BRI Syariah Mengijonkan Emas

Jakarta, 19 Januari 2012

BRI Syariah Mengijonkan Emas

Bisnis Emas sebagai Andalan Industri Perbankan Syariah di Indonesia
Compiled by S3ra Sutan Rajo Ali

  1. 20120317, Cadangan emas Freeport Indonesia masih bisa digali sampai tahun 2041, Profil Usaha PT Freeport Indonesia, http://mayachitchatting.wordpress.com/2012/03/17/cadangan-emas-freeport-indonesia-masih-bisa-digali-sampai-tahun-2041/
  2. 20111029, The Trikora deal (over US’ interests in world’s largest gold mining company Freeport Indonesia) is about to be broken, http://mayachitchatting.wordpress.com/2011/10/29/the-trikora-deal-over-us-interests-in-worlds-largest-gold-mining-company-freeport-indonesia-is-about-to-be-broken/
  1. 20120315, Hati-hati terhadap analisis abal-abal dalam berinvestasi di emas, http://mayachitchatting.wordpress.com/2012/03/15/hati-hati-terhadap-analisis-abal-abal-dalam-berinvestasi-di-emas/
  2. 20120222, Indonesia as the 6th largest gold producer in the world, http://mayachitchatting.wordpress.com/2012/02/22/indonesia-sebagai-negara-produsen-emas-terbesar-ke/
  3. 20120211, Studying the issues of gold price movements (1 troy ounce = 31,1 gram), http://mayachitchatting.wordpress.com/2012/02/11/studying-the-issues-of-gold-price-movements/
  1. 20120302, Aturan Baru Gadai Emas di Bank Syariah, http://mayachitchatting.wordpress.com/2012/03/02/aturan-baru-gadai-emas-di-bank-syariah/
  2. 20120119, BRI Syariah Mengijonkan Emas, http://mayachitchatting.wordpress.com/2012/01/19/bri-syariah-mengijonkan-emas/

Bagan – Struktur Industri Perbankan Indonesia, Oktober 2011

20120110        Kebun Emas BRI Syariah dan BSM Diduga Bermasalah
20120110        GADAI EMAS: BRI Syariah siapkan strategi baru
20120106        Nasabah gadai emas BRI Syariah Makassar merasa tertipu ratusan juta
20120106        BRI Syariah Dilapor Penipuan. Program Kebun Emas Rugikan Nasabah
20120106        Delapan Bank Terima Surat Pembinaan Gadai Emas BI
20120106        BRI Syariah Evaluasi Aturan Gadai Emas
20120105        Gadai Emas BRI Syariah Anjlok Rp500 miliar
20120105        Tanpa GADAI EMAS: Omzet BRI Syariah tembus Rp9,1 triliun
20120105        Bank Syariah Kaji Ulang Margin Pembiayaan
20120105        GADAI SYARIAH: BI melarang untuk investasi
20120105        Gadai Emas Harus ke Sektor Riil
20120105        BI Mulai Atur Gadai Emas Syariah Akhir Januari
20120104        Transaksi Gadai Emas Bisa Lanjut
20120104        Biayai Rumah, BSM Gandeng SMF
20120103        BI Batasi TRANSAKSI GADAI EMAS Maksimal Rp100 Juta
20120103        Emas Menguat di Perdagangan Asia
20120103        Proyeksi Perbankan Syariah 2012
20111122        Prediksi BI 2012: Perbankan Syariah Tumbuh 40 Persen
20111112        Perbankan Syariah Indonesia Urutan Keempat di Dunia
20110728        Program Kredit Logam Mulia BRI Syariah
Dokumentasi tentang Industri Perbankan Syariah di Indonesia menurut versi Bank Indonesia.


Kebun Emas BRI Syariah dan BSM Diduga Bermasalah
Kadin Turun Tangan

http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=78858

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:igw07S1khXQJ:www.ujungpandangekspres.com/index.php%3Foption%3Dread%26newsid%3D78858+Kebun+Emas+BRI+Syariah+dan+BSM+Diduga+Bermasalah&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=opera

Selasa, 10-01-2012

Program kebun emas yang diperkenalkan Bank BRI Syariah dan Bank Syariah Mandiri (BSM) terus menuai protes. Setelah masalah ini dilaporkan ke polisi, pihak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel pun membentuk tim untuk mencari fakta dugaan penipuan berkedok Kebun Emas itu.

Pembentukan tim itu dilakukan menyusul banyaknya pengusaha Sulsel yang mengadu ke Kadin atas dugaan praktik bisnis tak fair yang dilakukan bank tersebut.

Puluhan nasabah bank syariah mengadukan nasibnya ke Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel. Mereka mengaku merasa dirugikan dengan produk Kebun Emas yang ditawarkan Bank BRI Syariah dan Bank Mandiri Syariah (BSM).

Salah seorang korban, Lenny Marfiani, saat diterima Ketua Kadin Sulsel HM Zulkarnain Arief di Kantor Kadin Sulsel, Senin (9/12) menceritakan, awalnya ia, seperti halnya korban lainnya, ditawari produk Kebun Emas dari Bank BRI Syariah Pettarani, lalu menyimpan emasnya sebanyak 500 gram, namun tiba-tiba jatuh tempo. Untuk melanjutkan program itu, maka diharuskan kembali membayar biaya sewa penyimpanan, jika tidak maka dimasukkan kategori berutang.

“Awalnya saya masukkan emas seberat 500 gram. Katanya akan dikonversi ke uang untuk beli emas batangan. Saat itu diiming-imingi emas saya itu akan jadi 2,5 kilogram. Tau-taunya empat bulan kemudian saya ditelepon jika sudah jatuh tempo dan diharuskan membayar kembali biaya simpanan dan utang sebesar Rp37 juta. Jika tidak dibayar akan dilelang. Sementara, sepeserpun uang kita tidak ambil,” terangnya.

“Saat kita melapor ke Bank BRI Syariah, mereka mengatakan kita sebagai nasabah harus memasukkan uang supaya emas kita tetap aman. Bahkan, kita diancam, jika tidak bayar akan dimasukkan daftar black list perbankan,” tambahnya.

Pengusaha yang bergerak di bidang konstruksi ini, mengatakan, motif yang sama juga merugikan nasabah lainnya. Namun, setelah melaporkan kejadian yang menimpa mereka ke bank terkait, justru kembali dibebani dan diharuskan membayar utang. Untuk, itu kedatangannya ke Kadin agar mendapatkan solusi dan jalan keluar atas masalah yang menimpa mereka.

Sementara, Ketua Kadin Sulsel, HM Zulkarnain Arief, mengatakan, sangat prihatin dengan masalah yang menimpa nasabah, yang didominasi para ibu-ibu itu. Atas kejadian itu, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan kedua bank itu, termasuk Bank Indonesia (BI) Makassar. Guna mengetehui pokok permasalahannya dan mencarikan solusinya, agar tidak merugikan nasabah yang ada dan masyarakat lainnya, yang akan mengikuti program itu.

“Insya Allah, dalam satu-dua hari ini kita akan memanggil dan koordinasi dengan Bank BRI Syariah dan Bank Mandiri Syariah, termasuk BI Makassar.

Nasabah tidak boleh dikorbankan.

Jangan berlarut-larut, jangan sampai ada lagi korban selanjutnya. Program-program yang merugikan masyarakat sebaiknya dihentikan,” terang Zulkarnain didampingi Wakil Ketua Kadin Sulsel Hasbi Ali SH MS dan HM Rahman Rifai.

Bahkan, Kadin Sulsel langsung membentuk tim advokasi, dengan menunjuk Hasbi Ali SH MS sebagai Ketua Tim.

“Yang datang mengadu ada 20-an perwakilan nasabah. Kemungkinan, ratusan nasabah yang mengalami hal serupa. Kadin membentuk pos pengaduan. Bagi nasabah lain yang dirugikan bisa mengadukan langsung ke Kantor Kadin atau mengirimkan email ke kadin@kadinsulsel.or.id. Identitas nasabah yang menjadi korban akan dirahasiakan,” jelasnya.

Sementara, Ketua Tim Investigasi, Hasbi Ali SH MS, mengatakan, hak nasabah yang menjadi korban untuk mencari keadilan.

“Kita akan segera investigasi masalah ini. Kalau memang terbukti, maka kedua bank syariah itu bisa dijerat Undang-Undang Perlindungan Konsumen Pelanggaran dan UU Perbankan,” tegas Hasbi, yang juga Wakil Ketua Kadin Sulsel Bidang Advokasi.

BRI Syariah Menyangkal

Sebelumnya Pemimpin BRI Syariah Agung W Raharjo yang dihubungi akhir pekan lalu menjelaskan, semua tuduhan tersebut tidak betul. Dimana nasabah tersebut telah menggadaikan emasnya pada BRI Syariah dan setelah jatuh tempo pihak nasabah tersebut tidak sanggup membayar pinjamannya. “Kami tidak bisa memberikan emas tersebut dan nasabah tersebut justru ngotot meminta kepada pihak BRI Syariah untuk memperpanjang masa pinjaman nasabah tersebut,” ujarnya.

Namun Pihak BRI Syariah meminta kepada nasabah agar kiranya melunasi dahulu pinjaman awalnya, baru pihaknya dapat memberi perpanjangan masa pinjaman. Lenny juga meminta agar di beri waktu selama 15 hari untuk melunasi pinjaman tersebut.

“Kita akan menambah masa pinjaman asalkan nasabah dapat melunasi dahulu pinjaman awalnya, dan mengenai penambahan waktu masa pinjaman kita akan melakukan koordinasi kepada pimpinan pusat terkait penambahan waktu masa pelunasan selama 15 hari tersebut,” ujarnya.

Agung menambahkan, emas yang digadaikan nasabah tersebut hingga saat ini masih ada dan utuh. “Kami juga tidak berani melakukan lelang barang nasabah tanpa adanya penyampaian terlebih dahulu kepada nasabah dan kita akan berikan emas tersebut asalkan nasabah dapat melunasi pinjamannya kepada kami,” ujarnya.


GADAI EMAS: BRI Syariah siapkan strategi baru

http://www.bisnis.com/articles/gadai-emas-bri-syariah-siapkan-strategi-baru

Oleh Bunga Citra Arum Nursyifani
Selasa, 10 Januari 2012 | 19:09 WIB

SURABAYA: PT Bank BRI Syariah cabang Surabaya menanggapi positif pembatasan transaksi gadai emas oleh Bank Indonesia.

