Cadangan emas Freeport Indonesia masih bisa digali sampai tahun 2041

Profil Usaha PT Freeport Indonesia

Oleh Sando Sasako
Lead Consultant
Advanced Advocacy Plus

Jakarta, 17 Maret 2012 10.50


  1. 20120317, Cadangan emas Freeport Indonesia masih bisa digali sampai tahun 2041, Profil Usaha PT Freeport Indonesia, http://mayachitchatting.wordpress.com/2012/03/17/cadangan-emas-freeport-indonesia-masih-bisa-digali-sampai-tahun-2041/
  2. 20111029, The Trikora deal (over US’ interests in world’s largest gold mining company Freeport Indonesia) is about to be broken, http://mayachitchatting.wordpress.com/2011/10/29/the-trikora-deal-over-us-interests-in-worlds-largest-gold-mining-company-freeport-indonesia-is-about-to-be-broken/
  1. 20120315, Hati-hati terhadap analisis abal-abal dalam berinvestasi di emas, http://mayachitchatting.wordpress.com/2012/03/15/hati-hati-terhadap-analisis-abal-abal-dalam-berinvestasi-di-emas/
  2. 20120222, Indonesia as the 6th largest gold producer in the world, http://mayachitchatting.wordpress.com/2012/02/22/indonesia-sebagai-negara-produsen-emas-terbesar-ke/
  3. 20120211, Studying the issues of gold price movements (1 troy ounce = 31,1 gram), http://mayachitchatting.wordpress.com/2012/02/11/studying-the-issues-of-gold-price-movements/
  1. 20120302, Aturan Baru Gadai Emas di Bank Syariah, http://mayachitchatting.wordpress.com/2012/03/02/aturan-baru-gadai-emas-di-bank-syariah/
  2. 20120119, BRI Syariah Mengijonkan Emas, http://mayachitchatting.wordpress.com/2012/01/19/bri-syariah-mengijonkan-emas/

Freeport Indonesia dimiliki oleh Freeport McMoran Copper and Gold Inc (FCX) (81,28%), Indocopper Investama (9,36%), dan Pemerintah Indonesia (9,36%). Indocopper Investama dimiliki sepenuhnya oleh FCX. Per 31 Desember 2011, aset bersih Freeport Indonesia bernilai US$3,2 milyar dengan laba ditahan sebesar US$3,1 milyar.

Berbagai risiko ketidakpastian politik, ekonomi, sosial, dan keamanan di Indonesia sangat mempengaruhi kontinuitas usaha FCX di seluruh dunia. Termasuk didalamnya ancaman penutupan usaha karena penilaian pelanggaran aturan dan ketentuan hukum Indonesia seperti royalti, pajak, HSE (health, safety, environment), dan security.

Pembayaran royalti dan upah merupakan tema dan isu sentral penyebab kisruh di Freeport Indonesia. Beberapa hal yang tidak disebutkan dan diberitakan media adalah berapa banyak emas yang sudah dikeruk dan akan dikeruk Freeport Indonesia dalam sekian puluh tahun lagi, tepatnya sampai akhir 2041.

Sampai akhir 2011, bijih yang sudah ditambang mencapai angka 31% dari cadangan yang bisa dibuktikan dan memungkinkan (proven and probable recoverable ores), yakni 37% jatah Freeport Indonesia di cadangan tembaga dan 49% di cadangan emas yang bisa ditambang (recoverable).

Cadangan FCX di Indonesia yang bisa dibuktikan dan mungkin atas produk tembaga diperkirakan sebanyak 31,6 milyar lbs (14.000 ton metrik) tembaga dan 32,2 juta oz (912 ton metrik) emas. Di seluruh dunia, FCX memiliki cadangan tembaga sebanyak 119,7 milyar lbs, 33,9 juta oz, dan 3,42 milyar lbs molibdenum.

Sekedar catatan konversi, 1 lbs atau 1 pound setara dengan 453,59237 gram; 1 oz atau 1 ounce setara dengan 28,3495231 gram, dan 1 tr.oz atau 1 troy ounce setara dengan 31,1034768 gram.

Tabel 1 – Portofolio Produk Freeport Indonesia, 2007-2011

Per 31 Desember 2011 FCX memiliki aset bernilai US$32,07 milyar, dengan ekuitas sebesar US$18,55 milyar. Selain Freeport Indonesia, anak usaha FCX yang penting lainnya adalah Freeport-McMoRan Corporation (FMC) (d/h Phelps Dodge Corporation). Grasberg merupakan aset operasional FCX paling signifikan. Sebanyak 92% emas dan 23% tembaga FCX berasal dari tambang Grasberg. Grasberg juga merupakan tempat cadangan terbesar tambang tembaga dan emas di dunia, dalam artian cadangan yang bisa direalisasikan (recoverable).

Tabel 2 – Portofolio Produk FCX, 2009-2011

Contract of Works

Dengan berlindung pada UU No.1/1967 tentang PMA dan kesepakatan Contract of Work, Freeport Indonesia berhak melakukan repatriasi dan remittance hasil emas dan perak serta tembaga yang dikeruknya dari bumi Indonesia. Termasuk didalamnya perlindungan dari upaya nasionalisasi dan/atau pengambil-alihan oleh pemerintah Indonesia.

COW-1967 diganti dengan COW-1991. COW saat ini akan berakhir tahun 2021, dengan opsi perpanjangan 2×10 tahun, setelah disetujui pemerintah, tetapi tidak bisa ditahan atau ditunda tanpa alasan.

COW memberikan hak Freeport Indonesia untuk eksplorasi, menambang, dan memproduksi wilayah Blok A seluas 224.700 are, yakni wilayah dengan cadangan mineral yang bisa dibuktikan dan memungkinkan dan tempat aktivitas pertambangan berlangsung saat ini. Termasuk didalam COW adalah hak eksplorasi wilayah Blok B seluas 413.000 are, dan pelepasan hak atas wilayah luas 89.000are.

Melalui IEM (Irja Eastern Minerals) dalam COW berbeda, Freeport Indonesia berharap pengurangan wilayah konsesi seluas 164.000 are menjadi 283.000 are.

Melalui NBM (Nabire Bakti Mining) dalam COW berbeda, Freeport Indonesia berharap pengurangan wilayah konsesi seluas 192.000 are menjadi 301.000 are. Tiga wilayah paket terhubung dengan Blok B dan 1 blok IEM.

Pembaharuan Hukum Pertambangan

Berdasarkan aturan dan ketentuan hukum pertambangan yang baru, per Februari 2012, semua perusahaan pertambangan diwajibkan memproses seluruh mineral di dalam negeri dan mungkin melarang ekspor konsentrat dan mineral lainnya yang belum disuling (refined). Sementara itu, seluruh COW akan dievaluasi ulang guna menyesuaikan dengan ketentuan baru yang dipersyaratkan UU No.4/2009.

