Mendepak Algojo Koruptor Menjadi Pengawas Lembaga Pencetak Uang OJK, kecuali sesama birokrat tukang maling

Mendepak Algojo Koruptor Menjadi Pengawas Lembaga Pencetak Uang OJK, kecuali sesama birokrat tukang maling

Oleh S3ra Sutan Rajo Ali

Jakarta, 16 Maret 2012 07.47

Independensi Pansel Pengawas OJK (pansel.ojk.go.id) sangat diragukan keberadaannya. Pertama, karena berkantor secara fisik di wilayah Kementerian Keuangan. Dua, Menkeu Agus Martowardojo yang menjadi ketua pansel memiliki hak suara, tidak abstain seperti pada pemilihan pimpinan KPK, KPU, dan Bawaslu.

Tiga, jabatan ketua pansel yang dipegang Menkeu Agus Martowardojo, dengan anggota Darmin Nasution (Gubernur BI), Halim Alamsyah (Deputi Gubernur BI), Fuad Rahmany (Dirjen Pajak dan mantan Kepala Bappepam) membuat pansel tidak lagi independen. Selain itu, beberapa nama lain yang menjadi anggota pansel adalah Gunarni Soeworo, Ariyanti Suliyanto, Mahmuddin Yasin, Mas Achmad Daniri, Muhammad Chatib Basri.

Menilik pada daftar 37 calon yang lulus seleksi kesehatan, kita bisa mafhum bahwa mereka biasa berkecimpung dengan birokrasi. Hampir semuanya pernah bekerja dan berhubungan dengan sektor pemerintah. Mereka tergolong pakar di bidang birokrasi, alias terbiasa melegalisir dan melegitimasi praktek-praktek suap dan korupsi.

Adagium yang berlaku umum adalah Loe Lagi, Loe Lagi. Mana ada maling memenjarakan maling? Sesama birokrat pembuat aturan dan ketentuan hukum dilarang saling memenjarakan satu sama lain. Esprit de corpses? Hidup semangat bangkai!

Secara garis besar, mereka masih dan/atau pernah bekerja di:

  1. Bank Indonesia.
  2. Departemen/Kementerian Keuangan.
  3. Kementerian BUMN.
  4. BPPN.
  5. Bapepam.
  6. Bappebti.
  7. Bank BUMN (Bank Mandiri, BTN, BNI
  8. Bursa Efek Indonesia.
  9. Bursa Berjangka Jakarta
  10. Lembaga Penjamin Simpanan.
  11. PPATK.
  12. KPK

Dari ke-37 orang tersebut, hanya 1 orang yang murni dari swasta, yakni Frans Y. Sahusilawane, dan 3 orang yang berprofesi sebagai ekonom, yakni Umar Juoro, Ilya Avianti, dan Sidharta Utama. Di sisi lain, sebanyak 20 dari 37 orang tersebut tersangkut masalah pidana kasus keuangan yang tidak akan pernah diselesaikan kasus hukumnya.


http://id.berita.yahoo.com/bi-dan-ojk-akan-sinergi-awasi-bpr-112900120.html

BI dan OJK akan Sinergi Awasi BPR

Oleh Dian Ichsan Siregar | Inilah – Kam, 23 Feb 2012

INILAH.COM, Jakarta – Bank Indonesia (BI) mengatakan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tetap saham seperti pengawasan yang dilakukan BI. “BI akan melakukan koordinasi dan sinergi dalam mengawasi BPR yang ada. Untuk pengalihan dan pengawasan tidak boleh menimbulkan goyangan, dan juga tidak menganggu kualitas nantinya,” ujar Deputi Gubernur BI, Halim Alamsyah di Jakarta, Kamis (23/2/2012).

Dia menjelaskan, kekhawatiran yang dimiliki industri BPR cukup dimengerti BI. Pengawasan yang dilakukan OJK tidak lebih baik terhadap lembaga keuangan, termasuk BPR. Rencananya, pengawasan di luar jawa akan menjadi prioritas, meskipun infrastruktur BPR masih terbatas.