Pemimpin cabang BRI Syariah Surabaya Mulyatno Rachmanto menilai hal tersebut dapat mengembalikan fokus penyaluran gadai ke pasar ritel.

“Kami bahkan sudah berhenti menerima permintaan layanan gadai emas untuk nasabah baru sejak Desember 2011, dan hingga kini masih berkonsolidasi untuk menentukan strategi selanjutnya,” katanya kepada Bisnis, hari ini.

Sebelumnya diberitakan bahwa guna meningkatkan kehati-hatian, BI membatasi transaksi gadai emas maksimal Rp100 juta per nasabah. Pembatasan tersebut dimaksudkan agar pembiayaan khusus bank syariah ini tidak disalahgunakan menjadi kegiatan spekulasi.

Pembatasan tersebut tidak berlaku surut sehingga transaksi gadai emas di atas Rp100 juta yang sedang berlangsung tetap diteruskan hingga jatuh tempo.

Portfolio gadai emas BRIS Surabaya sempat mencapai puncaknya dengan nilai Rp152miliar pada September 2011. Namun, dengan adanya pelunasan besar-besaran, di Desember 2011 angka itu turun menjadi Rp98 miliar.

Dia juga tetap optimis outstanding gadai emas BRIS Surabaya masih akan tumbuh hingga Rp160miliar untuk posisi 2012, tanpa melanggar peraturan BI itu.

“Kami akan fokus ke pasar ritel untuk produk ini  di kota-kota kedua (second cities) seperti Bangkalan, Gresik, Sidoarjo, maupun Jombang yang potensinya cukup tinggi,” tuturnya. (ea)


Nasabah gadai emas BRI Syariah Makassar merasa tertipu ratusan juta

http://keuangan.kontan.co.id/v2/read/keuangan/86952/Nasabah-gadai-emas-BRI-Syariah-Makassar-merasa-tertipu-ratusan-juta-

oleh Dyah Megasari
Jumat, 06 Januari 2012 | 14:49

MAKASSAR. Kenali bisnisnya. Mungkin ini sebuah kata-kata yang tepat untuk dijadikan dasar sebelum memulai bisnis apapun, termasuk gadai emas. Jika tidak, salah-salah, Anda akan merasa tertipu.

Seperti yang menimpa pengusaha atas nama Lenny. Alih-alih mendapatkan perhiasan miliknya yang digadai, justru dia harus nombok ratusan juta untuk mendapatkan kembali perhiasan yang digadainya.

Menurut penuturannya di salah satu pusat perbelanjaan di Makassar, Kamis (5/1), sekitar empat bulan yang lalu, dirinya menggadaikan emas perhiasan hingga ratusan gram.

Setelah empat bulan kemudian, dia mendapat telepon dari pihak BRI Syariah Makassar yang memberitahukan bahwa gadainya sudah jatuh tempo.

Diapun merasa tertipu, karena untuk mengambil perhiasannya, dia mesti membayar hingga Rp 300 juta. Sementara dia merasa, sama sekali tidak menerima uang gadai.

Dikonfirmasi terpisah, Pemimpin Kantor Cabang Induk (KCI) BRI Syariah Makassar, Agung W Rahardjo, menegaskan, bahwa pihaknya tidak pernah melakukan penipuan terhadap nasabah gadai emas atas nama Lenny.

Menurutnya, apa yang dilakukan BRI Syariah Makassar sudah sesuai prosedur dan sama sekali bukan penipuan seperti yang dituduhkan.

“Dia (Lenny) datang ke BRI Syariah Makassar bersama teman-temannya. Dia mengetahui produk gadai dari temannya, di mana temannya itu termasuk nasabah gadai BRI Syariah juga yang sudah untung karena harga emas naik saat itu. Waktu itu, dia langsung antre ke loket gadai, tidak masuk ke CS untuk mendapatkan penjelasan. Sementara jika sudah berdiri di loket gadai berarti Anda sudah siap gadai,” klaimnya.

Setelah tiba gilirannya, jelas Agung, pihak BRI Syariah Makassar menerbitkan Sertifikat Gadai Syariah (SGS) pertama dengan menggadaikan emas perhiasannya.

“Saya lupa berapa gram emasnya. Kalau dia mengatakan tidak terima uang gadai, itu memang benar. Karena itu permintaannya sendiri. Namun perlu diingat bahwa, dia meminta hasil gadai emas itu untuk membeli emas batangan lagi. Akhirnya kami menerbitkan SGS kedua. Ada kelebihan karena dia hanya meminta untuk biaya DP emas batangan, sisanya kami masukkan ke tabungan,” jelasnya.

Setelah itu, katanya, empat bulan kemudian, pihak BRI Syariah menelepon untuk memberitahukan jika gadainya sudah jatuh tempo. Ini berarti bahwa sebelum mengambil emas perhiasannya, nasabah perlu membayar biaya ujroh atau penitipan sebesar 1,25% per bulan dari nilai perhiasan yang digadainya.

“Sementara itu memang kewajiban nasabah yang harus melunasi hingga empat bulan biaya penitipan emas. Belum lagi DP emas batangan yang dia gadai (gadai dengan pola mirip kebun emas) yang dulunya hanya 10% namun sekarang ada penyesuaian hingga DP naik sebesar 20%. Jadi otomatis nasabah harus nambah lagi. Di sinilah dia merasa tertipu,” katanya.


BRI Syariah Dilapor Penipuan. Program Kebun Emas Rugikan Nasabah

http://www.fajar.co.id/read-20120106144307-bri-syariah-dilapor-penipuan

Jumat, 06 Januari 2012 | 14:43:07 WITA

MAKASSAR,FAJAR — Kebun Emas, program BRI Syariah yang diluncurkan beberapa waktu lalu, menuai masalah. Beberapa nasabah mengaku dirugikan. Untung yang dinanti, namun buntung yang didapat.

Ironisnya, emas yang dititip hilang begitu saja. Salah seorang nasabah Kebun Emas BRI Syariah Pettarani, Lenny Marfiany, salah satu korbannya. Dia mengaku menitip emasnya sebanyak 500 gram di BRI Syariah Pettarani dalam program Kebun Emas. Namun, yang didapat buntung.

“Saya menyetor emas 500 gram di BRI Syariah Pettarani, untuk mengikuti program Kebun Emas sekitar 24 Agustus 2011 lalu. Namun tiba-tiba, sekitar Desember lalu, saya ditelepon oleh pihak BRI Syariah, kalau emas saya jatuh tempo. Saya disuruh membayar Rp300 juta untuk menebus emas tersebut. Saya kaget, karena justru emas yang saya simpan akan dilelang jika tidak membayar dana sebesar itu,” katanya kecewa.

Hal itulah yang mengilhami Lenny Marfiany, yang juga anggota Kadin Indonesia, untuk melapor ke Polrestabes Makassar, Rabu 4 Januari kemarin, didampingi Kuasa Hukumnya, Ahmad Farid SH. Dalam laporan bernomor STBL/24/1/2012/Polda Sulsel/Restabes Makassar, tertanggal 4 Januari 2012, Lenny Marfiani, melaporkan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan, yang dilakukan BRI Syariah Pettarani Makassar. Laporan diterima Aiptu Sunandar Riyanto, atas nama Kepala SPKT Polrestabes Makassar.

Ditambahkan Lenny, bukan saja dirinya yang kena tipu soal itu, namun banyak orang. “Tidak enak kalau saya sebut semua, karena mungkin mereka malu, karena yang tertipu adalah orang-orang besar dan berpengaruh,” katanya.

Ditambahkan, bila dia menebus emasnya sendiri dengan taksiran Rp300 juta, dia mengaku masih disuruh membayar uang pinjaman sebesar Rp37 juta. Ini tidak masuk akal, emas yang saya simpan adalah emas pribadi saya. Bukan emas bank. Sebetulnya yang harus membayar kesaya adalah bank, karena saya titip emas dalam program Kebun

Emas.

“Bukannya saya ditagih, lalu emas saya dilelang,” ujarnya. Sementara Kuasa Hukumnya, Ahmad Farid SH, menambahkan bahwa memang telah banyak yang mengadu kepada dirinya soal itu. “Ini memang harus diangkat kepermukaan, untuk mencegah terjadinya korban-korban berikutnya. Ini sudah kita laporkan, karena memang indikasi penipuan dan penggelapan. Bayangkan, nasabah yang menyimpan emasnya sendiri, lalu nasabah kemudian disuruh menebus. Padahal nasabah tidak pernah mengambil uang bank,” katanya.

Ditambahkan, bukan saja kasus Lenny Marfiany yang ditangani, namun ada juga orang lain yang masuk dalam program Kebun Emas, yang juga mengaku sangat dirugikan.

“Nanti saya beber, setelah orang-orangnya datang,” katanya.

Dia berharap, aparat kepolisian mengusut kasus itu, karan sangat merugikan. “Kita harap jangan lagi ada korban berikut,” tambahnya.

Sementara Kepala Cabang BRI Syariah Pettarani Agung mengatakan bahwa keliru jikia ibu Lenny mengaku ditipu. “Sama sekali tidak ada unsur penipuan, emas bu Lenny masih ada di Bank BRI Syariah, hanya saja kalau dia mau menebus emasnya, ya harus melalui prosedur, dimana sesuai ketentuan dia harus membayar sewa gadai sesuai perjanjian sewa gadai yang telah disepakati bersama,” tandas Agung. (id)


Delapan Bank Terima Surat Pembinaan Gadai Emas BI

http://republika.co.id:8080/koran/0/151533/Delapan_Bank_Terima_Surat_Pembinaan_Gadai_Emas_BI

Oleh Nur Aini
Jumat, 06 Januari 2012 pukul 08:40:00

JAKARTA – Bank Indonesia mengirimkan surat pembinaan gadai emas kepada delapan bank syariah yang memiliki produk gadai emas. Surat pembinaan ini meminta bank syariah menyesuaikan transaksi gadai emas dengan standard operation procedure (SOP) yang sebelumnya dikirimkan ke Bank Indonesia (BI).

“Kita berikan surat pembinaan ke masing-masing bank syariah yang pelaksanaannya (gadai emas) berubah (dari SOP),” ujar Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI, Mulya Effendi Siregar di Jakarta, Kamis (5/1).