  1. UU No.25/2007 tentang PMA jo UU No.1/1967 tentang PMA
  2. UU No.4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara jo UU No.11/1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan.
  3. PP No.22/2010 tentang Wilayah Pertambangan
  4. PP No.23/2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara

Wilayah Pertambangan Freeport Indonesia – Blok A

Bagan 1 – Wilayah Pertambangan Freeport Indonesia seluas 42 km persegi, tampak atas.

Bagan 2 – Wilayah Pertambangan Freeport Indonesia, tampak timur laut.

Distrik Mineral Grasberg

Wilayah operasional Grasberg saat ini adalah:

  1. Grasberg-Open Pit. Operasional sejak 1990 sampai pertengahan 2016. Di tahun 2011, pada ketinggian 3.220-3.940 meter, bijih yang berhasil ditambang berjumlah 42 juta metrik ton, sekitar 70% kapasitas (mill feed). Materi yang diangkut per harinya mencapai 486.000 ton metrik di tahun 2011, turun dari level 701.000 ton metrik di tahun 2010. Sementara sistem penghancuran (crushing) dan conveyor mampu membawa 225.000 ton metrik per harinya ke tempat penggilingan (mill) dan 135.000 ton metrik ke tumpukan overburden.
  2. Grasberg-Block Cave, mulai operasional pertengahan 2016 dengan kapasitas angkut bijih seberat 160.000 ton metrik per hari. Biaya modal FCX sebesar US$550 juta dari US$700 juta per tahun selama 5 tahun kedepan sampai 2016 akan dialokasikan untuk Freeport Indonesia yang akan beralih metode dari open pit ke block cave di lokasi Grasberg. Block cave diperkirakan menyimpan sepertiga cadangan FCX di Indonesia.
  3. Total biaya pengembangan tambang untuk block cave Grasberg selama periode 2008-2021 direncanakan sebesar US$4,2 milyar. Sampai tahun 2011, total biaya yang sudah dikeluarkan mencapai angka US$569 juta, termasuk US$309 juta yang dikeluarkan selama 2011.
  4. DOZ (Deep Ore Zone)-Block Cave. DOZ pernah operasional selama periode 1989-1991 dengan menggunakan metode open stope. Per September 2000, DOZ dioperasionalkan kembali dengan metode block cave sampai 2019. Pada ketinggian 3.110 m, total produksi bijih 2011 mencapai 19 juta ton metrik. Materi yang diangkut mencapai 80.000 ton metrik per harinya. DOZ merupakan salah satu tambang bawah tanah terbesar di dunia.
  5. DMLZ (Deep Mill Level Zone)-Block Cave. Mulai operasional di tahun 2015 dengan kapasitas 80.000 ton metrik bijih per hari. Berlokasi di bawah DOZ pada ketinggian 2.590 m. Biaya modal pengembangan tambang DMLZ diperkirakan mencapai US$2,2 milyar selama 2009-2020, yang mana sebesar US$269 juta sudah direalisasikan sampai akhir 2011, termasuk US$166 juta yang dikeluarkan selama 2011.
  6. Big Gossan Open Stope. Kawasan memiliki dimensi panjang 1,2 km, kedalaman 800 m, dan lebar/tebal 20-120 m. Operasional sejak kuartal keempat 2010 dan dengan kapasitas angkut bijih 7.000 ton metrik per harinya per pertengahan 2013 diharapkan menaikkan produksi tembaga sebanyak 125 juta lbs dan 65.000 oz emas per tahun. Investasi modal untuk proyek ini diperkirakan mencapai US$550 juta, yang mana sebesar US$494 juta sudah direalisasikan sampai akhir 2011, termasuk US$50 juta yang dikeluarkan selama 2011.

Patungan dengan Rio Tinto

Hak menggali/eksplorasi dan menambang didapat dari COW yang diberikan pemerintah Indonesia kepada konsorsium usaha patungan tidak resmi (unincorporated) antara Freeport Indonesia dengan Rio Tinto plc. dengan komposisi 60:40. Seluruh cadangan yang bisa dibuktikan dan mungkin dan aktivitas pertambangan Freeport Indonesia berlokasi di wilayah Blok A.

COW tersebut memberikan opsi Rio Tinto untuk berpartisipasi sebesar 40% dalam proyek eksplorasi masa depan di Papua. Termasuk didalamnya klaim terhadap 40% aset tertentu dan produksi masa depan pada kelebihan jumlah tertentu dari produksi tahunan untuk tembaga, emas, dan perak sampai tahun 2021 di Blok A milik COW Freeport Indonesia, dan setelah 2021, sebanyak 40% di seluruh produksi Blok A.

Sampai tahun 2021, Freeport Indonesia menerima 100% arus kas sampai jumlah tertentu dari produksi tembaga, emas, dan perak, yang dihitung mengacu pada cadangan yang bisa dibuktikan dan mungkin per 31 Desember 1994; dan 60% sisa arus kas tersisa. Di tahun 1996, Rio Tinto mendanai biaya eksplorasi sebesar US$100 juta.

Biaya-biaya operasi, modal non-ekspansi, dan administratif dibagi proporsional berdasarkan rasio:

  1. Kenaikan pemasukan (revenue) produksi hasil ekspansi yang diselesaikan di tahun 1998.
  2. Pendapatan total dari produksi Blok A, termasuk produksi cadangan yang ada.

Sejak September 2008, Rio Tinto tidak lagi berpartisipasi dalam usaha patungan eksplorasi dengan Freeport Indonesia di dua COW lainnya, yakni NBM dan IEM. Walau demikian, Rio Tinto memiliki opsi melanjutkan partisipasinya di IEM secara bulanan dan di NBM secara tahunan.

Mogok kerja dan kerusakan pada jalur pipa membuat jatah Freeport Indonesia di tahun 2011, sebelum smelter recoveries, berkurang sebanyak 228 juta lbs tembaga, 224.000 oz emas. Hal ini akan ditutupi dari produksi masa depan. Jatah arus kas untuk Rio Tinto adalah sebanyak US$132 juta di tahun 2010 dan US$45 juta di tahun 2011.

Puncakjaya Power

Sebanyak 85,71% saham Puncakjaya Power (PJP) dimiliki FCX. Dengan PLTU berkapasitas 3×65 MW, PjP memasok kebutuhan listrik Freeport Indonesia berdasarkan kesepakatan pembiayaan aset prasarana. PLTU selesai dibangun tahun 1998. Per 31 Desember 2011, Freeport Indonesia memiliki hutang kewajiban membiayai aset prasarana sebesar US$81 juta terhadap PjP, tidak termasuk porsi Rio Tinto sebesar US$25 juta. Neraca konsolidasi piutang Freeport Indonesia dan PjP di FCX berjumlah US$23 juta.

PT Smelting

Freeport Indonesia memiliki 25% saham PT Smelting yang mengoperasikan smelter dan pengilangan di Gresik. Pemegang saham lainnya adalah Mitsubishi Materials Corporation (Mitsubishi Materials, 60,5%), Mitsubishi Corporation Unimetals Ltd. (Mitsubishi, 9,5%) and JX Nippon Mining & Metals Corporation (Nippon, 5%).