“Jadi pengembangannya akan digunakan fasilitas kantor daerah, sumber daya manusia (SDM), dan infrastruktur sampai 31 Desember 2016. Jadi mayoritasnya akan berasal dari Bank Indonesia,” tegasnya. Lanjut Halim, dalam pengawasan kepada BPR, makan akan diciptakan suatu pengkoordinasian yang tinggi antara BI dan OJK. Tujuannya agar tidak terjadi hambatan dalam melakukan pengawasan kepada lembaga jasa keuangan. [hid]


http://id.berita.yahoo.com/tim-bi-dan-bapepam-akan-percepat-transisi-ojk-121300454.html

Tim BI dan Bapepam akan Percepat Transisi OJK

Oleh Mosi Retnani Fajarwati | Inilah – Rab, 29 Feb 2012

INILAH.COM, Jakarta – Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) serta Kementerian Keuangan membentuk tim gabungan yang berfungsi mempercepat proses transisi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Tim gabungan transisi sudah terbentuk. Terdiri dari pihak Bapepam-LK dan BI,” ujar Kepala Bapepam-LK, Nurhaida di Jakarta, Rabu (29/2/2012).

Ia melanjutkan, keberadaan tim gabungan ini bertujuan untuk mempercepat proses transisi OJK dari BI dan Bapepam-LK. Sayangnya, ia enggan mengatakan siapa saja yang masuk dalam tim tersebut. “Pokoknya ada, mereka berfungsi untuk percepat proses transisi OJK,” tegasnya.

Sebagai informasi, transisi pengawasan lembaga non keuangan dan pasar modal dari Bapepam-LK ke dalam OJK ditargetkan mulai berjalan akhir tahun  2012. Sementara untuk pengawasan perbankan dari BI ke dalam OJK dimulai pada akhir tahun 2013.

Saat ini tim panitia seleksi OJK masih fokus dalam seleksi calon anggota yang akan duduk dalam Dewan Komisioner OJK. Pansel DK Otoritas Jasa Keuangan telah menetapkan 87 orang calon anggota dari 309 orang pendaftar yang akan lanjut ke tahap seleksi berikutnya. Rencananya pada pekan ketiga di bulan Maret, pansel akan mengumumkan dan menyerahkan 21 orang kepada Presiden.  [hid]


http://id.berita.yahoo.com/inilah-38-calon-komisioner-ojk-213000769.html

Inilah 38 Calon Komisioner OJK

Inilah – Rab, 7 Mar 2012

INILAH.COM, Jakarta – Sebanyak 38 calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinyatakan lolos ujian seleksi kapabilitas atau seleksi tahap II. Dengan demikian, 38 calon tersebut berhak mengikuti seleksi tahap III yakni seleksi kesehatan.

Sebagian besar calon yang lolos seleksi tahap II ini adalah orang-orang berpengalaman di sektor keuangan. Antara lain pernah menjabat atau memiliki posisi penting dan Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), pernah menduduki jabatan penting di Bursa Efek  Indonesia. Ada pula mantan petinggi Bank Indonesia dan bankir di sejumlah bank.

Berikut 38 calon yang lolos seleksi:

  1. Achjar Iljas
  2. Anggito Abimanyu
  3. Chandra Martha Hamzah
  4. Deswandhy Agusman
  5. Endang Kussulanjari Tri Subari
  6. Erry Firmansyah
  7. Firdaus Djaelani
  8. Frans Y. Sahusilawane
  9. Handoyo Sudradjat
  10. Hasan Zein Mahmud
  11. Hekinus Manao
  12. I Wayan Agus Mertayasa
  13. Ilya Avianti
  14. Isa Rachmatarwata
  15. Kemal Azis Stamboel
  16. Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono
  17. M. Noor Rachman
  18. Mulabasa Hutabarat
  19. Mulia Panusunan Nasution
  20. Muliaman Darmansyah Hadad
  21. Mulya Effendi Siregar
  22. Nelson Tampubolon
  23. Ngalim Sawega
  24. Nurhaida
  25. Ogi Prastomiyono
  26. Oni Syahroni Priatna
  27. Parikesit Suprapto
  28. Peter Benyamin Stok
  29. Purwantari Budiman
  30. Rahmat Waluyanto
  31. Rijani Tirtoso
  32. Riswinandi
  33. Robertus Bilitea
  34. Robinson Simbolon
  35. Sahala Lumban Gaol
  36. Sidharta Utama
  37. Umar Juoro
  38. Yunus Husein

Sebanyak 38 calon tersebut wajib mengikuti medical check-up pada 9 dan 10 Maret 2012. [tjs]


http://id.berita.yahoo.com/38-nama-lolos-seleksi-kapabilitas-dk-ojk-014807409.html

38 Nama Lolos Seleksi Kapabilitas DK OJK

Antara – Rab, 7 Mar 2012

Jakarta (ANTARA) – Panitia seleksi pemilihan calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan 38 nama calon anggota Dewan Komisioner OJK yang lolos seleksi tahap II (seleksi kabapilitas) pada Rabu.