Surat pembinaan tersebut, lanjut dia, dikirimkan lantaran ke delapan bank tersebut melanggar SOP. Di antaranya, melampui kesepakatan nilai gadai (financing to value/FTV) dan plafon pembiayaan. “Ada LTV (FTV) 70 persen tahu-tahu ada yang 90 persen bahkan 97 persen. Plafon Rp 100 juta ternyata ada yang sampai miliaran,” ujar dia tanpa mau menyebutkan nama bank syariah yang mendapat surat pembinaan.

Meski ada surat pembinaan, Mulya mengatakan, pihaknya tidak mendorong adanya penghentian transaksi gadai di bank syariah tertentu. Penghentian transaksi gadai di bank syariah merupakan konsekuensi untuk penyesuaian gadai emas. “Mereka berhentikan dulu yang baru. Mereka harus benahi dulu,” ujar dia.

Adanya surat pembinaan tersebut, lanjut dia, diharapkan bakal mengarahkan gadai emas di bank syariah sesuai maqosit syariah. Qard (gadai) menurut Mulya hanya untuk keperluan mendesak yang harus mengutamakan kehati-hatian dan prinsip syariah. “Dalam upaya meningkatkan kehati-hatian akan dikeluarkan aturan terkait gadai emas,” ujarnya.

Aturan tersebut, lanjut dia, akan memuat ketetapan FTV tidak lebih dari 80 persen. Plafon pembiayaan per nasabah juga akan diatur. “Plafon ini masih kita kaji lebih lanjut berapa yang sesuai,” ujar dia. Pembiayaan gadai emas menurut catatan BI terus meningkat. Hal itu terlihat dari pembiayaan bank syariah periode Juli-September 2011.  ed: firkah fansuri

Semakin Percaya

Pembiayaan perbankan syariah di wilayah Lampung naik 61 persen di kuartal ketiga 2011 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan pembiayaan tersebut menggambarkan semakin percayanya masyarakat memanfaatkan dana dari perbankan syariah.

Kinerja Perbankan Syariah Lampung September 2011
Pembiayaan  Rp 1,36 triliun
Dana pihak ketiga Rp 855,93 miliar
Rasio pembiayan bermasalah NPF    2,1 persen

bursa syariah
Kamis (5/1)
DJIM               2.106,36     4,62
DJIGRC          1.413,31     4,35
DJIMTR          3.125,00     19,68
DJI100X          2.092,47     10,90
DJMY25D       923,08        6,25
IMXL              2.265,64     3,88
DJICHKU       1.448,38     10,62
JII                    555,23
Dinar                Rp 2.200.000


BRI Syariah Evaluasi Aturan Gadai Emas

http://republika.co.id:8080/koran/0/151534/BRI_Syariah_Evaluasi_Aturan_Gadai_Emas

Oleh  Nur Aini
Jumat, 06 Januari 2012 pukul 08:41:00

Sejak awal, gadai emas di BRI diprioritaskan untuk kebutuhan mendesak.

JAKARTA – BRI Syariah mengevaluasi standard operation procedure (SOP) untuk memperbaiki transaksi gadai emas. Evaluasi ini diharapkan mencegah spekulasi dalam gadai emas. BRI Syariah sebelumnya sempat menghentikan gadai emas sejak 14 Desember 2011. Menurut Direktur Bisnis BRI Syariah Ari Purwandono, penghentian transaksi ini untuk memberi waktu perbaikan SOP. “Pada Desember, banyak gadai emas yang jatuh tempo karena kenaikan waktu lalu terjadi pada Agustus. Jadi, kita setop dulu untuk review SOP,” ujarnya di Jakarta, Kamis (5/1).

Perbaikan tersebut dilakukan setelah ada desakan dari Bank Indonesia (BI) agar bank syariah mencegah spekulasi dalam gadai emas. Evaluasi SOP akan mencakup penghitungan nilai gadai (financing to value atau FTV) emas dan plafon pembiayaan. “BI juga meminta agar bank lebih mengetahui nasabah, know your costumer (KYC). Minimal nasabah memiliki pendapatan dan tujuan uang gadai itu jelas untuk apa,” terang dia.

Untuk mengetahui penggunaan uang hasil gadai ini, BRI Syariah akan memperbaiki formulir pengajuan gadai emas nasabah. Ari menegaskan, gadai emas di BRI Syariah sejak awal diprioritaskan untuk kebutuhan mendesak atau butuh uang (BU) dan modal kerja. “Kita hanya sediakan ladang untuk BU,” tegasnya.

Selain itu, BRI Syariah juga akan mengevaluasi gadai berulang yang dapat dilakukan nasabah. Tenor gadai emas di BRI Syariah sebelumnya ditetapkan hanya empat bulan. Gadai berulang kemungkinan hanya bisa dilakukan nasabah tiga hingga empat kali dalam satu tahun.

Sejak penutupan medio Desember lalu, outstanding gadai emas di BRI Syariah telah turun dari Rp 1,9 triliun pada September menjadi Rp 1,4 triliun pada Desember 2011. Sementara, total pembiayaan BRI Syariah mencapai Rp 9,1 triliun. Ari juga mengaku telah menurunkan FTV dari 90 persen menjadi 80 persen sesuai anjuran BI.

Kebijakan penghentian tersebut tetap diambil meski antusiasme masyarakat terhadap gadai emas relatif tinggi. Ini ditunjukkan dengan rata-rata nasabah baru gadai emas di BRI Syariah sekitar 20-30 orang per hari.

Perkembangan gadai emas, diakui Ari, ada yang digunakan untuk investasi dan mengarah ke spekulasi. Jika untuk investasi, Ari mengatakan, nasabah seharusnya memanfaatkan produk kepemilikan logam mulia (KLM). “Kita arahkan ke KLM jika nasabah ingin investasi, bukan dengan gadai,” ujar dia. Sejak diluncurkan pada Juli 2011, KLM di BRI Syariah telah mencapai Rp 206 miliar.

Transaksi gadai emas di BRI Syariah ditargetkan sudah bisa dibuka lagi pada akhir Januari ini. Setelah SOP gadai emas yang baru selesai dibuat, BRI Syariah akan segera melapor ke BI. “Kita akan bereskan SOP, kemudian dikomunikasikan ke setiap kantor cabang dan laporkan ke BI nanti,” ujar dia.

Head of Departement Product Development BRI Syariah Mariana Yunus menegaskan, gadai emas di BRI Syariah hanya untuk BU. Ini dibuktikan dengan tingginya emas yang digadaikan berupa perhiasan serta pembiayaan di bawah Rp 50 juta. Nasabah dengan pembiayaan di bawah Rp 50 juta mencapai 28 ribu nasabah. Sementara, untuk nasabah dengan pembiayaan melalui gadai emas sebesar lebih dari Rp 200 juta hanya 100 orang.

Gadai emas di BRI Syariah juga hanya bisa dilakukan jika ada barang riil. Karena itu, nasabah yang membawa uang dapat melakukan gadai hanya jika membeli dari toko emas. “Kalau nasabah membawa uang saja, dia itu membeli emas di toko emas yang datang ke sini. Kita hanya menerima emas ketika gadai,” terang dia.  ed: firkah fansuri

Gadai Emas BRI Syariah
Outstanding gadai emas Rp 1,4 triliun
Nilai gadai emas 80 persen
Nasabah pembiayaan di bawah Rp 50 juta  28 ribu orang
Nasabah pembiayaan di atas Rp 200 juta  100  orang.


Gadai Emas BRI Syariah Anjlok Rp500 miliar

http://www.bisnis.com/articles/gadai-emas-bri-syariah-anjlok-rp500-miliar

Oleh Donald Banjarnahor
Kamis, 05 Januari 2012 | 13:42 WIB

JAKARTA: Bisnis pembiayaan gadai emas PT Bank Rakyat Indonesia Syariah anjlok setelah layanan tersebut dihentikan oleh Bank Indonesia sejak 14 Desember 2011.

Ari Purwandono, Direktur Bisnis BRI Syariah, mengatakan outstanding gadai emas pada awal Januari tercatat sebesar Rp1,43 triliun.

Pembiayaan tersebut anjlok sekitar Rp500 miliar dari posisi tertinggi perseroan sekitar November 2011 yang mencapai Rp1,9 triliun.

“Pada Desember banyak gadai emas yang jatuh tempo karena mereka memulai pada Agustus, yakni momentum ketika harga logam dunia sedang tinggi,” ujarnya hari ini Kamis, 5 Januari 2011.

Namun ketika banyak gadai emas yang jatuh tempo, perseroan tidak bisa melakukan ekspansi pembiayaan baru karena layanan perbankan tersebut dihentikan oleh BI. Penghentian layanan masih dilakukan hari ini hingga BRI Syariah selesai mengkaji seluruh gadai emas.

Dalam kajian tersebut, Ari berjanji akan mencegah gadai emas disalahgunakan untuk kegiatan investasi spekulatif yang tidak sesuai dengan prinsip syariah. BRI Syariah juga akan menyempurnakan standart operational procedure (SOP) untuk menghindari gadai emas disalahgunakan.

“Kami berharap kajian selesai pada pekan depan, kemudian BI akan mengevaluasi pada minggu berikutnya sehingga produk ini bisa kami buka kembali pada akhir Januari.” (tw)


Tanpa GADAI EMAS: Omzet BRI Syariah tembus Rp9,1 triliun

http://www.bisnis.com/articles/tanpa-gadai-emas-omzet-bri-syariah-tembus-rp9-1-triliun

Oleh Donald Banjarnahor
Kamis, 05 Januari 2012 | 15:04 WIB

JAKARTA: Meskipun kinerja  gadai emas yang merupakan produk unggulan PT Bank Rakyat Indonesia Syariah anjlok, tetapi perseroan tetap berhasil meraih target pembiayaan, dengan realisasi sekitar Rp9,1 triliun.

Ari Purwandono, Direktur Pengembangan Bisnis Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRI Syariah), mengatakan target pembiayaan 2011 dapat terpenuhi, yang didorong oleh produk pinjaman di luar gadai emas.

“Walaupun gadai emas anjlok sekitar Rp500 miliar sejak dihentikan pada bulan lalu, namun pembiayaan lain tetap meningkat sehingga target dapat terpenuhi,” ujarnya hari ini, Kamis 5 Januari 2012.

Dia menjelaskan pembiayaan pada akhir 2011 mencapai Rp9,1 triliun, meningkat 65,45% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, BRI Syariah menargetkan pembiayaan mencapai Rp9 triliun.