Di tahun 2006, PT Smelting menyelesaikan proyek ekspansi kapasitas produksi tembaga dari 250.000 metrik ton menjadi 275.000 metrik ton per tahun. Freeport Indonesia merupakan pemasok tunggal konsentrat tembaga bagi kebutuhan produksi 205.000 metrik ton tembaga per tahun (kapasitas disain awal).

Di tahun 2011, peleburan 1.087.300 ton metrik konsentrat menghasilkan 276.200 ton metrik anoda tembaga dan 274.900 ton metrik katoda tembaga.

Di tahun 2010, peleburan 1.034.800 ton metrik konsentrat menghasilkan 262.700 ton metrik anoda tembaga dan 277.500 ton metrik anoda tembaga.

Sejak awal Desember 1998 sampai 2013 (15 tahun pertama operasional PT Smelting), biaya produksi dibuat berdasarkan harga pasar, tetapi tidak dibawah biaya minimum. Di sisi lain, harga maksimal adalah sebesar US$0,3 per lbs. Biaya minimum, khususnya selama periode 27042008-27042014, ditetapkan tahunan dan harus bisa menutupi biaya operasi tunai tahunan PT Smelting untuk memproduksi 205.000 metrik ton tembaga, termasuk biaya utang (costs of debt service), diluar biaya kredit.

Selain memasok, Freeport Indonesia juga menjual konsentrat tembaga ke PT Smelting pada harga pasar, lepas dari ketentuan harga minimum atau maksimum, untuk jumlah tembaga diatas 205.000 metrik ton setahunnya.

Jatah Freeport Indonesia dari keuntungan penjualan PT Smelting berjumlah US$113 juta di tahun 2010 dan US$2 juta di tahun 2011. Nilai ini diluar investasi FCX di PT Smelting senilai US$11 juta di tahun 2010 dan US$125 juta di tahun 2011.

Utang PT Smelting, tidak terkait (nonrecourse to) Freeport Indonesia, naik dari US$180 juta di tahun 2010 menjadi US$320 juta di tahun 2011. Sementara terhadap Freeport Indonesia, utang dagang PT Smelting turun dari US$455 juta di tahun 2010 menjadi US$116 juta di tahun 2011.


About PT Freeport Indonesia

  1. Their international name is Freeport-McMoRon Copper & Gold Inc.
  2. They claim they are the world’s largest publicly traded copper company.
  3. They mine geographically diverse, long-lived reserves of copper, gold and molybdenum.
  4. They are the world’s largest producer of continuous cast copper rod.
  5. They are among the world’s largest producers of molybdenum and molybdenum-based chemicals.
  6. They also produce copper sulfate, electrode and bare wire, and magnetite.
  7. These are their words. Incredible, yeah. So, let’s nationalise PT Freeport Indonesia.

In order to have complete pleidoi of PT Freeport Indonesia to this writing, please update yourself with their reports.

  1. http://www.fcx.com/ir/AR/2010/FCX_AR_2010.pdf
  2. http://www.fcx.com/ir/downloads/2011_Form_10-K.pdf
  3. http://www.fcx.com/news/2012/031512.pdf
  4. http://www.fcx.com/news/2012/021312.pdf
  5. http://www.fcx.com/news/2012/021312a.pdf
  6. http://www.fcx.com/news/2012/030912.pdf
  7. http://www.fcx.com/ir/downloads/FCXProx2011.pdf
  8. http://www.fcx.com/news/2012/020712.pdf
  9. http://www.fcx.com/news/2012/011912.pdf
  10. http://www.fcx.com/news/2012/020812.pdf
  11. http://www.fcx.com/ir/AR/2010/FCX_AR_2010.pdf
  12. http://www.fcx.com/ir/downloads/FCX_2010_Form_10-K.pdf
  13. http://www.fcx.com/news/2011/101911.pdf
  14. http://www.fcx.com/ir/2011present/FCX_3Q11CC_OCT11.pdf
  15. http://www.fcx.com/ir/downloads/FCX_Q311_10-Q.pdf
  16. http://www.fcx.com/news/2011/110111.pdf
  17. http://www.fcx.com/news/2011/101911.pdf
  18. http://www.fcx.com/news/2011/092911.pdf

Mineral Reserves of Freeport

Freeport-McMoRan Copper & Gold’s estimated consolidated reserves include 102.0 billion pounds of copper, 40.0 million ounces of gold, 2.48 billion pounds of molybdenum, 266.6 million ounces of silver and 0.7 billion pounds of cobalt.

The company’s portfolio of assets include the Grasberg mining complex, the world’s largest recoverable copper reserve and the largest gold reserve, significant mining operations in the Americas, including the large scale Morenci/Safford minerals district in North America and the Cerro Verde and El Abra operations in South America, and the potential world-class Tenke Fungurume development project in the Democratic Republic of Congo.

We expect to produce more than 4 billion pounds of copper per year for the next several years.  For a look at global copper reserves and current copper production from our existing mines by region, click here.

  1. http://www.fcx.com/operations/downloads/GeographicallyDiverse_APR11.pdf
  2. http://www.fcx.com/operations/downloads/FCX_2010_YE_Reserves.pdf