Dalam siaran persnya, pansel mengatakan bahwa dalam seleksi kapabilitas dilakukan penilaian profil oleh penyedia jasa “profile assessment” independen yaitu PT Iradat Konsultan dengan tujuan untuk mengetahui kompetensi dan kepribadian calong anggota DK OJK.

Kompetensi tersebut antara lain ialah aspek kepemimpinan, integritas, independensi, pemikiran strategis, eksekusi strategis dan lainnya. Seleksi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan dokumen “profile assessment”, riwayat hidup yang divalidasi, masukan masyarakat ditambah hasil penelusuran rekam jejak calon DK OJK.

Ke-38 orang tersebut ialah Achjar Iljas (mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia), Anggito Abimayu (ekonom, mantan kepala Badan Kebijakan Fiskal), Chandra M. Hamzah (mantan pimpinan KPK), Deswandhy Agusman (Komisaris Independen Bank Tabungan Negara), Endang Kussulanjari (Direktur Pengawasan Bank II BI).

Erry Firmansyah (mantan direktur PT Bursa Efek Indonesia), Firdaus Djaelani (Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan), Frans Y. Sahusilawane (praktisi asuransi), Handoyo Sudradjat (Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat KPK), Hasan Zein Mahmud (mantan Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta).

Selanjutnya, Hekinus Manao (mantan Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan), I Wayan Agus Mertayasa (mantan direktur Bank Mandiri), Ilya Avianti (ekonom), Isa Rachmatarwata (Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK), Kemal Azis Stamboel (anggota DPR Komisi XI).

Kusumaningtuti SS (pejabat BI), M. Noor Rachman (Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK), Mulabasa Hutabarat (Kepala Biro Pembiayaan dan Penjaminan Bapepam-LK), Mulia P. Nasution (mantan Sekjen Kemenkeu), Muliaman D. Hadad (Deputi Gubernur BI).

Kemudian, Mulya Effendi Siregar (Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI), Nelson Tampubolon (Mantan Direktur Direktorat Internasional BI), Ngalim Sawega (mantan Sekretaris Bapepam-LK), Nurhaida (Ketua Bapepam-LK), Ogi Prastomiyono (Direktur Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia Bank Mandiri).

Oni Syahroni Priatna (Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemenkeu), Parikesit Suprapto (Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN), Peter Benyamin Stok (Komisaris Utama Bank Nasional Indonesia), Purwantari Budiman (mantan Direktur Investigasi dan Mediasi Perbankan BI), Rahmat Waluyanto (Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kemenkeu).

Berikutnya, Rijani Tirtoso, Riswinandi (Wakil Direktur Utama Bank Mandiri), Robertus Bilitea (mantan pejabat Badan Penyehatan Perbankan Nasional), Robinson Simbolon (Kepala Biro Perundang-Undangan dan Bantuan Hukum Bapepam-LK), Sahala Lumban Gaol (Staf Ahli Bidang Kebijakan Publik Kementerian BUMN).

Sidharta Utama (ekonom), Umar Juoro (ekonom) dan Yunus Husein (Mantan Kepala Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan). Nama 38 orang tersebut diperoleh dari 87 orang calon yang lulus seleksi tahap I (seleksi administratif) dan mereka berhak untuk melakukan seleksi tahap III (seleksi kesehatan) pada 9-10 Maret.

Selain diwajibkan mengikuti “medical check up” di Rumah Sakit Pusat Pertamina, peserta juga wajib untuk menyusun makalah kompetensi untuk seleksi tahap IV (seleksi kompetensi); makalah diserahkan paling lambat pada 12 Maret. Sementara hasil seleksi kesehatan akan diumumkan pada 13 Maret. (rr)


http://id.berita.yahoo.com/menkeu-30-calon-dk-ojk-bebas-intervensi-015900424.html

Menkeu: 30 Calon DK OJK Bebas Intervensi

Oleh Mosi Retnani Fajarwati | Inilah – Kam, 8 Mar 2012

INILAH.COM, Jakarta – Menteri Keuangan Agus Martowardojo memastikan, 38 orang yang lolos dalam seleksi Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahap II adalah murni hasil seleksi secara profesional dan bebas dari kepentingan birokrasi.

