Salam Terakhir untuk Nurlela

Salam Terakhir untuk Nurlela

http://www.4shared.com/embed/74369105/aa04f943

Ikang Fawzi – Salam Terakhir


http://www.4shared.com/mp3/ugCS9pu-/Atiek_CB_-_Nurlela__Rumpies_.html

Nurlela adalah album kompilasi dari penyanyi Vina Panduwinata, Malyda, Trie Utami, Atiek CB yang tergabung dalam grup yang dinamakan Rumpies. Sedangkan Lagu “Nurlela” sendiri diciptakan oleh Deddy Dhukun dan Sam Bobo.

Rumpies hanya menyanyikan 3 lagu dalam album ini.

  1. “NURLEILA” (Sam Bobo & Deddy Dhukun) oleh : Rumpies
  2. “NGGAK JELAS” (Mus Mujiono & Deddy Dhukun) oleh : Rumpies
  3. “KALAU KAU” (Erwin Badudu & Deddy Dhukun) oleh : Rumpies
  4. “MALU” (Denda Sukma) oleh : Franky Sahilatua
  5. “CHINTIA” (Ancha Haiz) oleh : Ancha Haiz
  6. “KESAN” (Bagoes AA) oleh : Ryan Kyoto
  7. “PERCAYALAH KASIH” (Yanni Libels & Acon Bonai) oleh : Johandi Yahya
  8. “KENANGAN SEPTEMBER” (Rangga S.) oleh : Dewi Yoesoef
  9. “SAAT SAAT MANIS” (Toni Sianipar & Ferina) oleh : Cecep AS
  10. “SERIUS DONG” (Yahya Ali Lahdji) oleh : Cantora Geronimo

http://id.wikipedia.org/wiki/Nurlela


http://id.wikipedia.org/wiki/Rumpies

Rumpies adalah grup vokal Indonesia pada akhir era 1980-an dan awal 1990-an. Grup ini beranggotakan 4 orang penyanyi yang terkenal pada masa itu Vina Panduwinata, Malyda, Trie Utami dan Atiek CB.

grup ini didirikan hanya untuk intermezzo saja. Lagu mereka yang paling populer dan tetap diingat sampai sekarang adalah Nurlela tahun 1989. Lagu tersebut meledak dan mendapatkan BASF Awards kategori album terlaris pop kreatif 1990. Untuk mengulang kesuksesan, lagu tersebut dibuat sekuelnya dengan judul Nurlela Tabahkan Hatimu. Saat merilis album kedua Vina Panduwinata tak lagi dalam kelompok Rumpies. Sehingga pada saat merilis album kedua dan ketiga Rumpies hanaya beranggotakan 3 orang. Setelah album Pacarku, Rumpies tak lagi terdengar kabarnya karena kesibukan masing-masing personel.

Album Rumpies:

  1. Nurlela (1989)
  2. Nurlela 2 Tabahkan Hatimu (1990)
  3. Pacarku (1992)

Reuni

Pada tanggal 7 Juni 2008, Rumpies muncul kembali setelah 18 tahun vakum dalam Konser Reuni Rumpies 2008 di Kamasutra Cafe Hotel Crown Plaza Jakarta. Masing-masing personel Rumpies lainnya juga mambawakan secara solo sebanyak 3-6 lagu. Satu bulan sebelumnya, Rumpies juga muncul sebagai bintang tamu di konser tunggal Vina Panduwinata.

Vina dan Trie optimis dengan kemungkinan bangkitnya Rumpies dengan album baru dan konser-konser berikutnya. Kendala yang datang adalah dari Malyda yang kini telah mengenakan jilbab dan agak sulit mendapatkan izin bernyanyi lagi dari suaminya, serta Atiek CB yang saat ini bermukim bersama suami dan anak-anaknya di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat.

Daftar lagu yang dinyanyikan di Konser Reuni Rumpies 2008 sesuai dengan urutannya:

Malyda
Aku Jadi Bingung
Tak Pernah Berubah
Semua Jadi Satu

Trie Utami
Keraguan (LCLR 1987)
Kuingin Kau Ada (cipt. 2D)
Sekitar Kita (Krakatau)

Atiek CB
Optimis
Resah
Kau Ada Dimana (feat. Ronnie Sianturi)
Benci Sendiri
Maafkan
Terserah Boy

Vina Panduwinata
Logika
Di Dadaku Ada Kamu
Dia
Biru
Surat Cinta
Aku Makin Cinta

Rumpies (Malyda, Trie Utami, Atiek CB, Vina Panduwinata)
Kalau Kau
Nggak Jelas
Ironi (cover of Lydia & Imaniar)
Nurleila

http://lirik.kapanlagi.com/artis/rumpies/nurlela

Nurleila geleng kepala
Nurleila sakit giginya
Nurleila jadi kecewa
Mikirin soal pacarnya
Nurleila..

  • Nurleila mau lari saja

Mencari yang benar-benar cinta
Oh Nurleila sudah tidak sabar
Menanti yang mau melamar
Nurleila..

Ya, itulah problema
Yang mesti diingat lagi
Bercinta jangan terlalu lama
Rasain kamu
Sekarang gigit jari
Makanya jadi pacar jangan plin plan

back to *

nurleila nuerleila nurleila nurleila, oooo….

**
Nah, sekarang Nurleila
Ya, sudah ada yang punya
Dan tak lagi sakit hatinya

Rasain kamu
Sekarang gigit jari
Makanya jadi pacar jangan plin plan

back to **

nurleila nuerleila nurleila nurleila ….


Nurlela – Rumpies


http://celebrity.okezone.com/read/2010/07/19/34/354356/atiek-cb-kangen-nyanyi-lagi

Atiek CB Kangen Nyanyi Lagi

Senin, 19 Juli 2010 15:22 wib
Johan Sompotan – Okezone

JAKARTA – Delapan tahun sudah Atiek CB menetap di Amerika bersama suami dan anak-anaknya. Lama tidak menyanyi, penyanyi yang beken di era 80an ini ternyata merindukan bisa menyanyi lagi seperti dahulu.

“Kadang-kadang ingin menyanyi lagi, tapi kayaknya susah kalau tinggal di Amerika karena manage-nya susah. Sudah beberapa kali saya coba dan itu harus dimulai di Indonesia,” ungkap Atiek yang ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (19/7/2010).

Saat ini, Atiek sedang berada di Tanah Air. Mantan istri Ronny Sianturi ini beralasan keberadaannya di Indonesia untuk membesuk ayahnya yang sakit. Bukan untuk berkarier musik lagi.