  1. 20110704, Thousands of Freeport Indonesia Mine Workers Start 7-Day Strike, http://www.reuters.com/article/2011/07/04/us-freeport-indonesia-strike-idUSTRE76309R20110704
  2. 20111018, Pengupahan Freeport Diklaim yang Terbaik di Indonesia, http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/11/10/18/lt8thm-pengupahan-freeport-diklaim-yang-terbaik-di-indonesia
  3. 20111026, Freeport McMoRan calls force majeure in Indonesia, http://www.google.com/hostednews/afp/article/ALeqM5jmdV0WCZvG_4WbzU1xbQ236YHEZA?docId=CNG.8b116e1fe19856fc787e6748d597e3c2.811
  4. 20111026, Nasionalisasi PT Freeport Indonesia Dibawah Kontrol Buruh! Usir Imperialis dari Bumi Indonesia!, http://www.rakyatpekerja.org/2011/10/nasionalisasi-pt-freeport-indonesia.html
  5. 20111028, Freeport Sulit Penuhi Kontrak Jual-Beli,
  6. 20111028, Panglima: Dana Pengamanan Freeport dari Anggaran TNI, http://www.mediaindonesia.com/read/2011/10/28/271842/284/1/Panglima-Dana-Pengamanan-Freeport-dari-Anggaran-TNI
  7. 20111028, Polri Mengaku Peroleh Uang Operasional dari Freeport, http://www.mediaindonesia.com/read/2011/10/28/271938/284/1/Polri-Mengaku-Peroleh-Uang-Operasional-dari-Freeport
  8. 20111028, Setengah Abad setelah Trikora, http://anax1a.pressmart.net/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2011/10/28/INDEX.SHTML
  9. 20111029, The Trikora deal (over US’ interests in world’s largest gold mining company Freeport Indonesia) is about to be broken, http://mayachitchatting.wordpress.com/2011/10/29/the-trikora-deal-over-us-interests-in-worlds-largest-gold-mining-company-freeport-indonesia-is-about-to-be-broken/
  10. 20111030, Satukan Perjuangan Buruh PT Freeport dan Perjuangan Buruh Seluruh Indonesia, http://www.rakyatpekerja.org/2011/10/satukan-perjuangan-buruh-pt-freeport.html
  11. 20111031, Freeport Struggles To Restart Indonesian Mine Amid Strike Unrest, http://www.forbes.com/sites/simonmontlake/2011/10/31/freeport-struggles-to-restart-indonesian-mine-amid-strike-unrest/
  12. 20111103, Freeport Indonesia Digugat di Amerika Serikat, http://www.vhrmedia.com/2010/detail.php?.e=4812
  13. 20111107, Indonesia/Grasberg mine: PT Freeport Indonesia must respect workers’ rights, http://www.corporatejustice.org/indonesia-grasberg-mine-pt.html
  14. 20111109, Freeport Indonesia Union Plans to Extend Strike to 3rd Month, http://www.thejakartaglobe.com/home/freeport-indonesia-union-plans-to-extend-strike-to-3rd-month/477336
  15. 20111109, Freeport Indonesia Workers to Extend Strike, Virgo Solossa Says, http://www.bloomberg.com/news/2011-11-09/freeport-indonesia-workers-to-extend-strike-virgo-solossa-says.html
  16. http://economy.okezone.com/read/2011/11/10/19/527795/karyawan-freeport-turunkan-tuntutan-upah-jadi-usd4-jam
  17. 20111111, Buruk Freeport, Papua Dikorbankan,
  18. 20111111, Freeport Indonesia Akan Lanjutkan Produksi Emas Dalam Waktu Dekat, http://www.monexnews.com/commodity/freeport-indonesia-akan-lanjutkan-produksi-emas-dalam-waktu-dekat.htm
  19. 20111111, Presiden Harus Turun Tangan terhadap Ketidakadilan di Papua,
  20. http://economy.okezone.com/read/2011/11/13/19/528806/tim-mediasi-kemenakertrans-terbang-lagi-ke-papua
  21. http://economy.okezone.com/read/2011/11/14/320/529199/freeport-tak-perlu-bayar-gaji-pegawai-yang-demo
  22. 20111115, Referendum Rakyat Indonesia untuk Menutup Freeport!, http://www.prp-indonesia.org/2011/referendum-rakyat-indonesia-untuk-menutup-freeport
  23. http://economy.okezone.com/read/2011/11/15/19/529668/kemenakertrans-mediasi-manajemen-serikat-pekerja-freeport
  24. http://economy.okezone.com/read/2011/11/15/19/529697/perundingan-upah-karyawan-freeport-masih-buntu
  25. http://economy.okezone.com/read/2011/11/16/19/530263/kisruh-freeport-ancam-operasional-smelting-gresik
  26. http://economy.okezone.com/read/2011/11/17/19/530585/demo-61-hari-tuntutan-karyawan-freeport-belum-juga-dipenuhi
  27. 20111117, Freeport Indonesia union pay demand “excessive”-CEO, http://www.trust.org/alertnet/news/freeport-indonesia-union-pay-demand-excessive-ceo/
  28. http://economy.okezone.com/read/2011/11/22/19/532561/karyawan-freeport-belum-capai-titik-temu
  29. 20111123, Freeport Indonesia, union discuss staggered pay proposal, http://www.miningweekly.com/article/freeport-indonesia-union-discuss-staggered-pay-proposal-2011-11-23
  30. 20111102, Fakta Mengenai Perundingan Perjanjian Kerja Bersama PT Freeport Indonesia (PTFI), http://www.ptfi.com
  31. 20111109, Freeport Indonesia Workers to Extend Strike, Virgo Solossa Says, http://www.bloomberg.com/news/2011-11-09/freeport-indonesia-workers-to-extend-strike-virgo-solossa-says.html
  32. 20111110, Produksi Tambang Freeport Terancam Disetop!, http://economy.okezone.com/read/2011/11/10/19/527646/produksi-tambang-freeport-terancam-disetop
  33. 20111114, Demo Karyawan Freeport Pemicu Demo Karyawan Telkomsel?, http://economy.okezone.com/read/2011/11/14/19/529212/demo-karyawan-freeport-pemicu-demo-karyawan-telkomsel
  34. 201202211715, Akhirnya, Freeport Bersedia Renegoisasi, http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/02/21/lzqn6e-akhirnya-freeport-bersedia-renegoisasi
  35. 201202220806, DPR Harus Kawal Renegoisasi Freeport dan Newmont, http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/02/22/lzrsfj-dpr-harus-kawal-renegoisasi-freeport-dan-newmont
  36. 201202220818, DPR Diajak Memelototi Renegosiasi Kontrak Freeport-Newmont, http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/02/22/lzrsz7-dpr-diajak-memelototi-renegosiasi-kontrak-freeportnewmont
  37. 201202221203, Royalti Freeport Minimal Empat Persen, http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/12/02/22/lzs3ea-royalti-freeport-minimal-empat-persen
  38. 201202271639, Karyawan Freeport Ancam Mogok Lagi, http://id.berita.yahoo.com/karyawan-freeport-ancam-mogok-lagi-091700502.html
  39. 201202271639, Karyawannya Diintimidasi, Freeport Stop Produksi, http://www.republika.co.id/berita/regional/nusantara/12/02/27/m01phi-karyawannya-diintimidasi-freeport-stop-produksi
  40. 201202271759, Freeport Hentikan Sementara Kegiatan Produksi, http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/02/27/m01t6i-freeport-hentikan-sementara-kegiatan-produksi
  41. 201202271801, Freeport:Produksi Dihentikan Karena Ada Gangguan Operasional, http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/02/27/m01t9t-freeportproduksi-dihentikan-karena-ada-gangguan-operasional

http://www.ptfi.com

Fakta Mengenai Perundingan Perjanjian Kerja Bersama PT Freeport Indonesia (PTFI)

Jakarta, 2 November 2011

PT Freeport Indonesia (PTFI) telah beriktikad baik dengan melakukan perundingan bersama Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja PTFI dalam rangka mencapai kesepakatan yang adil dan wajar dalam mencapai Perjanjian Kerja Bersama (PKB) untuk periode 2011 – 2013, serta telah meningkatkan penawarannya agar masalah dapat segera diselesaikan.

PTFI senantiasa mengikuti proses hukum pada setiap langkah dan telah menerima anjuran dari proses mediasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Perusahaan tengah menempuh penyelesaian melalui Pengadilan Hubungan Industri, sementara tetap beriktikad baik menjalankan perundingan secara bipartit guna mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

Paket kompensasi yang ditawarkan kepada Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja merupakan yang terbaik bagi karyawan dengan keterampilan setara di Indonesia. Kendati Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja telah merevisi penawarannya, upah pokok yang diharapkan mengalami kenaikan sebesar lebih dari 400%, sehingga total penghasilan bulanan akan berlipat ganda penghasilan bulanan yang saat ini diterima oleh karyawan dengan keterampilan setara di dalam negeri.