Agus Marto yang juga selaku Ketua Panitia Seleksi DK OJK mengungkapkan, pemilihan dan penilaian terhadap calon-calon DK OJK dilakukan tanpa melihat latar belakang pekerjaan dan institusinya. “Yang kita lihat adalah pengalamannya, keahliannya, keilmuannya. Tentu semua dilihat dari integritasnya, keilmuannya ya. Terus kriteria-kriteria yang bisa dipenuhi calon-calon itu,” tutur Agus Marto di Jakarta, Rabu (7/3/2012) malam.

Pansel OJK telah menetapkan 38 orang yang lolos dalam seleksi tahap II DK OJK kemarin. Sebagian besar dari jumlah tersebut merupakan ‘pemain’ lama dalam dunia perbankan dan pasar modal. “Bahwa kemudian yang masuk dalam 38 itu ada lebih banyak yang mewakili bank atau mewakili pasar modal, itu semua adalah karena proses seleksi ya,” ujarnya.

Ia pun menepis kekhawatiran yang muncul di beberapa kalangan bahwa Pansel OJK syarat dengan kepentingan masing-masing anggotanya. “Pansel dengan amanat yang diberikan pada Pansel akan menjaga integritasnya dan tidak akan memasuki kondisi yang tidak obyektif, apalagi melakukan tindakan conflict of interest,” tegasnya.

Calon yang lolos ini selanjutnya akan maju ke tahap III yaitu tes kesehatan. Dan tahap akhir adalah tahap wawancara dengan tujuan menggali semua kompetensi, keahlian dan keilmuan para calon DK OJK. “Kita bilang dari awal kalau tahap satu kita akan umumkan, tahap dua dan tiga akan kita masukkan dalam website dan nanti yang keempat kita akan umumkan lagi,” pungkasnya.

Adapun ke-38 orang tersebut ialah Achjar Iljas (mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia), Anggito Abimayu (ekonom, mantan kepala Badan Kebijakan Fiskal), Chandra M. Hamzah (mantan pimpinan KPK), Deswandhy Agusman (Komisaris Independen Bank Tabungan Negara), Endang Kussulanjari (Direktur Pengawasan Bank II BI).

Erry Firmansyah (mantan direktur PT Bursa Efek Indonesia), Firdaus Djaelani (Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan), Frans Y. Sahusilawane (praktisi asuransi), Handoyo Sudradjat (Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat KPK), Hasan Zein Mahmud (mantan Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta).

Selanjutnya, Hekinus Manao (mantan Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan), I Wayan Agus Mertayasa (mantan direktur Bank Mandiri), Ilya Avianti (ekonom), Isa Rachmatarwata (Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK), Kemal Azis Stamboel (anggota DPR Komisi XI).

Kusumaningtuti SS (pejabat BI), M. Noor Rachman (Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK), Mulabasa Hutabarat (Kepala Biro Pembiayaan dan Penjaminan Bapepam-LK), Mulia P. Nasution (mantan Sekjen Kemenkeu), Muliaman D. Hadad (Deputi Gubernur BI).

Kemudian, Mulya Effendi Siregar (Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI), Nelson Tampubolon (Mantan Direktur Direktorat Internasional BI), Ngalim Sawega (mantan Sekretaris Bapepam-LK), Nurhaida (Ketua Bapepam-LK), Ogi Prastomiyono (Direktur Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia Bank Mandiri).

Oni Syahroni Priatna (Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemenkeu), Parikesit Suprapto (Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN), Peter Benyamin Stok (Komisaris Utama Bank Nasional Indonesia), Purwantari Budiman (mantan Direktur Investigasi dan Mediasi Perbankan BI), Rahmat Waluyanto (Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kemenkeu).

Berikutnya, Rijani Tirtoso, Riswinandi (Wakil Direktur Utama Bank Mandiri), Robertus Bilitea (mantan pejabat Badan Penyehatan Perbankan Nasional), Robinson Simbolon (Kepala Biro Perundang-Undangan dan Bantuan Hukum Bapepam-LK), Sahala Lumban Gaol (Staf Ahli Bidang Kebijakan Publik Kementerian BUMN).

Sidharta Utama (ekonom), Umar Juoro (ekonom) dan Yunus Husein (Mantan Kepala Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan). [cms]


http://id.berita.yahoo.com/gubernur-bi-komisioner-ojk-harus-berpengalaman-095018374.html

Gubernur BI: Komisioner OJK Harus Berpengalaman

Antara – 23 jam yang lalu (20120313 16:19:42)

Jakarta (ANTARA) – Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan bahwa anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) haruslah orang yang berpengalam sebagai regulator.