“Saya di sini sekira 3 minggu. Ke sini bukan untuk nyanyi, tapi karena ayah saya sedang sakit.
Kerinduan saya akan menyanyi enggak seperti ketika awal pindah ke Amerika. Lama-lama saya malah aneh mulai nyanyi lagi. Waktu awal sempat ditakut-takuti sama musisi selevel saya. Mereka bilang, enggak usah nyanyi lagi. Kita sudah ketuaan,” akunya.

Diakuinya, kadang penyesalan datang karena telah meninggalkan dunia musik yang membesarkan namanya. “Kadang menyesal. Apalagi kalau hidupnya lagi susah di Amerika, nelangsa. Tapi kalau lihat anak-anak saya, rasanya semua impas. Makin berumur, kita kesampingkan ego kita. Anak-anak saya semua main musik. Tapi enggak mau jadi musisi,” pungkasnya.

(ang)


http://forum.tempointeraktif.com/node/947

ATIEK CB – MAGMA YANG ENTAH KAPAN MELELEH LAGI

traktor:

Atiek CB adalah magma, yang sayangnya tanpa pemberitahuan, sekarang magma itu sudah tidak meleleh lagi. Bila di blantika musik Indonesia sekarang, baik yang sudah masuk jalur pro maupun yang masih di ajang ajang bakat banyak bibit unggul yang bakal bisa menggantikan Ruth Sahanaya atau Titi DJ. Sepertinya belum ada yang bisa mengeluarkan magma seperti Atiek CB.

Saya menyukai suara sangat khas dan special Atiek CB. Bahkan sebalum saya punya duit untuk bisa beli kaset, saya sudah mendengar Risau, Kekang dan lain lain yang diputar kakak kakak saya. Terus ketika saya mulai remaja, lagu Optimis yang optimis banget lirik dan musiknya benar benar membius.
Jadi sepenuhnya, sebelum saya puber pun Atiek CB itu sudah menjadi magma bagi saya.

3 kekuatan Atiek menurut saya adalah

1. Warna Suara
Kalau boleh membandingkan, anda dengar Toni Braxton, lalu Madonna lanjut dengan Janis Joplin. Anda bayangkan ketiga karakter suara tersebut menyatu. Saya membayangkan Atiek CB.

Apakah ini tidak berlebihan. Saya punya argumen bagus untuk mendukung rasa yang saya dapat. Ke Toni Braxton dulu.

Perhatikan artikulasi pengucapan Toni Braxton yang sangat rendah. Artinya, dalam mengucapkan atau melafalkan lirik saat bernyanyi, suara yang dihasilkan relatif tidak jelas. Kadang kadang seperti geraman. Dan ini sexy. Cara menyanyi Atiek CB sedikit banyak seperti itu.

Dan asal tahu saja, Atiek CB lebih senior dibandingkan Toni. Jadi perbandingan hanya berkisar pada warna suara. Bukan pada siapa meniru siapa.

Kemudian bayangkan Madonna di awal awal karirnya dulu, disko dengan sentuhan rock sedikit. Terutama di lagu lagu lawas Madonna sebelum album Erotica. Dengarkan Like a Virgin, Material Girl atau Like a Prayer. Sengau dan kesan tidak nyampai suara mereka itu mirip. Dalam mendaki nada nada tinggi Atiek sering seperti itu.

Dan (sebenarnya) kekurangan ini justru menjadi sexy di tenggorokan mereka. Tapi jujur, saya menilai kualitas dan skill menyanyi Atiek CB jauh diatas Madonna dulu. Entah kalau sekarang. Madonna adalah type perempuan ulet. Yang selalu berusaha untuk bisa. Dan dia mulai ‘bisa’ nyanyi sejak kursur menyanyi sejak menggarap film dan OST Evita.

Lalu yang terakhir Janis Joplin. Total! Inilah yang ditampilkan Atiek CB. Soul, penjiwaan lagu yang tiada duanya. Atiek pada nomor nomor Balladnya selalu ngeblues dengan sentuhan pop yang kental tentunya. Dengarkan lagu ‘maafkan’ menurut saya. Dengar improvisasi habis habisan yang digeber Atiek di akhir lagu. Kadang improvisasinya tak perlu kata.

Atiek meraung, menggeram, berteriak, mengeluarkan ekspresi, jiwa, penjiwaan, soul, sekualitas Janis Joplin. Namun tetap dengan gaya yang hanya Atiek CB yang bisa.

Itulah kekuatan warna suara Atiek CB yang tiada duanya. Benar benar dalam 100 tahun, belum tentu ada penyanyi cewek Indonesia seperti dia. Lagu ‘Kisah Cintaku’ milik Chrisye, menjadi punya nilai yang lebih dalam dengan Atiek CB tampil disitu sebagai featuring, improvisasi di sela sela nyanyian sendu Chrisye

2. Gaya
Dengan suara yang teramat sexy (paling tidak bagi saya), Atiek sesuai jamannya adalah penyanyi dengan gaya tersexy. Sexy disini bukan harus buka bukaan. Atiek CB dalam berbusana tetap saya lihat bersahaja kok. Tapi entah bagaimana bisa, dalam kebersaha-annya itu tetap Atiek CB adalah yang tersexy.

Sexynya itu luar dalam. Gaya menyanyi Atiek CB, body language sampai ke cara bernyanyi. Luar biasa sexynya. Belum ada penyanyi Indonesia cewek yang bisa menandingi Atiek Prasetyawati (lahir di Kediri, Jawa Timur, 25 Mei 1963; atau lebih dikenal dengan nama Atiek CB ini

3. Selera Bermusik.
Selera Atiek CB itu, kalau orang sekarang bilang, selera mahal. Dalam artian, seleranya itu bagus bagus. Atiek bisa masuk kolaborasi dengan banyak arranger dengan latar belakang warna musik yang beda beda. Dan yang keluar tetap karakter Atiek CB nya.

Puncak ketenaran Atiek CB sebagai penyanyi solo adalah saat dia berkolaborasi dengan Youngky Suwarno. Youngky, dikenal banyak menggarap artis artis besar. Ita Purnama Sari, sebagai misal, lalau AB three. Kolaborasi Atiek CB dengan Youngky, terjadi di OST Catatan si Boy, Atiek nyanyi ‘Terserah Boy’ disitu.

Lalu Youngky juga menggarap album ‘Dia’ yang waktu itu adalah hits besar. Lirik yang nakal, musik yang sangat enerjik, irama yang manis, dengan tentu saja vocal Atiek CB yang super sexy. Di lagu ini Atiek CB memamerkan ketawanya yang ‘ruar biasa’… Jarang penyanyi Indonesia ada yang bisa memperindah lagu dengan ketawa ngakak. Atiek CB itu langka.

