Jawa Barat dan banyak lagi yang lain.

PLTA dipilih karena biaya operasionalnya murah, begitu juga tingkat pencemarannya. Apalagi Indonesia sama dengan Norwegia kaya dengan sumber air berupa sungai-sungai besar. Tetapi kemudian apa yang terjadi setelah berjalan sepuluh atau limabelas tahun ? Proyek besar PLTA tersebut tidak mampu berproduksi sesuai dengan yang direncanakan karena kekurangan debit air.

Artinya, pembangunan PLTA tersebut kalah cepat dibanding penggundulan hutan yang menjadi sumber air. PLTA Koto Panjang hanya mampu beroperasi 40 – 50 persen saja dari rencana. Begitu juga PLTA Maninjau, dengan rencana 150 megawat, hanya mampu 50 sampai 60 megawat saja.

Akibatnya terpaksa dibangun PLTU di Sawah Lunto dengan bahan bakar batubara. Begitulah kisah sedih dari penggundulan hutan, sehingga rakyat tidak jadi membayar listrik yang murah dan kasus ini meliputi banyak proyek PLTA di Indonesia.

Kisah pengundulan hutan, pembakaran hutan dan perubahan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit secara besar-besaran, yang banyak terjadi di negara kita, dianggap oleh dunia adalah penyebab adanya pemanasan global di seluruh muka bumi. Sebab-sebab lain adalah banyaknya terjadi pembakaran gas, seperti minyak bumi, yang menyebabkan udara penuh polusi.

Kejadian-kejadian tersebut juga sampai ketelinga Pemerintah Norwegia, walaupun sesungguhnya bukan negara kita saja yang berbuat sepertti itu. Rupanya peristiwa tersebut diketahui oleh Bapak Presiden kita, sehingga beliau tahun yang lalu melakukan kunjungan ke Norwegia dan melakukan berbagai pembicaraan.

Salah satu hasil kunjungan Presiden ke Norwegia tersebut adalah dikucurkannya bantuan oleh Pemerintah Norwegia sebesar satu milyar dollar kepada Indonesia selama jangka waktu lima tahun. Tetapi bantuan lebih kurang sembilan trilyun rupiah tersebut harus digunakan untuk mengurangi pembakaran hutan, pengundulan hutan, dan mengurangi pencemaran udara akibat pembakaran berbagai gas.

Suatu hibah yang luar biasa besarnya dengan pilot proyek Propinsi Kalimantan Tengah. Apakah negara kita akan berhasil memenuhi komitmen tersebut, tentu harapan kita harus bisa karena kita tengah berhdapan dengan negara yang penduduknya menjaga kejujuran. Walaupun ada juga pihak-pihak yang meragukannya.

Sebagai penutup dari tulisan ini, ingin juga penulis sampaikan bahwa sesungguhnya Norwegia dengan budayanya adalah negara nomor satu di dunia dalam hal ukuran tingkat kualitas sumberdaya manusianya (Human Development Index). (bersambung)



About these ads