Penawaran oleh Manajemen PTFI yang terakhir memastikan bahwa karyawan yang ada di level kompetensi terendah untuk kategori non staff/operator lapangan di Divisi Operasi menerima penghasilan kotor minimal Rp 12,7 juta per bulan. Sementara itu penawaran Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja akan menjadikan penghasilan kotor karyawan pada level tersebut sebesar Rp.28 juta per bulan.

Penawaran Manajemen PTFI akan menjamin penghasilan kotor sebesar Rp.19 juta per bulan untuk karyawan level non staff dengan kompetensi tertinggi di Divisi Operasi. Sedangkan sesuai penawaran Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja yang terakhir, bahwa penghasilan kotor untuk karyawan non-staff level teratas tersebut akan menjadi sebesar Rp 78 juta per bulan.

Freeport-McMoRan Copper & Gold (FCX) merupakan perusahaan induk dari PTFI. Chairman FCX James R. Moffett dan CEO FCX Richard C. Adkerson menyampaikan: “Kami prihatin atas dampak dari mogok kerja terhadap karyawan PTFI dan keluarga mereka, dan Manajemen PTFI tengah berupaya menyelesaikan perundingan secepat mungkin.

Penawaran yang kami sampaikan cukup adil dan besar, dan tim Manajemen PTFI memiliki komitmen untuk mempertahankan kondisi dan lingkungan kerja yang kondusif, bersaing dan nyaman bagi karyawan kami. Kekerasan dan tindakan intimidasi yang dilakukan terhadap karyawan yang memilih untuk tetap bekerja dan kerusakan yang dilakukan terhadap sarana dan prasarana Perusahaan tidak menguntungkan para pemangku kepentingan dan merupakan tindakan melanggar hukum.

Kami menghargai dukungan dari Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Daerah untuk melindungi Perusahaan yang merupakan obyek vital nasional, dan bersama ini kami menghimbau semua pemangku kepentingan agar dapat bekerja sama dengan Presiden Direktur PTFI Armando Mahler dan anggota Manajemen PTFI untuk menyelesaikan perundingan PKB secara baik dan memulihkan penegakkan hukum dan ketertiban di wilayah Mimika”.

Kontribusi PTFI kepada Indonesia & Papua

  1. PT Freeport Indonesia telah membayar 2 miliar dolar AS yang terdiri dari pajak, royalti, dan dividen pada 9 bulan pertama di tahun 2011 dan 13,4 miliar dolar AS secara total sejak 1992 berdasarkan Kontrak Karya saat ini.
  2. Hasil penelitian dari Universitas Indonesia menunjukkan bahwa PT Freeport Indonesia berkontribusi lebih dari 96% produk domestik bruto (PDB) Kabupaten Mimika dan lebih dari setengah bagi PDB Provinsi Papua.
  3. PT Freeport Indonesia mempekerjakan sekitar 22.000 karyawan di Papua, yang mencakup 98% warga Negara Indonesia yang 28%nya adalah karyawan asal Papua.
  4. Pada tahun 2003, PT Freeport Indonesia mendirikan Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) untuk memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi, khususnya untuk masyarakat asal Papua yang memberikan kesempatan bagi pemuda pemudi warga Indonesia untuk memperoleh kesempatan kerja sebagai bagian dari operasi PT Freeport Indonesia. Sampai tahun 2010 hampir 3,500 siswa magang telah mengikuti pelatihan di IPN dan memperoleh keterampilan untuk menjadi karyawan yang produktif.
  5. Pada tahun 2010, PT Freeport Indonesia melakukan investasi lebih dari 137 juta dolar AS pada berbagai program pembangunan berkelanjutan di Papua yang mana 64 juta dolar AS didedikasikan bagi komunitas lokal melalui Dana Kemitraan bagi Pengembangan Masyarakat.

http://www.bloomberg.com/news/2011-11-09/freeport-indonesia-workers-to-extend-strike-virgo-solossa-says.html

Freeport Indonesia Workers to Extend Strike, Virgo Solossa Says

By Eko Listiyorini – Bloomberg, 20111109

Workers at Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. (FCX)’s Grasberg mine in Indonesia decided to extend a strike by one month to Dec. 15, Virgo Solossa, head of organizational affairs at PT Freeport Indonesia’s labor union, said by telephone today. The workers have notified the Papuan manpower authorities about the strike extension last week, Solossa said.

To contact the reporter on this story: Eko Listiyorini in Jakarta at elistiyorini@bloomberg.net
To contact the editor responsible for this story: Berni Moestafa at bmoestafa@bloomberg.net


http://economy.okezone.com/read/2011/11/10/19/527646/produksi-tambang-freeport-terancam-disetop

Produksi Tambang Freeport Terancam Disetop!

Saugi Riyandi – Okezone, Kamis, 10 November 2011 16:13 wib

JAKARTA – Produksi PT Freeport Indonesia (PTFI) terancam disetop jika kondisi di Papua belum juga kondusif. “Jika terus-terusan terjadi seperti ini maka kemungkinan produksinya bisa disetop hingga suasana kondusif,” ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Thamrin Sihite yang ditemui dalam acara Launching ICI-5, di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis (10/11/2011).

Dia menegaskan, saat ini produksi PTFI masih sekira lima persen bijih atau ore dari 230 ribu ton per hari tetapi operasi tambang masih berjalan hingga kini. “Tambang sudah bisa jalan, tambang itu dikeruk dan disimpan di suatu tempat tapi kan itu menumpuk dan terbatas,” kata Thamrin.

Pihak manajemen PTFI, Lanjut Thamrin akan segera merampungkan masalah tuntutan kenaikan gaji pegawainya. “Mudah-mudahan minggu ini ada titik temu antara manajemen dan serikat pekerja,” tegasnya. Menurutnya pihak PTFI sudah menuruti permintaan para pekerja yang meminta kenaikan gaji sebesar USD4 per jam. “Awalnya kan USD7,5 per jam tapi pihak Freeport meminta USD4 per jam dan pekerja pun setuju,” ungkapnya. (wdi)


http://economy.okezone.com/read/2011/11/14/19/529212/demo-karyawan-freeport-pemicu-demo-karyawan-telkomsel

Demo Karyawan Freeport Pemicu Demo Karyawan Telkomsel?

R Ghita Intan Permatasari – Okezone, Senin, 14 November 2011 15:37 wib

JAKARTA – Kenaikan upah yang diinginkan oleh karyawan PT Freeport Indonesia dikhawatirkan dapat menimbulkan efek domino.

“Saya khawatir jika kenaikan upah tersebut akan menimbulkan efek domino terhadap industri sejenis, industri lainnya dan terhadap pemerintah,” ungkap Executive Director Indonesian Mining Association Mining (IMA) Syahrir AB kala ditemui dalam diskusi terbatas “Perjanjian Kerja Bersama (PKB)”, di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (14/11/2011).