“OJK memang regulator, jadi diperlukan orang yang sudah matang di bidang tersebut, kalau tidak punya pengalaman sebagai regulator walaupun pintar menjadi titik kekurangan calon tersebut,” kata Darmin yang juga menjadi anggota panitia seleksi (pansel) Dewan Komisioner OJK di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan bahwa dalam proses seleksi, pansel menerapkan kriteria objektif bagi para calon. “Proses seleksi mau tidak mau memerlukan persyaratan pengalaman, masa dia baru mau belajar di OJK? Ya tidak bisa, kalau belajar setelah menjabat maka kita semua rugi,” tambah Darmin.

Ia pun membantah adanya tarik menarik kepentingan antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia terkait calon anggota DK OJK. Sebelumnya, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Benny Waworuntu mengatakan bahwa ia berharap agar anggota DK OJK terpilih memiliki pemahaman mengenai asuransi.

“Pelaku asuransi yang lolos hanya satu orang, tapi banyak juga regulator yang berasal dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan sehingga kami harap mereka yang lolos juga paham mengenai asuransi,” kata Benny.

Pada Rabu (7/3) pansel DK OJK mengumumkan 38 orang yang lolos seleksi kapabilitas, mereka yang berasal dari Bank Indonesia adalah Achjar Iljas (mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia), Endang Kussulanjari (Direktur Pengawasan Bank II BI), Kusumaningtuti SS (pejabat BI), Muliaman D. Hadad (Deputi Gubernur BI), Mulya Effendi Siregar (Direktur di Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI).

Masih ada Nelson Tampubolon (Mantan Direktur Direktorat Internasional BI), Purwantari Budiman (mantan Direktur Investigasi dan Mediasi Perbankan BI), Yunus Husein (Mantan Deputi Direktur Hukum, Direktorat Hukum BI, mantan Kepala Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan).

Selanjutnya dari Kementerian Keuangan muncul nama Anggito Abimayu (ekonom, mantan kepala Badan Kebijakan Fiskal), Firdaus Djaelani (Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan), Hekinus Manao (mantan Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan), Isa Rachmatarwata (Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK).

Ditambah M. Noor Rachman (Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK), Mulabasa Hutabarat (Kepala Biro Pembiayaan dan Penjaminan Bapepam-LK), Mulia P. Nasution (mantan Sekjen Kemenkeu), Ngalim Sawega (mantan Sekretaris Bapepam-LK), Nurhaida (Ketua Bapepam-LK).

Oni Syahroni Priatna (Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemenkeu), Rahmat Waluyanto (Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kemenkeu), Robinson Simbolon (Kepala Biro Perundang-Undangan dan Bantuan Hukum Bapepam-LK).

Dari kalangan praktisi terdapat nama-nama Deswandhy Agusman (Komisaris Independen Bank Tabungan Negara), Erry Firmansyah (mantan direktur PT Bursa Efek Indonesia), Frans Y. Sahusilawane (praktisi asuransi), Hasan Zein Mahmud (mantan Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta), I Wayan Agus Mertayasa (mantan direktur Bank Mandiri), Ogi Prastomiyono (Direktur Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia Bank Mandiri), Peter Benyamin Stok (Komisaris Utama Bank Nasional Indonesia), Riswinandi (Wakil Direktur Utama Bank Mandiri).

Sedangkan dari bidang lain ada Chandra M. Hamzah (mantan pimpinan KPK), Handoyo Sudradjat (Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat KPK), Ilya Avianti (ekonom), Kemal Azis Stamboel (anggota DPR Komisi XI), Robertus Bilitea (mantan pejabat Badan Penyehatan Perbankan Nasional), Parikesit Suprapto (Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN), Rijani Tirtoso, Sahala Lumban Gaol (Staf Ahli Bidang Kebijakan Publik Kementerian BUMN), Sidharta Utama (ekonom), Umar Juoro (ekonom). (tp)


http://id.berita.yahoo.com/chandra-hamzah-gagal-dalam-seleksi-komisioner-ojk-070611523.html

Chandra Hamzah Gagal dalam Seleksi Komisioner OJK

Antara – 1 jam 39 menit lalu (20120313 15:47:27)

Jakarta (ANTARA) – Panitia Seleksi Calon Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencoret nama Chandra M Hamzah, mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena dianggap tidak lulus dalam seleksi kesehatan.