Lalu Atiek CB juga pernah jadi Polantas. Ini pas dia merilis album Berhentilah…. Serius? Tentu saja bercanda. Polantas kan kalau tilang suka bilang, ‘berhenti…” hehehehehe. Saya tidak tahu, apakah polantas polantas saat itu suka dengan lagu Berhentilah ini. Yang pasti, saya suka….

Lalu album Magis. Ini saya rasa adalah Album Atiek CB yang digarap paling serius. Barisan personel KLa Project, Gilang dan Indra Lemana memperkuat album ini. Nomor ballad ‘Semua Tlah Berlalu’ beberapa tahun kemudian digarap ulang oleh Ruth Sahanaya.

Oh iya, dalam hal lagu lagu Atiek CB digarap ulang oleh penyanyi lain, ada lagi yang ngetop. Antara Anyer dan Jakarta, karya Oddie Agam yang sukses didaur ulang oleh Sheila Majid, penyanyi cewek dari negri jiran, Malaysia.

Sayang album magis ini terbentur masalah. Gambar palu arit yang terdapat di sampul album yang dikerjakan Dik Doank ini membuat album tersebut ditarik dari peredaran. Pasalnya, anda tahu sendiri, palu arit adalah lambang partai terlarang PKI. Orde Baru kan phobia PKI.

Kemudian, bagusnya selera Atiek CB terlihat pada hit Maafkan itu. Lagu ini rasanya susah enak kalau bukan Atiek CB yang membawakan. Kalaupun enak, pasti tidak serenyah saat mendengarkan Atiek CB yang membawakan. Di lagu ini juga menurut saya, Atiek CB menggeber vocalnya sampai batas terakhir. Lagu sendu ini dimulai dari tarikan rendah, yang kemudian diakhiri dengan improvisasi dengan pencapaian nada nada paling tinggi yang bisa disentuh tenggorokan Atiek CB.

Nyambung dari Hit tersebut, Atiek CB kerja sama dengan Indra Lesmana menggarap Benci Sendiri. Liriknya mirip dengan lagu Maafkan. Kisah wanita yang menjalin hubungan dengan pria lain. Sangat pas dengan karakter sexy yang ditampilkan Atiek CB. Lagu Benci Sendiri ini jadi lagu wajib mahasiswi pas saya kuliah dulu.

Lalu Atiek juga sempat kolaborasi dengan Thomas R. Ini saat menggarap album Meditasi yang melejitkan Hit ‘Terapung’. Setelah itu Atiek CB masih menghasilkan album Aku Jadi Aku. Namun album ini ternyata kurang mendapat sambutan pasar. Seingat saya hampir tanpa promosi.

Lalu terakhir. Atiek CB bertemu Dewiq. Inilah bagusnya selera musik Atiek CB yang saya maksud. Waktu itu siapa yang kenal Dewiq? Istri mantan gitaris Slank yang vocalnya ngeroc kaya Sheryl Crowl ini?…..
Tapi Atiek CB bisa merasakan kuatnya jiwa bermusik Dewiq. Album Jangan Tinggalkan, menjadi album terakhir Atiek CB sebelum dia pindah ke Amerika Serikat, untuk menjadi ibu rumah tangga.

Epilog

Atiek telah tinggal di Amerika bersama suami Laurence Smith dan anak-anaknya selama 9 tahun belakangan. Perempuan yang gemar memakai kacamata gelap itu mengaku jarang bernyanyi di Amerika. Atiek CB sudah menentukan pilihan hidupnya. Menjadi ibu rumah tangga. Suatu pilihan yang memang patut kita hargai. Karena sebagai perempuan, dengan kehidupan glamour dunia artis yang pernah digelutinya. Bahkan pada gayanya yang selalu sexy. Atiek CB ternyata seorang ibu yang baik. Walau dalam satu kesempatan wawancara dengan TV lokal ketika dia berkunjung ke Indonesia, Atiek mengungkapkan, kadang saat lagi down, dia teringat juga masa masa jayanya menyanyi di Indonesia. Namun kecintaannya pada keluarga membuatnya bertahan dengan mengurus suami dan anaknya.

Yah begitulah Atiek CB, keputusannya untuk menjadi seorang ibu yang total memperhatikan keluarga, menurut saya membuat dia terkesan semakin sexy. Tahun 2011 loh…. Apalagi kalau kita melihat kondisi ibu ibu artis tanah air sekarang.

Namun dalam hati, saya tetap berharap. Suatu hari, magma itu akan meleleh lagi.

NB: Untuk melihat gambar gambar album Atiek CB yang terkait di artikel ini silahkan ke sini: http://www.traktorlubis.blogspot.com/2011/03/atiek-cb-magma-yang-entah-kapan-meleleh.html


http://hiburan.kompasiana.com/musik/2011/03/17/sensualitas-atiek-cb/

Sensualitas Atiek CB

REP | 17 March 2011 | 12:25

Kacamata hitam, rambut lurus sebahu dan penampilan seksi adalah ciri khas Atiek CB pada era musik tahun 90’an. Nama aslinya adalah Atik Prasetyo dan berasal dari Kediri. CB dibelakang namanya adalah singkatan dari Child Brother, nama sebuah band anak-anak dimana Atiek pernah menjadi vokalisnya. Sebenarnya Atiek sudah mulai rekaman pada tahun 80’an, tetapi Atiek baru benar-benar menunjukkan eksistensinya dibursa musik Indonesia mulai awal tahun 1990 ketika tampil sangat beda membawakan lagu-lagu pop kreatif dan kontemporer, menyeruak dari barisan penyanyi-penyanyi perempuan lain yang lebih memilih menyanyikan lagu-lagu pop cengeng.

Atiek CB tidak hanya bersuara khas, tetapi juga berpenampilan sensual. Misalnya pada video klip Dia, Atiek tampil dengan jaket dan rok mini ketat dari bahan kulit, bercengkerama dengan sejumlah pria berpenampilan macho disamping sebuah motor gede. Atau ketika memakai terusan mini dan berbaring tengkurap pada video Cemburu, Atiek terlihat sangat menggoda. Atiek CB memang salah satu penyanyi perempuan paling seksi saat itu, tetapi jauh dari kesan vulgar.

Hanya cara berbusananya saja yang terkesan seksi (atau barangkali bisa disebut fashionable), sementara gerak-gerik dan ekspresi Atiek cenderung ekspresif menjiwai lagu yang sedang dibawakannya. Selain menghasilkan sejumlah hits diantaranya Maafkan (yang baru-baru ini dibawakan kembali oleh Yuni Shara), Dia, Suka Suka, Cemburu, Antara Anyer dan Jakarta (yang kemudian dinyanyikan kembali oleh Sheila Majid), Atiek juga bergabung bersama Vina Panduwinata, Malida dan Trie Utami dalam group Rumpies yg sukses mencetak hits Nurlela.