Gadai emas BRI Syariah dihentikan sejak 14 Desember 2011, setelah Bank Indonesia mengevaluasi produk unggulan ini.

Akibat penghentian, outstanding pinjaman gadai emas anjlok sekitar Rp500 miliar, menjadi Rp1,43 triliun dibandingkan dengan  posisi tertinggi pinjaman ini sekitar November 2011 yang mencapai Rp1,9 triliun.

“Pada Desember banyak gadai emas yang jatuh tempo karena mereka memulai pada Agustus, yakni momentum ketika harga logam dunia sedang tinggi,” ujarnya.

Namun ketika banyak gadai emas yang jatuh tempo, perseroan tidak bisa melakukan ekspansi pembiayaan baru karena layanan perbankan tersebut dihentikan oleh BI. Penghentian layanan masih dilakukan pada hari ini hingga BRI Syariah selesai melakukan kajian terhadap seluruh gadai emas. (faa)


Bank Syariah Kaji Ulang Margin Pembiayaan

http://republika.co.id:8080/koran/0/151481/Bank_Syariah_Kaji_Ulang_Margin_Pembiayaan

Oleh Nur Aini
Kamis, 05 Januari 2012 pukul 11:07:00

JAKARTA — Penurunan suku bunga pinjaman di bank konvensional turut memengaruhi margin pembiayaan di bank syariah. Sejumlah bank syariah akan mengkaji ulang margin pembiayaan agar tetap menarik untuk nasabah.

Bank Permata Syariah akan mengkaji ulang margin pembiayaan di sektor perumahan. “Kita akan ikuti penurunan suku bunga di konvensional, meski sekarang belum terealisasi,”  ujar Head Bank Permata Syariah Achmad K Permana, Rabu (4/1).

Selama ini, margin yang ditetapkan Permata Syariah untuk pembiayaan murabahah bervariasi mulai dari sembilan persen hingga 10,5 persen bergantung pada tenor. Sementara itu, untuk akad ijarah muntahiya bittamlik (IMBT), margin ditetapkan mulai dari 7,25 persen fix selama setahun sampai 9,5 persen fix selama lima tahun.

IMBT adalah akad penyaluran dana untuk pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu barang dalam waktu tertentu dengan pembayaran sewa (ujrah), antara perusahaan pembiayaan sebagai pemberi sewa (mu’ajjir) dengan penyewa (musta’jir) disertai opsi pemindahan hak milik atas barang tersebut kepada penyewa setelah selesai masa sewa.

Menurut Achmad, margin bank syariah akan selalu terpengaruh dengan penurunan suku bunga di bank konvensional lantaran pangsa pasar masih kecil. “Cepat atau lambat, margin bank syariah pasti terpengaruh karena costumer base perbankan paling banyak di konvensional,” ujar dia. Karena itu, jika produk bank syariah memiliki price yang tinggi maka akan sulit untuk menarik nasabah.

Penurunan suku bunga pinjaman bank konvensional akan lebih banyak berpengaruh pada pembukuan nasabah baru. Penurunan suku bunga di bank konvensional juga akan menjadi pertimbangan bagi nasabah yang sudah ada (existing) ketika memperpanjang pembiayaan. “Makanya, kita tidak mau price syariah justru lebih mahal dari bank konvensional,” ujar Achmad.

Meski demikian, Achmad mengaku, pihaknya diuntungkan dengan implementasi akad IMBT dalam pembiayaan perumahan. Dalam akad ini, ada periode di mana margin pembiayaan bisa disesuaikan dengan fluktuasi suku bunga pasar. Periode fix margin di Permata Syariah untuk akad IMBT biasanya selama satu-dua tahun. “Di periode floating, kita akan menyesuaikan margin,” ujar dia.

Akad IMBT di Permata Syariah mendominasi pembiayaan perumahan yakni hingga 60 persen dari portofolio pembiayaan perumahan. Hingga akhir Desember 2011, pembiayaan perumahan yang tersalurkan mencapai Rp 600 miliar atau 20 persen dari total portofolio pembiayaan.

Margin pembiayaan juga akan ditinjau Bank Muamalat. Peninjauan ini terutama bagi pembiayaan baru. “Kalau untuk (pembiayaan) existing yang sudah berjalan sudah fix, sementara yang belum enam bulan bisa ditinjau marginnya,” ujar Direktur Bank Muamalat Luluk Mahfudah.ed: firkah fansuri


GADAI SYARIAH: BI melarang untuk investasi

http://www.bisnis.com/articles/gadai-syariah-bi-melarang-untuk-investasi

Oleh Donald Banjarnahor
Kamis, 05 Januari 2012 | 20:11 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia akan memperketat aturan mengenai produk gadai emas, agar tidak lagi disalahgunakan sebagai instrumen investasi spekulatif oleh nasabah.

Mulya Siregar, Direktur Perbankan Syariah Bank Indonesia (BI), menyatakan bank sentral menemukan adanya pelanggaran penggunaan gadai emas sebagai alat investasi dengan sistem gadai berulang maupun bertingkat.

Selain itu, lanjutnya ,juga ditemukan adanya pelanggaran komitmen dari bank mengenai batasan plafon gadai emas untuk setiap nasabah dan rasio pinjaman terhadap nilai jaminan [finance to value/FTV].

Atas kondisi tersebut, lanjutnya, bank sentral telah memberikan surat pembinaan kepada delapan bank syariah yang memiliki produk gadai emas. Empat diantaranya merupakan Bank Umum syariah (BUS) dan sisanya unit usaha syariah (UUS).

“Dalam surat pembinaan itu, kami meminta mereka melakukan penyesuaian . Dari bank syariah tersebut ada yang menghentikan sementara gadai emas bagi nasabah baru, karena masih melakukan konsolidasi internal,” ujarnya,  Kamis 5 Januari.

Mulya menambahkan bank sentral akan memperketat aturan gadai syariah dengan menerbitkan Surat Edaran mengenai pinjaman berbasis logam mulia tersebut. Bank sentral ingin  mengembalikan fungsi gadai syariah sesuai prinsip syariah yaitu untuk pembiayaan darurat .

“Akhir Januari kami akan menerbitkan SE [surat edaran] untuk mengatur gadai syariah. Jadi SE ini di bawah PBI [Peraturan Bank Indonesia] untuk produk perbankan syariah,” jelasnya.

Dalam SE tersebut, lanjutnya, BI akan menerapkan batasan plafon sebesar Rp100 juta per nasabah. Selain itu, batasan FTV juga ditetapkan sebesar 80%.

“Kami juga meminta bank syariah menerapkan know your customer, dengan tujuan agar gadai syariah tidak digunakan untuk investasi. Apabila hasil gadai dibelikan emas yang kemudian digadaikan lagi maka itu harus dilarang,” ujarnya.

Dalam pengawasan, Mulya menjanjikan bank sentral akan melakukan pengecekan langsung di lapangan guna memeriksa kebenaran laporan bank syariah tentang penyaluran dana gadai emas.

“Kami akan datang ke nasabah dan ambil sampel  ke nasabah apakah benar dananya untuk sektor riil. Kalau belum benar maka akan kami berikan surat pembinaan lagi dan sanksinya lebih berat,” ujarnya.

Ari Purwandono, Direktur Pengembangan Bisnis Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRI Syariah), menyatakan perseroan masih melakukan kajian terhadap produk gadai syariah, setelah dihentikan pada bulan lalu.

Dia berjanji akan memperketat  standart operational procedure (SOP) gadai emas untuk menghindari pembiayaan tersebut disalahgunakan menjadi investasi bagi nasabah.

SOP yang disempurnakan antara lain penerapan FTV maksimal 80%, pengenalan terhadap nasabah (KYC) melalui data statistik, serta batasan maksimum pembiayaan.

“Kami juga akan membatasi gadai berulang maksimal 3 kali, sehingga jangka waktu gadai paling lama hanya 1 tahun,” ujarnya.

Dia menyarankan kepada nasabah yang ingin berinvestasi tidak menggunakan gadai, melainkan Kepemilikan Logam Mulia (KLM), yang merupakan pembiayaan untuk memiliki emas dengan cara cicilan.

Bisnis pembiayaan gadai emas BRI Syariah anjlok setelah layanan tersebut dihentikan sejak 14 Desember 2011. Outstanding gadai emas pada awal Januari tercatat sebesar Rp1,43 triliun, turun sekitar Rp500 miliar dari posisi tertinggi perseroan sekitar November 2011 yang mencapai Rp1,9 triliun.

“Pada Desember banyak gadai emas yang jatuh tempo karena mereka memulai pada Agustus, yakni momentum ketika harga logam dunia sedang tinggi,” ujarnya.

Imam T. Saptono, Direktur Kepatuhan Bank Negara Indonesia Syariah (BNI Syariah), menyambut rencana BI yang akan memperketat aturan gadai syariah. “Kami pikir itu penting karena saat ini sudah banyak yang menggunakan gadai berulang sehingga berisiko bagi bank.”

Menurut dia, penyempurnaan SOP yang penting bagi bank adalah KYC, yakni mengenali tujuan dari nasabah melakukan gadai syariah. “Karena ada juga nasabah yang menggadaikan dengan nilai lebih dari Rp100 juta tapi tujuan murni untuk gadai bukan untuk syariah.”

Pada tahun lalu gadai emas meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi Rp6,1 triliun pada akhir September 2011 dibandingkan dengan akhir 2010 yang sebesar Rp1,8 triliun.

Hingga akhir November 2011, pembiayaan yang disalurkan oleh perbankan syariah mencapai Rp102,11 triliun, meningkat sebesar 45,37% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun dana pihak ketiga yang dihimpun mencapai Rp107,36 triliun, meningkat sebesar 38,28%. (ea)


Gadai Emas Harus ke Sektor Riil

http://republika.co.id:8080/koran/0/151482/Gadai_Emas_Harus_ke_Sektor_Riil

Oleh Nur Aini
Kamis, 05 Januari 2012 pukul 11:08:00

Aturan yang dibuat Bank Indonesia harus terperinci.

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) dinilai harus mengarahkan gadai emas di bank syariah untuk pembiayaan sektor riil. Dengan begitu, gadai emas akan terhindar dari kegiatan spekulasi. Sebelumnya, BI berencana mengeluarkan aturan terkait transaksi gadai emas di bank syariah. Aturan itu akan memuat sejumlah instrumen yang terkait dalam transaksi gadai emas, seperti nilai gadai (finance to value /FTV) hingga plafon pembiayaan per nasabah. “Dalam aturan itulah, gadai emas semestinya diarahkan ke semangat pembiayaan sektor riil,” ujar Ketua I Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Agustianto, Rabu (4/1).