Ketua Pansel Dekom OJK Agus Martowardojo dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu menyebutkan satu nama dari 38 yang masuk dalam seleksi kesehatan dinyatakan tidak lolos, sementara 37 nama lainnya akan mengikuti proses seleksi berikutnya yaitu tahap kompetensi yang akan digelar di gedung Bank Indonesia pada 14-17 Maret.

Chandra dinyatakan tidak lulus seleksi kesehatan yang diselenggarakan melalui mekanisme medical check-up oleh pihak independen yakni Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta.

Dari 37 nama yang lolos seleksi kesehatan yang berasal dari Bank Indonesia adalah Achjar Iljas (mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia), Endang Kussulanjari (Direktur Pengawasan Bank II BI), Kusumaningtuti SS (pejabat BI), Muliaman D. Hadad (Deputi Gubernur BI), Mulya Effendi Siregar (Direktur di Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI).

Masih ada Nelson Tampubolon (Mantan Direktur Direktorat Internasional BI), Purwantari Budiman (mantan Direktur Investigasi dan Mediasi Perbankan BI), Yunus Husein (Mantan Deputi Direktur Hukum, Direktorat Hukum BI, mantan Kepala Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan).

Selanjutnya dari Kementerian Keuangan muncul nama Anggito Abimayu (ekonom, mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal), Firdaus Djaelani (Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan), Hekinus Manao (mantan Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan), Isa Rachmatarwata (Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK).

Ditambah M. Noor Rachman (Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK), Mulabasa Hutabarat (Kepala Biro Pembiayaan dan Penjaminan Bapepam-LK), Mulia P. Nasution (mantan Sekjen Kemenkeu), Ngalim Sawega (mantan Sekretaris Bapepam-LK), Nurhaida (Ketua Bapepam-LK).

Oni Syahroni Priatna (Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemenkeu), Rahmat Waluyanto (Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kemenkeu), Robinson Simbolon (Kepala Biro Perundang-Undangan dan Bantuan Hukum Bapepam-LK).

Dari kalangan praktisi terdapat nama-nama Deswandhy Agusman (Komisaris Independen Bank Tabungan Negara), Erry Firmansyah (mantan Direktur PT Bursa Efek Indonesia), Frans Y. Sahusilawane (praktisi asuransi), Hasan Zein Mahmud (mantan Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta), I Wayan Agus Mertayasa (mantan direktur Bank Mandiri), Ogi Prastomiyono (Direktur Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia Bank Mandiri), Peter Benyamin Stok (Komisaris Utama Bank Nasional Indonesia), Riswinandi (Wakil Direktur Utama Bank Mandiri).

Sedangkan dari bidang lain ada Handoyo Sudradjat (Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat KPK), Ilya Avianti (ekonom), Kemal Azis Stamboel (anggota DPR Komisi XI), Robertus Bilitea (mantan pejabat Badan Penyehatan Perbankan Nasional), Parikesit Suprapto (Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN), Rijani Tirtoso, Sahala Lumban Gaol (Staf Ahli Bidang Kebijakan Publik Kementerian BUMN), Sidharta Utama (ekonom), Umar Juoro (ekonom/KEtua Badan Supervisi Bank Indonesia). (rr)


http://id.berita.yahoo.com/mantan-pimpinan-kpk-terdepak-dari-calon-dk-ojk-043700916.html

Mantan Pimpinan KPK Terdepak dari Calon DK OJK

Oleh Charles MS | Inilah – 4 jam yang lalu (20120313 16:13:21)

INILAH.COM, Jakarta – Panitia seleksi (Pansel) pemilihan calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan 37 nama calon anggota Dewan Komisioner OJK yang lolos seleksi tahap III (seleksi kesehatan) pada Senin (12/3/2012). Chandra M. Hamzah (mantan pimpinan KPK) dinyatakan tidak lulus dalam seleksi tahap III ini.

Dalam siaran persnya seperti dimuat dalam webnya, pansel DK OJK mengatakan bahwa pemilihan calon Anggota Dewan Komisioner OJK dilaksanakan melalui beberapa tahapan untuk memperoleh pimpinan OJK yang berkualitas yang mampu mengemban amanat Undang-Undang nomor 21 tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (Undang-Undang OJK).