Selain itu Atiek juga bergabung dengan kelompok 7 Bintang ( bersama Mus Mujiono, Deddy Dhukun, Fariz RM, Dian Pramana Putra, Trie Utami dan Malida) dengan hits Jalan Masih Panjang. Gayanya yang pecicilan dan agak hiperaktif diatas panggung maupun dilayar kaca membuat sosok Atiek CB selalu gampang menarik perhatian, bahkan ketika sedang tampil ramai-ramai.

Tak hanya sukses di karir solo dan keroyokannya, Atiek yang saat itu pacaran dengan anggota Trio Libels : Ronny Sianturi juga sukses dalam proyek duet bersama sang pacar lewat lagu : Kau & Aku. Selain itu Atiek CB juga menjadi backing vocal pada album Jumpa Permata milik Chrisye. Begitu besarnya nilai jual nama Atiek CB sehingga pihak label dan produser rekaman tersebut merasa sangat penting untuk mencantumkan tulisan ‘Guest Star : Atiek CB’ pada cover album tersebut.

Dan memang vokal Atiek pada album tersebut bukan hanya sekedar tempelan tetapi memang memberi kontribusi. Dengarkanlah bagaimana suara Atiek dengan gaya mendesah yang melankolis pada lagu Kisah Cintaku. Jangan lupakan juga karakter suara Atiek yang tiba-tiba sangat terdengar genit dan nakal pada lagu Ada Cinta. Meski hanya sebatas backing vokal, tetapi setelah mendengar kedua lagu tersebut pendengar tidak hanya akan mengingat Chrisye, tetapi juga Atiek karena kekuatan vokalnya yang memberi nilai lebih pada kedua lagu tersebut.

Tahun 1992, Atiek sempat terkena masalah. Cover albumnya yang berjudul Magis disinyalir mencantumkan simbol sebuah partai terlarang. Akhirnya album yang grafisnya dikerjakan oleh Dik Doank itu harus ditarik dari peredaran. Sungguh sebuah pukulan telak buat perjalanan karir Atiek CB karena pada saat yang sama single andalan dari album tersebut Kau Dimana sedang merajai tangga lagu terpopuler di radio-radio dan televisi. Begitu kecewanya Atiek hingga dalam sebuah wawancara dengan sebuah tabloid, Atiek sempat mengaku frustasi dan berencana mengundurkan diri dari dunia tarik suara.

Untunglah rencana mengundurkan diri itu tak pernah direalisasikan Atiek karena selanjutnya Atiek mencoba bangkit kembali dengan album kompilasi hits berjudul Benci Sendiri, kemudian disusul dengan album Meditasi yang menghasilkan hits karya bassist Gigi : Thomas Ramdhan yang berjudul Terapung.

Secara musikal, materi lagu dan album Atiek CB cenderung punya kwalitas. Sangat jarang Atiek CB terjebak menyanyikan lagu-lagu kacangan karena Atiek beruntung didukung oleh musisi-musisi handal yang sudah terkenal reputasinya antara lain : Youngky Suwarno, Cecep AS, Adi Kla, Indra Lesmana, dll.

Salah satu lagu Atiek yang paling terkenal yang juga adalah soundtrack film laris pada tahun 90’an Catatan Si Boy adalah lagu yang berjudul Terserah Boy. Begitu populernya lagu ini sampai lumayan sering dibawakan kembali oleh calon-calon penyanyi yang sedang mengikuti kontes bakat ditelevisi, mulai dari ajang Asia Bagus sampai Indonesian Idol. Lagu ini juga pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul Get Into The Heat yang berhasil menghantar trio AB Three menjadi juara sebuah festival internasional di Eropa. Selain itu AB Three juga kemudian menyanyikan kembali lagu lawas milik Atiek CB yang dulu juga tidak kalah populer : Optimis.

Sudah lama Atiek CB tidak lagi muncul dipanggung musik tanah air. Kabarnya saat ini Atiek sudah menetap di Amerika mengikuti suaminya yang berkewarganegaraan Amerika. Atiek adalah aset berharga musik Indonesia yang kuat secara karakter penampilan maupun vokal. Indonesia masih membutuhkan penyanyi seperti Atiek : yang sensual dan bersuara khas tanpa harus berpenampilan yang aneh-aneh dan bertingkah yang neko-neko.


Atiek CB – Maafkan


Atiek CB – Discography

http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=236237&s=6651f3fcc8792d7d0b4b00cb3ebd3816

http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=236237&page=2

Diskografi Atiek CB
woky94, 30-01-2012, 02:07 PM

Atiek Prasetyawati (lahir di Kediri, Jawa Timur, 25 Mei 1963; umur = itung sendiri ;p) atau lebih dikenal dengan nama Atiek CB adalah penyanyi Indonesia yang populer di era 80-an. Penyanyi yang indentik dengan kacamata ini populer lewat lagu-lagunya antara lain: Suka-Suka, Optimis, Terserah Boy, Kekang, Risau, Benci Sendiri dan Terapung. Selain itu Atiek CB juga pernah bergabung dalam grup vokal Rumpies yang memopulerkan lagu Nurlela. Pada tahun 90-an Atiek CB pernah membuat heboh publik karena pada sampul albumnya terdapat gambar Palu dan Arit yang tak lain tak bukan adalah lambang komunis. Atiek CB adalah mantan istri dari penyanyi Ronny Sianturi, salah satu personel dari grup musik Trio Libels. Kini Atiek CB tinggal di Amerika bersama suami keduanya serta anak-anaknya.

Diskografi

Solo
1981, Nusantaraku

1981, Nusantara 2

1982, Nusantara 7

1983, Ilusi Pagi
Biarkan Aku Merindu
Optimis
1984, Transisi
1985, Akh!
1986, Antara Anyer dan Jakarta

1986, Di Sudut Kemegahan Hidupnya
1987, Bersuka Cita
1988, Suka Suka
1990, Dia
1991, Kekang

Aku
Johnny Oh Johnny
1991, Maafkan
1992, Setelah Kusadar
1992, Berhentilah
1993, Magis
Kau Dimana
Benci Sendiri
Terapung
1997, Meditasi
Aku Jadi Aku

Bersama Rumpies
Nurlela – 1989
Nurlela Tabahkan Hatimu
Aku Rindu Suasana Jatuh Cinta
Pacarku

Bersama 7 Bintang
Jalan Masih Panjang
Jangan Menambah Dosa
Semua Milik Tuhan

Kolaborasi lain
Cinta Diundi (Besama Malyda)
Kau dan Aku (Bersama Ronny Sianturi)
Kusadari (Bersama Fariz RM & Malyda)

Album lain
Album lain

1989 – Album singel Nicky Astria, “Cinta Di Kota Tua” menyanyikan lagu “Aku Punya Cita Cita” duet bersama Achmad Albar

1989 – Album Catatan Si Boy 3 lagu “Terserah Boy” karya Younky Soewarno & Deddy Dhukun

1989 – Album Oddie Agam, “10 Best + 2″ lagu “Antara Anyer Dan Jakarta”

1990 – Album Sophia Latjuba, “Semoga Kau Tahu” bersama Malyda menyanyikan lagu “CINTA DIUNDI” karya Arie Satyawan & Eppy Budaya

1990 – Album Nourma Yunita, “Saleha” bersama Ikang Fawzi menyanyikan lagu “KEBERSAMAAN” karya Octav Sugess

1990 – Album Hening, lagu “SUKA SUKA” karya Andi Mapajalos dan “APA LAGI” karya Ryan Kyoto & Wacha HS

Last edited by woky94; 02-02-2012 at 02:48 PM.