Arah pembiayaan gadai emas tersebut, menurut dia, sesuai dengan semangat pertama kemunculan transaksi gadai (rahn). Gadai muncul karena ada transaksi dagang yang tidak tunai sehingga perlu ada jaminan. Akan tetapi, kemudian praktik gadai, terutama dengan jaminan emas, mengarah ke spekulasi.

Transaksi gadai emas bahkan telah sampai pada praktik perdagangan tidak riil. “Barang belum diterima, tapi sudah digadaikan lagi,” terang Agustianto. Karena itu, dia menilai, imbauan BI untuk membatasi transaksi gadai emas harus didukung bank syariah.

Menurut Agustianto, BI harus membatasi porsi pembiayaan gadai emas yang digunakan di luar sektor riil. Sementara, pembiayaan gadai emas untuk sektor riil tak perlu dibatasi. “Kalau produk pembiayaan dengan emas tidak untuk sektor riil perlu dibatasi maksimal 10 persen (dari portofolio pembiayaan),” ujar dia.

Untuk memastikan pembiayaan gadai emas ke sektor riil, bank syariah perlu menganalisis nasabah. Transaksi gadai emas nasabah yang kedua harus dipastikan untuk membiayai usaha. “Kalau gadai yang pertama masih dimungkinkan untuk keperluan lain, tapi yang kedua harus ditujukan untuk sektor riil,” ujarnya.

Agustianto menambahkan, aturan yang dibuat BI untuk gadai emas di bank syariah juga harus detail. BI perlu mengatur FTV emas. Persentase FTV hingga 80 persen dinilai masih aman bagi bank syariah.

Pengaturan gadai emas tersebut, ujar dia, perlu untuk mendorong penguatan manajemen risiko di bank syariah. Hal itu diperlukan untuk mengantisipasi fluktuasi harga emas di pasar. “FTV hingga 80 persen itu titik netral karena dalam sejarahnya penurunan harga emas hingga 20 persen terjadi hanya sementara dan jarang terjadi,” terangnya.

Kepala Biro Penelitian, Pengembangan, dan Pengaturan Perbankan Syariah BI, Tirta Segara, sebelumnya mengatakan, aturan gadai emas yang digodok BI akan memuat FTV. Besaran nilai gadai emas hingga saat ini masih ditetapkan masing-masing bank. Sehingga, FTV gadai emas bervariasi mulai dari 70-90 persen.

Selain FTV, BI akan menetapkan plafon pembiayaan gadai. Menurut Tirta, pihaknya tengah menghitung statistik kebutuhan masyarakat. “Untuk plafon ini, kita harus lihat statistik. Berapa kebutuhan masyarakat yang mendesak itu, misalnya kalau untuk ke rumah sakit berapa,” terangnya.

Aturan gadai emas tersebut, lanjut dia, akan menegaskan lagi keberadaan barang gadai. Dengan begitu, gadai emas tidak dapat dilaksanakan jika barang yang digadaikan belum riil. “Kalau namanya gadai, nasabah harus punya barang dulu. Jangan sampai belum punya, tapi sudah dibilang gadai,” ujar dia.  ed: firkah fansuri


Kembalikan Sebagai Riil, Bukan Investasi,
BI Mulai Atur Gadai Emas Syariah Akhir Januari

http://www.pikiran-rakyat.com/node/171967

Kamis, 05/01/2012 – 19:28

JAKARTA, (PRLM).- Dalam waktu dekat, Bank Indonesia (BI) akan mengeluarkan surat edaran (SE) yang mengatur gadai emas pada industri perbankan syariah. Hal itu dilakukan guna menjadikan gadai emas syariah itu kembali ke prinsip semula, yaitu beriorientasi ke sektor riil, bukan untuk kegiatan investasi seperti yang belakangan ini marak.

“Diharapkan akhir Januari 2012 ini SE tersebut sudah dikeluarkan. Sebab, gadai syariah yang dilakukan perbankan syariah harus tetap pada tujuan semula, yaitu bertujuan mengharmonisasikan antara sektor riil dan keuangan, bukan untuk tujuan investasi,” kata Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI, Mulya E.Siregar dalam bincang-bincang media (BBM), di kantor BI, Jln.M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (5/1).

Mulya berharap agar pengelola perbankan syariah benar-benar mengedepankan prinsip syariah. Karena itu, jika pun nasabah melakukan investasi dalam gadai syariah dengan mengharap kenaikan harga emas, yang bisa BI lakukan adalah pengaturan terhadap perbankannya, bukan kepada nasabahnya. Tentu, dengan harapan pengelola bank syariah mengedepankan prinsip-prinsip syariah itu.

“Kalau gadai emas syariah dengan mengharap agar harga emas naik, ada yang kurang pas. Rasanya, syariah dengan ongkang-ongkang kaki, tidak pas. Apalagi, mengharap-harap harga emas naik. Yang parahnya, harga emas tidak naik, malah turun,” ujarnya.

Mulya menjelaskan perkembangan gadai emas industri syariah yang meningkat cukup menggembirakan sejak harga emas naik. Pembiayaan melalui gadai emas belakangan cukup menggiurkan.

Jika hingga Juli 2011 pembiayaan melalui gadai emas tercatat 2,4 triliun, kemudian melompat menjadi Rp 6,1 triliun pada September 2011. Atau dalam jangka waktu tiga bulan naik Rp 3,7 triliun atau 45,1 persen.

Jika dibandingkan dengan akhir 2010 yang baru mencapai Rp 1,8 triliun, maka terjadi peningkatan 238,8 persen secara year ti date. Sementara jumlah nasabah yang terkait dengan produk gadai emas pun tercatat 137.271 rekening hingga akhir November 2011 yang lalu.

Menurut Mulya, hingga September 2011, total pembiayaan bank syariah mencapai Rp 92,8 triliun atau meningkat Rp 8,2 triliun dari Juli 2011 yang sebesar Rp 84,6 triliun. “Sebagian besar peningkatan pembiayaan memang dari gadai emas,” katanya. (A-75/A-88)***


Transaksi Gadai Emas Bisa Lanjut

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:4EvnzWR2fhMJ:republika.co.id:8080/koran/0/151394+Transaksi+Gadai+Emas+Bisa+Lanjut&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=opera

http://republika.co.id:8080/koran/0/151394

Oleh Nur Aini
Rabu, 04 Januari 2012 pukul 10:25:00

Bank syariah harus dilibatkan dalam menyusun aturan gadai emas.

JAKARTA–Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk membuat aturan transaksi gadai emas. Sebelum aturan itu keluar, BI telah mengirimkan surat edaran yang membatasi transaksi gadai emas di bank syariah. Meski dibatasi, transaksi gadai emas di bank syariah masih terus berlanjut.

Surat edaran yang membatasi transaksi gadai emas dari BI salah satunya diterima BNI Syariah pada akhir Desember 2011. Direktur Kepatuhan BNI Syariah, Imam Teguh Saptono, mengaku BI hanya mengizinkan plafon pembiayaan untuk setiap nasabah sebesar Rp 100 juta. Sedangkan nilai gadai (financing to value/FTV) dibatasi 80 persen. “Tapi, kami tidak hentikan transaksi gadai, hanya dibatasi,” ujarnya di Jakarta, Selasa (3/1).

Menurut Imam, pembatasan tersebut sebenarnya telah sesuai dengan standard operation procedure (SOP) gadai emas yang sebelumnya dikirimkan ke BI. BNI Syariah membatasi portofolio pembiayaan gadai emas maksimal 20 persen dari total pembiayaan. Sementara saat ini, outstanding pembiayaan gadai emas BNI Syariah masih di bawah 10 persen, yakni senilai Rp 450 miliar dari total pembiayaan Rp 5,7 triliun.

Terkait rencana adanya aturan gadai emas, Imam mengaku pihaknya telah dipanggil BI. Dalam pertemuan itu, BI mengungkapkan alasan pembatasan untuk menghindari spekulasi dalam transaksi gadai emas serta mengembalikan ke maqosit syariah. “Secara spirit, kami setuju. Tapi, untuk sampai detail jumlah transaksi diserahkan saja ke pasar,” ujar dia.

Penyusunan aturan gadai emas, ujar Imam, harus melibatkan bank syariah. Menurutnya, BI seharusnya mendorong bank syariah agar memiliki prosedur manajemen risiko yang kuat. “Jadi, pembatasan itu di awal saja, selanjutnya serahkan ke bank,” ujar dia.

Surat edaran BI ternyata belum diterima semua bank yang memiliki produk gadai emas. Bank Danamon Syariah belum mendapat surat edaran itu. “Belum ada surat edaran. Dulu itu semua bank syariah yang punya gadai emas disuruh mengirimkan SOP, tapi sampai sekarang belum dipanggil lagi,” kata Head of Solusi Emas, Bank Danamon Syariah, Budi Utomo.

Disinggung soal adanya rencana aturan gadai emas, Budi mengaku pihaknya setuju. Hanya saja, dia menilai pembatasan gadai emas seharusnya hanya untuk pembiayaan investasi. “Sebenarnya, yang menjadi kekhawatiran itu untuk pembiayaan yang investasi. Kalau pembiayaan normal seperti ritel kan sama seperti pemberian kredit,” ungkap dia.

Produk gadai emas Bank Danamon Syariah solusi emas, menurut Budi, hanya untuk pembiayaan ritel. Transaksi emas per nasabah didominasi transaksi Rp 3-5 juta. Nilai gadai atau FTV solusi emas sekitar 70-80 persen. Sementara pembiayaan gadai emas per Desember 2011 masih sekitar Rp 36 miliar dari portofolio pembiayaan sekitar Rp 1 triliun.

Sementara itu, Ketua Tim Pengaturan Perbankan Syariah BI, Bambang Kiswono, mengatakan surat edaran BI dikirimkan setelah volume transaksi gadai emas di bank syariah terus membesar. “Surat edaran itu dikirimkan bagian pengawasan,” ujar dia.