Tahapan-tahapan tersebut diselenggarakan oleh Panitia Seleksi Pemilihan Calon Anggota Dewan Komisioner OJK (Panitia Seleksi) yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden nomor 19/M tahun 2012 tanggal 20 Januari 2012.

Pada hari Senin tanggal 12 Maret 2012, Panitia Seleksi telah menyelesaikan Seleksi Tahap III calon Anggota Dewan Komisioner OJK, yakni Seleksi Kesehatan. Seleksi Kesehatan dimaksud diselenggarakan melalui mekanisme medical check-up oleh pihak independen, yakni Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta, melalui proses pengadaan barang dan jasa sesuai Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (proses lelang).

Dari 38 calon yang telah lulus Tahap II (Seleksi Kapabilitas) dan berhak mengikuti seleksi Tahap III, terdapat 37 calon yang dinyatakan lulus Seleksi Tahap III (Seleksi Kesehatan) dan diwajibkan mengikuti seleksi tahap berikutnya, yakni Seleksi Tahap IV (Seleksi Kompetensi).

Adapun daftar nama-nama Calon Anggota Dewan Komisioner OJK yang dwajibkan mengikuti Seleksi Tahap IV tersebut termuat pada Pengumuman Hasil Seleksi Tahap III (Seleksi Kesehatan) Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan adalah Achjar Iljas (mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia), Anggito Abimayu (ekonom, mantan kepala Badan Kebijakan Fiskal), Deswandhy Agusman (Komisaris Independen Bank Tabungan Negara), Endang Kussulanjari (Direktur Pengawasan Bank II BI).

Erry Firmansyah (mantan direktur PT Bursa Efek Indonesia), Firdaus Djaelani (Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan), Frans Y. Sahusilawane (praktisi asuransi), Handoyo Sudradjat (Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat KPK), Hasan Zein Mahmud (mantan Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta).

Selanjutnya, Hekinus Manao (mantan Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan), I Wayan Agus Mertayasa (mantan direktur Bank Mandiri), Ilya Avianti (ekonom), Isa Rachmatarwata (Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK), Kemal Azis Stamboel (anggota DPR Komisi XI).

Kusumaningtuti SS (pejabat BI), M. Noor Rachman (Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK), Mulabasa Hutabarat (Kepala Biro Pembiayaan dan Penjaminan Bapepam-LK), Mulia P. Nasution (mantan Sekjen Kemenkeu), Muliaman D. Hadad (Deputi Gubernur BI).

Kemudian, Mulya Effendi Siregar (Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI), Nelson Tampubolon (Mantan Direktur Direktorat Internasional BI), Ngalim Sawega (mantan Sekretaris Bapepam-LK), Nurhaida (Ketua Bapepam-LK), Ogi Prastomiyono (Direktur Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia Bank Mandiri).

Oni Syahroni Priatna (Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemenkeu), Parikesit Suprapto (Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN), Peter Benyamin Stok (Komisaris Utama Bank Nasional Indonesia), Purwantari Budiman (mantan Direktur Investigasi dan Mediasi Perbankan BI), Rahmat Waluyanto (Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kemenkeu).

Berikutnya, Rijani Tirtoso, Riswinandi (Wakil Direktur Utama Bank Mandiri), Robertus Bilitea (mantan pejabat Badan Penyehatan Perbankan Nasional), Robinson Simbolon (Kepala Biro Perundang-Undangan dan Bantuan Hukum Bapepam-LK), Sahala Lumban Gaol (Staf Ahli Bidang Kebijakan Publik Kementerian BUMN).

Sidharta Utama (ekonom), Umar Juoro (ekonom) dan Yunus Husein (Mantan Kepala Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan).

Panitia Seleksi akan melaksanakan Seleksi Tahap IV (Seleksi Kompetensi) yang merupakan tahapan terakhir dalam rangkaian tahapan seleksi calon Anggota Dewan Komisioner OJK, sebelum Panitia Seleksi menyampaikan daftar nama calon Anggota Dewan Komisioner OJK kepada Presiden Republik Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 11 Undang-Undang OJK.

Dalam Seleksi Kompetensi tersebut Panitia Seleksi akan melakukan wawancara terhadap para calon. Selain itu, dalam Seleksi Tahap IV ini Panitia Seleksi juga akan tetap memperhatikan hasil penilaian profil, hasil rekam jejak, dan masukan masyarakat. Sesuai jadwal, wawancara dimaksud akan dilaksanakan mulai tanggal 14 Maret 2012 sampai dengan 17 Maret 2012.


http://id.berita.yahoo.com/bapepam-lk-tidak-pernah-minta-imbalan-040608008.html

Bapepam-LK Tidak Pernah Minta Imbalan

Antara – 5 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) – Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta imbalan berupa sejumlah uang atau apapun bentuknya kepada pelaku pasar modal dan lembaga keuangan.