1983, Ilusi Pagi
01. Ilusi Pagi
02. Untuk Dirimu
03. Persahabatan
04. Kumbang Desa
05. Tante Sun
06. Sentuhan
07. Biarkan Aku Merindu
08. Tak Habis Pikir
09. Ilusi Biru
10. Debar Cinta
11. Selamat Pagi Dunia

Last edited by woky94; 31-01-2012 at 10:01 PM.

1984, Transisi
01. Risau
02. Egois
03. Dahaga
04. Tebak Menebak
05. Gelisah
06. Satu Dalam Cinta
07. Sendu
08. Dewa Asmara
09. Nyanyian Buat Kita
10. Hasrat Cinta

Last edited by woky94; 01-02-2012 at 01:27 PM.


1985, Akh!
01. Akh (Cecep AS)
02. Permohonan (Ancha V.M.Haraz)
03. Dibibirku Ada Cinta (Yuke N.S)
04. Diantara Kita (BJ. Riyanto)
05. Botol Botol Kosong (Oetje F.Tekol)
06. Tantangan Hidup (Subagio Salat)
07. Garis Kasih (Andy Nasution)
08. Daun daun Racun (Dede Putra Anwar)
09. Pengasingan (Subagio Salat)
10. Apa Lagi (Dodo Zakaria)


1986, Di Sudut Kemegahan Hidupnya
01. DISUDUT KEMEGAHAN HIDUPNYA
02. DI DALAM KHAYALKU
03. DETIK-DETIK
04. KETABAHAN
05. TAHAN DULU DONG
06. MILIKILAH CINTAKU
07. DETIK-DETIK PENANTIAN
08. KARENA UANG
09. PENUH CELA
10. MENGGAPAI CINTAKU YANG BARU

Last edited by woky94; 02-02-2012 at 08:58 AM.


1987, Bersuka Cita
01. “Aku” (Adjie Soetama)
02. “Bersuka Cita” (Adjie Soetama)
03. “Duniaku” (Cecep As)
04. “Kucinta Padamu” (Ricky Basuki)
05. “Emosi” (Ancha Haiz)
06. “Ku Tak Sabar Lagi” (Oddie Agam)
07. “Lagu Yang Tersisa” (Irianti Erningpraja & Ferina)
08. “Aku Malu” (Andy Mapajalos)
09. “Ada Di Matamu” (James F. Sundah)


1988, Suka Suka
01. Suka Suka (Andi Mapajalos)
02. Resah (Erwin Gutawa)
03. Jangan Lagi (Ricky Basuki)
04. Tanpa Sadar (Erwin Gutawa & Lulu Gutawa)
05. Ramalan Bintang (Oddie Agam)
06. Jangan Kembali (Randy Anwar)
07. Jejak Jejak (Dodo Zakaria)
08. Stop (Bagoes AA)
09. Tabah (Ricky Basuki)
10. Apa Lagi (Ryan Kyoto)


1990, Dia
01. Dia (Youngky Soewarno / Deddy Dhukun)
02. Cemburu (Youngky Soewarno / Tommy Marie)
03. Kau Telah Pergi (Erwin Gutawa / Lulu Gutawa)
04. Jangan Ditunda (Indra Lesmana / Titi DJ)
05. Sensasi (Indra Lesmana, Andy Ayunir, Mira Lesmana)
06. Sama Seperti Dulu (Indra Lesmana / Titi DJ)
07. Gelitik Cinta (Andi Mapajalos)
08. Kecewa (Moesya Yunus / Atiek CB)
09. Inilah Saya (KLa Project)
10.Hatiku Merintih (Indra Lesmana / Mira Lesmana)

1991, Maafkan
1. Maafkan (Cecep AS)
2. Inilah Saya (Adi/Lilo)
3. Di Bibirku Ada Cinta (Yuke NS)
4. Sama Seperti Dulu (Indra Lesmana)
5. Risau (Cecep AS)
6. Gelitik Cinta (Andi Mapajalos)
7. Di Antara Kita (BJ Riyanto)
8. Permohonan (Ancha VH Haraz)
9. Apa Lagi (Dodo Zakaria)
10. Cemburu (Youngky Soewarno)


1992, Setelah Kusadar
01. Setelah Ku Sadar
02. Terserah
03. Mengapa Terjadi
04. Kikuk
05. Resah
06. Sesungguhnya
07. Mata Lelaki
08. Percuma Saja


1992, Magis
01. Kau Di Mana
02. Sampai Sekian
03. Magis
04. Sebuah Janji
05. Lari
06. Aku Bukan Kamu
07. Sesaat Saja
08. Semua T’lah Berlalu


1992, Berhentilah
1. Berhentilah (Cecep AS)
2. Percuma Saja (Ryan Kyoto)
3. Apa Lagi (Ryan Kyoto & Wacha HS)
4. Cemburu (Younky Soewarno & Deddy Dhukun)
5. Tabah (Ricky Basuki)
6. Sesungguhnya (Yuke NS & Iwang Noorsaid)
7. Permohonan (Ancha VH Haraz)
8. Di Bibirku Ada Cinta (Yuke NS)
9. Mengapa Terjadi (Dadang S. Manaf)
10. Tanpa Sadar (Erwin Gutawa & Lulu Gutawa)


1992, Kau dan Aku (Bersama Ronny Sianturi)
01. Kau Dan Aku
02. Edan
03. Benar – Benar Cinta
04. Berdua
Last edited by woky94; 02-02-2012 at 08:30 AM.