Diakuinya, BI tengah menyusun aturan gadai emas. Dalam penyusunan aturan gadai emas, dia memastikan akan melibatkan bank syariah. “Nanti, selesai drafnya. Kita akan diskusikan dengan bank syariah, kalau ada masukan pasti kita kaji,” ujar dia.  Nur Aini


Biayai Rumah, BSM Gandeng SMF

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:mjSh4_P4NAUJ:republika.co.id:8080/koran/0/151393+Biayai+Rumah,+BSM+Gandeng+SMF&cd=3&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=opera

http://republika.co.id:8080/koran/0/151393

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:f5rICIcEuiIJ:www.syariahmandiri.co.id/2012/01/biayai-rumah-bsm-gandeng-smf/+Biayai+Rumah,+BSM+Gandeng+SMF&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=opera

http://www.syariahmandiri.co.id/2012/01/biayai-rumah-bsm-gandeng-smf/

Oleh Nur Aini
Rabu, 04 Januari 2012 pukul 10:24:00

JAKARTA – Bank Syariah Mandiri (BSM) kembali bekerja sama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) untuk pembiayaan hunian syariah. Setelah sebelumnya SMF menyalurkan pembiayaan perumahan Rp 300 miliar pada Oktober 2011 lalu, BSM kembali mendapat tambahan pembiayaan Rp 300 miliar pada akhir Desember 2011.

Mekanisme pembiayaan dengan akad mudharabah wal murabahah ini dilakukan melalui penempatan dana dari SMF kepada BSM dengan bagi hasil. Pembiayaan ini berjangka waktu tiga tahun. Ke depan, SMF akan memberikan pembiayaan berjangka panjang. Mudharabah wal murabahah adalah kombinasi dua akad yang dilakukan ketika peristiwa mudharabah diberikan untuk suatu institusi dan institusi tersebut meneruskannya kepada anggota

Direktur Utama SMF, Raharjo Adisusanto, mengatakan, pertumbuhan industri syariah di Indonesia yang relatif baik menjadi potensi untuk mengembangkan bidang pembiayaan perumahan syariah. Pasar perumahan syariah ini menurutnya masih terbuka lebar. ”Kebutuhan perumahan di Indonesia masih tinggi, yakni mencapai 13 juta unit, sehingga kebutuhan pembiayaan perumahan masih berpotensi semakin meningkat,” katanya dalam siaran pers yang diterima Republika, Selasa (3/1).

Raharjo mengatakan, pembiayaan ini akan membuat aliran dana pasar modal yang sifatnya jangka menengah atau panjang dan bersifat sustainable akan mengalir lagi ke industri pembiayaan perumahan syariah. Sampai saat ini, SMF telah melakukan refinancing pembiayaan hunian syariah untuk plafon sampai dengan Rp 250 juta. “Pasar pembiayaan SMF menyasar masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, ” ujarnya.

Sepanjang 2011, dari target penyaluran pembiayaan sebesar Rp 1,1 triliun, SMF berhasil mencapai realisasi sebesar Rp 1,2 triliun. Total dana yang dialirkan ke sektor pembiayaan perumahan sejak 2006 sampai dengan Desember 2011 mencapai Rp 5,2 triliun. Pembiayaan ini telah membiayai 170.273 nasabah KPR.ed: firkah fansuri


BI Batasi TRANSAKSI GADAI EMAS Maksimal Rp100 Juta

http://www.bisnis.com/articles/bi-batasi-transaksi-gadai-emas-maksimal-rp100-juta

Oleh Donald Banjarnahor
Selasa, 03 Januari 2012 | 12:15 WIB

JAKARTA: Dalam upaya meningkatkan kehati-hatian, Bank Indonesia membatasi transaksi gadai emas maksimal Rp100 juta per nasabah.

Pembatasan tersebut dimaksudkan agar pembiayaan khusus bank syariah ini tidak disalahgunakan menjadi kegiatan spekulasi.

Imam T. Saptono, Direktur Kepatuhan Bank Negara Indonesia Syariah (BNI Syariah), mengatakan ketentuan pembatasan plafon pinjaman itu diterima perseroan menjelang akhir Desember 2011.

“Produk gadai emas kami tidak dihentikan, hanya ada pembatasan dari BI dengan plafon maksimal Rp100 juta per nasabah,” ujarnya kepada Bisnis, hari ini, Selasa 3 Januari 2012

Dia menjelaskan pembatasan tersebut tidak berlaku surut sehingga transaksi gadai emas di atas Rp 100 juta yang sedang berlangsung tetap diteruskan hingga jatuh tempo.

“Maksud BI mengeluarkan kebijakan ini agar meningkatkan kehati-hatian serta dikembalikan kepada prinsip syariah bahwa gadai emas diperuntukan bagi nasabah yang membutuhkan dana, bukan untuk investasi maupun spekulasi,” jelasnya.

Menurutnya, pembiayaan ini memang berpeluang untuk disalahgunakan oleh nasabah untuk investasi, mengingat harga emas yang cenderung fluktuatif secara tajam. Apalagi sejak awal 2011 hingga Agustus 2011, harga emas sempat melonjak tinggi.

“Namun sejak Agustus hingga akhir tahun harga emas cenderung turun, sehingga nasabah sebenarnya harus memahami ada risiko besar apabila menggunakan gadai emas sebagai investasi.”

Bila masyarakat mau berinvestasi, dia menyarankan menggunakan pembiayaan murabahah emas. Dengan skema pembiayaan ini nasabah bisa menghindari risiko anjloknya harga emas dibandingkan dengan gadai emas. (tw)


Emas Menguat di Perdagangan Asia

http://id.berita.yahoo.com/emas-menguat-di-perdagangan-asia-083800234.html;_ylt=AkKYNT.bN4QB8X8oKYKbyVGPV8d_;_ylu=X3oDMTFyb3E0Y3BtBG1pdANJbmZpbml0ZSBCcm93c2UgU3BsaXQEcG9zAzYEc2VjA01lZGlhSW5maW5pdGVCcm93c2VMaXN0;_ylg=X3oDMTJ2cWJ0cjhrBGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDY2YwOWFhZTgtNmQyMi0zY2U0LTlmZTUtNGI0NTM3OGQ5NTc3BHBzdGNhdANiaXNuaXMEcHQDc3RvcnlwYWdlBHRlc3QD;_ylv=3

Oleh Wahid Ma’ruf
Inilah – Sel, 3 Jan 2012

INILAH.COM, Hong Kong – Harga emas di perdagangan Asia pada Selasa (3/1) menguat dengan melemahnya dolar AS setelah melemah sepanjang kuartal IV 2011.

Emas untuk pengiriman Februari naik 1,5% menjadi US$1.579,90 per troy ons melalui perdagangan elektronik dengan NYMEX. Untuk spot harga emas naik US$13,8 menjadi US$1.580,2 per troy ons. Demikian mengutip marketwatch.com.

Sementara harga logam mulia pada Jumat pekan lalu naik 3,4% menjadi US$25,9 setelah selama tiga bulan tertekan dan berakhir pada 31 Desember 2011.

Namun emas pada akhir tahun 2011 tercatat naik lebih dari 10%. Hal ini menjadikan emas tetap sebagai investasi terbaik selama tahun 2011 yang penuh gejolak. Pemicunya karena kekhawatiran krisis utang Eropa.

Analis Merril Lynch memprediksikan tahun 2012, harga emas akan berada di US$1.850 per troy ons. Level ini naik 17,6% dari harga rata-rata 2011 kemarin. “Kami percaya struktur biaya tinggi dari sektor emas harus memberikan dukungan harga di atas US$1.400 per troy ons,” kata mereka.

Sementara harga logam mulai yang lain untuk Maret seperti perak naik 1,9% menjadi US$28,16 per ons. Namun harga paladium untuk bulan Maret turun 0,6% menjadi US$652 per ons.

Kontrak pengiriman tembaga bulan Maret naik 1,2% menjadi US$3,48 per on. Sementara harga platina untuk bulan April naik 0,8% menjadi US$1.410 per ons.

Sementara dolar AS turun 0,35 terhadap DXY menjadi 80,081.


Proyeksi Perbankan Syariah 2012

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:JjbhLlP7P4YJ:republika.co.id:8080/koran/0/151317+Proyeksi+Perbankan+Syariah+2012&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=opera

http://republika.co.id:8080/koran/0/151317

Oleh Ali Rama
Selasa, 03 Januari 2012 pukul 13:49:00

Pengurus Pusat Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI)

Industri keuangan syariah, khususnya perbankan syariah, terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Dengan kondisi makro ekonomi yang relatif stabil, peningkatan investment grade dan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan masih di atas enam persen di tahun mendatang, maka prospek industri keuangan syariah pun akan semakin menjanjikan di masa-masa mendatang.

Meskipun market share total aset perbankan syariah dibandingkan total aset perbankan nasional belum mampu menembus angka lima persen seperti yang dicanangkan dalam Cetak Biru Pengembangan Perbankan Syariah Indonesia tahun 2001. Akan tetapi, jika dilihat dari segi pertumbuhan industri perbankan syariah cukup mengesankan dan sangat menjanjikan masa depan yang lebih baik.

Rata-rata pertubuhan aset perbankan syariah selama lima tahun terakhir mencapai 40 persen, jauh melampaui pertumbuhan perbankan konvensional yang hanya sekitar 20 persen. Berdasarkan data statistik perbankan syariah Bank Indonesia bulan Oktober 2011, total aset perbankan syariah sebesar Rp 125,5 triliun, naik dari 2010 yang hanya sekitar Rp 97,5 triliun.

Adapun besar pangsa pasarnya terhadap perbankan nasional sudah mencapai 3,68 persen, naik sekitar 0,5 persen sepanjang 2011. Persentase pertumbuhan ini sudah perlahan-lahan mendekati angka lima persen. Sementara, dana pihak ketiga dan pembiayaan yang diberikan masing-masing mencapai Rp 101,7 triliun dan Rp 96,9 triliun dengan tingkat financing to deposit rasio (FDR) sekitar 94 persen.

Sedangkan dari segi jumlah pemainnya, perbankan syariah tidak mengalami penambahan yang berarti dalam kurung satu tahun terakhir. Dari 2010 ke 2011, tidak terjadi penambahan jumlah Bank Umum Syariah (BUS), begitu pula dengan Unit Usaha Syariah (UUS), yaitu berjumlah tetap 11 BUS dan 23 UUS. Yang mengalami peningkatan hanya jumlah Badan Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) yang mencapai 153 bertambah tiga dari tahun sebelumnya. Akan tetapi, dari segi perluasan jaringan kantor cukup tinggi, mecapai 1.354, 301 dan 362 untuk masing-masing BUS, UUS, dan BPRS.