Dia mencontohkan, bahwa efek ini sudah menjalar ke industri lainnya seperti halnya demo atau mogok karyawan yang dilakukan oleh karyawan Telkomsel. “Nanti kalau upah karyawan PT Freeport naik, pekerja perusahaan tambang lainnya pasti ikut minta naik seperti Newmont dan perusahaan tambang lainya,” paparnya.

Di sisi lain, jika kenaikan upah ini jadi dinaikkan Syahrir memandang akan terjadi inflasi di seluruh wilayah industri pertambangan sehingga menimbulkan kecemburuan sosial. “Contohnya saja di wilayah Timika, sebelum disetujui harga bahan pokok sudah naik 10 kali lipat, apalagi kalau jadi dinaikkan?” lanjutnya.

Selain itu, jika hal tersebut dilakukan maka implikasi lainnya adalah penerimaan kena pajak atau pendapatan pajak negara akan menurun sehingga pembiayaan pembangunan daerah pun menjadi menurun. Lalu bisa terjadi konflik horizontal di wilayah masyarakat tersebut karena hanya gaji karayawan PT Freeport saja yang naik akan tetapi pekerja non PT Freeport tidak mengalami kenaikan gaji. (wdi)


http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/02/21/lzqn6e-akhirnya-freeport-bersedia-renegoisasi

Akhirnya, Freeport Bersedia Renegoisasi

Selasa, 21 Pebruari 2012 17:15 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Freeport bersedia melakukan renegosiasi. Pemerintah menginginkan Freeport membayar royalti melebihi 1 persen.

Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Radjasa menyatakan, perusahaan asal Amerika itu menyatakan kesediaan melakukan renegosiasi. “Yah mereka sudah bersedia,” katanya, Selasa (21/2). Menurutnya, pemerintah masih akan membahas sejumlah poin penting dalam renegosiasi, termasuk soal royalti.

Pemerintah menginginkan Freeport membayar royalti lebih dari 1 persen. “Harus di atas 1 persen-lah,” katanya. Sebelumnya, Freeport masih menolak melakukan renegosiasi kontrak pertambangan. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),Thamrin Sihite, menyatakan renegosiasi dengan perusahaan tambang di Papua tersebut tak kunjung menemukan titik terang soal besaran royalti yang disepakati.

“Kami ingin royalti yang diberikan sebesar-besar bagi kepentingan masyarakat banyak, sesuai dengan udang-undang yang berlaku,” ujarnya. Menurut Sihite, dalam renegosiasi tersebut, tidak hanya royalti yang dibicarakan, namun juga soal luas wilayah, divestasi, pengelolaan lingkungan, royalti, dan kewajiban menggunakan jasa dalam negeri.

Redaktur: Hafidz Muftisany
Reporter: Fitria Andayani


http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/02/22/lzrsfj-dpr-harus-kawal-renegoisasi-freeport-dan-newmont

DPR Harus Kawal Renegoisasi Freeport dan Newmont

Rabu, 22 Pebruari 2012 08:06 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,Politikus dari PDI Perjuangan, Dewi Aryani, memandang DPR RI perlu ikut mengawal pada saat pemerintah melakukan renegosiasi kontrak karya dengan PT Freeport Indonesi dan PT Newmont Nusa Tenggara. “Proses perundingan harus dikawal DPR. Oleh karena itu, Pemerintah harus melakukan konsultasi intensif dengan DPR,” kata Dewi Aryani yang juga anggota Komisi VII DPR RI, Rabu pagi.

Dewi menyambut gembira atas kesediaan dua perusahaan tambang besar di Indonesia itu melakukan perundingan kembali, dan inipertanda baik bahwa Freeport dan Newmont sudah mau membuka diri untuk renegosiasi. Dalam hal ini, lanjut dia, pemerintah sedang diuji dan harus menjadi tantangan positif dan proaktif untuk memanfaatkan momen tersebut guna melakukan renegosiasi dengan fokus kepada memperjuangkan kepentingan rakyat dan bangsa.

Sebelumnya, pemerintah telah membentuk Tim Evaluasi untuk Penyesuaian Kontrak Karya dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara. Tim ini diketuai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang beranggotakan, antara lain Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Anggota lainnya, yakni Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan,  Menteri Kehutanan, Menteri Badan Usaha Milik Negara, Sekretaris  Kabinet, Jaksa Agung, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Kepala Badan Pertanahan Nasional, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, dan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, sebagai sekretaris tim.

Adapun tugas tim sebagaimana yang termaktub di dalam Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2012 adalah melakukan evaluasi terhadap ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam pasal-pasal kontrak karya dan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara, yang perlu disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Redaktur: Taufik Rachman
Sumber: antara


http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/02/22/lzrsz7-dpr-diajak-memelototi-renegosiasi-kontrak-freeportnewmont

DPR Diajak Memelototi Renegosiasi Kontrak Freeport-Newmont

Rabu, 22 Pebruari 2012 08:18 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG – Politikus dari PDI Perjuangan, Dewi Aryani, memandang DPR RI perlu ikut mengawal pada saat pemerintah melakukan renegosiasi kontrak karya dengan PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara. “Proses perundingan harus dikawal DPR. Oleh karena itu, Pemerintah harus melakukan konsultasi intensif dengan DPR,” kata Dewi Aryani yang juga anggota Komisi VII DPR RI kepada ANTARA, Rabu (22/2).

Dewi menyambut gembira atas kesediaan dua perusahaan tambang besar di Indonesia itu melakukan perundingan kembali, dan inipertanda baik bahwa Freeport dan Newmont sudah mau membuka diri untuk renegosiasi. Dalam hal ini, lanjut dia, pemerintah sedang diuji dan harus menjadi tantangan positif dan proaktif untuk memanfaatkan momen tersebut guna melakukan renegosiasi dengan fokus kepada memperjuangkan kepentingan rakyat dan bangsa.

Sebelumnya, pemerintah telah membentuk Tim Evaluasi untuk Penyesuaian Kontrak Karya dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara. Tim ini diketuai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang beranggotakan, antara lain Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Anggota lainnya, yakni Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menteri Kehutanan, Menteri Badan Usaha Milik Negara, Sekretaris Kabinet, Jaksa Agung, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Kepala Badan Pertanahan Nasional, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, dan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, sebagai sekretaris tim.

Adapun tugas tim sebagaimana yang termaktub di dalam Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2012 adalah melakukan evaluasi terhadap ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam pasal-pasal kontrak karya dan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara, yang perlu disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Selain itu, menetapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk penyelesaian penetapan luas wilayah kerja dan penerimaan negara. Tim inilah yang melakukan renegosiasi penyesuaian kontrak karya dan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara. Tim juga menetapkan langkah-Iangkah yang diperlukan untuk pelaksanaan kewajiban pemegang kontrak karya dan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara terhadap pengolahan dan/atau pemurnian mineral dan batu bara.