1997, Meditasi
1997, Meditasi
01. Terapung
02. Kau Masih Disana
03. Meditasi
04. Geli
05. Hatiku
06. Dari Hati
07. Lupakan
08. Bercerminah
09. Yang Hilang


http://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/tingggal-di-as-atiek-cb-lebih-banyak-mencuci-piring-v9ertul.html

Tingggal di AS, Atiek CB Lebih Banyak Mencuci Piring

Senin, 27 Februari 2006 15:09

Kapanlagi.com – Sudah hampir empat tahun di Amerika Serikat dan tidak meluncurkan album baru, kemampuan olah suara biduanita Atiek CB tetap tidak luntur. Pada acara perayaan Koalisi Komunitas Asia-Amerika di Chicago Sabtu lalu, Atiek ikut menghibur para tamu yang umumnya warga keturunan Asia dan para pejabat di negara bagian AS tersebut.

Tetap dengan kacamata dan rambut yang tergerai menutupi sebagian wajahnya, penampilan dan kualitas sauara Atiek tetap seperti pada masa puncak kepolerannya di tahun 80-90-an. Pada perayaaan Asian-American tahun 2006 itu, kebetulan Indonesia menjadi tuan rumah. Ketua Panitianya, Roosy Miller yang juga asal Indonesia, memintanya mengisi acara hiburan.

“Aku enggak banyak kegiatan menyanyi lagi kok, kegiatan aku lebih banyak cuci piring di rumah,” kata Atiek ketika ditemui di sela-sela acara. Pemilik lagu Maafkanlah Aku dan Teman yang albumnya sangat populer di awal 90-an itu, kini tinggal di kota Wilmington, Negara Bagian Delaware, bersama suaminya yang warga AS, Laurent Smith, dan dua anaknya, Kendo (11) dan Kina (7).

Mengurus suami dan anak-anak kini menjadi menjadi prioritas utama kegiatan wanita kelahiran Kediri 25 Mei 1964 itu. Hal itu juga yang menyebabkan ia tidak terlalu berambisi untuk mencoba go internasional di Amerika. “Sempat juga ada tawaran bikin album lagi di Jakarta, tapi masih pikir-pikir dulu. Soalnya aku enggak tahan lama-lama ninggalin anak,” kata Atiek yang logat Jawa Timur-annya masih kental.

“Ini aja baru dua hari ke Chicago, anak aku nelpon-nelpon terus minta mamanya cepet pulang,” tambah mantan isteri penyanyi Trio Libels, Ronny Sianturi, itu. Meskipun demikian, di kalangan komunitas Indonsia di Amerika, nama Atiek CB tetap dikenal. Ia masih sering diminta untuk tampil pada acara-acara yang diselenggarakan KBRI atau Konsulat-Konsulat Jenderal RI di AS, dan oleh kalangan masyarakat asal Indonesia saat ada festival atau perayaan HUT-RI atau.

Misalnya tahun lalu di New York, ia ikut mengisi acara penggalangan dana tsunami dan juga menemani artis-artis Indonesia yang kebetulan datang. Dengan demikian, kedekatan Atiek dengan Indonesia tetap terpelihara meskipun tinggal di lingkungan Amerika. (*/erl)


http://www.mail-archive.com/ppiindia@yahoogroups.com/msg63130.html

[ppiindia] Hidup susah di Amrik, Atik CB super ngirit

Tribun Timur Makassar – Sabtu, 24-05-2008 17:58:31 -0700

Hidup Serba Ngirit: Penyesalan Atiek CB di Amerika

JAUH-JAUH datang dari perantauan di  Amerika Serikat, sesampainya di Jakarta, penyanyi lawas Atik  Prasetyawati atau ngetop dengan sebutan Atiek CB, membawa cerita menyedihkan. Lima tahun merantau di negeri yang dipimpin Presiden George W Bush itu, hidup Atiek serba ngirit dalam segala hal.

Belanja pakaian irit, belanja  makanan irit, jalan-jalan tak sebebas ketika masih berkarir di Jakarta, pokoknya serba berhemat! Itu semua karena selama di Amerika, Atiek tidak berpenghasilan besar seperti masih di Jakarta. Di Amerika, hidup Atiek sepenuhnya ‘nodong’ dari sang suami, pria bule bernama Lawrence. Kalau dulu Atiek biasa hidup glamour lantaran bisa meraup banyak duit dari dapur rekaman dan manggung di berbagai undangan, di Amerika Atiek kehilangan ‘lahan basahnya’ itu.

Karirnya nyanyi yang mandeg di negeri rantau praktis membuat kantongnya tak setebal dulu lagi. Karena hidupnya cuma bisa bergantung dari sang suami, tentu Atiek benar-benar mengubah gaya hidup mewahnya menjadi pola hidup sederhana. “Lima tahun di Amerika, saya benar-benar kehilangan pekerjaan yang amat saya cintai (menyanyi). Praktis, saya juga harus mengubah gaya hidup saya,” kata Atiek CB yang belum lama ini menyempatkan diri datang ke Jakarta, khusus untuk memenuhi undangan menyanyi bersama kelompok vokal ‘Rumpies’ dalam konser tunggal Vina Panduwinata.

Lima tahun lalu, ketika sang suami mengajaknya ke Amerika, Atiek CB benar-benar bahagia. Waktu itu terbayang di benaknya tentang indahnya mencicipi suasana berbeda di negeri seberang. Namun adaptasi Atiek CB ternyata cukup berat, termasuk dalam hal berkomunikasi. Penyanyi yang pada era 1980-an meroket lewat lagu-lagu hits Terserah Boy, Suka-Suka dan Maafkan itu mengaku tak bisa dengan cepat lancar berbahasa Inggris.

“Di sana (Amerika) saya ngomong  bahasa Indonesia terus,” tutur mantan istri personel Trio Libels,  Ronny Sianturi, itu. Namun Atiek tidak menegaskan apakah dirinya sudah memutuskan untuk kembali ke Jakarta dan menekuni dunia rekaman yang sudah membesarkan namanya sekitar 15 tahun yang lalu.

Yang jelas, Atiek sangat merindukan  dunia panggung. Namun karena sudah lama tak menyanyi di depan banyak  orang, Atiek secara jujur merasakan kini agak canggung menyanyi  sendirian. “Untungnya, aku diundang nyanyi di Jakarta kali ini kan dalam rangka reuni The Rumpies, nyanyinya rame-rame bareng Malida, Trie Utami, Mbak Vina (Panduwinata), dan banyak yang lain,” ujar wanita kelahiran Kediri Jawa Timur, 25 Maret 1963.

Identik Kacamata Hitam

LAMA menghilang dari panggung, begitu kembali ke Jakarta Atiek masih belum menanggalkan ciri khas kacamata hitam yang tak pernah lepas ketika nongol di depan umum.

Bedanya, kalau di era 1980-an, kacamata Atiek benar-benar gelap, sampai tak terlihat sepasang matanya, kini jenis kacamata yang dia pilih agak terang.