Sementara itu, dari segi kinerja, perbankan syariah menunjukkan kinerja yang cukup baik. Kinerja Return on Assets (ROA) mengalami peningkatan mencapai 1,62 pada akhir oktober 2011. Sedangkan rasio kecukupan modalnya cukup aman di posisi 15,30 persen.

Outlook 2012

Krisis keuangan yang melanda negera-negara Eropa dan Barat saat ini akan berkontribusi besar dalam perlambatan pertumbuhan ekonomi global pada 2012. Situasi tahun depan akan masih diwarnai oleh prahara keuangan yang terjadi di negara-negara Eropa yang sebagiannya saat ini sebenarnya sudah masuk dalam zona kebangkrutan atau negara gagal. Namun, dampak krisis global terhadap perekonomian Indonesia diperkirakan tidak terlalu signifikan berpengaruh lantaran basis utama pertumbuhan ekonomi domestik lebih didominasi oleh konsumsi dalam negeri yang mencapai angka 60 persen. Bahkan, di akhir tahun, Indonesia mendapat kado istimewa dari lembaga pemeringkat internasional, Fitch Rating, dengan menaikkan level Indonesia ke level investment grade, menjadi BBB- dari BB+ dengan outlook stabil.

Perekenomian Indonesia meskipun sebagian kalangan telah mengoreksi prediksinya atas kemungkinan dampak second arround effect dari krisis keuangan Eropa dengan hanya akan tumbuh di kisaran 6,2 persen, namun pihak pemerintah masih optimistis kalau ekonomi Indonesia masih akan tumbuh sebesar 6,5 persen pada 2012. Apalagi, jika Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) mulai gencar dilakukan di enam sektor koridor ekonomi yang telah dicanangkan tahun depan.

Optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia tentunya akan berpengaruh terhadap perkembangan perbankan syariah di Tanah Air. Bahkan, berdasarkan kategori Islamic Finance Country Index pada tahun ini, Indonesia berada pada urutan keempat di bawah Iran, Arab Saudi, dan Malaysia yang telah dikenal selama ini sebagai pemain utama dalam industri keuangan syariah global.

Prediksi yang lebih optimistik dilakukan oleh Karim Business Consulting yang meyakini Indonesia akan menjadi pemain utama dan menjadi yang terbesar dari lima besar keuangan syariah global dalam dua dekade mendatang. Pada 2023, Indonesia diperkirakan memimpin industri keuangan syariah global dengan total aset mencapai 8,6 triliun dolar AS. Sementara, aset pebankan syariahnya mencapai 1.597 triliun dolar AS (Islamic Finance Intelligance Summit, 2011).

Optimisme ini tidak mengada-ada. Menurut pengamat ekonomi syariah, Adiwarman Karim, setidaknya ada empat industri berbasis syariah yang akan terus berkembang di Indonesia, yaitu industri busana Muslim, industri halal food, industri media bernuansa religi, dan industri keuangan syariah.

Perkembangan industri berbasis syariah ini tidak terlepas dari jumlah penduduk Indonesia yang mayoritasnya Muslim, sekitar 180 juta ketika tren religiositasnya saat ini mengalami peningkatan kesadaran untuk kembali kepada ajaran Islam. Mereka haus dengan berbagai bentuk produk dan layanan yang melambangkan identitas keagamaanya.

Dengan jumlah pangsa pasar 3,67 persen saja, jumlah nasabah bank syariah sudah mencapai sekitar 10 juta atau sekitar 16 persen dari total nasabah perbankan nasional yang jumlahnya mencapai 60 juta. Ini sudah hampir menyamai jumlah penduduk Muslim Malaysia yang total penduduknya hanya sekitar 24 juta penduduk.

Pasar yang fokus

Menurut perkiraan Bank Indonesia, pada 2012, industri perbankan syariah akan kedatangan pemain baru. Diperkirakan sedikitnya ada dua bank yang berpotensi menjadi BUS dan satu bank akan membuka UUS, yaitu Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) dan Bank Internasional Indonesia (BII) yang akan menjadi BUS, sedangkan Bank Saudara dengan akuisisi tiga BPRS akan membuka layanan UUS. Tentunya, penambahan jumlah pemain akan semakin mengakselerasi pertumbuhan aset perbankan syariah di Tanah Air.

Di masa mendatang, pelaku perbankan syariah akan lebih pada polarisasi segmen pasar. Bank syariah akan fokus menggarap segmen pasar tertentu, misalnya BNI syariah akan lebih konsen ke konsumer ritel, BCA syariah lebih fokus pada UMKM, dan begitu pula dengan BSM dan BMI. Polarisasi ini tentunya akan sangat efektif dalam mengembangkan sektor ekonomi riil yang menjanjikan tingkat keuntungan yang lebih baik.

Bank syariah perlu melakukan inovasi dan meningkatkan daya kreatif dalam produk dan layanan untuk menumbuhkan industrinya. Pelaku perbankan syariah harus berani masuk ke pembiayaan besar, seperti proyek infastruktur. Perbankan syariah sebaiknya berpartisipasi dalam mega proyek MP3EI yang telah digagas pemerintah dengan membentuk konsorsium atau sindikasi melalui kerja sama antarbank syariah ataupun menggandeng Islamic Development Bank (IDB).

Diversifikasi produk bank syariah juga perlu dilakukan demi menangkap peluang masuknya dana-dana asing yang akan diperkirakan terus mengalir ke Indonesia setelah kenaikan peringkat status investment grade Indonesia. Dana-dana asing itu bisa dikanalisasi ke pembiayaan sektor riil.

Langkah positif yang dilakukan oleh pelaku perbankan syariah yang hasilnya akan dinikmati di masa mendatang adalah iklan layanan perbankan syariah yang sudah meluas. Selama ini, iklan bank syariah hanya hadir saat Ramadhan atau momentum perayaan Islam saja, tetapi saat ini sudah mulai gencar dilakukan diberbagai acara nonkeagamaan, misalnya mensponsori acara-acara olahraga.


Prediksi BI 2012: Perbankan Syariah Tumbuh 40 Persen

http://www.fimadani.com/prediksi-bi-2012-perbankan-syariah-tumbuh-40-persen/

22 November 2011 12:07 am

Bank Indonesia optimis pertumbuhan industri perbankan syariah pada 2012 masih di atas 40%, meskipun dibayang-bayangi pelambatan ekonomi nasional akibat krisis global. Beberapa faktor menjadi pendorong pertumbuhan industri adalah kinerja bank syariah yang baru berdiri pada 2010, lahirnya bank syariah baru, hingga penetrasi modal asing.

Mulya Siregar, Direktur Perbankan Syariah Bank Indonesia (BI) optimis aset industri akan bertumbuh di atas 40% dengan melihat perkembangan sejumlah bank syariah yang berdiri sejak 2010.

“Pada 2012, dampak pertumbuhan 5 bank yang berdiri pada 2010 makin terasa setelah mereka selesai melakukan konsolidasi,” ujarnya seperti dikutip hidayatullah.com.

Lima bank yang dimaksud oleh Mulya adalah Bank Jabar Banten Syariah, Bank Victoria Syariah, Bank Negara Indonesia Syariah, Bank Central Asia Syariah, serta Maybank Syariah. Dari lima bank tersebut ada beberapa bank yang masih relatif lambat pertumbuhannya pada 2011. Untuk itu, bank sentral telah memberikan perhatian khusus kepada bank syariah tersebut dengan memanggil para direksi bank syariah dan beserta induk usahanya.

“Kami meminta kepada induk usaha untuk terus mendukung perumbuhan anak usaha syariahnya. Walaupun sudah tidak menjadi bagian dari unit usaha syariah, jangan dilepaskan begitu saja,” ujar dia.

Bentuk dukungannya, lanjut dia, bisa terlihat dengan kesamaan kualitas layanan yang diterima nasabah dari induk konvensional maupun anak usaha  bank syariah.

“Sepertinya mereka telah menangkap maksud tersebut dan melakukan konsolidasi dengan induk usaha,” ujarnya, dimuat Bisnis, Minggu (20/11/2011).

Mulya menambahkan, pertumbuhan anorganik pada 2012 juga dapat menyokong kinerja industri, di antaranya adalah rencana PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional dalam mengakuisisi bank lokal di Jawa Tengah untuk dikonversi menjadi bank syariah. Selain itu, lanjutnya, ada kemungkinan sejumlah bank syariah asing merealisasikan rencananya dalam melakukan penetrasi pasar domestik pada 2012.

Hingga Oktober 2011, perbankan syariah membukukan aset sekitar Rp130 triliun, meningkat 48,57% dibandingkan dengan posisi periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan aset tersebut sejalan dengan kinerja penyaluran pembiayaan dan penghimpunan dana pihak ketiga.


Perbankan Syariah Indonesia Urutan Keempat di Dunia

http://zonaekis.com/perbankan-syariah-indonesia-urutan-keempat-di-dunia/

oleh Choir
12 November 2011 at 03:38

Pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia relatif cepat dalam lima tahun terakhir, dengan rata-rata pertumbuhan aset mencapai 40 persen. Posisi aset perbankan syariah per September 2011 telah mencapai Rp 126 triliun. Dengan posisi itu, perbankan syariah Indonesia menduduki posisi keempat dunia setelah Iran, Malaysia, dan Arab Saudi.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Halim Alamsyah, Jumat (11/11), mengatakan pertumbuhan aset perbankan syariah Indonesia relatif cepat dibandingkan rata-rata pertumbuhan perbankan syariah di negara lain. Sementara rata-rata pertumbuhan perbankan syariah di dunia hanya 10-15 persen.

Angka pertumbuhan perbankan syariah Indonesia diprediksi terus naik. Hal itu dipengaruhi potensi ekonomi Indonesia yang lebih baik dibandingkan negara lain yang memiliki perbankan syariah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia per September 2011 tercatat 6,5 persen.

Pertumbuhan ekonomi itu didukung jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 237 juta jiwa. Ini menjadi potensi pasar perbankan syariah. “Posisi kita dalam jumlah bank syariah termasuk menonjol di dunia,” ujar Halim. Di Indonesia, jumlah Bank Umum Syariah (BUS) telah mencapai 11, ditambah 23 Unit Usaha Syariah (UUS).