Lebih lanjut Dewi yang juga wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX (Kabupaten Tegal, Tegal, Brebes) itu mengingatkan agar dalam perundingan kembali itu tim harus tetap menjunjung tinggi amanat UUD 1945, khususnya Pasal 33. “Jangan lagi ada pasal-pasal yang di kemudian hari menjadi masalah baru. Kembalikan kesejahteraan rakyat yang terampas asing bertahun-tahun. Dan, jangan ada lagi penyerahan ‘sukarela’ kedaulatan energi di tangan asing,” katanya menandaskan.

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan itu mengatakan bahwa kebocoran pemasukan negara, baik dari pajak maupun sektor nonpajak, menjadi acuan pemerintah dalam memperbaiki sistemnya. Melalaikan perbaikan sistem dan reformasi birokrasi, menurut dia, berarti mengabaikan kepentingan nasional. Oleh karena itu, pajak dan nonpajak harus menjadi sumber utama pembiayaan negara dan pembangunan ekonomi bangsa.

Ia lantas mengimbau pemerintah–dalam hal ini tim–untuk melakukan konsultasi dengan DPR guna mendapatkan masukan dan saran terbaik mengenai bagaimana caranya menjadikan renegosiasi sebagai pintu gerbang penyejahteraan rakyat Indonesia.

Dalam perundingan itu, kata Dewi, ada sejumlah persoalan yang harus menjadi prioritas, antara lain mengenai izin pinjam pakai, berapa luas lahan, jangka waktu kontrak karya, royalti atau penerimaan negara, jenis bahan mineral yang bisa dikirimkan ke negara asal perusahaan, dan kewajiban-kewsajiban soal pengolahan bahan-bahan mineral tersebut.

Hal lain yang perlu menjadi perhatian Tim Evaluasi untuk Penyesuaian Kontrak Karya dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara, lanjut dia, adalah persoalan pemenuhan ‘domestic market obligation’ (DMO) dan tanggung jawab sosial perusahaan/’corporate social responsibility’ (CSR).

Dalam pembicaraan dengan dua perusahaan tambang itu, Dewi meminta tim harus memprioritaskan pula pembahasan mengenai kewajiban divestasi dan peraturan penggunaan barang dan jasa dalam negeri, kemudian keamanan wilayah pertambangan. Dalam masalah ini, menurut dia, harus ada koordinasi dan pelaporan yang jelas kepada pemerintah. “Yang tidak kalah pentingnya adalah larangan pelibatan militer aktif dari negara lain untuk menjaga wilayah pertambangan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” demikian anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Aryani.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara


http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/12/02/22/lzs3ea-royalti-freeport-minimal-empat-persen

Royalti Freeport Minimal Empat Persen

Rabu, 22 Pebruari 2012 12:03 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kalangan pengamat, pemerintah, dan DPR menilai kewajiban royalti satu persen yang selama ini dijalankan PT Freeport Indonesia (PTFI) teramat kecil. DPR misalnya, mengusulkan agar royalti PTFI di atas empat persen.

“Kita inginkan empat persen, bahkan lebih,” kata Anggota Komisi Energi DPR Satya W Yudha saat dihubungi Republika, Rabu (22/2). PTFI, menurutnya, sudah mulai menyadari mereka ingin berinvestasi jangka panjang di Indonesia. Namun, negara tak mungkin rela dininabobokan dengan janji-janji palsu. Satya menegaskan harus ada hitam di atas putih.

Pada 2010, dalam rilisnya, PTFI mengaku sudah melakukan investasi lebih dari 137 juta dolar AS. untuk berbagai program berkelanjutan. Sebanyak 64 juta dolar AS di antaranya didedikasikan bagi komunitas lokal Papua melalui dana kemitraan bagi pengembangan masyarakat. PTFI juga mempekerjakan sekitar 22 ribu karyawan di Papua. Sebanyak 98 persennya Warga Negara Indonesia, dimana 28 persen dari jumlah tersebut adalah karyawan asal Papua.

PTFI mengaku sudah membayarkan pajak, royalti, dan dividen selama 2011 mencapai 2,4 miliar dolar AS atau setara Rp 21,66 triliun (jika kurs mata uang yang berlaku Rp 9.025 per dolar AS). “Jika berdasarkan kontrak karya 1992, jumlah totalnya lebih dari 13,4 miliar dolar AS,” kata juru bicara FPTFI Ramdani Sirait.

Jumlah tersebut, menurut pengamat pertambangan dan perminyakan dari Center for Petroleum Economics Studies (CPES) Kurtubi, sangat kecil. Sebab, PTFI mendapatkan ribuan triliun mengeruk kekayaan Indonesia. Menanggapi royalti satu persen, ia menilainya sangat keterlaluan. “Seluruh rakyat Indonesia pasti menilai itu sangat keterlaluan,” ujarnya.

Kurtubi memaparkan royalti emas yang berlaku di Indonesia sekiar 3,75 persen, dan tembaga sekitar empat persen. Sedangkan memakai ketentuan ini saja, menurutnya, tak pantas. Sebab, prosentase 3,75 persen itu flat tanpa mengikuti perkembangan harga emas di dalam negeri yang sudah terbilang tinggi.

Kurtubi memperingatkan Freeport bahwa rakyat Indonesia sudah sadar betul bahwa kontrak karya perusahaan raksasa asal Amerika Serikat ini sangat merugikan negara dan daerah. Ia menyarankan demi kepentingan operasional Freeport di Indonesia, maka mereka diminta sukarela menerima tuntutan rakyat dan pemerintah. “Daripada mereka diusir  ? sebab rakyat pada titik tertentu ada batas kesabarannya,” katanya.

Redaktur: Hafidz Muftisany
Reporter: Mutia Ramadhani


http://id.berita.yahoo.com/karyawan-freeport-ancam-mogok-lagi-091700502.html

Karyawan Freeport Ancam Mogok Lagi

Liputan 6 – 8 menit yang lalu (20121227 16:39:38)

Liputan6.com, Timika: Serikat Pekerja PT Freeport mengancam untuk meneruskan pemogokan jika perusahaan sub kontraktor perusahaan itu tetap memberikan sanksi kepada karyawan yang sebelumnya ikut aksi mogok. Juru Bicara Serikat Pekerja PT Freeport, Virgo Solossa, mengatakan saat ini mereka tengah melakukan pembicaraan dengan salah satu perusahaan sub kontraktor Freeport, PT Kuala Pelabuhan Indonesia.

“Kami baru akan melakukan negosiasi hari ini dan akan kami tunggu hingga pukul 24.00 nanti,” kata Virgo Solossa, Selasa (27/12) kepada BBC Indonesia. “Semangat pembukaan blokade jalan dan mobilisasi merupakan hasil rapat koordinasi dengan bapak Wakapolda dan jaminan PT Freeport kepada kontraktor untuk tidak melakukan PHK. Itu menyeluruh,” tambah Virgo.