Selain terkenal dengan ciri khas  kacamata hitam, jaket jeans dan gaya berjingkraknya yang khas, Atiek  pernah membuat berita lantaran perceraiannya dengan Roni Sianturi, personel Trio Libels.


http://www.gpdi-sejahtera.com/articles/testimonials/41-ronnie-sianturi–lelah-menjadi-orang-tidak-baik.html

Ronnie Sianturi : Lelah Menjadi Orang Tidak Baik

Posted by GPdI-Sejahtera Online Team
Friday, 28 November 2008 14:36

Seorang perempuan berambut lurus dan bermata sipit duduk bersimpuh sambil menangis tersedu-sedu di hadapan suaminya. Sementara, sang suami dengan garangnya melontarkan berjuta makian dan sumpah serampah bak berondongan peluru yang dimuntahkan senapan. Karena tak tahan mendengarnya, si perempuan itu pun beringsut meninggalkan sang suami dan berusaha menghindarnya dengan naik ke atap lemari.

Melihat kelakuan sang isteri, pria berbadan tegap itu terlihat gusar lalu dengan nafasnya yang memburu ia bergegas menghampiri dan menarik isterinya turun. Adegan selanjutnya pun dapat dibayangkan, pukulan dan tamparan segera mendarat di tubuh perempuan mungil bersuara serak yang masih terus menangis itu.

Ini bukan merupakan bagian dari sebuah babak dalam sinetron tetapi benar-benar suatu kejadian dalam salah satu babak kehidupan nyata seorang pria bernama Ronaldus Parasian Sianturi yang kemudian dikenal dengan Ronnie Sianturi.

Dan, si perempuan malang itu tak lain adalah Atiek CB, lady rocker Indonesia yang terkenal di tahun 80-an, yang pernah menjadi isterinya. “Saya bukan suami yang baik, sebelum istri saya mengiba minta maaf saya tidak akan pernah berhenti mengejarnya,” kenang Ronnie dengan nada penyesalan.

Ungkapan penyesalan itu meluncur dari bibir salah satu personil Trio Libels dalam acara KKR yang digelar oleh sebuah gereja di Yogyakarta menggugurkan kandungan Istri dan Overdosis.

Sore itu, di hadapan ratusan jemaat Ronnie bagai kembali memutar film kehidupannya di masa lalu yang bergelimang dosa. Ronnie mengaku, dulu ia memang tidak sungguh-sungguh mendalami kekristenan. Akibatnya, ia tidak bisa menerangkan pada isterinya -yang memang berbeda keyakinan- tentang keistemewaan seorang pengikut Kristus.

Rumah tangga mereka pun tidak diberkati Roh Kudus. Pertengkaran selalu menghiasi rumah mereka. Setiap kali Atiek berbuat kesalahan, Ronnie selalu memberondongnya dengan kata-kata kotor dan caci maki disertai pukulan dan tamparan. Bahkan kadang jika masih kurang puas, tendangan pun ikut mendarat di tubuh mungil Atiek.

Sebagai seorang suami, Ronnie tidak bisa memberikan ketenangan dan rasa aman pada isterinya. Dengan alasan belum siap punya anak, ia pernah meminta Atiek menggugurkan kandungannya. Karenanya, ketika penyanyi asal Kediri itu minta cerai, Ronnie langsung mengabulkannya. Ia menyadari betul kekurangannya sebagai seorang suami.

Kehilangan pasangan hidup sering membuat orang depresi, itu pula yang terjadi pada Ronnie. Ketika berpisah dengan Atiek CB, ia merasa limbung karena tidak memiliki pegangan. Tak kuat dengan kesepian yang sering menderanya, ia lari pada minuman keras dan mengkonsumsi obat-obatan terlarang, termasuk shabu-shabu.

Tapi itu toh tetap tidak bisa menyegarkan kekeringan batinnya. Saat itulah, untuk pertama kalinya ia merasakan bagaimana rasa susah itu. Setelah sebelumnya, ia hampir memiliki segalanya. Kekayaan, ketenaran, dan juga isteri. Ronnie meraih kesuksesan di usia relatif sangat muda.

Bersama Trio Libels, group yang ia bentuk bersama Yani dan Edwin Manansang, teman sekolahnya di SMA 15 Jakarta, ia berhasil memantapkan langkahnya sebagai penyanyi. Popularitas pun dapat dicapainya dengan cepat. Suara merdu di dukung dengan badan tegap dan wajah tampan membuat Ronnie kian berjaya di jagad hiburan.

Setelah sukses di dunia musik, ia melebarkan sayapnya dengan merambah seni peran dan presenter. Selama bertahun-tahun, wajahnya kita akrabi sebagai pembawa kuis Piramida di RCTI. Pelebaran karir itu tentu saja membuat pundi-pundinya penuh, tapi hanya dalam beberapa tahun semuanya hampir musnah.

Keterikatannya pada obat-obatan nyaris menghancurkan hidupnya. Uang hasil kerja kerasnya terkuras untuk membeli bubuk maut itu. Karirnya pun nyaris tamat, tawaran untuk main sinetron ataupun undangan untuk membawakan sebuah acara jarang menghampirinya. Hari-hari dilewatinya dengan memasak shabu-shabu di kamarnya. Dalam sehari, ia bisa menghisap shabu-shabu hingga tiga kali. Akibatnya, ia sering teler.

Hingga pada suatu hari di tahun 1998, Ronnie mengalami overdosis yang menyebabkan dirinya hampir tidak bisa bernafas, saat itulah ia baru kembali menyebut nama Yesus, “Tuhan Yesus, tolong saya”. Ajaib, beberapa saat kemudian ia dapat bernapas kembali. “Terima kasih, Tuhan,” jeritnya kegirangan.

Saat itulah ia baru menyadari, sejak umur 18 hingga 34 tahun saat kejadian itu, ia tidak pernah mengucap syukur atas semua pemberian Tuhan. Kejadian itu menjadi sebuah titik balik bagi kehidupan Ronnie. Ia kembali ingat akan Sang Pencipta yang telah memberikan segalanya. Sejak itulah, ia mulai terjun untuk pelayanan dan sering menyaksikan kasih Tuhan dalam hidupnya.

Langit malam kota Yogyakarta kian kelam, BAHANA masih duduk di lobby Hotel Melia Purosani, sambil sesekali mengamati jarum jam yang terus bergerak dengan perasaan gelisah. Beberapa menit kemudian, tampak Opel Blazer berhenti di depan hotel. Seorang pria berpostur altelis, berkulit putih bersih dan bersorot mata tajam turun dari mobil.

Ah, kegelisahan kami pun pudar karena orang yang dinantikan muncul. “Aduh maaf ya menunggu terlalu lama, tadi saya diajak makan dulu,” ujar Ronnie ramah seraya mengulurkan tangannya pada kami. Sebentar kemudian terjadilah obrolan panjang dengan BAHANA diiringi musik lembut yang mengalun di lobby yang masih tampak ramai itu.