Dari segi kelembagaan, lanjut Halim, perbankan syariah Indonesia juga dinilai lebih unggul. Fatwa untuk perbankan syariah Indonesia dikeluarkan oleh satu lembaga yakni, Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Sementara negara lain, fatwa masih berasal dari masing-masing bank.

Potensi yang besar itu telah menarik sejumlah investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia di bidang ekonomi syariah. “Delegasi dari Timur Tengah menyatakan sangat tertarik pada perbankan syariah di Indonesia,” ujarnya.

Sumber : Republika


Program Kredit Logam Mulia BRI Syariah

http://adiseko.wordpress.com/2011/07/28/program-kredit-logam-mulia-bri-syariah/

oleh Anita Yuniar
Juli 28, 2011

Awal buka rekening di BRI Syariah karena tabungannya ga pakai dipotong uang administrasi, dan bisa ATM Bersama juga, walaupun cabang BRI Syariah ga tau ada di mana aja yang dekat kantor, tapi minimal bisa ATM bersama, udah lumayan lah….

Produk KLM yang baru saja launching bulan Juli ini, sepertinya lumayan bagus buat saya yang kurang disiplin menabung secara tertib tiap bulan, dan selain tabungan pendidikan yang dipotong di bank Niaga, saya juga mau mencicil LM melalui BRI Syariah, syaratnya harus auto debet, otomatis harus punya rekening di bank BRI Syariah.

Dan kemarin, asisten manager BRI Syariah cab.Pasar Minggu, berkenan mampir ke kantor dan memberikan sedikit penjelasan secara garis besar tentang program cicil Emas ini, banyak juga dari teman-teman yang tertarik untuk investasi. Karena cicilan dan margin yang diambil, sepertinya masih untung dengan tingkat kenaikan harga emas. Contohnya saja, apabila kita beli emas 25 gram dan cicilan selama 3 tahun, dengan asumsi harga emas 435 ribu per gram, maka uang muka sebesar 15%, adalahRp.1,631,250,- dan cicilan selama 1 tahun, bayar perbulannya Rp.885,859,- kalau cicilan selama 2 tahun, maka bayar perbulannya Rp.500,703,- lalu kalau cicilan selama 3 th, perbulannya Rp.372,318,-.

Karena cicilan apartemen beramai-ramai selama dua tahun, alhamdulilah sudah lunas bulan ini, jadi saya harus cari alokasi uang cicilan tersebut ke investasi lain, dan…. kayaknya program cicil emas dari BRI Syariah, cocok juga nih, kalau saya ambil 25 gram, dan ambil yang 3 tahun, maka perbulan kira-kira saya bayar Rp.372,318,- atau sekitar Rp.400,000,-/bulan

Ini ada review dari pak Endy Kurniawan,sebagai pengamat investasi emas, untuk program KLM BRI Syariah, dia memberikan beberapa kelebihan program ini,diantaranya sbb:

  1. Bisa dicicil dalam periode 6 bulan sd 15 tahun
  2. Objek kepemilikan adalah emas batangan dengan berat 10 gram sd 12,5kg (atau senilai +/- Rp 5 Milyar). Dengan fleksibilitas pada poin (A) dan (B), nasabah pemula/ remaja bisa berlatih berhemat Rp5.000 per hari untuk mencicil emas dengan berat 10gr selama 3 tahun. Emas 10gr yang dicicil tersebut pada tahun ketiga telah naik nilainya kira-kira 40% dibanding bulan pertama saat terjadi akad.
  3. Persyaratan mudah, tinggal buka rekening tabungan BRIS lalu akad
  4. Emas batangan sebagai objek cicilan adalah produk resmi Antam atau emas lokal sesuai suplai di lokasi tertentu
  5. Fasilitas auto debet
  6. Satu nasabah bisa membuka beberapa kepemilikan sesuai tujuan ‘tabungan’ nya, misal untuk peruntukan biaya pendidikan anak 1, umroh orang tua, pernikahan anak 2, dan seterusnya.
  7. Cicilan tetap dengan margin sangat kompetitif, sekitar 1,25%
  8. DP kompetitif, yaitu 15% dari total pembiayaan
  9. Dapat ditebus ketika nasabah memiliki kelebihan rizki
  10. Dapat dilepas ketika nasabah memerlukan dana tunai (emas terjaga liquid)
  11. Bonus diskon dan cash back untuk nasabah dengan performa baik
  12. Emas aman terjaga dalam simpanan bank

Ayo.. semangat berinvestasi agar masa tua ga sengsara dan sejahtera, bahagia di dunia dan akherat…Amiin…

Bayu, Agustus 24, 2011 pada 3:00 pm

udah gak usah aneh2 lah…..sy sdh pengalaman seperti ini, biaya titip membengkak dan dgn entengnya petugasnya kasih solusi dng cara dijual emasnya lalu dibayarkan utk biaya titip kita dihitung /4 bulanan…..tambah rugi pulang tdk membawa hasil……….hati2lah para nasabah pikir dahulu…..syariah ya syariah tapi membunuh rakyat kecil dengan senyummu..trima kasih

IMAM F, November 18, 2011 pada 4:12 am

Mengenai Investasi Emas perlu kita sadar bahwa setiap Investasi ADA resikonya, Investasi apapun itu. tinggal bagaimana kita mengelola resiko itu sendiri. Dari pengalaman saya 1 thn lalu harga emas cicin kawin berkisar 300 rbuan sekarang udah 400an itu nyata bukan rekayasa, apalagi dengan LM 24karat 99.999%. secara logika masuk kok perhitungan investasi emasnya …

Biaya simpan yg dipatok memang itu harus kita bayar sebagai jasa simpan u/ bank bukan bunga loh ya …ada kok bank yang menetapkan biaya simpan itu murah dibanding bank yg lain.

Intinya dengan situasi ekonomi eropa dan Dollar yg tidak menentu harga emas prediksinya seh naik ….karena dari pengalaman harga Dollar pasti naik terhadap rupiah…gak mungkin turun drastis …kita liat nanti menjelang Pilres 2014. Emas bukan u/ jangka pendek tapi jangka panjang minimal 1 thn baru bisa terasa benefitnya.

thx..


Dokumentasi tentang Industri Perbankan Syariah di Indonesia menurut versi Bank Indonesia,
yang sangat normatif dan susah untuk dipahami, apalagi dimengerti secara logika sederhana:

http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Perbankan+Syariah/

Outlook Perbankan Syariah 2011

http://www.bi.go.id/web/id/Publikasi/Publikasi+Lain/Publikasi+Lainnya/outlookperbankansyariah_2011.htm

APA SIH iB (ai-Bi)…??

http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Edukasi+Perbankan/apa_sih_ib.htm

iB (ai-Bi) Melaju Dengan Strategi Baru

http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Edukasi+Perbankan/melaju_dengan_strategi_baru.htm

Mengembangkan Usaha Dengan Pembiayaan Modal Kerja iB

http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Edukasi+Perbankan/Mengembangkan_Usaha_Dengan_Pembiayaan+Modal_Kerja_iB.htm

Menghitung Bagi Hasil iB

http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Edukasi+Perbankan/Menghitung_Bagi_Hasil_iB.htm

Mobile Banking iB

http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Edukasi+Perbankan/Mobile_Banking.htm

Multijasa iB : Solusi Kebutuhan Biaya Pendidikan

http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Edukasi+Perbankan/Multijasa_iB.htm

Perbankan Syariah: Lebih Tahan Krisis Global

http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Edukasi+Perbankan/Perbankan_Syariah_Lebih_Tahan_Krisis_Global.htm

Perkembangan Impresif iB (ai-Bi) Perbankan Syariah

http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Edukasi+Perbankan/Perkembangan_Impresif_iB_Perbankan_Syariah.htm

Daftar Produk Perbankan Syariah

http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Edukasi+Perbankan/Daftar_Produk_Perbankan_Syariah.htm

Dicari : SDM Multidimensi Untuk iB (ai-Bi)

http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Edukasi+Perbankan/Dicari_SDM_Multidimensi_Untuk_iB.htm

iB ( ai-Bi) : Gaya Hidup Baru Dalam Berbanking

http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Edukasi+Perbankan/Gaya_Hidup_Baru_Dalam_Berbanking.htm

Kartu Kredit iB: Sesuai Syariah, Bisa Dipakai Di Seluruh Dunia

http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Edukasi+Perbankan/Kartu_Kredit_ib.htm

Tabungan iB, Menabung Sekaligus Berinvestasi

http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Edukasi+Perbankan/Tabungan+ib_Menabung_Sekaligus_Berinvestasi.htm

KPR iB : Beragam Pilihan Semuanya Menguntungkan

http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Edukasi+Perbankan/

Layanan iB Di Manapun, Mudah Dan Tetap Syariah

http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Edukasi+Perbankan/Layanan_iB_Dimanapun.htm

Mari Berbagi Hasil Bersama iB

http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Edukasi+Perbankan/Mari_Berbagi_Hasil.htm

Program Akselerasi Perbankan Syariah (Zip File, 902 KB)

http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/248300B4-6CF9-4DF5-A674-0073B0A6168A/898/ProgramAkselerasiPerbankanSyariah.zip

Panduan Investasi Perbankan Syariah (Zip File, 945 KB)

http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/248300B4-6CF9-4DF5-A674-0073B0A6168A/15002/panduan_investasi.zip

Kodifikasi Produk Perbankan Syariah (Zip File, 237 KB)

http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/248300B4-6CF9-4DF5-A674-0073B0A6168A/15003/Kodifikasi_Produk_08.zip

Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI 2003) (Zip File, 1.476 KB)

http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/248300B4-6CF9-4DF5-A674-0073B0A6168A/21165/PAPSI2003.zip

UU Republik Indonesia No. 21/2008 tentang Perbankan Syariah

http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/248300B4-6CF9-4DF5-A674-0073B0A6168A/14396/UU_21_08_Syariah.pdf

Ikhtisar UU Republik Indonesia No. 21/2008 tentang Perbankan Syariah

http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/248300B4-6CF9-4DF5-A674-0073B0A6168A/15000/Iktisar_uu_21_2008.pdf


Biang kerok penutupan bisnis ‘gadai emas’ di BRI Syariah, silahkan baca:
“Program Kredit Logam Mulia BRI Syariah”, di link ini:

http://adiseko.wordpress.com/2011/07/28/program-kredit-logam-mulia-bri-syariah/


About these ads