“Dengan ini kami tegaskan bahwa pejabat Bapepam-LK tidak pernah meminta imbalan berupa sejumlah uang atau apapun bentuknya kepada pelaku pasar modal dan lembaga keuangan,” kata Sekretaris Bapepam-LK, Ambraham Bastari, seperti dikutip dalam situs resmi Bapepam-LK Selasa.

Abraham Bastari menyatakan bahwa Bapepam-LK merasa dirugikan nama baiknya atas penipuan dengan modus operandi mengatasnamakan pejabat Bapepam-LK. Menurut dia, pihaknya telah menerima laporan dari beberapa pelaku pasar modal dan lembaga keuangan atas maraknya penipuan tersebut.

Penipuan itu, katanya, dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan pejabat Bapepam-LK. Menurutnya, oknum tersebut mengatasnamakan pejabat Bapepam-LK kepada pelaku pasar modal dan lembaga keuangan dengan meminta imbalan berupa sejumlah uang dan barang.

Saat ini, katanya, Bapepam-LK telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum khususnya kepolisian untuk mengambil langkah preventif maupun menindak tegas oknum yang melakukan perbuatan tercela tersebut.


http://id.berita.yahoo.com/calon-pimpinan-ojk-tidak-dites-antikorupsi-152803968.html

Calon Pimpinan OJK tidak Dites Antikorupsi

Republika – 1 jam 4 menit lalu (20120315 23:35:40)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Panitia Seleksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak melakukan seleksi terhadap kredibilitas calon pimpinan lembaga superbodi tersebut. Salah satu peserta seleksi yang gagal mengikuti seleksi, Yanuar Rizky, mengungkapkan tidak ada psikotes untuk para peserta apakah mereka antikorupsi atau tidak.

“Psikotesnya tidak ada, apakah antikorupsi atau tidak. Padahal ini lembaga superbodi,” ungkap Yanuar saat dihubungi, Kamis (15/3). Yanuar pun menjelaskan tidak ada keharusan bagi para peserta untuk menjelaskan kepemilikan produk-produk di pasar modal atau perbankan yang sebenarnya bisa menguntungkan mereka ketika menjabat sebagai pimpinan OJK.

Tidak hanya itu, panitia seleksi tidak mengadu para peserta dengan head to head. Padahal, tutur Yanuar, hal tersebut bakal menunjukkan kemampuan dan kredibilitas para peserta saat seleksi. “Head to head dengan kandidat di situ bisa seleksi pertama. Seharusnya di situ, harusnya kredibel,” ujarnya.

Yanuar pun mengkritisi komposisi panitia seleksi yang tidak mengikutsertakan masyarakat dalam struktur kepanitiaan. Menurutnya, komposisi anggota yang dipegang oleh Gubernur BI, Darmin Nasution, Deputi Gubernur BI, Halim Dirjen Pajak yang juga mantan Kepala Bappepam, Fuad Rahmany, membuat pansel tidak lagi independen.

Padahal, kata pengamat pasar modal ini, dalam struktur pansel KPK dan KPU, hanya ketua yang menjabat sebagai Ketua Pansel. Sehingga unsur masyarakat bisa tertampung. “Spirit kita untuk membuat organisasi baru pun menjadi hilang,” tegasnya.


  1. http://economy.okezone.com/read/2012/02/17/457/577599/darmin-pansel-ojk-bebas-konflik-kepentingan
  2. http://www.tempo.co/read/news/2012/02/23/087385874/Darmin-Benarkan-Pansel-OJK-Gunakan-Jasa-Konsultan
  3. http://metrotvnews.com/read/news/2012/03/06/84090/ICW-Kritik-Kerja-Pansel-Dewan-Komisaris-OJK/2
  4. http://www.bisnis.com/articles/pansel-ojk-otoritas-jasa-keuangan-bukan-tempat-belajar
  5. http://finance.detik.com/read/2012/03/15/095425/1867856/5/pemilihan-calon-bos-ojk-dianggap-hanya-basa-basi?991101mainnews

Dimana etika Chandra Hamzah, dari algojo kok mau jadi pengawas lembaga pencetak uang?