Dengan gaya yang lebih santai dan akrab, pria lulusan D III Manajemen Perbankan STIE Perbanas ini bercerita tentang kehidupan barunya setelah bertobat. Setelah mengutamakan Tuhan dalam hidupnya, ia merasa memiliki hidup yang sangat indah, tidak ada rasa gelisah dan khawatir tentang apa pun juga.

Yang ada hanyalah rasa damai dan suka cita memenuhi seluruh relung hati dan itu terpancar lewat sorotan mata dan kata-kata yang terucap dari mulutnya. Menurut orang-orang terdekatnya, Ronnie yang sekarang lebih rendah hati, mau mendengarkan, dan bersedia mengalah.

Maju Terus Meski Masih Sering Jatuh Bangun

Selama empat tahun terakhir, ada sesuatu yang berbeda dari pria kelahiran Makassar, 6 September 1966 ini. Ia telah meninggalkan kehidupan malam, alkohol, dan rokok yang semula sangat diakrabinya. Ya, semenjak berkomitmen untuk terlibat dalam kegiatan pelayanan, Ronnie memang bertekad untuk menjadi orang yang lebih baik.

Karena itu, ia meninggalkan semua kebiasaannya yang tidak sehat. Kini, kebiasaan lamanya, diganti dengan bangun pagi dan mengakrabi firman Tuhan setiap hari. Mengawali hari dengan doa dan membaca firman menjadi sebuah aktivitas yang tidak pernah ditinggalkan Ronnie. Karena saat itulah, lanjut Ronnie, Tuhan ingin bicara sesuatu pada kita.

Hingga usianya 35 tahun, empat tahun yang lalu, ia merasa melakukan banyak hal yang sia-sia dan tidak benar di mata Tuhan. Setelah dipulihkan, ia memiliki kerinduan menghabiskan sisa waktu di hidupnya saat ini untuk mengejar kekudusan di dalam Tuhan. Ia tak mau mati sia-sia. “Jangan sampai karena keteledoranku atau ketidaktaatanku, aku jatuh lagi ke kehidupanku yang lama,” jelas pria penggemar buah dan jus sayuran itu.

Yang sekarang menjadi perhatiannya adalah bagaimana melayani Tuhan dalam keadaan yang benar-benar kudus, ia merasa pelayanannya akan sia-sia jika ia tidak hidup kudus dan selalu jatuh bangun. “Aku tidak mau jika kesaksianku dapat menjadi berkat bagi orang lain sedangkan kehidupan pribadiku sendiri tidak menjadi berkat bagi diriku sendiri,” katanya bijak.

Tapi, Ronnie mengakui ia masih sering jatuh bangun tetapi ia tidak mau mempersalahkan dirinya terlalu dalam karena ia sadar pada dasarnya manusia memang sudah berdosa. Ia menganggap goncangan-goncangan yang ia dapatkan akan membuat hidupnya lebih indah. “Ibarat gula di dalam teh, jika tidak diaduk-aduk maka teh itu tidak akan menjadi manis,” ujarnya sedikit puitis.

Ronnie memaknai goncangan-goncangan dalam hidupnya itu sebagai adukan yang akan mempermanis hidupnya. Meski banyak goncangan, Ronnie tetap menjaga supaya roh takut akan Tuhan dalam hidupnya itu jangan sampai hilang.

Merindukan Pasangan Hidup yang ?.

Seluruh kejadian yang pernah ia alami membuat Ronnie banyak melakukan refleksi. Itu pula yang membuat Ronnie kini lebih berhati-hati dalam melangkah, termasuk dalam memilih pasangan hidup lagi. Selama berumah tangga dengan Atiek CB ia merasa tidak bisa menjadi suami yang baik karena tidak bisa memberikan rasa damai dan aman pada sang istri. Kini, ia tidak mau gagal untuk kedua kalinya. “Saya tidak mau jatuh untuk kedua kali.

Saat ini saya merasa Tuhan sedang memproses saya untuk mengubah hal-hal yang tidak bagus di dalam diri saya menjadi sesuatu yang lebih berarti,” katanya tenang. Ronnie menyadari masa pertobatannya yang baru empat tahun masih terlalu singkat dibandingkan dengan hidup kelam yang telah dijalani selama puluhan tahun itu.

Karena itu, ia sangat membutuhkan kehadiran seorang pasangan hidup yang sungguh-sungguh mencintai Tuhan dan mampu membawa dirinya lebih dekat lagi kepada-Nya. Ia kini sedang belajar mencari dan memahami kehendak Tuhan dalam hidupnya. Selama ini ia hanya taat dan patuh kepada Tuhan.

Jika sampai sekarang, ia belum menemukan sosok wanita yang tepat untuk mendampingi hidupnya, itu dimaknai Ronnie bahwa Tuhan memang belum memberikan seseorang yang tepat buatnya. Dan, ia sangat mengimani waktu Tuhan adalah waktu yang paling tepat dan indah buat hidupnya.

Ingin Jadi Orang Baik

Jika ditanya apa obsesinya saat ini, Ronnie pasti akan melontarkan empat kata ini, “ingin menjadi orang baik”. “Saya capek menjadi orang tidak baik,” ujarnya dengan mimik serius. Tapi ia mengakui untuk menjadi orang baik, dibutuhkan suatu perjuangan yang cukup berat. Pasalnya, ketika ia sedang ingin menjadi orang baik malah hal yang tidak baik sering ia lakukan.

Namun, Ronnie beruntung memiliki bapak rohani yang dengan setia selalu mengingatkan manakala kehidupan rohaninya mulai mundur. Untuk menjaga itu, Ronnie berusaha memberi waktu yang banyak bagi Tuhan baik melalui doa maupun pujian. Dan, itu bisa dilakukannya dimana saja.

Doa menjadi kekuatan utama buat Ronnie dalam menghadapi hari-harinya. Jika sering meninggalkan kegiatan ini maka bisa dipastikan ia akan lebih mudah untuk tergoda dan jatuh lagi dalam dosa. Ronnie menyakini, ketika kita memiliki persekutuan yang indah dengan Tuhan maka kita akan memiliki kepekaan rohani yang lebih.

Malam makin larut, alunan musik lembut masih terdengar sementara lobby mulai terlihat lebih sepi ditinggalkan oleh pengunjungnya satu persatu. BAHANA pun segera mengakhiri obrolan dengan pria yang makin tampak matang di usianya menjelang 40 itu. Semoga ia dapat mewujudkan obsesinya yang terlihat sederhana tetapi sungguh mulia itu, ingin menjadi orang baik?

(source: Bahana Online)


About these ads