Namun belakangan, menurut Virgo, ada perusahaan yang tidak mau melakukan kesepakan itu, padahal permintaan Serikat Pekerja kepada PT Freeport dan perusahan subkontraktornya sebelumnya yang sudah disepakati adalah tidak memberikan sanksi kepada karyawan yang terlibat aksi mogok. Kesepakatan itulah yang ditandatangani pada Jumat pekan lalu.

Kini menurut kubu pekerja, sedikitnya 18 pengurus SPSI di PT KPI yang sudah menjalani proses untuk dipecat.(ADO)


http://www.republika.co.id/berita/regional/nusantara/12/02/27/m01phi-karyawannya-diintimidasi-freeport-stop-produksi

Karyawannya Diintimidasi, Freeport Stop Produksi

Djibril Muhammad, Senin, 27 Pebruari 2012 16:39 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA – Kisruh internal di PT Freeport Indonesia belum juga menemukan kata usai. Pasalnya, meski para karyawan yang sempat mogok telah bekerja, namun mereka malah melakukan intimidasi dan bahkan penganiayaan. Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Mimika Dionisius Mameyau kepada ANTARA di Timika, Senin (27/2).

“Intimidasi yang dilakukan karyawan peserta mogok kerja terhadap rekan-rekan mereka tidak terjadi di seluruh areal kerja PT Freeport tapi hanya di beberapa titik sehingga manajemen yang menangani langsung di lapangan mengambil keputusan untuk menghentikan sementara aktivitas produksi,” jelas Dionisius.

Ia mengatakan, hingga saat ini manajemen PT Freeport belum memberikan laporan secara resmi tentang situasi dan kondisi yang terjadi di lokasi perusahaan kepada Pemkab Mimika hingga memicu terhentinya aktivitas produksi perusahaan tambang emas, tembaga dan perak itu.

“Laporan secara resmi dari manajemen Freeport belum ada sehingga kami tidak tahu persis masalah apa yang terjadi, langkah-langkah apa yang sudah dilakukan untuk membangun komunikasi antara manajemen dengan karyawan,” ujar Dionisius.

Terkait kondisi yang terjadi di lingkungan PT Freeport tersebut, Pemkab Mimika akan memanggil manajemen PT Freeport dan pihak Serikat Pekerja untuk menanyakan masalah yang terjadi dan berupaya mencari solusi bersama untuk menyelesaikannya. Pertemuan yang difasilitasi Pemkab Mimika direncanakan berlangsung pada Kamis (1/3).

Juru Bicara PT Freeport Ramdani Sirait mengakui saat ini terjadi gangguan operasional dalam rangka memulihkan kembali operasi perusahaan. Menurut Ramdani, PT Freeport telah mengikuti semua persyaratan yang tertuang dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) XVII yang ditandatangani di Jakarta beberapa waktu lalu dengan pihak Serikat Pekerja.

“Di antara pekerja yang kembali bekerja terdapat beberapa yang telah melakukan tindakan kekerasan dan intimidasi terhadap rekan-rekan mereka yang tidak mengikuti aksi mogok kerja dan terhadap para penyelianya,” tutur Ramdani.

Informasi yang dihimpun ANTARA di Timika, Senin, menyebutkan bahwa untuk membicarakan masalah yang terjadi antara karyawan yang mogok kerja dengan rekan-rekan mereka yang tidak ikut mogok kerja, dilaksanakan pertemuan seluruh karyawan Freeport bertempat di Community Hall Tembagapura, Senin siang.

Bersamaan dengan itu, pada Senin siang sejumlah Pengurus Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja PT Freeport menggelar pertemuan dengan Kapolda Papua Irjen Pol Bigman Lumban Tobing bertempat di Hotel Rimba Papua, Timika.


http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/02/27/m01t6i-freeport-hentikan-sementara-kegiatan-produksi

Freeport Hentikan Sementara Kegiatan Produksi

Senin, 27 Pebruari 2012 17:59 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,PT Freeport Indonesia menghentikan sementara proses produksinya sejak Jumat (24/2) karena terjadi aksi intimidasi bahkan penganiayaan oleh para karyawan yang beberapa waktu lalu menggelar mogok kerja di Timika. Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Mimika Dionisius Mameyaudi Timika, Senin, membenarkan terhentinya proses produksi PT Freeport selama beberapa hari terakhir.

“Intimidasi yang dilakukan karyawan peserta mogok kerja terhadap rekan-rekan mereka tidak terjadi di seluruh areal kerja PT Freeport tapi hanya di beberapa titik sehingga manajemen yang menangani langsung di lapangan mengambil keputusan untuk menghentikan sementara aktivitas produksi,” jelas Dionisius.

Ia mengatakan, hingga saat ini manajemen PT Freeport belum memberikan laporan secara resmi tentang situasi dan kondisi yang terjadi di lokasi perusahaan kepada Pemkab Mimika hingga memicu terhentinya aktivitas produksi perusahaan tambang emas, tembaga dan perak itu.

“Laporan secara resmi dari manajemen Freeport belum ada sehingga kami tidak tahu persis masalah apa yang terjadi, langkah-langkah apa yang sudah dilakukan untuk membangun komunikasi antara manajemen dengan karyawan,” ujar Dionisius.

Terkait kondisi yang terjadi di lingkungan PT Freeport tersebut, Pemkab Mimika akan memanggil manajemen PT Freeport dan pihak Serikat Pekerja untuk menanyakan masalah yang terjadi dan berupaya mencari solusi bersama untuk menyelesaikannya. Pertemuan yang difasilitasi Pemkab Mimika direncanakan berlangsung pada Kamis (1/3).

Redaktur: Taufik Rachman
Sumber: antara


http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/02/27/m01t9t-freeportproduksi-dihentikan-karena-ada-gangguan-operasional

Freeport:Produksi Dihentikan Karena Ada Gangguan Operasional

Senin, 27 Pebruari 2012 18:01 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Juru Bicara PT Freeport Ramdani Sirait mengakui saat ini terjadi gangguan operasional dalam rangka memulihkan kembali operasi perusahaan. Menurut Ramdani, PT Freeport telah mengikuti semua persyaratan yang tertuang dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) XVII yang ditandatangani di Jakarta beberapa waktu lalu dengan pihak Serikat Pekerja.

“Di antara pekerja yang kembali bekerja terdapat beberapa yang telah melakukan tindakan kekerasan dan intimidasi terhadap rekan-rekan mereka yang tidak mengikuti aksi mogok kerja dan terhadap para penyelianya,” tutur Ramdani. Diperoleh keterangan, untuk membicarakan masalah yang terjadi antara karyawan yang mogok kerja dengan rekan-rekan mereka yang tidak ikut mogok kerja, dilaksanakan pertemuan seluruh karyawan Freeport bertempat di Community Hall Tembagapura, Senin siang.

Bersamaan dengan itu, pada Senin siang sejumlah Pengurus Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja PT Freeport menggelar pertemuan dengan Kapolda Papua Irjen Pol Bigman Lumban Tobing bertempat di Hotel Rimba Papua, Timika.

Redaktur: Taufik Rachman
Sumber: antara


About these ads